Jumat, 05 Februari 2010

Pelindo Bidik Karawang Jadi Pelabuhan Internasional

BAKAL PELABUHAN: Pelabuhan nelayan Ciparage Jaya di Kecamatan Tempuran ini disebut-sebut sebagai lokasi utama rencana pelabuhan bertaraf internasional yang berada di Kabupaten Karawang.

KARAWANG, RAKA – PT Askes telah menyatakan siap jadi partner Pemkab Karawang untuk jadi pelaksana program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) yang sedang dipersiapkan di tahun anggaran 2010. Asalkan kerja sama ini sesuai prosedur.

Kesiapan Askes tersebut disampaikan Kepala Cabang PT Askes Karawang, Nurifansyah, di hadapan Komisi D DPRD ketika melakukan kunjungan kerja ke kantornya, Kamis (4/2). Dikatakannya, berdasarkan prosedur, aturan mengenai dana sosial yang akan digunakan program Jamkesda biasanya dengan cara penugasan.

Artinya, bisa saja PT Askes sebagai BUMN ditunjuk Pemkab sebagai pihak penyelenggara. Namun di kalangan Pemkab sendiri, menurutnya, ada dua pendapat yang berbeda. Satu pihak sepakat penunjukan, pihak lainnya tetap meminta melalui prosedur tender.

Untuk menentukan kedua pilihan itu, Komisi D sendiri, seperti diungkapkan ketuanya, Nanda Suhanda, masih perlu mempelajari payung hukumnya. Jangan sampai nanti salah langkah yang pada akhirnya niat baik Pemkab mengasuransikan kesehatan masyarakat miskin jadi salah langkah.

Disebutkan Nanda, belanja yang telah dipersiapkan bagi pelaksanaan program Jamkesda pada APBD murni 2010 sebesar Rp 10 miliar. Ditambah bantuan dari APBD Provinsi Jawa Barat Rp 5,6 miliar. Sehingga total dana yang telah siap dikucurkan mencapai Rp 15,6 miliar.

“Di APBD Perubahan yang direncanakan Agustus 2010, kita akan nambah lagi sekitar Rp 10 miliar. Karena kita berharap angka maksimalnya sampai Rp 25 miliar. Perhitungan ini dengan asumsi setiap orang Rp 10 ribu. Syukur-syukur bila PT Askes bersedia cukup Rp 8 ribu per orang. Berarti beban biaya bisa dikurangi. Apalagi di pusat sendiri yang program Jamkesmas hanya dikenai Rp 5 ribu per orang,” ujar Nanda.

Lebih lanjut dijelaskan Nanda, data sementara yang telah terekap PT Askes bagi keluarga miskin calon peserta Jamkesda sebanyak 509.832 jiwa. Jumlah ini tidak termasuk tiga kecamatan lain yang belum terekap datanya. Yakni, Kecamatan Jayakerta, Rengasdengklok, dan Majalaya. “Kalau dihitung dengan jumlah peserta Jamkesmas, berarti jumlah jiwa yang memperoleh jaminan asuransi kesehatan sampai setengah dari jumlah seluruh warga Kabupaten Karawang,” tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan catatan PT Askes, kata Nurifansyah, secara nasional sampai dengan tahun 2005 cakupan masyarakat yang terlindungi asuransi kesehatan sangat rendah. Yakni, kurang dari 15 persen. Seiring dengan perjalanan waktu, kebijakan pemerintah akhirnya makin memperluas cakupan itu. Bahkan hal yang luar biasa bila sampai Pemerintah Daerah mampu meluncurkan program Jamkesda. Berarti bagi masyarakat miskin yang selama ini belum tercover Jamkesmas bisa diikutsertakan dalam Jamkesda.

“SKTM yang jadi alternatif diluar peserta Jamkesmas, ternyata dari hasil data Pemkab di lapangan banyak yang salah sasaran. Sehingga antara biaya yang disiapkan dengan kebutuhan masih jomplang. Makanya tidak aneh kalau kemudian terjadi defisit. Persoalannya juga dilematis. Jika tidak dicover, daerah sendiri berteriak ketika quota yang diberikan pusat belum sesuai dengan jumlah riil di lapangan,” papar Nurifansyah atau biasa akrab dipanggil Ifan.

Untuk mengatasi problem tersebut, Ifan sependapat program Jamkesda menjadi solusin terbaik. Karena dengan program ini, setidaknya ada kebijakan universal coverage, walau pun butuh waktu dan dana tidak sedikit. Hanya saja, selama niatan ini positif sebagai implementasi dari kewajiban pemerintah, menurutnya, program Jamkesda harus memenuhi aspek mekanisme pembiayaan. Yaitu, akuntabilitas pulbik terpenuhi, serta transparan dan bisa diakses masyarakat dengan mudah. (vins)

Sikap PKB Jadi PR Golkar, Kaukus Muda Partai Ini Tetap Ajukan DSM

KARAWANG, RAKA – Penggagas Kaukus Piramida dari Partai Golkar, Endang Kurniadin, kecewa atas sikap Akhmad 'Zimmy' Jamakhsari dari PKB. Ia menganggap, reaksi yang dilakukan rekannya itu terlalu cepat mengambil kesimpulan.

Namun demikian, Endang juga menyadari bila di internal parpolnya ada yang sudah bermain belakang dengan melakukan manuver sendiri-sendiri. “Sebaiknya semua pihak harus duduk bersama dulu. Setiap persoalan pasti bisa diselesaikan. Jangan malah saling membuat gerakan yang sebenarnya melahirkan persoalan baru. Ini jelas kontra produktif dengan semangat awal yang dibangun bersama,” tegasnya.

Ia juga mengajak semua pihak, baik di kalangan Golkar maupun rekan-rekan Kaukus Piramida, lebih memprioritaskan dulu memperjuangkan dimungkinkannya Dadang S. Muchtar bisa dicalonkan kembali pada Pilkada 2010. Undang-undang yang selama ini mengkerangkeng hak-hak politik rakyat biar diuji materil atau judicial review oleh Mahkamah Konstitusi maupun Mahkamah Agung.

“Proses ini kan sedang jalan. Jangan sampai bubar sebelum tujuan yang ingin dicapai tertuntaskan. Masalahnya, keinginan untuk meminta hak-hak politik rakyat bukan sekedar kemauan kita sebagai politisi. Tapi itu sudah jadi dorongan mayoritas rakyat pendukung Dadang Muchtar. Sebagai wakil rakyat, wajib melakukan apa yang jadi aspirasi mereka. Kalau kemudian kita sendiri malah lari dari tugas itu, tinggal pertanyaannya sejauhmana rekan-rekan menjaga komitmen tersebut,” tandas Endang balik bertanya.

Namun demikian, ia percaya rekan-rekan Kaukus Piramida masih menjaga komitmen yang dibangunnya. Jika pun dalam beberapa hari terakhir terjadi kesan selingkuh politik, seperti disinyalir Zimmy, dirinya percaya semua pihak akan kembali kepada kesepahaman awal. “Secara pribadi, saya juga sebenarnya tidak setuju kalau belum apa-apa ada gerakan cari pasangan alternatif dimunculkan secara diam-diam. Sebaiknya terbuka saja. Tidak perlu ngumpet-ngumpet,” ucapnya lagi.

Di tempat terpisah, Kaukus Muda Partai Golkar (KMPG), mengingatkan pangurus Golkar untuk tetap merapatkan barisan dalam memperjuangkan hak-hak politiik konstituen di bawah. Tidak perlu terburu-buru mencari pasangan bakal calon bupati-wakil bupati sebelum upaya hukum yang sedang dilakukan benar-benar final.

“Hasil diskusi kita sepakat mengusung kembali Dadang Muchtar menjadi calon bupati dari Partai Golkar di Pilkada 2010. Keputusan ini bukan hanya keinginan kader-kader muda Golkar dibawah, tapi juga masyarakat di tataran akar rumput. Kemampuan Dadang Muchtar selama 4 tahun terakhir memimpin Karawang tidak sekedar memiliki kontribusi besar terhadap Golkar, tapi juga telah dirasakanh masyarakat di sini. Beliau sudah teruji sebagai kader terbaik yang mampu menjalankan amanah rakyat. Ini bukan omong kosong. Mayoritas rakyat dibawah sudah meminta agar Dadang Muchtar naik lagi untuk menuntaskan program pembangunan. Rakyat Karawang masih butuh beliau,” ungkap Abdul Azis.

Lanjut dia, langkah KMPG selain ikut mengkaji Undang-undang yang menghambat dicalonkannya kembali Dadang Muchtar, pihaknya akan pula terus mendukung langkah-langkah politik yang dilakukan masyarakat. Yakni, mengawal judicial review. “Kami siap bantu secara teknis maupun moril. Ini sebuah tuntutan loyalitas kader muda terhadap pemimpin kami. KPUD diminta serius dengan langkah proaktif. Bukan intervensi terhadap lembaga penyelenggara Pilkada. Tapi itulah fakta dorongan di masyarakat,” tegas Azis yang juga ketua DPD KNPI Karawang.

Pernyataan lain dikemukakan Lukman N. Iraz. Dirinya tidak sepakat kalau ada yang mengatakan Dadang Muchtar harus legowo. Kata dia, keinginan itu sebenarnya bukan dari Dadang Muchtar sendiri. Tapi benar-benar dorongan maupun kehendak dari masyarakat dan kader-kader Golkar, terutama dari kaukus muda partai ini. “Bukan hanya tataran hukum, tapi hak-hak politik rakyat harus diperjuangkan. Jangan punya persepsi, bahwa keinginan kami untuk meminta Dadang Muchtar maju di Pilkada 2010 tidak berarti mau menjegal calon-calon lain. Kenapa harus khawatir? Biarkan saja berkompetisi. Toh yang memilih kan rakyat,” ujarnya sambil diamini Ketua BM PAN, Dadi Mulyadi.

Sebelumnya, dukungan serupa disampaikan Ketua Pengurus Daerah Persaudaraan Muslim Seluruh Indonesia (PD PARMUSI) Kabupaten Karawang, Cepyan Lukmanul Hakim. Menurutnya, terlepas dari pro kontra dan ketentuan Undang-undang tentang pembatasan masa jabatan kepala daerah, Dadang Muchtar masih dibutuhkan untuk memimpin Karawang. “PD Parmusi mendukung rencana dicalonkannya Dadang Muchtar di Pilkada 2010. Kepemimpinan beliau yang khas membuat yang bersangkutan sangat penting bagi Karawang kedepan,” ujarnya. (vins)

Ketua Hanura: Pemimpin Jangan Reaktif H. Ali Mukadas : Biarkan Demokrasi Berkembang

KARAWANG, RAKA – Ketua DPC Hanura, H. Ali Mukadas Said, berharap agar siapa pun tokoh politik di Kabupaten Karawang ini lebih mengedepankan nilai-nilai demokratis. Tidak perlu memperlhatkan sikap reaktif ketika perbedaan pendapat muncul. Baik di tengah masyarakat maupun yang terbuka ke publik melalui media.

“Saya akui apa yang dilansir Radar Karawang edisi Rabu (3/2) tidak ada yang menyimpang. Itu sekedar penjelasan atas hak saya sebagai warga negara dan pimpinan Hanura untuk menentukan pilihan. Ini juga sebenarnya lebih mengangkat komunitas PBN (Persatuan Bintang Nurani -red) di tengah menghangatnya suhu politik jelang Pilkada. Saya pernah bilang, kalau permainan politik mudah terbaca orang lain, bukan bermain politik namanya,” ungkap H. Ali menanggapi pernyataannya sendiri di Radar Karawang.

Soal 'Pasangan AA' yang didengarnya merebak di sebagian kecil masyarakat, sampai ada laporan yang masuk dirinya dari daerah pemilihan V, menurutnya, itu bukan berarti AA Center. Tapi sebatas mempertanyakan kenapa ada orang-orang yang ramai menanyakan perihal 'Pasangan AA'. Diakuinya pula, Hanura atas nama organisasin politik secara resmi memang belum pernah membuat kesepakatan dengan parpol manapun untuk mengusung pasangan calon di Pilkada 2010.

“Begini sajalah, sekali lagi saya mengajak kepada semua pihak, termasuk masyarakat, mari sama-sama konsisten terhadap komitmen bangsa ini bahwa kita sudah kadung sepakat menegakan nilai-nilai demokrasi di Republik ini. Perbedaan pendapat, terutama politik, jadikan pembelajaran positif bagi pengembangan kedewasaan berpikir dan bersikap. Karena tanpa itu, seringkali kita kesulitan mengukur sejauhmana nilai-nilai kebesaran kita dalam kehidupan bersosial di masyarakat. Sikap kritis media juga sebenarnya jadi bekal kita lebih mumpuni di dunia politik,” tandas H. Ali.

Oleh karenanya, ia juga sepakat, menjelang perhelatan politik menuju panggung Pilkada, media harus tetap memposisikan sebagai pilar demokrasi. Biarkan setuasi politik berkembang dengan sendirinya. Asalkan, napasnya tidak keluar dari konteks pengembangan demokrasi. “Sebenarnya kalau kita peka, media bisa jadi alat bagi membesarkan nama-nama pelaku politik di tengah publik. Malah seharusnya kalangan politisi, terutama pengurus parpol, mesti mampu mengelola manajemen konflik. Dengan cara itu, eksistensi politisi tersebut cepat dikenal publik. Karena otomatis menjadi kejaran kalangan pers sebagai iklan gratis,” ujarnya.

Ia menyebut contoh bagaimana permainan politik yang sedang diperankan PKB. Sebagai parpol kecil yang hanya memiliki 4 kursi di DPRD, parpol ini malah terdengar lebih seru, dan bisa makin familiar di tengah publik ketika berturut-turut selalu jadi sorotan media. Kalau tidak diimbangi manuver serupa oleh parpol-parpol besar, bisa jadi para pemenang Pemilu 2009 di Karawang ini tenggelam. Parpol manapun yang ingin bermain di Pilkada, tanpa bisa bermanuver dan memainkan isu-isu menarik, diyakininya, sangat berat. Ongkos publikasi terlalu mahal. Dan itu belum tentu dibaca orang ketika yang disuguhkannya bersifat advertorial.

“Sekali lagi, bagi saya dan Hanura tidak ingin membuat masalah dengan siapapun. Apa yang selama ini dilakukan saya sebagai ketua Hanura di sini, tidak lebih sekadar bagian dari kegiatan politik yang saya coba publikasikan. Kita tidak perlu terpancing. Biarkan demokrasi tumbuh dengan baik di lokal Karawang. Saya yakin semua sepakat itu. Apalagi ketika para tokoh mulai membidik panggung Pilkada, situasi apapun yang muncul adalah ujian pertama bagi para tokoh itu sendiri, khususnya calon-calon pemimpin. Jangan sampai publik menilai negatif hanya karena kita salah menafsirkan sesuatu yang berkembang dengan sikap reaktif,” tandas H. Ali lagi. (vins)

Cikampek Mulai Banjir, Sungai Karanggelem Meluap

CIKAMPEK,RAKA- Hujan deras yang mengguyur Cikampek, Kamis (4/2) dini hari kemarin membuat perkampungan di sepanjang aliran Sungai Karanggelam terendam banjir. Seperti Kampung Nagasari dan Kampung Torojog Dusun Karanggelam Desa Dawuan Tengah Kecamatan Cikampek, ketinggian air mencapai 50 senti meter. Banjir disebabkan air Karanggelam meluap, karena sipon sungai tersebut tidak berfungsi dengan baik akibat tertutup sampah. Tapi banjir tersebut tidak berlangsung lama, pagi hari kemarin air yang menggenangi warga sudah surut.

Ditemui saat membersihkan sipon dari sampah kemarin, warga Kampung Torojog Dusun Karanggelam Desa Dawuan Tengah, Ojak (45) mengatakan, air mulai naik saat pukul 03.00 WIB dini hari setelah sebelumnya hujan turun sejak pukul 22.00 WIB. "Hujan gak berhenti-berhenti dari setelah isya sekitar pukul 10 malam sampai jam 3 pagi. Air naik jam 3, ada sekitar 50 senti meter mah. Soalnya air sampai pinggul nyampe," paparnya.

Dilanjutkannya, air menggenangi emper rumahnya, diperirakan mencapai 50 senti meter. Untungnya, naiknya air karanggelam telah di antisipasi sebelumnya. Sehingga banjir tersebut tidak menghanyutkan harta bendanya. "Waktu hujan terus-terusan turun, saya sudah mengatisipasi dan siap-siap. Jadi ketika banjir tidak menghanyutkan barang-barang. Untuk sebelumnya sipon sudah di keruk, jadi banjir tidak besar. Kalau belum di keruk, bisa lebih besar. Sekarang saja sampah sudah numpuk lagi. Saya berharap bisa dilakukan pengerukan lagi, untuk membersihkan sampah yang ada," ucapnya.

Ditemui tempat yang sama, warga Kampung Nagasari Dusun Karanggelam Kecamatan Cikampek, Elan (58), banjir disebabkan karena saluran air tidak lancar, karena sipon di Sungai Karanggelam tersendat sampah. "Setiap musim hujan memang selalu banjir, karena air sungai meluap. Di sipon banyak sampah, jadi air tidak lancar. Sebetulnya, kalau tidak ada sampah saluran air bisa lancar dan tidak akan banjir," paparnya.

Untungnya, lanjut Elan, sebelum terjadi banjir sipon sudah dilakukan pengerukan, jika pengerukan belum dilakukan banjir bisa lebih parah. "Untung saja, sipon sudah di keruk, kalau tidak banjir bisa lebih parah. Hujan hari ini (kemarin-red) hanya menggenangi dapur saja. Ketinggian air sekitar 30 senti meter. Kalau tahun yang lalu, banjir lebih parah, karena kondisi siponnya tersendat," ungkapnya.

Ditambahkannya, walaupun sudah dilakukan pengerukan beberapa minggu yang lalu, kondisi sipon saat ini sudah dipenuhi lagi sampah saat hujan turun. "Sekarang sampah sudah numpuk lagi di sipon, akibat hujan semalam. Padahal, sebelumnya bersih. Saya berharap, bisa dilakukan pengerukan lagi. Khawatir banjir terjadi lagi, soalnya imlek saja belum. Kemungkinan curah hujan masih tinggi," harapnya.(asy)

Pertegas Tradisi Nilai PMII

KARAWANG,RAKA- Ukurang manusia, 8 tahun merupakan usia kanak-kanak yang baru mengenal bangku sekolah dasar.

Sehingga setiap gerak langkahnya masih tertatih-tatih dan jauh dari kedewasaan. Tapi berbeda dengan manusia, usia delapan tahun untuk ukuran organisasi merupakan usia yang sedang beranjak matang. Dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Karawang, Kamis (4/2) kemarin di Graha Pemuda merayakan hari kelahirannya yang ke-8. Yang dihadiri oleh seluruh mantan ketua umum PMII Cabang Karawang serta seluruh alumninya.

Perayaan hari lahir, bukanlah untuk mengenang bagaimana indahnya romantisme masa lalu. Tapi bagaimana, romantisme tersebut dibungkus untuk mencipta sebuah gagasan. Di usianya yang ke-8, PMII harus mempertegas tradisi-tradisi nilai yang diajarkan di PMII. Tradisi nilai kebersamaan, kemanusiaan, Ke-Islaman, Ke-Indonesiaan dan ke-Karawangan.

Nilai Dasar Pergerakan (NDP) landasan untuk bertindak, Ahlussunnah wal Jama'ah sebagai manhaj al fikr, harus diterapkan oleh segenap warga PMII. Karena itu adalah landasan untuk bergerak dan bertindak. Dzikir, fikir dan amal saleh harus di implementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Secara historis, PMII merupakan organisasi kemahasiswaan yang lahir dari kultur Nahdlatul Ulama (NU), akan tetapi secara organisatoris PMII tidak memiliki hubungan garis instruksional dengan NU.

Hubungan PMII dengan NU dan organisasi NU lainnya hanya hubungan interdepedensi. Di hari lahirnya yang ke-8 ini, PMII Kabupaten Karawang, harus bisa merefleksikan kembali arti kehadirannya di bumi Karawang. Sudah berbuat apa untuk masyarakat Karawang? Apakah eksistensi PMII sudah bisa dirasakan kemanfaatannya oleh orang banyak? PMII ada untuk berbuat, PMII berbuat untuk berkarya dan PMII berkarya untuk masyarakat. Di usianya yang ke-8 berdekatan dengan akan digelarnya pemilukada dalam waktu dekat ini.

Momentum ini, merupakan momentum yang tepat untuk berkontribusi dan berdialektika untuk visi Karawang kedepan. Tapi momentum pemilukada mendatang, jangan lantas membuat 'genit' PMII untuk terjebak pada politik praktis. Tapi bagaimana PMII bisa mengemukakan gagasan-gagasannya untuk pembangunan Karawang kedepan.

Tradisi nilai akan mempertegas karakter PMII dan menjadi pijakan dalam melakukan sesuatu. Dengan memperkuat tradisi nilai juga eksistensi PMII akan terjaga sampai kapanpun. Bait syair mars PMII 'inilah kami wahai Indonesia, satu barisan dan satu cita' mengajarkan untuk tetap menjaga komitmen kebersamaan ditengah perbedaan untuk mewujudkan cita-cita memajukan tempat dimana PMII berada.(asy)

Disnakan Semprot Kandang Ternak, Heri Maulida: Penyakit Tetelo Dapat Menular Dalam Waktu Singkat

 PEDES, RAKA - Dinas Peternakan Kabupaten Karawang melalui jajaran UPTD Peternakan Kecamatan Pedes menggerakan penyemprot disinfektan terhadap puluhan kandang ternak milik warga Dusun Pejaten, Desa Kendaljaya, Kecamatan Pedes, Kamis (3/1) pagi. Gerakan itu untuk mencegah adanya penyakit flu burung yang dicemaskan warga setelah mengetahui hewan ternaknya mati mendadak beberapa hari terakhir.
 
Pacsa kematian ratusan ayam itu diketahui bahwa penyakit yang menyerang hewan ternak tersebut adalah akibat penyakit pada saluran pernafasan ternak. Seperti dikatakan Tim Tehnis UPTD Peternakan selaku penyuluh Dinas Kabupaten karawang, Hidayat A.Md Kepada RAKA, Kamis (3/1) disela kegiatan.

Kata dia, berdasarkan pemeriksaan pada fisik dan proses kematian ternak warga, ia menyimpulkan bahwa penyakit yang sedang menyerang pada hewan ternak di dusun itu adalan NC alias Tetelo. Namun, selain Tetelo para peternak dihimbau juga untuk mewaspadai penyakit lainnya seperti Akuak atau ND.
Menurutnya, penyakit pernafasan pada unggas sejauh ini masih tergolong sebagai pembunuh nomor satu. Namun, tidak semua jenis penyakit pernafasan tersebut dikategorikan berbahaya, baik pada ayamnya atau pada manusia sebagai konsumen terbesar produk unggas tersebut. "Penyakit yang ditemukan di kota New Castle ini dapat menimbulkan kematian dengan persentase yang tinggi, tercatat bahwa angka mortalitasnya bisa mencapai 100% dari total populasi ayam dalam satu kandang, "jelasnya.

Sementara, menurut staff UPTD Peternakan, Heri Maulida penyakit tetelo dapat menular dari satu ayam ke ayam lain dalam kurun waktu yang singkat. Penularan biasanya melalui kontak langsung ayam sehat dengan ayam sakit, tamu atau orang yang lalu lalang di sekitar areal kandang, tempat makan dan minum yang kurang bersih dan burung-burung liar yang keluar masuk kandang. Kematian mendadak pada ayam bisa saja terjadi. Sehingga, seringkali dikelirukan dengan avian influenza bagi kalangan awam, seperti kasus kematian ayam secara mendadak di desa ini, "jelasnya.
Sementara itu, Sekertaris Desa Kendal Jaya Nali As Sidik menyatakan, selain penyemprotan, pemdes telah berkoordinasi dengan pihak UPTD untuk memberikan vaksin terhadap ternak warga dalam waktu dekat. "Kita meminta kepada warga faktor kebersihan kandang supaya diprioritaskan. Artinya kebersihan menyeluruh mulai dari lingkungan kandang baik dalam atau luar kandang, kebersihan ayamnya, kebersihan peralatan yang digunakan sampai pada kebersihan anak kandang yang berhubungan langsung dengan ayam yang dipelihara, "ucapnya.

Salah satu warga Dusun Pejaten Warman (32) menyatakan penyemprotan itu merupakan cara jitu penanggulangan dan pencegahan wabah yang di khawatirkan sebagai flu burung. Selain itu, pihaknya mendukung pemberian vaksinasi yang terjadwal sedemikian rupa, yang disampaikan Sekdes dan UPTD Peternakan pada warga di wilayahnya. "Kita pun akan melakukan usaha pencegahan dengan cara meningkatkan manajemen dan sanitasi yang baik dalam pemeliharaan, "tandasnya mengikuti yang disampaikan UPTD peternakan. (get)


Ciptakan Siswa Kreatif

PURWASARI,RAKA- Setelah lulus sekolah, banyak siswa yang tidak meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi dan tidak pula banyak yang bekerja. Sehingga setelah lulus sekolah, banyak siswa yang menjadi pengangguran tanpa ada aktifitas yang jelas. Untuk itu, pendidikan harus bisa menciptakan lulusan yang kreatif yang tidak mengandalkan pada orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal tersebut dikatakan oleh Mahasiswa FKIP Unsika, Mulyana pada RAKA, Kamis (4/2) kemarin.

Menurutnya, saat ini tidak banyak yang menciptkan lulusan yang kreatif, mereka hanya menjadi penganggur setelah lulus sekolah. Keadaan ini harus dirubah, sehingga sumber daya manusia yang dimiliki bisa memiliki kreatifitas yang handal. "Sekolah jangan hanya menciptakan pengangguran, tapi juga harus bisa menciptakan siswa-siswa yang kreatif. Yang memiliki daya saing ketika mereka telah lulus sekolah," paparnya.

Diteruskannya, paradigma masyarakat dalam memandang sekolah harus dirubah. Saat ini masyarakat masih berharap, pada sekolah untuk bisa menempatkan anaknya pada perusahaan usai lulus sekolah. "Pandangan harus bekerja di mana setelah lulus sekolah, itu harus di rubah menjadi, bisa berbuat apa setelah lulus sekolah. Dengan demikian, siswa memiliki kreatifitas dan tidak bergantung pada orang lain," terangnya.

Mulyana menambahkan, pendidikan kreatif harus diterapkan dalam pola pengajaran di sekolah. Sekolah jangan hanya berorientasi pada industri semata. Tapi bagaimana sekolah di arahkan untuk mencipatkan siswa yang memiliki keterampilan yang mumpuni dalam mengembangkan kreatifitas individunya. "Siswa jangan hanya diciptakan untuk menjadi karyawan industri. Kadang kebijakan di perusahaan kurang manusiawi. Tapi bagaimana sekolah bisa menciptakan siswa yang kreatif dan bisa mengembangkan potensi dirinya," ungkapnya.

Persaingan hidup, lanjutnya semakin berat. Untuk itu, perlu dipersiapkan genarasi yang benar-benar memiliki kreatifitas yang mumpuni. "Persaingan ke depan akan semakin berat. Pendidikan merupakan salah satu faktor untuk bisa mengimbanginya. Sekolah harus bisa menciptakan lulusan yang kreatif dan tidak bergantung pada orang lain," pungkasnya.(asy)

Peranan Pemuda Masih Minim

KOTABARU,RAKA- Peranan pemuda dalam memberikan kontribusi untuk melakukan pembangunan masih dinilai minim. Hal tersebut terjadi karena, ruang gerak pemuda masih terbatas dan masih di dominasi oleh kaum tua. Untuk itu, perlu diberikan ruang yang luas untuk mengembangkan kreatifitas pemuda dan mengaktualisasikan ide-idenya. Hal tersebut dikatakan Bendahara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Karawang, Lukman N Iraz. Saat ditemui RAKA, Kamis (4/2) usai melakukan talk show di Radio ADS Cikampek.

Dilanjutkannya, jika dilihat dari segi perjuangan, sejak dulu kaum muda tidak pernah mengalami perubahan. Mereka tetap memiliki komitmen untuk menyuarakan idealismenya. Tapi dalam tataran strategis, masih di dominasi oleh kaum tua sehingga genarasi memiliki ruang yang sempit untuk menunjukan eksistensinya. "Harusnya kaum tua memberikan kepercayaan pada kaum muda. Yang tua hanya mengawal yang muda dalam melakukan sesuatu. Peranan pemuda harus bisa dimaksimalkan," terangnya.

Diteruskannya, pemuda juga jangan segan dan bosan dalam mengembangkan kapasitas intelektual dan emosinya. Pengembangan intelektual sangat diperlukan guna membangun daerah, karena tanpa memiliki kecakapan intelektual, pemuda akan sulit untuk memiliki peran. "Intelektual kaum muda harus ditingkatkan dan emosionalnya harus dimatangkan. Karena jika tidak ada keseimbangan intelektual dan emosional sulit untuk berperan secara maksimal," terangnya.

Lukman menambahkan, pemuda juga harus dilatih akan kemandirian. Jangan sampai mereka memiliki ketergantuan terhadap sesuatu ataupun orang lain. Dengan kemandirian tersebut, akan lahir sikap kreatif. "Sikap kemandirian harus diterapkan. Pola pikirnya harus dirubah. Biasanya, setelah lulus sekolah suka berfikir, dimana saya harus bekerja?. Paradigma seperti itu harus di rubah. Harusnya setelah lulus sekolah, usaha apa yang harus di ciptakan," paparnya.

Untuk menciptakan kemandirian tersebut, lanjutnya pemuda juga harus diberikan keterampilan dalam dunia kewirausahaan. Budaya malu dalam hal positif harus dihilangkan. "Enterprener juga harus diberikan pada pemuda. Agar mereka memiliki kemandirian secara ekonomi. Budaya malu dalam hal positif harus dihilangkan, seperti jangan malu dagang dan lain sebagainya. Pemuda saat ini harus lebih kreatif dan harus diberikan ruang yang cukup untuk berekpresi dan beraktualisasi," pungkasnya.(asy)

Akhir Februari relokasi Pasar Cikmpek Selesai

CIKAMPEK,RAKA- Pembangunan Pasar Cikampek I menjadi pasar semi moderen akan segera dilakukan. Persiapan saat ini sedang dilakukan dengan membangun tempat relokasi untuk pedagang di Pasar Cikampek I. Pembangunan tempat relokasi diperkirakan akan selesai pada pertengahan Februari ini. Hal tersebut dikatakan oleh wakil Ketua Pembangunan Pasar Cikampek I, Dede Setiabudi saat dikonfirmasi RAKA, Kamis (4/2) kemarin.

Dilanjutkannya, dilihat dari jadwal pembangunan tempat relokasi tersebut, akan selesai pada februari ini. Sehingga pada maret mendatang, semua pedagang di Pasar Cikampe I sudah direlokasi dan pembangunan bisa di mulai. "Kalau melihat schedule time pembangunan tempat relokasi selesai pada pertengahan februari ini. Jadi proses relokasi februari selesai, langsung dilakukan pembangunan pasar," terangnya.

Diperkirakan, pembangunan Pasar Cikampek I tersebut, ditargetkan selesai sebelum lebaran nanti. Sehingga ketika masuk idul fitri, Pasar Cikampek I sudah bisa dipergunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuahnya selama ramadhan dan lebaran. "Pembangunan Pasar Cikampek I, ditargetkannya sebelum idul fitri sudah selesai, jadi lebaran sudah dipergunakan," ujar Dede.

Sementara itu, mengenai relokasi pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Cikampek I, Dede mengatakan, PKL akan ditempatkan di depan terminal dan akan memakan badan jalan. "PKL akan ditempatkan di depan, sesuai dengan denah yang telah di buat. Mungkin nanti, pembangunan lapak akan memakan badan jalan. Nanti jalan akan di sisakan untuk pengunjung pasar, minimal bisa masuk roda. Tapi nanti mobil tidak akan masuk," ucapnya

Menurutnya, jalan yang ada di depan terminal, dinilainya akan cukup untuk menampung PKL yang ada di Pasar Cikampek I. "Untuk PKL nanti tinggal di siasati. Yang saya tahu dilapangan, satu tempat itu bisa tiga orang, kan ada yang dagang pagi dan dagang malam. Insya Allah semuanya tertampung dan pembangunan Pasar Cikampek I berjalan dengan lancar," tuturnya.(asy)

Jatah Raskin Payungsari Dikurangi

PEDES, RAKA - Puluhan penerima manfaat beras miskin (raskin) di Desa Payungsari, Kecamatan Pedes mengeluh. Pasalnya, mereka tidak kebagian jatah raskin lantaran stok persediaan yang disediakan pihak desa habis dalam satu hari.

"Kartu yang dibagikan pihak desa belum saya tukarkan. Tapi pada saat akan ditukar ternyata stok beras sudah habis di desa," kata satu warga Desa Payungsari di RT 6/2, Danil (29) kepada RAKA kemarin. Menurutnya, ia tidak mengetahui lantaran apa stok raskin yang biasa dibagikan pihak desa tersebut tak sampai seperti biasa  kepadanya. Namun dari informasi, kata dia, tak sampainya raskin ke pihaknya lantaran stok raskin di desa dikurangi dari bulog langsung.

Kepala Desa Payungsari, H Endu, ketika dikonfirmasi membenarkan bila jatah raskin ke pihaknya dikurangi pada tahun ini sesuai intruksi pemerintah pusat yang diketahui mengurangi jatah raskin untuk penerima manfaat sebanyak 2 kg dari 15 kg. "Sekarang jumlah yang kami terima berkurang jadi sekitar 15 ton dari pemberian sebelumnya sebesar 18 ton lebih, sementara kebutuhan penerima manfaat di daerah kami malah bertambah sampai sekitar 2000 penerima dari 1186 penerima, "kata Endu.

Menjawab pertanyaan, Endu membenarkan bila pengurangan jatah tersebut berdampak pada sistem pembagian untuk penerima. "Karena kami baru mengetahui ada pengurangan jatah saat beras didistribusikan, terang saja kami kelabakan dan akhirnya berimbas pada pendistribusian jumlah penerima. Namun mengantisipasi hal itu saat ini kartu baru sesuai kebutuhan sudah kami siapkan sehingga diharapkan tak ada lagi cerita warga yang tak kebagian pada bulan selanjutnya," tutup Endu. (get)

Jagung Ciranggon Bisa Tembus 20 Ron Per Hektar

NUTRISI pupuk cair bio teknologi ternyata tidak hanya digunakan pada tanaman padi seperti yang dilakukan 'penggarap' Ameng di Ciranggon, Majalaya. Malah, petani jagung di Desa Telukjambe justru sudah lebih dahulu merasakan manfaatnya.

Beny Sumarsono (40) petani jagung yang tengah melakukan uji coba berbagai perlakuan jarak tanam di Desa Telukjambe, Kecamatan Telukjambe Timur, ketika ditemui RAKA beberapa waktu lalu mengatakan, nutrisi pupuk cair bio teknologi memang sudah dilakukan pada musim panen sebelumnya. Untuk satu hektar atau 80.000 batang tanaman jagung varietas Bonanza mampu menghasilkan produksi 20 ton per hektar."Padahal, produsennya (Bonanza) hanya berani mengklaim per hektarnya 9-11 ton," katanya Dalam uji coba yang kedua ini, seluas 2 hektar tanaman jagung menggunakan jarak tanam yang cukup rapat yakni, 100.000 batang per hektar.

Sedangkan pada 7 hektar areal lainnya masih mengadopsi pola (jarak) tanam yang sudah diuji sebelumnya. Penanaman 80.000 hingga 100.000 batang pohon jagung per hektar sebenarnya tidak normal, karena para petani rata-rata hanya menanam 41.000 batang pohon jagung per hektar. "Semakin banyak menanam batang pohon jagung, maka hasil panennya akan semakin banyak. Jadi, jumlah batang pohon jagung yang ditanam itu mempengaruhi hasil produksi," tuturnya.

Dijelaskannya, jika melihat pada keseburan tanah yang digunakan untuk menanam jagung tersebut, mustahil akan mendapatkan hasil diatas rata-rata. Namun, zat-zat yang dibutuhkan tanaman dapat terpenuhi berkat adanya formulasi pupuk cair bio teknologi ini. "Kalau bukan karena faktor nutrisi tersebut, hasil produksi jagung malah bisa dibawah 9 ton," jelasnya.

Umumnya, lanjut Beny, tidak semua tanaman jagung yang sudah ditanam dapat tumbuh dan berproduksi.Rata-rata, tanaman jagung akan ada yang mati sekitar 20 persen dari jumlah tanaman. Sehingga,dari 80.000 batang tanaman jagung diprediksi akan menyusut menjadi 72.000 batang." Hasil panennya sudah termasuk hitungan-hitungan jagung yang gagal, seperti jagung yang kecil dan buruk totalnya 20 ton," tandasnya. (ops)

Petani Jeunjing Banyusari Bentuk kelompok

BANYUSARI,RKA-untuk lebih mengintensifkan komunikasi antara para pecinta tanaman jeunjing, baru-baru ini di Aula Kecamatan Banyusari, kelompok tani jenis tanaman jeunjing ini membentuk kelompok dengan nama ALBA AGRO INVESTAMA.

Nurkhojin (35) salah seorang petani pohon yang dalam bahasa latin disbut Albasiah ini ketika ditemui RAKA, kemarin mengaku bahwa selain pohon jeunjing ini sebagai salah satu tanaman yang bernilai ekonomis, pohon ini juga dapat mengurangi pemanasan global.

"Pemanasan global saat ini sedang ramai dibicarakan khalayak umum yang diakibatkan oleh efek rumah kaca, asap industri serta hal lainya yang bisa membuat lapisan ozon semakin menipis," terannya. Karena, katanya, masyarakat Banyusari merasa dengan kepedulian terhadap lingkungan yang bisa dikatakan sedang sakit ini msyarakat berusaha mencari obat guna menyembuhkan lingkungan yang sedang sakit.

"Agar lingkungan ini bisa pulih kembali, yakni dengan cara menanam pohon jeungjing ini. Selain bisa sebagai salah satu upaya untuk mengurangi pemanasan global ini, pohon jeunjing inipun juga bernilai ekonomis yang cukup menjanjikan," paparnya. Dalam usia kurang lebih tiga tahun, setengah diameter atau kira-kira lingkaran tangan orang dewasa pohon ini bisa dimanfaatkan untuk dijual dan cukup mudah untuk pemasarannya. Karena para peminat dari kayu inipun cukup banyak.(aw)

Sukajaya Sudah Punya MTs

TIDAK mau kalah dengan sekolah-sekolah negeri atau sekolah swasta yang ada di perkotaan, Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sukajaya Kecamatan Cilamaya Kulon siap memberikan pendidikan yang bermutu.

Anwar Musadad, salah seorang pengajar di sekolah tersebut mengatakan, sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah tempat ia mengajar sama dengan metode pendidikan yang telah diterpakan di sekolah-sekolah pada umunya.

"Mungkin karena MTs Sukajaya ini merupkan sekolah yang baru berusia kurang lebih empat tahun dan bisa dibilang masih baru sehingga belum begitu dikenal. Namun kami para pengajar tetap berusaha meberikan pendidikan yang bermutu kepada peserta didik kami yang kira-kira berjumlah seratus lebih.

Selain itu, katanya, staf pengajar di sekolah ini mayoritas telah menyelesaikan tingkat strata satu dari berbagi jurusan seperti S.Pd.I,SHI,S.Ag,SE. serta lulusan perguruan tinggi ternam di Indonesia seperti UIN Yogyakarta dan perguruan tinggi lainya.

"Meski begitu kami juga menyadari bahwa sekolah ini baru berdiri dan inipun merupakan keinginan masyarakat Sukajaya yang menginginkan adanya Madrasah Tsanawiyah. Dengan upaya dan kemapuan akhirnya keinginan masyarakat Sukajaya ini bisa tercapai," ujarnya lagi.
Hal senada diungkapkan, Caskim Abdulkohar, salah seorang pengajar yang juga sebagai perintis Sekolah ini.

Menurutnya, ia dan beberapa guru lainya mendirikan sekolah ini dengan kemampuan untuk bisa mengabulkan permintaan masyarakat Desa, karena sekolah-sekolah lanjutan yang ada di wilayah ini jarakanya cukup jauh. Sedangkan letak Desa Sukajaya berada di ujung Kecamatan Cilamaya Kulon atau di pesisir pantai.

"Dengan memanjatkan rasa Syukur kepada Allah SWT akhirnya sekolah ini bisa berdiri,namun karena sekolah ini bisa terbilang sekolah yang baru kami staf pengajar masih membutuhkan bantuan penyediaan fasilitas belajar serta pendukung belajar lainya seperti buku-buku serta perangkat seperti komputer dan fasilitas perpustakaan. Mungkin dengan kelenkapan fasilitas tersebut sekolah kami akan lebih bermutu lagi,meskipun selama ini kami masih kekurangan fasilitas seperti yang tadi disebutkan namun kami akan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi siswa didik kami," ujarnya (aw)

Pedagang Bakso Ikan Terluka Diseruduk Truk

RENGASDENGKLOK, RAKA - Seorang pedagang bakso ikan dilarikan ke RS Proklamasi Rengasdengklok dalam kondisi terluka-luka akibat diseruduk truk bermuatan LPG (gas) di Jalan Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok, Kamis (3/2) siang. Korban saat diseruduk mengendari sepeda ontelnya usahanya.

Berdasarkan data lapangan, peristiwa itu terjadi akibat kelalaian sopir truk yang tidak berhati-hati. Sehingga ketika mendadak di depan ada angkutan umum yang berhenti secara tiba-tiba mengambil truk itupun tak bisa dikendalikan dan menyeruduk sepeda ontel yang ditumpangi pedagang bakso ikan di depannya. Akibatnya, Pedagang bakso itupun mengalami luka-luka cukup serius hingga kritis, setelah terpental dan terseret sejauh 5 meterk. Warga sekitar yang mengetahui kecelakaan itu kemudian memberikan pertolongan. Korban dievakuasi dari tengah badan jalan dan dilarikan ke Rs. Proklamasi Rengasdengklok untuk mendapatkan perawatan intensif.

Menurut kesaksian warga setempat, Teguh (22) kepada RAKA, ketika di komfirmasi mengatakan Kecelakaan yang melibatkan truk pengangkut tabung gas LPG dan tukang bakso ikan itu, bemula saat truk LPG dengan Nopol B 9167 ZO dan pedagang itu melaju bersamaan dari arah Rengasdengklok-Tanjung pura 3 meter dibelakang sebuah angkutan umum biru. Tiba tiba, angkutan itu berhenti mendadak di pinggiran badan jalan. "Seketika itu, pedagang bakso langsung menghindar dari angkutan itu ke tengah badan jalan. Saat yang bersamaan, truk LPG itu menyeruduk pedagang yang berbelok arah akibat angkutan umum tersebut, "terangnya.

Mengetahui kecelakaan itu, lanjut Teguh, angkutan umum yang dituding sebagai penyebab kecelakaan langsung ngacir dan menghilang dari lokasi kejadian. Sayangnya, ia dan warga setempat yang menyaksikan kejadian itu tak satu pun yang mengenal identitas kendaraan maupun supir angkutan umum tersebut."selain menolong korban warga pun segera melaporkan kecelakaan itu pada pihak petugas,"jelasnya.

Sementara, beberapa warga lainnya membenarkan hal itu, bahkan akibat Kecelakaan itu mengakibatkan arus lalu lintas sempat tersendat sekitar satu jam lamanya. Namun, arus lalu lalang kendaraan di jalan itu kembali lancar setelah salah seorang petugas Polsek Rengasdengklok datang dan mengamankan lokasi sembari mengatur arus lalu lintas. (get)

Polsek Karawang Undang Pemilik Toko Emas

KARAWANG,RAKA - Untuk mengantisipasi aksi perampokan toko emas seperti yang terjadi di berbagai kota dan kabupaten lainnya, Polsek Karawang bekerjasama dengan Bina Mitra Polres Karawang mengundang seluruh pemilik toko emas yang ada di sekitar kota Karawang, Kamis(4/2) kemarin sore.

"Berbagai aksi perampokan toko emas sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir ini. Namun, baru perampokan toko emas yang di Cibitung yang sudah terungkap. Sehingga untuk mencegah aksi berikutnya, kami sengaja mengundang kalian untuk membicarakan upaya antisipasi atau solusi lainnya," kata Kabag Bina Mitra Kompol Murdaya dihadapan para pemilik toko.

Aksi perampokan toko emas merupakan satu mata rantai dan tidak terjadi secara ujuk-ujuk. Aksi itu terjadi karena pelakunya memang sudah berniat (berencana) dan hanya menunggu kesempatan untuk melakukannya."Bila kita lengah, pelaku akan memanfaatkan kelengahan kita sebagai kesempatan. Kalaupun sampai itu terjadi kita sudah punya arah antisipasi. Oleh karenanya, kita harus satu kata dan satu tindakan, "tandas Murdaya.

Sebelumnya, Kanit Binmas Polres Karawang Iptu Abdul Kodir dan Wakapolsek Karawang Iptu Sigit Bariyanto sudah menghimbau para pemilik toko untuk memasang teralis seindah mungkin di toko-nya masing-masing. Setidaknya, pinta Sigit, teralis tersebut akan mempersulit pelaku untuk menjangkau emas yang ada dalam etalase.

"Memang lebih baik lagi bila dilengkapi kamera CCTV atau alarm," harap Sigit. Kamera CCTV, sambung Sigit, tentunya akan memudahkan polisi untuk mengidentifikasi pelaku. Jadi, kalau pun pelaku menggunakan helm tertutup, setidaknya busana atau ciri-ciri fisiknya kita ketahui. Sedangkan alarm akan membuat pelaku terkejut dan akhirnya kabur.

Pemilik Toko emas Abadi, Johan, ketika diminta tanggapannya usai pertemuan tersebut mengatakan, antisipasi pengamanan yang dilakukan polisi dengan mengarahkan beberapa unit mobil patroli dan puluhan personil baik yang menggunakan seragam maupun preman, sudah cukup bagus. "Antisipasi dari polisi sudah cukup dan tinggal savety dari pemilik toko saja," ucapnya singkat. (ops)

Angka Kriminalitas di Karawang Meningkat

KARAWANG,RAKA – Memasuki awal tahun 2010, angka kriminalitas di wilayah hukum Polres Karawang mengalami peningkatan dibandingkan dengan bulan atau tahun sebelumnya. Peningkatan tindak kriminalitas itu berupa pencurian kendaraan bermotor(curanmor) maupun pencurian dengan kekerasan (curas).

Untuk menanggulangi atau meminimalisir angka kriminalitas tersebut, Polres Karawang menggelar operasi baik yang dilakukan secera serentak dengan melibatkan seluruh polsek maupun secara terpisah di beberapa titik yang dianggap rawan.

Saat operasi berlangsung, semua kendaraan yang melintas tanpa kecuali diperiksa untuk mengecek kelengkapan surat-suratnya termasuk barang yang dibawa. "Kami sudah mengamankan 2 pelaku curanmor dan seorang pencuri spesialis delco serta menyita 60 kendaraan roda dua dan roda empat yang diduga tanpa disertai surat-surat," kata Kapolres Karawang AKBP Rudi Antariksawan,S.Ik dalam jumpa pers yang berlangsung di aula Satreskrim Polres Karawang, Kamis (4/2) kemarin.

Jika dilihat dari segi lokasi (tempat) terjadinya tindak kejahatan, jelas Rudi, kebanyakan terjadi di wilayah kota Karawang seperti perampokan bank, perampokan toko emas yang rata-rata para pelaku menggunakan senjata api.”Sepanjang Jalan Tuparev dipadati bangunan pertokoan, perkantoran dan perbankan. Lokasi tersebut sudah kita kategorikan sebagai jalur merah karena rawan terhadap berbagai aksi kejahatan," ujarnya.

Selain menggelar operasi di berbagai titik, aparat kepolisian juga telah meningkatkan kuantitas patroli dengan mengerahkan 2 unit mobil patroli (Ford Ranger dan Mitsubishi Kuda) yang ada di setiap polsek. Khusus di jalur merah, imbuh Rudi, jumlah mobil patroli ditingkatkan serta menyebar puluhan anggota yang berpakaian preman." Kami sangat mengharapkan peran serta masyarakat dalam menanggulangi aksi kejahatan terutama dalam hal menutup kesempatan bagi mereka yang ingin melakukan kejahatan," pintanya.

Dia mencontohkan, saat ini sudah ada toko emas yang menggunakan pagar tralis dan hanya memberikan pintu bagi pembeli saja. Selain itu juga, beberapa toko lainnya juga sudah dilengkapi dengan alat pengaman lainnya seperti memasang CCTV(circuit closet television) termasuk alarm. ”Tapi saat ini masih sedikit yang merubah sistem pengamanannya, dan mereka juga menyatakan bahwa semuanya sudah diasuransikan,” bebernya.

Khusus untuk menekan terus menekan tingkat curanmor yang cukup tinggi, pihaknya berencana untuk melakukan operasi di wilayah-wilayah yang diindikasikan sebagai tempat transaksi kendaraan curian.”Kita juga sudah merencanakan kea rah sana, untuk terus mengejar para pelaku kejahatan,” tandas Rudi. (ops)

Petir Terjang Warga Tegal Junti

PURWAKARTA, RAKA - Hujan disertai petir yang menerjang kawasan Purwakarta pada Rabu (4/2) malam mengakibatkan Sri Mulyani (42) warga Kampung Tegaljunti Kelurahan Tegalmunjul Kecamatan Purwakarta harus dilarikan ke klinik terdekat.  Korban menderita luka bakar di sekujur tubuhnya akibat terkena sambaran petir saat hujan turun.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh Radar Purwakarta, menyebutkan, peristiwa yang sempat menggegerkan warga setempat ini berawal saat hujan yang disertai petir mengguyur kawasan itu pada pukul 22.45 Wib. Korban Sri yang saat itu mendengar dan melihat kilatan petir berusaha mencabut aliran listrik berusaha mencabut aliran listrik yang masih menempel ke beberapa peralatan elektronik miliknya.

Namun naas bagi korban, belum sempat ia mencabut seluruh bagian "jek" listrik. Korban yang lebih awal mencabut  aliran listrik, pada bagian TV, tersontak kaget saat petir tiba- tiba menyambar dan menghancurkan TV yang disimpan tepat di ruang tengah rumahnya itu. Bahkan dikabarkan korban sendiri  tak sempat menghindar dari bongkahan pecahan TV, akibatnya sebagian tubuhnya tertancap pecahan kaca dan plastik TV tersebut. Tah hanya itu, korban juga terkena kabel listrik yang putus.

Sehingga, sekujur tubuhnya gosong, kulitnya terkelupas. Suaminya yang sedang tidur, langsung menolong korban. Tetangganya korban yang mendengar jeritan korban, langsung berdatangan dan berusaha membawa korban ke klinik setempat. "Beruntung nyawanya dapat segera ditolong. Karena, hanya terkena aliran listrik tegangan rendah sekitar 450 watt. Saat itu warga juga langsung membawa korban ke klinik terdekat," kata Ketua RT setempat  Alex saat dihubungi, kemarin. (ton)

Migrasi Pengaruhi Pertumbuhan Pendudukan

PURWAKARTA, RAKA - Pertumbuhan penduduk Kabupaten Purwakarta diprediksi lebih dominan dipengaruhi faktor migrasi. Sedangkan dari  angka kelahiran menjadi faktor kedua angka laju pertumbuhan penduduk. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)  Purwakarta, Slamet Waluyo melalui Kasi Statistik Sosial Enung Rohaeti mengatakan itu, di ruang kerjanya, Kamis (4/2).

Dikatakannya, prediksi kuat dominasi angka migrasi dilihat pertumbuhan penduduk dari kelompok umur 20 hingga 54 tahun. Dijelaskan, peningkatan jumlah penduduk Kabupaten Purwakarta yang pada tahun 2008 sebanyak 831.380 jiwa dan menjadi 845.509 jiwa pada 2009 atau mengalami peningkatan sebesar  14,129 jiwa, jika dilihat dari faktor usia 0-4 tahun, pada 2009 ini mengalami penurunan laju sebesar 1,19 persen.

Sedangkan pada usia 5-9 tahun mengalami kenaikan laju sebesar 4,42. Sehingga, dapat diprediksi angka kelahiran pada tahun 2008 relatif sedikit.
Dijelaskannya,  peningkatan dan pengurangan jumlah penduduk dikarenakan faktor mutasi yakni pindah, datang, lahir dan mati. Peningkatan jumlah sebesar 14.129 didapat dari datang dan lahir. "Memang belum dapat dipastikan, hal ini baru prediksi saja. Kepastian pertambahan penduduk karena migrasi atau kelahiran, dapat diketahui setelah dilaksnakannya  Sensus Penduduk (SP)," jelasnya.

Prediksi yang didapat dari data itu, lanjut dia, merupakan angka proyeksi yang didapat dari hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) setiap lima tahun sekali. Survei ini merupakan sensus dengan penambahan obyek sample untuk meluruskan data sebelumnya. Namun diakuinya, pihaknya belum bisa  memastikan  penduduk dari mana saja  yang melakukan migrasi ke Kabupaten Purwakarta. (ton)



Stadion Singaperbanga Akan Dipakai Kejuraan AFC

STADION SINGAPERBANGSA: Stadion Sepak Bola Singaperbangsa, satu dari sejumlah stadion bertaraf nasional yang saat ini tengah dibidik Badan Liga. Bersama stadion lain yang ditunjuk, rencananya akan menjadi tempat penyelenggaraan kualifikasi kejuaraan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

KARAWANG, RAKA
- Dalam penyelenggaraan kualifikasi kejuaraan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akhir tahun nanti di Indonesia, salah satu stadion yang sedang dibidik oleh Badan Liga untuk dijadikan tempat pertandingan adalah Stadion Singaperbangsa. Hal itu diungkapkan oleh Marketing Manajer Pelita Jaya Karawang FC, Budi Shahbana, Rabu (3/1) sore.

Menurutnya, beberapa waktu yang lalu pihak Badan Liga sudah mengecek stadion Singaperbangsa. Namun ia belum bisa memastikan apakah Stadion kebanggaan masyarakat Karawang tersebut layak atau tidak untuk dipakai kejuaraan AFC. "Stadion Singaperbangsa menjadi salah satu alternatif dari beberapa stadion yang akan digunakan di kejuaraan nanti," tuturnya.Melihat kondisi Stadion yang sudah memenuhi standar nasional, Budi mengatakan hal itu dikembalikan lagi ke pihak Badan Liga. Pasalnya yang memiliki otoritas penuh mengenai kelayakan stadion yang dipakai di kejuaraan adalah Badan Liga.

"Ada beberapa penilaian tertentu yang menjadi bahan acuan mereka, diantaranya adalah rumput lapangan, kondisi stadion, lampu, ruang pemain, dan ruang confrensi pers. Apakah sesuai dengan perkiraan dan standar internasional atau tidak," ujarnya. Melihat kondisi Stadion Singaperbang saat ini, Budi mengaku harus ada beberapa perbaikan, salah satunya adalah penerangan. "Penerengan di Stadion Singaperbanga sudah sesuai dengan standar nasional, tapi belum cukup untuk standar internasional," tuturnya.

ketika disinggung apakah pihak Pelita akan melakukan perbaikan Stadion Singaperbangsa agar Kejuaraan AFC bisa digelar di karawang, Budi mengaku hal itu adalah kewenangan pengelola stadion. "Untuk perbaikan dikembalikan lagi ke pengelola stadion dalam hal ini adalah Dinas Cipta Karya. Makanya yang harus memperbaiki adalah pengelola bukan Pelita. Tapi kami selalu berupaya untuk kerja sama dengan pengelola stadion," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Koni Karawang Aris Suparno membenarkan kunjungan Badan Liga ke Stadion Singaperbangsa terkait pemilihan stadion untuk kejuaraan AFC. "Pada saat Badan Liga kesini juga ada saya," tandasnya. Namuan ia tidak mendapat kepastian apakah Stadion Singaperbangsa akan dipakai atau tidak di kejuaraan tersebut. "Mereka masih melihat kemungkinan-kemungkinan. Tapi menurut saya secara fisik kondisi stadion maupun lapangan sudah bagus. Selain itu, jarak Karawang dengan Jakarta juga dekat," tandasnya. (psn)

Kasus Patung Macam Makin Mengerucut, Pengadaan Patung Macan atas Permintaan Bupati?

KARAWANG,RAKA - Sidang dugaan korupsi pengadaan patung macan semakin menarik dan liar menyusul pernyataan Dedi Supriadi,SH, anggota tim verifikasi saat memberikan kesaksian di Pengadilan Negeri (PN) Karawang, Kamis (4/2) siang. Pasalnya, Dedi mengaku bahwa pengadaan patung macan atas permintaan bupati selaku user (pengguna/pemakai-red).

"Pengadaan patung macan itu atas permintaan bupati. Ini asumsi saya. Sebab, saat proses lelang sedang berlangsung barang (patung) itu memang sudah ada di ruang bupati," ujar Dedi menjawab pertanyaan majelis hakim. Selain itu, Dedi juga menyatakan, dirinya bersama ketua dan anggota tim verifikasi lainnya telah melakukan pemeriksaan barang di ruang bupati.

Namun pemeriksaan hanya sekedar mengecek kuantitas barang saja. Hal ini disebabkan, spesifikasi (spek) patung macan dalam dokumen kontrak tidak (ada) tercantum. "Kami bersama Pak Didin Abidin dan seorang lelaki dari pihak rekanan langsung melakukan pemeriksaan barang ke ruangan bupati. Namun, saat pemeriksaan Pak Bupati sedang tidak ditempat karena saat itu memang sudah menjelang shalat Jumat," ungkapnya.

Sedangkan pada sidang-sidang sebelumnya, Wahidin,SE dan Elan Suprlan selaku ketua dan sekretaris tim verifikasi mengaku tidak pernah melakukan pemeriksaan barang hingga masuk ke kantor Bupati. Bahkan, pihak rekanan CV Arti Teknik yang diwakili 'pekerja lapangan'nya Irvan Sungkar juga mengaku tidak pernah ikut mendampingi tim saat pemeriksaan barang.
Sebelumnya, Arif Bijaksana dari Bagian Keuangan Pemkab Karawang juga diminta hadir untuk memberikan keterangan seputar mekanisme pencairan dan pengembalian dana pengadaan patung macan itu ke kas negara (Pemkab Karawang).

Proses pencairan dana, kata Arif, sudah dilakukan sesuai prosedur dan pembayaran atas ketiga patung macan itu dicairkan pada 27 Mei 2008. Tetapi, pada 18 Desember 2009 dana yang sempat dikeluarkan untuk pembelian patung tersebut dikembalikan."Pengembalian ini saya ketahui setelah ada nota kredit dari Bank Jabar Banten Karawang tertanggal 18 Desember 2008," jelas Arif.

Baik Arif dan Dedi mengaku tidak mengetahui secara jelas tentang apa yang menjadi dasar pembatalan proyek pengadaan patung macan termasuk pengembaliannya. Namun keduanya sepakat menyatakan bahwa pembatalan proyek yang sudah dilakukan sesuai prosedur, sangat tidak lazim terjadi. "Sepengetahuan saya memang baru proyek ini saja yang dibatalkan," ujar Arif yang juga diamini Dedi secara terpisah.

Penasehat Hukum Didin Abidin, Burhan Kosasih,SH yang mendapat kesempatan untuk mengajukan pernyataan kepada saksi Arif mempertanyakan soal kebenaran pengembalian uang ke kas negara itu. "Saudara saksi, apakah benar uang tersebut sudah dikembalikan ke kas negara? Apakah saudara benar-benar mengetahui bahwa uang itu sudah dikembalikan dan bisa memperlihatkan buktinya, "tanya Burhan. Dan, dijawab saksi benar, bahwa dirinya sudah mengembalikan uang yang dimaksud dan bisa menunjukan buktinya. Saksi menunjukan copy pengembalian uang itu kepada majelis hakim.

Pemeriksaan terhadap Dedi ternyata merupakan pemeriksaan yang terakhir untuk saksi karena seluruh saksi yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU) telah hadir dan memberikan kesaksian. Sementara terdakwa Didin Abidin dan Didi Muklis tidak mengajukan saksi yang dapat meringankan mereka.

Sebelumnya majelis hakim menutup sidang dan menyatakan ditunda hingga Kamis(11/2) mendatang dengan agenda pemeriksaan lapangan (memeriksa ketiga ekor anak macan di ruang bupati, red), majelis mengingatkan JPU untuk menyiapkan segala akomodasi untuk kegiatan tersebut. Majelis juga meminta JPU agar pada saat pemeriksaan lapangan nanti tidak terhambat oleh acara yang sifatnya protokoler. "Kalau ada yang menghalangi, kami kembali dan saya perintahkan JPU membawa barang(tiga anak macan) itu ke sini," tegas Joseph.

Selanjutnya, majelis juga meminta si pemegang barang yang dititipkan ada di ruangan tersebut. Hal ini sangat diperlukan untuk mengkonfrontir keterangan-keterangan saksi. "Sebelum dilakukan sidang pemeriksaan lapangan, saya minta JPU untuk menghadirkan seluruh saksi hadir di sini (PN Karawang) pukul 10.00 WIB. Karena sidang kita buka dulu di sini sebelum ke sana (ruang kerja bupati), "tandasnya. (ops)

Eksis, Kualitas Islam di SMAN 1 Karawang (Smansaka)

PARA siswa muslim di SMAN 1 Karawang, diam-diam ternyata punya aktivitas yang tinggi di bidang agamanya. Terbukti di tahun ini, kualitas Islam para siswa yang sekolahnya bersatus RSBI ini menjadi yang nomor satu di di tingkat kabupaten lewat event Sapta Lomba Kandepag Karawang 2010.

Prestasi juara Karawang itu masih belum yang terakhir, sebab juga ada titel serupa di level yang lebih tinggi, yakni tingkat Wilayah Purwasukasi (Purwakarta, Subang, Karawang dan Bekasi) serta Provinsi Jawa Barat, minimal di kelas takmir masjid. Di Purwasukasi, takmir masjid SMAN yang akrab disebut Smansaka dan kini dinakhodai Bu Dra. Hj. Ati Suginati, MPd, ini pada 2009 menjadi juara I, dan di Jabar duduk di posisi Harapan II.

"Ya...data di dokumentasi kami, seperti itu posisinya. Alhamdulillah," syukur Wakasek Kesiswaan Smansaka, Bu Lati Andriati, SPd yang bersama Wakasek Kurikulum Pak Drs. Asep Supriadi kemarin (4/2) siang berada di sekolahnya, Jl. A. Yani Bypass, Karawang Barat. Kata Bu Lati, eksistensi pendidikan agama (Islam) di sekolahnya itu tidak lepas dari peran semua unsur, termasuk para siswa sendiri yang lewat ekskul Rohani Islam (Rohis). "Peran siswa di rohis juga besar," akunya.

Untuk Kreatif dan Suasana Damai

Yups. Eksistensi dan prestasi bidang agama Islam di Samansaka memang tidak lepas dari peran para siswanya yang berada di ekskul rohis. Selain prestasi tingkat Karawang, Purwasukasi dan Jabar, dari catatan para aktivisnya juga masih ada yang lain, di antaranya dari organisasi Islam 'Generik' dan lainnya lagi.

Ketua Rohis Smansaka, Bustomi bareng pengurus lain di antaranya Ardiyan RM dan Tuti Septi S, menyebut kalau aktivitasnya memang buat bikin lebih hidup nilai agama Islam di lingkungan sekolah. Itu, diakuinya tentu saja demi peningkatan kualitas iman, mental dan laku yang baik, juga kreativitas dan suasana yang nyaman damai.

Kegiatan yang dijalani selama ini yakni pengajian, kaligrafi, games, training penyegaran rohani (TPR). Di luar itu juga ada shalat Jumat berjamaah, malam pembinaan iman dan takwa alias mabit saban Jumat malam, juga penerbitan buletin Jumat. Khusus penerbitan buletin ini biayanya diambil dari sebagian dana infak siswa di masing-masing kelas, yang memang sejak lama sudah berlangsung.

Ketika ditemui RAKA di sekretariatnya, kemarin sore, Bustomi mengaku senang dan tenang memimpin rekan-rekannya di organisasi keagamaan itu. Seirama nuansa yang menjadi ciri utamanya, meski juga kegiatan yang dialakoni relatif padat pun semua dirasakannya damai dan tenang.

5"Alhamdulillah. Meski anggota kami sekarang sekitar 60 orang, dan kegiatan juga relatif banyak, tetapi kami merasa senantiasa damai bersama. Pokoknya kondusif," kata Bustomi yang diamini teman-temannya. "Ya. Insya Allah selalu seperti itu," sambar Ardiyan RM dan Tuti Septi. (dea wahyudi)

Ribuan Rumah Terancam Tanggul Cipunagara Rapuh

SUBANG, RAKA - Kondisi tanggul Sungai Cipunagara pada dua titik yakni di blok Istal Desa/ Kecamatan Pamanukan dan Blok Suryadi Desa Pangarengan Kecamatan Legon Kulon, rapuh. Ribuan rumah, sawah serta tambak milik warga terancam tergerus banjir Kondisi demikian membuat resah warga setempat. Sebab, jika tanggul yang selama ini menyangga sungai Cipunagara tersebut jebol, bencana banjir yang terjadi lima tahun silam, akan kembali terjadi.

“Setiap air Cipunagara naik, kami sekeluarga tidak bisa tidur. Kami takut tanggul di Blok Istal jebol dan menghantam rumah serta sawah,” ujar Sari (25), waga Desa Pamanukan yang rumahnya terletak sekitar 500 meter dari Blok Istal. Menurut dia, banjir besar sempat melanda Pamanukan lima tahun silam akibat jebonya tanggul di Blok Istal. Saat itu ribuan rumah warga terendam air bah setinggi 50 hingga 100 Cm, sehingga memaksa mereka untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Sari merasa khawatir bencana tersebut terulang kembali setelah melihat tembok penahan tanggul ada yang bocor.

Hal senada diungkapkan, Amin, warga Desa Pangarengan. Menurut Amin, ratusan warga desanya selalu gelisah jika hujan turun dan air Cipunagara mulai banjir. Mereka khawatir tanggul di Blok Suryadi yang kondisinya sudah rapuh jebol akibat tidak kuat menahan volume air. “Jika hal itu terjadi, bukan hanya rumah warga yang terendam tetapi juga ribuan hektare tambak dan sawah akan tergerus banjir. Melihat volume air Cipunagara yang sangat besar, saya yakin akan banyak rumah dan orang hanyut kalau tanggul jebol, ”ujar Amin.

Kritisnya beberapa titik tanggul Cipunagara diakui oleh Camat Pamanukan, Legon Kulon dan Pusakajaya. Mereka menyatakan, pihaknya membutuhkan uluran tangan pemerintah untuk mengatasi hal tersebut. “Pekan lalu, air sungai sempat rembes dari didinding tanggul. Untuk sementara kami menutupnya dengan karung berisi tanah, ”ujar Camat Pamanukan, Rukendi.

Atas dasar hal tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar waspada dan selalu bergotong royong bila menemukan kebocoran atau sesuatu yang bisa menimbulkan bencana. Dia berharap bencana banjir besar seperti lima tahun lalu tidak terulang. Sementara itu, Camat Legon Kulon, Asep Rudi didampingi Sekretarisnya, R.Nono mengaku bila hujan deras di daerah selatan Subang mereka selalu dilanda gelisah. Sebab di wilayah kerjanya terdapat tanggul yang dinyatakan krtitis.

Menurut Asep Rudi, tanggul Blok Suryadi saat ini dalam kondisi amblas dan masih dalam perbaikan secara darurat. Bahkan, pada saat air Cipunagara banjir ada beberapa titik tanggul yang bocor. Di tempat terpisah Camat Pusaka Jaya, Ela Nurlaela mengatakan, lima titik tanggul di wilayah kerjanya mengalami amblas yakni di Dusun Tanjungjaya, Desa Patimban. Agara iar Cipunagara tidak luber pada saat banjir, pihaknya berharap pemerintah memberikan bantuan karung untuk meninggikan tanggul yang amblas tersebut.(eko)

Panangkar Ikan Tanjungsari Perlu Bantuan Modal

PURWAKARTA, RAKA - Para penangkar dan pembudidaya ikan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pondoksalam, mengeluh kesulitan mengembangkan usaha mereka karena terkendala modal.

"Karena usaha utama masyarakat sebagai petani padi, membuat mereka kesulitan menyisihkan uang untuk modal budidaya ikan," ungkap seorang pembudidaya ikan tawar, Darna (40) Kamis (4/2). Desa Tanjungsari, sekitar 10 km dari Kota Purwakarta, sangat potensial untuk pengembangan budidaya ikan air tawar. Meski begitu, sebagian besar masyarakatnya adalah petani padi sawah.

"Namun mengingat potensi sangat menjanjikan untuk pengembangan ikan tawar, kami hanya bisa berharap ada investor yang mau menanamkan modal," ujarnya. Budidaya ikan air tawar di desa itu dengan menggunakan kolam dan keramba selain jala apung. Saat ini di Desa Tanjungsari terdapat sekitar 30 puluhan kolam dan keramba dengan kekuatan produksi sekitar 8 s/d 10 ton ikan setiap kali panen.

Penangkar lainnya, Ipul (35) menuturkan karena kekurangan modal menyebabkan penangkar hanya mampu memasok kebutuhan ikan ke pasar lokal untuk kebutuhan enam bulan saja. Bila ditangani secara serius dengan modal cukup, diyakini Desa Tanjungsari akan mampu menjadi sentra ikan untuk Kabupaten Purwakarta. "Kalau ada kucuran modal kami kira akan mampu membuat pembudidaya ikan di desa kami meningkatkan produktivitas. Sehingga tidak hanya dapat memasok kebutuhan ikan untuk pasar lokal, tetapi hingga ke luar daerah," ujar Ipul. (rif)

Perseteruan Pedang - Pengembang Pasar Sukamandi Berakhir

DIWARNAI KETEGANGAN: Rapat antara pengembang Pasar Sukamandi dan pedagang pasar, Rabu (4/2) di ruang rapat kantor BPMP Kabupaten Subang sempat diwarnai ketegangan.

SUBANG, RAKA – Konflik Pasar Sukamandi di Kecamatan Ciasem berakhir dengan kesepakatan bersama, Kamis (4/2) diruang rapat kantor Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Kabupaten Subang. Kesepakatan tersebut terjadi setelah PT.Larasindo Jaya Kontruksi (LJK) sebagai pengembang dan warga pasar yang keberatan dibangunnya fasilitas umum (Fasum) berupa lorong pasar yang dianggap sebagai fasilitas lalulintas pengunjung pasar duduk satu meja.

Dalam kesepakatan tersebut, ditengahi oleh Anggota Komisi A DPRD Subang, Ahmad Buhori, SPd, Msi, anggota Komis B DPRD Subang, H.Mimin Hermawan, Fajar Riskomar, Haerul Anwar, Sip, H.Karya. Hal itu sendiri diprakarsai oleh Kepala BPMP Subang, Ir.Sri Renny TW, turut hadir pula Sekertaris Dinas Indagsar didampingi Kasi Pengembangan Pasar, Junaedi, Kasi Perencanaan Dinas Tata Ruang Permukiman dan Kebersihan (Tarkimsih) Kabupaten Subang, Asep F, Camat Ciasem, Suwarna bahkan ditongkrongi belasan anggota Satpol PP Kabupaten Subang.

Saat RAKA berada diruang rapat, proses pencapaian kesepakatan yang cukup alot dan diwarnai dengan debat hebat yang kedua pihak yang bersengketa saling bersikukuh mempertahankan prinsipnya, namun dengan hasil berkomunikasi yang baik untuk mencari solusi terbaik.
Akhirnya bersikukuhnya yang bermasalahan dapat diselesaikan dengan baik setelah semua pihak memberikan sumbangsih saran, masukan dan memberikan dorongan ide kebersamaan untuk mengklairkan permasalahan.

Pada awalnya hasil kesepakatan ada 4 butir yang diputuskan, yang pertama lorong pasar Sukamandi harus bersih dari segala bentuk kegiatan, yang kedua bangunan Auning yang ada dilokasi parkir mesti dibersihkan, yang ketiga calon pedagang lorong (yang membeli lahan lorong) diatur lagi untuk diberikan penggantinya dibantu oleh BP3 Sukamandi, Camat Ciasem, Disperindag Subang, Tarkimsih Subang dan pihak BPMP Subang.

Dan hasil kesepakatan yang keempat, pedagang pasar agar menyelesaikan kewajibannya/melunasi cicilannya kepada pihak LJK, dan pihak LJK menyelesaikan fasum Hidran. Namun kesepakatan pertama menyulut kemarahan pedagang pasar terutama pada poin pertama yang dinyatakan bahwa lorong mesti dibersihkan dari segala bentuk kegiatan. Namun kemarahan pedagang dapat dituntaskan oleh moderator dari anggota komisi A DPRD Subang, Ahmad Buhori, SPd, MSi.

Akhir dari pembicaraan tersebut diperoleh tiga kesepakatan. Pertama, semua pihak sepakat Lorong pasar Suamandi tidak boleh dibangun. Kedua, calon pedagang lorong (yang membeli lahan lorong) diatur lagi untuk diberikan penggantinya dibantu oleh BP3 Sukamandi, Camat Ciasem, Disperindag Subang, Tarkimsih Subang dan pihak BPMP Subang. Dan ketiga pedagang pasar agar menyelesaikan kewajibannya/melunasi cicilannya kepada pihak LJK, dan pihak LJK menyelesaikan fasum Hidran.

Selain itu, hasil rapat juga menelorkan 3 kesepakatan, yakni pembatalan perubahan site plan pasar Sukamandi, pembatalan surat Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dengan syarat 3 poin hasil kesepakatan tersebut telah diselesaikan oleh masing-masing pihak. Dan akhir dari kesepakatan ditanda tangani oleh Kepala BPMP Subang, Ir.Sri Renny TW, Sekertaris Dinas Indagsar didampingi Kasi Pengembangan Pasar, Junaedi, Kasi Perencanaan Dinas Tata Ruang Permukiman dan Kebersihan (Tarkimsih) Kabupaten Subang, Asep F, Camat Ciasem, Suwarna. (pir)

Subang Masih Kekurangan Guru, Komisi D: Sebarkan Guru ke Daerah Terpencil

SUBANG, RAKA - Pelaksanaan Peraturan Pemerintah no 41, yang diimplementasikan dengan perubahan status dari cabang Dinas Pendidikan menjadi Unit pelaksana daerah (UPTD, red) pendidikan, dalam pelaksanaannya masih belum maksimal dilaksanakan.

Menurut ketua KOmisi D DPRD Kabupaten Subang, Sugiyanto, hingga saat ini, kewenangan Kepala Dinas Pendidikan masih belum diserahkan sepenuhnya kepada kepala UPTD tersebut. Hal ini diungkapkan Sugiyanto Kepada RAKA, paska pelaksanaan rapat dengan para kepala UPTD dan kepala dinas pendidikan Kabupaten Subang, Kamis (4/2).

“Hingga saat ini, kewenangan dari dinas pendidikan Kabupaten Subang masih belum diberikan sepenuhnya kepada para kepala UPTD, yang saat ini memiliki kewenangan untuk mengelola pendidikan dari Taman Kanak- kanak hingga SMA, sementara saat ini, kewenangan para kepala UPTD hanya baru dari TK sampai SD saja,” jelas Yanto. Salah satu alasan masih belum diberikan sepenuhnya kewenangan tersebut, tambah Yanto, berdasarkan keterangan dari Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Subang, Makmur Sutisna, karena para kepala UPTD yang ada saat ini, masih belum bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya.

“Karena masih memiliki kekurangan, baik itu infrastruktur, maupun sarana dan prasarananya, tadi (kemarin, red) saya Tanya langsung kepada para kepala UPTD apakah mereka sudah siap melaksanakan tugas tersebut. Dan mereka semua menjawab siap, artinya, jika tidak sedari sekarang, kewenangan itu diserahkan, mau kapan lagi? Sementara berdasarkan peraturan, harus segera dilaksanakan, ”tambah Yanto.

Lain dari itu, tambah Yanto, untuk melaksanakan tugas sepenuhnyapun, memang masih terkendala oleh peraturan daerah, sebab hingga saat ini, Kabupaten Subang masih belum memiliki peraturan daerah tentang pengelolaan pendidikan. “Karenanya, saat pertemuan tersebut, kami juga sekaligus sharing dengan para kepala UPTD. Apa saja yang menjadi usulan mereka untuk kita masukan dalam peraturan daerah yang akna kita buat nanti.

Sebab, terus terang, berdasarkan hasil pemantauan kami ketika melakukan kunjungankerja ke daerah, banyak persoalan pendidikan yang memerlukan sebuah aturan yang rigid, ”tambah Yanto. Hal lainnya, tambah Yanto, adalah terkait dengan penyebaran guru, dengan jumlah guru yang ada saat ini, sebenarnya Kabupaten Subang itu tidak kekurangan tenaga pengajar, hanya saja, karena penyebarannya yang tidak merata, hingga di beberapa daerah, sekolah kekurangan guru.

“Kita tidak mengatakan kalau daerah Selatan akan kelebihan guru, sebab di daerah Selatan Subangpun, masih ada sekolah yang kekurangan guru. Karenanya, dari pengangkatan CPNS yang kemarin dilakukan, kami meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menyebarkan guru tersebut kedaerah- daerah terpencil yang kekurangan guru, ”tegasnya. (eko)

Tuntut Keadilan HMI Gelar Demo

TUNTUT TRANSPARANSI: Ketua HMI Cabang Subang Ade Sahid saat melakukan orasi dihadapan Kabag Pemerintahan Setda Subang. Kalangan mahasiswa ini menuntut keadilan dan transparansi pelayanan serta dan adanya keseimbangan kebijakan nasional dan daerah.

SUBANG, RAKA -
Sebanyak 25 orang aktivis Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang, Kamis (4/2) melakukan aksi demo. Mereka menuntut pemerintah untuk menegakan keadilan, transparansi terhadap pelayanan dan adanya keseimbangan kebijakan nasional dan daerah.

Awalnya, aksi yang dilakukan oleh puluhan mahasiswa tersebut dilaksanakan ke Gedung DPRD Kabupaten Subang. Dilokasi tersebut mereka diterima oleh Wakil Ketua DPRD, Agus Masykur dan anggota DPRD, Panji. Kemudian dilanjutkan ke Kantor Pemda Kabupaten Subang. Sedianya mereka ingin berdialog langsung dengan Bupati Subang, Eep Hidayat. Namun mereka hanya diterima oleh kabag pemerintahan Setda Subang, Cecep Supriatin.

Dalam orasinya, koordinator lapangan, Mansyur mengatakan, jika pemerintah Kabupaten Subang harus berani menegakan keadilan yang merupakan hak dasar bagis etiap warga Negara. “Dalam pelaksanaan pembangunan, pemerintah harus transparan, pun demikian juga dalam hal pelayanan kepada rakyat termasuk pelayanan pendidikan, serta pemerintah harus mau menerapkan keseimbangan kebijakan yang adil antara pusat dan daerah,”ungkap Mansyur.

Menurut Mansyur, aksi ini atas dasar kepedulian pada kondisi di Kabupaten Subang umumnya di Indonesia. “Sebagai bentuk rasa cinta kepada Kabupaten Subang, kami menginginkan adanya upaya perubahan yang lebih baik, ”tegasnya. Setelah melakukan orasi, Ketua Umum HMI Cabang Subang, Ade Syahid bersama Korlap, Mansyur, menyerahkan surat yang berisi tuntutan dan replika korek kuping raksasa sebagai simbol permintaan supaya pihak pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Subang lebih meningkatkan pelayanan dan lebih peduli kepada rakyatnya.

Selanjutnya para demonstran melakukan aksi jalan kaki keliling Kota Subang sambil membagikan selembaran yang merupakan tuntutan mereka.kepada para pengemudi dan pengguna jalan lainnya. Selama aksi mereka mendapatkan pengawalan dari Polres Subang dan Satpol PP Kabupaten Subang.(eko)

Normalisasi Kali Simpang Terancam

SUBANG, RAKA – Dari delapan desa yang ada, Desa/Kecamatan Pusakajaya, merupakan desa yang rawan terkena dampak banjir. Bahkan pada tahun 2007 lalu, banjir yang skalanya lebi besar melanda desa ini. Saat itu, sedikitnya 500 rumah, dan 200 hektar sawah terendam.

Terjadinya banjir, tidak terlepas dari sarana infrastruktur yang ada, seperti saluran pembuang kurang berfungsi normal, yakni terjadi pendangkalan. Ada dua kali di wilayah itu, yang merupakan saluran pembuang utama, yakni kali Mataram dangkal Simpang. Untuk itu, guna menanggulangi permasalahan tersebut, Pemerintah desa setempat yang dibantu Pemkab Subang, kini tengah melakukan upaya itu.

“Yang sudah di normalisasi yaitu kali Mataram. Sedangkan kali Simpang baru tahun ini, dan sekarang sedang dikerjakan. Dengan dilakukanya normalisasi, sekaligus sebagai upaya menanggulangi terjadinya kekeringan terhadap lahan pertanian di wilayah kami, jika saat musim kemarau,” ujar Kades Pusakajaya, Iis Irianto Panji, kepada wartawan, saat meninjau lokasi pengerukan sungai Simpang di dusun Simpang.

Menurut Panji, normalisasi sungai tersebut dilakukan sepanjang sekitar 5 kilometer. Pengerjaan itu, selain dari hasil swadaya masyarakat juga dibantu Pemkab Subang. Hanya saja, pengerjaan itu terancam terhenti, akibat terbenturya dana operasional yang dikeluarkan.

“Untuk biaya operasional baru dari swadaya masyarakat saja. Sementara dari Pemkab belum diberikan, dan baru hanya penyediaan alat berat (eksavator red) saja. Sekarang kita lagi menunggu, karena proposal sudah kita ajukan. Meski demikian, kami measa bersyukur dan mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Subang,” ungkap Panji. (eko)

Petani Singkong Keluhkan Lahan Garapan

PURWAKARTA, RAKA - Produksi jagung petani di Kecamatan Sukatani Purwakarta 2010 diprediksi turun sekitar 40 persen. Padahal target tanam direncanakan naik 60 persen dari tahun sebelumnya.

"Produksi jagung 2009 sebesar 10 ton per minggu, sedangkan 2010 diproyeksikan sekitar 8 ton atau turun 2 ton," ujar tokoh petani singkong Desa Sukajaya, Kecamatan Sukatani, H.Muksin, kemarin. Turunnya produksi jagung pada tahun ini salah satunya disebabkan adanya penurunan produktivitas hasil panen selain berkurangnya lahan garapan petani.

Imbas dari berkurangnya produksi jagung, salah satunya berpengaruh pada penguasaan pasar di pengepul selain berkurangnya permintaan. "Kalau permintaan tidak bisa dipenuhi aritnya pembeli akan mencari di tempat lain dan bila itu berlangsung terus menerus bisa merugikan petani,"ucapnya.

Petani singkong lainnya, Mus (50) di Kampung Bendulan Rt.35/02, Desa Sukatani, Kecamatan Sukatani mengatakan hal senada. Menurutnya, berkurangnya jumlah produksi singkong diwilayahnya juga disebabkan berkurangnya lahan garapan tani singkong dan menurunya kualitas produksi.
"Sebagian besar dari kami (petani singkong) terancam tak memiliki pekerjaan sebab lahan garapan terus berkurang. Sekarang, saja beberapa pemborong yang sudah tidak sanggup lagi kami penuhi permintaannya sudah beralih mencari singkong kedaerah lain,"ucap Mus. Sabin (50) di petani singkong lainnya mengatakan atas dasar tersebut para petani singkong berharap agar pihak-pihak terkait dapat memperjuangkan nasib mereka.  (rif)

Pelaksana Proyek Diminta Kerjasama dengan Desa

BERMASALAH: Pembangunan TPT didusun Krajan Barat, Desa Purwadadi Barat, Kecamatan Purwadadi yang dipermasalahkan masyarakat dan Kades Purwadadi Barat.

SUBANG, RAKA – Agar pelaksanaan pembangunan peningkatan infrastruktur di Kabupaten Subang berkualitas pihak pelaksana proyek diminta dapat melayangkan surat pemberitahuan kepada Kepala desa setempat mulai dari jenis proyek, titik pekerjaan dan pelaksanaannya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa Purwadadi Barat, Adi Priyatna yang mengaku kecewa kepada kontraktor yang mengerjakan sejumlah proyek diwilayahnya. Ia mengaku tidak pernah diberitahu jenis proyek yang berlangsung di wilayahnya. Termasuk lokasi pekerjaan dan pelaksanaannya. “Seperti yang terjadi pada pembangunan tembok penahan tanah yang ada di Dusun Krajan dalam waktu beberapa bulan TPT tersebut telah ambruk lagi, yang kemungkinan kontruksinya jelek, ”ungkap Kades.

Jika tidak salah, dilanjutkan Kades, pekerjaan pemasangan TPT yang ada di Dusun Krajan dikerjakan pada bulan Juli 2009, namun dalam waktu singkat bangunan TPT tersebut hanya dapat bertahan sekitar 4 bulan TPT telah ambruk lagi. “Setelah dicek memang benar, disana ada TPT yang terpasang dan diketahui telah rusak lagi. Yakni sebagian fisiknya telah rusak lagi, untuk itu kedepannya apabila pemkab Subang mempercayakan pekerjaan kepada kontraktor mestinya saya diberi tahu agar dapat melakukan kroscek kelokasi pekerjaan dan sekaligus mengawasinya, ”pinta Kades.

Camat Purwadadi, Rahmat, pada saat dikonfirmasi melalui ponselnya yang bersangkutan sependapat dengan Kepala Desanya, agar kedepannya para kepala Desa termasuk dirinya diberikan tembusan apabila ada pekerjaan pembangunan infrastruktur yang ditempatkan diwilayah kerjanya.

“Bukan berarti pihak kami tidak berterima kasih kepada pemkab Subang yang telah memberikan pendirian bangunan sarana infrastruktur didaerah Purwadadi, namun alangkah baiknya apabila pemdes dan pemcam diberi tembusan, sehingga kami dapat dengan mudah mengkroscek kelokasi dan sekaligus memberikan teguran apabila terjadi pekerjaan yang dilaksanakan kurang baik, ”ucap camat. (pir)

Eksekutif dan Legislatif Sudah Tidak Harmonis?

SUBANG, RAKA - Eksekutif dan legislative dinilai sudah tidak kondusif lagi, menurut salah satu tokoh masyarakat, Yosef Hidayat, salah satu indikasinya adalah dengan digemboknya pagar di jalan yang menghubungkan gedung Pemda dan gedung DPRD.

“Ini merupakan salah satu simbol, jika antara legislative dan eksekutif sudah tidak match lagi dalam bekerja, hingga jalan yang menghubungkan kedua gedung ini pun digembok, bahkan saya dengar akan dipagar paten juga,”ungkap Yosef yang saat itu tampak hendak melalui pagar tersebut. Terkait dengan hal ini, Kepala satuan Polisi Pamong praja Kabupaten Subang, Sutanggiono mengatakan, jika dugaan tersebut tidak benar.

Menurut Suntang, pelaksanaan penutupan jalan tersbeut, merupakan salah satu program kegiatan Satpol Pp dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Persepsi itu salah! Tidak benar jika sudah tidak harmonis, malah pelaksanaan penutupan jalan tersbeut sudah merupakan hasil koordinasi kami dengan pihak DPRD Kabupaten Subang. Ini dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, baik kepada pengunjung di DPRD maupun pemda serta pegawai dan anggota dewan,” jelas Suntang.

Menurut Suntang, penutupan itu pun, merupakan salah satu bentuk antisipasi terhadap hilangnya kendaraan, baik itu kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat, sebab, tambah Suntang, dalam beberapa bulan terakhir, sering terjadi kehilangan kendaraan roda dua di halaman pemda.

“Pelaksanaan satu pintu ini pun, bukan hanya dilakukan di Pemda dan di DPRD, namun juga telah dilaksanakan di kepolisian dan di kantor subden POM, hal ini dilakukan, agar para petugas satuan polisi pamongpraja, bisa memantau siapa saja yang masuk dan keluar dari gedung Pemda dan DPRD, bahkan, kepada tamu pun saat ini diberlakukan wajib lapor,” tegas Suntang.

Penutupan ruas jalan tersebut telah dilakukan dalam dua hari berjalan, hingga kendaraan roda dua dan roda empat, tidak bisa leluasa keluar masuk dari DPRD ke gedung Pemda, ataupun sebaliknya. Di pagar yang membatasi antara dua gedung tersebut, dibuka hanya cukup untuk lewat badan saja, sementara kendaraan roda dua tidak bisa masuk, karena diantara dua pagar yang terpisah tersebut digelayuti oleh rantai yang sudah di gembok. (eko)

Momentum Hari Kanker Sedunia, Penyakit Kanker Masih Jadi Persoalan Serius

SEORANG dokter mendampingi pasiennya yang menderita penyakit kanker.

KANKER
merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengestimasikan bahwa 84 juta orang meninggal akibat kanker dalam rentang waktu 2005 dan 2015. Sedangkan hasil Riset Kesehatan Dasar 2007 menyebutkan bahwa prevalensi penyakit tumor di Indonesia adalah 4,3 persen.
oleh: Riva Arifin, Purwakarta

Hari Kanker Sedunia seperti dalam kalender WHO diperingati setiap tanggal 4 Februari. Pada tahun lalu (2009), melalui Departemen Kesehatan peringatan Hari Kanker diangkat dengan tema 'Ayo aktif bergerak, bermain dan makan makanan bergizi untuk cegah kanker'. Perayaan tersebut dilangsungkan mengingat saat ini penyakit kanker masih menjadi permasalahan yang serius di seluruh dunia, baik di negara-negara yang sudah maju, terlebih lagi pada negara-negara yang masih berkembang.

Menurut data terakhir yang dikeluarkan oleh WHO pada tahun 2004, penyakit kanker menduduki urutan pertama sebagai penyebab kematian dengan jumlah kematian mencapai 7,4 juta jiwa atau 13% dari total kematian. Dari jumlah tersebut, dua pertiga penyakit ini terjadi di Negara-negara yang sedang berkembang termasuk Indonesia.

Diantara jumlah kematian tersebut kanker paru, lambung, hati, kanker kolon, dan kanker payudara menduduki urutan teratas. Jika dilihat dari jenis kelamin pada pria jenis kanker yang frekuensinya paling tinggi adalah kanker paru-paru, hati, colorectal, esofagus, dan prostat, sedangkan pada wanita kanker payudara, paru-paru, lambung, colorectal dan kanker serviks.

Meski demikian, berdasarkan penelitian, sebenarnya 30% dari kematian yang disebabkan oleh penyakit ini bisa dicegah dengan melakukan pengobatan dan perawatan yang tepat. Jumlah penderita kanker diperkirakan akan terus meningkat dari tahun ke tahun dengan perkiraan jumlah mencapai 12 juta jiwa pada tahun 2030 WHO juga menyebutkan setiap tahun ada 6,25 juta orang baru yang yang menderita kanker.

Dari estimasi itu, sangat disayangkan bila tahun ini di Kabupaten Purwakarta bersamaan dengan diperingatinya Hari Kanker yang jatuh pada Kamis (4/2) kemarin, pemerintah daerah dan dinas terkait tidak sama sekali memanfaatkan momen untuk memberikan pencerahan atau sosialisasi dalam upaya pencegahan penyakit kanker. (bersambung)

Smart Gelar Front Line Gathering

SMART: pelaku outlet berfoto Smart foto bareng usai Frontline Gathering di RM Hj Ciganea, Cabang Ciwareng, Purwakarta, kemaren.

PURWAKARTA, RAKA - Smart Telecom terus melakukan gebrakan pasar. Setelah mensosialisasikan produknya di RM Ampera, Karawang, Rabu (3/2), kemarin (4/2) kembali menggelar hal serupa di Purwakarta. Selain memperkenalkan sejumlah produk terbarunya, perusahaan cellular itu juga melakukan konte4s activasi outlet.

Area Sales Supervisor Smart Kab. Purwakarta Hendri di dampingi Smart Ambasador Kab, Purwakarta Andi Cahyadi seusai pelaksanaan Front Line Gathering di RM Ibu Hj Ciganea Desa Ciwareng, kepada RAKA mengatakan, Smart sudah mampu berkompetisi dengan semua perusahaan terkemuka di Indonesia. Semua produk Smart memiliki kualitas serta sesuai dengan kebutuhan zaman.

"Smart memiliki produk berkualitas, dan saat ini kami sedang mensosialisasikan produk terbaru Smart berupa Hp Samsung Fingger SCH R351. Dengan HP ini masyarakat bisa menggunakan fasilitas internet seperti Facebook, Chatting dan Browsing sepuasnya seumur hidup dengan no Smart dalam keadaan aktif. Hp ini juga bisa digunakan sebagai modem dengan kecepatan download maksimal 153, 6 Kbps, Upload maks 128 Kbps dengan tarif regular Smart Rp 0,5/KB, konsumen juga bisa menggunakan paket internet unlimited smart yang tersedia dalam pilihan paket harian, mingguan dan bulanan, "terangnya.

Menurut Hendri, untuk menambah subscribe serta mendekatkan hubungan emosional antara Smart dengan outlet, pihaknya mengadakan kontes activasi Smart, outlet di daerah regional Purwakarta akan di konteskan, dan outlet yang terbanyak mengactivasikan Smart akan mengikuti kontes yang sama di area Kacipur. "Smart menyediakan hadiah uang tunai Rp 500 ribu sebagai hadiah untuk outlet yang terbanyak mengactivasikan Smart, outlet yang keluar sebagai pemenang akan di konteskan di wil Kacipur dengan hadiah uang tunai Rp 1 juta, "terangnya.

Sebelumnya, sales area Smart Karawang-Cikampek-Purwakarta (Kacipur) Try Yoga di sela-sela kegiatan Fron Line Gathering Smart di RM. Ampera Jl.Panatayuda mengatakan, saat ini Smart sudah memiliki 450 ribu pelanggan di seluruh Indonesia, jaringan yang lebih baik serta produk yang berkualitas dan harga yang terjangkau menjadikan Smart lebih dekat dengan masyarakat.

"Smart merupakan sarana yang tepat di gunakan masyarakat saat ini, di era yang serba maju dan modern ini banyak kebutuhan masyarakat yang harus dilakukan dengan cara yang lebih cepat, efisien dan ekonomis. Dengan semua layanan yang kami miliki Smart menjadi pilihan tepat untuk semua kalangan masyarakat," katanya. (sep)

Ketua DPRD Dituntut Mundur, Agenda Studi Banding Eksekutif dan Legislatif Diminta Dihilangkan

DEMO: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam persatuan mahasiswa Purwakarta (Permata) saat melakukan aksinya di RSUD Bayu asih Purwakarta.

PURWAKARTA, RAKA - Ditengah memanasnya situasi Kabupaten Purwakarta atas dugaan sejumlah kasus korupsi, baik yang kini tengah disidangkan maupun dalam penyidikan pihak berwajib, Kamis (4/2) siang, sedikitnya belasan aktivis yang tergabung dalam Perhimpunan Mahasiswa Purwakarta (Permata) perwakilan Bandung menggelar aksi unjukrasa di sejumlah kantor/instansi di Purwakarta.

Dalam tuntutannya, di poin ke empat dari tiga tuntutan lainnya, mereka menuntut mundur Ketua DPRD Purwakarta Ucok Ujang Wardi dari jabatannya. Tuntutan itu merupakan sikap pengunjukrasa jika orang nomor satu di DPRD Purwakarta itu tidak mampu mengemban amanah rakyat.

Di dalam aksinya itu, sebelumnya belasan mahasiswa ini melakukan unjuk rasa di berbagai tempat/instansi Pemkab Purwakarta. Seperti Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kab Purwakarta, Kantor Bupati/Setda Kabupaten Purwakarta, Pengadilan Negeri serta RSUD Bayu Asih. Selain berorasi mereka juga membawa spanduk serta menyebarkan sebuah selebaran pernyataan sikapnya.

Adapun pernyataan sikap yang mereka sampaikan melalui selebaran itu tertulis di poin pertama menuntut kegiatan studi banding yang dilakukan pihak eksekutif maupun legislatif agar dihilangkan. Kedua, Pemkab Purwakarta meski melihat lagi kondisi masyarakat, Ketiga pemerintah daerah harus membantuk tim investigasi dalam masalah pembangunan dan pelayanan kesehatan.

Sedangkan tuntutan terakhir tertulis jika Ketua DPRD Purwakarta dituntut mundur jika tidak dapat atau tidak mampu mengemban amanat rakyat. Salah seorang pengunjuk rasa Aji yang dihubungi RAKA mengungkapkan aksi unjuk rasa itu dilakukan untuk mengingatkan pemerintah dan DPRD Purwakarta agar lebih memperhatikan masyarakat. Pasalnya, banyak program pemerintah yang seharusnya menjadi hak rakyat tapi seakan masih jalan ditempat.

"Dalam demo ke pemda tadi, tuntutannya agar pemerintah memperhatikan jalan yang baru dua bulan tapi sudah rusak. Begitupun aksi kami ke Disdikpora, kami menuntut dan melihat keberadaan program BOS malah bikin susah masyarakat, banyak guru yang ternyata lebih memilih memikirkan SPJ bos ketimbang kewajibannya mengajar, "katanya.

Selain itu, kata Aji aksinya ini un mennyoroti dugaan korupsi jamuan makan minum (mamin) agar segera terungkap kebenarannya. "Kami pun dalam aksi itu mendatangi kantor pengadilan. Intinya kami mendukung dan memberi apresiasi kepada masyarakat dalam mengungkap dugaan kasus tersebut,"ujarnya.

Bahkan dalam aksi itu, jelas Aji pihaknya juga membawa data seorang warga Gurudug, Purwakarta yang telah menderita kanker payudara semenjak empat tahun lalu. "Data itu pun kita sampaikan ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. Kebetulan sekaligus memperingati hari Kanker,"ujarnya. Setelah melakukan aksinya di sejumlah instansi akhirnya para mahasiswa ini membubarkan diri dengan tertib. (ton)

Sidang Entin Kembali Ditunda

SEPI: Gedung Pengadilan Negeri Purwakarta di Jl KK Singawinata Purwakarta, Kamis (4/2) terlihat sepi.

PURWAKARTA, RAKA - Sidang lanjutan kasus dugaan jamuan makan minum (mamin) setda Purwakarta 12.4 M dengan terdakwa Entin Kartini, kemarin, akhirnya ditunda karena saksi yang akan dimintai keterangan tidak hadir. Penundaan sidang lanjutan ini merupakan yang kedua kalinya dari sidang sebelumnya yang digelar Senin (1/2) lalu.

Dalam sidang kemarin agendanya akan meminta keterangan seorang saksi dari Bank Jabar. Saksi rencananya akan dimintai keterangan seputar penarikan sejumlah uang atas 28 Kode rekening (kodrek) yang tidak bisa pertanggungjawabkan. Namun saksi yang beralasan belum mendapatkan ijin atasannya, akhirnya hakim memutuskan untuk menunda persidangan tersebut. Sidang pun akan dilanjutkan pada Senin mendatang. "Karena saksi tidak hadir. Maka, sidang saat ini akan dilanjutkan pada senin mendatang, "ujar Hakim, dalam persidangan.

Sidang yang dipimpin hakim ketua Saptono, SH beranggotakan Ifa Sudewi SH dan Adeng Abdul Kohar SH, seperti biasa dihadiri puluhan warga anti korupsi yang setia sejak pagi hingga siang memadati ruang utama dan halaman PN Purwakarta. Akibatnya mereka pun terpaksa balik kanan karena sidang batal digelar. Namun diakhir sidang, penasehat hukum terdakwa Entin Kartini yang diberikan kesempatan, kembali meminta hakim menghadirkan beberapa nama untuk dihadirkan dalam sidang lanjutan nanti.

Saksi itu yakni, mantan Penanggung Jawab Tim Investigasi APBD 2006 Dedi Mulyadi, mantan kepala bagian keuangan Hilman Taufiek, mantan staf pemegang kas, Sumitra, mantan staf bagian keuangan, Nita Susanti, pemilik Yulia Katering, Siti Yulia Farida sebagai mantan staf Dedi Mulyadi, Ridi Bahari, serta mantan staf sekretariat daerah, Susilowati. Tujuh orang nama ini juga telah diusulkan penasehat Entin untuk dihadirkan karena dianggap bisa meringankan terdakwa.

"Kami harap saksi yang sudah diusulkan itu pun mau dihadirkan dalam persidangan ini. Sebab kesaksian mereka bisa meringankan terdakwa kami, "kata penasehat Hukum Entin.
Menjawab pertanyaan itu, Hakim ketua yang kembali bertanya, apakah jika saksi-saksi tersebut dihadirkan bisa meringakan hukuman terdakwa. Sebab terdakwa juga dinilai tidak memiliki bukti kuat terhadap sejumlah nama yang diduga ikut terlibat dalam kasus ini. "Tapi jika ada tanda bukti akan lebih kuat. Dan apakah jika saksi dihadirkan akan mengatakan iya, "katanya.

Ketua Gerakan Moral Masyarakat (GMPP) Purwakarta Hikmat Ibnu Aril yang dihubungi usai persidangan, mengungkapkan alotnya jaksa Penuntut Umum (JPU) dan pengadilan dalam menghadirkan saksi-saksi yang sebelumnya sudah diusulkan. Ia menilai proses pengungkapan kasus ini terkesan masih tebang pilih. "Maka dengan alotnya JPU dan majelis hakim menghadirkan saksi yang diusulkan Penasehat terdakwa. Kami menilai semakin kuat dugaan bahwa penanganan korupsi ini masih tebang pilh, "kata Aril. (ton)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang