Selasa, 26 Januari 2010

Pendangkalan Makin Parah di Muara Sungai Ciparage Kecamatan Tempuran

MAKIN DANGKAL: Arus banjir yang terjadi di kawasan Tempuran dan sekitarnya membuat pendangkalan makin parah di muara sungai Ciparage Kecamatan Tempuran. Kondisi ini menyulitkan aktivitas keseharian para nelayan setempat. Untuk mengoperasikan perahu saat akan melaut dan sandar para nelayan harus gotong royong menarik perahu yang terjebak lumpur. (wahadi/raka)

MANG RAKA

MANUVER PKS

Deklarator PKS Karawang mengawasi manuver politisi PKS jelang pilkada, agar tidak melenceng dari misi partai dakwah...

MANG RAKA:
Antara politik dakwah vs dakwah politik..

Ade Swara Ikut Berebut Demokrat , dr. Cellica Bakal Calon Internal

KARAWANG, RAKA –Ketua DPC Partai Demokrat Karawang, H.Ahmad Rifai menjelaskan, pembukaan pendaftaran bakal calon bupati dan calon wakil bupati di internal parpolnya mulai awal Pebruari atau paling lambat pertengahan bulan itu. Sampai kemarin, menurutnya, peminat yang telah merapat parpolnya dari eksternal Demokrat adalah Ade Swara, Endang Abdullah, Engkus Kusnaya, Ace Abdurahman, Yayat Hidayat, dan Eka Suryana. Sedangkan dari internal, baru dr. Cellica Nurahdiana yang telah terpilih menjadi anggota DPRD Jawa Barat dari dapil Karawang-Purwakarta pada Pemilu 2009. “Semua secara resmi nanti kita minta mereka mendaftar. Hasilnya, diverifikasi Tim 9 dan disurvei oleh DPP. Proses ini kita butuh waktu sekitar 1 bulan.

Tim 9 sendiri terdiri dari 4 orang dari DPP, 3 orang dari DPD Jawa Barat, dan 3 orang lagi dari DPC. Saya sendiri termasuk dari Tim 9 bersama pak Haji Dirja. Soal calon internal, insya Allah saya siap maju. Sebab kang Saan Mustofa sudah menyatakan tidak. Mengenai koalisi, kita masih sedang melakukan komunikasi politik dengan PKS dan Gerindra. Tidak tertutup kemungkinan dengan parpol lainnya,” tegasnya. Sementara itu soal legalitas kepengurusan DPC-nya, Ahmad Rifai atau yang biasa disebut, H Opi menjelaskan, Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat terkait kepengurusan cabang parpol ini sudah keluar.

Kendati SK tersebut tertanggal 18 Januari 2010, dan diterima pada tanggal 19 Januari, atau sehari berikutnya, tapi baru dibuka oleh Ketua DPC terpilih, H.Ahmad Rifai, Senin (25/1).
Seperti pernah didengar sebelumnya, isi dari struktur kepengurusan DPC Demokrat itu tidak ada yang berubah. Selain ketua, sekretaris dipercayakan kepada Nana K. Kustara, dan bendahara Mari Fitriana. Yang menarik, awalnya selama penggodokan di tim formatur, nama calon sekretaris sempat dihadapkan pada perdebatan dua nama. Yakni, Nana Kustara dengan Endang Suherman.

Entah apa yang jadi pertimbangan, malah nama Endang Suherman tidak mendapatkan porsi apa-apa di kepengurusan. Nama dia di-delete bukan lagi sebagai pengurus. Padahal sebelumnya santer disebut-sebut sebagai orang terkuat yang bakal mengisi posisi sekretaris. Selain karena yang bersangkutan orang terdekat Saan Mustofa, juga terbilang kader jenius di partai pemenang kedua di Pemilu 2009 Kabupaten Karawang.

“Endang Suherman sudah menyatakan tidak mau ikut jadi pengurus kalau tidak diposisikan sebagai sekretaris. Ya kalau itu sudah pilihan bersangkutan, kita tidak bisa memaksakan diri. Alasan lainnya saya tidak tahu,” ujar Ahmad Rifai atau biasa akrab disapa H. Opi. Sayangnya, ketika RAKA berupaya mengkonfirmasi Endang Suherman, kemarin sore, ponselnya tidak diangkat-angkat. Padahal terdengar nada sambung masuk.

Sedangkan nama lain yang masuk dalam kepengurusan, terdapat Apid Hapid Maksum yang sebelumnya cukup ditempatkan sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Demokat, kini ia masuk dalam barisan wakil ketua. Di dalamnya terdapat pula nama Asep Oki Tahkik, Abas Hadimulyana, Muhtar, SH, Nurjaman, Lina Rosalina, dan yang lainnya. Mantan sekretaris DPC periode sebelumnya, Yoes Taufik, ditempatkan sebagai sekretaris Majelis Pertimbangan Cabang bersama ketuanya, Saan Mustofa.

H. Dirja atau nama lengkapnya Wahyudin Tjakra Sudirdja yang dikenal sebagai kader vokalis di Demokrat, dimasukan sebagai ketua Dewan Pakar bersama sekretarisnya, H. Sopian Ansori. “Setelah terbitnya SK DPP No.07/SK/DPP.PD/DPC/I/2010, tidak perlu pelantikan segala macam lah. Kita mungkin cukup melakukan pertemuan dengan seluruh pengurus sambil sosialisasi mengenai hasil ini. Termasuk membicarakan persiapan Demokrat menuju Pilkada 2010. Konsolidasi sangat penting,” jelas H. Opi. (vins)

Disdik: Pungutan Sekolah Akan Disanksi


Ketegasan Disdik Pora = saat hearing dengan Komisi D DPRD, kemarin.

KARAWANG, RAKA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdik Pora) siap bersikap tegas terhadap pengelola sekolah yang berani memungut sejumlah uang kepada orang tua siswa. Apalagi bagi SD dan SMP, semua sudah ditanggung pemerintah melalui program Biaya Operasional Sekolah atau BOS. Artinya, tidak ada alasan yang bisa dibenarkan bila pihak sekolah tetap memberlakukan pungutan.

Ketegasan Disdik Pora tersebut dikemukakan kepala dinasnya, Eka Sanatha, saat hearing dengan Komisi D DPRD, Senin (25/1). “Kami sudah buatkan surat edaran baru tentang pelarangan itu. Bila ditemukan ada yang membandel, tidak segan-segan sanksi diberlakukan. Misalnya, ketika disinyalir upaya komersialisasi LKS (lembar kerja sekolah -red), beritahu kami secepatnya,” tegasnya.

Eka juga menjelaskan, seiring kebijakan Pemkab yang terus berupaya agar sekolah dapat terjangkau oleh masyarakat tidak mampu, tidak hanya berhasil menggulirkan sekolah gratis di tingkat SD dan SMP yang menjadi kewajiban pemerintah dalam keberhasilan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun, tapi juga sudah mengarah ke wajib belajar 12 tahun. Yakni, dengan dimulainya penurunan beban SPP di tingkat SMA maupun SMK.

“Semangat efisiensi yang dikedepankan di sekolah-sekolah lanjutan tingkat atas itu telah mampu menurunkan SPP antara 20 sampai 25 persen. Kebijakan ini telah bergulir sejak tahun ajaran 2009/2010 kemarin. Artinya, ketika DSP kita subsidi hingga gratis tidak menjadi beban orang tua siswa, SPP pun berani diturunkan.Ternyata bisa. Kita harapkan ini jadi motivasi bagi semua anak usia sekolah, terutama dari keluarga miskin agar sama-sama menikmati pendidikan secara merata,” ungkap Eka.

Khusus bagi sekolah swasta yang menerima dana BOS, dianjurkannya juga untuk mengurangi beban biaya kepada orang tua siswanya. Pernyataan Eka ini seiring munculnya pertanyaan dari para anggota Komisi D DPRD yang mensinyalir di sekolah swasta pungutan-pungutan masih terus terjadi. Terutama di sekolah-sekolah swasta unggulan di perkotaan. “Sebenarnya pemerintah tidak bisa ikut campur di sekolah swasta. Hanya saja, bila ada keluhan seperti itu di masyarakat, kita hanya bisa menghimbau mereka. Minimal dana BOS bisa jadi pengurang dari kebutuhan biaya yang dianggap diperlukan di sekolah swasta bersangkutan,” ucapnya.

Lebih tegas lagi ia lebih sepakat, sekolah swasta yang telah dikelola dengan baik, dan dianggap sebagai sekolah unggulan, lebih bagus menolak saja dana BOS dibanding dana itu tetap diterima, tapi pungutan jalan terus. Disebutkan Eka, sekolah swasta yang mengelola SD dan SMP yang berani nolak dana BOS baru BPK Penabur di Rengasdenglok. Yang lainnya, sampai sekarang tetap menerima itu.

Dari hasil hearing tersebut, Ketua Komisi D, Nanda Suhanda, membacakan kesimpulan, bahwa ditengah upaya Pemkab yang serius membenahi dunia pendidikan di Karawang, harus diiringi oleh keseriusan pihak dinas terkait dalam melakukan pengawasan. Baik yang dilakukan Disdik Pora, maupun dinas teknis lainnya seperti Dinas Cipta Karya maupun Dalprog. Karena khusus bagi kedua dinas terakhir, menurutnya, pengawasan diperketat kearah proyek lanjutan perbaikan sejumlah gedung sekolah.

Sedangkan tugas utama Disdik Pora, di antaranya tidak boleh lengah juga terhadap hasil didik, terutama pergaulan anak sekolah ditengah arus era globalisasi yang kian terbuka. Sehingga kalau anak didik tidak dibekali pendidikan moral, bisa berbahaya bagi masa depan mereka. Apalagi disinyalir, saat ini kehidupan seks bebas telah merambah hingga anak berseragam sekolah sekalipun. “Kualitas anak didik dan guru sedang kita genjot. Sumbangsih dari pihak luar seperti USAid hingga perusahaan swasta sedang kita jalin,” tandas Eka lagi. (vins)

Manuver Politisi PKS Sedang Diawasi

KARAWANG, RAKA – Manufer politik yang mulai dimainkan PKS menuju ke perhelatan Pilkada 2010, sedang diamati deklarator partai ini di Karawang. Diharapkan, jangan sampai parpol yang berani menyebut dirinya sebagai parpol dakwah melenceng dari tujuan awal, dan tidak lebih mengedepankan kekuasaan semata.

Seperti dikatakan salah seorang deklarator PKS di sini, Azhar Fauzi Said, dirnya mau melihat dulu kearah mana mereka (pengurus PKS) bergerak. “Apa nilai-nilai yang dikedepankan PKS? Sekedar memenuhi ambisi politik kekuasaan yang jadi nafsu syahwat politik pengurus semata, atau benar-benar memperjuangkan platform PKS sebagai parpol dakwah?” ujarnya.

Walau tidak menyebut, apakah dirinya setuju bila PKS direntalkan bersama-sama parpol lain yang berbeda ideologi? Misalnya dengan partai berbasis nasionalis? “Untuk sementara no comment dulu. Masalahnya saya juga harus baca dulu bagaimana nanti akhir dari manuver politik yang sedang dimainkan rekan-rekan pengurus PKS?” ucapnya lagi.

Namun demikian, Azhar tetap mewanti-wanti para juniornya itu agar tidak melupakan roh PKS sendiri yang dibangun dengan susah payah sejak awal didirikan. “Saya pikir sekarang biarkan dulu mereka bergerak. Nanti tinggal dibaca kemana arah dan hasilnya. Sebab dalam politik itu ada jalan lurus, ada pula garis lurus. Jalan lurus adalah bagaimana membangun komitmen sebagai parpol dakwah. Sedangkan garis lurus, itu bisa dipersepsikan berbeda. Itu saja dulu lah,” tandas Azhar yang orang pertama masuk DPRD Karawang sejak PKS ikut Pemilu.

Sementara itu, tanggapan lain dikemukakan oleh Ketua DPC PKB, Akhmad 'Zimmy' Jamakhsari terkait munculnya berita RAKA edisi Senin (25/1), yang menggambarkan bagaimana PKS bergerak cepat, mengingambangi manuver-manuver politik yang sebelumnya telah dilakukan PKB. Kata dia, belum saatnya PKB melakukan komunikasi politik dengan PKS. Alasannya, PKS itu partai hebat dengan kepemilikan struktur kepengurusan rapih dan solid hingga tingkat bawah.

“PKB belum ada ijin 'langitan' saja untuk membangun komunikasi dengan PKS. Kalau dengan temen-temen nasionalis kita bisa berkoalisi, kenapa tidak dengan parpol agamis? PKS secara kuantitas memang lebih besar dari PKB. Tapi kalau disatukan, kan bisa lebih bersatu kekuatan itu? Di sini tidak ada mana lebih besar, dan mana lebih kecil. Sekarang bagaimana PKB meramu politik menjadi bisa untuk dinikmati semua orang. Satu sama lain pasti saling membutuhkan,” ujar Zimmy.

Ia juga mempertegas, PKB sebagai parpol yang hanya memperoleh 4 kursi di DPRD Karawang bukan berarti harus kalah dalam memainkan peran politiknya kearah lebih piawai. Apalagi menuju perhelatan politik sekelas Pilkada. Tandas Zimmy, justru dari 'desa' keberhasilan politik itu bisa dibangun. Bukan dari 'kota'. Soal mengedepankan komunikasi politik dengan kalangan parpol nasionalis, ia memastikan, langkah parpolnya ini lebih mempertimbangkan sejarah keberadaan PKB sebagai parpol yang didirikan kaum nahdliyin.

“Kemesraan dengan kalangan nasionalis di kalangan nahdliyin sejak NU dilahirkan oleh KH. Hasyim Ashari. Kenapa PKB berkiblat ke NU? Ya sulit dipisahkan antara NU dengan PKB. Karena parpol kita adalah satu-satunya parpol yang dibidani NU. Bahkan yang melahirkan NU sendiri. Makanya semangat juang kita adalah semangat NU. Bagaimana memposisikan partai ditengah pluralisme Indonesia. Intinya, garis perjuangan kami adalah nasionalis yang religius,” tandas Zimmy. (vins)

Karda Anggap Sepi Kubu Endet

KARAWANG, RAKA– Berkumpulnya kader-kader senior PDI-P di kubu Detiawarman Center ditanggapi dingin oleh Ketua DPC PDI-P, Karda Wiranata. Ia menganggap hal biasa, dan bukan berita menarik. Menurutnya, semua orang sudah tahu kalau tokoh politisi sekelas H.Anton Herman, Slamet Djayusman, dan kawan-kawan adalah bukan orang baru di parpolnya.

“Kader-kader senior PDI-P yang merapat ke Detiawarman kan kata Radar Karawang. Kenapa harus ditanggapi? Bagi saya tidak perlu dipersoalkan. Hal biasa dalam dunia politik. Itu juga hak mereka untuk menentukan pilihan politiknya. Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Kami sendiri tidak pernah mau mempermasalahkan ko,” ujar Karda saat ditemui di ruang dinasnya, gedung DPRD, Senin (25/1).

Soal apakah dirinya akan terganggu dengan keluar kandangnya sementara rekan-rekannya itu, Karda lebih yakin hal tersebut tidak bakal mengganggu soliditas parpolnya dalam mengusung pasangan bakal calon yang nanti secara resmi direkomendir Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P. Sebab keberadaan dirinya pun memimpin kembali parpolnya di Karawang atas dukungan mayoritas pengurus di tingkat anak cabang pada Konfercab III lalu.

“Mereka pun (pengurus PDI-P -red) memajukan saya agar jadi bakal calon bupati di Pilkada tahun ini berdasarkan hasil keputusan Konfercab. Bukan keinginan saya sendiri. Keputusan apapun yang dikeluarkan partai ada tata caranya. Tidak bisa kita memutuskan secara sepihak atas nama pribadi atau kepentingan per kelompok. Sekali lagi, tidak ada masalah di internal PDI-P. Semua keputusan apapun terkait kebijakan partai, dilakukan secara kolektif. Saya sebagai kader, siap mematuhinya. Tidak penting lah ini diperdebatkan,” tandasnya sambil berlalu meninggalkan RAKA keluar ruangannya.

Di tempat terpisah, Ketua Badan Pemenangan Pilkada DPC PDI-P, Tono Bahtiar, malah enggan berkomentar. Kecuali hanya sekedar mengumbar senyum. “Jangan tanya dulu saya lah. Coba saja ke rekan-rekan lainnya,” ujarnya singkat. Komentar lain disampaikan Sekretaris DPC PDI-P, Ace Sudiar. Menurutnya, sebelum rekomendasi diputuskan oleh DPP tentang siapa figur bakal calon bupati dan wakil bupati yang direstui partainya, siapa pun kader PDI-P sah-sah saja memilih sikap bebas dalam merapat ke figur bakal calon.

“Tidak ada larangan kader-kader senior maupun junior di PDI-P merapat ke siapa pun. Hanya saja, jika rekomendasi DPP telah turun, baik kader di struktural kepengurusan maupun non struktural, wajib mentaati keputusan DPP tersebut. Kalau tidak, berarti tidak berhak lagi mengklaim sebagai kader PDI-P apabila pilihan politiknya berbeda dengan apa yang jadi keputusan partai sendiri. Kita juga minta temen-temen media tidak lagi mengcover kegiatan mereka sebagai kader PDI-P,” tegas Ace.

Lanjut dia, keputusan DPP yang ditunggunya itu dperkirakan bakal turun pertengahan atau akhir Pebruari 2010. Sedangkan bakal calon bupati yang diajukan DPC PDI-P Karawang cuma satu orang. Yakni, Karda Wiranata. Itu pun, tandasnya, berdasarkan keputusan Konfercab III yang secara mutlak parpol meminta yang bersangkutan untuk maju di Pilkada 2010. Namun mengenai keputusan akhirnya, Ace mempertegas, sepenuhnya tergantung DPP.

Termasuk mengenai pasangan bakal calon wakil bupatinya, sambung Ace, parpolnya masih menunggu perkembangan peta politik yang masih terus berubah menjelang tahapan Pilkada digelar. “Kita lagi menimbang-nimbang mana yang terbaik. Pertimbangan kita menggunakan pola menuju kemenangan. Dengan parpol manapun kita berkoalisi, tergantung bagaimana kesepkatan politik itu dibangun, dan memenuhi syarat menuju kearah kemanangan yang dihendaki,” tandasnya. (vins)

Keamanan ATM di Cikampek Harus Diperketat

CIKAMPEK,RAKA- Adanya kasus pembobolan uang nasabah bank melalui anjungan tunai mandiri (ATM) di sejumlah daerah, membuat resah masyarakat. Walaupun saat ini polisi telah berhasil menangkap pelaku pembobolan tersebut, akan tetapi kekhawatiran masyarakat belum sepenuhnya hilang. Pasalnya, pelaku pembobol bank tersebut telah berhasil merekan kurang lebih sekitar 264 ribu nomor PIN nasabah di sejumlah daerah.

Hal tersebut dikatakan oleh salah seorang warga Cikampek, Halim (25) pada RAKA, Senin (25/1) kemarin. Dilanjutkannya, walaupun saat ini pelaku pembobolan tersebut sudah ditangkap, akan tetapi masyarakat masih khawatir kejadian tersebut akan terulang lagi di daerah lainnya. Karena pelaku telah berhasil merekam banyak nomor PIN mili nasabah di sejumlah daerah. "Walaupun penjahat pembobol atm sudah ditangkap, saya masih khawatir kejadian tersebut akan terulang lagi di berbagai daerah lainnya. Banyak nomor PIN nasabah yang telah berhasil direkam. Takutnya, nomor PIN tersebut ada yang menggunakannya lagi," ujarnya.

Dia berharap, keamanan di ATM bisa lebih diperketat, agar kejadian serupa tidak terulang lagi di daerah manapun. Pihak bank juga diharapkan mengeluarkan kartu ATM yang lebih terjamin keamanannya, jangan sampai mudah terekam oleh orang lain. "Pelaku pembobolan ATM merupakan orang yang pintar. Bagaimana tidak, dia berhasil membobol uang milik nasabah melalui ATM dan nomor PINnya bisa dikehui. Saya berharap, kejadian ini, bisa dijaikan pelajaran oleh semua pihak. Pemerintah dan pihak bank bisa lebih memperhatikan keamanan nasabah dan mengeluarkan ATM yang tidak mudah di rekam orang lain," harapnya.

Akan tetapi, kejadian pembobolan ATM tersebut, tidak membuat kepercayaan masyarakat terhadap bank menjadi berkurang, salah satunya diungkapkan oleh warga Desa Tegalsari Kecamatan Purwsari, Kiki (23). Menurutnya, dia tidak terpengaruh atas kejadian pembobolan ATM tersebut. "Biasa saja, saya tetap menyimpan uang di bank dan mengambilnya dari ATM. Kejadiannyakan di Jakarta, jadi tidak perlu khawatir. Awalnya sih memang sempat kaget, tapi saya tidak khawatir kejadian tersebut akan terjadi di sini," ungkapnya.

Tapi, lanjutnya, dia sepakat jika keamanan ATM lebih diperketat. Karena keamanan harus selalu ditingkatkan untuk mencegah terjadi pencurian ataupun lainnya. "Kalau peningkatan keamanan memang perlu dilakukan, karena yang namanya keselamatan masyarakat harus dijaga. Itukan merupakan tugas dari keamanan. Saya berharap, kejadian tersebut tidak terjadi lagi. Karena yang namanya musibah pasti ada yang dirugikan. Tapi yang jelas kejadian ini harus dijadikan pelajar, untuk lebih berhati-hati lagi," pungkasnya.

Diadukan
Sementara itu, peragaan cara kerja alat penyadap mesin Automatic Teller Machine (ATM) oleh ahli Teknologi Informasi dan Digital Forensik, Ruby Alamsyah, di salah satu stasiun TV swasta beberapa waktu lalu, ternyata berbuntut panjang. Pasalnya, Mabes Polri menganggap peragaan itu merupakan pengajaran kepada masyarakat untuk berbuat jahat dengan alat transaksi elektronik tersebut. Ini kemudian oleh Mabes Polri dilaporkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"(Itu) terindikasi oleh kami, memberi dan mengajari orang berbuat jahat," ucap Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri, Irjen (Pol) Edward Aritonang, Senin (25/1). Terkait bagaimana hasil laporan itu sejauh ini, Edward sendiri tak merinci. Ia hanya menyebut bakal menyerahkan pengaduannya itu kepada KPI. "Silakan KPI yang menilai. Kita tunggu KPI-lah," ujarnya.

Sebagai gambaran, kasus ini bermula saat Ruby memperagakan tata cara penggandaan kartu ATM. Dalam pemaparannya, ia kemudian mencoba menarik uang dengan kartu hasil duplikasi itu. Program ini disiarkan melalui televisi, sehubungan dengan maraknya kasus pembobolan rekening nasabah sejumlah bank melalui ATM beberapa waktu belakangan.

Seperti diketahui pula, dalam kasus pembobolan ini sendiri, Polri telah menangkap 13 orang yang diduga sebagai pelaku. Kasus yang bermula dari Bali ini kini menyebar ke sejumlah daerah, dengan kerugian nasabah disebutkan mencapai Rp 5 miliar. "Tolong beri kesempatan kepada Polri untuk mendalami dan mengembangkan dari apa yang sudah didapatkan," tambah Wakadiv Humas Polri, Brigjen (Pol) Sulistyo Ishak pula, Senin (25/1) sore.

Dikatakan Sulistyo, pihaknya hingga kini masih terus mengembangkan kasus ini. Hasil sementara menunjukkan, ada beberapa kelompok yang terlibat dengan modus berbeda. "Tapi yang jelas, percayakan tim dari Bareskrim dan Polda-polda yang melaksanakan upaya melacak keterlibatan pihak manapun. Ini masih terus dilaksanakan," tambahnya. (asy)

PT Indomarco Dirampok, Brangkas Perusahaan Dirusak

DIRAMPOK: Gudang distributor PT Indomarco Adimik, didatangi perampok bersenjata api dan tajam.

KOTABARU,RAKA- Gudang distributor PT Indomarco Adimik yang berada di depan pertokoan Sudirman Center Desa Sarimulya Kecamatan Kotabaru, Senin (25/1) dini hari kemarin didatangi kawanan perampok bersenjata api dan tajam. Perampok tersebut berjumlah sekitar 9 orang. Dua diantaranya bersenjata api berupa pistol dan sisanya menggunakan senjata tajam berupa samurai dan cerulit.

Dalam melancarkan aksinya tersebut, mereka menggunakan mobil Daihatstu Xenia dengan berwarna silver. Kawanan perampok tersebut masuk ke dalam ruang sales dan adm serta merusak brangkas milik perusahaan. Akan tetapi, kerugian perusahaan belum bisa dipastikan. Karena sampai berita ini diturunkan, sedang dilakukan penyelidikan TKP dan terhadap brangkas tersebut. Pasalnya, sampai perampok tersebut pergi, brangkas masih dalam keadaan terkunci dan sulit dibuka. Hal tersebut dikatakan oleh satpam perusahaan tersebut, Nahrowi (42) pada RAKA, kemarin.

Dilanjutkannya, perampok tersebut melakukan aksinya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Dia bersama dengan ke empat rekannya, di sekap di tempat satpam dengan keadaan mata ditutup lakban dan diikat tangannya ke belakang. "Awalnya saya tidak tahu, karena sedang pergi ke belakang untuk mengocorkan kran air. Ketika kembali kedepan, tahu-tahu teman saya sudah sekap dan saya di todong dengan menggunakan pistol. Semua perampok berjumlah 9 orang. Dua orang menggunakan pistol dan lainnya membawa samurai dan cerulit. Mereka tidak menggunakan topeng, mereka membawa mobil Xenia warna silver dengan nomor polisi B 1218 FY," ungkapnya.

Akan tetapi, dia belum bisa memastikan perampok tersebut membawa lari atau tidak barang ataupun uang dari perusahaan. Pasalnya, peralatan elektronik milik kantor serta motor miliknya tidak di bawa, padahal kunci motornya sudah di pegang perampok tersebut. Hanya kunci kantor dan gerbang hilang. "Perampok tersebut berada di kantor dari jam 3 sampai jam 6 pagi. Saya tidak tahu perampok tersebut mengambil barang dari kantor atau tidak. Brangkas kantor sempat di rusak oleh perampok tersebut, tapi saya tidak tahu isinya berhasil di bawa atau tidak. Selain itu, komputer dan barang elektronik lainnya masih ada.

Hanya keadaan kantor berantakan dengan laci terbuka. Saat ini pun oleh ahli brangkas perusahaan, brangkas tersebut belum bisa terbuka, jadi belum bisa dipastikan kerugiannya," tuturnya. Nahrowi melanjutkan, jika isi berangkas tersebut berhasil di curi, maka perusahaan diperkirakan akan mengalami kerugian mencapai Rp 300 jutaan. Pasalnya dalam brangkas tersebut berisi uang dan giro. Saat kejadian, terusnya, dia ditemani oleh empat kawannya yang merupakan warga

setempat yang biasa tidur di perusahaan tersebut. "Saya ditemani satu orang ronda dari warga setempat dan ojek serta pedagang yang biasa tidur di sini. Saya dan yang lainnya di ikat tangannya kebelakang. Ini merupakan kejadian yang kedua kalinya, katanya dulu perampok berhasil membawa barang rampokan. Mudah-mudahan, perampok tidak berhasil membawa barang milik kantor, dan isi dalam brangkas semoga tetap utuh," harapnya.

Sementara itu, teman Nahrowi yang juga ikut di sekap, Parmono (27) menuturkan, awalnya tiga orang perampok masuk duluan dengan memanjat dinding pagar. Ketika dia merasa ada orang tak di undang masuk perusahaan, dia langsung mengeceknya. Ketika keluar dia langsung di todong. Dia juga sempat di pukul pundaknya beberapa kali dengan menggunakan tangan kosong. "Tiga orang memanjat dinding pagar belakang pos satpam.

Saya keluar, langsung di todong dan sempat di pukup dengan menggunakan tangan kosong beberapa kali, kebagian pundak. Saya mau melawan, tapi kekuatannya tidak berimbang dan mereka membawa senjata," paparnya. Diteruskannya, perampok tersebut membawa barang pribadinya berupa handphone Nokia 1661 dan satu buah jaket parasit warna hijau. "Handphone Nokia 1661 dan satu buah jaket warna hijau milik saya di ambil perampok. Saya di sini hanya menewati Nahrowi untuk berjaga. Mudah-mudahan kejadian ini tidak membuat trauma dan saya tetap bisa jaga malam," harapnya. (asy)

Kerjasama Perusahaan Akan Ditingkatkan


KLARI,RAKA- Dari 21 perusahaan yang ada di Desa Walahar Kecamatan Klari, baru sebagian yang telah bekerjasama dengan pihak desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, kedepan jalinan kerjasama dengan perusahaan yang ada di desa tersebut akan terus dikembangkan, agar pendapatan desa meningkat. Dengan demikian, kesejahtaraan masyarakatnyapun bisa ikut meningkat.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua BPD Desa Walahar, H Huzaimi AMd. Saat ditemui RAKA, Senin (25/1) siang kemarin di kantornya. Dilanjutkannya, saat ini baru ada sekitar perusahaan yang telah bekerjasama dengan desa melalui BUMD. Dari keenam perusahaan tersebut telah didapatkan hasil yang lumayan. Bahkan kini desa telah memiliki mobil dari perusahaan. Untuk itu, agar kedepan kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi, kerjasama dengan berbagai perusahaan lainnya akan terus dikembangkan.

"Perusahaan harus mendukung setiap program dari desa untuk kesejahteraan masyarakat Desa Walahar. Karena masyarakat merupakan lingkungan perusahaan yang tidak bisa dinafikan dan harus diperhatikan. Dari beberapa perusahaan yang telah bekerja sama, jalan desa sebagian telah di aspal dan ini akan terus dikembangkan," paparnya. Menurutnya, kinerja dari kepala desa dinilainya telah bagus dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Kepala desa selalu siap melayani masyarakat selama 24 jam.

Tinggal kinerja kepala desa dalam melakukan pembangunan masyarakat ini di dukung oleh semua pihak, termasuk oleh perusahaan yang ada di Walahar. "Kepala desa telah bagus kinerjanya, siap melayani masyarakat 24 jam. Ini perlu di dukung untuk terus meningkatkan kinerjanya, termasuk perusahaan-perusahaan yang ada di sini. Agar kesejahteraan masyarakat bisa terus ditingkatkan dengan dukungan semua pihak," terangnya. Lebih lanjut Huzaimi menuturkan, pembangunan di tingkat desa akan terus dilakukan sesuai dengan kemampuan desa, terutama pembangunan fisik.

Karena belum sepenuhnya pembangunan fisik telah direalisasikan. Masih ada yang perlu dorongan pembangunan guna merealisasikan pembangunan fisik seperti pembangunan jalan menuju Desa Duren. "Memang jalan tersebut sudah sejak lama belum dapat terealisasikan. Padahal sudah berganti pemerintahan. Kami berharap, tahun ini bisa dapat direalisasikan. Inginnya jalan tersebut di hotmik, tidak di aspal lagi. Agar jalan tersebut lebih kuat," paparnya.

Selain itu, terusnya, pihaknya bersama pemerintahan desa akan melakukan pembangunan di sektor lainnya. Musrembang desa merupakan pijakan untuk melakukan pembangunan. Karena dalam musrembang, semua kebutuhan masyarakat di utarakan dan diakomodir oleh desa untuk dilakukan realisasi sesuai kemampuan desa. "Musrembang telah dilakukan, dari hasil musrembang tersebut dikatehui pos mana yang harus diprioritaskan sesuai dengan kemampuan desa. Kami akan berusa terus meningkatkan pembangunan, agar kesejahteraan masyarakat bisa meningkat," pungkasnya.(asy)

Serangan Tikus Belum Terdata, Mentan Kunjungi Cilamaya

BANTU PUPUK: Menteri Pertanian Ir suswono memberikan bantuan pupuk kepada para petani melalui Wakil Bupati Karawang Hj Eli Amali Priatana saat kunjungan ke Cilamaya, kemarin (kiri), saat itu para petani juga mengungkapkan berbagai keluhan (kanan).

CILAMAYA KULON, RAKA
- Saat ini, hama tikus makin mengganas menyerang areal persawahan disejumlah daerah. Sayangnya, ketika hal disinggung Menteri Pertanian Ir Suswono hanya mengatakan belum ada data terkait serangan hama yang dikenal dengan sebutan 'si monyong' itu dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
"Belum ada data," ucap Menteri Siswono pendek. Dia menjawab itu saat kunjungannya ke daerah bencana banjir di Desa Manggungjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang, kemarin (25/1). Di daerah itu ratusan hektar lahan pertanian terendam banjir sejak sepekan terakhir. Dalam pidatonya mentri mengatakan akan membantu para petani yang ladangnya terendam karena banjir. Bahkan, menteri mengatakan akan mengganti kerugian para petani yang ladangnya terendam banjir. Dalam kunjungan itu menteri menggelar dialog dengan petani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) di daerah itu.

Dalam dialog tersebut para gapoktan menanyakan hal serupa yakni program pemerintah yang diperuntukan buat para petani, seperti Program Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP). Malah menteri manandaskan bahwa petani harus bisa memanfaatkan program-progrm pemerintah dalam upaya mensejahterakan para petani di indonesia. Lebih lanjut Suswono mengatakan bencana yang melanda diwilayah karawang ini menurutnya belum bisa dikatakan becana besar. Pasalnya dilihat dari presentase kerugian belum mencapai satu persen dari jumlah yang ada diseluruh indonesia ini. Dan saat ini ketersediaan pangan masih mencukupi.

Kendati demikian petani tetap berharap adanya solusi dalam menanggulangi banjir yang kerap merugikan para petani kalau seandaianya banjir ini melanda ladang para petani. Tidak hanya solusi sementara saja. Seperti memberikan bantuan berupa pupuk, bibit dan lain sebagainya menurut para petani. Bantuan semacam itu tidak bisa menyelesaikan persoalan yang saat ini sedang dihadapi oleh para petani karawang khususnya cilamaya ini.

Para petani menharapkan agar pemerintah ini bisa memberikan solusi kepada para petani ini tidak hanya sementara saja. Permasalahan yang saat ini sedang di hadapi para petani adalah seringnya ladang petani terendam banjir ketika di musim hujan. Beberapa faktor yang mengakibatkan sawah-sawah ini terendam banjir. Salah satu faktor itu adalah buruknya saluran aliran air pembuang ketika musim hujan datang sehingga air ini tidak bisa mengalir dengan lancar pasalnya saluran yang menjadi pembuangan kondisinya dangkal dan meyempit.

Melihat kondisi ini para petani menginginkan adanya perbaikan kali-kali yang berfungsi sebagai aliran pembuangan dikala kelebihan air dan bisa menampung dikala musim kering,karena permasalahan inilah yang saat ini sedang dihadapi para petani karawang ini. Para petani sangat berharap dengan kedatangan Mentri pertanian ini akan membawa angin segar bagi para petani ini yang saat ini sedang dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang menghambat keberlangsungan hidup para petani ini.

Mendengar mayoritas keluhan para petani ini permasalahanya terdapat disaluran pembuangan ini mentri pertanian mengatakan akan mengupayakan melalui dinas pekerjaan umum untuk bisa sesegera mungkin mengeruk kali-kali yang dangkal serta sempit untuk bisa diperbaiki. Sementara Camat Cilamaya Kulon Tatang Rosidin ketika ditanya prihal harapan apa melihat menteri pertanian datang kewilayahnya, ia berharap kunjunganya menteri tidak hanya sekedar kunjungan belaka, namun harus ada realisasai dari apa-apa yang telah ia omongkan serta pada forum tanya jawab antara petani dengan mentri pertanian ini. Dan para petani menginginkan solusi yang bisa mengatasi permasalahan yang saat ini dihadapi. (adi)

Sembilan Kali Alami Pendangkan dan Penyempitan

CILAMAYA,RAKA- Akibat sering dilanda banjir kondisi pertanian di kawasan Cilamaya mengalami berbagai kesulitan. Para petani harus bersusah payah melakukan tanam dengan kondisi alam yang kurang bersahabat. Genangan air di pesawahan yang lama surut merupakan akibat dari pendangkalan saluran pembuang yang terjadi selama ini.

H Apendi, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mengatakan hal itu ketika ditemui RAKA pada Senin (25/1). Itulah katanya, yang menjadi beberapa faktor yang mengakibatkan sebagian wilayah Karawang khususnya sawah-sawah petani mengalami kebanjiran. untuk itu, H Apendi beserta timya mengaku berusaha mencari tahu titik-titik inti permasalahan yang kerap kali menyebabkan pemukiman serta sawah para petani terendam.

"Sekarang ini ada sekitar sembilan titik kali yang menjadi penyebab seringnya pemukiman warga serta sawah-sawah para petani terendam. Dari kesembilan titik itu di antaranya Kalen Bayu, Kalen Langgan, Kalen Gadu, Kalen Cilik, Kalen Gompal, Kalen Cikuda, Kalen Brugil serta Kalen Rekim. Kesembilan kali tersebut merupak kali pembuang di wilayah Cilamaya Kulon saat ini.

Dikatakannya, jika kesembilan kali ini bisa secepatnya diperbaiki, banjir yang selam ini menimpa Wilayah Cilamaya akan bisa ditanggulangi serta kebiasaan banjir yang kerap merugikan masyarakat bisa ditanggulangi pula. Sementara itu Camat Cilamaya Kulon Tatang Rosyidin ketika dikonfirmasi RAKA terkait seringnya para petani mengalami gagal panen menjelaskan, selain akibat faktor alam, kegagalan penen juga akibat faktor lain, yaitu faktor manusianya. "Kita kembalikan pada para petani tersebut apakah sudah ramah terhadap lingkungan, seperti merawat aliran sungai,serta hal-hal lain yang menyangkut pertanian," kayanya. (adi)

Seruan KUB Transparan Makin Deras

RENGASDENGKLOK, RAKA - Seruan agar pemerintah desa di Kecamatan Rengasdengklok transparan terkait realisasi bantuan dana penguat kegiatan Kelompok Usaha Bersama (KUB) makin deras mengalir. Hal itu dinilai perlu dilakukan dengan pertimbangan bahwa pengalokasian dana tersebut rawan penyewengan.

Perlunya transparansi dalam pengelolaan dana KUB juga ditegaskan Kaur Ekbang Desa Dewi sari, H. Yayat Hidayat kepada RAKA, Senin (25/1). Pihaknya menghimbau kepada para kelompok tersebut supaya memberikan transparansi bantuan KUB yang belum lama ini dikucurkan. Jadi, pihak pemerintah desa bisa membantu dalam hal evaluasi kegiatan tersebut, "jangan hanya ketika bantuan itu tidak dikucurkan baru meminta bantuan pada pemerintah desa,"jelasnya.

Dijelaskannya, dana bantuan penguat kegiatan Koperasi Usaha Bersama di wilayah Desa Dewisari diberikan untuk 5 kelompok. Diantaranya, Kelompok Anisa di Dusun Pacing Selatan RT 04/02, Kelompok Reangga Celuler Dusun Bengle, Kelompok Lele Dusun Bengle, Kelompok Serba guna Dusun Bengle dan Kelompok Budidaya Itik. "Dari ke lima kelompok itu yang sudah memberikan transparansi kegiatan baru satu kelompok yakni kelompok serba guna. Padahal, seharusnya para kelompok lainnya sudah bisa memberikan transparansi begitu bantuan digulirkan, "terangnya.

Seperti diketahui, pengajuan bantuan dana penguat kegiatan KUB tidak melibatkan langsung pemerintah desa. Artinya, bantuan Itu langsung dikucurkan pada masing masing kelompok. Sayangnya, lanjut dia, setiap ada realisasi bantuan justru pemerintah desa yang sering kali menjadi wadah bagi sebagaian kalangan masyarakat untuk mempertanyakan proses dan evaluasi kegiatan itu,"Maka dari itu, kami meminta ada tranparansi dari masing masing kelompok tentang kegiatan itu supaya tidak ada tudingan miring maupun kecemburuan sosial di antara masyarakat"jelas Kaur Ekbang.

Menanggapi hal itu, Sekertaris Desa Dewisari wahyu mengatakan hal senada. Pihaknya mengaku mengetahui adanya bantuan itu langsung setelah ada berkas lampiran rekomendasi dari pemerintah kabupaten. "Jika tidak ada rekomendasi tersebut, pemerintah desa pun tidak akan mengetahui. Padahal, bantuan itu terbilang sudah cukup lama digulirkan. Sementara, jika dibelakang hari terjadi permasalahan biasanya pemerintah desa yang bakal dimintai bantuannya, "Ungkap Sekdes.

Secara terpisah, ketika hendak komfirmasi, empat kelompok masyarakat (KUB) yang bersangkutan, tidak dapat dimintai keterangan karena tidak bisa dihubungi maupun ditemui. Kendati demikian, ketua kelompok usaha serbaguna Sahadi (43) mengakui telah memberikan tranparansi kegiatan pada Pemerintah Desa Dewi sari setelah bantuan itu digulirkan. "Kami hanya meminta agar pemerintah desa ikut mambantu dan mendukung dalam melakukan evaluasi kegiatan dalam jangka waktu tertentu, "paparnya. (get)

Dengklok Kota Pangkal Perjuangan, Kota yang Mewarisi Kesemrawutan

KESEMERAWUTAN jalan di pasar kota Rengasdengklok selain kumuh. Padahal, dalam setiap bulannya banyak orang dari luar daerah/kota yang mendatangi kota ini untuk mengetahui kebesaran sejarah bangsa indonesia.

RENGASDENGKLOK dikenal sebagai kota pangkal perjuangan. Cikal bakal kemerdekaan Indonesia justru terbentuk disana. Sayangnya, hal itu malah nyaris tidak bisa dirasakan oleh masyarakat Dengklok. Kota ini seperti menyisakan banyak persoalan infrastruktur selain warisan kesemrawutan tata kota.
oleh: Sigit Ernowo

"Padahal Kota ini adalah kota pangkal perjuangan. Kota awal berdirinya bangsa Indonesia diatas kaki sendiri. Tapi sayang predikat kota yang sebegitu berharganya ini tidak kemudian diimbangi dengan perkembangan pembangunan kotanya, sebut tokoh Pemuda Rengasdengklok Didin kepada RAKA kemarin.

Apa yang dikatakan Didin bukan tanpa sebab. Ia mencontohkan masih kurangnya perhatian pemerintah pusat maupun daerah terhadap kota kebanggaan seluruh masyarakat Indonesia ini. Seperti tampak pada beberapa pembangunan ruang kota di wilayah Rengasdengklok yang sampai hari ini masih menyisakan begitu banyak 'PR' untuk diselesaikan bersama-sama terlebih oleh para pihak yang berkepentingan. "Sekarang saja jalan di kota rengasdengklok debunya minta ampun, belum lagi pembangunan tugu yang mandeg sampai bertahun-tahun, masalah terminal yang tak kunjung selesai, kebersihan kota dan juga masalah kemacetan belumlagi sekarang sedang terjadi trend banjir, "sesal Didin.

Warga lainnya, yang juga aktifis pemuda di Desa Karyasari Rengasdengklok menyebut sandangan berharga sebagai kota pangkal perjuangan bagi kota Rengasdengklok sampai saat ini belum mumpuni bahkan jauh dari cukup dan terkesan tidak berkembang alias mandeg. Yang lebih disesalkan, lanjut dia, selama ini kota pangkal perjuangan terkesan cuma manjadi komoditas politik orang-orang yang mencari kekuasan dan ketenaran demi meraup keuntungan pribadi.

"Buktinya, dalam beberapa kali kesempatan sejumlah pihak sempat menjanjikan akan meningkatkan kota Dengklok sebagai kota yang bernilai sejarah tinggi tapi sayang sampai sekarang realsiasainya masih jauh dari yang digemborkan, "kata Arifin ketika dihubungi melalui pesawat genggamnya. (bersambung)

Warga Dewisari Khawatir Flu Burung, Puluhan Ayam Mati Secara Mendadak

RENGASDENGKLOK, RAKA - Puluhan ayam di Kampung Pacing Utara, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok mati mendadak dalam sepekan terakhir ini. Kematian ayam tersebut diduga akibat dampak dari pengaruh cuaca buruk yang terjadi belakangan ini. Meski dinyatakan bukan akibat virus membahayakan flu burung, namun warga saat ini mengaku khawatir.

Seperti diungkapkan Isna (30) warga Kp Pacing utara kepada RAKA kemarin dikantor Desa Dewisari. Kata dia, akibat pengaruh cuaca buruk yang terus berlangsung dalam sebulan terakhir mengakibatkan ternak-ternak ayam miliknya ikut terkena dampak. Dalam sepekan terakhir saja, dari 30 ayam yang ia ternak saat ini 23 diantaranya sudah mati meski tidak dalam waktu bersamaan. "Matinya langsung dan mendadak tanpa proses dengan ciri-ciri alat pembuang kotorannya berubah berwarna merah dan jengger yang berubah seperti membengkak," sebut Isna kepada RAKA (25/1) kemarin.

Isna menduga matinya ayam-ayam ternak miliknya tersebut lantaran bawaan virus tetelo atau dikenal Newcastle Disease (ND) yang menyebabkan gangguan pada saraf pernafasan ternak. "Kemungkinan besar karena tetelo saja karena sedang musim penghujan dan matinya juga tidak melalui proses dan tidak secara bersamaan,"kata Isna lagi sambil mengatakan dua sampai tiga ayam ternak milik tetangganya pun juga mengalami hal serupa.

Atas kejadian itu, Isna dan beberapa warga yang mendapati ternaknya mati dalam sepekan ini langsung mengambil tindakan antisipasi dengan membakar ayam mati. Hal itu dilakukan karena khawatir yang menyebabkan matinya ayam-ayam ternak tersebut adalah virus flu burung. "Semua ayam yang mati, langsung dibakar," ucap Isna seraya menambahkan daging ayam bakar itu kemudian dijadikan makanan ikan lele.

Sekertaris Desa Dewisari, Wahyu, ketika dimintai keterangannya belum mengetahui adanya kejadian ayam mati mendadak di wilayahnya lantaran pihak warga pemilik ternak belum satupun yang melakukan pelaporan pada pihak desa dalam sepekan ini. Meski demikian, pihaknya langsung melakukan kroscek kelapangan untuk membuktikan kebenaran kabar tersebut. "Sayang semua ayam itu sudah dibakar oleh warga ketika akan kami periksa. Selanjutnya kami menghimbau pada warga agar bila kejadian ini terulang bisa segera melaporkannya pada desa agar bisa segera ditindaklanjuti untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan," kata Wahyu.(get)

Hari Gizi untuk Penyuluhan

"Masalah kekurangan gizi (zat gizi makro – mikro) dan kegemukan (overweight dan obesitas) saat ini bukan hanya melanda masyarakat kota. Begitu pun di pedesaan bahkan dengan jumlah yang luar biasa. Tidak mengherankan bahwa tidak sedikit orang desa menderita penyakit-penyakit seperti diabetes, hipertensi, stroke pada usia produktif, "kata ahli kesehatan Rengasdengklok Bambang Utomo Kepada RAKA, Senin (25/1) kemarin.

Kata dia, menyikapi hari gizi nasional ia meminta pada masyarakat pedesaan jangan sampai terbawa gaya hidup di perkotaan. Maksudnya, dengan mengikuti pola makan ala ke barat baratan yang dikenal dengan sebutan “Junkfood”. Sebab, pola seperti itu akan lebih rentan terkena hipertensi, obesitas, stroke dan sebagainya.

"Sekarang ini, kita banyak melihat malah sebaliknya, masyarakat di desa lebih tertarik mengkomsumsi makanan ala luar. Justru sebaliknya, masyarakat kota yang terus mendapatkan masukan mengenai kesehatan gizi, memilih kembali berpaling untuk mengkosumsi makanan pedesaan karena dianggap kaya gizi tanpa ada resiko pada kesehatan, "jelasnya.

Lanjut Dia, ia mengharapkan ada tindakan penyuluhan baik dari tingkat pusat maupun daerah yang mempunyai visi dan misi yang sama dalam meningkatkan pengetahuan tentang gizi pada masyarakat. Sasarannya, mencakup masyarakat luas dengan bekerjasama dengan berbagai organisasi profesi, media massa, LSM, tokoh masyarakat, swasta, eksekutif dan legistlatif, sektor dan program terkait.

Diharapkannya, pada kegiatan itu bisa dilakukan secara sederhana, namun dapat menggaungkan pesan- pesan program kesehatan prioritas, serta dapat menumbuhkan peran serta aktif masyarakat dalam mewujudkan Desa Siaga dengan mengikutsertakan berbagai pihak yang peduli terhadap gizi dan kesehatan. (get)

Eceng Gondok Ancam Petani

TIRTAJAYA, RAKA - Tanaman eceng gondok yang kerap kali datang melalui saluran induk irigasi menjadi masalah bagi petani. Pasalnya, sampah tersebut tidak pernah diangkat oleh petugas pengairan namun di paksa untuk hanyut sampai ke hilir sehingga malah menyumbat laju air.

Pantauan RAKA, hal itu seperti terjadi di saluran dusun Tambun Desa Tambak Sumur Kecamatan Tirtajaya. Dilokasiitu, tampak saluran air tidak lancar akibat sumbatan eceng gondok bahkan didekat pemukiman menimbulkan bau tidak sedap karena bangkai binatang yang turut hanyut tertahan bersama sampah eceng gondok.

Maman (46) warga tambun Desa Tambak Sumur kecamatan Tirtajaya saat melintas mengatakan sampah yang diakibatkan oleh gundukan Eceng Gondok ini sudah lama tidak diangkat. Padahal selain berpotensi menimbulkan penyakit hal itu pun membuat lingkungam disekitar lokasi tumpukan eceng gondok menjadi tidak bersih. (get)

Sosialisasi Menyalakan Lampu Sepeda Motor Disiang Hari


SOSIALISASI LALIN: Jajaran kepolisian Karawang kian gencar melakukan sosialisasi menyalakan lampu sepeda motor disiang hari dengan memasang papan pemberitahuan. Seperti yang terjadi di ruas Jalan Tuparev. Sayangnya, meski aturan tersebut sudah diberlakukan sejak awal tahun, namun masih banyak pengendara yang tidak mematuhinya. (psn)

Warga Parungmulya Desak BPD gelar Pilkades, Tokoh Pemuda: Saya Harap BPD Mengakomodir Keinginan Masyarakat

TANGGAPAN BPD: Ketua BPD Parungmulya Kecamatan Ciampel, Andi Suratman (tengah) menanggapi aspirasi warga Parungmulya yang meminta Kepala Desa dicopot.

KARAWANG, RAKA - Puluhan warga Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel menuntut Badan Permusyawaratan Desa (BPD) agar menggelar Pemilihan Kepala Desa. Pasalnya, orang yang menjabat sebagai Kepala Desa (Kades) Parungmulya saat ini sedang berurusan dengan masalah hukum, terkait penyalahgunaan dana Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sebesar Rp 400 juta. Dengan alasan tersebut, kades dianggap sudah tidak layak memimpin masyarakat.

Ketua Karang Taruna Desa Parungmulya, Cece Abdulah mengatakan, dinamika yang berkembang di masyarakat saat ini adalah mereka ingin Kades yang saat ini sedang bermasalah dengan hukum dicopot dan diganti dengan yang baru. "Ini adalah murni aspirasi dari masyarakat," tuturnya, Senin (25/1). MAspirasi masyarakat yang disampaikan ke BPD, Cece berharap BPD bisa mengambil langkah yang cepat agar permasalahan yang terjadi di desanya bisa cepat selesai. "Saat ini kami melihat BPD dan timnya belum bisa memuaskan masyarakat.

Tapi kalau dilihat dari segi aturan, menurut saya wajar kalau BPD belum bisa mengambil sikap, karena mereka tidak bisa mengesampingkan langkah-langkah prosedural agar tidak berbenturan dengan hukum. Dan yang jelas masyarakat menginginkan ketegasan dari BPD terkait masalah ini," ujarnya. Salah seorang tokoh masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, pencopotan Kepala Desa adalah harga mati. Pasalnya masyarakat sudah tidak menginginkan lagi desanya dipimpin oleh 'ADK', yang kini sedang diproses di pengadilan. "Saya harap BPD mau mengakomodir keinginan masyarakat," tandasnya.

Menanggapi aspirasi masyarakat, Ketua BPD Desa Parungmulya, Ir. Andi Suratman mengatakan, BPD menampung semua aspirasi masyarakat dan akan mengkaji lebih lanjut. "Saat ini proses hukum Kades belum selesai, namun katanya jaksa penuntut naik banding karena tidak puas atas keputusan hakim yang menjatuhi hukuman selama satu tahun," ujarnya. Ia mengungkapkan, ketika turun ke lapangan pihaknya menemukan ada dua kubu yang saling bertentangan. Melihat hal itu, sebagai BPD pihaknya akan bertindak netral tanpa memihak sedikitpun pada kedua belah pihak.

"Kami akan melihat dari sisi hukum dan sisi aspirasi masyarakat. Selain itu, kami akan bertindak sesuai aturan yang berlaku, sehingga kami berdiri sebagai wadah aspirasi bagi masyarakat yang pro maupun kontra. Jadi seumpama nanti ada salah satu pihak yang tidak puas atas hasil sidang paripurna BPD, maka harus legowo," katanya. Selain melakukan kajian dari berbagai sisi, Andi mengaku pihaknya akan berkonsultasi dengan Badan Pembedayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD). "Kami ingin agar keputusan yang diambil nantinya sesuai dengan aturan yang berlaku dan bisa memuaskan kedua belah pihak," tandasnya.

Di tempat terpisah, menanggapi polemik yang terjadi di Desa Parungmulya, Kepala Subbidang Perangkat Desa Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Ridwan Salam mengatakan, pihaknya akan memanggil kasie Pemerintahan kecamatan ciampel untuk membicarakan masalah tersebut lebih lanjut. "Kami akan melakukan yang terbaik bagi masyarakat Desa Parungmulya," tandasnya. (psn)

Kepala Keamanan Pasar Diangkat pemerintah

KARAWANG, RAKA - Sesuai Peraturan Bupati Karawang Nomor 83 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pasar pada Disperindagtamben, Kepala Keamanan berada didalam Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis Dinas dan diangkat oleh pemerintah.

Hal itu diungkapkan Kabid Disperindagtamben Okih Hermawan menyusul polemik diantara pedagang Pasar Tradisional Johar terkait pemilihan Kepala Keamanan. "Meski saat ini terjadi polemik kami tetap mengacu kepada Perbup, sebab aturannya sudah jelas. Jadi tidak ada istilahnya kepala keamanan itu dipilih," tuturnya, Senin (25/1) siang.

Menanggapi adanya sebagian pedagang yang menghendaki agar Kepala Keamanan dipilih, Kepala Keamanan Pasar Johar, H. Kakay Koswara mengatakan mengacu kepada Perbup yang namanya Kepala Keamanan Pasar diangkat dan diberhentikan oleh pemerintah. "Aturannya sudah jelas, jadi kepala keamanan bukan dipilih tapi diangkat. Mengenai katanya ada pedagang yang menginginkan kepala keamana dipilih itu hanya segelintir saja," katanya. Salah seorang pedagang, Nana Supriatna mengatakan, dirinya tidak mempermasalahkan setuju atau tidak diadakannya pemilihan Kepala Keamanan.

Ia yakin masyarakat pedagang Pasar Johar adalah masyarakat beradap yang melek hukum dan tahu aturan. "Perlu diketahui struktur pelaksanaan dilapangan itu berada dibawah naungan Disperindagtamben. Mulai dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas, Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Unit Pasar, Petugas Pelaksana Bidang Retribusi, Petugas Pelaksana Bidang Kebersihan, Ketentraman dan Ketertiban, maupun Kelompok Jabatan Fungsional, merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang keberadaannya ditunjuk dan diberhentikan oleh Bupati," tuturnya.

Melihat situasi dan kondisi saat ini yang berkembang di Pasar Johar, ia meminta agar semua pihak bisa bertindak sesuai dengan hukum yang berlaku. "Kita jangan memilah-milah, karena sudah jelas dalam Perbup kalau semuanya adalah satu kesatuan," katanya. Untuk saat ini ia mengaku, kondisi di Pasar Johar jauh lebih kondusif dibandingkan beberapa tahun kebelakang. "Setiap ada kejadian di pasar, para keamanan langsung cepat tanggap. Apalagi setiap personel sekarang memiliki alat komunikasi yang memudahkan satu sama lain untuk tetap melakukan komunikasi," tandasnya.

Salah seorang pedagang beras H.S Mustofa mengatakan, pihaknya meminta ketegasan dari Disperindagtamben terkait habisnya masa jabatan Kepala Keamanan. Melihat perkembangan saat ini, ia berharap Kepala Keamanan bisa dipilih langsung oleh para pedagang. "Sekarang jaman reformasi, jaman keterbukaan. Makanya saya meminta kepada pemerintah agar kepala keamanan bukan lagi diangkat oleh pemerintah melainkan ditunjuk langsung oleh pedagang," ungkapnya. (psn)

200 Orang Karawang Positif HIV/AIDS

PELATIHAN: Komisi Penanggulangan Aids (KPA) dan Yayasan Kita Kita (Yakiki) gelar pelatihan penggunaan kondom perempuan dan kondom laki-laki, Senin (25/1) siang. Pelatihan ini untuk menanggulangi penyebaran HIV/AIDS.

KARAWANG, RAKA - Minimnya kesadaran pelaku hubungan seksual 'beresiko' menggunakan kondom, mengakibatkan jumlah penderita HIV/AIDS naik 14 persen dari 172 menjadi 200 penderita. Untuk menanggulangi hal tersebut, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jawa Barat bersama Yayasan Kita-Kita (Yakiki) menggelar sosialisasi program penggunaan kondom 100 persen di tujuh kota/kabupaten, yaitu Kabupaten Indramayu, Bandung, Cirebon, Karawang, Bekasi, Bogor dan Kota Bekasi.

"Kita sedang fokus meningkatkan kesadaran pemakaian kondom ke para pelanggan Wanita Tuna Susila (WTS) dan penyediaan outlet kondom di spot rawan terjadinya hubungan seksual 'beresiko'. Saat ini, meski kesadaran wts untuk mempergunakan kondom sudah bagus, namun nilai tawar mereka masih rendah. Akibatnya ketika mereka meminta kepada pelanggannya agar menggunakan kondom, banyak para pelanggan yang enggan untuk memakainya. Salah satu solusi dari masalah tersebut adalah pemakaian kondom perempuan, yang saat ini sedang kami sosialiasasikan," ujar Ketua Yayasan Kita-Kita (Yakiki), H. Iwan Somantri Amintapradja, Senin (25/1) siang.

Posisi karawang dalam penyebaran virus HIV/AIDS sudah sangat mengkhawatirkan. Menurut Iwan, penyebarannya sudah masuk ke ibu-ibu rumahtangga. Bahkan delapan dari sepuluh "pria hidung belang" adalah pria beristri. "Kami sudah melakukan penyadaran ke wts dan pria hidung belang, namun tidak cukup penyadaran saja. Diperlukan adanya paksaan dari Pemkab Karawang melalui Perda atau Perbup agar pada saat melakukan hubungan seks "beresiko" menggunakan kondom," lanjutnya.

Ia mencontohkan, dibeberapa daerah seperti Indramayu dan Cirebon sudah berani mengeluarkan Perda wajib menggunakan kondam bagi pelaku hubungan seks "beresiko". Pemberlakuan tersebut menurutnya berhasil menurunkan angka penyebaran virus HIV/AIDS dan Inspeksi Menular Seksual (IMS). "Ketika si pelanggan tidak menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan, maka si pelanggan dan wts dikenakan denda Rp. 50 juta atau kurungan lima bulan," tuturnya.

Ia melanjutkan, payung hukum penggunaan kondom bagi pelaku hubungan seks "beresiko", bukan berarti pihaknya melegalkan perjinahan. Tapi melindungi orang yang ada di dalam rumah. Dan Perda mengenai hal itu bisa meminimalisir penyebaran penyakit seksual. "Kami sudah mengajukan Raperda penggunaan kondom pada saat melakukan hubungan "beresiko". Tapi sejauh mana raperda itu dibahas, kami belum mengetahuinya," tuturnya.

Fasilitator pelatihan female kondom Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Tite Herawan mengatakan, kondom perempuan merupakan alternatif yang bisa digunakan ketika laki-laki enggan untuk memakai kondom. "Kondom perempuan ini masih terbilang baru. Makanya kami disini menganjurkan bagi pelaku seks "beresiko" agar menggunakan kondom," tuturnya.

Pelatihan dan sosialisasi yang digelar secara estafet, Tite berharap bisa menanggulangi penyebaran IMS dan HIV/AIDS. Salah seorang peserta pelatihan dan sosialisasi penggunaan kondom, Ida (29) mengaku meski belum paham cara penggunaan kondom perempuan, meski demikian ia menilai pelatihan ini sangat positif. "saya berharap dengan penggunaan kondom bisa terhindar HIV/AIDS," tandasnya. (psn)

Begal Motor Dikormas

DUA tersangka begal motor yang diamankan berikut barang bukti motor begalannya.

KARAWANG,RAKA - Setelah berhasil merampas Honda Supra Fit pada Januari 2010 lalu, Resep Muhidin alias Asep alias Gepeng bin Wirta (22) dan Asep (bukan nama sebenarnya) ketagihan mengulangi perbuatannya. Dan untuk melakukan tindakan serupa, mereka mengajak Nasan Setiawan alias Able alias Jablay bin Sauni (25) warga Dusun Kampek RT 07/02 Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat. Jablay tertarik karena diiming-iming akan mendapatkan uang dengan cara mudah. Namun, bukannya mendapatkan uang, Jablay malah ditahan di Polsek Telukjambe.

Kapolsek Telukjambe AKP Eddy Susanto ketika ditemui RAKA di kantornya kemarin mengatakan, berdasarkan hasil pengembangan penyelidikan. Tersangka Gepeng mengaku telah dua kali melakukan perbuatan yang sama di sekitar lokasi kejadian (Jalan tanggul danau Perum Resinda, Desa Purwadana, Telukjambe Timur, red). Pada aksi yang pertama, mereka berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor Honda Supra Fit. Dari hasil penjualan motor tersebut, Gepeng mengaku mendapatkan bagian Rp 500.000. "Hingga saat ini (kemarin-red), kita masih mengumpulkan informasi dan keterangan tentang siapa yang menjadi korbannya saat itu termasuk siapa yang membeli motor hasil curian itu," ujarnya.

Meski Gepeng mengaku telah dua kali melakukan perampasan sepeda motor, polisi, kata Eddy, belum mempercayai ucapan tersangka. Pasalnya, dari modus operandi yang mereka lakukan mirip dengan modus operandi di berbagai TKP lainnya. "Sayangnya, Asep yang kita klaim sebagai otak pelaku masih buron. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, dia dapat kita tangkap," tegas Eddy. Dalam aksi kedua, Minggu (24/1) malam lalu, Gepeng dan Asep terlebih dahulu mendatangi Jablay yang nyambi sebagai bar tender di kafe Sakem 'Kobakbiru'.

Jablay yang diiming-iming akan mendapatkan uang banyak langsung menuruti ajakan Gepeng. Karena ketiganya tidak memiliki kenderaan untuk digunakan untuk merampok, Gepeng dan Asep meminta Jablay untuk meminjam motor majikannya. Dengan mengendarai Yamaha Mio T 6673 GU, Jablay dan kedua rekannya meluncur ke arah Perum Resinda melalui bantaran Cibeet dan Desa Parungsari. Saat motor yang dikendarai Jablay melintas dari Parungsari, dari belakang mereka juga meluncur Entris Sutrisna (27) mengendarai Honda Kharisma T 6348 EO.

Ketika tiba di TKP, tiba-tiba Asep yang duduk di jok paling belakang meloncat dan langsung menghardik Sutrisna."Sia arek nabrak aing" hardik Asep sambil mengeluarkan golok dari dalam jaketnya. Mendapat ancaman golok yang diarahkan kepada dirinya, warga Dusun Bobojong RT 06/03 Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur itu pun pasrah dan diam tak berkutik. Kesempatan tersebuit langsung dimanfaatkan Gepeng untuk menggeledah tubuh Sutrisna."Siang hayang modar, mana hape," ancam Asep lagi.

Karena tak menemukan hape, Gepeng langsung menyambar motor korban untuk dibawa kabur. Setelah beberapa meter Gepeng membawa motor rampasan tersebut, Sutrisna tiba-tiba berteriak minta tolong. Mendengar teriakan tersebut anggota satpam people park Resinda langsung mengejar pelaku. Asep dan Jabay yang kabur mengggunakan Mio selamat dari kepungan massa, sedangkan Gepeng menjadi bulan-bulan massa.

Berselang dua jam kemudian, polisi pun mencokok Jablay di daerah Kobakbiru termasuk mengamankan motor Mio tersebut. "Untuk sementara motor Mio dan Kharisma kami sita untuk dijadikan barang bukti. Kedua tersangka kami jerat dengan pasal 365 KUHPidana.Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun penjara," pungkas kapolsek. (ops)

Diprogram Ikut Sea Games 2011, Dua Atlet Karawang Lolos Memancanegara

DUA atlet anggar Karawang kepilih jadi duta Indonesia buat ke luar negeri: Jerman dan Italia. Keduanya, Budi Darmanto bareng Dian Eka Pertiwi, mo 'hiber' memancanegara setelah di rebutan posisinya mampu bikin tumbang lawan-lawan yang udah dikenal jadi atlet andalan nasional.

Para atlet nasional yang dibikin juntai oleh Budi dan Dian itu yakni Haerullah, Agustinus dan Rio Cahyadi (putra), serta Rini Ismalasari, Ismawati Sir Idar dan Eni Handayani (putri). Duaannya membabat habis lawan-lawannya di ajang Kejurnas Angar 2009 yang digelar di Jakarta, sekitar akhir Desember 2009.

Humas Ikasi Karawang, Herdi Nugraha yang ketemu Gen-X di sela latihan sejumlah atletnya di GOR Panatayudha, Karawang Barat, Senin (25/1) sore, menyebutkan Budi bermain di jenis senjata degen putra, dan Dian di degen putri. Keberangkatan keduanya bakal didampingi seorang pelatih terpilih yang juga asal Karawang, Eddy Suwarto.

Menurut Herdi, rebutan posisi atlet yang buat ke luar negeri itu di dalamnya termasuk persiapan Sea Games yang bakal digelar di Indonesia, 2011 nanti. Di luar negeri, lawatan para atlet sendiri bakal diisi training dan kejuaraan. Di Jerman antara tanggal 1-7 Februari, dan sisanya di Italia hingga 16 Februari.

"Kalau pemberangkatannya mungkin sekitar akhir Januari," ujar Herdi sembari berharap kembali dari luar negeri nanti, sang atlet bisa lebih mumpuni buat bikin harum nama Indonesia termasuk Karawang. "Juga bisa menularkan ilmunya buat para junior," papar Herdi. (dea)

PMR itu Ideal Kuasai PPGD, Brow, Endah Lestari: Di SMKN 2 Mo Dibikin Prioritas

ANAK-anak PMR (Palang Merah Remaja) di sekolahan itu ideal banget tuh kalo bisa kuasai aksi PPGD (pertolongan pertama gawat darurat). Soalnya selain punya nilai kemanusiaan tinggi, itu kan juga emang identik tuh sama keberadaannya.

"Dan buat kelompok PMR kita-kita sih, sementara ini insya Allah itu masih masuk yang prioritas. Kita-kita kan udah jadi yang terbaik di Karawang, lho," bangga Ketua PMR SMKN 2 Karawang Periode 2010/2011, Endah Lestari yang ketemu Gen-X di sekolahannya, Senin (25/1).

Cuap Endah yang bareng teman-teman di antaranya Tati en Jupe, karenanya latihan PPGD pasti periodik, tuh. "Soalnya selain udah jadi program, juga kan emang bagus peruntukkannya," sebut Endah.

Endah Lestari mengungkapkan program kerja sementaranya itu menyusul acara serah terima jabatan (sertijab) kepengurusan PMR di sekolahannya. Acara digelar di Curug Cipeuteuy Gunung Sanggabuana di wilayah Kecamatan Tegalwaru, Karawang, Minggu (24/1) siang.

Pengurus PMR 2009/2010 yang dikomandani Enen Syifa, Siti Nurlela yang jadi waka, Yaya Siti Nurhaya yang sekretaris, en bendahara Ika Anggraeni, diganti pengurus anyar yang dinakhodai Endah Lestari. Teman Endah di kepengurusan yakni Siti Julaeha yang jadi waketu, Tati Mulayati Hidayat yang sekretaris, en Cunayah yang duduk di kursi bendahara.

Acara yang dipimpin Pak Guru Pembina PMR Pak Drs. Dadan A. Fansuri, disaksikan pengurus OSIS di bawah sang ketu Sintia Desi bareng kelompok ekskul lain di antaranya Eka Virdaus yang awak pramuka plus Uje yang anak band, itu berjalan tertib dan lancar. Acara ayang sebelumnya diawali outbound puluhan armada itu, pun senantiasa kasih dukungan saat Pak Dadan, Enen Syifa plus Endah bergiliran kasih pidato yang sesuai posisi.

Pak Dadan bilang, di kepemimpinan Enen Syifa cs PMR sekolahan yang di Jl. Banten Karangpawitan, Karawang Barat, ini relatif udah jalan sesuai fungsi. Antara laina bisa ngegelar acara lomba PPGD yang buat anak-anak SLTP, juga jadi juara umum lomba PPGD Stikes Kharisma 2009. itu, kata Pak Dadan jadi pelengkap kegiatana lain yang udah ada yakni soal bikin nafas buatan lewat mulut, perawatan keluarga, penyuluhan kesehatan buat siswa lewat kelas, plus dapur umum.

Di luar itu, soal menyikapi bencana alam yang terjadi pun anak-anak PMR di sekolahan yang kini dipimpin Ibu Sri Gendari, SPd ini saat dikomandani Enen Syifa udah lumayan bisa tuh diandalkan. "Semoga saja kepemimpinan Endah pun nantinya bisa lebih berkembang lagi," Harap Pak Dadan.

Mengenai itu, Endah cs pun berjanji mo aktif maksimal yang biar punya hasil juga optimal. Buat sementara, doi-doi ngarep bikin posisi juara umum PPGD Stikes Kharisma 2009 yang udah diambil di kepemimpinan seniornya tetep ada di sekolahan yang di didominasi cewek ini "Itu penting, Brow..," sebutnaya. Okelah kalo begitu. Met tugas en moga-moga sukses, deh.. (dea wahyudi)

Pengurus Inti PMR SMKN 2 Karawang Periode 2010/2011
Penanggung Jawab : Ibu Sri Gendari, SPd
Pembina : Pak Drs. Dadan Ahmad Fansuri
Ketu : Endah Lestari
Waketu : Siti Julaeha
Sekretaris : Tati Mulyati Hidayat
Bendahara : Cunayah
Sie Kesehatan : Melinda Ilham Wijaya dan Yanti
Sie Persahabatan : Siti Karmila
Sie Bhakti Masyarakat : Kartini Juliansih
Sie Umum : Dewi Sunarti

FMM Gagal temui Badan Kehormatan DPRD

GAGAL BERTEMU: Aktivis FMM gagal melakukan dialog dengan Badan Kehormatan DPRD Subang. Mereka hanya diterima anggota Badan Kehormatan Fajar Riskomar. Namun Fajar enggan mewakili Badan Kehormatan. Ia hanya melakukan dialog sebagai anggota dari Kaukus Dewan Pantura (KDP).

SUBANG, RAKA - Jadwal pertemuan antara Forum Masyarakat Marjinal (FMM) dengan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Subang, urung dilaksanakan. Hal ini karena Ketua Badan Kehormatan DPRD, Beni Rudiono, tengah melaksanakan tugas partai ke Bandung.

Hingga agenda pertemuan yang sedianya dilaksanakan pada Senin, (25/1), hanya dihadiri oleh anggota Badan Kehormatan DPRD, Fajar Riskomar. namun saat itu, Fajar enggan untuk mewakili Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Subang, dan hanya melakukan dialog sebagai anggota dari KAukus Dewan Pantura (KDP-red). Dalam diskusi yang berlangsung sekitar 20 menit, terjadi adu argument antara pihak yang menentang adanya KDP dengan Fajar, menurut koordinator FMM Andi Lukman Hakim, perhelatan deklarasi KDP begitu monumental, sejarah bagi pencitraan kedaulatan rakyat yang dilembagakan.

“Deklarasi KDP merupakan sebuah pembentukan lembaga dalam lembaga dewan perwakilan rakyat Kabupaten Subang. Dan kegiatan tersebut kami anggap merupakan sebuah gagasan yang diluar kepatutan, ini telah melampaui, mengesampingkan bahkan mengkerdilkan lembaga yang sudah ada, serta tidak mengindahkan undang- undang yang konstitusional, ”tegas Andi. Terjadi pengkotakan dan bahasa primordial, tambah Andi, menjadi alat sebuah issue public, dan hal tersebut, seharusnya tidak dilakukan oleh anggota dewan tersebut, yang tentunya akan mengancam nilai- nilai stabilitas atau terjadi disintegrasi di tubuh DPRD dan rakyat Kabupaten Subang.

Namun, hal tersbeut langsung dibantah oleh Fajar, menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh kaukus tersebut, bukan merupakan salah satu kegiatan yang akan mengundang disintegrasi, karena, tambah Fajar, kegiatan yang dilakukan sifatnya hanya silaturahmi dan merupakan komunikasi diantara para anggota dewan yang berasal dari pantura. “Kan yang mengetahui persoalan di pantura itu, adalah mereka yang menjadi wakil rakyat disana, hingga perlu kami lakukan komunikasi lebih intens, kami kira, ini bukan merupakan sebuah pelanggaran, dan hingga saat ini, komunikasi antara kami dengan anggota dewan yang erasal dari daerah pemilihan lainnya masih bagus,”ungkap Fajar.

Bahkan Fajar mencontohkan salah satu kegiatan yang mencerminkan jika kegiatan ke dewanannya tidak terganggu dengan adanya kaukus tersebut, dimana beberapa hari yang lalu, ia bersama anggota dewan yang berasal dari Subang selatan, mengadakan inspeksi mendadak ke sub das Cipunagara, untuk melihat adanya dugaan pencemaran air. “Artinya, tidak ada masalah dengan kegiatan yang kami lakukan sebelumnya, dan komunikasi it uterus dilakukan,”jelas Fajar.

Namun, karena Fajar tidak mau mewakili Badan Kehormatan dalam diskusi tersebut, hingga koordinator FMM, Andi Lukman Hakim menghentikan diskusi tersebut, ia meminta kepada Badan Kehormatan, untuk bisa menepati janji mereka untuk melaksanakan hearing dan mau menampung aspirasi yang dibawa oleh mereka. “Ketua BK tadi (kemarin- red) telpon, jika ia tidak bisa hadir, dan agenda pertemuan akan dilaksanakan pada esok (hari ini- red) mudah-mudahan beliau mau menepati janji, jika hal ini tidak juga teralisasi, bererti benar yang diungkapkan kawan Yaya, jika aspirasi kami akan mandek ditengah jalan,”ungkap Andi.(eko)

Pipa Pertamina di Mandalawangi Bocor

SUBANG, RAKA – Kebocoran pipa milik pertamina yang mengeluarkan minyak mentah berada di Blok sawah Sukijar, Dusun Mandalawangi Rt.03/02, Desa Mandalawangi Kecamatan Sukasari, Senin (25/1), berdampak serius terhadap tanaman padi dilokasi tersebut.

Kebocoran itu selain mengundang perhatian warga setempat juga menyibukan jajaran kepolisian Mapolsek Pamanukan. Mereka dibantu personil Satpol PP Kecamatan Sukasari dan aparat desa setempat memasang garis polisi. Dan sebelum dipasang police line masyarakat mengambil minyak mentah tersebut.

Pertama kali ditemukan adanya kebocoran pipa pertamina tersebut oleh seorang pencari kodok bernama Samin (20) warga Dusun setempat Rt.01/02 sekitar pukul 01.00 wib. Kata Samin saat pertama kali kejadian dengan tidak sengaja dia sedang mencari kodok dengan menelusuri saluran air pembuang yang ada disepanjang tanah milik pertamina yang isinya pendaman sejumlah pipa pertamina.

Pada saat dia tepat mengarahkan lampu senter yang diarahkan ketitik kebocoran, saat itu juga terjadi dua kali letupan kecil yang tidak lama kemudian dari beklas letupan itu keluar cairan berwarna hitam, cairan hitam itu mengalir kesebelah hilir mengikuti aliran air yang dialirkan disaluran kecil pembuangan itu. “Saya sempat kaget sih pada saat ada letupan tepat didepan saya, setelah itu saya langsung menghubungi teman saya yang tidak jauh dari lokasi tersebut, ”terang Samin.

Menurut Ketua RW 02 Mandalawangi, Rasa, pada saat dimintai keterangannya dia mengatakan awalnya tidak tahu, namun setelah dicek benar adanya kebocoran pipa pertamina yang diduga berupa cairan minyak mentah. Keterangan petani dan warga lainnya, dengan sigap petani dan warga setempat, membendung saluran tersebut agar airnya surut sekaligus minyak mentah yang keluar dari pipa bocor tidak menyebar kesawah milik petani.

“Karena saluran ini mengalirkan air kesawah disekitar sini maka demi keamanan tanaman padi petani kami membendungnya. Adapun warga saat ini masih mengambil minyak mentah dari pipa bocor dibiarkan karena dari pihak pertamina sendiri belum ada yang melarangnya, ”ucap Rasa. Sementara itu, lokasi pipa yang bocor saat ini ditunggu oleh aparat desa menugaskan Hansip secara bergiliran, adapun pihak-pihak yang terkait dalam pengamanan lokasi itu belum dapat dikonfirmasi karena tidak berada ditempat. (pir)

60 Persen Saluran Irigasi Subang Mengalami Pendangkalan, Petani Pantura Selalu Diancam Gagal Panen

SUBANG, RAKA - Dari 167,6 kilometer saluran irigasi di Kabupaten Subang, sebanyak 60% diantaranya mengalami pendangkalan dan penyempitan. Akibatnya, ribuan hectare lahan sawah di wilayah pantai utara (Pantura) selalu terancam gagal panen.

“Karena penyempitan dan pendangkalan yang terjadi di 167,6 Km saluran irigasi sekunder, membuat ribuan hektare sawah yang berada di wilayah Pantura kerap mengalami kekeringan di musim kemarau dan kebanjiran pada musim penghujan, ”ujar Koordinator LSM Bentar Pantura, Hendrik Ustria, Senin (25/1).

Menurut Hendrik, kondisi terkini, ada ribuan hektar sawah di wilayah Kecamatan Legon Kulon, Pamanukan, dan Kecamatan Pusakajaya, banyak yang terancam bencana banjir, hal tersebut selalu berulang setiap tahun, saat musim penghujan mulai tiba. “Karena saluran irigasi dangkal, air hujan tidak bisa langsung ke laut hingga akhirnya luber ke areal sawah. Sebaliknya, pada musim kemarau suplai air yang disalurkan melalui saluran irigasi itu tidak bisa sampai ke areal sawah bagian hilir, sehingga kerap memicu pertengkaran atara para petani yang memperebutkan air, ”tambah Dia.

Potensi pertanian di Kabupaten Subang, tambah Hendrik cukup bagus, sementara untuk menunjang suplai air, terdapat 67 Km saluran irigasi induk, 466 Km saluran sekunder dan 6.480,12 Km saluran tersier yang siap menyuplai air ke areal pertanian. “Disamping itu di Kabupaten Subang ini, ada 58 danau buatan dan 34 danau alam yang selalu terisi air. Tapi, potensi itu kini melemah seiring dengan tidak terawatnya saluran irigasi dan danau-danau tersebut.

Kami akui selama ini, pemerintah telah berupaya melakukan perbaikan terhadap saluran irigasi sekunder maupan tersier. Namun, pelaksanaan perbaikan itu hanya menyentuh sebagian kecil saluran irugasi yang kurang normal, ”ujar Hendrik. Atas dasar itu, sambung Hendrik, pihaknya mendesak pemerintah dan Balai Besar Pemberdayaan Sumer Daya Alam (BBPSDA) agar lebih memperbesar anggaran untuk erbaikan irigasi. Pasalnya, dengan menormalisasi saluran irigasi, maka akan ada ribuan hektare sawah yang terselamatkan dari bencana kekeringan mapun kebanjiran.

“Salah satu contoh, pelaksanaan normalisasi saluran irigasi yang yang dilakukan di wilayah Kecamatan Patokbesi dan Sukamandi Kecamatan Ciasem beberapa tahun silam, telah mampu menanggulangi bencana banjir dan kekeringan di wilayah Kecamatan Ciasem dan Blanakan. Menurut informasi yang kami terima, para petani di wilayah pesisir Blanakan dan Ciasem telah bisa melakukan cocok tanam 3 kali dalam setahun. Ahal itu bisa terjadi kerena air bisa mengalir lancar, ”jelas dia.

Dihubungi terpisah, panitia pelaksana (Pinlak) Projek pada Dinas Pertanian Kabupaten Subang, Hendrawan, membenarkan jika masalah irigasi merupakan salah satu momok bagi para petani. Namun demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena normasilsai saluran irigasi merupakan wewenang Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC).

“Kami hanya bisa melakukan perbaikan pada titik-titik saluran tersier tertentu. Itu dananya sangat terbatas, pada tahun 2009 saja, kami telah membangun tembok penahan tanah yang rawan jebol pada sejumlah titik saluran tersier. Sementara pengerukan tersier yang dangkal dilakukan secara swadaya oleh perkumpulan petani mitra cai,”jelas Hendrawan.(eko)

TKK Akan Diberikan Pesangon

SUBANG, RAKA - Pemkab Subang melakukan evaluasi terhadap 264 Tenaga Kerja Kontrak di kabupaten itu. Hal ini dilakukan berkaitan dengan perampingan jumlah tenaga kerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang, Drs. H. Rahmat Solihin mengatakan, dari hasil evaluasi, yang salah satunya evaluasi administrasi, didapat sebanyak 260 orang pegawai.

Kepada mereka, Pemkab Subang akan memberikan beberapa alternatif, diantaranya bagi yang masih dibutuhkan, akan dijadikan tenaga sukarelawan (TKS) sedangkan yang lainnya akan dibebastugaskan dengan diberikan pesangon sesuai kemampuan keuangan Pemkab Subang. “Sebab mulai tahun 2010 tidak ada lagi pengangkatan Tenaga Kontrak. Jika pada 2010 masih ada pengangkatan, maka hal tersebut merupakan pelanggaran,”jelas Sekda.

Tenaga yang dialihkan menjadi TKS lanjut Sekda, umumnya ialah tenaga lapangan seperti di Dinas Tarkimsih atau tenaga lapangan lainnya. “Berdasarkan pengalaman di Kabupaten Bandung sebanyak 707 TKK dirumahkan dengan pesangon hingga 15 kali gaji sesuai dengan lamanya masa bakti. Untuk di Kabupaten Subang akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan, ”tambahnya.

Oleh karena itu, pihaknya akan berkonsultasi dengan DPPKAD dan BKD Kabupaten Subang untuk mempertimbangkannya. Lebih lanjut, Sekda menyampaikan kepada TKK yang telah diangkat menjadi CPNS pada beberapa waktu lalu, diharapkan bersyukur dengan memperlihatkan kinerja dan loyalitas pada pekerjaan sebaik-baiknya.(eko)

Sebagian Raskin Telah Disalurkan

SUBANG, RAKA - Terkait tingginya harga beras di pasar, dolog Sub Divre Subang - Purwakarta, telah menyalurkan beras untuk masyarakat miskin. Jumlah raskin yang telah disalurkan sebanyak 1.510.327 kilogram dari Pagu per bulan 1.818.648 kilogram.

Kepala Perum Bulog Sub Divre Subang- Purwakarta, Op Mustofa melalui kasie penyediaan barang, Agus Laksono penyaluran raskin di Kabupaten Subang pada pertengahan Januari tahun ini, diharapkan bisa mengatasi kesulitan warga miskin membeli beras, bersamaan dengan kenaikan harga beras akhir- akhir ini. “Selain itu, dengan dilakukan pendistribusian raskin, juga bisa menahan laju kenaikan harga beras yang dijual pedagang di pasar tradisional, hal ini, bersamaan dengan masih terbatasnya luas panen di Kabupaten Subang, ”jelasnya.

Saat ini, tambah Agus, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, jumlah Rumah tangga sasaran (RTS) yang akan menerima raskin, berkurang dari tahun sebelumnya, dari sebanyak 146.270 RTS pada tahun 2009, berkurang sebanyak 6.374 RTS pada tahun 2010. “Untuk RTS yang akan menerima raskin pada tahun 2010 ini, sebanyak 139.896 RTS. Dari jumlah tersebut pun, berpengaruh juga pada pagu raskin yang akan disalurkan. Dari pagu pada tahun 2009 per bulannya sebanyak 2.194.050 kilogram, menjadi 1.818.648 kilogram per bulan, atau berkurang sebanyak 26.328 kilogram, ”tambah Agus.

Ditambahkan Agus, pengurangan pagu juga diakibatkan oleh jumlah raskin yang akan diterima oleh RTS, dari sejumlah 15 kilogram per RTS, menjadi 13 kilogram per RTS per bulannya. Terkait dengan penyaluran Raskin pada tahun 2009, Agus menjelaskan, jika pada tahun tersebut, seluruh raskin sudah tersalurkan. “Dari total pagu pada tahun 2009 sebanyak 26.328.600 kilogram, seluruhnya sudah tersalurkan, hanya saja, masih terdapat beberapa desa yang hingga saat ini masih belum melunasi pembayarannya. Untuk di Kabupaten Purwakarta saja sekitar Rp. 285 juta, sementara di Kabupaten Subang sekitar Rp. 443.094.000, ”jelas Agus.

"Kami berharap nilai tunggakan ini sedikit demi sedikit bisa dilunasi sebelum penyaluran raskin bulan ini rampung, karena, jika tidak segera diselesaikan, akan mengalami hambatan untuk penyaluran raskin pada bulan ini. Dan untuk menyelesaikan tunggakan tersebut, secara pro aktif, dari Dolog Sub Divre Subang mendatangi mereka, ”ujar Agus. (eko)

Kinerja Tim Pemeriksa BI Dipersoalkan

SUBANG, RAKA - Kepala PD. BPR LPK Pabuaran, Ma’mun Sukardi mempersoalkan kinerja tim pemeriksa Bank Indonesia. Pasalnya dalam beberapa tahun terakhir, rutinitas pemeriksaan di perbankkannya, termasuk dalam pemeriksaan kasus oknum pegawai pembobol uang nasabahnya, tim BI terkesan menyalahkan kinerja manajemen yang bersangkutan.

Padahal, dilanjutkan Ma’mun, jika selama bertahun-tahun tim pengawas perbankkan yang setiap sebulan sekali secara rutin melakukan pemeriksaan dilembaganya belum pernah melaporkan adanya penyalah gunaan wewenang. Selain penyelewengan uang kas Bank maupun diketemukan keganjilan-keganjilan lain atas kinerjanya maupun kinerja pegawainya.

“Enggak bisa dong, tim BI mutlak menyalahkan saya sebagai pimpinan yang dinilainya tidak mampu memanage di Bank ini. Adapun masalah oknum yang telah membawa lari uang milik nasabah itu tanggungjawab personal oknum pegawai yang bersangkutan, ”ucap Ma’mun pada saat dikonfirmasi RAKA, Sabtu (23/1).

Mestinya, ditambahkan Ma’mun, selama bertahun-tahun, tepatnya sejak dirinya menjabat menjadi Kepala Bank tersebut pada bulan Juni 2006 lalu hingga sampai saat ini, secara rutinitas pemeriksaan tim BI dilakukan belum menemukan keganjilan dilembaganya. Maka dari itu terkait dengan adanya oknum yang telah membawa lari uang milik nasabah, mestinya menjadi tanggungjawab tim BI juga.

Seperti halnya pemeriksaan terahir pada awal bulan ini, pasca pelaku pembobol uang nasabah kabur, baru ditemukan penyelewengan uang senilai sebesar Rp 400 jutaan dari jumlah Deposito yang tercantum dalam piagam Deposito aspal. Sementara tabungan senilai Rp 700 jutaan dan selebihnya banyak nasabah yang dirugikan akan tetapi tidak ada legalitas Bank.

Baik aspal maupun asli yakni dari uang nasabah yang digondol oknum pegawainya sekitar senilai Rp 1,4 miliyar bukan hasil penemuan tim BI. Melainkan hasil pengaduan nasabah yang dirugikan. “Untuk itu saya tidak terima apabila saya diberatkan atau bertanggungjawab penuh atas perilaku oknum pegawai saya yang melakukan tindakan diluar koridor ketentuan Bank. Karena saya telah merasa keberhasilan saya dalam memimpin Bank ini telah maksimal,”ucapnya.

Bahkan, ditambahkan Ma’mun, bukan saja tim BI yang bertanggungjawab dengan kasus yang sedang dialami PD.BPR LPK Pabuaran tersebut, tim pengawas perbankkan Subang pun mesti bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Karena pengawas rutinitas pemeriksaan tim pengawas secara rutin setiap bulannya. “Kedua lembaga itu mesti bertanggungjawab atas kasus yang menimpa lembaga perbankkan ini, karena pengawasan maupun pemeriksaan mereka mesti lebih tahu dari saya, karena saya sendiri bagian dari pengawasan dan pemeriksaan kedua tim tersebut, ”tambahnya (pir)

Proyek Pembuatan Fly Over di Jalan KNPI

FLY OVER:
Pemerintah Purwakarta dan DPRD diminta mengawasi ketat proyek pembuatan Fly Over yang pembangunannya saat ini tengah dilakukan di Jalan KNPI, Kelurahan Ciseureuh. Sarana pembangunan infrastruktur itu selain dinilai rawan penyelewengan saat ini mendapat sorotan berbagai kalangan.
(sep)

Rumor Pungli Lisdes Merebak, Dana Pemasangan Listrik Seluruhnya Ditanggung Pemkab

PLERED, RAKA - Program Listrik Desa (Lisdes) di Kecamatan Plered diwarnai rumor pungutan liar (pungli) yang dilakukan sejumlah oknum Kepala Desa dan aparatnya. Kendati besarnya tidak ditentukan, namun aksi itu diakui sejumlah warga yang direncanakan akan mendapatkan pemasangan listrik gratis tersebut.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya dengan alasan keamanan menyebutkan, dirinya mengaku telah diberitahu ketua RT di desanya bahwa tahun ini ia akan mendapatkan jatah pemasangan listrik gratis. Namun, kata sumber, sebelum dilakukan pemasangan dirinya diharuskan untuk menyerahkan uang sebesar Rp 50.000 sebagai tanda jadi.

"Setelah listrik dipasang saya juga diharuskan untuk kembali menyerahkan uang sebesar Rp 250.000. Dana itu, kalau menurut keterangan ketua RT yang menyampaikan soal itu sama saya akan digunakan untuk biaya transport pemasang dari PLN. Kemudian nanti setelah listriknya dipasang saya juga diharuskan untuk kembali menyerahkan uang sebesar dua ratus lima puluh ribu, "tegas pria yang mengaku tukang ojek itu.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Plered, Carma Rukhiat, S.Sos. saat dihubungi menuturkan, dirinya mengaku belum mengetahui tentang adanya pungutan oleh sejumlah oknum ketua RT dan oknum kepala desa di Kecamatan Plered terhadap warga yang mendapatkan jatah pemasangan listrik gratis tahun ini. "Saya belum mendapatkan laporan tentang adanya pungutan itu. dan pemasangan listrik itu sendiri hingga hari ini belum dilakukan sebab masih menunggu anggarannya turun, "jelasnya.

Namun, kata Sekcam, mengantisipasi terjadinya pungutan liar oleh sejumlah oknum kades maupun oknum petugas dibawahnya, dirinya mengaku akan memberikan himbauan tegas kepada semua kepala desa di Kecamatan Plered agar tidak sampai melakukan pungutan sepeser pun kepada warga. Hal itu, karena dana pemasangan listrik tersebut sepenuhnya sudah ditanggung Pemkab. "Saat minggon nanti kami (pihak kecamatan, red) akan menghimbau dengan tegas kepada para Kepala Desa agar mereka tidak sampai melakukan pungutan lisdes, "tegasnya.

Di Kecamatan Plered, ungkap Sekcam, untuk tahun ini berdasarkan data yang sudah diperolehnya, sebanyak 1.220 KK akan mendapatkan jatah pemasangan lisdes. Jumlah tersebut, katanya, tersebar disebanyak enam belas desa di kecamatan tersebut. "Untuk tahun 2010, dikecamatan plered jumlah warga yang akan mendapatkan jatah lisdes sebanyak 1.220 yang tersebar di semua desa, "pungkasnya. (nos)

Target Pengguna MOP KB Dinaikan

PURWAKARTA, RAKA - Badan Keluarga Berencana Perlindungan Ibu dan Anak (BKB-PIA) menargetkan peserta Keluarga Berencana (KB) pada alat kontrasepsi Medis Operasi Pria (MOP) sebanyak 122 orang. Target ini naik sebanyak 8 orang dari tahun 2009 lalu.

“Meski tahun lalu, target MOP tidak tercapai, kami akan berusaha semaksimal mungkin agar target tahun ini dapat tercapai. Paling tidak, mendekati,” ujar Kepala Bidang KB BKB PIA Purwakarta, Asep Kusmayadi, kepada RAKA belum lama ini.

Asep beranggapan target tersebut masih tergolong realistis. Pasalnya, terdapat beberapa program yang akan dilaksanakan untuk mencapai target sebesar itu. “Banyak faktor pendukung yang meyakini kami dapat mencapai target itu. Diantaranya, dukungan pemerintah kabupaten sangat dominan terhadap keberhasilan pencapaian, ”tegasnya.

Ditambahkan Asep, pihaknya akan menggalakkan program peningkatan kesadaran peserta MOP dengan metode peneladanan dan sosialisasi disejumlah kecamatan dan desa. Metode peneladanan, sambung Asep, dinilai efektif karena banyak pula pria yang berhasil menciptakan Keluarga Sejahtera (KS) dengan menggunakan metode MOP.

Dia menjelaskan, metode MOP selain tidak memiliki efek samping terhadap kesehatan, metode itu juga dapat dikembalikan seperti semula dengan membuka alat yang dipasang pada saluran sperma pria. Sehingga, kapanpun pasangan suami istri atau suami itu sendiri menginginkan dibuka, tinggal mendatangi Puskesmas setempat. “MOP ini tidak berbahaya sama sekali. Selama ini, para pria pengguna MOP tidak pernah mengalami keluhan apapun. Bahkan, mereka merasa nyaman menggunakannya,” terangnya.

Untuk meningkatkan metode MOP, lanjut dia, pihaknya juga akan kembali menggulirkan program kerja sama dengan Koordinator Kesejahteraan Keluarga dan Sosial (K3S) Kabupaten Purwakarta, yakni program orang tua asuh seperti yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya. “Setiap peserta MOP diberi dana bantuan sebesar Rp250 untuk biaya sekolah anaknya,” pungkasnya. (rif)

Iyus: Restribusi Parkir Harus Sesuai Perda

PURWAKARTA, RAKA - Kadishubparpostel Purwakarta, Iyus Permana, menepis kabar kenaikan retribusi parkir kendaraan di Kabupaten Purwakarta yang dikabarkan diberlakukan pada 2010 ini, menyusul dinaikannya target PAD menjadi Rp 228 juta dari Rp 200 juta.

"Kalau untuk masalah retribusi parkir itu harus disesuaikan dengan perda. Yang kemungkinan bakal dinaikkan hanya setoran petugas parkir saja, "kata Kadishubparpostel Purwakarta Iyus Permana kepada RAKA, kemarin (25/1) saat dihubungi.

Menurutnya, kenaikan jumlah setoran petugas parkir itu dilakukan untuk menyesuaikan pendapatan dengan target PAD tahun ini yang dinaikan dalam APBD. "Jadi dengan naiknya PAD bukan kemudian retibusi parkir dinaikan tapi cuma setoran petugas parkir saja, "kata Iyus lagi.
Iyus menambahkan belum memutuskan pemberlakuan kenaikan setoran petugas parkir. Meski demikian, ia memastikan kenaikan PAD sektor Dishubparpostel naik sekitar Rp 28 juta dibanding tahun 2009. "Sekarang belum diputuskan kapan kenaikan setoran petugas parkir diberlakukan, tapi untuk kenaikan PAD sudah berdasarkan APBD, "sebutnya.

Dibagian lain, kadishub juga pernah menyampaikan pada tahun 2010 ini pihaknya akan mengganti dua titik lampu merah di dua titik vital lalu lintas Kabupaten Purwakarta. Fasilitas lampu merah yang akan diganti itu, yakni di Perempatan Kebon Kolot Jl Veteran dan Perempatan Maracang Jl Taman Makam Pahlawan. Selain itu, untuk menekan menjamurnya keberadaan tower di kabupaten Purwakarta Dishubparpostel juga memastikan perijin pendirian tower tunggal di Purwakarta bakal dibatasi untuk kemudian diarahkan pada tower bersama. (rif)

Program Pembangunan Ajang Bancakan?

PURWAKARTA, RAKA - Kinerja Pemkab dan DPRD kembali dipertanyakan. Selain dinilai kurang profesional dalam menangani kasus-kasus yang terjadi, hal itu juga terpicu kepentingan pribadi yang kerap berperan melatari munculnya sejumlah kasus.

Hal itu terungkap kemarin, melalui Lembaga Pemantau Pembangunan Indonesia (LPPI) Benny Reynold. "Program pembangunan yang digalakan Bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi dan mantan bupati sebelumnya memang baik, tetapi pelaksanaannya kurang profesional. Ini terbukti dengan banyaknya proyek besar yang terbengkalai dan bahkan bermasalah hingga masuk ke ranah hukum, "ujarnya, seraya mengatakan bahwa kinerja bupati Purwakarta dan jajarannya beserta kinerja anggota DPRD tidak maksimal dan terkesan tidak profesional.

Menurutnya, semua proyek pembangunan sangat berkaitan erat dengan pembangunan Purwakarta dan kesejahteraan masyarakatnya, selain banyak mengeluarkan dana yang besar dan berkaitan erat dengan hajat hidup orang banyak sehingga mengorbankan kepentingan lain. "Jika semua pengerjaan pembangunan tidak dilakukan dengan baik, akibatnya pemkab dan masyarakat yang akan dirugikan," ucapnya.

Kepala Dinas Bina Marga Kab. Purwakarta saudara Hadiat, lanjut Reynold, harus bekerja secara profesional. Jangan mengucapkan kalimat indikasi bencana alam atau apapun secara sepihak. Semua pihak melihat dan bahkan ikut melakukan pemantauan. Proyek pembangunan merupakan bukti kesalahan perencanaan yang terkesan asal-asalan tanpa memperhitungkan dampak yang di timbulkan alam. Jika pelaksanaanya benar maka semua dapat terantisipasi. Dan dengan kejadian ini kami nilai kinerja DPRD sebagai lembaga yang berpungsi sebagai budgeting dan pengawasan di nilai mandul, "terangnya.

Dikatakannya, kepemimpinannya saudara Hadiat dilingkungan Dinas Bina Marga memiliki peranan yang sangat penting. Jika dia tidak mampu bekerja lebih baik dia mundur dari jabatannya, dan Pemkab Purwakarta dan bupati beserta aturannya harus memilih orang yang layak, jangan sampai anggaran yang begitu besar terbuang percuma karena dampaknya akan merugikan Purwakarta beserta masyarakatnya. "Sebetulnya ada apa dengan pembangunan di Purwakarta ini, setiap ada kesalahan pihak terkait sekan menutup mata, seolah pembangunan dalam kendali dan hanya di ketahui oleh mereka saja, "imbuhnya. (sep)

KA Masih Transportasi Favorit Warga Plered

PLERED, RAKA - Meski sering dikeluhkan dalam hal kenyamanan, kebersihan dan keterlambatannya, keberadaan Kereta Api Lokal penumpang jurusan Purwakarta-Cibatu (Garut), ternyata hingga kini masih menjadi moda tumpangan favorit warga plered terutama bagi mereka yang akan bepergian ke arah Bandung dan sekitarnya. Harga tiketnya yang murah menjadi alasan utama warga Plered menggunakan jasa KA lokal tersebut.

Dian (24) salah seorang calon penumpang, saat ditemui RAKA, minggu (24/01) lalu di depan stasiun Plered, mengatakan sejak dua tahun lalu dirinya mengaku sudah menjadi penumpang setia KA lokal tersebut. "Sudah hampir dua tahun saya menjadi penumpang setia KA lokal ini. alasan utamanya karena harganya murah. untuk Plered - Bandung saja tarifnya hanya Rp. 1500 aja, "ungkapnya.

selain itu, tutur pria yang mengaku punya pekerjaan di wilayah Bandung itu, saat berangkat dari rumahnya di Plered, jika naik kereta api, dirinya bisa langsung naik di stasiun Plered. beda halnya, kata Dian, saat dia menggunakan jasa angkutan bus, selain mahal, dirinya juga harus terlebih dahulu memutar ke arah ciganea untuk selanjutnya naik bus di pintul tol jatiluhur. "Kalau naik bus, selain ongkosnya mahal rutenya juga memutar, "katanya.

Hal senada diungkapkan Syarifudin (22), calon penumpang lainnya, setiap kali berangkat ke Bandung yang merupakan tempat dirinya kuliah, ia mengaku sering menggunakan jasa angkutan ukuran panjang itu. "Saya langganan pake kereta ini. Maklum, mahasiswa harus ngirit, "tandasnya, sambil mengatakan kalau dirinya hampir seminggu sekali menggunakan KA lokal tersebut.

Secara terpisah, Supriadi, salah seorang petugas stasiun Plered, saat ditemui RAKA menyatakan, dalam beberapa tahun ini kenaikan angka pengguna jasa angkutan KA Lokal di Plered lumayan meningkat. terlihat, katanya, dari banyaknya tumpukan penumpang di depan stasiun itu setiap harinya. "Setelah pengamanan di atas kereta lebih diintesifkan, jumlah pengguna jasa Kereta Api lokal saat ini kembali meningkat. setiap hari penumpang tidak kurang dari seratus orang yang naik dari stasiun ini. apalagi kalau hari libur, lebih banyak, "terangnya, sambil menambahkan kalau kereta lokal itu memiliki jadwal pemberangkatan dari stasiun Plered menuju Bandung pukul 14.00 Wib. (nos)

Bupati Purwakarta Melakukan Inspeksi Mendadak

SIDAK CAMAT:
Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, Senin (25/1) pagi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Kecamatan Tegalwaru. Dalam gambar, Bupati terlihat sedang duduk sambil berbincang di depan kantor Kecamatan Tegalwaru, tanpa memasuki ruangan kantor tersebut. Camat Tegalwaru, Asep Suparlan, S.IP, sendiri, pagi itu kedapatan tidak ngantor. (rif)

Sosialisasi UU Perlindungan Anak, Disdik Diminta Lebih Peka Terhadap Prilaku Anak Didik

KORBAN KEKERASAN: Sendi Ariadi Bin Usnata (17) siswa kelas XII STM Bintar Purwakarta yang menjadi korban kekerasan siswa.

MUNCULNYA berbagai tindak kekerasan terhadap anak membuktikan masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap masa dempan negeri ini.
Anak-anak sebagai tunas bangsa berhak mendapatkan perlindungan hukum sehingga mereka menjadi generasi yang baik di kemudian hari.

oleh: Asep Ahmad

Beberapa waktu lalu masalah kejahatan terhadap sempat ramai disinggung publik Purwakarta. Bahkan Pemkab sendiri melalui bupati dan jajarannya beserta instansi terkait harus terus mensosialisasikan UU perlindungan terhadap anak. Melalui sosialisasi itu, banyak yang berharap masyarakat akan mengerti tentang UU tersebut.

Ketua Koalisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Kab. Purwakarta Mas Khudri SH kepada RAKA kemarin di ruang kerjanya terang-terang mengatakan bahwa Pemkab harus mensosialisasikan UU No 23 tahun 2003 tentang perlindungan anak. Dengan pemahaman ini diharapkan akan menjadi langkah preventif mengatasi persoalan yang selama ini kerap bermunculan dan merugikan anak-anak.

"Pemerintah sudah berpikir bijak. Melalui UU No 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak,jika setiap orang memahami aturan dari perundang-undangan ini otomatis akan menjadi langkah preventif untuk mengantisipasi berbagai tindak kekerasan di kalangan anak yang selama ini terjadi," ujarnya. Dikatakannya, dalam UU yang sama pasal 54 menegaskan bahwa anak di dalam dan lingkungan sekolah wajib di lindungi dari tindakan kekerasan yang di lakukan oleh guru, pengelola sekolah atau temannya-temannya di dalam sekolah yang bersangkutan atau lembaga pendidikan lainnya.

"Terjadinya tindak kekerasan di lingkungan sekolah membuktikan bahwa Dinas terkait sebagai kepanjangan tangan pemerintah tidak bekerja secara optimal. Mari kita bekerja bersama mengaktualkan pundang-undangan ini dalam konteks yang realita. Semisal perlindungana anak di lingkungan sekolah sudah tercantum dalam UU no 23 tahun 2003 pasal 54 yang menegaskan anak-anak di lingkungan sekolah harus mendapat perlindungan hukum. Jangan sampai mereka mendapat tindak kekerasan dari siswa antar sekolah bahkan kepala sekolahnya sekalipun," ujarnya.

M Khudri berharap Disdik bekerja secara maksimal sehingga tunas bangsa ini menjadi genarasi yang baik serta mendapatkan haknya. "Disdik jangan hanya memicu siswa untuk terus berprestasi di bidang pendidikan pokok yang berhubungan dengan UN saja, akan tetapi disdik harus menciptakan moral dan jiwa sosial terhadap siswanya. Sehingga mereka memiliki ikatan emosional yang lebih baik dan terjalin rasa kebersamaan diantara mereka," katanya. (*)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang