Selasa, 05 Januari 2010

Tanggul Citarum di Bojong Rawan Jebol

NAIK-TURUN: Jika tidak ada pancangan pemecah arus air ini, tanggul Citarum di Bojong juga termasuk yang rawan jebol. Pihak BWS Citarum mestinya membangun pancangan seperti ini di tiap belokan sungai Citarum untuk mencegah jebolnya tanggul jika memasuki musim hujan seperti sekarang ini.(sigit/raka)

MANG RAKA

MANUVER
Klaim Karda Wiranata soal restu Megawati untuk maju di Pilkada 2010 dibilang manuver politik...

MANG RAKA:
Hoooh... piraku manuver kapal mah...??!

Hakim: Surat Dakwaan JPU Sah

KARAWANG, RAKA- Surat dakwan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang Jatniko,SH yang mendakwa Joko Nugroho Karyanto (45) melanggar pasal 378 jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 372 jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana, dinyatakan sah dan dapat diterima menurut hukum.

Hal tersebut dibacakan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Karawang yang diketuai M.Sirad,SH dan anggota, Arlandi Triyogo,SH, Moh Sutarwadi,SH dalam agenda putusan sela, Senin (4/1) kemarin. Dalam putusan tersebut, majelis menolak eksepsi terdakwa secara keseluruhan menyatakan persidangan tetap dilanjutkan Kamis (7/1) nanti dengan agenda pemeriksaan saksi pemeriksaan saksi. Atas putusan tersebut, kuasa hukum terdakwa Joko Nugroho Karyanto (JNK) Wibowo Kusumo Winoto,SH,KN menyatakan banding.

Menurut majelis, keberatan kuasa hukum terdakwa atas dakwaan JPU Kejari Karawang No. Reg.Perk: PDM-615/KRWG/11/2009 yang menyatakan dakwaan tersebut telah melanggar azas Nebis in idem tidak dapat diterima. Sebab, terdakwa tidak pernah diperiksa di PN Karawang atas perkara yang sama dan pelapor yang sama."Terdakwa dihukum melalui PN Karanganyar bukan karena laporan H Hasan melainkan atas laporan Weny Indrawaty Guntaran," tutur majelis.

JPU Jatniko,SH yang ditemui RAKA usai sidang menyatakan, pihaknya sangat menghargai upaya hukum yang diajukan kuasa hukum terdakwa karena hal itu memang tidak bertentangan dengan hukum. Namun sekedar menginformasikan, terdakwa JNK bukan hanya akan diadili di Karawng melainkan juga di Surabaya.

"Dia dihukum melalui PN Karanganyar karena telah menipu Weny Indrawati Guntaran sebesar Rp 960 juta. Di sini(PN Karawang) dia disidang dengan dakwan menipu H Hasan Rp 17 Miliar dan, diSurabaya lain lagi. Makanya, selepas menjalani hukuman di sini kemungkinan akan diproses lagi melalui PN Surabaya," kata Jatniko.

Sebelumnya, dalam kuasa hukum terdakwa JNK dalam eksepsinya menyatakan, surat dakwaan JPU harus ditolak karena melanggar azas Nebis in idem karena terdakwa sudah menjalani hukuman pidana dan sudah mempunyai kekuatan hukum yang tetap atas perkara No.09/Pid.B/2009/PN.Kray. Bahkan, perkara tersebut sudah diputus oleh Mahkamah Agung(MA) dan sudah mempunyai kekuatan hukum tetap.

"Dakwaan JPU Kejari Karawang tidak dapat diterima sesuai dengan pasal 156 ayat (1) KUHAP, karena perkara yang diajukan penuntutannya oleh JPU telah melanggar azas "Nebis in idem " atau perkara yang sama diajukan kembali.Dasarnya, pasal 76 ayat (1) KUHP yang bunyinya, seseorang tidak dapat dituntut lagi lantaran perbuatan-perbuatan yang bagi telah diputus oleh hakim Negara Indonesia," kata Wibowo. (ops)

Joko Tersangka Perdana Narkoba 2010

KARAWANG,RAKA- Nama Joko Maryanto alias Mas bin Kusmanto (30) menjadi yang pertama dicacat dalam lembaran berkas perkara di Satnarkoba Polres Karawang setelah pemilik ganja seberat sekitar 400 gram itu ditahan mulai Senin (4/1) kemarin.

Warga Dusun Cilalung RT 03/03 Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, Karawang yang sudah setahun menggeluti bisnis haram itu ditangkap saat akan mengantarkan pesanan kepada pelanggannya di Dusun Kemuning Desa Kalihurip Cikampek, Minggu (3/1) sore lalu. Saat ditangkap dan diintergosasi, tersangka mengaku mendapatkan narkotika golongan I itu dari Anton di daerah Pasar Senen Jakarta, Sabtu (2/1) lalu.

Kasatnarkoba Polres Karawang AKP Margani mengatakan, ganja yang dikemas dalam 3 bungkus besar itu dibeli dari Anton di Jakarta seharga Rp 800 ribu. Namun, tersangka baru membayarnya Rp 400 ribu dan sisanya baru dibayarkan setelah ganja terjual habis. Bahkan, Anton juga memberikan bonus berupa 3 bungkus ganja kepada Joko atas 'jasa'nya menjual ganja tersebut."Nama Joko resmi menjadi tersangka perdana tahun 2010 di Satnarkoba dan Anton juga menjadi DPO perdana karena hingga kemarin belum tertangkap," kata Margani.

Untuk mendapatkan barang haram tersebut, tutur Margani, tersangka terlebih dahulu menghubungi Anton pada 29 Desember 2009 pekan lalu menggunakan telepon untuk memastikan barang pesanan tersebut ada. Atas permintaan tersebut, Anton meminta waktu selama 3 hari sekaligus menentukan lokasi transaksi. "Setelah transaksi, tersangka tidak langsung pulang ke Karawng tetapi menginap dulu di rumah temannya di daerah Jatibening sekaligus mengkonsumsi ganja tersebut disana," ujar Margani.

Tersangka yang dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo 111 ayat (1) UURI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika dipastikan akan menjalani hukuman minimal 4 tahun penjara."Sejak undang undang ini diberlakukan 13 Oktober 2009 lalu, hukuman bagi orang yang tersangkut kasus narkotika golongan 1 minimal 4 tahun. Makanya, warga hendaknya jangan lagi menyalahgunakan narkotika karena sanksi hukumnya sangat berat," tandasnya.(ops)

Olahragalah, Pasti Sehat

SISCA panggilan doi yang lahir 20 tahun silam ini. Selain pekerja keras juga sangat hobi olahraga renang dan bulu tangkis. Katanya olahraga bisa buat badan sehat n fit. Ketika badan fit, segala aktifitas pasti bisa dijalani dengan penuh semangat.

"Minimal satu minggu sekali kita harus berolah raga, agar badan kita tidak lemas ketika menjalani aktifitas. Karena didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Aku sendiri, kenapa memilih renang karena sejak kecil suka banget sama air, dan untuk bulu tangkis, awalnya tidak suka, tapi nyoba-nyoba akhirnya asyik juga," katanya kepada RAKA.

Terbukti dengan berolahraga, meski harus bolak balik Karawang-Cikampek setiap hari, Sisca mengaku tidak pernah mengeluh. "Aku kan kerja di Karawang di perusahaan spare part mobil sebagai adm, meski harus kerja pagi sampai sore dan pulang pergi Karawang-Cikampek, Alhamdulillah berkat olahraga, enggak pernah merasa pegel atau lemes," katanya.

Agar seluruh masyarakat Karawang sehat, ia menyarankan agar sekolah maupun universitas di Karawang memperbanyak mata pelajaran olahraga. "Khususnya mahasiswa, kayaknya nggak ada mata kuliah olahraga kalau bukan jurusan olahraga. Dilingkungan masyarakat juga, jarang ada yang ngadain olahraga dilingkungannya. Coba kalau terus digalakan kegiatan olahraga, mungkin masyarakat karawang akan lebih sehat. kalau semua sehat, maka keadaan lingkungan juga akan bertambah baik, akhirnya akan tercipta karya-karya yang luar biasa," tuturnya.

Selain hobi olahraga, untuk menambah pergaulan, Sisca sering nongkrongin facebook. Ia mengaku, dua sampai tiga jam setiap hari bergaul di dunia maya. "Sebetulnya iseng doang, buat melepas lelah habis kerja. Tapi facebook bisa juga tuh buat nyari teman lama, selain menambah teman di dunia maya," ungkapnya. (psn)

Selama Libur Tahun Baru Pengunjung Obyek Wisata di Karawang Naik 10 Persen

KARAWANG, RAKA – Selama libur panjang tahun baru jumlah kunjungan wisatawan ke obyek-obyek wisata di wilayah Kabupaten Karawang secara umum mengalami peningkatan. Kendati tidak terlalu besar antara 5 hingga 10 persen. Karena di beberapa tempat malah turun, terutama di daerah utara.

Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Acep Jamhuri, Senin (5/1). Diungkap dia, data sementara yang masuk dinasnya, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Pantai Samudera Baru sebanyak 2.956 orang. Mereka menggunakan motor 487 unit, dan mobil 98 unit.

Begitu pun Pantai Tanjungpakis, ujar Acep, mampu menyerap pengunjung 23.500 orang dengan berkendaraan motor 4.800 unit, serta mobil 1.950 unit. Bisa jadi ini obyek wisata terbanyak yang dipilih para wisatawan lokal maupun domestik dalam menikmati liburan tahun baru. Menyusul kemudian obyek wisata alam Mekarbuana.

“Mekarbuana berhasil dikunjungi oleh 12.543 orang. Yang datang menggunakan motor 3.816 unit, mobil 178 unit.Sedangkan Pantai Tanjungbaru hanya didatangi 3.726 orang. Motor yang masuk 513 unit, dan mobil 112 unit. Secara umum, daerah utara ada penurunan. Sementara daerah selatan sedikit meningkat. Hanya penurunan maupun peningkatannya tidak banyak antara 5 sampai 10 persen,” ungkap Acep.

Untuk makin menarik minat wisatawan berkunjung ke obyek-obyek wisata tersebut, kata Acep, pihaknya akan meranking semua tempat wisata itu berdasarkan skala prioritas utara-selatan dengan indikator-indikator tertentu. “Nanti lokasi mana yang dikembangkan. Sebenarnya potensi kita banyak. Hanya kemampuan minim. Pengembangan itu nantinya di posisi tengah, seperti Karawang Barat, akan dibuatkan sentral informasi wisata, kampung budaya, arena pentas seni, dan kuliner khas Karawang,” ungkapnya.

Menurutnya pula, tahun 2010 ini pihaknya sedang menyiapkan site plant. Soal biaya, bisa sharing dengan provinsi maupun pusat. “Di daerah utara Karawang kita prioritaskan Pantai Tanjungpakis. Karena di sana bisa dipaketkan dengan candi Jiwa. Kita pikirkan jalan tembus dari Pantai Tanjungpakis. Sedangkan sebelah selatan, kita coba kembangkan curug Cigentis. Disana perlu penataan. Selama ini pengunjung ke curug itu lebih fokus ke satu tempat hingga macet. Padahal masih banyak obyek lainnya. Nanti kita buka titik-titik baru,” urai Acep.

Potensi yang dimaksudkan dia di sekitar Curug Cigentis adalah Curug Cikoleangkap, tepatnya sebelum Mekarbuana. Acep juga menyebut, di wilayah Kecamatan Pangkalan terdapat pula Cekdam seluas kurang lebih 30 hektar. Ini bisa dikembangkan sebagai wisata air. Hanya dukungan infrastruktur perlu ditingkatkan. “Soal gangguan preman di Pantai Tanjungbaru, jelas Acep, kini pihak Kepolisian dari Resort Karawang sedang gelar perkara,” tandasnya. (vins)

Mobil Plat Luar Karawang Bakal Dipaksa Mutasi

KARAWANG, RAKA – Kendaraan operasional perusahaan maupun milik pribadi ber plat nomor diluar Karawang yang tinggal dan berusaha di sini, mulai tahun 2010 akan dipaksa untuk dimutasi menjadi plat nomor 'T' Karawang. Instrumen hukum mengenai hal ini sudah ada berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat.

Demikian dikemukakan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Setya Dharma, saat ditemui RAKA di sela-sela kegiatan upacara Hari Amal Bhakti Depag di lapang Karangpawitan, Senin (4/1) pagi. Menurutnya, kendaraan roda empat atau lebih yang berplat nomor luar daerah lebih banyak 'B' Jakarta. Seperti bus karyawan, para pengusaha, dan jajaran direksi perusahaan swasta.

Ia juga tidak menampik kalau di antara mobil pribadi berplat nomor Jakarta itu dipunyai kalangan pejabat di lingkungan Pemkab. “Semua kendaraan tersebut nantinya kita minta paksa mereka untuk dimutasi ke plat nomor Karawang. Sangat wajar ketika mereka berusaha mencari rejeki di sini, bahkan yang punya tempat tinggal di sini masa ketika membayar pajak kendaraan bermotornya malah ke daerah lain?” tegasnya.

Aturan yang hendak diperketat terkait keharusan mutasi plat nomor diluar Karawang yang dimaksudkannya, tandas Setya yang baru saja menggantikan posisi Sabur Kartayasa, akhir Desember lalu, berlaku bagi kendaraan sepeda motor maupun mobil yang selama 3 bulan berturut-turut tinggal dan dipergunakan bagi kepentingan usaha pemiliknya di Karawang. Kebijakan seperti ini, diakuinya, bertujuan untuk mendongkrak pendapatan bagi hasil dari provinsi pada sektor pajak kendaraan bermotor (PKB).

“Total bagi hasil sektor PKB yang selama ini kita terima baru Rp 97 miliar. Target tahun 2010 bila kebijakan paksa mutasi kendaraan ber plat nomor diluar Karawang berhasil, kita bisa meraup angka tambahan menjadi sekitar Rp 102 miliar. Terus terang secara ekonomis kita rugi ketika masih banyak kendaraan berplat nomor daerah lain tetap dipakai warga Karawang, atau mereka yang berusaha di sini. Karena untuk memperbaiki jalan saja tidak kurang dari Rp 150 miliar per tahun duit kita keluarkan,” ungkap Setya.

Potensi lain yang sedang dibidiknya bagi penambahan kas daerah, Setya menyebut, sektor Pajak Bumi Bangunan (PBB). Sektor ini, menurutnya, akan menjadi pajak daerah mulai tahun 2011 seiring telah dikeluarkannya UU No.28/2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah. “Sekarang mau disusun Peraturan Pemerintah-nya. Termasuk nanti kita buatkan juga Perda tentang hal ini. Di dalamnya terdapat pula Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan atau BPHTB,” ulasnya.

Lanjut dia, dengan adanya Undang-undang itu PBB maupun BPHTB akan masuk menjadi pajak daerah. Penerapannya paling lambat tahun 2014 bila sampai tahun 2011 belum dapat dilaksanakan. Hingga tahun anggaran 2009, PBB telah memberikan sumbangsih bagi kas daerah mencapai Rp 150 miliar dari target yang dipatok sebelumnya Rp 136 miliar. Begitu pun BPHTB, kata Setya, tergolong mampu mendongkrak target yang dipasang Rp 16,5 miliar, terealisir sampai Rp 24 miliar.

Hanya untuk pajak air bawah tanah, diakui Setya, masih terbilang minim. Selain karena masih masuk sebagai pajak provinsi, sektor ini juga kedepannya akan diserahkan menjadi pajak kabupaten. Peraturan Pemerintah mengenai ini, kata dia, sedang dibuat. “Pajak air bawah tanah yang kita peroleh baru Rp 700 jutaan. Atau 70 persen dari seluruh pendapatan totalnya. Kalau sudah diserahkan ke kita, yakin bisa tercapai hingga angka Rp 1 miliar,” paparnya.

Sektor lain yang sedang dibidik untuk dioptimalkan, sambung Setya, pihaknya telah siap mengejar pajak restoran. Angka perolehan hanya Rp 6 miliar, diyakininya, kedepan bisa didongrak naik antara 10 hingga 20 persen. Apalagi setiap tahun grafiknya terus meningkat. Hanya saja, untuk sektor pajak parkir dan retribusi parkir, Setya merasa masih belum bisa diandalkan. Kendati target tahun 2009 dipatok Rp 100 juta, realisasinya mampu mencapai Rp 300 juta. “Tarif pajak parkir memang hanya 20 persen dari total pendapatan pengelola parkir yang bisa kita pungut,” ujarnya.

Di tempat sama, Plt Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi, Miftah Zaini, turut mengungkapkan, bahwa pendapatan retribusi parkir di jalan umum hanya 111 persen, atau sekitar Rp 374 juta. Sedangkan pajak parkir di tempat khusus, capaiannya 92 persen atau 509 juta. “Pajak maupun retribusi parkir memang belum maksimal. Kedepan kita akan coba terus upayakan agar mengalami kenaikan, walaupun secara bertahap,” ulasnya singkat. (vins)

Restu Mega Mulai Diributkan Pernyataan Karda Dinilai Sebagai Manuver Politik

KARAWANG, RAKA – Pengakuan Ketua DPC PDI-P, Karda Wiranata, yang mengatakan dirinya telah mendapat restu Ketua Umum DPP parpolnya, Megawati Soekarnoputri, untuk maju mencalonkan diri sebagai calon Bupati Karawang pada Pilkada 2010, dimentahkan oleh Panitia Penjaringan Bakal Calon di internal PDI-P sendiri, Moch. Chattaman.

Pernyataan Karda seperti dimuat RAKA edisi Senin (4/12), dianggap Chattaman, tidak lebih hanya sekedar akal-akalan yang bersangkutan sebagai bagian dari manuver politik. Diyakini dia, sangat tidak mungkin orang sekelas Megawati memberikan dukungan sebelum konferensi cabang (konfercab) PDI-P digelar.

“Kalau pun hanya sekedar dukungan lisan atau informal, saya tidak yakin itu dilakukan Ibu Mega. Apalagi orang yang selama ini terbilang dekat dengan beliau (Ibu Mega -red) yang saya tahu baru Detiawarman. Yang kenal dekat Karda dari DPP hanya pak Taufik Kiemas. Hanya itu tadi, saya belum yakin benar pernyataan dukungan begitu mudah mengalir sebelum proses dari mekanisme partai ditempuh,” ungkap Chattaman.

Disebutkan dia, mekanisme partai yang dimaksudkannya dalam menggodok nama bakal calon bupati dan wakil bupati yang akan diusung PDI-P adalah konfercab. Jadwal yang telah disepakati, konfercab tersebut bakal dibuka di aula RM Alamsari tol interchange Karawang Barat, Rabu (6/1) pagi besok. Selanjutnya, forum ini dilanjutkan di sekretariat DPC PDI-P Jalan Rangga Gede Gempol Tanjungpura.

“Dalam konfercab nanti minimal harus ada 4 pasangan bakal calon bupati/wakil bupati yang siap maju bersama PDI-P. Hasil rekomendasi konfercab selanjutnya diajukan ke DPP melalui DPD PDI-P Jawa Barat. Hasil akhir ditetapkan DPP berdasarkan kriteria ketat dengan berbagai pertimbangan politis maupun non politis. Pada dasarnya, PDI-P ingin agar perhelatan Pilkada di berbagai daerah, termasuk Karawang, menghasilkan kemenangan. Berarti tidak mungkin DPP begitu mudah membuat keputusan atas rekomendasinya nanti,” tandas Chattaman.

Sayangnya, dia sendiri tidak mau menyebut bagaimana dengan peluang Karda untuk mendapatkan restu DPP, khususnya Megawati, dan peluang memenangkan Pilkada 2010 bila ketua DPC-nya itu mendapat dukungan kuat sebagai bakal calon bupati Karawang periode 2010-2015. Yang dikatakan Chattaman hanya menyentil ulang, bahwa klaim Karda telah memperoleh restu Mega tidak lebih sekedar pernyataan yang mengesankan langkah politisasi.

“Biasalah kalau dalam politik yang namanya manuver. Kalau diurut-urut, hubungan pribadi atau person, sebenarnya Detiawarman lebih dekat dengan Ibu Mega. Tapi ya coba saja kita lihat nanti setelah hasil keputusan konfercab disampaikan ke DPP seperti apa. Sebab bisa saja usulan pasangan bakal calon hasil rekomendasi konfercab mengalami perubahan setelah jadi keputusan DPP. Tahun 2005 lalu juga seperti itu. Artinya, Detiawarman malah dipasangkan dengan Adji Mubarok Rahmat. Sebagai kader PDI-P, kita di sini harus mentaati dan mengikuti apapun keputusan DPP tersebut,” tandas Chattaman.

Sementara itu, Detiawarman sendiri ketika dihubungi via ponselnya, kemarin siang, mengakui bahwa dirinya siap maju kembali untuk bertarung dalam panggung politik Pilkada 2010. Keseriusannya itu telah dibuktikannya dengan pengembalian berkas formulir pendaftaran bakal calon bupati yang selama ini dibuka oleh DPC PDI-P Karawang. Alasan ia memilih bergabung lagi bersama PDI-P karena sampai saat ini keanggotaannya di parpol pemenang kedua hasil Pemilu 2009 lalu masih belum dicabut.

“Saya serius pisan maju lagi di Pilkada 2010 bersama PDI-P. Soal saingan dengan ketua DPC-nya, pak Karda, tidak masalah. Sebab yang menggodok rekomendasi nanti berawal dari konfercab. Selanjutnya diajukan ke DPP. Dan DPP lah sebagai pemutus terakhirnya. Mengenai pasangan, ada lintas partai. Insya Allah bersama Gerindra. Tapi saya tidak mau menyebut dulu nama. Pada saatnya nanti saya pasti buka. Orangnya adalah pengurus Gerindra yang kini jadi anggota DPRD,” ujar Detiawarman. (vins)

Harga Beras Terus Naik, Karawang Mulai Paceklik

NAIK: Para penjual beras yang ada di Cikampek mengaku harga beras kini terus merangkak naik.

CIKAMPEK, RAKA - Memasuki tahun baru 2010, harga-harga kebutuhan pokok khususnya beras sudah merangkak naik. Kenaikan harga beras, sebetulnya sudah mulai terasa sejak memasuki Desember 2009 lalu.

Hal ini disebabkan belum memasuki musim panen di beberapa sentra penghasil padi. Akibatnya, suplai beras ke pasar menjadi berkurang, sedangkan permintaan terus meningkat karena para petani pun pada saat musim peceklik harus mebeli beras, terutama para petani penggarap.

Menurut salah seorang penjual beras di Cikampek, H Daryo Sudaryo, Senin (4/1), kenaikan harga beras mencapai Rp 600 per liter. Menurut pemilik Toko Beras Zenfe Mukti ini, untuk beras jenis Ciherang kualitas 3 misalnya, dari harga Rp 3800 per liter naik menjadi Rp 4200 per liter.

Sementara, beras jenis Ciherang kualitas 2 dari Rp 4000 per liter naik menjadi Rp 4500 per liter dan beras Ciherang kualitas 1 dari Rp 4200 per liter naik menjadi Rp 4800 per liter. "Beras Ramos Setra Rp 4800 per liter naik menjadi Rp 5400 per liter. Untuk beras ketan lebih mahal lagi, kualitas medium dari Rp 5700 per liter naik menjadi Rp 7000 per liter atau Rp 6000 per kilo menjadi Rp 8000 per kilo. Rata-rata kenaikan antara 400-600 per liter," terangnya.

Daryo memprediksi, kenaikan harga beras diperkirakan akan terus naik hingga memasuki Pebruari 2010. Karena pertengahan Pebruari ada beberapa daerah sentra penghasil padi yang sudah masuk masa panen, hal tersebut kemungkinan akan berpengaruh pada harga beras dipasaran. "Beras yang banyak dibeli masyarakat jenis Ciherang. Untuk mengendalikan harga beras, saya berharap, adanya interfensi pemerintah dalam mengatasi kenaikan harga beras tersebut, salahsatunya dengan adanya operasi pasar beras murah." harapnya.

Kenaikan harga beras juga, dirasakan oleh penjual beras di Purwasari, Mila misalnya. Dalam beberapa pekan terakhir, dia menjual beras tidak dengan harga biasanya. Sebelum kenaikan, dia menjual beras dengan harga Rp 4000 per liter, namun kini dia menjual Rp 4700 per liter. "Walaupun naik, daya beli masyarakat tidak menurun, karena beras merupakan kebutuhan pokok masyarakat," terangnya.

Sebetulnya, tambah Mila, pembeli mengeluhkan dengan kenaikan harga beras ini. Tapi karena kebutuhan, terpaksa mereka membeli beras, walaupun harganya naik. "Sekarang kalau raskin, kualitasnya kurang bagus dan juga datangnya sebulan sekali. Jadi terpaksa mereka tetap membeli beras lagi. Karena kebutuhan pokok masyarakat. Saya berharap, harga beras bisa kembali stabil," pungkasnya. (asy)

Pelajar Padati Mall

CIKAMPEK, RAKA - Liburan sekolah telah berakhir dan Senin (4/1) kemarin, merupakan hari pertama masuk sekolah setelah liburan semester.

Akan tetapi, awal masuk sekolah, kegiatan belajar mengajar (KBM) belum aktif. Hal tersebut dimanfaatkan sejumlah siswa untuk mengunjungi pusat perbelanjaan seperti mal yang ada di Cikampek. Beragam aktifitas dilakukan siswa, dari hanya sekedar untuk jalan-jalan, sampai ada yang mencari perlengkapan dalam menghadapi PKL.

Ditemui di Mal Cikampek, salah seorang siswa SMK swasta di Cikampek, Rizki menuturkan, dia bersama dua rekan lainnya, pergi ke mal hanya sekedar untuk jalan-jalan. Hal tersebut dilakukannya karena tidak ada aktifitas KBM di sekolah setelah libur semester. "Di sekolah juga tidak ada belajar, cuma ngambil rapot aja. Saya bareng temen main aja ke sini, cari hiburan daripada di sekolah tidak ada aktifitas," paparnya.

Siswa kelas 3 jurusan otomotif ini menambahkan, berdasarkan informasi dari gurunya, KBM baru akan dimulai pada hari ini. Sehingga, setelah libur sekitar satu minggu, dia masih memiliki waktu bebas satu hari. "Biasa, semua sekolah juga satu hari setelah libur biasanya tidak belajar. Katanya besok (hari ini, red) sekolah aktif lagi. Saya juga kalau ada belajar di sekolah, tidak akan main disini. Manfaatin waktu luang aja," paparnya.

Berbeda dengan Rizki, siswi salah satu SMA di Cikampek, Santi mengatakan, dia pergi ke mal hanya untuk mencari kebutuhan untuk mempersiapkan praktek kerja lapangan (PKL). Menurutnya, ada beberapa kebutuhannya yang perlu segera di dapat. "Di sekolah tadi cuma apel doang. Saya ke sini buat cari plasdisk, bukan mau main. Sebentar lagi mau PKL, jadisekalian. Mungkin belajar akan aktif lagi besok (hari ini)," ungkapnya. Sementara itu, pengunjung mal, Asep (35) menuturkan, biasanya setelah liburan, kegiatan belajar sekolah tidak langsung aktif. Menurutnya, hal tersebut harus diubah.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan. "Sekolah kita banyak libur, setelah libur panjang, masuk tidak langsung belajar. Harusnya, masuk sekolah belajar langsung aktif. Atau paling tidak, ada kegiatan di sekolah untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau seperti ini, siswa bebas main kemana saja. Kualitas pendidikan kita harus segera meningkat," pungkasnya. (asy)

Banyak Siswa Berkeliaran

CILAMAYA, RAKA - Setelah sekitar dua minggu menikmati libur panjang, kemarin proses elajar mengajar dimulai. Namun, kamarin masih banyak ditemukan siswa berkeliaran pada saat jam pelajaran.

Rupanya liburan yang cukup panjang ditambah dengan libur nasional karena bersaamaan dengan pergantian tahun baru 2010 ini dirasa belum cukup juga. Berdasarkan pantauan RAKA ketika menyusuri jalan-jalan di sepanjang Jalan Raya cilamaya, terlihat anak-anak sekolah yang sedang nongkrong dan berkeliaran dengan sepeda motornya.

Salah seorang pelajar sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang kala itu sedang nongkrong di salah satu sudut jalan raya, sebut saja namanya Rudi, ketika ditemui RAKA mngatakan bahwa hari pertama masuk sekolah ini belum aktif, hari pertama masuk sekolah ini digunakan oleh seluruh siswa untuk merapihkan kelas-kelas mereka yang selama kurang lebih dua pekan tidak ditempati sehingga keadaan kelas kurang nyaman apabila dipakai untuk belajar oleh karena itu seluruh siswa merapihkan kelas-kelas yang akan dipakai utnuk mereka belajar nanti. "Sehingga kami semua bisa pulang lebih awal tidak seperti hari biasanya," katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ray (16), salah seoarang pelajar sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) di Cilamaya. Ia mengatakan, keberadaanya di tempat itu semata-mata hanya untuk berbicang-bincang saja dengan teman-teman yang dalam waktu dua pekan ini tidak saling bertemu hanya paling komunikasi via telpon atau sms saja.

"Itu tidak cukup untuk melepasa rindu kami terhadap teman-teman kami sehingga di awal masuk sekolah ini kami memanfaakan waktu seusai membersihkan kelas-kelas untuk berkumpul sekedar melepas kangen terhadap teman-teman yang sudah lama tidak ketemu," imbuhnya. Ia menambahkan, mungkin mereka bisa santai seperti ini hanya pada hari pertama masuk sekolah saja karena keesokan harinya harus sudah siap menerima materi-materi yang hendak disampaikan oleh guru-gurunya. (cr1)

Warga Gelar Tahlilan

BANYUSARI, RAKA - Sosok KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, ternyata begitu melekat di kalangan masyarakat Banyusari. bahkan mereka menggelar tahlilan untuk mantan presiden tersebut. Di Kampung Jungklang, Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari, tahlil digelar selama tujuh hari berturut-turut. Kegiatan tersebut, diantaranya digelar di Muhsola Nurul Iman yang dipimpin Ustad Asropi.

Asep Riyandi, salah satu jamaah musholla tersebut mengatakan bahwa diadakannya tahlilan ini sebagai rasa penghormatannya selaku warga NU karena Gus Dur merupakan presiden Republik Indonesia yang telah berhasil menyatukan seluruh rakyat, tak terkecuali masarakat yang non muslim. Dengan kerifan serta kebijaksanaan Gus Dur dalam memimpin negara, katanya, pantas jika bukan hanya umat Islam yang merasa kehilangan sosok ulama tersebut, agama lainpun juga merasa kehilangan dengan wafatanya cucu pendiri NU ini.

"Kami selaku warga negara Indonesia sekaligus warga Nahdliyin yang dalam tiga periode Gus Dur telah memimpin organisasi warga ahlusunah waljammaah, atas baktinya Gus Dur terhadap seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, maka kami menggelar acara tahlilan ini," katanya.

Hal senada juga di ungkapakan oleh Ahyar (40) salah satu jamaah mushola Nurul Iman yang dalam waktu 4 hari ini terus mengikuti tahlilan yang diselenggrakan. Ia mengungkapkan bahwa segenap jamaah yang telah mengikuti tahlilan ini dilaksanakan dengan sepenuh hati serta keikhlasan.

"Tahlilan ini digelar semata-mata untuk mendoakan Gus Dur agar seluruh amal ibadahnya bisa diterima oleh Allah SWT, sesuai dengan amal ibdah yang selama ini ia perbuat terhadap warga masyarakat hingga masyarakat ini merasa mempunyai orang tua bangsa serta guru bangsa yang sangat bijaksana dalam menyikapi permasalahan-permasalahan yang ada," jelas Ahyar. (Cr1)

BPD: Pemda Harus dan Frofesional

RENGASDENGKLOK, RAKA - Kajian mengenai penetapan Kepala Desa Kalang suria, Kecamatan Rengasdengklok mendapat tangapan Forum BPD Rengasdengklok dan Lsm Somaka Karawang. Pasalnya, pemerintah daerah karawang harus bersikap tegas dalam menjalankan fungsinya.

Sebelumnya, informasi yang diterima forum BPD dan Lsm berdasarkan keterangan PJs Kalangsuria, Endang Suhana. Penetapan kades definitif masih dalam tahap kajian pemerintah daerah dengan alasan terbentur status Kepala Desa Kalangsuria Dede sharif. Pasalnya, Kades Dede Sharif dianggap masih berhak dan diperkenankan untuk mengajukan setelah menyelesaikan masa hukuman kurungannya.

Namun begitu, status Kades Dede sharif terkait kajian Pemda Karawang justru ditegaskan Ketua Forum BPD ( Badan Permusyawaratan Desa) Kec. Rengasdengklok Dudung Hermawan kepada RAKA, Senin (4/12) ditempat kerjanya. Menurutnya, langkah BPD Kalangsuria mengajukan Kepala Dusun Kobak Karim sebagai PJs Kalang suria sebenarnya sudah benar. Dan itu, berdasarkan peraturan daerah yang menangani masalah ini.

"Berdasarkan status Kades Dede sharif. Maka, lembaga BPD kalangsuria memang tidak diperkenankan untuk mengajukannya kembali. Sebab, kedes Dede sharif jelas jelas tersandung masalah dan dihukum karena tindakan korupsi. Lain lagi, jika kades hanya terjerat kasus pidana umum,"terangnya. Dijelaskannya, lanjut Dudung, selain dari pidana korupsi pemerintah daerah karawang bisa saja memberikan dispensasi. Namun begitu, berbeda jika seorang pemimpin daerah dinyatakan jelas bersalah oleh pihak penegak hukum akibat tindakan korupsi.

"Korupsi adalah tindakan yang sangat merugikan Negara. Tentunya, adalah masyarakat yang pasti menjadi korbannya. Maka dari itu, kami pun sangat prihatin jika sebuah tindakan korupsi pemerintah daerah karawang masih memberikan toleransi. Padahal, di berbagai daerah lainnya tengah gencar menindak tegas pelaku korupsi. Bahkan, kalau perlu tanpa memberikan ampunan,"terang Dudung.

Sementara, hal itu juga mendapat tanggapan dari LSM Somaka Karawang melalui Kadiv Advokasi dan Hukum, Heryanto S.H ketika dikomfirmasi. Dalam konteks penetapan, ia menegaskan seharusnya hal itu tidak berlarut larut jika pemerintah daerah karawang bersikap tegas dan fropesional. Lanjut Dia, pihaknya mempertanyakan kenapa status Dede Sharif masih menjadi kendala untuk menetapankan Kepala Desa Definitif.

"Kecuali, pada saat dede sharif masih berstatus tersangka atau masih dalam proses penyelidikan. Namun, jika sudah ditetapkan bahkan sudah menjalani masa hukuman. Itu artinya sudah mutlak sebagai tindakan korupsi yang merugikan negara. Akibatnya, belakangan ini justru berhembus kabar miring dikalangan warga kalangsuria mengenai lambannya kajian dan penetapan pemerintah daerah karawang, "tegas Heryanto. (get)

Kejari Diminta Profesional, Kasus Dugaan Penyewengan ADD Tahap I 2009 Memasuki Babak Akhir

RENGASDENGKLOK,RAKA - Setelah sebelumnya memintai keterangan tiga kepala desa di Kecamatam Rengasdengklok, kemarin, Kejari Karawang kembali memanggil tiga kepala desa berbeda di kecamatan yang sama. Panggilan itu terkait kasus dana partisipasi ADD Tahap I 2009 yang diduga diselewengkan.

Seperti diketahui, ketiga kepala desa tersebut menjadi saksi terakhir untuk memberikan keterangan kepada pihak kejari mengenai kontroversi Dana Partisipasi Pemerintah Kecamatan Rengasdengklok. Sayangnya, terdengar kabar bahwa ada upaya pengembalian dana partisipasi pada pemerintah desa sebelum proses pemanggilan berlangsung.

Dan itu, dibenarkan beberapa kades yang tidak ingin diketahui identitasnya ketika dikomfirmasi.
Terkait itu LSM Somaka (Solidaritas Masyarakat Karawang) melalui Kadiv Advokasi dan Hukum Heriyanto S.H yang mengawal kasus tersebut bersama LSM Kompak, menegaskan agar kejari tetap bekerja secara frofesional. Artinya, proses pengembalian dana parisipasi itu, sudah diluar kontroversi yang telah berkembang selain proses hukum yang telah berjalan meski baru sebatas mengumpulkan keterangan para saksi terkait.

"Apalagi, dengan merebaknya kabar santer mengenai campur tangan markus (makelar kasus) telah berkembang meski tidak ada alat bukti yang mampu membenarkannya. Maka dari itu, kapasitas penegak hukum dalam hal ini akan dipertaruhkan dimata masyarakat terutama warga rengasdengklok, "tegasnya.

Sementara, keterangan dari tiga kades tersebut merupakan babak akhir langkah pemanggilan pihak kejari karawang terhadap seluruh kepala desa se Kecamatan Rengasdengklok. Artinya, tindak lanjut Kejari Karawang terhadap kontroversi dana partisispasi akan segera menujukan hasil berdasarkan keterangan para kades tersebut. Dan itu, dibenarkan LSM Kompak Karawang melalui Korwil II Rengasdengklok Ahmad Mukron ketika dihubungi.

Menurutnya, pemanggilan itu telah melengkapi keterangan bagi pihak Kejari Karawang mengenai kontroversi dana partisipasi. "Kita tunggu saja hasilnya. Yang jelas, keterangan para kades Rengasdengklok telah sesuai apa yang terjadi dilapangan mengenai adanya dana partisipasi. Kami pun ikut mengawasi langsung proses pemanggilan di Kantor Kejari Karawang, "jelasnya.

Disisi lain, menaggapi hal ini, Kapolsek Rengasdengklok AKP Muji Harja ketika dikonfirmasi ternyata lebih mempertanyakan klarifikasi dari Pemerintah Kecamatan Rengasdengklok mengenai aliran dana tersebut. Kata dia, dana partisipasi tidak berkaitan dengan unsur muspika. Jadi, kabar santer dikalangan masyarakat bahwa dana itu mengalir pada unsur muspika diantaranya Kapolsek juga Damramil Rengasdengklok tidak benar. (get)

Balikin Pembayaran Sisa Proyek ke Kas Daerah

"Komisi C DPRD Karawang menekan untuk mengembalikan ke kas daerah nilai pembayaran sisa proyek yang tidak bisa dilaksanakan sesuai jadwal tahun 2009 kemarin. Ada juga, beberapa proyek yang ditunggu penyelesaiannya, diantaranya pekerjaan jalan beton di daerah Panyingiran, Rawamerta, sekitar 1 km yang belum rampung hingga sekarang. Janji pemborong dipastikan selesai tanggal 5 Januari 2009 besok, "kata anggota Komisi C DPRD Karawang, Nurjaman H. Resan, Senin (4/1) kemarin.

Pihaknya akan tetap berkordinasi dengan dinas terkait yang berhubungan dengan tupoksi Komisi C. "Kesepakan bersama di Komisi C akan melakukan inspeksi mendadak jika jelas-jelas diketahui bahwa kegiatan itu harus sudah selesai tahun 2009 kemarin," ucapnya.

Kata dia, tindakan itu untuk lebih aspiratif lagi mengakomodir apa yang menjadi kepentingan masyarakat, khususnya di bidang garapan Komisi C, yang jadi amanah rakyat. "Optomalisasi kita akan lebih semangat lagi, karena kita ingin mengubah paradigma lama, kita ingin lebih aspiratif mewujudkan keinginan masyarakat," jelasnya. (get)

Lurah Karangpawitan: Kami Tidak Menekankan Harus Gunakan Kartu

KARAWANG, RAKA - Agar pembagian beras raskin bisa tepat sasaran, Ketua Rw 14 Kelurahan Karangpawitan Kecamatan Karawang Barat, Sahrup, membuat dan membagikan kartu raskin kepada warga yang tidak mampu. Namun untuk menutupi biaya operasional pembuatan kartu dan pembagian kartu kepada warga, Sahrup mengaku tidak membebankan kepada warga secara paksa.

Meski demikian, banyak warga yang menentang pembuatan kartu tersebut, karena mereka merasa dibebankan masalah biaya operasional sebesar Rp 1000. "Pungutan uang operasional sebesar Rp 1000 tidak saya wajibkan kepada warga. Kalau ada yang ngasih saya ucapkan terima kasih, tapi kalau tidak ngasih juga tidak apa-apa," tandas Sahrup, Senin (4/1) siang.

Hal yang sangat wajar menurut Sahrup, apabila pihaknya membebankan biaya operasional pembuatan kartu raskin kepada warga, meski sifatnya sukarela. "Darimana kami mendapatkan uang untuk biaya ngeprint, kertas, foto copy, cap, tenaga Ketua Rt, dan bensin. Sedangkan sampai saat ini kami tidak mendapatkan gaji dari pemerintah. Seharusnya inisiatif semacam ini didukung oleh warga, agar pada saat pelaksanaan pembagian raskin, hanya orang yang berhak saja yang menerima beras raskin," tuturnya.

Melihat pengalaman pembagian beras raskin di Kampung Kepuh yang tidak rata, Sahrup mengaku pembagian kartu raskin bisa menanggulangi permasalahan distribusi beras raskin. "Sebelum saya menjabat sebagai Ketua Rw, pada saat pembagian beras raskin banyak warga miskin tidak kebagian beras, namun ada warga yang mampu malah kebagian beras raskin, ini sangat ironis. Makanya saya ingin ketika pembagian beras raskin nanti, seluruh warga tidak mampu yang berjumlah 244 Kepala Keluarga bisa kebagian," ungkapnya.

Sementara warga setempat yang enggan namanya disebutkan mengaku keberatan dengan pungutan pembuatan kartu raskin. Menurutnya, apabila ingin menanggulangi kesimpang siuran pada saat pembagian raskin, tidak perlu ada pungutan. "Gagasannya bagus, dengan kartu pengambilan raskin, tidak akan ada warga yang membeli beras raskin sampai dua kali.

Selain itu, hanya orang yang benar-benar miskin saja yang bisa mengambil raskin. Namun sangat disayangkan, kenapa niat baik tersebut harus disisipi dengan pungutan Rp 1.000. Padahal kalau dilihat dari pengeluaran untuk membuat kartu pengambilan beras raskin, saya kira satu kartu tidak sampai Rp. 1000. Coba lihat saja, ukuran kertasnya kecil, sedangkan stempel yang dibubuhi tidak perlu mengeluarkan biaya," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Karangpawitan, Mariyam mengaku, pihaknya tidak pernah menekankan pada saat pendistribusian beras raskin harus menggunakan kartu khusus, apalagi membebankan masyarakat dengan pungutan. "Yang terjadi di Rw 14, itu mungkin inisiatif dari pihak Rw. Karena kami tidak pernah menekankan harus menggunakan kartu," tandasnya.

Terkait dengan pendistribusian beras raskin yang sampai saat ini belum juga turun, Mariyan mengaku, pihaknya belum mendapatkan kepastian kapan beras raskin akan turun. "Setiap akhir dan awal tahun biasanya memang telat, tapi saat ini kami belum tahu kapan beras tersebut akan turun ke Kelurahan Karangpawitan. Sedangkan jumlah warga Kelurahan Karangpawitan yang menerima beras raskin ada 1.420 Kepala Keluaraga," ujarnya. (psn)

Dik-Duk Atau Duk-Dik Itu Sama, Kabar dari Sertijab Armada Disdikpora Karawang

DUK-DIK dan DIK-DUK itu jadi konsekwensi aparat yang boleh duduk di jabatan tertentu. Itu sah-sah saja, sebab pastinya sudah suatu kepercayaan pimpinan. "Itu di antaranya, selain juga soal garis tangan," kata pengurus Dewan Pendidikan Karawang, H. Taswan.

Kata H. Taswan saat acara sertijab armada Disdikpora Karawang, Senin (4/1) siang kemarin, soal duk-dik atau duduk dulu baru mengikuti pendidikan, atau dik-duk yakni kebalikannya ketika seorang aparat menduduki jabatan tertentu, semua sama saja. Kinerja yang profesional, katanya tentu menjadi penentu keberhasilan lembaga yang kursinya kita duduki.
Sedangkan soal garis tangan, sambil bernada guyon H. Taswan menyebutkan hal itu juga menentukan lantaran memang di situ nasib kita tertera. Karenanya untuk kaum ibu, dimintanya untuk tetap menjaga agar garis tangan itu tidak hilang lantaran umpamanya sering mencuci. "Pokoknya begitulah," seloroh H. Taswan yang disambut gelak hadirin.

Acara sertijab armada Disdikpora Karawang dilakukan antara Kadisdikpora Drs. H. Yan Zuwarsyah yang memilih kembali menjadi guru dan bakal mengajar di SMAN 1 Cikampek, dengan H. Eka Sanatha, MM yang sebelumnya menjabat sekretaris di dinas yang sama. Posisi Eka Sanatha sendiri digantikan H. Asep Junaedi yang sebelumnya menjabat Kabid SMA-SMK.

Jabatan yang ditinggalkan Asep Junaedi diisi Dra. Nining Setianingsih yang meninggalkan posisi Kasubbag Program, yang lalu diisi Warju, MPd yang sebelumnya Kepala UPTD Pendas Ciampel. Posisi yang ditinggalkan Warju diisi Drs. H. Lili Muchlisin yang sebelumnya menjabat Kasi Olahraga Bidang Pemuda dan Olahraga, yang posisinya juga diisi Ahmad Holidin, SPd, yang meninggalkan jabatan Penilik PLS Tempuran. Sementara lainnya Drs. H. Ade Mahmud, yang sebelumnya Kabid Pemuda dan Olahraga Disdikpora, bertukar posisi dengan Kabid Seni dan Perfilman Disparbud Karawang, Asep Supriatna, MM.

"Alhamdulillah. Semua berjalan lancar dan damai," aku Drs. Vivar Irvana, protokol di acara yang dihadiri nyaris semua unsur di Disdikpora Karawang itu. Vivar dan semua unsur Disdikpora Karawang berharap lancarnya acara juga jadi pertanda baik untuk kelanjutan kondisi instansinya ke depan. (dea)

SDM Golkar Dinilai Meningkat

SUBANG, RAKA – Terjadinya pencabutan papan nama Sekretariat Pengurus Kecamatan (PK) Partai Golkar Blanakan dan timbulnya tiga tuntutan kader muda partai berlogo pohon beringin tersebut dinilai sebagai pertanda meningkatnya SDM kader muda partai pimpinan Abu Rizal bakrie tersebut.

Hal tersebut dikatakan Ketua PK Partai Golkar Blanakan yang juga juga Wakil Ketua DPD Golkar Kabupaten Subang A'ing. Sayangnya, ia terkesan enggan dikonfirmasi lebih lanjut mengenai persoalan tersebut, namun A'ing hanya memberikan pujian kepada penggerak kader muda Partai Golkar Kabuapten Subang, Hery Hartanto yang telah berani muncul untuk menyikapi kinerja tim formatur yang dianggapnya lemah yang terkesan dapat diintervensi oleh pihak luar.

“Itulah didikan politik yang tidak sia-sia pada kader yang akan tahu irama politik sekarang itu, itu baru namanya kader,” ucap A'ing. Sementara menurut anggota DPRD Kabupaten Subang dari Partai Golkar, Mimin Hermawan, Sudah waktunya seorang pimpinan DPD Partai Golkar mengedepankan loyalitas kepada seluruh kader Golkar, termasuk pascamusda yang terkesan akan terjadi perpecahan di dalam tubuh Golkar.

Menurutnya, Ketua DPD dan mantan Ketua DPD Golkar Subang yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPD Golkar Propinsi Jawa Barat Wilayah Subang Majalengka Sumedang (SMS) sesegera mungkin mengambil langkah konkrit untuk meredam gejolak yang akan timbul. “Langkah konkrit diambil ketua untuk meredam gejolaknya kader Golkar perlu dialkakukan, apabila tidak dilakukan tentunya misi dan visi beliau untuk mencapai 15 kursi Partai Golkar di DPRD Subang dalam pileg 2014 akan gagal,” ucap Mimin.

Menurutnya, meski tercantum sesuai dengan petunjuk pelaksanaan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar nomor Juklak-1/DPD/Golkar/X/2009 tentang penyelenggaraan musyawarah derah provinsi, musyawarah daerah Kabupaten/kota, musyawarah kecamatan, dan musyawarah desa/Keluarahan atau sebutan lain Partai Golkar se-Indonesia.

Dinyatakan dalam huruf H angka 7 ditegaskan bahwa dalam memilih personalia DPD Kabupaten/Kota harus memperhatikan persyaratan yakni, aktif berjuang dalam jajaran keluarga besar Partai Golkar sekurang-kurangnya 5 tahun secara terus-menerus, pernah mengikuti pendidikan dan latihan kader partai, memiliki prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan tidak tercela, serta tidak terlibat praktek kolusi, korupsi dan nepotisme, memiliki kapasitas, kapabilitas dan akseptabilitas, tidak pernah terlibat G 30 S/PKI, bersedia meluangkan waktu dan sanggup bekerjasama secara kolektif didalam partai, dapat berkonsentrasi penuh, serta memiliki mobilitas untuk mendukung kelancaran tugas organisasi. Karenanya, faktor usia dan kesehatan pengurus agar diperhatikan.

Sementara, menurutnya, tim formatur yang lalu dalam menyusun susunan komposisi kepengurusan DPD Golkar Kabupaten Subang telah melangga huruf a, hurf b dan huruf c. Di samping itu mestinya tim formatur itu tidak harus melayani intervensi pihak ketiga namun mesti melakukan atau memilih anggota kepengurusan yang obyektif sesuai yang termaktub dalam petunjuk teknis yang ada.

“Jika Partai Golkar ingin ada perubahan menuju kemajuan partai mestinya dalam memilih susunan komposisi personalia kepengurusan DPD Partai Golkar Subang benar-benar mengacu pada juknis dan menempatkan nama-nama yang benar-benar kapabilitasnya teruji di Partai Golkar, bukan malah merekrut aktifis partai lain, atau nama-nama yang belum mumpuni,” ucap Mimin. (pir)

Pengelolaan Sampah Masih Amburadul, Meski Ditarik Retribusi, Sampah Tak Diangkut

BERSERAKAN: Tumpukan sampah dibiarkan berserakan di sekitar Pasar Pabuaran. Padahal, para pedagang di pasar tersebut membayar retribusi.

SUBANG, RAKA - Pengelolaan sampah di sejumlah pasar di Kabupaten Subang masih amburadul. Hal ini misalnya, terjadi di Pasar Pamanukan, Pasar Sukamandi, Pasar Cipeundeuy, Pasar Pabuaran dan di sekitar komplek Perumahan Mulyasari Pamanukan.

Pengelolaan sampah tersebut sebetulnya merupakan persoalan yang klasik karena di sejumlah pasar/komplek perumahan tidak tersedia tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan ada pula sampah yang telah terkumpul di TPS yang tidak kunjung diangkut pihak petugas kebersihan sehingga mengganggu kenyamanan lingkungan masyarakat.

Seperti yang terjadi di Komplek Perumahan Mulyasari Pamanukan dimana di sana terdapat sampah yang berserakan di dekat perumahan warga. Hal yang sama pun terjadi di lokasi Pasar Pabuaran dimana menumpuknya sampah juga menjadi persoalan yang klasik bagi warga pasar dan warga sekitar pasar yang merasa terganggu atas berlama-lamanya sampah yang mengganggu lingkungan warga, karena tumpukan sampah di sana pun berserakan dan mengeluarkan bau tidak sedap.

Bahkan menurut warga yang terdekat dengan lokasi pembuangan sampah pasar tersebut telah bosan memprotes kepada pihak pengelola pasar dan bahkan kepada lembaga yang ada di pasar. Sejumlah warga pun telah meminta agar mencarikan solusi agar warga pasar tidak membuang sampah ke lokasi tersebut. “Selain sampah berserakan ke mana-mana juga mengeluarkan bau tidak sedap dan sangat mengganggu pernapasan, apalagi pada musim hujan seperti ini sampah busuk baunya tambah menyengat,” ujar warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Buruknya pengelolaan sampah juga terjadi di Pasar Cipeundeuy, sampah yang berserakan di jalan pemda yang letaknya tidak jauh dari pemukiman warga atau bersebelahan dengan Puskesmas Cipeundeuyalias sebelah kanan Puskesmas menuju pasar Pabuaran. Dimana tumpukan sampah di sana mengganggu pemandangan dan mengeluarkan bau tidak sedap yang kemudian dipersoalkan oleh masyarakat sekitarnya. Begitu pun di Pasar Pabuaran, terjadi hal yang sama.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Pedagang Pasar (Pergap) Pabuaran Yusnan, membenarkan kondisi sampah, yakni sejak awal berdirinya Pasar Pabuaran atau sekitar 10 tahun yang lalu, sampah yang diproduksi oleh pedagang dibuang ke tempat pembuangan sampah yang menggunakan tanah adat atau tanah warga dan sangat berdekatan dengan pemukiman warga.

“Jadi selama ini, pihak pemda hanya bisa menarik retribusi saja, Pemda hanya mengambil hak mereka, tanpa melakukan kewajibannya. Sebab banyak masalah yang perlu diselesaikan di Pasar Pabuaran, mulai dari roda sampah ditambah untuk petugas kebersihan yang ada di pasar tersebut, sudah hampir 10 tahun pembayaran honornya dari iuran warga pasar dikelola oleh perhimpunan warga pasar (Pergap),” tambah Yusnan.

Ironisnya, saat warga pasar meminta anggaran untuk pembelian lahan yang akan diperuntukan tempat pembuangan sampah akhir (TPA), katanya pada tahun anggaran 2010 tidak juga teranggarkan. Padahal, sambung Yusnan, dirinya sudah berjuang di DPRD Kabupaten Subang agar anggaran bagi pengelolaan sampah di Pasar Pabuaran tersebut masuk dalam anggaran tahun 2010.

“Kenyataannya hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Subang, belum memiliki tempat pembuangan sampah di Pasar Pabuaran, padahal setiap harinya para pedagang memproduksi sampah yang tidak sedikit, sementara para pedagang masih tetap dipungut retribusi untuk sampah,” sambung Yusnan.

Bahkan, Yusnan pun mempertanyakan kebijakan yang dijalankan saat ini, dimana tidak adanya pemenuhan kewajiban dari pemerintah daerah dan malah memaksimalkan potensi di masyarakat. “Semestinya, ketika Pemda Subang menarik retribusi kepada pedagang pasar mestinya dinas kebersihan melaksanakan kewajibannya mengangkut sampah yang berserakan di TPA,” pinta Yusnan.

Sementara itu, menurut anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Subang Drs H Tatang Kusnandar didampingi anggota Komisi B DPRD Subang Haerul Anwar menjelaskan bahwa dana untuk membangun TPA di tahun 2010 tidak dianggarkan, hal itu terjadi karena dari dinas terkait, yakni Dinas Tata Ruang Permukiman dan Kebersihan Kabupaten Subang dana untuk membangun TPA tidak dianggarkan. “Kemungkinan tidak dianggarkannya dana TPA karena terbentuknya dinas tersebut masih baru, kita memakluminya, namun diharapkan tahun depan dinas tersebut mesti menganggakan,” harap Tatang. (pir)

Tingkatkan Kinerja

SUBANG, RAKA – Sebagai pimpinan baru di lingkungan Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Harlan Adinata SSos MSi memiliki beban untuk mambuat terobosan baru guna meningkatkan kinerja dinas yang kini dipimpinnya. Salah satu yang kini ditempuhnya adalah menigkatkan kedisplinan bawahannya mulai dari sekertaris dinas yang membawahi 3 Kepala Sub Bidang (Kasubid), 4 Kepala Bidang (Kabid) hingga 12 Kepala Seksi.

Selain itu, dirinya akan meningkatkan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, peningkatan kebersihan lingkungan kantor, peningkatan pelayanan optimal kepada publik dan menghidupkan himbauan bupati agar pegawainya lebih giat beribadah terutama pada saat waktu sholat zuhur dan waktu sholat ashar. “Hampir tiga bulan saya dinas di Dishub ini telah melakukan sejumlah terobosan dalam peningkatan perbaikan kinerja pageawainya secara keseluruhan, hal itu dilakukan agar sejumlah pegawai dapat lebih meningkatkan lagi kedisiplinan kerjanya,” ucap Harlan.

Dilanjutkan Harlan, terobosan tersebut dilakukan guna meningkatkan lagi manajemen kebiasaan kerja yang kurang baik menjadi baik, yang telah baik ditingkatkan yang lebih baik lagi. "Namun bukan berarti sepeninggal kepala dinas terdahulu hasilnya buruk, akan tetapi hasil yang telah dicapai kepala dinas yang lalu dapat ditingkatkan lagi menjadi yang terbaik," imbuhnya.

Sebab, katanya, apabila di tubuh kedinasannya baik dari sisi kedisiplinan kerja, mulai dari masuk kerja dan pulang kerja tepat waktu tentunya Dishub akan dapat memberikan pelayanan kepada publik lebih optimal, karena terobosan yang selama tiga bulan dibinanya pada ahirnya bertujuan untuk mengoptimalkan pelayan publik.

Selain melakukan terobosan perbaikan di tubuh kedinasannya, ditambahkan Harlan, juga lebih meningkatkan lagi koordinasi dengan pihak lain, terutama dengan pihak Polres Subang pada saat melakukan kegiatan di jalan, pun demikian dalam melakukan perbaikan marka jalan pihaknya pun tidak luput dari koordinasi dan bekerja sama dengan pihak terkait.

“Koordinasi itu selalu dilakukan agar dapat terjadi kebersamaan dalam menjalankan kegiatan, hal itulah yang saat ini telah dicapai yang pada ahirnya kedisiplinan kerja pegawai dapat terwujud secara berkesinambungan,” bebernya. Harapannya, kata Harlan, teorobosan yang telah dilakukannya tiada lain kedepannya bahwa Dishub dapat lebih memberikan pelayanan yang terbaik bagi masayrakat yang memelukan pelayanannya. (pir)

Tidak Dapat Restu, Pacar Dibawa Kabur

SUBANG, RAKA - Mengaku kesal karena pacaran tak direstui oleh kedua orangtuanya, sebut saja Kiki (15) warga Kampung/Desa Kamarung, Kecamatan Pagaden, siswa sebuah SMA kelas I selama musim liburan sekolah ini nekad membawa jalan-jalan pacarnya, Lia (13) warga Kampung/Desa Jabong Pagaden, yang masih kelas 1 SMP, tanpa sepengetahuan orangtuanya.

Rabu (23/12) sekitar pukul 08.00 Wib, kedua remaja ini sudah janjian terlebih dulu dan bertemu di Terminal Pagaden dan pergi ke Jakarta dengan menggunakan bus dan menginap di saudaranya Lia, dua hari kemudian yaitu Jum'at (25/12) kedua remaja ini kembali lagi ke Subang namun tidak ke rumah Lia ataupun Kiki namun ke Binong dan menginap di teman karibnya Kiki.

Kiki merasa kebingungan karena selama bepergian kantongnya sudah menipis dan esok harinya yaitu Sabtu kedua remaja ini menuju sebuah di Situ Saradan Desa Sukamulya, Pagaden, Lia terpaksa ditinggalkan di warung itu sedangkan Kiki pulang dulu ke rumahnya agar bisa menjual perhiasan emas untuk bekal.

Akan tetapi setelah Kiki tiba di warung itu ternyata sudah ada orang lain yaitu Juju bibinya Lia, setelah melalui percakapan yang panjang akhirnya persoalan ini kemudian diceritrakan kepada kedua orangtua Lia, Endi. Merasa tak terima anaknya diperlakukan demikian kemudian hari itu juga pada sore harinya Endi melaporkan perilaku Kiki ke Polsek Pagaden, karena tanpa sepengetahun telah melarikan anak perempuannya yang masih di bawah umur.

Kiki yang menjalani pemeriksaan di Polsek Pagaden pun mengkui perbuatannya selain itu diketahui telah melakukan hubungan intim layaknya suami istri sebanyak dua kali, pertamakali dilakukan di rumah Kiki saat penghuni rumah sedang kosong karena dilakukan di siang hari dan yang kedua kalinya dilakukan siang hari juga dan itu dilakukan di sebuah sekolah di Pagaden tentunya saat sekolah sedang liburan. Lia pun menjalani pemeriksaan dan dilakukan visum di RSUD Ciereng, hasil sementara diketahui selaput daranya mengalami luka robek kena benda tumpul.

Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto SH melalui Kapolsek Pagaden AKP Yaya Mulyana didampingi Kanit Reskrim Aiptu Oman Aminta saat dikonfirmasi, Senin (4/1), membenarkan kejadian itu, terhadap Kiki dikenakan Pasal 332 yo 287 yaitu tentang melarikan perempuan di bawah umur tanpa ijin dengan ancaman hukuman selama tujuh tahun. (eko)

Siswa Madrasah Subang Berjaya, Sabet Juara Jabar dan Nasional

SUBANG, RAKA - Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mewakili Kabupaten Subang berhasil menyabet juara pada Porseni Tingkat Jawa Barat yang digelar baru-baru ini.
Bahkan, kemarin, Bupati Subang Eep Hidayat memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi tersebut di sela-sala acara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Departemen Agama Ke-64 di halaman Kantor Depag.

Penghargaan tersebut diantaranya, untuk prestasi tingkat Jawa Barat, Juara I Tim SKJ Porseni Kabupaten Subang yang diwakili MI Hadrul Ulum, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Juara II kaligrafi Putri yang atas nama Euis Tsamrotul Fuadah dari MI Al-Huda Pungangan, Patokbeusi dengan Oficial Ruya Gunawan SAg. Juara III Kaligrafi Putra yang diwakili Ana Rodiana dari MI Al-Huda Patokbeusi dengan Official Dadang Hermawan SAg. Dan Juara III Bulutangkis Putra atas nama Irman Nurdiansyah dari MI Tarbiya dengan Official Kurnia.

Sementara untuk prestasi tingkat nasional, Juara I Festival Senam Kebugaran Tingkat Nasional pada 23-24 Agustus 2009 Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI di Jakarta yang diwakili olah Siswa MAN Subang. Juara II festival Marching Band Tingkat nasional pada bulan Nopember 2009 di Gelora Bung Karno yang diwakili oleh siswa MTs Swasta Yapimu Kebondanas Pusakajaya.

Pada kesempatan itu, Bupati Subang Eep hidayat meminta agar seluruh karyawan Departemen Agama diharapkan meningkatkan pelayanan yang prima dengan menjunjung tinggi akhlak mulia (akhlakul karimah) sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Yang paling utama, tambah Eep, karena di era reformasi ini semua mudah terlihat dalam arti mudah dikontrol masyarakat, maka kinerja harus dilaksanakan sebaik mungkin.

“Secara historis Departemen Agama sangat berperan dalam kemerdekaan RI sehubungan lahirnya bersamaan dengan merdekanya Republik yang kita cintai ini. Peran yang dilaksanakan Depag terutama dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama. Keharmonisan ini merupakan salah satu modal dasar pembangunan yang tiada ternilai. Inilah yang menjadi salah satu besarnya peran Departemen Agama baik di masa kemerdekaan hingga era reformasi sekarang,” ujar Eep.

Pada Kegiatan Hari Amal Bhakti tahun ini mengambil tema 'Dalam Rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-64 Segenap Jajaran Kantor Departemen Agama Kabupaten Subang Bertekad Turut Mewujudkan Bangsa Berakhlak Mulia Menuju Negara Sejahtera'. Pada acara itu pula, Bupati Subang menyerahkan penghargaan kepada peraih prestasi tingkat nasional dan tingkat Propinsi Jawa Barat yang didampingi oleh Kepala Kandepag Subang Drs Moch Musa. (eko)

Siswa Madrasah Subang Berjaya, Sabet Juara Jabar dan Nasional

SUBANG, RAKA - Sejumlah siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang mewakili Kabupaten Subang berhasil menyabet juara pada Porseni Tingkat Jawa Barat yang digelar baru-baru ini.
Bahkan, kemarin, Bupati Subang Eep Hidayat memberikan penghargaan kepada sejumlah siswa berprestasi tersebut di sela-sala acara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Departemen Agama Ke-64 di halaman Kantor Depag.

Penghargaan tersebut diantaranya, untuk prestasi tingkat Jawa Barat, Juara I Tim SKJ Porseni Kabupaten Subang yang diwakili MI Hadrul Ulum, Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang. Juara II kaligrafi Putri yang atas nama Euis Tsamrotul Fuadah dari MI Al-Huda Pungangan, Patokbeusi dengan Oficial Ruya Gunawan SAg. Juara III Kaligrafi Putra yang diwakili Ana Rodiana dari MI Al-Huda Patokbeusi dengan Official Dadang Hermawan SAg. Dan Juara III Bulutangkis Putra atas nama Irman Nurdiansyah dari MI Tarbiya dengan Official Kurnia.

Sementara untuk prestasi tingkat nasional, Juara I Festival Senam Kebugaran Tingkat Nasional pada 23-24 Agustus 2009 Kementrian Pemuda dan Olah Raga RI di Jakarta yang diwakili olah Siswa MAN Subang. Juara II festival Marching Band Tingkat nasional pada bulan Nopember 2009 di Gelora Bung Karno yang diwakili oleh siswa MTs Swasta Yapimu Kebondanas Pusakajaya.

Pada kesempatan itu, Bupati Subang Eep hidayat meminta agar seluruh karyawan Departemen Agama diharapkan meningkatkan pelayanan yang prima dengan menjunjung tinggi akhlak mulia (akhlakul karimah) sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Yang paling utama, tambah Eep, karena di era reformasi ini semua mudah terlihat dalam arti mudah dikontrol masyarakat, maka kinerja harus dilaksanakan sebaik mungkin.

“Secara historis Departemen Agama sangat berperan dalam kemerdekaan RI sehubungan lahirnya bersamaan dengan merdekanya Republik yang kita cintai ini. Peran yang dilaksanakan Depag terutama dalam menjaga keharmonisan antar umat beragama. Keharmonisan ini merupakan salah satu modal dasar pembangunan yang tiada ternilai. Inilah yang menjadi salah satu besarnya peran Departemen Agama baik di masa kemerdekaan hingga era reformasi sekarang,” ujar Eep.

Pada Kegiatan Hari Amal Bhakti tahun ini mengambil tema 'Dalam Rangka Hari Amal Bhakti (HAB) Ke-64 Segenap Jajaran Kantor Departemen Agama Kabupaten Subang Bertekad Turut Mewujudkan Bangsa Berakhlak Mulia Menuju Negara Sejahtera'. Pada acara itu pula, Bupati Subang menyerahkan penghargaan kepada peraih prestasi tingkat nasional dan tingkat Propinsi Jawa Barat yang didampingi oleh Kepala Kandepag Subang Drs Moch Musa. (eko)

Bank Jabar Banten Buka Kantor Kas Daerah Setda

SUBANG, RAKA - Guna meningkatkan pelayanan kepada nasabah khsusnya nasabah di lingkungan Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Subang, Bank Jabar Banten membuka Kantor Kas Daerah di sekitar Kantor Setda Subang.

Pembukaan kantor kas tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Subang Eep Hidayat, Senin (4/1). Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Bupati Subang yang diserahkan kepada Kepala Cabang Bank Jabar Banten Subang Rudy R Arnowo yang didampingi Kepala Kantor Kas Dedy Sudrajat.

Dengan kehadiran kehadiran kantor kas di setda tersebut, harap Eep, akan bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh nasabah penabung untuk melakukan penyetoran dan penarikan. Sehingga gairah untuk menabung bisa dilayani lebih dekat. “Menabung sebenarnya bukan masalah kelebihan uang. Tetapi hasrat kita untuk menyimpan besar atau kecil jumlah uang milik kita,” ujar Eep.

Menurut Kepala Cabang Bank Jaba Banten Rudy R Arnowo, pembukaan kantor kas merupakan upaya pihaknya untuk melakukan jemput bola mendekatkan pelayanan kepada nasabah. “Saat ini Bank Jabar Banten Cabang Subang menargetkan jumlah nasabah sebanyak 24 ribu nasabah. Hal itu terus dilakukan hingga kini telah berhasil menjaring 15 ribu nasabah baik penabung maupun peminjam,” ujar Rudy.

Rudy menambahkan, Khususnya di kantor-kantor kas selain melayanani penyetoran dan penarikan dana, pihaknya juga melayani pembayaran pada pihak ketiga. Oleh karena itu himbauan Bupati Subang selayaknya diikuti dengan memanfaatkan jasa pelayanan yang sekarang ada dengan sebaik-baiknya. Adapun lokasi Kantos Kas Daerah Bank Jabar Banten berada di sebelah timur lingkungan Setda Subang yang berdampingan dengan Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). (eko)

BLH Subang Dilengkapi Kendaraan Laboratorium

SUBANG, RAKA - Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLH) Kabupaten Subang menerima kendaraan laboratorium yang akan digunakan untuk operasional di lapangan. Kendaraan tersebut diserahkan Bupati Subang Eep Hidayat, Senin (4/1).

Menurut Eep Hidayat, penyerahan kendaraan tersebut dilakukan guna mengoptimalkan kerja Badan Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Subang, Serah terima dilakukan secara simbolis oleh Bupati Subang yang diterima oleh Kasubid Konservasi, Rehabilitasi, Dewi Lestari Amdt SSos.

Menurut Dewi, kendaraan tersebut digunakan untuk memperlancar kegiatan lapangan dalam penelitian kualitas air limbah yang dihasilkan oleh industri. Dewi menambahkan, Kendaraan bernomor polisi T 8171 T tersebut dilengkapi laboratorium yang bisa mengeluarkan data langsung di lapangan tentang Total Desolved Solid (TDS), Total Suspended Solid (TSS) dan PH limbah. Sedangkan untuk data mengenai Biological Oxigen Demand (BOD) dan Chemical Oxigen Deman (COD) tetap harus dibawa ke laboratorium.

“Sehingga jika ada laporan dugaan pencemaran lingkungan, kami bisa langsung bergerak ke lokasi dugaan pencemaran. Hasilnya bisa diketahui realtif lebih cepat,” jelas Dewi usai penyerahan kendaraan tersebut. Dengan kendaraan tersebut, tambah Dewi, sangat membantu pihak BLH Kabupaten Subang dalam mengawasi kegiatan industri yang saat ini mulai marak di Subang. Sehingga lingkungan tetap terkontrol dan terkendali. (eko)

Es Salju

PURWAKARTA, RAKA - Bagi penikmat minuman segar jangan segan-segan untuk datang dan menikmati puluhan menu minuman yang di sediakan Warung Es Salju. Panasnya terik matahari tidak akan terasa lagi karena berbagai minuman segar dengan aneka rasa buah ini akan menjadi pelepas dahaga yang sangat mujarab.

Toni (30) pengelola warung Es Salju kepada RAKA di Jl. Aster Gg. Bayeman seberang Baso Nano di Pasar Jumat Purwakarta mengatakan, seiring dengan perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat saat ini kami memiliki resep minuman yang luar biasa. Es Salju yang kami sajikan dijamin akan memberikan kepuasan terhadap semua penikmat minuman sejenis es.

"Warung es Salju memang baru kami buka 30 hari yang lalu, tetapi saat ini kami sudah memiliki banyak pelanggan, Kuncinya hanya satu, resep minuman yang kami suguhkan untuk masyarakat memiliki citarasa yang luar biasa. Serutan es sangat halus sehalus es cream sedangkan rasanya senikmat minuman yang di jamin bisa memuaskan semua pecinta minuman dari berbagai kalangan," ujarnya.

Anes (29) mengatakan Resep minuman yang kami sajikan ini memiliki sejarah dari nenenk moyang kami, sebelumnya resep ini hanya di gunakan untuk kalangan keluarga dan sudah di perkenalkan oleh salah satu pedagang minuman es di Purwakarta, seiring perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat kami mengembangkan resep ini dengan penyerutan yang lebih modern yakni dengan menggunakan Ice Flacker serta resep campuran buah-buahan yang sangat segar dan di gandrungi masyarakat.

"Saat ini kami memiliki 2 jenis es andalan yang menjadi favorit masyarakat, diantaranya Es Salju yang terbuat dari buah duren dengan campuran serutan kelapa muda . Selain itu, es pisang strawbery juga tidak kalah laris, kombinasi es serut campur yang di bubuhi potongan pisang menjadi kegemaran anak-anak ABG," terangnya.

Menurutnya, Kota Tasbeh tidak sesepi dulu, masyarakatnya juga sudah memiliki selera yang tinggi."Purwakarta sudah menjadi kota yang maju, masyarakatnya sudah memiliki banyak kemajuan, dan Kota Purwakarta sudah saatnya memiliki berbagai jenis minuman yang berkualitas. Warung Es Salju akan memberikan pelayanan yang prima, selain cepat kami juga akan memberikan suguhan es ternikmat yang belum pernah ada sebelumnya. Dan harga yang kami tawarkan sangat terjangakau, bagi masyarakat Purwakarta jangan merasa khawatir, Halusnya es di warung es Salju akan membuat anda merasa nyaman untuk selalu mengkonsumsi minuman segar," katanya (sep)

Kue Serabi Ala Mak Sur

PURWAKARTA, RAKA - Sesekali wanita tua itu mengelap keringatnya yang mengucur dengan ujung kebayanya, ia terus mengipas-ngipas tungku adonan kue serabi. Satu persatu adonan kue yang sudah matang ia suguhkan dalam tatakaan kayu disamping tempat jualannya. Meski dini hari, Bu Surtini tak kenal lelah mencari nafkah.

"Ini untuk kebutuhan hidup, meski berjualan waktu dini hari gak jadi soal yang penting bisa menghasilkan,"kata Bu Surtini (86) pedagang kue serabi malam d Jl.Basuki Rahmat Purwakarta, sembari menyuguhkan kue serabi buatannya dini hari kemarin. Sudah sejak tahun 1972 Bu Surtini berjualan kue serabi dilokasi itu. Semenjak ditinggal suami, hanya itulah pekerjaan Bu Surtini untuk bisa menghasilkan uang. Namun, meski hanya berjualan serabi ia mengaku sudah mampu menghidupi delapan anaknya yang semuanya pria.

"Sejak suami meninggal cuma ini pekerjaan saya, tapi Alhamdulillah ini sudah bisa menyekolahkan semua anak saya hingga SMA, "katanya. Dalam sehari, kata Mak Sur, hasil penjualan kue serabi cukup mampu untuk membeli beras sebanyak 4 liter. Tapi, pada hari-hari tertentu semisal malam akhir pekan, penghasilannya bisa meningkat sampai dua kali lipat. "Cuma saat malam minggu saja penghasilan saya cukup lumayan,"ungkapnya.

Beruntung bebannya sedikit ringan, sebab kue serabi yang dijualnya sering mendapat pesanan dari sejumlah pelanggan. Ada dua rasa kue serabi yang dijual Mak Sur , yakni kue serabi oncom dan kue serabi gula kinca (sejenis gula yang dicampur buah nangka). Kedua kue itu, ditawarkan Bu Surtini dengan harga Rp.1000/biji. Diakui dia, dalam sehari untuk berjualan ia memerlukan bahan adonan kue seperti kelapa sebanyak 4 butir dkar sebanyak tepung beras 4 liter berikut kayu bakar sebanyak satu karung.

Saat ini, tidak hanya Mak Sur saja yang berjualan kue serabi di Jl.Basuki Rahmat. Sedikitnya tiga orang penjual kue yang sama sudah ikut mencari nafkah dengan cara itu. Halimah (42) misalnya, dengan alasan yang sama ia tak kenal lelah berjualan untuk mencari sesuap nasi. "Yang penting halal mas, "tukasnya ditempat jualan yang berseberangan dengan lapak mak Sur.(rif)

Petani Ikan Mas dan Nila, Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

NASIB petani benih ikan mas dan nila di Kampung Cirateun, Desa Kertajaya, Kecamatan Pasawahan, memang perlu perhatian. Saat ini selain membutuhkan pasokan air produksinya juga mengalami kemerosotan.

Riva Arifin

Seorang petani benih ikan sekaligus pengurus koperasi budi daya benih ikan Giri Cipta Mas di Kampung Cirateun, Desa Kertajaya, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta, Tedi Hasbullah (43), mengatakan, sulitnya pasokan air ke empang penampungan ikan diakibatkan beberapa faktor seperti bocornya saluran irigasi dari induk ke empang, penambahan selang air PDAM, dan faktor alam.

"Minimnya suplai air membuat kualitas air menjadi jelek, dimana ratusan bibit bisa mati setiap harinya karena kekurangan oksigen dan membuat produksi benih ikan turun, "kata Tedi sambil menyebut kurangnya pasokan air tersebut membuat debit air empang turun sekira 40 cm dari debit normal 100 cm3. Selain itu, tambah dia, minimnya jumlah pasokan air juga berdampak pada produktifitas empang benih ikan.

Dari sebanyak 15 hektar empang, saat ini saja cuma beroperasi sekitar 6 hektarnya saja. "Mengantisipasi kekurangan air tersebut kami secara bergiliran melakukan pembendungan air di saluran air atau dam yang terletak di desa Pondok Salam selain memanfaatkan pompa air. Hanya saja cara tersebut masih tidak efektif mengatasi permasalahan kami, "katanya seraya menambahkan, imbas kurangnya pasokan air mengakibatkan produksi benih ikan turun dari 10 ton per 3 hari menjadi 3 ton per 3 hari.

Meski demikian, minimnya pasokan air tidak membuat harga benih ikan lekas turun. Sebab, selama ini harga ikan hanya bergantung pada harga daging dipasaran. Sekarang, untuk harga benih ikan mas dibandrol seharga Rp 14.000/kg dan benih ikan nila seharga Rp 19.500/kg dengan masing-masing ukuran per kg 100 ekor.

Tedi Hasbullah yang mewakili petani berharap, untuk membantu permasalahan tersebut pihak terkait bisa turut memikirkan dengan memberikan solusi. Pasalnya, kekurangan air bagi para petani benih ikan terjadi secara rutin setiap tahun dan membuat banyak empang jadi terbengkalai. (rif)

Sekdes Rawasari Terancam Dipolisikan

PLERED, RAKA – Sekertaris Desa (Sekdes) Rawasari, Kecamatan Plered 'Emn' (40) terancam dilaporkan ke polisi gara-gara menghajar Mahri (50) anggota linmas di desa tersebut. Peristiwa terjadi karena Emn kesal merasa selalu dimata-matai Mahri. Akibat kejadian itu korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah tulang rahang kirinya retak.

Berdasarkan pengakuan Aminah (38) istri korban, kejadian bermula saat suaminya, Mahri disuruh oleh kades setempat, Noeratif, untuk memanggil Emn di rumahnya pada hari sabtu (2/01) lalu sekitar pukul 5 sore. Emn diminta untuk menghadap sang kades dikarenakan ada permasalahan yang harus dibicarakan.

Tanpa diduga, tambah Aminah, belum juga Mahri bicara, Pelaku Emn, langsung menginterogasi korban perihal sikap korban yang sering memata-matai dirinya. Dengan polosnya, lanjut Aminah, korban pun mengaku kalau dirinya bersikap seperti itu dikarenakan korban diminta oleh istri Emn. “Istrinya yang nyuruh suami saya untuk memata-matai Emn, soalnya dalam beberapa minggu ini sikap Emn dinilai istrinya sangat janggal. Istri Emn curiga Emn selingkuh dengan wanita lain, ”tutur Aminah.

Merasa kesal dengan pengakuan Mahri, pada saat itu juga Emn langsung menghantamkan pukulan secara bertubi-tubi ke bagian pipi kiri Mahri. Korban pun langsung tersungkur. Beruntung saat itu warga langsung melerai dan memberikan pertolongan terhadap korban. “Waktu itu lagi banyak orang disekitar lokasi kejadian. Melihat suami saya tersungkur, warga pun langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah, ”katanya.

Karena kondisi korban semakin parah, seorang tetangga korban bernama Syahroni, pada malam harinya langsung membawa korban ke Cikalong, Bandung untuk diobati. “Beberapa saat setelah diobati, kondisi korban mulai pulih, namun saat perjalanan pulang luka korban ternyata semakin parah. Bahkan setibanya di rumah, korban pun menjadi tidak bisa bicara sama sekali, ”ucap Syahroni, tetangga korban yang mengaku mantan Sekdes itu.
Khawatir dengan kondisi korban yang semakin memburuk, minggu kemarin (3/1), kerabat korban pun langsung membawa kembali korban untuk berobat ke Cimahi.

“Saya khawatir karena kondisi kesehatan saudara saya semakin parah, makanya saya bawa dia (Mahri, red) ke rumah Sakit Cibabat, Cimahi untuk dirawat, ”terang Ujang, kerabat korban kepada RAKA via handphone, Senin (4/1) yang mengaku masih di rumah sakit. Hingga berita ini diturunkan, korban mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib karena masih menunggu itikad baik dari pelaku. Sementara pelaku dan Kades setempat belum bisa dikonfirmasi. (nos)

Bantuan Gurdacil Tersasar ke Kota, GTT Kecamatan Maniis Dituding Sarat Nepotisme

PURWAKARTA, RAKA - Bantuan untuk Guru Daerah Terpencil (Gurdacil) kembali dipersoalkan. Sejumlah gurdacil di Kecamatan Maniis mengaku bantuan yang harusnya disalurkan buat mereka 'nyasar' ke guru-guru yang berada di kota.

Deni Regiana SPd, Gurdacil di Kecamatan Manis, mengatakan itu di kantor perwakilan RADAR KARAWANG di Purwakarta, kemarin. Dia mengatakan kucuran anggaran bantuan Gurdacil di Kecamatan Maniis, diduga kuat tidak tepat sasaran. Bantuan untuk guru yang mengabdikan diri di daerah terpencil ini malah digelontorkan ke guru yang bekerja di wilayah perkotaan kec. Maniis.

"Sangat disayangkan anggaran bantuan untuk Gurdacil ini tidak bisa dirasakan oleh pendidik yang mengabdikan diri di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Pengabdian mereka sekan-akan tidak dihormati. Bantuan itu untuk Gurdacil, tetapi kenapa kebanyakan para pengajar yang berada di wilayah perkotaan Kec. Maniis yang menerimanya," ungkap Deni sedih.

Bahkan, kata Dani yang juga berprofesi sebagai GTT di SDN 2 Tegal Datar kec. Maniis bahwa 19 penerima bantuan Gurdacil dari Guru Tidak Tetap (GTT) Kec. Maniis juga mengeluhkan pemotongan. "Sebanyak 19 orang penerima Gurdacil dari GTT di kec. Maniis mengeluhkan pemotongan oleh pihak terkait. Bantuan untuk Gurdacil itu belum sepenuhnya di kucurkan Pemkab Purwakarta. Mereka baru menerima setengahnya saja.

Dan, itupun dengan pemotongan Rp 1 satu Juta per orang dengan alasan untuk di alokasikan kepada sejumlah GTT yang tidak menerima. Hal itu sudah menyalahi aturan dan tidak sesuai dengan peruntukan dan mekanisme yang ada bahwa bantuan itu dikucurkan atas nama Gurdacil dan bukan untuk GTT, "terangnya. Menurut pengakuan Deni, yang terjadi di Kecamatan Maniis banyak Gurdacil yang tidak menerima bantuan. Kejadiannya malah lebih memperihatinkan Gurdacil. Selain itu terjadi rumor bahwa 19 orang penerima Gurdacil ini akan di SK kan serta mendapat bantuan Rp 900 Ribu/bulan.

"Selain bantuan Gurdacil tidak tepat sasaran, sejumlah penerima dari kalangan GTT ini diduga terjadi nepotisme. Hal itu dapat dilihat dari bukti si penerima bantuan yang rata-rata anak kepala sekolah. Dengan kejadian ini kami berharap kepada pemkab atau dinas pendidikan untuk mengakaji ulang penerima bantuan Gurdacil. Bila hal ini terus dibiarkan maka akan terjadi preseden buruk bagi kalangan pendidik. Jangan sampai para pengajar yang telah mengabdikan dirinya itu tidak mendapat keadilan, "katanya. (sep)

Musda Golkar 13 PK Mendukung Ucok

PURWAKARTA, RAKA - Kendati belum dinyatakan secara tegas namun kandidat Ketua DPD Golkar Purwakarta, Ucok Ujang Wardi mengaku mendapat dukungan 13 Pengurus Kecamatan (PK). Dukungan itu justru terjadi sebelum dirinya mendeklarasikan sebagai calon ketua DPD partai berlambang pohon beringin itu.

"Untuk membangun Purwakarta membutuhkan visioner. Dan, jangan dipahami bahwa ini adalah perlawanan terhadap elemen Golkar, tetapi justru saya akan melakukan perubahan yang signifikan untuk menuju kerangka Purwakarta ke depan seperti apa," tegas Ucok.

Ditambahkannya, saat ini dirinya sudah memiliki modal dukungan 13 PK dan satu ormas. "Dukungan sebanyak itu saya anggap sudah sangat baik. Dengan kedudukan Bupati Purwakarta sebagai sekjen partai Golkar Jabar, maka akan terjadi sinergitas dan menguntungkan untuk Purwakarta," ucapnya.

Masih ditambahkan Ucok, kewibawaan yang menggema ini, bukan menjadi isapan jempol belaka tatkala dirinya mencalonkan diri sebagai kandidat calon ketua DPD Parti Golkar Kab. Purwakarta, sebagai seorang visioner dia memiliki visi dan misi dengan tujuan menjaga kewibawaan lembaga legislatif selain mengaspirasikan kepentingan masyarakat dengan kembali mengembalikan kejayaan partai Golkar.

"Partai Golkar akan terus meningkatkan manajemen partai. Bila saya di percaya untuk menjadi ketua DPD Parti Golkar, maka saya akan berusaha dengan maksimal mengembalikan kejayaan partai Golkar. Berbagai sosialisasi di tingkat Grasroot hingga ke tingkat kepengurusan kecamatan dan pengurus DPD.

Hal ini akan meningkatkan loyalitas kader terhadap partai, bahkan kepengerusan yang baru akan meraih kader fanatisme yang tersingkir, mereka akan kembali di ajak untuk memperkuat partai Golkar, saya juga akan merekrut kader muda yang memliki loyalitas yang baik, merekrut kader dari kalangan profesional dan semua eleman masyarakat dan setelah itu akan dilakukan komunikasi lintas partai dan semua itu untuk kebesaran partai Golkar dan kemajuan Purwakarta," terangnya. (sep)

Perajin Gula Aren Terancam Punah

PURWAKARTA,RAKA - Pelaku usaha pembuatan gula aren di Kabupaten Purwakarta dalam beberapa tahun terakhir semakin terpuruk. Mereka mengaku bahan disamping baku nira yang ada terus berkurang jumlah pohon arennya juga mengalami penyusutan. Akibatnya, produksi gula arenpun mengalami penurunan.

Hasan (40), pengepul gula di Desa Cikeris, Kecamatan Bojong, menyebutkan, dalam dua tahun terakhir, jumlah pembuat gula di daerahnya berkurang dari sekitar 8 unit usaha menjadi 3 unit. Imbasnya, jumlah produksi pelaku usaha merosot dari 40 kg per pekan sejak tahun 2007 menjadi sekitar 15 kg per pekan saat ini. "Kalau keadaan tidak juga berubah usaha ini terancam punah karena semakin sulit mendapatkan bahan baku, "kata Hasan, Senin (4/12) siang.

Ia mengatakan, saat ini jumlah pohon aren di daerahnya terus menyusut karena dijual atau ditebang pemiliknya. Menurut Hasan, warga pemilik pohon aren banyak menjual pohonnya kepada pengusaha tepung untuk kebutuhan hidup selain tergiur oleh harganya yang lumayan tinggi. "Untuk pohon aren berusia 8-10 tahun bisa laku sekitar Rp 250.000-Rp 400.000 per pohon, "katanya.

Pembuat gula aren, Aminah (30) di Desa Sukamanah, Kecamatan Bojong, mengatakan, berkurangnya komoditas pohon aren di daerahnya membuat produksi gula tak keruan. Untuk membuat produksi tetap berjalan, Aminah mengaku, tak jarang mencari bahan baku hingga ke kota tetangga seperti Cianjur dan Sukabumi.(rif)

Luki Tewas Dihajar Truk

PURWAKARTA, RAKA - Pengendara sepeda motor, Luki Mulyono (28) warga Perumahan Jatiluhur Blok I no 12, Desa Jatimekar, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta tewas seketika akibat sepeda motor yang dikendarainya menyenggol truk tronton yang hendak disalip, di Jalan umum Bandung-Purwakarta, tepatnya di sekitar Kampung Cilampahan, Desa Sukajaya , Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Minggu (3/1).

Beradasarkan keterangan diperoleh, Kecelakaan yang merengut korban jiwa, terjadi Minggu malam sekira pukul 21.20 Wib. Peristiwanya berawal ketika korban tengah mengendarai sepeda motor Yamahan Yupiter MX nopol T 2803 AQ di ruas jalan umum Bandung-Purwakarta dari arah Purwakarta menuju Bandung.

Ketika sampai ditempat kejadian, sepeda motor yang dikemudikan Luki berusaha mendahului truk tronton nopol B 9975 XQ yang ada didepannya dan dikemudikan U Sudarto (40), warga Kampung Garut, Kecamatan Sukatani, Purwakarta. Diduga korban kurang hati-hati karena saat mendahului truk, stang sebelah kiri menyenggol bodi truk. Akibatnya sepeda motor yang tengah melaju dalam kecepatan tinggi oleng dan tidak bisa dikendalikan oleh korban.

Sepeda motor akhirnya terguling dan korban terjatuh ke sebelah kanan. Pada saat bersamaan dari arah berlawanan muncul truk yang tidak teridentifikasi karena kabur meninggalkan tempat kejadian, langsung menabrak dan melindas sepeda motor serta korban. Luki yang mengalami luka parah disekujur tubuhnya tewas seketika di tempat kejadian. Petugas yang datang ke tempat kejadian angsung membawa korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. (ton)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang