Senin, 22 Februari 2010

Warga Demo Peternak Sapi

BENDUNG GOT: Sejumlah pendemo sedang membendung saluran utama pembuangan air limbah kotoran sapi.

SUBANG, RAKA –
Kesal tuntutannya tidak kunjung direalisasikan, Minggu (21/2), puluhan warga Kecamatan Pabuaran mendemo peternakan sapi milik PT Agri Satwa Jaya Kencana di Desa Kadawung, Kecamatan Pabuaran.

Puluhan pendemo yang terdiri dari warga Dusun Sadang, Dusun Poponcol dan Dusun Bangkuang, Desa Salamjaya, Kecamatan Pabuaran yang dipimpin langsung tokoh masyarakat, Amil Edi. Dalam orasinya, para pendemo menuntut janji PT Agri Satwa Jaya Kencana yang menjanjikan akan memberikan kompensasi atas kematian tanaman padinya beberapa waktu lalu yang menurut mereka diakibatkan oleh limbah kotoran sapi milik perusahaan tersebut.

Dilanjutkan warga, pada tanggal 26 Februari pihak perusahaan menjanjikan akan merealisasikan penggantian tanaman yang mati dan apabila dihitung-hitung, perusahaan telah lewat sekitar 4 hari belum juga menepati janjinya. Karena kesal tuntutannya tidak ada jawaban dari pihak perusahaan ahirnya puluhan warga menutup saluran pembuangan air limbah kotoran sapi yang mengarah ke lokasi pesawahan mereka.

“Kami tidak akan mengijinkan perusahaan menggelontorkan air limbah sebelum menormalkan air limbah dan memberikan kompensasi kepada kami,” ucapnya. Sementara itu, koordinator aksi, Amil Edi menuturkan, demo tersebut merupakan demo spontanitas warga. Namun, karena pimpinan perusahaan tidak ada, mereka hanya berhadapan dengan bagian marketing.

“Karena masyarakat tidak dapat jawaban dari perusahaan mereka kecewa dan membendung saluran. Maka, sebelum perusahaan memberikan kompensasi yang dijanjikan, masayrakat tidak akan mengijinkan perusahaan menggelontorkan air ke saluran pesawahan mereka, dan bahkan apabila air limbah belum normal masyarakat akan tetap membendung saluran, karena tidak mau menanggung resiko tanaman padinya mati lagi karena air limbah,” terang Edi.

Sementara itu, bagian marketing PT Agri Satwa Jaya Kencana Yosi, saat dikonfirmasi dan memberikan jawaban kepada masyarakat mengatakan bahwa dirinya tidak dapat menjawab keinginan warga, karena dirinya hanya sebagai bawahan dan sebaiknya menunggu pimpinannya yang saat ini sedang ada urusan keluarga.

“Sebenarnya pimpinan saya sudah menyiapkan dana kompensasi, namun karena beliau masih ada urusan keluarga tidak dapat hadir di sini, adapun waktunya pinpinan saya kesini akan dikonfirmasikan lagi,” ucap Yosi. Meski kecewa, namun masyarakat membubarkan diri setelah mendapatkan jawaban yang tidak jelas dari perusahaan dan langsung membendung 3 saluran utama pembuangan air limbah kotoran sapi. (pir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang