Selasa, 05 Januari 2010

Petani Ikan Mas dan Nila, Butuh Perhatian Pemerintah Daerah

NASIB petani benih ikan mas dan nila di Kampung Cirateun, Desa Kertajaya, Kecamatan Pasawahan, memang perlu perhatian. Saat ini selain membutuhkan pasokan air produksinya juga mengalami kemerosotan.

Riva Arifin

Seorang petani benih ikan sekaligus pengurus koperasi budi daya benih ikan Giri Cipta Mas di Kampung Cirateun, Desa Kertajaya, Kecamatan Pasawahan, Purwakarta, Tedi Hasbullah (43), mengatakan, sulitnya pasokan air ke empang penampungan ikan diakibatkan beberapa faktor seperti bocornya saluran irigasi dari induk ke empang, penambahan selang air PDAM, dan faktor alam.

"Minimnya suplai air membuat kualitas air menjadi jelek, dimana ratusan bibit bisa mati setiap harinya karena kekurangan oksigen dan membuat produksi benih ikan turun, "kata Tedi sambil menyebut kurangnya pasokan air tersebut membuat debit air empang turun sekira 40 cm dari debit normal 100 cm3. Selain itu, tambah dia, minimnya jumlah pasokan air juga berdampak pada produktifitas empang benih ikan.

Dari sebanyak 15 hektar empang, saat ini saja cuma beroperasi sekitar 6 hektarnya saja. "Mengantisipasi kekurangan air tersebut kami secara bergiliran melakukan pembendungan air di saluran air atau dam yang terletak di desa Pondok Salam selain memanfaatkan pompa air. Hanya saja cara tersebut masih tidak efektif mengatasi permasalahan kami, "katanya seraya menambahkan, imbas kurangnya pasokan air mengakibatkan produksi benih ikan turun dari 10 ton per 3 hari menjadi 3 ton per 3 hari.

Meski demikian, minimnya pasokan air tidak membuat harga benih ikan lekas turun. Sebab, selama ini harga ikan hanya bergantung pada harga daging dipasaran. Sekarang, untuk harga benih ikan mas dibandrol seharga Rp 14.000/kg dan benih ikan nila seharga Rp 19.500/kg dengan masing-masing ukuran per kg 100 ekor.

Tedi Hasbullah yang mewakili petani berharap, untuk membantu permasalahan tersebut pihak terkait bisa turut memikirkan dengan memberikan solusi. Pasalnya, kekurangan air bagi para petani benih ikan terjadi secara rutin setiap tahun dan membuat banyak empang jadi terbengkalai. (rif)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang