Selasa, 19 Januari 2010

Penyakit Mengancam Korban Banjir, Banuara: Begitu Ada Laporan Lisan Bantuan Langsung Disalurkan ke Tirtajaya

BANJIR: Warga Dusun Saca, Desa Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya menuntutn sepedanya setelah air merendam daerah itu dengan ketinggian 20-80 cm.

TIRTAJAYA, RAKA - Sejak Minggu (17/1) puluhan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Saca, Desa Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya terendam banjir dengan ketinggian antara 20 hingga 80 Cm. Warga mulai diserang penyakit dan terancam kelaparan. Berdasarkan pengamatan RAKA Senin (18/1) di Dusun Saca, warga mulai kesulitan mendapatkan logistik sehari-hari lantara akses jalan terputus terendam banjir.

Warga korban banjir di Dusun Saca Ayim (35) mengatakan, ia sangat berharap pemerintah daerah memberikan bantuan seperti mie instan dan beras. Pasalnya, logistik yang ia miliki untuk kebutuhan sehari-hari rusak terendam banjir.

Selain kesulitan mendapat makanan, para korban banjir juga kesulitan air bersih. "Beras kami terendam banjir sedangkan untuk pergi ke pasar harus menggunakan perahu. Kami juga kesulitan air bersih. Kami berharap Pemkab Karawang segera menyalurkan bantuan logistik bagi korban banjir, "kata Ayim. Masih dalam penuturan Ayim, selama banjir melanda rumahnya hingga ketinggian lutut orang dewasa, Ayim kesulitan menanak nasi. Di dalam rumahnya, ia menumpuk meja agar tidak terendam banjir dan menempatkan kompor untuk memasak di atasnya.

Hal yang sama dialami Andi (24) warga Dusun Saca. Ia tidak memiliki air bersih untuk di konsunsi sehari-hari. "Kami harus menampung air hujan. Sedangkan sumur warga sudah terendam oleh air," kata Andi. Andi mengaku, sangat membutuhkan bantuan logistik untuk kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, ia tidak memiliki kecukupan pangan untuk kebutuhan sehari-hari. "Kami hanya buruh tani, dengan banjir ini praktis mata pencaharian kami juga hilang.

Kami berharap pemerintah memberikan bantuan secepatnya agar kami para korban banjir tidak kelaparan," ungkap Andi. Sementara itu, Kepala Desa Tambak Sumur Leles Lesmana, mengatakan, banjir yang melanda desanya sudah dilaporkan ke Pemkab Karawang. Namun begitu, dua hari pasca banjir Pemerintah Daerah belum menyalurkan bantuan logistik, air bersih, obat-obatan hingga selimut hangat.

"Korban banjir sangat membutuhkan makanan, air bersih, obat-obatan juga selimut hangat. Kejadian ini sudah dilaporkan ke Pemkab Karawang melalui pihak kecamatan. Namun dua hari pasca banjir, bantuan yang diharapkan warga belum juga datang, "ungkap Leles. Selain bentuan logistik makanan, pungkas Leles, korban banjir sangat membutuhkan peralatan untuk melakukan evakuasi seperti dibutuhkan adalah perahu dan pompa untuk menyedot air.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karawang Banuara Nadeak membantah jika bantuan logistik belum disalurkan ke korban banjir. "Bantuan untuk korban banjir berupa logistik sudah di kirim ke korban banjir yang ada di Kecamatan Tirtajaya karena berdasarkan pengamatan dan laporan, hanya Tirtajaya yang terkena banjir di pemukiman warga, "kata Banuara, Senin (18/1) di pelataran kantor Kecamatan Pedes.

Dinsos, ungkap Banuara, telah menyiapkan bantuan logistik untuk korban banjir. Sehingga, kata Banuara, begitu Dinsos mendapatkan laporan secara lisan tentang korban banjir, pihaknya langsung memberikan bantuan logistik. "Begitu pula saat kami mendapat laporan tertulis tentang korban banjir ini, kami salurkan lagi bantuan tersebut," katanya. (get)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang