Senin, 05 Oktober 2009

Kondisi Jalan Raya Peruri di Kampung Semar Galih Dibiarkan Kopong, Membahayakan Pengguna Jalan

DIBIARKAN: Beberapa kali disoal, namun kondisi Jalan Raya Peruri di Kampung Semar Galih Desa Parungmulya Kecamatan Ciampel ini kondisinya saat ini masih dibiarkan kopong. Padahal tidak jarang kendaraan yang melintasi jalan tersebut bertonase lebih dari 20 ton. Selain membahayakan pengendara, kopongnya jalan yang disertai tidak stabilnya keadaan tanah itu membuat 8 rumah dari 80 kepala keluarga di Rt 02 Rw 01 desa tersebut terancam tertimpa kendaraan dan longsor. karena letak dari delapan rumah tersebut persis di bawah jalan. (baca halaman 4)

MANG RAKA


BPD

Dari 2682 BPD yang ada di Kabupaten Karawang diperkirakan hanya 25 % yang eksis. Hal ini membuat pengawasan terhadap pemerintahan di tingkat desa menjadi kurang maksimal.

MANG RAKA:
Bukan tidak eksis, tapi BPD yang 75 persen itu kenyataannya bentukan kades.

Gerindra Mau Bongkar Pasang Pengurus, Katanya Ada Pengurus Yang Tak Taat Lagi Ideologi

KARAWANG, RAKA – Riak politik kembali mencuat dari tubuh Partai Gerindra. Dalam beberapa pekan terakhir muncul reaksi dari beberapa pengurus, terutama di tingkat anak cabang, yang merasa posisi mereka terancam bakal dibubarkan. Hal ini mencuat setelah Dewan Pengurus Cabang (DPC) membentuk Tim 5.

Di antara pengurus mencurigai,keberadaan Tim 5 menjadi serangan balik dari mencuatnya dorongan kearah komitmen pergantian jabatan setengah periode bagi anggota DPRD dari parpolnya, beberapa waktu lalu. “Pemahaman itu sangat keliru. Ini hanya mis understanding. Memang saya akui di kalangan temen-temen pengurus sempat ada pemahaman munculnya pahlawan kesiangan di DPC yang merasa berjasa atas keberadaan Gerindra di Karawang,” ungkap Ketua DPC, Ade Suhara, saat ditemui di sela-sela acara syukuran kantor partainya yang baru di jalan pertigaan Husni Hamid-Cakradireja Karawang Barat, Minggu (4/10) siang.

Tandas dia, riak-riak tersebut telah diselesaikan menjelang lebaran lalu. Menurutnya, keberadaan Tim 5 hanyalah pemberian tugas dari pimpiinan harian DPC Gerindra untuk mengevaluasi kinerja 6 orang calon anggota legislatif terpilih yang kini telah resmi duduk di DPRD Karawang, berikut para pengurus DPC, maupun para pengurus PAC. Jika dari hasil evaluasi membuktikan ada pengurus yang tidak lagi menjalankan ideologi partai, tegas Ade, yang bersangkutan bakal terkena restrukturisasi.

“Kita tidak mungkin membuat kebijakan partai diluar ketentuan. Kerangka kita jelas berdasarkan AD/ART, arah kebijakan, dan aturan Gerindra. Bagi seluruh pengurus, siapapun, termasuk anggota dewan dari partai kita yang masih dalam koridor partai, pasti kita pertahankan. Malah ada dua orang anggota DPRD dari Gerindra yang belum masuk struktur kepengurusan DPC akan kita masukan. Yaitu, Ajang Supandi dan Ramdhani Sudrajat. Sebab dalam kesepakatan DPP, DPD, dan DPC, semua anggota dewan terpilih di daerah harus masuk dalam struktur kepengurusan DPC,” tandas Ade.

Begitu pun Roy Benta Sahetapi yang kini statusnya sebagai bendahara PAC Gerindra Batujaya, lanjut Ade, bakal dimasukan pula sebagai pengurus DPC. Dengan demikian, penugasan Tim 5 dan rencana restrukrisasi, dikatakannya, sebagai bagian dari amanat partai yang harus dilakukannya. Bukan berarti memperkuat opini keliru bahwa keberadaan Tim 5 bagian dari kemunculan pahlawan kesiangan di lingkungan Gerindra Karawang. Hasil dari Tim 5 tersebut, Ade menyebut, selanjutnya dibawa ke rapat pleno DPC Gerindra.

“Kita berharap minggu-minggu ini rapat pleno DPC bisa digelar. Setidaknya kesiapan kita di Karawang menjelang Kongres yang direncanakan 2010, kita sudah tidak ada masalah lagi dengan terpenuhinya struktur kepengurusan. Baik di tingkat DPC maupun PAC. Sebenarnya kalau melihat bagan struktur, semua telah terisi. Hanya pada kenyataannya masih ada pengurus yang tidak aktif. Di Pilpres 2009 kemarin saja, pengurus beberapa PAC yang bergerak cuma ketua dan sekretaris. Setelah ini beres, usai Kongres, DPC harus segera menggelar Muscab. Sementara sampai sekarang, kepengurusan DPC Gerindra di seluruh wilayah Indonesia baru sebatas pemegang mandat. Oleh karenanya masih bisa melakukan restrukturisasi melalui rapat pleno,” pungkas Ade. (vins)

Warem Kedoya Dibongkar Warga

CILAMAYA,RAKA- Sebanyak 13 bangunan warung remang-remang(warem) yang berlokasi di Kampung Kedoya Desa Tegalsari, Kecamatan Cilamaya Kulon akhirnya dibongkar sendiri oleh pemiliknya. Pembongkaran rumah-rumah yang diduga kuat kerap dijadikan sebagai sebagai tempat prostitusi(pelacuran) itu disaksikan Mantri Polisi Kecamatan Cilamaya Wetan, Basuki Rahmat dan anggota Satpol PP lainnya.

Junaedi(42) warga setempat ketika dihubungi RAKA mengatakan, pembongkaran terhadap ke-13 warem tersebut dilakukan Sabtu(3/10) mulai pukul 10.00 - 14.00 WIB. Para pemilik warem memilih membongkar sendiri dari pada dibongkar oleh petugas satpol PP. "Kalau membongkar sendiri, perabotan dan bahan bangunannya tidak akan rusak dan masih dapat digunakan kembali.Sedangkan kalau dibongkar paksa barang-barang dan perabotan lainnya pasti rusak," ujarnya.

Dikatakannya, pembongkaran warem ini merupakan yang kedua kalinya sejak Kedoya dijadikan lokasi prostitusi tahun 1989 silam.Warem -warem tersebut pertama kali dibongkar anggota Satpol PP Oktober 2008 lalu. Namun, berselang beberapa bulan kemudian, tepatnya awal Januari 2009, warga kembali mendirikan bangunan liar tersebut hingga berjumlah puluhan rumah.

"Mereka kembali mendirikan bangunan untuk dijadikan tempat prostitusi itu karena mereka tak memiliki ketrampilan lain terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," kata Junaedi. Sebenarnya, sambung Junaedi, pemerintah desa maupun kecamatan sudah berulang kali melakukan teguran kepada para pemilik warung agar tidak lagi berusaha dengan bisnis seperti itu. Akan tetapi, karena bisnis 'lendir' itu cukup menggiurkan, warga tetap nekat melakukannya.

"Warga akhirnya membongkar warungnya sendiri setelah mendapat surat edaran dari Bupati Karawang. Apalagi, saat ini kan Pemkab Karawang tidak ada kompromi dengan bisnis prostitusi. Siapapun yang mencoba menghalanginya pasti ditindak tegas. Makanya, dari pada dibongkar lebih baik bongkar sendiri," jelasnya. Paska pembongkaran itu, para pekerja seks komersil(PSK) yang mayoritas berasal dari luar Karawang seperti Indramayu, Subang dan Bogor itu pun tampak mengemasi barang-barangnya. Mereka, kata Junaedi, mengaku akan pulang ke kampung masing-masing. (ops)

Gempa 8,8 SR Masih Ancam Padang

MASIH TERKURUNG: Tim Rescue terus berusaha menemukan korban di reruntuhan Hotel Ambacang Kota Padang, Minggu (05/09). Hari keempat setelah Gempa 7,6 Skala rikter di perkirakan masi ada korban yang terkurung di bawah bangunan roboh.

JAKARTA,RAKA - Guncangan gempa dahsyat berkekuatan 7,6 skala Richter (SR) yang melanda Padang, Sumatera Barat, Rabu lalu (30/9) kemungkinan besar terjadi lagi. Para pakar memperkirakan gempa lebih dahsyat dengan daya rusak dan hancur seperti musibah tsunami pada 2004 bisa terjadi pada dekade mendatang.

Menurut pakar geologi dari LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) Danny Hilman Natawidjaja, tekanan telah membentuk garis patahan di sekitar wilayah Padang selama rangkaian getaran (gempa) dalam beberapa tahun terakhir. Gempa berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang Padang bukan termasuk "skala besar". "Itu bukan gempa yang sering kita perbincangkan bakal terjadi, yakni gempa dahsyat (megacrush) lebih dari 8 skala Richter yang memicu tsunami," ujarnya, Sabtu (3/10).

Natawidjaja telah mempelajari patahan Mentawai di lepas pantai Sumatera selama 12 years. Bersama mitranya, Prof Kerry Sieh dari Nanyang Technology University (NTU), Singapura, Natawidjaja meyakini bahwa akumulasi tekanan bisa mengakibatkan gempa 8,8 SR. Kekuatan gempa itu diperkirakan 30 kali lebih besar ketimbang gempa Rabu lalu.

"Secara ilmiah, saya bisa katakan gempa yang mahadahsyat itu mungkin terjadi besok, lusa, bulan depan, atau mungkin tahun depan. Paling tidak, itu akan terjadi dalam 10 tahun ke depan," ramalnya. "Secara pribadi, saya khawatir jika gempa tersebut terjadi dalam beberapa bulan atau tahun ke depan. Tapi, sebagai ilmuwan, kami sering dibuat terkejut oleh fenomena alam. Banyak yang sulit diceritakan," lanjutnya.

Pada 2004, gempa berkekuatan 9,15 SR dengan episentrum (titik pusat) sekitar 600 km utara Padang memicu gelombang tsunami. Dalam musibah itu, 232 ribu orang tewas di negara-negara sekitar Samudera India. Korban terbesar berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Menurut Natawidjaja, gempa berkekuatan 8,8 SR bisa mengirimkan gelombang tsunami setinggi 4-10 meter yang menghantam Padang. Padahal, kota itu tiga kali lebih besar dibandingkan Banda Aceh, yang disapu tsunami pada 2004.

Dia juga menyebut, meski berada di puncak garis patahan paling aktif di dunia, pemerintah di Padang gagal menyiapkan kota itu dalam menghadapi gempa. Hal itu terbukti dari banyaknya korban dan kerusakan akibat gempa Rabu lalu. "Saya kira Padang benar-benar tidak siap. Secara umum, struktur bangunan yang ada tidak dirancang tahan gempa. Itu sebabnya kerusakan begitu besar," terangnya. "Sejak 2004 banyak antisipasi terhadap ancaman tsunami. Makanya, ada beberapa latihan evakuasi tsunami. Tetapi, sejak 2004 hampir tak ada upaya untuk mengantisipasi bahaya gempa bumi," jelasnya. (jpnn)

Belum Lama Dibangun, Saluran Air di Kecamatan Purwasari, Rusak

DIREHAB LAGI: Belum lama dibangun, saluran air di pinggir Jalan Raya Karawang-Cikampek, tepatnya di ruas Desa Mekarjaya, Kecamatan Purwasari, direhab kembali karena kondisinya rusak. Warga berharap, perbaikan tersebut bisa maksiml agar tidak mudah rusak. (asy)

Waspadai Bencana Alam


BENCANA
seolah-olah belum mau lari dari bumi Indonesia. Dalam dua bulan terakhir, bencana yang merenggut puluhan hingga ratusan korban jiwa terus terjadi dengan jenis bencana yang sama, yaitu gempa bumi. Melihat gejala seperti ini, masyarakat harus tanggap terhadap masalah bencana terutama gempa, agar bencana bisa dicegah dan kalaupun tetap terjadi, jumlah korban bisa diminimalisir. Hal tersebut dikatakan salah seorang mahasiswa Unsika, Fian Sopiyan, kepada RAKA, Minggu (4/10).

Lebih lanjut dia menuturkan, dirinya turut berduka cita atas bencana yang menimpa masyarakat Sumatra Barat. Menurutnya, wiayah Indonesia merupakan titik pertemuannya empat lempengan bumi, sehingga bencana sering timbul. Kerusakan alam juga, menurutnya, menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana yang terjadi di Indonesia. Kerusakan alam Indonesia sudah hampir merata, mulai dari kawasan pegunungan, laut bahkan daratan. "Ketika alam sudah mengalami keruksakan, maka ekosistem menjadi tidak seimbang, sehingga memudahkan untuk terjadinya bencana. Untuk itu, alam harus tetap dijaga kelestariannya," ungkapnya.

Dia juga melanjutkan, pemerintah harus lebih gencar lagi menyosialisasikan mengenai penanganan masalah gempa. Sehingga ketika gempa terjadi masyarakat jadi tangap, dengan begitu korban yang ditimbulkan bisa ditekan. Ketidaktahuan masyarakat mengenai langkah pertama yang harus dilakukan ketika gempa menjadi salah satu penyebab banyaknya korban jiwa yang muncul. "Pemerintah harus menyosialisasikan mengenai tata cara menghindari gempa," jelasnya.

Fian menambahkan, jika pemerintah telah menyosialisasikan mengenai langkah pertama menghindari bencana, masyarakat harus mengikuti instruksi tersebut, agar masyarakat bisa terhindar dari bencana. Penanganan bencana bukanlah tugas dari pemerintah semata, melainkan tanggung jawab dari semua pihak termasuk masyarakat. "Perlu partisipasi semua pihak dan banyak yang harus dilakukan agar bencana tidak selalu menimpa, terutama dalam menjaga kelestarian alam. Kalau hanya dilakukan segelintir orang, hasilnya tidak akan maksimal," tuturnya.

Dia melanjutkan, untuk membantu korban bencana di Sumatera Barat, dia akan memberikan bantuan sejumlah uang sebesar Rp 5.095.000. Uang tersebut, dikumpulkannya setelah melakukan aksi solidaritas korban gempa Sumatera Barat yang dilakukan selama tiga hari. "Walaupun jumlahnya tidak banyak, mudah-mudahan bantuan ini dapat membantu meringankan beban korban gempa di Sumatra Barat. Saya berharap, ini bencana terakhir yang terjadi di Indonesia dan tidak terjadi bencana lagi," harapnya. (asy)

Pendataan Bukan Untuk PNS Karawang

DEMO guru honorer beberapa waktu lalu.

TEMPURAN, RAKA - Dewan Pengurus Pusat Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia (DPP FTHSNI) meminta kepada seluruh jajarannya yang ada di tiap-tiap daerah untuk melakukan pendataan khusus GTT dan PTT non APBN dan APBD untuk dijadikan data DPP FTHSNI mengenai guru honor.

Hal tersebut dilakukan setelah melakukan aksi di Istana Negara sebulan yang lalu yang disusul rakornas tak lama setelah melakukan aksi tersebut. Ketika ditemui RAKA, Minggu (4/10) siang, Ketua DPC FTHSNI Kabupaten Karawang Ruslan Abdul Ghani mengatakan, pendataan tersebut bukan diperintah oleh pemerintah dan bukan pula untuk pemberkasan menjadi PNS.

Menurutnya, pendataan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui dana riil tenaga honorer yang tergabung dalam FTHSNI secara keseluruhan. "DPP FTHSNI menginginkan data terbaru yang konkrit mengenai jumlah anggota FTHSNI di seluruh Indonesia. Jangan ada anggapan bahwa pendataan ini merupakan pemberkasan untuk PNS dan pemberkasan ini juga bukan instruksi dari pemerintah, tapi dari forum itu sendiri," tuturnya.

Menurutnya, dalam pemberkasan tersebut memang ada oknum yang meminta pungutan terhadap anggota FTHSNI dengan alasan untuk diberikan pada salah satu instansi tertentu. Namun dia menegaskan bahwa dalam pemberkasan tersebut, iuran tidak dimaksudkan untuk diberikan pada salah satu instansi tertentu, karena pemberkasan tersebut merupakan internal forum dan dananya pun untuk internal forum. Jika ada oknum yang mengatasnamakan forum untuk melakukan hal tersebut, itu bukan dari forum.

"Kami hanya menjalankan instruksi DPP FTHSNI, AD/ART FTHSNI, hasil aksi di Istana Negara dan hasil rakornas di Semarang. Tidak ada perintah dari instansi pemerintah manapun dalam melakukan pendataan ini," tandasnya. Ruslan menambahkan, pada aksi di Istana Negara sebulan yang lalu, surat yang dikirimkan DPP FTHSNI kepada Presiden RI telah ditindaklanjuti dan menurutnya, presiden telah mengeluarkan memo agar mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Tenaga Honorer Non APBN dan APBD dengan nomor: B-4044/Sekneg/D-5/08/2009.

"Bahwa PP telah selesai dan sudah diserahkan kepada Presiden RI tinggal menunggu diundangkan dan segera diregulasikan setelah pelantikan presiden," katanya. Lebih lanjut, dia juga meminta seluruh anggota FTHSNI untuk senantiasa berdoa agar cita-cita dari seluruh angota forum dapat terealisasi. Dia juga berharap, agar pemerintah baik itu eksekutif maupun legislatif, tetap menjalankan komitmennya terhadap dunia pendidikan dan PP tersebut bisa segera diundangkan.

Ruslan mengaku, dirinya merasa khawatir jika pemerintahan yang baru memiliki kebijakan yang berbeda dengan pemerintah yang lama tentang pendidikan, terutama mengenai nasib guru honorer. "Kami berharap pemerintahan yang baru tetap memiliki komitmen untuk dunia pendidikan, terutama mengenai nasib guru honorer. Kami berharap PP tersebut bisa segera di undangkan agar agar kami memiliki payung hukum yang jelas," harapnya. (asy)

Rebutan Jabatan DPRD Kabupaten Karawang Disesalkan, Pemilihan Ketua Komisi Dinilai Tidak Elegan

KLARI, RAKA - Perebutan ketua komisi di DPRD Kabupaten Karawang dinilai tidak memiliki keberpihakan kepada masyarakat. Anggota dewan begitu ambisius untuk menduduki jabatan tersebut, sehingga mengesampingkan disiplin ilmu maupun latar belakang kompetensi pendukung lainnya yang sesuai dengan komisi yang akan diduduki.

Dengan begitu, kualitas ketua komisi yang ada akan diragukan kompetensinya sesuai dengan komisi yang dipilhnya. Jika demikian, maka kepentingan masyarakat akan terabaikan.
Sekretaris Barisan Muda Partai Amanat Nasional (BM PAN) Dadan Suhendarsyah kepada RAKA, Minggu (4/10) mengatakan, perebutan pimpinan komisi DPRD tidak mencerminkan keberpihakan pada rakyat.

Mereka lebih memperlihatkan ambisi untuk memperoleh tunjangan daripada untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sehingga mengesampingkan kriteria lainnya yang sesuai dengan komisi-komisi yang ada di DPRD. Hal tersebut, menurutnya, membuat miris masyarakat yang melihat wakil rakyat yang baru dipilih beberapa bulan yang lalu. "DPRD Karawang telah melakukan pembukaan langkah yang kurang elegan dan membuat rakyat sinis dengan dinamika yang terjadi dalam perebutan ketua komisi-komisi yang ada di DPRD Kabupaten Karawang," tuturnya.

Fraksi besar yang ada di DPRD Kabupaten Karawang, lanjutnya, tampak begitu berniat menguasi pimpinan komisi yang ada. Sementara fraksi kecil tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk mengimbangi fraksi besar dalam perebutan ketua komisi, akibatnya dilakukan berbagai upaya agar mereka bisa terakomodir dan dapat menduduki salah satu komisi yang ada. Perebutan kekuasaan seperti ini, kata Dadan, merupakan preseden buruk bagi perkembangan politik yang ada di Karawang.

"Fraksi besar berniat menguasai pimpinan komisi yang ada, sementara fraksi kecil menggugat keadilan sesuai dengan perspektif mereka. Tapi dari argumentasi kedua fraksi tersebut tidak ada satu pun yang didasarkan pada kompetensi sesuai dengan garapan komisi-komisi yang akan diduduki," paparnya. Dadan yang juga aktivis KNPI ini melanjutkan, begitu memikatkah pimpinan komisi sehingga diperebutkan dengan begitu sengitnya dan mengesampingkan kompetensi calon ketua komisi sesuai dengan komisi yang dipilihnya.

Keinginan duduk menjadi ketua komisi tersebut, tanya Dadan, apakah didasarkan niatan untuk membangun masyarakat ataukah hanya untuk mendapatkan tunjangan lebih dari pada anggota dewan biasa. "Begitu hebatkah anggota dewan kita dalam penentuan ketua komisi tersebut, sehingga mengesampingkan kompetensi dan background disiplin ilmu yang pernah ditekuninya. Rakyat berharap pentas pergulatan tersebut sebagai aktualisasi intelektual yang dimotivasi hasrat mewujudkan janji semasa kampanye tuk bekerja demi kepentingan rakyat," ujarnya.

Ketua Forum Jamaah Budaya (FJB) Karawang Imam Muttakim menambahkan, jika ketua komisi-komisi yang ada di DPRD Kabupaten Karawang diisi oleh orang yang memiliki kompetensi yang mumpuni di bidangnya, dia meyakini rakyat Karawang akan segera memperoleh kesejahteraan. Menurutnya, kepentingan pribadi ataupun golongan harus dikesampingkan dan mesti mengutamakan kepentingan masyarakat secara umum. "Ketua komisi harus diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya agar pelaksanaan pembangunan berjalan dengan baik dan masyarakat bisa mendapatkan manfaat yang positif," ungkapnya. (asy)

BPD di Kantor BPMD Karawang, Dituntut Eksis

BELUM MAKSIMAL: Halal bil halal FK-BPD di Kantor BPMD Karawang.

DARI 2.682 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang ada di Kabupaten Karawang, diperkirakan hanya 25 % yang eksis. Hal ini membuat pengwasan terhadap pemerintahan di tingkat desa menjadi kurang maksimal.

Pasalnya, BPD merupakan salah satu lembaga yang bertugas melakukan kontrol terhadap kebijakan desa. Jika BPD tidak maksimal dalam menjalankan fungsinya, kontrol terhadap pemerintahan desa tidak akan berjalan dengan baik. Hal tersebut dikatakan Pembina Forum Komunikasi BDP (FK-BDP) Kabupaten Karawang M Tamjid AB kepada RAKA, Minggu (4/10) siang, ketika halal bil halal FK-BPD di kantor BPMPD Karawang.

Menurutnya, banyak faktor yang mempengaruhi tidak eksisnya BPD. Di antaranya, banyak pengurus BPD yang kosong serta tidak aktif. Sehingga, peranan BPD tidak bisa berjalan dengan maksimal. Forum ini, lanjutnya, bertugas untuk meningkatkan kembali kinerja BPD yang ada. Saat ini, baru 16 kecamatan yang terbentuk. "Peranan BPD sangat penting sekali, terutama dalam masalah pencairan anggaran misal ADD. Tanpa ada persetujuan dari BPD, anggaran tersebut tidak akan dicairkan oleh pemerintah. Untuk itu, eksistensi BPD harus lebih ditingkatkan lagi, guna menciptakan pemerintahan yang baik," ungkapnya. Ditemui di tempat yang sama, Pembina FK-BPD Ridwan Salam menambahkan, peranan BPD dalam pemerintahan desa sangat sentral.

BPD merupakan lembaga kontrol terhadap kebijakan eksekutif dalam hal ini pemerintah desa. BPD juga memiliki kewenangan dalam pengwasan terhadap ADD yang diberikan pada pemerintah desa. Jangan sampai BPD menjadi alat kepentingan pemerintah desa, untuk itu peranan BPD harus dimaksimalkan. Dia meyakini dengan adanya FK-BPD, eksistensi BPD ke depan bisa lebih baik dan menjalankan fungsinya dengan maksimal. "BPD memiliki peranan yang penting dalam pemerintahan desa. BPD juga memiliki intervensi yang kuat terhadap pemerintahan desa dalam melaksanakan program. Saat ini memang belum maksimal peranannya, tapi kedepan saya yakin BPD bisa lebih maju lagi," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum FK-BPD Kabupaten Karawang Leklih Jajuli mengatakan, saat ini FK-BPD belum seluruhnya terbentuk di tiap-tiap kecamatan. Pihaknya merencanakan, maksimal pertengahan November 2009 ini, pembentukan FK-BPD di tiap-tiap kecamatan telah selesai seluruhnya. Pembentukan forum tersebut, jelasnya, guna meningkatkan kinerja BPD sesuai tupoksinya. "Kami akan memaksimalkan pembentukan forum di tiap-tiap kecamatan hingga pertengahan November nanti. Kami berharap, camat di tiap-tiap kecamatan bisa memfasilitasinya. Diharapkan dengan terbentuknya FK-BPD di tiap-tiap kecamatan, kinerja BPD bisa lebih maksimal lagi sehingga good governance bisa terbentuk," terangnya. (asy)

LSM Bidik Bangunan SDN Cikampek


CIKAMPEK, RAKA
- SDN Cikampek Selatan 1 yang merupakan sekolah percontohan yang dibangun pemerintah di Desa Cikampek Selatan, Kecamatan Cikampek, diduga melakukan penyimpangan terhadap pembangunan gedung sekolah unit II.
Diduga kuat, sekolah tersebut membongkar gedung sekolah lama tidak sesuai dengan prosedur yang berlaku dan telah menjual material bangunan lama yang memiliki nilai yang cukup tinggi. Padahal seharusnya material bangunan lama diserahkan kepada pemerintah daerah karena merupakan aset daerah.

Ketua LSM Madani Uni Ardiansyah pada RAKA, Minggu (4/10) siang menuturkan, setiap akan melakukan pembongkaran gedung milik pemerintah, harus melalui mekanisme lelang yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Dia menduga, SDN Cikampek Selatan I melakukan pembongkaran tersebut tidak melalui mekanisme tersebut dan materialnya dijual kepada pihak lain tanpa sepengetahuan pemerintah daerah. "Sekolah telah melakukan pembongkaran gedung lama yang berada di bagian depan bangunan yang telah berdiri sekarang. Dalam melakukan pembongkaran tersebut seharusnya melalui mekanisme lelang," paparnya.

Dalam bangunan lama sekolah tersebut, lanjut Uni, terdapat tiang dari kayu jati yang memiliki nilai historis dengan ukuran yang besar. Kayu tersebut memiliki nilai jual yang tinggi, sementara dalam penjualannya tidak dilakukan dengan mekanisme yang benar. Menurutnya, hal tersebut merupakan tindakan yang menyalahi aturan yang berlaku. Material bangunan tersebut dijual tanpa sepengetahuan dari pemerintah. "Kayu jati yang terdapat di bangunan lama tersebut memiliki nilai jual yang tinggi, karena kualitasnya sangat bagus.

Harusnya dikelola oleh pemerintah daerah, bukan oleh sekolah," ungkapnya. Uni menambahkan, pemerintah harus melakukan pantauan terhadap pelaksanaan pembangunan sekolah tersebut. Jika memang sekolah tersebut melakukan penyimpangan, maka hal tersebut merupakan preseden yang buruk terhadap pelaksanaan pembangunan yang ada di Karawang dan sekolah tersebut harus mengembalikan aset daerah yang ada di bangunan yang lama.

Menurutnya, pada pembangunan yang pertama, sekolah tersebut juga melakukan hal yang seperti ini. "Kalau sekarang terbukti melakukan penyimpangan, sekolah harus mengembalikan material sekolah yang telah terjual, karena hal tersebut merupakan aset daerah," harapnya.
Sementara itu, ketika RAKA melakukan konfirmasi pada pihak sekolah tersebut. RAKA tidak berhasil menemui Kepala sekolah ataupun komite sekolah karena sedang tidak ada di tempat. (asy)

Ruas Jalan Layapan di Kecamatan Tempuran Yang Mengalami Pembetonan

RUAS Jalan Layapan di Kecamatan Tempuran yang mengalami pembetonan. Sistem betonisasi dinilai cocok dengan kelabilan struktur tanah di Karawang . (get)

Kepokmas di Pasar Rengasdengklok Masih Tinggi


RENGASDENGKLOK, RAKA -
Hingga kemarin, Minggu (3/10) harga kebutuhan pokok masyarakat (Kepokmas) di Pasar Rengasdengklok, masih cukup tinggi. Pantauan RAKA, jenis Kepokmas yang masih tinggi tersebut masing-masing cabe merah, cabe keriting, cabe hijau, bawang putih dan ayam potong.

Pantauan RAKA, seperti pada cabe merah dijual Rp 24.000 per kilogram dari harga normal Rp 8000 per kilogram , cabe hijau Rp 16.000 per kilogram dari harga normal Rp 6.000 per kilogram , cabe keriting Rp 18.000 per kilogram dari harga normal Rp 8000 per kilogram, bawang putih Rp 24.000 per kilogram dari harga normal Rp 8000 per kilogram, dan ayam potong Rp 25.000 per kilogram dari harga normal Rp 20.000 per kilogram.

Sementara itu, harga kebutuhan pokok masyarakat lainnya yang stabil antara lain bawang merah Rp 8000 per kilogram, daging sapi potong Rp 60.000 per kilogram, saledri dan daun bawang yang masing-masing di bandrol Rp 3800 per kilogram dan beras yang dibandrol Rp 125.000 per 25 kilo gram.

Satu pedagang di Pasar Rengasdenklok, Endang (23), di blok Tangsi Pasar Rengasdengklok, mengatakan, masih tingginya sejumlah harga kebutuhan masyaraat tersebut dipicu karena belum normalnya permintaan dari pembeli. "Sekarang harganya biasa disesuaikan dengan kondisi, semenetara saat ini permintaan dari pembeli masih belum normal, "katanya. (get)

Rehab Tugu Proklamasi Rengasdengklok Digelar, Pedagang Dukung Satpol PP Bersihkan Lapak Sekitar Musium

TUGU DENGKLOK: Sebuah alat berat tampak melakukan pemadatan tanah disekitar lokasi musium. Rehabilitasi musium tugu proklamasi Rengasdengklok ini sudah berlangsung sejak Sabtu lalu.

RENGASDENGKLOK, RAKA - Setelah lama dianggap hanya sebagai wacana, akhirnya rehabilitasi tugu proklamasi Rengasdengklok digarap. Malah dijadwalkan pembangunan musium tersebut bakal rampung pada 11 Desember mendatang.

Berdasarkan pantauan RAKA, Minggu (3/10) sebuah alat berat sudah mulai dikerahkan. Kendaraan jenis traktor itu berakhir disebelah barat tugu proklami. Alat berat itu tampak meratakan tanah merah yang digunakan sebagai tanah lapis atas (permukaan) urugan.
Selain alat berat tersebut sejumlah truk juga telah menampakan aktivitasnya. Belum diketahui memang asal tanah merah yang digunakan untuk mengurug lokasi, namun truk-truk itu sejak kemarin terlihat lalu lalang mengangkut muatan tanah merah urugan.

Pedagang sekitar lokasi yang sehari-hari berjualan dilokasi musium mengatakan aktivitas truk-truk pengangkut tanah itu sudah berlangsung sejak Sabtu lalu. "Sejak hari Sabtu (2/10), alat-alat beratnya sudah datang kesini, dan mereka juga langsung bekerja pada hari itu juga," kata Parto (40) yang mengaku sebagai warga Dengklok yang sudah lama berjualan di sekitar musium tugu dengklok.

Sebelumnya diinformasikan, menyusul aktivitas pembangunan tersebut, pemerintah kecamatan setempat juga telah melakukan pembersihan lokasi. Sejumlah warung dan lapak pedagang yang tadinya bertaburan dilokasi tampak sudah dibersihkan oleh petugas Satpol PP. Perkiraan aksi bersih-bersih yang digelar Satpol PP bakal mendapat perlawanan pedagang ternyata tidak terbukti. Tidak ada perlawanan dalam penertiban tersebut. Malah sejumlah pedagang mengaku mendukung rehabilitasi musium dengklok tersebut.

"Sehari sebelumnya, (Jumat, 1/10) petugas Satpol PP sudah menertibkan bangunan-bangunan warung yang berdiri diatas tanah pemerintah itu. Namun, pelaksanaannya berlangsung tertib dan kemudian langsung dilanjutkan dengan pelaksanaan proyek pembangunan museum, "tambah Parto. Sementara, dari petunjuk pelaksanaan (plang, red) pembangunan monumen Rengasdengklok Pemkab Kab Karawang Dinas Cipta Karya ini dikerjakan penyedia jasa CV. Zidan Pratama Agung dengan nilai proyek Rp 4.201.020.000 di danai APBD 2009 dengan waktu pelaksanaan 100 hari kalender per waktu selesai pada 11 Desember 2009. (get)

Siswa SMPN 5 Karawang Hilang di Citarum

KESURUPAN: Puluhan masyarakat Desa Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok mengerumuni seorang ibu yang kesurupan saat melakukan pencarian korban tenggelam.

RENGASDENGKLOK, RAKA - Siswa SMPN 5 Karawang kelas 1, Afif Hamzah (12) hilang tenggelam di Sungai Citarum Rengasdengklok, Sabtu (4/10) pukul 07.00 WIB. Afif dinyatakan hilang setelah terpeleset dan tercebur ke Citarum usai dia bermain bola bersama temannya di Dusun Babakan Lio, RT 23/9, Desa Karyasari Kecamatan Rengasdengklok.

Kakak kandung Afif, Egi Sugiarto menjelaskan, sebelum tercebur ke Sungai Citarum, adiknya bermain bernama teman sebanyanya, diantaranya Adam, Jaki, Aldo dan Surya. Setelah itu mereka ke Sungai Citarum hendak mandi, tapi malang Afif tidak bisa berenang seperti temannya, dia hanyut dan menghilang terseret arus sungai.

Mendengar kabar tenggelamnya Afif, warga Perumahan Pesona Kalang Suria beramai-ramai mendatangi tempat terceburnya korban, namun disayangkan tidak ada alat pembantu atau petugas yang berusaha melakukan pencarian, hilangnya Jasad Afif hanya jadi belas kasihan warga sambil duduk-duduk di bantaran Sungai Citarum sambil memperhatikan airnya yang sedang banjir.

Tetangga korban, Rangkuti (45) berharap ada upaya dari intansi terkait seperti tim SAR Kabupaten Karawang agar korban segera dicari sebelum terbawa arus Sungai Citarum lebih jauh lagi, karena tanpa peralatan yang memadai mustahil jasad Afif bisa ditemukan. Korban adalah anak kedua dari lima bersaudara putra Mamin Sutarmin, warga Perum Kalang Suria RT 20/06, Desa Kalang Suria, Kecamatan Rengasdengklok.

Sementara, peristiwa serupa juga menimpa pedagang es, Sahrudin bin Saban (57) warga RT 03/02 Dusun Krajan A, Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok ditemukan tewas tenggelam di saluran induk KW 15, Dusun Cikangkung, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Sabtu (3/10) pukul 06.30 WIB.

Saat diperiksa tim medis Puskesmas Rengasdengklok diketahui ada luka memar di pelipis mata sebelah kiri, kemungkinan Sahrudin terbentur saat jatuh sebelum tercebur. Diceritakan kerabat Sahrudin, H. Ajum (39), sejak Sahrudin tidak pulang ke rumah sejak Jumat (2/10) lalu, semua keluarganya sempat mencari, karena ayah sembilan anak ini tidak biasnaya terlambat pulang dari pasar. Semua kerabat dan keluarga tercengang kaget ketika mendengar Sahrudin tewas.

Mayat Sahrudin pertama kali ditemukan warga yang melintas di tempat kejadian, penemuan itu langsung dilaporkannya ke rumah kepala Desa Kertasari yang lokasinya tidak jauh dari penemuan mayat tersebut. Sementara itu, Sahrudin terakhir terlihat Jumat (2/10) pukul 04.00 WIB, namun hingga sore dia tidak kunjung pulang. Diduga, Sahrudin tercebur akibat sakit kepalanya kambuh, karena dia diketahui mengidap penyakit darah tinggi. Keterangan keluarga, Sahrudin memang tidak bisa berenang.

Istri Sahrudin, Sukanah (49) menceritakan, suaminya setiap hari berangkat ke pasar pukul 04.00 WIB setelah Sholat Subuh, dia pergi ke pasar untuk belanja sayuran, karena Sukanah pun buka usaha kecil-kecilan di rumah sendiri sebagai pedagang gado-gado, sedangkan Sahrudin penjual es mambo keliling. "Sejak dia pergi ke pasar Rengdengklok hari Jumat pagi, ditunggu sehari tidak pulang," ujarnya sedih. (spn)

Koperasi Usaha Tani di Kecamatan Rengasdengklok

"SEBAGAI petani sudah pasti memerlukan kehadiran Koperasi Usaha Tani (KUT) untuk meringankan beban petani di masa tanam mendatang. Sebab, tidak semua petani bisa mendapatkan kebutuhan untuk bertanam yang di perjualbelikan di kios-kios dengan sistem bayar tunai, "kata petani warga Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, Idi (50) kepada RAKA, Minggu (3/9) kemarin.

Dijelaskannya, jika pada jaman mantan presiden soeharto dlu hampir keseluruhan desa, di karawang memiliki sebuah koprasi. Namun, semenjak pemerintahan berganti kepemimpinan di desa kami sudah tidak lagi memiliki sebuah koprasi. "Memang pada saat itu, banyak petani yang nakal pada saat pengembalian dana. Jika sekarang ini, kejadian seperti itu tidak bakal terulang kembali. Apalagi jika pengelolaannya benar benar serius untuk membantu meringankan beban petani, "ungkapnya.

Maka dari itu, diharapkan Idi, selaku petani bahwa di Wilayah UItara Karawang, khususnya di daerahnya bisa kemba;li menggerakan sebuah koprasi yang bersifat bantuan permodalan selain bisa berguna untuk pengembangan usaha pertanian supaya semakin baik dan meningkat kesejahteraannya. (get)

Petani Desa Bakung Buru Pupuk Non Subsidi

BATUJAYA, RAKA - Petani Desa Bakung, Kecamatan Batujaya secara perlahan mulai beralih kepada pupuk non subsidi. Selain diproduksi di Rengasdengklok harga pupuk tersebut juga setara dengan harga pupuk non subsidi kendati kualitasnya belum bisa dipastikan.

Hal itu diakui petani Desa Bakung, Kecamatan Batujaya, Sarjiman (54) kepada RAKA, Minggu (3/9) kemarin. "Telah lama kami menanam padi menggunakan pupuk itu. Hingga sekarang inipun masih menggunakannya. Tapi, kami belum bisa menjamin kualitas terbaik bertanam dengan penggunaan pupuk tersebut, "ungkapnya.

Dijelaskannya, pada musim tanam terakhir pertanian diwilayahnya cukup terganggu dengan serangan hama tikus. Dengan begitu, secara otomatis para petani tidak bisa membedakan penggunaan masing-masing pupuk tersebut. "Serangan tikus paling ganas kami rasakan musim tanam kemarin. Kami tidak bisa menceritakan perbedaan pupuk tersebut. Akan tetapi, kami sangat terbantu dengan pupuk yang relatif murah itu, "terangnya.

Secara terpisah, petani Wilayah Rengasdengklo, Idi (50) mengaku belum pernah menemukan pupuk dengan harga murah tersebut. Namun demikian, jika tersedia pupuk murah dipastikan kwalitasnya tidak bisa menjamin. "Untuk wilayah Rengasdengklok kami belum pernah menemukan distributor dengan harga sekian. Jika pun ada, kemungkinan tidak di pasarkan di wilayah Rengasdengklok sekitarnya, "katanya. (get)

Uji Seismik Pertamina di Karawang Belum Diketahui Hasilnya

PANIK?: Sampai sekarang uji seismik pertamina di Karawang belum diketahui hasilnya. Sementara puluhan lubang sedalam ratusan hingga ribuan meter sudah digali. Entah mungkin kalap atau panik lubang yang digali tidak cuma ditengah sawah bahkan didepan halaman kantor dan ditengah pemukiman warga pun digali. (psn)

Catatan Kecil Outbound di Ciwangun, DPRD Dari Batu Nisan Hingga Kembali Jadi Anak-anak

ANGGOTA DPRD sedang mengikuti tausyiah oleh Aa Gym ditengah istirahat outbound di Ciwangun Indah Camp, Bandung, Jabar.

MASA kecil tidak bahagia. Itu pemandangan pertama kali yang diperlihatkan para wakil rakyat disaat mereka mengikuti outbound di Ciwangun Indah Camp Bandung Barat. Ditengah udara dingin pegunungan, Sabtu (3/10) pagi hingga sore, tidak sedikit perilaku legislator yang baru masuk gedung legislatif Karawang mengikuti seluruh permainan layaknya anak TK.

Mereka seolah melupakan semua pertarungan sengit ketika membahas pengisian kursi-kursi pimpinan seluruh komisi. Bahkan mungkin pula sementara waktu melepaskan berbagai persoalan yang membikin mumet. Baik di kantor, di rumah, bahkan di parpolnya sendiri.

Pokoknya hari itu, mereka mengikuti seluruh permainan yang dikomandoi instruktur tanpa berani interupsi. Yang menarik, sejak awal seluruh rombongan anggota DPRD masuk penginapan di area pondok pesantren Daarut Tauhid, Jum`at (2/10) sore, mereka merasa 'terpaksa' harus mengikuti semua aturan yang berlaku di pondok pesantren ini. Misalnya rokok.

Di sini tidak ada satu area pun yang memberikan kebebasan bagi perokok. Padahal, bukan hanya anggota dewan sebagai peserta outbound yang perokok berat, termasuk panitia pun mayoritas sama-sama perokok. Makanya tidak aneh ketika mereka usai mengikuti pembekalan berbagai materi yang disiapkan panitia, malam sebelum diberangkatkan ke area outbound, di penginapan, para perokok berat sudah berani tidak memperdulikan aturan ketat bebas asap rokok. Bahkan ketika berkumpul di kantin untuk sarapan pagi, mereka kompak dengan rekan-rekan wartawan yang diajak meliput, untuk tetap merokok.

Padahal, Sabtu (3/10) dinihari menjelang subuh, para legislator sempat diajak ke suasana penyadaran jiwa. Yakni, di tengah acara Qiyamul Lail, ssatu persatu dihadiahi kain kafan dan batu nisan yang sudah dinamai masing-masing. Mereka seolah dihadapkan pada daftar tunggu tentang kematian. Biodata yang diisi pun bukan hanya sekedar nama dan tanggal lahir. Tapi juga tanggal kematian dengan dibiarkan diisi titik-titik.

Disitu air mata menjadi penghias bagi buta. Mereka berpelukan, berjabat tangan, saling memaafkan. Tidak lama usai shalat subuh berjamaah, keceriaan kembali menjadi penghangat pagi. Catatan lain yang didapat RAKA bersama 3 rekan wartawan harian yang mengikuti seluruh kegiatan atas undangan panitia dari Madani Institute, adalah menikmati 'tertawa' lepas. Dari sejak tiba di lingkungan pondok pesantren Daarut Tauhid hingga area outbound. Malah sampai urusan isi kulkas pun, tak lepas jadi bahan tertawaan. Kendati sesungguhnya mentertawakan diri sendiri. Kho bisa ya?!

Jangan salah. Panitia dan rekan wartawan bisa juga serius. Bayangkan, ketika yang diobrolkan adalah dunia politik. Di kamar berkasur 'ngampar', kami berubah wujud menjadi pengamat politik amatiran. Kendati yang dibedah hanya sekedar kondisi faktual di gedung DPRD. Kadang-kadang nyerempet ke obrolan tentang tugas jurnalis politik. Secara keseluruhan cukup menyenangkan. Jujur saja, suasana kebersamaan seperti ini baru pertama terjadi. Tapi bukan berarti fasilitas yang disedikan panitia seluruhnya mulus. Hanya relatif wajar.

Soal kegiatan, panitia terbilang berhasil. Karena seluruh acara dipandu penuh para brigadir Daarut Tauhid. Bahkan ketika istirahat outbound di Ciwangun yang berjarak sekitar belasan kilometer dari pondok penginapan, para peserta dari anggota DPRD dibekali tausyiah oleh Aa Gym. Mubaligh yang pemilik Daarut Tauhid ini sempat mengingatkan para wakil rakyat agar tidak merasa jadi orang besar. Sikap rendah diri, menghargai rakyat, dan pola hidup sederhana, diingatkannya, harus tetap dijaga. (vins)

*8 rumah di Ciampel Terancam Longsor

KARAWANG, RAKA - Jalan Raya Peruri di Kampung SemarGalih, Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel, masih dibiarkan kopong. Padahal tidak jarang kendaraan yang melintasi jalan tersebut bertonase lebih dari 20 ton.

Selain membahayakan pengendara, keadaan jalan yang kopong disertai tidak stabilnya keadaan tanah, membuat 8 rumah dari 80 kepala keluarga di Rt 02 Rw 01 desa tersebut terancam tertimpa kendaraan dan longsor. Sebab letak dari delapan rumah tersebut persis dibawah jalan yang kopong. Arsim (30) warga Rt 02 Rw 01 Desa Parungmulya Kecamatan Ciampel mengatakan, kopongnya jalan tersebut diakibatkan tidak stabilnya keadaan tanah. Akibatnya ketika hujan, tanah tersebut longsor. Beruntung ketika tanah longsor, warga yang tinggal dibawah jalan berhasil menyelamatkan diri.

"Kejadian tersebut terjadi bulan Agustus tahun kemarin, dan sampai sekarang keadaan jalan maupun tanah bekas longsor belum diperbaiki sama sekali. Akibatnya, menjelang musim hujan sekarang, seluruh warga disini khawatir. Ditakutkan, ketika memasuki musim hujan, jalan tersebut amblas, dan tanah yang menopang jalan longsor," tuturnya, Minggu (4/10) siang. Sampai saat ini, menurut Arsim belum ada tanda-tanda akan ada perbaikan jalan, meskipun Dinas Bina Marga dan Pengairan sudah melakukan survei.

"Awal tahun sebetulnya sudah banyak yang survei, tapi penyurveian tersebut tidak lantas membuat jalan diperbaiki. Meskipun saya akui, tempat tinggal yang saya huni berdiri diatas lahan pengairan, tapi kami tetap sebagai warga Karawang yang diakui, dan harus dilindungi maupun dilayani," katanya. Ia mengaku, dirinya sudah beberapa kali mengadukan permasalahan tersebut ke pihak desa maupun kecamatan. Namun pengaduan yang dilakukannya belum ditanggapai. Hal ini membuat Arsim dan warga yang lain semakin khawatir.

"Keadaan jalan semakin parah, retakan-retakan sudah mulai terlihat. Dan kami pasti akan menjadi korban apabila keadaan jalan tidak segera diperbaiki. Meskipun sebetulnya, pihak Pengairan sudah memberikan surat kepada kami agar tidak lagi menempati lahan yang ada dibawah jalan tersebut. Namun kami tidak memperdulikan surat tersebut, sebab dimana lagi kami harus tinggal, karena hanya disinilah satu-satunya tempat tinggal kami," tandasnya. Kekhawatiran Arsim dirasakan juga oleh Sarifudin. Menurutnya keadaan tanah yang tidak stabil akan memperparah keadaan apabila datang hujan.

"Saya tidak tahu apa yang akan terjadi kalau hujan mengguyur desa ini. Lihat saja tanah yang menggunung tersebut sangat gembur, dan jalan yang berada diatasnya masih dibiarkan kopong. Yang terjadi pasti dua hal, yang pertama warga yang tinggal disini akan tergerus longsor, dan jalan yang kopong akan membuat kendaraan yang melintas terguling dan menimpa pemukiman warga. Makanya sebelum memasuki musim hujan, kami berharap pemerintah dengan secepatnya memperbaiki jalan maupun mengangkut tanah tersebut," ungkapnya. (psn)

BlackBerry® Curve™ 8520 Indosat


KARAWANG, RAKA - Pasca peningkatan kapasitas BlackBerry® Indosat ke RIM hingga 100 Mbps, dan setelah Indosat menyediakan Pre-Order BlackBerry® Curve™ 8520 smartphone, atau yang lebih dikenal dengan BlackBerry GEMINI, melalui website www.indosat.com/blackberry_curve_8520, peminat Pre-Order ini membanjir dan mencapai angka lebih dari 2000 peminat. Pre-Order melalui website ini berlaku hingga 24 Oktober 2009.

Hal ini tidak lepas dari kualitas yang dapat dinikmati oleh pengguna BlackBerry Indosat setelah Indosat menambah kapasitas link ke RIM menjadi 100 MBps untuk memberikan keleluasaan akses dan kenyamanan bagi pelanggan BlackBerry Indosat. Selain itu, Indosat juga memberikan kemudahan layanan bagi pelanggan BlackBerry yaitu layanan BlackBerry® On Demand (BOD) Harian yang dapat diaktifkan per hari sesuai dengan kebutuhan pelanggan.

"Permintaan pasar akan BlackBerry® di Indonesia yang signifikan semakin memacu kami untuk memberikan yang terbaik untuk pelanggan. Kami memberikan kemudahan bagi pelanggan ataupun calon pelanggan untuk mendapatkan handheld BlackBerry® terbaru yaitu BlackBerry® Curve™ 8520 atau yang lebih sering disebut BlackBerry® GEMINI melalui layanan Pre-Order melalui website Indosat," ujar Guntur S. Siboro, Chief of Marketing Indosat.

BlackBerry® Curve™ 8520 smartphone ditawarkan dengan harga khusus preorder hanya Rp 3,4 juta selama masa Pre-Order via website dengan metode pembayaran melalui cicilan kartu kredit atau secara tunai Dengan berbagai fitur yang menarik, BlackBerry® Curve™ 8520 memungkinkan penggunanya terhubung dengan jejaring sosial seperti Facebook®, MySpace serta browsing internet dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja.

Untuk service BlackBerry®, tersedia BOD Harian, dimana pelanggan dapat menikmati chatting dengan BlackBerry Messenger, Yahoo Messanger, dan lain-lain, e-mail sampai dengan 10 account email seperti Yahoo, Google, dan lain-lain, upload dan download foto atau attachment, ter-update dengan social network seperti Facebook atau MySpace dan melakukan browsing internet dari handset BlackBerry® sepuasnya.

Untuk mengaktifkan layanan BOD Harian, pelanggan hanya perlu mengirimkan SMS dengan mengetik Harian kirim ke 889, hanya dengan Rp. 6600 per hari (berlaku s.d 31 Desember 2009). BlackBerry® On Demand harian sangat cocok untuk pelanggan yang memperhatikan budget telekomunikasinya, karena mereka dapat mengontrol sendiri kapan pelanggan menginginkan layanan BlackBerry® tersebut aktif di handsetnya. Layanan ini harus diaktifkan per hari sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pelanggan. (spn)

Enterpreneur University Karawang, Cara Gila Jadi Pengusaha


KARAWANG, RAKA - Enterpreneur University Karawang akan kembali gelar seminar terdahsyat tahun ini. Yaitu mengupas tuntas rahasia penguasa. Seminar dengan tema 'cara gila jadi pengusaha' ini yang akan dilaksanakan Minggu (11/10) pukul 10.00 WIB di RM. Siang Malam, depan Pemda Karawang.

Dua pembicara yang akan mengupas rahasia pengusaha sukses ini adalah Wan Muhamad Hasim dan Wingki Waluyo. Wan Muhamad Hasil akan akan mengungkapkan bagaimana meledakan bisnis dari satu kios kecil berkembang menjadi 50 mini market. Selain itu, owner Idolkmart dan Toysmart ini akan mengungkapkan bagaimana cara memulai usaha dengan modal dengkul, bangkit dari kebangkrutan, membangun sistem bisnis dan cara menjual bisnis dengan sistem franchise.

Sedangkan Wingki Waluyo akan memaparkan memulai usaha dengan otak kanan, memberi trik cara memulai usaha, cara menghadapi pensiun dengan tetap mendapatkan pendapatan yang lebih banyak. Seorang pengusaha muda juga pemilik puluhan usaha dan properti ini pun akan menjelaskan cara memiliki 'passive income' dari ysaha dan property. Sosok pemburu franchise dan investor property ini akan menjelaskan secara gamblang cara mengelola aset dan hutang baik. Kedua pembicara itu dibimbing enterpreneur sukses juga owner Primagama yaitu Purdi E. Chandra.

Satu tiket seminar ini seharga Rp 150.000/orang, bagi pemesan tiket sebelum 11 Oktober 2009 akan mendapatkan 1 tiket gratis. Tiket bisa dipesan langsung di SPEC Karawang, Jalan Mangga No. 1 Guro, depan Pemda Karawang, telepon 0267-403233. Di Karawang, seminar ini sudah beberapa kali dilakukan di lokasi dan penyelenggara yang sama, alhasil Enterpreneur University Karawang telah meluluskan ratusan pengusaha muda. Melalui seminar ini, Enterpreneur Karawang membuka pendaftaran bagi anggota baru.

Seminar ini direkomendasikan untuk pebisnis pemula, pengusaha atau pebisnis besar, karyawan, pensiunan, profesional, mahasiswa maupun pengangguran yang sedang mencari kerja. Diketahui, banyak usaha yang sudah di-franchise-kan berawal dari warung tenda atau gerobak. Seminar ini akan membantu bagaimana caranya melakukan lompatan menjadi pengusaha besar. Banyak pelaku usaha di daerah yang akhirnya mengembangkan usahanya secara nasional.

Bagi karyawan atau PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang ingin membuat bisnis sampingan, seminar ini sangat cocok untuk mencari peluang usaha, juga sebagai antisipasi PHK maupaun MPP (Masa Persiapan Pensiun), termasuk yang ingin pensiun dini. Bahkan, setelah mendapatkan motivasi seminar dan bergabung dalam Enterpreneur University Karawang, banyak peserta yang akhirnya mengundurkan diri dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menjadi pengusaha.

Selain itu, seminar ini akan memaparkan peluang-peluang dan juga trik untuk menjadi bisnis owner maupun investor. Dari seminar ini juga akan dijelaskana bagaimana seharusnya mengelola pendapatan saat ini agar bisa memiliki bisnis dan berinvestasi pada property, termasuk bagamana mempersiapkan pensiun dari profesinya nanti, mendapatkan 'passive income' dari bisnis dan property dan bagaimana mencari bisnis yang tidak mengharuskan kita aktif di dalamnya. Seminar ini pun merupakan keharusan bagi pencari kerja yang ingin buka usaha dengan modal dengkul. (spn)

Petani Tanjungpura Tuntut Sawahnya Bersih dari Peralatan Uji Seismik Pertamina

BAJAK SAWAH: Petani di Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat kembali membajak sawahnya menyusul musim hujan yang mulai menjelang.

KARAWANG, RAKA -
Petani Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, mengeluhkan peralatan uji seismik yang ditinggalkan begitu saja oleh pihak Pertamina. Pasalnya pada saat penggemburan tanah, alat-alat tersebut masih berserakan dilahan pertanian sementara para petani sudah mulai memasuki musim tanam.

"Saat melakukan penggemburan tanah dengan traktor saya kaget karena ada kabel dan alat bekas uji seismik. Untung saja kabel tersebut terlihat oleh saya, coba kalau tidak, mungkin traktor akan menggilas kabel dan alat-alat yang lain," tutur Tarmin (30) petani Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Minggu (4/10) siang.

Dilahan seluas 42 hektar yang ia garap bersama seratus petani yang lain, tidak kurang terdapat dua puluh titik bekas uji survei yang dilakukan Pertamina beberapa waktu yang lalu. Akibatnya sebelum melakukan penggemburan, petani di Tanjungpura hasur menyisir lahan pertanian. Ditakutkan pada saat penggemburan, traktor menggilas kabel dan alat-alat uji seismik. "Kalau traktor sampai menggilas, ada kemungkinan traktor kami akan macet dan rusak," tandasnya.

Meskipun efek yang ditimbulkan tidak besar, namun Tarmin mengaku aktifitasnya terganggu dengan hal tersebut. "Musim tanam kemarin kalau ingin mentraktor sawah tidak harus mencari-cari kabel dulu, sekarang kami harus bersusah payak mencari kabel dan alat-alat lain. Selain itu saya khawatir bekas pengeboran akan berakibat buruk terhadap lahan pertanian. Karena lubang yang dihasilkan cukup dalam, yaitu sedalam tiga puluh meter," katanya.
Ia melanjutkan, apabila lahannya berpotensi terkandung minyak, ia khawatir pengeboran yang dilakukan akan menimbulkan bencana.

"Banyak kejadian didaerah lain, pengeboran yang dilakukan ternyata menghasilkan lumpur bukan minyak. Kalau sudah terjadi seperti itu, apa yang akan terjadi terhadap saya dan keluarga, karena setiap kali terjadi bencana, pemerintah selalu lambat bertindak. Terkait pengujian seismik, pihak pertamina melalui pekerja yang melakukan uji seismik mengatakan, apabila pengujian dilakukan pada masa tanam, pihak pertamina akan mengganti rugi sebanyak Rp. 200.000 per titik. Hal ini bagi kami tidak menjadi masalah, sebab padi yang rusak diganti oleh Pertamina," ungkapnya.

Terkait dengan masa tanam yang sudah bergulir, Tarmin mengatakan, dilahan pertanian yang ia garap, sampai saat ini belum menemukan kendala diluar alat seismik. Ia berharap hasil pertanian yang digarap bisa melebihi masa panen sebelumnya. "Kemarin dalam satu hektar lahan pertanian, saya mampu mendapatkan enam ton. Mudah-mudahan sekarang bisa mendapatkan tujuh sampai delapam ton. Hal itu tergantung kepada bibit, pupuk, air dan cuaca.

Mengenai bibit, seharusnya sekarang kami mendapatkan kembali bibit gratis dari pemerintah. Sebab kalau harus membeli di kios, akan menambah beban biaya. Kemarin saja, dari lahan empat hektar yang digarap, saya hanya mendapatkan Rp. 2.000.000. Jelas penghasilan sebanyak itu tidak bisa menutupi pengeluaran sehari-hari, belum lagi untuk biaya sekolah anak-anak," keluhnya. (psn)

Omset Penjahit Tradisional di Karawang Semakin Berkurang

BERTAHAN: Penjahit tradisional masih tetap bertahan di tengah gempuran industri retail yang semakin pesat saat ini.

KARAWANG, RAKA
- Ditengah gempuran industri retail yang semakin deras, penjahit tradisional di Jalan KH Dewantara tetap bertahan. Meskipun omset yang didapat terus menerus mengalami penurunan, namun hal itu tidak jadi soal, sebab para penjahit mempunyai pangsa pasar sendiri.

Diruangan sempit dan pengap, dengan mengandalkan mesin jahit kuno merk Butterfly, Junaedi bersama dua pegawainya menantang toko baju di mall-mall Karawang. Menurutnya kunci yang bisa membuat usahanya tetap bertahan adalah mempertahankan kualitas dan kepuasan konsumen merupakan keutamaan.

"Penurunan omset jelas terjadi sejak berdirinya mall-mall di Karawang, yaitu sekitar lima belas persen. Sebab dengan adanya mall-mall, orang lebih suka belanja baju kesana daripada harus ke tukang jahit. Namun penurunan tersebut, menurut saya tidak terlalu berpengaruh besar terhadap usaha yang saya rintis selama puluhan tahun ini.

Dengan tetap mempertahankan kerapihan dan kepuasan pelanggan, saya yakin usaha ini akan tetap bertahan," tuturnya, Minggu (4/10) sore. Hari-hari besar adalah moment yang paling ditunggu oleh penjahit seperti Junaedi, pasalnya menjelang hari besar, masyarakat khususnya ibu-ibu banyak yang memesan kebaya atau kerudung. "Alhamdulillah, Idul Fitri kemarin pesanan banyak berdatangan kesini.

Ongkos jasa penjahitan disini kisaran Rp. 20.000 sampai Rp. 70.000 tergantung dari model dan kesulitan pembuatan. Tapi Insya Allah, semua pelanggan yang kesini tidak pernah ada mengeluh, bahkan mereka puas terhadap hasil jahitan kami," katanya. Hal sama dikatakan Amir (38) salah seorang penjahit dikawasan Pasar Baru Karawang. Ia mengaku sejak berdirinya mall di Karawang, omset usaha penjahitannya menurun.

"Setiap tahun omset saya selalu turun. Namun penurunan tersebut tidak terlalu drastis, sebab saya sudah punya pelanggan sendiri," tandas penjahit yang sudah melakoni profesinya sejak tahun 1994. Ia mengaku, bertahannya usaha penjahit, karena para penjahit mempunyai pangsa pasar sendiri. Sebagai contoh ia mengilustrasikan, penjahit di Pasar Baru Karawang lebih banyak menjahit pakaian kebaya dan kerudung, sedangkan di Jalan KH Dewantara pakaian seragam.

"Model-model pakaian tersebut, cenderung dipercayai konsumen untuk diserahkan kepada penjahit, dibandingkan dengan membeli di mall. Sebab selain lebih murah, para pelanggan bisa mempunyai baju sesuai dengan keinginannya. Kedua hal tersebut tidak pernah terpenuhi di mall, inilah keunggulan kami dibandingkan mereka," katanya.

Ira (29) warga Adiarsa barat mengaku lebih suka pergi ke penjahit daripada membeli baju di Mall. Menurutnya penjahit bisa memenuhi model busana yang diinginkannya. "Saya hanya pergi ke penjahit kalau ingin membuat baju seragam, Sebab kalau beli di mall suka tidak sesuai dengan keinginan. Lagiula dengan pergi ke tukang jahit saya bisa menghemat puluhan ribu rupiah daripada membeli baju ke mall, "tuturnya. (psn)

Siswa Harus Miliki Skill Tinggi Ketika Anak OSIS SMANET Gelar LDKS

SEORANG siswa sebagai calon pimpinan yang unggul dan punya skill tinggi, antara lain harus punya pengetahuan yang luas, termasuk fisik dan mental yang tangguh. "Dan karena itulah, di sekolahan kami digelar kegiatan LDKS," kata Kepala SMAN 1 Telagasari yang pake nama gaul SMANET, Pak Drs. Nedi Rohendi.

Kata Pak Nedi yang ditemui Gen-X seusai pembukaan acara yang digelar di sekolahannya, Jl. Telagasari Timur, Karawang, Minggu (4/10) siang, kegiatan LDKS (latihan dasar kepemimpinan siswa) di SMANET itu digealar terkait adanya badan pengurus harian (baru di seluruh organisasi di sekolahan. Kegiatan ditangani para siswa sendiri dalam binaan guru, termasuk wakasek. "Dan alamdulillah. Ternyata lancar dan sesuai harapan," syukur Pak Nedi.

Praktik Sidang jadi Favorit

LDKS SMANET diikuti puluhan siswa, yang jadi peserta dan panitia. Acara dilakukan melalui kegiatan indoor yang berupa pemberian materi kepemimpinan, manajemen dan etika termask urgenssi organisasi. Kecuali itu soal pengetahuan lain yang di antaranya soal proposal sampe tata cara dan praktik sidang.

Di kegiatan itu, para siswa peserta tampak begitu antusias tuh menyimak materi demi materi yang disampaikan, yang di antaranya lewat penyaji Pak Drs. Dedi S, Pak Suswara, SPd, Pak Udin S, SPd, dan Pak Drs. M. Habybuththoyyib alias Pak Habib. Acara yang berakhir sore hari itu mencapai puncaknya saat digelar materi tata cara dan praktik sidang.

Nggak salah lagi. Sidang yang dipimpin dua siswa peserta itu pun jadi seru abis. Peserta lain termasuk pengurus lama yang ajuin soal buat dijawab, umumnya yang relatif nggak diduga, yang bikin sang pemimpin sidang sampai harus pikir-pikir buat kasih jawabannya. Dan ketika momen itu terjadi, ruang kelas yang jadi lokasinya pun sontak riuh dengan komentar sejumlah peserta lain.

"Biasa. Emang kayak gitu itu romantikanya," aku Ketua Panitia, Ade Herni bareng Sekretaris Aditya Yudhistira yang juga ditemani Wakasek Kesiswaan Pak Suroto, SPd. "Acara praktik sidang emang jadi primadona atawa favoritnya," tambah Aditya. Cuap Ade Herni yang Ketua MPK Periode 2008/2009, soal tata cara dan praktik sidang itu antara lainnya buat mendidik mental dan spontanitas. Trus sesuai kondisinya, nggak bisa dimungkiri kalo akhirnya juga jadi semacam arena lain biar nggak bete. "Tapi tetep positif gitu, kan," papar Ade yang diamini Aditya, sang Ketua OSIS periode 2008/2009.

OSIS dan MPK Semangat terus

Lalu terkait posisinya yang lewat LDKS itu berarti bakal lepas, dua pimpinan organisasi vital di sekolahan itu ngakunya punya kesan yang bikin suka, menyenangkan. Biar selama setahun ada rasa capek, tapi semua juga berasa indah. Atawa nggak cuma capek, deh. Dan pesan buat sang pengganti, Ade Herni dan Aditya juga senada buat bisa terapin motto kalo hari ini harus lebih baik dari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini. "Dont give up," sebut Ade Herni yang dilanjut Aditya, "Semangat terusss."

Sementara Ketua OSIS dan MPK periode 2009/2010, Dijah Khodijah dan Elda Wahyuni RS, ngakunya pasti pesan senior dipake. Malah buat duaannya, bukan nggak mungkin juga bisa bikin terobosan lain yang beda. "Udah masuk rencana, sih. Insya Allah bisa coba diterapin kalo udah positif dilantik," papar Dijah dan Elda sembari kasih penjelasan kalo acara pelantikan itu, rencananya digelar Senin (5/10, hari ini-red). "Bareng apel pagi di sekolahan," senada duaannya. (dea wahyudi)

Bedah Perjuangan Orang Tua di Kabupaten Purwakarta

WARISON Simarmata SH (kiri).

DINAMIKA
hidup sudah memberikan gambaran bahwa, jika untuk meraih cita-cita butuh perjuangan, kerja keras dan doa. Setelah itu dilakukan niscaya akan membawa ke arah kesuksesan. Seperti halnya yang di alami pengacara handal yang saat ini di percaya sebagai ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) DPC Kabupaten Purwakarta Warison Simarmata SH.

Kendati berasal dari keluarga dan lingkungan yang sederhana Warison dapat meraih impiannya sebagai seorang yang memahami ilmu hukum, apa dan siapa di balik kesuksesan yang telah mendorong pria penggemar otomotif ini ke arah masa depan yang gemilang.
Sahata Simarmata (70) pria asal Kampung Silalahi Kab. Dairy Propinsi Sumut merupakan mantan petani yang beralih berofesi sebagai pedagang kecil.

Perkawinanya dengan Mutiara Silalahi telah di karuniai 4 orang anak yang terdiri dari 3 orang Pria dan 1 orang Perempuan. Semasa hidupnya pria ini selalu memiliki keyakinan, bahwa dengan kerja keras yang di iringi dengan doa akan membuahkan sebuah kesuksesan, walaupun tidak di rasakan langsung oleh dia tetapi keberhasilan itu akan di raih oleh keturunannya. "Sebagai seorang ayah sekaligus seorang suami saya ingin menjadi contoh yang baik untuk semua anak-anak saya. Prilaku yang saya lakukan sebagai contoh adalah selalu tegar mengahadapi semua persoalan serta tidak besar hati di saat memiliki sesuatu yang saya anggap besar.

Sebagai seorang pedagang kecil saya memiliki keyakinan bahwa keberhasilan semua anak saya harus di bekali dengan ilmu pendidikan, apapun yang harus saya lakukan jika itu sesuai dengan kehormatan seorang manusia di mata tuhan akan saya usahakan, begitupun dengan kewajiban saya sebagai kepala keluarga yang harus menghidupi serta menyekolahkan anak-anak saya ke tingkat yang paling tinggi. Dengan hasil keringat saya beserta istri tercinta kami selalu menyisihkan uang hasil penjualan dagangan kami untuk biaya sekolah anak-anak, walaupun harus puasa tetapi anak-anak saya harus terus sekolah," terangnya.

Pria kekar yang memprioritaskan pendidikan ini sedikit menceritrakan karakter anaknya, di usia remaja dia menilai Warison sebagai anak yang keras kepala dengan apa yang menurutnya benar, pintar main catur menyenangi olahraga bola serta penggemar otomotif. "Sejak kecil Warison pintar bergaul, dia memiliki berbagai hoby termasuk otomotif sehingga tidak heran bila dia menyenangi balapan. Sebagai orang tua tentunya saya harus mengetahui karakter anak-anak saya, tetapi sejak dulu apapun yang dia minta pasti di sampaikan melalui ibunya, seperti halnya di saat dia ingin memiliki motor, tanpa sepengetahuannya saya mencari uang itu untuk memberikan apa yang dia inginkan," paparnya.

Sahata Simarmata berharap, petuahnya sebagai orang tua dapat di laksanakan semua anak-anaknya. Karena orangtua manapun akan menginginkan agar anaknya menggapai masa depan yang bahagia."Untuk meraih kesuksesan butuh perjuangan dan kerja keras yang tidak terlepas dengan doa, itupula yang saya tekankan kepada anak-anak saya. Dan, saat ini saya berharap Warison dapat membahagiakan istri dan anak-anaknya serta terus meraih kesuksesan dalam menjalani profesinya, keberhasilan seorang anak merupakan kebahagiaan semua orang tua," ujarnya. (sep)

Wisatawan Waduk Jatiluhur Keluhkan Bau Busuk Air Waduk


PURWAKARTA, RAKA
- Bau air Waduk Ir H Djuanda Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, yang diduga telah tercemar mulai mendapat keluhan wisatawan. Selain berwarna pekat, aroma busuk juga masih menyengat di sekitar perairan waduk tersebut.

"Sudah dua kali saya kesini airnya masih pekat dan bau busuk. Saya yang mau bersantai jadi merasa tidak nyaman. Padahal niat saya kesini adalah untuk menikmati kenyamanan wisata danau di Purwakarta ini. Saya sendiri heran sekarang air waduk kok jadi seperti ini (berbau busuk dan menyengat hidung, red)," ucap Sauful yang mengaku sebagai wisatawan yang kerap mengunjungi waduk ini,  Minggu (3/10).

Bau busuk itu diperkirakan berasal dari endapan sisa pakan ikan yang teraduk dan pencemaran air. Kata Saiful, bila hal ini masih dibiarkan dikhawatirkan daya pikat wisatawan pada waduk Jatiluhur menurun. "Selain pengunjung, penduduk setempat juga menyayangkan situasi ini dan berharap pihak berwenang segera menanganinya," ujar Saiful.
Sekjen LSM Triloka Purwakarta, beberapa waktu lalu mengatakan, pencemaran semakin parah karena jumlah kolam jaring apung (KJA) semakin menjamur. Bahkan, selain untuk budidaya petak-petak KJA juga tak jarang menjadi tempat hunian manusia.

 Imbasnya, endapan tidak hanya berasal dari sisa pakan dan kotoran ikan, tetapi juga manusia.
"Indikasinya ini disebabka karena jumlah KJA yang sudah melebihi batas. Kami juga meminta pihak PJT II tidak tinggal diam an segera melakukan eksen,"kata Tarman Sonjaya. Ditambahkan Tarman, selain KJA pihaknya pun menduga tercemarnya air waduk yang menjadi bau itu akibat limbah perusahaan yang disengaja dibuang ke lokasi waduk. "Mengingat banyak perusahaan yang berdiri disekitar lokai waduk tidak menutup kemungkinan air waduk juga tercemar oleh limbah perusahaan. meskipun kebenarannya masih perlu dibuktikan,"ujarnya. (rif)

Purwakarta Dikepung Diare, Dalam Sehari Sedikitnya Empat Balita Masuk Rumah Sakit


PURWAKARTA, RAKA
- Kendati belum dikatakan sebagai kejadian luar biasa, namun penyebaran penyakit Diare perlu diwaspadai. Terlebih dalam beberapa hari ini, penyakit itu sudah menyerang balita - balita di Purwakarta. Bahkan dalam sehari saja sedikitnya empat orang anak-anak terpaksa harus dirawat di rumah sakit umum daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta.

Petugas instalasni darurat (IGD) RSUD Bayu Asih mengatakan jika gejala diare sudah mulai menyerang balita di Purwakarta. Dalam waktu bersamaan saja pada Minggu (4/10) sekitar pukul 04.00 WIB, sedikitnya telah ada empat orang anak yang harus dirawat di rumah sakit karena menderita diare. "Kesemuanya balita, dan mereka pun kini dirawat di ruang Kemuning yang merupakan ruang khusus anak-anak," kata petugas IGD RSUD Bayu Asih, Purwakarta.

Umumnya para balita ini oleh orang tuannya, sebelumnya, telah dibawa ke klinik ataupun Puskesmas terdekat. Namun lantaran dianggap harus mendapatkan perawatan oleh dokter yang memeriksanya, mereka pun akhirnya disarankan untuk dirujuk ke rumah sakit. Sementara ini berdasarkan informasi yang diterima, setidaknya sudah ada 7 pasien penderita diare yang di rawat diruang kemuning RSUD Bayu Asih, Purwakarta. Rata-rata mereka adalah anak-anak dan balita.
Bahkan Selain Diare, banyak penyakit lain terutama yang menimpa anak-anak seperti DHF (gejala DBD), ISPA dan lainnya. "Memang selama beberapa hari ini, banyak masuk pasien penderita diare. Tapi jumlahnya itu tidak separah yang dibayangkan.

Sebab saat ini jumlah penderita Diare tidak sampai ada yang ditempatkan dilorong-lorong rumah sakit seperti tahun sebelumnya,"kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD Bayu Asih, Agus Jamaludin yang dihubungi, kemarin.
Sementara itu, Kepala Seksi Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Purwakarta, dr. Agung Darwis Suriaatmadja ketika
dihubungi mengatakan berdasarkan data yang ada di Dinas Kesehatan, justru sebaliknya penderita diare itu kebanyakan menimpa orang dewasa dibandingkan anak-anak dan balita. Jumlah penderita diare di Purwakarta pun belum dapat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa.

Menurutnya, setelah dilakukan pemetaan warga yang jumlah terkena diare itu umumnya berasal dari daerah Wanayasa dan Kiarapedes. Dikatakannya, diare sebenarnya bukan nama penyakit, tapi merupakan suatu gejala. Kalau didefinisikan, diare berarti kehilangan air dan elektrolit secara berlebihan melalui BAB (buang air besar). Bayi biasanya memiliki volume BAB sampai dengan 5 gram per kg BB-nya, sedangkan dewasa sekitar 200 gram per 24 jam. (ton)

Lakalantas di Ruas Tol Jakarta-Cikampek, Avanza VS Truk Enam Luka Berat


PURWAKARTA, RAKA -
Enam Penumpang Toyota Avanza luka berat saat kendaraan yang ditumpanginya menabrak "pantat" truk yang tengah berhenti di bahu kiri ruas tol Jakarta-Cikampek di Km 62,600 arah Jakarta, Jumat (2/10) malam. Diduga penyebab terjadinya kecelakaan itu karena sopir mobil Avanza kurang waspada dan tidak mematuhi rambu lalu lintas yang mana di jalan tol dilarang menyalip dari kiri kendaraan lain yang ada didepannya.

Keenam korban itu adalah Siti Nurhayati (19), Rohayati (18), keduanya warga Dusun II Rt 08/002, Desa Rajadanu, Kecamatan Jepara, Kuningan, Suhendra (40), warga Kecamatan Mandalasari, Pandeglang, Banten, Didi (30), Suherman (43), kedua beralamat di Kuningan dan Bagus Triono Herlambang (34), warga Jalan Tanjung Rt 11/06 No. 12 Tanjung Duren, Jakarta Barat.
Menurut keterangan petugas piket laka Polwil Purwakarta, Brigadir Kepala Teguh yang dihubungi Sabtu (3/10) mengatakan kecelakaan itu berawal ketika mobil Toyota Avanza nopol E 1635 X yang dikemudikan Bagus Triono melaju dari arah tol Cikampek menuju Jakarta. Karena kondisi jalan tol yang padat membuat sopir mengambil inisiatif mengambil jalan di kiri bahu tol.

Namun ketika melaju di Km 62,600 sopir tak menyadari di depan kendaraannya ada truk nopol P 5409 UW yang tengah berhenti mengganti bannya yang gembos. Meski sopir Avanza berusaha menghentikan laju mobilnya namun nasib berbicara lain tabrakanpun tidak dapat dihindari. Petugas PJR tol dan Jasa Marga langsung mendatangi TKP setelah menerima laporan. Setelah  tabrakan itu sempat mengganggu kelancaran arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian tapi tidak berlangsung lama. Para korban oleh petugas langsung dievakuasi ke rumah sakit Efarina Etaham Purwakarta. (ton)

Marak Pencurian Kabel di Pantura Cikampek, Telkom Mengaku Rugi

PURWAKARTA, RAKA - Akibat maraknya pencurian kabel telepon, Perusahaan Telekomunikasi Kantor Daerah Telekomunikasi (Kandatel) mengalami kerugian sebesar Rp 360 juta. Rata-rata pencurian itu terjadi di daerah sepanjang pantura Cikampek, Jatisari dan Wadas.

"Di sepanjang jalur itu yang paling sering terjadi. Dari enam kali pencurian yang terjadi, kerugian mencapai 360 juta, "kata GM Kandatel Telkom Bekasi Teguh Prasetyo di Kancatel Purwakarta didampingi JM Kantor Cabang Telekom Purwakarta, usai pelaksanaan halal bil halal lebaran 2009, di lingkungan Kancatel Purwakarta, belum lama ini. Menurutnya, Kabupaten Karawang merupakan wilayah yang paling rawan terjadinya pencurian kabel Telepon. "Dua kabupaten lainnya pun mempunyai kerawanan yang sama, yakni Bekasi dan Purwakarta. Tapi, dari wilayah itu tingkat pencurian tertinggi memang terjadi di Kab Karawang,"ujarnya.

Meski demikian, Tambah Teguh dari kejadian itu, pihaknya kini telah melakukan berbagai upaya antisipasi dalam mencegah pencurian kabel. Salah satunya, melakukan koordinasi dengan pihak keamanan baik di internal PLN maupun pihak kepolisian. Selain PT Telkom akan mengganti kabel itu dengan fiber optik. "Tapi dari beberapa upaya itu. Kita juga akan mengalihkan pelanggan atau konsumen telepon rumah berpindah ke pesawat telepon flexi. Antisipasi ini yang sebenarnya dinilai cukup aman,"jelas teguh.

PT. Telkom sebagai perusahaan telekomunikasi milik NKRI satu-satunya ini, penuh dengan berbagai unggulan dan kualitas produk. Produknya bervariasi dan selalu menghadirkan inovasi serta improvisasi. Bahkan, sinyal jernih dapat dijangkau dimanapun karena didukung adanya BTS dibeberapa kecamatan. Keunggulan flexi lainnya yakni jaminan kepastian harga murah.
Bahkan, perusahaan yang memiliki komitmen terhadap pembangunan daerah ini, memberikan dukungan secara maksimal, merata dan menyeluruh terhadap penyebaran infrastruktur telekomunikasi dan berbagai produk unggulannya untuk mendukung susksesnya pembangunan dengan memajukan kesejahteraan masyarakat Purwakarta dan sekitarnya. (ton)

Kebun PT Yala di Purwakarta Hangus Terbakar, Masjid dan Madrasah Selamat dari Kebakaran

PURWAKARTA, RAKA - Meski musim penghujan sudah tiba, namun peristiwa kebakaran kebun kembali terulang. Areal Kebun seluas satu hektare milik PT. Yala Perkasa di Perum Pondok Jaya Rt 51/13 Kelurahan Munjul Jaya Kecamatan Purwakarta Sabtu (3/10) hangus terbakar.

Beruntung peristiwa yang sempat membuat warga sekitar panik bisa segera dipadamkan dan tidak sampai menjalar mengenai bangunan Masjid dan Madrasah yang lokasinya berdekatan. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian kebakaran kebun milik perusahaan swasta seluas satu hektar yang letaknya tidak jauh dari bangunan masjid dan madrasah itu terjadi pukul 14.30 Wib. Petugas pemadam kebakaran yang diterjunkan, menduga jika kebakaran itu pun berasal dari pembakaran sampah oleh warga.

"Beruntung api bisa kita padamkan dalam waktu kurang dari dua jam. Sehingga api yang sempat akan menjalar ke bangunan Masjid dan Madrasah segera bisa kita padamkan,"kata Kepala Bidang Pemadam Kebakaran UPTD Pemadam Kebakaran Wahyu Wibisono. Dalam kebakaran ini, selain petugas pemadam kebakaran Pemkab Purwakarta. Upaya pemadaman juga dibantu oleh Polsek Purwakarta, PDAM, pegawai kecamatan dan warga setempat. Beruntung kejadian ini pun tidak sampai menimbulkan korban jiwa. "Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Hanya kerugian materi saja yang mencapai sekitar Rp5 juta,"ujarnya.

Sementara itu, Syamsudin (29) warga setempat mengaku sebelum kebakaran itu terjadi sempat terlihat kepulan asap yang cukup tinggi. Bahkan ia dan warga lainnya yang melihat terjadinya kebakaran langsung berusaha memadamkan api dengan cara bergotong royong. "Kepulan asap memang sempat membumbung tinggi. Bahkan Sebelum petugas datang, warga mencoba memadamkannya dengan alat seadanya,"katanya. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran susulan dan menjaga bangunan Masjid dan Madrasah, warga setempat mengadakan kerja bakti di lokasi kejadian, Minggu (4/10). (ton)

3 Ruas Jalan Purwakarta Langganan Kemacetan

MACET: Ruas Jalan Pramuka yang jadi langganan macet pagi dan sore hari. Kemacetan itu disebabkan kendaraan besar pabrik lalu lalang di jalan itu disamping angkot yang ngetem dipinggiran jalan.

PURWAKARTA, RAKA - Tiga ruas jalan di kabupaten Purwakarta masih jadi langganan macet. Tiga ruas jalan itu diantaranya ruas jalan Pramuka Desa Bunder, Kecamatan Jatiuluhur, ruas jalan sekitar PT. Einstrein Campaka dan ruas jalan sekitar perusahaan Kuti Babakan Cikao Purwakarta.

Kemacetan di tiga ruas jalan itu rata-rata disebabkan banyak kendaraan besar milik perusahaan yang lalu lalang untuk mengantarkan karyawan dan barang perusahaan selain tumpahnya pegawai perusahaan saat jam masuk maupun jam pulang kerja. Selain itu, kemacetan juga diperparah oleh kendaraan angkutan umum yang ngetem disekitar pinggiran jalan.

Pantauan RAKA, kemacetan yang terjadi di tiga wilayah tersebut mampu mencapai hingga puluhan meter. Dimana, kemacetan bisa berlangsung hingga sekitar 40 menit smpai 1 jam. di wilayah rua PRamuka, misalanya kemacetan akan terlihat dari mulai depan gerbang masuk SPBU Jatiluhur hingga gerbang masuk sekolah SD Bunder I Jatiluhur. Sedangkan ruas jalan sekitar Kuti dan Einstrein kemacetan akan tampa sekitar 20 samapi 30 meter dari maing-masing gerbang masuk perusahaan. "Ini sudah terjadi setiap pagi dan sore hari,"kata Agus warga Dsa Bunder di Jl Pramuka, Minggu (3/10) kemarin.

Dilain pihak, kemacetan terjadi lantaran kondisi jalan yang kecil. Padahal, di tiga ruas jalan itu volume kendaraan yang lewat terbilang ramai setiap harinya, karena lokasi tersebut merupakan jalan yang menghubungkan areal industri dan pariwisata selain lembaga-lembaga pendidikan.
Sementara, Dinas Pehubungan Pariwisata dan Pos Telekomunikasi sebelumnya sudah melakukan pemetaan terkait permasalahan kemacetan di tiga ruas jalan ini. Langkah-langkah prefentif pun sudah dilakukan dengan melakukan pengawasan dan penertiban dilokasi kemacetan. Namun, petugas tampaknya masih perlu bekerja keras mengingat masalah macet ini masih menjadi langganan di tiga ruas jalan itu.(rif)

Menengok Peternak Ikan Lele 'Rereongan', Tanpa Bantuan, Cari Investor Sendiri

BUTUH SUNTIKAN: Peternak ikan KUB Maslahat sedang panen.

SUASANA Kampung Krajan Timur Desa/Kecamatan Purwadadi, Sabtu (3/10), berbeda dari biasanya. Apalagi saat berada di belakang perkampungan, lokasi yang biasanya dijauhi masyarakat, saat itu penuh oleh para tokoh masyarakat.

Di samping tempat pembuangan sementara (TPS) sampah, berkumpul para tokoh masyarakat serta para pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap, mereka berada di sebuah lokasi peternakan ikan lele yang dikelola secara kelompok usaha bersama (KUB) ikan Lele.

Kelompok usaha bersama yang didirikan sekitar satu tahun belakangan ini, sudah melakukan beberapa kegiatan ekonomi, seperti pengembangbiakan domba, kelinci dan ayam. Namun, usaha yang dikelola tersebut belum menghasilkan keuntungan yang memadai. “Karenanya, kami kemudian beralih ke usaha ikan lele, kebetulan, lobang untuk menjualnya ada, ini ternyata menjadi salah satu kelemahan dari kelompok usaha ini,” ungkap Adit Muhidin, Ketua KUB Maslahat kepada RAKA saat itu.

Di “kamp” yang memiliki 10 kolam dengan ukuran masing-masing 2x3 meter tersebut berisi ikan-ikan lele jumbo dengan umur yang beragam, kolam tersebut berada di tanah desa yang sebelumnya dikelola oleh warga setempat. “Kami belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, ini murni swadaya masyarakat, mereka yang memiliki kepedulian untuk warga yang lain, menanamkan modal di sini. Hasil keuntungannya dibagi dua dengan pemilik modal,” tambah Adit.

Menurutnya, saat ini, penjualan ikan lele tersebut masih ke pasar-pasar tradisional, belum menyentuh ke pasar modern atau ke supermarket. Sebab, tambah Adit, selain persoalan modal untuk pengembangan ternak ikan tersebut masih minim, juga terkendala pada hal belum adanya link ke para pengusaha tersebut. “Jika ada yang bisa menghubungkan kami baik kepada pemodal maupun kepada pengusaha tersebut, alangkah bahagianya kami. Karena terus terang, kami mengharapkan ada perkembangan bagi usaha kami ini,” harap Adit. (eko)

Buruh PT BSI di Desa Wantilan Masih Mogok Kerja

SEPI: Pintu gerbang PT Benang Sari Indah (BSI) yang ada di Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, tampak sepi. Hingga kemarin, tak ada aktifitas produksi lantaran para pekerjanya melakukan mogok kerja.

SUBANG, RAKA - Ratusan buruh PT Benang Sari Indah (BSI) yang ada di Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, masih melakukan mogok kerja. Hal ini dilakukan karena tuntutan buruh agar pihak perusahaan membayar sisa upah mereka, masih belum juga terealisasi.

Menurut ketua serikat pekerja di perusahaan tersebut, Moch Soleh, rencananya, Senin (5/10) hari ini, ratusan buruh tersebut akan berkumpul lagi di perusahaan yang memproduksi benang tersebut. Namun untuk masuk kerja sebagaimana mestinya, para buruh tersebut belum tentu mau.

“Sebelum pihak perusahaan merealisasikan tuntutan Kami berupa gaji yang sebesar 55 % berikut dengan dendanya, kami belum mau bekerja, sebab para karyawan mengatakan gaji ada, saya mau bekerja,” ungkap Soleh menirukan ungkapan karyawan yang lainnya yang dihubungi RAKA, Minggu (4/10). Sebelumnya Soleh mengatakan, mereka telah melakukan pertemuan dengan pihak perusahaan serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang.

Saat pertemuan tersebut, tambah Soleh, pihak perusahaan diwakili oleh personalia. “Namun, pihak personalia tidak mampu memberikan sebuah kepastian terkait pembayaran upah bagi kami, karena yang Kami tuntut bukan saja pembayaran sisa upah kami, namun juga berikut dendanya, seperti yang diatur dalam undang-undang,” tambah Soleh. Hari ini, tambah Soleh, para buruh pabrik tersebut hanya akan kumpul-kumpul di dalam perusahaan saja dan mereka tidak akan melakukan kegiatan apapun, sambil menunggu kepastian tentang nasib mereka.

Karena, para petinggi perusahaan diperkirakan akan datang pada sore hari ini. “Orang pusat paling datang sekitar pukul 14.00 Wib, karenanya kami akan menunggu,” tambah Soleh. Saat ditanya tentang kemungkinan terjadinya pemecatan massal oleh perusahaan, menurut Soleh hal tersebut mungkin saja terjadi. “Bisa jadi (terjadi pemecatan massal, red) kalau perusahaan tidak bisa bayar sesuai dengan undang-undang, karena kami menuntut sesuai dengan undang-undang,” tegas Soleh.

Sebelumnya diberitakan jika sebanyak 800 buruh PT Benang Sari Indah Texindo yang berada di Desa Wantilan, Kecamatan Cipeundeuy, Kamis (1/10), melakukan aksi mogok kerja. Hal ini dilakukan oleh mereka karena menuntut 55 % gaji mereka yang belum dibayar oleh perusahaan.
Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh ratusan buruh tersebut dilakukan sejak pukul 08.00 Wib, setelah melakukan absensi, mereka langsung keluar dan duduk-duduk di bawah pohon yang ada disekitar perusahaan yang berdiri sejak tahun 1991 tersebut.

Aksi mogok kerja yang dilakukan oleh para buruh tersebut dilakukan karena perusahaan tidak bias menepati janji terhadap ratusan buruh. Dimana sebelumnya, pihak perusahaan berjanji, jika mereka akan membayar sisa upah yang belum terbayarkan kepada para buruh. “Tanggal 15 September kemarin, pihak perusahaan hanya mampu membayar sekitar 45 % gaji atau sebesar Rp 350 ribu kepada kami. Sementara sisanya, atas kesepakatan kami dengan pihak perusahaan, akan dibayarkan pada tanggal 30 September kemarin, namun hingga saat ini belum jugarealisasi,” jelas Soleh.

Kondisi ini, tambahnya, sudah terjadi sekitar 1 tahun berjalan, dimana sering terjadi keterlambatan pembayaran dari pihak perusahaaan kepada para karyawannya. Hingga mereka sudah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Subang, namun hal tersebut belum juga menghasilkan sebuah keputusan yang pasti.
“Bahkan kami juga sudah melakukan pertemuan bipartite, antara kami dengan pihak perusahaan, saat pertemuan tersebut, pihak perusahaan membuka, jika perusahaan ini telah kolaps, namun ada itikad baik dari pihak perusahaan, jika perusahaan masih akan mempertahankan,” tambah Soleh.

Menurut Soleh, para buruh tersebut masih menunggu kepastian dari pihak perusahaan terkait nasib mereka, sebab walau bagaimana pun, para buruh yang ada di perusahaan tersebut memiliki tanggungan di rumah mereka masing- masing. “Terus terang, saya bersama kawan yang lainnya masih bertahan di sini karena butuh uang, kalau sampai berhenti di sini, kami masih berpikir mau kerja dimana lagi? Namun melihat kondisi perusahaan, mau tidak mau kami harus berpikir lagi,” jelasnya. (eko)

Mutasi Pejabat di lingkungan Pemkab Subang Sarat KKN?

SUBANG, RAKA - Pelaksanaan mutasi, rotasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Subang yang pelantikannya dilakukan Wakil Bupati Ojang Sohandi diduga diwarnai permainan suap. Para pejabat yang dipromosikan disebut-sebut sebelumnya wajib menyetorkan senilai ratusan juta rupiah kepada wakil bupati melalui seorang mediator.

Sedangkan, pejabat yang tidak mau digeser dari jabatan basah dimintai uang senilai Rp 40 juta. Sementara, pejabat yang telah memasuki masa pensiun tetapi menginginkan jabatanya diperpajang harus membayar Rp 130 juta. Hal ini diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM ) Gerakan Aktivis dan Aliansi Sarjana Subang (Ganass) Dase.

“Hal ini memang sulit dibuktikan. Tapi kenyataannya memang ada dan sejumlah pejabat pernah mengadu kepada saya,” ujar Dase kepada RAKA, Minggu (4/10). Menurut Dase, dirinya mengatakan hal itu terkait dengan pelaksanaan mutasi, rotasi dan promosi 28 pejabat esselon III dan 206 pejabat esselon IV yang pelantikannya digelar di Aula Pemkab Subang, Jumat (2/10). ”Saya siap memberikan kesaksian atas hal ini,” kata Dase.

Jika cara-cara seperti itu tetap dibiarkan, tambah Dase, pihaknya merasa khawatir pemerintahan di Kabupaten Subang bakal berantakan. “Sebab, para pejabat tidak akan lagi berpikir melayani masyarakat. Mereka hanya akan berpikir bagai mana caranya memperoleh uang untuk mengganti dana yang telah disetorkan kepada wakil bupati,” jelasnya.

Tuduhan Ketua LSM Ganass tersebut ternyata diakui Kepala Bagian Hukum Koestoyo Wigoena. Kepada para wartawan, Koestoyo mengatakan bahwa pelaksanaan mutasi itu hanya untuk mencari duit. “Persetan dengan mutasi. Ini hanya untuk mencari duit. Silakan tulis yang besar,“ ujar Koestoyo dengan nada tinggi.

Sementara itu, Wakil Bupati Ojang Sohandi, ketika memberikan sambutan dalam acara pelantikan mengakui jika muitasi, rotasi dan promosi jabatan tersebut merupakan produknya. Namun demikian, sebelumnya dia telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat).

“Proses mutasi dan rotasi dalam suatu organisasi merupakan hal yang lumrah. Oleh karena itu, hal tersebut jangan dipermasalahkan apalagi dijadikan seabgai polemik berkepanjangan. Kalau ada yang tidak senang atas kebijakan ini, silakan menghadap saya secara langsung dan jangan menyatakan kekecewaan di tempat-tempat umum,” ungkap Ojang.

Menurutnya, pelaksanaan mutasi, rotasi dan promosi sengaja dilakukan karena ada sejumlah pos yang kosong. Bahkan, kekosongan jabatan masih ada dan bakal diisi pada proses mutasi berikutnya. Seusai acara, Ojang Sohandi menyatakan siap dikonfrontir jika masyarakat mencurigai pelaksanaan mutasi hanya ajang untuk mencari uang. Dia bahkan siap dilaporkan kepada aparat berwajib jika ada bukti-bukti yang mengarah ke hal tersebut. “Siapa pejabat yang mengaku menyerahkan uang kepada saya. Bawa ke sini berikut kwitansinya,” tambah Ojang.

Dikatakan, orang yang dipercaya memangku jabatan adalah mereka yang memiliki biodata lengkap, memiliki ide brilian dan memiliki prestasi yang bagus. Dengan tiga syarat itu, pihaknya siap mengangkat pegawai untuk menduduki jabatan strategis asal pangkat dan golongan kepegawaian mereka telah memenuhi syarat normatif. (eko)

Usai Munas Rawan Pecah

SUBANG, RAKA - Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Subang H Oman Warjoman berharap partai berlambang pohon beringin kelak tidak pecah hanya karena ada calon ketua partai yang kalah di Musyawarah Nasional (Munas) yag digelar di Pekanbaru, Riau, 4-7 Oktober 2009.

“Jangan sampai pascamusyawarah malah ada kelompok yang kemudian mendirikan partai baru, seperti pascamusyawarah sebelumnya,” ungkap Oman yang dihubungi melalui telepon genggamnya, Minggu (4/10). Untuk menghindari perpecahan sesama kader partai, Oman berharap, setelah pelaksanaan Musyawarah Nasional diadakan rekonsiliasi.

Tujuannya untuk menyatukan semua pemikiran para kandidat. Mengenai siapa calon yang akan didukung DPD Kabupaten Subang di musyawarah nanti, Oman mengatakan telah merekomendasikan dua nama, Aburizal Bakrie dan Surya Paloh. “Terserah siapa yang nanti akan dipilih, Sikap resmi DPD ini, merupakan hasil rapat pleno partai yang dilaksanakan beberapa waktu kemarin, kedua tokoh tersebut memiliki kemampuan memimpin partai lima tahun mendatang,” tambah Oman.

Sementara sekretaris DPD Golkar Kabupaten Subang, Hani Ruchendi mengatakan, dirinya berharap agar para utusan daerah yang mengikuti munas tersebut agar mengikuti keinginan dari rakyat dan bukan melihat popularitas semata. “Kalau ini dilakukan, maka kita tidak akan sulit untuk mendapatkan suara pada pemilu serta pilpres yang akan datang, sebab melihat kondisi kekinian, figur ketua partai sangat berpengaruh terhadap perolehan suara baik pada pileg maupun pilpres,” jelas Hani. (eko)

DMGR Media Percepat Pembangunan di Kabupaten Subang


SUBANG, RAKA
– Terpilihnya 30 desa dari 30 kecamatan yang dijadikan percontohan Program Desa Mandiri Gotong Royong (DMGR), diharapkan dapat meningkatkan pembangunan desa.

Menurut sejumlah warga yang desanya menjadi percontohan program tersebut, adanya DMGR yang akan mencetak desa mandiri juga diharapkan lebih menumbuhkembangkan tradisi gotong royong masyarakat Subang, sekaligus untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian masyarakat desa. “Mudah-mudahan saja program tersebut bukan hanya sebatas program saja, namun diharapkan dapat dilaksanakan dan diterapkan sesuai dengan program semula, yakni dapat berpihak kepada rakyat,” ucap salah seorang warga.

Sementara itu, Bupati Subang Eep Hidayat berharap, dimulainya Program DMGR pada tahun ini dapat berjalan sesuai harapan. Sehingga pada tahun berikutnya jumlah desa yang akan menerima program yang sama diharapkan bisa bertambah menjadi dua kali lipat. Yang pada akhirnya, kata Eep, pada tahun 2014 mendatang seluruh desa yang ada di Kabupaten Subang sudah menjadi desa mendiri yang berpegang teguh pada adat gotong royong, sebagai wujud keberhasilan kerjanya untuk menciptakan desa mandiri yang berbasis gotong royong sehingga kinerjanya dalam membangun Kabupaten Subang hingga lima tahun mendatang dapat berhasil.

"Diterapkannya program DMGR merupakan program strategis pembangunan di Kabupaten Subang, bahkan program tersebut telah dimasukkan ke dalam draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2009-2014," ucap Bupati Eep yang didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Ir H Besta Besuki Kertawibawa.
Program tersebut, lanjutnya, merupakan salah satu cara untuk mencapai tujuan pembangunan yang signifikan, sekaligus dapat mengatasi berbagai permasalahannya yang timbul di desa. Karenanya, pelaksanaan pembangunan tidak bisa dilaksanakan apabila hanya mengandalkan pemerintah daerah, namun harus melibatkan masyarakat secara pro aktif.

Bahkan, dengan diterapkannya program DMGR, maka pelaksanaan pembangunan akan terfokus di wilayah desa-desa, yang kemudian strategi pembangunan dengan penerapan program DMGR dapat berhasil dengan cepat dan baik, karena sesuai tujuannya strategi DMGR untuk mempercepat peningkatan taraf hidup masyarakat yang notabene banyak tinggal di desa-desa.
"Jika program DMGR dapat berhasil diterapkan dengan baik, dipastikan semua masyarakat desa akan sejahtera. Dengan sendirinya, apabila desa-desa di Kabupaten Subang telah menerapkan program tersebut akan sejahtera lah desanya dan masyarakatnya,” ucapnya. (pir)

Petani Patokbeusi Bantah Terima Bantuan

HASIL REREONGAN: Tumpukan karung yang digunakan memperbaiki tanggul jebol berasal dari urunan petani.

SUBANG, RAKA
- Berbagai ungkapan kekecewaan terus mengalir kepada Kepala Seksi Perum Jasa Tirta (PJT) II Divisi III Sukamandi. Mulai dari kekecewaan petani mengenai pasokan air, hingga masalah sewa menyewa lahan milik PJT yang diduga melenceng dari peruntukannya.
Hal tersebut diantaranya diungkapkan sejumlah petani Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, yang menilai Kepala Seksi (PJT) II Divisi III Sukamandi Ining Supriyadi mengada-ngada mengenai bantuan penanggulangan tanggul jebol.

Sebelumnya Ining mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyumbang karung sebanyak 200 buah guna penanggulangan tanggul Saluran Sekunder Bangun Rancabango (SS-BRBO) Dusun Pangkalan, Desa Rancabango, Selasa (28/9) lalu, serta mengerahkan personilnya guna membantu puluhan petani yang melakukan gotong royong perbaikan tanggul jebol tersebut.

Namun menurut Ketua Gapoktan Desa Rancabango H Enang yang didampingi sejumlah petani beserta Ketua LSM Bidik Edi Komara Lc kepada RAKA, bahwa Kepala Seksi PJT II Divisi Sukamandi tidak pernah memberikan bantuan karung. Namun meski begitu, pihaknya mengakui jika ada personil PJT II yang diterjunkan ke lapangan. “Kepala Seksi tidak pernah memberikan bantuan karung, karung yang digunakan untuk memperbaiki tanggul jebol hasil rerongan petani di lokasi ini, adapun karung yang dikirim PJT masih disimpan rapih digudang PJT yang disewakan kepada pedagang pupuk,” ucap Enang yang diiyakan Edi.

Edi meneruskan, petani yang berjumlah sekitar 30 orang mau melakukan perbaikan tanggul karena sudah tidak percaya lagi pada kinerja PJT yang selalu lamban dalam setiap penanganan tanggul jebol. Petani, menurutnya, pro aktif karena terdesak oleh kebutuhan air yang saat ini sedang diperlukan. Untuk itu, petani berani berkorban demi kelangsungan pasokan air sekaligus menanggulangi terjadinya luapan air.

“Jelas dong, air akan keluar melalui tanggul jebol apabila tidak segera diperbaiki dan turun hujan pastinya air akan membanjiri sawah dan pemukiman,” jelasnya. Edi juga membeberkan bahwa tanah tanggul yang ada semakin lama semakin mengecil yang semula dari asal saluaran lebarnya 15 meter saat ini telah berkurang banyak, ironisnya lagi, petani dibiarkan mengikis lahan tanggul yang sudah semakin tipis.

Lebih ironisnya lagi, kikisan tanggul tersebut saat ini malah disewakan kepada petani penggarap. Selain itu, tanah dan bangunan milik PJT pun disewakan dan bahkan ada yang diperjualbelikan. “Agar semua pihak tahu kondisi yang sebenarnya, cek saja kebenarannya ke lapangan, saya dan petani yang keberatan akan membantu pihak-pihak yang akan mencek kebenaran ucapan saya ini,” tantang Edi. (pir)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang