Senin, 28 September 2009

H + 7 Lebaran Ribuan Pemudik Memadati Jalur Lingkar Karawang

PUNCAK ARUS BALIK: Memasuki H + 7 lebaran, hari Minggu kemarin, ribuan pemudik memadati jalur lingkar Karawang. Terlihat antrian kendaraan roda dua keluar di jalur lingkar menuju Jakarta, makin padat seiring arus balik mudik yang mencapai masa puncaknya.

MANG RAKA

TATIB
Menurut Ketua DPRD sementara tak ada alasan lagi DPRD menunda pengesahan tatib. Kalau tidak dituntaskan, DPRD kesulitan bekerja.

MANG RAKA:
Ya... padahal udah digaji...

Penyelidikan Kasus Penyimpangan Penyaluran Bansos Karawang Sudah Tuntas

KARAWANG,RAKA– Penyelidikan terhadap dugaan penyimpangan dana bantuan sosial (bansos) bagi 328 kelompok usaha bersama (KUB) tahun 2008 sudah tuntas. Namun Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang belum dapat meningkatkan status kasus tersebut ke tingkat penyidikan karena harus menunggu hasil audit dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terutama untuk mengetahui apakah ada kerugian Negara dari perbuatan tersebut atau tidak.

Kepala Seksi Intelejen, Kejari Karawang, Asep Sontani Sunarya mengakui bahwa penyelidikan terhadap seluruh KUB yang dinyatakan menerima dana bansos sudah selesai.Bahkan, penyelidikan tersebut telah ditemukan indikasi adanya tindak pidana dalam penyaluran dana bansos tersebut. “Dari hasil penyelidikan dan data-data yang diperoleh ada indikasi kuat adanya penyimpangan yang mengarah kepada perbuatan pidana,” katanya.

Menurutnya, besaran jumlah kerugian akibat adanya penyimpangan dalam penyaluran dana bansos tersebut sudah ada dalam genggaman pihaknya. Kendati begitu, sambungnya, pihaknya tetap menyerahkannya ke BPKP untuk mengaudit, agar hasilnya dapat dijadikan sebagai acuan dan dipertanggungjawabkan. “Tunggu sajalah, kami juga ingin kasus ini secepatnya ditingkatkan ke penyidikan,” jelasnya.

Malah, tandasnya, nama calon tersangka dalam kasus bansos ini juga sudah ada. Sembari menunggu hasil audit BPKP, pihaknya segera melakukan pendalaman internal untuk mengetahui siapa yang paling bertanggungjawab terhadap terjadinya penyimpangan penyaluran dana bansos tersebut. "Kami belum bersedia menyebutkan siapa pihak yang bersalah. Pasalnya, dalam penyaluran ada bagian-bagian seperti Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), bendahara dan lainnya yang memiliki kewenangan. Kita akan mencari siapa yang paling berperan dalam terjadinya penyimpangan,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada penyaluran bantuan social bagi kelompok usaha masyarakat, Pemkab Karawang menganggarkan anggaran dari APBD 2008 sebesar Rp. 5 Milyar. Namun pada pelaksanaannya, diketahui ada beberapa kelompok usaha tidak menerima bantuan tersebut. “Dalam penyalurannya ditemukan ada yang melalui transaksi tunai yang tidak sesuai dengan ketetapan administrasi,” ujarnya. (ops)

Angka Kecelakaan Tetap Tinggi 7 Orang Warga Karawang Tewas

KARAWANG, RAKA – Tingkat kecelakaan lalulintas selama arus mudik dan arus balik berdasarkan data sementara yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) melalui PAM Lebaran 2009 mencatat, bahwa total pasien laka yang sempat ditangani Pos Kesehatan di wilayah Kabupaten Karawang mencapai 438 orang.

Dari sejumlah itu, di antaranya luka ringan 245 orang, luka sedang 129 orang, dan luka berat 64 orang. Menurut Kepala Dinkes, dr. Asep Hidayat Lukman, MM, data yang masuk dinasnya tersebut baru tercover sejak tanggal 13 hingga 25 September. Sampai Minggu (27/9), arus balik masih terus berlangsung.

“Kemungkinan besar data kecelakaan lalulintas arus balik yang ditangani Pos Kesehatan bertambah. Kondisi ini sulit dihindari. Karena kuncinya hanya pada seberapa jauh tingkat kedisiplinan dan kehati-hatian pengendara selama di jalan raya. Untuk sementara, kami juga belum bisa membandingkan angka kecelakaan ini dengan tahun sebelumnya. Kita lihat saja nanti data akhirnya,” ungkap dr. Asep.

Sementara total pasien cedera non laka yang ditangani Pos Kesehatan lebaran, sambung dr. Asep, mencapai angka 50 orang. Mereka yang tergolong luka ringan 35 orang, luka sedang 10 orang, serta luka berat 5 orang. Dari semua kasus kecelakaan selama arus mudik maupun arus balik, menurutnya, terdapat 8 orang dinyatakan meninggal dunia.

Yang terbanyak di antara korban meninggal dunia, kata dr. Asep, adalah warga Kabupaten Karawang sampai 7 orang. Sedangkan pemudik hanya 1 orang. “Kalau dilihat data sementara ini memang korban meninggal warga Karawang menurun dibanding tahun 2008 lalu yang mencapai 12 orang. Hanya tetap saja harus terus diwaspadai untuk jadi bahan pertimbangan semua pihak dalam menangani makin bertambahnya arus mudik dan arus balik setiap menjelang hingga paska lebaran,” tandas dr. Asep.

Ia juga menyebut, dari sejumlah data sementara kecelakaan laka, rinciannya di kalangan pemudik ada 178 kasus. Semuanya menimpa 108 orang luka ringan, 44 orang luka sedang, serta 26 orang luka berat. Ditambah yang terkena penyakit non cedera 35 orang. Dinyatakan meninggal dunia 1 orang. Bukan hanya itu, petugas posko yang ikut terkena celaka hingga dirawat di Pos Kesehatan Lebaran, lanjut dr. Asep, cedera laka dengan luka berat 1 orang, cedera non laka 4 orang, ditambah penyakit non cedera 43 orang.

“Pasien masyarakat umum juga selama menjelang dan paska lebaran yang ditangani Pos Kesehatan, baik yang di rumah sakit maupun Puskesmas, sampai 259 orang akibat cedera laka. Dari sejumlah itu, luka ringan terdapat 137 orang, luka sedang 85 orang, dan luka berat 37 orang. Plus cedera non laka 44 orang. Rinciannya, luka ringan 30 orang, luka sedang 9 orang, luka berat 5 orang, dan yang meninggal dunia 7 orang,” ungkap dr. Asep.

Sebagai perbandingan, data kecelakaan laka selama arus mudik, lebaran, dan arus balik berlangsung pada tahun 2008, Dinkes mencatat, puncak kasus pasien kecelakaan pada H+1 lebaran yang ditangani Pos Kesehatan, Puskesmas, hingga rumah sakit di wilayah Kabupaten Karawang mencapai 705 orang pasien. Angka ini menurun bila dibanding tahun 2007 yang mencatat sampai 750 kasus kecelakaan. Atau Case Fatality Rate (CFR, angka kematian) 2,0 persen.

“Tahun 2008 pasien kecelakaan mudik 299 orang. Warga Karawang 406 orang. Angka kematian yang jadi korban tahun itu tercatat 20 kasus. Atau CFR-nya 2,88 persen. Artinya data CFR meningkat. 60 persen meninggal di tempat kejadian perkara, dan 40 persen meninggal di rumah sakit. Angka tersebut di antaranya 12 orang yang meninggal warga Karawang. Sedangkan pemudik hanya 8 orang,” beber dr. Asep lagi. (vins)

Melongok 2 Tempat Wisata Pantai di Subang dan Karawang, Nasib Pondok Bali Jauh Berbeda dengan Tanjungpakis

Pantai Tanjung Pakis dipenuhi pengunjung.

Dipilihnya dua pantai di dua wilayah yang berbeda cukup menarik untuk diungkap RAKA sebagai obyek wisata yang terbilang cukup laku dikunjungi para wisatawan lokal selama liburan lebaran berlangsung. Apalagi keduanya telah diserahkan Pemkab masing-masing untuk dikelola pihak swasta. Ada yang bernasib baik, ada pula yang tergolong memprihatinkan.

Yang pertama dikunjungi RAKA adalah pantai Pondok Bali yang berada di wilayah Desa Mayangan Kecamatan Legon Kulon (dulu masuk Kecamatan Pamanukan -red) Kabupaten Subang. Bersama keluarga, RAKA pada Kamis (24/9), sengaja meluncur ke pesisir itu melalui jalur Pantura dengan menempuh perjalanan sepanjang kurang lebih sekitar 90 km dari pusat kota Karawang.

Sejak keluar dari jalan Pantura menuju ke lokasi, ternyata jalan yang dilalui sudah tidak nyaman. Selain sempit, juga kondisi aspalnya sudah banyak berlubang, alias rusak. Yang tidak pernah terbayangkan, ketika ratusan meter menjelang tiba di lokasi pantai, RAKA mulai dihadang petugas loket yang hanya beratapkan tenda sederhana. Selain diminta tiket tanda masuk per orang Rp 10 ribu, mobil pun dikenai tiket yang sama. Padahal yang tertera dalam karcis hanya Rp 5 ribu.

Tidak hanya sampai di situ, disaat RAKA tiba pun di lokasi pantai, masih harus berhadapan dengan penjagaan yang memungut uang hingga Rp 3 ribu. Alasannya, buat jasa parkir. Padahal di penjagaan pertama petugas sudah bilang, semua tiket orang dan kendaraan termasuk ongkos parkir. Tidak sampai disitu, bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua atau motor, jangan aneh kalau tiba di pantai Pondok Bali Subang tetap mesti merogoh uang hingga Rp 5 ribu hanya sekedar titip kendaraannya di tempat parkir. Kendati semua tiket telah dibeli.

“Jangan aneh pak kalau berkunjung ke sini memang terlalu banyak tiket yang harus dibeli,” ungkap salah seorang pedagang di sekitar pantai Pondok Bali yang mengaku bernama Taryadi. Makin lucu lagi, ketika tiket masuk orang tidak tercantum angka rupiah yang harus dibayar. Kecuali hanya sekedar ditulis tangan petugas ketika pengunjung usai bertransaksi. Bahkan karcis dari tiketnya pun bila dipalsukan atau digandakan oleh oknum petugas, terbilang mudah. Bila ini yang terjadi, jelas bisa merugikan PAD Pemkab setempat.

“Sudah 3 tahun terakhir pantai Pondok Bali dikelola CV Arema. Selama itu pula di sini minim fasilitas. Malah ketika pantai terus tergerus ombak dan terkena ROB, tidak ada perbaikan pak. Kebersihan pantai pun selalu mengandalkan kami para pedagang. Kita bisa berjualan harus bayar antara Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu. Itu pun tenda bikin sendiri. Padahal kami warga di sekitar ini, bukan pendatang. Anehnya, kalau ada keluarga saja datang berlebaran ke tempat kami, tetap diminta bayar tiket. Sebenarnya tidak ada manfaat apa-apa ketika pantai ini harus diserahkan pengelolaannya ke pihak swasta. Kecuali hanya menguntungkan mereka. Mending langsung saja sama Pemkab sendiri,” ungkap Taryadi dan Asep.

Keluhan senada diungkapkan pula oleh Wawan. Ia menyewa tempat untuk berjualan kopi dan makanan ringan lainnya di pantai Pondok Bali harus sewa Rp 100 ribu hanya cukup 1 minggu sejak lebaran. Belum lagi ia harus membayar pula iuran lain yang diminta petugas dari desa setempat setiap harinya. Bisa jadi bukan hanya sekedar pedagang yang mengeluh. Pengunjung pun rata-rata tidak pernah merasa puas berlibur di pantai Pondok Bali.Tak heran kalau ada pedagang yang bilang, angka kunjungan ke lokasi pantai ini terus berkurang setiap tahunnya.

Selain terlalu banyak tiket masuk yang harus dibeli, fasilitas pun terbilang sangat minim. Jalan menuju pantai hanya dilapisi kerikil batu. Bahkan badan jalan nyaris sejajar dengan air laut yang banyak merendam pemukiman di sekitarnya yang tinggal hanya bangunan kosong tanpa penghuni. Tak ada tanaman besar yang dapat melindungi tubuh pengunjung dari sengatan matahari. Kendaraan pengunjung pun harus rela terbiarkan parkir di atas pasir tebal di tengah panasnya suhu udara. Jadi apa yang harus dilihat di Pondok Bali kecuali hanya hamparan air laut? Fasilitas lain minim. Panggung hiburan pun tak ada. Mungkin hanya sekedar buang duit dan cukup berpanas-panasan boleh jadi pantai Pondok Bali jadi pilihan untuk dikunjungi. (vins/Bersambung)

Kursi Pimpinan DPRD Sementara Karawang Segera Didefinitifkan

KARAWANG, RAKA – Setelah beberapa kali mengalami penundaan, akhirnya Pimpinan DPRD sementara memastikan akan menggelar paripurna tata tertib (tatib), Selasa (29/9) besok, sekitar pukul 10.00. Guna memastikan draft tatib ini sudah memenuhi ketentuan seperti diatur UU No.27/2009 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, Senin (28/9) hari ini, melakukan pembahasan terakhir mengenai evaluasi redaksional tatib-nya.

Dikatakan Ketua DPRD sementara, Karda Wiranata, tidak ada alasan lagi bagi lembaganya untuk terus menunda pengesahan tatib DPRD. Kalau tidak segera dituntaskan, ia khawatir, legislatif tetap kesulitan bekerja. Sedangkan di depan mata telah menumpuk pekerjaan yang harus secepatnya diselesaikan. Ia menyebut misal, pembahasan KUA-PPAS yang selanjutnya masuk pada pembahasan RAPBD 2010.

“Kita tidak mau menghambat kinerja DPRD. Kendati PP (Peraturan Pemerintah -red) yang mengatur secara teknis UU No.27/2009 belum turun, tapi kami yakin tatib yang telah selesai dibuat ini tidak akan keluar dari napas Undang-undang ini. Sebab soal penetapan unsur Pimpinan DPRD telah jelas dari parpol pemenang Pemilu 2009. Begitu pun alat kelengkapan dewan lainnya, semisal komisi-komisi, Banleg, Banmus, Badan Anggaran, dan lain-lain. Kecuali kaitan dengan keberadaan staf ahli misalnya, itu nanti kita sesuaikan dengan PP,” ungkap Karda.

Tandas dia, usai paripurna penetapan tatib digelar, dalam pekan ini juga pihaknya bersama setwan langsung mengirim surat kepada KPUD untuk meminta penetapan hasil Pemilu 2009 bagi 4 parpol pemenang. Menurutnya, surat resmi KPUD tersebut bakal dijadikan dasar pada penetapan kursi Pimpinan DPRD, sesuai amanat UU No.27/2009. Setelah itu turun, kata Karda lagi, selanjutnya setwan diminta mengirim surat permohonan kepada keempat parpol pemenang Pemilu 2009 agar mengirimkan nama kadernya yang siap ditempatkan di kursi Pimpinan DPRD berdasarkan surat resmi pengurus parpol di tingkat kabupaten.

“Sebenarnya nama-nama calon yang disiapkan bakal mengisi kursi Pimpinan DPRD sudah bukan rahasia lagi. Hanya karena ini lembaga, segala sesuatunya mesti berdasarkan mekanisme yang sah. Artinya, rekomendasi resmi dari parpol sangat diperlukan. Setelah itu masuk, baru kita gelar paripurna lagi guna menetapkan nama-nama yang siap duduk di kursi Pimpinan DPRD. Selanjutnya, nama-nama itu diserahkan ke gubernur untuk dibuatkan surat keputusan. Target kita, tanggal 19 Oktober suratnya harus sudah sampai ke gubernur,” ujar Karda.

Sambil menunggu SK gubernur turun, lanjut Karda, pihaknya secara marathon membentuk alat kelengkapan dewan lainnya. Mulai dari komisi hingga badan-badan lain. “Kita harus memanfaatkan waktu seefektif dan seefisien mungkin. Masalahnya, mulai 5 sampai 9 Oktober sudah masuk masa reses pertama. Sebelumnya, sejak 2 hingga 3 Oktober, seluruh anggota DPRD mengikuti training dan outbond di Ponpes Daarut Tauhid Bandung. Jadi, kita benar-benar dihadapkan pada kegiatan yang super padat,” tandas Karda.

Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa nama-nama yang sudah muncul bakal menempati kursi Pimpinan DPRD, dan mereka kabarnya telah mendapat surat rekomendasi dari parpolnya masing-masing adalah, Karda Wiranata dari PDI-P sebagai ketua, dan 3 orang lainnya yang disiapkan duduk di kursi wakil ketua seperti Ahmad Rivai dari Partai Demokrat, Teddy Luthfiana dari Partai Golkar, serta Budiwanto dari PKS. (vins)

Pengendara Motor Melewati Jalur Pembatas Dari Pantura Subang Hingga Memasuki Pantura Karawang

LEWATI PEMBATAS: Para pengendara sepeda motor melewati jalur pembatas jalan. Pemandangan tersebut tampak mulai dari Pantura Subang hingga memasuki Pantura Karawang, Minggu (27/9). Namun, memasuki Simpang Jomin, pemandangan tersebut tak lagi tampak lantaran pengendara mobil masuk ke arah Kopo, sementara pengguna sepeda motor melaju ke arah Karawang Kota. (pir)

Petani Garam di Desa Pasirjaya Ngeluh

CILAMAYA KULON, RAKA - Petani garam di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, menilai harga garam saat ini rendah. Sehingga pendapatan mereka menjadi berkurang.
Harga garam saat ini hanya berkisar Rp 200 per kilogram. Dengan nilai tersebut, pendapatan petani garam tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan maksimal. Hal tersebut diungkapkan petani setempat, Tarcim (51), ketika ditemui RAKA, Minggu (27/9) siang, di tambak garam yang digarapnya.

Menurutnya, rendahnya harga garam tersebut dipengaruhi oleh masa tanam yang serentak yang dilakukan petani garam di berbagai daerah di Karawang. Sehingga membuat stok garam lebih dari cukup. Jika harga garam sedang tinggi, harganya bisa mencapai Rp 1.000 per kilogram. Harga tersebut dinilainya pantas dan bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari. "Saat ini saya kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, karena harga jual garam sangat murah. Belum lagi dibagi dengan pemilik tambak dan juga tukang pencuci garam. Penghasilan yang didapat sangat minim," keluhnya.

Tapi, terusnya, bila dibandingkan dengan tahun lalu, harga garam pada musim tanam saat ini dinilainya ada peningkatan. Pada tahun lalu, ketika musim tanam harga garam hanya berkisar Rp 150 per kilogram. Bahkan paling tinggi hanya mencapai Rp 180 per kilogram. Tapi meski demikian, harga garam bisa mengalami kenaikan lagi, agar kesejahteraan petani garam bisa terangkat. "Saya tetap berharap, harga garam bisa lebih tinggi lagi dari harga Rp 200, soalnya kebutuhan hidup saat ini cukup tinggi," harapnya.

Selain harganya yang rendah, dia juga mengeluhkan distribusi garam yang tidak lancar. Dia hanya bisa menjual garam satu bulan sekali paling banyak satu bulan dua kali. Padahal dalam lima hari sekali juga garam bisa dipanen. Sehingga dia harus menunggu hingga satu bulan untuk memasarkan garamnya. "Kalau garam bisa dijual dengan cepat, saya bisa mendapatkan penghasilan setiap perminggunya, tidak harus menunggu satu bulan. Para pengusaha garam, inginnya garam ditumpuk terlebih dulu, setelah banyak baru diangkut," jelasnya.

Dalam satu bulan, ungkapnya, dia bisa menghasilkan minimal 15 ton. Garam tersebut dijualnya ke pabrik garam yang ada di Karawang untuk diolah kembali menjadi garam siap konsumi. Jika memiliki modal yang cukup, dia ingin membuka tambak garam sendiri. "Inginnya saya membuka tambah sendiri, tapi tidak ada modalnya. Kalau punya modal cukup, saya tidak akan langsung mengeluarkan garam. Baru setalah harganya bagus, garam ini akan dijual, agar penghasilan yang didapat bisa tinggi," pungkasnya. (asy)

Hingga Kemarin, Pantura Masih Padat

MASIH RAMAI: Meski tak sepadat hari sebelumnya, namun Simpang Jomin masih tetap ramai.

JATISARI, RAKA - Aktifitas arus balik masih menunjukkan kepadatan. Berdasarkan pantauan RAKA, Minggu (27/9), dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, jumlah pemudik yang menuju arah Jakarta mencapai 7475 pemudik per jam yang menggunakan kendaraan roda dua.
Jumlah tersebut belum ditambah dengan pemudik yang menggunakan kendaraan lainnya dan jumlah tersebut terus bertambah pada jam berikutnya. Dengan kondisi lalulintas padat lancar, laju kendaraan mengalami hambatan ketika memasuki persimpangan Jomin dan di lampu merah depan Kantor Kecamatan Cikampek. Setelah itu, lalulintas pemudik kembali lancar.

Namun mesti demikian, puncak arus balik telah terjadi pada H+4. Pada saat itu, setiap jamnya, pemudik yang menggunakan kendaraan bermotor mencapai 9000 pemudik, belum ditambah dengan yang menggunakan kendaraan lain. Jumlah tersebut tetap stabil hingga menjelang dini hari. Pada H+4 juga jumlah keseluruhan kendaraan mencapai 166.122 pemudik dengan semua jenis kendaraan. Dalam perjalanan, tidak mengalami kendala yang berarti dan suasana lalu lintas padat lancar. "Walaupun saat ini jalanan cukup padat, tapi puncak arus balik telah terjadi pada H+4. Hari ini (kemarin, red) hanya tambahan saja dan jumlahnya tidak akan melebihi jumlah sebelumnya," papar petugas Dishub di Jembatan Timbang Balonggandu, Kecamatan Jatisari, Andy SB saat ditemui RAKA.

Sejak arus balik terjadi hingga mencapai puncaknya, lanjutnya, kondisi lalu lintas ketika memasuki Karawang, kondisinya padat lancar. Tidak terjadi kemacetan yang berarti yang menghambat laju masyarakat yang melakukan arus balik. Laju kendaraan sedikit merayap ketika memasuki persimpangan Jomin, karena di jalan tersebut, titik pertemuan kendaraan dari berbagai arah. Tapi hal tersebut tidak menimbulkan kemacetan total, kendaraan kondisinya padat merayap dan dapat terkendali. "Berbeda dengan arus mudik, pada arus balik pemudik tidak menggunakan jalur alternatif, semuanya menggunakan jalur utama. Tapi walaupun demikian semuanya bisa terkendali," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang pemudik, Anto (35) mengatakan, lalu lintas pada arus balik tidak mengalami hambatan yang berarti, semuanya dapat berjalan dengan lancar. Kondisi jalannya pun cukup bagus, sehingga bisa melajukan kendaraan dengan nyaman. Bila dibandingkan dengan arus mudik, arus balik terasa lebih nyaman. Soalnya pada arus mudik lalu, pemudik dialihkan melalui jalur alternatif. "Sementara, jalur alternatif kondisi jalannya sempit dan bergelombang serta minim lampu penerangan. Sehingga menyulitkan pengguna jalan," papar pria asal Brebes ini.

Dia melanjutkan, kinerja dari petugas juga dinilainya cukup bagus. Pemudik merasa terbantu dengan adanya petugas yang siap siaga di jalan raya untuk mengamankan arus mudik dan arus balik. Terutama membantu mengarahkan jalan yang harus dilalui, sehingga pemudik tidak salah dalam melewati jalur. "Saya baru kali ini mudik dengan sepeda motor dan tidak tahu mengenai jalur yang harus dilewati. Tapi kinerja dari petugas cukup membantu untuk mengarahkan jalan. Mudah-mudahan bisa segera sampai ke Jakarta dengan selamat," harapnya. (asy)

Lebaran, Tanjungbaru Marak Pungli, Pengisi Acara Kabur Sebelum Kontrak Berakhir

MARAK PUNGLI: Di balik panorama alamnya, Pantai Tanjungbaru menjadi lahan empuk para pelaku aksi premanisme.

CILAMAYA KULON, RAKA - Objek wisata Pantai Tanjungbaru yang berada di Desa Pasirjaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, dinilai tidak kondusif. Pasalnya, di tempat wisata tersebut marak aksi premanisme. Sementara yang menjadi sasarannya, para sponsor maupun pengisi acara untuk memeriahkan suasana di objek wisata tersebut.

Dengan maraknya aksi premanisme tersebut, banyak sponsor maupun pengisi acara yang hengkang sebelum jadual yang telah ditentukan berakhir karena mengalami kerugian. Hal tersebut seperti yang dialami salah satu pengisi hiburan di Tanjungbaru selama liburan Lebaran, EO Asda Production.

Pengurus EO tersebut, Asep Suryawijaya mengatakan, pihaknya memiliki kontrak dengan pengelola Pantai Tanjungbaru selama 5 hari untuk mengisi acara selama liburan Lebaran. Tapi baru dua hari pihaknya harus angkat kaki dari tempat wisata tersebut. Pasalnya, dua hari tersebut dia mengalami kerugian sebesar Rp 20 juta.

Uang tersebut menurutnya, untuk membayar honor pengisi acara yang direkrutnya, panitia dan keamanan. "Banyak yang meminta pungutan terhadap kami, terutama untuk keamanan dalam dua hari tersebut harus puasa karena tidak diberi makan dan minum. Bahkan dalam satu hari kami harus mengeluarkan jutaan rupiah untuk keamanan setempat.

Sementara penghasilan yang didapat dari penjualan tiket yang kami buat tidak mencukupi, sehingga harus mengalami kerugian yang cukup besar," paparnya pada RAKA, Minggu (27/9). Dia melanjutkan, mulanya dia dijanjikan oleh pihak pengelola bisa menjual tiket per hari sebanyak 1.000 tiket. Tapi nyatanya setiap harinya tidak mencapai penjualan sebanyak itu. Bahkan ketika menjelang sore, penjualan tiket sudah diambil alih oleh preman setempat.

Sponsor sudah tidak bisa menjual tiketnya lagi, hal tersebut tentunya merugikan sponsor dan keluar dari klausul kontrak yang telah dibuat. "Barang-barang kami pun banyak yang hilang. Pada hari kedua, 10 handphone untuk hadiah hilang. Tentunya suasana seperti ini sangat tidak kondusif dan sangat merugikan sponsor. Bahkan penjaga keamanan yang tidak datang pun harus dibayar dan preman minta jatah keamanan per hari sebesar Rp 1,5 juta," ungkapnya.

Pengurus EO lainnya, Raden Pamungkas menambahkan, kerugian yang didapat oleh sponsor bukan hanya kerugian materil tapi juga kerugian moril. Keamanan di tempat wisata tersebut tidak kondusif, bahkan ada yang melakukan intimidasi terhadap sponsor karena dinilai tidak kooperatif dengan preman setempat. "Ketika saya pulang dari lokasi, ada yang membuntuti motor saya dengan membawa golok. Untungnya saat itu saya cukup jeli melihat gelagat yang tidak mencurigakan tersebut, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Saya sering keliling Jawa Barat untuk mengisi acara dan di sini merupakan pengalaman yang paling pahit serta merugikan," ungkapnya. Dia menilai, banyaknya biaya keamanan yang dikeluarkan tidak efektif. Bahkan, sebutnya, pernah ada insiden pemukulan terhadap pengurus EO. Insiden tersebut terjadi di depan aparat kepolisian yang berjaga saat itu, tapi mereka terkesan acuh, bahkan yang melerai pihak lain.

Tiket yang dibuat pun saat ini masih menumpuk, tidak terjual yang tentunya sangat merugikan sponsor. "Kami berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait bisa menertibkan masalah seperti ini. Karena sangat merugikan sponsor maupun pemerintah itu sendiri. Karena kalau tidak kondusif seperti ini, tidak ada investor ataupun pihak lain yang melirik wisata di Karawang, jangan sampai kejadian seperti ini terulang lagi. Padahal Tanjungbaru merupakan objek wisata paling potensial dibandingkan dengan objek wisata pantai lainnya di Karawang," harapnya.

Sementara itu, pengelola Objek Wisata Tanjungbaru, M Soleh mengatakan, pihaknya tidak menutup mata mengenai aksi premanisme yang ada di objek wisata tersebut. Pihaknya pun sering dirugikan karena aksi tersebut. Investor dan sponsor banyak yang keluar dari Tanjungbaru, karena mereka dirugikan dengan maraknya aksi premanisme.

"Padahal kami sudah bekerjasama dan memberikan kontribusi pada semua pihak yang ada dilingkungan Tanjungbaru. Jika keadaan seperti ini, bagaimana ada investor yang mau masuk ke Tanjungbaru," terangnya. Menurutnya, sebelumnya banyak pengelola Tanjungbaru yang tidak bertahan lama karena masalah ini. Dia pun baru satu tahun mengelola Tanjungbaru merasa berat. Pemerintah menurutnya, harus lebih memperhatikan objek wisata yang ada di Karawang, karena ini merupakan aset daerah.

Kekurangan yang ada di objek wisata tersebut harus segera diperbaiki, agar wisata Karawang bisa maju. "Kekurangan di sini masih banyak seperti akses jalan yang belum bagus. Tapi yang paling krusial mengenai masalah premanisme. Kami beraharap pemerintah bisa mengatasi masalah-masalah ini, sehingga pengelola maupun pihak luar lainnya yang ingin mengembangkan wisata disini tidak merugi," tutupnya. (asy)

Aavanza Seruduk Pohon di Jalan Raya Krasak

JADI TONTONAN: Kendaraan ringsek menjadi tontonan warga.

CILAMAYA WETAN, RAKA - Sebuah minibus jenis Toyota Avanza berwarna hitam dengan nomor polisi B 1523 SFM mengalami nasib nahas lantaran mobil tersebut menyeruduk pohon besar yang berdiri tegak di Jalan Raya Krasak, tepatnya di Dusun Surkalim, Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Minggu (27/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

Akibat insiden tersebut, kaca depan mobil retak dan bagian depan mobil rusak parah. Beruntung, dari kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, hanya mengalami luka ringan, tapi penumpang mobil ada yang mengalami luka yang cukup serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Menurut keterangan warga setempat yang melihat kejadian tersebut, Hasim (40), mobil tersebut sebelumnya melaju dengan kecepatan sedang, sekitar 50 kilometer per jam dari arah Cilamaya menuju arah Jatisari. Dari arah yang berlawanan datang motor dengan cukup kencang, terlalu ke kanan jalan. Mobil menduga, motor tersebut akan berbelok arah, padahal motor tersebut hanya menghindari lubang yang ada di badan jalan. "Karena situasi yang kagok, mobil membanting stir terlalu kiri tanpa terkendali. Akhirnya mobil tersebut menabrak pohon besar yang ada dipinggir jalan," tuturnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, di belakang mobil ada sepeda motor yang membuntutinya. Karena jarak mobil dengan motor di belakangnya terlalu dekat, ketika terjadi tabrakan motor di belakangnya tidak bisa menghentikan motor dan menbrak mobil avanza tersebut. Pengendara motor tidak mengalami luka, hanya kaget dan sempat pingsan. "Tabrakan tersebut sempat terjadi beruntun, karena di belakang mobil ada motor yang tidak sempat menghindar ketika mobil menabrak pohon. Tapi pengendara motor tidak mengalami luka-luka," terangnya saat ditemui RAKA di tempat kejadian. Menurut Hasim, mobil tersebut mengangkut lima orang, termasuk sopir yang mengendarainya.

3 dari penumpang tersebut mengalami luka serius. Ada yang mengalami luka di bagian kaki, ada pula yang mengalami luka di bagian kepala yang diduga akibat benturan dengan bagian mobil ketika terjadi tabrakan. Korban langsung dibawa oleh penumpang lainnya ke rumah sakit terdekat. "Ketika saya mendekat ke tempat kejadian, saya melihat korban luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit. Kelihatannya lukanya cukup serius dan ada yang digotong," pungkasnya.
Warga lainnya, Warmin (39) mengatakan, kecelakaan di tempat tersebut bukan yang pertama kalinya. Satu bulan kebelakang, pernah juga terjadi kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa.

Motor menabrak orang yang sedang berjalan. Setiap yang melintasi jalan tersebut harus lebih berhati-hati. Pasalnya jalannya yang cukup mulus dan lurus, membuat pengguna jalan ingin melajukan kendaraannya dengan kencang. "Jalan di sini cukup rawan, bulan puasa lalu juga ada tabrakan dan menimbulkan korban jiwa. Dan sekarang terjadi lagi, pengguna jalan harus lebih hati-hati agar kecelakaan seperti ini tidak terulang lagi," paparnya. (asy)

Pantai Samudera di Kecamatan Pedes dan TanjungpakisDigoyang Dangdut

RAMAI: Pantai wisata Samudera Baru, Kecamatan Pedes tampak ramai mendapat kunjungan. Objek wisata ini merupakan diantara wisata pantai favorit masyarakat Karawang.

PEDES, RAKA - Pantai wisata Samudra Baru, Kecamatan Pedes dan Tanjungpakis, Kecamatan Pakisjaya digoyang artis dangdut ibu kota dengan bintang tamu Riki Lokur dan Tati Prandita 23-24 September 2009 lalu. Sudah jadi tradisi jika pantai wisata di Kabupaten Karawang dipadati ribuan pengunjung untuk rekreasi saat liburan lebaran Idul Fitri, termasuk di kedua pantai wisata tersebut.

Dijelaskan Manajer Mutiara Entertainmen, Tatang Suhendi yang menggandeng sponsor dari Hemaviton Jreng, Neolanta dan Oskadon SP kepada RAKA, Sabtu (27/9) kemarin mengatakan, dengan ikut sertaannya dia di acara itu diharap mampu menggeliatkan iklim wisata di Kabupaten Karawang untuk lebih maju. Acara yang dikemas apik EO (Even Organizer) Mutiara Entertainmen ini berhasil menyedot ribuan pengunjung ke obyek wisata itu, setelah beberapa waktu sebelum acara dangdut digelar EO ini memasang spanduk acara termasuk iklan di radio.

Sementara itu, pengelola pantai wisata Samudra Baru juga sebagai Kepala Desa Sungaibuntu, Kecamatan Pedes, Tata Husen menjelaskan, kerjasama baik antara pengelola wisata dengan EO yang profesional akan mampu menciptakan lokasi wisatanya lebih menarik untuk dikunjungi. Bahkan, 'saking' banyaknya pengunjung jalan menuju lokasi wisata ini macet total hingga 1 kilo meter. Kata Tata, menjelang lebaran Idul Fitri, lokasi wisata yang dikelolanya telah dibenahi, semisal menambah saung-saung untuk berteduh dan menambah sekitar 4 warung ikan bakar dari puluhan warung serupa yang sudah berdiri lama.

Selain itu, persiapan lainnya selama menyambut pengunjung wisatawan lokal Karawang maupun dari luar daerah ini, Tata telah mempersiapkan air bersih yang diambil langsung dari PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum). Puncak pengunjung yang memadati lokasi wisata ini yaitu dua hari setelah Sholat Idul Fitri. Ratusan pedagang ikut mewarnai obyek wisata pantai ini yang berjejer di sepanjang pesisir pantai, termasuk nelayan dan warga setempat yang menyewakan ban renang dan perahu tamasya.

Kedepan, Tata berkeinginan untuk membuat dua pintu keluar-masuk lokasi wisata, karena saat ini satu-satunya jalan keluar-masuk telah mengakibatkan kemacetan panjang. Dengan dua akses jalan itu diharap kenyamanan pengunjung bisa lebih ditingkatkan. Selain itu dia menginginkan pemagaran area wisata dan memperluas area parkir. Namun demikian, obyek pantai wisata Samudra Baru yang telah berdiri lama ini sudah dikenal hingga ke luar daerah. (spn)

Omset Pantai Pisangan di Desa Cemarajaya Melejit

WISATA AIR: Perahu bebek yang biasaya digunakan di tempat wisata air seperti waduk dan danau kini juga dilapakai untuk lokasi wisata air laut. Foto di Pantai Samudera Sungai Buntu Kecamatan Pedes.

CIBUAYA, RAKA - Pengunjung wisata Pantai Pisangan di Desa Cemarajaya, Kecamatan Pedes mengalami lonjakan pengunjung pasca lebaran. Lonjakan paling tinggi terjadi saat H+3 lebaran. Selain masyarakat Karawang pengunjung dari luar daerah juga mendominasi wisata pantai tersebut.

Berdasarkan pantauan RAKA sejak Senin (21/9) hingga Minggu (27/9) pengunjung terlihat memadati wisata sejak pukul 09:00 WIB hingga sore. Para pengunjung selain menggunakan mobil pribadi banyak juga yang menggunakan motor. Kendati demikian banyak diantara pengunjung yang sekedar datang hanya untuk melepas lelah atau beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan. Seperti yang diungkapkan pemilik warung bakar ikan, warga Dusun Cemara Kebon Desa Cemara jaya, Rosidah (50). Menurut dia sebagian besar pengunjung tidak bisa menikmati panorama wisata pantai pisangan, seperti beberapa tahun lalu.

Karena sebagian besar hamparan pasir (daratan) telah habis oleh abrasi. "Para wisatawan tidak berlama lama mengunjungi pantai pisangan, karena tidak ada pemandangan atau tempat bersantai diatas pasir sebagai mana yang disuguhkan obyek wisata pantai pada umumnya, untuk membuat betah para pengunjung. Sebaliknya, Pengunjung disuguhkan pemandangan kerusakan pantai yang disebabkan oleh abras, "terangnya.

Melihat begitu, warga setempat beserta pengelola sebelumnya telah berusaha untuk melakukan pelayanan terbaik untuk pengunjung seperti, mengurangi harga tiket atau menyuguhkan hiburan dadakan. "Masyarakat ikut berpartisipasi dengan melakukan rehabilitasi pantai dan pelayanan, supaya pantai tetap exsis di tahun mendatang, sebagai salah satu tempat wisata Karawang, Jawa Barat, "kata Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Chenlim (50).

Cheng Lim menjelaskan, kondisi saat ini sama dengan yang terjadi satu tahun lalu, masih terhitung banyak orang yang ingin rekreasi di pantai Pisangan. Maka, kami beserta masyarakat setempat berusaha untuk meningkatkan pelayanan bagi pengunjung yang datang.
Secara tepisah, Kepala Desa Cemara Jaya melalui Sekertaris Desa, Eni mengatakan jumlah pengunjung lebih sedikit dibanding dengan tahun sebelumnya. Hal itu, seiring dengan terjadinya kerusakan di lokasi pantai, yang membuat pisangan kurang lagi menarik minat para wisatawan.

"Jumlah pengunjung yang mendatangi tempat wisata pantai Pisangan pada Lebaran hari pertama hingga hari ke-3 rata rata mencapai 500 sepeda motor dan 80 unit mobil setiap harinya. Sedangkan, untuk tiket masuk, 1 sepeda motor, Rp 10.000 dan untuk 1 mobil, Rp 20 000. Dan mulai hari ke empat, hingga hari ini pengunjung semakin menurun hanya sekitar puluhan orang yang berwisata di pisangan.

Pengunjung hanya buangan dari pantai samudera baru yang terus membludak hingga hari minggu ini." ujar Eni. Meski demikian, pihak desa berencana akan melakukan rehabilitasi jalan raya yang nyaris terputus dengan desa lainnya akibat abrasi. "Dari pendapatan yang diperoleh sebagian akan digunakan membeli material perbaikan akses jalan di lokasi pantai tersebut sekaligus akses jalan antar desa, "katanya.(get)

Salut Polisi Dengklok

"Saya ucapkan terimakasih pada pihak Kepolsian Rengasdengklok yang sudah cepat tanggap menangani aksi kelompok pemuda yang nyaris terlibat tawuran di desa kami," kata Tokoh Pemuda Desa Karyasari Rengasdengklok, Maman (50), kepada RAKA, Minggu (27/9) dikediaman.

Menurut Maman, respon petugas Polisi yang langsung datang ke tempat kejadian dan membubarkan konsentrasi massa merupakan tindakan tepat. Sebab, lanjut dia, terlambat sedikit saja petugas datang ke lokasi, hal yang tidak diinginkan sangat mungkin bisa terjadi. "Terlambat sedikit saja, entah bagaimana jadinya aksi para pemuda itu. Namun, beruntung petugas respon dan hal yang tak diinginkan pun tidak terjadi, "ujar Maman.

Maman berharap, aksi yang nyaris membuat dua kelompok pemuda terlibat tawuran ini tak lagi terjadi di daerah lain. Sebab, selain mengganggu ketertiban umum hal ini pun akan mebuat resah warga. "Saya berharap, para pemuda bisa menghidari hal-hal seperti ini sehingga tiodak ada satu pihak pun yang mnjadi kerugian," jelasnya.(get)

Skenario Cabai Merah dan Bawang Putih di Pasar Johar dan Pasar Baru Karawang

TURUN: Setelah tembus hingga angka Rp. 50.000/kg, harga Cabai merah di Pasar Baru dan Pasar Johar Karawang, pasca Idul Fitri mengalami penurunan. Hingga kemarin harga cabai merah sudah turun sampai Rp. 16.000/kg.

KARAWANG, RAKA - Setelah sempat menyentuh harga Rp. 50.000 perkilogram pada H-1, saat ini harga cabai merah di Pasar Johar dan Pasar Baru Karawang kembali turun menjadi Rp. 16.000 perkilogram. Penurunan tersebut selain disebabkan pasokan cabai distributor di Pasar Induk Caringin Bandung kembali normal, ditambah minimnya permintaan konsumen.

Menurut Lela (27) pedagang sayuran di Pasar Baru Karawang, penurunan harga cabai mulai terlihat pada H+6, diiringi dengan lancarnya pasokan barang. "Pada H-1 yang lalu, pasokan cabai merah di Pasar Induk caringin Bandung minim, sedangkan permintaan konsumen sangat tinggi, maka sangat wajar apabila harga cabai merah terus melambung hingga Rp. 50.000 perkilogram. Saat ini pasokan tersebut mulai lancar, dan permintaan konsumen tidak setinggi sebelum Idul Fitri," tuturnya, Minggu (27/9) siang.

Namun penurunan cabai merah tidak diikuti oleh bawang putih, menurut Lela, sejak sebelum Idul Fitri sampai saat ini, bawang putih terus menunjukan kenaikan. Hal ini dipicu oleh masih minimnya pasokan barang di tingkat distributor. "Sekarang harga bawang putih mencapai Rp. 13.000 perkilogram, setelah sebelumnya Rp. 3.500 perkilogram. Selain bawang putih, harga sayuran yang lain mengalai penurunan seperti cabai merah, yaitu cabai rawit dari Rp. 16.000 menjadi Rp. 12.000 perkilogram, kentang Rp. 7.000 menjadi Rp. 6000 perkilogram. Sedangkan yang belum mengalami perubahan yaitu bawang merah Rp. 8.000 perkilogram, dan tomat kisaran Rp. 2.500 - Rp. 3.000 perkilogram," ungkapnya.

Otong (40) pedagang sayuran yang mengaku sudah berjualan di Pasar Baru Karawang selama lima tahun mengaku, penurunan cabai merah mulai dirasakan H+6. Menurutnya penurunan tersebut disebabkan oleh menurunnya permintaan konsumen. "Selain pasokan barang sudah mulai normal, permintaan konsumen juga sangat berpengaruh terhadap penurunan harga cabai merah. Namun saya tidak melihat akan adanya penurunan harga untuk bawang putih. Sebab sampai saat ini pasokan bawang putih masih minim," katanya. Selain di Pasar Baru, penurunan harga cabai merah juga terjadi di Pasar Johar. Menurut Asep (32) pedagang sayuran di Pasar Johar, penurunan harga cabai merah mulai terjadi H+7.

"Alhamdulillah saat ini pasokan cabai merah sudah mulai normal. Berbeda dengan sebelum Idul Fitri yang terus mengalami penurunan, akibatnya harga cabai merah mencapai Rp. 50.000 perkilogram. Sedangkan saat ini cabai merah saya jual Rp. 16.000 perkilogram. Penurunan cabai merah tersebut, ternyata diikuti oleh harga sayuran yang lain, seperti cabai rawit dari Rp. 16.000 menjadi Rp. 12.000 perkilogram, kentang dari Rp. 7.000 menjadi Rp. 6.000 perkilogram. Sedangkan harga bawang merah masih belum mengalami perubahan, yaitu Rp. 8.000 perkilogram," katanya.

Penurunan harga cabai merah tersebut, dirasakan sangat baik oleh Uni (31) warga Johar, menurutnya naiknya harga cabai merah sangat berpengaruh terhadap harga bumbu masakan. "Jelas sangat berat bagi ibu rumah tangga, apalagi saya selain sebagai ibu rumah tangga, juga memiliki rumah makan. Mudah-mudahan penurunan ini diikuti juga oleh harga sayuran yang lain, seperti bawang putih dan kentang," tuturnya. (psn)

Lingkar Tanjungpura-Klari Padat, Rambu dan Penerang Jalan Minim Pemudik Terbanting ke Sawah

KARAWANG, RAKA - Puncak arus balik yang diperkirakan H+7, kepadatannya mulai terlihat dibeberapa titik. Seperti Simpang Jomin Kota Baru, gerbang Tol Cikopo dan jalur lingkar Tanjungpura-Klari.

Kepala Pos Pengamanan (pos pam) Tanjungpura AKP Sudihardjo, Minggu (27/9) siang, mengatakan kepadatan arus lalu-lintas di jalur lingkar Tanjungpura-Klari, mulai terlihat H+6 dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada malam H+7. "Saat ini keadaan arus lalu-lintas padat lancar, kadang-kadang bergerombol, dan berceceran.

Sedangkan lonjakan arus balik sudah mulai terlihat sejak hari sabtu pagi, dan saya kira minggu malam akan terjadi lonjakan arus lalu-lintas lebih besar lagi, sebab sebagian besar pemudik yang bekerja di Jakarta sudah mulai masuk bekerja hari senin. Dari H-7 sampai H+7 keadaan arus lalu-lintas di Jalur lingkar Tanjungpura-Klari bisa dikatakan berjalan kondusif, meskipun menurut catatan kami telah terjadi sepuluh kali kecelakaan ringan dan satu kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, itupun bukan di jalur lingkar, melainkan di jalan By Pass," tuturnya.

Menurut Sudihardjo, pemudik yang mengalami kecelakaan di jalur lingkar, disebabkan oleh rasa lelah dan kantuk ditambah dengan keadaan jalan yang lurus dan gelap pada malam hari. "Sembilan puluh persen kecelakaan di jalur lingkar terjadi pada malam dan subuh, apalagi pada saat terjadi hujan, keadaan jalan sangat licin, sehingga ada pemudik yang terjatuh.

Kondisi jalur lingkar yang lurus, membuat banyak pengemudi yang ngantuk dan mengemudi kendaraannya dengan kecepatan tinggi, akibatnya banyak yang menyerempet pemudik lain dan terjatuh dengan sendirinya akibat ngantuk. Bahkan kami mencatat ada pemudik yang sampai terpelanting ke sawah akibat kantuk dan keadaan jalan yang gelap. Padahal kami seringkali menghimbau keseluruh pemudik agar berhati-hati dan beristirahat apabila rasa kantuk menyerang," ungkapnya.

Pengalihan jalur arus lalu-lintas khusus pemudik ke Jalur Lingkar Tanjungpura-Klari, menurut Sudihardjo disebabkan oleh keadaan jalur Karawang Kota yang sempit dan banyak aktifitas terjadi disepanjang jalur. "Apabila arus balik dipaksakan masuk ke Karawang Kota dipastikan terjadi kemacetan. Makanya seperti arus mudik kemarin, arus balik juga diarahkan ke jalur lingkar," katanya.

Terkait dengan pembuburan Pos Pam dan Pos Gatur (Pos Pengaturan), Sudiharjo mengatakan semuanya tergantung situasi dan kondisi arus balik. "Kami melihat dulu apakah setelah H+7 kondisi arus lalu-lintas masih padat atau bagaimana. Apabila masih padat, besar kemungkinan akan diperpanjang, namun kembali lagi semuanya tergantung dari perintah atasan. Yang jelas kami akan bekerja semaksimal mungkin apapun kondisinya, agar arus lalu-lintas berjalan kondusif dan para pemudik bisa kembali kerumah dengan selamat," katanya.

Ditempat yang sama, Petugas kesehatan Puskesmas Karawang Kulon Ahmad Saef dan tim yang terus berjaga mengantisipasi kecelakaan, mengatakan rasa ngantuk merupakan salah satu penyebab paling besar terjadinya kecelakaan. "Hampir sebagian besar kecelakaan terjadi pada malam hari, bahkan ada yang sampai terpelanting sampai ke sawah akibat terpeleset karena ngantuk ditambah kondisi jalan yang licin pada waktu hujan. Sepanjang arus mudik dan arus balik, kami mencatat hanya sepuluh kecelakaan ringan dan satu kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia," tuturnya.

Kapolres Karawang, AKBP. Rudy Antariksawan ketika dihubungi mengungkapkan, pengaturan pengamanan arus mudik yang mengalihkan jalur pengguna sepeda motor ke jalur alternatif, prapatan DPRD-Imigrasi, Tanggul Irigasi- Johar-Telagasari-Lemahabang Wadas- Cilamaya Kulon- Banyusari dan Cikalong Jatisari, relative berhasil dibandingkan pada tahun lalu. ”Efektifnya jalur alternatif terlihat dengan tidak adanya kemacetan yang berarti dari arah Karawang menuju Gamon Cikalong,” katanya.

Pemanfaatan jalur alternatif tersebut ternyata juga dapat mengurangi terjadinya angka kecelakaan dan maupun tindak kriminal lainnya.Hal ini tentunya, jelas Rudy, karena setiap pemudik selalu dikawal oleh petugas patroli Polres Karawang dan, di setiap titik rawan kecelakaan selalu ada petugas atau warga yang ikut dilibatkan dalam pengamanan jalur mudik.

Untuk pengguna kendaraan roda empat, lanjut Rudy, menggunakan jalur utama, baik melalui jalan alteri Karawang, maupun pengguna yang keluar dari gerbang tol Karawang Timur, tidak terjadi kemacetan dan hanya ramai lancar. “Dipecahnya jalur untuk kendaraan roda dua dan roda empat, sedikitnya mengurangi kemacetan di simpang tiga Jomin yang biasanya padat,” jelas Rudy.

Memasuki H+7, jumlah pemudik yang menggunakan roda dua sudah mulai turun jumlahnya dibandingkan sehari sebelumnya. Kendati begitu, pengamanan arus balik masih berlangsung sampai pada hari Senin (28/9). Sebagai antisipasi, petugas Pos PAM lebaran masih disiagakan, meskipun sudah memasuki H+7 yang secara administratif sudah selesai. “Kami akan terus lakukan pengamanan sampai kondisi lalu lintas normal,” tandasnya. (psn/ops)

Perempatan R.H. Tohir-sudiaman Jatirasa Tengah Rawan Kecelakaan

KUSAM: Rambu kaca cembung di perempatan jalan R.H. Tohir-Sudiaman terlihat kusam, padahal pengendara sangat mengandalkan rambu tersebut untuk menghindari kecelakaan.

KARAWANG, RAKA - Minimnya rambu lalu-lintas di perempatan jalan R.H Tohir-sudiaman Jatirasa Tengah, akibatkan sering terjadi kecelakaan lalu-lintas. Pasalnya selain arus kendaraan roda dua dan empat yang melewati perempatan tersebut sangat padat, kondisi jalan juga sangat menikung dan berbahaya apabila malam hari, karena minimnya lampu penerangan jalan.

Amat (32) salah seorang warga Jatirasa Tengah Kelurahan Karangpawitan Kecamatan Karawang Barat, mengatakan, meskipun sudah ada rambu kaca cembung untuk mengatasi rawannya kecelakaan, namun tetap saja masih sering terjadi kecelakaan diperempatan tersebut. Menurunya hal itu disebabkan oleh buramnya kaca tersebut karena kurangnya perawatan yang dilakukan. "Pengendara dari arah Kertabumi yang melewati gonggo lalu mau keluar ke jalan R.H Tohir atau jalan Sudiaman Jatirasa Tengah tidak akan bisa melihat kendaraan yang bersebrangan arah dari jalur Sudiaman, sebab kaca cembung tidak berfungsi.

Padahal satu-satunya rambu yang bisa dijadikan patokan oleh pengendara untuk menghindari tabrakan adalah kaca tersebut. Sekarang rambu tersebut buram, maka wajar saja apabila terjadi kecelakaan. Selama saya tinggal di sini, hampir setiap minggu terjadi kecelakaan ringan maupun berat akibat salah satu dari pengendara tidak melihat pengendara dari arah yang berlawanan. Saya mengharapkan, pihak yang berwenang mengurusi masalah ini bisa dengan cepat turun kejalan mengatasi semua ini," ungkapnya, Minggu (27/9) siang.

Sugih (21) pengendara roda dua mengaku, sering kali hampir bertabrakan dengan pengendara lain dari arah jalan Sudiaman apabila ia dari arah jalan Kertabumi. "Kalau tidak hati-hati pasti tabrakan dengan pengendara lain. Bayangkan saja, tikungan tajam dan saya tidak bisa melihat pengendara dari arah berlawanan, sedangkan rambu kaca cembung buram, bagaimana tidak berbahaya apabila melewati perempatan tersebut," tuturnya yang mengaku warga Adiarsa Barat.

Ia mengungkapkan, seharusnya pemasangan rambu kaca cembung di beberapa titik yang dianggap rawan lakalantas, bisa berfungsi dengan baik. Pasalnya Titik-titik jalan yang dipasangi kaca cembung seperti di Jalan R.H Tohir-Sudiaman Jatirasa Tengah, ini untuk mengatasi rawannya terjadi kecelakaan. "Kalau kacanya buram dan tidak bisa digunakan, bagaimana pengendara bisa berlalu-lintas dengan aman dan nyaman. Saya harap hal ini bisa dilihat oleh pihak yang berwenang, sebab yang namanya kecelakaan bukan saja materi yang dirugikan tapi juga jiwa.

Mudah-mudahan dengan adanya perbaikan sarana tersebut pengendara akan lebih aman dan tertib berlalu lintas," ungkapnya. Hal yang sama dikatakan oleh Wawan (31) pengendara roda dua yang kebetulan sedang mengalami musibah karena ban belakang motornya bocor, dia mengatakan setiap kali mau menuju jalan kertabumi dari arah jalan Sudiaman, hampir terserempet atau tabrakan dengan pengendara lain. "Wah kalau tidak hati-hati kita bisa tabrakan mas," tandasnya. (psn)

Anak Basket 'PM Management' Peroleh THR

KELOMPOK 'Patriot Muda Management Basket Ball Club' yang ngetop disebut 'PM Management', akhirnya jadi penerima THR (tunjanagan hari raya) Lebaran 1430 H. Coz di kompetisi 'Silaturahmi Bola Basket Ramadhan Cup 2009', anak-anak basket cowok asal Karawang ini berhasil jadi jawaranya.

Di final yang dipimpin wasit Toto Sudiana bareng Suganda Sumarna, anak-anak 'PM Management' bisa menyudahi perlawanan anak basket 'KBI' dengan posisi 75-54. Karenanya, "Otomatis anak-anak 'PM Management' itu yang jadi penerima hadiahnya. Sebab kan memang juara," aku Ketua PERBASI Karawang, Pak Drs. Rakhmat Gunadi yang dihubungi, Minggu (27/9).

Kompetisi anak-anak basket Karawang yang pake nama 'Silaturahmi Bola Basket Ramadhan Cup 2009' itu merupakan ajang tahunan PERBASI Karawang. Buat pelaksanaannya, acara ini ditangani bergilir sejumlah klub, dan digelar di lapang outdoor GSG Panatayudha, Jl. A. Yani By Pass, Karawang Barat.

Acara konon digelar di antaranya buat tambah ilmu, asah kemampuan, juga silaturahmi. Coz di kegiatan itu semua armada bisa saling berinteraksi. Selain itu buat PERBASI Karawang sendiri, juga berarti ajang pendataan armada sekaligus seleksi. Selama ini, keanggotaan PERBASI Karawang disebut-sebut relatif masih belum tertata rapi.

"Lebihnya lagi lantaran setiap tiga bulan sebelum dan sesudah Lebaran, kegiatan basket umumnya fakum. Jadi biar lebih terpacu lagi," sebut Pak Gun. Juga tentu, tambah Pak Gun lagi, "acara juga jadi lebih menghidupkan suasana malam Ramadhan seusai Tarawih. Acaranya sendiri digelar kan memang seusai Tarawih."

Biar intinya buat bikin rame Ramadhan, ajang silaturahmi plus pendataan, tapi pihak PERBASI Karawang sendiri juga nggak lupa menyiapkan trophy plus uang pembinaan alias THR buat sang juara atawa pemenangnya. Di urusan ini, sesuai program panitianya masing-masing Juara I Rp 1,5 juta, Juara II Rp 1 juta, Juara III Rp 750 ribu, Harapan Rp 500 ribu.

Sementara selain anak basket 'PM Management' (Juara I) dan 'KBI' (Juara II), di ajang itu juga anak-anak basket 'BMJ' menduduki posisi tiga (Juara III) yang di perebutan tempatnya bikin keok anak basket dari Jatisari (Harapan) lewat peraihan angka 49-44. (dea )

Skenario Politik Pasca Lebaran GMM Purwakarta Berencana Gelar Lagi Aksi Demo

AKSI GMMP di halaman kantor Kejaksaan Negeri beberapa waktu lalu soal tuntutan untuk memperlihatkan bukti penerbitan IP, terkait kasus-kasus korupsi yang diduga ada keterlibatan elit politik.

GERAKAN Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP) merupakan salah satu ormas Purwakarta yang telah banyak melakukan gerakan-gerakan penegakan supremasi hukum di Purwakarta. Kabarnya setelah ibadah suci ramadhan dan lebaran mereka akan melakukan gerakan tuntutan supremasi hukum yang terjadi di wilayah Kabupaten Purwakarta.

Ketua GMMP Ibnu Aril kepada RAKA beberapa waktu lalu di salah satu kantor media Jawa Barat mengatakan, ibadah puasa merupakan ibadah yang wajib dilaksanakan dengan penuh konsentrasi. Salah satunya menjaga diri untuk tidak batal karena kehausan atau kecapean sehingga GMMP tidak melakukan kegiatan tuntutan penegakan supremasi hukum yang biasanya sering laksanakan. "Ibadah Ramadhan adalah ibadah wajib yang harus di laksanakan setiap umat muslim, sebagai Ormas kami harus memahami situasi dan kondisi, jika kami harus panas-panasan sambil berorasi kami khawatir puasa kami batal," paparnya.

Menurut pria yang selalu berpenampilan rapih ini, tuntutan supremsi yang akan di bawa sangat banyak, selain persoalan kasus yang lama seperti DBBA, kasus makan minim (mamin), Islamic centre juga ada beberapa temuan yang lain yang sedang di pelajari seperti kasus dugaan penyerobotan lahan negara yang di kuasakan kepada PJT II oleh salah satu perusahaan besar PT. Indo Bharat rayon (IBR) di wilayah Cilangkap, kecamatan babakan Cikao Purwakarta.

"Persoalan yang terjadi di Purwakarta lambat laun akan terungkap, sebagai perwakilan masyarakat Purwakarta kami tidak akan diam melihat kebobrokan kinerja yang telah dilakukan beberapa oknum pejabat dan pengusaha yang telah nyata-nyata merugikan hak masyarakat Purwakarta. Kontrol sosial yang kami lakukan merupakan salah satu proses pemahaman di bidang hukum karena saat ini banyak pihak yang biasa melakukan pelanggaran hukum karena tidak terkontrol dengan baik, bahkan banyak pihak oknum petugas penegak hukum yang melanggar aturan," ujarnya.

Masih menurut Ibnu Aril, sejauh ini kasus yang belum diselesaikan dengan baik merupakan "PR" penegak hukum, untuk mendapatkan keadilan GMMP akan selalu mendukung upaya penegakan supremasi hukum. "Sudah menjadi dinamika kehidupan bahwa semua persoalan tidak akan terselesaikan dengan baik jika hanya dilakukan oleh satu orang atau satu pihak saja, untuk itu peranan masyarakat seperti kami akan sangat membantu upaya penegakan hukum itu, insyaallah setelah lebaran kami akan melakukan kajian dan gerakan yang lebih terkonsentrasi. Selain terus mempelajari kasus DBB, Islamic Centre, Mamin, dugaan penyerobotan lahan negara olah PT. IBR serta beberapa kasus lain yang kami temukan," terangnya.

Sementara LSM nasional TOPAN RI juga berpendapat, bahwa setelah hari raya idul fitri 1430 H akan terus menggiring penegak hukum untuk menegakan supremsi hukum. "Selama ini penegak hukum sudah bekerja dengan baik, namun masih banyak PR yang belum di tuntaskan, LSM TOPAN akan bekerjasama dengan semua pihak yang memiliki keperdulian terhadap pembangunan di Purwakarta, saat ini kami terus mencari jejak oknum yang menggelapkan dana aspirasi, Mamin, dugaan kasus oleh PT. IBR, pelanggaran ketenagakerjaan oleh beberapa perusahaan serta kasus lain," ujar Friliyanto staf LSM Topan RI DPD Purwakarta. (sep)

KBM Mulai Efektif 30 September di SMAN 3 Purwakarta Kepada RAKA.

SETELAH menjalani masa liburan panjang ramadhan dan hari Raya Idul Fitri semua guru dihadapkan dengan amanahnya sebagai penyalur ilmu. Kini, semua guru akan lebih bersemangat untuk memberikan bimbingan kepada anak didiknya. "Sebagai pembimbing sekaligus orang tua siswa di sekolah kami ikut menjalani masal liburan bulan Ramdahan dan hari raya Idul Fitri 1430 H. Sesuai agenda bahwa kegiatan belajar mengajar (KBM) mulai efektif hari rabu tanggal 30 September nanti," ujar Agus Husaeri, guru pembingbing di SMAN 3 Purwakarta kepada RAKA.

Menurutnya, setelah menjalani ibadah puasa di bulan Ramadhan di harapkan semua guru dapat hidayah dari tuhan, semangat untuk menjadikan generasi bangsa lebih baik dapat dilaksankan dengan baik. "Sebagai orang tua kebanggan yang akan kami rasakan adalah ketika siswa kami dapat memiliki ilmu pengetahuan serta moralitas yang baik, untuk menciptakan generasi seperti itu merupakan tanggung jawab kami sebagai pengajar," ujar Agus.

Untuk itu mencapai tanggung jawab itu, jelas Agus, setelah melewati ibadah puasa di bulan ramadahan mereka akan lebih bersemangat membingbing siswa kami dengan lebih baik lagi, karena selain amanah dan tanggung jawab menciptakan generai bangsa yang lebih berkualitas merupakan tuntutan agama dan negara, di mana setiap ilmu itu harus di berikan sehingga tercipta kebaikan. (sep)

Penumpang KA Purwakarta Naik 11 Persen

PADAT: Kepadatan penumpang KA di Stasiun Purwakarta tampak tumplek memadati areal stasiun Minggu (27/9).

PURWAKARTA, RAKA
- Pihak stasiun kereta api (KA) Kabupaten Purwakarta mencatat jumlah penumpang kereta api (KA) di Stasiun Purwakarta sepanjang arus mudik dan balik lebaran tahun ini melonjak 11 persen dibanding tahun lalu. Kepala Stasiun Purwakarta, Dede Cahya Koswara, mengatakan, hingga H-6 jumlah penumpang yang terangkut dari Stasiun Purwakarta dilaporkan berjumlah sebanyak 23.533 penumpang. Jumlah itu, didominasi oleh penumpang domestik Purwakarta-Jakarta atau Purwakarta-Cibatu-Garut.

"H-6 tahun lalu jumlah penumpang yang terangkut sebanyak 20.756 penumpang, artinya dibanding H-6 tahun sekarang ada peningkatan sebesar 11 persen," sebut Kepala Stasiun Kabupaten Purwakarta, Dede Cahya Koswara, saat dihubungi via ponselnya, Minggu (27/9), kemarin. Menjawab pertanyaan, Dede memperkirakan bila puncak arus balik Lebaran 2009 terjadi pada hari Minggu ini (kemarin, red). Dalam mengantisipasi arus balik tersebut, tambah dia, pemantauan jalur kereta api daerah operasi Purwakarta pun terus di intensifkan seperti dilakukan sebelum arus mudik termasuk dari aspek keamanan di lokasi stasiun.

"Prediksi untuk puncak arus balik terjadi Minggu sekarang (kemarin, red), sementara pengawasan dan pemantauan terus kita intensifkan," ucapnya.Dede juga mengutarakan, sepanjang pelayanan musim Lebaran tak ada penumpang di stasiun yang dibiarkan terlantar. Semua calon penumpang bisa terangkut dan sampai di kota tujuan. Meskidemikian, ia tidak menampik bila untuk keberangkatan KA sempat terjadi penundaan dikarenakan keterlambatan KA KRD.

"Akibat operasional Lebaran, KA KRD jadi terlambat datang. Kalau biasanya berhenti sebentar di tiap stasiun, tapi pada musim Lebaran ini justru bisa 5 sampai 10 menit berhenti ditiap stasiun, "ujarnya. Informasi yang dihimpun, hingga kemarin siang ribuan calon penumpang masih memadati lokasi Stasiun Purwakarta akibat kereta api kelas ekonomi terlambat datang. Sementara itu, Minggu (27/9) jumlah penumpang tiba di stasiun-stasiun kereta api Wilayah Daerah Operasional I Jabodetabek diperkirakan mencapai puncaknya.

Sampai Ahad (27/9) pukul 11.00 WIB ini, tercatat sekitar 28 ribu penumpang turun di sejumlah stasiun utama Jakarta. Menurut Kepala Humas Daerah Operasional I, Sugeng Priyono, sepanjang Ahad ini diperkirakan penumpang yang tiba di wilayah Jabodetabek mencapai 60 ribu penumpang. "Ada 32 rangkaian kereta belum tiba," kata Sugeng siang ini. Para penumpang turun di beberapa stasiun pemberhentian, seperti Stasiun Bekasi, Jatinegara Manggarai, Pasar Senen, Gambir, dan Tanah Abang.

Data PT Kereta Api merinci, di Stasiun Gambir telah diturunkan sebanyak 4.542 penumpang, Stasiun Jatinegara 6.927 penumpang, Stasiun Pasar Senen 9.920 penumpang, Stasiun Manggarai 834 penumpang, Tanah Abang 2.637 penumpang, dan Stasiun Bekasi sebanyak 2.822 orang. Dari 30 rangkaian yang masih dinanti merupakan kereta reguler dan juga tambahan terdiri dari kereta ekonomi, bisnis, dan kereta eksekutif. (rif/berbagai sumber)

Hindari Macet Pemudik Lewat Sadang, Pintu Tol Cikopo Padat Merayap

MACET: Kemacetan puncak arus balik di perempatan jalan tol Sadang Purwakarta, mereka merupakan masyarakat asal Karawang, Cikarang, Bekasi dan Jakarta yang mudik menggunakan kendaraan motor.

PURWAKARTA, RAKA
- Ruas jalan Sadang, Purwakarta menjadi satu dari tiga ruas jalur tengah arus balik favorit pemudik selain jalur Kalijati, Subang menuju Jakarta. Bagasi tambahan dan penumpang yang berlebih menjadi ciri khas rombongan sepeda motor berseliweran nyaris tanpa henti di antara arus balik roda empat dan bus penumpang umum.

Para pemudik memilih ruas jalur tengah tersebut karena menilai lebih aman dan nyaman. Sementara untuk menempuh jalur pantura mereka khawatir terjebak oleh kemacetan. Kendati demikian sejumlah pemudik mengaku jalur tengah untuk tahun ini lebih ramai ketimbang tahun sebelumnya. Terlebih saat ini fasilitas jalan dan infrastruktur dinilai jauh lebih baik ketimbang lebaran tahun lalu.

Kecuali didominasi arus balik sepeda motor, sepanjang Sabtu pagi hingga sore jalur tengah juga terus dilalui puluhan bus angkutan umum trayek Cirebon, Jawa Tengah, dan Jawa Timur menuju Jakarta. Mereka masuk Jakarta melalui pintu gerbang tol Sadang. Sedangkan bus-bus penumpang rute Sumedang, Majalengka dan Subang menuju Bekasi dan Jakarta, lebih banyak memanfatkan ruas Sadang-Cikopo buat mencari tambahan muatan. Mereka kemudian masuk Jakarta melalui jalur alternatif Kota Bukit Indah lalu masuk Jakarta via gerbang tol Kalihurip selatan.

Sementara itu pantauan RAKA volume kendaraan arus balik yang melintas di jalur Purwakarta-Bandung lancar pada H-7 Lebaran atau Minggu (27/9) sore. Tidak terjadi kemacetan atau pun antrean kendaraan baik dari arah Purwakarta-Bandung maupun sebaliknya. Pantauan, kondisi arus lalu lintas yang lancar itu sudah terlihat sejak dari pertigaan Darangdan hingga ke gerbang Tol Ciganea Purwakarta. Kondisi lancarnya volume kendaraan yang melintas di jalur ini terjadi sejak, Jumat (25/9) dengan intensitas kendaraan melintas sekira 30 kendaraan (dua dan empat) per 3 menit.

Dari pengamatan, rata-rata kendaraan tersebut merupakan arus balik pemudik. Dimana, pengendara kendaraan tampak membawa barang bawaan yang disanding dibadan kendaraan. Sedangkan, untuk mengantisipasi arus kendaraan petugas tampak disiagakan dijalur-jalur vital antara lain di Parcom Kota Purwakarta, Pos Polisi Ciganea, dan Pos Polisi Plered.

Sementara, arus lalu lintas di sekitar gerang Tol Cikopo Cikampek Purwakarta lancar pada Minggu (27/9) siang kemarin, meskipun sempat dilaporkan pada sepanjang jalan raya Cikopo dari pertigaan Mutiara, arus lalu lintas beberapa kali padat merayap. Begitu juga dengan arus lalu lintas dari simpang Jomin hingga ke pertigaan Mutiara, padat merayap akibat tingginya volume kendaraan yang melintas.

Kendaraan yang melintas dari jalur Pantura menuju gerbang Tol Cikampek itu masih didominasi kendaraan pribadi dan bus, baik bus umum maupun bus pariwisata. Pada H+7 lebaran ini, diperkirakan jumlah kendaraan yang melintasi gerbang Tol Cikampek sebanyak 33.361 kendaraan. Sedangkan di daerah gerang Tol Sadang Purwakarta hingga Minggu siang kemarin, arus kendaraan yang masuk dan keluar juga terlihat normal lancar. Disebutkan, diloksai ini tidak terjadi antrean kendaraan baik di loket masuk maupun keluar gerbang Tol.(rif/berbagai sumber)

Sepanjang Lebaran 14 Kasus Kecelakaan di wilayah hukum Polwil Purwakarta


PURWAKARTA, RAKA
- Angka kecelakaan di wilayah hukum Polwil Purwakarta sepanjang lebaran tahun ini tercatat sebanyak 14 peristiwa kejadian. Dari jumlah itu sebanyak 12 orang dinyatakan meninggal dunia, luka berat 14 orang dan luka ringan 30 orang. Bahkan akibat peristiwa itu jumlah kerugian ditaksir mencapai Rp 50,4 juta.

Wakapolwil Purwakarta Kompol Tagam di Pos Cikopo mengatakan rekap angka peristiwa itu merupakan hasil Rincian kecelakaan sepanjang lebaran tahun ini yang terjadi diwilayah hukum Polwil Purwakarta. Pihaknya merinci, untuk Kabupaten Purwakarta jumlah kecelakaan terjadi sebanyak 3 kali. Dalam kejadian itu, Korban meninggal dunia sebanyak dua orang dan luka berat sebanyak dua orang. "Kerugian kejadian itu pun ditaksir mencapai hingga Rp3,3 juta,"ujar Tagam.

Selain itu, meski tak menyebutkan angka ini naik ataupun turun dibandingkan tahun sebelumnya. Tapi Kata dia, untuk di Kabupaten Karawang jumlah kecelakaan lebih tinggi yakni sebanyak 8 kejadian. Dalam peritiwa itu pun tambahnya, Korban meninggal dunia satu orang, luka berat satu orang dan luka ringan sebanyak 13 orang dan Kerugian diperkirakan mencapai Rp12,1 juta.

Sedangkan di wilayah Polres Subang, jumlah laka sebanyak satu kali, korban meninggal dunia delapan orang, luka berat tujuh orang dan luka ringan tiga orang. Kerugian mencapai sekitar Rp 15 juta. Dijelaskan dia, Operasi Ketupat 2009 Polwil Purwakarta yang secara resmi telah selesai pada Senin (28/9) dini hari. Pihaknya akan tetap melakukan pengamanan seperti hari-hari biasanya. Apalagi liburan pasca lebaran 2009 ini, imbuhnya telah berakhir.

"Pengamanan akan tetap kita lakukan seperti biasanya. Hanya saja, operasi ketupat kemarin memang dlakukan secara khusus yang artinya ada anggaran khusus. Sedangkan operasi yang akan kita lakukan nanti, merupakan pengamanan rutin,"katanya. Dengan demikian, pengerahan personil operasi akan kembali seperti semula. Anggota Brimob, Intel dan bagian lainnya kecuali lantas, yang semula diperbantukan, akan kembali bekerja seperti biasanya mulai Senin (28/9) pagi. (ton)

Akhir Libur Lebaran Objek Wisata Air Jatiluhur Purwakarta Padat

OBJEK wisata Jatiluhur.

PURWAKARTA, RAKA - Memasuki akhir liburan lebaran yang jatuh Senin (28/9) hari ini, salah satu obyek wisata di kab Purwakarta minggu (27/9) dipadati para pengunjung yang ingin menghabiskan waktu libur lebarannya. Hal ini seperti yang terjadi di Wisata Air Jatiluhur Purwakarta. Para Pengunjung pun terus membludak.

"Mumpung masih hari libur. Soalnya hari Senin besok kan sudah masuk,"ujar Iwan Hermawan (38), yang saat itu baru saja selesai menemani anaknya berenang di wisata air Water world Minggu (27/9). Tempat Wisata favorit yang ada di kabupaten Purwakarta ini bukan hanya di kunjungi oleh warga Purwakarta, melainkan dari Karawang, Bekasi, Cikampek Bandung dan Jakarta.

Para pengunjung juga mengaku liburan di objek wisata jatiluhur menjadi salah satu alternatif warga yang dinilai cukup murah, ketimbang harus berkunjung ke objek wisata lain yang cukup jauh seperti Pangandaran, tangkuban perahu ataupun lainnya. "Kebetulan saya dari Karawang, jadi jarak tempuhnya juga tidak terlalu jauh,"tambah Iwan. Sementara itu akibat banyaknya pengunjung yang menuju ke Objek Jatiluhur, membuat ruas jalan Ir. Juanda Purwakarta sempat mengalami kemacetan.

Sejumlah pengunjung pun mengaku senang, apalagi pihak pengelola objek wisata Jatiluhur menyediakan beberapa sarana dan parasana yang bisa digunakan para pengunjung. Tinggal sedikit mengeluarkan kocek, para pengunjung dapat menikmati keindahan pemandangan danau Jatiluhur ataupun sekedar menikmati wisata air di waterworld. Selain itu, sekitar 104 personil Polisi Khusus (Polsus) dari Polres Purwakarta dikerahkan untuk mengamankan wisata air tersebut. (ton)

Puncak Arus Balik di Stasiun KA Purwakarta

ARUS BALIK: Minggu (27/9) yang diprediksikan sebagai hari puncak arus balik terpusatkan di Stasiun kereta api Purwakarta. Nampak dalam gambar ribuan orang memadati sarana transportasi kereta tujuan Jakarta, bahkan sejumlah orang malah tidak bisa terangkut. (sep)

Lebaran Pasien RSUD Bayuasih Libur

PURWAKARTA, RAKA - sepanjang masa Lebaran, banyak pasien rawat inap di RSUD Bayuasih, mengajukan pulang untuk berkumpul bersama keluarga di rumah masing-masing. Hal itu dikatakan Kepala RSUD Bayuasih Purwakarta, Syariffudin.

"Mereka yang diijinkan pulang Lebaran hanya untuk pasien yang proses penyembuhan penyakitnya hampir tuntas, sedangkan pasien rawat inap yang masih mengalami sakit berat tak di beri ijin pulang," kata Kepala RSUD Syariffudin, kepada RAKA, Minggu (27/9), saat dihubungi via ponsel.

Menurutnya, karena hal itu sepanjang Lebaran banyak ruang perawatan rumah sakit yang menjadi lengang.. Meskidemikian, semua jasa pelayanan kesehatan terus dilakukan, terlebih dalam mengatasi kemungkinan adanya kasus darurat selama arus mudik dan balik Lebaran. "Saya cek sendiri dan ternyata banyak ruangan kamar inap yang kosong ditinggalkan pasien. Namun, diperkirakan pada besok (hari ini, red) kondisi tersebut bakal berangsur normal kembali,"ujarnya.

Dikatakannya, selama masa Lebaran pihak rumah sakit masih belum mendapatkan rujukan kasus menonjol di daerah Purwakarta. Namun, tambahnya, untuk kasus penderita ispa disebutkan puluhan pasien penderita ispa pasca Lebaran ini sudah masuk daftar rumah sakit. "Prinsipnya tidak ada kejadian yang menonjol sepanjang Lebaran ini, kalau pun ada sifatnya ringan-ringan saja,"ucapnya. (rif)

Laka Lebaran, Bayi Tangerang Tewas Tergencet Bus

PURWAKARTA, RAKA - Sial bagi keluarga Jamhari asal Ciputat Tangerang, Banten yang bermaksud merayakan lebaran dengan berdarmawisata malah mendapatkan bencana. Anak satu-satunya yang bernama Anisa (19 Bln) tewas beberapa saat akibat tergencet bus pariwisata HIBA di area parkir tempat peristiratan bus di daerah Cibaragalan, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, Sabtu (26/9) malam akhir pekan kemarin sekira pukul 19.30 WIB.

Selain menewaskan Anisa, kejadian itu menyebabkan Jamhari (30) ayah korban mengalami luka berat (patah tulang rusuk dan tulang punggung) dan Nurjaya (29), warga Pondok Kranjia, Kelurahan Ciputat Timur, Tangerang yang juga mengalami luka berat karena tergencet bodi bus.

Musibah yang menimpa keluarga Jamhari dan Nurlela yang tinggal di Jalan Pasanggrahan Rt 04/04, Kelurahan Campaka Putih, Kecamatan Ciputat, Tangerang, Banten itu berawal ketika bus yang mereka tumpangi bersama rombongan dari Jalan Pasanggraha Tangerang itu beristirahat di tempat peristirahatan di Cibaragalan usai mengunjungi Ciater dan Gunung Tangkubanperahu.

Saat akan melewati celah-celah jalan di antara bus yang tengah parkir, Jamhari yang menggendong anaknya Anisa berjalan bersamaan dengan Nurjaya, sementara Nurlela mengikutinya dari belakang. Ketika melewati celah jalan persis dibelakang bus Pariwisata Simponi Nopol K 1592 BB dan di depan bus pariwisata HIBA nopol B 7394 IW, tiba-tiba bus HIBA itu maju dan langsung menabrak ketiga korban tersebut. Spontan peristiwa tersebut mengejutkan para penumpang bus lain yang tengah beristirahat di disana.

Tak lama kemudian setelah mendapatkan laporan, petugas langsung mendatangi TKP dan membara korban ke Rumah Sakit MH. Thamrin. Sementara itu di ruas tol Cipularang dua tewas dan tujuh orang dilaporkan luka berat serta luka ringan saat sebuah mobil Toyota Avanza yang memuat rombongan dari Sumedang menabrak bagian belakang truk sayur yang berhenti di bahu kiri jalan tol Km 81 arah Bandung-Jakarta, Sabtu (26/9) pukul 10.30 WIB.

Para korban hingga kini terpaksa mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit Efarina Etaham Purwakarta. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kecelakaan maut yang merenggut dua korban jiwa ini berawal ketika sebuah mobil Toyota Avanza melaju di tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta. Rombongan Keluarga asal Sumedang ini bermaksud bersilaturahmi ke rumah saudaranya di Bekasi.

Entah kenapa saat melaju tepatnya di KM 81 arah Bandung-Jakarta tiba-tiba mobil oleng ke sebelah kiri dan langsung menabrak bagian kanan belakang truk nopol Z 8984 DJ yang tengah berhenti di bahu jalan karena salah satu ban belakangnya gembos. Tak urung kejadian itu pun langsung menewaskan 2 orang penumpangnya. Sementara 7 orang yang merupakan satu keluarga lainnya mengalami luka berat dan luka ringan.

Keempat korban luka berat adalah Nurul Maulana (15) warga Kp Bukit Waringin B.6 no 54 Rt 11/10, Kecamatan Bojonggede, Bogor, Wulan (30) warga Kampung Bukit Waringin B.6 no 54 Rt 11/10, Kec Bojonggede, Bogor, Sifitri Astutiningsih (40) warga Taman Setiamekar Rt 02/19, Bekasi dan Ferari Eka Putra (37), warga Bukit Wiringin Blok B.3/27 Rt 11/10, Kecamatan Bojonggede, Bogor.

Sedangkan korban luka ringan adalah Wahyu (8) warga Taman Setiamekar Rt 02/19, Bekasi, pembantu rumah tangga yang bernama Win (17) tercatat di Taman Setiamekar Bekasi dan Arini (2,5) warga Kampung Bukit Waringin B.6 no. 54 Rt 11/10, Kecamatan Bojonggede, Bogor.Sementara hingga berita ini diturunkan para korban masih mendapatkan perawatan yang intensif di rumah sakit Efarina Etaham Purwakarta. (rif/ton)

Angka Kriminal di Karawang, Purwakarta dan Subang Masih Tinggi

PURWAKARTA, RAKA - Angka tindak kriminalitas di tiga Kabupaten meliputi Karawang, Purwakarta dan Subang dinilai masih cukup tinggi. Hal itu menyusul catatan tindak kriminal sepanjang pemberlakuan Operasi Ketupat 2009 yang tercatat sebanyak 31 peristiwa tindak kriminal yang terungkap. Bahkan tindak kriminal yang paling banyak ditemukan yakni penemuan Mayat.

Berdasarkan catatan angka kriminalitas yang terungkap di wilayah Polwil Purwakarta yang meliputi Polres Purwakarta, Subang dan Karawang. Kejadian tersebut, terdiri dari 15 jenis tindak kriminal. "Tercatat penemuan mayat yang paling terbanyak,"kata Wakapolwil Purwakarta Kompol Tagam, di Pos PAM Lebaran 2009 Cikopo Purwakarta.

Menurutnya penemuan mayat ini pun rata-rata hampir terjadi di tiga kabupaten. Sepertihalnya, untuk wilayah hukum Polres Karawang penemuan mayat terjadi sebanyak tiga kali. Polres Subang empat kali dan meski Polres Purwakarta dinyatakan nihil.

Bahkan ungkap dia, tindak kriminal tertinggi kedua juga adanya peristiwa kebakaran. Di Purwakarta terjadi sebanyak satu kali, Subang dua kali dan Karawang dua kali. Sedangkan tindak kriminal penganiayaan merupakan tindak krmininal tertinggi teringgi.
"Jumlah tindakan penganiayaan itu terjadi sebanyak empat kali. Di Purwakarta terjadi dua kali, di Subang satu kali dan Karawang satu kali,"ujarnya.

Namun kendati demikian, Kata Wakapolwil secara keseluruhan jenis kriminal lainnya seperti pencurian serta pemberatan (curat), pencurian serta kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) merata di wilayah hukumnya. Diantaranya, pengrusakan, temu granat, bunuh diri, tertabrak kereta api, curi hewan, setubuhi anak dibawah umur dan akibat kelalaian yang menyebabkan matinya orang lain juga merupakan kejadian lain yang tercatat sepanjang operasi keptupat 2009 ini. (ton)

Jilat SBY, Dukung Ical

JAKARTA,RAKA- Salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) 1957, menyatakan dukungan pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono. Kosgoro juga mendeklarasikan dukungan bagi calon ketua umum Aburizal Bakrie dalam musyawarah nasional Partai Golkar di Pekanbaru 4-9 Oktober mendatang.

Ketua Pengurus Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 Agung Laksono mengatakan, meski Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla tidak lagi menjadi wakil presiden, Kosgoro akan tetap mendukung pemerintah hasil pemilu presiden yang dimenangkan pasangan SBY-Boediono.
"Dukungan Kosgoro 1957 terhadap pemerintah bukan dukungan yang membabi-buta yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, tapi dukungan kritis dengan berbagai pertimbangan," ujar Agung dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional I Kosgoro 1957 di Jakarta Jumat (25/9).

Menurut dia, Kosgoro akan mendukung pemerintah secara obyektif, konsisten, dan proporsional. Jika ada kebijakan pemerintah yang tidak populer dan tidak berpihak kepada rakyat, Kosgoro juga akan memberikan koreksi dan kritik untuk mencari solusi bukan ingin menjatuhkan partai pemerintah. "Kosgoro tegas dalam prinsip namun luwes dalam penampilan," papar ketua DPR 2004-2009 ini.

Pembukaan Mukernas dihadiri ketua-ketua organisasi pendiri Sekretariat Bersama Golkar dan organisasi yang didirikan Golkar. Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang juga hadir dalam pembukaan itu tidak berkomentar tentang dukungan Kosgoro. Kalla hanya menegaskan kemenangan sebuah partai tergantung pada keberhasilan pembangunan ekonomi.

"Selama lima tahun terakhir pertumbuhan ekonomi sangat positif, tentu partai utama di pemerintahan yang diuntungkan. Golkar tentu juga diuntungkan, terbukti berada di nomor dua. Sekiranya ekonomi gagal, pasti partai oposisi yang akan menang di pemilu," katanya.
Dalam penutupan Mukernas yang digelar di Hotel Sahid tadi malam, Kosgoro menyatakan dukungan kepada calon ketua umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

Deklarasi pernyataan dukungan disampaikan langsung di depan Aburizal Bakrie dan mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tanjung. Agung Laksono yang tahun ini tidak lagi terpilih menjadi anggota DPR dikabarkan akan menjadi sekretaris jenderal Partai Golkar bila Aburizal terpilih menjadi ketua umum di munas mendatang.

Sebagai organisasi pendiri Golkar, Kosgoro 1957 juga memiliki satu suara di munas. Munas Partai Golkar sendiri akan dibuka dengan pre-meeting pada 4 Oktober, namun upacara pembukaan baru akan digelar pada 5 Oktober. Pemilihan ketua umum akan digelar pada 7 Oktober malam. Pagi harinya, ketua umum terpilih akan langsung menggelar rapat formatur pengurus harian dan pleno DPP Partai Golkar. Hasilnya akan dibacakan dalam penutupan munas pada 8 Oktober malam. (jpnn)

Hotel Sagita Red Square Dikabarkan Dibom

BALIKPAPAN,RAKA- Matinya Noordin M Top, gembong teroris nomor wahid ternyata tak menghentikan aksi teror di Indonesia. Kali ini, Red Square Sagita Hotel Balikpapan dikabarkan dibom oleh kelompok teroris.

Kabar meledaknya hotel yang menjadi salah satu tujuan para pekerja bule itu langsung menjadi isu yang menyebar ke berbagai tempat. Baik melalui pesan singkat (SMS), jaringan pertemanan facebook dan lainnya.

Tak hanya itu, beberapa awak kapal yang menerima pesan tersebut dikabarkan diperintahkan dilarang merapat ke Balikpapan. "Saya dikabarkan dari bos, Hotel Sagita dibom. Kami diperintahkan tidak merapat dulu," kata Irwan Darmawan kepada JPNN melalui pesan singkatnya.

Namun, saat wartawan JPNN mengkonfirmasi ke pihak hotel, staf front office yang mengaku bernama Siska mengkonfirmasi bahwa kabar tersebut tidak benar. "Tidak benar, kami baik-baik saja," kata Siska melalui sambungan telepon.

Siska menyebutkan memang dalam beberapa saat sebelumnya ada isu peledakan di salah satu hotel di Balikpapan. "Masih belum jelas, saya baru mendengar sebatas isu. Isunya di salah satu hotel, namanya Hotel Cinderela dibom. Tapi saya tak tahu pasti, mungkin sebatas isu. Yang jelas, kami Sagita Red Square tidak ada bom, tidak ada ancaman dan sedang baik-baik saja," tegas Siska. (JPNN)

Taman Wisata Sariater Masih Rawan Copet

SUBANG, RAKA – Kendati pihak keamanan menyatakan lokasi Taman Wisata Sariater aman, namun masih terdapat laporan kehilangan barang maupun uang. Menurut Danton Keamanan Taman Wisata Sariater Andi Suhandi, dari ribuan kendaraan roda roda empat yang masuk ke lokasinya dapat jaminan keamanan. “Alhamdulillah berkat kesiapan dan kesigapan sejumlah anggota keamanan yang ditugaskan di lokasi Sariater selama lebaran ini keamanan dan kenyaman kendaraan maupun pengunjung dapat terjamin,” ucap Andi kepada RAKA di ruang kerjanya.

Sayangnya, Andi tidak dapat menyebutkan jumlah kendaraan motor maupun mobil yang masuk ke lokasi Sariater. Hanya saja, kata Andi, dalam kurun waktu dua tahun ini jaminan keamanan di lokasi wisata Sariater terhitung aman dan terkendali. Seperti halnya pada Lebaran tahun ini, pihaknya dapat memberikan keamanan dan kenyamanan pada kendaraan maupun pengunjung. Pihaknya, kata dia, menerjunkan puluhan Satpam yang terlatih, selain dibantu oleh petugas dari intel dan lantas Polres Subang, anggota Brimob, angota dari Kodim dan Subdenpom Subang.

Sayangnya, hal tersebut masih belum sama dengan tenemuan RAKA di depan pintu masuk wisata Sariater lantaran menjumpai dua orang ibu muda yang melaporkan kejadian yang baru saja dialaminya, yakni dua orang ibu muda tersebut sama-sama kehilangan sebuah dompet dan isinya. Pada saat dua ibu muda melaporkan kejadian tersebut terkesan kurang ditanggapi oleh petugas keamanan yang saat itu menerima laporan kehilangan yang diterimanya di luar kantornya.

Anehnya, setelah kedua ibu muda tersebut dikonfirmasi RAKA dan sejumlah wartawan, seorang petugas yang enggan menyebutkan identitasnya langsung menyuruh keduanya untuk masuk ke ruang pengaduan yang tersedia di pintu masuk Sariater. “Silahkan ibu-ibu menuju ruangan pengaduan dan ikuti saya,” ucapnya. Sementara itu, kedua ibu muda tersebut menyayangkan atas lemahnya pengawasan keamanan pihak Sariater yang menurutnya belum memberikan kemanan dan kenyamanan yang baik terhadap wisatawan.

Seperti halnya dikatakan seorang ibu asal Purwakarta yang mengaku bernama Lina, bahwa dirinya pada saat berhimpitan dipintu masuk dompet miliknya lenyap dari kantong yang dibawanya. Kata Lina, di dalam dompetnya berisi uang tunai senilai Rp 1,5juta hilang dengan sekejap sehingga dirinya tidak dapat menikmati lokasi wisata di Sariater. Kata Lina, yang mengambil dompet miliknya, dan anaknya mengetahui bahwa yang mengambil ciri-ciri orangnya berpawakan tinggi besar, berjaket kulit, pakai topi yang saat itu pelaku berada di barisan pintu masuk bersebelahan dengannya.

“Saat kejadian anak saya tahu orang yang mengambil dompet saya yang disimpan di dalam tas, akan tetapi anak saya takut untuk menegurnya yang kemudian saat mengadukan ke saya orangnya sudah tidak ada,” ucap Lina. Sementara itu orang kedua yang saat itu sama-sama melapor yakni, ibu muda yang mengaku bernama Nurhasanah asal dari Cilanghkap, Cibinong, Bogor mengaku telah kehilangan sebuah tas berisi baju anak-anak dan sebuah dompet berisi uang tunai jutaan rupiah, ATM dan surat-surat penting lainnya.

Pengakuan Nurhasanah, hilangnya sebuah tas yang disimpan disebuah batu di dekatnya di lokasi air panas yang tidak jauh dari pintu masuk saat dirinya sedang asik mandi air panas, namun beberapa saat menengok ke tempat disimpan tas miliknya diketahui sudah tidak ada ditempatnya, saat itu pula dirinya melaporkan kejadian itu kepetugas keamanan terdekat.

Saat Nurhasanah dan Lina melaporkan kejadian kepada dua orang kemanan yang memakai pakaian serba hitam dan tangan kanannya memegang telepon gemggam, dan dua orang orang petugas pintu masuk. Kedua ibu muda terkesan menyesalkan atas kurang direspon laporannya sehingga Nurhasanah dan Lina hanya dapat menggerutu dan menyesali kejadian itu. (pir)

Pantura Subang Padat Merayap -H+7 Lebaran Masih Macet

PADAT MERAYAP: Antrean kendaraan yang ke arah Jakarta tampak memanjang, memadati Jalur Pantura Subang. Bahkan saking padatnya, para pengendara roda dua nekat ke berjalan di jalur berlawanan.

SUBANG, RAKA – Sekitar pukul 15.30 Wib, Minggu (27/9), kendaraan arus balik kembali memadati jalur tengkorak, Pantura Subang. Akibatnya, jalanan yang didominasi kendaraan roda dua tersebut padat merayap.

Pantauan RAKA di sepanjang jalur Pantura mulai Pasar Sukamandi di mana di sana terdapat tempat penyeberangan jalan dipenuhi kendaraan arus balik dan bahkan sesekali terjadi macet sesaat karena kendaraan arus balik mesti berebut jalur dengan penyeberang jalan.

Meskipun di lokasi Pasar Sukamandi ada sejumlah petugas kepolisian yang mengatur lalulintas namun pada kenyataannya petugas sulit untuk bertindak karena kepadatan kendaraan dari arah Jawa nyaris tidak ada putusnya dan bahkan semakin sore semakin bertambah kepadatannya.

Akibat berjubelnya arus balik kendaraan roda dua, mobil pribadi dan angkutan umum di lokasi titik temu arus balik dan penyeberang jalan, seringkali terjadi kemacetan karena di lokasi tersebut kendaraan arus balik mesti berebut dengan kendaraan maupun warga yang akan menyeberang ruas jalan pertigaan jalan Sukamandi-Purwadadi, di depan Pos Polisi Pasar Sukamandi dan di ujung Pasar Sukamandi.

Berdasarkan pantauan sejak pukul 15.30 Wib hingga pukul 17.45 Wib, kendaraan arus balik masih terus memadati jalan Pantura dan bahkan sesekali terjadi kendaraan padat merayap dan macet sesaat karena di sepanjang jalur Pantura banyak lokasi titik temu antara kendaraan arus balik dan penyeberang jalan. Bahkan sesuai hasil dengan pantauan RAKA, hingga Pamanukan pun terjadi kepadatan kendaraan pemudik yang kondisinya sama, yakni padat merayap dan sesekali terjadi kemacetan.

Sementara itu pantauan RAKA di sepanjang jalan Pantura mulai H+4 hingga H+7 terjadi lonjakan kendaraan arus balik, kondisi tersebut masih terkendali dan lancar. Adapun terjadi kemacetan, hanya kemacetan sesaat yang disebabkan adanya jalur lintas penyeberangan jalan disejumlah lokasi pasar tradisional. Hingga H+7 Lebaran kemarin, kendaraan arus balik yang melewati jalan Pantura Subang masih tetap didominasi kendaraan roda dua, menyusul mobil pribadi dengan peningkatan arus cukup siginifikan.

erjadinya kepadatan arus balik ditandai dengan semakin rapatnya kendaraan roda dua dan mobil pribadi, terjadi sejak Sabtu (26/7) lalu, mulai pukul 06.00 Wib hingga Minggu (27/9) pagi, sekitar pukul 05.30 Wib. Saat itu kendaraan arus balik semakin padat ditandai dengan banyaknya motor keluar dari lajurnya dan mengambil lajur berlawanan, meski tidak berakibat macet hanya saja menghawatirkan keselamatan.

Namun demikian, terjadinya kepadatan kendaraan masih terhitung lancar, adapun kemacetan terjadi karena adanya pemberhentian kendaraan arus balik oleh petugas yang ditempatkan di pos-pos polisi di mana di lokasi tersebut ada buka tutup jalan guna memberikan kesempatan kepada penyeberang jalan.

Lokasi yang mengakibatkan kemacetan sesaat seperti di lokasi Pasar Ciasem dan di Pasar Sukamandi, Kecamatan Ciasem. Di dua lokasi tersebut kendaraan arus balik dihentikan sejenak oleh petugas guna memberikan kesempatan kepada penyeberang jalan yang akan dan kembali dari pasar.

Sementara itu, untuk pengamanan sepanjang jalur Pantura, disiagakan mobil Patroli dari setiap polsek yang terus hilir mudik mengontrol jalur. Kapolres Subang AKBP Sugiyono melalui Kasubnit Satlantas Polres Subang wilayah Pantura Iptu Suranto mengaku, selama sehari semalam harus berdiri di jalan raya untuk memantau pengaturan arus lalulintas agar tetap lancar.

Suranto pun mengatakan, sepanjang Jumat malam hingga Sabtu sore sekitar pukul 18.15 Wib, arus balik mengalami peningkatan akan tetapi masih lancar. Adapun terjadi macet hanya sesaat karena adanya sejumlah titik lokasi perempatan/pertigaan jalan, pasar tradisional dan di tempat-tempat keramaian lainnya.

“Alhamdulillah dengan kerja keras dan kesigapan bersama personil lalulintas dapat lancar, adapun sesekali terjadi kemacetan pengendara harus berhenti di tempat-tempat penyeberang jalan orang banyak,” kata Suranto saat dimintai komentarnya pada saat gatur di depan RM Sarimanis Karanganyar, Desa Ciasemgirang, Kecamatan Ciasem. (pir)

Lakalantas di wilayah Subang bagian selatan

Isak tangis terdengar dari lorong Puskesmas Jalancagak. Tiga orang anak, dua laki-laki dan satu perempuan menangis. Seperti tak mau menanggalkannnya, anak perempuan tersebut tampak menggenggam erat sandal anak-anak sebelah kanan.

“Caca, knapa meninggal, padahal kakak mau ngajak main lagi caca,” demikian ungkapan duka yang keluar dari mulut anak perempuan tersebut. Ia mengisi anak usia 3 tahun, Saskia Salsabila yang disapa Caca oleh ketiga anak tersebut. Saskia atau Caca, merupakan satu dari 9 orang yang turut tewas dalam kecelakaan di Tanjakan Emen, Kecamatan Ciater, Sabtu (26/9) Sore, sekitar pukul 16.30 Wib.

Ia bersama anggota keluarga lainnya menjadi korban setelah mobil bus Parahyangan yang mengangkut puluhan orang terguling di lokasi yang paling rawan kecelakaan di wilayah Subang bagian selatan. “Setiap Lebaran, kawasan ini selalu memakan korban jiwa. Dan untuk tahun ini, terjadi setelah 7 hari Lebaran, sungguh tragis,” ungkap salah seorang warga, Pepen. Berdasarkan keterangan yang diperoleh RAKA di tempat kejadian perkara, sebelum terguling, mobil tersebut menabrak mobil Timor yang sama-sama melaju ke arah Subang. Diperkirakan mobil tersebut mengalami rem blong.

Sementara tangisan dari ketiga bocah yang berada di lorong Puskesmas Jalancagak masih juga belum berhenti, padahal salah satu anggota keluarga mereka yang masih tampak tegar mencoba menghibur mereka dengan mengusap-usap kepala mereka bertiga. Di hadapan ketiga anak tersebut, tergoleh tubuh gemuk yang masih berlumuran darah, tangan dan kepala perempuan yang diperkirakan sekitar 60 tahun tergolek lemah, tidak ada erangan kesakitan dari mulutnya, namun ia masih tampak bernafas.

Sementara di bagian lain, yang berjarak sekitar 10 hingga 15 meter dari anak-anak tersebut, atau di belakang ruang Unit Gawat Darurat, sekitar 6 tubuh yang sudah tidak bernyawa dibaringkan di bangku-bangku yang ada di Puskesmas tersebut. Mereka “disimpan” sementara di bawah lorong yang menuju ke ruang gawat darurat. Beberapa orang polisi tampak tengah menanyai ketua panitia pelaksanaan wisata yang berujung maut tersebut. Pun demikian halnya dengan beberapa orang wartawan, mereka tampak tengah menanyai para korban ihwal kecelakaan yang terjadi.

Keinginan mereka untuk berlibur bersama dengan seluruh anggota keluarga, malah berujung duka, padahal menurut Suhar (47), para korban tersebut seluruhnya merupakan anggota keluarganya yang berada di satu desa di Dusun Buaran, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. “Seluruh Korban yang meninggal dunia adalah anggota keluarga kami, mereka masih kerabat-kerabat dekat yang ingin bersama-sama menikmati hari libur terakhir. Dan ini menjadi liburan terakhir bagi mereka,” ungkap Suhar dengan mata berkaca-kaca menahan duka serta nyeri di dadanya. (eko)

Tender Alkes Jadi Konflik Yang Dilaksanakan Dinkes Subang

SUBANG, RAKA - Tender alat kesehatan (Alkes) yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Subang menuai konflik. Hal ini terjadi setelah dilakukan pengumuman pemenang lelang yang dilaksanakan oleh panitia lelang, Kamis (24/9) lalu. Menurut Ketua Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Resort Subang Asep R Dimyati, pengumuman pemenang pelelangan yang dilakukan oleh panitia terindikasikan ada kerancuan, bahkan mendekati unsur KKN.

“Dengan Pengumuman Pemenang Pelelangan Umum Pascakualifikasi Nomor: 027/14-Alked/PAN-DINKES.SBG/IX/2009 tanggal 24 September 2009 yang dikeluarkan oleh Panitia Pengadaan Barang dan Jasa Dinas Kesehatan Kabupaten Subang Tahun Anggaran 2009 tentang Pemenang Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi Pengadaan Alat-Alat Kedokteran Umum Dinas Kesehatan Kabupaten Subang TA 2009 dengan pagu Anggaran Rp 3.233.576.994, yang dimenangkan oleh PT Citra Sejati beralamat di Jl Terusan Cisokan No 12 A Bandung, dengan harga penawaran Rp 3.222.289.400 dan Pemenang Cadangan I: PT Kimia Farma Trading & Distribution beralamat Jl Majapahit No 20 Jakarta Pusat dengan harga penawaran Rp 3.226.357.090 mengejutkan para peserta lelang yang mengikuti proses pengadaan tersebut,” ungkap Asep.

Sebab, tambah Asep, hal ini di luar dugaan para peserta lelang. Sementara ini, yang ditunggu-tunggu oleh para peserta lelang adalah Pengumuman Hasil Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknik) dan berlanjut kepada Pembukaan Sampul II (Penawaran Harga). “Dan yang muncul malah Pengumuman Pemenang Pelelangan. Sehingga panitia dipandang tidak transparan dalam proses pelelangan. Dan panitia dianggap telah melakukan kebohongan publik, karena sebelumnya, saat para peserta menanyakan kepada panitia kapan diumumkan Hasil Evaluasi Sampul I (Administrasi dan Teknik) selalu dijawab setelah Lebaran,” tegas Asep.

Pada kenyataannya, setelah lebaran yang diumumkan adalah pemenangan lelang. “Kapan Dilakukan Pembukaan Sampul II (Penawaran Harga) panitia tidak memberitahu dan tidak melalui tahapan/mekanisme yang baku,” tambahnya. Seharusnya, menurut Asep, panitia mengumumkan terlebih dulu Hasil Evaluasi Tahap I yang berupa pemeriksaan administrasi dan teknis, bila pun semua penawar Tidak Memenuhi Syarat Administrasi atau Teknis dan yang lulus hanya 2 peserta saja, itupun harus diumumkan secara terbuka dan transparan.

“Jika memang telah dipenuhi pembukaan sampul II secara tertutup, hal tersebut menjadi preseden yang buruk, sangat diduga ada indikasi KKN dalam proses lelang tersebut. Terlebih melihat harga penawaran pemenang lelang yang hanya turun lebih kurang 11 juta rupiah dari nilai pagu, sangat tidak memenuhi angka psikologis yang wajar dalam sebuah proses lelang yang fair. Terlebih kecerobohan panitia tidak mengindahkan aturan baku pembulatan angka penawaran yang seharusnya dibuat pembulatan angka dalam ribuan sebagaimana umumnya,” jelas Asep.

Kepada RAKA, Asep menyimpulkan jika proses lelang telah di seting dengan tidak benar dan tidak mengindahkan rambu-rambu proses pelelangan, yakni Keppres nomor 80 Tahun 2003. “Ada indikasi persekongkolan. Bahkan Panitia yang saya hubungi, seperti Tatang, yang dikonfirmasi tanggal 26 September jam 22.00 Wib, mengaku tidak tahu menahu tentang pengumuman lelang tersebut.

Demikian juga halnya dengan Plt Kepala Dinas Kesehatan Ayi Darajat, yang di konfirmasi tanggal 25 September jam 16.00 Wib, sama saja menjawab tidak tahu akan hal tersebut,” tambah Asep. Sementara saat dihubungi RAKA, Ketua Panitia Pelelangan Alat Kesehatan, Sujaka mengatakan, proses pelelangan sudah menempuh mekanisme sebagaimana mestinya. Hal ini dimulai dengan pemeriksaan sampul 1 yang berupa pemeriksaan administrasi dan teknis, hingga pemeriksaan sampul dua yakni penawaran harga.

“Saat dilaksanakan pemeriksaan sampul 1, dari pendaftar sbanyak 20 perusahaan, yang melanjutkan ke pemeriksaan sampul 1 hanya 12 perusahaan, dipemeriksaan tersebut. Panitia tidak menggugurkan perusahaan yang mendaftar, kami hanya memeriksa ada atau tidaknya berkas yang dibutuhkan,” jelas Sujaka. Menurut Sujaka, ketika itu, panitia mengevaluasi sesuai dalam RKS, menurutnya, yang diperiksa tersebut adalah substansinya. “Misalkan SIUPP, memenuhi atau tidak memenuhi, artinya berlaku atau tidaknya, asli atau bikinan sendiri, yang lulus ADM ada 6. Yang lainnya gugur.

Di RKS pada teknis, kita bikin skor, teknis nilainya 80 dan harga 20, nilai 80 ini dikonversi dulu ke 100. Sistim yang kita gunakan bukan sistim gugur, namun sistim merit poin, ini sudah merupakan kesepakatan di antara mereka para pengusaha. Dan kita tidak melihat dulu diharga, kita hanya melihat pada teknisnya dulu. dari sini hanya ada dua perusahaan yang memenuhi kualifikasi,” tambah Jaka. Sementara saat ditanya tentang pengumuman yang dilakukan secara langsung tanpa memenuhi tahapan-tahapan kegiatan, menurut Sujaka, setelah pihaknya melakukan evaluasi, panitia lelang tidak langsung mengumumkan.

“Tapi, kita sodorkan dahulu kepada pengguna, Kewenangan panitia hanya sampai usulan, penetapan dilakukan oleh pengguna anggaran. Hak dari pengguna anggaran ada dua, yakni menerima atau menolak usulan dari panitia. Dan yang kita umumkan itu sudah ditetapkan oleh pengguna anggaran,” jelas Sujaka. Saat ditanya kapan pelaksanaan pengusulan yang dilakukan oleh panitia, menurut Sujaka, Panitia mengajukan usulan sebelum cuti bersama Idul Fitri dan ditetapkan sebelum cuti bersama itu.

“Ditetapkan setelah dua hari, setelah kita mengajukan usulan. Saya menerima berkas dari Pak Ayi sesuai dengan susulan dari kita. Dan perlu diketahui, jika yang diundang oleh kami, setelah pelaksanaan pembukaan sampul satu adalah hanya perusahaan yang lulus administrasi dan teknis. Setiap yang dilakukan oleh panitia, itu ada berita acaranya, dan penghitungan merit poin ini sudah diketahui oleh pengusaha,” tegas Jaka. (eko)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang