Senin, 14 September 2009

Konser Gigi di Lapangan Karangpawitan, Ricuh

RICUH: Dua kelompok massa berusaha dipisahkan aparat kepolosian (kiri) saat konser Ngabuburit grub band Gigi di Lapangan Karangpawitan, kemarin sore. Sementara vokalis Gigi Armand Maulana berusaha menenangkan massa (kanan) dan berusaha merampungkan tournya.

KARAWANG, RAKA- Perhelatan konser musik group Band Gigi yang digelar di Lapang Karangpawitan, Minggu (13/9) sore berlangsung ricuh. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kericuhan tersebut sempat membuat panik penonton yang lain, sebelum akhirnya dapat diredam oleh aparat kepolisian. Selain Gigi, acara bertajuk Ngabuburit yang digagas oleh salah satu produk rokok tersebut dimeriahkan oleh mantan penyanyi cilik Sherina dan komedian Asep Taruna.

Setelah penonton berhasil ditenangkan, Gigi langsung menggeber lagu Perdamaian. Sontak penonton yang merasa terganggu dengan ulah oknum yang berbuat onar langsung berjingkrak dan berteriak 'damai'. Namun tidak berapa lama kemudian, kericuhan kembali terjadi dengan tonase yang lebih luas lagi. Kericuhan yang kedua memecah penonton menjadi dua kubu, tapi dengan kesigapan aparat kericuhan langsung bisa diredam, dan pertunjukan dimulai kembali. Dalam perhelatan tersebut tidak kurang dari enam lagu digeber Gigi, setelah sebelumnya acara diisi oleh Sherina.

Di pertengahan konser, Vokalis Gigi Armand Maulana sempat mengancam penonton akan menghentikan pertunjukan apabila masih terjadi kericuhan. "Semua yang datang kesini ingin enjoy, bukan ingin rusuh. Kalau sekali lagi ricuh, Gigi akan berhenti main. Mun wani maju hiji-hiji jeung aing (Kalau berani maju satu satu lawan saya)," ujarnya ke tengah penonton.

Di sesi tanya jawab dengan ribuan penonton yang memadati Lapang Karangpawitan, Gigi mempromosikan buku otobiografi yang berjudul Gigi. Buku tersebut menceritakan perjalanan Group Band tersebut selama lima belas tahun begelut di industri musik. "Ceritanya banyak banget disitu, mendingan dilihat, dibaca, dan yang pasti dibeli. pokoknya tidak rugi, disitu ada bonus Cd konser di Yogya Sebelas Januari sama satu single yang ada hanya dibuku itu," ujar Basis Gigi Thomas.

Menurut Armand Maulana, dibandingkan konser tahun pertama dan kedua dengan tahun ini, konser tahun pertama dan kedua lebih baik. Pasalnya selama pertunjukan tidak ada sedikitpun terjadi kericuhan. "Konser Gigi bersama salah satu produk rokok yang sudah enam tahun selalu eksis di Karawang dan beberapa daerah lainnya, mudah-mudahan bisa berjalan terus. Cuma perbedaannya tahun sekarang menjadi tidak asyik gara-gara ada yang berkelahi, padahal tahun pertama dan kedua enggak.

Ini adalah satu pergelaran yang bagus menurut kami, jadi tidak enjoy gara-gara kericuhan. Mudah-mudahan tahun depan bisa konser lagi di Karawang dan tidak rusuh," ungkapnya.
Adung (21) salah satu fans Gigi mengaku sangat antusias dengan kehadiran Band kesayangannya. Bahkan ia rela berpanas-panasan dengan terik matahari. Pasalnya ia sudah menunggu perhelatan musik tersebut sejak pukul 14.00, padahal pergelaran baru dimulai pukul 15.30.

"Wah senang banget saya bisa menonton secara langsung Kang Armand disini. Meskipun setiap tahun mereka manggung di Karawang, saya tidak bosan. Namun sangat disayangkan, di tengah pertunjukan sempat terjadi kericuhan. Seharusnya anak-anak Karawang belajar dewasa menonton pergelaran musik," ungkapnya yang mengaku warga Klari. (psn)

MANG RAKA


JAMINAN ANEH

Anggota DPRD Karawang yang dapat pinjaman dari Bank Jabar, katanya harus dapat jaminan bebas PAW dari parpolnya.

MANG RAKA:
Mestinya dilengkapi jaminan tidak akan melakukan penyelewengan....

Dewan Yang Pinjam Duit Bank Jabar Dapat Jaminan Tidak Terkena PAW?

KARAWANG, RAKA – Bagi anggota DPRD yang telah mencairkan dana pinjaman dari Bank Jabar Banten cabang Karawang, dikabarkan, bukan hanya sekedar cukup menjaminkan SK. Tapi juga mereka harus melengkapi surat pernyataan jaminan dari pengurus parpolnya bahwa mereka tidak akan direcall selama 5 tahun. Surat jaminan itu, menurut informasi yang diperoleh RAKA, telah dikeluarkan masing-masing parpol bersangkutan.

“Itu memang sudah jadi persyaratan yang diminta Bank Jabar sebagai pemberi kredit. Bagi yang pinjam Rp 100 jutaan hanya melampirkan SK dan surat jaminan dari parpol pengusung para anggota dewan itu. Karena diminta sebagai persyaratan, ya akhirnya surat pernyataan jaminan tidak di PAW (pergantian antar waktu -red) dikeluarkan parpol. Kalau tidak, kan mereka tidak bisa mencairkan pinjamannya?” ungkap sumber RAKA yang pengurus salah satu parpol sambil meminta identitasnya dirahasiakan.

Ketika ditanya, apakah surat jaminan setiap parpol itu bisa dipegang konsistensinya? Sementara dunia politik selalu berhadapan dengan berbagai perubahan tanpa mengenal waktu maupun orang yang dibidiknya. “Itu mah dinamika politik yang harus diterima dewan dalam keadaan apapun. Saya juga sulit menjamin kalau surat jaminan tidak PAW selama 5 tahun benar-benar dapat dipatuhi. Ini dunia politik bung. Tak ada kawan dan lawan abadi, kecuali kepentingan abadi,” ujarnya diplomatis.

Di tempat terpisah, Kabag Umum Setwan, H.A Suroto, SE,sempat mengatakan, surat jaminan bagi anggota DPRD periode 2009-2014 yang mengajukan pinjaman uang ke Bank Jabar Banten cabang Karawang bukan hanya sebatas SK. Surat lain yang dianggap pihak bank bersangkutan cukup penting adalah jaminan tidak terkena recall bagi anggota dewan bersangkutan. Surat jaminan tersebut, menurutnya, harus langsung dikeluarkan pengurus parpol di tingkat kabupaten.

“Yang pinjam uang maksimal sampai Rp 100 jutaan yang saya tahu tidak dimintai agunan lain, selain SK dan surat jaminan tidak terkena PAW selama 5 tahun. Semua persyaratan sudah dilengkapi. Makanya yang pinjam duit sebesar itu banyak yang sudah turun. Jadi tidak perlu agunan lain. Saya tidak tahu kalau pihak bank dianggap begitu mudah mencairkan pinjaman itu. Soal itu saya tidak mau berkomentar,” ungkap Suroto saat bertemu RAKA di acara buka puasa bersama pengurus DPD KNPI di gedung Graha Pemuda, Sabtu (12/9) petang.

Sementara di kalangan aktivis KNPI sendiri banyak yang berpendapat, kalau memang benar pihak Bank Jabar Banten cabang Karawang berani mengeluarkan uang pinjaman kepada anggota DPRD hanya dengan agunan SK dan surat jaminan dari pengurus parpol, terlalu berani berspekulasi. Hemat mereka, jabatan di dunia politik seperti di lembaga legislatif selalu rawan ancaman PAW.

Sayangnya, upaya RAKA untuk bisa memperoleh tanggapan dari para pengurus parpol yang memiliki kursi di DPRD Karawang ini, menemui kesulitan. Beberapa orang yang sempat dihubungi via ponselnya tidak ada yang mengangkat. Kalau pun berhasil menemui pengurus salah satu parpol terbesar, ia menolak berkomentar tanpa alasan jelas. Bahkan ia pun sampai berpesan berkali-kali agar namanya tidak disebut-sebut dalam pemberitaan ini. “Terus terang saya tidak mau nanti komentar saya dipahami lain,” tandasnya. (vins)

Anggota Densus 88 Tak Bisa Mudik, Siaga Noordin Di Malam Takbiran

JAKARTA,RAKA- Dimana buron teroris Noordin M Top merayakan Idul Fitri ? Pertanyaan itu yang menghantui para anggota korps berlambang burung hantu Detasemen Khusus 88. Selama juru teror kelahiran Kluang, Johor Bahru, Malaysia itu belum tertangkap, anggota Densus 88 juga harus berlebaran di medan operasi.

"Tidak ada istilah mudik bagi anggota (Densus)," ujar sumber Jawa Pos di lingkungan anti teror kepolisian. Bahkan, di suasana hiruk pikuk jelang perayaan Idul Fitri selama sepekan ke depan, tugas para pemburu teroris itu makin berat. "Mobilitas buron akan tersamarkan dengan arus mudik, jadi ini kesempatan mereka untuk berpindah dari lokasi persembunyian," tambahnya.

Hal itu bisa bermakna ganda bagi para pemburu teroris. "Mereka keluar dan tertangkap, atau mereka keluar dan hilang jejaknya semakin jauh," kata sumber itu. Karena itu, mulai H-10 Idul Fitri, di setiap Polda ada piket khusus bagi anggota Detasemen 88. "24 jam, jadi malam hari sitem shift," katanya.

Sedangkan anggota yang masih melakukan penyamaran di lapangan, tetap tidak mendapat dispensasi untuk pulang kampung menemui keluarganya. "Sejak awal bergabung ( jadi anggota Densus 88) sudah tahu konsekuensinya," kata perwira menengah itu. Perkembangan terbaru pengejaran kelompok Noordin sekarang diduga berpencar.

"Karena itu, tim juga terpisah,"katanya menolak detail lokasi spesifik pengejaran. Selain Noordin, polisi juga mengejar Syaifuddin Zuhri alias Saefuddin Jaelani, Muhammad Syahrir, Mistam Hisamudin alias Ario Sudarso dan Bagus Budi Pranoto alias Urwah. Masing-masing dari mereka mempunyai keahlian khusus.

Syahrir misalnya, ahli penerbangan. Kapolri secara terbuka dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR beberpa waktu lalu, mengakui ada plot teror di dunia penerbangan. Mistan alias Ario Sudarso lebih hebat lagi, dia merupakan peracik bom yang dimentori langsung oleh Dr Azahari. Kemampuannya merakit itu pernah dia tularkan kepada kelompok Palembang, yang sudah diringkus polisi Juli 2008.

Lolos dari penggeberegan Palembang, Ario yang juga punya nama lain Aji itu bergerak ke Cilacap. Dia bersembunyi dibawah perlindungan Baridin, pria alumni kamp Al Qaidah Afghanistan yang diyakini sebagai mertua terakhir Noordin. Operasi JW Marriott dan Ritz Carlton adalah bom hasil ciptaan Mistam yang menjalani masa kecil di Purbalingga, Jawa Tengah itu.

Secara terpisah, di berbagai kota besar kemarin Polri melaksanakan upacara Gelar Operasi Ketupat 2009. Di Jakarta, apel dipimpin Deputi Operasi Kapolri Irjen YS Wenas di lapangan lalu lintas Polda Metro Jaya. "Tingkatkan kewaspadaan tehadap kemungkinan terjadinya aksi teror yang memanfaatkan momen silaturahmi maupun aktivitas masyarakat lainnya,"kata Wenas pada amanatnya.

Peningkatan kewaspadaan terhadap aksi terorisme juga dilakukan di jalur-jalur kereta api. "Laksanakan patroli pada lintasan jalur KA guna mengantisipasi setiap bentuk aksi terorisme maupun pencurian terhadap perlengkapan jalur KA,"tegasnya.

Selain itu, Wenas menekankan seluruh jajarannya agar melakukan deteksi dini melalui peran intelijen. "Lakukan kerjasama dengan komuniti intelijen lainnya untuk mendeteksi berbagai fenomena yang berkembang dalam masyarakat,"ujarnya.

Wenas juga mengamanatkan kepada anggotanya agar melaksanakan penggelaran kekuatan dengan tepat di setiap titik-titik rawan. Wenas juga mengimbau jajarannya agar mewaspadai dan mengantisipasi aksi tawuran antar warga "Sweeping atau razia tempat hiburan secara ilegal, sweeping terhadap warga negara tertentu serta penyelewengan distribusi BBM, penimbunan sembako, maupun jual beli petasan dan mercon,"katanya.

Secara terpisah, pengamat intelijen Wawan Purwanto menilai peluang teroris beraksi di hari Idul Fitri cukup besar. "Saya sampaikan kepada pemuka agama dan keamanan, terhadap sejarah masa lalu yang bisa saja terulang," ujarnya

Wawan menuturkan, indikasi tersebut semakin kuat. Saat ini keadaan mulai memanas, perkelahian antarkampung semakin sering. Juga perkelahian antarwarga dan antarkampus. Dikatakannya, selain daerah konflik, Jakarta, berpotensi terkena aksi terorisme. Hal itu terlihat dari benturan-benturan yang mulai disulut. "Jakarta sudah pernah di-test cased tapi susah, sekarang setting-annya dirubah menjadi benturan antar pemuda,"katanya.

Menurut Wawan, yang melakukan aksi terorisme tersebut adalah kelompok yang memiliki kepentingan. Mereka sengaja memanfaatkan Idul Fitri, karena Idul Fitri sebagai hari raya. Idul Fitri memiliki momentum besar untuk melakukan aksi terorisme. "Hari raya itu momentum bagus, makanya ada juga bom natal," ujarnya. (jpnn)

Soal Uang Lembur, Pemkab Karawang Sudah Siap

KARAWANG, RAKA – Pemberian uang jasa lembur bagi PNS di lingkungan Pemkab Karawang sudah sejak lama diatur melalui surat edaran bupati. Di surat edaran itu diatur secara rinci mengenai kriteria jam lembur khusus PNS. Selain harus jelas apa yang dikerjakan pegawai bersangkutan, juga jenis pekerjaannya mesti terurai lengkap.

Hal ini dikatakan Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Sabur Kartayasa, saat dihubungi RAKA, Minggu (13/9) siang. “Sebenarnya adanya jam lembur bagi PNS karena setiap orang punya kemampuan terbatas. Per hari hanya ditentukan antara 3 sampai 4 jam. Khusus selama libur panjang lebaran bagi dinas tertentu, seperti Dinas Perhubungan maupun Dinas Kesehatan pada dokter jaga, saya mesti lihat dulu ketentuannya. Yang jelas, jasa lembur tidak dikeluarkan asal-asalan,” ungkap Sabur.

Mengenai tugas maupun penghitungan jam lemburnya, tandas Sabur, dikeluarkan dinas bersangkutan melalui surat perintah kepada pegawai tersebut. “Jenis pekerjaan yang tergolong over loaded ketika jam hari kerja biasa. Kalau soal angka pemberian uang jasa lemburnya belum tentu sama dengan apa yang dikeluarkan pusat. Tapi saya belum bisa banyak memberikan penjelasan. Soalnya surat edaran bupati mengenai hal ini ada di kantor. Besok saja ya,” ujarnya. Ditambahkan Sekretaris DPPKAD,Setya Dharma, soal persentase yang diatur Keputusan Menteri Keuangan No.125/PMK.05/2009 tentang pemberian uang lembur bagi PNS adalah sebesar 200 persen, tidak dipahami dari gaji pokok.

Tapi persentase itu, menurutnya, didasarkan pada standar lembur. Angka per jam-nya pun, Setya menyebut, tergantung golongan dari PNS berangkutan. “Yang ikut kerja lembur dihitung berdasarkan jam maupun golongannya. Semua ada standar uang jasanya,” tutur Setya. Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Asep Hidayat Lukman, MM, mengaku tidak memberlakukan jam lembur bagi PNS di lingkungan dinasnya yang tetap ditugaskan piket selama arus mudik, hari lebaran, hingga arus balik berlangsung.

Kebutuhan operasional pegawainya, terutama dokter jaga, perawat, maupun petugas administrasi, selama tugas piket dianggarkan melalui kegiatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan -red). Di sini, kata dr. Asep, mereka diperbantukan. “Petugas piket jaga di Pos Kesehatan, di RSUD, hingga Puskemas, tidak tergolong pada hitungan jam lembur. Kalau itu dihitung mah terlalu besar uang yang harus kita keluarkan. Apalagi budget ke arah itu belum ada. Kita mah menggunakan program P3K yang secara rutin berlangsung tiap tahun.

Tugas jaga kita berlakukan shift. Ini demi kemanusiaan sebagai tanggungjawab abdi negara terhadap keselamatan anak bangsa. Mereka hanya kita kasih uang bensin dan uang transport saja,” tegas dr. Asep tanpa menyebut nilainya. Sayangnya, ketika RAKA mau mencoba mengorek penjelasan Dinas Perhubungan terkait dengan tugas berat aparaturnya disaat pegawai di dinas/instansi lain libur panjang lebaran, Plt Kepala Dinasnya, Miftah Zaini, sulit dihubungi, ponselnya selalu bernada mail box ketika dikontak, Minggu (13/9) sore.

Sebelumnya diberitakan RAKA bahwa bagi PNS yang harus bekerja di hari libur akan mendapatkan uang jasa lembur sebesar 200 persen dari uang lembur di hari biasa. Kenaikan uang lembur itu diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan No.125/PMK.05/2009 tentang pemberian uang lembur bagi PNS pada 1 Januari 2009 lalu. Uang ini dibayarkan dalam batas pagu anggaran yang tersedia dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) satuan kerja masing-masing. (vins)

Jelang Pilkada Karawang 2010, Beberapa Tokoh Mulai Unjuk Gigi

TELUKJAMBE, RAKA - Jelang Pilkada Karawang 2010, perhelatan politik di bumi Pangkal Perjuangan ini mulai menghangat. Beberapa orang tokoh yang disebut-sebut bakal ikut nimbrung mencalonkan diri menjadi calon bupati maupun wakil bupati sudah terlihat menampakan diri. Kendati di antara pergerakan yang dilakukannya dengan mendirikan LSM. Bisa jadi sambil mengukur bagaimana menjaring peluang massa melalui pencarian isu-isu menarik yang bakal dijual buat Karawang.

Seperti yang dilakukan sosok mantan calon anggota DPR RI dari Partai Patriot, Engkus Kusnaya. Minggu (12/9) sore, ia menjadi tokoh sentral sebagai penggagas kelahiran LSM Tong Hilap Center di aula Masjid Puri Telukjambe. Ada 10 orang yang dikukuhkan menjadi pengurus, ditambah 30 orang lainnya sebagai koordinator kecamatan (korcam). Sambil memberikan santunan kepada 300 orang anak yatim, Engkus bersama LSM ini mendeklarasikan diri sebagai kekuatan kelompok masyarakat yang bergerak di bidang pengkajian tentang Karawang kedepan.

"Deklarasi Tong Hilap Center tidak ada kaitannya dengan niatan saya untuk menjadi calon bupati atau wakil bupati Karawang di Pilkada 2010. Kita tidak bicara itu dulu, terlalu dini. Fokus garapan sekarang adalah bagaimana melakukan pengkajian tentang Karawang kini dan yang akan datang. Hasilnya kita rumuskan bersama. Soal kedepannya, tergantung nanti. Lihat saja lah. Di sini pun kita mengundang banyak orang, termasuk ada tokoh penting seperti Kiki Syahnakri. Kebetulan beliau masih kerabat saya," kilah Engkus.

Terlihat memang saat deklarasi berlangsung hadir pula H. Ade Swara, mantan calon bupati pada Pilkada Karawang 2005. Kini nama pengusaha sukses pemilik sarang burung walet warga Cilamaya ini sudah diramaikan bakal turut kembali ambil bagian pada bursa pencalonan orang nomor satu dan dua di lumbung padinya Jawa Barat ini, tahun depan. Ia hadir bersama istrinya, Hj. Nurlatifah. Sayang karena waktun mepet dengan shalat maghrib, RAKA tidak sempat melakukan wawancara dengannya.

Selain itu, beberapa orang aktivis dari berbagai partai politik terlihat pula ikut hadir. Hanya saja, di antara mereka rata-rata mengaku berada di tempat itu sekedar memenuhi undangan tuan rumah. "Kami hadir di sini kebetulan diundang. Soal muatan acara ke kepentingan politik, kami tidak melihat dari sisi itu. Wajar saja di era demokratisasi seperti sekarang. Masalah dukung mendukung, jelas bukan hal mudah. Tahu sendiri akang bagaimana di Karawang ini," ucapnya sambil meminta jatidirinya tidak ditulis.

Dalam kesempatan yang sama, Kiki Syahnakri malah berpesan agar siapa pun yang memiliki keinginan untuk bertarung pada Pilkada Karawang 2010 tidak sekedar mengedepankan ambisi kekuasaan. Yang terpenting bagi Karawang masih membutuhkan sosok pemimpin yang lebih mementingkan kepentingan Karawang itu sendiri. Apa yang telah dilakukan kini oleh Dadang S. Muchtar harus bisa dilanjutkan. Kalau bisa, tandas dia, kedepan harus lebih baik dari apa yang dihasilkan sekarang. Kalau sampai mundur, berarti sebuah prestasi buruk.

"Saya memang belum memahami secara utuh bagaimana Karawang sekarang. Tapi dari berbagai media yang saya baca, sudah sangat bagus. Makanya untuk sosok pemimpin kedepan butuh orang-orang yang benar-benar mumpuni. Tidak sekedar asal. Jujur saja, gaya kepemimpinan Dadang S. Muchtar sudah luar biasa. Kalau ditanya siapa yang layak menggantikannya nanti, waduh saya belum berani angkat bicara deh. Yang penting saya berpesan, kursi bupati di Pilkada 2010 harus benar-benar diisi sosok brilian. Bisa makin mengangkat SDM Karawang hingga mampu membuka akses lapangan pekerjaan bagi warganya. Itu saja," tandas Kiki. (vins)

PD Libatkan Siswa SD di Kecamatan Ciampel dan Karawang Timur

Siswa SDN siap-siap melakukan penghijaun di sekolah.

KARAWANG,RAKA- Demi menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah terjadinya pemanasan global PT. Pindodeli Pulp and Paper Mills (PD) melibatkan siswa-siswa SD untuk menanam berbagai tanaman baik produksi maupun tanaman keras lainnya. Hal ini dilakukan agar siswa lebih memahami arti pentingnya melestarikan lingkungan hidup.

Pernyataan ini disampaikan General Affair PT Pindodeli Adil Teguh. Menurutnya, sosialisasi pentingnya melestarikan lingkungan terhadap siswa SD dengan budaya menanam pohon diharapkan mampu mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. "Menanam pohon di sekitar sekolah berarti akan membuat suhu udara di lingkungan sekolah menjadi sejuk dan suasana belajar mengajar lebih nyaman," ujarnya. Hingga kini, kata Adil, pihaknya sudah menanam 85 pohon di 17 SD yang tersebar di Kecamatan Ciampel dan Karawang Timur.

Bahkan, pihaknya dalam waktu dekat akan membagi-bagikan 500 pohon bibit tanaman buah-buahan dan 2000 batang tanaman keras kepada masyarakat di lingkungan pabrik PD 1 dan PD 2. "Kegiatan dilakukan untuk mengembangkan kemampuan masyarakat dalam bidang pengelolaan agrobisnis dengan prinisip simbiosis mutualisme baik itu dengan masyarakat petani sekitar dan dunia pendidikan sekitar PD 1 & PD 2 dan menjadikan PD menjadi tempat konservasi tumbuhan langka," harapnya.

Sedangkan untuk rehablitasi lahan kritis dan peningkatan produktifitas lahan tidur di Karawang, PD yang memiliki luas lahan 450 hektar dengan mempertimbangkan sistem tata ruang yang memadai, mulai dari perencanaan tata letak mill, infrastruktur, fasilitas umum dan tentunya ruang terbuka hijau. Maka, sambung dia, total lahan yang telah "dihijaukan" dengan memanam pohon eucalyptus di lingkungan pabrik luasnya 35 hektar. Penghijauan diluar pabrik yang meliputi Desa Kutanegara, Kutapohaci dan Mulyasejati) juga telah dilakukan dengan menanami pohon Sengon seluas 158,6 ha dan pohon Eucalyptus seluas 466,7 ha tanaman pohon Eucalyptus.

"Total areal yang sudah "dihijaukan 625.3 hektar dan, kegiatan ini terus berkesinambungan," tandasnya. Sementara itu, Doni Rusli dan Etin Rudiana staf humas PT PD mengatakan, selain melibatkan siswa SD dalam kegiatan lingkungan, pihaknya juga konsisten memberikan berbagai perlengkapan belajar untuk para siswa yang kurang mampu. Bantuan ini merupakan salah satu kepedulian PT PD dalam bidang pendidikan khususnya dalam program GNOTA. "Di lingkungan PD 1 digelar 2 kali setahun dan di lingkungan PD 2 sebanyak 6 kali setahun," ujar Etin.

Bahkan, PD yang bekerjasama dengan Eka Tjipta Foundation (ETF) juga memberikan beasiswa Tjipta Sarana Bangun Desa (TSBD) kepada masyarakat umum yang berpotensi tetapi mempunyai keterbatasan ekonomi untuk wilayah Karawang dan sekitarnya guna mengikuti jenjang pendidikan S1 di 30 Perguruan Tinggi mitra ETF. Setelah melalui seleksi, hingga saat ini sudah ada 8 warga Karawang yang mendapatkan beasiswa kuliah di IPB Bogor.

Kedelapan mahasiswa tersebut urai Etin, yakni; Fitria Dewi Kusuma, lulusan SMAN 5 Karawang -Tia Oktaviana, lulusan SMAN 5 Karawang.- Nindyta Agustina Siagian, lulusan SMAN 5 Karawang. Rian Triana, lulusan SMAN 1 Karawang- Ikhsan, lulusan SMAN 1 Karawang - Satriaji H, lulusan SMAN 1 Karawang - Anggara Hidayat, lulusan SMAN 1 Karawang dan Cucun Yuliana, lulusan SMAN 3 Karawang.

Dalam hal kesehatan, timpal Doni, Pindodeli juga tetap konsisten memberikan pelayanan terhadap masyarakat sekitar pabrik. Ada 8 di lingkungan PD 1 yang rutin mendapatkan layanan kesehatan setiap bulan dan 4 dusun di lingkungan PD 2."Lokasi-lokasi tersebut dikunjungi tim medis Pindodeli secara bergantian," ucapnya. (ops)

Aktifitas Mudik di Simpang Tiga Jomin, Kotabaru

MULAI RAMAI: Aktifitas mudik sudah mulai tampak, Minggu (13/9). Kepadatan arus lalulintas sudah mulai terlihat di Simpang Tiga Jomin, Kotabaru. Sejumlah kendaraan pribadi sudah mulai mengalir di kawasan tersebut, namun demikian arus lalulintas masih cukup lancar. (asy)

Belajar Berdemokrasi Oleh Soni Yoman Nirwan Asal Desa Lemahabang


LEMAHABANG, RAKA - Kampus merupakan tempatnya belajar bagi para mahasiswa yang sedang mencari ilmu di perguruan tinggi. Belajar di sini, bukan hanya belajar mengenai mata kuliah yang sudah tercantum dalam kurikulum perkuliahan, melainkan belajar mengenai segala hal, termasuk belajar berorganisasi dan belajar berdemokrasi.

Organisasi merupakan bagian aktivitas yang tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan mahasiswa, karena akan ada perbedaan antara mahasiswa yang berorganisasi dengan hanya kuliah tidak diimbangi kegiatan organisasi. Hal tersebut dikatakan oleh Mahasiswa STIE Budi Pertiwi Soni Yoman Nirwan.

Menurutnya, organisasi dan demokrasi tidak bisa dipisahkan. Pasalnya, sistem yang sedang dibangun di Indonesia merupakan sistem demokrasi. Kampus, lanjutnya, merupakan salah satu miniatur sebuah negara, karena didalamnya terdapat pemerintahan, rakyat dan organsasi sebagai wadah untuk berekspresi dan menjadi alat untuk menyalurkan aspirasi.

Tapi dia menyayangkan, pembangunan organisasi di kampusnya belum betul-betul menjalankan nilai-nilai demokratis. "Kampus merupakan salah satu tempat mencari ilmu dan akan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Jika nilai demokratis tidak diterapkan dikampus bagaimana mau diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat," ungkapnya. Dalam menjalankan roda organisasi, lanjutnya, pengurus organisasi sering mengabaikan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Padahal AD/ART merupakan salah satu konsesus dan kumpulan aturan yang telah disepakati dan dijalankan oleh pengurus organisasi.

Jika aturan hukum tersebut tidak dijalankan, maka organisasi tersebut sudah melanggar kesepakatan yang telah disepakati oleh seluruh pengurus organisasi. "Tidak seharusnya pengurus organisasi mengabaikan AD/ART sebagai sumber hukum organisasi yang mesti dijalankan sebaik-baiknya," papar pria asal Desa Lemahabang Kecamatan Lemahabang ini. Soni menambahkan, terkadang dalam menjalankan roda organisasi di kampus, nilai-nilai demokrasi tidak dijalankan dengan baik. Misalnya, mahasiswa dikekang dan dibatasi ruang aktifitasnya tanpa alasan yang jelas.

Setiap kali akan mengadakan kegiatan keorganisasian di luar kampus harus sepengetahuan dari pengurus organisasi. Ini merupakan salah satu bentuk pembunuhan kreatifitas dan memasung kebebasan mahasiswa. Menurutnya, tindakan seperti itu tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang mahasiswa. Seharusnya organisasi yang ada di kampus menjadi alat untuk mengembangkan potensi mahasiswa. "Biarkan mahasiswa diberikan kebebasan untuk menentukan mana organisasi yang akan dipilihnya. Jangan sampai ada paksaan dalam menentukannya," tuturnya.

Mahasiswa semester 3 jurusan ekonomi pembangunan ini menambahkan, terkadang di kampus juga antar organisasi selalu terjadi persaingan yang tidak sehat. Sehinggu menimbulkan konflik antar mahasiswa itu sendiri. Sinergitas antara organisasi kemahasiswaan harus dibangun. Cari persamaan yang ada antar organisasi tersebut, sehingga cita-cita demokrasi bisa tercapai. "Setiap organisasi pastinya memilki ideologi berbeda dan ini yang sulit disatukan. Kemajemukan merupakan sebuah rahmat, untuk itu kita tidak bisa mencegahnya. Kita harus mengelolanya agar menjadi bermanfaat," pungkasnya. (asy)

Kecelakaan Lalulintas di Jalan Raya Karawang-Cikampek

DIEVAKUASI: Kontainer nahas sedang dievakuasi.

PURWASARI, RAKA - Sebuah mobil kontainer dengan nomor polisi H 1926 ES yang melaju dari arah barat menuju arah timur dengan kecepatan yang cukup tinggi di Jalan Raya Karawang-Cikampek tepatnya di Desa Purwasari, Minggu (13/9) siang, naik ke atas trotoar.
Mobil tersebut menaiki pembatas jalan dan nyangkut di trotoar di jalur yang besebrangan. Untungnya, dari jalur yang berlawanan tidak ada kendaraan yang melintas, sehingga kecelakaan tersebut tidak menimbulkan korban.

Menurut warga setempat, Ujang (30) mobil kontainer melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi. Mobil tersebut menghindari tabrakan dengan motor yang ada di depannya, sehingga membanting stir ke arah kanan dan menaiki pembatas jalan hingga nyangkut di trotoar di jalur yang bersebrangan. Diduga, sopir kontainer tersebut sedang lengah, ketika sadar ada motor di depannya dan langsung membangting stir. "Mobil datang dari arah Karawang, kemungkinan sopirnya sedang ngantuk atau lengah, ketika sadar di depannya ada motor, untuk menghindari tabrakan dia langsung membanting stir ke kanan," tuturnya kepada RAKA.

Lebih lanjut dia menuturkan, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Dengan bantuan alat berat, mobil yang tersangkut di trotoar tersebut baru bisa terangkat sekitar pukul 14.45 WIB. Menurutnya, untungnya dari arah yang berlawanan tidak ada kendaraan yang melintas. Jika ada, diperkirakan tabrakan tidak bisa dihindarkan, karena kecepatannya cukup tinggi. Dia tidak melihat bekas rem dijalan. "Kemungkinan sopir tidak mengerem mobilnya, soalnya tidak ada bekas rem di aspal. Mobil langsung menerobos pembatas jalan dan nyangkut di trotoar dengan posisi sempurna," ungkapnya.

Ujang menambahkan, kejadian tersebut menyedot perhatian warga sekitar. Warga berbondong-bondong ke luar rumahnya masing-masing guna melihat secara langsung kejadian tersebut. Warga cukup takjub dengan kejadian tersebut, pasalnya mobil tersebut bisa tepat berada di trotoar tanpa terbalik dan tidak merusak pembatas jalan maupun trotoar yang ada. "Warga keheranan dan cukup salut pada sopir kontainer karena bisa mengkondisikan mobil sedemikian rupa sehingga tidak terguling dengn posisi sejajar," pungkasnya.

Sementara itu, petugas kepolisian yang meninjau kejadian tersebut, Iyep Saepul mengatakan, dia menduga sopir mengantuk ketika mengendarai mobilnya. Sehingga dia keluar jalur dan menaiki pembatas jalan hingga tersangkut di atas trotoar. Dia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Soalnya mobil tidak bertabrakan dengan kendaraan lainnya, walaupun mobil tersebut menyebrang ke jalur lain. "Untungnya tidak ada kendaraan lain di sebrang jalan, sehingga tidak menimbulkan korban, juga tidak mengganggu arus lalulintas. Mobil baru terangkat setelah ada bantuan alat berat," paparnya. (asy)

Sebulan, Bayi di Rumah Sakit, Warga Kampung Poponcol Tak Mampu Biayai Persalinan

KOTABARU, RAKA - Eneng Yudinengsih, warga yang tinggal di Kampung Poponcol RT 06/10 Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, sudah satu bulan ini belum bisa keluar dari Rumah Sakit Aqma Kotabaru, Setelah dilakukan operasi caesar persalinannya.

Pasalnya, dia belum bisa melunasi biaya operasi tersebut yang mencapai Rp 7 jutaan. Karenanya, saat ini ia berharap ada uluran tangan dari para dermawan untuk membantu biaya persalinannya. Eneng mengaku sama sekali sudah tidak punya penghasilan untuk melunasi biaya rumah sakit. Pasalnya, suaminya saat ini sudah diberhentikan dari pekerjaannya. Kenyataan pahit tersebut dikatakannya saat ditemui RAKA, Minggu (13/9) siang. Eneng melanjutkan, sebetulnya pihak rumah sakit tidak menekan dirinya untuk segera melunasi biaya persalinan tersebut.

Kini, katanya, pihak rumah sakit masih memperbolehkannya tetap tinggal di rumah sakit walaupun telah habis masa jatuh tempo pembayaran biaya persalinannya. Bahkan hampir seluruh staf maupun susternya ikut membantunya hingga saat ini. Ia pun kini disarankan pihak rumah sakit untuk membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Dia pun melaksanakan saran pihak rumah sakit tersebut. "Tapi hampir dua minggu hingga sekarang SKTM belum keluar karena pembuatan KTP dan KK belum selesai dilakukan," paparnya.

Menurutnya, pihak rumah sakit hanya tinggal menunggu kelarnya pembuatan SKTM, jika surat tersebut selesai, dia bisa diperberbolehkan pulang. Saat ini, jelasnya, dia telah menyerahkan pengurusan pembuatan KTP dan KK kepada RT di salah satu desa di Kecamatan Kotabaru. Dia mengharapkan, pembuatan SKTM tersebut bisa segera selesai. Saat ini dia kebingungan untuk mencari biaya hidup sehari-hari, pasalnya di Karawang dia tidak memiliki saudara. Dia berada di Karawang kurang lebih baru tiga bulan. Saat ini anaknya sudah tidak mau meminum ASI lagi, sehingga dia harus membeli susu formula.

"Boro-boro untuk biaya rumah sakit untuk biaya hidup sehari-hari juga sulit. Ada untuk makan, tidak ada untuk beli susu. Saya berharap ada dermawan yang dapat membantu meringankan beban hidup saya," harapnya lirih. Sementara itu, suami Eneng, Tasroni (42) mengatakan, dia suduh tidak bekerja lagi setelah diberhentikan oleh majikannya karena terlalu banyak bolos kerja karena sibuk mencari biaya dan menemani istrinya di rumah sakit. Dia bolak-balik ke Jawa dan Bandung meminta bantuan saudaranya untuk biaya persalinan tersebut, tapi hasilnya nihil.

Saat ini menjelang lebaran sehingga semua orang banyak kebutuhan. Dia juga pernah meminta bantuan bosnya, tapi tidak dikasih. "Sekarang saya bingung untuk membiaya kehiduoan anak dan istri saya, soalnya sudah tidak punya pekerjaan lagi. Ihtiar sudah maksimal saya lakukan," papar pria yang pernah menjadi sopir ini. Dia melanjutkan, mengenai pelayanan di rumah sakit menurutnya tidak ada masalah. Dia menilai pelayanan rumah sakit memadai. Walaupu belum melunasi biaya operasi, dia msih diizinkan tinggal di rumah sakit.

Untuk mempercepat keluar dari rumah sakit, dia harus segera menyelesaikan SKTM. Dia sudah tidak mempunyai biaya untuk mengurusi surat tersebut. "Inginnya sebelum lebaran sudah bisa keluar dari rumah sakit dan ingin merayakan lebaran di rumah. Saya berharap ada dermawan yang ingin membantu menyelesaikan masalah yang saya alami saat ini," harapnya. Sayangnya, saat RAKA mengunjungi rumah sakit tersebut tak dapat menjumpai pimpinan rumah sakit tersebut lantaran hari libur. (asy)

Ansor Banyusari Bantu Dhuafa

DAPAT BANTUAN: Sejumlah warga tidak mampu mendapatkan bantuan.

BANYUSARI, RAKA - Memasuki hari-hari terakhir bulan Ramadhan, Pengurus Anak Cabang (PAC) GP Ansor Banyusari, Sabtu (12/9) siang, memberikan bingkisan sembako dan pakaian bekas serta uang tunai kepada fakir miskin yang ada di daerah tersebut.

Hal tersebut dilakukan dalam rangka menjalankan program kerja PAC Ansor Banyusari pada Ramadhan kali ini. Selain itu, saat ini masih banyak masyarakat yang masih membutuhkan bantuan, terutama dalam masalah sandang dan pangan. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua PAC Ansor Banyusari Drs Yaskur saat ditemui RAKA setelah pemberian bantuan tersebut.

Dia melanjutkan, jumlah bantuan yang diberikan untuk sebanyak 45 orang. Terdiri dari 15 laki-laki, 20 perempuan dan 10 anak yatim. Bantuan yang diberikan berupa pakaian laki-laki, pakaian perempuan, beras dan uang tunai. Bantuan tersebut dibagikan di tiga desa di Banyusari, yakni Desa Banyuasih, Jayamukti dan Gembongan. Dia tidak bisa menjangkau semua orang yang tidak mampu di daerahnya. "Karena keterbatasan bantuan, kami hanya memilih tiga desa tersebut untuk diberikan bantuan. Mungkin kalau bantuan mencukupi kami ingin menjangkau lebih luas," paparnya.

Jenis bantuan tersebut, lanjutnya, berasal dari anggota Ansor sendiri. Zakat fitrah anggota Ansor dikumpulkan oleh PAC Ansor, setelah itu didistribusikan oleh PAC itu sendiri dan donatur lainnya yang tidak mengikat. Hal tersebut dilakukannya untuk memberdayakan organisasi. Menurutnya tidak ada larangan zakat fitrah dikelola oleh siapa pun, yang terpenting didistribusikannya pada orang yang tepat yang benar-benar menjadi mustahik zakat. "Kegiatan ini baru dilakukan tahun ini, soalnya PAC Ansor Banyusari baru berdiri satu tahun. Insya Allah akan tetap dijalankan pada tahun-tahun mendatang," tuturnya.

Yaskur menambahkan, sebetulnya dia ingin memberikan bantuan jauh lebih besar dari yang diberikan saat ini. Tapi karena keterbatasan sumber dana, dia hanya bisa memberikan bantuan seadanya. Tapi walaupun demikian, bantuan tersebut tidak mengurangi keikhlasannya dalam meberikan bantuan. "Tadinya kami ingin memberikan bantuan lebih besar, tapi anggaran yang ada tidak mencukupi. Mudah-mudahan pada tahun mendatang, bantuan bisa diberikan jauh lebih besar dengan persiapan yang lebih matang," tuturnya lagi.

Dilanjutkannya, kegiatan ini, sekaligus juga sebagai bentuk kepedulian Ansor terhadap masyarakat yang kurang mampu dan juga untuk mensosialisasikan organisasi itu sendiri. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang masih hidup dalam garis kemiskinan dan perlu mendapatkan uluran tangan. Ini sebagai upaya yang dilakukannya untuk membantu masyarakat tersebut, bila memungkinkan pihaknya akan melakukan kegiatan yang lebih kongkrit. "Kegiatan ini tidak akan sampai di sini, tetapi akan terus berkelanjutan karena telah ditetapkan menjadi program organisasi," ungkapnya. (asy)

Jembatan Portal Dengklok Disoal

MACET TOTAL: Proyek perbaikan jembatan portal Rengasdengklok baru digarap namun arus lalu lintas disekitar ruas jalan jembatan itu langsung macet. ironisnya, tak satu pun petugas yng berjaga. baik dari pelaksana proyek maupun aparat terkait.

RENGASDENGKLOK, RAKA - Proyek perbaikan jembatan portal Pasar Rengasdengklok Karawang di soal. Selain dinilai salah waktu, perbaikan malah diprediksi bakal menyebabkan kondisi macet yang lebih parah.

"Seharusnya jangan mendesak seperti ini dong. Kalau mau dikerjakan juga lebih baik malam hari saat pengunjung pasar tidak sebanyak siang hari, "kata Deden (29) warga Desa Kertaraharja,Kecamatan Pedes, kepada RAKA saat terjebak macet disekitar lingkungan jembatan. Komentar Deden bukan berarti tidak setuju dengan adanya perbaikan tersebut. Hanya saja, pengerjaan proyek tersebut dinilainya terkesan seperti kejar setoran.

"Bagaimana kalau perbaikannya tak rampung dalam H-3 lebaran. Bisa dibayangkan kemacetan yang terjadi dilokasi ini. Seharusnya perbaikan bisa diperhatikan juga dari aspek waktunya. Apalagi, Pasar Dengklok tidak dalam waktu lebaran saja kerap dilanda kemacetan bagaimana pada masa lebaran nanti,"sesalnya. Pengunjung pasar lainnya, Ilham (29), warga Desa Payungsari Kecamatan Pedes, Karawang mengatakan hal senada. Kata Ilham, perbaikan jembatan alangkah baiknya tidak dilakukan sebelum masa Lebaran.

"Kenapa pas mau waktu Lebaran baru dikerjakan. Semua kan tahu daerah ini rawan macet,"katanya. Akung (30) yang mengaku warga setempat, menyebutkan tak tahu menahu ihwal perbaikan jembatan tersebut. Tiba-tiba saja, sambung dia, banyak pekerja dan bahan materil yang diturunkan disekitar lokasi jembatan pada Minggu (13/9) siang kemarin. "Wah, mana saya tahu mas.Yang saya lihat mereka datang sebelum siang dan langsung melakukan pekerjaan, "ujar Akung. Sebagai catatan, wilayah jembatan tersebut memang merupakan wilayah langganan macet.

Selain dikarenakan lapak-lapak pedagang yang mangkal dipinggiran jalan kendaraan umum dan ojek yang ngetem sembarangan diduga menjadi penyebabnya. Ironisnya, jalan vital ini justru jarang diawasi petugas. Akibat pengerjaan proyek tersebut, satu badan jalan jembatan lintas kecamatan tersebut sementara diputus. Pasalnya, pengerjaan proyek dilakukan persis diatas jembatan. Satu-satunya akses lewat masyarakat Kecamatan Kutawaluya, Pedes dan sekitarnya ini sampai berita ini dibuat belum diketahui kapan bisa digunakan kembali. (get)

Petugas WOM Finance Nyaris Dibakar Warga Kecamatan Kutawaluya

SEKARAT: Petugas WOM Finance ditemukan petugas dalam kondisi sekarat setelah dikormas warga karena dinilai merampas motor warga.

KUTAWALUYA, RAKA - Satu dari enam pelaku perampas sepeda motor yang mengaku sebagai anggota WOM Finance nyaris tewas dimassa ratusan warga Desa Sindang Mulya, Kecamatan Kutawaluya. Bahkan, dalam kondisi sekarat korban hampir dibakar sebelum ditelanjangi dan dibuang ke sawah tak jauh dari lokasi kejadian. Sementara empat lainnya berhasil kabur dan seorang lagi dalam keadaan luka berat.

Diperoleh keterangan, peristiwa yang terjadi pada Sabtu lalu bermula ketika korban warga Dusun Rawabambu, Desa Sindangmulya, Kecamatan Kutawaluya yang identitasnya tengah ditelusuri pihak kepolisian setempat, dicegat pelaku berinisial Am (50), warga Dusun Pacing, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, disekitar Jalan Jembatan Arga Dusun Ciampel. Saat itu, pelaku bermaksud mengambil sepeda motor milik warga dengan alasan tunggakan kendaraan yang belum rampung.

Awalnya, warga yang dicegat pelaku meminta kebijaksanaan dengan mengiming-imingi pelaku siap membayar sejumlah tunggakan kendaraannya setelah diperbolehkan pulang tanpa membawa kendaraannya. Namun apes bagi Am dan rekan-rekannya. Uang yang mereka tunggu justru diganti korban dengan bogem mentah ratusan massa. Pasalnya, warga yang merasa dirampas kendaraannya selain diperas itu justru kembali datang dengan membawa ratusan warga dan langsung menghakimi para pelaku. Tak ayal, Am dan satu rekannya yang saat itu tertangkap setelah mencoba melarikan diri langsung dihakimi warga.

Usai menghakimi Am, warga yang merasa geram dengan ulah oknum-oknum perampas motor seperti Am, langsung melemparkannya ke tengah sawah dalam keadaan bugil selain terluka parah, setelah sebelumnya terdengar teriakan agar Am dibakar saja. "Bakar saja, biar kapok sekaligus memperingati oknum lainnya," teriak warga. Am sendiri berhasil diselamatkan setelah petugas menemukannya ditengah sawah. Oknum apes ini, kemudian dilarikan ke RSUD Karawang. Sementara, 4 anggota lainnya, berhasil kabur dan seorang lainnya luka berat.

Kegeraman masyarakat terhadap tindakan perampasan sepeda motor semakin terasa semenjak awal Ramadhan. Bahkan, puncak kemarahan warga ini seperti diluapkan melalui penganiayaan terhadap 6 oknum tersebut. Sebelumnya, aksi serupa pada anggota WOm Finance juga dilaporkan sempat terjadi di daerah Dusun cikangkung Desa Rengasdengklok Utara. Namun, rupanya, hal itu tidak membuat oknum-oknu tersebut lantas jera. Kapolsek Rengasdenglok Kabupaten Karawang, AKP Muji Harja, mengatakan, kejadian tersebut langsung dilimpahkan pihak Polres Karawang.(get)

Sri Siswa Kelas VI SDN 3 Medangasem, Kecamatan Jayakerta Yang Menderita Gondok


JAYAKERTA, RAKA - Sri Herdiana (12) siswa kelas VI SDN 3 Medangasem, Kecamatan Jayakerta menderita gondok sejak lahir, anak keempat dari lima bersaudara Dedi Suhaedi (48) warga RT 02/01, Dusun Cilogo, Desa Medangasem ini tumbuh besar dengan penyakitnya itu, Dedi berharap pemerintah dan dermawan mau mengobati putrinya, karena diketahui Dedi termasuk keluarga tidak mampu.

Selain menderita gondok, tak jarang penyakit Sri ini jadi olokan teman-temannya, namun begitu Sri tetap bersabar dan menunggu keajaiban agar penyakitnya ini sembuh dan bisa normal seperti temannya yang lain.

Kata Dedi, penyakit putrinya itu memang sudah terlihat pada lehernya sejak bayi. Namun, akibat tidak memiliki biaya akhirnya Sri tidak mendapatkan pengobatan intensif dari dokter, hingga akhirnya gondoknya itu semakin membesar seperti sekarang ini. "Tidak ada orang tua yang tidak sayang terhadap anaknya, tetapi apa daya, untuk bisa makan keluarga saja sulit," ujarnya dengan wajah bingung dan sedih.

Keluarga Sri berharap, pemerintah dan dermawan yang berhati mulia mau meringankan beban putrinya, mengingat kedua orang tua Sri hanya berprofesi buruh kasar tanpa penghasilan yang jelas. Bahkan, Dedi menginginkan penderitaan anaknya ini bisa dibantu para dermawan, seperti yang dialami Titin warga Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya, atas bantuan orang yang peduli, kini Titin mulai diobati sakit gondoknya di RS Hasan Sadikin Bandung dan tidak lama lagi Titin akan dioperasi gondok. (spn)

Liburan Lebaran Jangan Hura-Hura Oleh Kepala SMAN 1 Rengasdengklok


RENGASDENGKLOK, RAKA - Selama liburan menjelang lebaran, kita arahkan siswa untuk mengisinya dengan kegiatan positif, tidak hura-hura apalagi mengurangi makna puasa. Demikian kata Kepala SMAN 1 Rengasdengklok, Drs. H. Tarya Sukmana, kepada RAKA, Sabtu (12/9) siang.

Hal itu dikemukakannya disela pertemuan siswa dan guru menjelang liburan lebaran di masjid sekolah. Pada Sabtu kemarin, merupakan hari terakhir KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) SMAN 1 Rengasdengklok, libur sekolah hingga 30 September 2009 mendatang. Pada kesempatan itu, wakasek kesiswaan memaparkan pelanggaran-pelanggaran yang telah dilaksanakan siswa selama ini, hal itu untuk evaluasi sekaligus pemberitahuan langsung kepada siswa-siswa yang tidak disiplin.

Dijelaskan Tarya, minggu petama di Bulan Ramadhan 1430 Hijriyah ini, KBM SMAN 1 Rengasdengklok diisi Sanlat (Pesantren kilat), minggu kedua meed semester dan minggu ketiga dengan KBM biasa, sedangkan minggu keempatnya liburan lebaran. Pihak sekolah juga menghibau kepada siswanya yang akan mudik supaya berhati-hati di jalan, supaya bisa kembali ke sekolah di hari pertama usai lebaran untuk melakukan halal bi halal.

Sementara itu, Ketua Komite SMAN 1 Rengasdengklok, Suherlan berpesan kepada siswanya untuk tetap melakukan kegiatan positif selama di rumah mereka masing-masing, mengingat selama liburan ini sekolah tidak bisa mengawasi sekolah langsung. Dia juga meminta kepada orang tua untuk tetap mengarahkan putra-puteri mereka ke arah perilaku yang baik. (spn)

HUT Karawang Menggebrak Dunia Lewat Pendidikan

KARAWANG, RAKA – Pembenahan dunia pendidikan masih menjadi prioritas kebijakan Kabupaten Karawang, selain bidang lain seperti kesehatan, ekonomi kerakyatan, dan infrastruktur hingga pertanian. Keberhasilan menyelenggarakan sekolah gratis tingkat SD hingga SMP, mulai tahun ajaran 2009/2010, Pemkab melanjutkan kebijakannya ini dengan memperluas jangkauan subsidi pendidikan. Yakni, memberikan alokasi anggaran yang diperuntukan bagi subsidi dana sumbangan pendidikan (DSP) di tingkat SMA maupun SMK Negeri.

Kendati pemberian nominal subsidi tersebut belum sepenuhnya mencover seluruh kebutuhan siswa di kelas sekolah berbasis internasional yang mulai diterapkan di beberapa sekolah unggulan di wilayah Kabupaten Karawang. Namun jika dibaca secara menyeluruh, political will Pemkab di sini telah mengarah kepada apa yang sesungguhnya dibutuhkan masyarakatnya. Bagaimana pun hasil pembangunan hanya bisa diserap dengan baik bila kemampuan SDM warganya sudah di atas rata-rata.

Sedangkan problem pendidikan nasional kita, seperti sering diungkap Bupati Dadang S.Muchar, isu sentralnya terletak pada kondisi infrastruktur gedung sekolah yang pada umumnya rusak, serta kurang daya tampung. Termasuk problem klasik biaya pendidikan mahal Sehingga tidak aneh kalau pemerataan pendidikan belum sepenuhnya dapat dirasakan masyarakat, terutama dari keluarga miskin. Ditambah, kualitas guru maupun hasil didik terus mengalami penurunan setiap tahunnya.

Menyadari fakta demikian, keberhasilan Dadang S. Muchtar memperoleh kepercayaan masyarakat Kabupaten Karawang pada Pilkada 2005, atau pemilihan bupati pertama dipilih langsung oleh rakyat saat itu, tidak menyia-nyiakan waktu. Ia langsung menggebrak membuat terobosan bagaimana agar dunia pendidikan di daerah lumbung padinya Jawa Barat ini tidak tertinggal jauh. Minimal pemerataan pendidikan bagi usia sekolah dasar dapat tercapai. Sehingga program wajib belajar 9 tahun mampu terealisir dengan cepat.

Mengawali gebrakan di dunia pendidikan ini, terdapat 7 langkah kebijakan Pemkab dalam menuntaskan wajar dikdas 9 tahun tersebut. Yakni membuat 839 ruang kelas baru sejak tahun 2006 hingga 2008 dengan menghabiskan anggaran Rp 47,05 miliar. Selain itu, unit sekolah baru pun dibangunnya pula hingga menyelesaikan 12 unit dengan budget anggaran Rp 9,841 miliar. Guna menampung siswa lain yang belum terserap masuk sekolah hanya karena daya tampung kelas terbatas, bupati atas nama Pemkab mengambil langkah kebijakan membuka kelas double shift.

Hasilnya, tahun 2007 dbiuka di 16 sekolah dengan menampung 7.400 siswa. Selanjutnya di tahun 2008 sampai 18 sekolah hingga 8.000 siswa tergiring masuk sekolah. Belum lagi ditambah membuat kelas jauh di 3 SMP sampai 400 siswa. Tahun berikutnya, kelas jauh ini sudah menginduk ke SMP Negeri. Karena dari hasil evaluasi di lapangan masih tetap menyisakan problem, langlah lain yang diambil Pemkab dengan mencoba membuat SMP terbuka. Dari 72 SMP terbuka yang digarap, berhsil menampung 7.389 siswa.

Saking tetap banyaknya anak usia sekolah dasar hingga harus mengenyam pendidkan 9 tahun, upaya lain tetap digarap. Misalnya dengan membuat SMP satu atap. Sejak tahun 2006 hingga 2008 sampai 19 SMP satu atap dibuka. Dari sini terserap 2.128 siswa masuk di sekolah ini. Dan kebijakan lain yang masih tersiswa, Pemkab pun mencoba menggarap program kejar paket bagi siswa yang tidak lulus Ujian Nasional maupun yang sebelumnya tertinggal menuntaskan sekolahnya. Tahun 2009 ini saja, Paket B diberikan bagi 120 siswa per kecamatan. Anggaran kebutuhan disiapkan hingga Rp 3,06 miliar.

Secara umum, anggaran bagi penyelenggaraan pendidikan bagi Kabupaten Karawang telah memenuhi ketentuan seperti diatur dalam Undang-undang sistem pendidkan nasional. Bahkan sejak tahun anggaran 2006 lalu sudah melebihi angka minimal 20 persen. Pada APBD Perubahan 2009, dari total APBD Karawang sebesar Rp 1,3 triliun, pos bidang pendidikan dianggarkan Rp 131,3 miliar atau 24,04 persen. Bidang lain masih dibawahnya. Seperti bidang kesehatan diberikan anggaran Rp 85,4 miliar atau 15,64 persen.

Bidang pembangunan ekonomi kerakyatan Rp 47,3 miliar atau 8,67 persen. Hanya yang berada di atasnya adalah bidang infratruktur yang dipatok Rp 214,3 miliar atau 39,23 persen. Ini pun termasuk didalamnya rehab sisa bangunan sekolah yang belum tertuntaskan. Yang menarik, memasuki tahun anggaran 2009, Pemkab membuat pola pengembangan kualitas guru dan hasil didik tidak hanya sekedar memberikan bekal ilmu tambahan bagi setiap guru pada berbagai bidang ilmu secara umum.

Tapi juga sudah mencoba mengembangkan penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa resmi internasional. Pola yang digarap adalah Pola Simpatif (simpel-cepat-efektif) 32 jam. Untuk hal ini, Pemkab bekerjasama dengan kursus bahasa Inggris SPEC dalam program belajar bicara bahasa Inggris. Peserta dari kalangan guru 514 orang dengan biaya Rp 257 juta, dan siswa 50.410 orang yang dianggarkan Rp 630,1 juta. (vins)

Arus Mudik di Jalan By Pass Diperkirakan Hari Ini, Kepadatan Diprediksi Terjadi pada H-5

ON LINE: Memasuki H-7 setiap pos pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pengaturan (Pos Gatur) sudah dilengkapi personel Kepolisian (On Line). Tampak Personil Kepolisian Polres Karawang sedang berjaga di Pos Pam DPRD, Minggu (11/9) malam.

KARAWANG, RAKA - Arus mudik yang melintasi ruas Jalan By Pass rencananya akan dibelokan menuju jalur alternatif. Namun, hal itu juga tergantung dari kepadatan arus lalu lintas di daerah Jomin, Cikampek. Hingga semalam arus mudik yang melintas belum terlihat kepadatannya.

"Sampai malam ini belum nampak kepadatan arus lalu-lintas. Apabila sudah ada tanda-tanda, maka akan dibelokan menuju jalur alternatif. Namun hal itu dilihat juga dari kepadatan arus kendaraan di Jomin Cikampek. Pasalnya untuk pembelokan arah, kami harus menunggu dulu perintah dari Pos Jomin," ungkap personil kepolisian yang berjaga di Pos Pengaturan (Pos Gatur) DPRD Aiptu Gunawan, Minggu (13/9) malam, seraya menambahkan volume kendaraan sampai semalam belum menunjukan tanda-tanda peningkatan.

Seperti diinformasikan, setiap kendaraan roda dua akan dibelokan di perempatan DPRD menuju kawasan tanggul KW5, seterusnya ditujukan ke Wadas sampai Karasak lalu keluar di Cikalong apabila arus kendaraan sudah padat. Dilanjutkan Gunawan, apabila sudah dilakukan pengaturan arus mudik, ternyata masih ada kendaraan roda dua yang tidak belok diperempatan DPRD, maka pengendara tersebut tetap akan terjaring di perempatan Johar.

"Selain di perempatan DPRD masih ada Pos Gatur di perempatan Johar yang siap mengantisipasi kebocoran kendaraan. Dari perempatan Johar, kendaraan roda dua tetap akan diarahkan masuk ke Lamaran, lalu diteruskan sampai ke Cikalong," tuturnya. Mengenai rambu lalu-lintas di jalur alternatif, ia mengaku sampai saat ini rambu lalu-lintas sudah siap. "Semua penunjuk jalan sudah terpasang, dan disetiap tikungan maupun pertigaan sudah ditempatkan petugas untuk mengatur arus lalu-lintas.

Seperti di belokan pelataran Stadion Singaperbangsa, disitu juga ditempatkan anggota. Hal ini untuk menghindari adanya kemacetan dan kecelakaan lalu-lintas," katanya. Satu Pos Pam dan gatur ditempatkan dua belas anggota dan dua perwira, dibagi kedalam dua regu. Masing-masing siaga selama dua belas jam. "Kami sudah siap mengawal arus mudik dan arus balik, agar tercipta kelancaran dan kenyamanan berlalu-lintas," tandasnya.

Terkait dengan perubahan arah pada saat volume kendaraan arus mudik meningkat, Indra (26) warga Karangpawitan mengaku tidak keberatan dengan langkah yang diambil kepolisian. "Agar semua berjalan dengan lancar diperlukan pengaturan. Mudah-mudahan langkah yang diambil bisa membuat lalu-lintas di Karawang lancar. Meskipun secara jalur pasti ada yang terganggu, namun kita harus memikirkan positfnya," katanya. (psn)

Lampu Iman Berbagi Kasih Anak Yatim dan dhuafa di Sekitar Kelurahan Adiarsa Barat

BINGKISAN: Penyanyi lagu religi Opick sedang membagikan bingkisan kepada anak yatim dan dhuafa Adiarsa Barat.

KARAWANG, RAKA - Yayasan pendidikan Lampu Iman, Minggu (13/9) pagi gelar konser amal 'Berbagi kasih sayang di Bulan Ramadhan penuh rahmat bersama 200 anak yatim dan dhuafa'.

Konser yang diisi oleh pelantun musik religi Opick, menurut Ketua Yayasan Lampu Iman Ikhsanudin Al Amin, diharapkan dapat membantu anak yatim dan dhuafa baik yang ada di Yayasan maupun di lingkungan sekitar Kelurahan Adiarsa Barat. Selain itu, maraknya lagu-lagu yang tidak pantas didengar oleh anak-anak, menjadi salah satu alasan digelarnya konser tersebut.

"Acara konser amal baru pertama kali diadakan di Yayasan Lampu Iman. Kami berharap apa yang dilakukan bisa memberikan manfaat kepada yang membutuhkan. Bingkisan yang diberikan sebagai bentuk syukur kami kepada Allah dengan membagi kasih sayang kita terhadap 200 anak-anak yatim dan dhuafa," ungkap Amin.

Tidak hanya itu, pihaknya juga menginginkan anak-anak bisa berjalan dijalan yang lurus, dan bisa seiring dengan tujuan Yayasan Lampu Iman menjadikan anak-anak sholeh dan bertaqwa kepada Allah swt. "Akan tetapi dengan kemajuan jaman, kita dihadapkan dengan berbagai macam tantangan, terutama tantangan sekulerisme yang bisa mengakibatkan kehancuran akhlak.

Dan saat ini secara tidak disadari paham tersebut sudah masuk ke rumah-rumah dan merasuki pikiran putra-putri kita tanpa kita sadari. Kami selau yayasan yang senantiasa fokus terhadap pembangunan moral dan mental, mengajarkan anak-anak untuk bisa berprilaku soleh. Dengan sistem pembelajaran, yaitu dari jam setengah delapan pagi hingga jam empat sore, mudah-mudahan tidak ada peluang bagi anak-anak kita untuk menikmati atau menghapal lagu-lagu yang merubah prilaku anak-anak kita kearah negatif," ungkapnya.

Ia melanjutkan, lagu-lagu yang bernapaskan prilaku hidup bebas yang tidak pantas dihapal oleh anak-anak, seringkali lagu-lagu tersebut dianggap enteng, padahal dampaknya sangat besar ketika anak menginjak dewasa. "Sedikit demi sedikit, apabila tidak segera ditanggulangi, lagu-lagu tersebut akan merasuk dan mencengkram jiwa dan prilaku anak-anak.

Dengan konser amal yang diisi oleh lagu religi dari Opick, diharapkan bisa merubah pola pikir kita dan akibatnya bisa mendekatkan kita terhadap Allah SWT. Bagi anak-anak, dengan seringnya mendengarkan lagu religi, mereka akan mampu merekam dan menghapal dengan cepat puji-pujian terhadap Allah SWT. Mudah-mudahan akan terbawa terus hingga akhir nanti," tuturnya.

Di akhir acara, pelantun lagu religi Opick mengatakan acara yang digelar Yayasan Lampu Iman patut diikuti oleh pihak lain. Pasalnya di Bulan Ramadhan penuh rahmat ini, berbagi kasih dengan anak yatim dan kaum dhuafa sangat luar biasa. "Keterbatasan bukan sebuah halangan untuk berbagi. Kegiatan ini sangat positif," ungkapnya.

Lurah Adiarsa Barat Kecamatan Karawang Barat Dedi SUpardi, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi kepada Yayasan Lampu Iman yang telah menggelar acara konser amal. Menurutnya, acara tersebut sangat tepat sasaran, pasalanya di lingkungannya masih banyak anak yatim yang perlu dibina. "Kami sangat berterima kasih, mudah-mudahan acara ini bisa terus berlanjut," tandasnya. (psn)

Air Lontar Cocok Untuk Buka Puasa, Bisa Dijumpai di Jalan Raya Purwasari

KARAWANG, RAKA - Air buah Lontar atau Nira memiliki rasa manis bercampur asam dan beraroma khas bisa menjadi pilihan yang cocok untuk dijadikan minuman pembuka pada saat buka puasa. Selain memiliki rasa yang unik, air buah tersebut dipercaya bisa membuat orang yang meminumnya lebih berenergi dan tahan lapar. Hal inilah yang membuat air tersebut diburu oleh Umat Islam, khususnya di Bulan Ramadhan.

Menurut Asep (27) salah seorang penjual air Lontar di Jalan Raya Purwasari, banyaknya masyrakat yang memburu air Lontar, membuatnya bertahan di lapangan bisnis tahunan ini. "Satu botol air Lontar saya jual dengan harga Rp. 5000, dan setiap harinya bisa terjual hampir tujuh sampai sepuluh botol. Meskipun hanya berjualan setiap Bulan Ramadhan, tapi keuntungannya lumayan," ungkapnya, Minggu (13/9) siang.

Asep yang sebelumnya berprofesi sebagai kuli serabutan mengaku bersyukur dengan masih digemarinya air Lontar. Bahkan penggemarnya semakin bertambah tiap tahunnya. "Tahun kemarin setiap hari hanya terjual lima sampai enam botol, tapi saat ini terus bertambah," tandasnya.

Untuk mendapatkan air lontar, Asep harus menyadapnya langsung dari pohon, sedangkan buahnya bisa dijadikan makanan pendamping pada saat meminum air lontar. "Buah lontar biasa saya jual Rp. 3000 perbutir. Selain rasanya manis, buah lontar juga mengenyangkan," ujarnya. (psn)

Kebersamaan Dalam Lingkungan Sekolah Yang Mengasikkan

Gelar game buat simbol bersatu kita teguh, bercerai abruk, deh

Sanlat Ramadhan di Madrasah Tsanawiyah Karawang Jadi Sebuah Momentum

SANLAT di sekolahan yang digelar di bulan Ramadhan ini idealnya cuma sebagai langkah awal, deh. Seiring buat menuju bagian

mulai marak digelar pada tahun 80-an. Hal tersebut konon lantaran pelajaran agama di sekolah masih dirasakan kurang intensif. Selain itu, pihak keluarga siswa yang karena berbagai alasan kesibukan, terkadang kurang memperhatikan pendidikan agama.

Dulu, sekolah di bulan Ramadhan libur. Lalu karena libur tadi, anak-anak menjdi tidak ada kegiatan. Karena itulah diselenggarakan pesantren ramadhan untuk mengisi waktu liburnya anak-anak, terutama tingkat SMP dan SMA.

"Lalu mulai ada di tingkat SD. Jadi, sebenarnya itu berlaku umum. SD, SMP, SMA, madrasah tsanawiyah, aliyah, semua menyelengarakan sekolah ramadhan atau pesantren yang tidak memakai sistem asrama," kata Kasi Penamas Kandepag Karawang, Drs. H. Acep Kusnadi, MPdI.

Menurut H. Acep yang dihubungi RAKA, kemarin (18/9), metode dalam sanlat itu berupa pengajian intensif, dan macam-macam yang berkaitan dengan pembelajaran agama Islam. Di antaranya tentang ibadah, fikih, ajaran-ajaran Islam. "Ada juga yang dengan membaca kitab. Itu lebih baik lagi," katanya.

Lalu manfaat dalam sanlat itu banyak. Terutama bagi anak-anak yang sanlat atau 'sekolah ramadhan'-nya diadakan di luar sekolah, seperti di lingkungan masjid, misalnya. Itu, katanya sekaligus menjadi semacam pelatihan bagi anak-anak untuk puasa bersama teman-temannya dan jauh dari orangtua.

"Dengan begitu, dipastikan terjadi interaksi antarpelajar, atau silaturahmi Islam di antara mereka. Jadi, selain mengenai pelajaran agamanya sendiri, hal seperti itu adalah manfaat lainnya," sebut H. Acep. (dea)

SMKN 2 Karawang Akhiri Sanlat Jadi Awal Pembelajaran


BIKIN akhir masa pesantren kilat (sanlat) di sekolahan itu nggak berarti akhir belajar soal agama (Islam), lho. Idealnya, masa akhir sanlat berarti awal pembelajaan itu sendiri.

"Soalnya sanlat kan sekadar cuplikan intinya saja. Jadi setelah itu selesai, kami harap para siswa lebih bisa memperdalamnya lagi di luar," kata Kepsek SMKN 2 Karawang, Pak Drs. Bambang Herdiana yang dihubungi RAKA di sekolahannya, Jl. Banten Karangpawitan, Karawang Barat, Minggu (13/9), sehubungan penutupan acara sanlat para siswanya.

Diakui Pak Bambang yang bareng Pembina OSIS Pak Drs. Heryadi Pahe dan Ketua Sanlat Pak Drs. H. Dede Kusnadi, MPdI, sanlat yang mulai marak digelar pada tahun 80-an itu konon lantaran pelajaran agama di sekolahan awalnya masih dirasa kurang intensif. Selain itu, pihak keluarga siswa yang lantaran berbagai alasan kesibukan, terkadang kurang kasih perhatiannya buat pendidikan agama.

Dulu, sekolah di bulan Ramadhan libur. Lalu alasan libur tadi, anak-anak jadi nggak ada kegiatan. Karena itulah lalu digelar pesantren ramadhan buat ngisi waktu liburnya anak-anak, utamanya yang di tingkat SMP dan SMA.

"Lalu mulai ada di tingkat SD. Jadi, sebenarnya itu berlaku umum. SD, SMP, SMA, juga di madrasah tsanawiyah, aliyah, semua menggelar sekolah ramadhan," kata Pak Bambang.

Menurut Pak Bambang, metode di sanlat itu berupa pengajian intensif, dan macam-macam yang terkait soal pembelajaran agama Islam. Di antaranya tentang ibadah, fikih, ajaran-ajaran Islam, sampe ada juga yang pembacaan kitab.

Tapi dari keterbatasan waktu lantaran juga harus mengejar pembelajaran umum di sekolahan. Pihak Disdikpora Karawang sesuai suratnya bernomor 420/1620/Disdikpora, 15 Agustus 2009 dan ditandatangi Kadisdikpora Drs. H. Yan Zuwarsyah, sesuai juga kalender pendidikan disebut kalo sanlat berlangsung selama tiga hari pada 10 - 12 Sepember 2009.

Menurut Pak Bambang lantaran waktunya yang terbatas itu, otomatis ilmu agama dalam sanlat juga terbatas. "Dan lantaran itulah. Meski sanlat di sekolah memang sudah ditutup, tetapi kami minta para siswa juga lebih memperdalamnya di luar, misalnya di masjid di lingkungannya," terang Pak Bambang sembari kasil penjelasan kalo penutupan sanlat di sekolaanya itu dilakukanj Sabtu (12/9).

Sementara di pelaksanaannya, penutupan sanlat SMKN 2 diwarnai aksi sejumlah game lewat armada rohis di bawah Mulyawati, juga pengumpulan dana sumbangan buat korban gempa Tasikmalaya. Cuap Narkasih, Ketua OSIS, acara dibikin relatif lengkap bar sekalian punya kesan gitu, deh. "Trus juga ada motivasi buat belajar agama yang lebih lengkap di luar. Insya Allah," paparnya. (dea wahyudi)

Angkot Sumber Kemacetan di Depan Pasar Rebo Purwakarta

PENYEBAB MACET: Puluhan angkot yang ngetem di depan Pasar Rebo Purwakarta kerap menjadi sumber kemacetan. Sayangnya, hal ini belum mendapat perhatian pemerintah setempat. Padahal jalur tersebut merupakan jalur lintas utama aktivitas masyarakat di kabupaten tersebut. (rif)

Petugas Kebersihan Purwakarta Tambah Jam Kerja

PETUGAS kebersihan Dinas Kebersihan Dan Pertamanan Purwakarta (DKP) tampak tengah melakukan kegiatan rutin mengangkut sampah. Dari catatan DKP tahun 2009 sedikitnya 250 m3 sampah dihasilkan per hari di daerah Purwakarta.

JAM
kerja petugas kebersihan Purwakarta bertambah selama ramadhan hingga lebaran nanti. Mereka bekerja sejak selepas sahur hingga sore setiap harinya.

Kepala Seksi Angkutan sampah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Purwakarta, Agoes Sulis, mengatakan itu. Menurut dia, selama Ramadhan hingga Lebaran, tidak ada pengurangan waktu bekerja untuk petugas kebersihan. "Petugas sampah bertambah jam kerjanya selama Ramadhan sampai lebaran nanti. Ditambah lagi dengan tugas Lebaran nanti, khususnya setelah salat Idul Fitri," katanya.

Dikatakannya, petugas sampah di Purwakarta mencapai 73 orang termasuk petugas kebersihan gorong-gorong dan di tempat pembuangan akhir (TPA) sampah Cikolotok dengan dierbantuka armada angkutan sampah sebanyak 15 unit kendaraan. "Harapan kami para petugas sampah bisa menjalankan tugasnya dengan baik,"ucap Agoes.

Sebagai catatan, produksi berbagai jenis sampah dari rumah tangga dan pasar di Purwakarta, mencapai 250 kubik per hari. Terdiri atas sampah rumah tangga seperti plastik, kertas, kardus, dan lain-lain, serta produksi sampah dari perkantoran dan industri. (rif)

Pen roll dan Sekrup Pengait Bantalan Rel KA Stasiun Purwakarta Terlepas

PERLINTASAN KA: Puluhan perlintasan Kereta Api di Purwakarta bakal diawasi petugas Stasiun Purwakarta Daerah Operasi IV. Stasiun Purwakarta mencatat ada sebanyak 13 perlintasan resmi dan lebih dari 18 merupakan perlintasan liar. Foto di perlintasan KA Cilalawi Sukatani Purwakarta.

PURWAKARTA, RAKA - Tim petugas gabungan yang terdiri dari jajaran Polsek Sukatani, Koramil Sukatani dan Stasiun Cimuntuk Sukatani, menemukan sebanyak 21 pen roll dan sekrup pengait bantalan rel kereta api (KA) hilang, dan terlepas dalam jarak 500 meteran di Km 117+0/1 di daerah Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Sabtu (12/9) lalu.

Hal itu terungkap dalam pengecekan kesiapan PAM Lebaran serta kemungkinan adanya sabotase yang bakal membahayakan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api selama masa angkutan Lebaran di wilayah daerah operasi Sukatani, Kabupaten Purwakarta.

Dihimpun keterangan, penyisiran dilakukan petugas gabungan dengan menyusuri rel pada radius 500 meter antara pintu lintasan Cilawawi hingga jembatan Cilalawi. Penrol yang hilang ditemukan tidak secara berurutan tetapi secara acak. "Ya betul dalam penyisiran tersebut kami menemukan 21 penrol yang tidak ada ditempatnya,"kata Kapolsek Sukatani, Ajun Komisaris Wahyudi, ketika dihubungi RAKA, Minggu (13/9) kemarin.

Terkait hal itu, Kepala Stasiun Cimuntuk Sukatani, Aang Suardi, mengatakan, meski besi penjepit yang hilang tersebut hilang dalam jumlah sedikit, namun hal itu segera akan diantisipasi PT KA. "Beruntung saja hari ini, saya dengan ditemani wartawan menemukan adanya 21 penrol hilang dalam jarak 500 meter. Coba kalau seluruh lintasan KA Jakarta-Bandung itu dilakukan pengecekan ulang, sudah barang tentu jumlah penrol yang hilang jumlahnya sangat banyak," kata Aang.

Sementara itu, pihak Stasiun Kabupaten Purwakarta menyebutkan pemeriksaaan lintasan KA jelang masa Lebaran sudah dilangsungkan dari wilayah koordinasi Purwakarta dimulai dari wilayah Stasiun Cikadondong s/d Cibungur. "Pihak stasiun dibantu pihak Kepolisian kota Purwakarta melakukan pengawasan rutin setiap malam dengan menggunakan lori motor. Pengawasan akan terus kami intensifkan,"ungkap Kepala Stasiun Purwakarta, Dede Cahya Koswara, saat dihubungi, kemarin.

Disoal mengenai kesiapan perlintasan KA, Dede mengatakan, untuk pengamanan perlitasan resmi yang padat akan dibantu petugas dari Kepolisian, sedangkan untuk perlintasan liar (tak berpintu) pihaknya melakukan antisipasi melalui koordinasi dengan masyarakat setempat selain menambah petugas juru pemeriksa jalan (JPJ) ekstra setiap malam. "Ada sekitar 13 perlintasan resmi yang akan diawasi bersama pihak Kepolisian, sedangkan yang liar atau tak berpintu sebanyak lebih dari 18 pelintasan diawasi bekerjasamadengan masyarakat, "tutup Kepala Stasiun Purwakarta. (rif)

Tim 9 Demokrat kabupaten Purwakarta Dinilai Berlebihan, Kader Demokrat Pertanyakan Pergantian Ketua Fraksi

PUWAKARTA, RAKA - Keputusan DPC partai Demokrat kabupaten Purwakarta yang akan menggantikan ketua fraksinya di DPRD menyulut pertanyaan dari para kadernya. Pasalnya keputusan pergantian yang merupakan hasil penilaian tim 9 terdiri dari tingkat DPP, DPD dan DPC Partai Demokrat itu dinilai terlalu berlebihan.

Pergantian itu seharusnya merupakan kewenangan para kadernya yang kini duduk menjadi anggota DPRD Purwakarta. "Pergantian ketua Fraksi Demokrat kami anggap terlalu berlebihan. Seharusnya, jika itu harus dilakukan hanya sebatas kewenangan diinternal saja, tidak perlu harus melibatkan tim sembilan, "ujar kader Demokrat yang enggan menyebutkan namanya kepada RAKA, kemarin.

Sebelumnya, pembentukan fraksi Demokrat di DPRD Purwakarta telah menetapkan nama Dadang Burhanudin sebagai ketua Fraksi. Namun dengan tertibnya surat rekomendasi no 62/RKMD/DPP.PD/VII/2009 tentang penjaringan pimpinan DPRD bahwa nama NUrhasanah akan menggantikan jabatan baru sebagai ketua fraksi Demokrat. Pergantian itu merupakan keputusan partai yang dianggap sudah tidak bisa diganggu lagi.

Ketua DPC Partai Demokrat Kab Purwakarta Toto Puwanto Sandi yang dikonfirmasi terkait masalah ini membenarkan jika pegantian Ketua Fraksi Demokrat akan segera dilakukan. Keputusan itu, sambung dia berdasarkan hasil penilaian tim 9 Partai Demokrat yang telah melakukan uji fit on propetes terhadap para kadernya beberapa waktu lalu. "Kita sendiri sudah menerima surat rekomendasi itu. Dan Senin (14/9) (hari ini, red) akan kita serahkan surat tersebut ke DPRD Puwakarta. Keputusan ini bersifat mengikat yang juga merupakan keputusan partai,"jawab Toto.

Menurutnya, Tim 9 yang terdiri dari 4 orang perwakilan dari DPP Partai Demokrat, 3 orang dari perwakilan DPD dan 2 Orang pewakilan DPC Partai Demokrat Purwakarta telah melakukan beberapa tes. Dalam tes itu ada 12 item yang menjadi penilaian, sepertihalnya Perolehan jumlah suara, Kekokohan, Pskiotes, Pendidikan, Loyalitas dan kemampuan. "Saat dibuka pendaftaran tentang penjaringan pimpinan DPRD. Dari 4 orang yang mengikuti tes, ternyata nama Nurhasanah memang terpilih dan akan menjabat sebagai ketua fraksi Demokrat. Sementara Dadang Burhanudin akan kita calonkan sebagai wakil Ketua DPRD,"ujar Toto.

Saat disinggung pertanyaan keputusan itu terlalu berlebihan. Diungkapnya, keputusan ini merupakan keputusan partai. Dengan terbitnya surat rekomendasi itu pun kembali ditegaskannya penetapan nama sudah final dan tidak bisa diganggu gugat. Selain itu, jelas dia nama Dadang Burhanudin sebagai ketua Fraksi sebelumnya, hanya bersifat sementara. Artinya, penetapan Dadang sebagai ketua Fraksi bukan merupakan keputusan final. "Jadi ini keputusan partai yang harus dihargai. Sehingga keputusan ini final, dan pemberlakukan penilaian seperti ini juga berlaku untuk seluruh Indonesia,"tukasnya. (ton)

H-7 Pembayaran Retribusi di Purwakarta Dihentikan

UJI KIR: Petugas Uji KIR Dishubparpostel tengah menguji sebuah kendaraan di Gedung Unit KIR Dishubparpostel Purwakarta.

PURWAKARTA, RAKA - H-7 hari raya lebaran nanti, dipastikan sudah tidak ada lagi kegiatan operasional pembayaran retribusi kendaraan bis dan minibis angkutan penumpang. Pasalnya, ini menyusul Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta akan menghentikan kegiatan tersebut. Direncanakan penghentian itu pun akan dilakukan selama berlangsungnya arus mudik lebaran.

Kepala Dinas Perhubungan Kab Purwakarta Iyus Permana Kepada wartawan mengatakan jelang H-7 hari raya lebaran pihaknya akan menghentikan kegiatan operasional pembayaran retribusi. "Mulai H-7, kegiatan pungutan retribusi akan kami stop,” kata Yus Permana, kemarin. Dikatakannya, penghentian ini juga akan dilakukan hingga H+7 lebaran nanti. Sehingga selama arus mudik, kata dia sudah tidak ada lagi pungutan retribusi. Bahkan pemeberlakukan itu akan diberlakukan kepada seluruh kendaraan bis dan minibis angkutan penumpang.

Menurut Iyus, di Purwakarta tempat pemengutan retribusi terdapat di jalur Sadang-Cikopo, lokasinya di Cibaragalan dan Cikopo, di jalur tengah di jalan raya Campaka, di jalur selatan di Ciganea dan Jatiluhur dan jalur tengah-selatan di pasar Gembong. “Penyetopan dilakukan dalam upaya memberikan kenyaman dan keamanan keapada pemudik,” kata Iyus. Kecuali menghentikan kegiatan pungutan retribusi, Dinas Perhubungan Kabupaten Purwakarta juga akan mengehntikan kegiatan operasional jembatan timbang yang berlokasi di jaln raya Cibaragalan. (ton)

Pedagang Buah - Buahan di Pasar Jumat Purwakarta Tambah Stok Daganganya

PEDAGANG BUAH: Selama ramadhan pedagang buah-buahan di Pasar Jumat Purwakarta menambah stok dagangnya. Tidak hanya itu, jenis buah yang biasanya hanya ada dipusat-pusat belanjapun tampak menghiasi lapak pedagang. Bahkan, penambahan stok buah itupun dipastikan akan bertambah jumlahnya tiga hari menjelang lebaran. (rif)

Sepekan Menjelang Lebaran di Purwakarta, Pedagang Pakaian dan Tukang Cukur Panen

PAKAIAN LEBARAN: Sepekan menjelang lebaran masyarakat Purwakarta mulai ramai menyerbu pusat-pusat penjualan pakaian.

PURWAKARTA, RAKA -
Sepekan menjelang Idulfitri 1430 H, masyarakat Kota Purwakarta mulai berburu berbagai kebutuhan untuk mempersiapkan datangnya lebaran. Toko-toko pakaian, sepatu, sandal dan toko menjual kebutuhan pokok di pusat-pusat perbelanjaan dipadati pengunjung.

Pantauan RAKA, Minggu (13/9), hampir seluruh pusat-pusat perbelanjaan di Kota Purwakarta dipadati masyarakat sebagian umat Islam untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Suasana sepekan menjelang lebaran ini terasa berbeda dengan sepekan yang lalu. Tampak terlihat di setiap sudut toko-toko yang menjual kebutuhan lebaran dipadati pengunjung, seperti di kawasan Pasar Rebo, STS Mall, Giant, Pasar Jumat, dan Simpang Purwakarta selain di kawasan Jalan Sudirman Purwakarta.

Dilain pihak, saat menjelang lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, para tukang pangkas rambut di Kota purwakarta panen.
Satu tukang pangkas rambut yang sering menjual jasanya di pasar Jumat, Budi (27), mengatakan sejak awal bulan ramadhan memang pelanggan yang datang terus bertambah setiap hari. Dia mengatakan, kini setelah memasuki minggu terakhir ramadhan, pelanggan yang datang semakin banyak, sehingga kewalahan melayani permintaan. "Kewalahan juga melayani pelanggan yang datang, sampai saya kelelahan, tapi puas dengan hasil yang didapat," kata Budi, Minggu (13/9).

Dia menjelaskan, sebelumnya di awal Ramadhan, pelanggan yang datang hanya berjumlah 8 hingga 10 orang per hari, kini meningkat menjadi 12 bahkan 15 orang perharinya. Hal senada dikatakan tukang pangkas rambut lainnya di kompleks Pasar Rebo, Ujang (30). Dikatakan dia, umumnya para pelanggan yang datang adalah laki-laki, sehingga untuk menyelesaikan pemangkasan rambut tidak memakan waktu terlalu lama. Dia menungkapkan, sejak pukul 09:00 hingga pukul 20:00 sanggup memangkas rambut 15 orang pelangan, bahkan jika yang digunting anak-anak bisa lebih. (rif)

Curanmor Merajalela di Purwakarta, Dalam Sepekan Terjadi Tiga Kasus Pencurian





PURWAKARTA, RAKA
- Bagi pemilik kendaraan roda dua tampaknya harus lebih waspada lagi. Pasalnya menjelang lebaran yang tinggal sepekan lagi pencurian kendaaan bermotor khususnya roda dua kembali marak. Tidak tanggung-tanggung pelaku pun berani melakukan aksinya pada siang hari.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun RAKA, dalam sepekan terakhir, sedikitnya tiga kasus curanmor terjadi di wilayah Purwakarta. Nilai kerugiannya mencapai puluhannya jutaan rupiah. Bahkan mulai maraknya kembali kasus pencurian, hal ini terkait dengan semakin dekatnya hari raya Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi.

Salah seorang warga Sindang Kasih Puwakarta Rama (28) kepada RAKA mengatakan kasus pencurian kendaraan bermotor makin sering terjadi khususnya di wilayah hukum polres Puwakarta. Kata dia, dalam sepekan terkahir kemarin saja telah terjadi kehilangan kendaraan motor sebanyak 3 kali, umumnya kejadian itu terjadi pada siang hari.

"Sudah 3 kali ini saya mendengar ada teman yang kehilangan motornya. Kejadian itupun terjadi pada siang hari,"katanya. Bahkan menurutnya, kejadian curanmor yang tejadi wilayah hukum Polres Puwakarta ini terkait dengan semakin dekatnya hari raya Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi. "Mungkin karena mau lebaran jadi banyak yang kehilangan motor. Sebab, kebiasaan ini kerap sekali terjadi setiap jelang lebaran seperti tahun sebelumnya,"ucapnya.

Sementara itu hal yang sama juga dialami oleh Yuli warga Perum Griya Asri Purwakata. Dia harus kehilangan motornya saat memarkirkannya di sebuah toko di Jl Veteran, Purwakarta beberapa waktu lalu. Di Perumahan yang sama dalam waktu bersamaan, dua motor juga dikabarkan hilang. Menurut Rama, para pelaku curanmor tampaknya tidak hanya melakukan aksinya di tempat keramaian tetapi juga mengincar para penghuni rumah yang sedikit lalai mengamankan kendaraannya. Ini bisa dilihat dari semua kejadian itu, dua di antaranya terjadi di kediaman si korban.

Dari semua kejadian itu, sebenarnya tidak ada perubahan modus. Caranya tetap saja sama, yakni dengan cara merusak kunci sepeda motor dengan menggunakan kunci T. Selain itu, para pelaku juga memanfaatkan minimnya keberadaan aparat di lapangan yang harus selalu mobile. Di mana, mereka mengincara wilayah-wilayah yang tak terjaga oleh aparat. Karena itu, para pemilik kendaraan bermotor diminta untuk lebih hati-hati lagi dalam mengamankan kendaraanya.(ton)

Santi Asal Kota Dodol, Bahagia Bisa Puasa


DIAM-diam manehna kita ini ternyata tengah mempersiapkan diri menyambut lebaran yang tinggal menghitung jari. Buatnya lebaran merupakan hadiah langsung dari Sang Maha Pencipta bagi umat-Nya yang berpuasa bahkan yang tidak berpuasa sekalipun. "Lebaran adalah saat yang ditunggu-tunggu. Setelah sebulan berpuasa menahan hawa dan nafsu duniawi maka datangnya hari kemenangan. Dan aku merasa bersyukur karena tahun ini puasaku berjalan tanpa bolong," ungkap cewek bernama Susanti ini. 

Santi, sapaan akrab manehna ini mengaku bahagia bisa menjalankan ibadan puasa. "Syukur Alhamdulillah sampai saat ini aku masih diberi waktu dan ijin oleh Allah SWT untuk dapat menjalankan ibadah puasa. Menurut ajaran agama Islam, siapa saja yang bisa menjalankan ibadah puasa akan mendapatkan banyak pahala. Bahkan Allah menjanjikan kepada semua umatnya bahwa manusia yang dapat menajalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan akan di berikan surga di akhirat nanti," katanya. Cewek cantik yang tidak pernah lepas dari kerudung ini selalu memiliki harapan untuk dapat menjalankan serta menjauhi larang Allah SWT. "Pengertian iman dan takwa adalah menjalankan semua perintah Allah serta menjauhi semua hal yang dilarangnya.

Selama aku dapat bernapas di muka bumi ini yang aku dambakan adalah menjadi umat yang baik serta dapat mengikuti semua perintah dan menjauhi semua larangan Tuhan. Dengan demikian aku akan mendapatkan semua yang Allah janjikan. Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari lebaran merupakan hari yang aku tunggu-tunggu, "imbuhnya. Menurut Wanoja asal kota Dodol ini, menjalani kehidupan di dunia ini penuh tantangan dan godaan, sebagai umat yang beriman hal itu akan di temui, dan sebagai manusia biasa tidak mudah untuk menghindari semua itu. Namun, selayaknya manusia itu berusaha dan selalu berdoa.

"Kewajiban semua manusia di dunia ini adalah dengan berusaha dan berdoa, Al-Quran sebagai pedoman umat islam telah memberikan keterangan bagaimana caranya manusia bisa menemukan tempat yang baik di sisi Allah sehingga kita bisa selamat di dunia dan akhirat. Sedangkan puasa di bulan Ramadhan adalah ibadah wajib yang memberikan kita banyak keuntungan, setelah kita melaksanakan ibadah ini dengan khusyuk maka jiwa raga kita seperti halnya bayi yang baru di lahirkan. Kita akan kembali terlahir suci dan bersih tanpa kotoran, walaupun banyak pantrangan yang kita hadapi namun dengan niat serta keyakinan yang kuat akan memberikan kita jalan yang terbaik," pungkasnya sambil tersenyum manis. (sep)

Pembangunan oleh PT Askes Unit Subang Seperti Proyek Siluman

PROYEK SILUMAN: Pembangunan yang saat ini tengah dilaksanakan oleh PT Askes Unit Subang, seperti proyek siluman. Pasalnya, papan nama proyek atau lambang lain yang menggambarkan jika di sana tengah dilakukan proyek pembangunan tidak terdapat. Padahal proyek tersebut kurang lebih senilai Rp 97 juta. (eko)

Konser Gigi di Lapangan Perumahan BB Sukamandi Diwarnai Adu Jotos

DIAMANKAN POLISI: Pemuda yang ditengarai biang keributan diamankan polisi.

SUBANG, RAKA – Konser grup band papan atas Indonesia Gigi, Sabtu (12/9) lalu di Lapangan Perumahan BB Sukamandi, diwarnai keributan antar penonton. Keributan dipicu adanya sejumlah pemuda yang saling dorong, adu sikut dan memuncak menjadi adu jotos.

Keributan pertama dipicu pada saat Armand Maulana melantunkan lagu yang ketiga, saat itu di tengah kerumunan ribuan penggemar Gigi ada sekelompok pemuda yang membuat ulah saling dorong, saling sikut yang kemudian memuncak saling adu jotos namun dapat dikendalikan oleh anggota Dalmas Polres Subang. Keributan pertama reda, dilanjutkan dan selang dua lagu yakni pada saat Armand melantunkan lagu keenam terjadi lagi keributan hingga dua kali keributan, saat itulah kesabaran anggota Dalmas tidak dapat dibendung, ahirnya dalam pengamanan lokasi hiburan ngabuburit dari sejumlah pemuda yang membuat ulah diamankan.

Keadaan kemudaian kondusif setelah biang keributan berhasil diamankan polisi. Arman pun selanjutnya melantunkan nyanyian lagu Perdamaian. Pada saat itu, Arman meminta kepada penonton untuk dapat tenang, damai dan dapat menikmati acara ngabuburit dengan kondusif agar acara dapat dilanjutkan hingga tuntas. Selain dihibur Gigi, acara yang dihadiri ribuan anak muda itu juga turut dihibur penyanyi Sherina dan pelawak Asep Taruna. Tak pelak lagi, acara pun begitu meriah. Sesekali, semprotan air keluar dari mobil pemadam kebakaran yang sebelumnya disiagakan.

Acara yang dimulai pada pukul 16.00 Wib tersebut menampilkan band ibukota Omlet, yang kemudian tampil artis papan atas Sherina yang membawakan tiga lagu kesohornya, tanpa meninggalkan panggung Sherina mendampingi vocalis Gigi, Armand Maulana hingga ahir acara. Di tengah acara diisi lawakan Asep Taruna yang tidak kurang 20 menitan yang kemudian menjelang maghrib dilanjutkan lantunan lagu vokalis Gigi Armand Maulana yang menjadikan acara ngabuburit semakin semarak. (pir)

Pelaksana Proyek Enggan Diawasi, Lecehkan Wartawan dan LSM di Kabupaten Subang


SUBANG, RAKA
– Semua lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun wartawan yang ada di Kabupaten Subang, dinilai hanya mencari kesalahan untuk melakukan pemerasan terhadap pelaksana proyek pembangunan. Hal tersebut diungkapkan pelaksana Proyek Rehabilitasi Saluran Sekunder Sukamandi Paket 1, Sirait.

Menurutnya, semua LSM di Kabupaten Subang bukan bermaksud menyoroti pekerjaannya, akan tetapi datang ke lokasi proyek hanya minta 'jatah'. "Semua LSM yang datang ke lokasi proyek hanya minta duit, adapun mereka datang ke lokasi proyek untuk menyikapi pekerjaan ini apa hak mereka? Karena proyek ini telah sesuai dengan ketentuan," ucap Sirait saat akan dimintai keterangan mengenai proyek pembangunan yang tengah digarapnya.

Dilanjutkan Sirait, kedatangan sejumlah orang yang mengaku LSM terkesan hanya meminta 'jatah', sayangnya pada saat ditanya LSM mana saja yang datang dan meminta materi berupa uang, Sirait tidak mau menyebutkan salah satu nama LSM. Hanya saja, dia menyebutkan semua LSM Subang yang datang kepadanya hanya meminta uang. Demikian pula ditanya berapa uang yang telah dikeluarkan untuk LSM, dirinya tidak menyebutkan. Hanya saja jumlahnya ada dikantonginya. "Anda jangan bertanya berapa juta, atau berapa banyak duit yang telah dikeluarkan untuk menutupi permintaan LSM yang datang ke saya dan itu tidak perlu disebutkan," ucap Sirait.

Termasuk wartawan, tambah Sirait, tak ada kepentingannya dengan proyek yang tengah digarapnya. Sirait juga mengaku tidak akan gentar untuk menghadapinya karena proyek yang sedang dikerjakannya digarap sesuai dengan anjuran pengawas. Sayangnya, kendati kedatangan wartawan koran ini secara baik-baik, Sirait justru terkesan menantang apabila memberitakan kegiatannya, apalagi hingga menjelekan pekerjaannya.

Sementara itu, Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli (FMP) Kabupaten Subang Asep Sumarna Toha mengaku sangat kecewa dengan tindakan pelaksana Proyek Rehabilitasi SS Sukamandi Paket 1 yang telah menuduh atas kedatangannya ke lokasi proyek meminta sejumlah uang. Padahal, diakui Asep, kedatangannya ke lokasi proyek semula hanya akan konfirmasi seputar pekerjaan tersebut.

Jangankan, kata Asep, meminta uang, pada saat dirinya datang ke lokasi proyek saja telah dihadang dengan makian dari pelaksana. Asep pun mengecam tudingan Sirait yang tidak berdasar. Lebih lanjut dia mengatakan, pihaknya akan melaporkan tudingan tersebut kepada pihak yang berwajib. "Jika benar pelaksana proyek menuduh kedatangan saya meminta uang kepadanya, selain harus diklarifikasi juga saya akan melaporkan dia yang telah mencemarkan nama baik dan menfitnah saya," ancam Asep. (pir)

Aktifitas Mudik di daerah Perbatasan Karawang-Subang

MASIH LANCAR: Meski belum terlalu ramai, namun aktifitas mudik sudah mulai tampak, Minggu (13/9). Suasana seperti ini sudah mulai tampak di Jembatan gamon, daerah perbatasan Karawang-Subang. Sejumlah kendaraan pribadi sudah mulai mengalir di kawasan tersebut menuju arah Jawa. Namun kondisinya masih relatif lancar. (pir)

Aktifitas Mudik di daerah Perbatasan Karawang-Subang

MASIH LANCAR: Meski belum terlalu ramai, namun aktifitas mudik sudah mulai tampak, Minggu (13/9). Suasana seperti ini sudah mulai tampak di Jembatan gamon, daerah perbatasan Karawang-Subang. Sejumlah kendaraan pribadi sudah mulai mengalir di kawasan tersebut menuju arah Jawa. Namun kondisinya masih relatif lancar. (pir)

Mahasiswa PMII Cabang Subang Bantu Korban Gempa Bumi, Rela Galang Dana di Jalanan

GALANG DANA: Para mahasiswa tengah melakukan penggalangan dana di jalanan.

Bencana gempa bumi yang berpusat di Tasikmalaya dan membuat sebagian infrastruktur daerah yang tertimpa bencana, terutama di Kabupaten Subang porak poranda, membuat kalangan mahasiswa tergerak untuk melakukan penggalangan dana.

Hal ini misalnya, dilakukan oleh Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang, Minggu (13/9), mereka melakukan penggalangan dana bagi para korban gempa. Menurut ketua PMII Cabang Subang Zaenal Abidin, penggalangan dana tersebut dilaksanakan sebagai salah satu bentuk rasa kepedulian mereka terhadap para warga yang tertimpa bencana. "Agenda penggalangan dana bagi korban gempa ini rencananya akan kami laksanakan selama dua hari berturut-turut di lokasi yang berbeda. Satu hari Kami lakukan di perempatan lampu merah Wisma karya, satu hari lagi akan Kami lakukan di Pasar Pamanukan," ujar Zaenal.

Dari penggalangan dana tersebut, menurut Zaenal, dana yang terkumpul nantinya akan disalurkan ke lokasi-lokasi gempa seperti Tasikmalaya dan Subang, sementara penyalurannya sendiri akan bekerjasama dengan pihak lain. "Untuk korban yang berada di Tasikmalaya, dana yang terkumpul akan disalurkan melalui PMII Cabang Tasikmalaya, sementara sisanya, akan Kami salurkan sendiri kepada para korban gempa bumi yang ada di Subang bagian Selatan," tambah Zaenal. Walaupun hasil yang terkumpul dari penggalangan dana tersbeut tidak sebanding dengan kebutuhan warga masyarakat yang tertimpa bencana gempa bumi, menurut Zaenal, hal tersebut tidak mengurangi keinginan para mahasiswa yang tergabung di PMII untuk terus melakukan penggalangan dana.

"Mudah-mudahan hal ini mampu memberikan support kepada saudara-saudara yang tertimpa bencana, karenanya, kami akan terus melakukan penggalangan dana bagi mereka yang tertimpa bencana, ini merupakan salah satu bukti, bila mereka kawan-kawan kami, saudara-saudara kami tidak sendiri, masih ada Kami yang mau membantu," tegas Zaenal. Para mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Subang tersebut terdiri dari para mahasiswa dan mahasiswa yang kuliah di perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di wilayah Pantura Subang. Setelah melaksanakan penggalangan dana, mereka langsung bergabung di base camp mereka yang berada di Kelurahan Sukamelang Kecamatan/Kabupaten Subang. Setelah itu, mereka langsung membubarkan diri. (eko)

Pemudik Diminta Hati-hati Melewati Jembatan Kalisewo di Desa Sewojaya


SUBANG, RAKA -
Bagi para pengendara yang hendak melakukan mudik ke kampung halaman, dihimbau untuk hati-hati saat melintasi jalur Pantura Subang. Bahkan untuk ekstra hati-hati saat melewati Jembatan Kalisewo di Desa Sewojaya, Kecamatan Pusakanagara.

Karena, di jembatan yang merupakan perbatasan antara Kabupaten Subang dan Kabupaten Indramayu tersebut, memiliki tradisi unik yang dimiliki oleh warga setempat, yakni tradisi tawur, di mana merupakan sebuah tradisi untuk berebut uang receh yang dilemparkan oleh pengendara yang melintasi jembatan tersebut. Bahkan, tidak jarang, akibat dari tradisi tawur tersebut, terjadi kecelakaan lalulintas. Kendati tradisi tawur tersebut beresiko dengan keselamatan warga, namun warga seakan-akan melupakan resiko demi untuk mendapatkan receh yang dilempar pengguna jalan.

Padatnya kendaraan yang melintas dengan kecepatan tinggi tidak sedikitpun menyurutkan nyali dari warga sekitar untuk tetap berebut receh, bahkan tradisi tersebut dipastikan akan semakin semarak seiring dengan ramainya arus mudik dan arus balik Idul Fitri 1430 H. Pada hari-hari biasa, warga mengaku mendapatkan rezeki berkisar antara Rp 10.000-Rp 15.000/hari. Namun, pendapatan dari usaha "nekad" tersebut akan mengalami peningkatan sampai 3 hingga 5 kali lipat memasuki puncak arus mudik dan arus balik. "Kalau musim mudik, bisa sampai Rp 30.000-Rp 75.000/hari. Bahkan kadang-kadang sampai Rp 100.000/hari," ujar salah seorang warga Sewojaya, Andri.

Tidak jarang, dalam tradisi tersebut terjadi Kecelakaan lalulintas (lakalantas) yang melibatkan warga dan kendaraan yang melintas. "Tapi tidak mengurangi niat warga untuk tetap tawur," tambah Andri. Kendati mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan, namun nampaknya tradisi tersebut akan terus berlanjut. Pengguna jalan yang melintas, mempunyai keyakinan bahwa ketika melemparkan sedikit rezeki di kawasan jembatan tersebut, mereka akan mendapatkan berkah. "Dari info yang saya dapet dari teman-temen yang melintas di jembatan ini, kita harus melemparkan receh. Kalo tidak, maka kita akan mendapatkan sesuatu yang kurang baik.

Dan sebaliknya, kita akan mendapatkan berkah, kalau melempar. Makanya, saya ya ngikut aja," ujar Suripto, salah seorang pengguna jalan yang melintas di jembatan Sewo tersebut, yang mengaku dari Kabupaten Tegal. Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Sugiyono kepada para wartawan menjelaskan, memasuki puncak arus mudik nanti, pihaknya akan melakukan penertiban terhadap tradisi tawur tersebut. "Kita tidak bisa melarang secara pasti, tapi kita arahkan secara tertib saja, kita lebih tertibkan lagi tradisi itu. Di sana, kita dirikan pos terpadu agar masyarakat di sana lebih tertib," jelas Kapolres Subang. (eko)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang