Kamis, 10 September 2009

Tempat Wisata Yang Tergerus Abrasi di pantai Pisangan Cibuaya

SISA WISATA PISANGAN: Sebelum tergerus abrasi, rumah-rumah makan ini berdiri di atas hamparan pantai pasir yang luas tempat para pengunjung bermain. Kini yang terlihat di pantai Pisangan Cibuaya ini, hanya deburan ombak laut dan tanah pesisir yang kritis. Menghadapi kondisi ini tak banyak yang bisa dilakukan Dinas Pariwisata Kabuten Karawang.

MANG RAKA


"Pilkada
tetap dilakukan secara langsung, dan tidak diserahkan ke DPRD. Kita tidak lagi pada wacana akan kembali ke DPRD, tetapi tetap pilkada langsung. Kesepakatan yang dicapai antara Pemerintah dan KPU termasuk soal regulasi pilkada seperti sudah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. Aturan yang termuat di UU 32 itu harus disinkronkan dengan UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu, karena sesuai UU itu, pilkada sudah masuk rezim pemilu". (Anggota KPU, I Gusti Putu Artha)


HALAL-HARAM
Satpol PP  didesak DPRD lebih gencar lagi merazia  peredaran minuman keras dan tempat-tempat maksiat pada momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

 MANG RAKA :
Jangan lupa desak juga kejaksaan agar terus mengusut berbagai tindak korupsi, pada momentum ramadhan dan Idul Fitri.

Penyaluran Bansos di Kabupaten Karawang Menguap Rp 420 Juta

KARAWANG,RAKA– Penyaluran dana bantuan sosial(bansos) sebesar Rp 5 miliar melalui APBD 2008  kepada 334 Kelompok Usaha Bersama(KUB) di Kabupaten Karawang untuk sementara diketahui menguap sekitar Rp 420 juta.Pasalnya, berdasarkan hasil pemeriksaan ada 28 KUB yang mengaku tidak mendapatkan kucuran dana tersebut untuk membantu usahanya. Pernyataan ini diungkapkan, Kepala Seksi Intelejen, Kejaksaan Negeri Karawang, Asep Sontani Sunarya kepada wartawan, Rabu(9/9) kemarin.Dari 334 KUB yang disebutkan mendapat kucuran dana APBD 2008 itu, sudah 320 KUB yang diperiksa.

Ternyata, sambungnya, ada 28 KUB yang mengaku sama sekali tidak mendapatkan kucuran bansos tersebut."Sedangkan pemeriksaan terhadap 24 KUB yang tersisa diharapkan selesai akhir September mendatang," ujarnya.
Asep tak menampik soal kemungkinan jumlah dana bansos yang menguap bisa bertambah. Sebab, kata dia, tidak tertutup kemungkinan ada diantara 24 KUB yang belum diperiksa itu yang juga belum mendapatkan kucuran dana tersebut. "Jumlah tersebut masih sementara dan kemungkinan kelompok yang tidak menerima bantuan akan bertambah," ucapnya.

Jika pemeriksaan terhadap seluruh KUB itu selesai, tandas Asep,  pihaknya akan sesegera mungkin menghitung secara real kerugian Negara yang ditimbulkan akibat adanya penyelewengan dana bansos dalam penyalurannya. Bahkan, untuk menghitung kerugian Negara, Kejari Karawang akan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Selain menghitung kerugian, kami juga akan memanggil Asisten Daerah Bidang Perekonomian, AA Nugraha dan pihak Bank BRI untuk dimintai keterangannya. Mereka dipanggil sesuai dengan kapasitasnya masing-masing dan pemeriksaan sendiri diagendakan pekan depan," tandasnya.

Dikatakan dia, penyaluran dana bansos tersebut seharusnya disalurkan melalui rekening masing-masing KUB dan tidak boleh diambil secara tunai. Akan tetapi,pada kenyataannya dari nilai dana bansos sebesar Rp.5 Milyar, sekitar Rp 1,05 milyar diambil secara tunai. Padahal dalam petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, sudah jelas dana tersebut harus disalurkan langsung dan tidak boleh diambil tunai. "Dari segi administrasi juga sudah menyalahi aturan," katanya.

Meski penyidik Kejari Karawang sudah mengantongi nama calon tersangka, pihaknya belum bersedia untuk mempublikasikannya untuk menghindari timbulnya tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur dan aturan yang ada. "Hingga kini memang baru satu calon tersangkanya tapi, tidak menutup kemungkinan akan bertambah," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Pelayanan Bank Jabar-Banten, Cabang Karawang Heru Irlambang menyatakan, pihaknya mencairkan dana bansos bagi KUB sesuai dengan mekanisme yang ada. Pencairan sendiri selain cek, juga harus dilengkapi dengan tandatangan PPTK dan bendahara bagian perekonomian, Setda Kabupaten Karawang. (ops)

Disperindag Janji Kendalikan Sembako di pasar Karawang


KARAWANG, RAKA
– Ditengarai gula rafinasi banyak beredar luas di pasar Karawang. Kendati tidak menyebutkan di pasar mana, namun lagi-lagi Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindag Tamben) memberikan sinyal lampu kuning agar masyarakat hati-hati untuk tidak mengkonsumsi gula mentah yang cukup berbahaya bagi kesehatan ini.
  
"Kabarnya gula rafinasi tersebut dipasarkan guna memenuhi kebutuhan perusahaan makanan. Makanya kami nanti butuh koordinasi dengan Dinas Kesehatan bagaimana cara melakukan kontrol terhadap peredaran gula jenis ini. Jangan sampai malah meracuni masyarakat akibat ketidak tahuan atas bahaya yang bisa ditimbulkan jika salah penggunaannya," ungkap Kepala Disperindag Tamben, Saridin Sinabang.
   
Kekhawatiran itu memang cukup beralasan. Sebab ketika harga gula pasir terus merangkak naik mendekati hari raya Idul Fitri, tidak tertutup kemungkinan masyarakat mencari alternatif harga termurah. Artinya, ketika gula rafinasi bisa digunakan sebagai pemanis makanan, tanpa memperdulikan dampak negarif kesehatan dalam jangka panjang, bukan hal mustahil jadi pilihan masyarakat.
   
"Yang jadi kendala adanya kenaikan harga gula pasir di pasar-pasar tradisional akibat stok gula lokal terbatas. Sedangkan permintaan cukup tinggi. Khusus gula kemasan bermerk, harga masih terkendali. Hanya saja, rata-rata gula kemasan jenis ini lebih banyak beredar di pasar-pasar modern. Guna mengimbangi laju pergerakan harga agar terkendali, kami sedang melakukan pendekatan dengan semua pasar modern agar menjelang lebaran seperti sekarang berani memberikan harga diskon hingga 50 persen untuk semua produk kebutuhan pokok masyarakat," ujar Sinabang.
   
Bukan hanya para pemilik pasar modern, lanjut Sinabang, pihaknya juga telah mengagendakan pertemuan bersama para distributor sembako yang ada di wilayah Kabupaten Karawang. Diharapkannya, pekan ini juga pertemuan itu bisa dilangsungkan. Tujuannya, tetap terfokus pada pengendalian harga kebutuhan pokok masyarakat. Kalau hanya sekedar operasi pasar, diakuinya, cukup berat jika ditarget harus mampu mengendalikan harga pasar.
   
"Hukum pasar sulit dikendalikan. Pengaruhnya bukan hanya bersifat lokal kedaerahan. Tapi imbas dari daerah lain cukup kuat. Apalagi secara geografis, Kabupaten Karawang sangat dekat dengan Bekasi dan DKI Jakarta. Langkah kedepan kami, bila cara pendekatan ini cukup berdampak positif dalam mengerem laju pergerakan harga pasar, setip 6 bulan sekali akan dilanjutkan menjadi program rutin," tandas Sinabang.
   
Sebelumnya, Fraksi PKS DPRD sempat meminta Disperindag Tamben agar segera melakukan intervensi pasar ketika harga berbagai komoditas kebutuhan pokok menjelang Idul Fitri terus merangkak naik. Jika tidak, dikhawatirkan, tingkat daya beli masyarakat makin terus berkurang. Sedangkan kebutuhan untuk berlebaran tidak bisa ditunda. "Mestinya Disperindag Tamben segera membukan pasar murah. Untuk merumuskan langkahnya, bisa kita duduk bersama. Yakinlah, rekan-rekan di DPRD pasti memberikan dukungan," demikian tegas Ketua Fraksi PKS, Dedi Sudrajat.
   
Lebih lanjut dikemukakan Sinabang, selain rencana pengendalian harga kebutuhan pokok, dinasnya juga sudah melakukan kontak dengan Hiswana Migas (Himpunan Pengusaha Minyak dan Gas -red) wilayah Karawang-Bekasi guna mengamankan stok kebutuhan BBM selama arus mudik, lebaran, dan arus balik. "Rencana kontrol ketersediaan pasokan BBM di sini, kami siap turun bersama Kemetrologian Provinsi Jawa Barat. Kami sedang membut tim khusus melibatkan rekan-rekan Hiswana Migas. Nantinya turun ke lapangan mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri," tandasnya lagi. (vins)

Satpol PP Didesak Teruskan Operasi Miras dan PSK di wilayah Kabupaten Karawang

HARUS SERIUS:Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Karawang saat pertemuan dengan para anggota DPRD Karawang, kemarin.

KARAWANG, RAKA – Satpol PP diminta lebih mengintensifkan razia peredaran minuman keras dan tempat-tempat maksiat pada momentum Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Setelah itu, operasi tetap harus dilanjutkan menjadi kegiatan rutin. Sehingga tidak memberikan kesempatan waktu sedikit pun bagi para pengedar minuman haram tersebut maupun pelaku kemaksiatan di wilayah Kabupaten Karawang.
   
Permohonan itu disampaikan 6 orang anggota DPRD yang langsung mendatangi markas Satpol PP di Jalan By Pass A. Yani, kemarin. Keenam wakil rakyat tersebut adalah Budiwanto, Nanda Suhanda, Ata Subagja Dinata, Karmin Amrullah, Mumun Maemunah, dan Dedi Sudrajat. Mereka sepakat mendukung langkah petugas penegak Perda ini karena Karawang telah lama memiliki Perda No.26/2001 dan Perda No.27/2001 tentang anti judi dan kemaksiatan.
   
"Ini memang tugas berat Satpol PP. Tapi bagaimana pun keberadaan Perda 26 dan 27 itu harus ditegakan. Jangan hanya jadi pelengkap arsip daerah. Sepanjang selalu dibekali niat baik, insya Allah menjadi nilai ibadah. Secara teknis di lapangan ketika menghadapi berbagai rintangan, pasti bisa melalui pendekatan masif. Makanya setiap operasi akan digelar, terlebih dulu dilengkapi by data by design. Sehingga lebih terfokus pada sasaran yang diharapkan," ujar Budiwanto memberi semangat.
   
Ditambahkan Dedi Sudrajat, Satpol PP juga diingatkan agar setiap membuat perencanaan operasi lebih ketat dan tertutup rapi. Karena yang ia dengar, setiap operasi akan digelar, sering terdengar bocor. Akibatnya, target sasaran tidak sesuai yang diharapkan. Bisa jadi, menurutnya, komandan Pol PP mesti lebih ketat pula terhadap kedisiplinan para anggotanya. Jangan sampai bocornya informasi mengenai rencana operasi, malah dilakukan oknum anak buahnya sendiri.
   
"Kami pun memuji langkah Satpol PP yang telah berhasil memberangus gubuk-gubuk maksiat di Kobak Biru Telukjambe Barat maupun Seer di wilayah Kecamatan Karawang Barat. Hanya setelah itu jangan terus dibiarkan. Dalam waktu-waktu tertentu mesti dikontrol lagi ke tempat tersebut. Sebab disinyalir mulai ada lagi yang berani membangun kembali gubuk-gubuk sejenis di area yang sama. Termasuk di titik lain di wilayah kecamatan lainnya pula, Satpol PP tetap harus berani mengambil tindakan tegas membongkar tempat-tempat maksiat," dorong Dedi.
   
Mendengar motivasi seperti itu, Kepala Satpol PP, H.D. Alamsyah menegaskan, bahwa pihaknya selama ini tidak pernah diam. Mulai dari razia minuman keras hingga para pelaku maksiat seperti pekerja seks komersial (PSK) selalu dilakukannya. Hanya, diakuinya, tidak seluruh kegiatan operasi terekspose media massa. "Kami juga sempat kedatangan warga Tirtajaya yang minta tempat maksiat di daerahnya segera dibersihkan. Insya Allah setelah lebaran, semua sarang-sarang prostitusi di wilayah Kabupaten Karawang bakal digusur habis. Apalagi tempat yang mereka bangun lebih banyak memanfaatkan tanah negara. Prioritas pertama kami arahkan ke 3 kecamatan. Yaitu, Tempuran, Cilamaya Kulon, dan Klari," jawab Alamsyah.
   
Mengenai hasil razia minuman keras, sambung Alamsyah, kini di gudangnya telah diamankan 5 truk berisi botol minuman haram tersebut. Rencananya, semua barang bukti itu akan dimusnahkan berbarengan dengan pelaksanaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Karawang, 14 September awal pekan besok. "Kami sudah buatkan surat kepada pak bupati, dan instansi terkait lainnya untuk rencana pemusnahan. Sebab semua pelaku telah disidangkan tipiring di Pengadilan Negeri," ucapnya lagi. (vins)

Demokrat Ganti Wakil Ketua DPRD Karawang


KARAWANG, RAKA
– Partai Demokrat ternyata merekomendir nama H. Akhmad Rivai untuk duduk di kursi wakil ketua DPRD. Nama Yus Taufik yang kini ditempatkan sebagai wakil ketua sementara hanya dipersilahkan mengisis kursi ketua komisi yang nanti bakal diperebutkan masing-masing fraksi. Keputusan yang dikeluarkan Tim 9 di internal Demokrat ini terbilang cukup mengagetkan.
   
Sebelumnya, nama yang santer bakal menempati kursi wakil ketua DPRD definitif nanti adalah tetap Yus Taufik. Selain karena masih menempati posisi kursi yang sama, walau hanya bersifat sementara, di Dewan Pimpinan Cabang partai ini pun nama Yus tercatat sebagai sekretaris. Secara umum, biasanya penempatan jabatan politik bagi setiap parpol selalu mengedepankan pengurus di level inti.
   
"Untuk hal-hal seperti ini, Partai Demokrat punya kelaziman tersendiri. Berbeda dengan parpol lain pada umumnya. Kami memiliki mekanisme tersendiri dalam setiap menentukan posisi, khususnya di lembaga legislatif. Semua keputusan ada di tangan DPP melalui Tim 9. Berdasarkan keputusan tersebut yang disampaikan Ketua DPC, Saan Mustofa, Kamis (3/9) malam lalu, menegaskan bahwa yang direkomendir duduk nanti di wakil ketua DPRD dari Demokrat adalah H. Ahmad Rivai," ungkap Yus Taufik.
   
Posisi dirinya, kata Yus, diberikan kesempatan memimpin komisi. Soal pilihan komisi mana, Yus sendiri mengaku belum bisa mengungkapkan sekarang. Alasannya, harus melihat dulu perkembangan lebih lanjut yang terjadi di fraksi-fraksi lainnya. Ia juga menjelaskan posisi kepengurusan Fraksi Partai Demokrat mengalami perubahan. Dari usulan sebelumnya ditempatkan Nurjaman sebagai ketua, kini Tim 9 memilih Muhtar, SH.
  
"Kemarin kan bersifat sementara. Jadi kalau ada perubahan, sangat wajar. Bagaimana pun sebagai kader partai, harus tunduk pada apapun keputusan yang telah diambil partai. Pada dasarnya, setiap kebijakan yang dikeluarkan partai, pasti ada berbagai pertimbangan matang. Bagi kami sebagai kader, harus selalu siap melaksanakan tugas. Kami percaya, semua bermuara kepada pemenuhan kepentingan rakyat," tandasnya.
   
Sebelumnya, nama lain yang sempat disebut-sebut sebagai kandidat calon wakil ketua DPRD dari Demokrat adalah Asep Oki Tahkik. Nama ini dimunculkan, mengingat kriteria yang digariskan Demokrat melalui Tim 9 cukup mendekati. Yakni, selain minimal sarjana strata 1, juga diharuskan memilik pengalaman dan latar belakang berorganisasi yang cukup mumpuni. Sehingga kebutuhan akses Demokrat ke berbagai partai lain maupun kekuatan kelompok masyarakat lainnya tidak terlalu sulit.
   
"Saya sendiri tidak pernah terbayangkan bakal terpilih kang. Dari 6 orang kandidat yang mengikuti fit and propert test, ternyata saya yang dipilih untuk duduk di kursi wakil ketua DPRD. Buat saya ini sebuah amanah atau kepercayaan partai yang harus dijaga dengan baik, penuh tanggungjawab," ujar H. Ahmad saat ditemui RAKA di gedung DPRD, Rabu (9/9) siang. Sebagai catatan, ia sendiri di kepengurusan DPC Partai Demokrat Karawang adalah wakil ketua bidang koperasi dan UKM. Sementara itu, ternyata Fraksi PKS pun diam-diam sudah mengincar jatah kursinya yang sama dengan Demokrat. Kebetulan berdasarkan Undang-undang MPR, DPR,DPD, dan DPRD, untuk unsur pimpinan DPRD Karawang bertambah kursi menjadi 4 dari sebelumnya hanya 3 kursi.

Yakni, 1 kursi ketua, dan 3 kursi lainnya wakil ketua. Nama yang sudah mulai diperkenalkan PKS adalah Budiwanto. Bahkan selama melakukan road show ke berbagai dinas/instansi di lingkungan Pemkab, Selasa (8/9), nama Budiwanto selalu diperkenalkan oleh Ketua Fraksi PKS, Dedi Sudrajat, sebagai calon wakil ketua DPRD. Sayangnya, kubu Partai Golkar hingga kemarin sore belum dapat memastikan nama yang dianggap layak menempati posisi unsur pimpinan di lembaga legislatif tersebut. Hasil seleksi yang dilakukan Dewan Pengurus Daerah Karawang, Selasa (8/9) malam, masih belum dibuka.

Menurut salah seorang pengurus Golkar, Timi Nurjaman, dimungkinkan pengumuman atas hasil seleksi itu baru dibuka Kamis (10/9) hari ini. "Kita belum bisa memberikan jawaban sekarang. Tunggu besok aja ya," ujar Timi singkat. Namun hasil bocoran yang diterima RAKA menyebutkan, nama yang dimungkinkan lolos untuk mengisi kursi wakil ketua DPRD dari Partai Golkar adalah Teddy Luthfiana. Nama lain, H.Warman, dimungkinkan ditempatkan mengisi ketua fraksi. Sedangkan bidikan bagi ketua komisi-komisi, Golkar masih enggan berkomentar. (vins)

Demokrat Ganti Wakil Ketua DPRD Karawang


KARAWANG, RAKA
– Partai Demokrat ternyata merekomendir nama H. Akhmad Rivai untuk duduk di kursi wakil ketua DPRD. Nama Yus Taufik yang kini ditempatkan sebagai wakil ketua sementara hanya dipersilahkan mengisis kursi ketua komisi yang nanti bakal diperebutkan masing-masing fraksi. Keputusan yang dikeluarkan Tim 9 di internal Demokrat ini terbilang cukup mengagetkan.
   
Sebelumnya, nama yang santer bakal menempati kursi wakil ketua DPRD definitif nanti adalah tetap Yus Taufik. Selain karena masih menempati posisi kursi yang sama, walau hanya bersifat sementara, di Dewan Pimpinan Cabang partai ini pun nama Yus tercatat sebagai sekretaris. Secara umum, biasanya penempatan jabatan politik bagi setiap parpol selalu mengedepankan pengurus di level inti.
   
"Untuk hal-hal seperti ini, Partai Demokrat punya kelaziman tersendiri. Berbeda dengan parpol lain pada umumnya. Kami memiliki mekanisme tersendiri dalam setiap menentukan posisi, khususnya di lembaga legislatif. Semua keputusan ada di tangan DPP melalui Tim 9. Berdasarkan keputusan tersebut yang disampaikan Ketua DPC, Saan Mustofa, Kamis (3/9) malam lalu, menegaskan bahwa yang direkomendir duduk nanti di wakil ketua DPRD dari Demokrat adalah H. Ahmad Rivai," ungkap Yus Taufik.
   
Posisi dirinya, kata Yus, diberikan kesempatan memimpin komisi. Soal pilihan komisi mana, Yus sendiri mengaku belum bisa mengungkapkan sekarang. Alasannya, harus melihat dulu perkembangan lebih lanjut yang terjadi di fraksi-fraksi lainnya. Ia juga menjelaskan posisi kepengurusan Fraksi Partai Demokrat mengalami perubahan. Dari usulan sebelumnya ditempatkan Nurjaman sebagai ketua, kini Tim 9 memilih Muhtar, SH.
  
"Kemarin kan bersifat sementara. Jadi kalau ada perubahan, sangat wajar. Bagaimana pun sebagai kader partai, harus tunduk pada apapun keputusan yang telah diambil partai. Pada dasarnya, setiap kebijakan yang dikeluarkan partai, pasti ada berbagai pertimbangan matang. Bagi kami sebagai kader, harus selalu siap melaksanakan tugas. Kami percaya, semua bermuara kepada pemenuhan kepentingan rakyat," tandasnya.
   
Sebelumnya, nama lain yang sempat disebut-sebut sebagai kandidat calon wakil ketua DPRD dari Demokrat adalah Asep Oki Tahkik. Nama ini dimunculkan, mengingat kriteria yang digariskan Demokrat melalui Tim 9 cukup mendekati. Yakni, selain minimal sarjana strata 1, juga diharuskan memilik pengalaman dan latar belakang berorganisasi yang cukup mumpuni. Sehingga kebutuhan akses Demokrat ke berbagai partai lain maupun kekuatan kelompok masyarakat lainnya tidak terlalu sulit.
   
"Saya sendiri tidak pernah terbayangkan bakal terpilih kang. Dari 6 orang kandidat yang mengikuti fit and propert test, ternyata saya yang dipilih untuk duduk di kursi wakil ketua DPRD. Buat saya ini sebuah amanah atau kepercayaan partai yang harus dijaga dengan baik, penuh tanggungjawab," ujar H. Ahmad saat ditemui RAKA di gedung DPRD, Rabu (9/9) siang. Sebagai catatan, ia sendiri di kepengurusan DPC Partai Demokrat Karawang adalah wakil ketua bidang koperasi dan UKM. Sementara itu, ternyata Fraksi PKS pun diam-diam sudah mengincar jatah kursinya yang sama dengan Demokrat. Kebetulan berdasarkan Undang-undang MPR, DPR,DPD, dan DPRD, untuk unsur pimpinan DPRD Karawang bertambah kursi menjadi 4 dari sebelumnya hanya 3 kursi.

Yakni, 1 kursi ketua, dan 3 kursi lainnya wakil ketua. Nama yang sudah mulai diperkenalkan PKS adalah Budiwanto. Bahkan selama melakukan road show ke berbagai dinas/instansi di lingkungan Pemkab, Selasa (8/9), nama Budiwanto selalu diperkenalkan oleh Ketua Fraksi PKS, Dedi Sudrajat, sebagai calon wakil ketua DPRD. Sayangnya, kubu Partai Golkar hingga kemarin sore belum dapat memastikan nama yang dianggap layak menempati posisi unsur pimpinan di lembaga legislatif tersebut. Hasil seleksi yang dilakukan Dewan Pengurus Daerah Karawang, Selasa (8/9) malam, masih belum dibuka.

Menurut salah seorang pengurus Golkar, Timi Nurjaman, dimungkinkan pengumuman atas hasil seleksi itu baru dibuka Kamis (10/9) hari ini. "Kita belum bisa memberikan jawaban sekarang. Tunggu besok aja ya," ujar Timi singkat. Namun hasil bocoran yang diterima RAKA menyebutkan, nama yang dimungkinkan lolos untuk mengisi kursi wakil ketua DPRD dari Partai Golkar adalah Teddy Luthfiana. Nama lain, H.Warman, dimungkinkan ditempatkan mengisi ketua fraksi. Sedangkan bidikan bagi ketua komisi-komisi, Golkar masih enggan berkomentar. (vins)

Bupati Ingatkan Kanker Jadi Ancaman Perempuan Karawang


KARAWANG, RAKA
– Jenis penyakit kategori tinggi, seperti kanker, mulai marak diderita warga Kabupaten Karawang. Dilihat dari sisi kasuistis, penyakit ganas yang bisa menyebabkan kematian ini menyerang siapa saja, termasuk para dokter. Bahkan selama tahun ini, 2 orang dokter warga Karawang tidak bisa ditolong lagi nyawanya akibat kanker payudara yang dideritanya. Hal itu diungkapkan Bupati Dadang S.Muchtar saat menerima kunjungan perwakilan dari Yayasan Dharmais Jakarta, Rabu (9/9) pagi, di kantornya, gedung Singaperbangsa.

Menurutnya pula, sejak tahun 2008 Pemkab melalui Dinas Kesehatan melakukan upaya deteksi dini bagi masyarakat yang dicurigai berisiko tinggi terhadap penyakit kanker. Hingga seluruh Puskesmas disiapkan dengan dibekali tenaga medis dan fasilitas yang memungkinkan untuk menangani kanker. Tandas bupati, kerjasama Pemkab dengan Yayasan Dharmais yang selama ini terjalin, diharapkannya dapat terus berlanjut. "Kerjasama di bidang penanganan kesehatan seperti ini sangat membantu. Masalahnya tingkatan stadium penyakit kanker memerlukan rumah sakit yang lebih kompeten sebagai rujukan. Seperti halnya Rumah Sakit Dharmais," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan bupati, cara lain dalam menghindari merebaknya panyekit kanker di kalangan perempuan, pihaknya melalui Pemkab mengaktifkan kembali program Gerakan Sayang Ibu, serta membuka klinik khusus ini di RSUD. "Kanker yang mengintai kalangan perempuan bukan hanya kanker payudara, tapi juga kanker rahim. Ini harus terus diwaspadai dengan secara intensif dilakukan langkah-langkah antisipatif. Misalnya melakukan deteksian dini ke poliklinik yang tersedia di RSUD. Kalau stadium lebih besar, dapat dirujuk ke Rumah Sakit Dharmais," tandasnya. (vins)

Dibentuk Tim Kaji Perppu Pilkada


JAKARTA,RAKA
- Usai pelaksanaan pemilu legislatif dan pilpres, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai disibukkan dengan urusan pilkada. Maklum, pada 2010 mendatang, setidaknya ada 120 pilkada di sejumlah daerah, termasuk di Kabupaten Karawang. Rabu (9/9), KPU menggelar pertemuan dengan pejabat Depdagri terkait pelaksanaan Pilkada tahun 2010.

Pertemuan yang digelar di kantor KPU itu membahas regulasi teknis pilkada. Dalam pertemuan itu, terlontar permintaan KPU tentang perlunya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu). Anggota KPU, I Gusti Putu Artha mengatakan bahwa pertemuan tersebut telah menghasilkan beberapa rekomendasi. Di antaranya, pilkada tetap dilakukan secara langsung, dan tidak diserahkan ke DPRD. "Kita tidak lagi pada wacana akan kembali ke DPRD, tetapi tetap pilkada langsung," ujar Putu kepada wartwan usai rapat.

Lebih lanjut dikatakan, kesepakatan yang dicapai antara Pemerintah dan KPU dalam pertemuan itu termasuk soal regulasi pilkada seperti sudah diatur dalam UU Nomor 32 Tahun 2004. Aturan yang termuat di UU 32 itu harus disinkronkan dengan UU Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilu, karena sesuai UU itu, pilkada sudah masuk rezim pemilu.
"Contohnya, pilkada masih mengatur soal coblos, padahal pemilu sekarang sudah contreng. Pilkada masih mengatur kartu pemilih, sementara pilkada belum mengatur ruang penggunaan KTP untuk memilih padahal di pemilu lalu sudah bisa menggunakan KTP," lanjutnya.

Karenanya, lanjut Putu, untuk menyikapi dinamika yang terjadi di lapangan itu KPU mengusulkan perlunya Perppu pilkada. Alasannya, sudah ada daerah-daerah yang memulai tahapan Pilkada. Mantan wartawan itu menyebutkan, ada 120 daerah yang sudah masuk tahapan persiapan pilkada pada bulan Oktober hingga November tahun, misalnya di Jawa Tengah, dan Sulaweti Utara. "Jadi itu kan perlu di-Perppukan. Pilihan kita tidak pada revisi karena membutuhkan waktu yang panjang, sedangkan teman-teman di daerah sudah ada yang memulai tahapan. Sehingga jika dilakukan revisi maka tidak terkejar dinamika di lapangan," cetusnya.

Hanya saja, permintaan adanya Perppu itu tidak disetujui pemerintah. Mendagri Mardiyanto menegaskan, pelaksanaan pilkada tetap bisa dilaksanakan dengan menacgu kepada UU No.12 Tahun 2008 tentang perubahan UU No.32 Tahun 2004. "Memang ini dalam posisi yang agak sulit, karena kita bekerja di ujung tahun (periode) lima tahunan. DPR mau ganti, kabinet juga ganti. Tetapi saya ambil langkah saat ini tak perlu Perppu," ujar Mardiyanto. Dia mengatakan, berdasarkan ketentuan UU No. 12 Tahun 2008, bagi daerah-daerah yang masa jabatan kepala daerah-wakil kepala daerahnya berbeda dalam rentang waktu 90 hari, pelaksanaan pilkadanya bisa disatukan. (JPNN)
 

Puluhan Bus Tiga Perempat Mangkal di Jalan Raya Klari

TERMINAL BAYANGAN: Puluhan bus tiga perempat mangkal di Jalan Raya Klari, Desa Anggadita. Sejumlah pengemudi kendaraan tersebut mengaku mangkal di tempat tersebut karena terjadi kepadantan di Terminal Klari, karena kondisi terminal tersebut kurang representatif. (asy)

Kemarau Sulitkan Peternak di Kecamatan Purwasari

PURWASARI, RAKA - Musim kemarau terus berkepanjangan membuat peternak domba di Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari, kelimpungan mencari rumput segar untuk ternaknya. Pasalnya, dengan cuaca yang panas dan tidak ada hujan, membuat rumput sulit tumbuh dan kering. Selain itu, tempat rumput juga sudah jarang seiring banyaknya lahan yang sudah dijadikan lahan industri dan bangunan.

Hal tersebut dikatakan peternak domba setempat, Tamin (74). Kepada RAKA, Rabu (9/9) siang, ia menuturkan, dombanya menjadi kekurangan pakan ketika musim kemarau seperti ini. Dombanya selalu berkeliling mencari rumput yang segar. Rumput pun saat ini dinilainya sudah berkurang, yang ada hanya jerami dan jerami pun kondisinya tidak bagus untuk dkonsumsi. Sehingga domba selalu berkeliling dari tempat satu ketempat yang lainnya mencari rumput yang bisa dimakan. "Kalau dulu musim kemarau tidak seperti ini, rumput masih bisa tumbuh. Tapi sekarang sangat sulit untuk mencari rumput, karena tidak ada yang tumbuh," tuturnya.

Dia menambahkan, karena sedang musim kemarau, dia tidak pernah mencari rumput untuk memberikan makan ternaknya. Untuk memberi makan, ternaknya digembalakan secara liar di ladang. Cara tersebut dinilainya lebih efektif untuk memberi makan ternaknya. Dengan begitu, ternaknya bisa memilih rumput yang bisa dimakan tanpa harus dipilihkannya. "Saya tidak pernah mencari rumput sendiri, saya lebih senang domba digembalakan. Jadi tidak perlu capek nyari rumput, domba bisa makan rumput yang bisa dimakan," ungkapnya.

Tamin menambahkan, selain sulitnya rumput tumbuh, dia juga kesulitan mencari tempat tumbuhnya rumput yang subur. Pasalnya, di daerah itu sudah terjamah industri dan eksplorasi galian tanah sehingga banyak ladang yang menjadi tidak ditumbuhi rumput akibat dari pembangunan tersebut. Padahal dulunya rumput di daerah tersebut cukup subur dan dia tidak kesulitan untuk mencari pakan ternak. "Dulu mah di sini rumputnya subur, tidak sulit untuk mencari pakan ternak. Tapi setalah ada pembangunan dan tanahnya digali untuk dijual, rumput menjadi sulit didapat. Ditambah musim yang tidak menentu seperti ini," keluhnya.

Dia mengharapkan musim kemarau tidak terus berkepanjangan, agar rumput bisa kembali tumbuh. Kalau terus berkepanjangan, ia mengharapkan pemerintah bisa membuat hujan buatan agar tanahnya tidak terlalu gersang. "Biasanya suka ada hujan buatan, tapi sekarang mah gak ada. Mudah-mudahan hujan bisa segera turun supaya tumbuhan subur lagi," harapnya. (asy)

Pedagang Oleh-oleh Tunggu Pemudik di Jalan Raya Simpang Pangulah


TUNGGU PEMUDIK: Menjelang musim mudik, para pedagang oleh-oleh masih sepi pembeli.

KOTABARU, RAKA - Pusat jajanan dan oleh-oleh di Jalan Raya Simpang Pangulah, Kecamatan Kotabaru, masih sepi pembeli. Tidak ada peningkatan pembeli dalam beberapa hari terakhir. Diprediksi, penjualan akan meningkat saat arus mudik sudah digelar. Tapi walaupun demikian, pedagang tidak mempersiapkan menyambut arus mudik secara khusus. Hal tersebut dikatakan oleh pedagang di tempat tersebut, Jerry (35), saat ditemui RAKA, Rabu (9/9).

Ia mengatakan, diperkirakan kenaikan pembeli akan terjadi pada minggu depan saat arus mudik dimulai. Saat ini pembeli masih sepi dan belum ada peningkatan. Pembeli masih berkutat pada pengguna jalan yang melintas di jalan tersebut. Keadaan ini, membuat penghasilannya tidak mengalami peningkatan jauh. Pembeli yang datang, pada umumnya membeli tape dan ubi bakar yang dijual di warungnya. "Biasanya kalau menjelang mudik pembeli meningkat tajam dan kemungkinan peningkatan tersebut akan terjadi minggu depan saat arus mudik sudah digelar," tuturnya.

Saat arus mudik nanti, ia mengaku tidak akan menaikan barang dagangannya. Harga jual akan tetap sama seperti hari-hari biasa. Untuk harga tape bendul misalnya, saat ini dijual seharga Rp 4000 per kilogram dan harga ubi Cilembu dijual Rp 14.000 per kilogram. Harga-harga tersebut akan tetap sama saat arus mudik tiba. "Harga yang dijual tetap standar tidak akan ada kenaikan. Biasanya, kalau pemudik singgah di warungnya untuk melakukan istirahat sekaligus membeli oleh-oleh untuk dibawa ke kampung halaman. Saya berharap pada mudik kali ini bisa mendapatkan keuntungan yang banyak," harapnya.

Hal yang sama juga diutarakan pedagang lainnya, Gugun (26), ia mengatakan, saat ini belum ada kenaikan pembeli. Pembeli yang datang ke warungnya masih dalam keadaan normal. Dia memperkirakan, kenaikan lonjakan pembeli akan terjadi satu minggu ke depan. Namun menurutnya, dari pengalaman arus mudik tahun lalu, pemudik yang berhenti di warungnya, tidak banyak yang membeli jajan untuk dibawa oleh-oleh. "Mereka paling membeli mie rebus ataupun kopi, sambil melepas lelah. Paling hanya sebagian yang membeli oleh-oleh," paparnya.

Mengenai tape yang dijualnya, dia mengatakan, tape tersebut didatangkan dari Bendul, sementara ubi sendiri didatangkan dari daerah Sumedang. Kedua jajanan tersebut merupakan jajanan andalan yang dijual di warungnya dan lebih banyak diburu pembeli ketimbang jajanan lainnya. "Kebanyakan warung di sini menjual tape dan ubi. Pembeli pun banyak yang membeli kedua makanan tersebut, karena memiliki kekhasan tersendiri daripada makanan lainnya," tuturnya. (asy)

Jalur Tamelang-Curug Dikeluhkan, Jalan Rusak, Tanpa PJU

DIKELUHKAN: Selain bopeng, jalur ini tanpa lampu penerangan.

PURWASARI, RAKA - Jalan yang menghubungkan Desa Tamelang, Kecamatan Purwasari dengan Desa Curug, Kecamatan Klari, kondisinya seperti tidak terawat. Kondisi jalan yang rusak dan dihiasi ilalang membuat jalan tersebut rawan aksi kejahatan.

Warga berharap, di jalur tersebut bisa dipasang lampu penerangan jalan. Soalnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju arah Curug. Hal tersebut diantaranya dikeluhkan salah seorang warga Tamelang, Didin (24) kepada RAKA, Rabu (9/9) siang.

Lebih lanjut Didin menuturkan, waktu jalan tersebut dipergunakan mobil yang mengangkut pasir kondisinya tidak separah sekarang. Jalannya cukup bagus dan pada malam hari banyak aktifitas yang dilakukan. Tapi sekarang kondisinya jauh berbeda, jalan tersebut rusak dan banyak lubang, ditambah lagi tidak ada lampu penerangan. Sehingga warga menjadi ragu untuk keluar pada malam hari. "Selain ke Curug, jalan tersebut juga merupakan akses jalan menuju beberapa perkampungan lainnya. Jadi cukup banyak warga yang menggunakan jalan tersebut," ungkapnya.

Setidaknya, kata Didin, dengan adanya lampu penerangan jalan, akan mengurangi kehawatiran tindak kejahatan. Saat ini kondisinya gelap dan banyak semak yang menjulang tinggi. Sangat riskan untuk bepergian di malam hari melintasi jalan tersebut. Padahal kebutuhan masyarakat tidak hanya pada siang hari, tapi juga terkadang perlu keluar di malam hari. "Saya berharap di jalan tersebut dibuatkan lampu penerangan jalan, agar ada rasa aman. Soalnya banyak masyarakat yang melintasi jalan ini. Kalau gelap takut ada orang jahat yang memanfaatkan situasi seperti itu," tuturnya.

Sama halnya dengan Didin, salah seorang karyawan pabrik di kawasan Indotaisei, Permana (28) menambahkan, dia sering menggunakan jalan tersebut untuk pergi ke tempat kerja. Karena jalan tersebut merupakan akses yang cukup dekat untuk sampai ke tempat kerja. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan, jalannya rusak dan tidak ada lampu penerangan. "Saya sering lewat jalan sini untuk pergi ke pabrik, walaupun jalannya rusak, tapi saya tetap sering melewati jalan ini karena lebih dekat untuk sampai ke pabrik," paparnya.

Namun, lanjutnya, dia tidak berani untuk lewat jalan raya Tamelang-Curug jika di malam hari. Soalnya kondisi jalan tersebut gelap, khawatir akan mengundang tindak kriminal. Jika kerja malam, dia sering menggunakan jalan Cikampek, karena lewat jalan Cikampek dinilai lebih aman. "Kalau kerja malam, saya jarang menggunakan jalan Temelang, lebih suka lewat Cikampek. Kecuali kalau bareng dengan teman. Soalnya saya takut, jalannya gelap ditambah rusak. Hawatir terjadi sesuatu. Saya mendukung jika di jalan tersebut dipasang lampu penerangan jalan," jelasnya. (asy)

Moralitas Remaja di Karawang Rendah

KLARI, RAKA - Masa remaja merupakan masa transisi dari masa kanak-kanak menuju kedewasaan dalam bersikap maupun berfikir. Tidak jarang anak remaja selalu melakukan perbuatan yang menyimpang dari aturan ataupun norma yang berlaku di masyarakat.
Karenanya, pembinaan harus terus dilakukan agar remaja tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Salah satu yang harus dilakukan adalah penanaman nilai-nilai keagamaan harus dimaksimalkan. Bila tidak dibina, remaja akan melakukan kenakalan yang akan menjurus pada hal-hal yang dilarang oleh norma yang berlaku dimasyarakat.

Bahkan sekarang ini, kenakalan remaja sering meresahkan masyarakat karena melakukan aksi-aksi yang brutal semisal tawuran. Bahkan remaja juga selalu ingin mencoba hal-hal yang baru yang belum pernah dilakukannya, jika tidak terkontrol akan terjerumus pada perbuatan yang negatif. "Pengawasan dan pembinaan harus terus dilakukan agar remaja tidak terjerumus pada hal-hal yang negatif," kata Sekretaris Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Karawang Abdul Somad pada RAKA, Rabu (9/9).

Pada Ramadhan ini, lanjutnya, ketaatan pelajar dinilainya masih rendah. Dia sering menemukan pelajar-pelajar yang tidak berpuasa. Sesalnya, pelajar tersebut menunjukannya di depan masyarakat umum. Mereka tidak malu untuk merokok ataupun jajan di tengah tempat keramaian. Hal tersebut membuatnya miris, ini menunjukan ketaatan remaja dalam hal ini pelajar terhdap nilai-nilai keagamaan. "Pendidikan agama pada pelajar harus lebih ditingkatkan, agar mereka paham betul apa yang harus dilakukannya. Karena dalam agama semua kehidupan menjadi teratur," tuturnya.

Pengurus IPNU lainnya, Hasan menambahkan, pendidikan agama pada siswa jangan dilakukan hanya sebatas transformasi pengetahuan saja dari guru kepada siswa, melainkan pendidikan agama harus juga pada tahap implementasi. Secara pengetahuan, dia melihat pelajar cukup memahami masalah agama, tapi masalahnya dalam penerapan ilmu agama tersebut masih minim. "Untuk itu, tata cara penyampaian materi agama khususnya harus juga diikuti oleh penerapan ilmu agama tersebut. Agar ilmu yang didapat bisa maksimal," tuturnya lagi.

Menurutnya, Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk meningkatkan pendidikan agama khususnya bagi siswa. Remaja saat ini merupakan pemimpin di masa yang akan datang. Jika pemimpinya memiliki akhlak yang baik, dia meyakini akan dapat membawa daerah tempatnya tinggal menjadi lebih baik. Tentunya ini bukan hanya peranan dari guru saja, melainkan diperlukan peranan orang tua dan masyarakat. "Saya berharap generasi muda ke depan bisa memiliki akhlakul karimah dan memiliki intelektualitas yang tinggi. Agar bangsa ini memiliki masa depan yang cerah," harapnya. (asy)

Kemarau, Petani Purwasari Tanam Palawija

OLAH TANAH: Kemarau, petani Purwasari menanam jagung.

PURWASARI, RAKA - Memasuki musim kemarau, petani di Pagadungan Desa Purwasari, Kecamatan Purwasari, menggarap lahan sawahnya untuk ditanami palawija. Soalnya, jika ditanami padi, pasokan airnyat tidak mencukupi. Sementara jika palawija tidak terlalu membutuhkan banyak air seperti padi.

Menurut petani setempat, Jono (70), lahan seluas 100 meter tersebut, akan ditanami jagung manis. Pasalnya, jagung merupakan komoditi yang cukup potensial untuk dijual. Jadi dia lebih memilih menanam jagung daripada palawija lainnya.

Tapi tidak menutup kemungkinan selain ditanami jagung, dia juga akan menanami palawija lainnya di lahan yang digarapnya tersebut. "Sawah di sini merupakan sawah tadah hujan, jadi kalau musim kemarau seperti ini tidak bisa ditanami karen tidak ada saluran air. Daripada lahannya menganggur, lebih baik dimanfaatkan," tuturnya.

Jono menambahkan, sebetulnya lahannya tersebut bukan lahan miliknya, tapi dia telah memiliki ijin untuk menggarap lahan tersebut dari pemiliknya. Saat ini baru tahap penggarapan lahan sebelum dilakukan penanaman. Menurutnya bertahan hidup di jaman sekarang cukup sulit. Jika tidak menggarap lahan, dia tidak memiliki pekerjaan. Soalnya kesempatan untuk bekerja sangat sulit. "Saya bersyukur masih bisa menggarap lahan walaupun ini milik orang lain. Pemiliknya hanya meminta lahan tersebut jangan sampai tidak terawat. Mencari penghasilan saat ini cukup sulit," tuturnya.

Rakyat kecil, lanjutnya, sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena harga kebutuhan pokok saat ini cukup besar, sementara penghasilan yang didapatnya tidak selamanya sama. Dia merasa beruntung masih bisa menggarap lahan untuk dijadikan lahan usaha. Dia tidak memiliki usaha lain lagi selain bertani. "Menjadi petani saat ini tantangannya cukup besar, terutama dalam menghadapi hama. Tapi saya optimis bertani ini akan berhasil. Usaha yang dilakukan hanya ini, menjadi buruh tani, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari," ungkapnya. (asy)

Kondisi jalan Penghubung antar Kecamatan Pedes-Cilebar Rusak Parah

JALAN RUSAK: Kondisi jalan Penghubung antar Kecamatan Pedes hingga kecamatan Cilebar menjelang lebaran Rusak parah. Keadaan tersebut dikhawatirkan bakal memicu terjadinya kecelakaan menyusul mulai meningkatnya aktifitas pengguna jalan sebelum lebaran mendatang. (get)

Kecamatan Pedes Rawan Ranmor


PEDES, RAKA
- Pencuri spesialis kendaraan roda dua berhasil membawa kabur motor tukang burung, warga Desa Kertaraharja Kecamatan Kutawaluya yang kebetulan bertamu ke Kecamatan Pedes. Hal itu sekaligus membuktikan tingkat kejahatan menjelang lebaran mulai mengalami peningkatan.

Informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi Rabu (9/9) sekitar pukul 14.00 Wib. Menurut saksi mata, A. Hudri (50) kepada RAKA, dikediamannya yang kebetulan tidak berada jauh dari lokasi kejadian. Saat itu, kata Hudri, seorang tukang burung yang mengaku berasal dari Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, sengaja memarkirkan sepeda motornya yang diketahui bermerk yamaha Mio, berwarna merah dan diatas tempat duduknya (Jok) masih mengikat sebuah kandang burung. Dia memburu seekor burung yang berada di tengah pesawahan. Namun, karena menyangka tidak bakal terjadi hal yang mencurigakan maka pihaknya tidak menghiraukannya.

Namun, hanya berselang selama 10 menit, terang Hudri, tiba tiba korban yang bekerja sebagai tukang burung itu, terlihat seperti orang kebingungan. Lalu menghampiri pihaknya, dan menanyakan keberadaan sepeda motor miliknya karena mengetahui bahwa sepeda motornya telah raib. "Karena saya juga tidak memperhatikan jadi saya pun tidak mengetahui siapa pelaku yang telah mencuri sepeda motornya. Sebaiknya, jika akan memarkirkan kendaraannya dipinggir jalan akan lebih aman untukm menitipkan kepada warga setempat yang dikenalnya,"ungkapnya.

Secara terpisah, warga Dusun Junti timur, Desa kutagandok Kecamatan Kutawaluya, Euis Latifah (30) pada hari sebelumnya mengalami kejadian yang serupa di SMPN 1 Kutawaluya. Wanita yang berpropesi sebagai seorang staff pengajar honorer mengaku kejadian tersebut terjadi ketika pihaknya sedang bekerja untuk mengajar di sekolah yang terletak dipinggir jalan. Maka, pihaknya memarkirkan sepeda motornya tepat didepan sekolahan.

Namun, ketika usai mengajar dan bergegas untuk pulang, ternyata sepeda motor miliknya yang diparkir dihalaman sekolah telah raib digondol maling. Namun, menurut sebuah sumber dan saksi mata, bahwa sepeda motor miliknya di bawa oleh seorang pelajar. Maka, tidak ada seorangpun yang menyangka bahwa sepeda motornya telah dibawa oleh seorang maling. Melihat dari itu, sebaiknya masyarakat lebih berhati hati agar tidak memarkirkan sepeda motornya sembarangan. Diprediksi, peningkatan aksi kejahatan dipicu oleh tingginya kebutuhan hidup jelang Hari Raya Lebaran. (get)

Pedes dan Cilebar Terancam Terputus

PEDES, RAKA - Kondisi jalan penghubung antar Kecamatan Pedes hingga Kecamatan Cilebar, sepanjang 4 km rusak parah. Ditambah, adanya proyek perbaikan jalan yang mandeg dan menyisakan material yang sangat mengganggu pengendara. Kerusakan terparah tepatnya di sekitar jalan Desa Labanjaya. Padahal, aktifitas lalu lalang kendaraan semenjak kini hingga setelah lebaran nanti, akan terus mengalami peningkatan besar. Dikhawatirkan, kerusakan jalan akan memanen banyak kecelakaan.

Pantauan RAKA, kerusakan sudah terlihat dari jalan Desa Karang jaya, dan di Desa Rangdu mulya hingga kerusakan yang paling sulit untuk dilintasi, di Desa Laban Jaya. Padahal, tepatnya dipertengahan jalan ada perbaikan jalan dengan menggunakan beton. Namun, akibat proyek perbaikan itu telah sekian lama mandeg, akhirnya kondisi jalan semakin tidak karuan dan sulit untuk dilalui. Diketahui, akibat perbaikan jalan menggunakan beton itu mandeg, pengendara sering kesulitan dengan lebar jalan. ditambah adanya pajangan material untuk perbaikan yang dipajang disekitar badan jalan yang cukup menghabiskan lebar jalan.

Kondisi jalan yang cukup mengkhawatirkan itu, sering kali dikeluhkan masyarakat baik pengendara maupun warga setempat, seperti yang diungkapkan warga Desa Laban Jaya Kecamatan Pedes, Eka (34) kepada RAKA, Rabu (9/9) ditemui diperjalanan. Menurutnya, pihaknya telah beberapa kali mengungkapkan kerusakan jalan telah beberapa kali diungkapkan kepada pemerintahan setempat agar segera dilaporkan dan ditangani oleh pihak yang terkait. Sebab, sudah beberapa kali mengakibatkan kecelakaan karena pengendara dari arah yang berlawanan berebut untuk melintasi jalan yang masih dianggap belum rusak parah.

"Jalan yang masih bisa dilewatipun sangat sempit, akhirnya pengendara yang saling berebut untuk melewatinya, sering kali beradu domba. Dan terakhir kecelakaan terjadi, menyebabkan kondisi korban cacat tubuh. Seharusnya, pihak penanggung jawab cepat tanggap dengan apa yang dikeluhkan dan di khawatirkan opleh kami dan masyarakat lainnya. Namun, disayangkan justru perbaikan yang ada sekarang ini pun malah mandeg dan tidak ada kejelasannya,"ungkapnya.

Dijelaskannya, jika perbaikan jalan lambat dilakukan pihak terkait, akan banyak lagi korban kecelakaan yang bakal mengalami cacat jika mengalami kecelakaan akibat kerusakan jalan tersebut. Selain itu, akan terjadfi peningkatan lalu lalang pengguna jalan jelang hari raya hingga setelahnya. Mengingat itu, seharusnya pihak terkait meolakukan antisipasi dengan melakukan perbaikan jalan seluruhnya, minimal perbaikan jalan yang mandeg segera diselesaikan karena banyak material perbaikan yang di pajang diruas jalan, telah mengganggu banyak pengguna jalan karena jalan semakin sempit.

"Beton hasil perbaikan yang saat ini mandeg pun tidak bisa dilalui pengendara, karena posisi beton lebih tinggi dari jalan. Jadi, jalan yang bisa dilalui hanya sebagian. dan sebagian jalan yang bisa dilalui kondisinya rusak parah. Dan itu, membuat para pengendara bingung harus melintasi jalur mana lagi. Sedangkan, banyak kegiatan masyarakat yang membutuhkan jalan itu, "terangnya.(get)

Pusakajaya Utara Tertimbun Pasir, Warga Cemas Jalan Akan Terpenggal dan Terjebak Oleh Timbunan Pasir

CILEBAR, RAKA - Sepanjang jalan di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, tertutup pasir yang terbawa ombak laut yang kini sudah mencapai permukaan jalan. Keadaan ini sangat membahayakan pengendara karena dinilai rawan kecelakaan. Ironisnya, hingga kemarin belum ada antisipasi pihak terkait untuk meminimalisir timbunan pasir tersebut.

Bedasarkan data RAKA kondisi tersebut terjadi menyusul tingginya intensitas angin diatas permukaan laut, hingga mengakibatkan ombak tinggi yang menerpa hingga badan jalan. Dikhawatirkan bila tidak segera diantisipasi akan mengakibatkan terputusnya jalan akibat timbunan pasir yang terus menumpuk.

Pantauan RAKA, gundukan pasir yang berasal dari laut itu, kerap membuat keseimbangan para pengendara ketika melintasinya tiba tiba oleng. Bahkan, ada sebagian ruas jalan yang tergerus oleh air laut yang berakibat badan jalan semakin menyempit. Padahal, akses jalan tersebut merupakan akses jalan vital untuk menuju kebeberapa tempat pariwisata Pantai Utara Karawang. Padahal, jalan tersebut bakal ramai dilintasi para pengunjung dari berbagai daerah untuk rekreasi di hari liburan lebaran yang sudah dekat.

Untuk meminimalisir ganguan pengendara akibat pasir laut itu, beberapa warga setempat yang kebetulan tidak memiliki aktifitas mengumpulkan material pasir itu untuk dibuang kembali ke lautan dengan alat seadanya. seperti yang dilakukan warga Desa Pusaka Jayautara, Kecamatan Cilebar, Aning (43) kepada RAKA, Rabu (9/9) ditemui dilokasi. Menurutnya, hal itu sebenarnya telah terjadi sejak lama selain akibat abrasi yang telah melanda di pemukimannya. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat banyak selain hanya menyumbangkan jasanya untuk membersihkan badan jalan yang sebagian telah tertutupi oleh pasir.

"Pasir itu akan semakin banyak dan menggunduk diruas jalan jika kami tidak membuang kembali kelautan. Sebab, adanya gelombang pasang dilautan yang menyebabkan air laut sampai di sekitar ruas jalan, yang juga membawa dan meninggalkan material pasir diatasnya. Sedangkan, jika hal itu dibiarkan kami takut aktifitas perekonomian yang membutuhkan akses jalan ini akan terganggu,"terangnya. Sementara, jelas Aning, untuk membuat gundukan pasir dijalan itu tidak terjadi kembali.

Maka masyarakat hanya membendung area bahu jalan yang sering kali dihinggapi air laut ketika sedang pasang dengan sejumlah karung dan bebatuan seadanya. Namun, untuk mengantisipasinya, karena menyangkut pada permasalahan abrasi. Seharusnya, ada semacam pemecah gelombang ketika air laut tengah pasang. Akan tetapi, hingga sekarang ini, belum ada penyelesaian yang dilakukan pemerintah untuk permasahalan abrasi. Namun begitu, kami berharap setidaknya ada penyelesaian terkait kondisi jalan yang terancam bakal tertutup oleh pasir, jika satu bulan ini air laut terus pasang.

Warga lainnya Ansor, membenarkan hal itu, ditambahkannya, bahwa sebaiknya pihak pariwisata ikut berjuang untuk membenahi kondisi jalan yang aksesnya mulai akan tertutup dan tidak bisa untuk dilalui. Sebab, seperti tahun sebelumnya, jalan itu bakal berguna untuk dilintasi para pengunjung pariwisata pantai dari berbagai daerah. Diketahui, akses jalan itu merupakan jalan terdekat pemnghubung panatai pariwisata satu demngan yang lainnya, samudera baru, pisangan hingga ke Tanjung Baru.(get)

PNPM Siap Entaskan Kemiskinan masyarakat Karawang

KARAWANG, RAKA - Paket program penanggulangan kemiskinan PNPM Mandiri yang sudah menginjak tahap ketiga, diharapkan bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat Karawang, khususnya masyarakat miskin.

Pasalnya dengan adanya program tersebut, diharapkan bisa menciptakan masyarakat yang mandiri dan mampu mengatasi persoalan-persoalan yang ada dilingkungannya. Menurut Koordinator Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan (P2KP) advice Kabupaten Karawang Bambang Wijanarko, pelaksanaan paket tersebut khusus untuk keluarga miskin dan sasarannya adalah Panitia Kemitraan (Pakem).

"Anggota Pakem terdiri dari kelompok yang peduli terhadap kemajuan masyarakat, bisa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), perguruan tinggi, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), BKM, dan dari dinas yang bersangkutan. Dinas tersebut artinya, apabila disebuah desa ada kegiatan pembuatan jalan setapak, maka dinas yang terkait adalah Dinas Cipta Karya. Maka Dinas Cipta Karya menjadi bagian dari anggota Pakem.

Selain Pakem, dibentuk juga Kelompok Kerja (Pokja) tingkat Kabupaten," ungkapnya, Rabu (9/9) siang disela acara sosialiasi. Pokja tersebut, tandas Bambang, mensosialisasikan berbagai hal rencana kerja ditingkat kecamatan, dengan harapan agar ada masyarakat yang berminat mengikuti program paket. "Program paket sistemnya kompetisi. Artinya, tidak semua desa mendapatkan bantuan, jadi hanya desa yang benar-benar membutuhkan. Kegiatan itu sendiri didanai dari APBN dan APBD Kabupaten, untuk Karawang sendiri anggaran untuk kegiatan ini mencapai Rp 2 Millyar," tuturnya.

Acara sosialisasi paket program penanggulangan kemiskinan yang digelar di Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat, yang dihadiri oleh camat dari beberapa Kecamatan, penanggung jawab operasi kegiatan khusus PNPM Mandiri, Forum komunikasi BKM tingkat Kecamatan, Forum Komunikasi tingkat Kabupaten, dan tokoh masyarakat, menjelaskan proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program penanggulangan kemiskinan. Menurut Bambang, program yang sudah berjalan dari tahun 2006, sampai sekarang yang sudah menginjak tahap ketiga, diharapkan ada sinergitas dari masyarakat, BKM, lembaga desa, kelompok peduli dan dinas terkait. "Dalam program tersebut tentu ada prosesnya.

Diawali dengan sosialisasi dari konsultan pnpm mandiri ke camat, penanggung jawab operasi kegiatan khusus pnpm mandiri, forum komunikasi bkm tingkat kecamatan, Forum komunikasi tingkat kabupaten, dan tokoh masyarakat, untuk menyamakan persepsi tujuan dari program paket tersebut. Kemudian ditindak lanjuti dengan adanya sosialiasi ditingkat kecamatan oleh pengelola di tingkat Kabupaten yaitu Pokja Kabupaten yang beranggotakan sebelas orang, dari Dinas yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan, dan perguruan tinggi. Pokja tersebut dibentuk dari SK Bupati tanggal 9 Juli 2009," ungkapnya.

Setiap desa yang terpilih, diharapkan bisa membangun kemitraan dengan desa lain. Bambang mencontohkan, desa A melakukan kegiatan paket dengan membangun drainase, pasalnya setiap musim hujan desa tersebut sering dilanda banjir. Setelah paket tersebut berjalan dan selesai dikerjakan, akhirnya desa tersebut tidak lagi terkena banjir. Namun efek dari dibangunnya drainase tersebut membuat desa B dilanda banjir. Makanya diperlukan kemitraan antara desa A dan desa B untuk sama-sama ikut dalam progran paket tersebut," katanya. (psn)

Teti warga Desa Sampalan Masih Menderita

KUTAWALUYA, RAKA - Hingga kemarin, belum satu anggota DPRD Karawang pun yang melirik penderitaan Teti (37) warga Desa Sampalan, Kecamatan Kutawaluya yang sudah sembilan tahun mengidap penyakit gondok. Padahal, ibu dua anak itu pernah mengeluhkan sakitnya pada beberapa anggota dewan saat mereka kampanye. Namun, dewan yang terpilih itu ternyata cuma janji doang.

Ternyata, yang bisa membawa Teti ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung adalah warga setempat, mereka mengumpulkan dana untuk biaya berobat Teti, karena janji dewan tak kunjung datang. Padahal saat kampanye, beberapa anggota dewan pernah berjanji akan membantunya. Namun demikian, belum terlambat bagi anggota dewan untuk membantu dan meringankan penderitaan Teti.

Ketidak pedulian para dewan ini setelah mereka tak bergeming ketika tim relawan penggalang dana bagi Teti kecewa karena dewan dianggap tak memberi harapan bagi kesehatan Teti. Tim relawan itu memang sengaja dibentuk untuk mengumpulkan dana bagi biaya Teti, karena diketahui Teti termasuk keluarga tidak mampu. "Belum juga dimintai bantuan, mereka sudah berkilah," kata seorang relawan Tati.

Ketua relawan untuk Teti, Nasep mengatakan, dana yang diperoleh untuk kesembuhan Teti sudah menipis, malu jika pihaknya harus terus meminta lagi kepada warga yang hampir setiap waktu menyisihkan uang untuk Teti. "Saya mencoba mendekati para anggota legislatif yang terpilih dari daerah pemilihan 4 namun jawabannya semua tidak ada yang peduli kecuali dari salah satu partai yang langsung merespon setelah dia, H Opik dari Demokrat," ujarnya. (spn)

Bencana Sebagai Cermin Diri

DUKA kembali melanda bangsa Indonesia, seolah datang bergiliran, beberapa tahun lalu bencana alam melanda Aceh, Nias, Yogyakarta dan Pangandaran. Sekarang gempa itu mengguncang Tasikmalaya dan beberapa daerah lain Jawa Barat. Indonesia seperti tak pernah putus di rundung duka.

Fenomena alam ini sebagai peringatan keras dari Allah SWT agar kita kembali ke jalan yang benar. Tanpa mengenyampingkan rasa empati yang mendalam kepada korban dan keluarga yang ditinggalkan, pantas menjadi renungan, perkataan Umar bin Khatab saat terjadi gempa di suatu wilayah, kalimat yang pertama kali diucapkan Khalifah Umar bin Khatab.

"Wahai rakyat ku, maksiat apa yang kita lakukan sehingga mengundang bencana seperti ini," ucap Kholid Al Kautsar yang juga guru SMAN 1 Batujaya, merilis ucapan Khalifah Umar bin Khatab. Dan gempa di Tasikmalaya yang menelan banyak korban ini memang menyisakan kepiluan yang mendalam, tapi bukan berarti kita harus larut dalam kepedihan dan tidak berusaha melakukan introspeksi diri.

Setidaknya ada tiga aspek yang harus kita renungkan. Pertama, sebagai mukmin, bencana ini tentu terkait dengan perilaku kita selama ini. Kedua, musibah ini merupakan alat untuk selalu melakukan introspeksi diri dan mengerjakan aksi kesadaran sosial dalam bentuk memberikan bantuan kepada sesama. Ketiga, banyak pernyataan yang melecehkan ajaran Islam dan kemaksiatan yang merajalela, sehingga Allah SWTdatangkan bencana bagi bangsa ini.

Kedepan kita harus berpikir jernih, lebih baik, sesuai dengan tuntutan Allah dan Rasul-Nya. Ada pesan bagi pemerintah Indonesia. Pertama, perlu ada skala prioritas dalam menangani negeri ini, terutama persoalan kemiskinan yang terabaikan. Kedua, rasa keadilan terhadap masyarakat harus ditumbuhkan terus menerus oleh pemerintah dan ketiga, pemerintah harus memerangi segala bentuk kemaksiatan secara tegas.

Sudah saatnya pemerintah melakukan 'dakwah amar makruf nahi munkar' dengan baik. Pemerintah harus tegas dan konsisten kalau ingin membawa bangsa ini kepada kondisi yang lebih bermartabat. Peringatan Allah SWT sudah datang berkali-kali, kita harus ingat itu. (spn)

Telkomsel Gelar THR 1000 Pelanggan

KARAWANG, RAKA - Dalam rangka menyambut Bulan Ramadhan 1430 Hijriyah, Telkomsel menggelar program Hikmah Ramadhan (THR), yakni Buka Puasa Bersama dengan 1000 pelanggan dan anak yatim piatu di Masjid Raya Puri Telukjambe Karawang, Rabu (9/9) sore. Acara ini merupakan bagian dalam rangkaian program THR bersama 14.000 pelanggan dan anak yatim piatu yang digelar di 14 kota dengan tema 'Berbagi Hikmah di Bulan Ramadhan'.

VP Area Jabotabek Jabar Telkomsel Irwin Sakti mengatakan Kota Karawang merupakan salah satu lokasi acara THR, dimana Telkomsel menggelar buka puasa bersama dengan 1.000 pelanggan dan 2 yayasan anak yatim piatu. Diluar kota Karawang, secara keseluruhan Telkomsel menggelar acara THR di Aceh, Palembang, Padang, Tasikmalaya, Cirebon, Yogyakarta, Malang, Kediri, Mataram, Banjarmasin, Samarinda, Makasar, dan Ambon.
"Telkomsel memberikan bantuan dan santunan kepada yayasan sosial dan dunia pendidikan Karawang senilai total Rp. 177,5 juta.

Bantuan tersebut berupa donasi sebesar Rp. 32,5 juta kepada 10 yayasan sosial dan bingkisan paket islami bagi 800 anak yaitm piatu yang telah dibagikan seminggu setelah acara THR dimulai. Serta bantuan pendidikan yang diserahkan langsung kepada Bupati Karawang untuk 10 sekolah senilai Rp. 145 juta," ungkapnya. Ia melanjutkan, kegiatan Tebar Hikmah Ramadhan merupakan bagian dari komitmen dalam mewujudkan Good Corporate Citizenship (GCC) sebagai perusahaan yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.

"Seiring dengan kepeduliaan melayani pasar dan industri telekomunikasi sebagi core-bussiness, Telkomsel terus berupaya memberi nilai tambah pada lingkungan dan masyarakat," tandasnya. Program rutin tahunan yang digelar oleh Telkomsel, merupakan momentum bulan suci yang di dimanfaatkan oleh manajemen Telkomsel untuk berbuka puasa bersama dengan pelanggan dan anak yatim, serta mengadakan kerja bakti membersihkan lingkungan Masjid/mushola.

"Kami sangat gembira bisa bersama pelanggan berbagi kebahagiaan, diantaranya dengan anak yatim piatu di bulan suci Ramadhan kali ini. Kami berharap bantuan bagi anak yatim dan yayasan sosial di Karawang dapat menjadi manfaat sekaligus membangkitkan semangat mereka sebagai para generasi penerus bangsa dan membantu operasional yayasan tersebut," lanjutnya. Terkait dengan Safari Ramadhan Telkomsel, pelaksanaan THR juga merupakan bagian dari rangkaian program Safari Ramadhan Telkomsel 2009, yang ada kesempatan tahun ini mengambil tema 'Maknai Ramadhan dengan senyum dan ketulusan hati'.

"Dalam program safari Ramadhan Telkomsel disetiap kota dilakukan buka bersama dan pemberian santunan ke 1.000 anak yatim piatu yang di 10 lokasi di Indonesia, yang mulai dari Makassar dan dilanjutkan ke Medan, Pekanbaru, Jambi, Balikpapan, Semarang, Surabaya, Lombok, Cianjur, dan Jakarta. Total bantuan yang diberikan diseluruh kota sejumlah Rp. 4 Milliar dalam bentuk 10.000 paket ibadah, uang saku dan dana buat yayasan sosial," ungkap Irwin. Disamping itu, pada acara tersebut hadir Bupati Karawang beserja jajarannya. Telkomsel juga menghadirkan Ustadz dan artis ternama, seperti Ustadz Subhqi dan Opick yang memberikan siraman rohani dan pencerahan tentang hakikat ramadhan serta pengetahuan keislaman. (psn)

Rampok Bersenpi Beraksi Lagi di Karawang, Dua Kali Letuskan Senjata, Sekap Korban

KARAWANG,RAKA - Bulan puasa ternyata tidak menjadi penghalang untuk melakukan tindak kejahatan. Buktinya, Rabu (9/9) dinihari kemarin, sebuah mobil Avanza milik Abdul Rojak (57) warga Perum P & K Blok B1 RT 02/11 Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat, Karawang, lenyap dibawa kabur kawanan rampok yang menggunakan senjata api (senpi).

Rojak, pensiunan PT Pupuk Kujang itu ketika ditemui RAKA dikediamannya kemarin mengatakan, kawanan rampok berhasil membawa kabur Avanza warna hitam T 1274 H setelah terlebih dahulu membuang tembakan ke udara untuk menakut-nakuti dirinya dan tetangganya. Bahkan, beberapa warga yang mencoba menghadang laju mobil curian itu nyaris ditabrak."Kami tak dapat berbuat banyak setelah mengetahui perampok itu menggunakan senjata," ungkapnya.
Dikatakannya, aksi pencurian itu terjadi pukul 01.00 dinihari ketika dirinya tengah tidur lelap bersama Mumuh Maimunah(54) isterinya di kamar utama. Sedangkan Ega(27) dan Dita(22) anaknya sedang tidak di rumah.

Salah seorang pelaku masuk ke dalam rumah setelah berhasil mendongkel jendela kamar depan yang tidak menggunakan teralis."Setelah mengacak-acak isi kamar depan, dia(pelaku) tidak menemukan kunci mobil. Karena kunci mobil dan kunci rumah termasuk kunci pagar disimpan di kamar kami," ujarnya. Karena dia tak menemukan kunci itu, timpal Maimunah, pelaku kemudian masuk ke dalam kamarnya. Namun, setelah pelaku keluar dari dalam kamarnya dan berjalan ke arah pintu depan, Maimunah terbangun setelah mendengar langkah kaki itu.

"Tadinya saya pikir bapanya yang bangun setelah saya lirik ternyata ada disampingku," ucapnya. Sadar ada orang lain ada di dalam rumahnya, Maimunah buru-buru membangunkan suaminya. Rupanya, tindakan penghuni rumah diketahui perampok itu."Saya sempat mengejarnya.Tapi, dia langsung masuk ke dalam kamar depan dan langsung mengunci kamar itu dari dalam. Kemudian, bapa(suaminya-red) juga ikut mengejar dan menggedor-gedor pintu kamar dengan menggunakan kentongan," ujar PNS Pemkab Karawang ini.

Aksi gedor-gedor itu otomatis menimbulkan suara gaduh dan mampu menyita perhatian warga sekitar. Bahkan, Maimunah juga sempat ingin mengejar pelaku lewat pintu depan(utama).Rupanya, rampok itu sudah memastikan penghuni rumah tak akan mampu mengejar karena memang kunci rumah dan kunci pagar sudah ada dalam genggamannya."Kami nggak bisa mengejar dia selain hanya berteriak minta tolong kepada tetangga dan warga lainnya," keluh Maimunah.

Maimunah yang semula berteriak di balik jendela kaca depan terpaksa buru-buru mundur dan berlindung ke balik tembok ruang tengah setelah melihat seorang pelaku lainnya yang menggunakan topi meletuskan senjatanya ke atas. "Saat kami menghindar untuk menyelamatkan nyawa, kemungkinan waktu tersebut dijadikan kesempatan oleh pelaku yang ada di dalam kamar depan untuk keluar. Sebab, setelah beberapa menit kemudian, kami sudah melihat dia membuka terpal mobil," terangnya.

Sebelum mobil berhasil dibawa perampok itu, jelas Maimunah, tetangganya( Endang yang rumahnya persis di depan rumah korban) sempat keluar rumah. Namun, lagi-lagi Endang "dipaksa" masuk ke dalam rumah setelah pelaku kembali meletuskan senjatanya untuk kedua kalinya.Bahkan, beberapa karyawan katering sempat menghadang laju mobil itu tapi hasilnya sia-sia."Mereka akhirnya berhasil kabur ke arah kantor Statistik," pungkas Rojak. Akibat kejadian tersebut, korban menderita sekitar Rp 100 juta. Kini, kasus tersebut sedang dalam proses penyelidikan aparat Polsek Karawang kota. (ops)

Lamaran Wadas dan Cikalong Berpotensi Macet Total

KARAWANG, RAKA - Lonjakan arus mudik dan arus balik diperkirakan akan terjadi pada H-7 dan H+7 lebaran. Sejumlah titik yang diperkirakan rawan kemacetan mendapat penjagaan ketat. Termasuk menempatkan satuan-satuan petugas pengatur lalu lintas di titik-titik tersebut.
Kasie Pengendalian Operasi Satpol PP Deni S Harlan, ketika dikonfirmasi terkait pengamanan lebaran membeberkan sejumlah titik yang diperkirakan rawan kemacetan. Bahkan dia mengatakan, pihaknya akan mengerahkan seluruh personelnya untuk urusan pengamanan terserbut.

"Seluruh personel Pol PP akan diturunkan. Kami sudah berkoordinasi dengan Kodim, kepolisian dan Dinas Perhubungan terkait antisipasi arus mudik dan arus balik. Diperkirakan titik-titik rawan yang akan dilalui kendaraan roda dua yaitu di Lamaran, Wadas dan Cikalong, akan dibuat pos pemantauan. Kami harap, dengan adanya pos pemantauan ini, akan mengurangi kemacetan yang diakibatkan oleh melonjaknya arus kendaraan, dan kecelakaan," tuturnya, Rabu (9/9) siang. Hal yang sama dikatakan Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu-lintas Dishubkominfo Wawan Setiawan, ia mengaku pihaknya sudah memetakan jalur bagi kendaraan roda empat dan dua.

"Untuk roda dua rencananya masuk melewati kodim lalu ke johar setelah itu keluar melalui wadas/parakan, sedangkan untuk roda empat dari By pass masuk ke jalur lingkar lalu diteruskan ke Klari. Untuk mengantisipasi kemacetan, didepan terminal Klari, angkutan umum jurusan Cikampek-Klari yang selama ini mengetem diluar terminal akan kami dipindahkan ke lahan pengairan yang ada didepan terminal," katanya. Ia melanjutkan, pemetaan arus kendaraan untuk mengantisipasi arus mudik dan arus balik, diharapkan mampu memperlancar arus lalu-lintas.

Pasalnya volume kendaraan akan diperkirakan melonjak H-7 dan H+7. "Adanya jalur lingkar, sangat membantu memperlancar arus kendaraan. Terbukti dengan menurunnya volume kendaraan dijalur protokol di Karawang kota," tandasnya. Terkait dengan menjamurnya pedagang kaki lima (pkl) di sepanjang jalur lingkar Tanjungpura-Klari, Kasie Pengendalian dan Operasi Satpol PP Deni s Harlan mengaku pihaknya akan melakukan tindakan pasca Idul Fitri.

"PKL yang berjualan di pinggir jalur lingkar, adalah pedagang musiman. Kami sudah memberikan surat teguran kepada mereka untuk segera membereskan lapaknya ketika Idul Fitri selesai. Apabila mereka tidak mengindahkan surat peringatan, maka dengan terpakasa kami akan membongkar lapak tersebut. Kami harap mereka bisa membereskan sendiri lapaknya agar tercipta keindahan dan ketertiban di Karawang," ungkapnya. (psn)

SMAN 1 Telagasari Usung Budi Pekerti, Dari Acara Sandhan di Sekolahannya, Kemarin

DIAM-diam, pengetahuan soal Islam dan budi pekerti anak-anak SMAN 1 Telagasari belakangan ini kian eksis, Bo. Saat harus jalani Ramadhan 1430 H saat ini, nggak salah lagi mayoritas dari keseluruhan 1.085 siswa yang muslim pun aktif tuh di kegiatan keagamaan.

Hal itu terungkap dari acara Pesantren Ramadhan (Sandhan) 2009 yang digelar di sekolahannya, Jalan Raya Telagasari Timur, Karawang, Rabu (9/9). Kayak yang diakui Ketua OSIS Aditya Yudhistira bareng Ketua MPK Ade Herni, yang ditemui RAKA di sela acara, "Alhamdulillah. Nyaris semua teman aktif dan ngedukung abis."

Yups. Acara sandhan di SMAN yang punya nama gaul SMANET (udah pasti singkatan SMAN 1 Telagasari, dong), itu emang baru dimulai kemarin. Di acara yang digelar di aula sekolahan, itu nyaris semua siswa dari semua kelas hadir. Begitu pun para guru, yang utamanya kebagian tugas jadi penyaji, termasuk yang menangani soal budi pekerti.

Buat Keutamaan

Kepsek SMANET, Pak Drs. Nedi Rohendi seusai acara, kasih penjelasan kalo sandhan di sekolahannya punya tujuan buat kasih bekal para siswanya punya kemampuan kognitif, psikomotor, plus afektif. Di urusan ini lantaran terkait Ramadhan, kata Pak Kepsek, otomatis semuanya punya sifat religius, yang tentu buat diterapin di kehidupan sehari-hari.

Kecuali itu buat bikin meningkat pemahaman Islam, penggalangan ukhuwah Islamiyah, plus rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun orang lain juga jadi meningkat.

Masih buat urusan sandhan, diakui Pak Kepsek sebagai muslim, kita pasti ngerasa kalo Ramadhan itu bulan yang berharga banget, bulan yang mulia yang nggak punya tandingan bulan-bulan lainnya. Coz di bulan ini ada berjuta keutamaan mulia yang yang pahala ibadahnya dibikin berlipat ganda, sampe malam 'Lailatul Qadar' yang utamanya lebih baik dari seribu bulan.

Dari keutamaan ramadhan itu, pihak pendidik SMANET pun bikin alternatif kegiatan yang positif dan bermanfaat bagi umum dan hususnya dunia pendidikan, yang utamanya buat bikin keimanan plus ketakwaan armada sekolahan kian kukuh plus meningkat.

"Dan yang tidak kalah penting juga soal budi pekerti. Kebetulan, belakangan ini sekolah kami juga dipercaya Disdikpora Karawang untuk punya kegiatan pembelajaran di bidang budi pekerti itu," aku Pak Kepsek.

Dipungkas Bubar

Sementara buat acara sandhan di SMANET, pelaksanaannya bakal digelar empat hari. Sesuai rancangan siswanya, acara diakhiri lewat berbagai lomba yang di antaraynya nasyid, CCA, MSQ, kaligrafi. Malah lantaran hari itu jadi yang terakhir masa pembelajaran di skul selama Ramadhan ini, rencananya acara juga bakal dipungkas lewat bubar alias buka bareng antar-organisasi siswa.

"Ya. Kita-kita maunya acara berakhir lewat bubar. Biar lebih berkesan gitu, deh," cuap Hesty, Dwi Tiani, Hayatunufus, Sa'diyah, Yudi Prahmara, juga si kembar Sopiyah dan Sa'diyah yang jadi armada panitia lainnya. (dea wahyudi)

Lonjakan Arus Mudik di Stasiun Purwakarta Belum Nampak

SEPI: Lonjakan arus mudik di stasiun Purwakarta belum nampak. Pihak stasiun memprediksi lonjakan penumpang terjadi pada H-7. Foto: lobi loket stasiun Purwakarta, Rabu (9/9) siang. (ton)

Menghadapi Liburan Lebaran, SMAN 3 Purwakarta Gelar Sanlat Ketakwaan

MEMASUKI liburan ramdhan dan menghadapi lebaran, SMAN 3 Purwakarta berharap setiap siswanya memiliki bekal yang dapat meningkatkan keimanan serta ketakwaan. Langkah yang diambil sekolah ini dengan mengadakan kegiatan amaliah ramadhan seperti Sanlat.

Kepala sekolah SMAN 3 Purwakarta Drs Nana Suryana kepada RAKA kemarin di ruang kerjanya mengatakan, untuk mendidik siswa agar menjadi orang yang bertakwa alangkah baiknya di bulan Ramadhan setiap sekolah mengadakan Pesantren kilat (Sanlat). Selain sesuai dengan kurikulum, hal utama yang akan di peroleh dari sanlat siswa dapat bertambah keimanannya.

"Setiap bulan suci Ramadhan pihak sekolah SMAN 3 Purwakarta menggelar pesantren kilat, hal ini di lakukan pihak sekolah karena sesuai dengan kurikulum, kegiatan sanlat ini berguna untuk menambah keimanan serta katakwaan terhadap siswa. Sebagai generasi penerus bangsa mereka harus di latih sejak dini memahami ilmu agama, sehingga ke depannya mereka memiliki pendidikan yang berkualitas serta moralitas yang baik," imbuhnya.

Guru pembimbing mata pelajaran ilmu Kimia SMAN 3 Purwakarta Agus Husaeri menambahkan, setelah memasuki liburan sekolah siswa di wajibkan untuk mengikuti kegiatan ramadhan seperti pesantren kilat."Pesantren kilat ini hukumnya wajib, setiap siswa dari kelas X, XI dan XII wajib mengikuti kegiatan bulan ramadhan, salah satu kegiatannnya adalah Sanlat," imbuhnya.

Menurut Agus Husaeri, pesantren kilat bisa di ikuti di lingkungan masyarakat, namun dari 6 hari masa sanlat setiap siswa minimal Satu kali harus datang ke sekolah. "Untuk memudahkan kegiatan sanlat, kami juga mempersilahkan siswa untuk mengikuti sanlat di daerahnya masing-masing. Tetapi, minimal satu kali kami mengharuskan mereka untuk datang ke sekolah.

Dan mereka yang telah mengikuti kegiatan sanlat di luar sekolah, kami meminta bukti laporan atau sertifikat sanlat yang telah mereka ikuti,' paparnya. Agus menambahkan, menjelang hari raya idul fitri sekolah meliburkan siswanya sejak tanggal 14-29 September dan mulai melaksanakan KBM tanggal 30 September nanti. "Libur sekolah di bulan Ramadhan tertanggal 20-22 Agustus lalu, kegiatan KBM dari tanggal 24 Agustus- 5 September, kegiatan Sanlat dari tanggal 7-12.

Libur Idul Fitri tanggal 14-29, dan mulai masuk sekolah tanggal 30 September. Dan Jadwal liburan ramadhan ini cukup lama, sehingga sanlat yang hanya di gelar 6 hari ini di upayakan dapat menjadi bekal serta amaliah ramadhan, agar kegiatan salat menjadi bekal yang baik setiap siswa di berikan tugas berbagai kegiatan seperti melakukan Shalt sunat dhuha, tadarusan, mendengar tausiah, melakukan diskusi keagamaan serta di berikan pemutaran film islami," terangnya. (sep)

Disdikpora Pemkab Purwakarta Ingatkan Sanksi Pelajar Tawuran

PURWAKARTA, RAKA - Dinas pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Pemkab Purwakarta kembali mengingatkan sangsi bagi pelajar sekolah yang terlibat tawuran.

"Jika kedapatan ada pelajar yang terlibat tawuran ada sangsi bagi mereka. Tapi sangsi itu akan kita kembalikan ke pihak sekolahnya masing-masing,"kata Kabid dikmen Disdikpora Pemkab Purwakarta Zaenurizal saat menanggapi rentannya aksi tawuran akibat kerumunan para pelajar yang biasa mangkal ditempat keramaian, kemarin.

Ia sendiri tak menampik bahwa kerumunan para pelajar dari dua sekolah berbeda yang kerap bergerombol dipusat-pusat keramaian cukup rentan dan bisa menjadi pemicu terjadinya tawuran pelajar. Untuk itu Kata Zaenurijal pihaknya telah melakukan koordinasi kesejumlah pihak termasuk pihak kepolisian polres Purwakarta.

"Kami sendiri ikut melakukan pemantauan. Artinya semua pihak harus terlibat untuk mencegah terjadinya tawuran dan bersama-sama ikut melakukan pemantauannya,"jelas Zaenurijal.
Dijelaskannya, kegiatan penertiban para pelajar dalam mengantisipasi tawuran sebenarnya telah beberapa kali dilakukan pihaknya. Terutama penertiban itu dilakukan saat jam belajar siswa. Dimana, hal ini dilakukan untuk mengembalikan pra-fungsi siswa untuk tetap belajar. "kegiatan penertiban juga seudah sering kami lakukan.

Tapi tawuran juga biasanya dipicu adanya oknum dari luar yang sengaja memprovokasi,"tandasnya. Oleh karenanya, dalam mengantisipasi terjadinya tawuran antar pelajar. kata Zaenurijal perlu dilakukan secara bersama-sama melibatkan sejumlah instansi terkait. “ Bila tindakannya terindikasi kriminal, tentunya kita perlu menggandeng polisi dalam kaitan ini,”tegasnya. (ton)

Perketat Ijin Minimarket di Kabupaten Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA - Para pengusaha kecil dan menengah di Kabupaten Purwakarta mengeluhkan berkurangnya omset penjualan barang-barang di pasar perbelanjaan tradisional akibat semakin maraknya pusat-pusat perbelanjaan modern yang tersebar di sejumlah tempat. Bahkan hal ini pun diminta agar pemerintah setempat lebih ketat dalam memberikan ijin terhadap berdirinya minimarket ataupun supermarket yang sudah menjamur.


Manajer Pasar Raya BIG Purwakarta, Edi Supriadi kepada wartawan usai bersama UPTD Pasar Jumat melaksanakan operasi dadakan (sidak) di wilayahnya, baru-baru ini mengatakan sepinya masyarakat untuk mengunjungi tempat perbelanjaan untuk katergori kelas menengah dan kecil. Hal itu disebabkan oleh semakin menjamurnya tempat-tempat perbelanjaan modern sudah berlangsung sejak beberapa tahun ini. Padahal jelas dia, sebelum berdiri pasar modern itu pengunjung terbilang cukup banyak.

"Dulu, masyarakat Purwakarta banyak mendatangi pasar perbelanjaan tradisional ini tapi belakangan jumlah pembeli dari tahun ke tahun semakin mengecil," ujarnya. Dijelaskan dia, adanya kebiasaan masyarakat yang cederung serba praktis juga menjadi pemicu, banyak masyarakat yang lebih tertarik mendatangi pasar swalayan ketimbang pasar tradisional. "Saat ini pun kebiasaan seperti itu makin menjamur. Tak dipungkiri, jika tanggal muda banyak masyarakat yang membeli keprluannya di pasar swalayan. Tetapi jika tanggal tua, mereka belanja di pasar tradisional,"ucapnya.

Hal serupa juga dikatakan salah seorang pedagang pakaian di Pasar Jumat Purwakarta, Ade (38). Menurutnya, meski lebaran tinggal beberapa pekan lagi namun penjualan baju miliknya masih terbilang sepi. Sebab menurutnya, pada jelang lebaran tahun lalu ia bisa menjual pakaian hingga 20-30 potong, tapi sekarang baru bisa menjual antara 10- 15 potong perharinya. "Saat ini distro-distro seakan sudah menjamur.

Sehingga, para konsumen pun banyak yang membeli keperluan bajunya ditempat itu,"tandasnya. Oleh karenanya, ia berharap pemerintah setempat bisa memperhatikan menjamurnya pasar modern. Dimana pemeberian ijin yang selektif harfus dilakukan oleh pemerintah. "Maka kami berharap pemerintah bisa memperhatikan hal ini,"tukasnya. (ton)

Puluhan Warga Purwakarta Diperingati Keras, Tengah Hari Bolong Kena Razia Makan di Warung

PURWAKARTA, RAKA - Apes. Kata ini paling cocok dialamatkan kepada Adang (30) dan Jajang (25). Kendati hanya bersifat peringatan namun keduanya sempat berusuan dengan tim gabungan pemantau ramadhan. Keduanya tertangkap tangan saat makan siang disebuah warung makan, Rabu (9/9).

Dalam sidak itu, puluhan masyarakat Purwakarta yang kedapatan sedang tak berpuasa disejumlah warung- warung makan diperingati dan berikan himbauan langsung oleh petugas agar bisa menjaga dan menghormati kekhidmatan bulan Ramadhan. Meski demikian, tak satupun masyarakat yang digelandang, mereka hanya diberikan himbauan ditempat.
Kabag Kesra Setda Pemkab Purwakarta, Andre Chaerul, melalui Kasubag Agama dan Pendidikan Bagian Kesra Setda Purwakarta, Dia

Udin, ditemui usai melakukan pemantauan, mengatakan, hal tersebut dilakukan mengacu pada terbitnya SK Bupati terkait surat edaran bupati No 451.13/2088/Kesra/2009 tentang cipta kondisi bulan Ramadhan 1430 Hijriah/2009 Masehi. Sehingga, dengan pelaksanaan pantauan Ramadhan tersebut, lanjut Udin, diharapkan pelaksanaan ibadah puasa di wilayah Purwakarta bisa berjalan aman, tertib dan khidmat. "Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menciptakan suasana aman, tertib, dan khidmat selama Ramadhan sesuai edaran bupati, "katanya.

Pantauan RAKA, dalam sidak tersebut petugas melangsungkan operasinya dengan memulai sasaran di wilayah Pasar Simpang, Pasar Rebo, Jalan Sudirman, Pasar BIG/Pasar Jumat, Jalan sekitar Sadang dan sekitar wilayah Cimaung Kota Purwakarta. Saat sidak dilangsungkan, rata-rata masyarakat yang kedapatan tak berpuasa di sejumlah rumah makan/restoran tak bisa berbuat apa-apa saat petugas menghampirinya. Mereka yang kedapatan, langsung diberi himbauan dan arahan agar selanjutnya bisa menghormati orang lain yang berpuasa.

"Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan, dan Ramadhan kali ini kita jadwalkan sidak sebanyak 3 kali dalam kurun waktu per 10 hari, diharapkan dengan langkah ini masyarakat bisa turut serta menghormati dan menjaga kekhidmatan bulan Ramadhan. yang kedapatan tak dikenai sangsi, hanya prosesnya langsung diberikan himbauan kepada mereka yang kedapatan tak berpuasa,"ujarnya.

Sementara, satu warga yang kedapatan tak berpuasa mengaku tak mengetahui bila surat edaran mengenai himbauan penghormatan dan menjaga kekhidmat bulan Ramadhan sudah dikeluarkan Pemkab Purwakarta. "Saya tidak tahu kalau ada surat edarannya, terlebih warung-warung makan juga masih banyak yang buka dan melayani pembeli saat siang hari, "katanya sambil mengatakan agar namanya tak dikorankan.

Diketahui, gelar sidak tim gabungan pemantau Ramadhan itu antaralain terdiri dari Pemkab Purwakarta, Polres Purwakarta, Sub Denpom Purwakarta, dan kodim 0619 Purwakarta selain ormas Islam meliputi MUI, FUI, FPI dan MMI Purwakarta. Sedangkan dari data sidak Kesra Setda Pemkab Purwakarta didapati kebanyakan warga yang kedapatan tak berpuasa merupakan kaum perempuan. (rif)

Bupati Purwakarta Gulirkan Kembali Program Rereongan

PURWAKARTA, RAKA - Bukan hanya beras dan sembako saja yang biasa disalurkan untuk membantu korban gempa. Ternyata rokok yang katanya bisa mengancam kesehatan bagi pemakainya bisa digunakan untuk membantu korban gempa. Seperti halnya program yang saat ini digelar pemkab Purwakarta. Mereka menganjurkan setiap PNS menyisihkan sumbangan setara sebatang rokok untuk membantu korban gempa.

Kebijakan pemerintah setempat yang mengistilahkan gerakan rereongan dengan menyisihkan uang bagi para PNS-nya yang besarannya setara dengan sebatang rokok telah disalurkan untuk membantu mengatasi masalah sosial masyarakat seperti halnya memberikan bantuan terhadap korban gempa. "Program rereongan mengumpulkan uang setara dengan harga rokok hingga kini akan terus berjalan. Bahkan penggunaannya belum lama ini telah digunakan untuk membantu kebutuhan masyarakat terutama bagi korban gempa, "kata Kabag Humas Pemkab Purwakarta Ade Zaenudin, kepada RAKA, kemarin.

Menurutnya, pengumpulan dana itu pun bisa digunakan untuk kepentingan sosial lainnya. Apalagi, tujuan dari kebijakan ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat terutama yang menyangkut masalah sosial. "Bahkan dengan adanya kebijakan ini bisa menimbulkan sikap kepedulian para Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya dalam membantu masyarakat,"imbuhnya. Dijelaskan, program rereongan yang sudah cukup lama di canangkan pemkab Purwakarta, sebelumnya telah dikeluarkan melalui surat edaran No 910/1198/Pemum/2008 tentang Rere-ongan.

Para PNS dilingkungan Pemkab Purwakarta difardhukan untuk menyisihkan rizkinya setiap hari yang nilainya setara dengan satu batang rokok. "Mekanismenya pun masih sama. Artinya, dari pengumpulan uang tersebut akan dihitung dan diumumkan setiap satu bulan sekali dalam kegiatan apel kesadaran nasional oleh Bendahara dimasing-masing SKPD yang ditunjuk dan di SK-kan oleh pimpinan SKPD,"ujarnya. Sementara itu salah seorang pegawai dilingkungan pemkab Purwakarta mengaku respon terhadap program yang sudah digulirkan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Menurut dia, meskipun pegawai perempuan tidak merokok, sepertihalnya dirinya. Akan tetapi, ia mengaku masih bisa menyisihkan uang sekitar Rp 1.000 per hari. ''Jumlah pegawai sekitar 10 ribu orang. Sedangkan dari pegawai laki-laki yang ada, sekitar 70 persennya merupakan perokok aktif,''ujarnya dan meminta namanya tidak dikorankan. (ton)

Pemudik Yang Hendak Melalui Purwakarta Harus Hati

WASPADA: Pemudik yang hendak melalui Purwakarta harus berhati-hati. Pasalnya, hampir keseluruhan sarana lampu merah di Purwakarta dalam kondisi rusak dan tak berfungsi. Seperti dalam foto, di Perempatan Combro Kabupaten Purwakarta, Rabu (9/9) sore, hingga kemarin traffic light di perempatan itu masih dalam kondisi mati. (rif)

Pengunjung Mulai Padati Pusat Belanja di Purwakarta

OMSET NAIK: Jelang Lebaran pusat perbelanjaan di Kabupaten Purwakarta mulai diserbu pengunjung. Pedagang mengaku omset mereka naik sekitar 65 persen per hari. Diprediksi, peningkatan omset mencapai 100 persen pada H-7.

PURWAKARTA, RAKA - Memasuki pertengahan ramadhan, masyarakat Kota Purwakarta mulai memadati pusat-pusat perbelanjaan untuk persiapan Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Pantauan RAKA, Rabu (9/9), sore dibeberapa pusat perbelanjaan di Kota Purwakarta terlihat dibanjiri masyarakat jelang datangnya Hari Raya Idul Fitri tersebut.

Kepadatan masyarakat yang berbelanja pada pertengahan Ramadhan itu membuat kawasan di sekitar pusat-pusat perbelajaan macet hingga puluhan meter. Kemacetan terlihat dibeberapa pusat perbelanjaan yakni, Pasar Jumat Purwakarta, Yogya Jalan Sudirman, dan pasar Rebo Purwakarta. Kawasan tersebut sulit dilalui, disebabkan banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat keluar masuk di pusat perbelanjaan.

Sejumlah petugas yang terdiri dari Polri, Dishub dan petugas parkir kerja ekstra mengatur kendaraan yang keluar masuk pusat perbelanjaan, namun situasi kemacetan itu masih terlihat hingga menjelang petang. Dilain pihak, suasana menyambut lebaran terlihat di toko-toko penjual perlengkapan lebaran, seperti pusat penjual pakaian muslim, toko sandal dan sepatu serta toko-toko penjual pakaian anak-anak yang terlihat lebih ramai dibanding toko lainnya, sehingga omset penjualan toko diperkirakan meningkat dibandingkan biasa.

Satu toko penjual pakaian anak-anak yang berada kawasan Pasar Rebo, Ibu Irawan, mengatakan, sejak memasuki Ramadhan omset toko pakaian anak-anak yang dikelolanya lumayan meningkat dibandingkan hari biasa. “Kalau untuk saat ini ada peningkatan dari hari biasanya, bisa sampai 65 persen” ungkap Irawan. Kepadatan masyarakat berbelanja juga terlihat di wilayah pasar tradisional, seperti halnya di Pasar Mambo Purwakarta. Pusat perbelanjaan khas masyarakat menengah kebawah ini lumayan penuh sesak dikunjungi pembeli yang akan berbelanja. (rif)

Penjual LKS Triloka Purwakarta Diancam Sanksi

PURWAKARTA, RAKA - Menjamurnya penjulan buku lembar kerja siswa (LKS) di lingkungan sekolah disesalkan sejumlah unsur masyarakat, terutama di kawasan Purwakarta Kota. Padahal, pemerintah sudah melarang penjualan buku ke sekolah di luar ketentuan.

LSM Triloka Purwakarta menyebutkan, sebagian lingkungan sekolah di Purwakarta terkait penjualan buku LKS disinyalir dilakukan pihak pengusaha yang bekerja sama dengan oknum UPTD Pendidikan. Apalagi, hampir keseluruhan daftar bantuan oeprasional siswa (BOS) buku LKS tidak termasuk buku yang bisa dijual ke sekolah. "Tidak termasuknya daftar buku LKS dalam program BOS juga merupakan satu celah yang membuat hal demikian menjadi marak,"kata Tarman Sonjaya, Sekjen LSM Triloka Purwakarta, kepada RAKA, baru-baru ini.

Menurut Tarman, dari maraknya penjualan buku LKS tersebut selain dipastikan membuat guru tidak bisa meningkatkan kreativitas aspek lain yang bakal merugikan pihak sekolah menjadi terbuka, seperti terhelang oleh pembuatan SPJ yang mandeg lantaran kebingungan. Terkait hal itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta menyatakan sudah mengintruksikan kesetiap sekolah untuk tidak melakukan penjualan buku kepada siswa.

Menjawab pertanyaan, Disdikpora menyebutkan sanksi tegas yang disiapkap berupa administrasi hingga sanksi penurunan golongan kepada guru atau kepala sekolah yang melanggar atau masih melakukan penjualan buku kepada siswa. "Untuk hal ini kita sudah intruksikan kepada setiap sekolah. Secara aturan memang penjualan buku seperi halnya LKS sudah kami larang," kata Kepala Dinas Pendidikan Makbul Hidayat seraya menyebutkan aturan tersebut merupakan upaya tindak lajut dari instruksi Gubernur Jawa Barat mengenai larangan penjualan buku di sekolah. (rif)

Warga Subang Rindu Zaken Kabinet

SUBANG, RAKA – Sejumlah kalangan di Kabupaten Subang mengaku sependapat dengan permintaan kalangan pengusaha yang berharap agar presiden dan wakil presiden terpilih dapat menentukan pembantunya dari kalangan profesional. “Saya harapkan presiden terpilih dapat mengangkat menteri-menterinya dari kalangan orang-orang yang professional dan dapat benar-benar berpihak kepada masyarakat,” ujar Ketua PMGR Mukti Ali Bonang pada RAKA, Rabu (9/9).

Secara husus, lanjut Ali Bonang, pembantu atau menteri ekonomi yang harus benar-benar diangkat dari kalangan ekonom profesional selain untuk menghindari kompromi politik dan politik dagang sapi, juga besar keberpihakannya terhadap peningkatan sektor ekonomi rakyat kecil maupun pengusaha-pengusaha besar yang berpeluang besar untuk membangun fasilitas rakyat. Ali Bonang mengaku setuju sekali dengan komentar Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofyan Wanandi yang mengatakan, pengusaha menginginkan para menteri ekonomi diangkat dari kalangan profesional yang benar-benar mengerti dan memahami bidangnya agar dapat menghindari kompromi politik dan dagang sapi.

Ali Bonang juga menilai jika menteri ekonomi diangkat dari kalangan profesional akan lebih cepat, dapat menguasai, dapat memanaj dalam kerjanya dan dapat menyesuaikan diri dengan perubahan global yang cepat dan kompleks. Dan hindari mengangkat menteri yang merupakan titipan partai politik yang hanya mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Selain kemampuannya diragukan atau karena mereka akan belajar dulu sebelum mengemban tugasnya, juga akan sangat lama untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan global yang perlu dikerjakan secara cepat.

“Saya harapkan presiden dan wakilnya mampu mengambil keputusan yang lebih cepat sesuai dengan yang diinginkan rakyat guna pencapaian peningkatan ekonomi secara cepat dan tepat, demikian pula keinginan pengusaha yang menginginkan dapat berusaha dalam membangun bangsa ini secara cepat dan tepat pula," imbuhnya. Demikian pula, Ali Bonang mengingatkan kepada wakil-wakil rakyat yang baru dilantik yang ada di Kabupaten Subang ada tiga hal yang perlu dibenahi pemerintahan mendatang, yakni masalah infrastruktur, peningkatan ekonomi rakyat dan lebih mengangkat kehidupan petani yang menggeluti bidangnya yang sebelumnya hanya dapat menjadi kuli tani.

Hal itu dipandangnya, para petani di Pantura yang hamparan lahannya paling luas di Kabupaten Subang masih banyak yang mendapatkan kegagalan bertani, masih adanya sejumlah lokasi sawah teknis tidak dapat terairi yang pada ahirnya mereka tidak dapat mengolah lahan sawahnya dan dijamin untuk musim tanam ini mereka akan gagal tanam sekaligus gagal panen. “Untuk menghindari gagal tanam perbaiki saluran air, ditambahkan volume air dan bagi petani yang mengalami gagal panen Pemkab Subang didorong oleh wakil rakyat optimalkan pembinaan petugas PPL yang selama ini terkesan setengah-setengah,” ujarnya. (pir)

Warga Minta Tanggul Citarum Diperbaiki, Belum Lama Direhab, Amblas Lagi

AMBLAS LAGI: Sebuah alat berat saat melakukan pekerjaaan perbaikan tanggul Blok Suryadi belum lama ini, namun tanggul tersebut amblas kembali sehingga warga meminta agar tanggul tersebut diperbaiki secara permanen.

SUBANG, RAKA – Sejumlah warga Blok Suryadi, Desa Pangarengan, Kecamatan Legon Kulon, berharap, sebelum musim hujan datang Balai Besar Wilayah Citarum (BBWS) Citarum dapat memperbaiki tanggul yang ada di kawasan itu yang kembali amblas. Masyarakat di sekitar tanggul hawatir jika tak segera diperbaiki tanggul itu jebol.

Seperti diketahui, saat ini kontruksi pembangunan penanggulangan tanggul yang ada di Blok Suryadi mengalami perubahan dan amblas hingga 2,5 meter sepanjang sekitar 60 meter. “Bisa dibayangkan apabila musim hujan tiba, air Sungai Cipunagara meluap seperti tahun-tahun sebelumnya,” ucap salah seorang tokoh masyarakat setempat, Mansyur.

Karenanya, tambah Mansyur, pihak BBWS Citarum segera memperbaiki tanggul tersebut agar kehawatiran masyarakat yang ada di bawah tanggul Blok Suryadi bisa teratasi. Menurutnya, apabila tanggul tidak segera diperbaiki sebelum musim hujan tiba, air Sungai Cipunagara meluap akan dapat menghancurkan tanggul yang amblas tersebut. “Namun demikian, apabila BBWS Citarum akan memperbaiki tanggul tersebut mesti dilakukan dengan perbaikan secara permanen, agar perbaikan tersebut tidak mubazir,” ucapnya.

Ditambahkannya, jika tanggul Blok Suryadi benar-benar bocor lantaran tak kuat menahan air Sungai Cipunagara, akan jebol. Karena, selain badan tanggul terkikis dan amblas, juga ketinggian tanggul sudah tidak memadai untuk menampung kedatangan air pada musim hujan. “Semoga saja perbaikan yang kesekian kalinya dapat dilakukan dengan permanen agar tidak buang-buang duit,” pinta Mansyur.

Hal senada dikatakan Kepala Desa Pangarengan Atipah. Menurutnya, tanggul Blok Suryadi seharusnya diperbaiki sebelum musim hujan datang. Sebab, apabila terlambat, pihaknya hawatir tanggul tersebut jebol dan tentunya akan menenggelamkan sebagian wilayahnya. “Semoga saja BBWS Citarum dapat segera merealisasikan permintaan masyarakat Pangarengan atas perbaikan tanggul blok Suryadi, semoga,” ucapnya. (pir)

Kredit Motor Macet, Adira Cabang Subang Rugi Miliaran

SUBANG, RAKA – Bulan ini, PT Adira Finance Cabang Subang mengakui ada 182 unit motor dari berbagai merk termasuk kredit macet dan sebanyak 500 unit motor yang tidak jelas juntrungannya dan dikategorikan target WO.

Hal tersebut dikatakan Kepala Eksekutor PT Adira Finance Cabang Subang Uun Nursito kepada RAKA saat dihubungi di ruang kerjanya. Adapun sebanyak 182 unit motor dari berbagai merk termasuk kredit macet, 50 persen diantaranya masih dapat dibina dan sisanya 50 persen lagi mungkin akan ditarik dari kreditur apabila yang bersangkutan tidak segera melakukan klarifikasi sekaligus membayar tunggakan angsuran.

“Dari sebanyak 182 unit motor yang bermasalah bervariasi dari selama 3-8 bulan belum membayar angsurannya, kemungkinan besar dari sebanyak itu 50 persen unit yang tidak dapat dibina akan masuk pada kategori WO," ungkapnya. Namun, lanjut Uun, apabila dari sebanyak 50 persen unit motor bermasalah dapat diselesaikan tunggakan angsurannya, pihaknya tidak akan melakukan penarikan, karena yang masuk WO dari unit yang mermasalah setelah 8 bulan ke atas dan penangannya pun bukan wewenangnya lagi.

Akibat adanya 182 unit motor bermasalah yang hingga bulan ini masih menjadi target binaannya, berakibat kerugian yang cukup besar bagi Adira, mencapai Rp 1.025 miliar, nominal uang sebesar itu baru terhitung utang pokok. Sementara itu, motor bermasalah yang telah masuk pada kategori WO atau hingga saat ini belum jelas keberadaannya ada sekitar 500 unit dan akibatnya pihak Adira mengalami kerugian miliaran rupiah.

Manun UUn tak dapat menghitung secara rinci jumlah kerugian riilnya karena untuk unit WO tersebut ada bagian penanganannya. “Saya tidak dapat memberikan keterangan secara rinci untuk unit WO, akan tetapi secara husus penangan unit yang masih menjadi tugas saya yakni dari sekitar 182 unit motor yang bermasalah sekitar 90 unit motor saat ini masih dalam pembinaan dan angsurannya mulai lancar lagi,” ucap Uun. (pir)

Bakti Sosial Mahasiswa STKIP Subang di Bulan Ramadhan Bagi-bagi Takjil kepada Para Pengendara

BAGI TAKJIL: Seorang mahasiswa membagikan takjil kepada pengendara yang melintas.

SEKITAR pukul 17.30 Wib, Rabu (9/9), puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Sekolah Tingi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Subang berkumpul di Jalan Wisma Karya.

Saat itu, mereka akan melakukan bakti sosial berupa bagi-bagi takjil atau makanan pembuka puasa kepada para pengguna jalan raya yang melewati ruas jalan yang melewati Wisma Karya Subang. Menurut Presiden BEM STKIP Subang Arsa, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadhan tahun ini, hingga BEM STKIP Subang kembali menggelar pembagian paket takjil secara gratis bagi pengguna jalan.

“Kegiatan seperti ini kami lakukan seperti tahun-tahun sebelumnya, kami kembali menggelar pembagian paket bingkisan takjil secara gratis bagi pengguna jalan di sekitar Wisma Karya Subang,” jelas Arsa. Arsa menambahkan, kegiatan bagi-bagi takjil gratis kepada warga yang kebetulan melintas di perempatan lampu merah Wisma Karya itu rencananya akan digelar selama tiga hari berturut, yakni sejak Rabu hingga Jumat mendatang.

“Kegiatan ini seluruhnya didanai dari sumbangan para mahasiswa dan dosen, dengan kegiatan ini diharapkan bisa membantu para pengguna jalan yang tengah berpuasa untuk sekedar membatalkan puasa pada saat berbuka,” ujar Arsa. Dengan dilakukannya pembagian takjil tersebut, tidak hanya untuk menggugah kepedulian para mahasiswa, bahkan kegiatan itu juga diharapkan mampu mengangkat nama kampus mereka kepada masyarakat luas.

Tidak kurang dari 20 orang mahasiswa salah satu perguruan tinggi terkemuka di Kabupaten Subang itu terlibat dalam kegiatan yang dipusatkan di kawasan perempatan lampu merah Wisma Karya. Selain mengenakan seragam kebesaran kampus mereka, para mahasiswa itu turun jalan membagi-bagikan takjil kepada pengguna jalan yang sedang melintas. Setelah takjil terbagi habis kepada para pengguna jalan, para mahasiswa tidak langsung membubarkan diri, namun mereka melakukan buka puasa bersama dulu di halaman Wisma Karya, setelah itu, mereka langsung membubarkan diri. (eko)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang