Jumat, 04 September 2009

Stadion Singaperbangsa Karawang, Tidak Sesuai Standar Badan Liga Indonesia

RUMPUT IMPOR YANG JELEK: Menghadapi Liga Super musim 2009-2010, Manajeman Pelita FC mulai merehab Stadion Singaperbangsa Karawang. Rumput lapangan yang saat dibangun beberapa tahun lalu konon pleh pemborongnya diimpor dari luar negeri dan menghabiskan dana ratusan juta dari APBD Karawang ternyata tidak sesuai standar Badan Liga Indonesia (BLI) dan harus dibongkar dan diganti rumput yang susuai.

MANG RAKA

KUTIPAN

"KPK
imbau masyarakat tidak memberi hadiah kepada pejabat negara atau PNS. Dana untuk itu sebaiknya diserahkan kepada yang lebih berhak. Pemberian yang dilarang tidak hanya dalam bentuk hadiah atau bingkisan". M Jasin/ wakil ketua KPK Bidang Pencegahan


UANG TKW
Kiriman uang para TKW Karawang untuk keperluan lebaran keluarganya sudah lebih dari Rp 30 miliar.

MANG RAKA :
Lumayan bantu meningkatkan IPM Karawang dalam penguatan daya beli???

Bau Asap Pabrik Teror Warga Kampung Babakan Parungkadali Curug dan Karanganyar


KARAWANG,RAKA- Meski warga Kampung Babakan Parungkadali Curug dan Karanganyar sudah menggelar aksi demo ke lokasi pabrik besi dan baja, beberapa bulan silam, hasilnya belum maksimal. Pasalnya, warga masih kerap mencium bau tak sedap yang diduga akibat aktivitas pabrik yang membakar bahan baku besi itu.

Salah seorang warga Kampung Babakan Parungkadali RT 43/08 Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang, Ny.Uju (41) ketika ditemui RAKA di kediamannya Kamis (3/9) kemarin mengatakan, bau asap dari PT Indotama memang sudah sudah sempat hilang beberapa bulan setelah di demo warga. Namun, dalam sepekan terakhir ini bau tak sedap itu kembali tercium dan sangat mengganggu.

"Bau tak sedap itu mulai terasa sesaat setelah atau akan makan sahur," ujarnya.
Bau tak sedap itu, jelas dia, masih terasa hingga pukul 12.00 WIB."Kalau bapak gak percaya silahkan datang dan buktikan sendiri esok pagi(dinihari tadi-red). Ini perlu, untuk menghindari adanya anggapan mengada-ada," tandasnya.

Hal senada juga diutarakan Euis(18) warga Kampung Kampung Congeang RT 18/05 Desa Cilangkap, Cikao-Purwakarta. Menurutnya, asap yang berasal dari lingkungan pabrik besi itu sudah sangat mengganggu dan membuatnya tak nyaman terutama jelang makan sahur." Aduh pak! baunya bau banget dan kita sudah gak kuat lagi mencium bau ini. Gimana nih pak," ucapnya.

Dijelaskannya, paska demo, bau menyengat pertama kali terasa pada 31 JUli 2009 lalu. Kemudian, pada Kamis-Jumat (20-21 Agustus 2009) silam, bau tak sedap itu kembali terasa. Sedangkan dalam seminggu terakhir ini, sambung Euis, bau tak sedap itu hampir tiap hari terasa. "Bau tak sedap itu tak bisa kami cegah karena masuk ke dalam rumah terbawa angin," tandasnya.

Sementara itu, salah seorang warga yang turut dalam aksi demo mengatakan, setelah pihak perusahaan menuruti kemauan pendemo dengan membuat cerobong asap, bau tak sedap itu sudah tak pernah terasa lagi. Sumber RAKA ini justru mensinyalir ada maksud terselubung dari keluhan yang dilontarkan warga yang berbatasan langsung dengan bangunan pabrik baja itu. "Harus saya akui setelah pihak pabrik membangun cerobong, bau tak sedap itu sudah tak pernah tercium lagi. Makanya, saya heran kenapa di sana terasa bau tapi di sini tidak," ujarnya.

Diutarakannya, bahan baku PT Indotama itu adalah mangan yang didatangkan dari China dan dari luar Purwakarta-Karawang. Mangan berbentuk briket ini khusus didatangkan dari Nusa Tenggara Timur. Mangan model seperti(briket) ini dibakar dan dicampur dengan berbagai unsur-unsur lainnya. Asap yang dihasilkan dari pembakaran ini, sambung dia, warnanya agak kuning kemerah-merahan. "Tapi, asap ini sama sekali tidak menimbulkan bau tak sedap. Kalau disebut menimbulkan polusi udara, bisa ya bisa juga tidak," tuturnya.

Kalau mau jujur, lanjut dia, sumber bau itu berasal dari pembakaran mangan berbentuk pasir sebab, jika mangan seperti pasir itu dibakar, bau belerang sudah langsung terasa.Memang, dulu pihak pabrik membakarnya dibawah dan tanpa menggunakan cerobong sehingga, asapnya langsung menyebar ke sekitar pemukiman warga Parungkadali."Jika sekarang ada warga yang merasakan bau tak sedap itu, saya kurang yakin. Akan tetapi, jika warga Uduk-uduk, Mulyasejati Ciampel, mungkin aja karena asapnya akan jatuh disana setelah adanya cerobong itu," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga sekitar pabrik melakukan protes hingga menggelar aksi demo setelah asap pembakaran mangan itu membuat kesehatan mereka terganggu . Warga akan merasakan kepala pusing, mual, batuk dan tenggrokan gatal serta susah tidur jika menghirup asap tersebut."Karena seringnya mengirup asap itu isteri saya telah divonis dokter Puskemas Curug mengidap Tuberclouse (TB) paru. Padahal, sebelum pabrik itu berdiri sekitar 18 bulan lalu, paru-parunya masih sehat," kata Tari(45) warga Congeang, Cilangkap, Purwakarta dan diamini Ny. Narsih (45) tetangganya.

Selanjutnya, Nurjanah (23) juga warga setempat mengatakan, pihak pabrik cukup cerdik untuk mengelabui warga.Soalnya, mereka selalu membakar batubara itu baik di dalam atau diluar pabrik pada malam hari. "Mereka sudah membakar batubara atau tidak akan ketahuan jika kita sudah menghirup asapnya. Napas langsung sesak dan kepala pusing," ujarnya.

Bila hal itu sudah terjadi, jelas Nurjanah, dirinya tak bisa berbuat banyak selain melindungi Rizky anaknya yang masih berusia 17 bulan agar tidak menghirup udara kotor itu.
"Kalau Rizky sudah menghirup udara kotor itu, detak jantungnya akan lebih kencang, nafasnya sesak dan batuk. Sudah berulangkali saya membawa Rizky ke Puskesmas Curug untuk berobat," ucapnya.

Hal senada juga diutarakan Ny.Uju (41) warga Kampung Babakan Parungkadali RT 43/08 Desa Curug, Kecamatan Klari, Karawang. Menurut Uju, ia dan tetanggganya (Tari, Nersih,Iyam, Inah) sudah lama menjadi korban keserakahan industri-industri yang beroperasi tak jauh dari tempat tinggalnya. Maklum, Uju dan Tira merupakan penduduk yang tinggal di perbatasan Purwakarta dan Karawang. Jarak rumah Uju dan Tira juga hanya terpaut sekitar 10 meter.Dan, lokasi perkampungan mereka terletak dibawah bahu jalan maupun bangunan pabrik.

"Pada malam Jumat Kliwon (31 Juli 2009) lalu, asap batubara itu masih masuk ke dalam rumah dan berlangsung sampai subuh. Saya sudah menutupi mulut dan hidung dengan masker dan mengurung diri di dalam kamar, namun baunya masih tembus," ujarnya. "Saya gak mau diberi uang berapapun jumlahnya. Yang penting jangan bau ke lingkungan. Buat apa menerima uang kalau kita seumur hidup akan mencium bau tersebut.Pabrik mau beroperasi silahkan, yang penting jangan mencemari lingkungan," pungkasnya.

Sekretaris Desa Curug Ujang Tatang ketika dikonfirmasi RAKA melalui ponselnya mengatakan, warganya memang sebelumnya sudah mengeluhkan pencemaran udara tersebut. Bahkan, pihaknya bersama warga korban pencemaran telah melakukan protes dengan mendatangi pabrik tersebut agar tidak lagi mencemari lingkungan. "Kalau tidak salah sekitar bulan Juni lalu, kami sudah menggerebek pabrik Indotama itu. Pada malam itu mereka berjanji akan memperbaiki cerobong asapnya dan tidak lagi membakar batubara di ruang terbuka," ujarnya.

Meski begitu, kata Ujang, jika pencemaran udara masih terjadi seperti yang dikeluhkan warga, pihaknya akan kembali melakukan kroscek dan menelusuri kebenaran informasi tersebut."Waktu itu, warga mengaku bahwa asap sudah tidak lagi mengganggu. Kalau memang masih ada kami telusuri dulu untuk menentukan sikap selanjutnya," janjinya. (ops)

Sekolah Saat Puasa Harus Optimal

KARAWANG, RAKA– Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Yan Zuwarsah, berharap kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadhan lebih optimal, terutama yang mengarah kepada pembinaan moral atau akhlak di kalangan siswa. Kendati disadarinya, masuk sekolah sambil berpuasa dimulai pukul 08.00, namun lama belajar 30 menit setiap jam pelajaran harus tetap dimaksimalkan.

“Alhamdulillah berdasarkan hasil monitoring di lapangan semua harapan itu terpenuhi. Soalnya perubahan kegiatan belajar mengajar memasuki bulan puasa jangan sampai berpengaruh pada berkurangnya kualitas hasil didik. Sebaliknya, mesti terus terpacu untuk makin baik, khususnya dalam membentuk siswa berakhlak mulai yang beriman dan bertakwa menjalankan agamanya,” ungkap Yan saat bertemu RAKA di gedung Singaperbangsa, kemarin.

Menurut kalender pendidikan, lanjut Yan, terhitung tanggal 10 hingga 12 September ini seluruh siswa fokus kepada kegiatan keagamaan. Yakni, mengikuti program pesantren kilat atau sanlat. Kegiatan ini bisa dilakukan di lingkungan masing-masing sekolah, atau dapat menambah kegiatan di setiap masjid pada lingkungan tempat tinggal siswa bersangkutan. Buku kediatan Ramadhan yang diberikan kepada setiap siswa, dimintanya, diisi sesuai kegiatan yang diikutinya. Tidak asal hanya sekedar minta tanda tangan ustadz pembimbing.

Khusus memasuki libur panjang Idul Fitri 1430 Hijriyah selama dua pekan penuh yang ditetapkan pemerintah terhitung tanggal 14 sampai 29 September, Yan juga berkeinginan agar sepanjang liburan tersebut benar-benar dimanfaatkan siswa lebih banyak berinteraksi dengan keluarga. “Biasanya liburan panjang sambil berpuasa tidak terlalu membuang waktu istrirahat untuk sekedar bermain diluar. Apalagi suhu panas akibat terik matahari orang lebih memilih diam di rumah. Kesempatan ini mesti dimanfaatkan bersama orang tua mereka, Belajar sambil bermain,” tandasnya.

Diakui Yan, di era modernisasi seperti sekarang, kadang kesibukan orang tua membuat komunikasi di dalam keluarga sering tidak maksimal. Malah ada di kalangan tertentu, nyaris komunikasi itu kurang jalan. “Seharusnya komunikasi antara orang tua dengan anak-anaknya di rumah mendapat prioritas utama. Sesibuk apapun orang tua bekerja, pasti punya peluang waktu bagaimana berinteraksi dengan anak-anaknya. Dengan demikian, setiap keluarga makin menyadari bahwa kualitas hasil didik tidak sepenuhnya hanya mengandalkan di sekolah,” tandasnya.

Lanjut dia, “Lingkungan dan keluarga jauh lebih penting. Kuncinya hanya tinggal bagaimana kita makin cerdas memanfaatkan waktu dan peluang yang ada. Apalagi libur panjang bagi anak-anak sekolah menjelang, selama, hingga setelah Idul Fitri merupakan kesempatan luar biasa dalam menikmati kebersamaan dengan seluruh keluarga di rumah, atau di tempat lain dengan saudara jauh. Nanti ketika masuk kembali ke sekolah mulai 30 September, otak mereka sudah disegarkan lagi.” (vins)

Kiriman Lebaran TKW Karawang Rp 30 M

Antrian di Kantor Pos Alun-alun.

KARAWANG, RAKA
– Mendekati Idul Fitri, Kantor Pos sudah mulai kebanjiran melayani masyarakat yang hendak mencairkan kiriman uang dari luar negeri melalui transaksi Western Union. Sampai akhir Agustus kemarin saja tak kurang dari Rp 30,4 miliar telah masuk Kabupaten Karawang. Diperkirakan angka ini akan terus bertambah hampir mendekati setengahnya.

Menurut keterangan yang disampaikan Kepala Kantor Pos Karawang, Hany Sartana, uang kiriman luar negeri tersebut mayoritas berasal dari Arab Saudi. Yakni, kiriman para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja disana untuk keluarganya di tanah air. Selain Arab, beberapa negara lainnya seperti Asia relatif masih minim.

“Kita biasanya membuka loket khusus. Namun sekarang bisa dilayani di semua loket yang ada di Kantor Pos. Memang sampai pekan pertama September rekapilulasi transaksi Western Union masih relatif stabil dengan bulan-bulan sebelumnya. Tapi memasuki pekan kedua atau H-10 Idul Fitri, biasa terjadi lonjakan di situ,” ungkap Hany saat ditemui di kantornya, Kamis (3/9) pagi.

Dikatakannya pula, bila angka transaksi ini diperbandingkan dengan Agustus atau hingga September tahun sebelumnya, memang terjadi perbedaan cukup signifikan. Hany menyebut misal, selama dua bulan tersebut masing-masing mencatatkan angka transaksi Rp 13,9 miliar dan Rp 26,2 miliar. Sedangkan Agustus tahun ini sampai mencatat Rp 30,4 miliar. Padahal jumlah transaksi tidak berubah pada angka 9 ribu lebih mendekati lebaran.

“Peningkatan ini bisa jadi dipengaruhi nilai mata uang rupiah terhadap US dollar, atau karena faktor perubahan kenaikan harga-harga kebutuhan hidup yang selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Atau bisa jadi gaji para TKI kita di negara orang mengalami kenaikan. Yang pasti, biasanya setiap mau lebaran komunikasi para TKI dengan keluarganya di tanah air makin internsif. Kebutuhan selama lebaran biasanya dipenuhi dengan cara mengirimkan uang,” tandas Hany.

Sementara itu, penurunan minat masyarakat menggunakan kartu ucapan lebaran yang biasa dikirim via Kantor Pos, tahun ini diperkirakan masih akan tetap terjadi. Malah dimungkinkan makin terus merosot ketika perkembangan teknologi terus bergulir. Kata Hany, orang ngirim ucapan dalam bentuk kalimat beserta foto yang dibuat sesuai selera, telah bisa secara penuh dilakukan hanya melalui handphone. Bukan hanya sebatas SMS dan MMS, tapi juga teknologi 3G hingga facebook mulai makin mudah diakses via handphone.

Namun demikian, Hany tetap yakin kartu ucapan lebaran tetap memiliki pangsa pasar yang relatif bertahan. Apalagi perangko yang digunakan dapat bergambar si pengirim itu sendiri melalui penyediaan perangko prisma. “Memang sampai hari ini (kemarin -red) distribusi kartu ucapan lebaran belum masuk. Biasanya 2 minggu menjelang lebaran, atau saya perkirakan Senin sudah ada yang masuk,” ujarnya.

Hal lain yang disampaikan Hany, bahwa memasuki musim haji nanti, pihaknya telah membuka pelayanan bagi jamaah haji yang hendak mengirimkan barang bawaannya sebagai oleh-oleh dari tanah suci ke Indonesia tanpa harus repot-repot ketika dibawa pulang sendiri. Bentuk pelayanan yang diberikan Kantor Pos, menurutnya, adalah Layanan Kargo Pos Haji.

“Kita melayani pengiriman barang atau oleh-oleh yang dikirim dari Mekkah, Madinah, maupun Jeddah. Caranya, jemaah haji bersangkutan tinggal beli voucher Kargo Pos Haji seharga Rp 340 ribu untuk pengiriman barang seberat 10 kg. Bentuk vouchernya seukuran kartu ATM. Kita membuka loket di maktab-maktab jamaah haji Indonesia dan petugasnya siap menjemput kargo yang ada di maktab-maktab tersebut. Jamaah tinggal menyerahkan vouchernya saja ke petugas pos bila ingin mengirim barang ke tanah air,” papar Hany. (vins)

Paguyuban Pengemudi Angkot Karawang Protes Trayek

KARAWANG, RAKA – Paguyuban Pengemudi Angkot Karawang (PPAK) mendesak DPRD dan Dinas Perhubungan agar tidak terpengaruh pada kelompok manapun untuk menegakan aturan dan ketentuan ijin trayek yang selama puluhan tahun berlaku di jalur Karawang Kota. Karena selama itu pula tidak sedikit para pelanggar trayek dibiarkan beroperasi.

Sikap tegas PPAK tersebut mengemuka di hadapan anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat yang diwakili Asep Oki Tahkik, dan dua orang lainnya dari Fraksi Gerindra, Ramdani Sudrajat maupun Ajang Supandi, ketika menerima rombongan sopir angkot kuning di gedung wakil rakyat, Kamis (3/9) siang. Hadir pula saat itu Kasi Angkutan Orang Dinas Perhubungan, Dede Sudrajat.

Dikatakan Ketua PPAK, Endang Sahroni, pihaknya mendukung penuh kebijakan Bupati Dadang S.Muchtar yang telah berani menertibkan kembali ijin trayek yang selama ini berlaku. Momentum pelaksanaan uji coba penggunaan jalan lingkar Tanjungpura-Warungbambu tersebut, diharapkannya, makin membuat sopir maupun pengusaha angkutan lain mematuhi ijin trayek yang selama ini dikantonginya.

“Terus terang, masuknya angkot biru bernomor trayek 39 dan 41 dari terminal Klari ke Karawang Kota hingga pertigaan Ramayana, bahkan hingga ke Stadion Singaperbangsa adalah pelanggaran trayek. Mereka telah menyerobot ijin trayek yang dimiliki rekan-rekan angkot kuning. Kondisi ini hingga 9 tahun bagi angkot kuning tidak bisa menikmati trayek secara utuh. Selalu diserobot angkot biru. Makanya kami datang ke gedung dewan ini agar semua pihak sepakat bahwa aturan ditegakan. Jangan membela pihak manapun yang telah berbuat salah,” tuding Endang.

Diakuinya, selama normalisasi trayek dan uji coba penggunaan jalan lingkar Tanjungpura-Warungbambu berjalan, jalur angkutan umum makin tertib. Kendati dari sisi pendapatan, diakui Endang, para sopir angkot kuning belum terlalu merasakannya secara optimal. Namun dengan telah tertibnya jalur trayek sesuai ijin yang dimiliki masing-masing angkutan umum, menurutnya, kota Karawang sudah mulai terlihat tertib, lancar, dan tidak terlalu banyak kemacetan.

“Kalau ada alasan dari masyarakat yang keberatan dengan normalisasi trayek ini, saya kira terlalu mengada-ada. Kalau kita terus-terusan terbiasa dengan pelanggaran, bagaimana dong Karawang kedepan? Makanya kebijakan normalisasi ini sangat tepat. Untuk masyarakat pengguna jasa angkutan umum seperti angkot yang hendak menuju ke jalur yang dituju, sekarang tidak perlu bingung lagi. Tinggal stop angkot sesuai nomor trayek. Kalau sebelumnya kan nomor dan ijin trayek tidak beraturan. Kemana saja maunya,” tandas Endang.

Dalam kesempatan yang sama, Dede Sudrajat dari Dishub mengakui, banyak pemilik ijin trayek di beberapa jalur, khususnya yang masuk perkotaan Karawang, menyimpang jauh. Oleh karenanya ia berharap, normalisasi trayek yang selama ini dilaksanakan menjadi titik awal pelaksanaan disiplin berlalulintas bagi angkutan umum. “Kami di Dishub memiliki komitmen untuk mendukung hak-hak setiap pemilik trayek sesuai peruntukannya,” tegas Dede.

Begitu pun sikap anggota DPRD lebih memilih menyelesaikan pro kontra mengenai trayek angkutan kota ini dibahas secara menyeluruh. Semua pihak terkait akan diundangnya pada pertemuan yang disebutnya bakal dilaksanakan 7 September mendatang. “Kita di lembaga legislatif ini tidak mungkin berphak sebelah. Semua akan kita akomodir. Hanya siapapun juga harus tetap manut pada ketentuan dan aturan main yang berlaku. Yang pasti di pertemuan itu nanti kita kaji ulang bersama-sama bagaimana pengaturan jalur transportasi di wilayah Kabupaten Karawang,” ucap Asep Oki. (vins)

Pertigaan Mutiara, Kotabaru, Lampu Merah Tersebut Tidak Berfungsi

RAWAN LAKA: Trafficklight yang ada di Pertigaan Mutiara, Kotabaru, kondisinya tidak terawat. Lampu merah tersebut tidak berfungsi. Sementara itu, jalur tersebut merupakan salah satu jalur yang sering dilewati para pemudik. (asy)

Umat Jangan Lupa Diri, Oleh Pengurus Mesjid Al Barokah Cikampek

CIKAMPEK, RAKA - Gempa yang terjadi di Tasikmalaya yang getarannya hampir dirasakan di seluruh Jawa Barat, merupakan salah satu teguran dari Allah SWT. Di mana pada Ramadhan ini, masih banyak orang yang melalaikan kewajibannya sebagai muslim.

Terkadang orang yang tidak berpuasa sudah tidak malu lagi mengkonsumsi makanan di tempat yang terbuka. Ini menunjukan bahwa ketaatan pada Allah SWT semakin berkurang. Hal tersebut dikatakan oleh pengurus mesjid Al Barokah Cikampek, Dadang (42) kepada RAKA, Kamis (3/9) sore.

Menurutnya, bencana tersebut merupakan salah satu teguran dari Allah terhadap umat-Nya. Selain itu, bencana tersebut merupakan salah satu peringatan pada manusia untuk lebih mencintai Allah, sesamanya dan alam sekitarnya. Karena berbagai macam bentuk kerusakan di dunia, tidak terlepas dari hasil perbuatan manusia yang tidak menjaga alam lingkungannya sendiri.

Sehingga tidak ada keseimbangan ekosistem dalam bumi. "Kita bisa melihat kerusakan alam terjadi dimana-mana. Gunung telah gundul, lautan telah rusak dan berbagai kerusakan lainnya. Bencana alam ini pun tidak terlepas dari kerusakan bumi yang terjadi," paparnya. Lebih lanjut dia menuturkan, seharusnya setiap penebangan hutan, harus dibarengi lagi dengan penanaman kembali pohon tersebut. Sehingga kelestarian hutan bisa tetap terjaga. Tidak seperti sekarang, hutan dibiarkan ditebang tanpa ditanami kembali pohon.

Sehingga banyak timbul bencana yang disebabkan kerusakan hutan. Seyogyanya alam sekitar harus tetap dijaga kelestariannya, baik darat, hutan maupun laut. "Allah telah menciptakan alam ini untuk manusia dan manusia harus tetap memeliharanya, agar kelangsungan bumi tetap terjaga dan tidak terjadi banyak bencana," jelasnya. Deni menambahkan, terlepas dari banyaknya korban yang ditimbulkan atas kejadian bencana tersebut, banyak hikmah yang harus diambil.

Peningkatan hubungan pada Allah SWT harus labih ditingkatkan lagi. Selain itu, alam sekitar juga harus tetap dijaga kelestariannya. Agar ekosistem dan stabilitas bumi bisa tetap terjaga. "Allah telah menciptakan segala sesuatunya untuk manusia. Tapi manusia hanya bisa mengeksploitasinya tanpa merawatnya. Bencana seperti ini jangan sampai terulang lagi, caranya, alam lingkungan harus dirawat," terangnya.

Moment Ramadhan juga, lanjutnya, harus dijadikan sebagai ajang instrospeksi diri. Perbaikan-perbaikan sikap harus dilakukan pada Ramadhan ini. Agar setelah Ramadhan, bisa didapatkan perubahan diri ke arah yang lebih baik. "Bulan Ramadhan merupakan moment yang tetap untuk meningkatkan derajat ketakwaan kita. Agar setelah Ramadhan kita mengalami perubahan diri kearah yang lebih baik," pungkasnya. (asy)

Puncak Mudik di Stasiun Cikampek, Diprediksi H-1

MASIH LENGANG: Aktivitas di Stasiun Cikampek masih normal.

CIKAMPEK, RAKA - Puncak arus mudik kereta api di Cikampek, diperkirakan akan terjadi H-1 menjelang Ramadhan. Pasalnya, libur sekolah baru akan dimulai sekitar 14 September 2009 mendatang dan libur karyawan diperkirakan akan dimulai empat hari setelah libur sekolah, yakni sekitar 18 September 2009.

Pada saat itu, diperkirakan puncak arus mudik akan terjadi. Hal tersebut dikatakan oleh Wakil Kepala Stasiun Cikampek Eman Sulaeman. Saat ditemui RAKA, Kamis (3/9) siang, di kantornya. Menurutnya, keadaan stasiun saat ini masih berjalan normal, tidak ada lonjakan penumpang yang berarti, semuanya masih berjalan seperti biasa.

Pihaknya pun belum mempersiapkan segala sesuatunya menjelang lebaran. Menurut Eman, persiapan baru akan dimulai pada H-10 menjelang lebaran. Semua kebutuhan untuk memperlancar dan menjaga keamanan pemudik baru akan dilakukan, termasuk pembuatan posko mudik di dalam stasiun. Untuk keamanan sendiri, akan bekerjasama dengan kepolisian dengan menurunkan personilnya di stasiun. "Agar keamanan dan kenyamanan pemudik bisa terjadi, kami belum melakukan persiapan khusus menjelang Ramdhan, karena waktunya masih terlalu dini. Lonjakan penumpang juga belum terjadi," tuturnya.

Menurutnya, setiap lebaran, stasiun Cikampek juga tak kalah sibuknya dibandingkan dengan stasiun yang lain. Lonjakan penumpang juga sering terjadi. Namun walaupun demikian, Stasiun Cikampek kebanyakan menyediakan ketereta ekonomi. Untuk bisnis dan eksekutif hanya satu unit. Tapi hal tersebut tidak menjadi kendala bagi masyarakat untuk bermudik. Mengenai masalah tarif kereta, lanjutnya, saat ini tidak terjadi kenaikan, harganya msih normal sesuai dengan harga yang berlaku saat ini.

"Kami tetap memiliki komitmen untuk menyukseskan lebaran. Posko lebaran baru akan digelar H-10 hingga H+10. Pelayanan dan penjagaan keamanan akan tetap dilakukan, sekarang masih normal jadi belum melakukan persiapan apa-apa," pungkasnya. Sementara itu, salah seorang pengunjung stasiun, Ade (34) mengatakan, ia melihat saat ini aktifitas kereta masih berjalan normal. Penumpang juga belum terjadi lonjakan yang berarti. Pasalnya, waktu lebaran masih beberapa minggu lagi, sehingga masyarakat masih menjalankan rutinitasnya sehari-hari.

"Beberapa hari terakhir hingga hari ini, saya tidak melihat adanya kepadatan penumpang di kereta. Saya pergi ke Jakarta juga, keadaan gerbong masih normal, tidak terjadi desak-desakan," tuturnya. Menurutnya, biasanya penambahan penumpang suka terjadi seminggu menjelang lebaran. Peningkatan aktifitas penumpang kentara pada saat itu. Dia berharap, pemerintah bisa memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat yang akan melakukan mudik. Jangan sampai tidak bisa mudik karena kekurangan kendaraan.

Selain itu, keamanan di tempat-tempat yang digunakan para pemudik juga harus dijaga dengan ketat, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman melakukan mudik. "Biasanya momen mudik suka dimanfaatkan orang jahil, saya berharap aparat bisa melakukan penjagaan ketat. Baik di stasiun maupun di tempat lainnya. Bila perlu dikendaraan umum yang digunakan pemudik ditempatkan aparat, supaya arus mudik lebih aman," harapnya. (asy)

Satpol PP Kabupaten Karawang Grebek Gudang, Razia Miras, Dapat Beras Kencur

RAZIA: Satpol PP saat merazia miras di Sukaseuri, Kotabaru.

KOTABARU, RAKA - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang, Kamis (3/9) siang, menggrebek Gudang PT Semesta Prima Mandiri milik Suepin, yang terletak di Jalan Ir H Djuanda, Sukaseuri, Kotabaru. Pasalnya, gudang tersebut disinyalir menjadi tempat penampungan minuman keras (miras) yang disebarkan di wilayah Cikampek dan sekitarnya.

Kasie Dalops Satpol PP Kabupaten Karawang Deni S Herlan, ketika ditemui RAKA di tempat razia mengatakan, gudang tersebut disinyalir dijadikan tempat penyimpanan miras siap edar, gudang tersebut juga sudah menjadi target operasinya. Dua tahun ke belakang katanya, gudang tersebut pernah juga digrebek oleh Satpol PP dan di dalamnya terdapat minuman keras.

Dia khawatir, saat ini gudang tersebut masih melakukan aktifitas seperti dulu. Tapi setelah kemarin digeledah, tidak ditemukan adanya miras, di gudang tersebut hanya terdapat beras kencur, madu dan pelengkap jamu lainnya. "Penggeledahan ini untuk memastikan bahwa gudang tersebut sudah tidak menyimpan miras lagi. Dan kami tidak menemukan miras di dalamnya. Kemungkinan pemilik gudang telah jera," paparnya.

Dikatakannya, operasi ini bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan saja, melainkan pada hari-hari biasa juga sering dilakukan. Kebetulan saat ini bertepatan dengan bulan Ramdhan, operasi ini semakin digiatkan agar Ramdhan bebas dari miras. Operasi ini, lanjutnya, bukan hanya dilakukan di Cikampek, melainkan di seluruh wilayah Karawang. Pihaknya terus menyisir tempat-tempat penyimpanan maupun distributor miras. Kata Deni, ini sebagai bentuk komitmen memberantas penyakit masyarakat. "Operasi ini rutin kami lakukan, bukan hanya di bulan Ramdhan, melainkan di hari-hari biasa juga kami lakukan," jelasnya.

Selain melakukan operasi miras, tambah Deni, pihaknya juga beberapa waktu yang lalu telah melakukan razia PSK, petasan di berbagai tempat, termasuk di Cikampek. Ke depan, dia juga akan melakukan razia VCD porno. Tempat-tempat hiburan malam juga telah diberikan surat edaran himbauan untuk membatasi jadual operasinya selama bulan Ramdhan, tapi hingga saat ini, pihaknya belum melakukan sidak mengenai kedisiplinan pengelola tempat hiburan menaati himbauan tersebut.

Tidak menutup kemungkinan, tegas Deni, ke depan pihaknya kan melakukan razia ke tempat hiburan. "Mungkin hotel-hotel juga akan dilakukan razia, tapi hingga saat ini belum ada jadualnya. Untuk petasan sendiri, tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu. Mungkin masyarakat telah jera," pungkasnya. Sementara itu, salah seorang karyawan gudang PT Semesta Prima Mandiri, yang enggan disebut namanya mengatakan, tempat ini hanya dijadikan gudang ataupun cabang dari PT yang bersangkutan. Sementara kantornya berada di Jakarta.

Mengenai miras, paparnya, sekarang ini sudah jarang dikirim ke tempatnya, apalagi semenjak Ramadhan datang sudah tidak dikirim lagi. Sekarang ini, gudang tersebut hanya dijadikan tempat penyimpanan beras kencur dan madu kemasan untuk dipasarkan ke tukang jamu. "Di sini sudah tidak lagi menyimpan miras. Hanya berbagai macam pelengkap jamu. Anda bisa lihat sendiri di sini tidak ada miras. Dan juga ini bukan tempat produksi, hanya gudang saja," jelasnya. (asy)

Sampah Menumpuk di Pintu Air Purwasari, Hambat Pasokan Air

BERSIH-BERSIH: Sejumlah waker membersihkan pintu air Purwasari.

PURWASARI, RAKA - Gundukan berbagai jenis sampah alam termasuk eceng gondok menumpuk di pintu air Purwasari. Sampah tersebut berasal dari hasil pembersihan sisi-sisi irigasi di hulu irigasi. Karena banyaknya sampah yang dibuang, sehingga laju air menjadi terhambat. Jika dibiarkan begitu saja, pasokan air ke hilir bisa terhambat.

Menurut Pengamat Sungai Tarum Timur (STT) Purwasari, Sumintra, saat ditemui RAKA, Kamis (3/9) siang, mengatakan, tumpukan sampah ini rutin terjadi, pasalnya setiap pembersihan pinggir irigasi, sampahnya selalu dibuang ke irigasi. Tapi menurutnya, hal tersebut tidak terlalu mengganggu pasokan air ke petani. Hanya laju air menjadi tersendat lantaran sampah menumpuk di pintu air.

Dalam keadaan normal, air irigasi tersebut dikirim dari Curug sebanyak 55 kubik per detik, jika ada tumpukan sampah di pintu air, maka pasokannya bisa berkurang. Karena air mengalir tidak lancar. "Ini merupakan pembersihan rutin oleh PJT setiap kali tumpukan sampah terjadi. Hal ini tidak bisa dihindarkan karena sampah hasil motong rumput selalu dibuang ke irigasi, belum lagi ditambah eceng," jelasnya.

Daerah pertanian di Purwasari, lanjutnya, tidak ada sawah yang mengelami kekeringan, tapi yang ada hanya kekurangan pasokan air. Menurutnya, petani cukup manja dalam masalah air, mereka menginginkan air menggenangi sawahnya setinggi 10 cm, padahal dengan tinggin air 2 cm juga cukup untuk memberikan pasokan air pada petani.

Dengan begitu, petugas selalu mengalami kendala dalam pengaturan pengiriman air. Padahal terlalu banyak air juga tidak bagus untuk tanaman padi. "Alhamdulillah di Purwasari walaupun saat ini musim kemarau tidak ada sawah yang kekeringan, yang ada hanya kekurangan pasokan air. Tinggal pemahan petani dalam masalah pertanian harus ditingkatkan, agar mereka paham bagaimana cara bertani yang baik dan benar," tuturnya.

Sumitra menambahkan, pemahaman petani tentang pola tanam juga masih rendah. Pemerintah telah mencanangkan dalam pola bertani, petani dihimbau untuk menggunakan pola padi-padi-palawija. Yakni dua kali sawah ditanam padi dan satu kali ditanami palawija yaitu pada musik K3. Tapi petani masih 'keukeuh' dengan keinginannya, agar padi bisa dipanen sebanyak tiga kali.

Memang pada 2007 lalu, Presiden menyarankan agar petani menanam padi hingga tiga kali, tapi sekarang himbauan tersebut sudah tidak diteruskan lagi. "Kami kesulitan memberikan pemahaman pada petani mengenai pola tanam. Mereka tetap pada pendiriannya, sehingga kami kesulitan untuk menjalankan program pertanian yang telah dicanangkan," jelasnya. Dengan pola tanam padi-padi-palawija, pasokan air bisa lebih teratur. Sehingga semua daerah bisa dialiri air dengan merata.

Karena petani sulit menjalankan pola tanam tersebut, pihaknya menjadi kesulitan untuk mengatur pembagian air. Air yang seharusnya diberikan ke tempat lain, masih berkutat di sini. Sehingga mengakibatkan pasokan air di daerah lain menjadi berkurang.
Selain itu, pola tanam dua kali panen padi juga, akan membuat lahan pertanian menjadi subur. "Pola tanam ini merupakan program pemerintah daerah, tapi dalam prakteknya dilapangan, petani sulit diarahkan. Mereka sudah terbiasa menanam padi, sehingga enggan menanam palawija. Sosialisasi pola tanam ini juga perlu ditingkatkan," pungkasnya. (asy)

Galian C Kalimati Dibekingi?

GALIAN C: Sisa galian pengerukan pasir di Dusun Kalimati, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok setelah ditinggalkan berubah seperti situ. Menurut Warga sekitar sisa galian kini selain dimanfaatkan sebagai wisata danau juga untuk peternakan ikan. Namun begitu, pernah ada korban tenggelam di sisa galian yang diketahui cukup dalam.

RENGASDENGKLOK, RAKA - Lahan galian pengerukan pasir masih berjalan di Dusun Kalimati Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok. Bahkan, sisa galian kini telah berbentuk seperti situ. Pasalnya, hasil galian pasir dijadikan ladang bisnis oleh warga dengan dijual seharga Rp 140 ribu/truk. Padahal galian tanah tersebut pernah ditutup mengingat rawan jebol jika sungai meluap.

Penjualan tanah ini dikoordinir salah satu warga setempat, dia mempekerjakan warga sebagai kuli angkut dengan upah yang cukup lumayan. Biasanya truk muali hilir judik sekitar pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB, sedikitnya 10 truk yang mengangkut tanah bantaran Sungai Citarum itu.

Sebelumnya, Kepala Desa Amansari, Hanafi mengaku telah memerintahkan kepala dusun dan RT setempat untuk memberi teguran supaya penggalian tanah itu ditutup, tapi teguran itu tidak ditanggapi, malah galian semakin meluas. Selain itu, kondisi jalan lingkungan di Dusun Jatipeureuh rusak parah, jalan amblas hingga 60 cm. Hingga kini, aparat desa setempat mengabaikan hal itu, karena tegurannya seperti tidak diindahkan oleh para pelakunya.

Sementara itu, Pada saat sungai meluap, Februari 2009 lalu, tanggul citarum yang sering dilintasi truk- truk tanah hampir jebol, kondisinya sudah retak-retak, jika tidak diantisipasi dengan karung tanah, dikhawatirkan akibat aktifitas ini akan menjadi titik jebol Sungai Citarum. Mengingat demikian, beberapa warga mengecam keras terhadap penggalian tersebut, karena dianggap membahayakan.

"Galian ini sudah lama dilakukan sejak beberapa tahun lalu, ini dianggap sebagai pekerjaan bagi warga. Sedangkan di daerah lain, bantaran Sungai Citarum ini biasanya digunakan sebagai lahan palawija dengan sumber air langsung dari Citarum. Tetapi di Dusun Sasak ini, tak ada sebidang tanah pun yang digunakan untuk palawija, semua tanah dicangkul dan menyisakan lubang-lubang tanah besar, mirip seperti situ, "kata warga setempat yang tidak ingin disebutkan namanya, Kamis (3/8) Kepada RAKA.

Diharapkan, penanggung jawab lahan itu bisa melakukan tindakan yang bijak agar kecemasan warga bisa mencair. Kalaupun, penanggung jawab menutup mata dengan bisnis yang berdampak pada bencana dikemudian hari, masyarakat berharap pemerintah bisa langsung menangani permasalahan yang sangat dikhawatirkan oleh warga. "Jika pihak penanggung jawab menutup mata dan menganggap hal ini merupakan lahan bisnis. Kami harap pemerintah sebagai pemilik lingkungan bisa bergerak terhadap aktifitas yang bakal menyebabkan kerusakan pada lingkungan, "harapnya. (get)

Kecamatan Pedes Masih Mencekam, Warga Was-Was Tsunami dan Gempa Susulan


PEDES, RAKA - Warga Kecamatan Pedes hingga kemarin masih dihantui suasana mencekam pasca gempa dasyat berkekuatan 7,3 SR di Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain mewaspadai isu gempa susulan ancaman tsunami juga masih menghantuai warga setempat.

Data lapangan yang diperoleh RAKA akibat gempa dasyat yang dinyatakan menelan korban hingga sedikitnya 49 orang itu, imbasnya juga terasa di Kecamatan Pedes. Selain mengakibatkan tembok rumah mengalami keretakan bahkan sejumlah rumah juga dikatakan doyong akibat peristiwa tersebut.

Goncangan yang terasa di Wilayah Pesisir Pantai Utara Karawang tidak cukup hebat. Namun begitu sanggup membuat warga merasa was-was. Terlebih dengan adanya isu mengenai gempa susulan, ungkap sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Pedes senada dengan warganya.
"Guncangan bumi berdurasi satu menit lebih, yang terasa di pesisir pantai utara Karawang.

Seperti di pantai Sungai Buntu, Kecamatan Pedes. Memang telah membuat warga kepanikan dan berhamburan saat kejadian karena takut bakal terjadi tsunami. Selain itu, banyak bangunan rumah warga yang retak, meski guncangan yang terasa tidak cukup hebat," ungkap warga Dusun Sungai Tegal Desa, Sungai Buntu, Kecamatan Pedes, Eni (18) ditemui RAKA, dikediamannya.

Menurutnya, goncangan yang terasa di sekitar lingkungannya telah membuat bangunan rumahnya retak. Setelah sebelumnya diketahui bahwa pondasi bangunan rumahnya dan warga disekitarnya tidak cukup kuat. Sebab, bagian penahan rumah dipesisir pantai memang kurang kokoh. "Rumah kami jadi retak pasca goncangan itu. Padahal, kekuatannya terasa tidak besar. Kemungkinan, akibat pondasi bangunan rumah diwilayah pesisir pantai berbaur dengan pasir. Bangunan menjadi retak meski tidak sampai roboh, "terangnya.

Warga Lainnya, Tasiah (55). Menurut nenek yang tinggal bersama cucunya, di rumah yang terbuat hanya dari kayu sebagai pondasi dan bilik bambu sebagai dindingnya, mengungkapkan bahwa akibat goncangan itu selain membuat shok juga membuat bangunan rumahnya agak doyong meski tidak roboh. Oleh karena itu. ia kini terpaksa mengungsi dikediaman anaknya yang berada jauh dari pantai di Dusun Sungai Bambu.

Tokoh Masyarakat Dusun Sungai Tegal Desa Sungai Buntu Kecamatan Pedes. Ansor (45) mengungkapkan. Hingga hari ini, ia beserta warga lainnya masih berjaga jaga dan waspada pasca gempa kemarin. Namun begitu, ia menjelaskan tidak seluruhnya bangunan warga terkena imbasnya akibat goncangan itu.

"Rumah warga yang retak dan doyong itu. kemungkinan akibat bangunan rumahnya memang sudah tua dan lama tidak di renovasi. Meski begitu, kejadian yang telah membuat warganya panik tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya beberapa warga yang sebelumnya telah sembuh mengidap penyakit ada yang kumat lagi karena marasakan goncangan itu, "ungkapnya. (get)

Fungsikan Terminal Dengklok

TERMINAL DENGKLOK: Jika sudah dibuka untuk terminal lebaran, angkot Tanjungpura-Dengklok tidak akan bisa leluasa lewat terminal lagi.

RENGASDENGKLOK, RAKA - Masyarakat di wilayah Utara Karawang meminta ketegasan Pemda Karawang tentang status terminal Rengasdengklok. Jika memang terminal ini harus difungsikan, maka Dinas Perhubungan Karawang harus memperbaiki terminal dan membuat rute-rute angkutan umum. Namun, jika tidak lagi digunakan, masyarakat meminta supaya terminal ini dibongkar.

Hal ini diungkapkan beberapa warga dan Persatuan Angkutan Umum Rengasdengklok. Pemandangan tahunan ini, sangat disayangkan warga, aksi tukang ojek dan becak Rengasdengklok yang menurunkan paksa penumpang angkutan umum dari arah Tanjungpura menuju Pasar Rengasdengklok. Dan terminal Rengasdengklok inilah yang dijadikan alasan bagi tukang ojek dan becak sebagai lokasi yang tepat untuk menurunkan penumpang. Padahal, terminal ini hanya berfungsi sekitar 6 bulan sejak didirikan tahun 1984 lalu.

Tahun kemarin, 1429 Hijriyah, ratusan tukang ojek dan becak menurunkan penumpang di terminal ini 10 hari menjelang lebaran hingga lebaran tiba, bahkan lebih. Aksi kedua pelayan jasa transportasi ini kadang sering membuat geram masyarakat. Pasalnya, tidak sedikit dari mereka harus tersita waktu dan biaya. Bahkan tidak tanggung-tanggung, ojek dan becak menawarkan tarif jasa terbilang mahal, biasanya Rp 5000 sekali antar, kini bisa mencapai Rp 20.000.

Memang, menjelang lebaran ini dijadikan momen tepat bagi mereka untuk meraup hasil lebih dari para pemudik, tapi kenyataanya kakek-kakek tua renta yang biasa pulang-pergi Tanjungpura-Rengasdengklok pun terpaksa merogoh ongkos dua kali setelah diturunkan paksa oleh tukang ojek dan becak.

Aksi tukang ojek dan becak ini dilakukan sejak pagi hingga lepas dzuhur. Mereka mencegat angkot biru yang melaju dari arah Tanjungpura, memaksa penumpangnya turun dan menawarkan jasa dengan ongkos mahal. Tawar menawar dilakukan saat penumpang masih berada dalam angkot, karena penumpang angkot itu menolak turun.

Namun, tukang ojek dan becak tidak kalah diam, mereka terus menawarkan jasanya dan mengatakan angkot yang mereka tumpangi tidak lagi sampai ke Pasar Rengasdengklok melainkan habis sampai terminal. Tidak hanya itu saja, angkot warna biru ini digulung, lalu kaca jendela angkot dibuka, tangan-tangan tukang ojek masuk ke dalam berusaha mengambil barang bawaan penumpang, tapi ada juga yang jahil colak-colek pada penumpang perempuan.

Tidak puas mangkal di dalam terminal, puluhan tukang ojek lainnya mencegat angkot jauh sekitar 1 km lebih dari terminal, hingga ke Desa Amansari. Hal itu mereka lakukan karena di dalam terminal sendiri terbilang ratusan ojek dan becak. Jadi, sebagian dari mereka mengejar penumpang hingga bukan pada tempatnya lagi. Bahkan tahun lalu, hampir semua ojek mangkal di luar terminal, mereka menurunkan semua penumpang angkot.

Jelas, penumpang geram, kecewa dan tidak menginginkan naik ojek, bahkan mencaci maki tukang ojek. Akhirnya puluhan penumpang yang sudah diturunkan paksa ini harus jalan kaki 1-2 km lebih menuju Pasar Rengasdengklok sambil menjinjing barang-barang mereka yang berat.
Hal ini sudah menjadi pengetahuan umum, bahkan bupati dan Dinas Perhubungan
Karawang juga intansi lainnya pun tidak bisa menutup mata.

Malah, terkesan rutinitas tahunan ini seolah jadi tradisi dan dibiarkan, ribuan masyarakat yang hilir-mudik Tanjungpura-Rengasdengklok ini dirugikan. Pada lebaran 1429 Hijriyah lalu, beberapa ojek dan becak mengatakan telah mendapat ijin dari pihak kepolisian dan pemerintah setempat. Namun, jika melihat yang dialami masyarakat saat itu, sepertinya pemerintah bukan mengayomi melainkan mempersulit masyarakat. (spn)

Kualitas Pendidikan di Kecamatan Cilebar Masih Rendah

CILEBAR, RAKA - Mutu pendidikan di Kecamatan Cilebar harus ditingkatkan. Prioritasnya bukan hanya terhadap kualitas tenaga pengajar tetapi juga harus menyentuh faktor-faktor pendukung kinerja pada guru.

Pemerintah kabupaten saat ini, memang terus meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai program yang telah ada. Bahkan terus menambahkan dengan beberapa program yang lebih inovatif. Meski demikian, tetap saja ada beberapa hal yang masih kurang sentuhan dengan adanya program tersebut. Namun begitu, hingga kini kekurangan itu terus diupayakan agar dapat mencapai peningkatan yang maksimal sesuai dengan apa yang telah ditetapkan pemerintah sekarang ini.

Seperti diutarakan Kepala UPTD Tk, Sd Kecamatan Cilebar, Drs Anang Sutarman, kepada RAKA, Rabu (4/9) ditemui diruang kerjanya. Terkait masih kurangnya mutu pendidikan terutama diwilayahnya, khusunya di SDN Kosambi Batu 3, Desa Kosambi Batu mengenai minimnya staff pendidik yang dapat menyebabkan berkurangnya kualitas para murid.

Menurutnya, minimnya staff pendidik memang bisa dianggap salah satu faktor berkurangnya mutu pendidikan. Namun begitu, menurunnya mutu pendidikan jangan hanya dilihat dari satu sisi saja, tapi banyak sisi lainnya yang lebih dominan hingga dianggap kurang sentuhan pemerintah oleh masyarakat (Wali Murid). Salah satu diantaranya adalah, akses jalan yang sulit untuk ditempuh hingga membuat kurangnya kondusifitas terhadap para pendidik. Bahkan, berpengaruh besar terhadap para murid sebagai pengenyam pendidikan.

Meski begitu, sebenarnya kondusifitas belajar mengajar di wilayah kerjanya, di Kecamatan Cilebar, telah maksimal. Dan, hingga sekarang masih terus bergerak untuk menjadi lebih baik dan maksimal lagi. "Setiap hari dari mulai pagi hari sebelum melakukan kegiatan Belajar Mengajar kami terus melakukan pantauan untuk dievaluasi kembali agar grafik mutu pendidikannya terus meningkat bergerak lebih maju ke depannya. Kami beserta staff pendidik sekaligus para siswa hanya terkendala oleh akses jalan yang bermedan sangat berat untuk ditempuh. Dan kendala tersebut terus diupayakan agar dapat berkurang, "tandasnya.

Kendala itu dibenarkan salah seorang pendidik, SDN Kosambi Batu 3, Juned Suwirna. Minimnya staff pendidik memang dapat segera disikapi secepetnya. Namun, kendala yang lebih berpengaruh besar terhadap mutu pendidikan ditempatnya bekerja sekarang ini. Justru pada akses jalan yang sulit untuk ditempuh karena memang letaknya yang berada dipelosok.

"Jaraknya tempuh menuju ke tampat kerja hanya 2 km. Namun jika jalan sedang mengalami gangguan hingga tiba bisa untuk ditempuh. Kami harus berputar putar Hingga 12 km dan cukup memakan waktu lama. Dan, jalan yang terdekat jika normal lintasannya cukup menyulitkan untuk dilintasi karena masih jalan tanah, "ungkapnya.

Bukan hanya bagi para pendidik saja. Jelas Juned, Akibat akses jalan yang kurang mendapatkan sentuhan. Akhirnya, para siswa sering kali enggan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (tidak masuk). Dengan begitu, mutu pendidikan seharusnya bisa lebih ditingkatkan dari berbagai sisi yang memiliki pengaruh besar terhadap peningkatannya. (get)

Sejarah Ibnul Alqalami

SEJARAH mengabadikan sebuah kisah, Ibnul Alqalami sebagai simbol kekalahan dan penghianatan, simbol penghilangan identitas umat Islam. Dialah penghianat besar yang membuat Baghdad hancur akibat diserbu tentara Mongol yang dipimpin Hulaku.

Alqami sudah empat belas tahun menjadi menteri pilihan di masa Khalifah Al Mustashim. Ia dihormati, disegani dan diberi kedudukan yang tak pernah didapat menteri lain, tapi kebenciannya kepada orang Sunni membuat kehormatannya tak ada artinya. Ia berusaha keras untuk bisa mengakhiri kekuasaan Bani Abbasiyah.

Segala strategi dilakukan Alqami, yang terparah adalah membuat kendor kemampuan tempur pasukan Islam, mengkorupsi gaji prajurit, menghapus nama-nama prajurit, mengendurkan latihan militer dan melarang masyarakat melawan tentara Mongol. Tentara Islam yang semula berjumlah hampir seratus ribu orang, menjadi tidak lebih dari sepuluh ribu orang. Di saat yg sama ia menyarankan sang Khalifah untuk keluar dari Baghdad menyongsong Hulaku untuk damai dan menawarkan separuh pendapatan Baghdad.

Sedangkan ia pun mengatakan pada Hulaku, bila Khalifah datang minta damai jangan diterima. Tak ubahnya Alqami ini bermuka dua, sebab dia menganggap kekuasaannya tak sempurna jika masih ada Al Mustashim. Kemudian, khalifah keluar bersama keluarganya, para ulama, ahli Al-Quran dan orang-orang penting, menyongsong harapan damai dari peperangan. Khalifah tidak menyadari bahwa kematian menunggu di lorong penghianatan dari orang dekatnya. Dan dengan mudah Hulaku membunuh Khalifah dan rombongannya.

Setelah itu tentara Mongol meluluh lantakan Baghdad, membunuh satu juta ummat Islam, menumpahkan arak di masjid, membunuh para imam masjid. Ahli sajarah menulis, pasukan Mongol menyembelih Ummat Islam seperti menyembelih domba, mayat-mayat bergelimpangan dan membusuk. Beberapa hari setelah kebengisan itu, Ibnul Alqami menunggang kuda keliling kota, tiba-tiba seorang wanita menegur. "Wahai Ibnul Alqami, apakah seperti ini perlakuan bani Abbasiyah terhadapmu.

"Perkataan itu sangat mengejutkan, ia teringat empat belas tahun Bani Abbasiyah memberinya kebaikan dan kehormatan, tapi ia membalasnya dengan kekejian. Alqami mengurung diri, memendam sesal yang tak ada artinya. Kemudian, Alqami pun mati membawa mimpinya tentang kemenangan yang berujung kekalahan. Membawa obsesi kemuliaan yang mewujud dalam kehinaan. Begitulah Ibnul Alqami memilih jalan kekalahan. (spn)

Mahasiswa Unsika Galang Dana Gempa

KARAWANG, RAKA - Gempa berkekuatan 7,3 SR yang mengguncang Jawa Barat, menghancurkan Tasikmalaya dan Cianjur Rabu (2/9) siang, mengakibatkan korban jiwa dan kerugian materiil. Untuk membantu korban gempa tersebut, beberapa mahasiswa Unsika menggelar aksi kepedulian korban gempa ditiga titik jalan Protokol Karawang, yaitu bundaran Tuparev, perempatan Jalan A.Yani dan perempatan Bypass.

Menurut Dedi (20) salah satu Mahasiswa, uang yang terkumpul akan dibelikan makanan dan obat-obatan. "Aksi peduli korban gempa baru kami mulai siang tadi, yaitu pukul 11.00 WIB. Aksi ini akan kami lakukan sampai besok, mudah-mudahan seluruh warga Karawang mau menyumbangkan sedikit uangnya untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa.

Dari pukul 11.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB, uang yang terkumpul baru Rp. 400.000 Namun, besar kecilnya uang sumbangan yang kami peroleh, akan sangat membantu para korban. Bagi warga Karawang yang ingin memberikan bantuan kepada korban gempa, bisa mendatangi kampus kami di Telukjambe Timur," ungkapnya, Kamis (3/9) siang.

Ia melanjutkan, hasil sumbangan yang diperoleh akan disumbangkan kedaerah yang paling parah keadaannya, yaitu Cianjur dan Tasikmalaya. "Kami melihat di media elektronik, dua daerah tersebut yang paling parah dan sangat memerlukan bantuan. Makanya besok sore, setelang bantuan terkumpul, kami akan langsung menuju kesana," tuturnya.

Apa yang dilakukan oleh mahasiswa Unsika tersebut mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Karawang. Hal itu terbukti dengan banyaknya warga yang menyumbangkan bantuan, meskipun ala kadarnya. Irwan (29) warga Klari, mengaku sangat terbantu dengan digelarnya aksi peduli korban gempa yang digagas mahasiswa Unsika.

Pasalnya, ia tidak perlu repot untuk menyalurkan bantuan kepada korban gempa. "Saat melihat kondisi daerah yang terkena gempa di media elektronik, saya langsung berkeinginan untuk menyumbangkan sedikit uang. Namun saya kebingungan karena di Karawang tidak ada lembaga yang bisa menyalurkan bantuan kesana. Alhamdulillah ada Mahasiswa yang menggelar aksi peduli gempa, akhirnya saya langsung menyumbangkan bantuan, meskipun jumlahnya tidak banyak," ungkapnya.

Nia (17) salah satu siswi SMK swasta di Karawang mengaku aksi yang digelar tersebut sangat positif dan patut dicontoh oleh pelajar. "Seharusnya sifat pelajar seperti itu. Ketika ada kejadian yang memilukan, kita langsung bereaksi untuk menolongnya. Saya harap apa yang dilakukan kakak Mahasiswa Unsika bisa dicontoh oleh para pelajar di Karawang, sebab saat ini mereka hanya bisa berkelahi dan bolos sekolah," ungkapnya. (psn)

Karawang Masih Rawan Teroris, Tanjungpura Perketat Pengawasan Pendatang

FOTO TERORIS: Laela (49) warga Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, mengamati foto teroris di kantor Kelurahan Tanjungpura, Kamis (3/9) siang.

KARAWANG, RAKA - Karawang berpotensi sebagai tempat persembunyian terorisme. Terlebih strategis wilayah Karawang yang masih banyak dinyatakan sebagai wilayah terisolir yang jauh dari jangkauan pemerintah daerah. Karenanya perlu sosialisasi secara menyeluruh terhadap ancaman teroris kepada masyarakat.

Hal itu terungkap dalam arahan yang dimotori Bupati Karawang Dadang S Muchtar, beberapa waktu lalu kepada aparatur pemerintahan tingkat desa dan kelurahan, di Aula Husni Hamid. Dalam pertemuan itu bupati menegaskan mengenai cara menanggulangi secara dini aksi terorisme.

Mengacuh itu, hampai saat ini Kelurahan Tanjungpura semakin memperketat pengawasan terhadap pendatang diwilayahnya. Menurut Kepala Kelurahan Tanjungpura H. Endeng, aksi terorisme bisa ditanggulangi apabila ada keterlibatan dari semua pihak, baik aparat kepolisian, pemerintah, alim ulama maupun masyarakat. Pasalnya para teroris selalu bersembunyi ditengah masyarakat awam.

"Selain memperketat keamanan dengan siskamling, kami juga memperketat administrasi kependudukan. Setiap penduduk pendatang maupun pengontrak harus melapor kepada Rt atau Rw setempat. Apabila satu kali dua puluh empat jam, mereka tidak melapor dan menyatakan maksud dan tujuannya datang ke Tanjungpura, maka kami akan melakukan teguran, bahkan bila perlu akan dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Makanya, setiap saat saya selalu mengingatkan kepada seluruh jajaran Kelurahan agar disiplin dan tegas dalam pengurusan administrasi kependudukan.

Sebagai contoh, bagi penduduk pendatang yang ingin membuat KTP, harus menyertakan surat pindah dari daerah asal, apabila tidak menyertakan, maka sampai kapanpun mereka tidak bisa mempunyai KTP Karawang. Ketegasan seperti itu sangat diperlukan, agar seluruh wilayah tanjungpura maupun Karawang bisa kondusif," tuturnya, Kamis (3/9) siang. Selain memperketat kemanan dan administrasi kependudukan, pihaknya terus mensosialisasikan foto terorisme. "Seperti yang kita ketahui, para terorisme paling pintar mengubah bentuk wajah dan mempengaruhi warga dengan segala tipu muslihatnya.

Apabila warga mengetahui ciri-ciri fisik teroris tersebut, maka apabila para teroris tersebut masuk ke Tanjungpura, akan cepat diketahui. Makanya kami memasang foto teroris disetiap sudut dari mulai tingkat Rt sampai Rw. namun sampai saat ini di wilayah Tanjungpura belum ada orang yang dicurigai," tuturnya. Ia melanjutkan, selain untuk menanggulangi teroris sejak dini, siskamling ternyata sangat ampuh dalam menekan angka kejahatan. Pasalnya dalam dua bulan terakhir, wilayah Tanjungpura relatif kondusif.

"Alhamdulillah, setiap ada kejadian yang menyangkut kriminalitas, bisa langsung diantisipasi dengan digalakannya siskamling. Terbukti sampai saat ini tidak terdengar ada kejahatan diwilayah Tanjungpura," tandasnya. Laela (49) warga Kelurahan Tanjungpura, mengaku dengan dipampangnya foto teroris, sangat membantu warga dalam mengantisipasi masuknya teroris kelingkungannya. Pasalnya dengan seringnya melihat foto teroris, warga menjadi tahu ciri-ciri fisik teroris yang sedang diburu oleh kepolisian.

"Saat ini kita hanya tahu ditelevisi, tapi saat ini saya mengetahui dengan jelas bentuk fisik teroris secara lengkap. Kalau sampai saya melihat ada orang yang persis seperti yang ada digambar, maka akan langsung dilaporkan ke pihak berwajib atau ke aparat kelurahan. Saya berharap dengan strategi yang dilakukan oleh pemerintah, bisa benar-benar menggentikan aksi terorisme yang selama ini meresahkan masyarakat," ungkapnya. (psn)

1.190 PNS di Kabupaten Karawang Naik Pangkat

KARAWANG, RAKA - Sebanyak 1.190 orang PNS di Kabupaten Karawang menerima SK Kenaikan Pangkat. Mereka terdiri dari golongan I sampai 7 orang, golongan II 255 orang, golongan III 643 orang, dan golongan IV 285 orang. SK Kenaikan Pangkat tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Dadang S. Muchtar kepada perwakilan PNS yang bersangkutan di acara apel pagi di Plaza Pemkab, Kamis (3/9) pagi.

Dalam sambutannya bupati mengingatkan tiga hal. Yaitu, pertama ucapan selamat bagi yang naik pangkat. Kedua, secara kebetulan di antara PNS yang naik pangkat ini mayoritas dari kalangan guru hingga 862 orang. Dalam hal ini bupati mengajak para guru agar selalu memberikan motivasi kepada semua anak didiknya dengan baik. Khusus kepada kepala sekolah, diingatkannya bahwa jabatan ini nantinya akan diatur Perda tentang sistem pendidikan di Kabupaten Karawang. “Jabatan kepala sekolah, sesuai ketentuan, akan kita atur berdasarkan periodesasi. Selama ini ada jabatan kepala sekolah yang disandang seseorang hingga 20 tahun.

Makanya sekarang kedepan perlu diatur demi kebutuhan peningkatan kinerja maupun regenerasi,” tandas bupati. Selain itu, bupati juga mengingatkan, bahwa kenaikan pangkat merupakan salah satu bentuk penghargaan dari pemerintah atas pengabdian PNS kepada Negara. Menurutnya, kenaikan pangkat juga sebagai bagian dari upaya meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan PNS beserta keluarganya. Untuk itu perlu diikuti peningkatan kualitas kerja yang produktif dan profesional.

Ditambahkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Aip S.Chalil, di antara PNS yang naik pangkat tersebut, terdapat pula 95 orang dari RSUD. Selebihnya tersebar di masing-masing organisasi perangkat daerah. ”Proses sidang kenaikan pangkat golongan III kebawah dilaksanakan 21 hingga 27 Juli di Kantor Regional III Bandung. Dari usulan 905 orang, dapat terelaisasi seluruhnya atau 100 persen. Mereka baru akan menerima gaji sesuai pangkatnya yang baru mulai 1 Oktober mendatang,” paparnya. (vins)

Khusuk, Mencerminkan Kualitas Ibadah, Dijalani KBIH Al-Madinah Karawang Buat Jamaah Haji

MENJALANI ibadah termasuk dalam berhaji, idealnya tidak memikirkan hal lainnya. Sebab suasana khusuk akan mencerminkan kualitas ibadah itu sendiri. "Hal seperti itu kami anggap penting, sebab ibadah yang tenang itu kan memang menjadi hak jamaah," aku Ketua KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji) Al-Madinah Karawang, H.M. Sukarya, soal kiat keberadaan KBIH-nya yang di bulan Ramadhan ini tampak senantiasa eksis.

Menurut Haji Karya, sebutan H.M. Sukarya yang ditemani stafnya Ria Marliana, SE yang ditemui RAKA di sela penyaluran bantuan bagi kaum dhuafa sekretariatnya, Jl. Siliwangi depan Makodim Karawang, Kamis (3/9) siang, soal melengkapi kebutuhan jamaah itu di antaranya dengan senantiasa menempatkan para pembimbing yang kualifaid. Selain itu saat sudah berada di tempat ibadah, juga menyiapkan petugas bagi pengantaran calhaj secara gratis.

Umpama menyiapkan mutawif atau pembimbing tawaf, juga muzawir atau pembimbing calhaj berziarah. Kata Haji karya, pelayanan yang dilakukan juga termasuk untuk yang mungkin karena sesuatu hal mendapat gangguan fisik atau sejenisnya.

Selain itu yang dianggap tidak kalah pentingnya, kata Haji karya, juga soal keberadaan diri para jamaah sendiri. Dan untuk urusan yang satu ini, "Kami juga sertakan para jamaah sebagai pemegang polis asuransi di luar yang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah. Malah untuk selama satu tahun, yang berarti polis asuransi sendiri masih berlaku saat jamaah sudah kembali ke Tanah Air," sebut H. Karya.

Dari pantauan dan keterangan lain, soal eksisnya KBIH Al Madinah Karawang itu di antaranya terlihat dari data yang diperoleh di lingkungan Kandepag Karawang yang terkait urusan ibadah haji. Untuk musim haji 2009, umpamanya, jumlah calhaj dari KBIH ini mencapai 445 orang atau berarti cukup satu kelompok terbang (kloter).

Kecuali itu meski di bulan Ramadhan seperti saat ini, juga tetap didatangi calhaj yang ikut bergabung jadi bagian jamaahnya, yang untuk di musim haji 2010. "Alhamdulillah. kami bersyukur karena banyak calhaj percaya," syukur Haji Karya.

Walimatussyafar Massal Berhadiah Umrah
Di luar yang dijalaninya itu, demi pelayanan optimal juga KBIH Al-Madinah segera akan mengadakan acara 'Walimatussyafar Haj Al-Madinah 2009 M/1430 H' lewat penceramah kondang Prof. DR. Said Agil Siraz. Malah di acara yang konon rencananya digelar di aula Wisma Haji Karawang, kompleks Al-Jihad Jl. A. Yani By Pass, Karawang Barat, itu divariasikan pula dengan doorprice dan hadiah umrah.

Di acara walimatussyafar itu konon bakal dihadiri para alumni sebagai reuni akbar, dan para jamaah yang akan melakukan pemberangkatan ibadahnya pada musim haji 2009 ini. Acara itu juga sekaligus sebagai kiat demi pemeliharaan ibadah dan menjaga jalinan persaudaraan di antara sesama.

Haji Karya berharap dengan pemeliharaan ibadah seperti demikian, maka nilai ibadah haji yang dijalani pun diharapkan kian meningkat. Belum lagi bertambahnya hubungan dan pesaudaraan. "Acara ini juga merupakan bagian dari adanya forum persaudaraan yang telah ada di internal kami," jelad Haji Karya.

Soal hadiah paket umrah, disebutkan terdiri sebanyak dua paket. Yakni diperuntukkan bagi alumni KBIH Al-Madinah sejak musim haji 1425 H hingga 1429 H (2004 M-2008 M - red) yang mencapai sekitr 1000 orang, dan jamaah terakhir sebanyak 445 orang. Rencana, penentuan pemenang dilakukan dari hasil kocokan nama-nama alumni maupun jamaah calon haji.

Sementara masih terkait soal pelayanan optimal yang dijalaninya. Kata Haji Karya, bahkan untuk yang musim haji 2010 pun saat ini pihaknya telah pula menyiapkan modul manasik haji di sekretariatnya, dan bisa diambil para jamaah kapan saja di hari kerja. "Pokoknya demi ibadah yang tenang, insya Allah kami sangat mendukung utuk diutamakan," pungkas Haji Karya. (dea wahyudi)

Bank Tabungan Negara Purwakarta (1), Kejar Target Kredit 132 Milyar

HINGGA akhir bulan Agustus tahun 2009, Bank BTN Cabang Purwakarta memiliki nasabah perorangan dengan total debitur 59.639 orang nasabah yang terdaftar di developer dan individu. Selain itu bank ini juga memiliki penyaluran kredit sebesar 132 Milyar total ekspansi.

Adyl Guno Santoso staff bagian umum Bank BTN Cabang Purwakarta di ruang kerjanya Jl. RE Martadinata No. 1 kelurahan Nagri tengah Kab. Purwakarta kepada RAKA kemarin mengatakan, BTN merupakan Bank yang senantiasa membantu masyarakat mendapat kredit kepemilikan rumah (KPR). Bagian pelayanan kredit di Bank BTN secara umum terdapat dua bagian perkreditan. Yakni Kredit umum dan kredit KPR.

"Bank BTN merupakan Bank yang selalu setia membantu masyarakat dalam hal pengajuan kredit kepemilikan rumah, pelayanan kredit di Bank BTN membantu pelayanan kredit dari pengangsuran hingga pelunasan. Sedangkan perkreditan di Bank BTN secara umum terbagi ke dalam dua bagian diantaranya Kredit Umum dan kredit KPR," terangnya. Menurutnya, perhitungan total debitur Bank BTN Cabang Purwakarta memiliki nasabah sebesar 59.639 nasabah.

"Bank BTN adalah bank terkemuka dalam pembiayaan perumahan. Dari hasil total debitur hingga posisi akhir per bulan Agustus 2009 bank BTN memiliki nasabah sebanyak 59.639 nasabah yang terdiri dari nasabah yang terdaftar di developer dan perorangan," ujarnya. Sementara, Kepala seksi kredit Bank BTN cabang Purwakarta Abdul Aziz menerangkan, secara umum kredit di Bank BTN terbagi ke dalam dua bagian yang pertama kredit umum dan yang ke dua adalah kredit KPR.

"Kredit umum adalah bagian perkreditan yang melayani developer, pengembangan rumah, investasi, koperasi usaha rakyat (KUR) dan yang lainnya , sedangkan kredit KPR melayani perkreditan secara perorangan, kredit KPR membantu masyarakat dalam hal pengajuan kredit perumahan, KPR sendiri terbagi ke dalam dua bagian yaitu KPR bersubsidi dan KPR nonsubsidi, dan saat ini KPR bersubsidi merupakan program unggulan Bank BTN," ujarnya.

Menurut Abdul Aziz, besaran untuk KPR bersubsidi di bagi ke dalam beberapa tahap yang di berlakukan secara berjenjang. "Nilai subsidi untuk KPR yang di berlakukan di Bank BTN adalah 1 hingga 3 tahun sebesar 7 Persen, pada tahun ke 4 sebesar 10,5 persen, untuk tahun ke 5 sampai tahun ke 6 sebesar 11, 75 persen dan untuk tahun ke 7 dan seterusnya sebesar 13, 5 persen, atau suku bunga pada tingkat komersil sebesar 11,5 persen," paparnya. (bersambung/Asep Ahmad)

Kekeringan Masih Melanda Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA - Meski dua hari ini kota Purwakarta sudah diguyur hujan, namun puluhan sumur warga di Gg.Turi Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Purwakarta masih dalam kondisi nyaris kering (surut). Saat ini, rata-rata volume ketinggian air sumur tersebut antara 20 sampai 25 cm. Padahal, pada kondisi normal ketinggian atau volume air sumur bisa mencapai 5 sampai 7 meter. Satu warga setempat, Aris (30), mengaku kondisi air sumur ditempatnya sudah mulai mengering atau surut sejak 1 bulan terkahir ini.

Dimana, penurunan volume air itu berlangsung secara bertahap disetiap rumah warga. Guna memenuhi kebutuhan air sehari-hari, kebanyakan warga memanfaatkan layanan air bersih PDAM di rumah-rumah tetangga atau sanak saudaranya yang melanggan pada PDAM selain memanfaatkan air tanah yang diambil dengan mesin pompa (jet pam dan sanyo, red). "Satu bulan lalu, kondisi air sumur masih lumayan normal, yakni rata-rata dengan volume 2 sampai 3 meter. Tapi sudah sepekan ini kondisi air malah semakin menyusut, "kata Aris kepada RAKA Kamis (3/8) siang.

Menurut Aris, saat ini dampak musim kemarau dirasa tengah dalam kondisi puncak. Dilihatnya, hal itu lantaran kondisi air sumur yang surut begitu drastis bila dibandingkan dengan musim kemarau sebelumnya. Meski demikian, tambahnya, kekeringan atau surutnya air sumur warga belum tak mempengaruhi kebutuhan air bersih untuk minum. "Untungnya keperluan air bersih untuk minum warga kebanyakan memanfaatkan air PDAM atau air isi ulang. Sementara air sumur hanya di gunakan untuk cuci dan mandi saja," ucap Aris.

Warga lainnya, Endang (37) mengatakan hal serupa. Kini, kondisi surutnya air sumur juga dirasakan olehnya meski kondisinya belum dinyatakan hingga mengering. "Kalau terus mengering, imbasnya kami terpaksa harus menggali lagi sumurnya menjadi lebih dalam untuk mendapatkan air bersih," katanya seraya menjelaskan surutnya air sumur diwilayahnya baru terjadi tahun ini.

Menanggapi hal itu, LSM Triloka Purwakarta yang bergerak dibidang lingkungan, mengatakan, selain akibat kemarau kondisi yang terjadi tersebut diperkirakan akibat alam di daerah hulu banyak yang rusak. Kemudian, diperparah dengan banyaknya lahan pertanian yang beralih fungsi menjadi perumahan. "Ada kemungkinan hal ini terjadi lantaran banyak lahan yang sudah beralih fungsi sehingga membuat daya serapan air menjadi kendur," tukas Sekjen LSM Triloka Purwakarta, Tarman Sonjaya. (rif)

BKD Kab Purwakarta Bantah Penerimaan CPNS

PURWAKARTA, RAKA - Kabar yang menyebutkan adanya penerimaan PNS tahun ini berdasarkan surat edaran Gubernur Jawa Barat yang dikirimkan ke pemerintah setempat di sanggah Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kab Purwakarta Zaenal Arifin. Selain itu, ditegaskannya tidak ada istilah pengembalian surat gubernur, melainkan pemkab Purwakarta memang tidak mengajukannya.

"Tidak benar, ada istilah itu (Penerimaan CPNS berdasarkan surat edaran Gubernur, red) apalagi kita mengembalikan surat Gubernur, "kata Zaenal. Meskipun demikian, jelas Zenal sebelumnya sempat ada pertemuan nasional di tingkat pusat. Dimana setiap daerah dipersilahkan mengajukan permintaan penerimaan PNS umum pada tahun ini.

Namun khusus Kabupaten Purwakarta, Zaenal menyatakan tidak mengajukan hal itu. "Maka, di tahun ini kita pun tidak membuka penerimaan PNS. Terkecuali tidak tahu untuk daerah lain,"ujarnya. Alasan tidak mengajukan penerimaan PNS itu, Lanjut Zenal karena saat ini Pemkab Purwakarta akan memfokuskan terhadap para tenaga kerja honorer yang belum diangkat. Menurutnya, hingga saat ini para honorer yang telah masuk dalam data base, belum juga mendapatkan SK. Sehingga diharapkan akan selesai pada tahun ini.

Saat ini, jumlah tenaga honorer di Purwakarta yang tercatat dalam data base Badan kepegawaian Nasional (BKN), tercatat sebanyak 200 orang. Namun keseluruhan para pegawai yang belum mendapatkan SK mencapai 1300 orang. Ditambahkannya, pihaknya pun tak memungkiri jika keadaan ini bisa digunakan oleh oknum-oknum tertentu yang bisa mengimingi-imingi bisa memuluskan segera mendapatkan SK.

Bahkan ia pun menghimbau jika menemukan oknum seperti itu segera untuk dilaporkan. "jangan sungkan untuk segera melaporkan,"katanya. Malah tandas dia, adanya oknum yang memberitahukan jika tahun ini ada penerimaan PNS, itu tidak benar. "Belum lama ini kejadian seperti ini memang cukup rentan. Sebab dari informasi yang saya terima, di kecamatan Maniis hampir puluhan orang yang telah menjadi korbannya,"ujarnya.

Sehingga ia pun mengajak untuk tidak mudah mempercayai oknum yang mengimingi atau menyarankan mengikuti jalur khusus agar segera menjadi PNS. "Pokoknya, baik penerimaan pegawai semuanya berkaitan dengan BKD. Artinya, kegiatan yang terkait hal ini pun semuanya dilakukan di BKD,"tukasnya. (ton)

Korban Gempa Bumi Meluas, Puluhan Rumah Rusak di 4 Kecamatan

PURWAKARTA, RAKA - Kerusakan yang diakibatkan gempa dengan kekuatan 7,3 skala richter yang terjadi Rabu (2/9) lalu, di Purwakarta kian meluas. Setelah sebelumnya dilaporkan 30 rumah rusak di Kampung Nangewer, Desa Pasir Angin Kec Darangdan, kerusakan juga dilaporkan terjadi di empat kecamatan lainnya.

Seperti Kecamatan Tegal Waru, Bojong, Plered dan sebagian kec Purwakarta Kota. Namun kerusakan terparah terjadi dikecamatan Darangdan. Kepala Desa Pasirangin Komarudin Sam, Kamis (3/9) mengatakan, setelah dilakukan pendataan oleh pihaknya, dilaporkan sebanyak 8 unit rumah mengalami rusak berat, sedangkan rusak ringan sebanyak 39 rumah.

Dari bangunan itu, diantaranya selain rumah warga sejumlah bangunan seperti bangunan Majelis Taklim, Pondok Pesantren Jabalul Rahmah dan kantor balai desa Pasir angin sendiri terkena imbasnya. Bahkan dari beberapa kecamatan yang terkena bencana, wilayah ini yang paling terparah. "Beruntungnya, bencana ini tidak terjadi pada malam hari. Sebab dari puluhan rumah yang rusak ringan, selang beberapa jam kejadian warga pun langsung membersihkannya,"ujar Komarudin.

Namun kendati demikian, kata dia dari delapan rumah yang parah itu kondisinya cukup memprihatinkan, bahkan saat ini warga terpaksa menumpang di tetangganya atau kerabat dekat yang rumahnyamengalami rusak ringan. Diantara pemilik rumah itu yakni milik Asep Dodoy, Sueb, Abid, Tomin dan H. Aep. "Jadi total keseluruhan, kerusakan rumah khusus wilayah kami berjumlah 47 rumah,"ujar dia. Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima RAKA bencana gempa ini pun telah meluas dan mengalami kerusakan rumah di 4 kecamatan lainnya. Diantaranya, yakni Kecamatan Darangdan, Jatilihur, Plered dan Tegalwaru.

Untuk Kecamatan Plered jumlah rumah rusak berat sebanyak dua rumah dan yang rusak ringan sebanyak lima rumah. Sementara di keca Jatiluhur Desa Parakanlima sebanyak lima rumah rusak ringan. Sedangkan di kecamatan tegal Waru dilaporkan hanya dua rumah yang mengalami rusak ringan tepatnya di Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru. Bahkan kerusakan ringan juga terjadi di keca Purwakarta. Meskipun demikian, dari kejadian bencana gempa itu, sejumlah bantuan dari pemerintah hingga kini sudah mulai mengalir.

Bahkan Satkorlak Pemkab Purwakarta pun telah meminta Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Purwakarta untuk turun kelapangan dan memberikan bantuan. Selain itu, pemerintah juga telah memberikan bantuan kepada puluhan kepala keluarga di Desa Pasir Angin Kecamatan Darangdan yang langsung diberikan oleh Bupati Purwakarta saat melakukan peninjauannya ke lokasi. Para korban diberikan bantuan sebesar 1 juta rupiah untuk rumah yang mengalami rumah rusak berat, sementara untuk kerusakan ringan mendapatkan bantuan sebesar 500 ribu rupiah.

"Bencana kan tidak dapat diprediksi kapan datangnya dan selalu terjadi tiba-tiba. Dan bantuan ini juga merupakan inisiatif dari pemerintah untuk mengumpulkan bantuan dari para pejabatnya. Alhamdulilah dari inisiatif ini dana terkumpul sebanyak 100 juta, "kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Bahkan tegas dia, untuk menghindari hal serupa, ia pun mengaharapkanmasyarakat kembali ke konsep rumah panggung yang telah terbukti sejak jaman dulu, kokoh terhadap gempa.Selain tidak akan melakukan relokasi terhadap para korban bencana alam. (ton)

Tiket Bisnis dan Eksekutif 17-28 September di Stasiun Purwakarta, Habis

PURWAKARTA, RAKA - Arus penumpang kereta api (KA) di Stasiun Purwakarta hingga pertengahan bulan Ramadhan mengalami pelonjakan. Pihak stasiun mencatat jatah tempat duduk dari penjualan tiket KA 'on line' semua jurusan pelayanan tanggal 17 sampai 28 September untuk KA bisnis dan eksekutif telah habis terjual.

"Sementara ini yang paling bisa dirasakan berkenaan dengan arus mudik lebaran baru dari penjualan tiket 'on line' untuk pelayanan jasa luar propinsi. Sedang untuk layanan domestik belum begitu kelihatan," kata Kepala Stasiun Kereta Api Purwakarta, Dede Cahya Koswara, melalui Staf Adm Stasiun Kereta Api Purwakarta, Poppi, kepada RAKA, Jumat (3/9).

Menurut Poppi, pemesanan tiket KA terjadi sejak awal Ramadhan, terutama untuk layanan perjalanan luar provinsi seperti Jakarta-Semarang, dan Banjar - Pasar Senen. Meski demikian, pihak PJKA masih menyisakan loket pelayanan penjualan tiket dengan cara lain melalui pelayanan ATM Mandiri on line dan Pos Giro. "Untuk yang tidak kebagian di layanan reservasi on line PJKA, bisa mencari di tempat lain melalui Pos Giro dan ATM Mandiri, "katanya.

Ditambahkannya, untuk pelayanan KA lokal pihak stasiun sampai kemarin belum mencatat adanya pelonjakan penumpang. Lonjakan penumpang KA lokal diprediksi baru akan terjadi pada H-7 sampai H+7 mendatang dengan asumsi peningkatan sekira 200 persen atau dari 200 penumpang per hari menjadi 500 penumpan per hari. "Seperti tahun sebelumnya, peningkatan kereta api lokal yang meliputi KA KRD, KA lokal dan KA Parahyangan akan terjadi pada H-78 sampai H + 7. Diprediksi peningkatannya bisa mencapai 200 persen,"jelasnya.

Dilain pihak, Stasiun Purwakarta pada Lebaran tahun ini pun melakukan persiapan masa Lebaran antara lain dengan mendirikan posko PAM Ketupat Lebaran, mengintensifkan pengawasan jalur rel KA, dan menempatkan petugas keamanan di lokasi stasiun. "Koordinasinya akan dilakukan seperti biasanya, antara lain dengan pihak Polres, Pramuka, dan Orari. Kita pun mengintensifkan kinerja juru pemeriksa jalan, "tambah Poppi. (rif)

Waspada, Maling Helm di Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA - Aksi pencurian helm di Purwakarta marak terjadi. Bahkan tak tanggung-tanggung para pelaku berani melakukan aksinya diareal parkir lembaga Kepolisian. Satu korban kemalingan, Toni (27), warga Sindangkasih Purwakarta mengaku geram dengan ulah para pencuri helm itu.

Pasalnya, kejadian itu terpaksa membuat aktifitasnya terganggu selain mengalami kerugian materil. "Gara-gara Helm saya kecurian terpaksa saya harus merogoh kocek lagi untuk membeli helm. Parahnya lagi saya harus nunggu, karena untuk membeli sendiri tidak mungkin sebab khawatir ditilang,"ujarnya, kepada RAKA, kemarin.
Ironisnya, kata dia, kejadian yang dialaminya itu terjadi saat ia memarkirkan kendaraannya berikut helm di areal parkir Kantor Polisi Wilayah Purwakarta untuk keperluan tertentu.

Namun, alangkah 'ngenesnya' dia, saat menghampiri kendaraan yang diparkirnya helm yang digantungkan dikendaraannya ternyata raib. "Padahal areal parkirnya bersebelahan dengan pos piket jaga, dasar tuh maling gak tahu tempat main colong saja,"geram Toni. Kejadian serupa juga dialami Arif (27). Bahkan ia mengaku melihat sendiri saat pelaku menggondol helmnya yang sama persis ditaruh di kendaraannya. Kata Arif, pelaku rata-rata anak-anak berusia tanggung dengan modus ambil langsung kabur.

"Saya juga mengalami hal yang sama. Bahkan waktu melihat aksi pencurian itu saya tidak sendiri melainkan disaksikan juga empat teman saya berikut para tukang becak yang nongkrong di sekitar jalan Gandanegara, tepatnya di depan Kantor KJP Purwakarta," ucapnya. Korban lainnya, Gita (21) mengungkapkan hal sama. Ia juga pernah mengalami kejadian tersebut dengan modus yang sama. "kejadian yang saya alami malah lebih parah lagi, pelaku melakukan aksinya didepan mata saya dan oang-orang disekitar saya,"ucap Gita seraya mengatakan lokasi itu terjadi di kawasan pasar Jumat.

Dari kejadian ini, ketiganya berharap petugas keamanan bisa segera menangklap pelakunya. Sebab dikhawatirkan kejadian ini bisa menimpa warga lainnya khusdunya para pengendara roda dua. Selain itu, walau pun harga helm itu tak seberapa tapi helm merupakan keamanan selain kewajiban dalam berkendaraan. Sebagai catatan, kejadian pencurian helm ini pun sempat menimpa tiga pelajar di areal parkir Pemkab Purwakarta beberapa waktu lalu saat melakukan diklat Jurnalis. (rif)

Isu Tahu Berformalin di Purnawarman Purwakarta

MENINGKAT: Meski bahan makanan tahu sempat digunjing dengan isu kandungan formalin namun permintaannya kini terus meningkat, terlebih sepanjang masa Ramadhan ini. Seperti dalam gambar, sejumlah ibu rumah tangga tengah membeli dagangan penjual tahu di daerah Purnawarman Purwakarta.(rif)

Demokrat Purwakarta Akan Panggil 2 Kadernya

PURWAKARTA, RAKA - Ketua DPC Partai Demokrat Purwakarta Toto Purwanto Sandi akan memanggil dua orang kadernya yang kini menduduki posisi sebagai anggota DPRD Purwakarta. Pemanggilan itu terkait kabar jika fraksi Demokrat yang ada di DPRD Purwakarta tidak berjalan seirama.

Hanya saja, dari komunikasi melalui telepon yang dia langsung lakukan akibat adanya miis komunikasi saja. "Sudah saya lakukan komunikasi kepada yang bersangkutan. Dan ternyata, hanya miis komunikasi saja. Sehingga dari adanya komunikasi itu sudah tidak ada lagi permasalahan. Saya meminta agar permasalahan ini tidak terlalu dibesar-besarkan. Sudah selesai dan tidak terlalu dibesar-besarkan, "tegas Toto.

Hanya saja untuk kembali mempertegas, pihaknya menyatakan akan memanggil para kadernya. Dia berharap keduanya pun nantinya bisa hadir untuk meminta klarifikasinya. "Malam ini juga akan kita pertemukan. Agar permasalah lebih jelas dan saya pun tidak ingin para kader di fraksi demokrat tidak berjalan seirama,"tegasnya.

Sebelumnya, kepergian salah seorang anggota Fraksi Demokrat Nurhasanah dalam kunjungan sosialisai penetapan pansus DPRD Purwakarta terkait pembahasan tata tertib bursa Ketua DPRD mendatang ke DPR RI Jakarta Rabu (2/9) kemarin. Sempat menyulut sikap anggota Fraksi Demokrat lainnya.

Pasalnya, kepergian itu terkesan sembunyi-sembunyi dan seakan tidak mau memberikan kabar tersebut. Akibatnya, Dua orang anggota Fraksi Demokrat yakni H. Alwi Dhani selaku sekretaris Pansus Tatib dan Dadang Burhanudin selaku ketua Fraksi Demokrat, tidak ikut dalam keunjungannya itu. Bahkan keduanya pun menyatakan, padahal mempunyai peran penting dalam kunjungan tersebut.

Sementara itu, anggota Pansus DPRD Purwakarta Hidayat Sthi yang dihubungi terpisah mengatakan, kunjungan ke DPR RI di Jakarta Rabu (2/9) kemarin untuk meminta penjelasan terkait pasal 355 RUU Ketetapan MPR, DPR, DPD, DPRD kab/kota tentang pembasan tatib.

Pasalnya, adanya dua pasal yang dinilai saling tumpang tindih dirasa cukup membingungkan. Hanya saja dari hasil kunjungannya menyebutkan jika pembahasan ketua DPRD Purwakarta akan dilakukan dengan cara penetapan. "Nantinya, pasal 355 dimungkinkan akan dihapus sebab undang-undang terkait itu masih berbentuk RUU. Tapi, kita juga masih menunggu pengesahannya, bagimana kelanjutanya,"kata Hidayat. (ton)

Termin I DAK 2009 Digelontorkan, Besaran BSM SD 360.000 per Siswa

PURWAKARTA, RAKA - Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Purwakarta sudah menyalurkan Beasiswa untuk Siswa Miskin (BSM) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) tahun ini. Kabupaten Purwakarta mendapat kuota BSM SD sebanyak 5.516 siswa. Kepala Seksi Tentis dan Kelembagaan Disdikpora Kabupaten Purwakarta, A Akhmadi S, mengatakan, besarnya BSM SD yang dikeluarkan itu masing-masing digulirkan kepada siswa sebesar Rp 360.000.

Nantinya, beasiswa tersebut dikirimkan lewat pos langsung kepada siswa yang bersangkutan dan dipergunakan untuk biaya personal, seperti pembelian baju seragam, alat tulis, buku, atau transportasi. "Pencairannya sendiri diberikan langsung melalui rekening masing-masing sekolah, selanjutnya pihak sekolah mencairkannya untuk didistribusikan langsung ke siswa, dan di Purwakata sudah dibagikan sebelum 22 Agustus kemarin,"kata Akhmadi, kepada RAKA, Kamis (3/8).

Ditambahkannya, kuota BSM Purwakarta pada tahun ini masih diberikan bagi siswa SD yang sama jumlahnya seperti tahun sebelumnya. Namun, lanjut dia, kuota yang dibagi oleh provinsi tersebut ke setiap kabupaten/kota jumlahnya tidak sama. “Kuotanya disesuaikan dengan jumlah penduduk dan siswa di masing-masing kabupaten/kota. Seperti, kuota BSM siswa SD di Kota Purwakarta tidak akan sama dengan kuota BSM siswa SD di Kabupaten karawang atau Kabupaten subang,” katanya.

Sementara, lanjut dia, untuk pengajuan siswa yang berhak mendapat BSM Disdik kabupaten/kota menyatakan hal itu pun disosialisasikan ke kantor cabang dinas di kecamatan atau UPTD, dan selanjutnya UPTD mensosialisasikan ke sekolah. Sehingga pihak sekolah dapat segera mengajukan siswa yang berhak mendapat BSM. “Siswa yang berhak mendapat BSM adalah siswa miskin dengan keterangan surat keterangan miskin dari pemerintah desa dan kecamatan,"ujarnya seraya mengatakan peruntukan BSM hanya berlaku untuk siswa yang duduk di kelas 2 sampai 5.

Ditempat terpisah, Kepala Bidang TK SD Disdikpora Kabupaten Purwakarta, Akun Kurniadi, mengatakan, hari ini (kemarin, red) pihaknya pun sudah menggelontorkan dana alokasi khusus (DAK) 2009 kurang lebih Rp. 23 Miliar untuk 99 SD secara simbolis di Aula Wikara Pemkab Purwakarta oleh Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi. "Pada termin pertama ini, dana DAK hanya digelontorkan sebanyak 30 persennya saja. Sesuai rencana, selanjutnya DAK bakal digelontorkan dalam 2 termin lanjutan,"kata Akun.

Dalam pelaksanaannya, Akun mewanti-wanti agar 99 pihak sekolah dasar penerima DAK dapat menjalankan tupoksi dengan berpedoman pada Rencana Anggaran Belanja (RAB). "Jangan berebut alas, pelaksanaannya harus berlaku transparan, tidak ada dusta dan bisa dipertanggungjawabkan,"tegasnya. Sebagai catatan, acara penggelontoran secara simbolis itu dihadiri oleh sejumlah instansi selain masing-masing perwakilan komite, Kepala Sekolah dan Bendahara Sekolah.(rif)

Warga Desa Kembangkuning Tewas Kestroom

PURWAKARTA, RAKA - Pudin bin H.Ma'ruf warga Kampung/Desa Kembangkuning Rt 01/03, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta ditemukan tewas di areal waduk persis di belakang pabrik PT Eleghant di Tanggul Kayat, Kamis (3/9) sekitar pukul 06.30 WIB. Korban tewas diduga akibat tersengat kabel beraliran listrik milik PT Eleghant yang memiliki pompa air di sekitar tanggul Kayat.

Dihimpun keterangan, awal mula kejadian ketika korban Pudin tengah tengah mencari barang bekas di sekitar lokasi belakang pabrik dengan berjalan. Namun, diduga tanpa sengaja korban tiba-tiba terkena kabel yang tidak terbungkus dan langsung terkena aliran listrik. Saat itu juga korban ditemukan telah meregang nyawa oleh warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Mayat korban oleh kerabat keluarga didampingi petugas langsung dievakuasi ke RSUD Bayu Asih Purwakarta. "Setelah mendapat laporan, petugas langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan mengevakuasi korban ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta," kata Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Hendro Pandowo melalui Wakapolsek Inspektur Satu Suparlan, saat dihubungi.

Kapolsek membenarkan bila peristiwa yang menimpa korban Pudin dikarenakan tersengat aliran listrik saat tengah berjalan disekitar lokasi tanggul. Ia pun mengindikasikan penyebab kejadian itu lantaran ada kabel listrik yang tidak terbungkus lalu kemudian mengenai tubuh korban. "Kemungkinan terkena kabel listrik yang tidak terbungkus,"ucapnya. (rif)

Pantau Pejabat Kantor Pos Cabang Subang


SUBANG, RAKA
– Kepala Kantor Pos Cabang Subang, seyogyanya selalu memperhatikan tindakan Kepala Kantor Pos yang ada di daerah. Pasalnya, disinyalir ada sejumlah Kepala Kantor Pos di daerah yang istrinya ikut campur tangan mengenai pekerjaan suaminya.

Seperti halnya yang terjadi pada Kepala Kantor Pos Blanakan Rudiyanto, setiap kali akan dimintai keterangan, isteri yang bersangkutan selalu menjawab dan berkelit apabila suaminya akan dikonfirmasi mengenai pekerjaan suaminya. "Pejabat Pos yang lebih tinggi semestinya selalu memantau tindakan para kepala Kantor Pos yang ada di bawahnya," ujar salah seorang warga.

Berdasarkan pantauan RAKA, dari sejumlah nasabah yang menerima kiriman dari keluarganya yang berada di luar kota atau yang menjadi TKI, uang mereka yang dikirimkan kepada keluarganya di Kecamatan Blanakan digunakan oleh Kepala Kantor Pos yang nominalnya sekitar sebanyak Rp 90 jutaan.

Berdasarkan data yang ada, uang nasabah yang 'macet' dan belum dibayar sejumlah Rp 15 juta, dari uang sebelumnya sebesar Rp 23 juta. Dari sisa Rp 15 jutaan tersebut, Kepala Kantor Pos Blanakan menyelesaikannya, Kamis (3/9) kemarin. Indikasi campur tangan istri pejabat Kantor Pos ini misalnya, seperti yang terjadi pada saat pembagian dana Bantuan Langsung Tunai yang digulirkan pada warga Kecamatan Blanakan beberapa waktu lalu.

Saat itu, ada dugaan kerja sama antara Kepala Kantor Pos dan oknum Kepala Desa atau bawahannya yang mencairkan kartu BLT milik Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang ada di Kecamatan Blanakan. Saat itu ada warga Desa Tanjungtiga yang merupakan RTSM mengeluhkan belum mendapatkan dana BLT lantaran kartu yang dimilikinya telah ada yang mencairkan. Akibatnya, yang bersangkutan tak dapat mengambil jatahnya.

Saat itu RAKA mendatangi Kantor Pos Kecamatan Blanakan dengan maksud akan meminta keterangan adanya RTSM yang belum mendapatkan jatah dana BLT. Namun yang menjawab bukan Kepala Kantor Pos Blanakan, melainkan isterinya. “Suami saya sangat jujur, karenanya tidak mungkin akan tega memakan atau menyembunyikan uang milik orang lain,” ucap isteri Rudiyanto saat itu. (pir)

Uang Nasabah Belum Terganti, Kepala Kantor Pos Cabang Subang Minta Tak Dipolisikan

SUBANG, RAKA – Terkait tindakannya yang diduga kuat menggunakan uang milik nasabah PT Pos Indonesia, Kepala Kantor Pos Blanakan Rudiyanto ahirnya 'dikarantina' di Kantor Pos Cabang Subang. Menurut sejumlah sumber terpercaya, bahwa Kepala Kantor Pos Blanakan Rudiyanto dikarantina di Kantor Pos Cabang Subang sejak, Kamis (27/8) lalu. Namun pada hari Kamis tersebut Rudiyanto sempat dikonfirmasi RAKA melalui ponselnya.

Saat itu dia mengaku sedang cuti dan tengah beada di Jakarta. Sementara saat dihubungi kembali pada Sabtu (29/9) lalu, dirinya menmgaku sedang berusaha mencari pengganti uang nasabah yang dipakai untuk keperluan pribadinya, bahkan dia mengaku siap memberikan keterangan pada Senin (31/8) lalu. Namun, janji Rudiyanto tidak ditepati, bahkan dirinya terkesan menghindar untuk dikonfirmasi.

Saat dihubungi kembali, Rabu (2/9) malam, melalui ponselnya Rudiyanto mengaku sedang berusaha mencari uang pengganti sisa pembayaran uang nasabah yang dipakainya sebesar Rp 15 juta dari jumlah sebelumnya sekitar Rp 90 jutaan. Dia pun mengaku sedang berusaha mencari uang pinjaman dari pihak ketiga guna menutupi sisa uang nasabahnya. “Tolong pak, jangan sampai dilaporkan pilisi, kasihani saya dan saya saat ini sedang berusaha semaksimal mungkin guna menutupi uang yang nasabah yang saya pakai,” ucap Rudi.

Lebih lanjut, dia juga berjanji akan membayar sisa uang nasabahnya tersebut, Kamis (3/9), pada pukul 10.00 Wib, asalkan tidak dilaporkan kepada polisi. Sayangnya, janji Rudi tidak tepat sehingga nasabah yang dirugikan oleh Rudiyanto sekitar sebanyak 18 orang yang menerima kiriman dari sanak familinya yang ada di dalam maupun di luar negeri baru dapat diselesaikan sekitar sebanyak 8 orang senilai sekitar Rp 57 jutaan.

Salah seorang nasabah Kantor Pos Blanakan, Encuk, yang mengaku juga mendapatkan keluhan dari sebanyak 10 orang nasabah Kantor Pos Kecamatan Blanakan yang semula senilai Rp 23 juta, baru diselesaikan sebanyak Rp 8 juta, sementara sisanya sebesar Rp 15juta hingga saat ini belum juga dibayarkan. Dengan demikian, sebelum Encuk melaporkan kepada pihak kepolisian, dirinya saat ini mengandalkan seorang kuasa untuk mengejar Kepala Kantor Pos Kecamatan Blanakan. Namun hingga saat ini masih menunggu kabar dari kuasanya untuk menagih sisa uang.

“Karena saya sudah tidak bisa berbuat banyak untuk menagih sisa uang nasabah yang ada di Kepala Kantor Pos Blanakan saya percayakan kuasa saya,” ucapnya. Saat ini, seseorang yang dikuasakan Encuk untuk mengejar Kepala Kantor Pos belum dapat dihubungi, demikian pula Kepala Kantor Pos Cabang Subang, hingga berita ini ditulis belum dapat dikonfirmasi. Kepala Kantor Pos Blanakan Ridiyanto saat dikonfirmasi terakhir kalinya, ponsel yang bersangkutan tidak diaktifkan. (pir)

Kapolsek Blanakan Bantah Miliki Hubungan Khusus Dengan Eksekutor Adira Finance Cabang Subang

SUBANG, RAKA – Kapolsek Blanakan AKP Yanto yang disebut-sebut Kepala Eksekutor Adira Finance Cabang Subang Husen memiliki kedekatan dengannya mengatakan, hal itu merupakan jalinan silaturahmi sesama muslim saja. Adapun kaitan secara kedinasan, jelasnya, yang bersangkutan pernah melaporkan oknum anak buahnya yang menggelapkan sepeda motor dari nasabah.

Pada saat itu, sekitar awal tahun 2008 lalu, bahkan yang bersangkutan telah divonis sekitar 1,2 tahun penjara. Untuk hal lain, apalagi yang menyangkut dengan kerjasama pencabutan motor milik nasabah yang kreditnya macet, Kapolsek Blanakan menyatakan bahwa tidak pernah ada kerjasama dengan Kepala Eksekutor Adira maupun dengan Adira Finance Cabang Subang.

“Selain kenal secara pribadi dengan Endang Jenggo Eksekutor nasabah setor ke Adira tidak disetor, bulan awal 2008 kasusnya diajukan. Secara moral pelaporan, sebagai pelapor divonis 1 tahun 2 bulan. Hubungan secara pribadi sebagai muslim baik yang bersangkutan juga kenal dengan Kepala Eksekutor Adira Finance Cabang Subang sejak dirinya melaporkan kejadian Endang Jenggo,” jelas Yanto. (pir)

Kecamatan Ciater, Jalancagak dan Kecamatan Kasomalang, Terkena Gempa

PANTAU GEMPA: Wabup Ojang saat memantau rumah yang retak akibat gempa bumi.

SUBANG, RAKA - Gempa dengan kekuatan 7,3 skala richter yang berpusat di Tasikmalaya, ternyata menimbulkan kerusakan yang parah juga di Kabupaten Subang. Sedikitnya 68 rumah mengalami rusak berat. Kerusakan tersebut terjadi di dua kecamatan Subang Selatan. Hingga, Kamis (3/9) siang, puluhan rumah di Kecamatan Ciater, Jalancagak dan Kecamatan Kasomalang dilaporkan ambruk akibat gempa.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Polres Subang, 6 rumah dan satu bangunan masid di Dusun Cadas Ngampar Desa Kasomalang Wetan, Kecamatan Kasomalang dilaporkan ambruk diguncang gempa. Sementara itu dari Dusun Cibeusi, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, diketahui 7 rumah menglami retak-retak dan 1 rumah ambruk setelah dilanda gempa. Rumah retak-retak lainnya terjadi di Dusun Cibitung Kecamatan Jalancagak.

“Di tempat itu sedikitnya 50 rumah mengalami rusak ringan akibat gempa yang terjadi Rabu (2/9) petang. Kendati di Subang tidak ada korban jiwa, namun petaka susulan akibat gempa tetap harus diwaspadai. Setelah gempa bisanya tanah menjadi labil dan pada titik-titik tertentu sangat rawan longsor,” ujar Kapolres Subang AKBP Sugiyono, Kamis (3/9).
Menurut Kapolres, bahaya longsor patut diwaspadai terjadi di sekitar Tanjakan Emen Ciater dan Tanjakan Tanjung Siang menuju Sumedang.

Jika dalam daerah itu diguyur hujan, dikhawatirkan longsor bakal terjadi kerena sebelumnya tanah sudah diguncang gempa. “Karenanya, kepada pemudik yang menggunakan jalur tersebut harus hati-hati terutama jika hujan turun,“ tegas Kapolres. Sementara berdasarkan kunjungan kerja yang dilaksanakan Wakil Bupati Subang Ojang Sohandi ke Kecamatan Ciater, kampung terparah yang menderita akibat gempa terjadi di Kampung Sukasari, Desa Cibitung.

Di kampung ini tercatat 11 rumah mengalami retak-retak malah tiga rumah sudah tak layak dihuni karena nyaris roboh. Menurut salah seorang warga yang biasa dipanggil Abah (70), rumah milik Soleh (53) baru saja dibangun, bila dilihat dari luar memang tidak terjadi musibah kalau diteliti diketahui rumah ini tak bisa dihuni.

Saat itu, kepada warga yang terkena musibah Ojang berjanji akan memberikan sembako dan akan diberikan esok harinya, mengenai rumah yang terkena musibah mungkin dengan gotong royong rumah yang nyaris roboh bisa diperbaiki dan belum dipastikan bantuan itu akan berbentuk material atau lainnya. "Ini sedang didata dulu, berapa kepala keluarga yang harus dibantu," ujarnya. (eko)

Pelantikan Dewan Kabupaten Subang , Diwarnai Demo

DEMO PERDANA: Pelantikan anggota DPRD Kabupaten Subang, Kamis (3/9), diwarnai aksi unjuk rasa. Meski hal itu dilakukan jauh di luar gedung dewan, namun aksi tersebut tetap dipantau pihak kepolisian. Sementara di dalam gedung, 50 anggota dewan dilantik.

SUBANG, RAKA - aksi unjuk rasa mewarnai prosesi pelantikan anggota DPRD Kabupaten Subang periode 2009-2014. Unjuk rasa dari puluhan mahasiwa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Subang, berupa aksi teatrikal, dilakukan di Bunderan Hotel Subang Plaza, Kamis (3/9). Mereka menuntut agar anggota DPRD yang dilantik tidak menyalahgunakan jabatan demi kepentingan pribadi atau kelompoknya masing-masing. Selain itu, para pengunjuk rasa juga menyatakan menolak pelantikan para wakil rakyat yang bisa menduduki kursi dewan dengan cara-cara tidak terpuji.

Menurut koordinator lapangan aksi tersebut, Jaka Septia Arizona, berdasarkan hasil survey PMII, 70 persen anggota DPRD yang dilantik tersebut telah melakukan praktik politik uang dalam proses pemilihan umum legisltaif, beberapa waktu lalu. “Dari 50 anggota DPRD yang dilantik, sebagian besar meraih suara dengan cara membagi-bagikan uang. Ini berdasarkan hasil pengakuan masyarakat yang merasa menerima uang Rp 20 ribu hingga Rp 100 ribu dari calon legislatif. Akan tetapi saat hal itu akan dilaporkan ke Panwaslu, masa laporannya dianggap sudah kadaluwarsa,“ ujar Jaka.

Selain mempermasalahkan praktik politik uang, para mahasiswa juga mendesak aparat penagak hukum untuk terus mengembangkan penyidikan kasus dana aspirasi. Sebab menurut Jaka, hingga saat ini pihak Kejaksaan Negeri Subang baru menetapkan satu mantan anggota dewan manjadi tersangkanya. “Padahal, hampir sebagaian besar anggota DPRD Subang periode 2004-2009 telah menyalahgunakan dana aspirasi. Kami harap kelakuan tidak terpuji anggota dewan terdahulu itu tidak ditiru oleh anggota DPRD yang baru dilantik,” tegas Jaka.

Aksi para mahasiswa itu hanya bisa dilakukan dalam radius 200 meter dari gedung DPRD. Sebab, langkah mereka terhalang oleh barikade petugas Pengendalian Massa (Dalmas) yang disiagakan oleh Polres Subang. Namun demikian, aksi para mahasiswa tetap berlanjut. Mereka bahkan menggelar aksi teatrikal di tengah Jalan Dewi Sartika yang menggambarkan ketidak pedulian wakil rakyat terhadap rakyatnya.

Sementara di gedung DPRD Kabupaten Subang, pelantikan 50 anggota DPPRD Subang periode 2009-2014 dilaksanakan oleh Ketua Pengadilan Subang Moh Roji SH MH. Dari 50 wakil rakyat yang dilantik, hanya 16 orang yang merupakan wajah lama. Selebihnya adalah wajah-wajah baru di gedung DPRD. Setelah melalui proses pelantikan, berdasarkan surat yang diajukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan dari Partai Demokrat, akhirnya Sekretariat Dewan menetapkan Rusnatim SE sebagai Ketua DPRD sementara dan Sarmita Yusuf sebagai Wakil Ketua DPRD sementara.

Usai pelaksanaan Sidang Paripurna Istimewa pelantikan anggota DPRD Kabupaten Subang periode 2009-2014, Sekretaris Dewan Abdurrahman mengatakan, anggota dewan yang baru dilantik tidak langsung mendapatkan gaji. “Mereka baru akan mendapat dana kehormatan sebagai wakil rakyat pada bulan Oktober mendatang. Nilai gaji yang mereka terima ada kemungkinan lebih rendah dari gaji anggota dewan sebelumnya. Sebab, anggaran yang tersedia pada APBD 2009 ini lebih rendah dari sebelumnya,” ungkap Abdurrahman.

Terkait dengan banyaknya anggota DPRD Kabupaten Subang yang baru, Ketua DPRD sementara, Rusnatim menyatakan, jika pihak dewan akan memberikan pelatihan kedewanan kepada semua anggota DPRD yang baru. ”Sebab kursi DPRD sekarang banyak diduduki wajah baru yang diperkirakan belum mengatahui secara detil tugas pokok dan fungsi (tupoksi) sebagai wakil rakyat,” jelas Rusnatim. (eko)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang