Jumat, 28 Agustus 2009

Sungai Citarum Tercemar Limbah Berbahaya, Namun Pemkab Karawang Dinilai Belum Serius Menanganinya

HITAMNYA KALI CITARUM: Meskipun kondisi sungai Citarum sudah melampui batas kewajaran karena sudah tercemar limbah berbahaya, namun Pemkab Karawang dinilai para pemerhati lingkungan hidup belum juga serius menanganinya. Padahal akibatnya sangat membahayakan jiwa warga yang tinggal di bantaran kali ini.

Pencemaran Cilamaya Dilaporkan ke SBY

KARAWANG, RAKA- Perjuangan warga Desa Muara Lama Kecamatan Cilamaya Wetan untuk meminimalisir pencemaran di Sungai Cilamaya sebenarnya sudah cukup maksimal. Pasalnya, laporan terkait pencemaran itu sudah pernah disampaikan kepada Presiden SBY. Sayangnya, masih belum mendapat tanggapan secara nyata karena pencemaran masih terus berlangsung.

"Kami akui bahwa sudah beberapa kali pejabat dari instansi terkait ada yang datang untuk meninjau secara langsung pencemaran ini. Bahkan, hasil uji laboratorium yang menyatakan Sungai Cilamaya sudah tercemar logam berat juga sudah berkali-kali dilaporkan tapi hasilnya masih nihil," keluh Kades Muara Lama Sarifuddin, ketika ditemui RAKA di kantornya Kamis(27/8) kemarin.

Ironisnya, salah seorang petugas yang mengaku pejabat dari Kementrian Lingkungan Hidup malah sempat membuat dirinya jengkel. Mengapa tidak, orang tersebut terkesan menyalahkan dirinya setelah menyebutkan dugaan pencemaran berasal dari pabrik mie PT Budi Makmur Perkasa (BMP) dan PT. Asosiated British Budi (ABB)."Celakanya, orang itu mempersalahkan saya dihadapan LSM termasuk dari Walhi Jabar," ceritanya.

Menurutnya, sumber pencemar yang telah banyak merugikan dirinya dan warganya, bukanlah semata-semata dari Sungai Cilamaya. Sungai Kali Bawah yang bagian hulunya berasal dari kawasan industri PT Pupuk Kujang juga semakin melengkapi tingkat pencemaran. "Desa kami sudah dicemari dua Sungai yakni Sungai Cilamaya dan Kali Bawah, sehingga 50 persen dari 600 hektar tambak terpaksa dibiarkan karena sudah tak memungkinkan lagi digunakan untuk menanam ikan," ujarnya.

Kaur Pemerintahan Desa Muara Lama, Emi Daelami (38) yang juga sebagai petani dan petambak mengatakan, pencemaran mulai terasa pada musim kemarau tahun 2006 lalu. Saat itu, dirinya sedang menanam ikan bandeng sebanyak 30.000 ekor dan udang windu 20.000 ekor di areal tambaknya seluas 2 hektar.Kemudian, tambak miliknya yang berjarak sekitar 700 meter dari Sungai Cilamaya digenangi air rob(air pasang) yang sudah tercemar."Empat hari kemudian, udang yang ada di dalam tambak mati dan mengakibatkan kerugian sebesar Rp 12 juta," ujarnya.

Diakuinya, hingga saat ini dirinya masih mengusahai tambak tersebut dengan menanam ikan bandeng, mujaher dan nila. Pasalnya, sumber air untuk mengaliri tambaknya sudah didominasi dari air yang berasal dari saluran Apur Tinggal, Kalong Lima dan saluran Kalen Tasrip. Tetapi, sambung dia, intensitasnya sudah berbeda."Kalau sekarang paling banyak menanam ikan 2000 ekor saja. Supaya ruginya tidak terlalu," ungkapnya.

Dikatakannya, areal tambak yang berdekatan dengan Sungai Cilamaya dan Kalen Bawah, praktis sudah tak dapat lagi diusahai.Sebab, bila air tambak itu sudah dimasuki air rob yang sudah tercemar itu, dalam tempo 24 jam dipastikan ikan udang yang ada di dalam tambak, mati. Sedangkan ikan bandeng menjadi sulit berkembang."Ikan nggak mau besar dan menjadi kerdil," katanya.

Kerugian warga Desa Muara Lama, timpal staf desa lainnya, Asgori,bukan hanya dari sektor tambak saja.Sebab, penghasilan harian yakni dengan menangkap udang secara tradisional itupun lenyap karena udang-udang itu sudah tak lagi masuk ke dalam perangkap."Padahal, kalau sungai ini agak bersih, kami mempunyai penghasilan minimal Rp 50.000 dari hasil menangkap udang tersebut. Sekarang, sudah hampir empat bulan kami tidak lagi mendapatkan penghasilan harian," ungkapnya.

Dampak lain dari tercemarnya air sungai, juga terlihat dari banyaknya warga yang mendatangi Polindes maupun Puskesmas setempat untuk mengobati penyakit yang diderita warga. “Banyak warga yang datang ke Polindes dengan penyakit yang sama (gatal-gatal, batuk, pilek serta pusing dan mual-red) yang setiap bulannya bisa mencapai 10 orang,” ungkap Nina Nuraisyah, Bidan Polindes Desa Muara. (ops)

Pengurus DPC PDIP Karawang Saling Bantah

KARAWANG, RAKA– Pendapat sesama kader dan pengurus PDI-P mulai berbeda ketika menyoroti soal perlu tidaknya kursi Ketua DPRD dipilih untuk menentukan orang yang berhak duduk di kursi orang nomor satu di lembaga legislatif ini.

Ketika Wakil Sekretaris DPC PDIP Karawang Moch. Chattaman merasa sependapat dengan wacana yang dilontarkan anggota DPRD dari PAN, selanjutnya diluruskan oleh Sekretaris DPC PDI-P, Deden Darmansah. Menurut mantan ketua fraksi dari parpol pimpinan Megawati Soekarnoputri itu, bahwa pernyataan Chattaman dianggapnya sah-sah saja.

“Pendapat pribadi rekan saya itu harus dipandang sebagai dinamika politik. PDI-P sudah terbiasa dengan perbedaan pendapat. Tapi kalau Bu Mega sudah mengeluarkan instruksi, maka semua silang pemahaman itu sudah selesai. Kalau kemudian sekarang DPC PDI-P telah menerima surat dari DPP, mungkin Chattaman belum tahu. Ini kita maklumi,” ujar Deden.

Dikatakan Deden, dirinya secara kebetulan telah menerima surat dari DPP PDI-P melalui fax ke alamat rumahnya di Cikampek, Kamis (27/8), sekitar pukul 14.39 Wib. Surat bernomor 2736/IN/DPP/VIII/2009 tersebut perihal pengesahan calon pimpinan DPRD Kabupaten Karawang yang ditujukan kepada DPC PDI-P.

“Surat tersebut langsung ditandatangani Bu Mega dan Pramono Anung sebagai Ketua Umum dan Sekjen PDI-P. Berarti dengan turunnya surat ini, maka persoalan calon ketua DPRD dari parpol kami sudah final. Apalagi isi surat itu mempertegas bahwa DPP mengesahkan Karda Wiranata sebagai calon ketua DPRD Kabupaten Karawang dari PDI-P,” papar Deden.

Selanjutnya, ia menyebut isi lain dari surat DPP yang menginstruksikan kepada struktur partai dan seluruh anggota Fraksi PDI-P di sini untuk mengajukan, mengamankan, dan memperjuangkan Karda Wiranata jadi ketua DPRD. Kepada mereka yang tidak mengindahkan, tandas Deden, DPP mengancam akan memberikan sanksi organisasi. Hanya Deden tidak menyebutkan bentuk sanksi yang dimaksudkan surat DPP tersebut.

“Artinya, sejak keluarnya surat DPP ini tidak ada lagi wacana yang perlu digulirkan, atau perbedaan pendapat di internal PDI-P terkait siapa calon yang dianggap layak untuk ditempatkan pada kursi Ketua DPRD Karawang. Hanya sekarang tinggal bagaimana Karda sendiri bisa menjaga kepercayaan partai ini dengan terus mengasah kemampuan menjalankan tupoksi sebagai ketua DPRD,” ucap Deden.

Selain itu, Deden menyarankan Karda agar lebih mampu bersikap sebagai negarawan dengan mengedepankan kepentingan kelangsungan roda organisasi pemerintahan. Karena sesungguhnya, diingatkan Deden, DPRD dan Pemkab adalah unsur penyelenggara pemerintahan daerah. Terkait perbedaan pendapat yang telah dilontarkan Chattaman, Deden menggarisbawahi ulang, tetap tidak keluar koridor. Alasannya, PDI-P selama ini sangat menganut kebebasan berpendapat di muka umum. Kendati sifatnya hanya pernyataan pribadi. (vins)

Tunjangan DPRD Karawang Periode 2004-2009, Masih Sisa 1,4 M

KARAWANG, RAKA – Apabila keharusan pengembalian dana tunjangan komunikasi intensif (TKI) anggota dan belanja penunjang operasional (BPO) pimpinan DPRD periode 2004-2009 harus dikembalikan tanpa pengecualian, berarti selama tahun anggaran 2007 hingga awal Agustus 2009 lalu, para mantan wakil rakyat Karawang ini harus merogoh lagi uang yang telah diterimanya itu. Besarannya kurang lebih sekitar Rp 82 jutaan per orang.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Bagian Keuangan Setwan, Herry Heryadi, ketika menjawab pertanyaan RAKA seputar polemik pernyataan Mendagri terkait dana TKI dan BPO, di ruang dinasnya gedung utama DPRD, Kamis (27/8) pagi. “Kalau memang harus dikembalikan tanpa terkecuali, berarti ya harus segitu (Rp 82 jutaan -red) setiap orang. Tapi kan kalau di Karawang ini aman, tidak masalah. Karena pencairan dana tersebut telah sesuai berdasarkan ketentuan yang diatur PP No.37/2006,” ujarnya.

Ia menggarisbawahi pernyataan yang sebelumnya telah disampaikan mantan Ketua Fraksi PDI-P, Deden Darmansah, seperti sempat dimuat RAKA edisi sebelumnya.Bahwa yang dimaksudkan Mendagri Mardiyanto agar dana TKI dan BPO dikembalikan adalah bagi DPRD yang mencairkan rapel dana tersebut terhitung selama tahun anggaran 2006. Yakni dari Januari hingga Desember. Sedangkan DPRD Karawang sejak awal menolak untuk mencairkannya di tahun 2006 itu. Kecuali sejak tahun 2007.

“Saya akui memang awalnya tidak sedikit anggota dewan waktu itu yang ngotot minta dicairkan sepanjang 2006. Saya bersama pak sekwan tetap bertahan menolaknya. Karena pertimbangan kita, payung hukumnya belum memastikan boleh mencairkan tahun itu. Saya sampai bolak-balik ke Dirjen Anggaran Depdagri di Jakarta guna meminta arahan dan petunjuk. Rekomendasinya, di sana pun memberikan sinyal bila dana TKI dan BPO baru dipersilahkan dianggarkan serta diberikan kepada anggota dewan mulai tahun anggaran 2007,” ungkap Herry.

Sebelumnya Deden sempat menyebut, anggaran yang terpasang bagi TKI pada APBD Karawang 2007 sebesar Rp 3,402 miliar. Sedangkan dana BPO mencapai Rp 312,480 juta. Namun Herry menyebut, ketika ditanya total penganggaran bagi dana yang sama pada tahun anggaran 2009, pagui anggaran BPO selama 1 tahun Rp 424.200.000. Realisasinya sampai dengan Agustus 2009 sebesar Rp 208.320.000. Sehingga menyisakan anggaran hingga Rp 215.880.000.

“Bagi dana TKI tahun ini yang dianggarkan Rp 3.528.000.000. Realisasinya sampai awal Agustus kemarin Rp 2.255.400.000. Berarti menyisakan uang Rp 1.272.600.000. Dana TKI ini hak anggota. Bisa direalisasikan bagi anggota dewan baru nanti include dengan penerimaan gaji. Namun dana BPO bagi pimpinan DPRD, memang belum bisa direalisasikan. Karena statusnya masih bersifat sementara sebelum Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD diundangkan,” jelas Herry.

Di tenpat terpisah, saah seorang mantan anggota DPRD dari Fraksi PKS yang sekarang terpilih kembali duduk menjadi wakil rakyat, Nanda Suhanda, membenarkan kalau dirinya bersama seluruh rekannya saat itu baru menerima dana TKI setelah memasuki tahun anggaran 2007. Kalau ada yang sempat mengaku pernah menerima dua bulan terakhir menjelang habis tahun anggaran 2006, menurutnya, bisa saja terjadi atas nama perseorangan. Bukan atas nama lembaga.

“Masalahnya keberadaan PP 37/2006 berlaku efektif tahun berikutnya. Yakni, 2007. Bukan berlaku sejak diberlakukan. Memang kalau itu jadi landasannya, berarti Nopember 2006. Tapi sekali lagi, kita secara resmi tidak pernah menerima tahun itu, kecuali mulai tahun anggaran 2007. Berarti apa yang telah kami nikmati sah. Ada payung hukumnya. Jadi kenapa harus dikembalikan? Kecuali bagi DPRD yang menerima selama tahun anggaran 2006. Mungkin. Terus terang saya tidak paham betul bagaimana mereka di daerah lain,” tandas Nanda. (vins)

Derita Ayu Andira, Anak yang Dijadikan Pembantu Disiksa dan Diberi Makanan Basi

Ayu Andira menceritakan kejadian yang dialaminya di ruangan PPA.

Sungguh malang nasib yang menimpa Ayu Andira (10) warga asal Kabanjahe (Tanah Karo) Sumatera Utara ini. Pasalnya, selain sering disiksa majikannya, Masni Sembiring (28) warga Perumnas Blok K No.119 RT 12/15 Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Karawang, ia juga kerap diberi makanan sisa dan terkadang basi.

AYU yang baru dua bulan bekerja sebagai pembantu rumah tangga itu, Kamis (27/8) kemarin terpaksa diboyong oleh para tetangga majikannya ke Polres Karawang karena hampir sekujur tubuhnya terdapat luka. Bahkan, majikan Ayu dan tetangganya sempat terlibat saling rebut.Soalnya, Masni tidak menginginkan tindakannya sampai dibawa ke jalur hukum. Ia menyembunyikan Ayu.

Akan tetapi para tetangga yang curiga memaksa masuk dan menemukan Ayu dalam kondisi babak belur.Sudut mata kiri Ayu saat itu masih mengalir darah. Di bagian kaki kanannya, tampak luka sobek bekas disetrika. Lengan kirinya lebam karena dipukuli martil Aksi penyiksaan itu diketahui ketika tetangga Masni, Lis Latifah setelah mendengar suara jerit kesakitan sekitar pukul 10.00 WIB. Penasaran dengan suara itu, beberapa tetangga mendatangi rumah Masni.

“Saat itu terdengar ada jeritan minta tolong,” ucap Lis Latifah, tetangga Masni.
Ayu ketika ditemui di ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Karawang mengatakan, dirinya kembali disiksa majikannya dengan menggunakan sterika hanya karena pakaian yang dicucinya terkena lunturan pakaian yang lain. "Salah sedikit saya pasti disiksa," ujarnya singkat.

Rutinitas pekerjaannya, kata Ayu, setiap hari dimulai sejak pukul 6.00 WIB dan baru diperbolehkan tidur sekitar pukul 24.00 WIB. Aktivitas Ayu dibuka dengan menyiapkan sarapan untuk keluarga, memandikan anak dan memakaikannya seragam sekolah. Di siang hari, dia mengepel, mencuci, dan menjemur pakaian. Setelah itu, disambung membereskan rumah dan diakhiri dengan aktivitas merendam pakaian. Ayu diberi jatah makan dua kali sehari.

Itu pun makanan sisa dan terkadang makanan basi. Dia pun tidur di lantai. Masni, saat diperiksa penyidik PPA Polres Karawang, Brigadir Satu Mutiara Harahap, mengaku tidak sadar dengan perbuatannya. Masni mengatakan ia menganiaya Ayu karena sering berbohong. “Setiap berbohong, Ayu pasti dicubit dan dipukul,” kata Mutiara menirukan pengakuan Masni.

Masni sengaja membeli Ayu dari orangtuanya pada Juli 2009 lalu senilai Rp 2,6 juta untuk dijadikan pembantu. Namun, dia kecewa mendapati Ayu yang usianya masih 10 tahun. Masni berniat mengembalikan Ayu pada September 2009. Karena sering melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, Ayu pun sering disiksa dengan cara dicubit, dipukul, bahkan dibenturkan ke tembok oleh Masni. Empat anggota keluarga lainnya tidak pernah menyiksa Ayu.

Kini Masni mesti mempertanggungjawabkan perbuatannya di Polres Karawang. Namun ia tidak ditahan karena masih memiliki tiga anak yang masih kecil."Harusnya memang ditahan, tapi karena anak-anaknya masih kecil dan masih memerlukan kasih sayang ibunya, menjadi salah satu pertimbangan penyidik,"ujar Mutiara. (ops)

Giliran Angkot Biru Berunjuk Rasa, Mereka Minta Tetap Bisa Menerobos Masuk Kota Karawang

PROTES TRAYEK: Demo para sopir angkot di gedung DPRD Karawang, kemarin.

KARAWANG, RAKA
– Setelah pemilik dan pengemudi angkutan umum jenis elf melakukan protes atas dinormalisasikannya kembali jalur trayek di wilayah kota Karawang, Kamis (27/8) siang, giliran angkot warna biru turun juga menggelar aksi demo ke gedung DPRD. Mereka minta para wakil rakyat turut menjembatani keinginannya agar Pemkab melalui Dinas Perhubungan membolehkan lagi rute mereka masuk menerobos hingga ke pertigaan Ramayana-Karawang Mall.

Alasan yang dikemukakan para pengemudi dan pemilik angkot warna biru tersebut, seperti disampaikan Zaenal Arifin, dampak dari kebijakan uji coba jalan lingkar Tanjungpura-Warungbambu itu membuat penghasilan sopir, serta jumlah setoran ke pemilik mobil berkurang. Selain itu, angkot trayek Cikampek-Klari jadi lebih banyak ngetem di sepanjang jalan dekat terminal Klari hingga memacetkan arus lalulintas.

“Kami atas nama PAKAR atau Persatuan Angkutan Karawang minta aktivitas terminal Klari yang sekarang dijalankan dievaluasi ulang. Kami rasa belum tepat. Ditertibkannya kembali trayek juga belum memadai. Mobil saja belum dapat tertampung semua kalau harus masuk terminal. Ini kan jadi masalah. Tolong lah minta kepada dewan agar kebijakan Pemkab melalui Dishub ini ditinjau ulang. Kalau begini jadinya, kami jadi makin sulit,” kilah Zaenal mewakili rekan-rekannya.

Mendengar keluhan seperti itu, Ketua DPRD sementara, Karda Wiranata, memberikan pengertian bahwa diberlakukannya penertiban trayek oleh pemerintah bertujuan untuk kelancaran semua pengguna jalan tanpa terkecuali hingga lahirnya perilaku tertib berlalulintas. Kalau soal reaksi atas kebijakan tersebut, dikatakannya, bukan hanya dari angkot biru, tapi malah sebelumnya telah ada dari angkutan elf. Bahkan tidak tertutup kemungkinan angkot kuning pun kalau merasa terganggu bakal mengikuti langkah serupa.

Oleh karenanya, agar semua keinginan para pemilik kendaraan umum dan pengemudinya merasa terakomodir secara adil, anggota DPRD dari PKB, Akhmad 'Zimmy' Jamakhsari memberikan tawaran agar semua pihak yang berkepentingan dengan trayek angkutan umum duduk satu meja. Bertemu langsung dengan dinas/instansi terkait sambil dimediasi pihaknya sebagai anggota legislatif. Menurutnya, kalau hanya mengakomodir satu pihak, ia khawatir malah bisa melahirkan persoalan baru lainnya dari kalangan lain.

Akhirnya, tawaran Zimmy disepakati perwakilan pengunjuk rasa maupun Dishub dan Asda I yang saat itu turut menerima rombongan aksi pengunjuk rasa di ruang rapat II gedung DPRD. Karda memastikan, pertemuan satu meja tersebut bakal dilaksanakannya, Senin (31/8) awal pekan depan. Kendati beberapa orang sopir angkot biru tetap ngedumel karena merasa keinginannya belum terpenuhi hari itu juga. “Maunya sih kita mah sekarang juga bisa masuk ke kota lagi. Tidak hanya sampai terminal Klari,” ucap salah seorang pengunjuk rasa terus menggerutu sambil meninggalkan gedung DPRD.

Kepada para wartawan, Plt Kepala Dishub, Miftah Zaini, mengungkapkan bahwa sebenarnya kebijakan mengenai penertiban trayek angkutan umum, khususnya angkot yang melintasi Karawang Kota, bukan kebijakan baru. Tapi hanya normalisasi kebijakan lama. Sebab angkot biru nomor 41 hanya memperoleh ijin trayek dari Cikampek sampai terminal Klari. Sedangkan angkot nomor 39 dari Cikampek menuju Johar hingga masuk jalur ke Wadas Lemahabang.

“Pada prakteknya, banyak di antara angkot pemilik trayek itu malah menerobos masuk tengah kota hingga pertigaan Ramayana-Karawang Mall, bahkan hingga masuk berputar arah dari Jalan By Pass A. Yani dekat Stadion Singaperbangsa. Padahal jelas-jelas itu melanggar ijin trayek. Jadi apa yang kita berlakukan sekarang merupakan penertiban agar mereka kembali mentaati ketentuan. Kalau kemudian orang salah kita biarkan terus, malah didukung, bagaimana negara ini kedepan? Kalau tidak tertib sekarang, kapan lagi? Ini aturan lho,” tegas Miftah. (vins)

Pembunuh Mahasiswi Karawang Divonis 15 Tahun

MASIH ingat dengan temuan mayat seorang gadis Kota Baru, Karawang bernama Irma Yuli (20), mahasiswi Universitas Gunadarma di gerbang Universitas Indonesia (UI) Depok beberapa waktu lalu? Mulyana bin Asan (25), pelaku pembunuhan tersebut kemarin divonis 15 tahun bui atas perbuatannya.

Mulyana bersalah dan secara sah telah melakukan pembunuhan. Majelis hakim Pengadilan Negeri Depok menyatakan, terdakwa memenuhi unsur pasal 338 tentang pembunuhan. Putusan ini sekaligus memenangkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengn hukuman maksimal 15 tahun.

Dalam persidangan, Mulyana yang menggunakan kemeja putih terlihat pasrah ketika majelis hakim yang dipimpin oleh Dwiarso Budi Santiarno menjatuhkan hukuman maksimal kepadanya. Dia tertunduk lemas ketika petugas pengadilan memborgol tangannya dan membawanya kembali ke sel sementara di PN Depok.

Hal-hal yang memberatkan terdakwa adalah karena perbuatan terdakwa yang meresahkan masyarakat. "Selain itu, terdakwa juga melakukan pembunuhan karena hal sepele dan meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan," terang Dwiarso.

Sebelumnya, Mayat Irma Yuli ditemukan di sebelah kanan Gerbang Universitas Indonesia pada Senin 13 Oktober 2008. Menurut pengakuan Mulyana, Irma dibunuh lantaran menolak cinta Mulyana dengan alasan sudah bertunangan dengan lelaki lain. (raka)

Fly Over Jalan Lingkar Tanjungpura-Klari, Marak Pungli

MARAK PUNGLI: Fly over Jalan Lingkar Tanjungpura-Klari, tepatnya di Kawasan Lamaran, Palumbonsari, Karawang Timur, kini marak 'Pak Ogah' seiring dibukanya jalur tersebut. Mereka bahkan beroperasi selama 24 jam. Keberadaan para penyedia jasa penyebrangan kendaraan ini, kerap kali dikeluhkan para pengendara yang melintas di Jalan Syeh Quro tersebut lantaran sering kali menghentikan pengendara di jalan yang menghubungkan Johar-Wadas-Cilamaya itu secara tiba-tiba. (fiq)

Penghasilan Tukang Becak di Depan Puskesmas Cikampek, Makin Susut


CIKAMPEK, RAKA
- Sejak beberapa tahun terakhir, penghasilan tukang becak semakin mengalami penurunan seiring dengan maraknya masyarakat yang memiliki sepeda motor.

Karena minimnya penghasilan, tukang becak kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Penghasilan yang didapat dari menarik becak, hanya cukup untuk makan. Kebutuhan lainnya sulit terpenuhi jika hanya mengandalkan penghasilan dari becak. Hal tersebut dikatakan tukang becak yang mangkal di depan Puskesmas Cikampek, Katam (50) saat ditemui RAKA, Kamis (27/8) siang.

Dijelaskannya, dalam sehari dia hanya bisa menarik becak hingga 3 kali, dengan tarif rata-rata Rp 3.000 dalam satu kali membawa penumpang. Jika dihitung-hitung, dia hanya mendapatkan penghasilan sebanyak Rp 9.000 per hari. Uang tersebut hanya bisa dipergunakan untuk makan, dia tidak bisa menabung dari penghasilannya tersebut.

Menurutnya, penumpang saat ini sangat sepi karena kebanyakan sekarang menggunakan mobil ataupun sepeda motor. Terkadang yang sering menggunakan jasanya hanya warga perumahan di sekitar puskesmas. "Penghasilan tukang becak sangat minim. Penumpangnya tidak ada, kebanyakan sudah memilik motor sendiri-sendiri," paparnya.

Sebetulnya, dia ingin mencoba menjalani usaha lain selain menarik becak, tapi karena keterbatasan kemampuan dan modal dia tidak bisa berbuat banyak. Walaupun dengan menarik becak tidak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya, tapi tetap menjalankan usaha tersebut, minimal dia bisa mendapatkan penghasilan yang dipergunakan untuk makan sehari-hari.

"Daripada nganggur di rumah tidak ada kerjaan, walaupun kecil tetap saya jalani usaha ini karena tidak ada pekerjaan lain. Supaya bisa makan aja, itu juga sudah cukup. Kalau ada rizki yang lebih saya sisihkan untuk ditabung, tapi melakukannya sangat sulit, karena penghasilannya sedikit," ungkap pria yang telah narik becak dari tahun 1971 ini.

Katam melanjutkan, dia merasa terbantu dengan adanya program bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan oleh pemerintah. Pasalnya dari BLT tersebut, bisa membantu memenuhi kebutuhan hidupnya. Diakuinya, dari hasil BLT beberapa waktu lalu, dipergunakannya untuk memperbaiki becak yang dipergunakannya saat ini.

Jika hanya mengandalkan penghasilan dari narik becak, dia tidak bisa memperbaiki onderdil becak yang mengalami kerusakan. Dia berharap agar BLT bisa segera dicairkan lagi. "Dulu becak saya rusak, untungnya dapat BLT. Harga onderdil becak saat ini mahal. Untuk bannya saja bisa mencapai Rp 50 ribu, belum yang lainnya. Saya berharap BLT tetap ada dan segera dicairkan lagi. Soalnya BLT sangat membantu memenuhi kebutuhan saya," harapnya.

Dia juga berharap agar harga kebutuhan pokok bisa diturunkan, terutama menjelang hari raya lebaran nanti. Menurutnya, saat ini harga kebutuhan pokok masih terlalu tinggi. Dia kesulitan untuk membeli barang kebutuhan pokok tersebut. "Saya ingin merayakan hari raya kedepan dengan cukup meriah, tapi harga kebutuhan pokok saat ini cukup tinggi. Penghasilan saya tidak mencukupinya. Saya berharap harga sembako kedepan bisa terjaga, tidak melambung tinggi. Orang seperti saya sulit menjangkaunya," tuturnya. (asy)

Makam Syeh Quro Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang Wadas, Tetap Ramai

TETAP DIKUNJUNGI: Memasuki bulan Ramadhan, makam Syeh Quro tetap dikunjungi para peziarah.

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Makam Syeh Qurrotul 'Ain atau yang lebih dikenal dengan Syeh Quro Pulobata, Desa Pulokalapa, Kecamatan Lemahabang Wadas, pada Ramadhan ini tetap ramai dikunjungi peziarah.
Masyarakat yang melakukan ziarah, umumnya ingin mendapatkan keberkahan dari makan tersebut. Menurut kuncen makam Syeh Quro Entis Supena, sebelum Ramahdan datang, peziarah cukup banyak yang datang. Begitu pula setelah memasuki Ramadhan, jumlah peziarah tidak berkurang.

Menurut Entis, setiap harinya selalu ada orang yang melakukan ziarah ke makam keramat tersebut. Hal tersebut dikatakannya saat ditemui RAKA, Kamis (27/8) siang. Dia melanjutkan, puncak peziarah ke makam penyebar Islam di Karawang tersebut, terjadi pada setiap Jum'at malam. Ribuan orang selalu berdatangan untuk mengikuti tawasulan bersama.

Peziarah bisa datang dari berbagai penjuru nusantara. Umumnya, mereka datang untuk melakukan ziarah, sekaligus ingin mendapatkan keberkahan atas karomah dari waliyullah. Jum'at malam merupakan pertama kalinya ditemukan keberadaan makam Syeh Quro, sehingga pada malam tersebut selalu diadakan tawasulan akbar dan ramainya peziarah datang pada malam tersebut. "Aktifitas peziarah pada Ramadhan tetap sama seperti hari-hari biasa, peziarah tetap banyak yang datang ke sini untuk melakukan tawasul," paparnya.

Diterangkannya, biasanya pada malam Nuzulul Quran, tetapnya pada 17 Ramadhan, jumlah peziarah meningkat. Bahkan setiap tahunnya masyarakat Cirebon selalu datang ke makan Syeh Quro untuk memperingati Nuzulul Quran. Syech Quro telah dikenal ke seluruh pelosok Nusantara, peziarah datang dengan berbagai motivasi.

Tapi yang terpenting, jelasnya, hikmah ziarah yang harus diambil mengenai ketokohan Syeh Quro. Keilmuan, ajaran, serta perilakunya harus dijadikan sauri teladan oleh setiap peziarah. Selain itu, dengan berziarah, akan mengingatkan peziarah akan kematian. Dengan begitu, peziarah akan senantiasa melakukan kebaikan. "Syeh Quro tidak akan diziarahi oleh ribuan orang seperti sekarang jika hanya orang biasa. Tentunya dia seorang ulama besar dengan keilmuan yang tinggi. Ketokohan beliau lah harus diambil hikmah dan pelajaran oleh setiap peziarah. Tentunya selain ingin mendapatkan barokah dari ziarah ini," paparnya.

Keberadaan makam Syech Quro, lanjut Entis, merupakan salah satu bukti adanya penyebaran Islam di Karawang. Namun, saat ini nilai-nilai ke-Islam-an itu sendiri sudah mulai luntur di kalangan masyarakat. Sebagai contoh kecilnya, mengenai penanggalan Islam. Masyarakat lebih mengetahui penanggalan masehi, ketimbang penanggalan Islam.

Untuk itu, pada setiap peringatan tahun baru Hijriyah di desanya selalu mengadakan peringatan yang akbar, hal ini untuk mengingatkan masyarakat akan ke-Islaman. "Satu Muharram selalu diadakan perayaan yang besar, agar masyarakat mengetahui tentang hal terkecil sekalipun mengenai agama Islam. Tanpa dilakukan upay seperti ini, masyarakat akan semakin melupakannya," pungkasnya.

Ramainya pengunjung makam Syeh Quro, dikatakan pula oleh petugas keamanan makam tersebut, Wardi (35). Menurutnya, pada setiap Jum'at malam peziarah bisa lebih dari 1.000 orang. Sebelum Ramadhan juga, peziarah cukup banyak yang datang, dan hingga memasuki Ramadhan peziarah tetap banyak. "Peziarah tetap ramai, baik Ramadhan atau pun di luar bulan Ramadhan. Terutama pada malam sabtu, paling banyak peziarah hingga mencapai ribuan orang. Peziarah datang dari dalam dan luar Karawang, bahkan dari luar Jawa," paparnya. (asy)

Lagi, TKW Cilamaya Tewas, Penyebab Kematian Dipertanyakan

TKW TEWAS: Husen, menunjukkan foto anaknya.

CILAMAYA WETAN, RAKA
- Seorang TKW asal Cilamaya Wetan, Lina (22), warga Dusun Krajan II RT 16/09 Desa Cikalong, Kecamatan Cilamaya Wetan, dinyatakan meninggal dunia di Yordania setelah diindakasikan mengidap penyakit paru-paru. Di Jazirah Arab itu, ia telah bekerja selama 9 bulan. Keberangkatannya ke Yordania, merupakan pengalamannya kali ketiga sebagai TKW. Lina diberangkatkan ke Yordan oleh PT Trisula Bintang Mandiri yang beralamat di Jalan Maggarai II no 155, Jakarta Selatan.

Ayah korban, Husein (43), saat ditemui RAKA, Kamis (27/8) siang, menuturkan, dia mendapatkan kabar anaknya tersebut meninggal baru pagi kemarin. Kabar tersebut didapatnya dari PT Trisula Bintang Mandiri yang memberangkatkan anaknya ke Yordania. Dia juga menjelaskan, kabar tersebut pun datang setelah dia menelpon perusahaan karena sebelumnya tidak ada informasi dari perusahaan mengenai kabar anaknya di Yordania. Menurut informasi dari perusahaan tersebut, diketahui bahwa anaknya meninggal pada, Minggu (24/8) kemarin.

"Perusahaan kalau tidak saya telpon mah tidak ada yang memberitahu kami. Padahal kami hawatir mengenai keadaan anak kami di Yordan. Setelah saya tanya ke PT, didapat kabar anak kami sudah meninggal, katanya kena penyakit paru-paru," terang Husen. Beberapa hari sebelum mendengar kabar anaknya meninggal, dia memperoleh informasi dari Syukur, sponsor yang memberangkatkan anaknya, bahwa anaknya jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit. Tapi sponsor asal Kampung Kecemek, Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon tersebut, tidak memberitahukan secara detil mengenai kondisinya, bahkan terkesan menutup-nutupi.

Karena merasa penasaran, akhirnya dia memutuskan untuk menanyakan langsung ke PT Trisula Bintang Mandiri dan ternyata informasi dari PT anaknya telah meninggal. "Informasi dari sponsor tidak jelas, setiap ditanya pastinya selalu jawabannya tidak pasti. Anak saya meninggal pada hari Minggu, tapi sponsor tidak menginformasikannya. meninginformasikannya malah sakit," jelasnya. Dijelaskan Husen, sebelum berangkat ke Yordan, Lina tidak pernah memiliki penyakit paru-paru. Untuk itu, dia merasa ada terjadi kejanggalan terhadap kematian anaknya tersebut. Dia pun belum merasa yakin penyebab kematian anaknya tersebut karena penyakit paru-paru.

Saat ini, lanjutnya, dia belum mendapatkan hasil visum anaknya dari PT. Dia meminta kejelasan dari pihak PT maupun pemerintah mengenai penyebab kematian anaknya tersebut, jangan sampai ada yang ditutup-tutupi. Lebih lanjut, Husen menyebutkan, selama 9 bulan bekerja di Yordan, anaknya telah dua kali ganti majikan. Majikan yang terakhir sekarang, merupakan majikannya yang kedua. "Kami tidak yakin kalau Lina meninggal karena penyakit paru-paru, soalnya yang kami tahu dia tidak memiliki penyakit seperti itu," ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan suami Lina, Santo (25). Menurutnya, selama hidup bersama, istrinya tidak pernah mengidap penyakit paru-paru. Untuk itu, dia merasa kaget mendengar informasi bahwa istrinya meninggal karena penyakit paru-paru. Tidak menutup kemungkinan istrinya tersebut meninggal karena ada penyiksaan dari majikan terlebih dulu, atau karena kecelakaan kerja. Hingga saat ini dia belum mendapatkan hasil keterangan dokter di Yordan mengenai penyebab kematian istrinya tersebut. "Saya belum yakin kalau istri saya meninggal karena penyakit paru-paru. Karena selama ini, saya tidak mengetahui kalau dia punya penyakit itu. Saya minta informasi yang jelas dan transfaran dari PT mengenai penyebab kematian istri saya," pintanya.

Dia juga mengaharapkan, perusahaan maupun pemerintah bisa proaktif terhadap kasus yang menimpa istrinya tersebut. Santo pun meminta agar jenazah istrinya bisa segera dibawa pulang ke tanah air, jangan sampai terus berlarut-larut di Yordania. Lebih jauh lagi Santo meminta agar semua hasil kerja istrinya bisa dibawa pulang dengan utuh, jangan sampai hak-haknya selama bekerja tidak dipenuhi. "Sekarang saya akan berusaha supaya jenazah bisa segera dibawa pulang dan hasil kerjanya bisa dibawa secara utuh," tandasnya. (asy)

Pendidikan Agama di Desa Cikampek Selatan Minim Perhatian

MINIM PERHATIAN: Santri TPA Nurhidayah di Kampung Babakan Kaum RT 03/02 Dusun Sentul, Desa Cikampek Selatan.

CIKAMPEK, RAKA - Agama merupakan pendidikan yang penting dan harus ditanamkan sejak dini. Karena pendidikan agama merupakan pondasi bagi setiap manusi dalam menjalani kehidupan.

Ironisnya, saat ini pendidikan agama terkesan menjadi nomor dua. Masyarakat lebih banyak memasukan anaknya ke lembaga pendidikan umum, ketimbang pada lembaga pendidikan agama. Selain itu, perhatian pemerintah terhadap pendidikan agama masih minim. Pemerintah lebih banyak memperhatikan pendidikan umum. Hal tersebut dikatakan oleh pimpinan Taman Pendidikan Alquran (TPA) Nurhidayah Ustad Agus Hidayat, saat ditemui RAKA, Kamis (27/8) sore, di majelisnya.

Perhatian pemerintah terhadap lembaga pendidikan agama, lanjutnya, harus lebih ditingkatkan lagi, minimal setera dengan pendidikan umum. Dia sangat menyayangkan mengenai Perda MDA yang tak kunjung rampung hingga sekarang. Padahal dengan adanya perda tersebut sangat dibutuhkan sebagai payung hukum atas MDA yang selama ini telah berjalan di masyarakat dan juga bisa menarik animo masyarakat untuk mensekolahkan anaknya dilembaga pendidikan agama, semisal MDA.

Dia pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah ketika menggalakan program pengentasan buta aksara hijaiyah pada 2008 lalu. "Tapi hingga saat ini tidak ada bantuan lagi. Banyak majlis taklim atau lembaga pendidikan agama yang perlu diperhatikan pemerintah. Agar dalam mensyiarkan agama hasilnya bisa lebih maksimal," paparnya.

Agus menerangkan, di majelisnya saat ini, dia mengelola tak kurang dari 85 santri mulai dari tingkat SD hingga SMA. Pendidikan yang diberikan pada mereka seputar pengetahuan tentang Islam dan tentang baca tulis Al Quran. Pada Ramadhan kali ini, lebih difokuskan mengenai pengetahuan seputar Ramdhan. Hal ini bertujuan agar para santri bisa menjalani Ramadhan ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Islam.

Dijelaskannya, pengajian difokuskan pada setiap ba'da asar untuk usia SD dan ba'da subuh dilakukan pengajian untuk tingkat SMP hingga SMA. "Pengajian ini telah berlangsung sejak 2005 dan terus dilakukan hingga sekarang. Pengajian bukan dilakukan pada bulan Ramadhan saja, tapi pada hari-hari biasa juga terus dilakukan. Karena kewajiban menuntut ilmu bukan hanya pada bulan Ramadhan saja, melainkan setiap waktu," jelasnya.

Jika di luar Ramadhan, terangnya, pengajian sehari dilakukan sebanyak tiga kali. Bada zuhur pengajian dilakukan untuk tingkat taman kanak-kanak (TK), ba'da asar untuk pengajian tingkat SMP dan ba'da maghrib pengjian untuk tingkat SMA. Bahkan selain pengjian anak-anak, dia juga melakukan pembinaan terhadap ibu-ibu. Pembinaan tersebut bukan hanya mengenai tentang ke-Islaman, melainkan tentang cara baca Al Quran juga digalakan pada ibu-ibu.

"Pemerintah saat ini lebih menggalakan mengenai melek aksara latin. Tapi kami mencoba untuk menggalakan melek huruf pada para ibu-ibu. Agar mereka bisa membaca Al Quran, walaupun sudah usia lanjut," tuturnya. Agus melanjutkan, rencananya ke depan pihaknya akan membina anak asuhnya tersebut bukan hanya mengenai pendidikan agama semata, namun dia akan mencoba memperkenalkan tentang teknologi semisal komputer.Menurutnya, hal ini perlu dilakukan agar ada keseimbangan pengetahuan antara pengetahuan agama dengan pengetahuan umum.

Dijelaskan pula, generasi Islam ke depan, bukan hanya cakap dalam masalah agama, melainkan harus cakap juga mengenai pengetahuan umum. Tapi itu semua harus ada dukungan dari semua pihak, termasuk pemerintah. "Kami berharap perhatian pemerintah lebih ditingkatkan terhadap lembaga pendidikan agama, karena pendidikan agama telah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia. Dan pendidikan agama tak kalah pentingnya dibandingkan pendidikan umum," pungkasnya. (asy)

Alokasi Infrastruktur Jalan Propinsi di Jawa Barat Naik 100 Persen


ALOKASI
anggaran untuk pemeliharaan dan peningkatan jalan propinsi di Jawa Barat Tahun Angaran 2010, naik menjadi Rp 1 triliun atau meningkat 100 persen dari alokasi anggaran serupa tahun 2009 sebesar Rp 500 miliar. Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, peningkatan anggaran itu guna mempercepat rekondisi jalan menjadi lebih baik lagi. Apalagi saat ini dari panjang jalan propinsi 2.199 kilometer, 80,84 persen diantaranya sudah dalam kondisi baik dan sedang.

"Dengan kondisi jalan yang baik diharapkan mendorong pertumbuhan perekonomian kawasan, khususnya membuka akses distribusi barang maupun manusia ke kawasan yang memiliki potensi sumberdaya alam, seperti ke wilayah Jabar Selatan," tegas Heryawan, Kamis (27/8) pagi. Kondisi jalan yang baik, diantaranya sangat dibutuhkan bagi perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar yang kini mencapai 71,61.

Lebih lanjut Heryawan menjelaskan, saat ini seluruh akses jalan trans Jabar Selatan seudah seluruhnya tersambung. Disamping itu dalam waktu dekat Pemprop Jabar bersama Pemkab/Pemkot terkait serta Departemen Pekerjaan Umum akan membangun sejumlah jalan baru. Diantaranya ruas tol Cikampek-Palimanan, Cileunyi-Sumedang-Dawuan dan Soreang-Pasir Koja. Apalagi saat ini dalam proses pelelangan proyek rehabilitasi dan perbaikan jalan di 25 ruas jalan dengan nilai mencapai Rp 50 miliar.

Menurut Heryawan, saat ini laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar pada triwulan ke III tahun 2009 naik sebesar 3,19 persen dibandingkan pada sesi yang sama pada tahun 2008. Diharapkan dengan perbaikan infrastruktur mampu mendorong peningkatan LPE. Karena seiring dengan peingkatan LPE, diharapkan  menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Jabar. Apalagi saat ini masih ada sekitar 13 persen penduduk Jabar masuk dalam kategori miskin. "Dengan upaya yang sungguh-sungguh dari semua stakeholder, kami optimis Jabar mampu menjadi propinsi termaju, yang mandiri dinamis dan sejahtera," tutur Heryawan.

Lebih lanjut dia mengajak kepada generasi muda untuk senantiasa menumbuhkan jiwa wirausaha dan etos kerja agar ketika lulus kelak mampu menciptakan lapangan kerja. Untuk itu Pemprop Jabar siap memberikan dukungan dengan menggelar sejumlah program wirausaha, contohnya yang baru ini dilepas sekitar 103 Sarjana Membangun Desa (SMD) bidang peternakan. Ke depan akan terus diupayakan iklim kondusif bagi terciptanya ribuan wirausahawan baru di Jawa Barat. (jb)

Jembatan Peninggalan Sejarah Yang Melintasi Kecamatan Rengasdengklok, Terbengkalai

JEMBATAN GANTUNG:Jembatan besi ini termasuk peninggalan sejarah yang terbengkalai. Sebelumnya jembatan peninggalan belanda yang melintasi Kecamatan Rengasdengklok itu digunakan sebagai jalur kereta api, namun karena sudah tidak digunakan jembatan itu kini beralih fungsi menjadi jembatan gantung. (get)

Gagal Panen Ancam Tirtajaya

USAI TANAM: Petani Desa Kendaljaya tengah membersihkan diri usai menanam bibit padi menyusul datangnya masa tanam. Hingga kemarin belum terdengar keluhan petani di daerah itu mengenai kekurangan air.

TIRTAJAYA, RAKA -
Ratusan hektar sawah di Desa Srikamulyan, Bolang dan Srijaya, Kecamatan Tirtajaya kekurangan air. Kekurangan air ini disebabkan perbaikan saluran induk dan sekunder yang dilaksanakan Perum Jasa Tirta Pusat. Ditambah, dua beko amblas di daerah Kecamatan Jayakerta, sehingga arus air semakin tersendat.

Dijelaskan Camat Tirtajaya, Drs. H. Wawan Setiawan menjelaskan kepada RAKA, Kamis (27/8) sore, masyarakat harus bersabar, karena kekurangan air ini terjadi karena sedang ada upaya perbaikan beberapa saluran air yang sedimentasinya tinggi. Baik saluran induk maupun sekunder, sehingga kedepan masalah kekurangan air ini bisa ditanggulangi. Kekurangan air ini penyebabnya karena perbaikan, selain itu masyarakat juga merasakan kekurangan air ini memang karena sedang tanam padi.

Kekurangan air ini, sempat ditelusuri petani, penyebabnya memang saluran air jadi kecil akibat ada perbaikan jembatan sekolah di depan SMPN 1 Jayakerta, air jadi tersendat dan mengecil. Juga ditemukan dua beko yang amblas terperosok ke saluran air di daerah Jayakerta. Kekurangan air ini, kata Camat, biasanya bisa ditanggulangi dengan cepat, sehingga petani bisa tanam segera, tapi musim ini kekurangan air terbilang lama.

Kata dia, panen padi musim lalu petani Tirtajaya berhasil memproduksi 5-6 ton/hektar. Diakuinya, kekurangan air tidak mengganggu jumlah produksi, cuma menganggu ketepatan jadwal masa panen. "Kami yakin kekurangan air tidak mengubah kuantitas dan kualitas produksi padi, kecuali hanya akan mengakibatkan waktu panen jadi molor, biasanya akhir Oktober atau awal November, sekarang kemungkinan bisa Desember," ujarnya.

Namun demikian, camat menghimbau supaya petani tetap bersabar dan mentaati pembagian jadwal air atau 'gilir giring'. Diakuinya, sarana saluran air memang banyak yang rusak, bupati juga sudah mengupayakan perbaikan saluran air. Dan perbaikan ini dirasa petani sangat berbenturan dengan kebutuhan mereka untuk mengairi area persawahan. "Desa dan kecamatan harus proaktif, jadwal 'gilir giring' harus ditaati, supaya sawah-sawah kebagian air semuanya," ucapnya mengutip pernyataan Bupati Karawang Dadang S. Muchtar.

Kata Camat, Pemda Karawang sudah mengetahui setiap tahun daerah di ujung Karawang selalu kekurangan air. Untuk itu, Pemda Karawang berusaha meminta bantuan ke Pemerintah Pusat. Dan ketika pengerjaan dilakukan, kebetulan berbarengan dengan musim tanam, makanya bupati memerintahkan pemerintah desa dan kecamatan untuk ikut mengawasi 'gilir giring' yang sudah dijadwalkan pihak pengairan.

Camat juga menyinggung penurapan saluran tersier di Desa Kutamakmur yang dilihat pekerjaannya asal-asalan. Tanah bekas galian disimpan di tengah saluran, sehingga sedimentasi malah semakin besar dan menghambat arus air. Harusnya, bekas galian itu di tumpuk di tanggul saluran. Meski demikian, dia yakin produksi padi musim ini berhasil baik. "Tidak ada masalah soal produksi, cuma petani merasa cemas sawahnya kekurangan air," paparnya. (spn)

Pedes Marak Penjahat Kambuhan, Ruang Tahanan Polsek Pedes Nyaris Tak Bisa Menampung Napi


PEDES, RAKA
- Sepekan memasuki ramadan penjahat kambuhan marak di Kecamatan Pedes. Terbukti hanya dalam kurun waktu kurang dari sebulan ruang tahanan Polsek Pedes nyaris tidak bisa lagi menampung narapidana.

Ironisnya, penuhnya ruang tahanan di Kecamatan Pedes justru bukan hal aneh lagi di wilayah hukum kecamatan itu, melainkan pemandangan biasa yang selalu terjadi tiap kali memasuki lebaran. "Rata-rata pelaku kejahatan yang dipenjara adalah mereka yang melakukan aksi kejahatan pencurian dan penipuan," ucap Kapolsek Pedes AKP Agus Suwarsosno, baru-baru ini melalui anggotanya.  Dia menyatakan masalah ini kerap terjadi seperti tahun tahun sebelumnya dibulan ramadhan hingga lebaran. Jadi ia menghimbau tindak kejahatan bukan hanya pekerjaan rumah aparat kepolisian. Namun, merupakan pekerjaan semua unsur masyarakat.

Mesti begitu, Pihaknya akan berupaya mengungkap setiap kasus tersebut termasuk kasus pencurian maupun penipuan. Namun, Mapolsek Pedes meminta partisipasi aktif masyarakat. Bila mendapati hal-hal yang mencurigakan segera lapor ke polisi. Sebab, informasi masyarakat sangat penting untuk bisa menguak semua tindakan kejahatan.  Selain itu, masyarakat jangan sampai tergiur dengan bujuk rayu para pelaku kejahatan yang sering kali menawarkan barang barang hasil dari kejahatan dengan alibi bisa diperoleh dengan harga yang sangat terjangkau dan menggiurkan. Dengan begitu, tidak membuat tindakan para pelaku kejahatan berkelanjutan.

"Masyarakat kami harapkan jangan pernah berani untuk menadah barang hasil kejahatan yang belakangan akan merugikan diri sendiri, "paparnya, seraya menambahkan, mungkin dibanding polsek lain, di wilayah Polsek Pedes ini, angka kejahatan yang masuk sudah termasuk kategori sangat tinggi, dibanding bulan bulan sebelumnya. Ini kemungkinan karena angka kemiskinan yang terbilang cukup tinggi dan terdorong oleh kebutuhan hidup yang semakin meningkat pada bulan ramadhan hingga lebaran nanti," ungkapnya.

Diketahui, Sekarang ini yang dimiliki anggota polri di setiap Mapolsek sudah cukup baik. Beberapa anggota sudah mengenyam pendidikan dan pelatihan sesuai dengan bidangnya. Mengenai masih minimnya pengungkapan kasus kejahatan, khususnya pencurian dengan pemberatan. Jangan dilihat dari satu sisi namun dari berbagai sisi. Yang utama adalah kurangnya partisipasi masyarakat dalam mencegah tindak kejahatan, khususnya pencurian.

Pencegahan dimaksud bukan hanya memberikan informasi, akan tetapi melindungi diri, keluarga dam harta benda dari tindakan Kriminal, sebaiknya masyarakat harus dapat menjadi polisi bagi diri sendiri beserta keluarganya dengan memberdayakan pamswakarsa.
Sebagai contoh, bila mau meninggalkan rumah dalam waktu lama, masyarakat bisa memberitahukan sebelumnya pada Ketua RT atau langsung pada pihak polsek terdekat sebagai satuan terdepan. Supaya yang bersangkutan bisa mengawasi atau mengontrol rumahnya. Dan pasti akan dibantu, bila Masyarakat melapor, ke polsek atau ke polres. (get)

Sembako Melejit, Pemuda Tirtajaya Gelar Bazar


TIRTAJAYA, RAKA
- Dalam sepekan terakhir harga kebutuhan pokok melejit drastis. Sejumlah kalangan mulai mengkhawatirkan kenaikan harga itu tidak akan terjangkau daya beli masyarakat. Terkait itu, kwaran Tirtajaya berencana akan menggelar pasar murah dilingkungan kecamatan Tirtajaya. 

Menurut anggota Kwaran Tirtajaya, Novi, rencana pasar murah (bazar) itu akan mengambil tema 'kampung ramadan' kendati diakuinya hingga saat ini pihaknya masih berusaha menggandeng sejumlah distributor yang terlibat didalam kegiatan tersebut. 

Diketahui, kegiatan bazar bakal menyediakan semua kebutuhan di bulan ramadan hingga menjelang lebaran dengan harga terjangkau masyarakat miskin. "Kegiatan ini dalam upaya untuk meringankan beban hidup masyarakat. Sebab, peningkatan harga beberapa barang pokok masyarakat mulai jelang rhamadan mulai meningkat. Dan tidak ada tanda tanda adanya penurunan hingga beberapa pekan ke depan. "bahkan diprediksi bakal mengalami peningkatan kembali jelang hari lebaran, "kata Novi.  

Dalam kegiatan yang bersifat amal memang bakal berguna bagi masyarakat di tiga kecamatan, Tirta jaya, Batu jaya dan Pakis jaya jika melihat dari lokasi yang bertempat di Bumi Perkemahan Kecamatan Tirtajaya. Namun, tidak menutup kemungkinan bakal banyak masyarakat dari beberapa kecamatan lainnya yang bakal sengaja menyambangi. Jika, barang barang kebutuhan pokok yang bakal dijajakan di Kampung Ramadhan masih terjangkau oleh masyarakat khususnya masyarakat miskin.  Namun begitu, kendala yang dihadapkan panitia penyelenggara sekarang ini adalah belum adanya pengusaha yang ikut serta dalam kegiatan yang bersifat amal tersebut. Baik berpartisipasi dalam bentuk dukungan modal ataupun barang yang bakal dijajakan untuk masyarakat.

"Sekarang ini barang yang sudah dipersiapkan untuk dijajakan di Kampung Ramadan hanya sebatas beras murah yang didapatkan dari para partisipasi para kelompok tani. Namun, kami terus berupaya untuk mendapatkan beberapa barang lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat yang kurang mampu di waktu bulan rhamadan sampai menjelang lebaran,"terangnya.   Maka, untuk memperlancar jalannya kegiatan kampung ramadan ini, jelas Novi, kami mengundang siapa saja yang mau untuk membantu untuk memeriahkan kegiatan ini.

Bantuan dimaksud adalah dengan menjajakan barang barang yang bakal diburu masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Namun, diharapkan agar barang yang dijajakan, di tempat yang kami sediakan (kampung Ramadan) agar bisa disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Sebab, selain bisa digunakan untuk menyediakan lapangan pekerjaan untuk remaja seteempat, tentu bisa membantu masyarakat minim dalam mengurangi beban hidupnya. "Dengan diadakannya pasar murah ini, masyarakat tentu bisa lebih berbagi dan mengamalkan kepekaan sosial terhadap semama umat, "tandasnya.

Diharapkan, kagiatan spektakuler yang sengaja dipersembahkan remaja Tirtajaya untuk membantu permasalahan masyarakat miskin bisa terus berjalan setiap tahunnya. Kegiatan seperti ini, diketahui, memang baru pertama kali digelar dan diciptakan. "Maka kami berharap bila dalam kegiatan yang pertama kali ini, bisa mendapat dukungan demi memperlancar jalannya pelaksanaannya dalam waktu dekat. Baik pihak swasta maupun pemerintahan, "harapnya.

Anggota panitia lainnya, Aze (27). Remaja ini sangat mendukung gagasan seperti ini. Sebab, tidak sedikit masyarakat yang akan merasa terbantu. Ditambahkannya, kegiatan seperti ini juga merupakan salah satu langkah yang bisa digunakan pemerintah untuk mengurangi permasalahan kemiskinan yang sulit dihapuskan diwilayah pedesaan. Terlebih dibulan ramadhan, yang merupakan bulannya sesama umat muslim untuk saling berbagi.(get)

Masyarakat Rengasdengklok Keluhkan Balap Liar


RENGASDENGKLOK, RAKA - Keluhan masyarakat Rengasdengklok terhadap aksi balap liar yang digelar pembalap liar di ruas Jalan Tanah Merah akhirnya terjawab. Jajaran kepolisian Rengasdengklok dengan tegas melarang aksi balapan itu digelar. Alhasil para pembalap mengalihkan hobi mereka ke kawasan TPST Cikelor yang kini beralih fungsi kawasan wisata lokal.
 
Meski proyek pekerjaan PT Cikelor Mandiri Dusun Cikelor Desa Amansari Kecamatan Rengasdengklok, terhenti. Namun, tempat pembuangan sampah itu kini beralih fungsi menjadi pariwisata alam karena berubah menjadi danau. Kini, Selain dari itu, ternyata lokasi itu dimanfaatkan kembali oleh para pelaku balapan liar dari Rengasdengklok dan sekitarnya untuk menggelar adu kecepatan sepeda motornya. Setelah sebelumnya di jalan tanah merah dilarang oleh Petugas Keamanan.
Dengan begitu, para pelancong danau mulai beralih perhatian kepada aksi para pembalap yang sangat mengundang maut itu.

Seperti diungkapkan warga Desa Rengasdengklok Selatan yang sedang melancong, Dana (19) kepada RAKA, Kamis (28/8) dilokasi. Menurutnya, aksi balapan liar mulai digelar di TPST PT Cikelor semenjak aksi balapan liar di Jalan tanah merah dihentikan para petugas keamanan. Namun, para pelaku balapan liar sering kali berjaga jaga menghindari kejaran petugas keamanan yang masih terus mengawasi kegiatannya.

"kami sangat terhibur meski sering kali cemas dengan aksi yang dilakukan para pembalap ketika beradu kecepatan sepeda motornya. Sebab, sebelumnya ketika balapan masih digelar di tanah merah pernah menelan korban meski tidak sampai meninggal dunia."katanya. (get)

Sanlat SD di Kabupaten Karawang Digelar Serentak


PEDES, RAKA
- Jadwal Sanlat (Pesantren kilat) SD sekabupaten Karawang rencananya akan digelar serempak tanggal 10-12 September 2009 mendatang. Pada sanlat Ramadhan ini dipastikan serupa seperti tahun lalu. Sanlat ini merupakan program rutin yang telah diakomodir oleh RKAS (Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah).

Kepala UPTD TK, SD Sugiyadi, S.Pd, mengatakan kepada RAKA, Kamis (27/8) siang, kegiatan Sanlat di Bulan Ramadhan ini rutin dilakukan setiap tahun sesuai kalender pendidikan. Menjelang puasa kemarin, dia telah mengintruksikan agar KKGPAI (Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam) melaksanakan Sanlat dengan penceramah guru agama yang dilaksanakan di tiap sekolah.

Sementara itu, RKAS yang telah dijabarkan menjadi beberapa program, diantaranya kegiatan Sanlat di Bulan Ramadhan. Kata Sugiyadi, RKAS ini mengakomodir dari alokasi dana BOS, supaya tidak menyimpang maka dana itu diatur sesuai ketentuan sebanyak 14 point.

Pengelolaan RKAS, lanjutnya, berdasarkan juklak dan juknis BOS reguler dan pendamping dan RKAS dibuat dengan aturan dengan menghindari segala bentuk penyimpangan, tiap bulan dana kegiatan sekolah sudah tertuang pada program itu. Dan pada penyelenggaraan Sanlat, Sugiyadi meminta supaya tiap sekolah melampirkan proposal kegiatan yang riil sebagai bahan pertanggungjawaban.

Ditempat terpisah Kepala UPTD TK,SD Jayakerta, Drs. H. Dedi Suhendi didampingi Kepala UPTD TK,SD Batujaya, Drs. H. Maman Suherman menjelaskan, Sanlat di sekolah SD akan dipantau langsung pihaknya untuk memastikan kegiatan itu berjalan dengan baik. Kata Dedi, meski Sanlat rutin dilaksanakan tiap tahun, dia berharap di bulan ini menjadi nilai tambah pengetahuan agama Islam bagi siswa. Dia mewajibkan semua guru untuk tarawih dan tadarus, selain kedua itu siswanya pun diwajibkan ikut Sanlat. (spn)

Tarif Telepon Murah Meriah, Paket XL Harga CDMA Diluncurkan


EXCELCOMINDO
Pratama Tbk (XL), menghadirkan program terbaru yakni 'Paket XL Harga CDMA' yang menawarkan tarif telepon yang lebih murah meriah bagi pengguna XL Prabayar. Paket ini dapat dinikmati sejak tanggal 21 Agustus 2009.

Menurut Sales Manager  XL area Jabek Hendi Gunawan, tarif yang lebih murah meriah ini menunjukan komitmen XL untuk tetap konsisten dalam memposisikan diri sebagai operator yang memberikan tarif termurah dengan layanan yang berkualitas. "Melalui tarif baru ini, kami berharap agar pelanggan dapat lebih leluasa dan nyaman dalam berkomunikasi bersama XL," tandasnya, Kamis (27/8) sore.

Program terbaru ini dapat dinikmati oleh seluruh pengguna XL Prabayar dengan cara mudah, yakni cukup menghubungi *500# tekan yes/ok kemudian pilih menu 'Paket XL Harga CDMA' yang tersedia dalam pilihan menu tersebut. Selanjutnya pelanggan dapat menikmati tarif telepon dan SMS yang lebih murah meriah, yakni hanya Rp 72/menit (belum termasuk PPn) untuk telepon ke sesama nomor XL, Rp. 436/menit (belum termasuk PPn) untuk telepon ke operator lain (lokal) dan Rp. 727/menit (belum termasuk PPn) untuk telepon ke operator lain (interlokal).

"Di luar paket tersebut, pelanggan juga dapat menikmati paket-paket murah lainnya, hanya dengan menghubungi *500# untuk melihat paket murah XL. Diantaranya , paket SMS dimana pelanggan bisa menikmati 500 SMS ke semua operator hanya dengan Rp 1.500 atau, paket internet dimana pelanggan bisa mendapatkan layanan internet dengan harga hingga Rp. 0,39/KB," lanjutnya. Untuk dapat menikmati tarif telepon dan SMS yang lebih murah meriah melalui 'Paket XL harga CDMA' ini, XL memfasilitasi pengguna XL Prabayar dengan meluncurkan paket 'Nelpon Murah Pake Hape Meriah', yakni bundling ponsel HT A30 dengan XL.

"HT A30 sekarang sudah bisa dinikmati di Karawang. Melalui paket ini, pelanggan akan langsung mendapatkan kartu XL senilai Rp. 2.000 dengan 'Paket XL Harga CDMA', masa aktif selama 6 bulan, bonus isi ulang Rp 20.000 serta bonus 1 MB data, 10 menit bicara ke sesama XL, dan 10 SMS ke sesama XL, yang diperoleh setelah isi ulang pulsa ke 2 sampai ke 10 dengan pengisian pulsa minimal Rp. 10.000. Total bonus yang didapatkan melalui paket bundling ini adalah 90 menit bicara, 90 SMS dan 9 MB data," katanya. Paket Bundling ponsel yang ditawarkan dengan harga Rp. 549.000 ini dilengkapi berbagai fitur, antara lain dual GSM, facebook shortcut, semi qwerty serta MP3/MP4 player. Bundling ponsel HT A30 ini bisa diperoleh disejumlah XL Center serta dealer-dealer penjualan ponsel HT. (psn)

PT Karawang Jabar Industrial Estate dan Konsorsium MOU Jalan Antar Kawasan


KARAWANG, RAKA - Setelah makan waktu cukup lama, akhirnya PT Karawang Jabar Industrial Estate (KJIE) bersama 5 perusahaan lainnya yang tergabung dalam Konsorsium Jalan Antar Kawasan, menyepakati draft Memorandum of Understanding (MOU) pembangunan jalan penghubung antar kawasan dan Simpang Susun Baru KM 42 Tol Jakarta - Cikampek. Penandatanganan nota kesepakatan tersebut dilakukan dihadapan notaris dan Bupati Dadang S. Muchtar di Gedung Singaperbangsa Pemkab Lt. III, Kamis (27/6).
   
Dalam kesepakatan itu, PT KJIE menjadi pihak yang cukup diuntungkan. Hal ini karena jalan penghubung antar kawasan yang akan melintasi kawasan Karawang International Industrial City (KIIC) yang juga milik PT KJIE akan diberikan lahan pengganti oleh konsorsium hingga seluas 75.507 M2. Selain itu, pihak konsorsium pun siap menanggung biaya pembangunan berikut pemeliharaan jalan penghubung antar kawasan, serta Simpang Susun KM 42.

Dengan dibangunnya jalan tersebut, beberapa pihak yang terlibat dalam konsorsium mengakui, akses terhadap kawasan industri terpadu yang terletak di belakang kawasan KIIC pun akan terbuka. Sehingga pertumbuhan industri di beberapa kawasan di sekitarnya bakal terus meningkat. Keberadaan Simpang Susun KM 42 sendiri, berdasarkan informasi yang diperoleh RAKA menyebutkan, akan dibangun secara bertahap bila jalan penghubung antar kawasan telah mendekati kapasitas maksimalnya.

Bupati Dadang S. Muchtar dalam kesempatan tersebut berharap, kesepakatan konsorsium dengan KJIE ini dapat segera difinalisasi agar pembangunan jalan penghubung antar kawasan dapat segera dimulai pada tahun ini juga. "Perundingan telah berjalan cukup lama. Dimana keberadaan jalan penghubung antar kawasan merupakan bagian dari fasum/fasos kawasan industri yang telah diatur dalam Perda No.18/1991 tentang Rencana Umum Tata Ruang Kawasan Industri Karawang Terpadu," ungkapnya.

Tandas bupati, Karawang telah diproyeksikan sebagai daerah kawasan industri terbesar di Asia Tenggara. Namun demikian, implementasinya masih terkendala oleh banyaknya lahan kawasan industri yang belum terjual dan tidak produktif. Penyebabnya, diakui bupati, karena tidak adanya akses infrastruktur yang memadai. Tata ruang telah disusun dalam Perda, namun tidak berjalan sebagaimana mestinya akibat krisis melanda sejak beberapa tahun lalu.

"Saat ini ada niat baik konsorsium untuk membangun jalan penghubung antar kawasan. Kesepakatan terkait pembangunan pun sudah dari dulu. dimana Pemerintah Daerah selalu bersikap bijak demi kepentingan semua pihak. Seluruh kepentingan diupayakan terus diadop hingga dapat dipenuhi. Keinginan pihak konsorsium maupun pihak KJIE selalu dikonsultasikan kepada kedua belah pihak," tutur bupati. (vins)

Isi Ramadhan Lewat Kegiatan Rohani, Dijalani Anak Rohis SMKN2 Karawang


Isi Ramadhan
lewat kegiatan rohani, itu kan emang tugas kita-kita tuh yang anak Rohis. Coz di bulan suci 1430 H ini, "Insya Allah kita lebih aktif ngejalani. Pastinya," cuap Nurfita, Waka Rohis SMKN 2 Karawang.

Cerita Fita, paggilannya saat ketemu Gen-X di lingkungan sekolahannya, Jl. Banten Karangpawitan, Karawang Barat, Kamis (27/8) sang, relatif banyak tuh kegiatan yang buat ngisi Ramadhan tahun ini. Ada tadarus, mentoring, bedah buku, sampe muhadoroh alias belajar dakwah yang semuanya digelar di kelas atawa mushala sekolahan.

Kecuali itu kegiatan yang udah jadi baku: pesantren kilat, juga nggak lupa bakal kita gelar. "Malah buat tahun ini kita juga mo ngadain acara Mabit alias nginep di lingkungan mushala  sekolahan. Biar Puasa lebih berisi gitu, deh," papar Fita yang bareng dua temannya, Yeni Purnama Sari plus Devi Lolita Sari.

Yups. Anak-anak Rohis (Rohani Islam) SMKN pimpinannya Pak Bambang Herdiana, yang jadi salah satu kegiatan ekskul di sekolahan, di bulan Ramadhan ini emang relatif padat kegiatan, deh. Selama ini, anak-anak asuhan guru pembina, Ibu Siti Aminah, ini selain berupa pengajian juga ada tim kasidah dan nasyid yang jadi bagian kegiatannya, juga bikin mading sendiri.

Lantaran mayoritas siswa di SMKN 2 Karawang ini cewek, otomatis unsur pimpinan, pengurus sampe anggota yang aktif juga cewek. Organisasi yang unsur komando utamanya dipegang Mulyawati, ini di bulan yang penuh berkah saat ini diakuinya jadi lebih banyak lagi tuh punya gawean aktivitas di lingkungan sekolahan.

"Alhamdulillah. Biar kita-kita sekarang punya anggota 50-an orang plus kegiatan yang relatif padat, tapi selalu bisa aktif. Pokoknya insya Allah eksis, deh," Yeni plus Devi kasih tambahan keterangannya. Oche, deh. Met beraktivitas 'n bikin Ramadhan lebih bermakna, ya... (dea wahyudi)

Lantaran Pendidiakan Islam, Devi Nggak Jadi Tomboy, Deh


PENDIDIKAN Islam, buat Devi Lolitasari dirasakan banget tuh manfaatnya. Siswi SMKN 2 Karawang yang awalnya tomboy, kini 'jinak' lantaran agama yang rahmatan lil alamin ini.

"Malah sekarang di pondok pesantren, aku juga jadi guru ngaji anak-anak, lho. Alhamdulillah," aku Devi yang ketemu Gen-X lagi bareng teman-temannya di organisasi Rohis SMKN 2 Karawang, kemarin (27/8).

Sebelum kini aktif di bidang agama (Islam), gadis manis berlesung pipit ini emang lumayan tomboy, deh. Sejak masih remaja banget, ABG kelahiran 20 Mei 1992 ini nyaris nggak punya temen cewek, coz gaul selalu sama anak lelaki. Malah sejatinya seorang anak perempuan, waktu itu Devi sama sekali nggak punya rasa lain buat seorang cowok, kecuali teman.

Melihat gejala yang nggak lazim itu, setamat SD Devi dimasukan kedua ortunya ke MTs 'Dar El Shofwah' yang ada di sekitar tempat tingalnya, RT 07/03 Desa Karang Patri Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi. Di madrasah tsanawiah swasta yang juga dilengkapi pondok pesantren itu, gadis yang punya tahi lalat di bibir ini pun mulai menjalani rutinitas pendidiakan agama Islam.

Biar begitu setamat MTs, Devi masih berpikiran bisa melanjut pendidikan ke SMK jurusan mesin. Doi ngakunya suka lantaran di dunia yang banyak digeluti kaum Adam itu penuh tantangan. Belum lagi cita-citanya juga jadi seorang polwan. "Tapi ortu ngelarang. Maka jadilah aku di sini (SMKN 2 Karawang-red)," sebut Devi.

Dari romantika hidup yang dialaminya itu, kini cewek yang rada-rada bawel ini bisa ngerasa banget tuh manfaat pengendalian ortunya, utamanya lewat pendidikan agama Islam itu. Kecuali ngerti soal Islam, juga bisa menerima kodrat sebagai perempuan plus sekaligus punya rasa beda buat yang lawan jenis.

Biar begitu buat urusan pacar, doi yang kini punya cita-cita alternatif menjadi seorang guru ini masih pikir-pikir, deh. Apalagi dari buku yang pake judul 'Pacaran Setelah Menikah' yang pernah dibedah kelompok Rohis sekolahannya, "Di Islam kan idealnya kaak gitu. Jadi urusan pacar mah belakangan, deh," papar Devi yang duduk di kelas XII AK.2 ini. (dea wahyudi)

Isi Puasa Sembari Latihan Tekwondo Anak SMAN 3 Karawang


Berolahraga
sambil menjalani puasa itu nggak ngeganggu, deh. Asal bisa atur waktu, jadinya malah sekalian ngabuburit.  "Kita-kita menunggu waktu berbuka puasa jadi nggak berasa," aku Putri Devi Pratiwi, ketua eksul taekwondo SMAN 3 Karawang yang ditemui Gen-X di seusai acara latihannya, Kamis (27/8) sore.

Disaksikan Wakasek Kesiswaan Pak H. Edy, anak-anak taekwondo asuhan pelatih Kang Triono ini kemarin sore itu emang senantiasa aktif mengolah jurus-jurus. Meski di keterbatasan gerak alasan suasana puasa, tapi semangat yang terekam tetap juga terpancar di dalamnya. Cerita Putri, panggilan Putri Devi Pratiwi, latihan nggak berhenti di bulan Ramadhan ini lantaran buat selalu bisa menjaga stamina lewat olahan fisik, termasuk konsentrasi dan lainnya. Belum lagi selama ini, prestasi yang udah bisa dicetak kelompok ekskulnya itu lumayan moncer juga.

Antara lain terakhir saat ikut di kejuaraan taekwondo antar-pelajar se-Jabar di Indramayu, 24 Juli 2009, satu emas plus satu perunggu bisa dibawanya pulang. Putri sendiri, yang kini duduk di kelas XI IPA.4, kebagian yang bisa menyabet medali perunggu itu. "Alhamdulillah. Sebelumnya, prestasi juga malah lebih bagus lagi. Tapi sudahlah. Pokoknya latihan di bulan Puasa ini termasuk buat ngejaga posisi itu juga," papar ABG cewek yang tinggal di Asrama Yon Linud 305 Telukambe, Karawang, itu.

Konon sesuai jadwal latihan yang duakali seminggu, Senin-Kamis pukul 14.00-16.00 WIB, di bulan yang penuh ampunan ini cuma soal jamnya yang dirubah plus gerakan yang juga dibatasi. Di saat puasa kini, waktu latihan jadi sekitar pukul 12.30-15.00, dan gerakan cuma dibikin fokus ke soal jurus-jurus.  "Buat menjaga stamina tapi tidak mengganggu puasa. Itulah memang usulan anak-anak dan kami jelas setuju," ujar Pak H. Edy, memberi penguat acara latihan taekwondo yang kemarin diikuti 13 dari keseluruhan 30 armada, yang digelar di aula sekolahan di sekitar Lapang Karangpawitan, Karawang Barat, itu. (dea wahyudi)

Aliran Sungai Jatiluhur Belum Surut

BELUM SURUT: Aliran sungai Jatiluhur belum surut meski saat ini kemarau masih melanda. Sungai yang menyuplai air waduk Jatiluhur itu juga digunakan warga setempat sebagai lokasi rekreasi selain menangkap ikan.(rif)

Kerajaan Islam Pertama di Indonesia, Sejarah Aceh dan Hubungannya dengan Tiongkok


CATATAN
sejarah tertua dan yang pertama mengenai kerajaan-kerajaan di Aceh, didapati dari sumber-sumber tulisan sejarah Tiongkok. Catatan itu menyebutkan saat itu sudah ada kerajaan islam di Nusantara.

Dalam catatan sejarah dinasti Liang (506-556), disebutkan adanya suatu kerajaan yang terletak di Sumatera Utara pada abad ke-6 yang dinamakan Po-Li dan beragama Budha. Pada abad ke-13 teks-teks Tiongkok (Zhao Ru-gua dalam bukunya Zhu-fan zhi) menyebutkan Lan-wu-li (Lamuri) di pantai timur Aceh.

Dan pada tahun 1282, diketahui bahwa raja Samudra-Pasai mengirim dua orang (Sulaiman dan Shamsuddin) utusan ke Tiongkok. Didalam catatan Ma Huan (Ying-yai sheng-lan) dalam pelayarannya bersama dengan Laksamana Cheng Ho, dicatat dengan lengkap mengenai kota-kota di Aceh seperti, A-lu (Aru), Su-men-da-la (Samudra), Lan-wu-li (Lamuri). Dalam catatan Dong-xi-yang- kao (penelitian laut-laut timur dan barat) yang dikarang oleh Zhang Xie pada tahun 1618, terdapat sebuah catatan terperinci mengenai Aceh modern.

Samudra-Pasai adalah sebuah kerajaan dan kota pelabuhan yang ramai dikunjungi oleh para pedagang dari Timur Tengah, India sampai Tiongkok pada abad ke 13 -16. Samudra Pasai ini terletak pada jalur sutera laut yang menghubungi Tiongkok dengan negara-negara Timur Tengah, dimana para pedagang dari berbagai negara mampir dahulu /transit sebelum melanjutkan pelayaran ke/dari Tiongkok atau Timur Tengah dan India. Kota Pasai dan Perlak juga pernah disinggahi oleh Marco Polo (abad 13) dan Ibnu Batuta (abad 14) dalam perjalanannya ke/ dari Tiongkok. Barang dagangan utama yang paling terkenal dari Pasai ini adalah lada dan banyak diekspor ke Tiongkok, sebaliknya banyak barang-barang Tiongkok seperti sutera, keramik, dan lain lain. diimpor ke Pasai ini.

Pada abad ke 15, armada Cheng Ho juga mampir dalam pelayarannya ke Pasai dan memberikan Lonceng Besar yang tertanggal 1409 (Cakra Donya) kepada raja Pasai pada waktu itu. Samudra Pasai juga dikenal sebagai salah satu pusat kerajaan Islam (dan Perlak) yang pertama di Indonesia dan pusat penyebaraan Islam keseluruh Nusantara pada waktu itu. Ajaran-ajaran Islam ini disebarkan oleh para pedagang dari Arab (Timur Tengah) atau Gujarat ( India), yang singgah atau menetap di Pasai.

Dikota Samudra Pasai ini banyak tinggal komunitas Tionghoa, seperti adanya "kampung Cina", seperti ditulis dalam Hikayat Raja-raja Pasai. Jadi jauh sebelum kerajaan Aceh Darussalam berdiri,komunitas Tionghoa telah berada di Aceh sejak abad ke-13. Karena Samudra Pasai ini terletak dalam jalur perdagangan dan pelayaran internasional serta menjadi pusat perniagaan internasional, maka berbagai bangsa asing lainnya menetap dan tinggal disana yang berkarakter kosmopolitan dan multietnis. (bersambung/dari berbagai sumber)

Aniaya Pelajar SMP di Kecamatan Sukatani, Alap-Alap Motor Dibekuk


PURWAKARTA, RAKA
– Hanya berselang 14 jam, Kamis (27/8) dinihari, polisi membekuk dua tersangka curanmor disertai kekerasan. Aksi kejahatan di perkebunan bambu ruas Tol Cipularang KM 90 tepat di Kp. Bendul Caringin RT 12/04 Desa/Kecamatan Sukatani, disertai penganiayaan terhadap pelajar SMP

Kedua pelaku Deden Yuliarahman (28) dan Oden  (45) dibekuk tim reskrim Polsek Sukatani yang dipimpin langsung Kapolsek AKP Wahyudin di tempat bersembunyiannya di perbatasan Bogor-Karawang tepatnya di Kp Cilaksa Desa Cilaksana, Karawang. Dirumah tersebut, polisi menyita barang bukti hasil kejahatan berupa sepeda motor Supra berwarna hitam No Pol T 2797 C milik korban Ahlan (15), warga Kp Bendul 04/10 Kec Sukatani, Purwakarta dan sebilah golok yang digunakan tersangka dalam melancarkan aksinya.

Kapolsek Sukatani,  AKP, Wahyudin, Kamis (27/8), saat dihubungi, menjelaskan, penangkapan terhadap kedua tersangka hanya memakan waktu 14 jam setelah kejadian curas ranmor yang menimpa seorang pelajar SMPN 1 Sukatani. " Kejadian curas ranmor itu terungkap atas pengakuan korban yang berhasil merangkak 300 meter dari lokasi kejadian ke rumah saksi setelah dibacok," ungkapnya. Dikatakannya, usai dicegat dan dibacok dua pelaku tersebut pada bagian daun telinga, kepala hingga leher belakang digorok, korban Ahlan yang bermandikan darah berpura-pura meninggal dunia dilokasi. Dipastikan korban tak bergerak lagi, kedua pelaku kabur membawa sepeda motor milik korban.

Korban sembari menahan nyeri berusaha bangkit dan merangkak sepanjang 300 meter hingga sampai ke rumah saksi Ikud bin Nanang lalu menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada saksi. Saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut ke aparat Polsek Sukatani. Selang beberapa menit, sejumlah petugas Reskrim Polsek Sukatani tiba ke rumah Ikud lalu memboyong korban ke RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk kemudian dirujuk ke RSHS Bandung karena luka diderita cukup parah. " Kondisi korban kritis karena banyak luka bagian kepala dan leher, sehingga harus mendapat perawatan intensif di Bandung," tukasnya.

Dari keterangan korban kepada saksi, lanjut Kapolsek, pihaknya akhirnya dapat melacak keberadaan kedua tersangka pelaku yang melarikan diri ke Karawang. Pihaknya kemudian mengerahkan satu tim beranggotakan 6 petugas menyergap kedua pelaku dan akhirnya ditemukan bersembunyi dirumah orang tua pelaku Oden. Kedua pelaku dibekuk tanpa melakukan perlawanan. Dalam keterangan korban kepada saksi, sambung Kapolsek, bahwa setiap pagi korban sudah rutin mengantarkan ibunya berbelanja sampai mulut jembatan Tol Cipularang KM 90 dikampungnya. Sepulang mengantar ibunya, korban dicegat kedua pelaku meminta diantar ke Jalan Raya Cianting, Sukatani dan korban menuruti mengantarkan seorang pelaku lalu kembali lagi ke TKP.

" Sempat terjadi percekcokan korban merasa waktunya tersita karena hendak sekolah. Pelaku marah langsung menyerang membabat bagian kepala hingga menggorok bagian leher belakang hingga korban ambruk," tutur Kapolsek.
Setelah diyakini mangsanya meninggal dunia, kawanan pelaku curas ranmor tersebut kemudian kabur membawa sepeda motor milik korban. 14 jam kemudian, setelah berhasil melacak keberadaan kedua tersangka, polisi akhirnya berhasil membekuk kedua tersangka di Karawang. " Kedua pelaku dikenai pasal curas ranmor dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara," pungkasnya. (rif)

Anggota DPRD Purwakarta Fraksi PAN Desak Cairkan Dana Jamkesda, 2,3 Miliar Untuk Satu Semester


PURWAKARTA, RAKA
- Anggota DPRD Purwakarta dari Fraksi Amanat Nasional (PAN) Dadang Sudirman, mendesak agar pemerintah setempat segera mencairkan klaim dana jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dari RSUD Bayu Asih Purwakarta yang diajukan ke Dinas Kesehatan setempat.  "Ini memang harus ada perhatian pemerintah. Artinya, belum cairnya dana itu bisa  mengganggu pelayanan di RSUD Bayu Asih, "ujar Dadang Kepada RAKA saat menanggapi belum dibayarkannya klaim dana Jamkesda sebesar Rp 2,3 miliar untuk satu semester ini (bulan Januari sd Juni 2009) kepada RSUD Bayu Asih, kemarin.

Bahkan lanjut dia, belum cairnya dana klaim itu, dikhawatirkan bukan hanya akan mengganggu pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Tapi lebih dari itu, akan berdampak pada kurang optimalnya pelayanan kesehatan gratis khususnya bagi masyarakat miskin di Purwakarta. "Saya melihat program Jamkesda sendiri merupakan program daerah yang sangat baik. Sebab pemerintah di Daerah, dinyatakan sudah cukup andil dalam memperhatikan masyarakatnya. Apalagi, program ini memang dikhususkan untuk memberikan jaminan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tidak mampu, "ucapnya.

Apalagi, ia melihat adanya program Jamkesda merupakan terobosan baik yang diambil pemerintah daerah. Sebab awal adanya program ini pun memang dilakukan untuk mengkover masyarakat yang tidak terdaftar dalam program jaminan Kesehatan masyarakat (Jamkesmas) yang sumber dananya berasal dari pemerintah pusat melalui Departemen Kesehatan RI.
Sehingga tambahnya, sudah sewajarnya jika pemerintah Purwakarta mau memperhatikan masalah ini dan diharapkan segera melakukan pencairannya dengan membayar dana klaim pihak rumah sakit bayu asih, Purwakarta yang hingga kini belum bisa dicairkan. "Jangan sampai program yang cukup bagus dan membantu masyarakat yang kurang mampu ini nantinya akan terganggu,"himbaunya.

Sebelumnya, Direktur RSUD Bayu Asih Purwakarta, Syarifudin Yunus menyatakan jika klaim dana Jamkesda sebesar Rp 2,3 miliar untuk satu semester ini (bulan Januari sd Juni 2009) yang di ajukan pihaknya ke Dinas kesehatan Kab Purwakarta hingga kini belum dibayarkan. Bahkan keadaan itu, bisa mengganggu terhadap operasional rumah sakit dalam memberikan pelayanan khususnya kepada masyarakat yang tidak mampu. (ton)

Selama Puasa, Ispa Serbu Purwakarta


PURWAKARTA, RAKA - Beberapa hari memasuki Ramadhan ini RSUD Bayu Asih dibanjiri pasien gangguan Inpeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Pencernaan. Kendati demikian, pihak rumah sakit menyatakan hal tersebut belum mempengaruhi kapasitas ruangan inap rumah sakit. Lonjakan pasien sampai kemarin masih dibatas normal.

"Yang melonjak signifikan yakni gangguan ISPA dan pencernaan, mungkin ini di akibatkan Ramadhan dan faktor cuaca, "kata Kepala RSUD Bayu Asih Purwakarta, Syariffudin, saat dihubungi, Kamis (27/8) siang. Meski demikian, Syariffudin belum bisa memberikan penjelasan mengenai berapa jumlah peningkatan lonjakan pasien selain rata-rata usia penderita. Namun, disebutkan, peningkatan pasien dan ISPA tidak mempengaruhi segala teknis kinerja RSUD. "Kualitatif dan kuantitatifnya sementara belum bisa dilaporkan karena datanya ada di RSUD, lebih jelasnya tanya saja bagian pelayanan, tapi hal ini masih dalam kategori wajar, "ucapnya.

Seperti diketahui, masa pancaroba biasanya diikuti dengan meningkatnya penderita ISPA. Karenanya, masyarakat alangkah baiknya meningkatkan kewaspadaan dan lebih memperhatikan pola hidup. Peningkatan penyakit ISPA selama masa pergantian musim atau pancaroba karena pada masa ini keadaan udara menjadi tidak pasti. Akibatnya virus di udara semakin banyak dan bisa saja menular melalui udara sekitar, karena memang penularan ISPA 80 persen melalui virus dan sisanya melalui bakteri.

Ciri-ciri ISPAsendiri, di antaranya memiiki gejala ILI (Influenza Like Illness) disertai sakit tenggorkan, panas dan juga pilek. Perbedaan ISPA dengan flu yang biasa diketahui masyarakat adalah, disebut ISPA jika diiringi sakit tenggorokan dan juga masa flunya sudah berkisar 14 hari. Untuk pencegahan, masyarakat dapat menambah daya tahan tubuhnya dengan mengkonsumsi buah-buahan yang mengandung vitamin A dan C seperti jeruk dan wortel, serta makanan mengandung omega tiga seperti ikan-ikanan. (rif)

Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta Harus Bermoral


SEMUA
anggota Fraksi harus teliti memilih orang untuk menduduki jabatan  Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta. Selain memiliki kualitas yang terpenting juga memiliki moral yang baik. Demikian tokoh masyarakat Purwakarta Iwan Torana.

"Pada dasarnya semua orang akan melakukan hal yang terbaik, begitupun dengan anggota Dewan. Mereka akan memilih calon ketua DPRD yang dapat menjadi panutan, anggota DPRD harus memilih calon ketua yang baik dan memiliki kualitas. Serta bermoral sehingga Purwakarta akan menjadi daerah yang maju dan sejahtera," paparnya.

Menurutnya DPRD adalah lembaga yang terhormat, di gedung itu duduk orang-orang yang di percaya oleh rakyat untuk meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan Purwakarta. Setelah mereka duduk di Kursi DPRD selayaknya memberikan tauladan yang baik kepada masyarakat.

"DPRD adalah lembaga yang sangat terhormat keberadaan mereka di tempat itu bukan untuk duduk dan menikmati gaji dan berbagai tunjangan dari pemerintah, tetapi untuk membangun Purwakarta dan mensejahterakan masyarakat dan langkah awal yang harus di pikirkan adalah memilih ketua DPRD yang baik sehingga dapat menjaga nama DPRD untuk selalu terhormat," terangnya. (sep)

Sembako Terbakar di Gang Madrasah Tsanawiyah Kp. Purwamekar


PURWAKARTA, RAKA
- Gudang sembako tepatnya yang berada di Gang Madrasah Tsanawiyah Kp. Purwamekar RT 10/04 Kec Babakan Cikao, Purwakarta, terbakar, Kamis (27/8). Beruntung api tak cepat menjalar melumat bangunan TK Pelangi dan Kantor UPTD Damkar Purwakarta karena berhasil dijinakkan.

Berdasarkan informasi yang didapat RAKA, Kebakaran kios merangkak gudang penyimpanan sembako jenis makanan ringan milik Budi Aryanto itu terjadi tepat dibelakang Kantor Pemadam Kebakaran Kab Purwakarta, sehingga saat ramai warga meneriaki kebakaran dengan cepat dua unit mobil damkar bergerak ke belakang yang hanya berjarak 15 meter.

Dengan cepat pula api dijinakkan. Namun meski penyebab kebakaran diduga akibat terjadinya hubungan arus pendek listrik (Konsleting) didalam gudang, hingga kini masih terus dilakukan penyelidikan. Tak ada korban jiwa dalam aksi amuk 'sijago merah' tersebut hanya kerugian materiil mencapai jutaan rupiah. (ton)

Lahan Sawah Kering di Kecamatan Cibatu

BERUBAH FUNGSI: Lahan sawah kering di Kecamatan Cibatu masih belum di garap petani. Saat ini, lahan persawahan itu digunakan warga setempat sebagai lapangan olah raga. Tampak dalam gambar, sejumlah anak-anak bermain bola dilahan persawahan tersebut. (rif)


Waspada, Copet Dalam Angkot 05 Sadang - Purwakarta Mulai Beraksi


PURWAKARTA, RAKA - Aksi pencurian di dalam angkutan perkotaan (angkot) tampaknya kembali mulai marak di Purwakarta. Aksi yang dilakukan para pelaku dengan modus berpura-pura mabuk kendaraan dengan tujuan menggerayangi barang milik korban menelan korban.

Seperti halnya diakui Sonjaya (43), warga Perum Purnayuda Blok B 1, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Purwakarta, kemarin. Menurutnya, aksi pencopetan dengan cara berpura-pura itu terjadi saat dirinya naik angkot trayek 05 Sadang - Purwakarta. Saat itu, korban yang tengah duduk seperti layaknya penumpang, tiba-tiba dikejutkan dengan salah seorang penumpang lain yang duduk bersebelahan mengalami muntah-muntah.  
 
Merasa Iba, korban pun kemudian menolongnya. Bahkan ia pun sempat meminta sang supir untuk memberhentikan kendaraannya sejenak untuk mencari klinik atau rumah sakit terdekat. "Saya sendiri gak ada perasaan buruk apapun saat itu. Tapi saat saya hendak mengambil handpone karena ada urusan tertentu, ternyata HP saya sudah hilang,"kata Sonjaya.
Ia yang mengaku saat itu cukup cemas karena HPnya hilang. Korban pun berusaha kembali mengingat-ingat. Tapi upaya ini tetap tidak membuahkan hasil. Sehingga ia menduga bahwa penumpang yang ditolongnya itu merupakan komplotan copet.

"Padahal saat itu, sebelum kejadian, saya sendiri baru mematikan handpone beberapa menit. Sehingga kejadian ini jelas cukup aneh,"katanya. Bahkan kejanggalan lainnya, kawanan pencuri tersebut dalam melakukan aksinya diduga tidak seorang diri. Pasalnya, selama berada diangkot hampir disetiap jalan terutama yang lokasinya sepi, ada saja penumpang yang naik. Anehnya lagi, para penumpang itu rata-rata berpenampilan "Necis" sehingga tidak menimbulkan kecurigaan penumpang lain.

kejadian itu sendiri, lanjut Sonjaya terjadi ketika mobil angkot yang ditumpanginya, berada tidak jauh dari kantor Polres Purwakarta. "Saat muntah, penumpang itu pun seakan mendorong tubuh saya,"imbuhnya. Di pihak lain, salah seorang yang juga diduga temannya mengingatkan agar korban menghindar agar tidak terkena muntahan. Posisi para penumpang yang diduga komplotan ini pun bersebelahan dengan korban yang seakan memang mengapitnya. Dengan kejadian itu, ia berharap terutama para penumpang angkot agar tetap waspada. Selain ia pun berharap agar aparat kepolisian setempat, ikut melakukan patroli jika-jika terjadi seperti ini. "kejadian ini, mengingatkan saya agar selalu waspada,"tukasnya.

Sebelumnya, kejadian pencurian di dalam kendaraan umum (angkot) juga dilaporkan menimpa  dua siswa SMK Negeri 1 Purwakarta. Namun, pelaku ketika itu melakukan aksinya dengan cara menghipnotis korbannya. diketahui, akibatnya aksi tersebut disebutkan 2 HP dan uang Rp 100 ribu lenyap. Dari keterangan yang dihimpun,  penghipnotis melakukan aksinya dengan modus menepuk paha kaki korban saat masuk kedalam kendaraan umum. Pelaku di sebutkan adalah dua orang pemuda mengenakan seragam hitam putih layaknya sales sebuah produk. Dua siswa SMKN 1 Purwakarta bernasib sial itu adalah Bisma Rio Prasetio (14) warga Kampung Cimaung Gang Lengkong, Desa Ciwangi, Purwakarta dan Adi (14), warga Cikampek, Karawang.

Menurut Adi, saat itu dia dan Bisma, teman sejurusan di teknis jaringan komputer SMKN 1 Purwakarta tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya dengan menaiki angkot trayek o2 dari prapatan Maracang menuju Cimaung. Kemudian, tambahnya, tepat didepan kampus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cihideung, naik dua pemuda berseragam hitam putih dan menepuk paha kakinya saat masuk dan naik angkot. "Tak ada rasa curiga sedikitpun kalau tepukkan tangan pemuda asing malah membawa petaka dengan menyabet dua HP milik saya dan Bisma," ungkapnya kepada RAKA, Minggu (16/8) baru-baru ini.(ton/rif)

Disdikpora Purwakarta Menetapkan H-5 Hingga H+5 Libur Sekolah


PURWAKARTA, RAKA
- Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Purwakarta menetapkan hari libur dan masuk sekolah jenjang SD/SMP/SMA selama Lebaran. Selama Idul Firi nanti, proses belajar mengajar bakal diliburkan pada H-5 hingga H+5 atau pada 16 Sepetember sampai 27 Sepetember mendatang.

"Rencananya surat edaran libur sekolah pada lebaran nanti akan kami sebar besok (hari ini,red) ke setiap sekolah. Dimana dalam surat edaran itu dituliskan libur sekolah saat lebaran nanti akan diberlakukan pada H-5 sampai H-10. Hari ini (kemarin, red), surat edarannya masih sedang diperbanyak," ucap Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Purwakarta, Makbul Hidayat, kepada RAKA, Kamis (27/8), diruang kerjanya.

Dia juga mengatakan, pihak Disdikpora sebelum puasa pertama dimulai sudah memberikan libur sekolah awal puasa selama 3 hari, yakni pada 20-22 Agustus.  Selanjutnya, selama puasa, setiap sekolah diharapkan dapat mengisi berbagai kegiatan pembinaan dan pembelajaran dengan menyelipkan nuansa-nuansa agama.  "Kita pun intruksikan pada setiap sekolah agar kegiatan pembinaan dan pembelajaran sela Ramadhan supaya difokuskan dengan hal hal yang bernuansa agama,"ujar Makbul Hidayat seraya mengimbau kepada para guru, meski puasa, harus tetap menjalankan tugasnya sebagai tenaga pendidik yang mengajar para siswa sama seperti hari-hari biasanya.

Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Deddy Effendi, mengatakan, hari libur selama ibadah puasa hingga Lebaran tahun ini diberlakukan dengan mengacu agar proses belajar siswa tidak banyak yang tertinggal. ''Tentu masalah waktunya itu disesuaikan dengan kalender pendidikan, tidak asal-asalan" ujarnya. Sebagai catatan, libur sekolah lebaran tersebut akan berlaku untuk sebanyak 772 sekolah negeri dan swasta, meliputi jenjang SD sekira 449, MI 29, SMP 51, MTS 33, SMA 22, SMK 20. (rif)

Tips RAKA 3: Jangan Biarkan Gairah Merosot


Tahukah
anda, untuk sebagian orang merosotnya gairah bercinta bisa jadi masalah serius ketimbang rendah diri dan tidak PD. Karenanya jangan heran banyak orang melakukan apa saja untuk terus meng-upgrade libidonya, salah satunya adalah melakukan hal-hal yang sangat disukai seperti hobi dan sebagainya. Pendek kata buat suasana hati dan body senyaman mungkin. 

Selain itu literatur kesehatan menyarankan beberapa hal untuk menjaga libido selalu berada di atas rata-rata. Gingko biloba adalah herbal yang telah lama dikenal manjur menjaga aliran darah ke otak dan alat kelamin. Kordinasi yang baik dari kedua bagian tubuh ini menghasilkan permainan ranjang lebih mengesankan.

Masyarakat Afrika telah lama mengenal Yohimbine makanan afrodisiak yang seringkali dinamakan sebagai viagra alami, biasanya digunakan untuk mengobati impotensi. Hanya sedikit catatan yang menyebutkan Yohimbine digunakan perempuan.
Pijatan dapat merangsang syaraf-syaraf seksual namun yang pertama digarap adalah melepaskan stres, rasa marah, khawatir, dan gelisah. Saat pijat sebaiknya ruangan sedikit cahaya, musik lembut dan udara nyaman.

Mulai pijatan dari bagian belakang tubuh selanjutnya bisa berkreasi. Makanan sehat menjadi penjaga libido agar tetap stabil. Tidak selalu harus jenis afrodisiak namun 5-9 sajian buah dan sayur setiap hari cukup menjaga stamina sehat. Vitamin dan antioksidan membantu menjaga aliran darah pada organ-organ seksual dan mengenyahkan beberapa jenis penyakit kronis.

Sebenarnya makanan afrodisiak tidak memberi keajaiban seks yang digembar-gemborkan hanya sebagai bagian dari kampanye hidup sehat. Sayuran seperti asparagus atau hasil tangkapan laut seperti kerang, kepiting adalah sumber nutrisi kaya zinc dan berbagai jenis mineral penjaga kesuburan. Mengurangi berat badan, bukan untuk kelincahan bercinta semata, namun tubuh gemuk adalah salah satu sumber anjloknya rasa percaya diri. Apabila aliran darah dalam tubuh berjejal, lemak kurang lancar, jangan tuding sana-sini jika Mr. P enggan ereksi.

Pun demikian dengan asap rokok yang mempunyai efek buruk terhadap aliran darah. Lagipula seberapa banyak orang yang suka berciuman dengan asbak. Jika menyukai minuman beralkohol, minum secukupnya terutama jika berdebar-debar menanti kencan pertama. Rasa gelisah dan stres hilang, muncul mood bercinta. Alkohol adalah depresan, jika ditenggak terlalu banyak bisa memunculkan efek sebaliknya. So, jangan korbankan libido untuk hal konyol. (rk)

Tips RAKA 2: Menguji Kecocokan Pasangan


Manusia
adalah makhluk yang paling rumit di Bumi dan belum ada ilmuwan yang menciptakan robot dengan prilaku kompleks manusia. Manusia bicara, berpikir, memiliki emosi, mereka membayangkan, jatuh cinta, menciptkan ilusi dan membuatnya menjadi nyata dan masih banyak lagi. Jadi untuk secara penuh menguji kecocokan hubungan pasangan harus menguji sisi rasional, emosional, komunikasi, spiritual, serta Kecocokan seksual. Nah, agar lebih jelas, mari kita lihat satu persatu.

Kecocokan rasional. Manusia terpisah dari pikiran binatang! Ya dan ketika manusia berpikir mereka menggunakan informasi dari sekolah, teman, dan opini orang tua. Dan dengan data itu mereka sampai pada kesimpulan, memutuskan dan memperbaiki pemikiran mereka. Jadi, dua orang secara rasional cocok jika mereka secara relatif memiliki data yang dekat, seperti mereka lulus dari sekolah atau universitas yang sama, berasal dari lingkungan sosial dan secara umum memiliki opini yang sangat dekat pada berbagai hal dalam hidup.

Kecocokan emosional. Selain berpikir manusia merasakan. Mereka menyukai beberapa hal saat mereka meremehkan atau membenci orang lain. Dan sikap emosional ini terhadap beberapa hal dalam hidup bisa sama atau tidak. Jadi dua orang yang cocok secara emosional jika sering kali mereka merasakan hal yang sama mengenai hal berbeda dari hidup.

Kecocokan komunikasi. Ini menarik! Untuk memahami kecocokan komunikasi, seseorang harus memahami komunikasi pada umumnya. Untuk menyingkatnya, dua orang memiliki kecocokan komunikasi yang dekat jika membutuhkan waktu yang sama banyak bagi mereka berdua untuk menjawab pertanyaan yang sama. Seperti, dengan menanyakan siapa nama anda dan mengukur waktu yang dibutuhkan masing-masing untuk menjawan akan mengungkap kecepatan komunikasi relatif mereka.

Kecocokan spiritual. Ini luar biasa tapi untuk pertama kalinya dalam sejarah kemanusiaan ada definisi yang tepat untuk spirit ... Anda! Jadi, sebenarnya tes kecocokan apapun yang mengetes anda sebagai manusia dan bukan binatang adalah tes Kecocockan Spiritual. Yang meninggalkan kita pada...
Kecocokan seksual. Kecocokan seksual adalag aspek paling membingungkan dari kecocokan dan ini sebenarnya karena ketertarikan seksual dapat dibagi menjadi du bagian, ketertarikan fisik dan kekaguman keindahan.

Ketika ada seorang yang tampan, anda ingin dekat dengan orang tersebut dan jika ia memiliki sesuatu yang mengatakan bahwa mereka suka kontak fisik atau menjanjikan kesenangan fisik, hal ini akan menciptakan ketertarikan fisik juga. Cukup kompleks karena kita semua menginginkan kesenangan dalam hidup. Tes kecocokan seksual yang paling sederhana adalah - apakah anda pada waktu bersamaan menginginkan kontak fisik satu sama lain. Jika anda berdua menginginkannya, anda cukup cocok secara seksual. (rk)

Tips RAKA 1: Menyusui Cegah Kanker


Para peneliti menemukan bahwa perempuan yang memiliki sejarah keluarga dengan kanker payudara dapat memangkas resiko mereka terkena penyakit tersebut dengan menyusui. Namun demikian penelitian tersebut menemukan tidak ada kaitan antara menyusui dengan pengurangan resiko kanker pada perempuan yang tidak memiliki sejarah kanker payudara dalam keluarga mereka.

Penelitian tersebut diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine yang menggunakan informasi dari lebih 60.000 perawat yang sudah pernah melahirkan dan sudah mengisi quisioner mendetil mengenai kesehatan mereka yang diperbarui setiap dua tahun. Sekitar 44.000 perempuan didiagnosa memiliki kanker setiap tahun di Inggris.

Dr Alison Stuebe, yang pernah bekerja di Brigham and Women's Hospital and Harvard Medical School, Boston, dan sekarang di University of North Carolina menemukan bahwa perempuan yang memiliki resiko tinggi terkena kanker payudara, dengan menyusui merendahkan resiko itu sebanyak jika meminum obat anti kanker Tamoxifen sebagai perawatan pencegahan.

Dari 60.000 perempuan di dalam penelitian, 608 sudah terkena kanker pra-menopause sebelum Juni 2005. Penelitian terebut menemukan perempuan yang saudara perempuannya atau ibunya pernah terkena kanker payudara mengurangi peluang mereka sendiri sebanyak 60% terkena penyakit itu dengan menyusui. Kaitan itu tidak dipengaruhi oleh seberapa lama mereka menyusui, atau menyusui secara ekslusif bayi mereka.

Berbalik dengan penemuan sebelumnya tidak ada kaitan antara menyusui dengan kanker payudara dan kanker payudara pada perempuan yang tidak memiliki sejarah keluarga dari penyakit kanker. "Data ini menyimpulkan bahwa perempuan yang memiliki sejarah keluarga dengan kanker payudara harus didorong dengan kuat untuk menyusui," demikian Dr Stuebe mengatakan. (rk)

Cici Paramida Tak Pernah Dinafkahi


Pernikahan
Cici Paramida, yang berawal dari niat baik ternyata membawa petaka baginya. Awalnya, Cici melihat sosok Ahmad Suhaebi sebagai pria santun, yang ternyata berbeda dari dugaannya. Bahkan dalam pernikahannya, Cici tidak mendapatkan nafkah.

Kuasa hukum Cici Paramida, Riri Purbasari, yang ditemui di PA Jakarta Utara, Kamis (27/8), menyangkal kabar yang menyebut kalau kliennya telah mendapat nafkah. "Itu tidak benar. Kalau iya, itu mungkin kado hasil pernikahan. Bukan nafkah. Mbak Cici tidak pernah menerima apapun dari Suhaebi. Itu kado dari tamu," terang Riri. Kabar yang menyebut Cici mendapat angpao sebesar Rp 3 miliar dari pernikahannya pun tidak benar menurut pengacara ini. "Kalau pun iya, mbak Cici hanya menerima 70 juta, dan itupun hilang dalam perjalanan. Dan bapak Suhaebi tidak menunjukkan adanya penyesalan mengenai kehilangan uang itu," ungkap pengacara ini.

Riri juga menegaskan kalau Suhaebi menolak memberikan tuntutan Cici, artinya dia tidak mendukung niatan baik. "Itu haknya bapak Suhaebi, tapi dari awal kan sudah kita jelaskan, uang itu akan ditujukan ke siapa, kita akan serahkan ke anak yatim dan kaum duafa. Kalau dia menolak berarti tidak mendukung niat baik kita," tambahnya. Sebelumnya, Ahmad Suhaebi sudah bertekad untuk tidak mengabulkan tuntutan Cici Paramida. Menurut pengacara pengusaha ini, apa yang diminta Cici tidak masuk akal. Edy Sutrisno, sebagai pengacara Ebi meyakinkan apa yang digugat Cici tidak terbukti.

"Bapak Suhaebi menolak karena buat kami angka tersebut tidak mendasar dan sangat tidak logis. Suhaebi akan memberikan sepatutnya. Kami tidak bisa menyebutkan berapa angkanya, yang pasti jauh di bawah 5 miliar," terang Edy yang dijumpai di PA Jakarta Utara, Kamis (27/8). Selain menganggap permintaan Cici tidak relevan, pengacara Ebi juga menegaskan tidak ada harta bersama yang harus dibagi. Memang dia seorang pengusaha percetakan yang sukses. Tapi emang dia pengusaha percetakan uang? Buat kami angka itu tidak relevan. Tidak ada harta bersama karena penggugat tidak bisa membuktikan," ungkap Edy.

Pria yang kerap dipanggil Ebi ini juga menolak tuntutan Cici untuk membayar uang sebesar Rp 5 miliar. Ebi, lewat pengacaranya hanya menawarkan 5 juta per bulan, tentu saja hal ini dianggap sebagai penghinaan oleh pihak Cici.
Cici, yang tidak hadir dalam persidangan ini diwakili pengacaranya, Riri Purbasari. Menurut pengacara ini penolakan Ebi menyinggung harga diri kliennya. "Kami sangat keberatan dengan duplik tersebut, beliau keberatan dengan tuntutan yang kita minta. Dan hanya memberikan kompensasi yang sangat rendah dan tidak mendasar. Pak Suhaebi hanya memberikan Rp 5 juta per bulan terhitung dari awal pernikahan," ungkap Riri.

"Buat kami itu sangat menghina, mengingat ada tindakan pidana yang dilakukan oleh bapak Suhaebi, menurut kami 5 miliar itu tidak terlalu besar, itu biasa saja karena ini menyangkut harga diri dan job yang hilang. Kami merasa terhina karena hal itu," tambahnya. Sedang sepupu Cici, yang juga ikut hadir mengungkapkan kalau tindakan Ebi itu juga merendahkan keluarga besar Cici. "Ini penghinaan, keluarga besar sangat terpukul karena buat kami harga diri tidak bisa dibeli oleh siapa pun. Di sini dia merendahkan sekali," tegas Alul. (kl)

Titi Kamal Rambah Bisnis Restoran


Titi Kamal
makin melebarkan sayapnya. Tak hanya akting dan menyanyi yang dijadikan tambang uangnya, Titi kini merambah bisnis restoran. Istri Christian Sugiono itu akan membuka restoran 'Iga Bakar Penyet' di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Restoran yang baru akan mulai dibuka, Sabtu (29/8) mendatang, merupakan cabang yang kedua setelah di Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Modal yang dikeluarkan Titi untuk membeli franchise restoran asal Surabaya tersebut memang tak sedikit. Namun ia enggan menjelaskan berapa persisnya. "Ada deh, lumayan, mudah-mudahan balik modal," ujarnya saat ditemui di Wisma Bakrie, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Diakui Titi usahanya membuka restoran memang untuk tabungan masa depan, bukan ikut-ikutan. Perempuan berambut panjang itu sadar kalau profesi artis tidak bisa dijadikan pegangan seumur hidup. Tak hanya itu, kegemarannya makan enak juga mendorong Titi membuka restoran. Sementara itu, setiap orang biasanya punya kebiasaan baru setelah menikah. Seperti penyanyi Titi Kamal yang rajin ganti seprai setelah dinikahi oleh Christian Sugiono. "Sekarang jadi rajin menyediakan sarapan untuk Tian, rajin ganti handuk dan seprai saja supaya lebih rapih," ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Titi memang lebih rajin memperhatikan dan mengerjakan sejumlah pekerjaan rumah tangga setelah menjadi nyonya Christian Sugiono. Selain ingin belajar menjadi istri yang baik, Titi dan Tian memang tidak menggunakan jasa pembantu. Lalu bagaimana persiapan Titi dan Tian di bulan Ramadan? "Biasa saja, yang penting makanan terjamin," imbuhnya. (dh)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang