Kamis, 27 Agustus 2009

Upaya Anti Terorisme di Kabupaten Karawang

ABSEN CAMAT DANA KADES: Para camat dan para kades sedang dicek absensinya oleh Asda 2 karena terlambat hadir di Rakor soal terorisme di Aula Husni Hamid Pemkab Karawang, kemarin. Mereka diminta tetap disiplin kendati kerja sambil berpuasa.

KARAWANG, RAKA – Seluruh aparat pemerintahan, khususnya di tingkat desa, diminta lebih waspada terhadap berbagai kemungkinan aksi terorisme. Sebagai langkah antisipasi, setiap tempat-tempat kos atau rumah kontrakan diminta didata penghuninya. Bila perlu, bukan hanya diperiksa kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang bersangkutan, tapi juga dikros check ulang alamat asal seperti tertulis di KTP tersebut.

Demikian pernyataan sikap yang sama dari seluruh unsur Muspida saat mengikuti rapat koordinasi (rakor) dengan kalangan Muspika yang melibatkan para kepala desa dan lurah se-Kabupaten Karawang di aula Husni Hamid, Rabu (26/8) pagi. Rakor yang membahas khusus mengenai upaya antisipasi terhadap terorisme, Bupati Dadang S.Muchtar sempat mengingatkan bahwa keberadaan teroris termasuk sebagai bahaya laten.

“Saya minta semua desa dan kelurahan menggalakan kembali Pos Ronda atau siskamling. Setiap warga pendatang di setiap tempat diwajibkan melapor ke ketua RT atau RW setempat. Kewajiban lapor 1 X 24 jam harus kembali diterapkan. Jangan sekedar hanya tulisan di papan nomor rumah. Karena sekarang ini kebiasaan kontrol ketat terhadap lingkungan dari ketua RT sudah banyak ditinggalkan. Malah ketika ada warga luar datang dan menginap pun di rumah warga, ketua RT malah tidak tahu. Ini jangan sampai terjadi,” tegas bupati.

Hal senada diungkapkan Kapolres AKBP Rudy Antariksawan. Pihaknya sependapat bahwa pengawasan paling efektif dalam mempersempit gerak para teroris adalah di tingkat bawah. Yakni, pemerintahan desa atau kelurahan hingga sampai lingkungan RT. Makanya sebagai aparat penegak hukum, jajaran Kepolisian, kata Rudy, berharap banyak kepada yang dibawah itu harus lebih berupaya keras dalam mengantisipasi segala kemungkinan tumbuh dan bergeraknya kalangan teroris bersembunyi.

“Alhamdulillah di Karawang memang tidak ada aksi-aksi teror. Kalau pun di beberapa daerah muncul ada teror yang dibuat karena iseng, ada pula yang memang sengaja untuk menakut-nakuti masyarakat. Buktinya, anak kecil dikabarkan sempat meneror rumah sakit melalui SMS hanya disebabkan oleh rasa jengkelnya terhadap orang yang dianggapnya telah menipu dia. Kalau tidak cermat, berarti peluang untuk melakukan teror selalu saja ada bagi setiap orang,” ungkap Kapolres.

Selain aksi-aksi terorisme, Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap aksi-aksi perampokan. Dimungkinkan karena letak geografis Karawang sangat strategis berdekatan dengan kota besar seperti Jakarta dengan akses jalan sangat mudah, peluang ini dimanfaatkan sama orang-orang berpikir jahat untuk selalu melakukan aksinya. Berdasarkan catatan RAKA, beberapa aksi perampokan bersenjatakan api dan sejata tajam lainnya itu, seringkali terjadi di perumahan-perumahan. Seperti Perumnas Bumi Telukjambe, Perum Resinda, hingga Graha Karawang. Bahkan aksi serupa sempat terjadi di toko emas hingga bank di sepanjang jalan Tuparev dan By Pass A Yani.

Kembali ke soal teroris, Dandim 0604, Letkol (Inf) Ronta Agus, mengatakan, bahwa cara-cara yang dilakukan teroris untuk merekrut calon anggotanya yang paling mudah melalui isu-isu agama atau penggunaan simbol-simbol agama. Kendati, ia menilai, penggunaan nama agama itu hanya sebagai kedok agar doktrin yang diberikan sang gembong teroris bisa cepat diterima. Ketika yang direkrut dianggap berhasil masuk kelompoknya, tugas pertama yang diberikan mulai dari tugas ringan hingga berat.

“Makanya kami (TNI -red) sedang menunggu Undang-undang keamanan nasional. Ini nantinya yang kami pergunakan untuk melakukan pemberantasan terhadap sarang-sarang teroris. Kedepan tidak hanya diserahkan sepenuhnya kepada aparat Kepolisian.TNI memang mesti turun terlibat mengamankan. Di Malaysia dan Singapura saja telah ada Undang-undang seperti ini. Tak heran jika di kedua negara tetangga itu setiap muncul gerakan yang dikira dapat mengganggu keamanan nasional negaranya, langsung dihadang,” tandas Dandim. (vins)

Tim Kejari Karawang Periksa Ruang Bupati, Terkait Penyitaan Barang Bukti Kasus Macan


KARAWANG,RAKA- Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang, melakukan penyitaan tiga offset macan (macan diawetkan) yang berada di ruang kerja Bupati Karawang, Dadang S Muchtar, Rabu (26/8). Pemeriksaan tersebut untuk mengetahui keberadaan offset macan yang dijadikan barang bukti dalam kasus korupsi pengadaan barang dan jasa, di Bagian Perlengkapan, Setda Kabupaten Karawang.

Berdasarkan pantauan, sekitar pukul 12.30 WIB, Ketua tim penyidik, Arief Budiman, beserta anggota penyidik, Bobby Ruswin, Arfan Halim, Sugiah dan Slamet Supriyadi mendatangi kantor bupati Karawang, Dadang S Muchtar dan melakukan pertemuan tertutup selama 30 menit. Selain tim penyidik, kedua tersangka Didin Abidin dan Didi Muklis dan rekanan dari CV Arti Teknik, Irvan Sungkar juga turut dihadirkan.

Menurut sumber, dalam pertemuan tersebut, tersangka Didi Muklis meminta waktu selama empat menit untuk berbicara empat mata dengan Dadang S Muchtar. Si sumber pun tidak mengetahui apa isi pembicaraan antara sekertaris pribadi (Sekpri) tersebut dengan atasannya. Setelah melakukan inspeksi mendadak dan pertemuan singkat, tim penyidik langsung kembali dan melanjutkan pemeriksaan saksi dan tersangka.

Untuk tersangka, Didin Abidin pemeriksaan dilakukan oleh Slamet Supriyadi, Didi Haryadi Muklis diperiksa oleh jaksa penyidik Bobby Ruswin. Selain tersangka, saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangannya adalah, Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Karawang, Arifin H Kertasaputra.

Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karawang, Arief Budiman, pihaknya melakukan pengecekan dan penyitaan barang bukti sebanyak tiga offset macan. “Setelah dilakukan pengecekan barang tersebut memang ada, yang terdiri dari dua jenis macan yang diawetkan, diantaranya, macan Sumatera dan macan India,” katanya.

Arief menambahkan, penyitaan sendiri tidak serta merta offset macan tersebut dibawa. Pasalnya, ketiga offset macan tersebut membutuhkan perawatan yang khusus, sehingga kami titipkan dan tetap dirawat oleh Pemkab Karawang. “Itu yang menjadi pertimbangan dasar kami, kenapa offset macan tidak kami bawa,” jelasnya.

Saat dilakukan penyitaan, lanjut Arief, Dadang S Muchtar tidak mempersulit dan menghormati prosedur hukum yang diambil. Bahkan Dadang juga meminta kasus ini segera disidangkan. Untuk menyeret pejabat Karawang lainnya dalam kasus ini, Arif menyatakan, pihaknya tidak mau terburu-buru dan tetap melihat mengikuti alur penyidikan.

“Untuk menetapkan tersangka baru, kita membutuhkan unsur-unsur pendukung dan bukti baru sebagai syarat untuk menetapkan seseorang untuk menjadi tersangka,” bebernya. Terkait pemeriksaan Sekda Kabupaten Karawang, Arifin H Kertasaputra, Arif menyatakan, dirinya memberikan sebanyak 15 pertanyaan seputar kapasitas dia sebagai pengguna anggaran untuk seluruh kegiatan yang diadakan di Sekretariat Daerah Kabupaten Karawang. (ops)

Kader PDI-P Setuju Kursi Ketua DPRD di Lembaga Legislatif Karawang Dipilih


KARAWANG, RAKA
– Keinginan anggota DPRD dari PAN agar kursi ketua di lembaga legislatif Karawang harus dipilih, mendapat respon positif dari pengurus PDI-P sendiri. Sebab untuk menentukan orang yang layak pemimpin lembaga wakil rakyat, dianggapnya, tidak begitu mudah dengan pertimbangan senioritas atau pengurus inti di parpol bersangkutan yang memiliki hak atas kursi tersebut.

Hal ini dikemukakan Wakil Sekretaris DPC PDI-P, Moch Chattaman, SE. Menurutnya, ia sepakat orang yang hendak dimajukan sebagai calon ketua DPRD harus dipilih ulang. “Hanya hak partainya tidak hilang. Untuk di Karawang berarti PDI-P sebagai pemenang Pemilu 2009. Person atau orangnya, silahkan tunjuk ulang melalui proses dan mekasnisme pemilihan oleh 50 orang anggota dewan sekarang,” ujar Chattaman.

Pemilihan bagi calon ketua DPRD, lanjut Chattaman, adalah tetap berdasarkan ketentuan yang diatur Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Pelaksanaannya nanti diaplikasikan melalui tata tertib DPRD yang nanti dibuat. Tegas dia, tidak lantas serta merta karena partai mempunyai hak sebagai pimpinan mengusulkan personnya sendiri. Karena bagaimana pun, tantangan Karawang kedepan lebih berat. Sehingga membutuhkan orang-orang pemimpin di lembaga pemerintahan ini yang diakui kredibilitas maupun akuntabilitasnya.

“Makanya Tatib segera buat. Jangan lantas dibiarkan kosong. Apalagi dalam beberapa hari terakhir tidak ada kegiatan apapun di gedung DPRD. Daripada bengong, mending segera ambil sikap buat draft Tatib. Keberadaan Pimpinan DPRD sementara yang ada sekarang bisa jadi gambaran bagaimana kinerja mereka dalam membuat terobosan. Sekali lagi saya sepakat kursi ketua DPRD harus dipilih dari partai yang memiliki hak atas kursi itu. Walau bagaimana pun kesan demokratisasi antara hak memilih dan dipilih dari semua anggota dewan harus terciptakan,” tandas Chattaman.

Sistem yang diambil, ia menyarankan bisa per paket atau sendiri-sendiri atas usulan fraksi atau parpol bersangkutan. Kendati ia tidak membantah bahwa ketentuan yang diatur di internal PDI-P, seperti surat DPP No.441, mengakomodir urutan ketua atau sekretaris atau fungsionaris partai dipasang di Pimpinan DPRD. Selanjutnya diajukan kepada fraksinya untuk diinstruksikan kepada mekanisme di internal DPRD.

Di sisi lain, tambah Chattaman, dewan juga mengacu pada Undang-undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, serta ketentuan dalam Tatib DPRD. “Ini untuk menjaga kredibilitas dan akuntabilitas lembaga wakil rakyat. Tidak menutup kemungkinan diadakan pemilihan melalui pembentukan pantia pemilihan Pimpinan DPRD. Apapun bentuknya, sepanjang bagi pengembangan demokratisasi tanpa harus keluar dari ketentuan perundang-undangan, PDI-P pasti setuju,” ucapnya. (vins)

Warga Kalangsari Yang Divonis Mati Tinggal Tunggu Eksekusi

KARAWANG, RAKA – Ketua Pengadilan Negeri Karawang, H. Endang Mulyanto, SH, mengabarkan, bahwa terdakwa Asim aias Unyil bin Usen warga Desa Kalangsari Kecamatan Rengasdengklok telah divonis mati oleh Mahkamah Agung. Turunnya vonis ini, menurutnya, merupakan putusan kasasi setelah sebelumnya di tingkat pengadilan hanya diberikan hukuman 20 tahun penjara.

Pernyataan ketua PN tersebut disampaikan disela-sela kegiatan rapat koordinasi kalangan Muspida dengan seluruh unsur Muspika se-Kabupaten Karawang mengenai langkah antisipasi dalam mempersempit gerak kelompok teroris, di aula Husni Hamid, Rabu (26/8) pagi. “Ini putusan paling cepat. Ternyata di Karawang ini ada terdakwa yang terkena hukuman mati. Putusan MA sudah inkrah. Tinggal menunggu eksekusi. Nanti bagian teman-teman jaksa melakukan eksekusi,” ungkap Endang.

Ditegaskan dia, tidak ada alasan lain untuk mengungkapkan putusan hukum yang diterima Unyil, kecuali hanya sekedar mengingatkan masyarakat agar jangan coba-coba melakukan pelanggaran hukum. Yang jelas seperti teroris sudah sangat berpeluang bila tertangkap dan diproses hukum bakal terancam tuntutan hukuman mati. Termasuk berbuat kriminal hingga membuat orang lain terbunuh, seperti dilakukan Unyil, disebut Endang, ternyata harus menerima putusan hukuman mati.

“Tidak pernah ada yang menduga kalau seorang Unyil yang dinyatakan terbukti melakukan pembunuhan berancana di Kaceot Kalangsari Rengasdengklok tahun 2008 harus menerima hukuman mati. Ketika Pengadilan memutus dia bersalah dengan hukuman 20 tahun penjara, ternyata ketika naik kasasi ke Mahkamah Agung malah keluar vonis hukuman mati. Makanya hati-hati terhadap hukum. Jangan pernah sekali-kali melakukan perbuatan yang melanggar hukum,” ujar Endang mewanti-wanti.

Di tempat terpisah, Humas PN Karawang, Josep V. Rahantoknam, SH, memperjelas, bahwa kendati putusan kasasi dari MA terhadap hukuman mati kepada Unyil telah keluar, namun berkas lengkap mengenai putusan itu belum diterima pihaknya hingga kemarin. Kecuali baru pemberitahuan. “Kita di PN Karawang ini baru diberitahu tanggal 19 Juni lalu. Suratnya nyampe ke sini 2 Juli. Memang biasanya berkas lengkap atas putusan kasasi dari MA baru masuk ke kita antara 3 sampai 4 bulan setelah putusan hukum keluar,” jelas Josep.

Lebih lanjut diungkapkan dia, putusan kasasi dari MA atas terdakwa Unyil yang kini disebutnya resmi sebagai narapidana, ditetapkan tanggal 3 Juni 2009. Mengenai eksekusi atas putusan MA tersebut, kata Josep, tergantung apakah terdakwa akan melakukan PK (Peninjauan Kembali) atau minta grasi ke Presiden. Diakuinya pula, putusan kasasi atas kasus Unyil ini terbilang cepat. “Mungkin karena statusnya sedang dalam tahanan. Hingga kini masih di tahan di LP Warungbambu. Berarti kalau sekarang sudah jadi narapidana. Hanya tinggal menunggu eksekusi,” tandas Josep.

Ia juga menyebut, mengenai pelaksanaan eksekusi mati terhadap Unyil, sepenuhnya ada di tangan Kejaksaan Agung. “Kita di PN tidak lagi dilibatkan. Mungkin nanti dengan keluarga narapidana bersangkutan yang dipanggil untuk membicarakan mengenai waktu eksekusi mati itu. Bisa di Karawang, bisa pula di daerah lain. Semua tergantung Kejaksaan Agung,” pungkas Josep sambil pamit akan melanjutkan sidang yang sedang ditanganinya, kemarin siang. (vins)

Irigasi Teknis Jatisari Tercemar Limbah

KARAWANG,RAKA- Meski irigasi teknis yang mengairi sawah di Desa Situdam dan Barugbug, Kecamatan Jatisari,Karawang diduga kuat sudah tercemar limbah pabrik, petani setempat atau petani penggarap yang datang dari luar Karawang masih tetap memanfaatkan aliran air tersebut untuk mengairi sawah terutama di musim gadu. Anehnya, tanaman sayuran yang ditanam memanfaatkan air tercemar itu justru tumbuh subur.

Kus Endang (35), petani penggarap asal Brebes ketika ditemui di areal sawah garapannya yang berlokasi di Kampung Kaliwaru Desa Situdam, Jatisari mengatakan, dirinya tidak mempunyai pilihan lain selain memanfaatkan aliran irigasi yang diatur dari bendungan Barugbug itu."Air ini memang berbau dan berwarna hitam tapi, tetap saja saya gunakan untuk mengairi sawah garapan ini" ujarnya.

Bahkan, untuk mengaliri sawah garapan tersebut, Kus harus merogoh kocek yang lebih besar untuk menyewa mesin pompa air. Untuk ukuran sawah seluas 1500 meter persegi, dibutuhkan waktu selama 36 jam dengan menghabiskan bahan bakar 30 liter."Meski harus dengan biaya yang mahal dan airnya tercemar limbah, saya tetap menggunakan air ini karena tanaman hasilnya bagus," tambahnya.

Eno(32) penggarap lainnya justru beranggapan bahwa air yang berwarna hitam dan berbau itulah yang menyebabkan tanaman cabai, timun suri, dan semangka tumbuh subur, karena sebelum limbah itu dibuang ke sungai sudah terlebih dahulu diproses dengan menggunakan pupuk."Air ini memang warnanya hitam pekat dipagi hari dan baunya menyegat hidung tapi, tidak terlalu gatal," ungkapnya.

Pantauan RAKA, air yang tercemar limbah itu ternyata juga mengalir ke pemukiman penduduk.Kendati begitu, tidak terlihat ada warga yang memanfaatkan air irigasi untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus(MCK) .Berbeda dengan air sungai Cibeet yang tercemar masih tetap dimanfaatkan warga Desa Wanakerta Kecamatan Telukjambe Barat untuk kebutuhan MCK.

Sementara itu, Kepala Bidang Penataan Hukum Kemitraan dan Pengembangan Kapasitas Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Pemprov Jawa Barat, Ratno Sadinata menyebutkan komitmen pemerintah daerah kota/kabupaten dalam penataan lingkungan akan tampak dari alokasi anggaran di bidang lingkungan. Menurut dia, untuk lingkungan di Kab. Karawang, alokasi anggaran yang ideal adalah senilai Rp 1 miliar. “Jadi kalau kepala daerahnya memang komit dengan penataan lingkungan dan pembenahan pencemaran lingkungan, maka alokasi untuk lingkungan memang harus besar,” katanya. (ops)

Golkar-PDIP Hanya Diperalat Demokrat

JAKARTA,RAKA- Pernyataan menarik disampaikan Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD), Achmad Mubarok. Pentolan Demokrat itu justru membuka rahasia partai yang belakangan berupaya menarik partai di luar koalisi untuk bergabung mendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono dalam lima tahun mendatang.

Dia mengatakan, kedekatan PD dengan Partai Golkar dan PDI-Perjuangan akhir-akhir ini hanya untuk menggertak parpol koalisi yang 'rewel' terhadap proses penyusunan kabinet mendatang. “Ini permainan politik yang belum tahu ujungnya. Dan ini kita buat untuk menekan mitra koalisi agar seolah-olah kita dekat dengan PDIP dan Golkar supaya yang lain nggak berani macem-macem,” kata Mubarok dalam diskusi bertajuk ‘Kontrak Politik versus Hak Prerogatif Presiden’ di Gedung DPD RI, Rabu (26/8).

Bahkan yang kini masih hangat adalah soal dukungan Partai Demokrat kepada Ketua Dewan Pertimbangan Pusat (Depperpu) PDIP Taufiq Kiemas yang berminat menduduki jabatan Ketua MPR RI periode 2009-2014, sampai soal rumors jatah kursi menteri yang akan diberikan Partai Demokrat kepada kedua partai seterunya, yakni PDIP dan Golkar. Menjawab pertanyaan tentang siapa diantara mitra koalisi yang 'rewel'? Achmad Mubarok enggan menyebutkan. 'Nggak usah saya sebut juga sudah tahu sendiri lah. Yang banyak tuntutan akhirnya sekarang sudah terserah pak SBY saja,” cetusnya.

Dia mengingatkan, banyaknya tuntutan dari mitra koalisi SBY telah membuat sistem presidensial menjadi terdistorsi. Tetapi dengan Partai Demokrat memunculkan manuver mendekati Golkar, juga PDIP dalam hal ini melalui Ketua Depperpu PDIP Taufiq Kiemas, maka semua bisa teratasi. “Permainan dalam politik itu nuansanya indah dan menyenangkan. Tapi bukan bermain-main,” tuturnya sambil menegaskan bahwa yang melakukan pendekatan selama ini bukan dari pihaknya, melainkan dari PDIP lah yang awalnya mendatangi Partai Demokrat.

Terkait soal jatah menteri yang menjadi perdebatan oleh mitra koalisinya selama ini, menurut Achmad Mubarok, kali ini SBY tidak akan bisa diteror siapapun yang meminta jatah menteri. Saat ini, katanya, SBY sudah merdeka menegakkan sistem tanpa perlu membuat kontrak politik. “Beda kondisi tahun 2004 yang membuat pak SBY penuh tekanan dalam membuat sebuah kontrak politik dan menyusun menteri-menteri di kabinet. Sekarang ini pak SBY nggak bisa diteror seperti 2004 lalu,” tuturnya.

Khianati Koalisi
Sementara itu, pengamat Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bakti menilai sikap Partai Demokrat (PD) yang mendekati PDIP yang diakui Ahmad Mubarok sebagai bagian dari permainan politik, justru merupakan bentuk pelanggaran kontrak politik Demokrat dengan partai koalisinya. Demokrat dinilai telah berlaku tidak santun terhadap partai koalisi pendukung SBY-Boediono. "Kalau begitu, siapa yang tidak santun dalam berpolitik? Dulu partai-partai peserta pemilu diajak untuk berkoalisi dengan Partai Demokrat. Sekarang ditekan dengan cara memperalat PDIP dan Golkar yang dalam pilpres menjadi rival politik SBY," kata Ikrar Nusa Bakti Rabu (26/8).

Bahwa rencana koalisi PD dengan PDIP dinilai akan memberikan rasa nyaman bagi kedua partai, itu sangat logis. Apalagi PDIP juga sudah lelah menjadi oposisi. "Tapi bisa dibayangkan, pemerintahan macam apa yang akan terbentuk dengan parlemen yang tidak berani mengatakan 'tidak' untuk sebuah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak membela rakyat?" tanya Ikrar. Secara terpisah, pengamat Politik dari Indonesian Institute, Cecep Effendy, menganggap wajar jika SBY sebagai pemenang pilpres menghimpun sebanyak mungkin koalisi dalam rangka menyusun pemerintahan yang didukung oleh DPR.

“Jadi kalau ada yang mengkritik SBY kok mengumpulkan kekuatan banyak sekali, rasanya aneh juga, karena siapapun pemenang pilpres pasti akan melakukan hal yang sama" kata Cecep.
Yang harus dipertanyakan adalah partai-partai yang tadinya berseberangan kini berubah arah mendukung, apakah sebenarnya mereka satu nafas dengan SBY? “Mereka seharusnya punya harga diri, masa semuanya mau ditukar dengan kursi menteri," tanya dia.

Cecep menjelaskan, sikap serba instant dan tidak konsisten akhirnya membuat partai-partai tumbuh tanpa ideologi. Di banyak negara demokrasi, oposisi atau menjadi bagian dari pemerintahan tidak masalah. Bahkan partai yang berada di luar kekuasaan mampu bertahan dan sukses memperjuangkan ideologinya. "Pelajaran demokrasi berharga inilah yang sama sekali tidak dimaknai oleh partai politik di Indonesia. Parpol lebih mengandalkan kekuasaan sebagai satu-satunya sumber uang untuk menghidupkan partai. Mestinya tumbuh dan kembangnya sebuah partai harus bertumpu pada militansi kadernya," kata Cecep Effendy. (JPNN)

Mengunjungi Abu Dhabi, Negara di Emirat Arab yang Gencar Membangun, Ada Satu Pulau Disulap Jadi Pusat Spa

Keinginan Abu Dhabi menjadi negara modern sangat serius. Mereka tak tanggung-tanggung menghabiskan dirham untuk membangun peradaban baru. Berikut laporan wartawan Jawa Pos, Endrayani yang baru datang dari sana.

JIKA tak ada sumber minyak, bayangkan apa yang bisa dilakukan sebuah negara atau kota yang hampir semua penjurunya gurun pasir dan lautan bebas. Apalagi, kalau harus mengubah kota tersebut menjadi kota wisata. Panas menyengat, pemandangan yang hanya berupa pasir dan lautan bebas. Bagaimana bisa menarik wisatawan" Namun, jawaban itu ada di Abu Dhabi, ibu kota negara Uni Emirat Arab. Negara yang 80 persen "warganya" adalah ekspatriat itu telah disulap menjadi pusat hiburan dan pelesir tingkat dunia.

Investasi yang ditanamkan tak tanggung-tanggung. Kini yang berdiri di atas gurun pasir adalah hotel-hotel berbintang lima, lengkap dengan resor dan vila. Juga mal-mal mewah dan resto kelas dunia. Hotel seperti Shangri-La, Emirates Pearl, Emirates Palace, dan Al Raha, merupakan hotel berbintang yang biaya per malam 400?700 dirham atau sekitar Rp 1,5?2 juta. Bahkan, di Emirates Palace per malam bisa Rp 180 juta untuk president suite room. Saat ini, meski udara sangat menyengat di musim panas (sekitar 44?48 derajat Celsius), tingkat hunian hotel sangat penuh. "Musim panas okupansi hotel minimal 75 persen. Sebagian besar adalah wisatawan mancanegara," kata Kamal, general manager (GM) Hotel Al Raha, salah satu hotel berbintang lima di Abu Dhabi.

Pembangunan yang sangat pesat membuat kehidupan masyarakat Badui yang selalu bergerombol pindah dari satu gurun ke gurun lain (nomad) dengan menggunakan unta tak tampak lagi. Kini yang tampak jalan-jalan layang dengan tiga lajur hotmiks. Gurun pasir dibelah dengan jalan dan jembatan. Bahkan, pantai laut Arabia mulai diuruk. Ini hanya sebagian dari geliat Abu Dhabi untuk bersaing dengan negara modern lainnya. Syekh Khalifa Al-Nahyan, presiden yang sekarang (pengganti ayahnya Syekh Zayed Al-Nahyan), tampaknya, punya taste yang futuristik. Ini bisa dilihat tak hanya di bidang pembangunan infrastruktur, tetapi juga pembangunan pusat kebudayaan.

Bahkan, Kota Abu Dhabi disatukan dengan daerah pinggir teluk seperti Saadiyat Island, Corniche, South Beach, dan Wetland. Dengan demikian, tercipta satu kota yang komplet, baik di bidang bisnis (ekonomi) dan perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Abu Dhabi dibangun secara integral dengan daerah lain. Pembangunan tempat wisata berupa hotel mewah, resor, pusat kebudayaan, dan satu wilayah lain dijadikan tempat olahraga golf yang sudah hampir kelar (90 persen). "Paling lambat 2015 semua resor dan hotel tersebut selesai dibangun. Kini sudah 90 persen," ujar Mohamed Al Balooshi dari Abu Dhabi Tourism Authority (ADTA).

Pembangunan yang spektakuler dilakukan di Saadiyat Island. Tempat itu merupakan satu pulau yang dibangun khusus untuk pusat spa. Tempat itu menjadi pusat rileks yang serbawah. Sedangkan pantai selatan dijadikan pusat pendidikan dan pengembangan kesehatan, serta wisata keluarga. Di Wetland dikembangkan pulau dengan kekhususan bakau untuk menyelamatkan lingkungan dari eksploitasi kemodernan.

"Semua tempat itu bisa ditempuh hanya dalam waktu 15 menit dari Abu Dhabi. Selain menggunakan pesawat, ada jembatan melintas laut yang sudah direalisasikan," kata Mohamed.
Tak tanggung-tanggung, pulau pribadi milik keluarga Bani Yas (keluarga Syekh Zayed), Desert Island, dijual untuk wisata petualangan (biking, hiking) dan perkemahan. Pulau yang terpisah dari Abu Dhabi itu juga dipusatkan untuk cagar alam hewan khas Arab, seperti rusa, harimau, dan unta.Untuk menjadikan Abu Dhabi sebagai kota Islam yang mendunia, Syekh Khalifa mendatangkan orang-orang pintar dari seluruh dunia.

Di antaranya dari Jerman, Prancis, Tiongkok, dan Iran. Mereka dikerahkan untuk mengubah gurun pasir itu menjadi pusat pariwisata dan budaya. Saadiyat tak hanya untuk rileks. Pemerintah Abu Dhabi menjadikan tempat di pinggir teluk Arabia tersebut sebagai pusat kebudayaan. Tak kurang dari lima museum fantastik dibangun di sana. Salah satunya museum Guggenheim Abu Dhabi yang kini mulai diwujudkan. Dari namanya saja bisa ditebak, pembuat desain museum itu adalah orang Jerman. Dia bernama Frank Gehny.

Pulau Pribadi
Gurun pasir yang luas membentang seperti tak berujung, tampaknya, belum cukup untuk membangun tempat wisata di Abu Dhabi. Sampai-sampai, salah satu pulau pribadi milik keluarga Al-Nahyan yang besar itu dijual untuk tempat wisata.

Namanya Desert Island. Pulau yang menyendiri dan dikelilingi enam pulau kecil itu milik pribadi keluarga Syekh Al-Nahyan (keluarga penguasa Abu Dhabi). Di pulau yang tampak masih liar yang terdiri atas gunung pasir dan sungai berliku itu hidup banyak hewan khas Arab. Misalnya, rusa, unta, macan, dan burung unta. Pulau tersebut disebut sebagai pulau pribadi keluarga Al-Nahyan. Sebab, asal muasal keluarga Al-Nahyan, yaitu Bani Yas, hidup di pulau tersebut. Dengan demikian, pulau itu adalah pulau nenek moyang bangsa Uni Emirat Arab (UEA).Namun, seiring dengan keinginan Abu Dhabi menjadi pusat pelesir dunia yang terintegrasi, pulau tersebut pun "dijual" kepada pengunjung.

Di sana dibangun hotel berbintang lima. Namun, yang menarik, di Desert Island, para wisatawan diperbolehkan mendirikan perkemahan di luar. Mereka juga bebas melakukan panjat gunung, bersepeda di rute yang menantang, dan naik perahu kano, serta berenang di sungai. Namun, meski bangunan hotel dan resor di setiap bagian pulau bergaya futuristik (masa depan), di Abu Dhabi juga dibuat tempat wisata yang bernuansa padang pasir. Di tengah padang pasir dibangun puluhan hotel berbintang dan dilengkapi kolam renang. Bentuk bangunannya pun disesuaikan bangunan padang pasir.

Tampaknya, pemegang pemerintahan UEA yang kini di tangan Presiden Syekh Zayed Khalifa (anak pertama Syekh Zayed aAl-Nahyan) tak ingin imbas kemodernan menggerus peradaban Islam. Karena itu, meski pembangunan gila-gilaan berkiblat pada seni arsitektur modern, Abu Dhabi tetap memegang pembangunan budaya, khususnya Islam. Salah satu contohnya, sultan memboyong banyak karya seni bernilai tinggi dan mahal untuk dikumpulkan dan dipajang di gedung khusus yang disebut Louvre Abu Dhabi. Gedung yang sedang diwujudkan itu nanti tidak menggunakan lampu atau bantuan penyinaran buatan. Semuanya natural dari alam.

Gedung itu juga dibuat di atas air laut. Dengan demikian, bangunan terendam air sebagian (seperti kota yang kebanjiran). Jika matahari muncul, bangunan itu seperti diterangi lampu angkasa, terus bergerak hingga siang matahari penuh. Saat mulai sore, bangunan tampak kinclong, bukan karena lampu, tapi karena atap gedung yang artistik memunculkan sinar. Gedung tersebut buah karya seniman Jerman. Dengan cara demikian, pencinta seni tak akan bosan lagi melihat karya seni dunia. Tidak lagi melihat lorong dengan pajangan karya seni di dinding yang selama ini dilakukan tetapi dengan seni juga," ujar wanita yang menjadi guide yang tak mau diekspose namanya.

Karya yang dipajang dari abad 14-17 sesudah Masehi diusung dari berbagai penjuru dunia, seperti mushaf Alquran yang dibuat saat Dinasti Mamluk, dan Guci Amphora dari Yunani 520 sebelum masehi. Patung Bodhisatwa dari Pakistan, Kepala Budha dari Tiongkok (550-557 sesudah Masehi), dan Yesus memperlihatkan keajaibannya dengan telapak tangan setelah dipakai (Austria 1515). Juga simbol Yahudi dari San Marin (abad ke-5). Tak ketinggalan berbagai lukisan tak ternilai harganya. Di Abu Dhabi juga tegak berdiri masjid terbesar dengan ornamen yang sangat indah dan megah. Nama masjid itu sesuai pendirinya, Syekh Zayed Bin Sultan Al Nahyan. "Semua konsep diambil dari Alquran yang arsitekturnya dikonsepkan oleh Syekh Zayed," ujar Fatima Al Mehti yang setiap hari bertugas menerima wisatawan di masjid itu.

Masjid tersebut memang dibuat untuk memperlihatkan kepada dunia luar bahwa Islam adalah besar. Dengan demikian, semua orang (termasuk nonmuslim) boleh masuk ke masjid untuk melihat keindahannya. Namun, ada bangunan (masjid) yang lebih kecil terpisah yang berada di samping kanan Al-Nahyan, yang tak boleh dimasuki. Tempat ini khusus untuk membaca kitab suci Alquran. Sepanjang waktu dari masjid kecil itu terdengar alunan surat Alquran. Saat masjid baru dibuka, surat Ar Rahman (QS 55) terus berkumandang. Tidak seperti masjid lain, masjid Zayed Al Nahyan ini sangat indah. Sewaktu pengunjung masuk dari pintu utama, di setiap sisi dinding terlihat ornamen bunga dari marmer yang didatangkan dari Tiongkok. Sedangkan keramik lantai dari Italia. "Bunga merupakan lambang surga.

Ketika orang masuk masjid, dia seperti masuk surga dengan penuh bunga. Hanya gambar hewan dan manusia yang tidak boleh ada di masjid," tambah Fatima. Di ruang yang luas tempat salat wanita juga dipenuhi bunga, atapnya pun diukir bunga keemasan. Lantai dari marmer ditutup lagi dengan karpet handmade dari wool New Zealand yang memiliki ornamen (corak) satu-satunya di dunia. "Ornamen ini dibuat oleh profesor kaligrafi dari Iran Ali Khalaqi," ujarnya.

Ruang utama untuk salat jamaah pria juga dilapisi karpet handmade dengan luas 5,627 meter persegi. Tiang penyangga yang ada 99 buah di ruang ini dari marmer yang didatangkan dari New Zealand. Di atasnya terdapat speaker yang didesain menyatu dengan tiang.Mihrab masjid dibuat dari emas 24 karat dengan dinding warna putih yang di pusatnya terulis nama Allah, dan seluruh dinding terukir asmaulhusna. Ruang utama ini bisa menampung 10 ribu jamaah. Sedangkan ruang luar yang tak beratap bisa menampung sekitar 25 ribu jamaah.(*)

Soroti Pendidikan Agama di Purwasari


PURWASARI, RAKA
- Porsi pendidikan agama di sekolah saat ini masih relatif rendah dan lebih banyak pelajaran yang bersifat umum. Padahal, pendidikan agama merupakan pendidikan yang harus dimiliki siswa sejak dini. Pasalnya, pendidikan agama merupakan pondasi dan benteng siswa untuk tidak melakukan perilaku yang menyimpang dari agama. Hal tersebut dikatakan oleh guru SMK TK 76 Nurul Falah Yusuf Akbar kepada RAKA, Rabu (26/8).

Pada bulan Ramadhan, lanjutnya, pendidikan agama harus ditingkatkan. Supaya siswa semakin memahami agama yang diyakininya selama ini. Menurutnya, saat ini, generasi muda sudah mulai tidak menerapkan pendidikan agama dalam kehidupannya sehari-hari. Mereka telah terkontaminasi pola pikir barat yang bebas tanpa aturan. Hal ini, menurutnya, merupakan situasi yang memprihatikan generasi muda ke depan. Karena akhlak mereka sudah tidak mencerminkan budaya ketimuran. "Untuk mencegah pola pikir bebas tanpa aturan, salah satunya dengan cara pendalaman agama. Karena hal tersebut merupakan cara yang cukup efektif," jelasnya.

Yusuf menambahkan, Ramadhan bisa dijadikan sebagai langkah untuk memperdalam ilmu agama. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperdalam agama, seperti melakukan pesantren kilat. Di sekolahnya, pesantren kilat bukan hanya dilakukan pada saat Ramadhan saja, melainkan sebelum Ramadhan dimulai, dia telah menggelar pesantren kilat. Hal ini dimaksudkan agar hasil yang diinginkan lebih maksimal. "Ramadhan ini, program pendalaman ilmu agama terus dilakukan. Supaya siswa lebih memahami tentang agamanya. Dengan begitu, pondasi keimanan yang dimiliki akan mampu menangkal paham-paham yang tidak baik," tuturnya.

Dia melanjutkan, targetan yang diinginkannya, diharapkan siswa terus menerapkan ilmu agama yang didapatnya dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya pada saat Ramadhan saja, melainkan diterapkan terus menerus pada bulan-bulan berikutnya. Dengan begitu, siswa akan memiliki akhlakul karimah dan akan terhindar dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama maupun norma yang ada di masyarakat. "Siswa harus memiliki keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum. Agar ilmu yang didapatnya bisa terlihat sempurna. Karena tanpa ada keseimbangan, sumber daya manusia yang dihasilkan tidak akan maksimal," tutupnya. (asy)

MI Al Wasthiyyah di Kampung Gandoang Pangulah, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru Kekurangan Kelas

JEBOL: Selain kekurangan ruang kelas, kondisi bangunan yang ada pun cukup memprihatinkan.

KOTABARU, RAKA - Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Wasthiyyah yang berada di Kampung Gandoang Pangulah, Desa Pangulah Selatan, Kecamatan Kotabaru, masih kekurangan ruang kelas. Untuk menampung murid yang ada, ruang kantor kini dipergunakan sebagai ruang kelas. Menurut Ketua Yayasan Al Wasthiyyah Yoyo Sutaryo, Rabu (26/8) siang, banyak warga setempat maupun lainnya yang menyekolahkan anaknya di sekolah dasar Islam tersebut.

Sayangnya, kata dia, raung kelas yang ada sudah tidak lagi bisa menampung murid yang ada. Kendati begitu, pihaknya telah mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah daerah untuk pembangunan lokal tersebut, namun hingga sekarang belum ada jawaban atas ajuannya itu ."Ruang kelas merupakan salah satu sarana belajar mengajar. Kalau sarananya kurang memadai, belajar kurang maksimal. Kami sedang mengupayakan agar ruang belajar bisa tercukupi," paparnya.

Dia melanjutkan, pihaknya telah mengajukan dua kali proposal ajuan kepada pemerintah daerah, bahkan pernah ada dari utusan pemerintah daerah yang meninjau langsung kondisi sekolahnya. Namun hingga kini, realisasi atas ajuan yang dilakukannya belum nampak. Sementara kebutuhan ruang kelas sudah mendesak, seiring dengan terus bertambahnya murid yang bersekolah di tempatnya. "Dulu pernah dilakukan survei terhadap sekolah kami tapi hingga kini belum ada realisasi atas proposal yang kami ajukan," terangnya.

Saat ini jumlah murid yang sekolah tersebut, lanjut Yoyo, berjumlah 190 orang. Sementara ruang kelas hanya berjumlah 5 lokal. Pihaknya telah mendapatkan bantuan dari Depag Pusat untuk pembangunan dua lokal ruang kelas. Namun bantuan tersebut belum cukup untuk membangun ruang kelas sekolahnya. Untuk itu, dia mengharapkan ada bantuan dari pemerintah daerah untuk pembangunan sekolahnya tersebut. "Kebutuhan saat ini diperkirakan dua lokal lagi, supaya tiap kelas memiliki ruangnya masing-masing. Ditambah untuk perpustakaan dan ruang guru," jelasnya.

Untuk jumlah guru sendiri, jelasnya, MI Al Wasthiyyah memiliki guru 9 orang, ditambah lagi dengan satu orang tata usaha (TU). "Kami akan terus berupaya untuk memajukan sekolah ini. Karena pendidikan agama merupakan pendidikan yang sangat penting untuk masa depan bangsa. Kami berharap ada bantuan untuk membangun madrasah ini," tutupnya. (asy)

ABG Cilamaya Mau Diselundupkan, Kini Diamankan di Depsos RI

CILAMAYA KULON, RAKA - Sebanyak 7 remaja putri (ABG) berusia 15 hingga 17 tahun yang akan diberangkatkan ke Jordania, diamankan di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Departemen Sosial RI, Jakarta. Saat dihubungi RAKA, Rabu (26/8) siang, aktifis Camp Migrant Bobi Anwar Maarif membenarkan hal tersebut. Bahkan ia menyebutkan, pihaknya juga telah memperoleh informasi tersebut dari Ketua Divisi Rehabilitasi Sosial RPSA Depsos RI Emi Widiati MSi, Selasa (25/8) lalu.

Diterangkannya, berdasarkan informasi tersebut, 7 korban perdagangan orang tersebut didapatkan dari hasil razia yang dilakukan oleh Polda Metrojaya pada Senin 24 Agustus 2009 lalu terahadap tempat penampungan TKI yang berada Kelurahan Susukan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Dari hasil razia tersebut diketahui bahwa pemilik penampungan ilegal tersebut milik Sponsor Caswen dari Desa Rawagempol Wetan, Kecamatan Cilamaya Wetan. "Ketujuh ABG tersebut, lima diantaranya berasal dari Karawang. Dua dari Cilamaya Wetan, dua dari Cilamaya Kulon dan satu dari Banyusari.

Sementara ABG lainnya berasal dari Subang," paparnya.
Bobi menambahkan, ketujuh ABG tersebut, saat ini masih diamankan di RPSA Depsos. Ketujuh ABG tersebut adalah, Junisah dari Kampung Warakas, Desa Kutaraharja, Kecamatan Banyusari, Saliyah binti Karto dari Kampung Pasirputih, Desa Sukajaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Carti dari Kampung Kopo, Desa Muktijaya, Kecamatan Cilamaya Kulon, Roikah dari Kampung Cermin Timur, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilamaya Wetan dan Ratnasari dari Kampung Alang-alang Lanang, Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan. Sementara itu, ABG yang berasal dari Kabupaten Subang antara lain, Evi Komalasari dari Dusun Tegal Tangkil dan Ida dari Kranganyar, Kecamatan Blanakan. "Hingga saat ini Polda Metrojaya masih sedang mengembangkan kasus penempatan TKI ilegal yang dilakukan oleh sponsor tersebut," jelasnya Bobi.

Aktivis Camp Migrant lainnya, Yadi Singa mengungkapkan, maraknya bisnis haram tersebut terjadi karena calon TKI merupakan objek komoditi yang bisa meraup keuntungan besar. Rerekrutmen calon TKI atau menjadi sponsor menjadi lapangan kerja baru ketika orang sulit mendapatkan lapangan pekerjaan. Namun sayangnya keberadaan mereka tidak terlembagakan dalam satu perwakilan kantor cabang PPTKIS, sehingga kontrol sangat kurang.

"Minimnya peran Pemkab untuk melakukan tindakan preventif misalnya sosialisasi penempatan tenaga kerja yang baik dan benar sesuai dengan undang-indang 39/2004, faktanya 99,9% informasi yang diterima calon TKI berasal dari sponsor," pungkasnya. Camat Cilamaya Kulon Tatang Rosyidin ketika dihubungi melalui ponselnya mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan terjadinya kasus tersebut. Padahal, katanya, pihaknya telah melakukan sosialisasi ke tiap-tiap desa mengenai masalah TKI. Apalagi beberapa waktu lalu juga pernah ada kasus mengenai TKI yang menimpa warganya.

Dari kasus tersebut, ada informasi bahwa yang menjadi sponsornya merupakan keluarga dari salah seorang anggota polisi. "Untuk kasus yang terbaru saat ini, saya belum mendapatkan informasinya. Saya akan melakukan kontak dengan Dinsos perihal kasus ini. Saya sangat menyayangkan kasus semacam ini masih terjadi, padahal sosialisasi terus dilakukan," sesalnya.
Sementara itu, Camat Cilamaya Wetan Andi Muradi menuturkan, walaupun belum mengetahui secara pasti, dirinya menyayangkan atas kasus traficking yang menimpa warganya tersebut.

Menurutnya, pendidikan dan masalah ekonomi disinyalir menjadi rapuhnya masyarakat sehingga mereka mau bekerja di luar negerai walaupun belum memasuki umur. "Saya belum mengetahui untuk kasus terbaru. Saya selalu melakukan sosialisasi pada Kepala Desa mengenai masalah TKI. Terkadang orang tua anak juga selalu memaksakan anaknya untuk bekerja di luar negeri walaupun belum cukup umur. Entah karena kebutuhan ekonomi ataupun lainnya kurang begitu diketahui. Saya sangat menyayangkan atas kejadian ini," terangnya. (asy)

Warga Kampung Jungklang, Desa Pamekaran Diperiksa Polisi

JATISARI, RAKA - Setelah melakukan penyelidikan dan melakukan pemanggilan terhadap saksi-saksi dari pihak korban, Rabu (26/8) siang, Polsek Jatisari memanggil salah seorang yang diduga tersangka pengeroyokan pemuda warga Kampung Jungklang, Desa Pamekaran, Kecamatan Banyusari. Menurut penyidik kasus tersebut, pihaknya sedikitnya telah melakukan penyelidikan terhadap tiga orang saksi dari pihak korban. Dari keterangan saksi-saksi, pihaknya terus mengembangkan kasus tersebut.

Pihaknya pun selalu melakukan kunjungan terhadap lokasi pelaku, tapi hasilnya selalu nihil. Akhirnya setelah melakukan proses yang cukup lama, salah seorang yang diduga tersangka pengeroyokan yang bernama Hasan berhasil diperiksa. "Setiap kali datang ke kampung para tersangka, tersangka selalu tidak ada di tempat. Kami telah menyarankan kepada para tersangka untuk menyerah, jangan sampai ditangkap paksa oleh petugas. Dan sekarang baru satu orang yang dapat diperiksa," papar penyidik tersebut.

Berdasarnya keterangan dari Hasan, lanjutnya, untuk sementara Hasan tidak statusnya masih sebagai saksi. Pasalnya, dari pengakuannya dia tidak ikut melakukan pemukulan, hanya pada saat kejadian peristiwa tersebut, dia sedang berada di tempat kejadian bersama dengan pelaku. "Untuk sementara, dia statusnya masih saksi bukan tersangka. Soalnya dari keterangannya, dia hanya berada di tempat kejadian dan tidak ikut memukul korban. Tapi dari dia akan terus dikorek informasi untuk menangkap pelaku pengeroyokan kasus ini," tuturnya.

Sementara itu, Hasan saat dikonfirmasi RAKA, mengutarakan kronologis kejadian peristiwa tersebut. Menurutnya, saat itu, korban menyalip motor yang ditumpanginya bersama dengan Adin, pelaku pengoroyokan. Saat menyalip, korban meraung-raungkan motor dihadapannya, kejadian tersebut berulang hingga dua kali. Karena merasa tidak enak hati, Adin langsung menggulingkan motornya dan langsung memukul korban. "Saya ikut membonceng motor Adin, baru pulang dari Gempol habis main. Di tengah perjalanan korban meraung-raungkan motornya. Karena merasa tak enak hati korban diberhentikan dan dipukul," terangnya.

Kebetulan, lanjutnya, peristiwa tersebut terjadi di kampungnya. Ketika Adin melakukan pemukulan, temannya yang sedang nongkrong secara spontan ikut melakukan aksi pemukulan, padahal pada saat itu mereka tidak tahu persis persoalan yang terjadi. Menurut Hasan, dia tidak melakukan aksi pemukulan. Pada saat itu, dia sedang membangunkan motor yang digulingkan oleh Adin. "Ketika Adin mau memukul korban, dia langsung menggulingkan motor yang dibawanya. Saya yang ikut membonceng, langsung membangunkan motor dan tidak ikut melakukan aksi pemukulan," jelasnya. (asy)

Dicurigai Maling, Seorang Wanita Hampir Dikeroyok Massa di Depan Pasar Jatisari


JATISARI, RAKA
– Seorang wanita yang tak diketahui identitasnya, Selasa ( 25/8) malam, sekitar pukul 20.30 Wib, hampir dikeroyok massa di depan Pasar Jatisari.
Pasalnya, wanita yang menggendong balita tersebut sempat membuat kecurigaan warga yang melihat ulahnya. Ia menuntun sepeda motor milik Samsudin yang sedang diparkir di depan klinik.

Menurut salah seorang saksi mata, Irwan, kecurigaan itu kemudian diberitahukan kepada temanya, secara spontan teriakan maling mengarah kepada wanita tersebut, otomatis warga yang kebetulan pulang tarawih langsung berdatangan. "Hampir saja warga yang emosi melakukan main hakim sendiri, tapi yang aneh setelah wanita itu ditangkap kemudian di introgasi jawabanya ngelantur tanpa mengutarakan jawaban yang jelas," terangnya.

Selanjutnya, dikuatirkan terjadi amuk massa wanita yang mengendong anak tersebut langsung dibawa ke Mapolsek Jatisari. Hal serupa juga dikatakan oleh wanita yang tidak memilik identitas tersebut. "Karena khawatir amarah warga tidak tertahankan dan bisa mengarah pada tindakan main hakim sendiri, akhirnya wanita tersebut dibawa ke kanor polisi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," paparnya.

Tapi lanjut Irwan, pelaku tidak menunjukan tanda-tanda perubahan ketika dibawa ke kantor polisi. Jawabannya tidak ada yang jelas dan cenderung ngelantur. Entah apa yang terjadi dengan pelaku, stres atau pura-pura stres tidak ada yang mengetahuinya. "Jawabanya selalu ngelantur, mulai ditanya soal nama serta alamatnya, wanita tersebut hanya tertawa dan tersenyum sendiri, sehingga warga memutuskan untuk melepaskan wanita tersebut," pungkasnya. (asy)

Abrasi Semakin Mengganas Disekitar Perairan Cemarajaya

ABRASI: Abrasi semakin mengganas disekitar perairan Cemarajaya. Untuk menahan hempasan gelombang laut itu, saat ini pengusaha tambak setempat menanamkan bambu-bambu disepanjang pingpir pantai untuk membelah gelombang yang menghantam. (get)

Rehabilitasi Saluran Cemara di Desa Cemara Jaya Mandeg


CIBUAYA, RAKA - Proyek rehabilitasi prasarana jaringan tambak dan normalisasi saluran Cemara di Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya mandeg. Padahal, Departeman Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Sumber Daya Air telah berjanji akan mengerjakan proyek ini pada Juni 2009 lalu.
 
Pekerjaan yang bersumber dari dana stimulus Fiskal TA. 2009 itu dipertanyakan kejelasan kelanjutannya. Seperti diutarakan Kordinator Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Desa Cemara Jaya, Cakim (50) kepada RAKA, Rabu (28/8). Menurutnya proyek yang diserahkan pelaksanaannya pada PT. Taruna Karya Pribumi dengan jangka waktu yang tertulis pada surat tembusan nomor PW. 02.03-SNVT.PPSDAC-PI/05 hanya baru sebatas pengiriman material tanpa kejelasan kapan pekerjaan rehabilitasi akan dilaksanakan.

"Kami telah berkordinasi dengan LSM HMNK dan telah beberapa kali memepertanyakan kejelasan kapan pekerjaan akan dilaksanakan pada Pihak PT Taruna Karya Pribumi selaku pelaksana. Namun, jawaban yang diterima bahwa Pt tersebut sedang melaksanakan pekejaan yang sama didaerah lainnya, "katanya, seraya mengatakan saat ini disejumlah titik cuma ada tumpukan material yang  belum digarap.

Diketahui, jelas Cakim, tertulis dalam surat tembusan yang sudah diterimanya pada tanggal 9 Juli 2009 lalu, sejak awal proyek pekerjaan akan mulai dilaksanakan. Bahwa pekerjaan akan dilaksanakan selama enam bulan. Terhitung dalam surat tembusan yang diterimanya. Proyek dilaksanakan mulai tanggal 9 juni 2009. Namun, belum ada kegiatan apapun dari pihak Pt yang akan melaksanakannya, hanya PT tersebut mengirim beberapa material batu yang kini ditumpuk di Desa Cemara dan akhirnya menjadi pajangan untuk masyarakat cemara.

"Karena itu, kami minta kejelasan kapan pekerjaan rehab prasarana akan dilaksanakan. Padahal, selain proyek ini diketahui memakan dana yang cukup besar juga beberapa material yang ditumpuk di pekarangan warga hingga dijalanan Desa Cemara sudah sangat mengganggu. Oleh karena itu, masyarakat menjadi bertanya tanya kapan pekerjaan akan dilaksanakan. Maka, kami harap Pihak Pt yang bertanggung jawab untuk pekerjaan ini agar secepatnya melaksanakan pekerjaan tersebut, "tegasnya.

Ketua LSM Himpunan Masyarakat Nelayan Karawang (HMNK), Supriatana, Sebagai fasilitator antara Masyarakat Cemara dengan Pihak Pemborong. Menyesalkan dengan sikap pihak PT Taruna Karya Pribumi selaku pemborong proyek tersebut karena menelantarkan pekerjaan dengan dana hingga millyaran itu begitu saja. "Bahkan, untuk beberapa material yang telah didatangkan ke Desa Cemara. Setelah kami telusur telah terjadi penyimpangan dana, "tandasnya. (get)

Perairan Cibuaya Mencekam, Ratusan Nelayan Antisipasi Serangan Nelayan Subang


CiBUAYA, RAKA
- Mencekam. Ratusan nelayan setempat saat ini meningkatkan kewaspadaan mengantisipasi serangan nelayan Subang. Hal itu menyusul penangkapan kapal jaring arad dari Subang tiga bulan lalu di sekitar perairan Cemara. Sementara nelayan Subang justru mengaku dirampok dan telah diperas. 
 
Tuduhan tentang tindakan pemerasan dan perampokan yang dilontarkan nelayan Kabupaten Subang dibantah keras nelayan Cemara, Kabupaten Karawang. Seperti diutarakan Ketua Rukun Nelayan Desa Cemara Jaya 2 Desa Cemara Jaya, Kecamatan Cibuaya, Subangun (40) kepada RAKA, Rabu (26/8). Ia menceritakan saat itu terjadi penangkapan kapal Jaring Arad dari kabupaten Subang di laut Cemara karena penggunaan alat tangkap yang mampu merusak ekosistem laut cemara.
Nelayan Cemara sendiri sebetulnya tidak menolak asalkan menggunakan alat yang ramah lingkungan. Sebab, kekayaan laut sebenarnya bebas dinikmati baik oleh nelayan Subang atau pun karawang bahkan nelayan daerah lainnya se Indonesia.

Dijelaskannya, saat penangkapan nelayan subang terjadi, para nelayan cemara berhasil mendapatkan beberapa barang bukti alat tangkap yang dapat merusak lingkungan laut cemara. Dan saat ini barang bukti itu disita oleh bagian kelautan, perikanan setempat. "Bahkan, kami berniat untuk melaporkan untuk dilakukan penahanan pada awak kapal yang tertangkap itu. Namun, kami sebagai nelayan masih berbaik hati untuk mengikuti keinginan para nelayan Subang yang tertangkap untuk menyelesaikan secara kekeluargaan dengan ganti rugi kerusakan dan hasil tangkapan disaksikan Bagian kelautan, perikanan setempat," katanya.

Kini, para nelayan Wilayah Utara Karawang Tepatnya di Desa Camara Jaya Kecamatan Cibuaya dituduh nelayan subang telah melakukan perampasan dan perampokan yang menyebabkan kerugian nelayan subang. Padahal, sesungguhnya nelayan cemara yang telah dirugikan dengan kerusakan yang dilakukan nelayan Subang yang telah mengeruk kekayaan laut cemara dengan alat yang mampu merusak ekosistem laut cemara. "Maka kami bersiaga menghadapi jika ada serangan nelayan Subang terkait ancaman yang dikabarkan dengan alasan penangkapan disertai perampokan dan pemerasan nelayan subang 3 bulan yang lalu, "tegasnya.

Ketua koordinator HMNK (himpunan Masyarakat Karawang Nelayan Karawang) Karda (45), membenarkan kejadian yang terjadi beberapa bulan lalu. Ditambahkannya, bahwa jika terulang kembali kejadian seperti waktu lalu ia tidak segan lagi untuk melakukan laporan untuk penahanan. "Kami tidak akan lagi melakukan cara damai secara kekeluargan jika dibelakang hari terjadi tuduhan yang memojokan nelayan Cemara. Bahkan, kami akan memberlakukan larangan terhadap nelayan wilayah lainnya untuk masuk dan mengeruk kekayaaan bahari laut Cemara, "tegasnya.

Diketahui, Kerusakan ekosistem laut terjadi saat kapal Jaring Arad Subang menggunakan Alat pembuka tangkapan ikan dan jenis lainnya (dampar). Karena mampu merusak terumbu karang laut Cemara. Selama ini, terumbu karang diwilayah laut cemara terus terjaga baik kelestariannya oleh nelayan Cemara karena tidak memperbolahkan para penangkap ikan untuk menggunakan alat yang tidak ranah lingkungan seperti yang digunakan Kapal diwilayah laut Daerah lainnya. (get)

Pencuri Motor Nyaris Tewas di Desa Kosambi Batu, Kecamatan Pedes


PEDES,RAKA -
Dua pelaku aksi pencurian sepeda motor di Desa Kosambi Batu, Kecamatan Pedes babak belur dikeroyok Warga, setelah sebelumnya sempat terjadi aksi kejar-kejaran. Beruntung sebelum tewas pelaku berhasil diselamatkan anggota Polsek Pedes dan diamankan.
 
Awal kejadian Rabu (28/8) sore pukul 16.00 Wib. Saat itu, diceritakan korban pencurian warga Dusun Kosambi, Batu 1 Desa Kosambi Batu Kecamatan Pedes, Ocep (55). Ia sengaja memarkir sepeda motornya di pinggiran sawah, karena hendak menuju ke pematang sawah untuk memeriksa saluran air. Namun, saat ia baru saja menginjakan kakinya sekitar 200 meter dari sepeda Motornya. Tiba-tiba datang 2 pengendara sepeda motor yang berboncengan berhenti ditempat motornya diparkirkan. Dan salah seorang diantaranya langsung membawa sepeda motornya lalu kabur. Namun, ia langsung mengetahuinya lalu berteriak minta pertolongan pada warga sekitar.

Warga sekitar yang sedang berjalan jalan, sontak menghampirinya dan langsung mengejar pelaku berramai-ramai. Karena motor juviter miliknya yang telah dicuri tidak bisa dibawa ngebut. Akhirnya, pelaku berhasil berhasil disergap di Desa Kertaraharja Kecamatan Pedes, sekitar 3 Kilometer dari tempat kejadian. Dan pelaku langsung dihajar bersama sama dibantu warga setempat yang mengetahui bahwa pelaku yang dikeroyok adalah pencuri sepeda motor. Namun, tidak jauh dari tempat kejadian pengeroyokan ada petugas polsek Pedes yang tengah keliling dan berjaga langsung menolong 2 pelaku pencurian dari amukan masa. Dan pelaku langsung diamankan dan digelandang ke Mapolsek Pedes dan langsung ditahan.

Diperoleh keterangan dari Kapolsek Pedes AKP Agus Suwarsono melalui petugas yang tidak ingin diketahui namanya, 2 pelaku curanmor merupakan warga Dusun Kalem pandan Rt 06/10 Desa Mekar Pohaci Kecamatan Cilebar, Kaswandi dan Sumantri. Melihat kejadian itu warga dihimbau agar selalu berhati hati. "Kami harap warga mulai waspada terhadap semua tindak kejahatan selama bulan rhamadan hingga lebaran yang semakin meningkat, "tegasnya.(get)

SMK Ristek Ajukan Akreditasi A Semua Jurusan


KUTAWALUYA, RAKA
- SMK Ristek yang telah mengantongi akreditasi A pada jurusan mesin akan mempertahankan predikat tersebut dalam penilaian 31 Agustus 2009 mendatang. Sekolah inipun mengajukan akreditasi A pada otomotif dan audio video yang sebelumnya terakreditasi B tahun 2005 lalu.

Kepala SMK Ristek, Drs. Darsono Sumedi didampingi Wakasek Kurikulum Jajang, menjelaskan kepada RAKA, Rabu (26/8) siang, penilaian akreditasi ini merupakan kebijakan pemerintah untuk mengetahui dan melihat potensi yang dimiliki sekolah. Dengan adanya predikat ini, sekolah kejuruan tersebut bisa meningkatkan kualitas sekolah mulai dari sarana prasarana, kualitas pendidikan dan lainnya.

Untuk mempertahankan predikat yang sudah diraih, kata Darsono, sekolah sudah mempersiapkan berbagai pembenahan manajemen dan fasilitas yang dimiliki. Penilaian yang akan dilakukan Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah Provinsi Jawa Barat itu diharap jadi tolak ukur keberhasilan Ristek selama ini. Sejak berdiri SMK Ristek memiliki tiga jurusan, diantaranya mesin, otomotif dan audio video. Penilaian akreditasi akan dilaksanakan 31 Agustus hingga 2 September 2009.

Ada 8 komponen yang akan dinilai sesuai standar nasional untuk akreditasi, diantaranya komponen standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian. Saat penilaian SMK akan dihadapkan sebanyak 185 soal yang harus dijawab setiap jurusan, pertanyaan itu diantaranta tentang administrasi dan manajemen kepala sekolah.

Kata Darsono, SMK Ristek berusaha memenuhi kriteria sesuai soal-soal yang akan disodorkan, kalau semuanya terpenuhi berarti nilaianya sudah ditangan, kecuali soal-soal yang tidak bisa terjawab, karena jawaban soal harus kongkrit dan ada bukti, misal tentang juara yang pernah diraih sekolah harus dibuktikan piala atau setifikatnya. Selain itu, guru bidang studi harus bisa memperlihatkan ijazah kejuruan masing-masing yang disesuaikan dengan jurusan di sekolah dan banyak lagi, itu semua ditanyakan secara detil.

Pada pelaksanaan nanti, soal dari Badan Akreditasi Nasional akan dijawab oleh kepala program jurusan masing-masing, untuk jurusan mesin Agus Ibrahim S.Pd, pada jurusan otomotif soal akan dijawab Harun Samsudin S.Pd, dan jurusan teknik audio video oleh Ade Roskaryo ST. "Masih ada waktu, kita berusaha memenuhi kriteria yang kurang dan kita konsekuen mempertahankan akreditasi A," ucap Darsono.

Perkembangan SMK tergantung pengelolaanya, lanjut Darsono, selama ini Ristek selalu mengedepankan kualitas didik, karena yang menilai adalah masyarakat, kebanyakan orang tua menginginkan sekolah yang mampu mendidik anaknya bisa bekerja dan mandiri. "Memang tidak mudah menangani siswa, jika sekolah menangani siswanya setengah-setengah, sekolah diangap tidak berhasil, memang kedisiplinan sekolah harus dipaksa, kalau tidak dipaksanakan tidak akan berjalan baik," ujarnya. (spn)

Excavator Sedang Menyiapkan Tempat Penampungan Lumpur di Bendungan Cibeet

PENAMPUNG LUMPUR: Excavator sedang menyiapkan tempat penampungan lumpur di Bendungan Cibeet, Rabu (26/8) siang. Hal itu dilakukan menyusul endapan lumpur di bendungan tersebut dinilai sudah diatas ambang kewajaran. (psn)

Masuknya Islam ke Indonesia (2/habis), Islam Tersebar Lewat Perdagangan


SEJAK islam masuk penduduk pribumi nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman.

Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis.

Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.

Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu/Budha.

Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.

Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi'i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang.

Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar). (tim raka)

Perempatan Lamaran Menuju Johar dan Wadas Semerawut


KARAWANG, RAKA
- Arus kendaraan buangan dari jalur lingkar Tanjungpura-Klari di Lamaran menuju Johar dan Wadas, mengakibatkan kesemerawutan lalu-lintas. Menurut pantauan RAKA, tingginya volume arus kendaraan yang keluar dari jalur lingkar, tidak diiringi dengan pembangunan traffic light.

Hal itulah yang membuat keadaan lalu-lintas di jalur buangan jalur lingkar terlihat sangat kacau. Menurut Ade Apandi petugas Dishubkominfo yang berjaga di jalur buangan tersebut, belum adanya rambu lalu-lintas dikarenakan jalur lingkar Tanjungpura-Klari masih dalam tahap percobaan. "Melihat keadaan lalu-lintas di jalur buangan ini, sudah seharusnya dibuat rambu lalu-lintas. Sebab apabila mengandalkan petugas akan sangat sulit untuk mengantisipasinya. Mengingat jumlah volume kendaraan yang sangat tinggi. Saat ini kami dibantu oleh pemuda sekitar untuk mengatur lalu-lintas, meskipun keberadaan pemuda tersebut membuat risih pengendara," tuturnya, Rabu (26/8) sore.

Terkait masih banyaknya truk yang menerobos masuk ke karawang Kota melalui jalur buangan, menurut Ade, pihaknya selalu bertindak tegas, dan terus mensosialisasikan perpindahan jalur. "Banyak truk yang memutar arah setelah kami tegur. Namun ada normalisasi jalur, khusus bagi truk bertonase labih dari 30 ton. Pasalnya apabila truk tersebut melewati jembatan Johar, khawatir jembatan tersebut tidak mampu menahan beban. Kalaupun boleh masuk, kami syaratkan agar menjaga jarak dengan kendaraan lain," katanya. Terkait dengan belum adanya rambu lalu lintas dipermpatan Lamaran, ternyata mendatangkan berkah bagi pemuda sekitar. Pasalnya setelah jalur lingkar diuji cobakan, pemuda sekitar mandapatkan penghasilan tambahan dengan manjadi 'pak ogah'.

Asep (23) salah seorang 'pak ogah', mengaku setiap harinya ia bisa mendapatkan Rp. 20.000 tergantung banyaknya kendaraan yang memutar arah atau melintasi perempatan tersebut. "Kalau hasilnya dikumpulkan, bisa mencapai Rp. 300.000 sampai Rp. 400.000 perhari. Tapi setelah dibagikan, kami hanya mendapatkan Rp. 20.000 sampai Rp. 30.000 perhari, tergantung berapa banyak orang yang berjaga disini," ungkapnya. Ia melanjutkan, setiap harinya tidak kurang dua puluh orang membantu petugas Dishubkominfo mengatur lalu-lintas. "Kami harap ada pengertian dari pihak Dishubkominfo dengan keberadaan kami, sebab dengan adanya arus kendaraan buangan ini, sedikitnya kami mempunyai penghasilan tambahan," tuturnya.

Rizki (27) salah seorang pengemudi motor, mengaku risih dengan keberadaan 'pa ogah' diperempatan Lamaran tersebut, pasalnya ketika mengatus lalu-lintas, seolah-olah setiap pengendara diwajibakan untuk memberi uang kepada mereka. "Cara mereka meminta kepada sopir truk atau mobil yang memutar arah seperti yang memaksa, dengan menyodorkan tangan ke kaca jendela sopir tersebut. Saya harap ada tindakan dari pihak kepolisian, atau Dishubkominfo segera memasang rambu lalu-lintas, agar keberadaan mereka tidak ada lagi," katanya, yang mengaku warga Telukjambe Timur. (psn)

Makna Puasa Bukan Cuma Sebatas Haus dan Lapar


BANYAK umat Islam yang menjalankan puasa pada Bulan Ramadhan, namun hanya mendapatkan lapar dan haus. Sedangkan pahala yang berlimpah serta pintu ampunan yang dibuka lebar-lebar tidak mereka dapatkan, karena pada saat menjalankan ibadah puasa, hati serta panca indera tidak dijaga. Menurut Imam Masjid Agung H. Abdul Fatah, sangat merugi apabila kita termasuk kedalam orang yang hanya mendapatkan haus serta lapar saja di bulan Ramadhan.

"Rasulullah SAW pernah bersabda, sungguh banyak orang yang berpuasa, tapi pahala puasanya dirusak oleh perbuatan yang merusakan puasa itu sendiri. Banyak orang yang berpuasa tapi sehari-harinya hanya menggunjing, mengumbar sahwat, lalu kegiatan ngabuburit yang diisi dengan jalan-jalan dengan pasangan yang belum dinikahi. Ini adalah salah satu contoh perbuatan atau prilaku yang bisa menghilangkan pahala puasa," tutur H. Abdul Fatah, Rabu (26/8) sore disela tausyiah. Pada saat berpuasa, selain menahan haus dan lapar, seharunya kita juga menjaga panca indera kita dari hal-hal yang negatif.

"Puasanya orang yang berpuasa semua panca indera, termasuk orang yang mendapatkan pahala puasa. Mulut harus kita pergunakan untuk mengucapkan lafadz suci Al-Qur'an, senantiasa beristigfar, maupun terus menerus berdzikir. Mata harus digunakan untuk melihat yang baik-baik, seperti membaca Al'qur'an. Telinga hanya untuk mendengar yang bisa menentramkan hati dan lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT. Hidung dipergunakan untuk mencium pada saat berbuka, dan tangan serta kaki dipergunakan untuk melangkahkan kaki ke majelis-majelis ta'lim. Apabila pada saat Bulan Ramadhan ini kita melakukan sesuatu seperti yang disebutkan tadi, Insya Allah kita akan mendapatkan pahala puasa," ungkapnya.

Selain itu ada tingkatan puasanya para wali, ambiya, dan shuhada. Yaitu puasa yang tidak sekedar menahan lapar dan haus, serta menjaga panca indera, namun hatinya pun ikut berpuasa. "Seluruhnya diisi hanya dengan mengingat Allah. Semua sifat-sifat negatif, dari mulai panca indera sampai hati mereka jauhkah dari dalam diri. Setiap detik, setiap waktu yang ada hanyalah Allah dihati mereka. Sungguh indah apabila kita sudah bisa mengisi waktu-waktu yang kita jalani dengan mengingat nama Allah," katanya.

Bulan suci Ramadhan bagi umat Islam sudah seyogyanya disambut dengan hati yang lapang, sebab pada pada saat berpuasa, kita dilingkupi oleh rahmat dan ampunan. Awal bulan puasa dipenuhi oleh rahmat, pertengahan bulan puasa memasuki bulah maghfiroh atau ampunan, apabila kita terus konsisten sampai akhir puasa, maka diselamatkan dari ancaman api neraka jahanam.  "Allah berfirman dalam Al-qur'an,  wahai orang-orang yang beriman telah datang kewajiban bulan puasa ramadhan seperti kewajiban puasa kepada umat -umat sebelum Nabi Muhamaad. Maka apabila kita tidak melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadhan, termasuk orang-orang yang merugi," tuturnya. (psn)

Lumpur Cibeet Mulai Mengkhawatirkan, Selain Diatas Ambang Batas Ketebalan Mencapai Satu Meter


KARAWANG, RAKA
- Kondisi endapan lumpur di bendungan Cibeet, Desa Wanakerta Kecamatan Telukjambe Barat yang sudah diambang kewajaran, mengakibatkan pendangkalan di Sungai Cibeet hingga mencapai satu meter.

Penjaga pintu air Perum Jasa Tirta II Divisi I Tarum Barat Bendung Cibeet Tasiman, ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk menanggulangi terjadinya gangguan arus air akibat endapan lumpur, pihaknya akan melakukan pengerukan. "Sekarang kami sedang membuat tempat penampungan lumpur di dekat saluran air irigasi bendung Cibeet. Kedalaman tempat penyimpanan tersebut mencapai dua meter dengan lebar 70 meter dan panjang 90 meter.

Mudah-mudahan dengan luas lokasi penampungan yang ada bisa menampung seluruh lumpur yang akan dikeruk sedalam tiga meter," ujarnya, Rabu (26/8) siang. Apabila endapan lumpur terus dibiarkan, selain terjadi pendangkalan pada musim kemarau, saat musim hujan akan terjadi luapan air sungai. Menurut Tasiman, hal itulah yang menjadi pertimbangan pihaknya, untuk melakukan pengerukan. "Musim kemarau merupakan saat yang paling ideal untuk melakukan pengerukan, sebab, pada saat itu debit air akan turun drastis hingga kedalaman setengah meter. Makanya pengerukan akan lebih dilakukan, sebab lumpur yang mengendap akan lebih terlihat dan mudah dikeruk," tuturnya.

Terkait dengan menurunnya debit air di bendung cibeet, menurut Tasiman, sangat berpengaruh terhadap sektor pertanian di tiga desa yang diairi saluran air bendung Cibeet. "Desa Wanajaya, Wanakerta, dan Wanasari adalah desa pokok yang dialiri sungai ini. Sudah dipastikan pertanian didesa tersebut terancam kekeringan, dan biasanya untuk mengantisipasi gagal panen, biasanya para petani didesa tersebut mengganti padi dengan sayuran," ungkapnya. Keadaan debit air bendung Cibeet, ungkap Tasiman, air yang masuk hanya 700 liter, padahal dalam keadaan normal, debit air di Bendung Cibeet mencapai 15 kibik perharinya. "Sekarang sudah terlihat, keadaan air sudah menyusut drastis.

Kalau diukur kedalaman, saat ini hanya setengah meter saja, padahal normalnya dua meter. Tahun lalu, banyak petani yang mengeluhkan akan hal ini, namun setelah diberi penjelasan dan mereka melihat keadaan yang terjadi di bendungan, Alhamdulillah sampai saat ini belum pernah ada yang mengeluh lagi kesini. Pasalnya mereka sudah mengerti dan paham harus berbuat apa ketika air di Bendung Cibeet surut," katanya. Isnen (54) petani Desa Wanasari Kecamatan Telukjambe Barat, mengaku, saat ini ia mengganti padi dengan sayuran. Pasalnya kondisi irigasi yang kering, ditakutkan tidak akan mencukupi untuk mengairi sawah. "Tahun ini saya mengganti padi dengan sayuran seperti kacang panjang. Sebab untuk ukuran kacang panjang, tidak diperlukan banyak air," tuturnya. (psn)

Sara Bokker, Model Cantik yang jadi Muslimah (3-Habis), Perjuangkan Kebebasan Berbusana Muslimah

 
Tak
lama setelah ia mengenakan pakaian Muslimah lengkap dengan cadarnya, media massa setempat banyak memberitakan pernyataan dari para politikus, pejabat Vatikan, serta kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa cadar (niqab atau burqa) adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial, dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai pertanda keterbelakangan.

Sara tak mau ambil peduli. Ia menganggap pernyataan sang pejabat tersebut sangat munafik. ''Pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para pejuang kebebasan itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar,'' kritiknya.

Sara Bokker yang kini berganti menjadi Muslimah berjanji akan terus aktif di dunia perempuan dan feminis. Ia sebagai seorang feminis Muslim yang berseru kepada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh kepada suami-suami mereka agar menjadi seorang Muslim yang baik. Selain itu, mereka juga membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia. Di samping itu, Sara Bokker juga menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemungkaran, menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, memperjuangkan hak berjilbab ataupun bercadar, serta berbagi pengalaman tentang jilbab dan cadar bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya.

Ia mengungkapkan, banyak mengenal Muslimah yang mengenakan cadar dari kaum perempuan Barat yang lebih dulu menjadi mualaf. Beberapa di antaranya, kata Sara Bokker, bahkan belum menikah. Kendati sebagian keluarga dan lingkungan mereka menentang penggunaan cadar, '' Mereka tetap menganggap bahwa mengenakan cadar adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri,'' tegasnya. Jika sebelumnya bikini dan kehidupan glamor ala Barat menjadi simbol kebebasan dirinya dalam memperjuangkan hak-hak kaum perempuan, kini simbol-simbol kebebasan tersebut tidak lagi membuatnya merasa bahagia dalam menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Mulai saat ini, kedua simbol kebebasan tersebut telah digantikan dengan busana Muslimah lengkap beserta cadar, yang menurutnya, adalah sebuah simbol baru bagi kebebasan perempuan dalam mencari jati dirinya dan yang berhubungan dengan sang Pencipta. ''Kepada kaum perempuan, janganlah mudah menyerah kepada stereotipe negatif yang ditujukan kepada pakaian Muslimah ini. Karena, Anda (sekalian) tidak akan mengetahuinya ada yang hilang dari diri Anda.''(raka)

Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Puasa Mendorong Peradaban


Munculnya peradaban umat manusia ditentukan, paling tidak, oleh tiga hal. Yaitu stabilitas sosial, kesejahteraan ekonomi dan perkembangan ilmu pengetahuan. Ini ditegaskan Prof. Dr. H. M. Ridwan Lubis, Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. ''Stabilitas sosial adalah kondisi di mana masyarakat memiliki komitmen bersama terhadap pemenuhan yang seimbang antara hak dan kewajiban.

Bahkan dalam kondisi yang lebih ideal lagi manusia rela menunda kepentingan pribadinya karena mendahulukan kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan masyarakat secara bersama (Q.S. Al Hasyr [59]:9),'' papar kiai Ridwan. Karena menurutnya, dengan menolong masyarakat berarti seseorang telah membuat investasi untuk menolong masa depannya. Persoalan abadi yang dihadapi dalam sejarah umat manusia adalah pilihan antara berpikir hanya untuk dirinya sendiri atau hanya untuk masyarakatnya. Kepercayaan dan agama-agama kuno telah memberikan jawaban masing-masing terhadap hal ini.

Dikatakan kiai Ridwan, ada agama yang hanya menekankan aspek spritualitas (spritual enrichment) dengan meniadakan tuntutan kebutuhan fisik ragawi. Sementara itu ada pula kepercayaan yang mengatasnamakan agama namun hanya menonjolkan kebutuhan fisik semata. Dua pendekatan uang sama-sama ekstrim ini ternyata gagal yang mengakibatkan manusia mengabaikan agama yang tidak siap untuk berjalan bersama kemoderenan. Keunggulan Islam ialah jawabannya yang komprehensif tentang keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan masyarakat.

''Kesejahteraan ekonomi adalah kebutuhan nyata dimana setiap orang memiliki kecenderungan untuk memiliki secara pribadi sebagaimana hal ini menjadi idiom kapitalisme. Pendekatan lain, secara teoritis ingin melihat kepentingan masyarakat dengan menafikan kepentingan pemilikan pribadi sebagaimana yang menjadi jargon sosialisme. Namun dua pandangan yang sama-sama ekstrim ini akan gagal karena tidak sesuai dengan bakat manusia,'' paparnya. Ditambahkan kiai Ridwan, kepemilikan pribadi harus di dalam kesadaran sosial dan kesadaran sosial juga di dalam kepentingan pribadi. Oleh karena itu, kepemilikan manusia terhadap harta tidak pernah mencapai milik paripurna (milk al taam) namun tetap dalam kepemilikan sementara.

''Sejarah keilmuan yang menghasilkan peradaban ideal adalah keilmuan yang bersumber dari dua pendekatan yaitu dari ide dan hasil pengalaman. Akan tetapi dua pendekatan ini juga tidak mampu mengantarkan manusia kepada ilmu yang membahagiakan dan bermanfaat sebelum manusia menyadari bahwa fungsi ilmu itu adalah untuk menikmati kesyahduan dalam hubungan yang abadi (al ittisal) dengan Maha Pencipta,'' tegasnya. Ketika taraf keilmuan telah mencapai peringkat ilmuwan paripurna , menurut Kiai Ridwan, maka pada saat itulah seluruh wacana keilmuan membawa maslahat bagi alam semesta karena telah mampu menangkap arti-arti dari realitas hasil pengalaman manusia (Q.S 3:190-191).

Sejarah Islam telah menorehkan dalam catatan kehidupan umat manusia sebuah peradaban paripurna selama lebih kurang 600 tahun yang belum ada taranya sampai kepada masa kita sekarang ini. ''Semangat yang melandasinya adalah berakar dari ibadah puasa dengan berdasar kepada keyakinan tauhid dimana setiap orang rela menunda untuk meraih kenikmatan sementara untuk meraih kenikmatan yang abadi karena mengharap ridla Allah SWT. Oleh karena itu, selayaknya umat Islam dapat memaknai ibadah puasa tidak hanya sekedar motivasi pekerjaan rutinitas tahunan akan tetapi didasari sebuah cita-cita membangun peradaban baru umat manusia,'' tutur Kiai Ridwan. (dea)

Abu Dzar, Pembasmi Korupsi Pecinta Kaum Papa


Di
Lembah Waddan yang menghubungkan Makkah dan dunia luar, tinggallah suku Ghifar. Suku itu hidup mengandalkan sedikit pemberian kafilah perdagangan Quraisy yang melintas antara Syam (kini Suriah) dan Makkah. Sering pula mereka hidup dengan menggerebek kafilah yang tidak memenuhi kebutuhan mereka. Jundub bin Junadah alias Abu Dzar adalah anggota suku tersebut. Dia dikenal karena keberanian, ketenangan, pemikiran yang jauh, dan juga kebenciannya pada pemujaan berhala. Suatu ketika, saat dia berada di gurun Waddan, kabar tentang hadirnya seorang nabi baru di Makkah sampai ke telinganya. Dia sangat berharap kehadiran sosok nabi itu akan membantu mengubah hati dan pikiran masyarakat dan membawa mereka keluar dari kegelapan takhayul.

Tanpa banyak membuang waktu, dia memanggil saudara lelakinya, Anis, dan berkata kepadanya: "Pergilah ke Makkah dan carilah informasi apapun yang kamu bisa mengenai lelaki yang mengklaim dialah rasul dan wahyu datang kepadanya dari surga. Dengarkan apa yang dia katakan, dan ceritakan kembali kepadaku." Anis pergi ke Makkah dan bertemu Nabi Muhammad SAW. Dia mendengarkan apa yang dikatakan, dan kembali ke gurun Waddan. Abu Dzar yang tak sabar langsung menanyakan ucapan sang nabi. "Saya telah melihat seorang lelaki," lapor Anis. "Dia menyeru orang-orang untuk berbuat baik. Kata-katanya jelas, dan bukan syair." "Apa yang orang bilang tentang dia?" tanya Abu Dzarr. "Mereka bilang dia adalah seorang penyihir, tukang ramal, dan penyair." "Keingintahuanku belum terpuaskan. Aku belum puas dengan hal ini. Maukah kau menjaga keluargaku ketika aku pergi dan menguji misi nabi ini?".

"Ya, tapi hati-hati dengan penduduk Makkah".
Singkat cerita, tibalah Abu Dzar di Makkah dan langsung jatuh cinta dengan ajaran Muhammad. Dia menjadi orang kelima (kisah lain menyebut keenam) yang pertama-tama masuk Islam. Tanpa keraguan bahkan dia berani mendeklarasikan agama barunya di keramaian Kota Makkah, hingga membuatnya sempat dipukuli warga Makkah ketika itu. Abu Dzar merupakan sahabat yang sangat dekat dengan Rasulullah. Saking cintanya, Abu Dzar menyebut Nabi Muhammad dengan panggilan "khalili", yang artinya sahabatku. Yang juga menonjol dari Abu Dzar adalah kecintaannya kepada kaum papa, hingga membuatnya dijuluki sebagai "bapak kaum fakir miskin".

Abu Dzar juga dikenal gigih memberantas korupsi semenjak pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab hingga Khalifah Utsman bin Affan. Ketika dia tinggal di Damaskus yang dipimpin Gubernur Muawiyah yang bergelimang kemewahan, Abu Dzar pernah berfatwa bahwa orang Muslim tidak boleh menyimpan harta lebih dari tiga malam. Harus segera diserahkan kepada fakir miskin yang mustahiq (yang berhak).

Abu Dzar memegang betul wasiat Rasulullah. Dalam hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik, suatu ketika Rasulullah menyapa Abu Dzar. Sambil memegang tangan Abu Dzar, Nabu berkata, "Wahai Abu Dzar! Sesungguhnya di antara kedua tanganmu ada bukit penghalang. Ia sukar untuk didaki, kecuali orang yang ringan bawaaannya". Abu Dzar bertanya "Wahai Nabi, apakah aku termasuk yang ringan atau berat bawaanku?" Nabi bertanya, "Adakah kau punya makanan untuk besok pagi?" Dijawab ada. "Untuk lusa?" Abu menjawab, tidak ada! Nabi bertutur, "Andai kau punya makanan untuk lusa. Niscaya termasuk orang yang berat bawaannya". (raka)

Esia BisPak Diluncurkan Bisa Pake Tarif GSM Manapun


TIDAK percuma Esia menyandang gelar The Best Tarif dan The Best Brand 2009. Saat semua operator telekomunikasi menyatakan tarif teleponnya yang paling murah, Esia malah mempersilahkan pelanggan prabayarnya untuk mencoba tarif GSM manapun dari nomor Esianya tanpa perlu mengganti kartu.

Ditambah bonus discount 10% lagi. Lewat program "EsiaBisPak: Bisa Pake Tarif Manapun", Esia ingin membuktikan dan meyakinkan pelanggannya untuk mencoba tarif GSM manapun sesuai keinginannya dan membandingkannya dengan tarif Esia. "Pelanggan bisa pilih tarif GSM manapun untuk digunakan di nomor Esianya. Rasakan sendiri berapa tarif GSM yang digunakannya dan bandingkan ketika menggunakan Esia, mana yang paling murah", kata Erik Meijer, Wakil Direktur Utama PT Bakrie Telecom Tbk saat meluncurkan program EsiaBispak di Jakarta kemarin.

Berdasarkan pengalaman tersebut, Erik mempersilahkan pelanggan Esia untuk memilih apakah akan menggunakan tarif GSM tersebut, yang juga sudah ditambah bonus discount 10%, atau kembali menggunakan tarif Esia. Semuanya hanya dengan 1 kartu Esia tanpa harus beli kartu GSM atau ganti kartu GSM. "Kartunya Esia, tapi tarifnya sesuai keinginan pelanggan, Esia atau GSM", kata Erik.

Uniknya lagi tarif GSM yang akan diterapkan selalu mengikuti setiap perubahan tarif yang dilakukan GSM yang dipilih pelanggan. "Jika GSM A misalnya mengeluarkan tarif baru yang katanya paling murah, kita akan sesuaikan sehingga pelanggan bisa langsung membandingkan. Jangan-jangan itu hanya klaim sepihak tanpa ada dasar pembuktian", tegas Erik kemudian.

Untuk bisa mencoba program EsiaBisPak, seluruh pelanggan pra bayar Esia yang lama maupun yang baru cukup mengetik kode huruf awalan dari nama produk operator GSM yang bersangkutan (B,A,S,M,I). Lalu kirim sms ke nomor 212 . Setiap aktivasi EsiaBisPak, pelanggan akan dikenai biaya Rp 50,- per sms (plus PPN) dan biaya peralihan tarif ke tarif GSM sebesar Rp 2000,- (plus PPN). Sedangkan untuk kembali ke tarif Esia tidak dikenakan biaya apapun.

Dikeluarkannya program inovatif EsiaBispak, menurut Erik didasari oleh kenyataan bahwa walaupun Esia sudah terbukti termurah, tapi masih banyak masyarakat yang mengira bahwa GSM itu lebih murah. Apalagi operator GSM tersebut sangat agresif memperkenalkan tarifnya diiringi dengan tarif provokatif seperti Rp 0,1 misalnya. Padahal tarif-tarif tersebut memiliki banyak kandungan syarat dan ketentuan yang berlaku. Masyarakat harus ekstra hati-hati dan cermat melihat tarif tersebut.

Sedangkan tarif Esia berlaku sejak tahun 2005 dan dibuat sesuai komitmen awal Bakrie Telecom untuk membuat tarif Esia murah, sederhana dan berlaku sepanjang hari, setiap hari, sejak menit pertama tiap nelponnya tanpa syarat dan ketentuan yang berlaku. Dengan adanya program ini masyarakat bisa membuktikan sendiri bahwa tarif Esia merupakan tarif termurah. Sedangkan tarif GSM bisa lebih mahal 3 kali untuk panggilan lintas operator dan bahkan bisa lebih mahal 22  kali untuk panggilan sesama operator. "Kalau sudah puas membandingkan dengan tarif GSM yang mahal tersebut, silahkan pelanggan balik lagi ke tarif Esia. Tanpa dipungut biaya kok alias gratis", ujarnya. (Tim Raka )

IKADIN DPC Kabupaten Purwakarta, Bekerja Optimal


KETUA
ikatan advokat Indonesia (IKADIN) DPC Kab. Purwakarta Warison Simarmata,S.H. kepada RAKA di kantornya Advokad Warison Simarmata, S.H. Dan Rekan di Jalan Veteran  Blok A II No. 2 Ruko Usman Singawinata mengatakan, untuk dapat memuaskan semua kliennya, profesi seorang pengacara harus dilakukan dengan optimal.

"Melakoni pekerjaan dengan serius dan bekerja secara optimal merupakan hal yang harus selalu di tekankan, profesi Advokat mengharuskan kita bekerja secara profesional sehingga semua klien akan mendapatkan kepuasan," imbuhnya. Jebolan Universitas Darma Agung Jurusan Fakultas Hukum tahun 1985 ini selalu melihat persoalan secara serius, selalu bekerja optimal tanpa melihat besar kecilnya persoalan yang tengah ditanganinya.

"Semua persoalan yang di hadapi klien harus di sikapi dengan serius sehingga saya bisa bekerja lebih optimal. Motto saya adalah taat azas dan taat hukum. Dengan motto ini semua persoalan yang saya hadapi tidak keluar dari azas serta aturan hukum yang berlaku, dengan itu saya bisa membantu semua klien yang sedang mengadapi persoalan hukum," paparnya. (sep)

Golkar Bisa Munculkan Kuda Hitam Dlam Pemilihan DPRD Kata Ketua Fraksi PKB DPRD Purwakarta Hidayat Sthi


PURWAKARTA, RAKA -
Wacana sejumlah kalangan bahwa ketua DPRD Purwakarta tetap harus melalui tahap pemilihan tampaknya belum bisa dipastikan. Pasalnya pembahasan tata tertib (tatib) terkait penentuan ketua DPRD masih dalam pembahasan. Meski demikian, belakangan mucul wacana jika Partai peraih kursi terbanyak yakni Partai Golkar bisa memunculkan nama baru sebagai ketua DPRD. "Dari wacana yang berkembang, Bisa saja ada "kuda hitam" dalam pemilihan ketua DPRD nanti,"kata ketua Fraksi PKB DPRD Purwakarta Hidayat Sthi kepada RAKA, kemarin.

Tapi imbuhnya, pemunculan siapa nama itu, ia tidak bisa memastikannya. Mengingat kewenangan itu tetap akan kembali pada partai Golkar sebagai pemilik Kursi terbanyak. "Tapi bisa saja, pemunculan nama itu pun akan merujuk pada ketua pimpinan sementara saat ini,"ucapnya. Hingga saat ini, kata Hidayat DPRD sendiri masih terus melakukan pembahasan tata tertib pemilihan ketua DPRD. Sehingga belum selesainya pembahasan itu dipastikan akan terjadi tarik menarik kepentingan, mengingat adanya wacana sejumlah kalangan jika ketua DPRD Purwakarta tetap harus melalui tahap pemilihan atau malah ketua DPRD harus dilakukan dengan cara pengusulan secara langsung harus kembali ditentukan melalui tata tertib tersebut.

Bahkan, dibagian lain pemilihan secara paket, yakni dengan cara memilih ketua dan wakil ketua secara langsung dengan menggandeng partai pemilik kursi terbanyak kedua, disebut juga bisa menjadi opsi lain dalam pengesahan tata tertib yang kini sedang dibahas.  "Tapi fraksi kami, berharap ketua DPRD dilakukan dengan cara pemilihan. Sebab hal ini menunjukan adanya keterlibatan hak anggota DPRD untuk memilih,"ucapnya. Namun kendati demikian, kata Hidayat pihaknya hingga kini pun masih mencari sinkronisasi dari pasal dalam RUU tentang ketetapan MPR, DPR, DPD DPRD Kab/Kota. Sebab adanya dua pasal yakni pasal 354 dan pasal 355 yang berkaitan dalam menentukan ketua DPRD itu, akan tetap kembali dilakukan pengkajian lebih lanjut tentang maksud yang tertuang dalam RUU tersebut. Apalagi RUU ini, meski sudah disahkan  namun hingga kini belum dilampirkan ke lembaran negara (LN).

Sementara itu, teka-teka siapa yang nantinya bakal duduk menjadi ketua DPRD hingga kini pun terus menuai sejumlah wacana dan spkeluasi. Adanya wacana memunculkan wajah baru dari kalangan perempuan dalam bursa pemilihan calon Ketua DPRD Kabupaten Purwakarta periode 2009-2014 pun sempat kembali menghangat diperbincangkan. Meski munculnya ketiga nama yakni Komarudin, Ujang wardi dan Lalam Martha Kusuma yang juga sempat mencuat, tetap disebut - disebut bakal menjadi calon terkuat dalam pemilihan bursa pemilihan ketua DPRD Purwakarta. "Nama Lalam martha kusuma sendiri memang telah ditetapkan menjadi ketua fraksi Golkar. Tapi tidak kemungkinan jabatan ini pun hanya sementara,"tukas Hidayat. (ton)

Waspada, Vitamin Berbahaya, Beredar di Purwakarta Tanpa Label Depkes


PURWAKARTA, RAKA
- Meski harus ada pembuktian dan dipastikan kebenarannya, realitas di lapangan menemukan bahwa vitamin kemasan tanpa label Depkes saat ini banyak ditemukan beredar di Purwakarta. Umumnya, keberadaan produk ini dijual melalui sales yang dititipkan disejumlah warung-warung kecil. Bahkan produk yang diduga juga sudah beredar luas, kini memicu keresahan di masyarakat. Seperti halnya yang diakui Andre (18) warga gang beringin, Purwakarta. Ia yang mengatakan sudah terlanjur membeli pun akhirnya membuangnya karena khawatir vitamin kemasan yang memampang merek Anorasimin tersebut di uga mengandung bahan-bahan berbahaya.  "Wajar kalau pun saya khawatir, sebab jika pencantuman depkes ada setidaknya memberikan jaminan bahwa produk tersebut aman untuk dikonsumsi,"kata Andre, kepada RAKA, kemarin.

Kekhawatiran warga ini pun sangat masuk akal. Sebab berdasarkan pengamatannya produk yang dimaksud itu hanya mencantumkan tahun kadaluwarsa hingga 2011 tanpa menyertakan tanggal dan bulan. Bahkan dalam kemasannya pun hanya tercantum register dengan nomor IRT 2039317405118 dengan produksi PD Sinar Sejati, tanpa disebutkan asal dari mana produk itu dibuat. "Ini kan aneh, kemasan ini pun sudah membuat sangsi,"tandasnya. Dari kecemasannya itu, kemudian ia pun berniat mengembalikan produk vitamin yang sudah dibelinya. Hanya lantaran tidak bisa ditukar, ia pun terpaksa membuangnya karena alasan khawatir membahayakan. "Bahkan dari keterangan pedagang, mereka sendiri mengaku tidak tahu jika produk yang dijual itu tak disertai dengan label Depkes. Sebab produk ini, hanya dititipkan oleh salesnya,"ucapnya.

Lebih ironisnya, sambung dia dari keterangan para pedagang itu pun sales yang telah memasukan barang tersebut hingga kini tidak datang kembali, selain umumnya produk ini hanya dijual di warung-warung kecil. Kekhawatiran serupa juga dialami, Priliyanto (24). Warga yang juga satu keluarga ini pun mengaku sempat mendengar beredarnya vitamin kemasan tanpa merk. Namun dia memilih tidak membeli karena ragu akan kualitasnya. "Kan bahaya, siapa tahu ada zat berbahayanya," ujarnya.
Untuk itu ia berharap, instansi terkait seperi dinas perindustrian Kab Purwakarta untuk segera melakukan sidak kelapangan untuk memastikan keaslian produk tersebut. Sebab dengan adanya vitamin kemasan tanpa merk ini jelas-jelas telah membuat keresahan di masyarakat. Dan yang lebih penting, razia makanan ini pun harus diintensifkan terutama di warung-warung kecil, yang diduga menjadi sasaran empuk untuk menjual produk tersebut.

"Selama ini saya juga melihat sidak yang dilakukan instansi terkait, baru sebata melakukan pengecekan di pedagang besar ataupun pasar swalayan. Sementara warung kecil, yang dnilai rawan tidak tersentuh sama sekali,"ucapnya. Menanggapi hal itu kasie perlindungan konsumen Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM kab Purwakarta Ahmad Qorib yang dihubungi terkait dengan masalah ini belum bisa dikonfirmasi. Ponselnya, yang dihubungi tidak mau diangkat, meski sedang aktif. (ton)

Stok Darah PMI RSUD Bayu Asih Purwakarta, Aman Sampai Lebaran


PURWAKARTA, RAKA -
Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) RSUD Bayu Asih, Purwakarta, dipastikan mencukupi hingga lebaran nanti. Saat ini sebanyak 303 labu darah berbagai golongan tersedia untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Humas Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kabupaten Purwakarta, Sudaryono, ketika ditemui diruang kerjanya, Rabu (26/8), mengatakan, kebutuan darah di Purwakarta per minggu tercatat sebanyak lebih kurang 100 sampai 150 labu. Sehingga jumlah tersebut mencukupi untuk tiga minggu kedepan.

Jumlah tersebut, masih akan ditambah dengan hasil kegiatan UTD di sejumlah gereja di wilayah Kabupaten Purwakarta pada H-7 menjelang lebaran. "Sampai tiga pekan ke depan, stok darah di Purwakarta masih mencukupi dan jumlah itu pun dipastikan akan ditambah lagi dari kegiatan donor darah di beberapa gereja sebelum lebaran nanti,"ucap Sudaryono.
Menurut Sudaryono, sebanyak 303 labu darah yang tersedia itu antaralain terdiri dari darah gol A 108 labu, gol B 101 labu, gol O 89 labu dan gol AB sebanyak 5 labu.

Sumber aset darah UTD PMI Cabang Purwakarta sebagian besar berasal dari kalangan swasta hingga mencapai 90 persen dari jumlah stok yang dimiliki. Sedangkan sumber darah dari kalangan instansi pemerintah di lingkungan Pemkab Purwakarta hanya mencapai 10 persen saja. Dijelaskan Sudaryanto, pemerintah daerah Purwakarta telah berupaya agar partisipasi kalangan PNS di Pemkab Purwakarta memberikan kontribusi yang besar terhadap persediaan darah di PMI Cabang Purwakarta. Dengan dikeluarkannya peraturan Bupati (Perbup) No.11 tahun 2008 yang isinya mewajibkan seluruh CPNS yang menjadi PNS dan PNS yang naik jabatan untuk mendonorkan darahnya ke UTD setempat.

"Tapi sayang, dalam prosesnya Perbup tersebut belum cukup mendongkrak minat kalangan PNS untuk mendonorkan darahnya. Padahal, bila sumbangsih kalangan birokrasi terus minim, kemungkinan besar Purwakarta akan kerap mengambil stok darah kedaerah lain . Artinya, dari situ perlu mengeluarkan biaya lagi untuk pengadaan darah tersebut," kata Sudaryono.
Ditambahkan Sudaryono, dia memprediksi kebutuhan darah selama lebaran (H-7 sampai H) akan didominasi kasus kecelakaan lalulintas. "Seperti tahun-tahun sebelumnya kebutuhan darah akan didominasi kebutuhan untuk kasus kecelakaan lalulintas," tambah Sudaryono.(rif)

Keperdulian Donor Darah PNS Pemkab Purwakarta Minim


HUMAS
Unit Transfusi darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kab. Purwakarta Sudaryono kepada RAKA kemarin di ruang kerjanya mengatakan keperdulian pegawai negri sipil (PNS) Kabupaten Purwakarta dalam hal sumbangsih mendonorkan darah masih minim. Padahal pemda sudah menerbitkan Perbup No 11 tahun 2008 tentang kewajiban mendonor bagi CPNS yang di angkat menjadi PNS dan kenaikan jabatan bagi PNS pemkab Purwakarta.

"Walaupun pemkab Purwakarta sudah menerbitkan Perbup No 11 tahun 2008 tentang kewajiban mendonor darah bagi CPNS yang di angkat menjadi PNS. Dan PNS yang mengalami kenaikan jabatan namun tingkat keperdulian pemkab Purwakarta untuk emmebrikan sumbangsih darah terhadap masyarakat yang membutuhkan masih minim. Menurut catatan di UTD bahwa pendonor darah kepada PMI sebagian besar dari pihak swasta. Sementara keperdulian dari pegawai negri sipil pemkab Purwakarta mengalami penurunan, bahkan untuk tahun 2009 dari dinas kesehatan Purwakarta tidak ada kegiatan donor darah," ujarnya.

Sudaryono berharap, masyarakat Purwakarta bisa mendapatkan transfusi darah sesuai dengan kebutuhan, dan itu dapat di bantu dengan darah hasil dari pendonor. "Darah yang ada di UTD PMI Purwakarta akan digunakan untuk membantu masyarakat yang membutuhkannya. Sampai saat ini keperdulian masyarakat Purwakarta lebih banyak ketimbang para PNS di pemkab Purwakarta, dari 90 pendonor berasal dari karyawan perusahaan swasta, pemuda karang taruna, bank BNI serta bank BCA. Sedangkan pendonor dari Pemkab Purwakarta yang seharusnya menjadi pioner hanya 10 persen saja,' katanya. (sep)

Purwakarta Marak Pencurian Dalam Angkot


PURWAKARTA, RAKA
- Aksi pencurian didalam angkutan perkotaan (angkot)  kembali marak terjadi di Purwakarta. Aksi yang dilakukan para pelaku tergolong baru,  yakni  berpura-pura mabuk kendaraan sambil mengangetkan penumpang. Pada saat penumpang terkejut itulah pelaku melakukan aksinya mengambil barang berharga milik penumpang.

Aksi kawanan pencuri ini menelan banyak korban, salah satunya Sonjaya (43), warga Perum Purnayuda Blok B 1, Desa Ciwangi, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta. Korban yang menumpang angkot trayek 05 Sadang Purwakarta kehilangan satu buah handphone yang disimpan di saku depan bajunya setelah ikut terpedaya ulah pelaku saat hendak membantu ketika ada salah seorang penumpang muntah-muntah karena mabuk. Menurutnya, kawanan pencuri tersebut dalam melakukan aksinya tidak seorang diri, mereka berkelompok dan naik angkot secara terpisah sehingga tidak menimbulkan kecurigaan.

Seperti misalnya saat HP-nya hilang, Sonjaya melihat pemuda perlente menggunakan celana jean pendek naik di kawasan Buana Indah, kemudian diteruskan di wilayah depan gereja Pasundan dan terakhir di depan gang  KNPI Kelurahan Ciseureuh. Ketika dalam perjalanan, tepatnya sampai didepan Polres Purwakarta salah seorang tiba muntah-muntah sambil mendorong tubuh korban, salah seorang temannya mengingatkan agar korban menghindar sedangkan yang satu lagi mengajak ngorbrol. Kata dia, posisi pelaku dua orang mengapit korban dan satu lagi berhadap-hadapan. Yang berhadap-hadapan itulah yang menginggatkan sambil berteriak Awas pak!

"Saat itulah konsentrasi saya terpecah. Sehingga tidak menyadari ketika handphone disaku disabet pelaku," ucap Sonjaya kepada RAKA, Rabu (26)  kemarin.Ketiga pelaku kemudian secara bersama turun disekitar depan kantor Dishub Purwakarta. Sedangkan korban, baru menyadari kehilangan handphone saat hendak turun disekitar perempatan Sadang. Korban bersama sopir sempat berusaha kembali ke tempat ketiga pelaku turun. Namun sayang, ketiganya sudah tidak ada, diduga mereka telah kabur sambil membawa hp hasil curian. (rif)

Tips 3: Bercinta Jadikan Wanita Seksi


SETIAP
wanita begitu mendambakan memiliki tubuh seksi. Bahkan, banyak cara ditempuh untuk memiliki bentuk tubuh aduhai. Namun kini, wanita tidak perlu mencoba melakukan operasi sedot lemak atau suntik vitamin. Pasalnya, dengan rutinitas bercinta, Anda bisa membentuk tubuh semakin aduhai. Bahkan, tak hanya itu saja, dengan bentuk tubuh yang seksi juga bisa menjaga kesehatan tubuh. Sun Fitness Expert Nicki Waterman memaparkan, adanya korelasi antara kesehatan dan seks.

"Jika Anda melakukan seks lima kali dalam seminggu sepadan dengan dua jam Anda berolahraga di gym," jelas Nicki. Jika selama ini Anda merasa putus asa untuk membentuk paha serta perut menjadi padat berisi serta kencang. Senggama rutin bisa membantu Anda membentuk tubuh semakin seksi. Berdasarkan berita yang dirangkum dari The Sun, Senin (24/8), gaya bercinta women on top sangat tepat untuk membantu pembentukan paha dan perut. Sehingga tubuh akan semakin kencang dan bugar. Hal ini akan menimbulkan perasaan lebih cantik pada diri wanita.

Tak hanya berefek pada fisik saja, selama berhubungan intim, kadar hormon testosteron di dalam tubuh wanita pun turut mengalami kenaikan. Makin tinggi kadar testosteron, wanita akan merasa memiliki tubuh sangat seksi di depan pasangannya. Perasaan bahagia pun akan terpancar di wajah wanita selama penetrasi berlangsung. Jika kenaikan hormon dopamine meningkat tajam, perasaan bahagia pun akan terpancar di wajah. Dan Anda akan semakin terlihat cantik di mata pasangan. Tak pelak ajang bergumul pun akan semakin dahsyat! (rk)

Tips 2: Ciptakan Kencan Romantis


MERANGKAI
kencan yang indah tentu menjadi idaman sepasang insan yang tengah dimabuk asmara. Namun, cuaca yang tidak bersahabat sering membuat kencan indah tak bisa terwujud. Teriknya panas matahari yang membakar kulit membuat kaum wanita lebih memilih melindungi diri di rumah, daripada harus menikmati kencan romantis bersama Anda.

Agar Anda tetap dapat mewujudkan sebuah kencan romantis, petunjuk dari Loving You berikut bisa membuat suasana kencan musim panas lebih berwarna. Berperahu berdua. Mengukir momen romantis di musim panas bisa dimulai dengan menciptakan suasana hangat, semisal berperahu berdua di sebuah danau. Ajang ini bisa dinikmati saat sore hari untuk semakin memudahkan langkah Anda mengenal kepribadian masing-masing. Sedikit tatapan mesra kepadanya bisa membuat si dia melupakan cuaca tak bersahabat yang terasa menyengat.

Makan es krim berdua. Di tengah-tengah teriknya cuaca siang hari, Anda dan dia bisa sedikit merasakan kesegaran dengan menyantap hidangan dingin. Tak perlu bingung menyiapkan kejutan, cukup ajak si dia ke salah satu mini market, lalu ambilah sebuah es krim dengan varian rasa. Setelah itu, ajak pasangan menikmati suasana taman kota. Anda berdua bisa saling menyuap es krim agar tali asmara yang terjalin semakin kuat. 

Berenang berdua di bawah air terjun. Air terjun merupakan salah satu lokasi romantis yang paling sering dipilih pasangan dalam merangkai kencan indah. Pasalnya, selain menawarkan keindahan yang luar biasa, Anda dan pasangan bisa mengabadikan momen-momen mesra di lokasi yang belum tentu mudah ditemukan. Untuk menikmati kencan seru, ajak pasangan berenang di bawah kucuran air hujan. Sebuah kecupan hangat di bibirnya bisa membawanya semakin jatuh hati pada pesona Anda. (rk)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang