Selasa, 25 Agustus 2009

Cuaca Kota Karawang di Awal Bulan Ramadan

TAK TAHAN PANAS: Cuaca kota Karawang di awal bulan Ramadan ini sangat panas. Bahkan saat matahari berada di atas kepala suhunya bisa melebihi 33 derajat cc. Konsisi ini membuat warga kota Karawang lebih tahan dahaga dalam menjalankan ibadah puasa. Menunggu azan Maghrib, puluhan warga tidur-tiduran di dalam Masjid Agung Alun-alun yang sejuk oleh pendingin udara.

DPRD Baru Karawang Sudah Kecewakan Warga, Belum Ada Alat Kelengkapan, Tak Terima Pengaduan Petani

KARAWANG, RAKA – Belasan orang warga Kecamatan Pakisjaya kecewa ketika menghadap para wakil rakyat di gedung DPRD Karawang, Senin (24/8), tidak ada satu orang pun yang mau menerimanya. Alasan anggota dewan baru ini, menurut warga, belum ada alat kelengkapan DPRD seperti komisi yang bisa menampung aspirasi mereka terkait dengan keluhan sebagai petani.

“Kita malah disuruh menemui bupati langsung. Anggota dewan yang kita temui tidak bersedia menerima. Katanya Komisi B yang berwenang menangani pertanian belum terbentuk. Terus terang kita memang kecewa. Jauh-jauh datang dari Pakisjaya dengan perjalanan hingga 3 jam naik mobil pick up, sampai di sini tidak ada yang bisa ditemui. Padahal hanya mau minta air buat tanaman padi yang kekeringan,” ungkap Rohadi mewakili rekan-rekannya.

Diakui dia, setiap memasuki musim tanam morekat, ribuan hektar tanaman padi di wilayah kecamatannya selalu dilanda kekeringan. Air irigasi tidak mampu sampai ke daerahnya. Keberadaan pompa air bantuan Pemkab melalui Dinas Pertanian, dianggapnya, tidak bisa difungsikan. Karena air Citarum yang bisa disedot airnya malah tercemar air laut hingga berasa asin. Begiitu pun air bawah tanah.

“Air asin tidak cocok kalau untuk mengairi sawah. Tidak ada cara lain kecuali irigasi harus diperbaiki, biar airnya sampai ke sawah-sawah kami. Yang diharapkan bagaimana pemerintah bersama-sama Perum Jasa Tirta II merubah bodeman (pembagi saluran air di irigasi -red) dengan pintu air ditambah, sekaligus debit air-nya pun dinaikan. Seperti Bodeman Rengas atau BTUB 23 yang semula 3 pintu malah dirubah menjadi 2 pintu,” tutur Rohadi.

Bukan hanya itu, pintu air bodeman lain yang harus dikembalikan ke posisi pintu semula, diminta kalangan petani Pakisjaya, adalah pintu Bodeman Lembang atau BTUB 24 kini tinggal 2 pintu dari sebelumnya 3 pintu. Termasuk Bodeman Telukbuyung atau BTUB 25 dari 2 pintu malah disisakan tinggal 1 pintu. Hal sama terjadi pada Bodeman Kendal atau BTUB 26 dari awalnya lebar, sekarang jadi sempit. Sehingga saluran air jadi terhambat.

“Kita datang ke sini (DPRD dan Pemkab -red) hanya mau minta bantuan anggota DPRD dan pemerintah daerah untuk sama-sama mendorong PJT II konsisten merealisasikan janjinya. Sebab jauh sebelumnya kita bersama kelompok tani sempat membuat kesepakatan dengan PJT II yang siap memperbaiki jaringan irigasi hingga distribusi air ke sawah-sawah kami tidak terganggu. Buktinya, sampai sekarang tetap saja problem itu selalu kami hadapi. Pendangkalan irigasi juga malah dibiarkan tanpa belum disentuh perbaikan,” tandas warga Pakisjaya lainnya, Sanusi, Misih, dan Kohir.

Bukan hanya kebutuhan air buat tanaman padi mereka yang telah berusia antara 1,5 bulan hingga 2 bulan terancam mati, kekeringan yang kini melanda Pakisjaya dan sekitaranya telah menyebabkan pula sulitnya mencari air untuk kebutuhan minum. “Kalau nyari air buat minum sih tidak terlalu sulit. Kita masih bisa beli air galon (air mineral -red). Tapi kalau air sawah, wah sangat sulit pak. Kalau saat tanam rendeng sih kita tertolong musim hujan. Jadi kebutuhan air terpenuhi dari air hujan. Coba sekarang, ribet deh,” tutur mereka berbarengan. (vins)

Kades Sampalan Kecamatan Kutawaluya Terjerat Kasus Tanah

KUTAWALUYA, RAKA- Di Desa Sampalan Kecamatan Kutawaluya, terjadinya sengketa tanah sawah hasil pelelangan Kejaksaan Negeri Karawang. Dikabarkan, tanah sitaan yang telah berpindah tangan kepemilikan itu diakui kembali oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris. Yang memicu persengketaan, tanah itu kini diperjualbelikan pihak ahli waris dengan bantuan pihak desa setempat.

Dalam penelusuran RAKA, diketahui, tanah pelelangan Kejaksaan Negeri Karawang seluas 2 hektare lebih itu, sudah berpindah tangan, atas nama warga Kabupaten Bekasi, Rohadi, yang didapatkannya ketika ada pelelangan di Kejaksaan Negeri Karawang. Namun, setelah itu, tiba tiba tanah itu dijualbelikan kembali oleh pihak yang mengaku ahli waris dari pemilik pertama, yang diketahui warga Jakarta, Mas'an, tanpa sepengetahuan Rohadi (pemilik yang baru).

Dengan begitu, pihak pemilik tanah, merasa dirugikan dengan tindakan jual beli tanah secara sepihak itu. Dan segera melaporkan tentang tindakan sepihak itu ke Polsek Rengasdengklok. Dan berbuntut pada pemanggilan beberapa pihak yang telah menjualbelikan tanah itu oleh Polsek Rengasdengklok. Yang dipanggil diantaranya 3 kepala Dusun dan Kepala Desa Sampalan.

Mulyatin (45), warga Dusun Babakan Tengah, Desa Sampalan kepada RAKA, Senin (23/8) membenarkan tentang pemanggilan yang dilakukan Polsek Rengasdengklok belum lama ini. Meski begitu ia mengaku tidak mengetahui tentang jual beli tanah yang dilakukan pihak yang mengaku ahli waris yang melibatkan pihak desa itu.

Meski Demikian, ia mengaku sempat kedatangan tamu pihak ahli waris yang meminta keterangan tentang dimana lokasi tanah lelangan itu berada. "Namun, tentang pematokan tanah dan tindakan jual beli, saya tidak mengetahuinya. Dan sudah saya sampaikan pada Polsek ketika pemanggilan terkait laporan sengketa tanah yang dipermasalahkan oleh pemilik aslinya," terangnya.

Meski mengaku tidak mengetahui sengketa tanah, namun ia membenarkan pematokan tanah dilakukan oleh pihak desa bersama-sama dengan pihak yang mengaku ahli waris. Dijelaskannya, pematokan tanah itu dilaksanakan oleh tiga Kepala Dusun disaksikan kepala Desa, yang juga turut dipanggil oleh Polsek Rengasdengklok.

"Maka, tentang tindakan jual beli tanah itu, mungkin pihak desa yang mengetahui lebih jelasnya, karena pematokan dan jual beli tanah, yang telah merugikan pihak pemilik yang baru. Dilakukan oleh pihak ahli waris beserta pihak desa."jelasnya. Sebagai catatan, tanah itu merupakan tanah sitaan dari pemilik pertama yang diketahui telah meninggal dunia. penyitaan itu karena pihak pemilik terjerat oleh masalah hukum.

Dan akhirnya, disita oleh kejaksaan Pulo gadung, Jakarta. Kemudian, tanah itu dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Karawang, untuk dilelang. Dan akhirnya, tanah sawah itu dibeli oleh pemiliknya saat ini (Rohadi). Namun, tanah itu malah diperjualbelikan pihak lain, yang mengaku sebagai ahli waris dibantu oleh pihak pesa. Hingga, berbuntut pemanggilan oleh Polsek Rengasdengklok setelah ada laporan tentang jual beli tanah tersebut.

Kapolsek Rengasdengklok, AKP Muji Harja, ketika hendak dikonfirmasi, terkait pemanggilan Kepala Desa Sampalan pan tiga perwakilan pegawainya tidak bisa ada di Mapolsek. Namun, diperoleh keterangan dari anggota Polsek yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa laporan pemanggilan telah dicabut kembali. Pasalnya, hal itu menyusul perjanjian pengembalian uang jual beli tanah itu. (get)

Dua Pejabat Pemkab Karawang Dipolisikan

KARAWANG,RAKA- Jengkel terhadap tindakan anggota Satuan Polisi Pamong Praja(Satpol PP) yang telah membongkar paksa bangunan lapak yang berlokasi di Desa Warungbambu Kecamatan Klari, M. Toha Sugianto (52) nekat melaporkan dua pejabat Pemkab Karawang ke Polres Karawang, Senin (24/8) kemarin.

Kedua pejabat yang dilaporkan itu masing-masing Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Karawang,Drs. Saleh Effendi dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) HD Alamsyah ke Polres Karawang. Kedua pejabat tersebut dianggap paling bertanggungjawab dalam aksi pengrusakan tersebut.

Usai membuat laporan, Toha Sugianto yang didampingi pengacaranya, Surya Wedia Ranasti mengatakan, pihaknya terpaksa melakukan perlawanan secara hukum karena Pemkab Karawang melalui Satpol PP telah melakukan pengrusakan atas bangunan semi permanen dan barang lainnya."Saya melaporkan perbuatan mereka karena telah merusak bangunan dan barang lainnya," ujarnya.

Akibat aksi pengrusakan tersebut, kata Toha, dirinya mengalami kerugian ratusan juta rupiah.Pasalnya, selain bangunan semi permanen dirusak, kabel listrik dari jaringan induknya juga diputus. Bahkan, barang-barang limbah lainnya juga ikut rusak sehingga tidak bisa terjual. “Saya tidak terima atas perlakukan ini, karena mereka sewenang-wenang dan tebang pilih dalam melakukan pembongkaran,” ucapnya.

Toha mengungkapkan, di sekitar bangunan lapaknya terdapat 40 bangunan lapak yang berdiri diantara Desa Warung Bambu, Kecamatan Karawang Timur dan Desa Angadita, Kecamatan Klari, Karawang. Namun, Pemkab hanya melakukan pembongkaran(penertiban) pada 6 bangunan lapak yang berlokasi di Desa Warungbambu.Sedangkan 34 lapak lainnya dibiarkan tetap berdiri. “Disini kami hanya menuntut keadilan, karena bangunan yang saya tempati sekarang berdiri bukan di atas tanah negara melainkan di atas lahan milik pribadi,” ungkapnya.

Dikatakannya, sebelum dirinya memutuskan untuk memanfaatkan lahan tersebut, dirinya terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan Sekdes Warungbambu.Bahkan, lapak tersebut juga bukan diperoleh secara cuma-cuma melainkan dibeli dari seorang aparat desa Anggadita.

"Saya membeli lapak itu seharga Rp 9 juta dari Kepala Desa Anggadita. Soal lapak ini sebelum saya bangun dan tanahnya dilapisi dengan cor beton, saya tanya dulu status tanahnya. Karena dikatakan tanah ini tanah milik pribadi dan masih lama digunakan makanya saya bangun (manfaatkan)" pungkasnya.

Saleh Effendy dan HD Alamsyah dilaporkan, jelas Surya Wedia Ranasti menyatakan, karena dianggap telah melakukan pengrusakan dengan dalih menegakan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 1988 tentang Kebersihan Keindahan dan Ketertiban (K3).Seharusnya, kalau dalihnya untuk K3, perlakuan Satpol PP juga harus sama rata artinya tidak ada tebang pilih dalam memberikan tindakan.

Pada beberapa pertemuan, lanjut Surya, Asda I sempat mengumpulkan puluhan pengusaha limbah untuk direlokasi. Namun relokasi yang dijanjikan Pemkab tak terealisir sehingga pengusaha limbah masih kesulitan untuk mencari lokasi yang cocok. Lagi pula, pada kesepakatan itu Pemkab tidak akan melakukan pembongkaran sebelum mendapatkan tempat relokasi.

“Pada pertemuan sebelumnya, Toha diminta oleh Shaleh Effendi untuk menghimpun dana dari 50 pengelola limbah guna membeli lahan seluas 10 hektar seharga Rp.5 miliar yang lokasinya ditentukan oleh dia sendiri. Akan tetapi pihaknya tidak mampu merealisasikannya karena penugasan tersebut tanpa adanya legalitas dari Pemkab Karawang,” ujar Surya.

"Mencari uang sebanyak itu dan tanah seluas 10 hektar dalam kondisi saat ini sangat sulit.Apalagi waktunya sangat minim sekali.Saya lihat ini perbuatan sewenang-wenang pejabat Pemkab dalam menjalankan Perda tanpa melihat realisasi di lapangan,” tandasnya. (ops)

Para Istri Pendamping Dakwah Suami, Takut Suami Terlalu Dipuja

Menjadi istri ustad yang masih muda dan sedang naik daun butuh kesabaran ekstra. Seperti yang dialami para wanita ini.

PADA Ramadan tahun ini Pipik Dian Irawati harus bersabar. Sebab, baru tahun ini sang suami, Ustad Jeffry Al Buchory, tak berada di rumah saat hari-hari pertama puasa, karena melaksanakan umrah. "Baru tahun ini, awal puasa tidak ada ustad," kata Pipik ditemui Jawa Pos di rumahnya di kawasan Bintaro. Uje, sapaan akrab Ustad Jeffry, bakal berada di Tanah Suci hingga 26 Agustus. Karena itu, Pipik pun harus melewati hari-hari pertama bulan suci bersama empat buah hatinya, hasil pernikahan dengan Uje pada 1999.

Saat Ramadan, Pipik dan Uje selalu berupaya memanfaatkan waktu untuk lebih dekat dengan keempat anaknya. Terutama mengajarkan aktivitas selama menjalani ibadah puasa. Itulah sebabnya, Uje selalu mengosongkan jadwal di hari-hari pertama Ramadan, kecuali tahun ini. "Hari-hari pertama puasa ustad tidak terima job karena waktunya untuk keluarga, ngajak tarawih bersama," terang perempuan 32 tahun itu.

Hari-hari pertama puasa memang menjadi waktu yang paling tepat bagi Uje untuk berkumpul dengan istri dan anak-anaknya. Di luar itu, ustad yang dikenal sebagai ustad gaul itu akan berkutat dengan aktivitas dakwah yang padat. Menurut Pipik, tahun ini suaminya bakal mengisi ceramah menjelang puasa bersama Unyil di salah satu stasiun televisi swasta. "Acaranya sudah direkam dulu," katanya.

Selain itu, berbuka puasa diusahakan untuk bisa bersama. "Kalau ada jadwal buka puasa di luar, pasti ajak anak-anak di tempat ceramah, jadi bisa selalu bareng," urai Pipik. Sahur puasa kali ini, Uje juga di rumah. Menurut Pipik, suaminya memilih tidak menerima job di stasiun televisi karena dinilai lebih banyak humor dibanding taushiyahnya. "Karena dirasa kurang manfaat. Sekarang lebih banyak di masjid," kata mantan model gadis sampul majalah Aneka itu.

Pipik mengaku, saat puasa tidak berbeda dengan hari-hari biasa. Dirinya yang lebih banyak bersama dengan anak-anak. Dua anaknya sudah duduk di bangku sekolah dasar. Yakni, Adiba Khanza Az-Zahra, 9, dan Moh. Abidzar Al Ghifari, 8. Dua lainnya masih tergolong balita, yaitu Ayla Azura, 2, dan Ataya Bilal Risqullah, 1.

"Pagi sampai malam saya yang banyak bareng dengan anak-anak, tapi ustad tetap komunikasi lewat telepon," ungkap perempuan asal Semarang itu. "Kalau tidak ada jadwal (ceramah), ustad lebih banyak ke anak-anak," sambungnya. Pendidikan anak-anak memang menjadi perhatian Uje dan Pipik. Bahkan, Uje meminta kepada manajemen untuk mengosongkan jadwalnya saat Sabtu dan Minggu. Biasanya saat itu digunakan untuk mengajak anak-anak refreshing ke Bandung.

Anak-anak, lanjut dia, juga mulai diajar untuk peduli dengan sesama yang kurang beruntung. Misalnya, selalu bersedekah. Bahkan, saat hendak meminta dibelikan baju atau mainan baru, anak-anak Uje dan Pipik sudah sadar untuk memberikan mainan lama ke anak yatim piatu. "Mereka pilih dan kumpulkan sendiri mainannya. Jadi, boleh minta baru, tapi ada syaratnya," jelasnya.

Menurut Pipik, anak-anaknya sudah memahami profesi Uje sebagai ustad yang banyak diidolakan kaum muda itu. Bahkan, saat Uje harus berceramah hingga ke luar kota, anak-anak juga tidak menanyakannya. "Malah pernah dijuluki Bang Toyib kayak di lagu-lagu," kelakarnya.
Bagaimana penggemar Uje yang didominasi ibu-ibu muda dan remaja? Pipik mengaku wajar jika dirinya merasa cemburu. Namun, dia berusaha menempatkan diri sebagai istri seorang dai muda. "Suami saya masih muda, jadi wajar jika banyak audience-nya yang muda," katanya.

Pipik tidak menampik merasa kesal jika ada penggemar suaminya yang berlebihan. Namun, kekesalan itu lebih didasari karena sosok Uje sebagai manusia biasa. "Takut kalau terlalu dipuja karena suami saya juga manusia biasa yang tidak sempurna meski mengena ceramahnya," kata Pipik yang rutin mengikuti pengajian bersama ibu-ibu kompleks dan artis itu. Saat Ramadan, Pipik tetap menyiapkan sendiri urusan dapur bersama pembantunya. Sesekali Uje menemani belanja ke supermarket jika ada waktu luang.

Bagaimana menu masakan? Pipik mengaku tidak ada yang diistimewakan dengan masakan saat berbuka. Menurut dia, Uje juga tidak banyak permintaan soal menu. "Asal jangan yang pedes karena ustad suka yang manis-manis. Dan, yang wajib ada, air zamzam dan kurma," kata bungsu dari enam bersaudara itu.(*)

Terminal Cikampek Semerawut

SEMRAWUT LAGI: Separuh badan jalan masuk Terminal Cikampek kembali dijadikan tempat parkir dan dipadati para pedagang kaki lima. Padahal, belum lama ini penertiban di kawasan tersebut dilakukan. (asy)

Budayakan Gemar Membaca Lemah di Karawang

KLARI, RAKA - Saat ini minat baca masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Karawang, masih sangat lemah. Masyarakat masih memiliki pandangan yang salah terhadap membaca, masih banyak masyarakat yang menganggap budaya baca hanya milik kalangan civitas akademika dan kaum terpelajar.

"Pandangan masyarakat masih sempit tentang budaya baca, membaca buku seharusnya menjadi budaya masyarakat secara umum, bukan hanya milik kalangan akademik ataupun orang terpelajar saja, pikiran seperti ini menandakan masyarakat kita masih lemah dalam taraf pendidikannya," kata mahasiswa Unsika, Sopiyan, kepada RAKA, Senin (24/8).

Menurutnya, Untuk meningkatkan minat membaca di kalangan masyarakat, perlu ditanamkan kesadaran pada masyarakat bahwa dengan membaca bisa memperoleh pengetahuan serta bisa menguasai dunia. Selain itu, untuk meningkatkan budaya membaca, partisipasi pemerintah sangat diperlukan di sini, sebagai penyedia sarana bagi masyarakat untuk membaca. "Pemerintah harus lebih serius menggalakan minat baca di masyarakat hingga ke daerah-daerah pelosok sekalipun dengan mengefektifkan perpustakaan desa, supaya membaca bisa membaca bisa menjadi budaya di masyarakat," ujarnya.

Dengan membaca, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh, membaca bisa mencerdaskan bangsa dengan cara yang lebih efektif dan efisien, karena dengan membaca seseorang bisa mendapatkan kesadaran kritis mengenai kondisi sosial di masyarakat. "Saya kira membaca merupakan salah satu cara yang efektif untuk mencerdaskan dan membangun bangsa, karena jika masyarakat kita rajin membaca akan menimbulkan kesadaran kritis mengenai kondisi sosial yang ada di sekitar kita," terangnya.

Tentu, untuk meningkatkan minat baca bukan hanya tugas pemerintah semata, namun semua elemen harus turut bergabung menggalakan minat baca di masyarakat, terutama kaum intelektual muda, supaya bisa menjadi motor penggerak. "Tugas ini bukan hanya ditumpukan pada pemerintah saja, namun semua elemen juga harus ikut berpartisipasi, terutama para intelektual muda, ataupun organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, diharapkan kekuatannya mampu mentranformasikan nilai-nilai pada masyarakat tentang pentingnya membaca," jelasnya. (asy)

Ratusan Calon Penumpang Cikampek-Klari Terlantar

ANGKUTAN DARURAT: Para penumpang yang terlantar, akhirnya diangkut kendaraan milik Satpol PP Karawang.

PURWASARI, RAKA - Dampak dari aksi mogoknya para sopir angkot biru trayek 41 jurusan Cikampek-Klari, ratusan penumpang angkot harus terlantar. Bahkan para penumpang angkot harus diturunkan ditengah jalan, lanataran supir angkot lainnya menghentikan angkot yang membawa penumpang untuk melakukan aksi mogok kerja.

Salah soeorang penumpang angkot, Anggi (17), menyayangkan atas aksi mogok kerja sopir angkot tersebut. Pasalnya, ia harus diturunkan jauh sebelum tempat tujuannya. Hal ini membuatnya kebingungan untuk mencari alternatif kendaraan yang ditumpanginya supaya sampai ke rumah. Akibat dari penurunan penumpang tersebut, dia harus telat sampai di rumah dan berpanas-panasan di tepi jalan dalam keadaan sedang berpuasa. "Saya dan penumpang lainnya harus diturunin di Prapatan Tamelang, Purwasari. Padahal rumah saya masih jauh dari sini," keluhnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan, awalnya ia tidak menyangka akan ada aksi mogok seperti ini, pasalnya ketika berangkat sekolah pagi hari, keadaan lalulintas dan angkot masih normal, tidak nampak akan ada aksi mogor kerja. Jika sudah tahu dari awalnya, dia akan meminta orang tuanya untuk menjemputnya di sekolah supaya tidak terlantar seperti ini. "Saya berharap aksi seperti ini tidak berlangsung lama dan tidak terjadi lagi. Banyak masyarakat yang menggunakan jasa angkot untuk melakukan aktifitas, jadi semuanya rugi atas aksi ini. Bukan hanya sopir, penumpang juga rugi," harapnya.

Selain di sepanjang jalan Purwasari-Cikampek, penumpang angkot juga terlantar di Terminal Klari. Puluhan penumpang yang berasal dari arah Karawang menumpuk di luar Terminal Klari, terutama paling banyak dari kalangan pelajar. Pasalnya, aksi mogok kerja tersebut terjadi pada jam keluar sekolah. "Saya hampir dua jam terlantar di depan Terminal Klari, mau naik ojek terlalu jauh ke Cikampek dan harus mengeluarkan ongkos lebih mahal bila dibandingkan dengan menggunakan angkot, terpaksa saya nunggu di sini sampai ada angkutan yang lewat," papar Andi (27), salah seorang penumpang angkot.

Pantauan RAKA, para calon penumpang di Terminal Klari baru bisa terangkut setelah Satpol PP dan dari pihak kepolisian menurunkan mobilnya masing-masing untuk membantu mengangkut penumpang yang hendak pergi ke arah Cikampek. "Kalau tidak ada mobil dari kepolisian mah saya tidak tahu sampai jam berapa di sini. Saya berharap permasalahan ini bisa cepat selesai, di sopir enak dan pemerintah juga bisa melaksanakan programnya dengan maksimal. Karena saya dan mungkin masyarakat lainnya masih membutuhkan angkutan umum, mudah-mudahan masalah ini tidak berlarut-larut," harapnya. (asy)

Angkot Trayek 41 Mogok, Minta Bisa Masuk Karawang Kota

PAKSA MOGOK: Para pengemudi angkot 41 menghentikan angkot lain yang beroperasi dan menurunkan paksa penumpangnya.

CIKAMPEK, RAKA - Setelah dilakukan uji coba pengoperasian Jalan Lingkar Klari-Tanjungpura 17 Agustus 2009 lalu, badai protes terus mengalir hingga saat ini. Setelah beberapa waktu lalu, angkutan elf yang melakukan unjuk rasa, kini giliran angkot trayek nomor 41 jurusan Cikampek-Klari yang melakukan aksi mogok narik, bahkan angkot yang masih narik, diberhentikan untuk mendukung aksinya.

Para pengemudi angkot trayek nomor 41 tersebut menuntut untuk dapat menarik penumpang hingga masuk ke Karawang Kota. Menurut salah seorang pengemudi angkot trayek 41, Dedi, saat ditemui RAKA, Senin (24/8), mengatakan, aksi ini dilakukannya sebagai bentuk protes dari sopir angkot biru trayek 41. Mereka merasa dipotong trayeknya.

Sebelum dioperasikannya Jalan Lingkar Klari-Tanjungpura, jelas Dedi, trayek angkot 41 bisa beroperasi hingga Karawang Kota, namun setelah dioperasikannya jalan lingkar tersebut, trayeknya hanya bisa membawa penumpang sampai Terminal Klari. Keadaan tersebut, jelas Dedi, membuatnya kekurangan pendapatan. "Sejak dioperasikannya jalan baru, pendapatan kami menjadi berkurang. Perekonomian sopir turun drastis, sementara banyak anggota keluarga yang harus dihidupi," paparnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, sebelum trayek baru dioperasikan, dia bisa mendapatkan penghasilan minimal Rp 50 ribu per hari, tapi kini dia hanya mendapatkan sedikitnya Rp 20 ribu. Uang tersebut dipergunakan untuk membeli bensin mobilnya juga dinilai tidak cukup, belum lagi keluarganya yang menanti di rumah. Penghasilan tersebut tidak cukup untuk membiayai keluarga serta membayar setoran mobilnya. "Kami berharap angkot trayek 41 agar bisa beroperasi seperti semula sampai Karawang. Jika tuntutan kami ini belum ditanggapi, kami akan terus melakukan aksi mogok seperti ini," ancamnya.

Sopir angkot lainnya, Mamat menambahkan, aksi ini bukan merupakan aksi meminta kenaikan tarif, tapi aksi untuk memberlakukan trayek 41 seperti semula yang sampai Karawang. Selain para sopir, menurut Mamat, penumpang juga banyak yang dirugikan dengan pemberlakukan trayek baru ini, terutama anak sekolah dan karyawan. Mereka harus membayar dua kali karena harus naik angkot dua kali.

Biasanya sampai ke Karawang Rp 2.000, kini anak sekolah harus membayarnya sebesar Rp 4.000. "Banyak para penumpang yang mengeluhkannya kepada saya. Aksi ini sebagai bentuk protes atas pemberlakukan trayek baru tersebut," terangnya.
Dia melanjutkan, jalur Cikampek-Karawang juga dihuni oleh dua trayek yakni trayek 41 (Cikampek-Klari) dan trayek 39 (Cikampek-Johar-Wadas).

Untuk angkot trayek nomor 39 diperbolehkan masuk Johar, namun hal tersebut membuat angkot trayek nomor 41 kekurangan penumpang. Pasalnya, penumpang banyak yang menaiki trayek nomor 39. Calo juga banyak melakukan pungli terhadapnya, bahkan penumpang harus naik angkot lewat calo tersebut. "Kami ini serba susah, sudah penghasilan berkurang, calo juga banyak melakukan pungli. Kami tetap berharap agar semua angkot biru bisa masuk lagi ke dalam kota seperti semula," harapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dishubkominko Kabupaten Karawang H Miftah Zaini mengatakan, sebetulnya tidak ada pemotongan trayek angkot, terutama angkot nomor 41. Pihaknya hanya melakukan normalisasi trayek yang ada. Mengenai angkot trayek 41, dari dulu juga sudah ditentukan sampai terminal Klari.

Hanya saja, dulu masih diberikan toleransi masih bisa beroperasi hingga masuk kota. Tapi setelah diujicobakannya jalan lingkar, pembenahan mulai dilakukan. "Trayek 41 diberlakukan hingga Terminal Klari dan trayek 39 sampai ke Johar. Dan ini merupakan trayek yang sudah lama, sekarang kami hanya melakukan normalisasi trayek yang ada seiring dioperasikannya jalan lingkar, bukan pembuatan trayek baru," paparnya.

Upaya ini, lanjutnya, untuk menata dan menertibkan angkutan umum yang ada di Karawang, agar masalah kemacetan bisa terselesaikan. Menurut Miftah, Pemerintah Kabupaten Karawang juga mencanangkan tahun 2009 ini merupakan pencanganan Karawang yang tertib, bersih dan indah.

Dijelaskannya pula, pengoperasian jalan lingkar ini masih dalam tahap uji coba sebelum diresmikan pada 13 September 2009 mendatang, upaya pembenahan pun akan terus dilakukannya. "Pemerintah daerah memiliki komitmen untuk menjadikan Karawang yang tertib, bbersih dan indah, termasuk di dalamnya mengenai lalulintas," pungkasnya. (asy)

Ramadhan Bulan Sosial, Ungkap pengasuh Ponpes Al Maghfiroh Pundong, Kelurahan Palumbonsari

KLARI, RAKA - Ramadhan merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Karenanya, kemuliaan bulan Ramadhan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk melakukan hal-hal yang baik. Hal tersebut dikatakan oleh pengasuh Ponpes Al Maghfiroh Pundong, Kelurahan Palumbonsari, Ustad Agus Fudholi, Senin (24/8).

Menurutnya, Ramdhan juga merupakan bulannya sosial, pasalnya dalam Ramadhan umat Islam diwajibkan untuk mengeluarkan zakat fitrah. Menurutnya, zakat merupakan salah satu ibadah sosial yang diharuskan oleh agama. Dengan ibadah sosial ini, diharapkan manusia bisa saling menghargai dan saling membantu satu sama lain. Karena dalam Islam tidak dikenal adanya kesenjangan sosial berdasarkan harta ataupun tahta seseorang. Yang membedakan manusia diamata Allah hanyalah takwanya. "Implementasi nilai-nilai sosial dalam agama saat ini sudah mulai luntur, orang sudah mulai acuh terhadap sesamanya. Semangat Ramadhan ini harus dapat membangkitkan nilai-nilai sosial yang mulai luntur saat ini," terangnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, Ramadhan harus dijadikan sebagai ajang refleksi atas apa yang telah dilakukan saat ini. Nilai-nilai sosial dan nilai-nilai humanisme yang saat ini telah mulai luntur harus diterapkan lagi di masyarakat. Karena disadari atau tidak, manusia merupakan makhluk sosial dan tidak bisa hidup seorang diri. Kesadaran akan hal itu harus ditumbuhkan, agar kehidupan bisa berjalan dengan baik tanpa ada ketimpangan sosial. "Masalah sosial merupakan masalah yang komplek, terutama yang menyangkut urusan perut. Pikiran irasional pun ikut muncul. Ramdhan harus bisa meningkatkan ibadah sosial agar terjadi kesejahteraan yang merata," paparnya.

Agus menambahkan, selain ibadah sosial, Ramadhan juga merupakan bulannya untuk mempererat hubungan manusia secara personal dengan Tuhan-nya. Pasalnya, dalam Ramadhan segala limpahan rahmat dan ampunan diturunkan. Ramadhan juga merupakan 'islahul uyub' yakni, perbaikan diri dari perbuatan-perbutan tercela yang telah dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya. "Ramadhan harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk memperbaiki diri secara personal terhadap Allah dan menjadi manusia yang takwa," beber Agus. Selain itu, lanjutnya, Ramdhan juga merupakan bulannya peleburan dosa. Kesempatan ini, harus dimanfaatkan dengan baik agar memperoleh derajat ketakwaan yang tinggi.

Setelah Ramadhan berakhir, bisa didapat pelajaran yang berharga yang bisa diterapkan pada bulan-bulan berikutnya. Keseimbangan ibadah sosial dan ibadah personal juga harus terjadi agar kesetaraan bisa didapatkan. "Sebagai orang yang beragama, kita tidak bisa menafikan lingkungan di sekitar kita. Untuk itu, Ramadhan harus dijadikan refleksi dan aksi atas hikmah yang didapat selama Ramadhan ini. Agar kehidupan lebih baik bisa didapatkan," pungkasnya. (asy)

Jalan Lingkar Karawang Rawan Kecelakaan

KARAWANG,RAKA- Ruas jalan lingkar Karawang yang menghubungkan Desa Warungbambu dengan Kelurahan Tanjungpura diyakini rawan kecelakaan.Pasalnya, rambu-rambu lalulintas dan lampu penerangan masih minim.Selain itu, jalur untuk pintu keluar lamaran juga masih terlalu menyiku.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Unit Kecelakaan Lalulintas (Kanit Lakalantas) Iptu Sumaryana ketika ditemui RAKA di kantornya, Senin (24/8) kemarin. Menurutnya, jumlah rambu dan lampu penerangan yang sudah terpasang masih terbatas."Rambu-rambu dan lampu penerangan itu kurang.Hendaknya, Pemkab Karawang mampu menambah rambu dan lampu tersebut untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan," ujar Sumaryana.

Selain rambu dan lampu yang masih terbatas, ruas jalan menuju pintu keluar Lamaran, baik kendaraan yang datang dari arah Kantor Pemilihan Umum Daerah(KPUD) Tanjungpura atau Warungbambu, kondisinya terlalu menyiku. Akibatnya, ruang gerak kendaraan pada saat berbelok sangat sempit."Di lokasi tersebut sudah sering terjadi kecelakaan. Namun karena kerugiannya bersifat materi, mereka(pengendara atau para pengendara yang mengalami kecelakaan-red) enggan kasusnya diproses secara hukum." tambahnya.

Meski kendaraan sudah berlalulalang di sepanjang ruas jalan tersebut sejak di operasikan sementara pada Senin(17/8) pekan lalu, lanjut Sumaryana, pihaknya belum dapat mengambil tindakan terhadap pengendara atau pengguna jalan yang melanggar rambu-rambu lalulintas di ruas jalan tersebut. Sebab, penggunaan ruas jalan tersebut masih dalam tahap sosialisasi.Tahap sosisialisasi menurut undang-undang, sambungnya, berlangsung selama 30 hari."Jika masa sosialisasi sudah berakhir, ada pengguna jalan yang melanggar aturan, tentu dapat ditindak," ungkapnya. (ops)

DPRD Karawang Minta Polisi Tak Terhasut, Oleh Provokasi Anti Islam


KARAWANG, RAKA
– Tiga fraksi sementara di DPRD Karawang siap mendesak unsur pimpinan di lembaganya untuk segera melakukan dialog dengan pihak Polres. Hal ini apabila rencana Mabes Polri melakukan pengawasan bagi setiap dakwah Islam di masjid-masjid selama bulan suci Ramadhan, benar-benar dilaksanakan.

Fraksi Golkar Amanat Reformasi melalui sekretarisnya, Bambang Maryono, mengaku prihatin atas sikap Kepolisian tersebut. Terkesan bahwa Islam dituding sebagai agama teroris yang patut dicurigai. “Sikap Polri itu terlalu reaksioner. Kita setuju teroris harus dihabisi. Tapi bukan dengan cara-cara yang dapat menyinggung ummat Islam. Hati-hati pihak Kepolisian terperangkat upaya-upaya provoksi dari orang-orang yang hendak menghancurkan Islam,” tegas Bambang mengingatkan.

Ia juga berharap, Kepolisian dari Polres di sini tidak lantas ikut-ikutan reaktif dalam melaksanakan tugas di lapangan. Khususnya terkait mengenai rencana pengawasan kegiatan dakwah di berbagai tempat selama mengisi Ramadhan. Hemat Bambang, jangan sampai situasi yang kondusif di wilayah Kabupaten Karawang ternodai. “Pokoknya aparat Kepolisian mesti hati-hati untuk tidak membuat warga muslim jadi resah,” tandasnya.

Sambung Bambang, guna mensikapi polemik yang kadung telah menghangat di kalangan masyarakat itu, dirinya akan mendorong fraksi agar meminta unsur Pimpinan DPRD, kendati statusnya sementara, untuk melakukan dialog dengan Muspida, terutama Kapolres. Harapnya, jangan sampai niatan Polisi turun melakukan pemantauan kegiatan dakwah Islam terjadi. “Sekali lagi kita setuju teroris dihabisi. Tapi jangan lantas telunjuk mengarah ke Islam,” ulang dia bernada tinggi.

Sikap yang sama disampaikan Ketua Fraksi Partai Demokrat sementara, Nurjaman. Kalau pun ia menyebut niatan polisi itu baru sekedar rencana, namun pihaknya sangat sependapat bahwa pengawasan bagi kegiatan dakwah Islam tetap sulit diterima apabila dianggap sebagai bagian dari langkah lain untuk mengejar teroris. Bila itu tetap dilakukan, menurutnya, berarti target kelompok teroris untuk menghancurkan Islam tercapai.

“Grand design pihak asing yang anti Islam atau Islamophobia bukan hal mustahil berada dibalik gerakan terorisme. Makanya Polisi jangan ikut-ikut terpengaruh dan terjebak pada upaya provokasi. Nanti yang rugi lembaga Kepolisian itu sendiri. Kalau mau ajak ulama atau kyai bagaimana cara memerangi teroris. jangan malah mau mencurigai orang berdakwah. Saya pribadi setuju kalau Pimpinan DPRD sementara segera melakukan dialog dengan pihak Polres di sini. Biar semua pihak mengerti bagaimana Islam dan apa itu teroris,” ungkapnya.

Pernyataan lain dikatakan anggota Fraksi PKS sementara, Budiwanto. Pihaknya malah mempertanyakan balik apabila masih ada pihak yang belum mengerti tentang Islam. Apalagi kalau Islam dihubung-hubungkan dengan gerakan terorisme. Malah ia makin tidak mengerti ketika Kepolisian malah hendak terjerambab pada pandangan yang keliru dengan akan mengawasi kegiatan dakwah Islam selama Ramadhan.

“Islam yang dibawa Rosulullah SAW itu rahmatan lil alamin, Dulu dakwah menyebarkan Islam yang dilakukan Rosulullah SAW sangat humanis. Tidak pernah benci apalagi melawan sama orang yang belum memahami Islam. Jadi apa hubungannya menangkap teroris dengan cara mengawasi dakwah Islam? PKS sangat setuju jaringan terorisme dihancurkan. Sebab itu tidak Islami. Tapi kalau memberangus teroris malah mengarah ke kegiatan kaum muslim, apalagi dakwah, itu sangat keliru besar,” ujar Budiwanto.

Oleh karenanya, ia bersama rekan-rekan se fraksinya sependapat, Pimpinan DPRD sementara ketika alat kelengkapan dewan belum terbentuk melakukan pendepakatan dengan pihak Polres. Menurutnya, jangan sampai rencana Mabes Polri seperti itu benar-benar terlaksana. Karena ia khawatir malah akan kontra produktif dengan munculnya reaksi di kalangan masyarakat muslim Indonesia di berbagai daerah. (vins)

Polisi Membantah

SEMENTARA Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri membantah tegas telah mengeluarkan perintah untuk mengawasi dakwah selama bulan Ramadhan.

“Tentang sinyalemen informasi yang salah dan berkaitan seperti disampaikan Kadiv Humas, yang seolah-olah polisi melakukan pengawasan terhadap dakwah di bulan Ramadhan ini,” kata Bambang Hendarso di Markas Besar Kepolisian, Jakarta, Senin (24/8).

Kapolri merasa perlu meluruskan pemberitaan selama 2 hari belakangan ini yang menyebutkan Polri selama bulan Ramadhan ini tengah melakukan pengawasan kegiatan dakwah, sehingga dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab untuk memojokan polisi. “Tidak pernah dinyatakan siapapun, tidak ada dan tidak akan pernah ada perintah kebijakan ini disampaikan Polri, karena bukan otoritas Polri,” tegasnya.

Soal dakwah, tambah Kapolri, adalah kewenangan penuh dari Departemen Agama. Pada prinsipnya Polri tak pernah melakukan pengawasan terhadap siapapun. “Pernyataan ini kita sampaikan agar tidak menjadi polemik, dan dimanfaatkan pihak tertentu dan merugikan Polri,” katanya.

Dalam jumpa pers ini Kapolri juga menghadirkan Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni dan Menteri Komunikasi dan Informastikan Muhammad Nur. Dalam kesempatan ini kedua menteri ini juga menyayangkan soal pemberitaan di berbagai media yang sempat meresahkan masyarakat. “Kalau nanti kami kewalahan, dan ada ada seorang da'i nakal, kami minta bantuan dari Polri, dan saya berharap pemberitaan di berbagai media jangan membuat ruwet,” kata Menteri Agama.

Hal senada juga disampaikan Menkominfo yang meminta kepada masyarakat agar memperhatian pemberitaan di media. Artinya ketidakutuhan dan kebohongan berita jangan sampai disiarkan ke masyarakat sehingga mennjadikan berita tersebut bias. “Alhamdulilah kita bisa kerjasama saat ini, karena itu saya berharap juga dengan media, perimbangan dan kebenaran berita itu juga harus diperhatikan,” katanya.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna mengatakan Mabes Pori memerintahkan jajaran di wilayah untuk mengawasi dakwah-dakwah selama bulan Ramadhan. Operasi Cipta Kondisi bertujuan untuk meminimalisir dakwah yang bersifat provokasi pada tindakan terorisme. “Operasi ini akan dilakukan sebelum Operasi Ketupat,” kata Nanan Soekarna kepada wartawan, pada Jumat (21/8).

Nanan menjelaskan polisi akan mengikuti, memantau, dan merekam dakwah atau ceramah. “Langkah ini bukannya polisi mau membatasi dakwah,” kata Nanan sembari menegasakan operasi ini merupakan operasi kemanusiaan sehingga umat Islam dapat melakukan ibadah puasa dengan tenang dan tentram.

Pengamat Teroris
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri juga kembali dibuat 'gerah' soal pemberitaan diberbagai media massa. Kali ini kaitannya soal komentar beberapa pengamat soal perkembangan kasus teroris di Indonesia.

Dalam jumpa pers, Senin (24/8) di Rupatama Mabes Polri, Kapolri mengklarifikasi terkait informasi yang beredar soal adanya rencana penyerangan terhadap Presiden Amerika Serikat, Barack Obama saat akan melakukan lawatan ke Indonesia, pada November mendatang. "Di lingkungan Polri, yang berkaitan dengan Densus 88 atau satuan tugas yang lain, tidak ada pengamat siapapun," kata Kapolri.

Lebih lanjut dikatakannya informasi tersebut tak datang dari polisi. Pasalnya ada informasi yang beredar bahwa ada dua DPO Polri yang menyiapkan serangan pada Obama. "Itu tidak pernah ada, pengamat mana yang bisa berani menyatakan hal seperti ini, saya tegaskan, saya sampaikan tidak ada,” katanya.

Perburuan teroris yang dilakukan Polri selama ini tidak melibatkan pengamat. "Timnya adalah kami sendiri, Kapolri dan pejabat terkait melakukan kajian dan evaluasi tentang pengungkapan dan penyidikan. Jadi tidak ada pengamat lain yang saya gunakan untuk mengungkap kasus-kasus teror bom, ini perlu saya klarifikasi,” imbuhnya.

Dengan kondisi saat ini, Kapolri lantas meminta kepada media tak begitu saja mempercayai pengamat. "Teman-teman pahami betul tentang beredarnya isu yang merugikan Polri, dan saya mengert betul dengan tugas dan tanggungjawab pers,” kata dia. (JPNN)

Model Kerudung Makin Variatif

BULAN Ramadhan penjualan kerudung di Pasar Tanah Abang meningkat hingga 30%, seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap kerudung. "Saat ini menjelang bulan Ramadhan penjualan kerudung meningkat hingga 30% dari biasanya, dikarenakan permintaan masyarakat terhadap kerudung meningkat," kata pedagang kerudung di Tanah Abang, Firman.

Ia mengatakan, biasanya menjelang bulan Ramadhan masyarakat mulai mencari kerudung hingga menjelang Lebaran tiba, masyarakat terus memburu kerudung. "Penjualan saat ini kerudung meningkat, karena maraknya model dan jenis terbaru dari kerudung, sehingga pendapatan para pedagang juga meningkat," ujarnya.

Ia menjelaskan, pendapatan pada hari biasanya rata-rata per hari mencapai Rp1 juta-Rp3 juta perhari, namun kini meningkat menjadi Rp4juta perhari. Penjualan meningkat dari hari biasanya 120 kerudung yang laku perhari kini menjadi sekitar 150 kerudung perharinya.

"Biasanya rata-rata para pembeli kebanyakan membeli dengan jumlah yang besar, karena dijual kembali, dan tak jarang pula yang membeli untuk dipakai sendiri," ujarnya. Ia menambahkan, pihaknya hanya menjual model segi empat dan bergo. Pasokan kerudung itu ia dapatkan dari rekan-rekan sesama pedagang di wilayah Jawa Barat seperti Karawang dan Purwakarta. Untuk bahan kerudungnya, yaitu bahan spandek, paris, sifon, dan sutera.

Harga kerudung bervariasi mulai dari model segi empat dijual Rp15.000 hingga Rp 200.000 per potong, dan untuk model bergo dijual Rp 15.000 hingga Rp100.000 per potong. Omset yang diperoleh Firman rata-rata Rp15 juta hingga Rp20 Juta per bulan. Ia memprediksikan, penjualan kerudung akan terus meningkat hingga 50% pada bulan Ramadhan, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

Hal senada diungkapkan, Andalusia, pedagang kerudung di gerai Kerudung Jakarta, Tanah Abang, mengatakan penjualan kerudung menjelang bulan Ramadhan meningkat sekitar 30%.
"Meningkatnya penjualan kerudung dikarenakan daya beli masyarakat terhadap kerudung terus meningkat, sehingga pendapatan juga meningkat", tandasnya. (raka)

Puasa Kurangi Risiko Terkena Penyakit Jantung

PUASA didefinisikan sebagai tindakan menahan makan, minum, dan nafsu dari waktu imsak hingga terbenamnya matahari dengan niat ibadah kepada Allah SWT.Puasa tidak akan membuat seseorang sakit atau bahkan dapat menyebabkan kurang gizi akibat tidak makan dan minum. Puasa memang mengurangi asupan zat gizi, terutama kalori, dan radikal bebas. Namun dari aspek kesehatan, puasa memberikan faedah bagi kesehatan.

Manfaat kesehatan puasa, menurut Dr Zubairi Djurban diantaranya dapat mengurangi resiko terserang penyakit jantung dan stroke. Puasa juga dapat mengurangi radikal bebas, mengurangi kadar kolesterol dalam darah, dan lemak trigliserol. Kadar kolesterol darah yang tinggi secara jangka panjang dapat menyebabkan penyumbatan di saluran pembuluh darah.

Jika terjadi di otak, maka hal itu akan berakibat stroke dan bila terjadi di daerah jantung dapat menyebabkan penyakit jantung. Puasa dapat mengurangi masuknya kalori di dalam tubuh.
Kolesterol yang bersumber dari pangan hewani terdapat di lemak bebas dan trigliserol. Untuk meningkatkan manfaat kesehatan puasa dan mencegah dari penyakit jantung maka disarankan untuk menghindari makanan berlemak dan berkolesterol tinggi, seperti daging merah (daging sapi, kambing, kerbau dan lain-lain).

Perilaku hidup tidak sehat seperti kebiasaan makan makanan berlemak dan merokok dapat memudahkan seseorang terkena penyakit jantung. Konsumsi ikan, buah dan sayur dalam jumlah yang banyak dapat bermanfaat mencegah kita terserang penyakit degeneratif seperti stroke dan penyakit jantung. Sayur dan buah secara tidak langsung akan menyuplai energi secara perlahan.
Puasa juga dapat mengurangi dan membatasi konsumsi kalori. Bagi kesehatan, puasa akan mengurangi produksi senyawa oksigen yang bersifat racun (radikal bebas oksigen).

Penumpukan radikal bebas dapat mempermudah kerusakan sel termasuk sel otot jantung.
Kelebihan radikal bebas oksigen yang bersumber dari karbohidrat dapat menyebabkan penyakit degeneratif, termasuk penyakit jantung dan stroke. Puasa bisa menekan produksi radikal bebas sekitar 90 persen dan meningkatkan antioksidan sekitar 12 persen.

Puasa juga dinilai dapat menormalkan kadar gula darah dan menurunkan suhu tubuh. Muslim yang berpuasa dapat merasakan manfaat puasa bagi kesehatan jika puasa dilaksanakan secara benar sesuai dengan tuntunan. (dea)

Masjid Agung Alun-Alun Akan Gelar Safari Bedug


KARAWANG, RAKA
- Untuk memeriahkan Bulan Suci Ramadhan, Masjid Agung alun-alun bekerjasama dengan salah satu perusahaan produk makanan, akan menggelar safari bedug tanggal 2 September. Menurut wakil bidang Imarah (memakmurkan Masjid) sekaligus salah satu Imam Masjid Agung Ust. Ujang Mashudi, selain perlombaan bedud, dalam safari bedug tersebut akan diperlombakan juga, da'i, qasidah, dan marawish.

"Kebetulan masjig agung kebagian jadwal untuk menggelar safari tersebut. Mudah-mudahan dengan adanya safari tersebut bisa meningkatkan motivasi umat Islam untuk lebih mengenal lagi Islam, baik dari segi dakwah maupun seni," tuturnya, Senin (24/8) siang.

Selain safari bedug, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung, akan mengadakan pesantren Ramadhan tanggal 31 Agustus sampai 9 September, yang akan diikuti oleh remaja dari tingkat SMP sampai perguruan tinggi. Menurut Ust. Ujang, dengan diadakannya pesantren Ramadhan diharapkan bisa membina dan meningkatkan kualitas serta pemahaman generasi muda terhadap agama Islam.

"Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk mendorong umat agar terus meningkatkan kualitas keimanan dan menciptakan generasi muda yang mengenal agamanya, kita harus memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya. Sebagaimana kita ketahui, saat ini generasi muda sangat rentan dengan pergaulan bebas.

Mudah-mudahan upaya yang kita lakukan bisa membentengi keimanan mereka supaya bisa memilih mana yang benar dan yang salah. Tanpa kerja keras serta usaha yang kita lakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas umat, semuanya akan sia-sia. Remaja yang mengikuti pesantren tersebut akan mendapatkan materi setelah sholat Ashar sampai menjelang buka puasa. Kami berharap setelah mengikuti pesantren ramadhan, kualitas keimanan maupun pemahaman keagamaan bisa meningkat, " paparnya.

Ia melanjutkan, pada malam 17 Ramadhan, pihaknya akan menggelar tabligh akbar yang akan diisi oleh KH. Hasan Nuri Hidayatullah. "Tabligh Akbar yang akan digelar nanti, kami harap bisa menambah ilmu keagamaan dan keimanan serta kesejukan hati warga Karawang yang menghadiri tabligh tersebut," tandasnya.

Terkait dengan tidur di bulan Ramadhan yang banyak dilakoni oleh umat Islam, Ust Ujang mengatakan akan lebih baik apabila bulan Ramadhan diisi dengan hal-hal yang jauh lebih positif. "Seharusnya Bulan ramadhan kita manfaatkan sebaik-baiknya. Seperti membaca Al-Qur'an, sholat, bersedekah, atau kegiatan lain yang bisa mendekatkan kita kepada Allah," katanya. (psn)

Pencemaran Lingkungan di wilayah Jatiluhur

PENCEMARAN: Cerobong asap perusahaan dan kolam jaring apung (KJA) ilegal diduga menjadi penyebab pencemaran lingkungan di wilayah Jatiluhur. Selain menyebabkan bau yang tidak sedap, ikan-ikan di Bendungan Ir. H Juanda sering terkena virus dan mati. (sep)

Polisi Gelar Razia Petasan

RENGASDENGKLOK, RAKA - Maraknya peredaran petasan di Pasar Tradisional  Rengasdengklok, memaksa polres Karawang menggelar razia. Sedikitnya ratusan dari berbagai jenis petasan terjaring razia,  mainan berbahan dasar mesiu yang sangat digemari oleh anak muda terutama di bulan Ramadan. Imbasnya, para pedagang petasan mengaku merugi sedikitnya satu juta rupiah setelah kena razia, Senin (24/8) siang.

Seperti diakui salah satu pedagang petasan Pasar Rengasdengklok, Ani ( 32) kepda RAKA. ia dan puluhan rekannya sesama penjual petasan dan kembang api panik saat polisi menyambangi lapak mereka. Diketahui, saat hari menjelang siang , sekitar pukul 10:00 pasar Rengasdengklok seperti biasa dipadati dengan kendaraa bermotor para pembeli yang diparkir disisi jalan, aktivitas para pedagang menawarkan dagangan menambah pikuknya suasana.

Sepintas tak ada tanda-tanda akan dilakukan razia, entah lima atau tujuh pria berpakain hitam putih rapi trelihat seperti kebingungan mencari bahan blanjaan, kesemuanya tertuju pada lapak-lapak petasan. layaknya pembeli, mereka tanyakan harga beberapa jenis petasan tak lama salah satu dari mereka mengeluarkan Hp, tak jelas yang Ia katakan. tak lama berselang Box besar berwarna cokelat kehitam-hitaman melaju cukup kencang dari arah batu jaya di jl pasar rengasdengklok, berhenti tepat di lapak penjual petasan, dengan gerak cepat dan sedikit kompromi petugas membawa ratusan petasan jenis petasan korek, jamoe, cabe dan apollo. Dijelaskan Ani, ia hanya pasrah, tak bisa berbuat apa-apa. "Ini sudah menjadi resiko para pedagang petasan, belum untung sudah buntung, "keluhnya.

Hal itu pun, diakui para pedagang petasan lainnya yang turut kena razia. Ironisnya, akibat dari razia yang digelar oleh petugas razia,  mereka mengaku merugi karena barang dagangannya disita secara paksa selain itu mereka mengaku telah membanyar sejumlah uang retribusi sebesar, Rp 20.000 -Rp 50.000 kepada para petugas setempat. "Kami hanya para pedagang yang berusaha memenuhi kebutuhan hidup yang cukup tinggi dari awal puasa hingga lebaran nanti," tegasnya.(cr1/get)

Fwd: Ratusan Penumpang Terlantar Angkot Cikampek Mogok, Pol PP Kerahkan Armada


KARAWANG, RAKA - Ratusan penumpang dari Cikampek  menuju Klari maupun sebaliknya (Klari-Cikampek), Senin (24/8) siang terlantar. Pasalnya angkutan kota (angkot) trayek 41 jurusan Cikampek-Klari dan trayek 39 jurusan Cikampek-Klari-Johar-Wadas menggelar aksi mogok.

Untuk menanggulangi banyaknya penumpang yang terlantar, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mengangkut para penumpang tersebut khususnya para pelajar. Menurut Kepala Pengendalian Operasi Satpol PP Deni S Harlan, pihaknya menurunkan tiga pick up dan satu mobil dalmas.
"Kami siap membantu Dishubkominfo selama dua puluh empat jam. Namun jangka waktunya kami belum tahu sampai kapan, pasalnya pembahasan antara trayek 41 dan 39, sampai saat ini belum selesai," tandasnya, Senin (24/8) siang.

Winda (16) pelajar salah satu sekolah swasta di Karawang mengaku, kesulitan akibat angkot trayek 39 dan 41 mogok beroperasi. "Saya harus pulang naik apa kalau tidak ada angkot. Biasanya jam setengah dua saya sudah ada dirumah, tapi sampai jam tiga sore saya masih ada diterminal Klari. Saya harap masalah tidak beroperasinya angkot bisa cepat selesai, kalau terus terusan seperti ini, besok saya pasti terlambat kesekolah.

Meskipun ada kendaraan dari satpol pp, saya tidak berani naik, pasalnya harus berebutan dengan penumpang lain," katanya yang mengaku tinggal di Kecamatan Purwasari.
Berbeda dengan Winda, Engkus (26) warga Klari, mengaku sangat terbantu dengan adanya satpol pp. Menurutnya, selain penggati angkot, ia tidak perlu mengeluarkan ongkos untuk pulang. "Saya akan menunggu jemputan mobil dalmas Satpol PP.

Meskipun harus berebutan dengan penumpang lain, bukan masalah bagi saya. Karena kalau menggunakan jasa tukang ojek, saya harus mengeluarkan ongkos yang berlipat-lipat, yaitu dari dua ribu rupian menjadi enam sampai tujuh ribu rupiah," katanya.
Suaib (37), salah satu tukang ojek yang mangkal didepan terminal Klari mengaku pada mulanya ia sangat diuntungkan dengan tidak beroperasinya angkot trayek 39 dan 41, namun setelah satpol pp menurunkan empat kendaraan, penumpang mulai sepi.

"Sebelum ada satpol pp, saya bisa pulang pergi mengantar penumpang dari terminal Klari ketempat tujuan sampai tiga kali berturut-turut, tapi setelah ada satpol pp, penumpang sama sekali tidak mau naik ojek. Seharusnya, penumpang dibiarkan saja, biar tukang ojek yang mengantarnya pulang atau pergi, hitung-hitung bagi-bagi rejeki," ungkapnya.

Menurut Ketua Rekayasa Lalu-Lintas Dishubkominfo Dede Sudrajat, permasalah timbul dari kecemburuan trayek 41 terhadap trayek 39. Pasalnya banyak penumpang dari Cikampek yang memilih naik angkot trayek 39 daripada trayek 41, karena trayek 39 bisa mengantarkan penumpang sampai ke Johar, sedangkan trayek 41 hanya sampai terminal Klari. "Kami sedang memediasi antara trayek 39 dan 41, mudah-mudahan permasalahan ini bisa selesai, agar para penumpang tidak lagi terlantar," katanya. (psn)

Pimpinan Jamsostek Cabang Purwakarta, Kuncinya Kompak dan Hubungan Baik

Untuk mencapai keberhasilan memang banyak tantangannya. Selain butuh perjuangan dan kerja keras juga perlu kecermatan dalam menentukan langkah yang hendak ditempuh.

Drs H Dadang Koesnadi MBA, Pimpinan PT. Jamsostek cabang Purwakarta, paling tidak diantara lelaki yang sukses menjalankan tugasnya karena kecermatannya dalam menentukan langkah-langkah yang hendak dicapainya. Dia adalah sosok pria yang selalu mencintai pekerjaan terlebih pekerjaan itu menjadi profesinya.

Bapak Dua orang anak kelahiran Sumedang 14 Agustus 1959 ini selalu berusaha untuk menikmati semua pekerjaan sehingga dapat merasakan kenyamanan dalam bertugas. Suami dari Hj. Juju Juariah ini selalu siap melaksanakan tugas di manapun, dengan prinsip manusia tidak bisa hidup sendiri, alumnus STM Negri 1 Sumedang ini selalu menjaga hubungan baik dengan setiap orang.

"Selama saya bertugas di PT. Jamsostek sedikitnya 8 Kabupaten telah saya injak dan alhamdulillah selama itu saya tidak pernah mengeluh, pekerjaan selalu saya laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Sedangkan untuk dapat bekerja aman dan nyaman selain harus bisa menyenangi pekerjaan itu, profesi inipun tidak lepas dari peranan orang lain, manusia tidak bisa hidup sendiri, untuk dapat melaksanakan semua program Jamsostek saya harus pintar-pintar melakukan komunikasi yang baik dengan banyak orang," ucap alumnus SD Cisalak 2 dan SMP Negri 3 Sumedang ini.

Sebagai seorang pimpinan PT. Jamsostek cabang Purwakarta, dirinya selalu mengedepankan hubungan baik dan kerjasama serta kekompakan dengan sesama rekan di Jamsostek. "Saya di percaya sebagai pimpinan PT. Jamsostek cabang Purwakarta dan ini merupakan kebanggaan yang tidak ternilai, untuk menjalankan amanah ini tidak lepas dari peranan rekan-rekan saya di Jamsostek, untuk menjalin kerjasama yang baik, maka langkah awal yang harus saya lakukan adalah menjaga hubungan baik dengan sesama pekerja di Jamsostek. Sehingga jalinan dengan semua relasi baik dari kalangan pemerintah ataupun perusahaan kami dapat memberikan pelayanan yang prima," ucap ayah dari Yuda Apryanto dan Suci Solehatun.

Pada tahun 2009 ini PT. Jamsostek memliki target 45.000 peserta Jamsostek, jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 20 persen dari tahun 2008 yang hanya menargetkan 32.000 peserta PT. Jamsostek. Dengan program-program yang di tawarkan beserta pelayanan yang prima PT. Jamsostek kepada semua peserta Jamsostek saya yakin dapat maraih jumlah yang di targetkan.

Saat ini Jamsostek terus melakukan hubungan baik dengan semua perusahaan yang belum bergabung atau baru setengah menjadikan karyawan menjadi peserta Jamsostek, dan tahun 2010 akan mengefektifkan pekerja sosial di lingkungan pemkab menjadi peserta Jamsostek. Dan hal ini sudah di respon baik oleh bupati Purwakarta H Dedi Mulyadi SH, berbagai hal yang harus saya perhatikan sehingga program Jamsostek bisa berjalan dengan baik dan masyarakat dapat terbantu dengan mendapat perlindungan dari Jamasotek.

Hal ini memang sangat menyibukan akan tetapi sebgai kepala keluarga saya harus dapat memprhatikan keluarga tercinta, agar hubungan kami terjalin dengan harmonis saya memberikan pengertian kepada istri dan kedua anak saya dan alhamdulillah mereka memahami apa yang menjadi tanggung jawab saya. (sep)

Tanah Citarum Diekploitasi Warga Rengasdenklok

RENGASDENGKLOK, RAKA - Tanah bantaran Sungai Citarum di Dusun Sasak, Desa Amansari, Kecamatan Rengasdengklok dijadikan lahan ekploitasi dan dijual seharga Rp 140 ribu/truk, sedangkan pihak PJT II Rengasdengklok tutup mata. Padahal galian tanah tersebut pernah ditutup mengingat rawan jebol jika sungai meluap.
Penjualan tanah ini dikoordinir salah satu warga setempat, dia mempekerjakan warga sebagai kuli angkut dengan upah yang cukup lumayan. Biasanya truk muali hilir judik sekitar pukul 06.30 WIB hingga 09.00 WIB, sedikitnya 10 truk yang mengangkut tanah bantaran Sungai Citarum itu.

Kepala Desa Amansari, Hanafi mengaku telah memerintahkan kepala dusun dan RT setempat untuk memberi teguran supaya penggalian tanah itu ditutup, tapi teguran itu tidak ditanggapi, malah galian semakin meluas. Selain itu, kondisi jalan lingkungan di Dusun Jatipeureuh rusak parah, jalan amblas hingga 60 cm. Hingga kini, aparat desa setempat mengabaikan hal itu, karena tegurannya dianggap tidak mempan.
Pada saat sungai meluap, Februari 2009 lalu, tanggul citarum yang sering dilintasi truk-truk tanah hampir jebol, kondisinya sudah retak-retak, jika tidak diantisipasi dengan karung tanah, dipastikan Dusun Sasak ini akan jadi titik jebol Sungai Citarum. Dengan demikian, beberapa warga Jatipeureuh mengecam keras terhadap penggalian tersebut, karena dianggap membahayakan.

Galian ini sudah lama dilakukan sejak beberapa tahun lalu, ini dianggap sebagai pekerjaan bagi warga. Sedangkan di daerah lain, bantaran Sungai Citarum ini biasanya digunakan sebagai lahan palawija dengan sumber air langsung dari Citarum, tapi di Dusun Sasak ini, tak ada sebidang tanah pun yang digunakan untuk palawija, semua tanah dicangkul dan menyisakan lubang-lubang tanah besar, mirip seperti danah dipinggiran Sungai Citarum. Hingga berita ini diturunkan, ekploitasi tanah terus berjalan. (spn)

PAN Wacanakan Kursi Ketua DPRD Karawang Dipilih?

DPRD
KARAWANG, RAKA – Fraksi-fraksi sementara telah mengirimkan nama anggotanya untuk ditempatkan di tim khusus pembuatan draft Tata Tertib (Tatib) DPRD. Semua data itu telah diminta Pimpinan DPRD sementara agar Senin (24/8) menjadi batas akhir penyampaikan nama-nama personil fraksi tersebut. Sehingga pekan sekarang keberadaaan tim telah bisa memulai bekerja.
   
"Surat pemberitahuan mengenai keharusan mengirimkan nama-nama anggota fraksi untuk kebutuhan tim panitia khusus pembuatan Tatib telah kita sebarkan sejak pekan kemarin. Diharapkan paling cepat hari ini (kemarin -red) telah lengkap semua. Kalau pun mundur, jangan sampai molor sampai 2 atau 3 hari. Kita malu kalau terus-terusan mengulur-ulur waktu," ujar Ketua DPRD sementara, Karda Wiranata.

Namun demikian, ia mengakui bagi Fraksi PDI-P masih harus menunggu hasil akhir kesepakatan di internal fraksinya. Sebab berdasarkan jadwal, kemarin sore, fraksi ini masih harus menggelar rapat khusus membahas soal kesepakatan bersama terkait penempatan personil di tim Tatib. "Coba saja tanya pak Tono Bahtiar atau pak Deden Irwan Risyadi sebagai ketua dan sekretaris fraksi. Keputusan ada di tangan mereka berdua," kelit Karda.

Sayangnya, kedua nama tersebut hingga sore kemarin sulit ditemui. Dihubungi via ponselnya pun selalu bernada mail box. Hal ini berbeda dengan Fraksi Golkar Amanat Reformasi. Melalui sekretaris fraksinya, Bambang Maryono dari PAN, bahwa gabungan fraksi antara Partai Golkar, PAN, dan PBR ini mengaku telah selesai menempatkan personilnya di tim Tatib sebanyak 4 orang. Yakni, Teddy Luthfiana, Warman, Unang Sunandar, dan Bambang sendiri.

"Secara spesifik memang ada yang sedang kami kejar. Misalnya mengenai kursi ketua di unsur Pimpinan DPRD, hingga komisi-komisi atau alat kelengkapan dewan lainnya. Hanya kami belum secara terbuka mengungkapkannya di sini. Tapi yang jelas, tetap bermuara pada ketentuan Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Wajar-wajar saja kalau di lembaga dewan ini kita coba wacanakan demokratisasi agar lebih mendewasakan kita semua. Ini kita simpan jadi bahan kajian internal fraksi," ucap Bambang sambil tersenyum.

Ia juga mengisyaratkan, bahwa perkembangan politik di lingkungan lembaganya sendiri menjadi bagian lain yang bakal dijadikannya ukuran sikap bagi Fraksi Golkar Amanat Reformasi dalam menetukan langkah di pembahasan Tatib mendatang. Menurutnya, orang nomor satu di DPRD Karawang harus memiliki kapasitas, dan track record positif. Serta memiliki moral yang baik di lingkungan masyarakat. "Tidak asal sekedar memenuhi kebutuhan yang sesuai syarat ketentuan," celetuknya.

Sedangkan bagi Fraksi Partai Demokrat, dikatakan sekretarisnya yang merangkap bendahara, Fendi Anwar, tidak terlalu punya rencana masukan spesifik terhadap muatan Tatib. Fraksinya lebih condong menyesuaikan dengan apa yang dikehendaki Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD. Makanya, disebut Fendi, bagi Demokrat lebih mengedepankan nilai-nilai normatif dibanding hanya sekedar asal berbeda pendapat.

"Demokrat telah mengusulkan nama ketua fraksi sementara, Nurjuman, Muhtar, SH, dan H. Abbas Hadi Mulyana untuk duduk di tim penyusunan Tatib. Sejak akhir pekan kemarin, nama mereka bertiga sudah kita sampaikan ke setwan. Hanya memang di internal Demokrat sendiri masih ada hal yang perlu dibahas untuk persiapan melangkah ke pembahasan Tatib. Tapi bukan untuk dieskpose ke publik. Biar nanti saja bagaimana hasilnya di tim Tatib," ungkap Fendi peuh makna.

Tidak jauh berbeda di kubu Fraksi PKS. Salah seorang anggotanya, Budiwanto, mengatakan bahwa bagi fraksinya keberadaan Tatib kedepan harus lebih mengatur pada kebijakan antisipatif. Ia menyebut contoh kedisiplinan, kinerja, dan pengaturan mengenai hak maupun kewajiban bagi setiap anggota DPRD. Soal unsur pimpinan, Budiwanto sepakat, Fraksi PKS lebih manut pada ketentuan yang diatur dalam Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD.

"Kemungkinan fraksi kami hanya lebih memperhatikan penempatan personil untuk di setiap komisi-komisi. Karena setiap menempatkan orang minimal memiliki penguasaan di bidangnya. Pendekatannya tentu disiplin ilmu. Termasuk bagi alat kelengkapan dewan lainnya. Sekarang seperti Panitila Legislasi sudah harus dirubah menjadi Badan. Berarti nanti namanya Badan Legislasi. Begitu pun Panggar menjadi Badan Anggaran. Panmus menjadi Badan Musyawarah. Kami usulkan harus ada pula Badan Urusan Rumah Tangga DPRD," papar Budiwanto. (vins)

Tidak Dapat Melanjutkan Sekolah, Siswa di Kabupaten Purwakarta Terkendala Ekonomi

DARI 15.928 siswa lulusan sekolah dasar (SD) di Kabupaten Purwakarta tahun 2009, Disdikpora memastikan hanya kurang dari 2,5 persennya saja siswa lulus yang tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan sekolah lanjutan tingkat pertama.

"Dari jumlah SD 447 dan MI 28, sebagian besar siswa yang lulus tahun ini melanjutkan ke jenjang pendidikan lanjutan pertama. Saat ini, dari data yang sudah masuk ke dinas sudah mencapai 11 kecamatan dan melaporkan semua siswanya lanjut, "kata Kabid TK/SD Disdikpora Purwakarta, Akun Kurniadi, melalui Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Disdikpora Purwakarta, Aep Durohman, kepada RAKA, Senin (25/8).

Menurut Aef, siswa tak lanjut ke jenjang lanjutan pertama atau SMP tersebut rata-rata masih terkendala akibat faktor ekonomi. Sedangkan dari faktor sosiokultural, dan letak geografis disebutkan tak kentara. Meskidemikian, lanjut Aef, dari tahun-ketahun siswa SD yang melanjutkan ke SMP di Purwakarta cenderung terus mengalami peningkatan.

"Dari catatan kami peningkatannya tiap tahun terus membaik, apalagi setelah masyarakat mengetahui adanya bantuan program pemerintah. Dari situ, para pelajar lulusan SD banyak terbantu dengan program pemerintah mengenai wajib belajar sembilan tahun atau wajardikdas yang di antaranya ada beberapa biaya sekolah yang digratiskan,"jelasnya. Ditambahkan Aef, pihak Disdikpora dalam upaya meminimalisir angka tidak lanjut sekolah SMP telah melakukan beberapa upaya diantaranya melalui program beasiswa. (rif)

PJT II Purwakarta Mengaku Tidak Punya Kewenangan Publik

PURWAKARTA, RAKA - PJT II Purwakarta mengaku sudah melakukan tugas dan pungsinya. Dan, surat teguran yang diberikan kepada PT.IBR terkait penyerobotan tanah negara yang dikuasakan kepada PJT II oleh PT. IBR merupakan bukti bahwa PT.IBR telah menyalahi perjanjian, sedangkan PJT II tidak bisa memberikan sangsi karena PJT II tidak memiliki kewenangan Publik.

Atik Wahidi Staf Humas PJT II Purwakarta mengaku heran jika persoalan harus di kembalikan ke PJT II, setelah PJT II melayangkan surat teguran maka kewenangan pemda Purwakarta untuk segera memberikan sangsi. "PJT II kan sudah melayangkan surat teguran kepada PT.IBR, teguran yang kami layangkan sebagai bukti bahwa kami tidak mengijinkan PT.IBR untuk melakukan pembuangan limbah padat, pengurugan oleh tanah merah apalagi sampai ada pembangunan, lahan yang di pergunakan oleh PT. Indo Bharat Rayon merupakan tanah negara dilingkungan departemen pekerjaan umum, "terangnya.

Menurut Atik, surat perjanjian pemanfaatan lahan (SPPL) No. 1/43/SPU/2003 tanggal 24 Juli 2003 dan penggunaannya sebagai lahan penyangga kawasan pabrik, namuan PT. IBR malah membangun waste water treatmen Plant For Spinning Line#5, atas dasar itu PJT II telah melakukan teguran kepada PT. Indo Bharat Rayon melalui surat kepala divisi II, kepala seksi curug sekaligus oleh direksi PJT II Purwakarta. Selanjutnya pihak Pemkab yang berwenang menyikapi persoalan ini," ujarnya.

Tedi Hartawan anggota LSM TOPAN RI kepada RAKA mengatakan, dalam hal ini PT.IBR telah terbukti melakukan pelanggaran, apalagi terdapat bukti bahwa dinas Cipta Karya sudah meneluarkan surat teguran terkait pembangunan yang tidak diikuti dengan surat ijin mendirikan bangunan (IMB), dalam hal ini PT.IBR telah melakukan dua kesalahan besar.

"Dua kesalahan besar yang telah di lakukan PT.IBR adalah dia melakukan pembuangan limbah padat seperti tanah merah untuk pengurugan di tanah yang diperuntukan sebagai penyangga pabrik dan lahan penghijauan sekaligus melaksanakan pembangunan di atas tanah negara, yang ke Dua PT. IBR telah melakukan pembangunan tanpa memiliki IMB, sehingga PT.IBR memang telah melakukan beberapa kesalahan, persoalan ini belum sampai ke pangadilan sehingga kami ini anggap masih dugaan tetapi sebagai masyarakat Purwakarta saya merasa di rugikan," paparnya.

Frilyanto warga Gg. beringin Purwakarta mengatakan, untuk mendapatkan tanah 1 meter saja masyarakat harus mengeluarkan tenaga dan keringat yang luar biasa. Sementara PT.IBR dengan mudah menggunakan haktaran lahan negara, jika mereka tidak di berikan sanksi mereka akan besar kepala dan tidak menghormati hukum."Sebaiknya penegak hukum dan pemkab dapat menegakan hukum dengan adil, banyak masyarakat yang harus membanting tulang hanya sekedar mendapatkan lahan untuk mempertahankan hidupnya, sedangkan perusahaan besar dengan seenakanya menggunakan tanah negara," imbuhnya. (sep)

Dinas Pertanian Purwakarta Mengklaim Sawah Kering Baru 26 Hektar?

PURWAKARTA, RAKA - Dinas Pertanian Purwakarta mengklaim di daerahnya baru sekitar 26 hektar saja areal persawahan yang dilanda kekeringan. Padahal di daerah lain sawah yang mengalami kekeringan sudah mencapai ratusan hektar luasnya.

Hal itu berdasarkan inventarisis dinas tersebut terhadap sejumlah lahan pertanian di kabupaten Purwakarta akibat dampak musim kemarau yang saat ini menerjang. Sawah yang mengalami kekeringan itupun sebatas sawah tadah hujan. "Hingga saat ini sudah hampir 26 hektar sawah yang dinyatakan kekeringan. Diperkirakan kerugian juga mencampai 450 juta,"ujar Kepala Dinas Pertanian Tri Hartono, kemarin.

Dijelaskan Tri, akibat kekeringan itu, sebenarnya pihaknya telah jauh-jauh hari melakukan himbauan kepada sejumlah petani untuk tidak melakukan tanamnya. Namun tidak jarang, para petani tetap nekat melakukan masa tanammnya. Bukan hanya itu, sambung dia jika kekeringan itu pun berlanjut hingga beberapa bulan kedepan, ancaman kekeringan juga bisa melanda 126 areal pesawahan yang ada di Purwakarta. Menyusul, sawah-sawah ini pun merupakan kawasan pertanian tadah hujan. "Kekeringan ini juga bisa mengancam 126 ha sawah lainnya,"imbuh dia.

lebih lanjut kata Tri, dari areal peswahan itu terdapat di lima kecamatan. Diantaranya, seperti kecamatan Campaka, kecamatan Bungursari, kecamatan Cibatu, Kecamatan Maniis dan kecamatan tegal Waru. "Namun kekeringan yang terparah saat ini baru terjadi di dua kecamatan yaitu kecamatan Maniis dan tegal waru,"tandasnya.

Namun kendati demikian, tandas Tri bahwa kekeringan yang terjadi di dua kecamatan itu pun lebih diakibatkan karena para petani yang memasuki musim gadu ke 2 masih tetap melakukan penanaman, meski para petugas penyuluh pertanian dilapangan telah melakukan himbauan terhadap para petani. "Kami sendiri telah melakukan himbauan. Namun tak jarang petani tetap nekat untuk melakukan penanaman,"ucapnya.

Sementara itu, seperti diberitakan sebelumnya, ancaman kekeringan juga bukan hanya terjadi pada areal pertanian saja. Melainkan kekeringan juga berdampak pada sulitnya masyarakat untuk memperoleh air bersih. Bahkan tidak jarang banyak warga terpaksa harus meminta air ke tetangganya yang masih memiliki pasokan sumber air.

Sepertihalnya yang terjadi disejumlah wilayah Purwakarta seperti eperti di Kecamatan Bojong, Kecamatan Tegalwaru dan Kecamatan Campaka, Purwakarta. Bahkan khususnya di kecamatan Campaka, warga terpaksa harus mengantri untuk mendapatkan air bersih. Seperti yang dialami warga di Kampung Kebonsereuh, kec Campaka.

Sejak pagi buta belasan warga sudah mengantri disatu sumur milik warga yang masih menyisakan air. Sebab, sebagian besar sumur mereka sudah tidak lagi menghasilkan air karena kering. Mereka rela mengantri untuk bergiliran berjam-jam untuk mendapatkan air dua ember berisi 2 literan. Disebutkan, kekeringan akibat kemarau tersebut mulai terasa masyarakat di Kebonsereuh sejak sepekan terakhir ditandai dengan mengeringnya sebagian besar sumur-sumur bawah tanah milik warga.

Namun, tak semua sumur milik warga dilanda kekeringan. Di sejumlah tempat, sumur masih menghasilkan air. ”Hampir rutin setiap tahun bila kemarau di kampung ini dilanda krisis air. Beruntung masih ada sumber air di sungai ciherang dapat dimanfaatkan sekalipun untuk mandi dan cuci,”ungkap Ubud (43) beberapa waktu lalu. (ton)

1500 Median Siap Disebar di Pantura

PURWAKARTA, RAKA - Sebanyak 1500 buah pembatas (median) jalan disediakan untuk dipasang dijalur pantura yang dianggap rawan kecelakaan sepanjang Karawang sampai Subang. Pemasangan median salah satunya untuk mencegah terjadinya tabrakan dijalur 'tengkorak' tersebut.

"1500 median ini nantinya akan dipasang disepanjang jalur pantura bertujuan mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Salah satu faktor kecelakaan dipantura akibat tak adanya pembatas jalan yang membuat pengemudi zig-zag,"ujar Kabag Ops Polwil Purwakarta, Kombes, Pol, Djadja Abdul Radjak dihubungi Senin (24/8) siang.

Selain itu, kata dia, pihaknya menginventarisir daerah rawan kecelakaan diwilayahnya.Pada arus mudik dan balik lebaran 2008 lalu, lanjut Djadja, tercatat ada 23 kasus kecelakaan yang menewaskan 30 pemudik, 33 luka berat dan 40 luka ringan.

Djadja mengingatkan pemudik lebaran tahun ini agar memperhatikan titik rawan kecelakaan diwilayah hukum Polwil Purwakarta meliputi Purwakarta, Karawang dan Subang. "Di Tol Cipularang berada di Km 79, 92 dan 97.

Di Tol Cikampek-Jakarta di KM 42,50,64 dan 71,"terangnya. Selain didalam ruas tol,sambung dia, daerah rawan kecelakaan dijalur utama mudik terdapat 16 titik diantaranya disepanjang pantura Karawang-Subang, Pangulah/Gamon-Srengseng-Warungnangka-Batangsari-Pusakanagara.

Tak hanya itu, Djadja juga mengimbau pemudik memperhatikan daerah rawan macet terutama dipantura akibat melubernya pasar tumpah. "Dipantura Karawang-Subang saja terdapat 5 sampai 7 titik diantaranya pasar tumpah di Sukamandi dan Ciasem. Ini berpotensi menyumbat laju kendaraan pemudik dipantura Subang,"katanya.

Tak hanya itu pihak kepolisian sendiri akan melakukan pemplotan dengan menempatkan sejumlah petugas agar mengurai bilamana terjadi kemacetan diarea pasar tumpah. "Seperti biasa, kita juga akan menerjunkan para petugas dilapangan,"tukasnya. (ton)

Ngabuburit di Warnet di Kelurahan Sindangkasih

WARUNG internet (warnet) pada ramadhan tahun ini banyak digunakan sebagian masyarakt Purwakarta untuk menunggu waktu datangnya berbuka puasa atau "ngabuburit".

Salah satu penjaga warnet di gang Wortel Kelurahan Sindangkasih, Andi Anto (24), Senin (24/8), mengatakan, warnetnya mulai sore kemarin mulai ramai dikunjungi saat menjelang sore hari hingga maghrib tiba. "Seperti tahun kemarin, kalau bulan puasa biasanya menjelang maghrib atau sekitar jam empat sore mulai banyak yang ngabuburit di sini (di warnet)," kata Andi.

Menurut dia, selama bulan Ramadan ini pihaknya mengeluarkan satu paket khusus pagi para pengunjung warnetnya. "Ada paket ngabuburit 3 jam dapat 1 botol minuman. Jadi, yang berpuasa bisa langsung buka," katanya seraya menjelaskan tarif, di Venus Net tempatnya melayani klien yang ngabuburit untuk paket biasa harga per jamnya Rp 3500.

Pantauan, memasuki Ramadan hari ketiga ini, beberapa warnet yang letaknya dekat dengan perguruan tinggi, seperti di kawasan UPI, Veteran, dan Situbuleud, sering dijadikan ajang ngabuburit kalangan anak muda. "Banyak pengunjung yang datang untuk ngabuburit di warnet, kebanyakan browsing dan "FB" an" kata salah seorang penjaga warnet di kawasan UPi, Purwakarta, Ari (27).

Menurutnya, jika pada bulan selain bulan Ramadan, warnetnya mulai ramai dikujungi pada jam-jam kuliah atau sekolah, yaitu pukul 10.00 hingga 17.00 WIB. Akan tetapi, pada bulan puasa ini jumlah pengunjung di warnetnya mulai ramai pada pukul 16.00 WIB hingga waktu magrib tiba. (rif)

Pengusaha Penitipan Motor Karawang Banjir Rejeki

KARAWANG, RAKA - Larangan bus Karyawan berkapasitas 54 kursi masuk ke Karawang Kota, sejak jalur lingkar Tanjungpura-Klari diuji cobakan senin (17/8), ternyata membawa berkah bagi pengusaha jasa penitipan motor.
Menurut Een (30) salah satu pengusaha penitipan motor di Jalan Syech Qura, ia bisa memperoleh pendapatan tidak kurang dari Rp. 300.000.

"Satu motor saya tarif antara Rp. 1000,00 sampai Rp. 2000,00 perhari, tergantung dari berapa motor tersebut dititipkan. Kalau hanya setengah hari biasanya konsumen membayar Rp. 1000,00 tapi kalau sampai seharian penuh mereka membayar Rp. 2000,00. Sebetulnya saya tidak menarifkan, tapi lebih kepada kesadaran si konsumen. Alhamdulillah satu hari motor yang dititipkan kesini mencapai 150 motor, itupun kalau hari-hari kerja. Tapi kalau hari libur hanya 50 motor saja," ungkapnya, senin (24/8) siang, yang mengaku sebelumnya hanya ibu rumah tangga.

Usaha penitipannya itu, banyak dimanfaatkan oleh karyawan yang tinggal di Karawang Kota. Menurutnya, dibandingkan mengeluarkan ongkos untuk naik angkot, mereka cenderung lebih menyukai menitipkan motornya. "Menurut mereka, sejak bus karyawan dilarang masuk ke Kota, pengeluaran mereka membengkak karena harus merogok kocek untuk naik angkot. Akhirnya mereka memilih untuk menitipkan motornya, karena ongkos jasa penitipan tergolong lebih murah. Bahkan ada salah satu karyawan yang menitipkan sepedanya kesini, dan saya tidak mentarifkan ongkos penitipan," katanya.

Ia melanjutkan, pihaknya tidak memberikan garansi apabila ada kerusakan atau kehilangan selama sipengguna jasa menitipkan motornya. "Kami sifatnya saling percaya. Tapi saya akan menjaga sebaik mungkin motor yang dititipkan disini, bagaimanapun kami tidak ingin ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi. Terbukti sampai saat ini belum ada keluhan yang disampaikan oleh si pengguna jasa," tuturnya.

Aris (26) salah satu pengguna jasa penitipan motor mengaku, sangat terbantu adanya jasa penitipan motor. Menurutnya, apabila harus menggunakan angkot, ia harus rela mengeluarkan uang tambahan untuk ongkos sampai Rp. 10.000 perhari. "Kalau dibandingkan, jauh lebih murah menitipkan motor apabila harus naik angkot. Apalagi kalau pulang kerja malam hari, saya harus naik ojek untuk sampai ke rumah. Tapi dengan adanya jasa penitipan ini, uang yang saya keluarkan lebih irit," katanya yang mengaku tinggal di Telukjambe Timur.

Ia menyesalkan dampak pembangunan jalur lingkar yang merugikan karyawan. Pasalnya setelah pembangunan tersebut di uji cobakan, karyawan yang tadinya tidak mengeluarkan ongkos untuk sampai di tempat kerja atau sebaliknya, terpaksa harus mengeluarkan biaya tambahan. Padahal pihak perusahaan tidak sedikitpun mengganti uang transport yang dikeluarkan.

"Penghasilan kami tetap, tapi pemerintah membuat kami harus mengeluarkan biaya tambahan, yang seharusnya tidak kami keluarkan. Saya harap pemkab mau memikirkan kembali, aturan yang diterapkannya menyangkut pelarangan bus karyawan berkapasitas 54 tempat duduk masuk ke Karawang Kota," katanya. Menurut pantauan RAKA, disepanjang jalur lingkar Tanjungpura-Klari ada dua tempat jasa penitipan motor, yaitu di daerah lamaran dan Gura III. (psn)

Pedagang Helm Cetok Dirazia Polres Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA - Jelang hari raya Idul Fitri yang tinggal beberapa pekan lagi, Kepolisian Polres Purwakarta Senin (25/8) kembali melakukan razia helm cetok/helm batok/helm proyek (helm yang tidak menutup bagian belakang kepala).

Rajia yang pada umumnya sering dilakukan di jalan raya, kini razia itu dilakukan di sejumlah toko pedagang helm di Purwakarta. Upaya jemput bola itupun dikarenakan helm tersebut tidak sesuai dengan standar keselamatan berkendaraan. Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Polisi Hendro Pandowo yang ikut langsung melakukan rajia mengatakan rajia yang dilakukan pihaknya ini semata-mata demi mengantisipasi korban kecelakaan lalu lintas.

Pasalnya, tidak jarang kecelakaan lalu lintas yang sampai merenggut korbannya, khususnya pengendara roda dua diakibatkan karena penggunaan helm yang tidak standar. "Razia ini salah satu bentuk upaya kami meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas dijalan raya. Tak jarang, kecelakaan itu juga disebabkan karena pengendara menggunakan helm yang tak standar,"kata Kapolres.

Dijelaskannya, dalam rajia yang dilakukan dengan cara mendatangi para penjual helm cetok (tidak standar,red) itu dinilai cukup efektif. Sebab baik para pengendara maupun pedagang diharapkan tidak kembali membeli ataupun menjual helm tidak standar. Selain, rajia yang dilakukan itu dalam rangka jelang hari raya idul firti yang tinggal beberapa pekan lagi. "Rajia ini pun ada kaitannya dengan persiapan arus mudik lebaran."imbuhnya.

Sementara itu, berdasarkan data kepolisian Polres Purwakarta menyebutkan, kecelakaan pengendara roda dua yang terjadi pada arus mudik tahun lalu. Kecelakaan disebabkan karena faktor penggunaan helm yang tidak standar dinilai cukup tinggi, selain faktort kelalaian para pengedaranya.

Untuk itu, diharapkan bagi para pengendara terutama yang akan berpergian mudik dengan mengendarai roda dua diharapkan keselamatan dengan menggunakan helm standar. "Kita juga senantiasa ikut terus melakukan himbauan kepada para pengendara khususnya roda dua, agar selalu menaati rambu-rambu lalu lintas terutama menjaga keselamatan,"ujarnya. (ton)

Rahasia Manfaat Rutinitas Bersenggama

SENGGAMA merupakan aktivitas seksual menggairahkan bagi setiap pasangan. Namun, tak sedikit dari mereka yang belum mengetahui manfaat dasar dari hubungan seksual.
Seperti dilansir Askmen, prinsip dasar hubungan seksual tidak sekadar mengejar kenikmatan serta orgasme semata. Di sisi lain, banyak manfaat yang dapat diperoleh dari hubungan intim dengan pasangan. Apa saja manfaat tersebut?

Menumbuhkan rasa percaya diri. Saat beraksi di ranjang, pria umumnya memiliki rasa percaya diri lebih besar dibandingkan wanita. Ini disebabkan oleh keyakinan bahwa 'senjatanya' dapat memuaskan pasangan.
Ternyata, percaya diri merupakan komponen terpenting ketika akan melakukan hubungan intim. Bila tidak, seks yang seharusnya dilakukan dengan berbagai macam sensasi, akan terasa hambar.

Banyak cara yang dilakukan pria untuk membuat performa Mr P di ranjang semakin hebat dari hari ke hari. Pengetahuan seputar seksualitas pun dicari lewat buku seputar seksualitas, ataupun dengan menonton film porno.
Nah,  jika Anda  juga ingin membuat pasangan merasa begitu seksi di hadapan Anda, perlakukan dia secara agresif. Konon, wanita paling senang melihat pasangannya bersikap agresif tiap kali memberikan rangsangan seksual. Dengan begitu, pasangan Anda akan merasa bahwa tubuhnya memang begitu menggoda serta seksi. Rasa percaya dirinya pun akan semakin besar ketika bercinta.

Membuat tubuh sehat dan bugar. Ingin tubuh senantiasa bugar? Bercintalah dengan pasangan Anda secara rutin. Dipercaya pasangan yang rajin melakukan aktivitas seksual, tubuhnya pun terlihat jauh lebih sehat dibanding mereka yang jarang bercinta.
Mencoba beragam variasi gaya bercinta bisa membuat Anda semakin hebat di ranjang. Pasangan pun akan semakin lihai membalas setiap cumbuan serta aksi 'jelajah' area sensitif Anda.

Membuat awet muda. Bercinta dengan jadwal tetap, terbukti ampuh dapat membentuk tubuh. Selain itu juga membuat Anda selalu tampak awet muda. Berhubungan intim dapat menambah produksi endorphin dalam tubuh, membuat rambut  semakin berkilau, dan melembutkan kulit. Produksi hormon estrogen dan testosteron ekstra juga akan membuat tulang serta otot lebih kuat serta sehat. (rk)

Tanda Wanita Jatuh Hati


BILA acara kencan pertama sudah berhasil dilalui dengan sang pujaan hati, jangan cepat merasa yakin bahwa Anda telah berhasil memenangkan hatinya.
Anda harus mengevaluasi kencan pertama itu. Apakah Anda telah memenangkan hatinya atau malah gagal? Menurut Health24, pria yang berhasil melewati kencan pertama tidak menutup kesempatan untuk melanjutkan kencan berikutnya.

Daripada penasaran menebak apakah si dia menyimpan rasa yang sama dengan Anda, simak saja tanda-tandanya berikut ini.
Berpenampilan cantik di hadapan Anda. Wanita memiliki banyak cara memberitahukan perasaan tertarik kepada kaum adam. Apalagi jika si dia telah tertusuk panah asmara Anda. Dia akan tampil cantik ketika bertemu Anda.

Tampilan busana sampai aroma tubuh wangi menyegarkan bisa menjadi tanda bahwa dia ingin tampil sempurna di hadapan Anda. Bahkan, selama dekat dengan Anda, dia selalu menatap kedua bola mata Anda. Walau tanpa keluar kata-kata, itu sudah pertanda bahwa dia mulai jatuh hati dengan Anda.

Berbagi kisah tentang hidupnya. Saat Anda berbagi kisah hidup, dia terlihat menikmati setiap untaian kalimat yang Anda utarakan. Ketika dia mau mendengarkan kisah Anda itu pertanda respons baik.
Terlebih apabila dia juga mau berbagi kisah seputar kehidupan pribadinya. Ini juga merupakan sebuah tanda bahwa dia sedikit berharap kepada Anda agar bisa menghiasi hari-harinya.

Dia mengingat segala tentang Anda dengan detail. Tanpa Anda sadari, si dia mulai menghapal biodata Anda. Bahkan dia juga mengetahui hobi, makanan favorit, sampai beragam kisah Anda di waktu lalu.
Semua itu disimpan di dalam memori terdalamnya dan dihapal di luar kepala. Sampai-sampai ketika Anda mengobrol dengannya, dia begitu tertarik membahas segala hal yang berkaitan dengan Anda.
Apakah semua poin di atas cocok dengan yang ditunjukkan si dia? Jika ya, itu tandanya dia memang benar-benar telah jatuh hati. (rk)

Purwakarta Marak Curanmor

PURWAKARTA, RAKA - Aksi pencurian kendaraan bermotor roda dua kembali lagi di Purwakarta. Kali ini. dalam satu malam kawanan pencuri menggasak tiga buah motor di tiga tempat berbeda, Minggu (23/8) malam kemarin. Guna meminimalisir tingkat pencurian kendaraan bermotor ini, Kapolres Purwakarta perintahkan seluruh jajaran Reskrim untuk berpatroli pada sore hingga malam hari di seluruh kawasan di Kecamatan Purwakarta.

Dihimpun keterangan, aksi pencurian kendaraan bermotor roda dua kembali terjadi di wilayah hukum Polres Purwakarta terutama saat berbuka puasa dan saat warga melaksanakan shalat tarawih. Dalam tempo dua jam, kawanan pelaku berhasil menggasak tiga buah sepeda motor.
Aksi pertama terjadi pada Minggu (23/8) kemarin sekira pukul 18.00 di Jalan Dr.

Kusumaatmaja (Kaum,red) Purwakarta, saat itu sepeda motor Yamaha Jupiter MX nopol T 4253 UL milik Heru Nugraha (23), warga Kampung Sidodadi Rt 35/17, Desa Pasir Kareumbi, Subang diparkir di depan rumahnya dalam keadaan terkunci stang. "Korban tidak lama masuk ke dalam rumah, saat akan pergi korban kaget karena sepeda motor yang disimpan di depan rumahnya sudah tidak berada di tempat lagi," ujar seorang petugas.

Dua jam kemudian, Iwan Ridwan (43), warga Kampung Tegaljunti Rt 03/04, Kelurahan Tegalmunjul, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta kembali menjadi korban. Sepeda motor Yamaha Mio nopol T 4184 yang dipakai Dadang Yusuf hilang sewaktu di parkir di depan rumahnya di Jalan Kamboja Rt 40/07, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp 11 juta. Tak lama berselang, di depan studio foto Art di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan/Kabupaten Purwakarta kembali terjadi aksi curanmor lagi.

Sepeda motor Suzuki Yupiter nopol T 5310 AQ milik Hendra Nugraha (20), warga Kampung Simpang Rt 01/01, Kecamatan Pondoksalam, Purwakarta raib saat parkir di depan studio foto tersebut. Menurut pengakuan korban, dirinya tidak lama meninggalkan motor yang diparkirnya di depan studio, namun saat keluar sepeda motornya sudah tidak berada lagi di tempat parkirnya.

Kapolres Purwakarta Ajun Komisaris Besar Hendro Pandowo didampingi Kasatreskrim Ajun Komisaris I Putu Yuni Setiawan, mengatakan bahwa pihaknya sudah memerintahkan anggotanya terutama jajaran Reskrim untuk berpatroli terutama di Kecamatan Purwakarta guna meminimalisir pencurian sepeda motor.

Walaupun petugas digiatkan untuk berpatroli, Kapolres Purwakarta tetap mengingatkan masyarakat untuk senantiasa waspada dan berhati-hati saat memarkirkan sepeda motornya. "Kalau perlu selain dikunci stang, sepeda motor yang diparkir itu sebaiknya disimpan di tempat yang terang serta menggunakan kunci ganda," kata Hendro Pandowo, Senin (24/8) kemarin.(rif)

Awasi Makanan Kadaluarsa, Gandeng Disperindag, Dinkes Purwakarta Perketat Pengawasan Obat dan Makanan

PURWAKARTA,RAKA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Purwakarta mengintensifkan pengawasan terhadap makanan dan obat-obatan sepanjang ramadhan ini. Dinas itu mengkhawatirkan masih banyak makanan dan obatan kadaluarsa yang beredar di kabupaten itu.

"Langkah tersebut kita lakukan dengan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Purwakarta, "kata Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Purwakarta, Dr. Astuti Arifin, kepada RAKA, Senin (24/8).

Dikatakan Astuti, pengawasan tersebut akan ditujukan pada peredaran makanan atau produk yang rentan mengalami peningkatan permintaan saat Ramadhan hingga Idul Fitri, semisal daging potong dan kebutuhan pokok masyarakat selain beberapa produk kue lebaran dan parcel.
"Diantaranya, kita berencana akan melakukan tes formalin pada peredaran daging di pasar-pasar selain mengawasi peredaran kebutuhan pokok masyarakat dan peredaran kue lebaran," ucapnya seraya menambahkan kegiatan tersebut akan dilakukan juga bersama Disperindag dan beberapa intstansi terkait.

Astuti menyampaikan, hingga kemarin dinas kesehatan Purwakarta belum menemukan makanan dan obat kadaluarsa serta produk–produk yang dilarang beredar di pasaran. Karena, pihaknya hingga tingkat kecamatan selalu rutin mengawasi dan mensosialisasikan seluruh produk–produk terlarang itu. "Meski demikian, untuk menghindari hal–hal yang tidak diinginkan, kita akan intensif lakukan pengawasan sampai Lebaran Idul Fitri mendatang di seluruh pasar yang ada di daerah ini," ungkapnya.

Di kesempatan itu, Astuti mengimbau kepada seluruh pedagang dan konsumen agar berhati-hati dan selalu memeriksa setiap membeli atau memanfaatkan makanan dan obat–obatan untuk memeriksa masa kadaluarsa atau tidak memenuhi standar kesehatan. "Jika menemukannya, segera melapor ke petugas kesehatan yang ada di Puskesmas atau Dinas Kesehatan Purwakarta," ujar Astuti.

Sebelumnya, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan UKM Kabupaten Purwakarta juga menyatakan akan mengawasi penjualan kepokmas dan beberapa produk kue lebaran sepanjang Ramadhan ini. Disperindag pun menghimbau kepada para konsumen untuk tetap mewaspadai penjualan kue lebaran termasuk parsel. (rif)

Neng Asma Mahasiswi Semester III STAI Khez Mutaqin Purwakarta Gemar Memelihara Keramahan

SEBAGAI orang timur keramahan dan kesantunan memang sudah menjadi bagian prilaku dalam hidup bermasyarakat. Adab seperti ini hingga kini masih terjaga baik di Purwakarta. "Ramah tamah dan sopan santun merupakan budaya dan adat istiadat orang ketimuran. Maka selayaknya jika aku harus bisa menerapkan budaya itu," tutur gadis cantik bernama Neng Asma ini. Saat ini Neng, sapaan akrab manehna ini masih berstatus mahasiswi semester III STAI Khez Mutaqin Purwakarta.

kata doi, siapa saja yang memiliki sifat seperti itu niscaya akan memiliki banyak teman dan di senangi banyak orang, karena etika tersebut dapat di artikan sebagai penghargaan terhadap orang lain. "Jika kita bisa bersipat ramah dan sopan terhadap orang lain maka mereka juga akan melakukan hal yang sama, karena prilaku tersebut bisa diartikan sebagai sipat saling menghargai, dan jika kita ingin di hargai orang lain maka kita juga hrus bisa menghargai orang lain," papar gadis berzodiak Aries ini.

Manehna yang tidak pernah lepas dari kerudung ini mengaku hobi menulis. Disinggung mengenai lingkungan pergaulannya, malah ia sempat mengungkapkan bahwa manusia merupakan mahluk yang harus selalu berinteraksi dengan lingkungannnya serta tidak bisa hidup sendiri-sendiri atau di sebut juga mahluk yang salingmembutuhkan satu sama lain, dengan demikian manusia harusbisa saling membantu dalam segala persoalan.

"Kebutuhanmanusia sebagai mahluk hidup itu saling berkaitan erat,kehidupan yang di jalani tidak bisa di lakukanmasing-masing, agar hubungan kita dengan semua orang bisaharmonis maka selayaknya kita saling menghormati,"imbuh Neng Asma yang bercita-cita memiliki sekolah TK itu. (sep)

Jalan Kaki Bisa Rampingkan Badan

JIKA puasa dijadikan alasan untuk libur berolahraga, maka keinginan untuk mempertahankan tubuh senantiasa ramping hanya sekadar impian. Kok bisa?
Saat berpuasa, organ pencernaan makanan dalam kondisi istirahat. Sehingga organ-organ tersebut bisa melakukan proses detoksifikasi dalam tubuh.
Proses detokfikasi yaitu mengeluarkan toksin yang kebanyakan berupa lemak di dalam tubuh. Karena tidak adanya asupan makanan yang dibakar untuk menjadi energi, maka pembakaran lemak tubuh lebih maksimal.

Nah, inilah alasannya mengapa berpuasa tidak hanya menyehatkan, tetapi juga membuat bobot tubuh senantiasa berada di angka ideal. Bila di keseharian Anda melakukan olah tubuh dengan latihan berat, Anda bisa mencoba mengganti olahraga khusus di bulan Ramadan. Sambil menunggu waktu berbuka yang sering disebut ngabuburit, Anda bisa membakar lemak lebih banyak lagi lho!

Pilihan jalan kaki bisa menjadi olahraga tepat untuk melewati bulan Ramadan. Jalan kaki merupakan salah satu latihan kardio yang dapat menguatkan organ jantung. Olahraga murah meriah ini pun dipercaya ampuh membangun kekuatan otot paha serta betis, membuat bokong semakin kencang, dan paha jadi semakin ramping. Risiko cedera otot pun lebih rendah dibandingkan dengan olahraga lainnya.

Namun, aktivitas jalan kaki baru bisa disebut olahraga jika dilakukan secara kontinu dan minimum 30 menit setiap harinya. Untuk melatih kesehatan jantung, perhitungan zona latihannya adalah 60 sampai 80 persen dari denyut nadi maksimum.
Sebaiknya, sebelum berolahraga, lakukan peregangan atau pemanasan secara perlahan dan lembut untuk meregangkan otot dan sendi-sendi agar terbiasa dengan gerakan berjalan kaki. Jadi, tidak ada alasan libur berolahraga kan? (rk)

Aura Kasih Gak Mau Munafik

Aura Kasih tak mau mengekor musisi lain yang berlomba-lomba merilis lagu religi saat Ramadan. Aura belum siap merilis lagu religi karena tak mau menjadi orang yang penuh kamuflase.
"Aku enggak mau menjadi orang yang penuh kamuflase. Pakai pakaian muslim hanya saat bulan puasa, tapi setelah itu kembali lagi ke asalnya. Ceramahin dan ajak orang berbuat kebaikan, tapi dirinya sendiri baik hanya di bulan puasa saja," kata Aura di Studi RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Minggu (23/8) malam.

Wanita bertubuh seksi itu lebih senang memperbaiki diri dulu, baru kemudian membuat lagu bertema religi. "Aku harus perbaiki diri dulu, baru membuat lagu religi. Jadi, sekarang aku belum mau merilis lagu religi," jelasnya.
Sementara itu, tari Pendet muncul di iklan Visit Year Malaysia. Melihat lagi-lagi Malaysia mengklaim kebudayaan Indonesia, Aura Kasih mengasihani Malaysia.

"Menurut aku, mungkin Malaysia enggak punya hal yang bisa dibanggakan dari bangsanya sehingga harus mengakui semua punya bangsa kita. Kasian deh Malaysia harus mengklaim semua karya negara lain," ujar Aura.
Tindakan tidak terpuji yang ditunjukkan Malaysia itu, disebut penyanyi bertubuh seksi ini sebagai bukti bahwa Indonesia lebih maju. "Itu bukti kalau negara kita lebih maju dari mereka. Dan ini juga harus membuat pemerintah dan rakyat kita lebih mencintai budaya sendiri," seru Aura.

Malaysia menampilkan tari Pendet dalam iklan komersil bidang pariwisata. Ini bukan kali pertama Malaysia mengaku-aku budaya Indonesia. Sebelumnya, reog Ponorogo diklaim dengan nama Sisingaan, tari Barong dengan nama Barongan, juga lagu Rasa Sayange dari Ambon, lagu Es Lilin dari Sunda, keris, angklung, dan batik.
Namun demikian, Aura tak mau menyalahkan Malaysia 100%. Pasalnya 'kebocoran' kebudayaan ke bangsa lain yang terjadi belakangan ini juga tak lepas dari kesalahan orang Indonesia sendiri.

"Ya seharusnya kita juga harus mengintrospeksi diri sebagai bangsa. Mungkin kita kurang cinta sama budaya kita sendiri. Batik aja kayaknya masih asing untuk generasi muda, apalagi macam tari atau budaya lainnya," ujarnya.
Untuk saat itu, Aura mengaku jika dirinya tengah sibuk dalam bekerja. Ia kepingin menghasilkan karya-karya yang bermutu. Soal pasangan hidup pun jadi nomor kesekian dalam prioritas hidupnya.
"Lagi asyik sendiri, lebih ngerasa bebas, free. Apalagi dengan adanya sibuk pekerjaan. Alhamdulillah, pokoknya lagi enak ngerjain sesuatu yang positif," pungkasnya. (dh/kl)

Mendagri Bantah Terlibat Proyek di IPDN, Terkait Diaktifkannya Lagi Nyoman Sumaryadi Sebagai Rektor

JAKARTA,RAKA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Mardiyanto baru-baru ini telah mengaktifkan lagi I Nyoman Sumaryadi sebagai Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Meski demikian Mardiyanto membantah jika diikembalikannya posisi Nyoman yang sebelumnya dicopot karena kasus kekerasan di IPDN itu karena persoalan proyek.

“Tolong diingat, Mendagri tidak pernah bicara dan ngurusi masalah pengadaan barang, lelang dan segala macam. Saya tidak pernah masuk ke dalam itu. Jangan sampai diisukan yang macam-macam, karena masalahnya tidak ada apa-apa. Saya pelihara sistem bahwa Mentri bertangungjawab. Tetapi proses-proses pelaksanaan kegiatan apalagi pengadaan barang, saya tak pernah ikut campur,” ujar Mardiyanto di Depdagri Senin (24/8), menjawab pertanyaan wartawan tentang adanya isu bahwa Nyoman diaktifkan lagi karena proyek pengadaan barang dan seragam untuk praja IPDN.

Menurut Mardiyanto, tidak banyak pejabat di Depdagri yang memahami masalah pengelolaan di IPDN. “Aset kita tak banyak, sementara Pak Nyoman sendiri menurut putusan PN Sumedang tanggal 12 Juni 2008, diyatakan bebas murni,” sebut Mardiyanto.

Sebelumnya, Nyoman dikandangkan sebagai staf khusus Mendagri. Sedangkan untuk melaksanakan tugas rektor IPDN, Mardiyanto menunjuk staf ahli Mendagri, Johanis Kaloh menggantikan Nyoman. Sebab, Nyoman sempat menjadi tersangka dalam kasus kematian Praja IPDN asal Sulawesi Utara Cliff Munthu. “Artinya, tuduhan itu tak terbukti dan kemudian juga harus mengembalikan kepada kedudukan dan kehormatan yang bersangkutan (Nyoman),” sebut Mardiyanto.

Meski demikian Mardiyanto mengakui pula bahwa Nyoman memang tidak serta merta diaktifkan lagi sebagai Rektor IPDN sekalipun putusan pengadilan sudah keluar setahun lalu. “Saya sebagai pengguna tidak otomatis. Saya tempatkan dulu (Nyoman) dalam staf khusus. Setelah kapasitasnya baik dan menguasai permasalahan di dalam IPDN, maka saya kembalikan dan saya usulkan kepada Presiden untuk diangkat kembali. Jadi pengamatan saya cukup tajam,” tandasnya.

Meski demikian Mardiyanto juga mengingatkan Nyoman agar tidak terjerumus di persoalan yang sama. “Ini kepercayaan dari pimpinan dan dari negara kepada Pak Nyoman. Tentunya saya harus membimbing agar tidak salah langkah. Kemarin (serentetan kekerasan yang berujung kematian praja) jadi pelajaran yang baik,” tukasnya.(ara/jpnn)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang