Rabu, 19 Agustus 2009

Menjelang Ramadhan, Satpol PP Kembali Menertibkan 14 Bangunan Yang Dianggap Liar

KARAWANG, RAKA – Menjelang Ramadhan, Satpol PP kembali menertibkan 14 bangunan yang dianggap liar di dekat pintu gerbang tol Karawang Barat, Selasa (18/8) pagi. Semua bangunan tersebut dibongkar paksa setelah beberapa kali diberikan peringatan tidak pernah diindahkan pemiliknya.

"Sudah cukup lama kita berikan toleransi waktu kepada pemiliknya agar dibongkar sendiri. Teryata tidak pernah didengar. Terus terang untuk area di sini cukup berat untuk ditertibkan. Selalu saja banyak dalih hingga menyebut-nyebut nama oknum aparat sebagai beking mereka. Karena kita melaksanakan tugas dari aturan yang berlaku, akhirnya penertiban bisa berjalan sesuai rencana," ungkap Kepala Satpol PP, H.D Alamsyah ketika ditemui di lokasi penertiban.

Menurutnya pula, selain membuat larangan mendirikan bangunan liar di sepanjang jalan tol interchange Karawang Barat, pihaknya mengaku telah menawarkan lokasi pengganti bagi pemilik bangunan liar tersebut ke jalan di sepanjang Galuh Mas. Hanya tidak dibangun secara permanen. Karena untuk penyediaan lokasi bagi para pedagang kaki lima, Pemkab telah menyiapkan lokasi di Pasar Rawasari.

Bagi lapak-lapak pedagang kaki lima yang kembali marak di sekitar jembatan Badami tol interchange, tandas Alamsyah, pihaknya siap akan menertibkan kembali hingga para pedagang kecil itu memahami alasan pemerintah ketika harus menertibkan mereka untuk tidak berjualan di tempat-tempat terlarang. "Terus terang memang di lapangan kita sering menghadapi banyak persoalan. Tidak mudah seperti dibayangkan. Kita pun telah minta pihak Jasa Marga yang punya lahan untuk segera melakukan penataan seluruh jalurnya agar tidak lagi tumbuh bangunan-bangunan liar," tuturnya.

    Khusus menghadapi bulan suci Ramadhan yang diperkirakan mulai akhir pekan ini, pihaknya telah siap melaksanakan instruksi bupati melalui surat edarannya dalam membatasi jam opersional tempat-tempat hiburan malam di wilayah Kabupaten Karawang. Bahkan disarankan ditutup sementara. Selain itu, larangan yang sama, menurutnya, bagi rumah-rumah makan tidak buka pada siang hari. Jika terpaksa guna melayani konsumen non muslim, menurutnya, diperintahkan bagi rumah makan bersangkutan menggunakan penutup.

    "Tugas kita di lapangan selama bulan suci Ramadhan adalah memantau pelaksanaan surat edaran bupati yang melarang sejumlah kegiatan yang bisa merusak kegiatan kaum muslim yang sedang berpuasa.  Selain pembatasan jam operasional hiburan malam, dan jam buka rumah makan, pak bupati juga telah melarang kegiatan kebut-kebutan di jalan raya hingga menyalakan petasan. Untuk patroli seperti ini, kita akan koordinasi dengan pihak Kepolisian," urai Alamsyah.

    Operasi penertiban lain yang dilakukan Pol PP, sambung Alamsyah, pihaknya sejak memasuki Agustus telah intensif merazia peredaran minuman keras di beberapa toko atau tempat lain yang digunakan sebagai distributor minuman beralkohol tersebut. Hanya ia mengakui belum secara maksimal melakukan razia. Oleh karenanya, bantuan masyarakat sangat diharapkannya untuk memberikan informasi mengenai keberadaan tempat yang selama ini dijadikan sarang bagi peredaran berbagai jenis minuman haram itu. (vins)

Bangunan Liar di Depan Gerbang Tol Karawang Barat Terus Dibongkar Satpol PP

BONGKAR PAKSA: Bangunan liar di depan gerbang tol Karawang Barat terus dibongkar Satpol PP. Menghadapi bulan Ramadhan, tidak hanya tempat maksiat yang diobrak-abrik, tapi juga tempat menyambung hidup para pedagang kaki lima yang dianggap menyalahi peraturan daerah dibongkar.

DPRD Baru Masih Menunggu UU Susduk Alat Kelengkapan Dewan Belum Bisa Dibentuk


    KARAWANG, RAKA – Rencana Pimpinan DPRD sementara untuk menggelar rapat paripurna mengenai pengesahan fraksi-fraksi yang sebelumnya telah disiapkan Rabu (19/8) hari ini, terpaksa ditunda. Hal ini menyusul diterimanya surat edaran Menteri Dalam Negeri bernomor 161/2898/Sj perihat peresmian pemberhentian dan pengangkatan anggota DPRD.

    Dikatakan Ketua DPRD sementara, Karda Wiranata, di antara point penting dari surat Mendagri tersebut menyebutkan, bahwa terkait dengan proses pengundangan Undang-undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD yang baru, maka penyusunan Rancangan Tata Tertib (Tatib) DPRD dapat diproses. Namun penetapannya menunggu berlakunya peraturan perundang-undangan yang baru.

    Termasuk pembentukan alat kelengkapan DPRD, kata Karda, hanya dapat ditetapkan setelah Undang-undang susduk yang kini sedang digodok DPR RI berhasil diundangkan. "Makanya sampai sekarang kami belum dapat bekerja untuk membahas berbagai hal menyangkut tugas sebagai legislatif. Kecuali hanya sekedar hadir dan mengikuti berbagai kegiatan pemerintahan. Sebab secara de jure, DPRD belum memiliki alat kelengkapan. Artinya, langkah ke definitif belum bisa," ungkap Karda.

    Ditambahkan Sekwan Dadang Rustandar, bila mengacu ke surat Mendagari tersebut, yuridis formalnya keberadaan alat kelengkapan legislatif Karawang hingga kini belum dapat ditetapkan, sebelum keberadaan Undang-undang susduk yang baru berhasil diundangkan. Hanya yang penting dilakukan sekarang, menurutnya, usulan yang mengarah ke pembentukan alat kelengkapan dewan harus dari saat ini diproses.

    "Mengenai usulan fraksi-fraksi sudah dilakukan. Semua data itu telah masuk ke setwan. Kendati dari Partai Demokrat masih harus menunggu keputusan dari parpolnya sendiri di tingkat pusat. Sebab kalau pun demikian, tetap saja jika sampai harus diparipurnakan perlu menunggu Undang-undang susduk yang baru. Apalagi untuk alat kelengkapan dewan seperti komisi-komisi, panitia legislasi, panitia musyawarah, panitia khusus, maupun Badan Kehormatan," urai Dadang.

    Termasuk rencana membuat tatib, dikatakan Karda lagi, sebagai langkah persiapan, pihaknya mengaku telah mempersiapkan rancangannya dengan membentuk tim. Sebab ketika Undang-undang susduk belum diundangkan, tapi copy-an mengenai klausul dalam Undang-undang tersebut telah diperolehnya. Jika pun nanti ada perubahan, Karda menyebut, tinggal menyesuaikan. Masalahnya, keberadaan seluruh alat kelengkapan DPRD harus merujuk pada tatib.

    "Bagaimana kita mau membuat alat kelengkapan dewan kalau tidak punya tatib. Sedangkan tatib itu sendiri konsiderannya mengacu kepada Undang-undang susduk yang baru. Prioritas pertama setelah keberadaan fraksi-fraksi diparipurnakan, kita langsung memproses tatib. Selanjutnya mengesahkan keberadaan unsur Pimpinan DPRD. Masa harus terus berstatus sementara? Kita perlu diakui secara definitif dong. Baru setelah itu membentuk komisi-komisi dan alat kelengkapan dewan lainnya," papar Karda.

    Sementara itu, mengenai keterlambatan Partai Demokrat mengirimkan data kepengurusan fraksinya di DPRD, jelas Wakil Ketua Sementara dari parpol ini, Yus Taufik, karena masih menunggu keputusan parpolnya melalui Tim 9. Dari 9 orang kadernya yang masuk gedung DPRD, hanya 6 orang yang ikut fit and propert test di hotel Grand Pasundan Bandung, 2 Agustus lalu. "Sampai hari ini (kemarin -red), kita juga masih menunggu keputusan Tim 9. Sesuai surat DPP No.34/EXT/DPP.PD/VII/2009, kita sebagai kader Demokrat harus patuh dan taat pada aturan dan ketentuan partai. Bila tidak, bisa terancam PAW," ujarnya. (vins)

Bupati Dibohongi Anak Buahnya Soal Lokasi Pembuangan Limbah


KARAWANG,RAKA– Bupati Karawang Dadang S Muchtar mengaku dibohongi oleh anak buahnya terkait aktivitas pembuangan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) di sepanjang bantaran saluran irigasi induk Tarum Barat, Desa Kutamekar- Mulyasari Kecamatan Ciampel, Karawang.

Pasalnya, berdasarkan laporan yang diterimanya proses pembuangan atau penimbunan limbah tersebut sudah sesuai aturan, aman dan jauh dari pemukiman warga.
"Saya mendapat laporan, katanya lokasi pembuangan atau penimbunan sudah ditembok dan jauh dengan perkampungan dan saya banyak masukan bahwa limbah tersebut aman," katanya.

Namun, setelah wartawan memperlihatkan foto-foto temuan di lapangan, Dadang langsung mengutarakan keinginannya untuk turun langsung ke lapangan, dan melihat langsung ke lokasi tempat-tempat limbah B3 itu dibuang."Kalau dari laporan sih, baik-baik saja, tetapi kita cek saja langsung ke lapangan bersama-sama. Karena jika hanya terima laporan saja, tidak tahu benar tidaknya," ucap bupati.

Di tempat terpisah, Ketua Kaukus Karawang Bersatu, Sony Hersona usai meninjau lokasi pembuangan limbah B3 itu menyatakan, pihaknya akan menggalang kekuatan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan yang berada di Karawang untuk mengadakan aksi penyelamatan lingkungan.
"Setelah saya lihat di lapangan, masyarakat Karawang harus bergerak melakukan aksi atas ancaman kerusakan lingkungan," katanya.

Setelah mengamati secara langsung kondisi lingkungan Karawang,akibat tingginya tingkat pencemaran baik air dan udara menyusul kehadiran ratusan industri, ujar Sony, pihaknya mendesak eksekutif dan yudikatif untuk segera membahas Raperda tentang lingkungan hidup yang sempat tertunda. "Untuk kedepannya perlu dikeluarkan aturan baik ditataran kebijakan maupun dari segi anggaran," tegas Sony.

Selama dirinya menjadi anggota DPRD Kabupaten Karawang periode 1999 - 2004 dan 2004 -2009, lanjut Sony, kinerja Badan Pengelolan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Karawang tidak optimal dalam menangani persoalan-persoalan lingkungan hidup. "Selama ini BPLH tidak pernah memiliki perencanaan yang refresentatif yang meliputi tindakan preventif, terapi dan rehabilitasi," lanjutnya.

Untuk mengoptimalkan kinerja BPLH, Sony menilai, job desk selama ini berjalan harus dirubah agar bidang-bidang yang ada di BPLH optimal, sehingga akan diketahui kekurangan-kekurangannya. "Dengan direncanakannya Karawang sebagai kawasan terbesar di Asia Tenggara, sudah semestinya kita menyiapkan infrastruktur yang kuat dalam pengelolaan lingkungan," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Tata Ruang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten  Karawang, Ir. Yusuf Abdulgani mengatakan, selama ini Pemkab Karawang belum mengeluarkan izin untuk lokasi penampungan limbah B3. Kendati perusahaan tersebut telah mengantongi izin dari Kementrian Lingkungan Hidup, lanjut Yusuf, bukan berarti dapat mengabaikan izin dari pemerintah daerah setempat, lantas dapat membuka lahan untuk membuang limbah seenaknya. (ops)

Dua Mantan Anggota DPRD Divonis 1 Tahun Penjara


KARAWANG,RAKA- Setelah bersidang selama tiga bulan, Selasa (18/8) Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Karawang yang diketuai M Sirod,SH, akhirnya menjatuhkan vonis bersalah terhadap dua mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang periode 2004-2009, Jejen Apandi Nugraha dan Moh. Ketong Noor Said.Jejen dan Ketong masing- masing divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta.

"Apabila denda tidak dibayar diganti dengan hukuman penjara 1 bulan (khusus untuk terdakwa Jejen). Dan apabila terdakwa Ketong tidak membayar denda tersebut diganti dengan hukuman penjara selama dua bulan. Kedua terdakwa juga dibebankan membayar ongkos perkara masing-masing sebesar Rp 5000," ucap majelis sebelum menutup sidang.
Putusan terhadap kedua terdakwa jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebelumnya, JPU Arfan Halim meminta majelis hakim agar menjatuhkan hukuman 15 bulan penjara denda 100 juta dan subsider 3 bulan penjara. Sedangkan JPU Bobby Ruswin juga menuntut terdakwa Ktong Noor Said hukuman 15 bulan penjara denda Rp 150 juta dan subsider 3 bulan penjara.

Dalam sidang yang digelar secara terpisah itu, majelis hakim menyatakan, kedua terdakwa yang merupakan wakil rakyat atau penyelenggaran Negara terbukti secara syah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No.31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

"Kedua terdakwa menerima hadiah(sejumlah uang dari rekanan) karena menurut pemikiran para rekanan yang memberi hadiah tersebut, jabatan kedua terdakwa sebagai anggota DPRD ada hubungannya dengan penentuan pemenang tender. Padahal, seluruh proyek ditenderkan sesuai Keppres No.80 tahun 2003," katanya seraya menambahkan penerimaan uang yang berlangsung beberapakali di berbagai tempat dan waktu secara terpisah, merupakan perbuatan yang sendiri-sendiri.

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, lanjut Sirod, dakwaan kesatu JPU Arfan Halim,SH dan Bobby Ruswin,SH yang menyatakan terdakwa melakukan tindak pidana sebagaimana di atur dalam pasal 12 huruf (e) Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 65 ayat (1) KUHP, tidak terbukti. Demikian juga halnya dengan dakwaan kedua sebagaimana diatur pada pasal 12 huruf (a) Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 jo pasal 65 ayat (1) KUHP.

Meski majelis hakim masih memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa untuk mengajukan banding atau meminta grasi kepada Presiden atas putusan yang dijatuhkan hakim. Namun keduanya langsung menerima putusan tersebut tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan penasehat hukumnya. Sedangkan JPU Arfan Halim dan Bobby Ruswin menyatakan masih pikir-pikir atas putusan tersebut.  Penasehat Hukum Ketong Noor Said, Komarudin usai sidang mengatakan, vonis yang dijatuhkan majelis sudah cukup adil. (ops)

Noordin Hindari HP dan Internet


TERORISME Teroris mempunyai teknik tersendiri dalam berkomunikasi. Agar tidak mudah terlacak, mereka harus bergerak cepat dan tepat. Bagaimana caranya? "Ada aturannya dalam berkomunikasi. Aturannya selalu berubah per peristiwa," kata ahli hipnoterapis yang pernah ikut menangani kasus terorisme, Mardigun WP.Menurut Mardigun, Noordin sangat menghindari komunikasi lewat telepon atau email. Kelompoknya lebih mengutamakan pertemuan face-to-face atau tatap muka yang singkat dan terencana.

"Pertemuan tatap mukanya pun harus sangat dekat. Mereka nggak mau bicara walaupun jaraknya cuma 1 meter," jelas Mardigun.
Kebiasaan lain yang mereka lakukan adalah membuat kesepakatan hanya pada akhir pertemuan. Termasuk soal aksi yang akan diperbuat sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. "Misalkan begini, mereka sepakat untuk mencari mobil untuk pengeboman. Lalu disepakati bertemu lagi dalam waktu 15 menit, kalau salah satu tidak datang, pasti ditinggal," jelasnya.Bahasa rahasia pun kerap digunakan para anak buah Noordin dalam berkomunikasi. Namun, pertemuan tatap muka di tempat yang rahasia lebih diutamakan.

"Ada bahasa slang yang biasa digunakan, seperti pengantin dan istilah kaum mujahid lainnya. Tapi itu tidak jadi prioritas utama," tutup Mardigun. 4 DPO Baru Sementara itu, Setelah berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di dua hotel mewah JW Marriott dan Hotel The Ritz Carlton dan penyergapan di Temanggung, Rabu besok (19/8) Mabes Polri akan mengumumkan empat orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) baru kasus terorisme.

"Akan kita informasikan secara lengkap, foto, nama, dan peran dia termasuk identitasnya seperti apa," kata Wakadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Sulistyo Ishak, Selasa (18/8). Saat didesak soal siapa dan dari mana info DPO itu, Sulis enggan membeberkan secara lengkap. "Besok saja, nanti akan kita sampaikan," katanya. Pihak kepolisian hingga saat ini masih terus melakukan pengejaran sejumlah pelaku teroris yang masih berkeliaran, terutama yang terkait kuat dengan pemboman di Hotel JW Marriott dan The Ritz Carlton.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, kendati saat ini pihak kepolisian fokus pada pengejaran gembong teroris Noordin M Top, namun pendatang-pendatang baru yang diduga masuk dalam jaringan Noordin M Top juga menjadi target operasi. Inisial nama yang diduga itu di antaranya adalah AJ, UR, ST dan PR. Selain itu juga, polisi masih terus menelusuri keberadaan Saefudin Jaelani alias Syaifudin Zuhri (32), yang diduga sebagai perekrut 'calon pengantin'. SJ pula diyakini yang mengrekrut Dani dan Nana, dua bomber yang tewas dalam aksi bom bunuh diri di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada Jumat (17/7) lalu. (raka)

Polisi Incar Wanita Bercadar

 
JAKARTA,RAKA- Dugaan bahwa gembong teroris Noordin M Top menyamar menggunakan cadar untuk mengelabui kepolisian, ternyata berdampak pada kaum perempuan yang selama ini memakai cadar. Bahkan menurut pengakuan salah seorang wanita separuh baya asal Tangerang, dirinya acapkali dicurigai terkait dengan jaringan teroris.

"Ya, mau gimana lagi. Kadang saya juga gak terima kalau dicurigai. Cadar ini saya pakai untuk tujuan syariat saja. Tidak ada kaitannya dengan jaringan teroris," ungkap ibu dengan tiga anak yang enggan disebutkan namanya disebutkan itu.
Namun, karena yakin tak ada kaitan dengan jaringan teroris, ibu rumah tangga ini mengaku tak pernah khawatir bila dirinya harus berbaur dengan masyarakat di tempat umum. "Cuek aja. Saya kan gak melakukan apa-apa. Kalau ada yang curiga, wajar saja, karena memang sebagian besar orang-orang yang terkait dengan teroris hampir semuanya berpakaian seperti saya," katanya.

Sementara itu, pihak Mabes Polri mengaku hingga saat ini tidak memberikan instruksi terkait pemeriksaan terhadap orang bercadar. Instruksi terkait dengan pengejaran Noordin M Top hanya menegaskan agar memeriksa siapa pun orang yang dicurigai. "Kalau yang dicurigai, siapapun itu, apakah yang berkaitan bercadar, kita cek," kata Wakadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Sulistyo Ishak, Selasa (18/8).
Lebih lanjut ditegaskan Sulis, pihak kepolisian tidak akan melakukan razia begitu saja terhadap perempuan bercadar. "Masa wanita bercadar dirazia? Tidak begitu. Kita pasti hanya akan memeriksa yang memang dicurigai," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Kapolres Bekasi, Kombes Pol Mas Guntur Laope, bahwa pemeriksaan orang bercadar hanya dilakukan terhadap individu yang dicurigai. "Yang dicurigai saja, berdasarkan informasi intelijen dan reserse," kata Guntur di Mabes Polri. Pihak kepolisian, ditambahkan Guntur, juga tak bisa sembarangan saat melakukan razia. "Kalau ada yang dicurigai saja, kita akan (lakukan) operasi di wilayah Bekasi. Kalau tidak, ya, tak ada razia," tambahnya.
Tangkap Ali 

Sementara itu, Densus 88 Mabes Polri dikabarkan kembali menangkap seseorang pria yang diduga terlibat jaringan terorisme di Desa Cirendang, Kecamatan Cirendang, Kuningan Jawa Barat. Penangkapan tersebut merupakan pengembangan dari penangkapan Iwan, yang diduga sebagai kurir penyaluran dana teroris di Indonesia.
Informasi yang diterima detikcom, orang yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri itu bernama Ali Muhammad. Pria yang tinggal di sebuah rumah kontrakan di Desa Cirendang, Kecamatan Cirendang, Kuningan, dicokok Selasa (18/8).

"Dia (Ali) keturunan Arab dan baru satu bulan tinggal di desa tersebut," katanya.
Kapolres Kuningan, AKBP Nurullah, menolak berkomentar saat dikonfirmasi mengenai kabar penangkapan itu. Menurutnya, hal tersebut merupakan kewenangan Densus 88 Mabes Polri. "No Comment. Kami hanya bertugas memback-up saja," ujar Nurullah.
Namun informasi lain yang diterima detikcom, penangkapan Ali Muhammad dilakukan di kawasan Nagrek, Garut. (JPNN) 

Belajar Sejarah dari Koran-koran Tua Edisi Proklamasi Telat 3 Hari


Bagi Sugiharto Budiman, koran-koran kuno yang dia kumpulkan bukan sekadar barang antik. Lembaran surat kabar itu merupakan cermin sejarah masa lampau negeri ini.

SALAH satu edisi yang dibanggakan Sugiharto Budiman adalah Soeara Asia edisi 20 Agustus 1945. Penanda tanggal pada lembaran itu bertulisan: Senen Wage, 20 Agoestoes 20605. Penyebutan tahun itu memang memakai sistem penanggalan Jepang. Tahun 2065 sama dengan 1945. Isi koran tersebut memang begitu bersejarah. Laporan utama (headline) koran berjudul Proklamasi Indonesia Merdeka. Pembuka headline itu adalah naskah proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno-Hatta pada 17 Agustus 1945 di Jakarta.

Selain itu, halaman tersebut memuat maklumat dari Komite Nasional Indonesia tertanggal 18 Agustus 1945. Maklumat itu berisi penetapan Undang-Undang Dasar dan pengangkatan Ir Soekarno dan Drs Mohammad Hatta sebagai presiden dan wakil presiden. Di bagian kanan halaman itu dimuat juga teks lagu Indonesia Raya versi lengkap.
''Anak-anak muda sekarang mungkin ndak tahu bahwa Indonesia Raya itu ada versi panjangnya,'' ungkap Sugiharto.
Sejatinya, koran tersebut boleh dibilang ''terlambat'' memberitakan proklamasi kemerdekaan itu.

Sebab, berita headline koran tersebut sejatinya sudah terjadi tiga hari sebelum penerbitan. Kalau pada zaman itu televisi dan internet sudah gencar, bisa jadi edisi hari itu dianggap basi. ''Dulu, koran memang tidak bisa langsung terbit tiap hari. Pasti terbitnya tersendat-sendat,'' ungkap pemilik Hotel Fortuna di Jalan Darmokali tersebut.
Di rumah Sugiharto di Jalan Manyar Kertoarjo, Soeara Asia itu adalah satu di antara ribuan eksemplar koran yang disimpan di lima lemari khusus. Memang, perlakuan Sugiharto pada koleksinya tersebut cukup istimewa. Tak hanya disimpan di lemari spesial, tapi juga tidak sembarang orang bisa melihat koleksi itu.

Oleh Sugiharto, koran-koran yang dia kumpulkan selalu difotokopi. Biasanya, fotokopian itulah yang ditunjukkan kepada orang-orang yang ingin melihat. Yang asli tetap dia simpan. Sugiharto juga tak menyimpan koleksinya tersebut dalam bentuk kliping alias guntingan-guntingan koran. Dia menyimpannya utuh satu lembar.
Suami Yenni Veronica itu pun hanya memilih lembaran-lembaran yang memuat sejarah penting. ''Saya punya koleksi koran mulai terbitan 1920-1966,'' ungkap pria kelahiran 15 Januari 1957 tersebut. Beberapa nama koran ternama era itu ada dalam genggamannya. Misalnya, Soeara Asia, Soeara Rakjat, hingga Pewarta Perniagaan.

Sugiharto mulai tertarik pada koran-koran lama sekitar 20 tahun lalu, saat dirinya masih berumur 30-an tahun. Kala itu, sejatinya dia sudah gandrung pada barang-barang antik. Sebab, barang-barang lama dianggap punya kisah sejarah tersendiri. Kisah sejarah yang kadang tersembunyi dalam wujud yang sudah usang dan lusuh.
''Apalagi koran lama. Itu memuat perjalanan sejarah yang sesungguhnya. Bahkan, mungkin sebagian besar tidak ada di buku-buku sejarah,'' tegasnya.

Sugiharto memang mengaku tidak mengoleksi semua koran. Yang dikumpulkan hanya berita-berita tertentu yang dianggap menarik. Termasuk edisi kemerdekaan tersebut.
Dia menceritakan, mengoleksi potongan sejarah tersebut sulit minta ampun. ''Usia koran-koran itu kan sudah setara dengan kakek saya. Jadi, mencarinya juga sangat sulit. Apalagi yang kondisinya masih bagus. Biasanya ketika saya dapatkan, kondisinya sudah banyak dimakan rayap,'' ujarnya.

Namun, hal itu tak memupuskan semangatnya. Setiap liburan, biasanya dia hunting ke tempat penjualan koran-koran bekas. Misalnya, ke tukang rombeng di kawasan Kapasari. Biasanya, dia membeli kiloan. Koran tersebut lantas disortir satu per satu. Setelah itu, koran tersebut difotokopi lantas dijilid.
Sebagian koleksi didapatkan Sugiharto secara tidak sengaja. Misalnya, ketika dia membicarakan bisnis di rumah teman dan tiba-tiba teman tersebut menyatakan punya koran lama yang menumpuk di gudang. Biasanya, dia akan langsung membeli. Sugiharto bahkan pernah mendapatkan tumpukan koran lama gratis dari salah seorang teman.

''Untuk orang-orang yang tidak mengerti, itu kan hanya kertas usang biasa. Namun, kalau mengerti, itu nilai sejarahnya sangat tinggi,'' terangnya. ''Ada orang yang bahkan bilang begini kepada saya ketika meminta koran di gudangnya, Ambil aja semua korannya. Ngotor-ngotori saja,','' ungkapnya lantas tergelak.
Sebagian koleksi lagi didapatkan dari forum-forum pencinta koran lama. Bia­sanya, ada kolektor yang telah mengoleksi banyak koran. Lalu, ketika kolektor itu meninggal, anaknya tak bisa me­ne­ruskan hobi tersebut. Akhirnya, koleksi itu dijual kepada Sugiharto.

''Anak-anak saya saja sampai saat ini belum menunjukkan kecintaan pada hobi saya. Bisa jadi koleksi saya ini nanti berada di tangan orang lain lagi ketika saya sudah tua,'' ujar bapak lima anak itu.
Mengoleksi begitu banyak koran lama tidak berarti tanpa kendala. Barangnya sulit didapatkan dan tak jarang sudah begitu mahal. Mencarinya pun perlu waktu khusus. Gara-gara itu, dia juga kerap ditegur istrinya. ''Mungkin istri saya kasihan melihat saya capek setelah kerja seminggu. Eh, waktu libur malah dipakai berburu koran ini,'' jelasnya.

Sugiharto menyatakan, dirinya tidak ingin koleksinya itu hanya menjadi koleksi pribadi. Dia ingin orang lain, terutama anak muda sekarang, bisa ikut membaca. Karena itu, dia mendirikan galeri di Jalan Pucang Anom Timur. Namanya Antique Global.
Galeri tersebut memuat berbagai koleksi benda-benda antiknya. Termasuk koran-koran zaman kemerdekaan tersebut. ''Galeri saya terbuka untuk umum. Yang mau lihat, ya silakan datang,'' ujarnya.

Namun, galeri tersebut rasanya belum cukup. Sugiharto juga memajang beberapa kliping gambar atau berita yang sangat menarik di Hotel Fortuna miliknya. Salah satu kliping koran yang dipigura dan dipajang adalah berita tentang pengangkatan Presiden Soekarno sebagai presiden seumur hidup. Saat ini, Sugiharto ingin koleksinya itu di-scanning dan dijadikan format digital. ''Kalau dibentuk dalam versi digital kan enak. Meski nanti korannya sudah tidak bisa dibaca karena lapuk, anak cucu kita masih bisa membaca lewat versi digital itu,'' katanya.

Dia mengaku, memang tidaklah mudah untuk menjaga agar koran-koran itu tetap berkondisi bagus. Musuh utamanya adalah rayap dan udara lembap. Karena itu, setelah dijilid, koran tersebut dimasukkan lemari berlampu agar kondisinya hangat dan tak lembap. Selain itu, Sugiharto memberikan merica bubuk untuk mengusir ngengat dan rayap. ''Bukan itu saja. Saya juga harus membuka lembarannya satu per satu secara berkala agar tidak lengket. Membukanya pun tidak bisa gradakan,'' terang pria yang juga kolektor prangko bersejarah tersebut. Bagi dia, hobi itu bukan sekadar kesenangan. Itu adalah sumbangsihnya untuk ikut merawat sejarah. (jpnn)

Tingkatkan Nasionalisme Indonesia Oleh Pimpinan Ponpes Al Maghfiroh, Pundong, Kelurahan Palumbonsari


KLARI, RAKA - Rasa kecintaan genarasi bangsa saat ini terkesan mulai meluntur, hal ini bisa dilihat dari kecintaan mereka terhadap produk Indonesia dan pengenalannya tentang keIndonesiaan yang rendah. Jika terus dibiarkan, akan mengancam eksistensi bangsa.
Untuk itu, pada momen peringatan HUT kemerdekaan RI kemarin. Rasa nasionalisme harus ditumbuhkan kembali, sehingga semangat mengisi kemerdekaan tetap sama dengan semangat perjuangan kemedekaan. Hal tersebut dikatakan oleh Pimpinan Ponpes Al Maghfiroh, Pundong, Kelurahan Palumbonsari, Drs Zaenal Muttaqien, Selasa (18/8) siang.

Lebih lanjut dia menuturkan, pengenalan tentang simbol, falsafah maupun tentang kenegaraan lainnya harus diperkenalkan sejak dini. Agar generasi bangsa ke depan memiliki pengetahuan yang cukup tentang negaranya. Saat ini, pahlawan kemerdekaan pun sudah mulai tidak dikenal oleh generasi muda. Hal ini tentunya menjadi sebuah ironis bagi generasi bangsa kedepan. "Peranan pahlawan sangat penting pada proses kemerdekaan bangsa ini. Mereka harus diperkenalkan pada generasi bangsa, agar semangatnya bisa ditiru dalam membangun bangsa ini," jelasnya.

Menurut Zaenal, esensi dari kemerdekaan adalah terbebasnya dari penjajah yang mengeksploitasi negara orang lain. Tapi jika makna kemerdekaan dikaitkan dengan kebutuhan manusia, maknanya menjadi luas. Jika melihat demikian, maka saat ini, dia menilai Indonesia belum mendapatkan kemerdekaan seutuhnya. Pasalnya, masyarakat belum mendapatkan kesejahteraannya secara merata. Sehingga masih ada masyarakat yang tertindas. "Kemerdekaan sosial dan ekonomi belum didapatkan secara penuh, moment saat ini sangatlah tepat untuk terus memperjuangkannya," jelasnya lagi.

Dia melanjutkan, salah satu lembaga yang turut serta memperjuangkan kemerdekaan Indonesia adalah pesantren. Karena dari lembaga tersebut banyak tokoh-tokoh yang memberikan kontribusi untuk kemerdekaan Indonesia. Maka sebetulnya salah jika pesantren tidak memiliki komitmen tentang kebangsaannya. Untuk mempertegas hal tersebut, pada peringatah HUT kemerdekaan kemarin, pesantrennya pun ikut memeriahkannya dengan berbagai macam perlombaan yang dapat memotivasi rasa nasionalisme. "Pesantren juga memiliki komitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dan disini yang kami sampaikan pada masyarakat dan pesantren bukanlah sarang teroris yang saat sering dimunculkan," paparnya.

Bahkan, lanjut Zaenal, pada malam 17 Agustus lalu, pihaknya mengadakan doa bersama dengan masyarakat, sebagai rasa syukur atas nikmat kemerdekaan selama ini. Sambil berharap Indonesia bisa mendapatkan kemerdekaannya secara utuh dari semua sektor. "Mudah-mudahan dengan pada peringatan HUT RI ke 64 ini bisa dijadikan titik pijak untuk kemajuan Indonesia kedepan. Indonesia bisa lebih baik lagi dari sekarang," harapnya. (asy)

Pencemaran Sungai Cilamaya Tak Teratasi Air Sungai Cilamaya Hitam Pekat Lagi

Pencemaran Sungai Tak Teratasi Air Sungai Cilamaya Hitam Pekat Lagi

CILAMAYA WETAN, RAKA - Sungai Cilamaya yang merupakan perbatasan Karawang-Subang kembali menghitam sejak tiga bulan yang lalu. Tidak sekedar itu, aliran air sungai tersebut juga menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu sistem pernapasan warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Cilamaya.
Tidak heran jika saat ini banyak warga yang mengalami sakit sistim pernapasan, pilek, mual-mual dan  kepala pusing. Hal tersebut juga diakui Kepala Dusun Krajan, Desa Muaralama, Kecamatan Cilamaya Wetan, Rusdi, kepada RAKA, Selasa (18/8) siang.

Dia menambahkan, bagi warga yang tinggal di sepanjang sepadan Sungai Cilamaya, peristiwa itu sudah tidak asing lagi karena sudah rutin terjadi bertahun-tahun dan sudah terjadi selama 17 tahun yang lalu. Ia menduga, ada dua perusahaan yang membuang limbahnya ke Sungai Cilamaya tersebut. Masing masing perusahaan memproduksi tapioka dan tepung beras. "Bahwa berbagai upaya sudah dilakukan warga, baik mengadukan kepada instansi pemerintah dan lembaga kepolisian, bahkan kepada Kementrian Lingkungan Hidup, namun belum ada indikasi bahwa pencemaran akan segera berakhir," terangnya.

Menurutnya, korban pencemaran tidak sebatas pada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai, beberapa komunitas lainnya seperti petani tambak juga menjadi korban dari pencemaran Sungai cilamaya, seperti yang dialami oleh warga RT 02/03 Desa Muaralama, Kecamatan Cilamaya Wetan. Pencemaran Sungai Cilamaya, sangat merugikan petani tambak yang sehari-harinya bergantung pada  produksi tambak. "Menurut petani tambak, sejak pencemaran terjadi, produksi udang peci atau impes menurun drastis. Biasanya mereka mendapatkan udang 5 sampai 7 kilogram per hari, namun sekarang dua hari sekali paling dapat 1 kilogram. Saya berharap pencemaran ini bisa segera dihentikan," harapnya.

Sementara itu, aktivis EPW Karawang Didin menyatakan bahwa lemahnya penegakkan hukum menjadi salah satu penyebab terjadinya pencemaran sungai-sungai besar di Karawang. Lebih lanjut ia menambahkan bahwa seharusnya Keputusan Gubernur Jabar tentang Baku Mutu Limbah Cair juga harus direvisi, dan standar COD, BOD, PH dan semua muatan bahan beracun dan berbahanya diperketat. "Kalau dua ini tidak dilakukan oleh pemerintah, percayalah pencemaran akan terus terjadi dan yang dirugikan tetap masyarakat kecil," tegasnya.

Dia melanjutkan, entah sampai kapan penanganan pencemaran Sungai Cilamaya akan berakhir, karena nampaknya peran instansi terkait dengan lingkungan dan penegak hukum benar-benar akan diuji. Pencemaran harus sudah dihentikan, karena kerusakan lingkungan harus segera dicegah, agar kehidupan manusia ke depan tetap memiliki lingkungan yang sehat. "Jangan sampai persoalan lingkungan seperti itu terus berlarut-larut terjadi. Lingkungan harus tetap bisa dijaga agar ekosistem alam tetap stabil. Perhatian pemerintah harus ditingkatkan terhadap masalah ini," tuturnya. (asy)

Jelang Puasa Harga Sosin di Purwasari Anjlok


PURWASARI, RAKA - Petani sayuran di Kampung Babakan Cengkong, Desa Sukasari, Kecamatan Purwasari, mengeluhkan harga sosin yang dinilainya rendah. Sehingga penghasilan yang didapat petani sosin tidak maksimal, karena harganya tidak sesuai dengan biaya bertani sosin.
Salah seorang petani sosin setempat, Sanusi (60) saat ditemui RAKA, Selasa (18/8) siang, mengatakan, harga sosin saat ini hanya mencapai Rp 1000 per kilogram.

Harga tersebut dinilainya terlalu rendah dan tidak sesuai dengan yang diharapkannya. Idelanya, harga sosin minimal sebesar Rp 2000 per kilogram, harga tersebut dinilainya akan dapat menguntungkan dari hasil penjualan sosinnya. Harga pupuk dan obat untuk menanam sosin masih tinggi, sehingga harga jual Rp 1000 per kilogram merugikan petani. "Harga sosin saat ini masih rendah dan ini merugikan. Kembali modal juga sudah untung, saya tidak terlalu mengharapkan mendapatkan keuntungan yang besar kalau melihat keadaan seperti sekarang," terangnya.

Mengenai hasil panennya, Sanusi menuturkan, hasil panen yang didapatnya cukup bagus. Sayuran sosinnya tidak terlalu banyak diganggu hama walaupun ada sedikit yang mengalami kerusakan, tapi hal tersebut masih dianggap wajar. Pada panen kali ini, dia mendapatkan sosin sebanyak 1 kuintal 14 kilogram. Jika harga sosinnya cukup tinggi, hasil panen saat ini bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan baginya. "Saya hanya mengeluhkan harga jual sosin yang rendah, kalau harganya mahal saat ini bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi. Karena hasil panen cukup bagus," sesalnya.

Senada dengan Sanusi, petani lainnya, Wawan (35) menambahkan, harga sosin yang Rp 1000 per kilogramnya dianggapnya masih mending, pasalnya beberapa waktu lalu harganya pernah mencapai Rp 500 per kilogram. Menurutnya, menurunnya harga sosin ini dipengaruhi oleh banyaknya pasokan sosin dari luar daerah. Sehingga dipasaran sosin membludak dan hal tersebut mempengaruhi harga jualnya. "Jika sosin dari Garut, Sukabumi dan Bandung telah turun ke pasaran, harga sosin disini suka rendah. Karena mereka memasok sosinnya dalam partai besar," terangnya.

Namun, dia melanjutkan, pada bulan 9 ataupun bulan 10, biasanya harga sosin kembali tinggi, hal tersebut sering dipengaruhi oleh kebutuhan hari raya. Dan pada saat itu, keuntungan besar sering didapatkan oleh petani. Sosin yang masih diladang pun sudah dibeli oleh tengkulak. Sosin yang ditanamnya, selain dipasarkan dipasar lokal, sering dikirim ke Bekasi juga ke Jakarta. "Biasanya minimal bulan 9, harga sosin sudah kembali naik, saya pun telah mempersiapkan benih untuk ditanam kembali. Supaya pada saat harganya tinggi sosin sudah bisa dipanen," jelasnya. (asy)

Sopir Angkot Klari Keluhkan Trayek


KLARI, RAKA - Para pengemudi angkot jurusan Cikampek-Klari, mengeluhkan pelarangan angkutan tersebut masuk ke wilayah Karawang kota. Padahal, sebelumnya mereka bisa leluasa mengambil penumpang hingga bundaran Mega M-Ramayana.
Menurut mereka, dengan adanya larangan tersebut, penghasilannya menjadi berkurang. Salah seorang sopir angkot jurusan tersebut, Jarnata (26), kepada RAKA, Selasa (18/8) siang, menuturkan, penghasilannya saat ini menurun.
Selain itu, lanjutnya, sopir angkot trayek Cikampek-Klari juga mengeluhkan trayek angkot 39. Pasalnya, trayek angkot tersebut memiliki jurusan Cikampek-Johar-Wadas, sehingga trayek angkot lainnya yang menggunakan jalur Cikampek kekurangan penumpang.

Penumpang yang ingin ke Karawang lebih banyak menaiki angkot 39, karena bisa langsung sampai ke Johar. Seharusnya angkot 39 tetap sampai terminal Klari. "Dari arah Cikampek ada tiga trayek. Cikampek-Klari, Cikampek-Johar-Wadas (39, red) dan Cilamaya-Cikampek-Klari. Saya berharap untuk trayek 39 bisa sampai ke terminal Klari, karena jika sampai Johar, trayek yang lain kekurangan penumpang," tuturnya.

Hal senada juga diutarakan sopir angkot lainnya Sandi (45), uji coba trayek baru saat ini dinilainya merugikan sopir, karena penghasilannya menjadi berkurang. Saat ini, antrian panjang angkot biru selalu terjadi di depan Terminal Klari. Menurut Sandi, jika tidak seperti itu, angkot tidak kebagian penumpang. Namun sayangnya jumlah angkot yang mengantri tidak sebanding dengan jumlah penumpang. "Penumpangnya sedikit, sementara angkot yang ngetem cukup banyak. Dalam satu jam ngetem kadang hanya dapat satu penumpang. Sekarang mah sopir penghasilannya terus melorot," paparnya.

Sementara itu, lanjutnya, setoran angkotnya senilai Rp 70 ribu setiap hari harus dipenuhi. Tapi penghasilannya semakin hari semakin menurun. Penggunaan trayek yang baru ini, juga membuat penumpang harus mengeluarkan ongkos dua kali. Sandi hawatir, dengan trayek yang tidak simpel seperti sekarang, akan membuat masyarakat beralih kepada sepeda motor.

Dengan begitu, pengguna angkot akan semakin berkurang, terutama karyawan dan anak sekolah yang selama ini menjadi harapan mendapatkan setoran bagi sopir angkot. "Saya berharap trayek bisa diberlakukan seperti dulu. Walaupun jika masuk ke kota, angkot tidak akan memacetkan jalan. Soalnya bisa dan kendaraan lainnya masuk jalan lingkar. Penghasilan sopir supaya bisa meningkat lagi," harapnya.

Ditemui di kantornya, Ketua Organda Kabupaten Karawang Kayobi mengatakan, keluhan yang dialami oleh sopir merupakan hal yang wajar, pasalnya supir belum terbiasa. Tapi mengenai penghasilannya yang menurun, tidak seluruhnya benar. Dia menyebutkan, salah seorang sopir pernah berbincang dengannya, dan menurut sopir tersebut, trayek yang baru dirasakannya lebih baik bila dibandingkan dengan trayek sebelumnya.

Hal ini lantaran, jalur angkot menjadi lebih tertib dan berjalan dengan baik. Penggunaan trayek baru ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mengatur lalulintas, agar tidak terjadi kemacetan. "Saya yakin kalau trayek ini sudah dijalankan dengan lama, sopir pun akan terbiasa. Saya pernah berbicara dengan sopir, katanya trayek sekarang cukup bagus dan penghasilannya pun tidak terlalu berpengaruh," terangnya. (asy)

Bus Jurusan Cikampek-Cikarang ini Tetap Ngetem Mencari Penumpang

NGETEM: Kendati ada larangan berhenti, bus jurusan Cikampek-Cikarang ini tetap ngetem mencari penumpang di jalan masuk jalan lingkar luar Klari-Tanjungpura. Sayangnya, di sekitar tempat tersebut tidak diawasi pihak terkait, sehingga jika hal ini dibiarkan tidak menutup kemungkinan akan diikuti kendaraan lainnya. (asy)

Guru Karawang Terobos Istana


 

Demo Guru


PEDES, RAKA - Gagal melakukan audensi di Istana Negara, sekira 800 anggota Forum Tenaga Honor Sekolah Negeri Seluruh Indonesia (FTHSNI) datangi Kantor Menpan, Jakarta, Selasa (18/8) pagi. Kedatangan mereka bermaksud melanjutkan langkah audensi untuk merevisi kebijakan penerimaan calon pegawai negeri sipil secara umum selain menindaklanjuti hasil pertemuan FTHSNI dengan Menpan pada 6 Juli 2009 lalu.

Diperoleh keterangan, ratusan anggota FTHSNI bergerak menuju kantor Menpan sekira pukul 09.00 WIB mengggunakan sebanyak 20 bus secara beriring-iringan dengan membawa spanduk dan poster yang bertuliskan tuntutan mereka. Sesampainya di Kantor Menpan, kemudian sebanyak 20 orang anggota perwakilan FTHSNI diterima pihak Menpan untuk melakukan audensi. Sementara, anggota lainnya yang menunggu di muka Kantor Menpan memberikan dukungan dengan menggelar orasi dan baca puisi.
Dalam orasinya, ratusan anggota FTHSNI meminta pemerintah untuk merevisi prosedur penerimaan CPNS umum selain mendesak segera mengesahkan PP 43 terkait penerimaan CPNS secara otomatis berdasarkan masa kerja.

"Audensi urung dilaksanakan di istana karena ada acara kenegaraan, selanjutnya kami langsung bergerak menuju Menpan," kata satu anggota FTHSNI, sekaligus Sekertaris FTHSNI, Kecamatan Pedes, Karawang, Nunu Nugraha, kepada RAKA, melalui telepon selulernya, Selasa (18/8) di sela sela acara audensi.
Disebutkan Nunu, anggota yang hadir dalam melakukan audensi tersebut, antara lain datang dari perwakilan FTHSNI Kabupaten Karawang, Banten, Magelang, Karanganyar, Tegal, Salatiga, Mojokerto, Purworejo, Cilacap, Surabaya, Banjarnegara, Purbalingga, Banyuwangi, Klaten, Grobogan, Semarang , Purwakarta, Bandung, dan Medan.

"Sampai sekarang kita masih menunggu d luar, sementara perwakilan sedang melakukan audiensi dengan pihak Menpan, hasilnya belum diketahui,"tambah Nunu.
Menurut Nunu, untuk Kabupten Karawang setidaknya FTHSNI mengikutsetrtakan sekitar 1000 an guru sukwam dan TU. Dari 1 pos FTHSNI tersebut terdiri dari 5 kecamatan, antara lain Kecamatan Rawameweta, Pedes, Cilebar, Kutawluya, dan Majalaya. Ia menyebutkan, khusus Kabupaten Karawang tercatat sedikitnya 4 Pos, diantaranya Pos Kecamatan Pedes dan Telukjambe.

Rencananya kita jadwalkan audensi selama 3 hari, sampai kami diterima, sementara kita akan bermalam dilokasi audensi,"kata Nunu. Dia senada dengan Ketua FTHSNI Kecamatan Pedes, Lukmanul Hakim dan juga mantan Ketua FTHSNI Kecamatan Pedes periode 2005-2008, Ilham Wahyudin.
Disebutkan Nunu, dari data forum tercatat sebanyak 2300 guru sukwan dan TU yang tersebar di seluruh kabupaten Karawang. Di Kecamatan Pedes, lanjutnya, forum mencatat sebanyak 111 guru honor SD, SMP 8, dan SMA 5 orang. Selian jumlah TU SMP 8, dan SMA 6 orang.

Sampai berita ini dibuat, dari keterangan Nunu, ratusan anggota FTHSNI tetap meminta apa yang diusulkannya bisa direalisasikan. Mereka berencana menduduki Kantor Penman sampai apa yang mereka inginkan dapat dipenuhi pihak terkait. Sebelumnya, Senin (18/9) ratusan anggota FTHSNI yang terdiri dari guru sukwan dan TU (tata usaha) merencanakan audensi di Istana Merdeka, Jakarta.

Audensi dilakukan untuk meminta orang nomor 1 se-Indonesia mengesahkan pengangkatan CPNS secara otomatis selain menolak rancangan pengangkatan CPNS umum. Mereka dilaporkan bergerak menuju Jakarta pada Senin malam sekira pukul 22.00 WIB. "Rencananya kita jadwalkan audensi di Istana Negara, tapi karena kami tak bisa melakukan audensi di istana maka rencana dirubah sesuai kesepkatan bersama yakni di Kantor Menpan," kata Nunu. (spn/get)

Mobil Truk Kelebihan MuatanTerperosok di Tepi Jalan


TERPEROSOK: Mobil truk kelebihan muatan terperosok di tepi jalan. Hal itu akibat as roda patah setelah tidak mampu membawa beban lebih dijalanan. Imbasnya, aspal jalan rusak dan berlubang. Seharusnya pihak terkait lebih teliti memeriksa beban muatan agar sesuai dengan daya beban jalan raya. (get)

Lumpur Kutagandok Meresahkan Belum Ada Perhatian Pemerintah Setempat


KUTAWALUYA, RAKA
- Gundukan tanah lumpur hasil pengerukan saluran irigasi di Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya hingga Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes, masih meresahkan pengguna jalan. Pasalnya, sudah dua pekan sejak pengerukan tanah lumpur itu dibiarkan menggunduk ditepi jalan hingga menutupi sebagian ruas jalan.
 
Pantauan RAKA, gundukan tanah lumpur sedimen sungai irigasi hasil dari pengerukan disimpan disepanjang bahu jalan oleh pengelolanya, Selasa (18/8) kemarin. Tepatnya mulai dari Desa Kutagandok Kecamatan Kutawaluya hingga ke Desa Kertaraharja Kecamatan Pedes. Sebagian kecil jalan ikut terpakai untuk menyimpan tanah lumpur hasil pengerukan.

Akibatnya, jalan yang sebelumnya terbilang tidak cukup lebar malah menjadi semakin sempit oleh gundukan tanah itu.
Seperti diungkapkan salah seorang pengguna jalan yang tengah melintas, Nana (25). Warga kecamatan Pedes ini mengaku sangat terganggu ketika melintasi jalan, yang pinggirannya ikut terpakai untuk menyimpan tanah hasil pengerukan.

Maka diharapkannya, agar tanah yang kini berada ditepi jalan bisa secepatnya dienyahkan dari ruas jalan.
"Karena lumpur itu, kini ruas jalan pun menyempit, karena sebagian jalan terpakai untuk menyimpan tanah pengerukan. Kami ingin pihak pengelolan pengerukan saluran bisa segera mengangkat dan membersihkan tanah itu dari ruas jalan maupun dari pinggirannya, "harapnya.

Dijelaskannya, akibat dari penyempitan jalan oleh gundukan tanah hasil pengerukan itu, setiap kendaraan menjadi harus extra hati-hati melaluinya. Sehingga para pengguna jalan otomatis tidak bisa memacu untuk mempercepat laju kendaraannya. Meskipun dalam situasi dikejar waktu karena tidak ingin terlambat untuk bekerja.

"Selain itu apabila terjadi hujan jalan bisa menjadi licin karena lumpur yang terbawa air ke tengah jalan, "ungkapnya.
para pengguna jalan dari arah yang berlawanan kerap terkendala dengan lebar jalan, untuk melaluinya ketika berpapasan. Dengan begitu, kata Nana, tidak menutup kemungkinan jalan itupun sangat berpotensi menyebabkan terjadinya kecelakaan.

Selain menyempit, Nana mengungkapkan hal lain akibat gundukan tanah lumpur yang berada disepanjang jalan itu. Kini jalan yang dilaluinya menjadi sangat kotor dan berdebu selain bau lumpur. Maka dari itu, ini bisa menyebabkan para pengguna terancam bakal mengidap  penyakit akibat kotoran itu. "Seperti sakit mata akibat iritasi dari debu yang terangkat ketika terlintasi kendaraan yang berada di depan. Terlebih debu itu harus terhirup para pengendara yang tidak memakai masker. dan itu mengancam para pengendara mengidap gangguan pernapasan, "terangnya.

Pengendara lainnya, Warga Desa Kertamulya, Daud (30) mengungkapkan hal senada. Ditambahkannya, jalan itu kini selain sempit juga menjadi rawan kecelakaan. Apalagi jika gundukan tanah hasil pengerukan itu, lama dibiarkan dipinggiran jalan. Karena dengan begitu, jalanan itu dianggap sangat membahayakan. "Kemarin pernah terjadi kecelakaan akibat sempitnya jalan meski tidak sampai menyebabkan korban jiwa. Melihat itu seharusnya pihak pengelola segera melakukan pengangkatan tanah itu, "pintanya.

Sementara ormas yang diperintah mengawasi proyek pengerukan itu, Nono Darsono (37). Ditemui dilokasi pengerukan. Menurutnya, ia masih tidak bisa memberi keterangan terkait gundukan tanah itu. "Kami tidak bisa memberi keterangan apa-apa mengenai kapan tanah itu akan dibersihkan dari ruas jalan, lebih baik pertanyakan kepada kepala proyek, "ungkapnya. (get)

Harga Bawang Merah Di Rengasdengklok Melejit


RENGASDENGKLOK, RAKA - Menjelang bulan suci Ramdhan terjadi kenaikan harga beberapa bahan pokok. Selain itu terjadi juga penurunan harga harga kebutuhan lainnya. Kebutuhan yang mengalami kenaikan adalah bawang merah dan bawang putih. Sedang yang mengalami penurunan secara drastis adalah jenis cabai.

Warga Dusun Bojong karya Desa Rengasdengklok Selatan Saedah (40), penjual kebutuhan pokok di pasar pasar Tradisional Rengasdngklok menyatakan, secara umum hingga hari ini, Selasa (18/8), meski telah mendekati masuknya bulan suci ramadhan. Harga kebutuhan pokok terbilang masih stabil.

"Hanya beberapa dagangan saja yang mengalami kenaikan tinggi. Tergantung musimnya tanaman tersebut,"katanya.
Kebaikan cukup mencolok, terang Saedah, hanya pada bawang merah dan bawang putih. karena sekarang ini tanaman itu sedang berada dimusim pertengahan. Akibatnya, stok barang terbatas. padahal permintaan pasar meningkat. Untuk mensiasatinya, para pedagang bawang umumnya harus menaikan harga walaupun harganya selangit.

Diketahui, sebelumnya, harga bawang putih Rp 4000/kg, namun sepekan terakhir ini, naik menjadi Rp14000/kg. Sama halnya dengan bawang merah, saat ini harga kebutuhan tersebut Rp 10000/kg, padahal sebelumnya hanya Rp7500/kg. "kenaikan ini disiasati agar semua pelanggan bisa sama sama kebagian jenis kebutuhan barang tersebut. Supaya pelanggan tidak berpaling menjadi konsumen pedagang lainnya,"tandasnya.

Hal itu berbeda dengan harga lombok dan buncis. Dua komoditas itu justru mengalami penurunan. Saat ini harga lombok hanya Rp3500/kg, padahal sebelumnya harga lombok tembus Rp5000/kg. Sedangkan buncis, sebelumnya seharga Rp4500/kg, kini hanya Rp3000/kg. "Kenaikan harga itu terjadi secara serentak pada sepekan terakhir," kata pelanggan yang sedang berbelanja, Mustiroh (45), ditemui saat berbelanja.

Sementara itu, jayadi (66), pedagang beras di blok warudoyong Pasar Tradisional Rengasdengklok mengungkapkan, hingga saat ini harga beras cenderung stabil, yakni antara Rp4700 - Rp4800/kg. "Selain itu jumlah permintaan beras juga masih stabil menyusul beberapa wilayah kecamatan di kabupaten karawang sedang mengalami musim panen ditambah turunnya beras bersubsidi pemerintah (raskin)," tukas jayadi. (get)

LSM Rengasdeklok Kompak Gelar Sunatan Massal


RENGASDENGKLOK, RAKA – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komando Penegak Keadilan (Kompak) gelar sunatan bagi puluhan anak kurang mampu, Selasa (18/8) pagi di Sekretariat LSM Kompak Wilayah II, Jalan Simpang 3, Kw 15, Desa Rengasdengklok Utara. Kegiatan sosial ini sebagai peringatan HUT RI ke-64 sekaligus menyambut Bulan Ramadhan. Acara ini pun didukung Karang Taruna 'Pandawa Bersatu'.

Koordinator Wilayah II LSM Kompak, Ahmad Mukron mengajak semua masyarakat untuk tetap manjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mewujudkan masyarakat Karawang yang kritis, dinamis dan agamis dalam melakukan pembangunan nasional. "Puluhan anak dari berbagai daerah difasilitasi oleh LSM Kompak untuk disunat, ini merupakan wujud kepedulian sosial kami di HUT RI yang kita rayakan sekarang ini," ujarnya.

Lebih lanjut Mukron menyatakan, rakyat belum sepenuhnya merdeka, saat ini rakyat melawan penghianat-penghianat bangsa sendiri, diantaranya para koruptor. Selain merugikan negara, mereka hanya jadi benalu bagi kemajuan bangsa, karena mereka hanya mengedepankan kepentingan pribadi. Untuk itu, sesuai dengan namanya, LSM Kompak akan menegakan keadilan tanpa pandang bulu, siapapun orangnya yang melakukan penghianatan terhadap negara ini, maka sudah jadi keharusan bagi Kompak untuk menghapusnya.

Acara ini dihadiri seluruh anggota LSM Kompak dari berbagai kordinator kecamatan di Kabupaten Karawang, termasuk tokoh pemuda dan ulama di lingkungan setempat. Hadir juga Dewan Kordinator Pusat (DKP) LSM Kompak, Sukur Mulyono dan Camat Rengasdengklok, R Supandi juga aparatur pemerintahan setempat. Pada kegiatan ini juga dihadirkan penceramah untuk menyampaikan tausyah Islami. (spn)

Kebutuhan Darah Menjelang Arus Mudik Di Karawang Dijamin Aman


KARAWANG, RAKA – PMI Karawang kini telah memiliki alat pengelolaan darah yang dibeli seharga Rp 400 jutaan. Dengan alat ini, bagi pasien demam berdarah dengue (DBD) yang membutuhkan trambosit darah tidak perlu lagi mencari ke Jakarta.
   
Keberadaan alat tersebut telah disosialisasikan PMI kepada para pengelola Rumah Sakit, Puskesmas, hingga perusahaan sebagai provider PMI yang ada di wilayah Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Bekasi di aula RM Alamsari tol interchange Karawang Barat, Selasa (18/8) pagi. Hanya RSUD sebagai pelanggan PMI terbesar tidak turut hadir. Tidak ada alasan jelas absennya rumah sakit milik Pemkab tersebut.

Menurut penjelasan Ketua Unit Transfusi Darah (UTD) PMI, Drg. Nanik Jodjana, MKM, alat pengolahan darah yang dimilikinya selain mampu menciptakan trambosit, juga bisa membuat sel darah merah pekat, dan plasma cair. "Semua kebutuhan dana untuk membeli alat ini dari hasil murni pendapatan PMI, dibantu dari bupati sampai Rp 150 juta," ungkap Nanik.

Lebih lanjut dikatakannya, sampai Juli 2009 jumlah penggunaan darah dari kalangan rumah sakit yang dipenuhi PMI Karawang mencapai 7.402 labuh. Diperkirakan sampai akhir tahun ini kebutuhan tersebut bisa melonjak tajam, terutama menjelang Idul Fitri atau dikala musim arus mudik dan arus balik mulai tiba. Tahun 2008 saja, selama musim itu, menurutnya, kebutuhan darah mencapai 400 labuh lebih.

"Total darah yang dikeluarkan selama tahun 2008 hingga 10.460 labuh. Alhamdulillah, seluruh kebutuhan selalu terpenuhi. Karena dukungan dari para pendonor juga meningkat. Tahun lalu donor sukarela yang tercatat 1.247 orang. Memasuki 2009 hingga Juli kemarin sampai 1.384 orang. Belum lagi pendonor melalui mobil unit PMI mencatat 6.425 orang sampai kini. Tahun 2008 mencapai 8.456 orang," urai Nanik.

Namun ia juga mencatat, darah yang rusak ketika diketahui dalam proses pemeriksaan hingga Juli 2009 ada 425 labuh. Angka ini naik dari sebelumnya hanya 419 selama setahun. Kerusakan darah tersebut, diakui dia, akibat mengandung penyakit, Di antaranya terdapat juga virus HIV. Kendati ia membantah bila darah di PMI yang mengandung virus mematikan itu tidak sampai 10 persen seperti diberitakan media massa sebelumnya.

"Darah yang mengandung virus HIV hanya 0,01 persen. Bukan 10 persen. Tapi semua telah dapat diantisipasi dengan cara dimusnahkan. Dijamin semua darah bermasalah tidak akan lolos sampai digunakan orang lain yang membutuhkan. Sebab seleksi atas pemeriksaan darah sangat ketat. Malah PMI telah menggunakan sistem komputerisasi sejak Juni 2008. Jadi tidak perlu dikhawatirkan," tandas Nanik.

Mengenai tarif darah per labuh yang dibebankan kepada pengguna, kata Nanik lagi, PMI Karawang masih memberlakukan tarif termurah dibanding PMI di daerah lain. Yakni, Rp 175 ribu. Itu semua sebagai pengganti dari ongkos pengelolaan dengan memperhitungkan replacement cost (faktor anualisasi) dan operational cost (biaya pemeliharaan). "Sampai saat ini stok darah kita aman,terutama untuk mememuhi kebutuhan arus mudik maupun arus balik lebaran," pungkasnya meyakinkan. (vins)

Dishub Sosialisasi Jalur Lingkar Tanjungpura-Klari


KARAWANG, RAKA - Pasca uji coba jalur lingkar Tanjungpura-Klari, senin (17/8) pagi, Dishubkominfo terus melakukan sosialisasi di lima titik jalan pendukung jalur lingkar. Yaitu Warungbambu, Lamaran, Johar, Tanjungpura dan By pass, dalam satu titik dijaga oleh dua orang personel.  Menurut Kepala regu sosialisasi jalur lingkar Dishubkominfo Wawan Gunawan, sosialisasi dilakukan 24 jam, agar seluruh kendaraan yang tidak diperbolehkan masuk ke Kota Karawang bisa mengetahui perpindahan jalur tersebut. "Sosialisasi akan terus dilakukan sampai tanggal 15 September.

Dalam sosialisasi tersebut, kami mengarahkan bus karyawan yang memiliki 54 tempat duduk, bus angkutan kota dalam provinsi (AKDP), angkutan kota antar provinsi (AKAP), truk berkapasitas lebih dari sepuluh ton, angkutan umum yang tidak memiliki trayek sampai ke Kota Karawang. Namun dalam sosialisasi ini, setiap kendaraan yang tidak mengikuti aturan belum dikenakan sanksi, tapi masih sekedar pemberitahuan dan peringatan. Baru setelah diresmikan, mereka yang melanggar akan dikenakan sanksi minimal tilang, "tuturnya, selasa (18/8) sore disela sosialisasi jalur lingkar Tanjungpura-Klari di Warungbambu.

Sebagian besar kendaraan jenis truk berkapasitas lebih dari dua ton banyak yang belum mengetahui perpindahan jalur. Menurut Gunawan, dari pagi sampai sore, jumlah truk yang melakukan pelanggaran lebih dari empat puluh kendaraan. "Kami terus berupaya untuk mengarahkan mereka yang belum tahu. Tapi untuk kendaraan umum, mulai dari angkutan kota sampai bus AKAP, sudah mengerti dan mengikuti aturan perpindahan trayek," paparnya.

Kecilnya rambu lalu-lintas dan kurangnya penunjuk arah, menurut Gunawan, salah satu penyebab masih banyaknya truk yang tidak masuk kejalur lingkar Tanjungpura-Klari. "Mungkin karena pembangunannya masih bertahap jadi, jumlah penunjuk jalan maupun rambu masih minim. Saya berharap, agar rencana jalur lingkar ini berjalan dengan lancar, kekurangan-kekurangan tersebut bisa ditanggulangi," katanya.

Yudi (32) warga Klari, mengatakan keberadaan jalur lingkar sangat berdampak positif bagi kenyamanan berlalu-lintas, pasalnya jalur menuju Kota Karawang menjadi lebih lengang dibandingkan sebelum jalur lingkar di uji coba. "Saya rasa rencana pemerintah membuat Karawang menjadi lebih tertib dan nyaman bisa dikatakan berhasil setelah jalur lingkar ini selesai. Mudah-mudahan, keadaan seperti ini bisa terus dipertahankan," tuturnya sambil menggunakan motor. (psn)

Anjal Karawang Masih Butuh Perhatian

KARAWANG, RAKA - Penanganan anak jalanan (anjal) yang sampai saat ini terus-menerus dilakukan oleh Dinas Sosial maupun pihak lain yang fokus terhadap anjal, ternyata belum menunjukan hasil yang signifikan. Menurut Ketua Sanggar Anak Perdikan, Iwan Sumantri, apabila semua pihak yang peduli dengan kehidupan anjal bisa saling bekerjasama, maka penanganan anjal akan sangat mudah.

"Kami sangat terbuka dengan siapapun, terutama dalam penanganan anak jalanan. Sekarang yang menjadi permasalahannya adalah apakah pemerintah mau atau tidak memberdayakan anjal. Apabila determinasinya jelas, saya kira tinggal dihitung dengan jari, anak yang masih tinggal dijalan. Dengan kata lain, apabila mereka terus dibiarkan begitu saja, maka secara tidak langsung mereka tidak dimerdekakan," tuturnya, senin (17/8) di kantor Dinas Sosial.

Menurut data yang dihimpun oleh Sanggar Anak Perdikan, di wilayah Cikampek jumlah anjal mencapai 63 orang, sedangkan di karawang mencapai 80 orang. "Jumlah tersebut diperkirakan akan lebih banyak lagi, dan akan terus bertambah apabila tidak segera ditangani. Kenyataan dilapangan, yang menyebabkan mereka turun kejalan adalah masalah ekonomi. Apabila kita mau menelaah lebih dalam lagi, akar dari permasalahan adalah orang tua dan anak adalah muara. Jadi selesaikan dulu permasalahan ekonomi keluarga, baru anaknya dibina," ungkapnya.

Ada berbagai macam pembinaan yang bisa dilakukan, diantaranya adalah pendidikan life skill. "Pendidikan itu bukan disekolah formal saja, namun kita bisa membina anjal yang memang sudah sangat enggan kesekolah dengan berbagai macam keterampilan, diantaranya adalah permontiran. Sudah ada beberapa anak binaan kami yang sudah tidak lagi turun kejalan, mereka saat ini sudah bisa membuka usaha sendiri, yaitu counter handphone," ucapnya.

Peran Dinas Sosial yang selama ini kurang progresif membina anak jalanan di Karawang, menurut Iwan, saat ini mungkin mereka sedang membuat pola penanganan yang paling efektif. "Kita ketahui, Dinas Sosial beru berdiri beberapa bulan, jadi wajar saja mereka masih meraba-raba. Namun apabila kita saling mendukung satu sama lain, dan terlibat dalam kerjasama yang intim untuk mengatasi permasalahan  sosial seperti anjal, saya yakin penanganan ini tidak perlu membutuhkan waktu yang lama.

Intinya saling membantu satu sama lain, karena dengan persatuan yang kuat kita bisa menyelesaikan semua permasalahan," ucapnya.
Ditempat yang sama, Kepala seksi penanganan anak jalanan Dinas Sosial Danilaga mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya untuk memberdayakan anjal. "Kami terus menjalankan program-program penanganan anak jalanan di Karawang. Namun penanganan ini memerlukan perhatian dari semua pihak," ujarnya.

Penanganan anjal yang terus dilakukan oleh Dinsos, menurut Danilaga, telah berhasil mengubah pola pikir anjal. Bahkan menurutnya ada beberapa anjal yang telah sukses. "Ada beberapa program yang kami lakukan, berhasil membuat beberapa anjal tidak lagi turun kejalan. Selain diberi pencerahan, mereka juga kami berdayakan dan diolah kemampuannya. Alhasil mereka bisa mandiri dan tidak lagi turun kejalan," tandasnya. (psn)

Sepekan Menjelang Ramadhan, Pedagang Mulai Tawarkan Parcel

KARYAWAN Toko Delima memperlihatkan Parcel ukuran besar yang dijualnya.

MEMASUKI bulan ramadhan para penjual parcel mulai marak disejumlah sentra perbelanjaan di Purwakarta. Bisnis seperti ini memang sudah menjadi tradisi tahunan bagi masyarakat kebanyakan. Seperti yang saat ini marak di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman.

Sebut saja Toko Delima diantara yang menjual parcel di ruas Jalan Sudirman. Helmi Lukito pemilik toko itu mengatakan bahwa dirinya menjual aneka makanan dan minuman ada pula yang dilengkapi dengan seperangkat alat dapur. Seperti cangkir cantik  yang di kemas dalam bentuk yang menarik seperti parcel merupakan peluang bisnis yang menjanjikan. Terutama di saat menghadapi bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul fitri. "Seperti tahun-tahun sebelumnya setiap menjelang hari raya Idul Fitri toko Delima selalu menjual parcel yang berkualitas," ujarnya.

Menurutnya, parcel yang berkualitas adalah parcel yang berisi makanan atau minuman yang masih bersih dan sehat, sesuai dengan ketentuan BPOM dan Disperindag isi parcel tidak boleh memiliki barang yang sudah kadaluarsa atau tidak memiliki sertifikat halal."Parcel di toko Delima sangat berkualitas, artinya barang yang kami kemas agar terlihat cantik ini bukan hanya menarik untuk di lihat, akan tetapi makanan dan minuman yang kami tata dengan kemasan ini memiliki sertifikat halal dan masih baru atau belum kadaluarsa sesuai dengan peraturan pemerintah sehingga setiap tahun bisnis ini menjadi usaha yang menjanjikan dan membantu masyarakat yang membutuhkan Parcel," ujarnya.

Lilis Delima menambahkan, toko Delima menjual beraneka ragam Parcel, dari Parcel kecil, sedang, besar, tingkat dan teaset dengan harga yang relatif terjangkau. "Masyarakat Purwakarta sudah memahami mana barang yang bagus dan kurang bagus, mereka sering mendatangi mall atau toko-toko yang menjual parcel. Untuk memberikan kepuasan kepada masyarakat toko Delima hanya menjual barang yang memiliki kualitas yang sangat baik dan harga terjangkau, Parcel yang kami jajakan memiliki harga yang relatif, parcel terkecil kami jual sebesar Rp 125.000, sedangkan parcel yang terbesar yang di lengkapi dengan cangkir cantik atau teaset kami jual Rp 700.000. Agar masyarakat untung dan saya untung maka toko Delima hanya menjual Parcel yang baik sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memnuhi standar pemerintah," ujarnya. (sep)

Warga Ancan Demo IBR Kecamatan Babakan Cikao




PURWAKARTA, RAKA - Ketua DPD KNPI Purwakarta Munawar Kholil mengingatkan pemkab agar bertindak tegas terhadap PT Indo Bharat Rayon (IBR) yang dinilai telah menyalahi kewenangannya. Bahkan Munawar juga mengisaratkan demo besar-besaran dari kalangan masyarakat bila pemkab masih belum bisa bertindak tegas.

"Saya sebagai masyarakat Jl. Industri kp. Maracang Kecamatan Babakan Cikao merupakan masyarakat yang terkena dampak oleh transportasi yang mengangkut atau menarik barang dari PT.IBR, mereka menggunakan truk dan kendaraan bertonase tinggi yang melewati masyarakat di sekitar Jl. Industri kec. Babakan Cikao. Tetapi jika mereka melakukan pelanggaran apalagi menggunakan tanah negara tanpa ijin seyogyanya mereka mendapat sangsi yang tegas, jika pemkab tidak bisa menindak, maka kami bisa melakukan hukum yang ada di masyarakat namun sesuai dengan aturan yang berlaku," paparnya.

Sihabudin BAE.SE Kabid pengawasan dan pengendalian Dinas Cipta Karya kepada RAKA di alun-alun Kiansantang Purwakarta mengatakan, dinas Cipta karya akan segera memanggil pihak PT. IBR dan PJT II Purwakarta, sesuai aturan yang berlaku Dinas Cipta Karya akan memberikan surat teguran kepada semua pihak yang melakukan pembangunan tanpa mengantongi IMB. Begitupun terhadap PT. IBR. Pihak PJT II sebagai pihak yang mendapat kuasa atas tanah negara harus menjelaskan mengapa PT. IBR berani melakukan pembangunan di atas lahan negara yang di kuasakan ke PJT II. "Kami telah memberikan surat teguran sebanyak 2 kali terhadap PT. IBR, karena telah membangun tanpa mengantongi surat IMB, dan ternyata PJT II juga sudah memberikan teguran yang sama kepada PT. IBR, dengan demikian PT. IBR telah melakukan pelanggaran, dengan terjadinya kasus ini saya akan segera melakukan pemanggilan kepada semua pihak," ujarnya.

H. Ahmad Suminta anggota fraksi PKB DPRD Purwakarta mengatakan, setiap perusahaan yang melakukan pelanggaran harus mendapatkan sangsi yang tegas dari Pemkab Purwakarta sehingga kejadian itu tidak terulang kembali dan legalitas hukum dapat di tegakan dengan baik. "Semestinya Pemkab bisa melakukan sikap yang tegas, siapapun yang melakukan pelanggaran harus mendapatkan sangsi sesuai dengan aturan yang berlaku. Jika benar PT. IBR telah melakukan pelanggaran karena telah menggunakan lahan milik negara tanpa sesuai dengan perjanjian yang telah di sepakati maka PT. IBR harus menghentikan pembangunannya, jika pembangunan sudah di lakukan padahal mereka tidak mengantongi surat ijin mendirikan bangunan (IMB) sangsinya adalah membongkar kembali bangunan itu," paparnya.

Sekedar mengulas, PJT II telah memperingatkan pihak PT. IBR untuk tidak melakukan pengurugan di lahan milik negara itu, salah satu isi surat peringatan perihal penyimpangan pelaksanaan surat perjanjian mengenai pemanfaatan lahan No.. 3/43/SPU2003 Point. 2. dari hasil evaluasi serta peninjauan lapangan oleh PJT II di temukan pembuangan limbah padat dan sedang melakukan pengurugan dengan tanah merah untuk diratakan pada areal yang di peruntukan sebagai penyangga lingkungan pabrik seluas (141.664.00 m2) dan itu melanggar pasal 2 ayat (2) butir d. yang mengatakan bahwa PT. IBR di larang untuk merubah peruntukan lahan tanpa persetujuan tertulis di PJT II dan dan tidak di benarkan membuang limbah.

Dan seperti yang tertuang di dalam surat perjanjian pemanfaatan lahan (SPPL) No. 1/43/SPU/2003 tanggal 24 Juli 2003 dan penggunaannya sebagai lahan penyangga kawasan pabrik, namuan PT. IBR malah membangun waste water treatmen Plant For Spinning Line#5, atas dasar
itu PJT II telah melakukan teguran kepada PT. Indo Bharat Rayon melalui surat kepala divisi II, kepala seksi curug sekaligus oleh direksi PJT II Purwakarta.

Sementara Vice President PT.IBR Mr. Arun dan Manager PT IBR Gatot kemarin tidak bisa di temui dengan alasan sedang ke Jakarta."untuk bertemu dengen Mr Arun harus membuat janji dulu sedangkan bapak Gatot sedang tugas luar ke Jakarta," kata security PT. IBR Adang dan Robert kemarin di Pos keamanan PT. IBR Desa cilangkap kecamatan BBC Purwakarta. (sep)

Purwakarta Diancaman Traficking, Pemkab Dinilai Belum Serius Tanggulangi Penjualan Manusia


PURWAKARTA, RAKA
- Dinilai belum serius terhadap penanggulangan kasus traficking yang kini kembali mencuat, membuat pihak DPRD Purwakarta meminta agar pihak eksekutif pro aktif terhadap permasalahan itu. Apalagi tata ruang wilayah kab Purwakarta sebagai daerah penyanggah Ibu kota propinsi maupun ibu kota negara, tak menutup kemungkinan jika wilayah Purwakarta bisa dijadikan wilayah ancaman terhadap kasus tersebut.

Demikian di ungkapkan Anggota DPRD Purwakarta Neng Supartini kepada RAKA Selasa (18/8) terkait dugaan mencuatnya traficking yang menimpa salah seorang warga di kecamatan jatiluhur beberapa waktu lalu. Dikatakan Neng, dari kejadian itu seharusnya pemerintah lebih pro aktif dalam penanggulanganya. Hal ini bisa dilakukan dengan melakukan koordinasi bersama pihak Muspida, pihak kepolisian setempat dalam bekerjasama untuk mencegah kejadian tersebut.

Apalagi, minimnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah terhadap ketidaktahuan masyarakat menjadikan  masyarakat terutama kab Purwakarta sebagai wilayah ancaman serius kasus trafiking. "Tidak menutupkemungkinan Purwakarta juga akan dijadikan sasaran kasus Trafiking. Sebab kejadian yang menimpa masyarakat di kec Jatiluhur adalah salah satu ketidaktahuan masyarakat akan hal itu,"tandas neng.Menurutnya, agar kasus Trafiking tidak terulang di Kab Purwakarta.

Pihaknya meminta semua pihak terutama pemerintah harus pro aktif untuk memikirkan hal ini. Perawakilan dirinya di gedung wakil rakyat ini pun berjanji akan senantiasa melakukan upaya, salah satunya menjadi pemrakarsa dan segera mendesak pembuatan regulasi dalam bentuk Peraturan daerah untuk memberikan jaminan terutama bagi para pekerja yang bekerja di luar negeri.

"Sosialisasi itu juga sebenarnya bisa dilakukan dengan cara melakukan pemampangan spanduk berbentuk himbauan kepada masyarakat. tapi saya kira ini pun belum dilakukan. Apalagi, wilayah kab Purwakarta yang merupakan wilayah penyanggah ibu kota bisa dijadikan sasaran bagi oknum memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat,"ujarnya.

Tak hanya itu, ia pun sempat mempertanyakan keberadaan PKK Kab Purwakarta yang dinilai cukup lamban dan hanya melakukan
kegiatan-kegiatan yang bersifat komersil saja. Padahal kata dia, dengan anggaran sebesar 200 juta pertahunnya seharusnya organisasi perempuan ini bisa menjadi organisasi terdepan di dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terutama terhadap kaum perempuan. "Rata-rata korban traficking ini merupakan kaum Premepuan. Dan anggaran yang sudah di gelontorkan kepada PKK juga perlu dilakukan evaluasi,"harapnya.

Dengan demikian kata neng, pihaknya pun meminta agar instansti terkait terus melakukan pemantauan terutama terhadap
kekauratan data mengenai jumlah kasus trafiking yang sudah terjadi. Sebab selama ini tidak ada data base secara khususus,
yang bisa dijadikan barometer sebagai bahan evaluasi. "Hingga kini pun tak bisa diketahui secara pasti korban kasus trafiking
yang terjadi di purwakarta, namun saya berharap khususnya wilayah pinggiran yang perlu diwaspadai,"ujarnya.

Sekedar mengulas sebelumnya, Hermayani binti Surdi (27) warga Kampung Pasanggrahan Rt 1 Rw 1 Desa Cilegong, Kecamatan
Jatiluhur, Purwakarta. Harus menderita kelumpuhan untuk selamanya. Pasalnya, kedua kakinya menjadi lumpuh setelah pulang
bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) di negara jazirah Arab akibat terjun bebas dari apartemen lantai 5. Di duga korban
sebagai salah satu korban trafiking mengingat jasa pemberian ini. (ton) 

Perajin Keramik Plered Purwakarta Dapat Bantuan Teknologi


PURWAKARTA, RAKA -
Pengrajin keramik Plered Purwakarta mendapatkan bantuan teknologi tepat guna (TTG) di bidang informasi dan manajemen teknologi dari Kementrian Riset Pusat, Selasa (18/8). Bantuan itu berupa seperangkat alat website untuk memasarkan produk-produk unggulan para pengrajin.

Kabid Perindustrian Disperindag Koperasi dan UKM Purwakarta, MD Arnom, mengatakan, bantuan tersebut digulirkan untuk kepentingan sentra keramik Plered dalam meningkatkan pemasaran dan penghasilan para pengrajin. Dimana, tambahnya, seperangkat alat TTG tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai wadah dalam mempromosikan atau memasarkan produk pengrajin keramik di Plered ke konsumen.

"Sehingga nantinya alat tersebut akan memangkas jalur distribusi pemasaran. Bila sebelumnya pengrajin memasarkan produknya melalui perantara-perantara, namun dengan perangkat ini pengrajin bisa melakukan promosi atau pemasaran bahkan transaksi secara langsung,"kata MD Arnom, di sela sela launcing website pengrajin keramik Plered, di UPTD Litbang Keramik Plered.

Menurutnya, dengan fasilitas yang bisa diakses langsung oleh para pengrajin itu, secara otomatis nilai tambah yang diterima para pengrajin dapat meningkat. Sebab, semua aspek baik pemasaran, promosi, hingga transaksi bakal dilakukan secara mandiri oleh para pengrajin sendiri.

"Selama ini pengrajin dalam memasarkan produknya tak lepas dari jasa perantara ataupun calo dan sebagainya, namun dengan perangkat web ini mereka (pengrajin) diharapkan bisa melakukan transaksi sendiri, artinya dalam pemasaran atau promosi pengrajin akan mendapatkan laba bersih dan tentu itu meningkatkan nilai tambah penghasilan mereka,"ucapnya.

MD Arnom menambahkan, saat ini satu unit perangkat website tersebut dipusatkan di lokasi UPTD Litbang Keramik Plered. Penggunaan fasilitas web, sambung dia, sementara masih disesuaikan dengan kebutuhan. "  Bila memang kebutuhannya perlu dilakukan oleh pengrajin maka akan kami biarkan pengrajin supaya mandiri, namun bila pengrajin lebih mempercayakan untuk dikoordini tentunya kita pun siap membantu mereka,"tutup MD.Arnom.

Diketahui, dalam acara launching web site tersebut sebanyak 50 pengrajin keramik Plered di ikutsertakan. Selanjutnya, mereka diharapkan dapat menggunakan fasilitas yang disediakan dengan sebaik baiknya guna mendorong komoditi keramik Plered lebih baik lagi. (rif)

Soekoyo : Jamsostek Kab Purwakarta, Adalah Hak Pegawai


PURWAKARTA, RAKA
- Kepala Dinas Transmigrasi dan tenaga Kerja Kab Purwakarta Soekoyo mengatakan jaminan Sosial tenaga kerja (Jamsostek) sebagai salah satu ansuransi yang diberikan sebagai jaminan hari tua terhadap para karyawan yang bekerja di perusahaan merupakan hak mereka.

Sehingga tidak heran jika sekitar 5.000 orang pegawai dari ratusan perusahaan di Kabupaten Purwakarta tiap tahunnya mendaftar ke Jamsostek Purwakarta. Bahkan Hingga Juli 2009, pihaknya mencatat ada sekitar 65.000 orang yang kini terdaftar di Jamsostek. "JamsOstek merupakan hak pegawai. Setiap pegawai juga wajib masuk Jamsostek. Mereka didaftarkan langsung pihak perusahaan,"ujarnya, kemarin.

Menurutnya,kewajiban perusahaan mendaftarkan para karyawannya untuk mendaftar jamsostek telah diatur dalam undang-undang. Dimana sebagai jaminannya setiap pekerja juga wajib menyisihkan sekitar dua persen dari penghasilannya secara keseluruhan untuk membayar premi Jamsostek. "Ini pun ketentuan yang harus dilakukan perusahaan. Artinya, tidak boleh ada satupun perusahaan yang tidak mendaftarkan para karyawannya untuk mendaftar jamsostek. bahkan sisa pembayaran premi jamsostek sekitar 3,7 persen dibayar perusahaan,"ungkapnya.

Dijelaskannya, banyak keuntungan yang akan didapat oleh karyawan yang terdaftar atau ikut Jamsostek. Artinya, ansuransi ini memang sengaja di buat sebagai jaminan para pegawai untuk Hari Tua. Bahkan tidak hanya itu saja, seperti Jaminan Kesehatan dan jaminan Kecelakaan Kerja merupakan hal yang akan didapat para pegawai jika terjadi sesuatu selama ia masih bekerja. Artinya, Jamsostek juga akan mengganti semua kerugian jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan. 

Hanya saja, tandas Soekoyo setiap perusahaan mempunyai ketentuan berbeda-beda mengenai pembayaran premi jamsostek yang ditanggungkan kepada para karyawannya. "Tiap-tiap perusahaan itu berbeda-beda premi tanggungannya. Tergantung, tinggi rendahnya resiko kecelakaan kerja di perusahaan tersebut," ucapnya.

Seperti halnya premi tanggungan perusahaan tekstil, kimia dan non tekstil. Misalnya, PT Indorama Synthetics Tbk, PT. Elegan, PT Taroko dan perusahaan lain yang bergerak dibidang tekstil, berbeda besarannya dengan PT South Pacific Viscose, PT. Indo Barat Rayon yang bergerak dibidang kimia. Sebelumnya, pemberian Jaminan sosial tenaga kerja (jamsostek) bukan hanya diwajibkan bagi para pekerja diperusahaan.

Melainkan perusahaan jamsostek Kab Purwakarta akan memberlakukan hal ini terhadap sekitar 12 ribu pekerja sosial se-Kabupaten Purwakarta. Mereka terdiri dari para pekerja sosial non PNS di lingkungan pemerintah kab Purwakarta selain para pekerja yang  terdiri dari para guru bantu, guru ngaji, perangkat desa/kelurahan (Rt,Rw dan lainnya) se -Kabupaten Purwakarta. "Jadi nantinya para pekerja ini pun akan memiliki ansuransi,"kata Kepala Cabang Jamsostek Purwakarta, Dadang Kusnadi saat melakukan sosialisasi kepada seluruh kepala OPD, camat, Kades/Lurah, di ruang Wikara I Setda Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu. (ton)

Belasan Bocah Disunat Massal di Purwakarta


PURWAKARTA, RAKA - Tradisi sunat anak laki-laki merupakan hal yang penting bagi kaum muslimin. Selain mengikuti sunnah Rosulullah SAW, sebagian kulit yang dibuang itu merupakan tempat bersarangnya kuman-kuman. Sehingga, dengan disunat, anak laki-laki dapat terhindar dari penyakit.

Hal itu yang ditegaskan Ketua Panitia Sunatan Massal Herman Abidin, kemarin. Herman mengungkapkan, acara khitanan yang diikuti oleh 16 peserta khitan, dan 9 orang dari Desa KaliHurip sedangkan sisanya dari Desa Karang Anyar merupakan kegiatan bakti sosial yang sengaja dilakukan Indotaisei HRD Club (IHC) bekerjasama dengan Forum Silaturahmi Karyawan Kawasan Indotaisei.

Bahkan Kegiatan itu sendiri dalam rangka menyambut HUT RI ke 64, selain acara yang mengambil tema 'Dengan Khitanan Massal Kita Jalin Persaudaraan dan Kepedulian Antar Sesama Umat'  sengaja dilakukan sebagai ucap syukur pihaknya terhadap sang pencipta.

Karena selama ini, masih banyak masyarakat terutama anak kecil laki-laki karena keterbatasan kemampuan sehingga banyak diantara keluarga mereka yang tidak bisa menyunatkan anak-naknya. "Ini sebenarnya kegiatan, yang lebih kepada mengucapkan terimakasih kepada sang pencipta. Selain rangkaian dalam rangka HUT RI ke 64, "ujarnya.

Dijelaskannya, Dari semua peserta khitan, rata-rata usia anak mencapai hingga satu sampai empat tahun. Selain dalam acara tersebut hadir Kepala Desa KaliHurip, Babinsa, tamu undangan dan orangtua peserta khitan. Dalam Kesempatan lain Agus Suryana S.Pd.I mengatakan dengan adanya khitanan massal ini diharapkan masyarakat sekitar kawasan industri indotaisei lebih mengetahui keberadaan perusahaan serta peran sosialnya terhadap masyarakat. (ton)

Pintu Rel KA di Jalan Ateng Sarton, Kelurahan Nagri Tengah MEmbahayakan Pengendara

BERBAHAYA: Pintu rel KA di Jalan Ateng Sarton, Kelurahan Nagri Tengah, Kecamatan Kota Purwakarta masih menggunakan alat manual. Padahal, kondisi tersebut amat membahayakan pengendara. Dan, sayangnya pemerintah setempat belum perduli terhadap keadaan itu. (sep)

Harga Sembako Merangkak Naik

SEMBAKO: Menjelang Ramadhan sejumlah harga kebutuhan pokok masyarakat di Pasar Rebo Purwakarta mulai melonjak naik.

PURWAKARTA, RAKA - Menjelang bulan puasa Ramadhan, harga bawang putih di pasar melonjak tajam. Saat ini harganya, mencapai Rp 14 ribu per kilogram dari harga awal Rp 7 ribu per kilogram. Harga cabai dan ayam potong juga mulai merangkak naik.

"Yang paling melonjak adalah harga bawang putih," kata pedagang di pasar Rebo, Puput (35), kepada RAKA, Selasa (19/8).
Dia mengaku, lonjakan kenaikan harga bawang putih itu lantaran kondisi alam yang tidak bersahabat. Dimana, rata rata ladang petani bawang pada musim ini banyak dilanda kekeringan dan tidak menghasilkan panen yang melimpah. "Kemarin saya masih jual dibawah Rp 7 ribu," tambahnya.

Pedagang lain, Adi, (30), sengaja tidak menjual bawang putih beberapa hari ini. Alasannya, "Harganya lagi tinggi, sulit jualnya." Dua minggu yang lalu, harga bawang putih masih berkisar antara Rp 7 ribu sampai Rp 8 ribu. "kalau tahu bakal naik, pasti saya kemarin beli banyak," kata penjual soto di kawasan Jalan Sudirman, Ngatiyem, (47).

Harga kebutuhan pokok lain yang mulai naik, kata Puput, adalah cabai dan ayam potong. Harga cabai dari Rp 8 ribu menjadi Rp 13 ribu per kilogram, sedangkan harga ayam potong mulai berangsur naik dari Rp.20 ribu per kilogram menjadio Rp 23 perkilogram. "untuk ayam potong diperkirakan harganya akan terus naik,"kata Puput.

Kasi Perlindungan Konsumen dan Pengawasan Barang Beredar Disperindag Koerasi dan UKM Purwakarta, Ahmad Korib, saat dihubungi, mengatakan, pihaknya dimungkinkan bakal melakukan sidak dan operasi ke pasar pasar menjelang dan memasuki Ramadhan. "Kita masih tunggu koordinasi dari pimpinanan, namun kita biasanya akan melakukan sidak untuk melakukan pengawasan dan pemantauan,"terangnya. (rif)

100 Juta Pertama Bagi Wakil Rakyat Purwakarta


PURWAKARTA, RAKA
- Sebanyak 45 anggota DPRD Purwakarta yang baru dilantik digembleng selama tiga hari di Hotel Century Jakarta Utara. Mereka akan mengikuti program pembekalan dari sejumlah pemateri, terkait dengan tugas pokok dan fungsi selaku legislator. Sekretaris DPRD Kab. Purwakarta, Sachrul Koswara, ketika dihubungi Selasa (18/8) mengatakan, seluruh anggota lgislatif yang baru dilantik selama   tiga hari sejak 18 sampai 20 Agustus akan  mengikuti program pembekalan. Sedangkan pemberi materi  terdiri dari Depdagri, Anggota DPR RI, psikolog dan akademisi.

Menurut Sachrul, pembekalan tersebut merupakan orientasi bagi seluruh anggota legislatif periode 2009-2014 dalam upaya memberikan bekal wawasan dalam pelaksanaan tugas, terutama menyangkut tugas pokok dan fungsi anggota Dewan. Diantaranya menyangkut fungsi pengawasan, fungsi legislasi dan fungsi buggeting. Termasuk materi soal bagaimana menyusun tata-tertib, tentang susunan dan kedudukan yang baru serta perundang-undangan yang baru. "setelah mengikuti orientasi serta pembekalan, diharapkan ada  perubahan main set para anggota dewan baru," tambah Sachrul.

Sementara itu salah seorang anggota DPRD dari Partai Demokrat,  Chaerul Amin yang dihubungi terpisah  mengatakan diharapkan program pembekalan ini bisa menambah wawasan baru bagi dirinya maupun bagi anggota dewan lainnya. Sedangkan Soal fungsi dan tugas pokok Dewan kan begitu-begitu saja. Cherul menilai program pembekalan  akan lebih bermanfaat jika muatan yang disampaikannya menyangkut persoalan spesifik yang terjadi Purwawakarta. Sementara itu keterangan lain diperoleh menyebutkan, untuk kegiatan pembekalan bagi seluruh anggota DPRD yang baru dilantik selama tiga hari tersebut, Sekretariat dewan Purwakarta menggelontorkan biaya lebih kurang Rp 100 juta. (rif)

28 Agustus Daftar Ulang BPIH Departemen Agama (Depag) Purwakarta


PURWAKARTA, RAKA - Daftar ulang bagi para calon jemaah haji yang belum melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) dibuka oleh kantor urusan haji Departemen Agama (Depag) Purwakarta. Dijadwalkan, tenggat waktu pendaftaran ulang tersebut dibuka mulai tanggal 18 sampai 28 Agustus 2009.  
 
Kepala Urusan Haji Zaenal Muttaqien, mengatakan, mulai Selasa (18/8) , pihaknya memberikan kesempatan kepada para calon jemaah haji 2009 yang belum melunasi BPIH untuk segera melunasinya. Ia menyampaikan, dari kuota jemaah haji Kabupaten Purwakarta 2009 yang tercatat sebanyak 699 orang, diikuti peserta calhaj yang masuk dalam daftar tunggu sebanyak 28 orang, bila sampai batas daftar ulang tahap kedua tidak melunasi BPIH, yakni hingga Rabu (26/8), maka kemudian akan dimasukkan dalam daftar quota nasional. 

"Bagi 699 calhaj bila sampai batas daftar ulang tahap kedua tidak melunasi BPIH  sampai batas waktu yang ditentukan, maka akan dimasukkan dalam quota nasional,"kata Zaenal, Selasa (18/8).  Dikatakannya, sampai ini pihaknya belum bisa menyimpulkan berapa jumlah calon jemaah yang belum melunasi BPIH. Namun, lanjut dia, ada alsan tertentu calhaj tidak melunasi BPIH yang menyebabkan jemaah tersebut batal menunaikan ibadah haji. "Ada alasan tertentu atau hal lain calhaj tidak melunasi BPIH. Tapi, jika demikian, maka posisinya akan digantikan jemaah yang masuk dalam waiting list,"jelasnya.

Kata Zaenal, Saat ini, terkait itu, pihak Depag dan calhaj tengah terus melakukan proses pelunasan.  " Kita lihat berapa orang yang tidak melunasi, setelah prtosesnya rampung nanti," ujarnya. Zaenal menambahkan, kuota haji di Purwakarta tahun ini terbilang kecil. Padahal, minat pendaftar menentukan juga besarnya quota jemaah haji. Hal ini disebabkan antara lain karena setiap jemaah haji dikenakan ongkos BPIH sebesar 3.444 dollar atau sekitar Rp26 juta. (rif)

Tisp 2: Tandanya Wanita Rindu Bercinta


KAUM Adam biasanya lebih peka dalam membaca sinyal bercinta dari kedua bola mata wanita. Tapi terkadang untuk urusan ranjang, kaum Hawa tidak punya keberanian mengatakan dia ingin berhubungan intim. Jika pasangan Anda memberi sinyal seperti  ang dilansir Askmen berikut, itu pertanda dia rindu merasakan sensasi hebat keperkasaan Anda. Wow!

Rayuan nakal. Biasanya nada bicara wanita menjadi lebih manja dan lembut dalam merajuk pasangannya untuk bercinta. Jika Anda dirayu dengan kalimat menggoda dan sedikit nakal yang menjurus pada seks, bisa jadi birahi pasangan Anda memang sedang tinggi-tingginya.

Duduk di atas tubuh Anda. Setelah menggoda dengan kalimat nakal, wanita melancarkan aksi panas dengan duduk di pangkuan Anda. Tidak hanya itu saja, dia berusaha menempelkan dadanya seintim mungkin dengan wajah Anda. Hmmm... Lewat aksi ini area intim Anda bisa 'gusar' seketika.

Izinkan untuk menyentuh lebih intim. Pasangan Anda ingin terus mengajak Anda masuk ke dalam permainan cinta yang kian mendebarkan. Kini dia pun memberi jalan kepada Anda untuk mencumbu bagian dadanya. Anggap Anda sedang menikmati es krim nan lezat, sehingga aksi cumbuan Anda terlihat sangat sensual. (rk)

Tips 1: Jika Wanita Naksir Pria


Sebagai perempuan anda mungkin tidak menyadari kalau bahasa tubuh anda menunjukkan perasaan hati anda. Ada banyak tanda yang bisa menunjukkan bahwa anda sedang memiliki ketertarikan pada seorang laki-laki. Apa sajakah itu?
Tersenyum lebar dengan wajah yang relaks sehingga gigi bagian atas dan bawah terlihat sempurna. Menatap dengan pandangan penuh minat dan pupil matanya terlihat membesar (keadaan ini tidak berlaku jika anda baru saja menegak obat terlarang).

Menggigit bibir sedikit ketika menatap lawan jenis atau membasahi bibirnya. Kadang-kadang perempuan yang sedang menatap laki-laki yang ditaksirnya secara tidak sengaja akan memainkan lidah dengan menyentuh gigi depannya.
Ketika sedang bercakap-cakap, secara perlahan akan bermain-main atau menggoyang-goyangkan gelas cocktail dengan ibu jari dan telunjuk.

Duduk dengan rapi di hadapan laki-laki yang ditaksirnya dan uratnya kelihatan agak tegang (mungkin juga karena jantung anda deg-degan berada di dekatnya). Meninggikan atau merendahkan volume suaranya agar seimbang dengan lawan bicaranya. Menyentuh atau menggosok-gosok dagu. Tindakan ini mengindikasikan bahwa anda sedang memikirkan dirinya dan menghubungkan Anda berdua dalam pikiran atau khayalan anda.

Jika merokok, kemungkinan akan menghembuskan asap ke arah laki-laki yang ditaksirnya. Mengedipkan mata ketika sedang berbicara atau mengedipkan mata pada laki-laki yang ditaksirnya dari kejauhan. Jika membuka telapak tangannya menghadap pada laki-laki yang ditaksirnya, kemungkinan besar mengharapkan untuk terus ditemani. (rk)

Nabila Syakieb Dikabarkan Putus


Lama
jarang tampil berdua, mendadak muncul kabar Nabila Syakieb dan Yuri Ihza Mahendra putus. Anak Yusril Ihza Mahendra itu disebut-sebut selingkuh. "Sebelumnya memang hubungan Nabila dan Yuri sempat memanas dan mereka sempat break berminggu-minggu.

Dari Nabila ada itikad untuk baikan kembali, tapi gara-gara Yuri sudah ada cewek lain, Nabila memutuskan untuk putus saja," ungkap salah satu sumber yang dihubungi, Senin (17/8) sore. Dara yang membuat Yuri berlalu dari dekapan Nabila itu masih berstatus mahasiswi salah satu perguruan tinggi bonafit di Jakarta. "Mereka putusnya sudah tiga bulan yang lalu. Cewek selingkuhan itu masih mahasiswi, umurnya sekira 20-an lah," lanjut sumber.

Ternyata, punya wajah cantik jelita dan karier gemilang tidak menjamin Nabila Syakieb memiliki kekasih setia. Akibat sang pacar berselingkuh, Nabila pun sempat depresi dibuatnya. "Setelah tahu Yuri selingkuh, Nabila kemarin itu sempat depresi. Mungkin dia tidak menyangka pacarnya bakal kayak gitu," ungkap sumber itu lagi. Wajar bila bintang sinetron berwajah melankolis itu sampai depresi. Pasalnya, dara selingkuhan Yuri jauh lebih muda dan tidak kalah cantik dari Nabila.

Masih kata sumber yang menolak namanya disebutkan, hingga saat ini, Nabila menolak segala bentuk komunikasi dengan anak mantan Mensesneg Yusril Ihza Mahendra itu. "Sampai saat ini, Nabila dan Yuri sudah tidak ada komunikasi lagi. Mungkin Nabila yang memutuskan untuk tidak menghubungi Yuri lagi," jelas sumber.

Sebelum Yuri ketahuan mendua, Yuri dan bintang film The Real Pocong itu sempat break berminggu-minggu karena hubungan mereka memanas. Saat Nabila berniat kembali memadu kasih dengan Yuri, betapa hancur hatinya karena Yuri telah memiliki pacar baru. "Mereka putus sudah tiga bulan lalu," sebut sumber. (os)

Marshanda Dilarang Bertemu Siapapun

Marshanda dirawat di RS Abdi Waluyo. Dokter pun memerintahkan agar Marshanda tidak bertemu siapapun, selain keluarganya.
"Dokter tidak mengizinkan Marshanda, tidak hanya beberapa jam, bahkan sebulan ke depan untuk tidak tampil di televisi, bertemu wartawan, dan bahkan siapapun kecuali keluarga. Hal itu untuk pemulihan kesehatannya," jelas manajer Marshanda, Lia, saat dihubungi wartawan, Selasa (18/8).

Disinggung kehadiran VJ Ben di RS Abdi Waluyo, dia membenarkan. Kekasih Marshanda tersebut datang dengan mengenakan kaos putih, celana pendek coklat, dan topi coklat. Lia menambahkan, dokter ingin mengobati Marshanda agar dapat sembuh secara total. Sejauh ini, kata dia, dokter mengatakan kalau kondisi Marshanda sudah jauh lebih baik. "Ini bukan karena penyakit batuk, bersin, atau demam biasa. Sebaiknya kalian browsing di internet agar mengerti apa penyakit yang diderita Marshanda," imbau Lia.

Mengenai video youtube, menurutnya, semua dibuat karena emosi Marshanda yang tidak stabil. "Setelah beberapa jam, kesehatannya akan pulih kembali," ungkap Lia.  Sementara kekasih Acha, VJ Ben, janji tetap setia menemani. "Gue akan di sini terus, mendampingi dia," kata Ben, belum lama ini.

Ben menampik tudingan artis yang akrab disapa Chacha itu menderita gangguan jiwa atau memiliki kepribadian ganda. "Gue enggak menemukan ada yang aneh selama berhubungan. Kalau sejak awal ada keanehan, gue pasti bereaksi," jelas dia.
Presenter berkacamata itu memilih menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Dia ikhlas menerima keadaan mantan pacar Baim Wong itu. "Gue ikhlas. Gue bisa menerima apa yang terjadi. Rasa sayang buat dia, pasti masih," tandasnya. (ok)

Marcella Zalianty Puasa Tidak Ngumpul

Pada awal bulan Puasa ini, aktris Marcella Zalianty tidak akan berkumpul dengan keluarganya. Awal puasa mendatang, bintang 'Under the Tree' itu harus terbang ke Monako. "Aku harus ke Monako untuk mengikuti sosialisasi Festival Teater Amatir," ujarnya saat ditemui di Rumah Autis, Jl. Al Husna, Bekasi, Jakarta Timur, Selasa (18/8).

Di festival tersebut, Marcella bersama rekan-rekannya akan menjadi wakil Indonesia. Mereka pun akan bersaing dengan kontestan dari 58 negara lainnya. Meskipun berpuasa, Marcella berjanji akan tetap menunjukan kemampuan akting terbaiknya. "Bulan puasa kita harus lebih baik lagi penampilannya," pungkasnya.

Beberapa waktu lalu, Marcella menceritakan keterlibatannya dengan teater yang berjudul 'satu Kata'. Ternyata perjalanannya sudah berlangsung sebelum Marcella masuk bui. Sayangnya, keikutsertaan Marcella sempat tertunda enam bulan gara-gara kasus penganiayaan terhada Agung. Aktris Marcella Zalianty, Selasa (18/8), diangkat menjadi Duta Rumah Autis. Bintang 'Brownies' itu pun siap untuk mengajak masyarakat supaya lebih peduli pada anak-anak autis.

"Saya akan mensosialisasikan dan mengkampanyekan agar masyarakat bisa lebih peduli terhadap anak-anak autis," ujarnya.
Marcella mengungkapkan label 'duta' bukanlah sesuatu yang penting. Menurutnya, aksi dan perbuatan lebih bisa memberikan memberikan dampak positif terhadap anak-anak tersebut. "Saya bermaksud untuk memberikan semangat kepada teman-teman yang memiliki kelebihan khusus," ucapnya. (dh)

Chintami Atmanegara Trauma Berumah Tangga


Bagi Chintami Atmanegara
, bulan puasa kali ini ada yang berubah. Perpisahan dengan suaminya, Bayu Maruto membuat wanita yang akrab dipanggil Tami ini menjalankan ibadah puasa hanya bersama putranya, Alif. Namun bagi Tami, semua itu bukan masalah besar. Terlepas dari puasa, perceraian nampaknya membuat Tami agak trauma.

"Nggak kepikiran ke sana. Tapi semua bisa dijalankan dengan baik-baik. Pokoknya dijalani saja. Hidup nggak selalu enak dan inilah hidup. Saya jalani berdua dengan Alif dan kebetulan teman-temannya Alif banyak main ke rumah dan teman-teman saya kumpul di rumah, jadi nggak terlalu dirasakan. Malah saya yang lebih tegas dan nggak boleh cuek," katanya di Jakarta.

Dilanjutkan pengalaman rumah tangga kedua yang berakhir kegagalan ini secara otomatis membawa pengaruh pada dirinya terutama apakah mungkin ia menemukan orang yang cocok untuk mengarungi mahligai rumah tangga selanjutnya. "Karena pernikahan kedua-duanya gagal dan saya merasa sulit mendapat kebahagiaan menjalankan rumah tangga, saya nggak bilang, rumah tangga nggak bahagia tapi tetap rasakan di tahun pertama hingga kelima. Tapi tak terselamatkan belakangan," ujarnya lagi.

Tapi benar nih belum ada calon pengganti? Tami lagi-lagi tersenyum. "Cari pengganti? Saya belum kepikir ke sana, masih jauh. Trauma ada tapi ya itulah hidup. Saya anggap ini perjalanan hidup, Tuhan nggak kasih sempurna ke saya tapi saya alhamdulillah saya selalu enjoy dan fun sehingga hari-hari cepat berlalu. Nggak ada waktu untuk bengong," urainya seraya menambahkan keputusan cerai tidak disesalinya. (kl)

Lima Tersangka Pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran

SIDANG PERDANA : Lima tersangka pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkarnaen menjalani sidang perdana mereka di Pengadilan Negeri Tangerang, kemarin. Para terdakwa tersebut adalah Eduardus Noe Ndopo Mbete, Hendrikus Kia Walen, Heri Santosa, Daniel Daen, dan Fransiskus Tadon Kerans yang diduga berperan sebagai eksekutor. Kelimanya menjalani sidang secara terpisah. dan terjerat Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Pembunuhan dan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Pasal terakhir itu mengancam mereka dengan hukuman maksimal, hukuman mati. Jalannya sidang, dijaga ketat sekitar 150 anggota Polresta Tangerang.

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang