Selasa, 18 Agustus 2009

warga Kabupaten Karawang Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 64



KAMONESAN: Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 64, warga Kabupaten Karawang dari berbagai kecamatan menampilkan ragam kesenian dan atraksi dalam sebuah defile di sepanjang Jalan By Pass A. Yani. Berbagai jenis kesenian dan atraksi yang menurut tradisi Karawang dikenal dengan nama kamonesan ini biasa mewarnai peringatan HUT RI tiap tahunnya.

692 Napi di Lapas kelas IIA Warungbambu Dapat Remisi


Acara pemberian remisi di Lapas Warungbambu, kemarin pagi

KARAWANG, RAKA - Ada sebanyak 692 orang narapidana mendapatkan remisi di hari Kemerdekaan RI ke-64, Senin (17/8) pagi. Kesemua narapidana tersebut, selama ini mendekam di Lapas kelas IIA Warungbambu. Saat itu Bupati Dadang S. Muchtar atas nama pemerintah menjelaskan, bahwa remisi diberikan pemerintah terhadap para narapidana yang dianggap memiliki perilaku baik, berprestasi, dan memiliki kedisiplinan tinggi selama menjalani pidana.

"Remisi merupakan apresiasi pemerintah terhadap para narapidana yang telah menunjukkan prestasi, dedikasi, dan disiplin tinggi dalam mengkuti program pembinaan. Mereka yang memperoleh remisi telah memenuhi persyaratan sesuai UU No.12/1995 tentang pemasyarakatan. Serta Kepres no.174/1999 tentang remisi," ujar bupati mengutif sambutan tertulis Menteri Hukum dan HAM RI.

Diingatkannya, pemberian remisi jangan dianggap sebagai bentuk kemudahan bagi warga binaan untuk cepat bebas. Namun remisi ini diharapkannya untuk dijadikan sarana bagi peningkatan kualitas diri narapidana bersangkutan, sekaligus memotivasi diri kembali menuju jalan yang benar.

"Perlu disadari, manusia mempunyai dua potensi dalam kehidupannya. Yakni, potensi untuk berbuat baik, dan potensi untuk melakukan perbuatan buruk atau jahat. Bisa pula berbuat salah atau khilaf. Walau demikian, kedua pilihan itu tinggal tergantung tekad serta kesungguhan hati dalam memilih yang terbaik. Sehingga keberadaannya di masyarakat diterima dengan kepercayaan positif," tandas bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Lapas Endang Sudirman, mengatakan bahwa dari sebanyak 1126 orang warga binaan pemasyarakatan yang ada, hanya 692 orang yang mendapat remisi pada peringatan HUT RI ke-64 tahun 2009. 26 orang di antaranya bebas hari itu (kemarin -red). Yang lainnya, memperoleh remisi 6 bulan 20 hari hanya 1 orang, 6 bulan 3 orang, 5 bulan 10 hari 1 orang, 5 bulan 7 orang, 4 bulan 14 orang, 3 bulan 55 orang, 2 bulan 20 hari 2 orang, 2 bulan 288 orang, 1 bulan 10 hari 1 orang, dan 1 bulan 320 orang.

Sementara itu, peringatan detik-detik proklamasi digelar di lapang Karangpawitan. Hadir selain seluruh unsur Muspida, juga para wakil rakyat hasil Pemilu 2009. Sayangnya, dari 50 orang anggota DPRD tersebut tidak ikut semua mengikuti peringatan Hari Kemerdekaan RI, tanpa alasan jelas. Setelah itu, siang harinya, tepat pukul 13.00, acara dilanjutkan dengan defile di sepanjang Jalan By Pass A. Yani. Berbagai atraksi ditampilkan warga yang mewakili masing-masing kecamatan. (vins)

Power Full dari Kecamatan Pedes Juara Saan Cup

JATISARI, RAKA - Dari sekitar 80 tim volly yang mengikuti Saan Mustopa Cup, hanya empat tim tangguh saja yang mampu bertarung hingga babak akhir. Pada final yang digelar di Lapangan Ivogan Balonggandu, Jatisari, keluar juara pertama tim Power Full dari Kecamatan Pedes, disusul Fourtie dari Kecamatan Klari. Sementara juara ketiga ditempati PSP Cilamaya dan juara keempat diraih tim GVC Pedes.

Menurut Wakil Ketua Panitia Turnamen Volly Saan Mustopa Cup, Empe Kastaman, mereka yang bertarung pada babak final ini merupakan juara satu hingga enam di tiap-tiap zona. "Peserta tersebar di tiga zona, yakni Pedes, Cilamaya dan Klari. Dari tiga zona tersebut yang lolos ke partai puncak hanya 18 tim. Yang menjadi juara Power full dari zona Pedes dan juara dua Fourty dari zona Klari," tuturnya

Antusiasme peserta, lanjutnya, cukup tinggi. Ini bisa dilihat dari banyaknya peserta yang mengikuti open turnamen tersebut, hal ini merupakan langkah positif untuk perkemangan volly di Karawang. "Perkembangan volly di Karawang cukup pesat, pemerintah harus bisa mengelolanya dengan baik. Turnamen resmi yang diadakan oleh PBVSI harus sering dilakukan. Agar potensi ini terawat dengan baik," pungkasnya.

Sementara itu, Saan Mustopa mengatakan, turnamen volly digelarnya, salah satunya dalam rangka melakukan komunikasi dengan konstituennya. Menurut Saan, volly merupakan salah satu olahraga yang perkembangannya cukup bagus di Karawang. Sehingga, olahraga ini dijadikannya sebagai media komunikasi dengan konstiutennya pada pemilu legislatif lalu.

"Sejak melakukan sosialisasi dulu, saya selalu menggunakan cara seperti ini dan setelah terpilih pun tetap saya lakukan. Ini sebagai bentuk komitmen saya terhadap dunia olah raga, terutama volly," papar anggota DPR RO terpilih ini, Minggu (176/8) sore, di sela-sela final turnamen volly Saan Cup 2009 di Jatisari.

Lebih lanjut dia menuturkan, turnamen ini pula, sebagai bentuk terima kasihnya pada volly mania yang telah mendukungnya hingga terpilih menjadi anggota DPR RI saat ini. Tentunya, ungkapan terima kasih ini bukan hanya diberikan bagi volly mania semata, konstituennya dari kelompok lain pun akan disentuh pada kesempatan berikutnya. "Setiap konstituen akan disapa, namun waktunya belum ditentukan. Untuk sementara baru menggelar event seperti ini," terangnya. (asy)

Nia Dinata Ikut Balap Karung di Saudi


DIAM di negeri orang, bukan berarti kehilangan momen perayaan kemerdekaan 17 Agustus layaknya di negeri sendiri. Itulah yang dirasakan Nia Iskandar Dinata sewaktu kecil. Nia Dinata mengaku sejak umur enam tahun hingga lulus menengah pertama sudah tinggal di Jedah-Arab saudi mengikuti orangtuanya.

Sehingga, setiap momentum kemerdekaan Indonesia 17 Agustus, tidak bisa ia rasakan perayaan yang meriah layaknya di negeri sendiri. "Waktu kecil tinggal di Jedah mengikuti orang tua, jadi 17 Agustusan pasti di Embassy,” jawabnya.

Tapi, Menurutnya perayaan kemerdekaan yang diadakan kedutaan Indonesia di Jedah juga tidak kalah seru. Berbagai perlombaan yang ada di negeri ini seperti balap karung, masih bisa digelar, walaupun ala kadarnya. »Ada lomba makan krupuk dan balap karung. Kalau saya paling senang balap karung,” aku sutradara Ca Bau Kan ini.

Dari aneka perlombaan yang digelar kedutaan, yang paling ditunggu Nia kecil adalah lomba balap karung. Ia pernah merengek agar diperbolehkan sang ayah mengikuti lomba tersebut, tapi sayang, ia tidak diberi izin. »Kebetulan waktu itu saya yang paling kecil. Saya liat orang balap karung lucu dan saya pengen ikut,” ujar produser film Janji Joni.

Pemilik Kalyana Shira Film ini mengaku pada saat itu memahami perayaan kemerdekaan adalah bersenang-senang dengan mengikuti aneka lomba. Ia baru menyadari ada yang lebih seru ketika masa itu telah lewat, yaitu bergabung bersama orang-orang menyanyikan lagu Indonesia Raya di luar negeri. »Kita nyanyiin lagu Indonesia raya. Seru aja. Waktu itu cuma ikut-ikutan saja,” beber Nia. (raka)

46 Koruptor Kantongi Remisi

BERSAMAAN dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 64, para koruptor yang kini tengah menjalani masa hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang mendapat remisi. Meski demikian tidak semua koruptor yang dipenjara di LP Cipinang mendapatkan remisi.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas I Cipinang Haviluddin mengatakan, ada sekitar 46 narapidana (napi) kasus korupsi yang mendapatkan remisi. “Dari jumlah napi korupsi sebanyak 74 orang, ada sekitar 46 orang napi yang mendapatkan remisi,” ujar Haviluddin ketika ditemui usai upacara bendera di LP Cipinang, Senin (17/8).

Dari 46 orang napi korupsi yang mendapatkan remisi itu, di antaranya terdapat nama termasuk Theo F Toemion, mantan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang masa penahanannya dikurangi 3 bulan. Tersebut pula nama Rokhmin Dahuri yang menjadi terpidana korupsi dana non-budjeter DKP. Mantan Menteri Kelautan dan Perik
anan Rokhmin Dahuri ini mendapatkan remisi 2 bulan.
Selain itu ada nama terpidana korupsi proyek Export Oriented Refinery (Exor) I Balongan, Tabrani Ismail, serta Direktur PT Persada Sembada, Freddy Santoso yang menjadi rekanan Komisi Yudisial (KY) dalam pengadaan lahan.

Menurut Haviluddin, secara umum jumlah napi yang mendapatkan Remisi Umum I dan Remisi Umum II, masing-masing berjumlah 1146 orang dan 184 orang. Dijelaskan, Remisi Umum I adalah remisi yang diberikan kepada napi, namun belum bebas pada saat penerimaan remisi. Sedangkan Remisi Umum II, merupakan remisi yang didapatkan oleh para napi dan bebas pada saat penerimaan remisi.

“Dari jumlah napi yang mendapatkan Remisi Umum II memang sebanyak 184 orang. Tapi yang dinyatakan bebas pada hari ini sebanyak 115 orang saja, karena sisanya yang sebanyak 69 orang belum membayar denda,” jelas Haviluddin. (JPNN)

Makna Kemerdekaan di Mata Veteran Karawang, Kemerdekaan Belum Merata


Momon Kusmawinata

KARAWANG, RAKA – Kalangan veteran RI menilai, belum sepenuhnya kemerdekaan negeri ini dapat dirasakan masyarakat secara menyeluruh. Sebab tingkat kesejahteraan masih belum merata. Kesenjangan antara si kaya dan si miskin butuh perhatian pemerintah agar kedepan kesenjangan tersebut dapat terus diminimalisir.

Seperti dikatakan Wakil Ketua DPC Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Kabupaten Karawang, Momon Kusmawinata, saat dijumpai di sela-sela upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di lapang Karangpawitan, Senin (17/8) pagi. Bahwa pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, mesti lebih fokus membuat kebijakan pembangunan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat miskin.

“Sebenarnya kita juga tidak harus terpaku dan menyerahkan sepenuhnya terhadap pemerintah. Sebagai warga negara yang baik memiliki kewajiban sama untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Misalnya paling minimal adalah bagaimana mengeluarkan zakat. Selain karena perintah agama (Islam -red), juga UU No.38/1999 tentang pengaturan zakat di Indonesia telah menetapkan mengenai pemenuhan atas kewajibannya itu. Jika warga muslim negeri ini taat pada zakat, dipastikan angka kemiskinan menurun,” ungkap Momon.

Sebagai mantan pejuang perintis kemerdekaan, ia juga merasa prihatin dengan kondisi Indonesia yang selalu terancam aksi-aksi teror bom. “Dulu kiita nyatakan perang kepada penjajah demi kemerdekaan RI. Kalau kemudian kalangan teroris melakukan caranya sendiri hanya karena mempejuangkan ideologi dengan cara-cara meneror orang-orang tak berdosa, itu keliru. Harusnya tidak begitu. Mungkin tujuan mereka baik, hanya sekali lagi, caranya salah,” tandas Momon.

Untuk mengurangi peluang aksi-aksi teror dan keterlibatan para generasi muda Indonesia, dirinya berharap pemerintah lebih memilih pendekatan lebih intensif kepada seluruh lapisan masyarakat. Semua hasil pembangunan yang telah dicapai saat ini, perlu terus ditingkatkan dengan lebih memilih keberpihakan terhadap peningkatan ekonomi kerakyatan.

“Pembangunan secara umum memang telah tercapai. Tapi perlu dilanjutkan. Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi harus lebih memberikan pemerataan anggaran bagi membantu Pemerintah Daerah di Kabupten atau Kota. Jangan terlalu menyerahkan sepenuhnya kepada daerah dengan keterbatasan anggaran yang dimiliki. Di sisi lain, kami siap mendorong pemerintah dalam memberantas perilaku-perilaku korup di lingkungan pemerintahan. Sehingga uang negara bagi membangun negeri ini bisa terselamatkan,” ujar Momoh lagi.

Kunci untuk menjalankan dan menyelamatkan semua kebijakan pembangunan tersebut, tambah Momon, tingkat pengawasan lebih ditingkatkan. Baik pengawasan internal pemerintahan maupun kalangan eksternal, seperti yang dilakukan kelompok masyarakat hingga kekuatan media. “Dengan catatan, semua pihak konsisten pada ketentuan aturan hukum yang berlaku. Hasilnya menjadi bahan evaluasi. Sehingga setiap kebijakan kalau selalu dalam kontrol yang kuat, insya Allah tepat guna dan bermanfaat bagi semua masyarakat,” pungkasnya. (vins)

Walhi: Pembuangan Limbah B3 di Karawang Menghawatirkan


LIMBAH : Ketua KPLB3I Bagong Suyoto dan Sony Hersona GW meninjau salah satu lokasi pembuangan limbah B3 di bantaran Saluran Induk Tarum Barat.

KARAWANG,RAKA- Tingkat pencemaran lingkungan hidup di sepanjang bantaran saluran irigasi Tarum Barat Karawang diyakini sudah sangat mengkhawatirkan. Pasalnya, limbah-limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) masih dibuang secara sembarangan di atas tanah milik Perum Jasa Tirta II. Selain limbah itu manfaatkann sebagai pelapis jalan juga dibuang ke dalam saluran irigasi. Padahal, 80 persen warga Bekasi dan Jakarta masih mengkonsumsi air yang berasal dari saluran tersebut.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Bidang Program, Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Bagong Suyoto usai meninjau secara langsung titik-titik lokasi pembuangan limbah B3 yang berada di Desa Kutamekar dan Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Karawang, Sabtu (15/8) lalu.

Bagong yang juga merangkap sebagai Ketua Koalisi Pemantau Limbah B3 Indonesia (KPLB3I) mengatakan, pemerintah sebenarnya sudah membuat berbagai regulasi untuk meminimalisir pencemaran lingkungan. Akan tetapi, jika melihat pada kenyataan yang terjadi di sini (Karawang-red), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang tampaknya belum siap. "Masalah pencemaran jangan dianggap main-main. Bupati jangan melihat kondisi saat ini tapi harus juga memprediksi kondisi pada 5 atau 10 tahun yang akan datang," ungkapnya.

Menurutnya, praktek pembuangan limbah B3 yang diduga dilakukan oleh salah satu perusahaan penampung dan pengolah limbah B3, yakni PT Tenang Jaya Sejahtera (TJS) diyakini menyalahi aturan. Limbah B3, kata dia, tidak boleh dibuang langsung ke media lingkungan. Selain itu, jarak antara tempat pembuangan atau penimbunan limbah B3 juga harus minimal 150 meter dari saluran irigasi (sungai).

"Kalau pun tumpukan limbah B3 itu sudah dilapisi dengan tanah merah bukan berarti pencemaran tidak akan terjadi lagi. Seharusnya, limbah tersebut jangan ditutup-tutupi, tetapi harus di clean up dan remediasi secara keseluran, dan harus memenuhi standar yang sudah ditetapkan, dan yang harus melakukannya pun para ahli di bidangnya” ucapnya.

Untuk menindaklanjuti temuan tersebut lanjut Bagong, pihaknya akan membawanya ke Walhi dan pemerhati lingkungan untuk dikritisi. Bahkan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah konkrit dalam menangani masalah ini, sehingga ditemukan solusi yang tepat. ”Bahan-bahan yang kita temukan di lapangan akan menjadi kajian kami selanjutnya,” tandasnya.

Sekertaris KPLB3I, Antonius Naibaho mengatakan, adanya aktivitas pembuangan limbah beracun yang berdekatan dengan pemukiman warga dan sumber air minum, merupakan salah satu bentuk kelalaian dari pemerintah daerah. Dalam hal ini Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH), Karawang dan perusahaan. “Kami juga mempertanyakan, kenapa Perum Jasa Tirta mengijinkan pembuangan limbah di lahan miliknya,” tegas Naibaho.

Praktek melapisi lokasi pembuangan limbah B3 dengan tanah merah, akan semakin mempercepat laju pencemaran. Sebab, partikel-partikel yang berada dalam kandungan limbah tersebut akan semakin cepat menyerap dan merembet ke air. “Timbunan limbah B3 yang hanya ditutupi bagian atasnya saja akan semakin membahayakan, karena partikel yang membahayakan bagi kesehatan manusia akan dengan mudah meresap ke dalam air," ujarnya.

Antonius mensinyalir, ada kesan pembuangan limbah ini dibiarkan oleh Pemerintah Daerah Karawang. Padahal, pembuangan limbah tersebut akan menjadi malapetaka bagi masyarakat Karawang dari dampak yang akan dituai dikemudian hari. “Sebetulnya, untuk pembuangan limbah B3 untuk wilayah Jawa sudah ditetapkan di Prasadha Pemunah Limbah Industri (PPLI), Bogor yang dananya berasal dari tiga Negara donor,” ungkapnya.

Selain limbah batu bara, tim dari KPLB3I, Walhi Jakarta dan Yayasan Darma Bakti, juga menemukan adanya indikasi limbah mercury yang berasal dari limbah batu baterai yang warnanya putih dan berwarna hitam pekat. “Jika hal ini dibiarkan, Karawang akan menanggung resiko yang cukup berat. Selain dari segi kesehatan masyarakat, juga dari segi ekonomis akan mengalami kerugian yang cukup besar karena para investor asing akan mengurungkan niatnya berinvestasi disini," pungkasnya. (ops)

Warga Karangligar Pertanyakan Kualitas Turap Sekunder


TURAP BOCOR: Turap irigasi ini bocor, air irigasi sering luber menggenangi jalan.

TELUKJAMBE, RAKA – Warga Dusun Pangasinan Desa Karangligar mengeluhkan hasil pengerjaan turap sekunder yang melintasi perkampungannya. Terkesan turap dari batu kali tersebut dibuat asal jadi. Karena ketika sekunder dialiri air dengan debit normal, tetap bocor hingga jalan becek.

“Kalau air sekunder terus-terusan bocor ke jalan, kami khawatir jalan bisa cepat rusak. Kalau pengerjaan turap benar-benar memperhatikan kualitas, tidak mungkin air bisa merembes ke jalan. Sebab turap dari batu kali dilapisi semen. Kalau adukan semennya cukup, masa sih tetap bocor ke jalan? Kami berharap pengawas lapangan jeli dan benar-benar memeriksa hasil pengerjaan pemborong dengan cermat,” ungkap Agus, warga setempat.

Selain itu, ia bersama warga lainnya berharap agar air yang digelontorkan di sekunder tersebut tidak melebihi debit normal. Apalagi setelah lumpur yang selama ini menjadi penyebab pendangkalan sekunder hingga distribusi air ke area pertanian Desa Parungsari dan Sukamakmur terhambat telah dikeruk oleh alat berat, beko, beberapa waktu lalu.

“Kalau air digelontorkan melebihi debit normal, luapan air makin parah. Bukan hanya meluber ke jalan, beberapa rumah di sekitar Dusun Pangasinan juga terkena imbasnya. Makanya petugas pengairan lapangan jangan hanya berpikir untuk warga Parungsari, Kami pun di sini perlu jadi perhatian. Saya pikir sekarang tidak ada masalah lagi dengan kebutuhan air di Parungsari maupun Sukamakmur. Hanya itu tadi, hasil pengerjaan turap terkesan asal jadi tanpa mempertimbangkan kualitas,” tandas Agus.

Hal lain yang dikeluhkan Agus, jembatan cor yang dibuat warga untuk akses keluar masuk ke rumah-rumah penduduk di seberang sekunder yang sempat disungkur beko hingga hancur total, hingga kini tidak memperoleh perbaikan dari pihak pemborong. Terpaksa secara gorong royong dengan cara rereongan, warga sekitar membangun kembali jembatan tersebut ke bentuk semula.

“Sejak jembatan itu kena beko, kendaraan tidak bisa masuk sampai ke rumah-rumah kami. Terpaksa membuat jalan alternatif dari jalan sumur gas Pertamina. Mengharap tanggungjawab dari pemborong malah tidak pernah ada kata apapun. Terpaksa kami rereoangan lagi beli material untuk membangun kembali jembatan. Bukannya kami protes pada apa yang sudah diperbaiki. Hanya kho yang punya pengerjaan proyek ini hanya cuek begitu saja? Makanya kami minta tolong kepada pengawas agar semua hasil pengerjaan pemborong benar-benar diperiksa lebih detail,” tegas Agus.

Sementara itu, pengerjaan pemborong pada proyek lain di wilayah perbatasan Desa Karangligar dan Mekarmulya, dipertanyakan pula oleh Kades Mekarmulya, Dalim Rudiansah. Pasalnya, pengurugan bagi pelebaran jalan akses ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Leuwisisir di Dusun Cibeureum, malah menggunakan tanah sawah bekas penggalian Lio (pabrik batu bata).

“Saya pikir pengurugan untuk pelebaran jalan menggunakan tanah merah. Ini malah pakai tanah bekas lio? Katanya tanah itu pun beli dari pengusaha lio? Persisnya saya tidak tahu betul. Bukan apa-apa, wajar dong kalau saya khawatir proyek besar peruntukan jalan akses TPAS hanya diurug tanah sawah bekas lio. Nanti kekuatannya bagaimana? Jangan sampai pengerjaannya asal-asalan kang,” ujar Dalim bertanya-tanya. (vins)

Momen peringatan HUT RI ke-64 Perlu Ada Evaluasi Ungkap Ketua PPAPRI Karawang

JATISARI, RAKA - Momen peringatan HUT RI ke-64 harus dijadikan evaluasi oleh segenap bangsa, atas kemerdekaan yang selama ini telah dimiliki Indonesia. Pasalnya, kemerdekaan yang dimiliki oleh Indonesia belum dirasakan penuh oleh rakyatnya. Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pemuda Penerus Amanat Perjuangan Republik Indonesia (PPAPRI) Karawang Lukam N Iraz kepada RAKA, Minggu (16/8), di Balonggandu, Jatisari. Menurutnya, saat ini, jika mengumandangkan kata merdeka terasa hampa, karena daya juangnya mulai luntur. Berbeda ketika kata merdeka dikumandang pada saat jaman kolonial.

Ini, menurutnya, terjadi karena doktrin nasionalisme di masyarakat sudah jarang diterapkan. "Maka wajar jika di Indonesia marak aksi bom bunuh diri. Karena doktrin nasionalismenya kalah oleh doktrin yang lain, seperti agama. Untuk itu, semangat nasionalise harus ditumbuhkan kembali," paparnya.

Lukman menambahkan, jika dilihat dari sudut kolonialisme, Indonesia telah merdeka. Tapi jika dilihat dari sudut sosial ekonomi, Indonesia jauh dari ideal merdeka. Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan kesejahteraan dengan layak dan hak-haknya sebagai warga negara belum terpenuhi dengan baik. "Kemerdekaan inilah yang harus diperjuangkan saat ini oleh Indonesia. Agar masyarakat menikmati kemerdekaan ini bisa secara penuh dan kesejahteraannya pun bisa didapatkan," terangnya.

Yang harus dilakukan untuk mewujudkannya, lanjutnya, penentu kebijakan harus memiliki pekekaan sosial dan responsibiliti yang tinggi. Kebijakan yang dikeluarkan juga harus juga bisa mengena semua lapisan masyarakat. "Faktor utama perubahan bangsa tetap pada penentu kebijakan. Karena mereka yang mengeluarkan peraturan. Jika kebijakan yang dikeluarkan tepat sasaran dan untuk kepentingan masyarakat, maka Indonesia akan segera mendapatkan kemerdekaan seutuhnya," pungkasnya. (asy)

Warga Pancawati Jalan Santai

KLARI, RAKA - Setelah sukses melaksanakan gerak jalan pada tahun lalu, kini Desa Pancawati, Kecamatan Klari, mengadakan event serupa dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-64. Kegiatan tersebut, untuk memasyarakatkan olahraga.

Menurut Bendahara Desa Pancawati Udin Suparman, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini cukup bagus. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya peserta yang mencapai 1.000 orang. Karena kegiatan ini juga merupakan masukan dari masyarakat, sehingga mereka antusias dalam mengikuti kegiatan ini. "Jarak yang ditempuh peserta sepanjang 5 kilometer. Kegiatan ini juga sebagai rasa bentuk syukur atas nikmatnya kemerdekaan yang selama ini dirasakan," paparnya.

Udin yang juga menjadi Manager Event Orgaizer (EO) Pelangi yang menyelenggarakan kegiatan ini menambahkan, hadiah yang diberikan berupa 3 buah televisi, kipas angin, dispenser, mesin cuci dan hadiah lainnya. "Kegiatan ini juga terselenggara atas kerjasama Desa Pancawati dengan indofood. Mudah-mudahan ini bisa memotivasi masyarakat untuk terus berkarya mengisi kemerdekaan," tuturnya.

Dia menambahkan, perjuangan yang harus dilakukan saat ini, dengan melakukan hal-hal yang positif untuk memajukan daerah. Dengan memajukan daerah, maka masyarakat turut serta dalam membangun negara. Karena saat ini bukan lagi waktunya berjuang dengan senjata. "Kami menghimbau pada masyarakat untuk berbaur bersama membangun Desa Pancawati ini. Agar Desa ini terus menjadi lebih baik," terangnya.

Dalam peringatan HUT RI tersebut, lanjut Udin, dilakukan juga pemilihan Kepala Dusun dan Ketua RT terbaik. Pemilihan ini untuk memotivasi ketua RT yang ada di Desa Pancawati, agar tetap menjalankan tugasnya dengan baik. "Yang dinilainya berupa, kerajinan Kadus dan RT tersebut dalam mengikuti rapat minggon, serta penilaian masyarakat terhadap kinerja mereka. Mudah-mudahan ini memotivasi mereka untuk terus meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat," pungkasnya. (asy)

TKW Cilamaya Tak Digaji, Saat Bekerja Sering Disiksa


CILAMAYA KULON, RAKA - Laksana serial sinetron, derita TKI tak pernah berujung, terulang dan terulang lagi. Kisah dukanya pun kompleks dan beragam. Duka itu kali ini dialami oleh Wasiah binti Toha (26), warga Desa Pasirukem RT 02/01 Kecamatan Cilamaya Kulon. Selama 8 bulan kerja di Rasal Kaimiyah, Abu Dhabi, ia diperlakukan buruk oleh majikan dan gajinya pun tidak dibayarkan.


Wasiah menuturkan, sekitar Oktober 2008 dia direkrut oleh Sponsor Saman, Warga Desa Sukatani, Kecamatan Cilamaya Wetan. Proses penempatannya melalui PT Trisula Bintang Mandiri yang berkedudukan di Asem Baris Raya No 37 Kampung Melayu, Jakarta Selatan. Sejak pemberangkatannya pada tanggal 10 Desember 2008, dia ditempatkan bekerja sebagai pembantu rumah tangga pada keluarga Abdallah Said Masood Al Mazrooi-Nura Said Mansur di Abu Dhabi, dengan gaji perbulan 700 Dirham. "Di rumah besar berlantai dua itu, saya ditugasi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah tangga, sementara satu pembantu lainnya dari Etophia hanya ditugasi sebagai koki," terangnya kepada RAKA, Senin (17/8) siang,

Dengan terbata-bata dia menuturkan, sejak awal bekerja, majikannya sering marah-marah tanpa alasan yang jelas dan bahkan dia sering ditempeleng dan dipukul, padahal dia kerja dan bukan pertama kalinya di Arab. Sejak satu bulan bekerja, majikannya tidak memberi gaji. "Saya pikir mungkin akan dikasih pada bulan kedua, ternyata sampai bulan kedelapan saya kerja, majikan tetap tidak memberikan gaji. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk minta dipulangkan," pungkasnya.

Terkait dengan pertanggungjawaban sponsor selaku kepanjangantanganan PPTKIS, paman Wasiah, Herman Gentong (40), menyesalkan sikap sponsor. Sikap sponsor, menurutnya, tidak profesional, karena hanya bisa merekrut saja dan tidak bisa mengatasi persoalan. Minimal, jelasnya, sponsor dapat membantu memfasilitasi ke pihak PT Trisula agar hak keponakannya bisa didapatkan. "Kalau TKI yang berhasil mah didatangi, tapi kalau yang kasus, baru dengar beritanya saja sudah kabur," tuturnya saat mendampingi Wasiah.

Di tempat terpisah, aktivis Camp Migrant Suryadi membenarkan kejadian yang dialami oleh Wasiah ketika yang bersangkutan mengadukan ke sekretarianya. Terkait dengan itu, dia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh memandang remeh terhadap peran sponsor, sebab semua persoalan TKI itu hulunya ada di daerah. "Kalau sponsor-sponsor itu dibiarkan liar tidak terlembagakan, tidak memberikan pemahaman hak-hak TKI, hingga kiamat kurang dua haripun kasus-kasus TKI akan terus terjadi," tegasnya. (asy)

FTHSNI Kecamatan Pedes periode 2005-2008, Audiensi Presiden

GURU HONOR: Para guru honor usai gelar audiensi di istana.

RENGASDENGKLOK, RAKA - Ribuan anggota Forum Tenaga Honor Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) yang terdiri dari guru sukwan dan TU (tata usaha) hari ini, Selasa,(18/8) melakukan audensi di Istana Merdeka, Jakarta. Audensi dilakukan untuk meminta orang nomor 1 se Indonesia mengesahkan pengangkatan CPNS secara otomatis selain menolak rancangan pengangkatan CPNS umum.
 
Ketua FTHSNI Kecamatan Pedes, Lukmanul Hakim, didampingi Sekertasi FTHSNI, Nunu Nugraha, dan Mantan Ketua FTHSNI Kecamatan Pedes periode 2005-2008, Ilham Wahyudin, mengatakan, audensi sesuai rencana dilakukan serentak oleh semua anggota yang meliputi anggota Provinsi Jawa, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Karawang, Bandung, dan sebagian luar Jawa, yakni Sumatera.

"Semuanya akan bergerak sekira pukul 22.00 WIB malam ini menuju istana negara, setelah sebelumnya semua anggota berkumpul dimasing-masing Pos pada pukul 18.00 WIB. Dari FTHSNI Karawang Kecamatan Pedes dijadwalkan berkumpul di Kutawaluya,"kata Ketua FTHSNI diamini Sekertaris dan mantan Ketua FTHSNI, kepada RAKA, Senin (17/8).

Menurut Nunu, untuk dari Kabupten Karawang setidaknya FTHSNI mengikutsetrtakan sekitar 1000 an guru sukwam dan TU. Dari 1 pos FTHSNI tersebut terdiri dari 5 kecamatan, antara lain Kecamatan Rawameweta, Pedes, Cilebar, Kutawluya, dan Majalaya. Ia menyebutkan, khusus Kabupaten Karawang tercatat sedikitnya 4 Pos, diantaranya Pos Kecamatan Pedes dan Telukjambe. "Rencananya kita jadwalkan audensi selama 3 hari, sampai kami diterima, sementara kita akan bermalam dilokasi audensi,"kata Nunu.

Disebutkan Nunu, dari data forum tercatat sebanyak 2300 guru sukwan dan TU yang tersebar di seluruh kabupaten Karawang. Di Kecamatan Pedes, lanjutnya, forum mencatat sebanyak 111 guru honor SD, SMP 8, dan SMA 5 orang. Selian jumlah TU SMP 8, dan SMA 6 orang. (get)

Warga Pertanyakan Tong PDAM di Tirtajaya

KOSONG: Warga setempat menunjukan tong air bersih PDAM yang dibiarkan kosong bertahun-tahun. Padahal keberadaan tong air itu sangat dibutuhkan masyarakat setempat.

BATUJAYA, RAKA
- Masyarakat Tirtajaya kembali mempertanyakan fungsi tong air minum bantuan pemerintah yang telah dikeluarkan pemerintah sejak tahun 2006 lalu. Rencananya tong itu akan diisi air bersih oleh PDAM Karawang, tapi hingga kini hal itu belum pernah terealisasi.

Wahidin (41) warga Dusun Pilang, Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, mengatakan, program bantuan air bersih untuk minum yang juga digulirkan ke daerahnya diharapkan dapat segera terealisasi. Mengingat, sumur yang ada di desanya tidak bisa untuk dikonsumsi, karena rasanya asin dan hanya bisa digunakan untuk mandi dan mencuci. "Air sumur tidak bisa dikonsumsi rasanya asin. Kami hanya menggunakannya untuk kebutuhan mandi dan cuci,"ucap Wahidin kepada RAKA, Sabtu (15/8).

Suyatmi (40) warga Desa Tambaksumur, Kecamatan Tirtajaya, menuturkan, tong air bundar dengan jumlah kran banyak itu merupakan bantuan pemerintah tahun 2006 lalu melalui Dinas Cipta Karya Karawang untuk kebutuhan air bersih masyarakat. Namun, tong-tong air tersebut tidak pernah diisi air. Sepanjang tiga tahun ini, tong air itu hanya terlihat seperti pajangan."Ya begini seperti hiasan saja, sementara kami pun tak dikabari kapan tong air ini difungsikan,"kata Suyatmi.

Kepala Desa Tambak Sumur, Kecamatan Tirtajaya, Karawang, Leles Lesmana, ketika ditemui mengatakan hal senada. Ia memaparkan, sebanyak 10 tong air serupa yang tersebar di 7 dusun di desanya kondisinya belum berfungsi. Padahal, dari 5350 penduduk di desanya sebagian besar mengharapkan bantuan pemerintah itu bisa segera direalisasikan. "Sejak 2006 belum difungsikan, pihak desa sebelumnya sudah mempertanyakan ke pemerintah setempat saat minggon namun belum diketahui kapan realisasinya," jelas Leles.

Diceritakan Leles, saat ini untuk memenuhi kebutuhan air bersih, setiap hari warga membeli air minum seharga Rp.2000 per jerigen atau memanfaatkan jasa penjual air isi ulang seharga Rp.5000 per galon. Saat musim hujan, sebagian warga memanfaatkan air hujan. "Bila dikalkulasikan, ini cukup menjadi beban buat warga. Kami tetap berharap tong air segera difungsikan, "ujarnya.(get)

IPHI Akan Pulangkan Dana Haji Kepada Masyarakat Kecamatan Kutawaluya


KUTAWALUYA, RAKA - Masyarakat Kecamatan Kutawaluya akan menerima kembali dana yang sudah disodakohkan kepada Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), menyusul usainya musyawarah mufakat tingkat desa se Kecamatan Kutawaluya beberapa hari lalu. Nantinya, dana itu akan digunakan sesuai hasil musyawarah bersama para ketua RT, kepala dusun dan aparatur desa.

Menurut Bendahara Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Kutawaluya, H Endan, ia sudah selesai mempersiapkan syarat pengembalian dana shodakoh program 'Pemberangkatan Haji Melalui Dana Infaq Shodaqoh' setelah sebelumnya telah diputuskan oleh masing masing kontingen IPHI didesanya masing masing bersama Kepala desa.

"Dengan begitu, pengembalian diharapkan tidak bakalan mencuatkan persoalan lainnya. Namun begitu, pengembalian kami pastikan dalam waktu dekat direalisasikan. Siap siap saja selain jauhkan tindakan yang mengeruhkan suasananya. "Kata H. Endan.

Diketahui, penyelesaian permasalahan yang mencuat pada program untuk membantu masyarakat miskin bisa pergi ke tanah suci, berujung pada keputusan hitung suara terbanyak dari sumua panitia IPHI, turut menghadirkan Drs Heri Paryono (penggagas) dan Camat Kutawaluya Drs Maman Suryaman (moderator) yang digelar bulan kemarin. Hadir juga pihak netral sebagai saksi selaku pengamanan Kapolpos Kutawaluya, AKP sulistio.

Dijelaskannya mengapa dalam waktu dekat akan bisa diselesaikan. Karena pengembalian tersebut. Hanya tinggal persetujuan sejumlah pihak yang kebetulan sedang tidak bisa ditemui. "Para kontingen yang belum memberi persetujuan terhalang karena sedang berada diluar daeerah. Namun sudah kami sampaikan dan mereka siap untuk memberi persetujuan lewat ponselnya. Namun, demi kelancaran pengembalian kami terus mengantisipasi kekacauan yang bukan tidak mungkin bisa terjadi. Maka kami akan meminta persetujuan dengan bukti hitam diatas putih, "tandasnya.

H. Endan mengungkapkan dalam sepekan ini telah mendapatkan persetujuan panitia penting di dalam tubuh IPHI Kutawaluya. Demi antisipasi kembali ia tetap tidak bisa menganggap peserta struktur tubuh IPHI disepelekan begitu saja. Meski harus menunggu pihak terkait yang belum mengisi lampiran persetujuan, selesai menangani urusannya. "Jadi begitu yang bersangkutan itu kembali, Dana yang tersimpan dibank bisa segera diambil lalu dibagikan. Bahkan pihak bank sudah diberitahukan hal itu, "tandasnya.

Hal ini, sesuai dengan aturan hasil musyawarah final Program IPHI kutawaluya sebelumnya, tepatnya pada akhir bulan lalu. Untuk pengembalian harus terlebih dahulu meminta langsung keterangan beberapa pihak terkait IPHI sebelum mengeluarkan Dana di Bank. Bertempat di aula kantor Kecamatan Kutawaluya. Dana Infaq Shodaqoh sebesar Rp 1000/bulan atau Rp 12 ribu/tahun perorang, atas dasar gagasan Camat Kutawaluya Drs Heri Paryono.

Juga dari dukungan dan respon masyarakat atas program tersebut maka munculah MoU antara lembaga IPHI Kecamatan, Muspika dan pihak bank dengan ketentuan apabila dana Infaq Shodaqoh terkumpul dari masyarakat maka akan di simpan di Bank BRI Unit Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya.(get)

August Go To School Festival Indosat di SMAN 1 Rengasdengklok dan SMAN 4 Karawang


RENGASDENGKLOK, RAKA - Indosat gelar 'august go to school festival' di SMAN 1 Rengasdengklok dan SMAN 4 Karawang, Sabtu (15/8) siang. Dua sekolah tersebut diuji kreativitasnya mendekorasi sekolah dengan tema 17-an dan Indosat. Bagi sekolah yang memperoleh nilai terbaik akan mendapat hadiah khusus.

Selain kedua sekolah itu, SMAN 2 Bekasi pun dipilih Indosat mengikuti kreatifitas program 'august go to school festival'. Dijelaskan Prokom (Promosi dan Komunikasi) Indosat Cabang Bekasi Sali mengatakan, program ini merupakan wujud nyata Indosat untuk terus melayani dan memberi manfaat, khususnya di Rengasdengklok. Indosat Cabang Bekasi menghadirkan berbagai kepedulian di bidang pendidikan dan lingkungan.

Pada HUT (Hari Ulang Tahun) kemerdekaan RI ke-46 sekaligus menyambut datangnya Bulan Ramadhan, Indosat menyelenggarakan 'august go to festival', yaitu program unjuk kreativitas bagi para siswa SMA, diantaranya komunitas sekolah Indosat. Indosat Cabang Bekasi memilih tiga peserta pada event ini, yaitu SMAN 1 Rengasdengklok, SMAN 4 Karawang dan SMAN 2 Bekasi.

Hadiah bagi sekolah pemenang boleh mengundang artis pilihan sekolah tersebut dalam buka puasa bersama yang juga sebagai hadiah Indosat di Bulan Ramadhan, juga dilengkapi penceramah ustad yang diinginkan siswa untuk hadir ke sekolahnya. Kata Sali, pihaknya baru tahun ini melaksanakan agustusan di sekolah, tahun sebelumnya selalu melaksanakan pesta rakyat di tengah masyarakat. "Tapi, meski kita gelar agustusan di sekolah, kita tetap melaksanakan rutinitas pesta rakyat juga tiap tahun," ujarnya.

Sementara itu, Ketua OSIS Hendi Suhendi didampingi Koordinator Kesehatan OSIS Zumrotus Sholihah Winda Eka Putri SMAN 1 Rengasdengklok memaparkan, momen yang diadakan Indosat di sekolahnya sangat disambut baik rekan siswanya, dengan acara ini siswa bisa memknai lebih dalam arti kemerdekaan. Lomba yang jadi penilaian Indosat diantaranya hias kelas, baca teks proklamasi, balap bakiak, 'make up' menyerupai wajah para pahlawan, musik live, panjat pinang, joget balon, tarik tambang, balap karung dan lomba makan kerupuk. (spn)

Keputusan KPU Beri Putusan Jumlah kursi DPR Lambat


SEKARANG
kurang profesional, kurang cepat tanggap, peraturan pemilu 2008 harusnya bisa ditindak lanjuti untuk menyelesaikan persoalan jumlah kursi DPR yang kini dianggap gamang. Demikian kata H. Deni Nuryadi, kepada RAKA, kemarin. "Berdasar analisa saya, keputusan KPU lambat, terlebih tugas pokok dan fungsi KPUD provinsi dan kabupaten mengikuti KPU pusat. Saya harap, keputusan MK ditindak lanjuti, jangan sampai penegakan hukum lambat, sekarang keputusannya sudah ada, diantaranya keputusan MK (Mahkaman Konstitusi), tapi KPU belum menindak lanjuti, sedangkan KPUD masih menunggu," ujarnya.

Kendati begitu, Deni berharap bagi rakan anggota legislatif terpilih tahun 2009-2014, mudah-mudahan kinerjanya lebih baik dan profesioanal dari anggota DPRD sebelumnya, tapi bukan berarti kinerja yang lama buruk, melainkan anggota legislatif sekarang mampu menutupi kekurangan sebelumnya, yaitu berdasarkan susunan dan kedudukan (susduk) DPRD Karawang.

Dosen Fakultas Hukum Unsika Karawang juga Ketua Komite SMKN 1 Rengasdengklok menyatakan, pengabdiannya tidak terbatas ketika jadi dewan, juga dengan pendidikan seperti di dunia kampusnya. Kata dia, dimanapun berada, siapa saja harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan setempat. "Tidak hanya jabatan, tapi harus punya ide dan konsep kemasyarakatan," paparnya. (spn)

BRI Gelontorkan Motor Pintar Kepada Pemerintah Kabupaten Karawang

PESTA BRI: Gebyar pesta rakyat simpedes di Lapangan Babaton, Telukjambe Timur. BRI memberikan motor pintar serta alat kesehatan senilai 85 juta pada Pemerintah Kabupaten Karawang.

KARAWANG,RAKA - Dalam pesta rakyat simpedes (PRS) di Lapangan Babaton, Kecamatan Telukjambe Timur, 15-16 Agustus kemarin, BRI memberikan motor pintar serta alat kesehatan senilai 85 juta pada Pemerintah Kabupaten Karawang. PRS ini, dimaksudkan sebagai branding untuk komunikasi pemasaran produk simpedes serta memperkuat dan mempertahankan brand positioning simpedes.

Hal tersebut dikatakan oleh Pemimpin Cabang BRI Karawang, Ahmad Jazidi. Saat ditemui RAKA, Minggu (16/8) siang saat kegiatan PRS. Dengan dilakukannya branding terhadap penyelenggaraan undian simpedes, lanjutnya, maka diharapkan komunikasi pemasaran BRI unit baik ditingkat lokal, regional maupun nasional menjadi lebih solid dan terarah. Sehingga kegiatan pemasaran berlangsung secara efektif dan memperoleh hasil yang optimal, "Format acara PRS sendiri terdiri dari segment, yakni pawai PRS, pasar PRS, panggung PRS dan panen PRS. Total hadiah yang diberikan sebesar Rp 1.400.000.000 untuk tingkat kanwil dan untuk tingkat kanca sebesar Rp Rp 250.000.000,"paparnya.

Target kualitatif PRS, tambah Ahmad, penyegaran kembali simpedes, meningkatkan awereness masyarakat terhadap simpedes, membangun dan meningkatkan loyalitas nasabah BRI unit terhadap tabungan simpedes dan agar dapat menjawab tantangan persaingan dan mengegaskan posisi BRI sebagai market leader di sektor mikro seluruh Indonesia. "Sementara untuk target kuantitatif dari PRS, untuk mengakusisi penabung baru, meningkatkan jumlah dan kualitas nasabah simpedes, meningkatkan market share simpedes. PRS juga diharapkan dapat memberikan dampak sinergi yang positif bagi BRI dan secara khusus memberi dampak bagi bisnis BRI,"pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Karawang, Drs H Dadang S Muchtar mengucapkan terima kasih pada BRI atas pemberian motor pintar dan alat kesehatan. Pemberian motor pintar dan alat kesehatan tersebut, dinilainya sejalan dengan program pemerintah yang mempriotaskan program pembangunan dibidang pendidikan dan kesehatan."Pembangunan Karawang saat ini memprioritaskan tiga sektor, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan,"terangnya.

Dalam menyelengarakan ekonomi kerakyatan, lanjutnya, pemerintah Kabupaten Karawang, telah memberikan bantuan kepada seluruh mantri pasar yang ada di Karawang. Bantuan tersebut, diperuntukan bagi masyarakat yang membutuhkan modal. Masyarakat bisa mengambilnya di mantri pasar dan bantuan tersebut berupa bantuan bergulir tanpa bunga."Ketiga program tersebut akan terus dijalankan, agar kesejahteraan masyarakat bisa segera dirasakan dengan maksimal, "tutupnya.(asy)

Uji Coba Jalur Lingkar Tanjungpura-Klari Digelar, Volume Kendaraan Ruas Jalur Kota Menurun Tajam


KARAWANG, RAKA - Uji coba jalur lingkar Tanjungpura-Klari yang bertepatan dengan HUT RI ke 64, berhasil menurunkan volume kendaraan yang melintasi Karawang Kota. Menurut Plt Dishubkominfo M. Zaini, Senin (17/8) siang. Sebelum jalur lingkar Tanjungpura-Klari dibuka, volume kendaraan yang masuk ke Karawang Kota mencapai 11. 137 kendaraan setiap harinya, sekarang mengalami penurunan yang sangat drastis, yaitu 8000 kendaraan.

"Turunnya volume kendaraan membuktikan jalur lingkar Tanjungpura-Klari sesuai dengan target, yaitu membuat Karawang menjadi kota yang nyaman, aman dan tertib. Warga Karawang saat ini sudah tidak perlu khawatir lagi akan terkena macet, diperempatan jalan Johar, maupun disepanjang jalan protokol. Seperti yang sudah kita lihat, hari ini arus kendaraan dijalan tersebut sangat lancar. Dan kami harapkan pembangunan ini akan terus lancar dan sukses," ungkapnya di sela pemantauan jalur lingkar Tanjungpura-Klari.

Terkait dengan kondisi terminal Klari dan Tanjungpura yang belum representatif untuk mendukung proyek jalur lingkar, Zaini mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan keadaan terminal sebelum dilakukan perehaban. "Rencananya akhir tahun ini, terminal Klari dan Tanjungpura akan selesai direhab, dengan memakan anggaran 2,4 milyar. Untuk terminal Cikampek, yang saya dengar akan direhab pada tahun 2010, sebab Bupati masih fokus dibukanya jalur lingkar serta dua terminal pendukung. Semuanya menggunakan dana APBN," paparnya.

Mengenai masih adanya bus antar kota dalam kota yang memasuki Kota Karawang, Zaini mengatakan masih ada toleransi bagi kendaraan yang melanggar aturan peralihan trayek. Namun pada saat jalur lingkar sudah diresmikan, apabila masih ada yang melanggar akan dikenakan sanksi. "Sanksi yang diberikan bisa berupa pemutusan trayek, tergantung dari seberapa besar pelanggaran yang meraka lakukan.

Untuk saat ini bus antar kota antar provinsi (AKAP) atau antar kota dalam provinsi (AKDP) hanya satu atau dua bus yang kelihatan masih memasuki wilayah kota, namun kami langsung menyuruhnya untuk kembali dan memasuki jalur lingkar. Tapi saya kira kalau sudah diresmikan, tidak akan ada yang berani untuk melanggar trayek baru. karena sebelumnya antara pihak Dinas perhubungan dengan pengusaha transportasi sudah melakukan komitmen," katanya.

Ketika disinggung masih ada angkutan umum yang mengetem diluar terminal Klari, menurut Zaini, hal itu dikembalikan kepada karakter masyarakat Karawang yang tidak sabar menunggu. "Adanya angkutan umum yang mengetem diluar terminal karena banyak penumpang yang tidak ingin masuk terminal, pasalnya para penumpang tersebut biasanya mempunyai sifat by pass, yaitu lebih senang menggunakan kendaraan yang tidak ngetem Saya menghimbau kepada para penumpang kendaraan umum, supaya ikut juga mensukseskan program yang dicanangkan pemerintah. Apabila seluruh masyarakat Karawang berperan aktif dan ikut dalam proses pembangunan ini, saya kira semua akan berjalan dengan lancar," ungkapnya.

Ditempat yang berbeda Bripta E. Ade.H salah seorang polisi lalu lintas mengatakan, setelah jalur lingkar dibuka, kawasan perempatan Johar yang menjadi langganan macet menjadi lengang. "Penurunan volume di perempatan Johar mencapai tujuh puluh persen. Melihat penurunan yang sangat drastis, itu berarti pembuatan jalur lingkar Tanjungpura-Klari berhasil. Mudah-mudahan, arus lalu-lintas yang lancar seperti ini bisa seperti ini terus," tuturnya.

Namun salah satu sopir angkutan umum jurusan Cikampek-Karawang Wawan mengatakan, akibat jalur lingkar tanjungpura-klari dibuka, dirinya mengalami kerugian yang cukup besar. "Para penumpang yang diharapkan bisa berkumpul di terminal Klari ternyata jauh yang diharapkan, ditambah dengan dibatasinya jalur trayek, membuat saya menderita kerugian, sebab selain jumlah penumpang yang semakin sedikit, pendapatan yang saya terima juga berkurang. Sampai saat ini saja, saya belum mendapat penumpang, padahal sudah dua jam saya mengetem disini," ungkapnya. (psn)

Budianto,SH Lanjutkan Kebijakan Pembangunan di Desa Ciparage Jaya Kecamatan Tempuran.

 
KARAWANG, RAKA – Sebagai wakil rakyat yang baru duduk di kursi empuk lembaga legislatif, Budianto, SH, merasa dirinya harus mengawal pelaksanaan berbagai pembangunan yang masuk di daerah pemilihannya. Yang paling pertama, rencana pengecoran jalan sepanjang kurang lebih 1,8 km dari Bedeng Tempuran hingga Astana di Desa Ciparage Jaya Kecamatan Tempuran.
   
"Berangkat dari Partai Demokrat, insya Allah saya harus bertanggungjawab untuk tetap terus mengawal setiap kebijakan pembangunan yang diberikan pemerintah terhadap daerah pemilihan, dimana saya berangkat menjadi anggota DPRD di sini. Misalnya, sekarang ini di Desa Ciparage Jaya jalan sirtunya telah rusak bakal diperbaiki Pemkab dengan langsung dicor," tutur Budianto.

Ia juga berharap kedepan agar Tempuran dan sekitarnya terus menjadi perhatian pemerintah, baik dari daerah, provinsi, maupun pusat, untuk membangun bagi peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Mulai dari pembangunan infrastruktur hingga pengembangan ekonomi kerakyatan. Termasuk pertanian, perikanan, maupun nelayan.

"Perhatian pemerintah yang semakin baik terhadap pembangunan daerah, ini harus kita dorong terus. Sebab jauh sebelumnya pemerataan pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat pedesaan, terutama yang jauh dari pusat kota, kurang begitu dilirik.Sekarang kondisi seperti itu sudah tidak lagi terjadi. Kota maupun pedesaan dapat perlakuan yang sama. Makanya perlu terus kita apresiasi hingga makin maksimal," tandas Budianto.

Olah karenanya, sebagai warga daerah, ia juga menginginkan agar setiap kebijakan yang telah baik ini untuk terus dilanjutkan, bahkan lebih berprestasi dari yang sudah dicapai sekarang. Ketika Kabupaten Karawang telah dihadapkan kembali kepada suksesi kepemimpinan melalui Pilkada 2010, ia menitip harap, siapa pun yang nanti terpilih menjadi bupati, semua program yang baik harus dilanjutkan.

"Kita tidak berharap setiap pergantian pemimpin, semua kebijakan dirubah secara prontal. Mestinya kebijakan yang baik tetap dilanjutkan, yang kurang diperbaiki. Sehingga arah pembangunan jadi jelas, terarah, dan tidak selalu berkutat pada selera setiap pemimpin. Harapan ini saya arahkan kepada siapa saja yang nanti terpilih pada hasil suksesi di perhelatan Pilkada 2010. Sebagai wakil rakyat, dari mulai saat ini hingga kedepan akan terus mengawal setiap kebijakan hingga benar-benar mengarah pada pemerataan pembangunan, khususnya bagi masyarakat di pedesaan," pungkasnya. (vins)

FPTI karawang Jaring Pemuda Panjat Tebing


KARAWANG, RAKA
- Menyambut kemerdekaan Republik Indonesia Ke 64, Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) karawang menggelar "Decofresh Fun Climbing" di area panjat tebing Gor Panatayudha, minggu (16/8) sore. Acara yang terselenggara berkat kerjasama dengan salah satu perusahaan cat, berhasil menjaring 45 peserta dari 100 peserta yang direncanakan.

Menurut panitia pelaksana Caeng, acara tersebut untuk memeriahkan Hut RI ke 64 sekaligus bentuk kepedulian FPTI terhadap generasi muda. "Apabila anak muda tidak sering diarahkan kepada hal-hal yang positif, akan sangat rentan terjun kepada pergaulan yang tidak jelas. Untuk menjaring anak-anak muda di Karawang, pada saat pertandingan, sistem bukan juara, namun dengan cara pengundian. Hal ini dilakukan agar mereka menyenangi dulu dunia pemanjatan, setelah ada rasa suka, baru akan ada konsep pematangan," tuturnya, senin (17/8) sore.

Dalam perlombaan tersebut, pihak FPTI dan sponsor memberikan apresiasi kepada peserta berupa t-shirt, sepatu dan souvenir. "Hadiah yang diberikan memang tidak seberapa, namun kami tidak melihat berapa nilai dan jumlah dari hadiah. Namun lebih cenderung kepada nilai-nilai pembelajaran dan motivasi semangat muda yang lebih positif. Mudah-mudahan acara ini bisa dilakukan lagi tahun depan dengan konsep yang lebih matang dan lebih meriah lagi. Pasalnya pada acara tahun ini, persiapan kami masih kurang matang, hal itu terlihat dari tidak tercapainya jumlah peserta yang ditargetkan. Acara ini kebetulan berbarengan dengan acara pemanjatan tebing Rungking di Tegalwaru," kata Caeng yang juga sebagai anggota gunung rimba tebing alam (gurita).

Acara yang digelar dari sore sampai malam hari, berhasil menyedot perhatian masyarakat Karawang yang kebetulan melintasi arena panjat tebing. Menurut Caeng, lebih dari seratus orang memadati area panjat. "Penuhnya arena oleh penonton yang tertarik melihat pertandingan ini, membuktikan bahwa selain FPTI mempunyai prestasi yang bagus, masyarakat sudah mulai tertarik dengan salah satu olehraga ekstrim ini.

Terlihatnya perhatian masyarakat terhadap dunia pemanjatan adalah semakin banyaknya pelajar yang ikut berlatih di area ini. Jadi kedepannya, FPTI tidak perlu lagi khawatir terhadap regenarsi atlet. Hampir setiap hari, kami terus menerus melakukan regenerasi maupun persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). Namun sampai saat ini KONI belum memfasilitasi kami terkait dengan persiapan Porprov," katanya.

Terkait Porprov, Caeng mengaku, pihaknya sudah melakukan persiapan dengan matang. Namun sampai saat ini pihaknya belum mengetahui dengan pasti, dimana pergelaran cabang olahraga panjat tebing akan dilaksanakan. "Menurut kabar yang kami dengar pergelaran akan dilakukan di Karawang, namun ada juga yang mengatakan di Bandung. Tapi kebingunan tersebut tidak mematahkan semangat kami untuk memenangi pertandingan tersebut. Kami yakin dengan atlet yang dimiliki FPTI Karawang, bisa menunjukan prestasi yang baik dan pastinya bisa mengangkat nama baik Karawang," ujarnya. (psn)

Anak Unsika Bisa Bantu Tingkatin IPM, Dari Lokakarya KNM Unsika 2009

Lokakarya KNM Unsika 2009

KULIAH
Nyata Mahasiswa (KNM) Unsika 2009 yang dibikin fokus buat upaya peningkatan IPM (indeks pembangunan manusia), berakhir lewat manfaat yang bisa dirasa semua pihak terkait: universitas, mahasiswa, masyarakat.

"Alhamdulillah. Semua bisa merasakan," kata Sekretaris KNM Unsika 2009, Pak Asep Muslihat mewakili Ketua Pelaksana Pak H. Harun Firdaus yang ditemui Gen-X di sela-sela acara peringatan HUT RI ke-64 di areal kampusnya, Jl. Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Senin (17/8).

Menurut Pak Asep yang ditemani sejawatnya Bu Dewi Handayani, rasa suka para pihak terkait itu diketahui saat digelar acara penutupannya, Sabtu (15/8) lalu. Sebut Pak Asep, "Intinya semua sepaham, kalau manfaat KNM ini memang terasa." 

KNM Unsika 2009 memang difokus buat upaya peningkatan IPM. Acara itu dibikin berpusat di tiga hal: pendidikan anak usia dini (PAUD) dan bina lansia, revitalisasi posyandu dan desa siaga, serta soal ekonomi kerakyatan atawa kelompok usaha bersama.

Lewat programnya itu, warga kampus yang dikomandani Rektor Pak H. Dadang Fakhruddin, ini menyebar di 31 desa yang masuk 3 wilayah kecamatan: Tirtajaya, Kutawaluya, Jayakerta. Di Kutawaluya terdiri di Desa Sabajaya, Pisangsambo, Gempolkarya, Medankarya, Tambaksumur, Tambaksari, Sumurlaban, Srijaya, Bolang, Srikamulyan, Kutamakmur.

Di Kutawaluya masing-masing di Desa Waluya, Mulyajaya, Kutakarya, Kutagandok, Kutamukti, Kutajaya, Sampalan, Sindangmulya, Kutaraja, Sindangsari. Dan di Jayakerta terbagi di Desa Jayamakmur, Kemiri, Makmurjaya, Kertajaya, Medangasem, Ciptamarga, Kampung Sawah dan Jayakarta.

KNM Unsika 2009 yang digelar sejak 13 Juli itu diikuti 437 mahasiswa. Para peserta KNM terdiri atas enam prodi yakni Prodi Ilmu Hukum 84 mahasiswa, Manajemen 91 mahasiswa, PLS 79 mahasiswa, agroteknologi 30 mahasiswa, PAI 112 mahasiswa, Teknik Industri 43 mahasiswa, dan berada di bawah bimbingan 35 orang bapak dan ibu dosen.

Sementara di acara penutupannya yang lewat lokakarya melalui moderator Wijati Mugi R (PLS), notulen Delvira Handayani (Agroteknologi) dan operator Syaefullah (Teknik Industri), terungkap KNM Unsika 2009 memang jadi kegiatan para mahasiswa yang sudah di semester menjelang akhir yang bisa dirasakan masyarakat.

Tiga perwakilan peserta KNM yakni Endang Rohendi (Jayakerata), Ari Andrian (Jayakerta) dan Yoyong Kutawaluya), di acara itu menyebutkan lewat KNM, ternyata banyak ilmu yang sejalan dan malah di luar mata kuliah bisa didapat. Dan lewat KNM pula, tigaannya pun mengaku bangga lantaran bisa bisa membantu masyarakat, sekaligus meralisasikan ilmu.

Hal itu dibenarkan Camat Kutawaluya, Pak Wawan Setiawan. Kata Pak Wawan mewakili tiga wilayah kecamatan sasaran KNM, lewat KNM Unsika itu di wilayah mereka kini berdiri lebih 30 PAUD, posyandu yang kian ramai kegiatan, dan lainnya. Terkait itu, Pak wawan pun berterimakasih lantaran IPM warga karenanya tentu lebih punya kesempatan buat meningkat. (dea wahyudi)

Ciptain Suasana Seru di Karawang Lewat Semangat Proklamasi

Lomba Joget-Balap Karung Ibu-ibu di perkampungan

PERINGATAN
hari kemerdekaan RI ke-64, 17 Agustus 2009, buat generasi penerus di banyak tempat di Karawang berarti bikin suasana suka plus nilai nasionalis, deh. Sebab itu, biar cuma aktivitas yang mungkin cetek-cetek doang, di dalamnya juga ada tuh muatan semangat proklamasinya.

Simak aja di hari upacara resmi yang digelar di Lapang Karangpawitan. Biar emang bapak-bapak en ibu-ibu aparat pemerintah yang pegang acara, tapi anak-anak sekolahan, misalnya, kan gak sedikit tuh yang terlibat. Contohnya yang di paskibraka, drumand, sampe paduan suara. Belum lagi yang di barisan khusus siswa, termasuk yang di pramuka, PMR.

Di luar itu, buat yang ngegelar kegiatan di tempat berbeda juga sama. Kayak di areal GOR Panatayudha, Jl. A. Yani By Pass, Karawang Barat. Di acara peringatan 17 Agustus atawa yang biasa disebut 17-an, buat anak-anak yang biasa punya aktivitas di areal itu juga lumayan rame, deh.

Anak PBV Tunas panatayudha, misalnya. Di lapangan yang biasa dipake latihan, anak-anak asuhan Pak Hambali, Pak Rasta, Pak Yusuf dan Pak Aan ini lewat komando ortunya antara lain Pak Apan bareng Pak Misen, ngegelar berbagai lomba: tarik tambang, joget balon, sampe lomba pushing bawah yang apake boala voli.

Buat yang biasa main tamia, yang lokasinya di sebelah lapang PBV Tunas Panatayudha, juga sama. Di acara 17-an ini, kelompok penyuka mobil-mobilan balap ini lewat komandannya Eka bareng Eko, juga bikin lomba sendiri.

Nggak ketinggalan sejumlah atlet panjat tebing yang juga punya lokasi di areal GOR milik Pemkab Karawang itu. "Nganter anak ikutan fun climbing, Bang" ujar Bu Devi, guru SMPN Telukjambe Barat yang ditemui berada di lokasi. "Ini acaranya anak FPTI buat 17-an," papar ibu dua atlet panjat tebing, Athaya dan Zhahra ini.

Sementara di Gorowong kelurahan Adiarsa Timur Karawang Timur, kegiatan serupa juga dijalani anak-anak mudanya. Malah selain cuma anak-anak, ibu-ibu pun terlibat yang dia antaranaya lewat lomba bakiak. "Yang penting seru, Bro...," tutup Ibu Otoy, salah satunya. (dea wahyudi)

Motoris Polres Purwakarta Ikut Menyemarakan HUT RI ke 64

ACARA PUNCAK: Motoris Polres Purwakarta Ikut Menyemarakan HUT RI ke 64 yang digelar di jalan Gandanegara. Kegiatan itu merupakan rangkaian acara puncak dari sejumlah kegiatan yang digelar lebih dahulu. (sep)

Sengketa Tanah PT IBR-PJT II, DPRD Desak Pemkab Untuk Bertindak Tegas

H. Komarudin SH anggota fraksi Golkar DPRD Kabupaten Purwakarta

PENGAKUAN PJT II Purwakarta perihal surat teguran yang di alamatkan ke PT. IBR ternyata ditanggapi serius DPRD Purwakarta. Mereka menilai jika PT. IBR telah keluar dari perjanjian awal dengan PJT II.
    

H. Komarudin SH anggota fraksi Golkar DPRD Kabupaten Purwakarta kepada RAKA di Jl. Pramuka gedung DPRD Jum'at (14/08) mengatakan, semua perusahaan yang ada di Purwakarta harus mentaati aturan yang berlaku, jika salah satu perusahaan telah melakukan aktifitas diluar kesepakatan maka itu di sebut sebuah pelanggaran atau one prestasi sehingga perusahaan tersebut harus mendapatkan sangsi.

"Perjanjian itu kan di buat sebagai dasar atau landasan dalam suatu jalinan kerjasama. Saat ini pihak DPRD mendengar  ada sebuah perjanjian yang di buat oleh PT. IBR dengan PJT II Purwakarta, dalam perjanjian itu di sebutkan bahwa perusahaan dapat menggunakan lahan milik negara yang di kuasakan ke PJT II Purwakarta  sebagai lahan penyangga pabrik dan tidak di perbolehkan melakukan pengurugan atau mendirikan bangunan di atas tanah itu, namun pada kenyataannya PT. IBR malah mendirikan suatu bangunan permanen. Jika salah satu pihak telah melakukan hal-hal di luar klausul awal yang di buat sebagai perjanjian, tu bisa disebut  sebagai one prestasi yang bisa di kategorikan pada tindak pidana," ujarnya.

Menurut caleg dari partai Golkar DPD Purwakarta DP II yang memperoleh suara terbanyak sepanjang perhelatan pemilu tahun 2009 lalu ini, jika PT. IBR tidak bisa menjalankan sesuai perjanjian, maka sudah semestinya PT. IBR mendapatkan sangsi dan bahkan Pihak pemkab Purwakarta melalui Dinas Cipta Karya jangan hanya mengeluarkan surat teguran saja, tetapi Pemkab Purwakarta harus memberikan sangsi yang tegas terhadap PT. IBR.

"Jika PT. IBR di anggap melakukan one prestasi maka sudah selayaknya dinas cipta karya memberikan surat teguran, begitupun dengan pihak PJT II Purwakarta, sebagai institusi BUMN yang mendapat kuasa atas tanah itu  harus memberikan teguran, jika teguran sudah di keluarkan namun pihak perusahan masih tidak mengindahkan teguran itu sudah semestinya PT. IBR mendapatkan sangsi.

"Jika PT. IBR melakukan pembangunan tanpa mengantongi IMB maka mereka harus mendapat teguran dari Dinas Cipta Karya, jika PT. IBR telah membuat bangunan di atas tanah negara yang di kuasakan kepada PJT II tanpa ada ijin sudah seharusnya PJT II memberikan surat teguran, jika teguran itu sudah di lakukan namun pihak perusahan tetap tidak mengindahkan teguran itu maka PT. IBR harus di berikan sangsi yang tegas berupa pemutusan kerjasama yang sudah di buat," terangnya. (sep)

Tuntaskan Kasus Mamin

Munawar Kholil Ketua KNPI DPD Kabupaten Purwakarta kepada RAKA mengatakan, persoalan kasus makan dan minum saat ini menjadi isu yang sangat hangat, karena pihak kejati telah menyebutkan adanya keterlibatan pejabat pemkab melakukan korupsi.

"Setelah kejati Jabar memberikan keterangan persoalan tentang kasus makan minum di Purwakarta tahun 2006 di media masa, sejumlah pejabat telah menjadi tersangka. Namun di balik keberhasilan penegak hukum membongkar kasus ini masih ada pertanyaan di benak masyarakat," ujarnya. Menurut Munawar Kholil, dianatar sekian banyak kasus korupsi di Purwakarta nama seseorang pejabat acap kali menjadi sebutan, baik oleh saksi di pengadilan maupun pernyataan hakim, namun nama pejabat yang satu ini hingga sekarang masih belum tersentuh hukum.

"Ketika lily Hambali Hasan di menjalani proses hukum tentang kasus korupsi dana bencana alam dan islamic centre nama dedi Mulyadi sring kali di sebutkan,namun hingga saat ini Dedi Mulyadi yang menjabat sebgai bupati belum tersentuh hukum. Saat ini muncul kembali persoalan kasus korupsi perihal makan minum tahun 2006, sejumlah pejabat sudah menjadi tersangka bahka Dedi Mulyadi juga di sebut-sebut mengetahui aliran uang ini, bahkan pernah di sebutkan bahwa anggaran makan minum pernah mampir di DPD partai Golkar, artinya banyak dugaan ada keterlibatan dedu Mulyadi," terangnya.

Munawar berharap, penegak hukum dapat menegakan supremasi hukum dengan baik tanpa pandang bulu, siapapun yang terlibat harus di adili. Secara birokrasi bupati dan wakil bupati mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada sekda dan bendahara keuangan, jika terdapat aliran dana yang tidak sesuai dengan peraturan yang ada maka mereka juga seyogyanya ikut bertanggung jawab.

"Jika di lihat dari sistem penggunaan uang negara itu terdapat aturan dan mekanisme yang harus di tempuh sesuai dengan aturan yang berlaku, kasus makan minum bukan persoalan perorangan namun lebih kepada tanggung jawab pemegang kewenangan, pejabat harus mengadili semua orang yang terlibat, jangan sampai memunculkan banyak pertanyaan terhadap masyarakat, sehingga kami meminta Penegak hukum dapat melakuan tugasnya dengan tegas, memproses semua orang yang terlibat," ujarnya. (sep)

Petani di Kecamatan Tegalwaru Gagal Panen



PURWAKARTA, RAKA
- Memasuki musim kemarau tahun ini, puluhan hektar lahan pertanian di Kecamatan Tegalwaru mengalami kekeringan. Lahan yang kering itu didominasi lahan tanaman jagung. Para petani kesulitan memperoleh air karena sudah satu bulan lebih, hujan tidak turun di daerah itu. Akibat kekeringan, para petani terancam mengalami gagal panen.

Biasanya, menurut pengakuan satu petani jagung, Ubud (40), setiap satu hektar lahan jagung bisa dipanen sekitar dua sampai tiga ton dengan keuntungan sebesar Rp 5 juta. Saat ini, lanjutnya, Ia bersama petani lain hanya bisa pasrah sambil menunggu beberapa lahan yang masih bisa bertahan untuk dipanen.  "Kemarau membuat lahan jagung kami sulit mendapatkan air, sehingga dipastikan hasilnya bakal mengalami penurunan. Akibat kekeringan, tak sedikit lahan petani yang terancam gagal panen,"ucap Ubud kepada RAKA, akhir pekan kemarin.

Petani lainnya, Sartam (43), mengatakan hal senada. Kata dia, intensitas hujan yang minim pada tahun ini membuat para petani jagung kesulitan memperoleh air. Selain merugi, para petani juga terancam mengalami gagal panen.. "Disini lahannya dominan tadah hujan, karenanya bantuan air hujan sangat mempengaruhi tingkat produksi. Kemarau sekarang, cukup memukul para petani,"keluhnya.  Menurut Sartam, untuk petani yang memiliki modal biasanya akan menggunakan fasilitas pompa untuk mengairi lahannya. Namun, bagi yang pas-pasan hanya bisa pasrah dan menunggu. "Petani pas-pasan tentunya yang sangat merasakan dampaknya, mereka lebih banyak menunggu dan pasrah,"ujar Sartam.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Purwakarta, H. Tri Hartono mengatakan persoalan para petani yang berada di daerah tadah hujang mengalami kesulitan air pada musim kemarau itu bukan masalah besar. Menurutnya, dinasnya sudah berulang kali mengingatkan mereka (para petani,red) agar tidak memaksakan diri untuk menanam padi pada musim kemarau karena dipastikan akan gagal. "Saya sudah berulang kali mengingatkan mereka agar tidak menanam pada saat akan menjelang masuk ke musim kemarau," katanya. Sementara itu, sebagian masyarakat di sejumlah kecamatan di Campaka Purwakarta, mulai didera krisis air memasuki kemarau. Sumur-sumur warga mulai mengering dan membuat warga berebut air ke sumur warga yang masih menyisakan air sejak pagi buta.

Di Kampung Kebonsereuh, misalnya,  sejak pagi buta belasan warga sudah mengantri disatu sumur milik warga yang masih menyisakan air. Sebab, sebagian besar sumur mereka sudah tidak lagi menghasilkan air karena kering. Mereka rela mengantri untuk bergiliran berjam-jam untuk mendapatkan air dua ember berisi 2 literan.

Disebutkan, kekeringan akibat kemarau tersebut mulai terasa masyarakat di Kebonsereuh sejak sepekan terakhir ditandai dengan mengeringnya sebagian besar sumur-sumur bawah tanah milik warga. Namun, tak semua sumur milik warga dilanda kekeringan. Di sejumlah tempat, sumur masih menghasilkan air. "Hampir rutin setiap tahun bila kemarau di kampung ini dilanda krisis air. Beruntung masih ada sumber air di sungai ciherang dapat dimanfaatkan sekalipun untuk mandi dan cuci," ungkapnya.

Di Kecamatan Bojong, Purwakarta yaitu Kertasari dan Cipeundeuy juga dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih menyusul mengeringnya sejumlah sumber air seperti sumur yang ada di daerahnya. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga terpaksa mengambil air dari desa-desa terdekat yang masih memiliki cadangan air bersih yang cukup.

Camat Bojong, Tedi Gustendi, ketika dihubungi, membenarkan ada sejumlah desa di wilayahnya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih karena mengeringnya sumur-sumur yang ada milik warga. Namun demikian, kesulitan air yang dialami warga tidak terlalu menimbulkan masalah, karena kebutuhan air bersih mereka dapatkan dari desa tetangga.(rif)

Golkar Bungkam Soal Ketua DPRD Purwakarta, Pembahasan Tatib Belum Selesai



PURWAKARTA, RAKA
- Teka-teki sistem pemilihan dan siapa yang nantinya akan menjadi ketua DPRD Purwakarta tampaknya belum akan bisa terjawab. Pasalnya, hingga kini pembahasan Tata tertib sebagai pedoman tata cara memilih ketua DPRD belum juga selesai.

Bahkan partai Golongan Karya (Golkar) Purwakarta yang merupakan pemilik kursi terbanyak pun masih belum mau menyebutkan siapa yang nantinya akan dimunculkan dalam pemilihan ketua DPRD tersebut. Anggota Faksi Golkar DPRD Purwakarta sekaligus pengurus DPD partai Golkar Purwakarta Ucok Ujang wardi yang belum lama ini ditemui RAKA, tidak mau berkomentar terkait bursa Ketua DPRD. Pihaknya pun lebih memilih diam, ketimbang menyebutkan siapa saja nama-nama yang akan dicalonkan. "Ah gak mau komentar masalah itu. Soalnya, Porno, "katanya singkat.

Kendati demikian, banyak kalangan yang berspekulasi bahwa bungkamnya partai Golkar untuk menyebutkan nama yang akan dicalonkan dinilai cukup beralasan. Sebab banyak kalangan juga yang berspekulasi, jika Partai berlambang pohon beringin itu terlihat cukup hati-hati dalam menentukan siapa nama calonnya yang nantinya akan ditetapkan dan dinilai cukup pantas untuk diusulkan menjadi ketua DPRD Purwakarta. "Saya yakin partai Golkar akan mengusulkan calon yang memang pantas. Jadi wajar, jika partai ini pun sangat tertutup, "kata pengamat Lokal Purwakarta Syaiful, Saat dihubungi Senin (17/8).

Hanya saja, kata dia jika pengesahan tata tertib yang hingga kini belum rampung nantinya menghendaki untuk dilakukan secara pemilihan. Dimungkinkan partai peraih kursi terbanyak itu harus memunculkan beberapa nama calon yaitu lebih dari satu orang. "Jadi mau tidak mau. Sebab nantinya, akan ada pemilihan secara langsung dari nama yang disusulkan partai tersebut,"katanya.
Berdasarkan informasi yang diterima RAKA, jelang pembuatan tatib pemilihan ketua DPRD Purwakarta yang kini tengah dilakukan pembahasannya yang dilakukan para wakil takyat di DPRD itu. Wacana penggajalan pada pembuatan tatib tampaknya mulai mengemuka. Pasalnya, sebagain kalangan para anggoat di DPRD itu menghendaki bahwa ketua DPRD Purwakarta tetap harus melalui tahap pemilihan.

Apalagi, adanya amanat dalam pasal lain yang tertuang dalam RUU MPR, DPR, DPD dan DPD yang menyebutkan jika tata cara pemilihan ketua DPRD tetap harus diatur dalam tata tertib. meski padahal RUU tentang penetapan MPR, DPR, DPD dan DPRD terutama pada pasal 354 pun mengamanatkan bahwa pimpinan ketua DPRD berasal dari partai politik yang memperoleh kursi terbanyak pertama di DPRD. Sehingga tidak menutup kemungkinan tarik menarik pengesahan tata tertib itu akan mewarnai jelang pemilihan itu dilaksanakan. "kita sendiri tetap menghendaki dengan cara pemilihan. tapi, tatib itu pun hingga kini belum ada kesapakatn dan masih dibahas,"kata anggota DPRD Purwakarta yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan. (ton)

Apresiasi HUT Kemerdekaan di Kabupaten Purwakarta


PURWAKARTA, RAKA - Semangat menyambut hari kemerdekaan RI ke-64 yang jatuh Senin (17/8) kemarin, di Kabupaten Purwakarta diapresiasikan masyarakat dengan mengisi sejumlah kegiatan rakyat yang diraih dengan penuh perjuangan dan kerja keras.

"Sekalipun hanya dalam bentuk permainan, tetapi nafasnya tak jauh dengan para pendiri negeri ini yang berjuang mengangkat senjata mengusir penjajah. Perjuangan dan kerja keras disini, setiap peserta lomba harus kompak dan gigih melalui fase demi fase berjalan bakiak sampai ke garis finish. Terdepan, mereka dinobatkan pemenang," ujar Panji (16) satu panitia HUT RI di Gang Dahlia Kelurahan Nagri Tengah, Purwakarta.

Yang menarik seluruh panitia HUR RI di kompleks PJKA tersebut masih muda dan berumur dibawah 17 tahunan. Mereka masih bersekolah dibangku SMK dan SMP. Sementara para peserta lomba berasal dari segala lapisan umur dari anak SD sampai orang tua. Menurut Panji, selain lomba bakiak, panitia menyelenggarakan lomba lainnya terdiri joget beregu, makan kerupuk, tarik tambang dan balap karung.

"Tentunya kepanitian ini bekerja didukung oleh karang taruna dan disupport sumbangan oleh pengelola toko dan bank yang berada disekitar lingkungan," tutur Panji yang masih tercatat sebagai siswa kelas 3, di SMKN 1 Purwakarta. Pantauan RAKA, tak hanya kegiatan membutuhkan energi saja yang digelar, kegiatan lainnya juga dlangsungkan seperti asah otak, catur dan lomba gapleh sehingga peringatan nampak meriah dihadiri para istri dan anak anak yang menyaksikan bapak bapaknya berlomba. (rif)

Tingkatkan Mutu Pendidikan di Tingkat UPTD Jatiluhur, Butuh Kerja Keras


PURWAKARTA, RAKA - Untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya di tingkat UPTD di perlukan kerja keras dan kekompakan semua pihak tanpa terkecuali pihak masyarakat setempat. Begitupun dengan program yang di lakukan Pimpinan Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) TK/SD kecamatan Jatiluhur Yayat Sudrajat, karena kekompakan UPTD dan pihak sekolah beserta masyarakat, maka  prestasi dunia pendidikan di Kecamatan Jatiluhur khususnya di UPTD Jatiluhur terus memperlihatkan presatsi yang membanggakan.

Kepala UPTD Kecamatan Jatiluhur Yayat Sudrajat kepada RAKA mengatakan, Keberhasilan UPTD Jatiluhur dalam meraih sejumlah prestasi ini merupakan hasil kerjasama dari berbagai pihak baik guru maupun peserta didiknya."Tiga prestasi yang diraih oleh UPTD Kecamatan Jatiluhur belum lama ini adalah Juara I Tingkat Kabupaten dan juara III provinsi di bidang sepak takraw, dan kami juga berhasil menyabet juara umum napaktilas putri antar Dinas Instansi dalam rangka hari jadi Purwakarta ke 178 serta Juara II Pasanggiri cipta lagu rampak sekar 2009," ujarnya.

Menurutnya, potensi masyarakat khususnya di UPTD Jatiluhur di bidang olahraga, dari jumlah 36 SD, 14 diantaranya mengalami rusak berat dan sudah di laporkan ke Dinas Pendidkan Kab. Purwakarta  untuk memperolah dana bantuan rehab."Bangunan sekolah Dasar (SD) yang ada di kecamatan Jatiluhur seluruhnya ada 36 SD, dari 14 yang di anggap rusak berat 11 diantaranya akan mendapatkan bantuan rehab, sedangkan untuk 3 sekolah SD yang lain juga akan mendapat bantuan namun di berikan secara bertahap," imbuhnya.

Yayat berharap semua pengajar yang ada di UPTD Jatiluhur dapat bekerja dengan baik sesuai dengan tanggung jawabnya."Saya berharap dari 254 jumlah guru PNS, 26 orang guru agama dan 17 guru olahraga beserta 110 GTT dapat melakukan tugasnya dengan baik, sehingga 7 ribu siswa yang merupakan generasi bangsa ini memiliki SDM yang baik dan bermoral tinggi," harapnya. (sep)

Kelompok Seni Angklung Purwakarta Semarakkan HUT RI ke 64

HUT RI: Kelompok seni angklung Purwakarta ikut menyemarakan festival HUT  RI ke 64. Perayaan Hari Kemerdekaan Tahun sengaja dipusatkan di Jalan Ganda negara Purwakarta. (sep)

Hipnotis Siswa SMK Negeri 1 Purwakarta Sikat HP dan Uang Tunai


PURWAKARTA, RAKA
- Dua siswa SMK Negeri 1 Purwakarta jadi korban hipnotis hingga tak sadarkan diri oleh pria tak dikenal di dalam kendaraan angkutan kota. Akibatnya, 2 HP dan uang Rp 100 ribu lenyap seketika.

Diperoleh keterangan, penghipnotis melakukan aksinya dengan modus menepuk paha kaki korban saat masuk kedalam kendaraan umum. Dari pengakuan korban, pelaku dilaporkan adalah dua orang pemuda mengenakan seragam hitam putih layaknya sales sebuah produk. Dua siswa SMKN 1 Purwakarta bernasib sial itu adalah Bisma Rio Prasetio (14) warga Kampung Cimaung Gang Lengkong, Desa Ciwangi, Purwakarta dan Adi (14), warga Cikampek, Karawang.

Menurut Adi, saat itu dia dan Bisma, teman sejurusan di teknis jaringan komputer SMKN 1 Purwakarta tengah dalam perjalanan pulang ke rumahnya dengan menaiki angkot dari prapatan Maracang menuju Cimaung. Kemudian, tambahnya, tepat didepan kampus Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cihideung, naik dua pemuda berseragam hitam putih dan menepuk paha kakinya saat masuk dan naik angkot.

"Tak ada rasa curiga sedikitpun kalau tepukkan tangan pemuda asing malah membawa petaka dengan menyabet dua HP milik saya dan Bisma," ungkapnya kepada RAKA, Minggu (16/8) akhir pekan kemarin. Diakui Adi, setelah ditepuk itu dirinya langsung seperti tak sadarkan diri sehingga saat pelaku meminta HP miliknya dan Bisma diserahkan begitu saja. "Antara sadar dan tidak, dan saya baru tersadar setelah pelaku turun dari angkot. Kami kejar ke lokasi turunnya pelaku dijembatan layang Cikopak namun sudah tidak ada," tuturnya. (rif)

Pemkab Purwakarta Jamin Stok Elpiji Aman


PURWAKARTA,RAKA
- Pemerintah Purwakarta menjamin ketersedian stok elpiji jelang persiapan ramadan hingga Lebaran di kabupaten tersebut dipastikan aman. Hal itu menyusul kepastian Pertamina yang menyatakan tidak akan ada kendala dalam ditribusi elpiji ke Purwakarta. 

"Kami jamin stok itu akan aman. Apalagi, kami pun telah mendapatkan informasi dan menyatakan pertamina menyanggupinya," kata kepala Bagian ekonomi pemkab Purwakarta Abad Hasyim H, kepada RAKA, kemarin. Sebelumnya, sempat ada kekhawatiran dari sejumlah pedagang elpiji di Purwakarta. Menyusul hingga saat ini suplai elpiji ke Purwakarta masih mengandalkan bantuan depo di Cikampek dan Karawang, selain Cimahi Bandung. Meskipun demikian, Abad tetap meyakinkan bahwa stok itu tidak akan ada kendala."Pokoknya kita jamin itu. Apalagi, setiap jelang ramadhan ataupun lebaran pasti ada stok tambahan,"tambahnya.

Menurutnya, meski suplai elpiji ke Purwakarta dibantu kota tetangga, namun dalam hal pasokan elpiji selama ini tetap berjalan aman dan memadai."Sampai saat ini pun tidak ada laporan kurang pasokan. Apalagi, dalam hal ini pasokan kita pun cukup terbantu dengan koordinasi dari tingkat agen yang ada selain belum ditemukannya tindakan penimbunan elpiji,"terang Abad
Sementara itu, saat disinggung pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji (SPBE) yang akan  dibangun di wilayah Cibungur, Kecamatan Bungursari Purwakarta. Ia mengatakan kepastian pembangunan itu pasti akan terealisasi. Pasalnya, saat ini pihak Pertamina dan pemkab Purwakarta telah  melakuka kajian dalam pembangunan itu. "pembangunan itu pasti dilaksanakan,"tandasnya.

Saat ini, jumlah penggunaan elpiji di Purwakarta tercatat sekitar 850 ribuan dengan besaran pasokan yang mencapai 200 ribu tabung persatu kali drop. Jumlah ini terbilang kecil dibanding droping untuk wilayah Kab Karawang dan Subang. Mengenai harga eceran tertinggi (HET) elpiji /3kg di Purwakarta. Harga tersebut disesuaikan dengan hasil kesepakatan Pertamina, Hiswana Migas, Dirjen Pertambangan dan Energi pusat yang ditetapkan dengan harga Rp12750 dimana harga eceran itu sudah termasuk PPN dan margin tingkat agen. Meskipun demikian, biasanya dipasaran harga itu tetap bervariasi, khususnya harga ditingkat pemilik warung yang bukan pangkalan maupun agen.(ton) 

Ala Cemilan Cabi Mia Pompila Yangl Tinggal di Gg. Wortel RT 07/47, Kelurahan Sindang Kasih


WAJAHNYA yang cabi (putih bersih dan mengesankan imut-imut sehingga orang ingin menowelnya, red) membuat semua orang merasa gemes. Siapapun pasti ingin menyentuhnya dan membuat banyak cewek merasa iri menyaksikannya.

Tetapi tentu saja tidak seperti itu. Terlebih Mia Pompila ini nama lengkap dara itu sama sekali tidak merasa apa yang dimilikinya itu merupakan sesuatu yang istimewa. Namun, omong punya omong cewek yang kini tinggal di Gg. Wortel RT 07/47, Kelurahan Sindang Kasih ini ternyata mempunyai keunikan dari caranya menyikapi kekesalan. "Kalo aku sedang kesal atau lagi BT aku lebih memilih banyak ngemil, jadi gak kerasa pipiku jadi cabi," tuturnya.

Seperti itukah? Paling tidak itulah rahasia yang diungkapkan anak ke tiga dari empat bersaudara ini yang ternyata mempunyai cita-cita jadi artis. Beberapa casting pernah di ikutinya, tapi karena penampilannya yang harus terlihat seksi, cewek alumni SMU Pasundan Purwakarta ini mengundurkan diri. "Sebenernya aku pengen jadi artis, waktu aku SMA pernah ikutan casting film dendam nyi pelet,  pertamanya sih aku seneng banget karena aku pengen jadi artis. Tapi kalau harus terlihat seksi aku ogah ah," paparnya.

Cewek yang kini berusia 20 tahun ini, kini mencoba menjadi seorang pengusaha kecil-kecilan, dengan harapan menjadi pengusaha yang sukses. Banyak pengalaman yang ia dapat di jadikan sebagai ilmu dalam menjalankan bisnisnya. "Jadi artis sudah terbayang lagi, sekarang aku milih jadi pengusaha kecil-kecilan, dengan membuka Cafe kecil namun memiliki tempat yang indah dan nyaman sekarang aku punya harpn yang lebih indah," ujarnya. (dok) 

Tips Keluarga 2: Parfum, Bikin Gairah Pria Memuncak


TERNYATA
, parfum tak hanya menambah daya pikat seseorang untuk selalu tampil percaya diri. Tapi, parfum juga bisa meningkatkan gairah bercinta. Sensasi kesegaran dan keharuman yang menyerbak dapat menggoda pasangan dan membuatnya lebih mudah terangsang.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Alan Hirsch, MD, Direktur dari Chicago's Smell and Taste Treatment and Research Foundation, aroma parfum dengan mudah dapat menstimulasi otak. Dengan memercikkan parfum akan dapat merangsang hasrat atau dorongan seksual pria. Ini terbukti dari survei yang telah dilakukan terhadap beberapa orang pria dan wanita, seperti yang dikutip dari Cosmopolitan: 84 persen orang percaya parfum dapat melecutkan hasrat seks. Konon, wewangian dapat dengan mudah membangkitkan libido seseorang, khususnya bagi kaum Adam. Jika pasangannya memakai wewangian yang menggoda, dapat langsung menyulut hasrat pria.

35 persen pria hanya mau bercinta dengan wanita wangi. Umumnya, pria terangsang hebat bila pasangannya tampil dalam keadaan segar. Apalagi jika bau harum tubuh pasangannya wangi dengan parfum sensual nan menggoda.
Karena itu, jika Anda tengah ingin bercinta dengan si dia tetapi malu mengatakannya, cukup semprotkan parfum di leher, kemudian mulailah mencumbunya. Dengan cara ini, dijamin pasangan tidak akan tahan untuk menolak hasrat Anda untuk segera bercinta.

34 persen wanita percaya parfum dapat melecutkan hasrat bercinta pria. Umumnya wanita tidak pandai memancing libido pria. Jika Anda satu dari sekian banyak wanita yang mengalami hal sama, cukup semprotkan parfum menggoda, Anda pun dapat dengan mudah menaklukkannya. Anda bisa memakai lingerie transparan ketika menggoda pasangan. Kemudian, semprotkan wangi parfum favorit si dia. Pasangan pun akan segera menyerang dan bergumul dengan Anda. (rk)

Tips Keluarga 1: Menjerat Kaum Wanita


BANYAK
pria bertanya, bagaimana cara jitu melakukan pendekatan pada wanita. Bukan hanya karena mereka terlihat lebih tampan, pintar, atau memiliki dompet yang tebal. Kemungkinan mereka memiliki dua karakteristik, yaitu percaya diri dan kegigihan. Beberapa pria memiliki karakteristik itu dengan sendirinya.

Untuk dapat sukses ketika mendekati wanita, Anda membutuhkan sedikit informasi sebagai petunjuk seperti yang dirangkum dari Askmen berikut: Saling kontak mata. Apakah Anda ingin tahu cara mengukur pendekatan yang tengah dilakukan si dia akan berhasil. Cobalah untuk menunjukkan kontak mata di awal pendekatan, lalu lihat bagaimana responnya.

Jika dia menangkap tatapanmu, serta membalasnya sembari memberikan senyuman. Itu berarti Anda memiliki peluang besar untuk dekat dengannya. Namun, bila dia menghindari tatapan dari Anda. Dengan kata lain peluang untuk mendekatinya bisa jadi sangat kecil. Jangan memakai kata-kata klise. Jangan pernah memakai kata-kata klise. Buatlah percakapan sedehana dan cobalah untuk tulus. Pergunakan kata-kata sederhana. Jangan terlalu formil.

Anda harus berusaha untuk keluar dari gaya bicara formalitas bila memang si dia satu kantor dengan Anda. Bila Anda mengajak si dia bercakap, tatap matanya dengan tajam dan berikan senyuman. Niscaya, si dia akan mulai menaruh simpatik pada sikap Anda.
Berbincang dengannya. Jika Anda bertemu di suatu kesempatan. Siapa dan ajaklah si dia berbincang. Pikirkan bahwa Anda akan meraih informasi yang menguntungkan dari perbincangan tersebut. Bisa jadi saat Anda berdua bertemu di dalam pusat perbelanjaan, supermarket, atau coffee shop. Temani si dia dan bila perlu tawarkan padanya biar Anda yang membawakan barang belanjaan dia. (rk)

Nadine Chandrawinata Cetak Rekor Muri


Nadine
Chandrawinata dan adik kembarnya, Marcel-Mischa, sukses mengibarkan bendera di bawah air. Lantaran ditemani 30 ekor hiu lapar, nama mereka tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (Muri). Mereka masuk Muri karena tiga poin. Pertama, mengibarkan bendera di dalam air.

Kedua, jumlah ikan hiu 30 ekor dan ikan hiunya kelaparan karena tidak diberi makan sampai pukul 14.00 WIB. Ketiga, jenis ikan hiu tersebut hiu polos yang lebih galak daripada hiu sirip hitam. "Karena jenis hiu galak dan lapar, kita enggak boleh banyak gerak. Bisa bahaya. Untungnya semangat kita tumbuh karena banyak yang nonton," kata Nadine di usai mengibarkan bendera di Sea World, Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/8).

Saat gladi resik pada pekan lalu, Nadine dan kedua adiknya hanya ditemani hiu sirip hitam. Saat itu pun, Marcel gagal mengibarkan bendera. Beruntung, kali ini bendera sukses dikibarkan. "Ini menjadi sebuah kebanggaan buat kita sekeluarga karena untuk pertama kali mengibarkan bendera merah putih di dalam air. Awalnya, kita tidak percaya diri karena Mischa sedang flu. Tapi, dia sudah janji mau ikut," tandasnya.

"Kemarin saya gagal tiga kali saat gladi resik. Untungnya saya sempat latihan di dalam rumah, di kolam renang. Ternyata latihan saya berhasil," kata Marcel Chandrawinata dengan riang, yang juga ditemui di Sea World, Ancol, Jakarta Utara. Kegembiraan Marcel itu kian bertambah. Sebab, bersama Nadine dan saudara kembarnya, Micsha, mereka mencatat rekor Muri. Sebelumnya, Marcel mengaku takut melihat ikan hiu berseliweran di sekelilingnya. "Gue memikirkan hiu yang di dalam air akan menyerang atau tidak. Dua kali diving, gue jarang banget menemukan hiu. Baru di sini hiunya banyak," ungkap Marcel.

Tak hanya takut melihat hiu, pada saat gladi resik, Marcel juga kesulitan mengerek bendera di dalam air. Marcel pun terpaksa dua kali mengulang pengibaran bendera karena talinya tersangkut. "Sulitnya di dalam banyak air banyak benang terlilit. Pas bendera di tengah, susah banget. Gue juga grogi karena ini baru pertama kali. Gue terakhir kali mengibarkan bendera saat SMP kelas 2," akunya. (os)

Cinta Laura Tak Tahu Ultah RI

Walau telah lama tinggal di Indonesia namun siapa sangka bahwa ternyata Cinta Laura tak tahu hari kemerdekaan Indonesia. Ironisnya, tanggal Kemerdekaan Indonesia bertepatan dengan ultahnya. "Aku sebenarnya nggak tahu karena, aku kecilnya di jerman.

Ya ini pas aku ultah, nggak tahu Independence day-nya Indonesia," ujar Cinta yang ditemui di kediaman tantenya Komplek Warga Indah no C 7 Pejaten, Jakarta Selatan, Senin (17/8). Cinta baru mengetahui bahwa hari proklamasi Indonesia tepatnya dua tahun lalu. saat ia merayakan ultahnya ke 13. Ia sadar saat melihat banyak rakyat Indonesia yang merayakan hari kemerdekaan.

Dengan logat khasnya, gadis keturunan Jerman itu mengaku tak pernah diberitahu mengenai hari Proklamasi Indonesia. Baginya 17 Agustus hanya merupakan hari ulang tahunnya. "Nggak ada yang kasih tahu, mama juga nggak ngasih tahu," ujarnya enteng.
Soal masalah kejiwaan Marshanda alias Caca, Cinta Laura berkomentar jika Caca stress gara-gara terlalu sibuk bekerja, menurut Cinta itu hal yang biasa dan normal. Cinta pun pernah mengalami hal yang sama seperti Caca. Namun Cinta buru-buru mengeluarkan unek-uneknya kepada sang mama, Herdiana. "Itu menurut aku normal, famous itu nggak cuma glamor aja, tapi ada stress juga," kata Cinta.

Cinta memberikan solusi untuk kesembuhan Caca. Menurutnya dengan keadaan Caca seperti itu, jangan sampai dijauhkan atau dibenci. Justru harus terus didekati. "Karena publik itu selalu mencap kalau artis itu sombong, padahal nggak. Kalau sama orang kayak gitu, kita komunikasi aja," lanjut Cinta. Apakah Cinta pernah merekam dirinya di video? Cinta mengaku pernah. Namun untuk jaga-jaga, ia langsung menghapusnya. (dh)

Rency Milano Takut Imej Kawin Cerai

Mempertahankan memang lebih sulit dibandingkan meraih. Namun itulah yang diambil Rency Milano di Pengadilan Agama Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Rency yang mengajukan gugatan cerai akhirnya mencabut kembali laporan tersebut lantaran ada kemauan dari suami memperbaiki diri dan hubungan. Tapi di balik itu ternyata ada hal lain yang membuat Rency bersedia menerima permintaan suami.

"Daripada kawin cerai lebih baik kita saling pahami dan menghormati. Sekarang dia agak mengimbangi, demikian juga saya. Ya istilahnya kalau cari lagi belum tentu ada yang baik seperti sekarang. Perlu penjajakan lagi, belum tentu dapat kayak dia atau malah mungkin dapatnya lebih parah," katanya belum lama ini di Jakarta.

Selain berusaha mengembalikan kondisi rumah tangga ke arah kondusif pula Rency takut akan imej kawin cerai yang masih miring di mata masyarakat. "Saya takut imej begitu. Setiap orang punya masalah tapi kalau bisa diselesaikan mengapa nggak. Saya nggak mau kawin cerai, selagi masih disatukan, mengapa nggak?" sambungnya lagi.

Ditanya apakah keruwetan rumah tangga lantaran belum memiliki momongan, Rency mengaku pasrah. "Kalau soal itu saya pasrah saja pada Allah. Yang penting saya lebih menjalankan hidup lebih sabar dan enjoy. Namanya kehidupan ya seperti ini, kalau pun cari yang baru pasti seperti ini. Jadi aku lebih bersabar dan jalani yang terbaik," imbuh kakak Elma Theana ini. (kl)

Manohara Tak Terganggu Video Bugil


Beberapa bulan terakhir, sebuah video yang cukup menghebohkan beredar di dunia maya. Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan tengah berdiri dalam keadaan bugil. Wajah perempuan tersebut tak terlihat jelas, namun dalam judul video tertulis nama Manohara.

Saat dikonfirmasi, Manohara tetap tenang. Dengan santai ia menjelaskan bahwa perempuan di video tersebut bukan dirinya. "Mano belum lihat dan belum dengar. Kalau misalnya dibilang mirip, yang penting itu cuma mirip dan bukan Mano," tegasnya saat ditemui di Rumah Sakit Dharmais di Jl . Letjen S. Parman Kav. 84-86 Slipi Jakarta, baru-baru ini.

Perempuan bertubuh sintal itu mengaku belum pernah melihat video tersebut. Namun baginya peredaran video tersebut bukan masalah besar karena itu bukan dirinya. Mano sapaan akrabnya juga percaya bahwa Kerajaan Kelantan-lah yang merupakan dalang dari peredaran video tersebut.

Menurutnya itu adalah usaha dari Tengku Fakhry suaminya, untuk memperburuk citra, serta mengalihkan kasusnya. "Saya percaya itu dari pihak Kelantan. Dari kemarin (mereka) terus saja mencari-cari cara untuk mengalihkan (kasus)," ujar Mano lagi.

Bintang sinetron Manohara itu balik menantang kepada orang yang menyebarkan video untuk membuktikan apakah wanita di video itu dirinya. "Kemarin foto dugem, sekarang video. Tidak perlulah mencari-cari aib saya. Silahkan saja, buktikan. Kita akan hadapi," tantangnya.

Daripada pusing memikirkan foto dan video, perempuan berdarah Amerika itu lebih memilih memfokuskan diri terhadap kasus yang tengah membelitnya, yakni kasus melawan Pangerang Kelantan dan mantan pembantu, Shaliha Lanti.

Sebelumnya, mantan pembantu Manohara, Shaliha Lanti, mengatakan mendapat teror dari Manohara dan Laskar Merah Putih. Benarkah Manohara melakukan teror? "Itu tidak benar. Tidak ada intimidasi, tidak ada teror, termasuk kepada Shaliha," ujar Manohara.

Tak hanya Manohara yang membantah, ibunda Mano, Daisy Fajarina, juga menyangkal. "Saya bisa saja melakukan teror dan intimidasi di sini. Tapi tidak akan saya lakukan. Buat apa? Lagipula apa yang dia bilang mengada-ada. Kontak dengan Shaliha tidak ada lagi. Sampai saat ini pun kita belum pernah ketemu," jelas Daisy.

Laskar Merah Putih juga membantah melakukan intimidasi. Namun, organisasi itu mengakui memang bersiap menjaga dan membela Manohara-Daisy. Apakah Laskar Merah Putih dibayar Manohara dan Daisy untuk memberikan pengamanan? "Saya berani bersumpah, saya tidak dibayar. Tugas kami melindungi orang yang tertindas. Mereka (Shaliha dan Ratna Sarumpaet) yang orang bayaran," tuding Eddy. (os)

Rekor Selam Dunia Terpecahkan di Manado


MANADO,RAKA- Nama Indonesia resmi masuk buku rekor dunia (Guinness Book of World Records). Sekitar pukul 11.16 Wita, 2.465 penyelam memecahkan rekor selam masal selama 30 menit. Kategori rekor tersebut adalah The Largest Scuba Diving Lesson. Sebelumnya, rekor penyelaman masal tercatat di Maladewa oleh 958 penyelam selama 10 menit. Keberhasilan pemecahan rekor tersebut diputuskan langsung oleh juri Guinness Book of World Records Lucia Sinigagliesi yang datang dari Inggris. Selain itu, hadir Lurah Malalayang 2 Kec Malalayang Lenda Neivi Pelealu, dan notaris Jantje Tengko SH. Mereka menilai secara teliti dan objektif.

''Selamat, kali ini yang terbesar dan yang tertinggi jumlahnya (peserta selam masal) dari yang tercatat dalam Guinness Book of Records. Ada 2.465 penyelam. Terima kasih untuk semuanya. Kalian berhasil,'' ucap Sinigagliesi memuji. Saat acara dimulai, tercatat 2.818 peserta yang terdaftar. Namun, setelah diregistrasi ulang pascapenyelaman, tercatat 2.465 penyelam. Mungkin kekurangan itu terjadi karena masalah pencatatan. Peserta yang akan turun dan yang sudah turun harus membubuhkan tanda tangan. Proses ini makan waktu karena banyaknya peserta yang ikut.

Begitu pemecahan rekor diumumkan pukul 11.16 Wita oleh tim penilai, tepuk tangan meriah dari undangan dan pengunjung menyambut. Sementara para penyelam tetap bertahan di dasar laut. Acara itu bisa disaksikan melalui layar monitor maupun siaran langsung sebuah televisi swasta dari dasar laut. Hampir tiga ribu penyelam diturunkan tiga tahap dari tempat persiapan di jalan yang menghubungkan Manado-Gorontalo. Jalan sepanjang hampir 3 km itu ditutup total untuk mendukung acara.

Lagu-lagu perjuangan mengiringi para penyelam. Sesekali terdengar teriakan pembawa acara untuk membangkitkan semangat mereka. ''All divers, are you ok?'' tanyanya. Pertanyaan itu disambut dengan semangat oleh ribuan penyelam sambil kintir (renang mundur) menuju tempat penyelaman yang berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai.

Semua gerakan penyelam, seperti mulai masuk ke bibir pantai, berjalan menuju laut, mengenakan sepatu katak, dan mulai menyelam, menggunakan aba-aba pula. Sebab, prosedur tersebut termasuk dalam penilaian tim juri. Pukul 10.45, dimulai hitung mundur 5-4-3-2-1 yang disahut dengan sirene KRI Surabaya dan KRI Suwarso bergantian. Itu menandai dimulainya penyelaman.
Sebuah helikopter SAR juga terbang rendah di atas lokasi penyelaman. Ribuan penyelam yang tadinya di atas permukaan secara serentak turun ke dasar laut. Barisan terdepan berada pada kedalaman 15 meter, sedangkan barisan terbelakang mencapai 25 meter. Jarak pandang cukup bagus karena cuaca cerah.

Pantai Malalayang, yang terletak 8 km sebelah barat Kota Manado, terlihat penuh pengunjung. Para peserta yang datang pukul 06.00 harus berjalan kaki 1 km kilometer lebih menuju daerah persiapan karena jalan ditutup total. Di antara penyelam, terlihat sejumlah pejabat, seperti Gubernur Gorontalo Fadel Muhammad dan Wali Kota Padang Fauzi Bahar. Sejumlah perwira tinggi TNI, baik yang masih aktif maupun pensiun, juga ikut serta.

Wakil Kepala Staf TNI-AL Laksamana Madya TNI Moekhlas Sidik MPA bertindak selaku inspektur upacara dalam acara kemarin. Sedangkan komandan upacara adalah Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul S.E. Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Menteri Kelautan dan Perikanan Fredy Numberi serta sejumlah pejabat teras TNI dan Polri serta Muspida Provinsi Sulawesi Utara.

Moekhlas Sidik menyampaikan apesiasi atas terciptanya rekor itu. ''Terima kasih kepada semua yang dengan sukarela mau berpartisipasi dalam acara ini. Jangan lupa, besok pagi (pagi ini) kita ulangi lagi kejadian ini. Kita bikin rekor baru agar Indonesia tercatat di dunia internasional,''' ucapnya. Hari ini, bertepatan HUT Ke-64 Kemerdekaan RI, akan dilakukan pemecahan rekor dunia The Most People Scuba Diving Simultan. Yaitu, melakukan upacara kemerdekaan di bawah air. (jpnn)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang