Sabtu, 15 Agustus 2009

Bangunan Bekas Penangkaran Bibit Udang di Desa Sungai Buntu Kecamatan Pedes, Tinggal Puing

TINGGAL RERUNTUHAN: Saat dibangun dan beroperasi, bangunan bekas penangkaran bibit udang di Desa Sungaibuntu Kecamatan Pedes ini berada jauh dari bibir pantai. Namun saat ini bangunan yang tadinya kokoh itu hanya menyisakan reruntuhan setelah bertahun-tahun dihantam abrasi yang mengganas di pesisir itu. Menurut pengakuan penduduk sekitar, sejak beberapa tahun terakhir ini, 50 meteran daratan di kawasan ini telah hilang digerus ombak.

Karawang Expo Dianggap Mubajir, Produk Unggulan Karawang Malah Tidak Dipentingkan

JAJARAN stand di Karawang Expo 2009.

KARAWANG, RAKA- Perhelatan Karawang Expo 2009 yang berlokasi di depan pintu utama Stadion Singaperbangsa Karawang dianggap sejumlah kalangan sebagai kegiatan yang mubajir. Pasalnya, keberadaan Karawang Expo yang diharapkan dapat menjadi sarana dan prasarana informasi hasil pembangunan dan hiburan masyarakat, masih sangat jauh dari harapan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua LSM Lodaya Karawang Nace Permana, SE kepada Wartawan Jumat (14/8) kemarin. Menurut Nace, produk-produk yang dipamerkan pada kegiatan tersebut tidak ada yang aneh, karena hampir semuanya dengan mudah didapatkan di pasaran. "Karawang Expo itu tak ubahnya seperti memindahkan sementara aktivitas di pasar-pasar tradisional dan modern. Malah kalau mau jujur kegiatan itu hampir tidak ada bedanya dengan pasar malam yang ada di pedesaan," ujar Nace.

Dikatakannya, penyelenggaraan Karawang Expo belum mengena pada sasaran. Yang enak justru Event Organizer (EO)-nya. Lihat saja, di stand-stand kecamatan, yang dijual opak dan ranginan saja. Yang dijual itu-itu lagi. Ini artinya koordinasi antara pengrajin dengan Pemkab Karawang belum nyambung. "Padahal produk-produk unggulan Karawang sebenarnya cukup banyak, tapi sangat sulit kita temukan di pameran tersebut," katanya.

Seharusnya, tandas Nace, penyelenggaraan Karawang Expo ini dapat meningkatkan jatidiri Karawang. Tentunya, dengan memperkenalkan produk-produk unggulan Karawang kepada masyarakat luas. Selain itu, keberadaan panggung hiburan, jangan monoton atau terpaku kepada musik modern. "Sesekali seni budaya khas Karawang juga harus ditampilkan," pintanya.
Penyelenggaraan Karawang Expo yang memanfaatkan bahu dan badan jalan, lanjut Nace, malah semakin menambah persoalan tersendiri terutama tersendatnya arus lalulintas.

Padahal,sambung dia, alangkah baiknya bila kegiatan itu berlokasi di lapangan Karangpawitan, Stadion Singaperbangsa atau tempat-tempat lain yang tidak menggangu aktivitas masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Ketua DPRD Karawang Karda Wiranata. Menurutnya, penyelenggaraan Karawang Expo yang menggunakan dana ABPD sebesar Rp 250 juta harus mampu menjadi sebagai sarana promosi, informasi dan hiburan.

Karawang Expo ke depan, kata dia, harus lebih maju dan lebih mempromosikan produk-produk asli Karawang. "Keberadaan perusahaan-perusahaan besar hanyalah sebatas penggembira dan bukan yang utama," ujarnya. Mengingat penyelenggaraan ini sudah merupakan yang kedua kalinya, juga di lokasi yang sama, pihaknya nanti akan mempertanyakan hasil nyata pelaksanaan kegiatan tersebut."Ini perlu, karena kegiatan ini menggunakan uang rakyat," tegas Karda.

Staf Marketing PT Camico Loyalindo Budi mengatakan, dari 100 stand yang menyemarakkan Karawang Expo, 90 persen diantaranya memperkenalkan produk-produk Karawang atau perusahaan-perusahaan dari Jakarta yang memiliki perwakilan di Karawang. Soal penentuan lokasi, kata Budi, bukanlah atas kemauan pihaknya melainkan sepenuhnya atas persetujuan BUpati Karawang."Maunya sih kita lapangan Karangpawitan karena lokasi ini masih tergolong kecil," ujarnya.

Menanggapi acara hiburan yang didominasi musik modern, Budi menyatakan, terkait pengisian acara hiburan sudah bukan lagi menjadi tanggungjawab mereka. Soal acara, sambungnya, sepenuhnya sudah menjadi kewenangan Asda Production yang berada dibawah kendali Dinas Penerangan Pariwisata dan BUdaya (Dispenparbud). "Silahkan saja tanya langsung ke bu Heny. Mungkin bisa saja nanti acara lagu-lagu sunda atau jaipong dilaksanakan menjelang penutupan," ungkapnya.

Keberadaan panggung hiburan dalam acara ini, timpal Wakil Ketua Pelaksana Karawang Expo Yusferizal, bukanlah sasaran utama karena sasaran utama kegiatan ini adalah Karawang Expo. Panggung hiburan diadakan untuk menarik minat pengunjung."Budaya Karawang sudah kita tampilkan pada saat pembukaan. Lagi pula, masyarakat yang datang ke lokasi ini tidak kami cash karena kami tidak menjual tiket seperti yang ada di daerah lain," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Karawang Dadang S Mucthar saat membuka penyelenggaraan Karawang Expo ini Rabu (12/8) lalu mengatakan, Karawang Expo merupakan pameran pembangunan Karawang untuk menunjukkan perkembangan Karawang, baik di bidang industri, pertanian maupun yang lainnya. Sehingga setelah digelarnya Karawang Expo, Karawang akan lebih maju lagi"Adanya perhelatan karawang Expo yang akan digelar selama tujuh hari, saya harap bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat Karawang yang haus akan hiburan," katanya.

Ketika disinggung, mengenai tujuan Karawang Expo, Bupati mengatakan, perhelatan tersebut diharapkan bisa dijadikan sarana dan prasarana informasi hasil pembangunan dan hiburan masyarakat Karawang. "Karawang sekarang berbeda dengan Karawang yang dulu, sekarang pertanian menjadi industri. Kita memiliki 500 pabrik dan objek pariwisata yang bisa dinikmati oleh semua orang. Makanya masyarakat Karawang harus bisa menikmati dan memanfaatkan Karawang Expo," tandasnya. (ops/psn)

Noordin M. Top Komandan Tempur yang Mudah Nangis

KONTROVERSI: Rumah dan para tetangga Noordin M Top di Pontian.

Perilaku Noordin M. Top menebar teror dengan alasan menegakkan akidah Islam memunculkan pro-kontra di mata kerabat dan sahabat kecilnya. Namun, teman serta tetangganya di Pontian, Johor, Malaysia, itu sepakat bahwa Noordin dulu adalah orang yang lembut dan gampang tersentuh.

TERMOMETER di sudut jalan Pontian, Johor, Malaysia, menunjuk angka 34 derajat celsius kemarin. Cukup terik. Di kedai makan di perempatan jalan arteri Pontian-Kuala Lumpur, lima orang asyik bercengkerama. Topiknya, berita yang sedang panas, Noordin M. Top yang lolos dari sergapan Densus 88 di Dusun Beji, Kedu, Temanggung, Jawa tengah.

''Noordin tu bukan orang sembarangan. Macam Mas Slamet Kastari yang wajah dan penampilannya seperti orang kebanyakan. Tapi, coba tengok, sel berlapis (di penjara) Singapura bisa dia kelabui dengan mudah,'' kata pria yang mengaku teman sekolah Noordin bernama Yusuf.

Pria 42 tahun itu akrab dengan Noordin ketika sekolah di Pontian. Dia yakin masih bisa mengenali Noordin, meski gembong teroris tersebut menyamar. ''Pada 2002-2003, ada pasukan polisi yang datang ke kampung ini dan memeriksa. Ketika itu, kami baru tahu ada yang tak benar dengan kawanku tu,'' tuturnya.

Yusuf juga kepingin bertemu kembali dengan teman lamanya tersebut. Tapi, dia mengaku tak tahu harus berbuat apa jika bertemu Noordin. ''Mungkin saya akan mencoba menasihati agar dia mengakhiri perjuangan dan menjalani hukuman dengan bertobat,'' katanya. ''Tapi, saya merasatak berhak menentukan jalan hidup yang harus dilakoni Noordin,'' sambungnya buru-buru.

Salah seorang mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang ditemui di sebuah tempat di Malaysia berpendapat, organisasi yang dijalankan Noordin sekarang sudah menyimpang dari tujuan Jamaah. ''Noordin kini lebih banyak bekerja dan merencanakan aksinya sendiri tanpa komando dari pusat,'' ungkapnya.

Memang, Noordin dan sejumlah pelaku pengeboman di Indonesia merupakan anggota JI. Tapi, hasil rekrutannya yang kerap menjadi pengantin -sebutan untuk pelaku bom bunuh diri- tidak bisa disebut anggota JI.

Menurut dia, Noordin kini lebih pas disebut thoifah muqotilah atau komandan pasukan tempur. Mereka bisa bertindak langsung dan merencanakan ''jihad'' tanpa menunggu persetujuan imam. ''Dengan begitu, Noordin merasa menjadi salah seorang tokoh JI yang benar-benar menjalankan visi dan misi Islam daripada tokoh lain yang hanya bisa diam dan tidak berbuat apa pun,'' paparnya.

Menurut pria yang sudah meninggalkan JI tersebut, Noordin terlibat dalam gerakan radikal itu setelah terpilih menjadi Dewan Petinggi Sekolah Luqmanul Hakim menggantikan Muklas alias Ali Ghufron. ''Noordin terpilih karena dia berkewarganegaraan Malaysia. Itu sesuai peraturan pemerintah Malaysia yang mengeluarkan izin,'' jelasnya.

Noordin yang ketika itu menjadi tenaga pengajar di Universiti Technology Malaysia (UTM) berteman akrab dengan Amrozi, Muklas, Ali Imron, Hambali, Zulkarnaen, Faturrahman Al Ghozi, Dulmatin, Imam Samudra, dan rekan sekampus yang merekrutnya, Dr Azhari.

''Seperti Hambali, Noordin pun menemukan istrinya, Siti Rahmah, di sana (Luqmanul Hakim, Red),'' tuturnya. Sepanjang pengetahuan dia, Noordin setidaknya mulai bergabung dengan lembaga pengajian dan ceramah di Luqmanul Hakim pada awal 1996. Ketika itu, Noordin sedang dalam proses menyelesaikan gelar S-1 di UTM.

Dia menggambarkan Noordin sebagai sosok yang mudah tersentuh hatinya. ''Noordin kerap menangis mendengar ceramah atau membaca berita tentang kekejaman Yahudi dan Amerika Serikat di Palestina serta penindasan terhadap umat Islam di tempat lain,'' kenang mantan anggota Kumpulan Mujahidin Malaysia (KMM) tersebut.

Selain sebagai kepala Luqmanul Hakim, Noordin menjadi akuntan. Dia punya banyak relasi dan merekrut sejumlah orang berduit untuk membentuk jaringan. Di antara orang-orang itu, kata dia, ada yang hingga kini aktif di sejumlah perusahaan multinasional dan sebuah perusahaan penyedia jasa telekomunikasi terbesar di Malaysia. ''Tapi, saya tak tahu apakah dia masih menyokong dana sampai sekarang atau sudah berhenti,'' katanya.

Bagi sebagian warga Malaysia, Noordin dianggap pahlawan. Pandangan itu berdasar pemahaman bahwa perlakuan Amerika Serikat (AS) dan Yahudi selama ini selalu mendiskreditkan Islam. Bahkan, memberikan cap, Islam mengajarkan teror dan kekerasan.

''Langkah Noordin itu adalah pilihan personal. Kami sebagai orang Islam menghargai dan menghormati orang-orang yang punya pilihan dalam hidup, tidak mengambang,'' ujarnya.
Tapi, mengapa Indonesia jadi sasaran teror? Pria yang tak bersedia namanya disebutkan itu memberikan berbagai alasan. ''Secara akidah, Islam di Indonesia sudah bergeser karena pengaruh Yahudi dan AS,'' ungkapnya.

Apalagi, pejuang disarankan memilih lokasi strategis dan potensial agar berdampak maksimal. ''Ini bukan lagi masalah bangsa atau nasionalisme. Tapi, jauh di atas itu. Yakni, kewajiban utama setiap muslim untuk memerangi kaum kafir dan mereka yang merusak akidah Islam,'' tegasnya.

Namun, warga lain menilai bahwa Noordin adalah orang yang tersesat. Dia lebih memilih menebar teror dan meninggalkan anak-istrinya. Perempuan yang mengaku sebagai teman masa remaja Noordin di Pontian mengungkapkan, Noordin dulu merupakan sosok ayah yang baik dan suami yang bertanggung jawab. ''Pribadinya hangat. Dia suka anak-anak,'' katanya.

Kini, anak-anak Noordin telah tumbuh besar dan tak mengenal ayahnya. ''Pernah saya bertemu anak-anaknya. Mereka tampak asing ketika saya bertanya, mana ayah kalian? Tatapan mata mereka penuh tanda tanya,'' tutur perempuan itu. Matanya berkaca-kaca.

Bisa jadi, ketiga anak Noordin tak peduli pada ayahnya. Di Pesantren Luqmanul Hakim Minggu lalu, mereka -si sulung laki-laki berusia sepuluh tahun dan dua adik perempuannya berumur sembilan dan delapan tahun- bersepeda di halaman serta bergurau bersama teman-temannya.

Bahkan, si bungsu sudah terbiasa dengan kehadiran orang asing di lingkungannya. Tapi, ketika dihampiri, seseorang memanggilnya dari balik pintu. ''Anda lihat sendiri seperti apa keluarga yang ditinggalkannya sekarang,'' katanya.

''Saya sebagai wanita yang pernah mengenalnya merasa ada yang tidak benar pada Noordin. Dia meninggalkan keluarga yang (bagi sebagian besar orang, Red) merupakan surga dunia bagi seorang ayah,'' tambahnya. Perempuan itu menghapus air matanya. (JPNN, Malaysia )

Raihaanun Nabila Kembali setelah Vakum

SETELAH muncul dalam film Badai Pasti Berlalu (2007) dan menikah dengan sutradara Teddy Soeriaatmadja, karir aktris Raihaanun Nabila redup. Tapi, kini dia siap akting lagi. Apa kabar Raihaanun?

"Baru ada waktu sekarang. Dua tahun, saya khusus jagain anak sama sibuk kuliah. Kebetulan lagi cuti, saya pengin main film lagi. Rasanya deg-degan banget. Berdebar saat mau mulai lagi. Pas casting saja, saya bingung mesti gimana? Mesti ada nangis-nangisnya segala. Itu semua hal yang pernah saya alami dua tahun lalu, waktu saya akting. Terus, dua tahun kemudian, saya kagok. Tapi, dibantu dengan reading dan workshop selama sebulan, sedikit-sedikit saya mulai terasah lagi, "ujarnya.

Selama setahun lima bulan ia berkeluarga. "Kini Sudah bisa saya tinggal. Saya juga sudah nggak memberikan ASI, sudah bisa saya titipin, tapi sama orang tua saya. Sebelum menikah, saya aktif di beberapa sinetron, lalu main di Badai Pasti Berlalu. Jadi, memang aktif di akting, lalu tiba-tiba stop akting selama dua tahun. Tapi, saya juga nikmatin banget memerankan ibu dan seorang istri, "ungkapnya.

Ditanya soal rasanya berkeluarga, Haanun mengaku bahagia jadi seorang ibu rumah tangga. "Enak banget lah selama dua tahun itu menjadi ibu. Jadi, nggak keberatan juga meski vakum akting. Pada dasarnya, saya bertanya-tanya dulu untuk kembali kerja, boleh nggak. Yang penting, prinsip-prinsip dasar menjadi seorang istri nggak saya tinggalin. Mas Teddy pun nggak melarang saya kerja," paparnya.

wanita kelahiran 7 Juni 1988 ini banyak dikenal ketika dirinya mulai membintangi film “Badai Pasti Berlalu”. Mengawali karirnya menjadi finalis GADIS Sampul 2003 membuat dirinya menjadi layak untuk memasuki dunia hiburan tanah air. Dari situ Haanun sapaan akrabnya, mulai membintangi sejumlah iklan dan bahkan bermain di beberapa sinetron.

Karirnya dimulai ketika dirinya menjadi finalis Gadis sampul 2003. Semuanya dilewati tidak dengan mudahnya, Haanun yang sejak kecil nya dikenal sebagi sosok yang pemalu membuatnya susah ketika diajak oleh kakaknya untuk mengikuti ajang pemilihan Gadis Sampul tahun 2003 lalu. Kakaknya pun tetap mengirimkan biodata sang adik walaupun dirinya menolak.

Semuanya tidak sia – sia, Haanun pun dinyatakan lolos oleh pihak juri untuk menjadi salah satu finalis gadis sampul. Rasa percaya dirinya muncul ketika dirinya mengikuti karantina. Haanun pun berubah menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri, dari sinilah haanun berani untuk terjun ke dunia sinetron.

Tidak disangka ia pun dipanggil oleh pihak “Multivision Plus” setelah mengikuti beberapa kasting akhirnya haanun pun dipanggil oleh pihak “Multivision Plus” untuk membintangi salah satu sinetron mereka berjudul “Kawin gantung”. Dari sinetron Haanun pun terjun ke dunia perfilman. Film yang melambungkan namanya yaitu “Badai Pasti Berlalu”. (raka)

Pembentukan Fraksi di DPRD Karawang Molor, Kepengurusan Fraksi Demokrat Belum Selesai

KARAWANG, RAKA– Rencana DPRD untuk membentuk fraksi-fraksi pada pekan ini, ternyata tidak kesampaian. Karena hingga Jum`at (14/8), masih ada 9 orang wakil rakyat dari Partai Demokrat belum juga menyerahkan daftar kepengurusan untuk fraksinya ke Pimpinan DPRD sementara melalui setwan. Padahal, dari pantauan RAKA selama sepekan terakhir, telah dua kali semua anggota DPRD baru dari parpolnya Susilo Bambang Yudhoyono tersebut melakukan rapat internal di ruang Komisi B yang jadi tempat ngantor sementara kubunya.

“Sebenarnya rapat internal kami sebagai anggota dewan dari Partai Demokrat hanya sekedar sharing pengalaman. Misalnya membahas mengenai PR anggota DPRD periode 2004-2009 yang harus diselesaikan sekarang kedepan. Termasuk bagaimana kami melakukan peran sesuai tugas pokok dan fungsi sebagai wakil rakyat,” demikian dalih yang sempat dikemukakan Muhtar, SH, anggota lama yang kembali terpilih dari Partai Demokrat.

Penjelasan Muhtar berbeda dengan apa yang diakui rekannya, Asep Oki Tahkik. Muka baru di gedung legislatif Karawang ini tidak memungkiri bahwa pertemuan intensif yang dilakukan pihaknya adalah termasuk membahas berbagai pilihan dalam menempatkan personil di Fraksi Demokrat. “Kita memang belum sampai pada kata sepakat, siapa yang bakal diposisikan sebagai ketua maupun sekretaris fraksi,” ujar Oki.

Menurutnya pula, semua lebih memilih untuk tetap manut pada apa yang jadi keputusan partainya melalui Tim 9. “Menurut rencana sih kami hari Jum`at (14/8) ini sowan ke DPP di Jakarta. Mohon maaf, saya tidak bisa menyebut sekarang siapa yang dianggap layak menempati kursi pimpinan fraksi. Termasuk untuk Pimpinan DPRD nanti. Kita tunggu saja hasil dari rekomendasi Tim 9. Yang pasti, kami semua manut pada apapun keputusan partai,” tandas Oki mempertegas.

Berbeda dengan Partai Golkar. Pemilik 8 kursi di DPRD Karawang hasil Pemilu 2009 ini telah merekomendasikan nama yang diajukan bagi ketua fraksi adalah Ir.Teddy Luthfiana dari partainya sendiri. Sedangkan kursi sekretaris fraksi diberikan kepada Bambang Maryono dari PAN. Alasannya, seperti dijelaskan Wakil Ketua DPD Partai Golkar, Timi Nurjaman, demi pemerataan. Mengingat, fraksinya telah membuka pintu bagi dua kursi yang diperoleh PAN dan PBR untuk bergabung. “Penempatan personil di pimpinan fraksi sudah tidak masalah. Hanya mengenai siapa orang yang layak ditempatkan di Pimpinan DPRD, Partai Golkar masih harus melakukan seleksi ketat.

Berdasarkan kriteria yang ditetapkan DPD harus anggota DPRD dari Partai Golkar dengan basic pendidikan minimal sarjana strata 1, memiliki pengalaman di organisasi yang cukup mumpuni, dan berwawasan luas. Yang memungkinkan dari kriteria ini terdapat nama Teddy Luthfiana dan H.Warman. Penentunya tunggu hasil seleksi di DPD. Hasilnya nanti dibahas di rapat harian, serta pleno DPD pekan depan,” jelas Timi. Sedangkan kubu PDI-P, menurut keterangan beberapa orang anggotanya di DPRD menyebutkan, tidak terlalu banyak syarat yang jadi pedoman parpolnya, kecuali lebih mengedepankan orang-orang senior di internal PDI-P maupun di lembaga legislatif ini.

Mereka mengaku telah sepakat menunjuk Tono Bahtiar sebagai ketua fraksi, didampingi sekretarisnya Deden Irwan Risyadi. “Khusus yang ditempatkan di kursi Ketua DPRD, kami telah siap menempatkan Karda Wiranata. Ini realitas politik yang diatur berdasarkan Undang-undang susduk. Bahwa PDI-P sebagai pemenang Pemilu di Karawang berhak menduduki kursi ketua dewan,” tegasnya serempak. (vins)

Tugu Proklamasi Rengasdengklok Akan Diperbaiki

Janda pejuang perintis kemerde-kaan mendapat uang kadeu-deuh dari bupati.

KARAWANG, RAKA – Selain Tugu Proklamasi Rengasdengklok, Pemkab juga telah menyiapkan anggaran untuk perbaikan Tugu Surotokunto di Rawagabus. Kendati tidak disebutkan berapa nilai anggran yang disiapkan, namun informasi yang diperoleh memastikan angka itu di atas Rp 200 juta.

Penegasan tersebut sempat dikemukakan Bupati Dadang S. Muchtar saat mengikuti acara 'riung mumpulung' dengan keluarga para pejuang perintis kemerdekaan RI di aula Husni Hamid, Jum`at (14/8) sore. “Banyak peninggalan sejarah yang kurang terurus hingga kebersihannya tidak terawat, seperti halnya Tugu Surotokunto,” ucap bupati.

Oleh karenanya, mulai tahun ini pihaknya siap memugar kembali keberadaan beberapa tempat peninggalan sejarah agar kelestariannya tetap terjaga. Termasuk Rawagede hingga keberadaan makam Syech Quro yang kini jadi tujuan wisata ziarah, bupati menyebut, bakal pula ditambah perbaikannya. Begitu pun akses jalan ke tempat-tempat tersebut telah direncanakannya untuk dicor.

Dalam kesempatan yang sama, bupati turut memberikan uang kadeudeuh bagi 10 orang janda pejuang perintis kemerdekaan RI, masing-masing diberikan Rp 2 juta per orang. Uang kadeuduh ini, menurutnya, tahun sekarang bertambah dari sebelumnya hanya Rp 1 juta per orang. Bahkan dijanjikannya pada tahun depan harus bisa sampai minimal Rp 2,5 juta atau lebih. “Saya kira hal yang sangat penting kalau kita semua punya perhatian penuh kepada keluarga para pejuang kemerdekaan RI,” tandas bupati.

Selain itu, sebagai bagian dari kegiatan rutin menjelang HUT Kemerdekaan RI, bupati secara simbolis menyerahkan penghargaan Satya Lencana Karya Satya dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bagi 282 orang PNS di lingkungan Pemkab Karawang. Mereka telah dinilai mampu mengemban tugas sebagai abdi negara berdasarkan lamanya pengabdian selaku aparatur pemerintah.

Dari penghargaan sebanyak itu, di antaranya 55 orang PNS yang telah mengabdi selama 30 tahun, 165 orang PNS yang masa pengabdiannya 20 tahun, dan 62 orang PNS yang baru mengabdi 10 tahun. Pesan bupati, kalangan PNS ini diharapkan makin terus meningkatkan kinerjanya lebih baik dalam melayani rakyat. Dan sempat pula diingatkannya, agar mereka (PNS) tetap bersikap netral dalam setiap kegiatan politik praktis. (vins)

KPUD Karawang Sudah Hitung Anggaran Pilbup

KARAWANG, RAKA – Setelah dinyatakan usai seluruh proses tahapan Pilpres 2009, KPUD Karawang sudah mulai ancang-ancang menghadapi pelaksanaan Pilkada 2010. Diperkirakan tahapan pemilihan bupati dan wakil bupati ini dimulai April tahun depan.

Menurut Sekretaris KPUD, Hadis Herdiana, memasuki tahapan awal nanti, pihaknya sebagai lembaga penyelenggara bakal memulai dengan membuka rekrutmen calon anggota PPK dan PPS, pembentukan Panwas kabupaten hingga kecamatan, serta melakukan pemutakhiran data pemilih sementara.

“Kita merancang rencana jadwal tahapan Pilkada 2010 berdasarkan perkiraan hitungan dua kali putaran. Semua kemungkinan harus diantisipasi dari sekarang. Jangan sampai akhirnya kerepotan sendiri. Terutama mengenai waktu bagi proses persidangan bila hasil pemilihan menuai gugatan di Pengadilan Tinggi dari kubu pasangan calon,” tutur Hadis.

Selain itu, Hadis juga menyebut, selama tahapan Pilkada berlangsung bukan hanya soal kemungkinan gugatan yang harus diantisipasi, tapi terpotongnya waktu memasuki Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri menjadi penting diperhatikan pihaknya. Apalagi jika di antara pasangan calon ada yang maju bertarung sebagai calon independen atau perseorangan.

“Khusus bagi calon independen harus dilakukan verifikasi faktual di lapangan. Ini membutuhkan waktu tidak sebentar. Makanya dari sekarang kita sedang hitung kemungkinan-kemungkinan tersebut. Sementara di sisi lain, UU No.22/2007 tentang penyelenggaraan Pemilu telah menentukan seluruh tahapan Pilkada 8 bulan,” ujar Hadis.

Bila mengacu pada ketentuan itu, lanjut Hadis, berarti pemberitahuan dari DPRD mengenai masa akhir jabatan bupati dan wakil bupati periode 2005-2010 yang habis 16 Desember 2010, harus sudah disampaikan Juli tahun depan. Sehingga pelaksanaan pemilihan putaran pertama, Oktober di tahun yang sama bisa berjalan.

“Untuk memilih tanggal hari pemilihan saja kita perlu mencari tanggal dua digit. Sebab kalau hanya satu digit, khawatir dipolitisir pihak tertentu yang dikesankan memiliki keberpihakan kepada calon tertentu yang memiliki nomor urut sama dengan tanggal pemilihan. Ini sangat kita hindari. Namun semua jadwal masih sedang dirancang. Belum fixed,” tandas Hadis.

Mengenai kebutuhan anggaran bagi pembiayaan seluruh tahapan Pilkada 2010, Hadis telah menghitung sekitar Rp 41.829.590.950,- untuk dua kali putaran. Apabila hasil pemilihan dinyatakan cukup satu kali putaran, Hadis yakin, biaya yang diperlukan hanya Rp 28.799.128.350,-. Artinya, kalau sampai putaran kedua, penambahan biaya cukup Rp 13.030.462.600,-.

“Kebutuhan biaya tahap kedua jauh lebih sedikit dibanding putaran pertama karena hanya untuk menambah biaya operasional. Terbukti, pada Pilkada 2005 saja yang cukup satu kali putaran cuma menghabiskan anggaran Rp 13.972.200.000,-. Sebagai penentu Pilkada 2010 bisa satu kali putaran apabila di antara pasangan calon mampu mendulang suara di atas 30 persen. Ini memang berbeda dengan Pilkada 2005 lalu,” ungkap Hadis.

Alasan kenaikan rencana anggaran biaya yang sangat signifikan untuk pelaksanaan Pilkada 2010, kata Hadis, disebabkan oleh naiknya standarisasi honorarium yang didasarkan pada pelaksanaan Pemilu legislatif dan Pilpres 2009. Ditambah, sekarang diharuskan adanya Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) 1 orang di setiap TPS. Standar honorariumnya Rp 300 ribu per orang.

“Bukan hanya sampai disitu. Bertambahnya jumlah pemilih sangat berpengaruh pada kebutuhan anggaran operasional. Diperkirakan jumlah hak pilih pada Pilkada 2010 mencapai 1.579.600 orang. Atau bertambah 224.700 orang dibanding Pilkada 2005 yang hanya mencatat 1.354.900 orang pemilih. Jelas bertambahnya jumlah pemilih tersebut berdampak pada kebutuhan ketersediaan TPS. Diprediksi, kedepan jumlah TPS menjadi 3.717 TPS. Pilkada sebelumnya hanya 2.582 TPS,” urai Hadis.

Selain itu, jumlah penyelenggara juga, dinilai Hadis, turut membengkak, khususnya di tingkat KPPS. Di Pilkada 2005 cukup 23.238 KPPS, tapi kebutuhan Pilkada 2010 menjadi 33.453 KPPS. Belum lagi ditambah biaya advokasi hukum guna mengantisipasi sengketa hukum. Termasuk biaya verifikasi administrasi dan faktual dukungan bakal pasangan calon perseorangan.

“Pembentukan Panwas untuk Pilkada 2010 kan langsung oleh KPUD. Bukan lagi dijaring melalui DPRD seperti Pilkada sebelumnya. Ini pun jelas membutuhkan anggaran tidak sedikit. Dengan asumsi perhitungan kebutuhan anggaran disesuaikan kondisi sekarang ditengah krisis ekonomi global, maka RAB (Rencana Anggaran Biaya -red) tetap dengan mengedepankan semangat efisiensi. Sebelumnya kita ajukan anggaran Rp 43.316.386.950,-, menjadi hanya Rp 41.829.590.950,-. Artinya dihemat sampai Rp 1.486.796.000,-,” pungkas Hadis. (vins)

Ungkap Ketua UKM Pramuka Unsika, Pramuka Harus Inovatif


KLARI, RAKA
- Minat siswa saat ini terhadap kegiatan ekstrakulikuler Pramuka dinilai menurun, terutama di kalangan pelajar SLTP dan SLTA. Sehingga dengan menurunnya minat siswa terhadap Pramuka, organisasi ini secara perlahan mulai ditinggalkan.

Momen HUT pramuka kali ini, harus dijadikan ajang refleksi, agar Pramuka bisa tetap eksis dan antusiasme siswa terhadap Pramuka bisa kembali tinggi. Hal tersebut dikatakan Ketua UKM Pramuka Unsika Lukman Hakim kepada RAKA, Jum'at (14/8) siang, di kediamannya.

Menurutnya, penyebab mulai ditinggalkannya Pramuka oleh pelajar, karena Pramuka terkesan ketinggalan jaman. Mulai dari pakaian dan hal lainnya, sehingga pelajar enggan untuk mengikutinya. Saat ini minat pelajar lebih besar mengikuti ekstrakulikuler yang lain semisal Paskibra. Padahal sebetulnya, teknik dasar Paskibra berasal dari Pramuka. "Paskibra terlihat lebih modren dan seragamnya pun terlihat modis, berbeda dengan seragam Pramuka yang terlihat jaman dulu. Sehingga mulai ditinggalkan oleh pelajar," tuturnya.

Dia melanjutkan, Pramuka merupakan salah satu ekstrakulikuler yang sangat bermanfaat bagi perkembangan siswa. Selain mengajarkan kedisiplinan, Pramuka juga mengajarkan kemandirian dan mengajarkan agar tetap bisa bertahan hidup di tengah kesulitan yang dihadapi. Di tengah kondisi sulit seperti saat ini, pelajaran tersebut perlu diterapkan pada siswa. "Pramuka telah mewarnai pemikiran hidup saya dan hal ini perlu dimiliki oleh setiap siswa. Agar mereka bisa berahan di tengah kesulitan yang ada," tururnya.

Mengingat pentingnya Pramuka bagi siswa, lanjut Lukman, Pramuka harus melakukan langkah-langkah inovatif untuk menarik minat siswa. Karena tanpa dilakukan hal tersebut, minat siswa terhadap Pramuka tidak akan bertambah. Inovasi yang dilakukan, mulai dari pakaian hingga dari teknis kepramukaan yang diajarkan kepada siswa. Di beberapa pesantren moderen, inovasi telah dilakukan, misalnya dalam pembuatan pionering dari robot. "Pakaian juga perlu dilakukan inovasi, agar siswa memiliki kebanggaan terhadap seragam Pramuka," jelasnya.

Selain itu, tuturnya, atribut Pramuka juga perlu dilakukan modifikasi dan harus didesain sedemikian rupa agar terlihat menarik. Dengan melakukan inovasi tersebut, dia meyakini minat siswa akan kembali meningkat. "Saya berharap ke depan Pramuka bisa tetap eksis dan lebih maju. Karena pelajaran yang ada di Pramuka sangat berguna bagi kehidupan," harapnya. (asy)

Harga Obat Beratkan Petani Kamojing, Kecamatan Cikampek


MENGELUH: Petani Kamojing, Cikampek, mengeluhkan tingginya harga obat pertanian.
CIKAMPEK, RAKA - Harga pupuk dinilai tinggi bagi sebagian petani, sehingga beban petani menjadi lebih berat untuk bertani. Sementara, kebutuhan petani bukan hanya untuk membeli obat, melainkan ada kebutuhan yang lain yang sama pentingnya.

Seperti yang dikemukakan oleh petani asal Kamojing, Kecamatan Cikampek, Enju (65), ketika ditemui RAKA, Jum'at (14/8) siang. Menurutnya, saat ini harga obat yang tadinya Rp 14 ribu, harganya naik mencapai Rp 40 ribu. Bahkan untuk pupuk score, harganya kini mencapai Rp 115 ribu. Hal tersebut membuat biaya bertaninya menjadi meninggi.

Belum lagi, lanjutnya, kendala lainnya yang dapat menghambat proses bertani. "Saat ini biaya bertani cukup tinggi, terutama untuk membeli obat. Harganya saat ini cukup mahal, membuat saya menarik nafas dalam-dalam. Saya berharap harga pupuk bisa lebih rendah dari harga yang sekarang. Supaya biaya bertani tidak terlalu tinggi," lanjutnya.

Selain itu, permasalahan air sering menjadi kedala petani. Untungnya, saat ini padi yang ditamannya sudah mulai dipanen. Sehingga air tidak menghambat pertumbuhan padinya. Dari hasil panennya sekarang, dia menilai cukup bagus. Dari 3800 meter luas sawah yang dimilikinya, dia mendapatkan hasil 2 ton padi. Pada tanam padi kali ini, dia menuturkan, tidak ada hama yang mengganggu padi yang ditanamnya. "Panen kali ini cukup bagus, tidak ada hama yang menyerang padi. Tapi yang menjadi kendala harga pupuk masih tinggi," tuturnya.

Sama halnya dengan Enju, petani Desa Cikampek Pusaka, Maman (67) menambahkan, obat padi merupakan keperluan bertani yang tidak dapat dihilangkan. Karena tanpa obat tersebut, bertani tidak akan mulus. Tapi harganya sekarang terlalu tinggi, sehingga memberatkannya. Dia juga menambahkan, di sawahnya saat ini, sudah mengalami kekurangan air, sehingga pertumbuhan padinya menjadi tidak bagus. "Saat ini, padi saya masih membutuhkan air. Tapi kondisinya sekarang pasokan air sudah tidak ada. Keadaan ini, membuat pertumbuhan padi menjadi jelek, hasilnya tidak maksimal," terangnya.

Salah satu pemasok air ke sawahnya, berasal dari Situ Kamojing. Tapi keadaan situ saat sedang surut. Dia mengeluhkan, kondisi situ yang surut, dimanfaatkan petani menjadi sawah. Soalnya, tindakan tersebut membuat sisa air yang ada di situ tersebut tidak mengalir. "Kalau situ tidak dijadikan sawah, walaupun sedikit airnya masih bisa mengaliri sawah. Tapi kondisinya saat ini memprihatinkan. Air di sawah sudah kering, paling mengandalkan air yang mengalir di Karanggelam," pungkasnya. (asy)

TKW Cilamaya Diduga Diperas, Setelah Pulang Masih Dimintai Biaya Proses Penempatan

CILAMAYA WETAN, RAKA - Persoalan tenaga kerja Indonesia (TKI) memang kompleks, mulai dari proses pemberangkatan sampai pemulangan, sarat dengan tindakan pemerasan yang dilakukan oleh berbagai oknum, salah satunya adalah sponsor. Nasib itu diantaranya dialami oleh Cartikah binti Taweng, Siti Aisah binti Gotas dan Olis binti Sarnaya adalah mantan TKW yang dipekerjakan di Malaysia yang baru pulang beberapa hari lalu.

Menurut, Cartikah, ketiga TKW tersebut merupakan warga Dusun Timbuljaya RT 17/08 Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan. Ketiganya dituntut membayar biaya proses penempatan kerja sebesar Rp 7,2 juta oleh LSM Barisan Rakyat Karawang yang diberikan mandat oleh sponsor untuk meminta uang tersebut kepada mereka. "Kami menolak permintaan mereka, karena biaya penempatan tersebut telah dibayarkan pada perusahaan," tuturnya.

Lebih lanjut Cartikah menuturkan bahwa benar sudah dipekerjakan di PT Matel SDN BHD, salah satu perusahaan di Penang, Malaysia, yang memproduksi miniatur mobil-mobilan. Tapi dia merasa ditipu oleh sponsor Warni yang menjanjikan kerja enak dengan gaji sebesar Rp 3 juta sampai dengan Rp 4 juta per bulan, mess gratis dan dijanjikan akan diberikan pinjaman sebesar Rp 5 juta. Namun kenyataanya, selama bekerja dia hanya menerima gaji 408 ringgit atau sekitar satu atau dua juta rupiah. "Saya merasa ditipu oleh sponsor, mereka tidak menempatkan tenaga kerja sesuai dengan yang dijanjikannya," terangnya.

Cartikah menambahkan, LSM selaku penerima kuasa dari sponsor bersikukuh meminta agar TKI membayar biaya proses penempatan tersebut. Karena kalau tidak, kasus ini akan dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sebaliknya, dari pihak TKI dengan tegas siap menghadapi tantangan LSM Barak dan akan tetap menolak untuk membayar biaya proses. "Karena biaya itu sudah ia bayar sebesar dua setengah juta rupiah kepada sponsor Warni sebelum pemberangkatan ke Malaysia," pungkasnya.

Sementara itu, aktivis Camp Migran Rohim Wijaya menyayangkan atas kejadian tersebut. Menurut informasi yang diterimanya, permasalahan tersebut sulit untuk menemukan titik temu. Sampai kepala desa setempat ikut membantu menyelesaikan permasalahan tersebut. Tapi ternyata tidak juga mendapatkan titik temu. "Permasalahan ini harus diselesaikan dengan baik, jangan sampai terus berlanjut berkepanjangan," tuturnya. (asy)

FTHSNI Karawang Perjuangkan Payung Hukum


AUDIENSI: Para pengurus FTHSNI Karawang saat melakukan audiensi dengan Wakil Bupati Hj Eli Amalia Priatna, beberapa waktu lalu.

TEMPURAN, RAKA - Forum Tenaga Honorer Sekolah Negeri Indonesia (FTHSNI) merupakan salah satu wadah bagi guru honorer yang ada di Indonesia. forum ini juga, merupakan salah satu alat untuk melakukan perjuangan di dalam dunia pendidikan. Karena yang tergabung dalam forum ini, seluruhnya berasal dari tenaga akademik.

Demikian dikatakan Ketua DPC FTHSNI Karawang Ruslan Abdul Gani, Jum'at (14/8) siang, di sekretariat DPC FTHSNI Karawang di Tempuran. Lebih lanjut dia menuturkan, guru merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia pendidikan, karena guru merupakan aktor penting untuk mensukseskan pendidikan. Maka terbentuknya forum ini, untuk membantu para guru dalam melakukan perjuangan didalam dunia pendidikan.

Pihaknya, kata Ruslan, juga siap membantu program pemerintah daerah dalam dunia pendidikan untuk terus berjalan seiringan untuk membantu mencapai tujuan pendidikan yang ada di Karawang. "Kami akan senantiasa membantu untuk menyukseskan program pemerintah daerah dalam dunia pendidikan. Karena tenaga pengajar selaku pelaksana harus sinergis dengan pemerintah sebagai pemegang program untuk meningkatkan kualitas pendidikan," papar Ketua DPC FTHSNI Karawang yang baru mendapatkan SK per 7 Mei 2009 lalu itu.

Menurutnya, sebagai ketua baru FTHSNI, banyak program yang harus diselesaikan melanjutkan kepengurusan sebelumnya. Walaupun telah berganti kepengurusan, dia menilai masih ada oknum FTHSNI yang sering melakukan konspirasi terhadap kepengurusannya sekarang. Padahal, kepengurusannya yang sekarang legalitas yang sah dari DPP FTHSNI.

Bahkan di Depkumham juga telah terdaftar dengan nomor AHU-47.AH.01.06 Tahun 2009. "Di FTHSNI, kami tidak memiliki kepentingan untuk menggunakannya di luar kepentingan pendidikan. Apalagi untuk kepentingan politik, kami ingin membangun forum ini dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Ke depan, lanjut Ruslan, pihaknya juga akan memperjuangkan mengenai payung hukum guru honorer. Karena saat ini, payung hukum dari pemerintah pusat mengenai tenaga honorer belum rampung. Pihaknya akan terus melakukan monitoring, agar payung hukum tersebut bisa segera rampung.

"Kami berharap pemerintah bisa mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) mengenai tenaga honorer, agar kami memiliki payung hukum yang jelas mengenai status kami selama ini. Karena walaupun tenaga honorer, kami juga ikut mencerdaskan kehidupan bangsa," pungkasnya.

Ditemui di tempat yang sama, pengurus PAC FTHSNI Kecamatan Tempuran Ucup Supena menambahkan, pihaknya mengajak kepada tenaga honorer yang belum tergabung dalam FTHSNI untuk turut serta di dalamnya. Melalui forum ini, perjuangan dalam dunia pendidikan bisa dilakukan secara bersama-sama.

"Saat ini belum semua guru honorer ikut dalam FTHSNI. Untuk itu, kami mengajak pada mereka yang belum bergabung, untuk bergabung dengan FTHSNI. Mudah-mudahan, bila perjuangan dilakukan secara bersama-sama, akan mudah untuk mencapai tujuan," terangnya. (asy)

Majelis Ulama Indonesia Menghimbau, Waspadai Penyusupan Teroris

Majelis Ulama Indonesia mengingatkan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan umat Islam untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan penyusupan teroris ke masjid, agar peristiwa di Masjid As Surur, Telaga Kahuripan, Bogor, tidak terulang kembali.

"Kita harus meningkatkan kewaspadaan apabila memanggil ustaz. Kalau ustaz yang kita undang bicaranya mengarah ke situ (mengajak menjadi teroris, red) dan membenarkan tindakan jihad dengan cara-cara teror, berarti ia termasuk kelompok itu (teroris, red)," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin, Jumat (14/8).

Kejadian di Masjid As Surur, kata Ma'ruf Amin, sangat mungkin disebabkan karena umat Islam tidak waspada, sehingga 'kecolongan' dengan masuknya seorang ustaz bernama Saefuddin Jaelani (SJ), yang kemudian diketahui sebagai perekrut pelaku bom bunuh diri.

"Karena itu, kita harus waspada, baik secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi. Pengurus masjid harus benar-benar waspada terhadap ustaz yang akan dipakai di masjid, sehingga tidak terjadi kecolongan," ujarnya.

Pengurus masjid juga harus melakukan pengawasan secara terus-menerus agar tidak kecolongan. Masjid juga harus meluruskan pemahaman kepada masyarakat, bahwa cara-cara berjihad melalaui aksi bom bunuh diri tidak bida dibenarkan. "Itu bukan jihad, itu teror," katanya.

Menurut KH Ma'ruf Amin, untuk meluruskan pemahaman keagamaan di masyarakat, MUI pada 2003 dan 2004 telah mengeluarkan fatwa tentang pelarangan melakukan kegiatan terorisme, pelarangan melakukan bom bunuh diri dan pelurusan makna jihad.

Di Masjid As Surur, Telaga Kahuripan, SJ melakukan perekrutan terhadap 'marbot' (penjaga masjid) As Surur bernama Dani Dwi Permana (18) untuk menjadi 'pengantin' yang meledakkan bom di Hotel JW Marriott, 17 Juli lalu. Dani Dwi Permana masuk dalam jaringan teroris, setelah tersihir oleh pesona ustaz SJ, yang dikenal oleh jemaah Masjid As Surur sebagai pemuda sangat santun dan baik.

KH Ma'ruf Amin menambahkan, umumnya para pelaku bom bunuh diri belum memiliki ilmu agama yang tinggi, sehingga mereka terjebak dalam pandangan sempit, seperti melakukan jihad dengan bom bunuh diri dan terorisme. "Agama Islam tidak merestui kekerasan. Islam bukan begitu, teror bukan jihad dan jihad bukan teror," katanya.

Amin menyangkal jikalau banyak masjid dan pesantren menjadi habitat para teroris, karena pesantren di Indonesia umumnya tidak radikal. Mereka biasanya merekrut orang-orang di luar pesantren, yang memiliki pandangan keagamaan yang dangkal dan sempit. (mi)

Tanah Merah Marak Balap Liar


RENGASDENGKLOK, RAKA
- Warga Kampung Cikelor, Kecamatan Rengasdengkok, kembali mengeluhkan aksi balap liar di daerah Tanah Merah yang dilakukan puluhan remaja. Aksi yang sempat menghilang dalam waktu yang lama ini, sejak sepekan terakhir menjelang ramadhan mulai marak terjadi.

"Menjelang Ramadan, kembali banyak remaja melakukan aksi kebut-kebutan dengan sepeda motor. Aksi itu sangat mengganggu kami sebagai disini. Mereka melakukan aksi tanpa menghiraukan ketenangan orang lain," kata Tatang (26), warga Lampineung, di sekitar lokasi balapan.

Menurut dia, meski belum terlalu mengganggu ketenangan warga namun dikhawatirkan aksi tersebut bias mengancam keselamatan para pelaku balap liar maupun orang lain. "Kami khawatir keselamatan para remaja yang nota bene datang dari sekitar wilayah Rengasdengklok boisa terancam,"katanya.

Warga lainnya, Dadang (34), mengatakan, aksi balapan dilokasi tersebut sudah menjadi kebiasaan bagi remaja Rengasdengklok dan sekitarnya. Biasanya, aksi tersebut bakal semakin marak saat awal Ramadhan hingga akhir masa Ramadhan. "Balapan ini biasa dilakukan disini. Sekarang belum terlalu mengganggu karena belum terlalu banyak remaja yang melakukan aksi tersebut, "kata Dadang.

Meski demikian, Dadang berharap, remaja yang hendak melakukan aksi liar tersebut untuk berfikir dua kali. Sebab, lanjut dia, selain mengancam keselamatan aksi mereka pun disebut dapat mengganggu ketenangan warga setempat. "Tentunya yang paling dikhawatirkanadalah keselamatan mereka selain faktor lain yakni menggangu ketenangan warga,"kata Dadang.

Lain halnya dengan Hasanudin, warga Karyasari Kecamatan Rengasdengklok. KLata dia, aksi para rtemaja yang melakukan aksi balap tersebut cukup bisa memberiukan hiburan gratis bagi warga sekitar yangmelintas kawasan tersebut.

Ia juga melihat, aksi para remaja tak melulu difokuskan pada aksi balapan namun hanya dilakukan dengan menggelar aksi free style. "Tidak semua remaja yang datang kesini melakukan aksi balapan, tapi cuma melakukan aksi free style atau unjuk kebolehan dalam mengolah keterampilan menggunakan kendaraan roda dua, "kata Hasanudin. (get)

Sangga Buana Kumandangkan Proklamasi, Drama Penculikan Proklamator Digelar


GLADIRESIK: Siswa SMAN 1 Rengadengklok menggelar gladiresik drama kolosal yang menceritakan detik-detik proklamasi sebelum dikumandangkan secara nasional di Lapangan Ikada (sekarang Monas).

RENGASDENGKLOK, RAKA
- Pada 14-16 Agustus 2009 sekarang, Yayasan Sangga Buana Karawang gelar napak tilas Proklamasi di Tugu Proklamasi Rengasdengklok. Puncak acara ini adalah hadirnya Mayjen TNI KPA Drs. H. Herman Saren Sudiro dan menampilkan drama kolosal berceritakan detik-detik Proklamasi.

Dijelaskan Ketua Umum Yayasan Sangga Buana, Suherman kepada RAKA, Jumat (14/8) siang. Pada 16 Agustus besok, digelar lomba membacakan puisi Karawang-Bekasi karya Chairil Anwar, juga membacakan teks Proklamasi. Selain itu, siswa pramuka akan diikut sertakan mengikuti lomba PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan akan mempertontonkan drama kolosal tentang perjuangn pemuda saat menculik Soekarno dari Jakarta ke Rengasdengklok.

"Drama kolosal itu merupakan bintang acara napak tilas ini. Jadi drama itu dikemas untuk mengenang kembali dtik-detik Proklamasi pada 16 Agustus 1945 lalu. Sehingga penonton bisa mengetahui peristiwa di Rengasdengklok pada hari itu, karena hari itu merupakan momen yang berpengaruh terhadap berdirinya kedaulatan Negara Republik Indonesia," jelasnya.

Besok, napak tilas akan diramaikan konvoi mobil willis dari Jakarta ke Rengasdengklok. Hari kemarin, gebyar napak tilas ini menggelar bazar yang diikuti masyarakat setempat. Hari ini, Sabtu (15/8) digelar parade band yang dimulai pukul 10.00 WIB hingga 23.00 WIB. Kemudian pada tanggal 16 besok menjelang detik-detik Proklamasi, acara akan dibuka pukul 13.30 WIB, diantaranya membaca Ayat Suci Al Qur'an, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian sambutan Bupati Karawang Drs. Dadang S. Muchtar. Acara dilanjutkan dengan mendengarkan skapur sirih pelaku sejarah Mayjen TNI KPA Drs. H. Herman Saren Sudiro dan acara ditutup dengan drama kolosal.

Tidak hanya disitu, pada malam harinya pukul 00.00 WIB digelar renungan suci di pelataran tugu kebulatan tekad Proklamasi, sebagai inspektur upacaranya dari Kodim, yaitu Kapten Infantri Kusnen. Kata Suherman, dia sangat bangga melihat animo masyarakat Rengasdengklok yang antusias terhadap kegiatan napak tilas. "Meski sosialisasi sejarah di kabupaten ini kurang mengena, tapi masyarakat malah maju dan antusias mengikuti acara napak tilas dengan segala kekurangannya," ucapnya.

Dijelaskannya, Proklamasi merupakan buah nyata perjuangan bangsa yang tertanam hampir empat ratus tahun lalu, dipupuk oleh mayat-mayat patriot dan disiram dengan darah perjuangan serta dipagari oleh bambu runcing tajam. Kebulatan tekad Proklamasi yang dihadiri berbagai elemen yang dipelopori oleh pejuang dan pasukan PETA (Pembela Tanah Air), serta tokoh pendiri negara yang terdiri dari golongan tua dan muda dalam perjalanannya yang dilalui dengan perdebatan sengit.

Tanggal 16 Agustus 1945 lalu menjadi peristiwa penting kebulatan tekad Proklamasi, dimana kesepakatan yang ditulis langsung Ir. Soekarno di Rengasdengklok diliputi suasana tegang menanti detik-detik Proklamasi untuk kemudian diboyong dan diproklamirkan di Jakarta untuk direvisi dan diketik ulang kembali lalu dibacakan pada 17 Agustus 1945 di Jalan Pegangsaan Timur, nomor 56.

Yayasan Sangga Buana salah satu dari ribuan perkumpulan yang di dalamnya terdiri dari generasi muda dan tua, selama ini bergerak di bidang pemerhati sejarah, lingkungan sosial dan kemanusiaan. Yayasan ini berkeinginan mengingatkan kepada pemerintah pusat maupun daerah dan masyarakat untuk dapat terus melahirkan cita-cita kemerdekaan bangsa Republik Indonesia yang subur makmur, gamah ripah lohjinawi. Yaitu dengan mengadakan kegiatan mengenang detik-detik sejarah Proklamasi 45. (spn)

Indonesia Masih Merana

Masyarakat Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan berjumlah lebih dari 47 juta jiwa. Pendidikan semakin mahal, kesehatan kian tak terjangkau, penggusuran sudah dipandang sebagai hal yang wajar dengan dalih demi keindahan dan kekayaan alam diserahkan kepada asing. Kata pemerhati lingkungan, Kholid AL Kautsar, kepada RAKA, kemarin.

Lebih lanjut dia mengatakan, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dijual kepada swasta lokal atau asing. Kehidupan sosial, budaya, politik dan ekonomi secara umum didominasi oleh kepentingan negara besar. Ini diakibatkan kepemimpinan yang lemah dan tidak amanah. Faktor kelemahan pertama seorang pemimpin adalah tidak mandiri. Ia bergantung pada negara besar, bahkan menjadi antek penjajah.

Keputusan yang diambil selalu melihat sikap negara besar. Selain ketergantungan pada negara lain, penguasa yang tidak tegas dan berani akan menjelma menjadi pemimpin yang lemah, tidak bisa mengatakan 'tidak'. Sejatinya, ketegasan ini ditunjukkan pada kebenaran. Salah, katakan salah dan Benar katakan benar, tidak takut kepada siapapun selain kepada Allah SWT. Konskuensinya, penerapan hukum tidak boleh tebang pilih.

Lebih tragis lagi adalah pemimpin yang tidak memiliki visi yang jelas. Arah Indonesia didasarkan pada arahan asing. Sejak tahun 2005 penguasa mengadopsi Millenium Development Goals yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa. Visi yang diemban bukan visi negeri yang rakyatnya Muslim terbesar di dunia, melainkan visi negara besar. Mereka akan berada di depan, sementara para pengekor akan tetap di belakang.Kepemimpinan yang lemah adalah karena tidak adanya kesadaran ideologis dan politis.

Langkah-langkah yang dilakukan lebih bersifat pragmatis, pikirannya tertuju pada mempertahankan kekuasaan, memenangkan Pemilu, mengembangkan bisnis keluarga atau partainya, dll, atau aktivitas yang dilakukannya hanya sekadar untuk menyenangkan pihak asing. Jika hal ini terjadi, hakikatnya pemimpin tersebut merupakan budak yang tidak memiliki kemandirian. Apalagi jika dalam kepemimpinannya tidak menjadikan Islam sebagai landasan, tidak takut akan siksa Allah ketika melanggar syariah-Nya. Karena itu pemimpin seperti ini tidak dapat diharapkan membawa kebaikan dalam kepemimpinannya.

Belum lagi sistem yang diterapkannya adalah sistem warisan kolonial. Penjajah angkat kaki, namun aturannya tetap diterapkan termasuk sekulerisme. Konsekuensinya pada masa orde lama ummat Islam dipinggirkan. Pada masa orde baru ummat Islam dicurigai dan diwaspadai serta dicap dengan tuduhan subversi. Berikutnya pada masa orde reformasi ummat Islam distigmatisasi dengan tuduhan fundamentalis dan teroris. "Padahal, mana ada aturan penjajah yang dibuat untuk memajukan rakyat jajahan. Selama sistem sekular warisan penjajah yang diterapkan, selama itu pula rakyat akan terjajah," tukas Kholid. (spn)

Bantuan Dana Kelompok Usaha Bersama di Wilayah Tempuran Masih Butuh Proses

TEMPURAN,RAKA - Akibat dana bantuan sosial bagi kelompok usaha bersama (KUB) 2008 tidak disalurkan, program pemerintah untuk memberdayakan masyarakat tahun lalu dianggap tidak berhasil. Melihat para kelompok usaha kini sudah tidak lagi berjalan.

Menurut Sekertaris camat Tempuran H Darul Amien, mengatakan dana yang dikelola oleh Bagian Perekonomian Pemkab Karawang bisa saja jumlahnya jauh lebih besar dari yang diketemukan sekarang. Namun, itu membutuhkan proses untuk mengungkapnya. Disinyalir masih ada KUB dikecamatan lainnya selain dua kecamatan tersebut yaitu Tirtajaya dan Tempuran.

Amien juga mengatakan sesuai dengan Hasil penyelidikan kejaksaan karawang yang menunjukkan ada 10 kelompok yang tidak menerima bantuan. Jumlahnya mencapai Rp 150.000.000. Diketahui, Satu kelompok mendapatkan bantuan sebesar Rp 15.000.000 yang dibagikan pada 30 anggotanya sehingga tiap anggota mendapat Rp 500.000. Anggota kelompok tersebut merupakan kelompok usaha kecil seperti warung.

H. Darul mengatakan perihatin atas yang telah dilakukan oknum KUB. Ia meminta Kejari Karawang jangan terus memfokuskan pada temuan yang sudah ada. Kejari diharapkan bisa menggali kembali penyalahgunaan KUB lainnya. Meksi demikian Sekcam lebih perihatin dengan keadaan para kelompok KUB yang tidak mendapatkan dana tersebut. "Seperti orang sakit saja. kalu tidak segera disuntik pasti susah untuk sembuh. Sekarang ini para kelompok itu sebaggian ada yang sudah tidak beroperasi, "ungkapnya kepada RAKA Jum'at (14/8) sore.

Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan nilai dana Bansos yang disimpangkan bisa lebih besar dari hasil temuan sekarang. Pasalnya, penyelidikan baru dilakukan baru didua kecamatan dari 30 kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang."kami harap, minimal dana bantuan itu bisa segera diserahkan pada yang membutuhkannya. Sementara kasus itu segera diselesaikan," harapnya. (get)

Tinggi Kemiskinan di Kutawaluya


KUTAWALUYA, RAKA
- Kasus kurang gizi yang berujung pada gizi buruk hingga saat ini masih mendera belasan warga Kecamatan Kutawaluya. Banyaknya penderita sekaligus menunjukan masih tingginya angka kemiskinan di daerah itu, meski beberapa program pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan terus dilakukan.

Para penderita saat ini masih mendapat perawatan intensif oleh pihak Puskesmas setempat. Seperti diungkapkan Kepala UPTD Puskesmas Kutawaluya, Didi Elya Skm MM Kes melalui Petugas Gizi Imas Rosniawati Am.Keb kepada RAKA,baru baru ini ditemui diruang kerjanya. Menurutnya, banyaknya penderita kurang gizi hingga gizi buruk dikarenakan faktor ekonomi keluarga yang belum teratasi oleh pemerintah.

"Selama 1 tahun terakhir penderita Gizi buruk tidak ada penambahan masih tetap penderita lama dan hanya bertambah umur saja. Hingga penderita habis masa usia untuk mendapatkan bantuan dari Dinas kesehatan. Tapi kami tetap memberikan bantuan semampunya, "terangnya. Ironisnya, belum lama ini, salah seorang bocah warga kutakarya (rifki al farizi) penderita kurang gizi meninggal dunia meski telah mendapatkan pertolongan. Hal ini, menunjukan bahwa sulitnya pemerintah untuk menangani persoalan gizi buruk akibat kemiskinan.

Beginilah kondisi penderita gizi buruk yang masih menjalani perawat di Puskesmas Kutawaluya Desa Sampalan Kecamatan Kutawaluya. Ironisnya yulia sudah tidak lagi mendapatkan perawatan serius hanya mengandalkan belas kasih dan donatur. Salah satunya adalah Yulia, kondisi bocah berusia 5 tahun ini sangat memprihatinkan. Berat badannya hanya 4 kilogram dengan tinggi tubuh 80 centimeter. Tidak hanya gizi buruk akut, akibat hal itu Yulia juga didiagnosa menderita penyakit penyerta pada bagian Paru paru, yakni TBC.

Rasem (45) Nenek Yulia, juga mengaku tidak mengetahui kondisi anaknya mulai terlihat tidak normal. Sejak yulia ditinggal wafat orang tuanya saat masih berusia 2 tahun. Dan diserahkan kepadanya. Karena ia tidak ada biaya, membuat Yulia tidak dibawa ke dokter hingga kondisinya memburuk. Sementara itu Bidan Setempat, Yeni Herliani menyatakan, kasus gizi buruk yang ditemukan di kecamatan ini mencapai 13. Hingga kini para penderita gizi buruk masih dalam perawatan intensif Puskesmas Kutawaluya. Walaupun, sebagian sudah tidak lagi mendapatkan subsidi Gizi dari. (get)

Gaya Pelajar Karawang Memaknai HUT RI ke 64, Sambut Kemerdekaan dengan Berolahraga


TURNAMEN Footsal antara pelajar yang Keluarga Karawang Yogyakarta (KKY).

BANYAK cara dilakukan oleh generasi bangsa untuk mengekspresikan perayaan HUT RI ke 64. Diantaranya menggelar turnament footsal di arena footsal Sun, Jalan Dewi Sartika. Kegiatan itu diikuti tim footsal pelajar yang ada di Karawang.

Turnamen Footsal antara pelajar itu digelar oleh mahasiswa dan pelajar asal Karawang yang merantau mencari ilmu ke Yogyakarta yang tergabung dalam Keluarga Karawang Yogyakarta (KKY). Menurut Ketua Umum Keluarga Karawang Yogyakarta Suheri, selain memaknai kemerdekaan dengan perjuangan dalam bidang olahraga, pihaknya juga mensosialisasikan Ikatan keluarga karawang di yogyakarta ke pelajar diseluruh Kabupaten Karawang.

"Dengan adanya keberadaan kami, mudah-mudahan bisa mempermudah, teman-teman pelajar yang ingin kuliah di Yogyakarta. Kami bisa memberikan rekomendasi-rekomendasi apabila mereka berniat belajar ke Kota Gudeg tersebut. Namun yang lebih penting dalam kegiatan ini adalah tumbuhnya sportifitas dalam jiwa patriotisme anak muda. Hal ini tertuang dalam tema turnament yang kami selenggarakan ini, yaitu Karawang freedom Footsal Cup 2009," tuturnya, Jum'at (14/8) sore disela-sela pertandingan.

Menurutnya, olahraga adalah kegiatanyang tidak akan bisa terpisahkan dalam kegiatan siswa. Namun dewasa ini bisa dikatakan sebagai hal yang tabu bagi para siswa. Efek negatif yang masuk dalam kehidupan siswa sebenarnya berasal dan banyaknya tempat-tempat yang mencerminkan prilaku negatif. Tempat-tempat tersebut telah membuat siswa yang berkewajiban belajar menjadiskan lebih suka bersenang-senang daripada fokus untuk belajar.

Banyak hal-hal negatif menjadi trend dikalangan siswa seperti penggunaan narkoba dan seks bebas. Semakin banyaknya tempat-tempat yang negatif akan semakin merusak moral siswa. Indikasi rusaknya moral siswa adalah semakin banyaknya teman-teman mereka yang masuk panti rehabilitasi bahkan ada yang meninggal akibat overdosis.

"Sebagai wujud kepedulian siswa KKY terhadap masalah tersebut, sekaligus bentuk pastisipasi aktif dalam uaya mengembalikan moral siswa, kami menyelenggarakan acara bertajuk Karawang Footsal Freedom Cup 2009, By Sport We Can Better, untuk mengalihkan kegiatan siswa yang negatif menjadi kegiatan posistif," katanya.

Pertandingan footsal dengan sistem gugur tersebut, diikuti oleh 50 team dari sepuluh SMA/SMK di Kabupaten Karawang, memperebutkan piala KKY dan piagam pernghargaan, dari tanggal 12-15 Agustus. Terbukti suntikan semangat nasionalisme berbungkus sportifitas, bisa membangkitkan semangat juang para pelajar. Terlihat dari ngototnya permaian yang mereka lakukan, hingga tidak jarang beberapa pelanggaran keras sering terjadi.

Turnament yang sudah memasuki babak perempat final, mempertandingkan SMAN 1 Karawang melawan SMAN 4 Karawang, yang dimenangkan oleh SMAN 4 karawang dengan skor telak 6-0, SMAN Cilamaya melawan SMA Korpri (b), dimenangkan oleh SMAN Cilamaya 7-4, SMAN 3 Karawang (A) melawan SMAN 3 Karawang (B), dimenangi SMAN 3 Karawang (B) 2-4, SMA Korpri (A) melawan SMAN 1 Karawang (B), dimenangi SMA Korpri melalui drama adu penalti, 2-3. Hasil sementar top skor dipegang oleh Yogi (SMA Cilamaya) mengantongi 11 goal, disusul oleh AJi (SMA Korpri) 8 goal, Septa (SMA Korpri) 5 goal. (psn)

Warnasari Kecamatan Telukjambe Barat Diterjang Kekeringan


KEKERINGAN: Andi (kiri) menggali tanah dibantaran Sungai Cibaregbeg yang kering akibat kemarau di Desa Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat, Jum'at (14/8) sore.

KARAWANG, RAKA - Sungai Cibaregbeg yang kering akibat kemarau, ternyata menjadi berkah bagi warga Wanasari, Kecamatan Telukjambe Barat. Pasalnya, warga memanfaatkan tanah bantaran sungai yang kering untuk membuat tanggul penghalau banjir dipelataran rumah.

Seperti diungkapkan Andi (16), penggali tanah di dearah itu, Jum'at (14/8) sore. "Kalau musim hujan, rumah saya pasti kebanjiran. Pasalnya posisi rumah berada dibawah jalan, akibatnya ketika hujan, air yang berada dijalan membanjiri rumah. Mumpung sungai Cibaregbeg kering, tanahnya bisa kami manfaatkan untuk dibuat tanggul, agar pada saat musim hujan nanti, kami tidak lagi kebanjiran," tuturnya.

Menurut Andi, warga yang memanfaatkan keringnya sungai Cibaregbeg hanya lima orang, yaitu ia dan empat orang tetangganya. "Hari ini cuma kami berdua yang menggali tanah, karena tiga orang lagi sekolah siang. Rencananya kami berlima besok akan kembali kesini, karena tanggul yang dibuat masih belum cukup," ungkapnya.

Terkait dengan musim kemarau, warga Desa Wanasari kesulitan mendapatkan air bersih, pasalnya sumber air satu-satunya didesa tersebut kering dan sampai saat ini rencana pembuatan alat pengolah air seperti didesa Karangmulya Kecamatan Telukjambe Barat masih tersendat. Menurut Andi, akibat tersendatnya pembuatan alat pengolahan air bersih, membuat warga di Wanasari harus membeli air bersih dan memanfaatkan air sungai Cibaregbeg yang tersisa. "Saya kurang mengetahui kenapa sampai saat ini pembuatan alat tersebut belum selesai.

Meskipun warga disini menggunakan air Cibaregbeg untuk kebutuhan rumah tangga, namun sampai saat ini belum ada warga yang mengeluh terkena penyakit kulit atau sakit perut," tuturnya. Enjang (38), warga Wanasari yang memanfaatkan sungai cibaregbeg mengaku, 400 kepala keluarga yang ada di Wanasari untuk memenuhi kebutuhan air banyak yang memanfaatkan air yang tersisa di sungai Cibaregbeg atau mencari air sampai ke saluran irigasi di desa Karangmulya.

"Kami hanya menggunakan air sungai untuk mandi dan cuci piring, sedangkan air untuk minum kami terpaksa harus membeli. Hal itu dilakukan karena khawatir kualitas air di irigasi maupun sungai cibaregbeg sudah tercemar oleh limbah industri. Meskipun sebetulnya, agak berat kalau harus terus menerus membeli air minum, sebab penghasilan kami tidak seberapa," ungkapnya.`

Ia mengharapkan, pembuatan alat pengolahan air segera terealisasi, agar seluruh warga Wanasari tidak kesulitan mendapatkan air bersih. "Saya iri dengan Desa Karangmulya yang sudah memiliki alat pengolahan air, sekarang mereka tidak perlu repot lagi mencari air sampai ke irigasi. Saya harap dalam jangka waktu dekat ini, proyek pembuatan alat pengolah air bisa terealisasi. Sebab musim kemarau tahun ini sepertinya akan sangat kering," ujarnya. (psn)

Dewa Perang Merahi Karawang, Simbol Kesatria, Kesetiaan dan Kebenaran

TUSUK JARUM: Seorang peserta pawai peringatan Hari Dewa Perang Kong Co Kwan Sengtek Koen ke 1847 tampak gelar aksi tusuk jarum tembus di pipi. Selain warga tionghoa Karawang kegiatan ini juga diramaikan peserta dari Losari, Tegal, Kudus, Jakarta, Tanggerang dan Bogor.

KARAWANG, RAKA - Ratusan warga Tionghoa kemarin, merayakan Hari Dewa Perang Kong Co Kwan Sengtek Koe yang ke 1847 di Vihara Dharma Prasadha di Jalan Ir.H. Juanda. Dalam kegiatan itu mereka mengawal sang dewa dalam aksi pawai melintasi sepanjang Jalan Tuparev-Kertabumi-Niaga dan berakhir di Vihara Dharma Prasadha.

Menurut koordinator kegiata tersebut Wawan Kurniawan, Jum'at (14/8) siang, perayaan tersebut digelar setiap tanggal 24 bulan enam imlek. "Perayaan hari kong co kwan sengtek koe, digelar selama empat hari, yaitu dari tanggal 11 sampai 14 Agustus.

Perayaan ini, melibatkan ratusan warga Tionghoa dari Kota karawang, Losari, Tegal, Kudus, Jakarta, Tanggerang dan Bogor. Mereka membawa Dewa nya masing-masing, jadi hari ini Karawang dipenuhi oleh Dewa-Dewa. Namun lamanya pergelaran sebetulnya tergantung dari panitia yang dipilih oleh dewa," ungkapnya disela-sela perayaan.

Menurut Wawan, setiap perayaan hari she jit, semua warga Tionghoa bersuka cita dan berpesta pora. Pasalnya dewa perang selain disebut sebagai dewa paling ksatria dikolong langit dan simbol kesetiaan dan kebenaran, juga disebut sebagai dewa kekayaan. "Setiap perayaan ini digelar, akan banyak sekali orang yang berkumpul, akhirnya berpengaruh terhadap omset pedagang yang berjualan disini. Pokoknya pada hari ini semua orang pasti senang dan gembira," tuturnya.

Keberadaan Vihara Dharma Prasadha sebagai kuil Dewa Kong Co Kwan Sengtek Koe yang paling strategis di pulau Jawa, membuat kuil tersebut menjadi pilihan setiap kali perayaan tersebut digelar. "Selain strategis, kuil ini juga aman, tertib dan nyaman. Meskipun selain di Karawang ada kuil yang sama yang lebih besar, namun keberadaan kami lebih strategis," tandasnya.

Pawai yang rencananya mengelilingi Kota Karawang, ternyata kandas karena perayaan tersebut dilakukan pada saat hari kerja. "Kalau dilakukan pada hari minggu sangat tanggung, karena berhimpitan dengan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64. Meskipun tidak menglilingi Kota Karawang, esensi dari perayaan tersebut tidak hilang. Rencananya, apabila pawai dilakukan jam lima sore, kami akan memotong jalan, karena kita menghormati umat muslim yang beribadah di masjid, dan umat nasrani yang beribadah di gereja, maupun anak sekolah yang masih belajar," katanya.

Asmunandar (46) warga Adiarsa, mengatakan perayaan warga Tionghoa tersebut sangat menarik perhatiannya. Pasalnya ada beberapa peserta yang ikut pawai, seperti kesurupan, bahkan tidak jarang dari mereka menusukan jarum panjang ke wajah. "Sangat menghibur sekali perayaan yang dilakukan oleh mereka. Seperti nonton film-film Cina klasik, ada barongsai, musik tradisional, bahkan ada beberapa orang yang mengangkut kayu. Mudah-mudahan acara ini terus digelar setiap tahunnya. Selain itu, ini juga menunjukan bahwa di Karawang kaya akan budaya," tuturnya. (psn)

Puluhan Penambang Pasir Cibeet Kecamatan Pangkalan Alih Profesi

PINDAHKAN PASIR: Tisna (35) penggali pasir Sungai Cibeet, warga Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, memindahkan pasir dari perahu ke darat, Kamis (13/8) siang.

KARAWANG, RAKA - Puluhan penjarang pasir di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, terpaksa alih profesi menjadi kuli angkut kapur. Pasalnya, selama musim kemarau ini terjadi pendangkalan sungai sehingga perahu mereka tidak bisa beroperasi.

Tisna (35) adalah satu dari puluhan penjarang pasir yang mencoba tetap bertahan. Dia mengakui sebelum kemarau jumlah penjarang pasir di desa mencapai lima puluhan penjarang. Tetapi sejak musim kemarau jumlah itu menyusut hingga dua puluh lima penjarang.

"Musim kemarau sekarang, sangat menyulitkan semua penggali. Pasalnya perahu yang mengangkut para penggali pasir banyak yang karam, akibat menyusutnya air sungai cibeet. Karena hanya beberapa perahu saja yang bisa berlayar, membuat setengah dari penggali pasir yang jumlahnya lima puluh orang tidak bisa ikut menggali pasir ke tengah sungai cibeet," ucap Tisna, kemarin.

Sementara untuk menutupi kebutuhan, lanjut dia, banyak dari mereka akhirnya menjadi kuli angkut kapur dan kayu, pokoknya kegiatan yang bisa menghasilkan uang. Sebab kalau hanya mengandalkan pasir di bantaran sungai, penghasilan kami turun drastis. Hanya penggali yang sudah mencintai profesi yang bertahan.

Akibat pendangkalan sungai, pasir yang berhasil diangkut kedarat berkurang lima puluh persen, dari dua puluh kibik menjadi sepuluh kibik perhari. "Kalau sungai ini banjir, kami bisa menjelajahi sepanjang sungai cibeet dari hulu ke hilir untuk mencari pasir dengan menggunakan alat yang namanya penggaet.

Biasanya per satu perahu bisa mendapatkan dua puluh kibik dari pagi sampai sore hari. Penghasilan yang kami peroleh bisa mencapai Rp. 200.000,00 perhari. Untuk ukuran penjualan pasir, tidak dihitung perkibik, tapi ditakar oleh pembeli per satu bak truk," katanya.

Pasir yang diambil didasar sungai Cibeet, biasanya mereka jual ke Bekasi, Jakarta dan Banten. Menurut Tisna, pembeli datang sendiri ke penjarangan pasir di desanya. "Semenjak kualitas pasir menurun, mempengaruhi harga pasir. Kalau dulu harga pasir per satu bak bisa mencapai Rp. 300.000,00," lanjutnya.

Ketika disinggung apakah jumlah pasir di sungai tersebut menyusut, ia mengaku, selama tiga puluh tahun ia menggeluti profesi sebagai penggali, jumlah pasir di sungai cibeet tidak pernah mengalami pengurangan.

"Sifat pasir disini tidak menetap, atau bisa dikatakan mengalir dari hulu ke hilir. Hulu sungai ini ada di Cariu Bogor sampai ke bendungan cibeet, jadi sepanjang cariu sampai bendungan cibeet jumlah pasir sangat melimpah. Bayangkan saja, selama tiga puluh tahun saya disini, selalu mendapatkan pasir yang melimpah," akunya.

Aman (40) penyalur pasir di Desa Tamansari, mengaku selama puluhan tahun, jumlah pasir tidak pernah berkurang. Namun penurunan jumlah pasir, lebih dikarenakan dangkalnya sungai Cibeet. Akibatnya penggali pasir tidak bisa menyusuri aliran sungai untuk mencari pasir. (psn)

OSIS Sateljam Oche, Cuy...Hey Cuy...



Qta anak OSIS SMAN 1 Telukjambe alias SATELJAM nich angkatan 2008/2009. Tau gax sich loe??? Anak OSIS SATELJAM tuch OCE, gokiel, asyik, n' smart getho...!! Walaupun SATELJAM MEWAH alias "Mepet Sawah", tapi tampang Qta kota Cuy...!! and yang pastinya Qta gax bakal kalah dengan anak kota n' pastinya Qta tuh tampang pengusaha nech Cuy... Pengusaha TANI getho lho! hehe...hehe! Kerenz khan?? Tapi inti'na Qta tuch cuma ada 1 hal yang pingin Qta sampein.

Qta tuh punya 1 Ketua OSIS yang pasti'na kerenzz buanget getho lho, smart, uchul (luchu) agy, n' pasti'na RAMAH banget... N' punya Waketos yang gokhiel, gila, tapi tetep OCE lah dalam hal apapun khan Ketos TJ dan wakil ketos TJ-na tuh serasi banged!
He...........

Di OSIS ini ada 30-an anggota OSIS n 20 pengurus inti OSIS yang terdiri dari 8 Sekbid n pengurus inti lainnya. Anggota OSIS-na dari kelas X, tapi sekarang udah naik dikelas XI dund n pengurus intina dari kelas XI, tapi juga sekarang jadi kelas XII getho loh!

Kita punya 1 moto dalam armada OSIS ini yaitu "All For One, One For All"
Kata-kata inilah yang bikin Qta kompak dalam hal apapun (dalam ngejalanin tugas sebagai anak OSIS) n gax semua orang kan jadi anak OSIS?

OSIS itu cuma anak pilihan yang mampu ngatur waktu di tengah kesibukan jadi seorang pelajar yang kudu balance alias seimbang antara OSIS dan sebagai siswa.

OSIS itu banyak kelebihannya, tapi banyak juga kekurangannya.
Oleh sebab itu kita akan ngejelasin apa arti OSIS itu sebenarnya.

Kebersamaan dalam OSIS SMAN 1 Telukjambe, OSIS adalah sekelompok siswa yang aktif, kreatif, konsekuens, disiplin, mandiri dan bertanggung jawab. OSIS bukan cuma sekelompok siswa, apabila organisasi OSIS tanpa didasari rasa kebersamaan akan terasa hambar. Namun, OSIS SMAN SATELJAM mempunyai rasa kebersamaan, kekeluargaan, dan persahabatan.

Dapat menghargai pendapat anggota-anggota'na. merasakan hangat'na kebersamaan, mempunyai rasa dan tujuan yang sama untuk menunjukan bahwa SMAN SATELJAM adalah yang terbaik.

Kekompakkan dan kebersamaan yang selalu ditunjukkan, saling memahami perbedaan-perbedaan antaranggota. Selalu menyelesaikan suatu masalah dengan berpikir positif, mengambil tindakan yang tepat, dan saling bertukar pikiran. Mengeluarkan ekspresi dan kreatifitas dalam hal positif.

Itulah OSIS SMAN SATELJAM jadi contoh, panutan, dan figur bagi siswa-siswi SMAN SATELJAM.

N' OSIS SATELJAM itu OCE buanneet (buanget)!
Bye... Sampe jumpa diedisi lain agy yawh...[?!] ;-)
OSIS SATELJAM OCE CHANGADH!!
...FOREVER...
Karya "OSIS SATELJAM" (Tim Peliput: dessi, erista, indri, yulma, piska)



Tersenyumlah Kawan

Hadapi hidup ini
dengan tawa dan senyuman
karena senyuman tidak akan menimbulkan
kepedihan dan kekecewaan
berikanlah senyumanmu kepada semua orang
agar kau tak pernah merasakan kesedihan
walaupun sangat menyakitkan untuk di ingat
hadapi semua kenyataan
yang kau alami saat ini
jangan pernah kau sesali
dan jangan pernah kau teteskan air mata
karena kau tak akan pernah
merasakan keindahan hidup ini...
Cobalah kau terus dan tetaplah
tersenyum kawan...
Songsong dan tataplah masa depanmu
Hari yang cerah kan selalu menantimu
didepan gerbang kesuksesan

Karya: Erista "OSIS SATELJAM"

SATELJAM Neh Guys...Uuyy!! pada tau gak???


Sateljam diresmikan oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan RI pada 16 Januari 1993, dan ditandatangani oleh Drs. Fuad Hasan. Sateljam yg berada di Jl. HS. Ronggowaluyo ini berhadapan dengan Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA).

Ya... walaupun banyak orang bilang kalo sekolah Qta ntu "mewah" (mepet sawah) n' rada-rada "diskotik" (di sisi kota saeutik) gtu, tapi sekolah Qta juga buuaannyaakk meraih beragam prestasi lho...!!

Sateljam yg sekarang dikomandani oleh Bapak Ace Saechoni S.Pd ini, patut dibanggakan dalam beragam prestasi.. baik di bidang ekskul atawa bidang kecerdasan.

Oiya.. Qta punya berbagai macam ekskul lho, di antaranya paskibra, PMR, pramuka, taekwondo, futsal, tennis, cheersleader, rohis (keagamaan), volly n' basket. Salah satunya seperti cheersleader yang baru aja meraih juara II se-Jabodetabek mewakili Kabupaten Karawang.

Guru-guru di Sateljam juga memiliki potensi dalam bidang mengajar yang gak kalah hebatnya lho dengan guru-guru di SMA kota lainnya. Mereka selalu berjuang dengan keras untuk menjadikan siswa-siswi berprestasi. Sekolah Qta juga punya beragam fasilitas seperti Lab. Bahasa, Lab. Komputer, n Lab.IPA.

Bahasa???

Tau gAk seehh!!! Sateljam itu punya keunggulan dalam penjurusan lho...
selain IPA - IPS yg kedengarannya udah gAk aneh di SMA lain, Qta juga punya jurusan Bahasa lho. Hebat kan!!
Bahasa itu sebenernya adalah ciri khas dari Sateljam, tapi kok bahasa malah mau di "DEGRADASI??" Huh.. sedih rasanya menjadi angkatan kelas bahasa yang terakhir. Emang seh jumlah murid yang ada di kelas bahasa itu setengahnya dari jurusan lainnya. Tapi Qta bangga kok dengan kelas Qta. Dan yang lebih bikin Qta bangga, kelas Qta dikasih kesempatan buat ngisi rubrik di koran Radar Karawang. Mungkin itu salah satu kebanggaan dari kelas bahasa.

Kalian juga perlu tau lho, pelajaran di kelas bahasa itu asyik n seru lho. Di antaranya ada sastra indonesia yg dibimbing oleh ibu Suryati, antropologi oleh Bapak Ma'mun Sauri, dan yang paling menyenangkan itu pelajaran Bahasa Jepang yg dibimbing oleh Tri sensei... owh ya..wali kelas qta ibu Hj. Siti Masitoh... she is our English Teacher.

Suer... dah. Gak boong!! Dan jurusan bahasa juga mampu bersaing dengan jurusan IPA/IPS, lho. Buktinya Qta sering tuh ngisi acara yang di adain di sekolah. Kayak saat perpisahan dan pensi, Qta dari kelas bahasa berani kok unjuk gigi untuk memainkan drama, degung, dan membaca puisi. Selain itu Qta juga pernah meraih juara I ajang lomba 'Nihongo Kai', yaitu perlombaan bahasa Jepang se-Kabpaten Karawang. Gimana tuh?? Cukup bagus kan prestasi yang Qta punya..

"Without language we can't communication, without language Qta jg gak bisa bersatu n' also without language too we can't do anything!! coz language is our breath! We love you full language." Hehe..hihi..huhu..hoho.. (created by: language active community)

XL dan D-One Luncurkan QWERTY, Dilengkapi Navigasi Trackball

PELUNCURAN program bundling XL dengan D-One di Jakarta, Rabu (12/8). D-One Mobile Phone dengan dukungan penuh dari PT. Excelcomindo Pratama, Tbk (XL) meluncurkan ponsel terbaru seri DG-628.

D-ONE Mobile Phone dengan dukungan penuh dari PT. Excelcomindo Pratama, Tbk (XL) meluncurkan ponsel terbaru seri DG-628 yang dilengkapi tombol qwerty untuk kemudahan pengetikan dan input data serta real trackball untuk kenyamanan bernavigasi.

Peluncuran berlangsung pada Rabu (12/8) di Jakarta, dan dihadiri oleh Bp. Hero Tjokroardi, Direktur Sarindo Nusa Pratama dan Bp Djunaedi Hermawanto, VP Direct Sales XL. “Selain memiliki desain dan dimensi yang nyaman dalam genggaman. Ponsel dengan harga terjangkau ini memiliki layar yang jernih, memiliki fasilitas full entertainment seperti MP3 Player, MP4 Player & FM Radio.

Untuk fasilitas Data, Ponsel ini dilengkapi pula fasilitas external memory dan Bluetooth, serta dilengkapi fasilitas untuk terkoneksi dengan jejaring social facebook, Funbook & Yahoo dengan menggunakan (jaringan Edge) sehingga lebih cepat dalam melakukan koneksi,” kata Hero Tjokroardi.

Berbagai fasilitas dan fitur yang terdapat dalam DG-628 bisa dinikmati secara optimal oleh konsumen berkat dukungan penuh dari XL. Kerjasama ini memberikan banyak keuntungan bagi konsumen, antara lain bisa Facebook-an dan chating selama 5 bulan tanpa pulsa.

“Konsumen akan mendapatkan keleluasaan untuk selalu terhubung dengan teman atau kerabat melalui situs jejaring sosial secara gratis selama 5 bulan. Apalagi, ponsel DG-628 memilik tombol qwerty dan trackball yang memudahkan pengguna untuk berinteraksi melalui Facebook,” kata Djunaedi Hermawanto.

Konsumen juga dapat menikmati berbagai keuntungan yang ditawarkan oleh XL Priority, antara lain berupa potongan harga bagi pemegang kartu XL Pasca Bayar dan kartu kredit Mandiri, cicilan selama enam bulan dengan bunga 0%, dan nomor cantik XL Pasca Bayar senilai Rp 1.500.000.

Trackball pada DG-628 terasa halus dan responsif . Ponsel yang dipasarkan dengan harga Rp 999.000 ini memiliki output suara yang bagus, terlebih jika menggunakan headset, sehingga pegguna bisa menikmati kejernihan suara Stereo FM Radio.

Gambar yang dihasilkan kamera 2 MP juga tergolong baik, terutama pada pemotretan di luar ruang atau pada pencahayaan yang cukup. Dan, meski tidak sehalus tayangan video pada multimedia player pada umumnya, video yang dihasilkan oleh ponsel ini cukup menghibur. Sedangkan phonebooknya yang mampu menyimpan 2000 contact, terbilang lega untuk menyimpan data mitra bisnis atau kerabat. (tim raka)

Kapolda Jawa Barat Ingatkan Jajarannya

UNTUK lebih mendekatkan lagi kepada masyarakat serta menjaga keamanan di masyarakat. Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Timur Pradopo mengingatkan kepada jajarannya agar senantiasa terus menjaga tali silaturahmi kepada masyarakat. Bahkan cara ini dianggap paling mujarab dalam menjaga keamanan dan ketentraman lingkungan dimasyarakat, terutama untuk meminimalisir jaringan teroris.

Hal itu diungkapkannya saat menanggapi memelihara kemananan di wilayah hukumnya saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Poldes di desa selaawi, Purwakarta beberapa hari lalu. "Kemanan merupakan tanggungjawab bersama. Tapi kami meminta semua jajaran kepolisian di Jawa barat harus menjaga talisilaturahmi dengan masyarakat. Sebab kunci mengamankan Jawa Barat hanya cukup dengan ikut menjaga tali silaturrahmi,"katanya.

Menurutnya, dari silaturahmi itu banyak keuntungan dan manfaat yang bisa diambil. Salah satunya saat petugas keamanan kepolisian melakukan tugasnya. Ia akan mudah melakukan interaksi dengan masyarakat. Sebab masyarakat pun akan sebaliknya merasa tidak canggung dengan pihak kepolisian. Dengan demikian, menjaga silaturahmi adalah hal yang penting harus dilakukan oleh jajarannya. "Seperti halnya datang ke poskamling-poskamling. Biasanya banyak cerita dari masyarakat tentang keluhan-keluhan terutama mengenai keamanan,"tandasnya.

Selain itu, tambah Paradopo manfaat lain yang bisa di dapat yaitu bisa mengetahui secara langsung terkait dinamika sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat secara nyata. Hal ini pun sangat dibutuhkan untuk mencari dan mengetahui sebanyak mungkin informasi maupun saran dan kritik masyarakat demi citra kepolisian yang memupyai slogan mengayomi dan melindungi masyarakat. "Kita juga bisa tahu apa masih ada polisi nakal. Jika masih ada, ya dimaafkan. Selanjutnya, polisi harus berusaha memperbaiki kesalahan itu dan tak mengulanginya lagi,” tambahnya.

Terakhir yang tidak kalah penting manfaat dari silaturrahmi yaitu dapat saling mendoakan. Sehingga, lingkungan selalu aman dan kondusif. Bahkan, lebih jauh lagi akan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan lingkungannya sendiri. (ton)

SMAN Jatiluhur Gelar Istigozah


ISTIQOZAH: Pelajar SMAN Jatiluhur usai istiqosah di lingkungan masjid sekolahnya. Merka berharap dengan istiqosah itu bisa mendapatkan barokah dan keselamatan pada Ramadhan tahun ini.

PURWAKARTA, RAKA
- Sebanyak 700 siswa SMAN 1 Jatiluhur Purwakarta melakukan istiqosah dan zikir bersama di gedung masjid sekolah, Jumat (14/8), pagi. Kegiatan tersebut dilakukan guna memohon barokah untuk keluarga besar sekolah selain memohon barokah untuk seluruh warga Kabupaten Purwakarta pada Ramadhan tahun ini.

Kepala Sekolah SMAN 1 Jatiluhur Purwakarta, Dik Dik Purnama, mengatakan, gelar istigosah dan zikir bersama itu dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Tuhan YME untuk memohon barokah dan keselamatan. "Ini merupakan upaya kami untuk memohon kepada Tuhan YME agar senantiasa memberikan barokah dan keselamatan untuk Purwakarta dan keluarga besar SMAN 1 Jatiuluhur,"kata, Dik Dik Permana, kepada RAKA, diruang kerjanya, Jumat (14/8) pagi.

Dik Dik menyampaikan, selanjutnya pihak sekolah bakal melangsungkan beberapa kegiatan dalam Ramadhan mendatang. Diantaranya, kegiatan tadarusan, kultum Ramadhan, dan kegiatan lain yang bernuansa agamis. "Ini juga sebagai langkah pembelajaran pada siswa dalam menyikapi bulan suci Ramadhan.

Dengan demikian kami berharap, para siswa sendiri bisa memaknai Ramadhan dengan sebaik baiknya,"ujarnya. Diketahui, acara isitigozah tersebut juga dirangkaikan dengan hari ulang tahun Pramuka. Tampak dalam kegiatan, seluruh kalangan pelajar tingkat SD/SMP/SMA se Kecamatan Jatiluhur.

Sebelumnya, ratusan siswa, guru, dan karyawan SMA Negeri 1 Jatiluhur Kabupaten Purwakarta, sempat melakukan aksi kecam teroris dengan menandatangani spanduk sepanjang enam meter yang berisi kecaman atas peledakan bom di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kegiatan itu digelar secara spontan seusai upacara bendera. Spanduk yang telah ditandatangani selanjutnya dibawa dan dipajang di depan Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Purwakarta. Upaya itu juga sebagai bentuk dukungan kepada aparat penegak hukum dalam memberantas teroris di Indonesia.

"Kami pun mencanangkan bila sikap teroris merupakan sikap yang tak berprikemanuisiaan. Karenanya, secara nyata kami tegaskan bila kalangan pendidik dan pelajar di lingkunga sekolah kami menytakan anti terhadap teroris,"terang Dik Dik. (rif)

7 Fraksi DPRD Resmi Terbentuk, Demokrat Munculkan 4 Nama Calon Wakil Ketua DPRD Purwakarta

PURWAKARTA, RAKA - Sebanyak 7 Fraksi DPRD Purwakarta hasil pemilihan Legislatif 2009 resmi terbentuk. Itu setelah sebelumnya sejumlah parpol yang memiliki kursi di gedung wakil rakyat itu menyerahkan pembagian fraksinya masing-masing. Sementara masing-masing Parpol (partai politik) Parpol yang tidak memenuhi persyaratan membentuk Fraksi bergabung dengan fraksi lainnya, diantaranya seperti Partai Gerindra, Hanura dan Partai keadilan Sejahtera.

Pimpinan sementara Ketua DPRD Purwakarta Ida Mardiana yang membacakan hasil pembagian fraksi-fraksi dalam sidang paripurna usai mendengarkan pidato kenegaraan di aula gedung Paripurna DPRD JUmat (14/8) siang mengatakan dengan demikian DPRD Purwakarta sudah membentuk fraksi-fraksinya.

Bahkan selanjutnya akan dilakukan pembahasan pembuatan tata tertib dewan dalam melakukan pemilihan ketua DPRD Purwakarta kedepan. "Kami harap dengan terbentuknya fraksi-fraksi ini, selanjutnya pembahasan diharapkan secepatnya membuat tata tertib untuk memilih ketua DPRD,"kata Ida saat membacakan pembagian fraksi-fraksi tersebut.

Ketujuh Fraksi itu yakni Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) dengan ketua fraksi Lalam Marthakusuma, Fraksi Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia (PDIP) dengan ketua fraksi-nya Ujang kardiwan, Fraksi Demokrat diketuai Dadang Burhanudin, Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Asep Amidin, Fraksi kebangkitan Bangsa (PKB) dengan ketua Hidayat Sthi, Selanjutnya Fraksi Persatuan pembangunan (PPP) dan Fraksi Pembangunan Gerakan Hatinurani Sejahtera yang merupakan gabungan partai yang memiliki jumlah kursi kurang dari lima.

Sementara itu, Partai pengusung SBY-BUdiono Purwakarta sebagai parpol yang memiliki jumlah kursi terbanyak kedua di DPRD Purwakarta mengakui telah mengantongi 4 nama calon yang akan dimunculkan dalam bursa pemilihan wakil Ketua DPRD Purwakarta mendatang. Bahkan pemunculan keempat nama tersebut sebelumnya telah mengikuti fit onpropertes."Sudah ada 4 nama yang kita akan munculkan. Dan mereka juga sudah mengikuti pitonpropetes sebelumnya,"kata Anggota Fraksi Demokrat Hareul Amin.

Dari keempat nama itu seperti Dadang Burhanudin, Nur Hasanah, Mastur Dan Alwi Dani. Bahkan dari nama tersebut dianggap memang sudah layak menjadi waki Ketua DPRD Purwakarta. "ke empat nama itu pun memang sudah layak,"tambahnya.

Meski demikian, Imbuh Haerul dimungkinkan dari keempat nama itu nantinya akan di kerucutkan kembali. Menyusul penilaian lanjutan akan kembali dilakukan oleh tim Gabungan yang berasal dari tingkat DPD Demokrat Propinsi dan DPC Demokrat Kabupaten. "Bahkan berdasarkan informasi, saat ini pun keempat nama itu sudah mengerucut menjadi dua,"katanya.

Sayangnya, ia tak menyebutkan kedua nama yang maskud itu. Hanya ia meyakini dari calon-calon yang dimunculkan partainya memang memiliki kerdibilitas yang baik dan pantas menjadi wakil ketua DPRD PUrwakarta Mendatang. "Kami sendiri sudah siap. Dan calon kami pun merupakan orang terbaik yang ditentukan berdasarkan seleski,"tukasnya. (ton)

Bhakti Siliwangi Resmi Ditutup di wilayah Kodim 0619 Kabupaten Purwakarta

BAKSOS: Dandim 0619 Purwakarta, Wabup Purwakarta dan Kapolres Purwakarta dalam acara penutupan BSMSS di Desa Tajursindang Kecamatan Sukatani Purwakarta.

PURWAKARTA, RAKA - Program Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa (BSMSS) tahun 2009 di wilayah Kodim 0619 Kabupaten Purwakarta di Desa Tajursindang, Kecamatan Sukatani, resmi ditutup, Kamis (13/8) sore. Dalam program tersebut, Kodim 0619 Purwakarta rampung merealisasikan sasaran pokok dan tambahan antara lain dibidang sosial dan penghijauan.

Keterangan yang dihimpun, beberapa sasaran pokok yang direalisasikan tersebut, yakni pembuatan jalan ukuran 1500 m x 2,5 m, pembuatan 2 pos kamling ukuran 2 m x 3 m, pembuatan 9 buah fasilitas gorong-gorong ukuran 2 m x 0,5 m dan pembuatan 1 buah pos yandu ukuran 6 m x 4 m.

Sementara, sasaran tambahan lainnya yang diselesaikan adalah penghiauan 1000 pohon dilokasi BSMSS. Sedangkan untuk merealisasikan sasaran tambahan renovasi 1 unit mushola masih harus menunggu kucuran dana pemerintah provinsi Jabar sebesar Rp.33 juta yang belum digelontorkan.

Dalam sambutannya Dandim 0619 Purwakarta, Letnan Kolonel Inf. Dede Suryana, mengatakan, terselanggaranya bhakti siliwangi diharapkan dapat merangsang tumbuhnya kesadaran serta kepercayaan dalam mebangun diri dan lingkungannya.

Sehingga, pada gilirannya masyarakat dapat memacu semangat dan prakarsa serta jiwa kemandirian dalam membangun diri, lingkungan, dan desanya tanpa harus menunggu program dari pemerintah. "Hendaknya masyarakat dapat menjadikan hal ini sebagai sumber inspirasi untuk menumbuh kembangkan semangat kesatuan dan semangat membangun dari seluruh komponen masyarakat,"jelas Dede Suryana.

Dikatakannya, kegiatan tersebuit perlu mendapat perhatian bersama sebagai tolak ukur keberhasilan. Dimana, sambung dia, program dan kegiatan itu tidak semata mata diukur dengan banyaknya sasaran yang dikerjakan melainkan diukur dari sejauhmana peningkatan gairah masyarakat dapat terwujud secara mandiri dengan tingkat swadaya yang dapat diandalkan.

"Kiranya peran pemimpin masyarakat termasuk didalamnya para tokoh masyarakat, pemuda, agama, dapat terus membangun koordinasi dan meningkatkan motivasi dengan memperhatikan aspirasi yang tumbuh ditengah masyarakat. Dan untuk hasil yang sudah dicapai seyogyanya dapat pula dipelihara secara baik,"terangnya.

Wakil Bupati Purwakarta, Dudung B Supardi, dalam sambutannya menuturkan, progam pembangunan desa merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang dilakukan oleh pemerintah bersama masyarakat atau oleh masyarakat bersama-sama pemerintah sebagai salah satu upaya nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta untuk mengakselerasikan dan mensukseskan program pemerintah dalam pembangunan pedesaan menuju desa swasembada.

"Selain itu kegiatan ini pun bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian rakyat, mendorong partisipasi masyarakat dan meningkatkan sarana transportasi desa, menjaga dan memelihara keseimbangan kelestarian lingkungan hidup,"jelas wabup. (rif)

ITTV Telkom Akan Diluncurkan

PURWAKARTA, RAKA - Dalam waktu dekat PT Telkom akan meluncurkan ITTV dan Broadband berbasis kabel dan internet dengan kecepatan tinggi dan video. Hal itu sebagai bukti komitmen kuat mereka terhadap pembangunan jaringan telekomunikasi dan informasi teknologi di berbagai daerah.

"Dari kemajuan teknologi itu, nantinya setiap pengguna dapat mengakses TV lewat Personal Computer (PC), Note Book dan barang elektronik tertentu lainnya,” ungkap EGM Divisi Regional 2 Jakarta Masud Khamid saat melakukan kunjungan kerjanya ke Telkom Purwakarta didampingi Kancatel Telkom Purwakarta Muskab Muzakkar, beberapa waktu lalu..

Lebih jauh lagi, layanan waymax menggunakan alokasi frekuensi voice, data dan video sekitar 3,3 Megahertz. Frekuensi ini telah digunakan di negara-negara eropa. Dimana mereka, menggunakan frekuensi 3,3 MHz hingga 3,5 MHz. Apalagi, di Indonesia sendiri, dukungan tower banyak. Sehingga, bisa dicapai dalam radius 50 km. “Jika sudah begitu, masyarakat juga bisa melihat TV di mobil.

Menurutnya, saat ini Telkom sedang mempersiapkan IT TV dan broadband. Tinggal menunggu regulasi atau aturan main dari pemerintah. Diperkirakan, regulasi yang kini sedang digodok, bisa rampung awal tahun 2010. “Teknologi akan semakin murah. Begitu pun dengan perekonomian. Sebab, sasaran yang dituju dalam pengembangan telekomunikasi, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik,” tuturnya. (ton)

Program Olahraga di Pemprop Jabar Layak Direspon

PADA perubahan APBD 2009 Pemprop Jabar mengusulkan program olahraga. Beberapa program yang diusulkannya diantaranya pembangunan sarana olahraga terpadu di Kawasan Arcamanik Kota Bandung serta bantuan dana untuk beberapa Kabupaten/Kota untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan PORDA.

Usulan program tersebut layak direspon seiring dengan akan ditetapkannya APBD perubahan tahun 2009, yang direncanakan akan ditetapkan pada tanggal 25 September 2009 mendatang, ungkap Anggota Pan-Gar DPRD Jabar, Maman Abdurachman, Jumat (14/8).

Menurut Maman, dana yang diusulkan untuk pembangunan sarana olahraga terpadu sebesar Rp. 32 Milyar, dalam hitungan 3 bulan. Dana tersebut dinilai akan dapat diserap untuk mendanai beberapa kegiatan diantaranya pembuatan amdal, pembuatan DID 8 gedung serta perencanaan pembangunan sarana olahraga.

Pembangunan sarana olahraga terpadu di Jabar kini sangat dibutuhkan, dengan demikian secara bertahap perlu dipersiapkan untuk menuntaskan sarana tersebut, mengingat keseluruhan dana yang dibutuhkan sangat besar, yang ditaksir mencapai Rp 260 milyar.

Sementara itu, dana bantuan untuk mendukung PORDA layak diakomodir dalam perubahan APBD tahun 2009. Dana tersebut, menurut rencana akan diberikan ke beberapa Kota/Kabupaten yang menjadi tempat diselenggarakannya pertandingan cabor yaitu Kabupaten dan Kota Bandung, Kota Cimahi serta Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tentang besaran dana yang diberikan untuk Kabupaten/Kota ,ujar Maman sampai saat ini belum diputuskan karena proses pembahasan perubahan APBD Provinsi Jabar tahun 2009 di Pan-Gar bersama TAPD belum selesai. (*)

Jelang HUT RI di Karawang


GAPURA: Meski Pemerintah Karawang melalui Bagian Kesra untuk tahun ini tidak mengeluarkan dana bantuan kegiatan HUT RI, namun semarak hari jadi itu tak kalah dengan tahun-tahun sebelumnya. Seperti yang dilakukan Warga Kelurahan Karawang wetan, Kecamatan Karawang Timur ini. Mereka bergotong royong membuat gapura HUT RI ke 64, kemarin sore. (psn)

Ketersediaan Pangan di Jabar Cukup

DEWAN Ketahanan Pangan (DKP) Jawa Barat menilai pertumbuhan ketersediaan pangan di Jawa Barat cukup baik. Hal itu dibuktikan dengan pertumbuhan produksi dalam 3 tahun terakhir ini (2006-2008) rata-rata meningkat.

Untuk kelompok pangan nabati meningkat rata-rata 3 persen, sedangkan kelompok pangan hewani lebih baik lagi yakni 6 persen. “Ini merupakan capaian yang cukup baik dan akan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan,” tutur Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan yang juga Ketua DKP Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Jumat (14/8) pagi.

Lebih lanjut Heryawan menjelaskan, saat ini Jawa Barat merupakan penghasil padi nomor dua terbesar di Indonesia setelah Provinsi Jawa Timur. Dengan kontribusi produksi padi nasional sebesar 16 persen lebih. Pencapaian produksi padi tersebut secara komulatif sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Barat. “Bahkan terjadi surplus yang kemudian disalurkan ke sejumlah wilayah, khususnya ke Jakarta,” ungkap Heryawan.

Bahkan, menurut UU No.7/1996 tentang Pangan, maka masyarakat Jawa Barat sudah melampaui kebutuhan minimal konsumsi energi pangan minimal sebesar 2.000 kkal/kapita/hari dan 2.200 kkal/kapita/hari untuk ketersediaan energi pangan.

Karena di Jawa Barat tingkat konsumsinya sudah mencapai 102 persen lebih dari batas minimal, dan 112 persen dari batas minimal tingkat ketersediaan energi pangan. “Amanat undang-undang sudah terpenuhi, tinggal kita mengamankan agar hal itu tetap berjalan dengan baik,” tandas Heryawan.

Berdasarkan data yang dikeluarkan DKP Jawa Barat, produksi padi hingga Juli 2009 mencapai 6,7 juta ton gabah kering giling (GKG) atau setelah dikonversi menjadi beras mencapai 4,2 juta ton. Kabupaten Indramayu merupakan produsen beras tertinggi mencapai 500 ribu ton lebih sekaligus memiliki surplus produksi hingga 395 ribu ton lebih.. Secara komulatif kebutuhan konsumsi beras Jawa Barat mencapai 2,6 juta ton. Sehingga Jawa Barat mengalami surplus beras hingga 1,6 juta ton.

“Diakui, meski Jabar secara komulatif surplus beras, namun sebaranya tidak merata karena masih ada sekitar 10 kabupaten/kota yang minus,” jelas Asisten II Bidang Perekonomian Wawan Ridwan. Untuk menjamin ketersediaan, lanjut Wawan perlu strategi, yakni dengan melakukan pengelolaan pencadangan beras, baik di tingkat provinsi, kabupaten/kota hingga di cadangan beras masyarakat. Diantaranya juga mengembangkan model Desa Mandiri Pangan dan penguatan lumbung pangan masyarakat. (*)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang