Kamis, 06 Agustus 2009

20 Perusahaan se-Kabupaten Karawang Siaga Kebakaran


TELUKJAMBE,RAKA-
Kobaran si jago merah tiba-tiba mengagetkan dan membuat panik para karyawan yang sedang bekerja di pabrik. Pihak perusahaan kemudian memanggil tim kebakaran. Hanya beberapa saat pasukan pemadam kebakaran datang lengkap dengan perlengkapannya. Tak beberapa lama amukan api berhasil ditaklukan petugas yang berjibaku secara kompak.Peristiwa itu bukanlah peristiwa kebakaran sesungguhnya. Melainkan hanya salah satu adegan dari salah satu tim peserta Lomba Tim Tanggap Darurat se-Kabupaten Karawang yang digelar di PT. Pindodeli Pulp & Papper Mills 2, Telukjambe Timur, Rabu (5/8) kemarin.

Dalal lomba itu keluar sebagai pemenang antara lain: Juara I. PT. Pindodeli Pulp & Papper Mills 2, juara II PT. Guna Kadota Manunggal, juara III PT. Maligi Permata Industrial Est, juara Harapan I PT. Pindodeli Pulp & Papper Mills 1, juara jarapan II PT. Toyota TMMIN dan juara harapan III PT. TVS Motor Indonesia. Lomba yang dibuka Hj. Imas Wahyuningsih, Kabid Keselamatan Kerja Disnakertrans Karawang itu diikuti 20 tim pemadam kebakaran dari berbagai perusahaan, sebagai antisipasi terhadap peristiwa kebakaran yang kini sering terjadi sejalan dengan musim kemarau. Dihadiri pula Huang Hua Ching dari PT.

Pindodeli Pulp & Papper Mills 2, yang bertindak sebagai tuan rumah. Dalam sambutannya, Hj. Imas Wahyuningsih menjelaskan, para era industrialisasi ini perkembangan industri sangat berkembang cepat. Selain berdampak positif khususnya dalam penyerapan tenaga kerja, namun dampak negatifnya juga ada. Yakni meningkatnya jumlah kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja, pencemaran dan juga kebakaran.

Menurut Imas, salah satu kecelakaan yang paling menonjol tahun 2008 di Kabupaten Karawang adalah kebakaran. Diantarnya terjadi di tempat kerja, seperti di PT Kanzen Motor Indonesia, PT Universal Kharisma Garment dan PT Mandala Satya Utama. Total kerugian dari peristiwa kebakaran itu sampai miliaran rupiah.Ditambahkannya, Lomba Tim Darurat ini sangat berguna untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesigapan dalam menghadapi ancaman kebakaran di tempat kerja.

"Dengan lomba ini diharapkan menambah wawasan para pelaku perusahaan dalam hal menanggulangi bahaya kebakaran," jelasnya. Sementara itu Ketua Panitia Lomba Heru Purwanto yang juga Kasi Keselamatan Kerja Disnakertrans Karawang menjelaskan, lomba ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi semua pihak dalam penerapan K3, meningkatkan SDM di bidang K3, dan meningkatkan wawasan di bidang teknik pemadam kebakaran. (dea)

Karda Wiranta Ketua DPRD Sementara

 
KARAWANG,RAKA- Walaupun masih ada kontroversi mengenai putusan Mahkamah Agung (MA) soal penentuan jumlah kursi DPR, pelantikan DPRD Kabupaten Karawang tetap dilaksanakan Rabu kemarin. Pelaksanaan pelantikan tersebut berjalan lancar tanpa ada hambatan. Meski begitu, penjagaan acara pelantikan terkesan ketat. Para wartawan malah tidak diperbolehkan masuk tanpa alasan yang jelas.

Pada rapat paripurna istimewa DPRD Karawang tersebut, Karda Wiranata dari PDI Perjuangan dinyatakan sebagai Ketua DPRD Karawang sementara dan Yoes Taufik dari Partai Demokrat diangkat sebagai wakil Ketua DPRD Karawang sementara.
Pengangkatan keduanya berdasarkan perolehan kursi dari parpol tersebut.

Karena partai yang memiliki kursi terbanyak ada dua, yakni PDIP dan Demokrat, Maka untuk penentuan Ketua DPRD Karawang akan ditentukan berdasarkan hasil rapat para anggota dewan.
Menanggapi pengangkatan Karda sebagai anggota DPRD sementera, Ketua DPC PAN Karawang, Asmara Hidayatullah mengatakan hal tersebut sudah menjadi aturan. Karena dalam aturan partai yang memiliki jumlah kursi terbanyak sudah banyak akan menjadi ketua dewan.

Terpilihnya Karda menjadi ketua sementera DPRD itu merupakan hak preogratif dari PDI Perjuangan yang merupakan partai pengusungnya, karena PDIP merupakan peroleh suara terbanyak pada pemilu yang lalu.
"Mengenai status hukum yang sedang dijalani oleh Karda itu sendiri tidak jadi masalah, karena dia saat ini masih menyandang status terdakwa bukan tersangka. Memang ada sedikit kejanggalan, karena statusnya tersebut," terang politisi yang juga mantan anggota DPRD Karawang ini.

Asmara melanjutkan, Kabupaten Karawang saat ini sedang disorot mengenai sumber daya manusia (SDM) yang masih berada di peringkat bawah. Mengenai SDM yang dimiliki oleh anggota DPRD yang baru, Asmara menilai masih banyak yang memiliki SDM rendah dan ini cukup disesalkannya. Karena ke depan banyak yang harus dikerjakan oleh para anggota dewan. Jika anggota dewan SDM-nya rendah, akan terjadi koordinasi yang lemah sehingga program DPRD akan terhambat.

Sementara itu, ditemui di tempat yang sama, pengusur DPC PKB Karawang, Rahmat Toleng mengatakan, dengan tidak bermaksud mengabaikan kontroversi soal putusan MA, sepatutnya ucapkan selamat datang kepada para anggota DPRD baru. Saatnya memasuki dunia publik, dunia yang akan menuntut energi positif untuk menjadi kreatif dalam segala hal.
"Mudah-mudahan semuanya bisa bekerja sesuai dengan tugasnya masing-masing. Pembangunan daerah harus lebih diutamakan dari segala-galanya,"paparnya. (asy)

Mbah Surip dielu-elukan para saudara dan tetangganya.

Di kampung halamannya di Mojokerto, Jatim, Mbah Surip dielu-elukan para saudara dan tetangganya. Mereka bangga dengan sosok penyanyi nyentrik bernama lengkap Urip Ahmad Ariyanto itu. Sayang, karena panggilan Tuhan, rencana kedatangan pada pertengahan bulan ini batal.

PULUHAN
orang kemarin siang memadati gang kecil dan buntu di Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Mereka bergerombol di depan rumah kecil (kira-kira seukuran tipe 36). Itulah rumah Mbah Surip.
Di antara kerumunan orang-orang tersebut, terlihat Senen dan Semiati. Mereka adalah saudara tua Mbah Surip.

Siang itu keduanya tampak sibuk menerima ucapan belasungkawa dari para pelayat yang datang silih berganti. Kebanyakan pelayat yang datang adalah tetangga sekitar rumah Mbah Surip. Di antara mereka bahkan beberapa ibu yang terlihat menangis. Suasana bertambah haru ketika tiba-tiba muncul seorang perempuan berjilbab.

Dia datang tergopoh-gopoh sambil menangis. Dengan menenteng tas hitam dan berseragam PNS (pegawai negeri sipil), perempuan itu langsung masuk ke rumah Mbah Surip.
Dia adalah Suharti, adik Mbah Surip yang sekarang menjadi guru SD Terusan III Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Tangisnya menjadi-jadi ketika berpelukan dengan para tetangga. Sambil berpelukan, dia berbisik meminta maaf untuk kakaknya yang meninggal mendadak itu.

Kabar kematian Mbah Surip benar-benar mengejutkan saudara-saudaranya. Apalagi, beberapa jam sebelum meninggal, Varid, anak kedua Mbah Surip yang terus mendampingi di Jakarta, sempat memberi kabar bahwa ayahnya kecapekan dan disuruh beristirahat.
Karena itu, Senen dan Suharti tenang-tenang saja. Senen melanjutkan pekerjaannya menjadi tukang bangunan dan Suharti menjadi guru. Tapi, siangnya, kabar duka mereka terima. Mbah Surip pergi untuk selama-lamanya.

Senen sempat terkejut dengan kabar yang menyebutkan bahwa Mbah Surip akan dimakamkan di Jakarta. Ponsel yang semula dipegang Mulyono, saudara sepupu sekaligus teman bermain musik Mbah Surip, diberikan ke Senen. ''Keluarga meminta harus dimakamkan di Mojokerto. Anaknya ini mau menikah,'' ungkapnya.

Selain itu, kedua orang tua Mbah Surip, Sukotjo dan Rasmina, dimakamkan di pemakaman panjang Losari. Bahkan, saat masih hidup, setiap pulang ke Mojokerto, Mbah Surip yang dikenal senang menggendong anak-anak itu selalu berziarah ke makam orang tuanya.

Mbah Surip adalah anak keempat. Saudara-saudaranya yang lain (diurut dari atas) Tukul Matrawi, Semiati, Senen, Suharti, Julaikah, dan Jailani. ''Dia terakhir pulang awal Juli lalu,'' kata Senen.

Pemilik khas rambut gimbal yang lahir di Mojokerto 60 tahun lalu itu memang berencana pulang kampung. Dia akan menjadi wali bagi anak ketiga, Risna atau akrab dipanggil Krisna. ''Rencananya 16 Agustus 2009 ini mau ke sini menikahkan anaknya,'' ungkap Suharti.

Dari pernikahannya dengan Minuk Sulistyowati, Mbah Surip dikaruniai empat anak. Mereka adalah Titah Susiloningrum, 27, Varid, 25, Risna, 24, dan Ivo, 23. Huruf-huruf depan nama-nama anaknya itu terinspirasi dari huruf-huruf TVRI. Krisna yang kemarin terpaksa menikah di depan jenazah sang ayah di Jakarta bekerja sebagai apoteker di Surabaya.

Jalinan pernikahan Mbah Surip dengan Minuk sekaligus ibu dari keempat anaknya memang tidak berlanjut. Mereka bercerai pada 1980. Mbah Surip merantau dan Minuk menikah lagi.

Kabar kedatangan Mbah Surip ke kampung halaman (saat pernikahan Risna) yang rencananya pada 16 Agustus itu sempat ditunggu-tunggu penggemar. Maklum, sejak wajahnya sering nongol di TV, sosok Mbah Surip menjadi semakin digemari. ''Nanti kalau pulang diberi angpau. Yang kecil-kecil Rp 50 ribu, yang besar Rp 200 ribu,'' ungkap beberapa tetangga, menirukan janji Mbah Surip.

Di sela-sela persiapannya berangkat ke Jakarta menjemput jenazah Mbah Surip, Suharti mengatakan pernah diguyoni kakaknya itu. "Katanya, saya mau dibelikan helikopter, tapi yang second (bekas). Jadi, kalau orang-orang Mojokerto ke Jakarta, akan diajak naik helikopter itu," cerita Suharti.

Sebenarnya Suharti dan saudara-saudaranya berencana ke Jakarta Jumat (7/8) nanti. ''Ya, Jumat nanti itu kami mau silaturahmi,'' ujar Suharti meyakinkan.

Di mata saudara-saudaranya, sosok Mbah Surip adalah pekerja keras. "Kasihan dia. Selama ini dia sengsara. Baru berhasil dan enak, sudah meninggal. Dia dulu sekolah cari biaya sendiri. Kadang jualan es lilin keliling, ngasong, dan jualan tiket bioskop (dulu tak jauh dari rumahnya memang ada gedung bioskop),'' kata Mujiono, sepupu Mbah Surip.  



Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Bagian Perekonomian Kemplang Dana Bansos Rp.150 Juta?


KARAWANG,RAKA
- Selain melakukan penyelidikan terhadap penyaluran dana Bansos sebesar Rp. 5 milyar yang berasal dari APBD 2008 Kabupaten Karawang. Kejaksaan Negeri juga sedang melakukan penyelidikan terhadap penyaluran dana Bansos yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Barat. Penyelidikan Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang terkait dugaan penyimpangan dana bantuan sosial(Bansos) pun kini semakin melebar. Jika sebelumnya merambah ke koperasi atau badan usaha milik partai politik tertentu, kini mulai masuk ke kalangan eksekutif khususnya Bagian Perekonomian, Setda Karawang.

Kepala Kejaksaan Negeri Karawang, Syaiful Anwar, melalui Kepala Seksi Intelijen, Asep Sontani Sunarya, ketika ditemui wartawan di kantornya, Rabu(5/8) kemarin mengatakan, mengacu kepada keterangan yang disampaikan pengurus 10 kelompok usaha bersama(KUB) di Kecamatan Tirtajaya dan Kecamatan Tempuran menyatakan belum menerima kucuran dana tersebut."Padahal, seharusnya masing-masing kelompok itu mendapatkan dana sebesar Rp.15 juta per kelompok. Bila dikalkulasikan maka ada dana Bansos yang tidak disalurkan sebesar Rp.150 juta," ucapnya.

Dikatakannya, hingga saat ini pihaknya baru melakukan penyelidikan akan dugaan penyimpangan dana bansos tersebut di dua kecamatan saja.Sementara, di Kabupaten Karawang terdapat 30 kecamatan. Makanya, sambungnya, tidak tertutup kemungkinan jumlah dana bansos yang diselewengkan akan bertambah. "kami akan terus mengumpulkan informasi untuk mengungkap dugaan penyewelengan dana bansos tersebut," katanya.

Jumlah kelompok usaha yang mendapat kucuran dana bansos di Karawang mencapai 334 KUB.Sehingga untuk menyiasatinya, lanjut Asep, pihaknya akan mengedepankan optimalisasi dan efektifitas dalam penyelidikan. Hal tersebut perlu dilakukan karena nantinya tersangka akan berusaha mengembalikan uangnya karena tahu akan ada penyelidikan dari kejaksaan. "Rata-rata yang tergabung dalam KUB ini, mereka yang berusaha diusaha perdagangan seperti warung dan jenis usaha lainnya," tandas Asep.

Di tempat terpisah,  Ketua Tim Investigasi Gerakan Rakyat Pemberantas Korupsi (GRPK), Asep Irawan Syafei mengatakan, bantuan sosial yang sangat kental nuansa tindak pidana korupsi ada di bagian kesejahteraan rakyat (Kesra) yang mengelola bantuan keagamaan, selain bantuan perekonomian. Indikasinya, bagian Kesra tidak menjelaskan secara rinci penggunaan anggaran yang digunakan."Mereka hanya melaporkan sebatas garis besarnya saja," kata Asep.

Celakanya, tutur Asep, ada kesan bagi aparat Pemkab Karawang bahwa dana tersebut harus habis tanpa mempertimbangkan manfaatnya. Sehingga, tidak heran, jika diakhir tahun dana tersebut masih tersisa, beberapa pejabat menyuruh orang-orang untuk mengajukan proposal agar anggaran tersebut habis. Hal tersebut dilakukan tanpa melihat dari segi kebutuhan."Dengan begitu,  penerima bantuan tidak memiliki beban atas bantuan itu karena menganggap bantuan tersebut rejeki nomplok.Apalagi, tak jarang sang penerima bantuan tersebut  mendapat komisi yang cukup lumayan," pungkasnya.(ops)

Penghasil Limbah B3 Enggan Keluarkan Biaya Tinggi, Buang Sembarangan di Sekitar Saluran Irigasi Tarum Barat, Kecamatan Ciampel Karawang


KARAWANG,RAKA- Seiring dengan banyaknya industri yang menggunakan batubara sebagai sumber energi, ternyata justru  menimbulkan masalah baru khususnya dalam pelestarian lingkungan. Sisa pembakaran batubara berupa fly ash dan bottom ash kini dengan mudah ditemui dibuang sembarangan di sekitar saluran irigasi Tarum Barat, Kecamatan Ciampel Karawang.

Limbah batubara yang mengandung bahan beracun dan berbahaya(B3) itu, diduga kuat dibuang sembarangan karena penghasil limbah B3 itu sendiri tak peduli dengan kondisi lingkungan yang ada serta tidak bersedia  untuk mengeluarkan biaya besar.Penghasil limbah cenderung melimpahkan tanggungjawab pengelolaan atau pemanfaatan limbah tersebut kepada pengusaha-pengusaha limbah yang tidak profesional, asalkan dengan harga murah.

Disisi lain, instansi berwenang yang membidangi pencegahan pencemaran lingkungan justru 'main mata' dengan pengusaha limbah.Akibatnya, sudah bisa ditebak tingkat pencemaran akan terjadi dimana-mana. Pengusaha limbah yang  tidak memiliki instrument mengolah atau memanfaatkan limbah itu, cenderung hanya menerima limbah B3 dari perusahaan penghasil tanpa mengelolanya. "Sehingga tidak aneh jika mereka membuang, atau dalam sebutan mereka 'menyimpan' di sembarang tempat.

Salah satunya di sepanjang bantaran saluran induk Tarum Barat," kata Direktur Eksekutif Indonesia Hazardouz Waste Materials and Research (IHWAR), Karya Ersada, Rabu (5/8) kemarin. Ersada menambahkan, biaya yang harus dikeluarkan penghasil limbah B3 untuk mengolah limbahnya, dianggap masih cukup besar.Contohnya, pada 2007, cost processing mencapai Rp 250.000 setiap tonnya. Ditambah lagi, biaya pengangkutan yang mencapai Rp 2.000.000.

Perlakuan yang sama juga diperagakan pengumpul atau pemanfaat limbah. Pengumpul limbah yang biasanya merangkap sebagai pengangkut limbah pun enggan keluar uang banyak. Mereka tidak menggunakan kendaraan tertutup untuk mengangkut limbah B3. Tempat penampungan limbah B3 pun seadanya. Limbah B3 dibiarkan bersentuhan langsung dengan tanah. "Padahal salah satu zatnya bisa dengan cepat mencemari tanah dan air yang sangat memungkinkan untuk merusak kesehatan manusia," tutur Ersada.
Celakanya, tingkat  pencemaran itu sendiri akan semakin parah karena masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penampungan tidak mengetahui bahayanya limbah tersebut.

Warga sekitar lokasi pencemaran tidak menyadari jika gangguan kesehatan yang dialaminya ada kaitan dengan aktivitas pembuangan limbah B3 secara sembarangan itu. "Mereka menganggap sakit yang diderita seperti radang tenggorokan atau flu hanyalah dampak dari perubahan cuaca," Kata Ketua Koalisi Pemantau Limbah B3 Indonesia Bagong Suyoto, ketika dihubungi RAKA melalui ponselnya kemarin. Kandungan zat kimia dalam limbah yang berupa abu kecil dapat mengakibatkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Dan jika yang masuk merupakan partikel yang lebih kecil, berhasil menerobos paru-paru dapat merusak paru-paru.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pertambangan dan Energi Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi(Disperindagtamben)  Kabupaten Karawang, Wiryadi Moeradi mensinyalir adanya penyuplai limbah batu bara dari luar  Karawang. Pasalnya, industri penghasil limbah fly ash dan bottom ash tidak membuang limbahnya sembarangan."Sehingga, celah ini dimanfaatkan pengumpul limbah nakal untuk  menampung limbah B3 dari luar Karawang," katanya.

Berdasarkan data di Disperindagtamben  Karawang, tercatat ada sekitar  22 perusahaan yang menggunakan batu bara. Pengguna batu bara dalam kapasitas besar di antaranya Pindodeli I dan II (untuk power plant), pabrik Esa Kertas Nusantara, dan pabrik tekstil Nikawatex.Sedangkan sisanya hanya berkapasitas sedang dan kecil."Jumlah industri yang menggunakan batubara itu masih bisa bertambah atau berkurang karena data tersebut berdasarkan hasiul pendataan tahun 2007 lalu," tuturnya. (ops)

Pertahankan Lumbung Padi Karawang


CILAMAYA KULON, RAKA - Sudah diketahui bersama, bahwa Karawang merupakan salah satu lumbung padinya Jawa Barat. Namun saat ini, sebagian wilayah Karawang telah dikonversi menjadi lahan industri. Hal ini tentunya akan mengurangi pasokan padi dari Karawang. Jika ini terus dibiarkan, masyarakat akan kehilangan lahan pertaniannya dan predikat lumbung padi akan menghilang. Hal tersebut dikatakan oleh anggota DPRD Karawang dari Partai Bintang Reformasi (PBR) Unang Sunandang SE, Rabu (5/8) siang.

Menurutnya, sebagai anggota DPRD Karawang yang baru dilantik, dia tidak bisa berbicara banyak mengenai pembangunan yang akan dilakukannya nanti. Pasalnya, saat ini dia masih menunggu komisi mana yang akan dipilihnya. Karenan nantinya program yang akan disusun harus seseuai dengan komisi yang ditempatinya. "Background pendidikan saya berasal dari ekonomi, mudah-mudahan komisi yang akan ditempati sesuai dengan background pendidikan tadi, supaya lebih mengena," ungkap Wakil Ketua DPC PBR ini.

Walaupun demikian, lanjutnya, sebelum mencalonkan diri menjadi anggota dewan, dia telah memiliki visi untuk terus mengembangkan pertanian yang ada di Karawang. Sebelum menjadi anggota dewan, dia merupakan seorang petani dan kontraktor dolog. Sehingga untuk masalah pertanian, sudah tidak asing lagi baginya. "Selain sektor pertanian, sektor kelautan juga akan menjadi prioritas program saya nanti. Karena di daerah dapil enam dan daerah lainnya, banyak potensi kelautan yang belum dimaksimalkan," terangnya.

Unang mengatakan, saat ini, kali pertamanya dia menjadi anggota DPRD bahkan di bidang politik. Keikutsertaannya terjun ke dunia politik dengan satu niatan, ingin memperbaiki citra lembaga dewan tersebut. DPRD saat ini dinilainya cukup baik, tapi ada hal-hal yang harus dibenahi agar menjadi lebih baik. "Saya tidak mengatakan DPRD saat ini buruk, tapi saya memiliki komitmen membangun DPRD menjadi lebih baik.  Agar masyarakat bisa mersakan aspek positif dengan adanya DPRD ini," paparnya.

Pada pemilu legislatif lalu, lanjutnya, dia mendapatkan sebanyak 8000 suara di dapil 6. Ternyata suara tersebut cukup menghantarkannya menjadi anggota dewan. Padahal, saat itu dia merupakan calon tunggal dari PBR di dapil tersebut. Dan berhasil menglahkan partai lain yang calonnya lebih banyak. "Saya merupakan calon tunggal dari PBR di dapil 6. Saya berharap amanah yang diemban sekarang bisa dipergunakan sebaik-baiknya. Agar tujuan dan program untuk mensejahterakan masyarakat bisa tercapai," harapnya. (asy)

Babi Ngepet Gegerkan Masyarakat Dusun Pagelaran, Desa Dayeuh Luhur, Kecamatan Tempuran


TEMPURAN, RAKA
- Beberapa hari terakhir, masyarakat Dusun Pagelaran, Desa Dayeuh Luhur, Kecamatan Tempuran, digegerkan dengan berkeliarannya babi yang diduga sebagai babi ngepet. Pasalnya, banyak masyarakat yang sering mengalami kehilangan uang.  Hal tersebut dikatakan warga setempat, Bambang (18), saat ditemui RAKA, Rabu (5/8) siang Dia mengakui pernah melihat langsung sosok babi tersebut. Menurutnya, ukuran babi tersebut kecil, sebesar anak anjing dan berwarna hitam.

Dia juga ikut memburu babi tersebut bersama warga lainnya. Namun babi tersebut tidak bisa ditangkap, walaupun dikepung dari berbagai arah. "Daerah kami bukan merupakan daerah perhutanan maupun perkebunan. Jadi tidak mungkin ada babi berkeliaran di sini. Sepengetahuan saya juga, tidak ada masyarakat yang memelihara babi," tuturnya.

Menurutnya, dugaan masyarakat bahwa babi tersebut merupakan babi jadi-jadian, cukup masuk akal lantaran banyak masyarakat yang mengaku kehilangan uang. Tapi jumlah uang masyarakat yang hilang tersebut nominalnya tidak banyak. Uang hilang dalam kisaran ratusan ribu rupiah. Atas kejadian tersebut, masyarakat sering melakukan ronda. "Masyarakat yang punya uang Rp 1 juta, suka hilang Rp 200 ribu atau Rp 100 ribu, seperti itu aja. Tidak ada masyarakat yang kehilangan dalam jumlah besar," terangnya.

Warga lainnya, Tatang (19) menambahkan, babi tersebut hampir keluar setiap malam. Bahkan jam 9 malam pun babi sudah keluar berkeliaran ke pemukiman warga. Pernah kejadian, babi tersebut keluar saat ada hajatan tetangganya. Kedatangan babi tersebut sontak membuat masyarakat kaget dan suasana hajatan jadi rame. Masyarakat setempat lansung memburunya, namun tidak kena. "Masyarakat beranggapan bahwa babi tersebut berkeliarannya di daerah lain. Di sini hanya dijadikan tempat pulang," tambahnya.

Dia melanjutkan, kejadian seperti ini, sepengetahuannya merupakan kejadian yang pertama kali di desanya. Tidak pernah ada kejadian seperti ini sebelumnya, sehingga membuat masyarakat menjadi geger. "Saya tidak tahu pastinya apakah ini babi ngepet atau bukan. Tapi yang jelas masyarakat geger akan hal itu dan banyak masyarakat yang melihat sosok babi tersebut," pungkasnya.

Sementara itu, Staf Kaur Desa Dayeuh Luhur Heri mengtakan, pihaknya membenarkan ada laporan dari warga perihal babi tersebut. Bahkan salah seorang dusun di desanya, ada yang pernah melihat langsung babi tersebut. Tapi dia belum bisa memastikan apakah babi tersebut babi ngepet atau bukan. Karena dia belum melihat langsung sosok babi tersebut. Saat ini dia baru mendapatkan informasi dari warga. "Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami menta warga untuk mengintensifkan siskamling. Tapi saat ini keadaannya sudah mulai kondusif, babi tersebut sudah tidak banyak keluar," terangnya. (asy)

Pramuka Padati Buper Karangtanjung, Lemahabang Wadas Awali Musim Perkemahan

 DIMULAI: ketua mabiran Lemahabang menyematkan tanda peserta kepada anggota Pramuka yang mengikuti perkemahan.

LEMAHABANG WADAS, RAKA
- Menjelang hari ulang tahun Pramuka 14 Agustus, sudah menjadi agenda rutin tahunan bagi Kwartir Ranting (Kwaran) Pramuka mengadakan perkemahan. Untuk tahun ini, kwarcab (kwartir cabang) memberikan waktu dari 3 hingga 10 Agustus untuk melakukan perkemahan di masing-masing kwaran.

Hal tersebut dikatakan oleh Ketua Pelaksana Perkemahan Pramuka Kwaran Lemahabang Nurdin SPd kepada RAKA, Rabu (5/8), setelah acara pembukaan perkemahan di Bumi Perkemahan Karangtanjung, Lemahabang Wadas. Pada perkemahan tahun ini, lanjutnya, diikuti sebanyak 1100 peserta dari 30 SD/MI, 4 SMP/MTs dan 1 SMA yang ada di Lemahabang. Perkemahan tersebut juga dilaksanakan oleh 75 orang pantia, dibantu oleh panitia pendamping sebanyak 100 orang dan 49 dewan kerja ranting (DKR) serta 3 orang tenaga kesehatan.

Perkemahan kali ini untuk menyambut hari pramuka yang ke-48 yang akan jatuh pada 14 Agustus mendatang. "Setiap kwaran bisa berbeda waktu pelaksanaannya, kwarcab hanya memberikan waktu pelaksanaan kemah 3 hingga 10 Agustus mendatang. Puncak acara perkemahan ini akan dilaksanakan nanti di Karawang, berbarengan dengan peringatan puncak hari ulang tahun Pramuka," jelasnya.

Menurut Nurdin, Pramuka sangat baik untuk terus dikembangkan pada anak sejak usia dini. Pasalnya, dalam Pramuka diajarkan mengenai sikap mandiri, kedisiplinan, tanggap terhadap permasalahan serta menjalin persahabatan dengan anggota lainnya. Saat ini, nilai-nilai persatuan di kalangan remaja mulai luntur, hal bisa dilihat dari maraknya aksi tawuran antar pelajar maupun antar geng motor yang banyak beranggotakan anak muda. "Pembinaan terhadap kepramukaan, bukan hanya dilakuan pada saat kegiatan kemah seperti sekarang. Setelah melaksanakan kemah kami juga melakukan pertemuan antar gudep," jelas pria yang juga Kepsek SDN Pulojaya 4 ini.

Nurdin menambahkan, dalam kegiatan perkemahan ini, merupakan lomba tingkat. Yang diperlombakan dalam kemah ini mengenai teknil kepramukaan (tekpram) yang meliputi semapur, tali menali dan lainnya. Selain dari tekpram, diperlombakan juga mengenai ilmu pengetahuan. Sehingga terjadi keseimbangan antara ilmu Pramuka dan ilmu pengetahuan lainnya. "Respon dari siswa sendiri terhadap Pramuka cukup bagus. Ini bisa dilihat dari banyaknya siswa yang mengikuti ekstrakulikuler ini dari pada yang lainnya. Dan ini tentunya hal yang positif untuk membantu perkembangan anak," pungkasnya.

Ditemui di tempat yang sama, Ketua Pramuka Kwaran Lemahabang Asep Sudana SPd menambahkan, dalam perkemahan ini memiliki motto 'Bersua Lapang Dada dan Berpisah Tanpa Cela'. Motto tersebut, mengandung makna yang mendalam. Di dalamnya terdapat pesan persatuan dan perdamaian. Nilai-nilai seperti ini yang harus ditanamkan sejak dini pada siswa. Sehingga ketika mereka tumbuh dewasa, telah memiliki benteng keilmuan yang mumpuni. "Sekarang ini nilai-nilai moralitas sudah mulai luntur. Penghargaan terhadap orang yang lebih tua sudah jarang dilakukan. Nilai-nilai seperti ini harus diajarkan kembali pada anak," jelasnya.

Dia melanjutkan, pembinaan tentang kepramukaan terhadap siswa harus terus dikembangkan, karena Pramuka sangat bermanfaat bagi siswa. Siswa dilatih untuk disiplin serta kreatif. Hal ini tentunya sangat bagus untuk terus dikembangkan. "Kreatifitas, keterampilan, serta kedisiplinan diajarkan dalam Pramuka. Hal ini harus terus dikembangkan agar anak berkembang dengan baik," tutup pria yang juga Kepsek SDN Pasirtanjung 4 ini. (asy)

Depdiknas Masih Sisakan 11 Program


Menteri
Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo menyatakan hingga akhir 2009, masih ada 11 program terobosan kebijakan secara massal yang terus dilakukan oleh departemennya. Program itu untuk menuntaskan rencana stretagis Depdiknas 2005-2009 tentang pemerataan dan perluasan akses, peningkatan mutu, relevansi, daya saing, penguatan tata kelola, akuntabilitas, serta citra publik.

Ke-11 program itu, kata Bambang, adalah pendanaan pendidikan secara massal melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS), BOS buku, Bantuan Khusus Murid (BKM), dan Bantuan Operasional Manajemen Mutu (BOMM). Juga dilakukan peningkatan kualifikasi dan sertifikasi pendidik, penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk e-pembelajaran dan e-administrasi, pembangunan prasarana dan sarana pendidikan, rehabilitasi prasarana dan sarana pendidikan, reformasi pembukuan secara mendasar.

"Depdiknas juga melakukan peningkatan mutu dan daya saing pendidikan dengan pendekatan komprehensif, dilakukan perbaikan rasio peserta didik SMK dan SMA, serta otonomisasi satuan pendidikan," papar Bambang, Rabu (5/8). Program lain yang akan dituntaskan menjelang tutup tahun ialah intensifikasi dan ekstensifikasi pendidikan nonformal dan informal untuk menggapai layanan pendidikan kepada peserta didik yang tak terjangkau pendidikan formal (reaching the unreached)."Tentu saja diperlukan penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra public pendidikan dengan pendekatan komprehensif," cetusnya.

Departemen Pendidikan Nasional juga melaporkan telah membangun 6.158 unit sekolah baru serta 15 Politeknik. Secara rinci, Depdiknas juga membangun 55.947 ruang kelas baru (RKB), 310.569 m2 perguruan tinggi, 14.074 unit perpustakaan, 11.591 unit laboratorium. "Kami juga sudah merehabilitasi ruang kelas SD/MI sebanyak 284.976 ruag, SMP/MTs sebanyak 29.894 ruang, serta 4.598 ruang SMA/SMK/SLB," kata Bambang Soedibyo.

Ditambahkan, seiring peningkatan anggaran pendidikan hingga 20 persen dalam APBN 2009, Departemen Pendidikan Nasional tidak hanya mengurus peningkatan mutu dan sertifikasi guru dan dosen. Departemen yang dipimpin Bambang Sudibyo itu juga membangun sarana dan prasarana pendidikan dari PAUD (pendidikan anak usia dini) hingga pendidikan tinggi.

Pada 2009 ini, lanjut Bambang, capaian cukup besar dipenuhi pemerintah melalui peningkatan satuan BOS (biaya operasional sekolah), yaitu karena pemerintah membebaskan seluruh peserta didik SD negeri dan SMP negeri dari pungutan biaya operasional sekolah. "Kecuali para rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI)," katanya.

Program yang sudah dimulai sejak Januari 2009 lalu itu, terang Bambang, tidak hanya membiayai satuan BOS, tetapi termasuk juga BOS buku. "Untuk tiap siswa pertahun sebesar Rp400 ribu untuk SD di kota, Rp397 ribu untuk SD di kabupaten. Sedangkan untuk SMP di kota sebesar Rp575 ribu, dan SMP di kabupaten sebesar Rp570 ribu. Ini terus kita lanjutkan sesuai amanah UUD 1945 dan komitmen pemerintah terkait kenaikan anggaran pendidikan 20 persen," tukasnya. (gus)

BNN Bakal Independen


Ketua
Pansus Rancangan Undang-Undang tentang Narkotika Sudhigdo Adi (FPDIP) mengatakan, meski belum resmi diputuskan, namun usulan yang menguat di kalangan anggota pansus, lembaga Badan Narkotika Nasional (BNN) kelak tidak lagi diposisikan berada di bawah Mabes Polri.

"Terkait materi kelembagaan ini, memang usulan yang menguat agar BNN tidak lagi berada di bawah Mabes Polri," ungkap Sudhigdo,  Rabu (5/8). Ia mengatakan, hal ini sejalan dengan hasil rapat antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pimpinan DPR, dimana Presiden menghendaki agar BNN bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Tidak lagi berada di bawah Mabes Polri.

Klausul ini, lanjutnya, akan dibawa dalam rapat tim perumus yang akan digelar pada 6-9 Agustus di Kopo, Puncak, Jawa Barat. "Saya rasa semua anggota pansus sudah punya visi dan semangat yang sama. Sudah tidak ada masalah, pasti klausul ini bisa disepakati. Saya optimistis, RUU ini akan disahkan segera setelah reses," tukasnya. Masa reses DPR sendiri akan berakhir pada 13 Agustus mendatang.

Ia menambahkan, terkait posisi BNN tersebut, maka anggaran BNN ke depan tidak lagi berasal dari anggaran Mabes Polri, melainkan langsung dianggarkan dalam APBN. Selain itu, Presiden pun diberi hak dan wewenang secara langsung untuk memilih Ketua BNN. (mi)

Jelang Puasa, Pasar Lemahabgang Wadas Harga Sembako Stabil


LEMAHABANG WADAS, RAKA - Harga sembilan bahan pokok (sembako) di Pasar Lemahabgang Wadas diperkirakan akan tetap stabil meskipun mendekati bulan Ramadan. "Biasanya kalau naik tidak terlalu tinggi, ya sekitar Rp 500," kata Hj Yayah, salah seorang pedagang sayuran di Pasar Wadas.

Ia menyebutkan, sejumlah barang pokok yang diperkirakan harganya akan tetap stabil seperti beras, gula pasir, mentega, minyak goreng baik curah maupun kemasan, minyak tanah, susu kaleng dan bubuk serta beragam sayuran tidak akan mengalami kenaikan yang signifikan. Saat ini harga bawang merah turun dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 10.000/kg. Begitu juga dengan harga cabai dari Rp 6.000/kg yang turun menjadi Rp 5.000/kg.

Sementara itu, Amirah (35), salah seorang warga menuturkan, dirinya berharap agar pada pelaksanaan puasa nanti harga sembako tidak melejit. "Kalau sekarang sih di sini masih musim panen, tapi sebentar lagi peceklik. Jadi saya berharap harga-harga tidak naik. Soalnya kalaupun ada persiapan uang, tapi ini juga akan digunakan buat lebaran nanti," jelasnya. (asy)

Dengklok Sebar 23.850 Buku Sekolah Elektronik

BSE: Kepala UPTD TK,SD Rengasdengklok dan staf juga guru saat mendistribusikan Buku Sekolah Elektronik (BSE) ke sekolah-sekolah di kecamatan tersebut. Buku tersebut merupakan bantuan Pemerintah Propinsi Jawa Barat.
 
RENGASDENGKLOK, RAKA
- Sebanyak 11.925 BSE (Buku Sekolah Elektronik) Bahasa Indonesia dan Matematika, Selasa (5/8) disebar di 44 SD dan 3 MI yang ada di Kecamatan Rengasdengklok. Total kedua buku yang diterima sebanyak 23.850 buku. BSE ini langsung diturunkan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat untuk mencukupi kebutuhan buku pelajaran di sekolah.

"Dengan adanya BSE (Buku Sekolah Elektronik) kualitas pendidikan akan meningkat dari tahun sebelumnya. BSE ini pemberian dari Gubernur Jawa Barat untuk mencukupi kebutuhan buku-buku pelajaran di sekolah," kata Kepala UPTD TK,SD Kecamatan Rengasdengklok, Drs. Muhrodi Suruzi disela pembagian buku-buku itu ke sekolah yang ada se-kecamatan.

Sebelumnya, pada Jumat (10/7) pihak sekolah juga telah menerima buku pelajaran IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Bantuan buku ini gratis untuk SD se-Jawa Barat. Bahkan, bukunya bisa digandakan dan diperjual belikan oleh siapapun dengan harga yang telah disesuaikan pemerintah.

Kata Muhrodi, pendistribusian buku ini langsung dari Dinas Pendidikan Jawa Barat, bahkan pihak UPTD TK,SD tidak mengetahui jadwal pembagian buku ini dari pemerintah provinsi. "Pendistribusiannya tidak dijadwal, tahu-tahu BSE diturunkan ke kantor UPTD TK,SD, bahkan kita pun tidak tahu BSE apa lagi yang akan diterima besok dari dinas pendidikan provinsi," ujarnya.

Tercatat, buku yang didatangkan langsung dari Bandung ke Rengasdengklok ini sebanyak 23.850 buku untuk kedua pelajaran yaitu Bahasa Indonesia dan Matematik, buku ini berlabel BSE milik pemerintah. Buku itu dikirim dengan truk pada Selasa (5/8) sore, guru dan pegawai UPTD sibuk memilah dan membagikan buku-buku itu untuk kemudian disalurkan ke SD yang ada, dari 43 SD itu
meliputi 1 SD swasta dan 3 MI.

Buku ini dibagikan ke sekolah sesuai jumlah siswanya tiap siswa satu buku dari kelas 1 hingga kelas 6. Pembagian buku ini berdasarkan data laporan bulanan UPTD TK,SD kecamatan ke Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Karawang. Buku-buku teks pelajaran BSE tersedia di situs Depdiknas yang diberi nama Situs Buku Sekolah Elektronik yang disingkat BSE atau e-Book.

Jumlah seluruhnya lebih dari lima ratus judul buku dan terus bertambah setiap tahunnya. Buku-buku teks pelajaran ini telah dinilai kelayakan pakainya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Dan telah ditetapkan sebagai Buku Teks pelajaran yang memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan dalam pembelajaran melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 46 Tahun 2007, Permendiknas Nomor 12 Tahun 2008, Permendiknas Nomor 34 Tahun 2008, dan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008.

Buku-buku teks pelajaran yang telah dimiliki hak ciptanya oleh Depdiknas ini dapat digandakan, dicetak, difotokopi, dialih mediakan atau diperdagangkan oleh perseorangan, kelompok orang dan badan hukum dalam rangka menjamin akses dan harga buku yang terjangkau oleh masyarakat. Masyarakat dapat pula mengunduh (download) langsung dari internet jika memiliki perangkat komputer yang tersambung dengan internet, serta menyimpan file buku teks pelajarann tersebut.

Untuk penggandaan yang bersifat komersial, harga penjualannya harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Melalui Program Masal Buku Murah ini, buku teks pelajaran lebih mudah diakses sehingga peserta didik dan pendidik di seluruh Indonesia maupun sekolah di luar negeri dapat manfaatkannya sebagai sumber belajar yang bermutu dan terjangkau. (spn)

Dirjen Budidaya Resmikan BLUPPB Kabupaten Karawang


CILEBAR, RAKA - Dirjen Budidaya meresmikan PP-TIR menjadi Balai layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB). Dan, ini berarti Kabupaten Karawang resmi menjadi kawasan percontohan usaha budidaya. Peresmian sekaligus menetapkan legalitas hukum yang jelas sesuai dengan peraturan mentri 2009.

Balai layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang berada Di Dusun Sukajadi, Desa Pusakajaya utara, Kecamatan Cilebar. BLUPPB semula bernama Proyek Pengembangan Tambak Inti Rakyat (PP-TIR) sesuai dengan Keputusan Presiden NO.18 tahun 1984. Selanjutnya tahun 2009 berdasarkan Keputusan Mentri No. PER.07/MEN/2009. Tambak Pandu karawang (TPK) berubah nama kembali menjadi BLUPPB.

Tujuannya, Dikatakan Direktur Jendral Budi Daya, Made L Nurjanah ditemuyi RAKA, rabu (5/8) disela Peresmian BLUPPB. adalah untuk mewujudkan kawasan percontohan usaha budidaya yang maju, ramah lingkungan dan berkelanjutan guna memandu pengembangan usaha budi daya Udang Nasional. "Pasar ekspor masih ada, sementara pasar domestik makin kuat. Tren akan bergeser dari produk perikanan berukuran besar ke produk berukuran kecil. Untuk jenis udang, yang berukuran kecil lebih murah dibanding ukuran besar. karena murah, volume pesanan justru akan melonjak,"katanya.

Selain itu, BLUPPB bertugas untuk melaksanakan layanan usaha produksi perikanan melalui pola pengembangan etalase dan inkubator usaha perikanan Budidaya. Diantaranya, pengembangan usaha budi daya udang Vanname, polikultur udang windu, ikan sidat,ikan nila, ikan mas serta ikan patin.

Misi BLUPPB Karawang, mengakselerasi pengembangan menjadi sebuah UPT terkemuka pusat kebanggaan perikanan budidaya nasional bahkan Internasional sekaligus membangun taman raya Budi Daya. selain itu, BLUPPB diharapkan mampu mewujudkan layanan prima tentang informasi usaha yang menarik, membuka cakrawala bisnis untuk mendorong oercepatan investasi usaha budidaya secara luas dan akuntabel.

Warga Desa Pusakajaya Utara, Anton Suhirman mengaku keberadaan Balai itu dapat membawa hal positif yang dapat diterapkan oleh warga, dalam keseharian untuk dijadikan sumber penghasilan masyarakat di sekitarnya. "Ditempat itu terdapat budidaya beragam jenis ikan, seperti kerapu udang dan semacamnya. Namun, yang paling terkenal adalah budi daya sidat atau belut laut. Sidat, merupakan makanan khas orang jepang. Sedangkan yang lebih besar digemari di Hongkong." Katanya.

Dari tambak seluas 450 hektare itulah diharapkan warga sekitar Cilebar mendapatkan bimbingan pembudidayaan. Khususnya Sidat," Dengan adanya BLUPPB, masyarakat khususnya putra daerah, mulai mengikuti pemberdayaan potensi air di laut, selain bekerja melaut untuk mencari ikan. Diharapkan, banyak warga yang menerapkannya. Bahkan, kalo bisa hingga disamakan bentuk bangunannya hingga permukaan air, seperti dipasang kincir untuk menimbulkan arus air. Seperti arus air laut yang sebenarnya. Walaupun, warga hanya berbudidaya dilingkungan sekitar tempat tinggalnya. "terangnya.

Secara terpisah dikatakan Kepala Desa Pusaka Jaya Selatan, Warman Abdurahman, ditemui RAKA, Rabu (5/8) diruang diruang kerjanya. Diharapkan dengan diresmikannya BLUPPB, kerjasama bersama masyarakat yang selama ini dianggap kurang maksimal dapat ditingkatkan lagi. "Kami berharap dengan kemajuan budi daya di tambak itu, masyarakat yang berada disekitarnya akan ikut meningkat, khususnya dalam hal ekonomi, "terangnya. (get)

Pola Kerja Anggota DPRD Harus Berubah


"Pola kerja para anggota DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) yang baru harus berubah dan harus lebih bagus, karena mereka dipilih langsung oleh masyarakat. Masyarakat berharap anggota dewan sekarang tidak seperti yang lalu, maksudnya tidak dekat dengan rakyat," kata Wakil Ketua Fraksi PDIP DPRD Kabupaten Karawang, Uman Rusmana, kepada RAKA, Rabu (5/8) siang, usai pelantikannya.

Perubahan itu, lanjutnya, harus bisa dilaksanakan melalui program yang telah dituangkan oleh DPRD lama, yang sekarang masih jadi 'PR' para caleg terpilih. Untuk membenahinya, maka harus ada pola perubahan kinerja dewan yang lama, karena DPRD sekarang dipilih oleh masyarakat dan harus mampu merealisasikan aspirasi masyarakat. "Bagi kita, DPRD fraksi PDI Perjuangan, ketika melaksanakan tugas harus bisa membangun Dapil (Daerah pemilihan) masing-masing," ujarnya.

Kata Uman, sesuai sumpah janji jabatan, dia akan melaksanakan aspirasi masyarakat yang diwakilinya. Dia mencontohkan, jatah anggota dewan yang reses sekitar Rp 100 juta, dana itu bisa dibagikan untuk pembangunan di dapil masing-masing, misal untuk pembangunan mushola, jalan lingkungan atau jembatan yang membutuhkan dana berkisar Rp 5 juta-an, berarti akan banyak fasilitas masyarakat yang dibangun. "Jangan mensorot yang besar-besar, tapi yang kecil-kecil saja, karena yang merasakan tidak hanya orang PDI Perjuangan tapi masyarakat umum, memang dana aspirasinya tetap dari PDI Perjuangan," ujarnya.

Menurutnya, kalau itu dijalankan, pembangunan di Karawang ini tidak akan sulit. Kata Uman, dia akan mencoba melakukan pola BRI (Bank Rakyat Indonesia), mengingat dia adalah pensiunan BRI, karena pola kerja perbankan merupakan pola kinerja yang ketat dan disiplin soal uang. Selain itu, kerjasama pemerintahan eksekutif dan legilatif harus ditumbuhkan, karena ketika persepsi sudah tidak sama maka akan timbul benturan. "Ketika membicarakan pembangunan Karawang, ya harus bicara pembangunan, tidak lagi bicara golongan," paparnya.

Jadi, lanjutnya, kalau anggota DPRD sekarang tidak sanggup meningkatkan pola kerja, berati DPRD Karawang tidak ada peningkatan. Dan untuk anggota dewan non partai yang berasal dari simpatisan akan diberi pengarahan, misal awalnya merah muda jadi merah tua, ini dalam supaya kinerja di fraksi tidak timbul perbedaan pendapat. Usai pelantikan kemarin, Uman merasa bangga bisa menjadi peraih suara terbanyak di Dapil III, yaitu sebanyak 4.086 suara. (spn)

Takut Dirazia PSK di Dusun Cikelor Pulang Kampung


CILEBAR, RAKA
- Pasca pembongkaran tempat prostitusi di Dusun Cikelor, Desa Amansari dan Pos Banjir, Desa Kartasari, Kecamatan Rengasdengklok beberapa hari kemarin, tempat serupa di di Desa Sungaibuntu, Pantai Pisangan dan Betok Mati kena imbas, beberapa PSK (Pekerja Sek Komersial) di lokasi tersebut banyak menghindar, bahkan banyak diantara mereka yang pulang kampung, karena takut Satpol PP.

Tempat prostitusi itu mulai sepi, mereka takut ditangkap Satpol PP Karawang yang kini gencar menggerus lokalilasi tersebut. Selain PSK dan mucikari, warga sekitar yang tidak jauh dari tempat prostitusi juga terancam merosot usahanya, seperti pedagang nasi, tukang cuci pakaian dan penarik perahu eretan hingga pesuruh mereka yang biasa mendapatkan uang dari rumah yang dijadikan tempat prostitusi. Diketahui, keberadaan lokalisasi PSK ini ternyata mampu mengakat ekonomi warga setempat.

Seorang warga Betok Mati, Desa Mekar Pohaci, Kecamatan Cilebar, Nengsih (31) mengatakan, dia tinggal di tempat lokalisasi PSK ini sejak kecil, dia sudah lama mencari penghasilan sebagai pencuci pakaian sementara suminya sebagai nelayan. Kata ibu tiga anak ini, keberadaan PSK sangat berarti bagi masyarakat setempat, karena bisa menunjang kehidupannya dan menambah penghasilan.

Meski demikian, mereka tahu tempat prostitusi dilarang pemerintah dan agama, tapi keberadaan lokalisasi PSK yang sudah puluhan tahun itu tanpa disadari memang menghidupi pendapatan warga setempat. "Kenapa baru sekarang sibuk ingin menutup dan membongkar, tempat ini kan ada sejak puluhan tahun, apakah jatah untuk Satpol PP dari para Mucikari kurang," ujarnya. (spn)

Ratusan Penyandang Cacat Diobati Secara Gratis Digelar Dinas Sosial Jabar menggandeng Dinsos Karawang


AKSI SOSIAL:
Seorang peserta berobat gratis penyandang cacad tampak mengukur tinggi tubuhnya. Kegiatan sosial pengobatan tersebut digelar Dinas Sosial Jabar menggandeng Dinsos Karawang. Dalam kegiatan itu Karawang mendapat jatah 100 peserta selain Kabupaten Garut juga 100 peserta.

KARAWANG, RAKA
-Sebanyak 106 penyandang cacat di Kecamatan Kutawaluya menyeerbu kantor kecamatan kutawaluya, Rabu (5/8) pagi. Mereka membutuhkan rehabilitasi sosial dan juga pelayanan kesehatan guna menumbuhkan kepercayaan diri untuk berkembang dan melaksanakan tugas sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

Kegiatan sosial itu digelar Unit Pelayanan Sosial Keliling Dinas Sosial Jabar dengan menggandeng Dinas Sosial Kabupaten Karwang. Terkait itu, Bupati Karawang Dadang S Muchtar mengatakan kegiatan Unit Pelayanan Sosial Keliling (UPSK) tersebut merupakan upaya untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh disemua tingkatan dan lapisan, termasuk pada penyandang cacat.

Bupati menyampaikan itu melalui Sekertaris Dinas Sosial H.E Sodikin, saat pembukaan kegiatan sosial tersebut di Kantor Kecamatan Kutawaluya yang diselenggaran oleh Dinas Sosial Jabar. Selain itu dikatsakan H. E. Sodikin, kegiatan UPSK ini jangan hanya dilaksanakan di satu kecamatan dan hanya bagi penyandang cacat saja, tapi bisa dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan di setiap kecamatan mengingat penyandang masalah kesejahteraan  sosial di Kaupaten Karawang secara kuantitatif cukup tinggi.

Sebelumnya Kepala Dinas sosial Propinsi Jawa Barat, H. Aip Riva'I, SH, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa hingga tahun 2008 berdasarkan data dari Pusdatim jumlah penyandang cacat di Propinsi Jawa barat mencapai 152.238 orang. Dan dari jumlah tersebut baru 3.641 orang yang direhabilitasi/dilayani melalui kegiatan yang didanai APBN dan APBD I termasuk yang dilayani melalui UPSK (Unit Pelayanan Sosial Keliling).

Sedangkan  Kegiatan UPSK sendiri ditujukan untuk meningkatkan dan memperluas jangkauan kesejahteraan sosial penyandang cacat, sehingga lebih adil dan merata melalui kegiatan penyebaran informasi, deteksi dini kecacatan, konsultasi, pelatihan intensif dan rujukan dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu dari berbagai instansi terkat serta mendorong semua unsur masyarakat agar berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada penyandang cacat.

Menurut Aip penanganan masalah sosial, khususnya bagi penyandang cacat, merupakan amanat dari Undang-Undang nomor 4 tahun 1997. Dan Peraturan Daerah Propinsi Jawa Barat nomor 10 tahun 2006 tentang Penyandang cacat. Peraturan itu menjelaskan bahwa setiap penyandang cacat mempunyai kesamaan kesempatan dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan.

Hal ini dimaksudkan agar kesejahteraan para penyandang cacat bias dicapai bukan hanya melalui bantuan orang lain tetapi dapat diperoleh melalui kemampuan sendiri dan bantuan dari orang lain. Termasuk bantuan dari pemerintah hanya bersifat sementara dan henya merupakan penunjang. Oleh karena itu Pemerintah mengharapkan agar partisipasi masyarakat dapat lebih ditingkatkan melalui rehabilitasi berbasis masyarakat (RBM).

Kegiatan UPSK sendiri lanjut Aip, untuk tagun 2009 baru ditergetkan sebanyak 200 orang masing-masing 100 orang dari Kabupaten Karawang dan Garut. Adapun pelayanan yang diberikan adalah pemeriksaan dan konsultasi medis, pemeriksaan dan konsultasi psikologis, pemeriksaan dan konsultasi sosial, pelatihan orientasi mobilitas alat Bantu dan keterampilan Usaha Ekonomi Produktif (UEP), pemberian dan rujukan.

Sementara Kabid Pemulihan Sosial Dinsos Karawang Drs. H. Darsono, M.Si laporannya menjelaskan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk memperluas jangkauan pelayanan terhadap para penyandang cacat, khususnya bagi penyandang cacat yang ada di Kecamatan Kutawaluya. Selain itu kegiatan UPSK ini tentu akan memberikan support/dukungan moral bagi para penyandang cacat agar mereka bisa lebih mandiri dan dapat menjalankan fungsi dan peran sosialnya di masyarakat.
   
Sementara Kepala Seksi Kessos Kecamatan Kutawaluya Joko Winarto mengatakan kuota di wilayah kuta waluya berdasarkan data awal hanya bagi 100 orang penyandang cacat, tapi terjadi penggelembungan penyandang cacat sebanyak 6 orang. Ini hal wajar dan mungkin masih ada yang ingin mendapat pelayanan kesehatan ini.

"Penyelenggaraan UPSK ini merupakan implementasi dan program pemerintah di bidang pelayanan dan rehabilitasi sosial penyandang cacat. Ini sekaligus sosialisasi Undang-undang Nomor 4 tahun 1997 tentang penyandang cacat, baik yang berada di lingkungan panti asuhan maupun di luar panti, lembaga sosial serta lembaga pemerintah terkait sehingga terwujud kesepakatan bersama dalam mencapai tujuan UPSK," paparnya. (get/*)

Damkar Dihadang Portal, 2 Rumah di Kampung Bambu Duri, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat Musnah Terbakar

TIANG PORTAL: Tiang portal kanan yang rubuh dihajar mobil damkar karena menghalangi jalan saat hendak memadamkan api di Kampung Bambu Duri, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat. Keberadaan tiang-tiang portal ini sepengetahuan Dinas Bina Marga?

KARAWANG, RAKA
- Mengenaskan. Hanya karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa mencapai titik kebakaran lantaran dihadang portal jalan, dua rumah milik warga Kampung Bambu Duri, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang musnah dilalap api. Beruntung dalam peristiwa itu tidak menelan korban jiwa.

Berdasarkan data lapangan, peristiwa terjadi Senin (3/8) sekitar pukul 19.00 WIB. Korban adalah Ana, Warga Kampung Bambu Diri. Kendati berhasil menyelamatkan diri dan keluarganya namun korban menderita kerugian materil yang tidak sedikit.
Menurut keterangan warga, kebakaran terjadi setelah sebelumnya berlangsung konsleting listrik (hubungan arus pendek) di rumah korban. Konsleting itu mengenai televisi korban yang berada dalam ruangan. Akibat konsleting tersebut terjadi ledakan kecil pada box listrik dalam rumah korban.

Ledakan pada box itu mengakibatkan percikan api yang berpendar-pendar dan menyambar sejumlah perabotan rumah korban yang mudah terbakar. Demikian cepat percikan api itu terjadi sehingga hanya dalam hitungan detik api langsung menyambar kemana-mana. Sialnya ketika itu dalam ruangan ternyata banyak perabotan rumah tangga yang terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar.

Tak pelak lagi, korban yang saat itu keburu panik karena tidak menduga rumahnya akan terbakar  hanya bisa berteriak kebakaran sembari berusaha menyelamatkan diri dan sejumlah barang berharga miliknya. Sementara warga yang mendengar teriakan korban langsung berhamburan dan berusaha membantu korban menyelamatkan barang-barangnya. Sedangkan warga lainnya berusaha memadamkan api yang membakar rumah korban.

Sayangnya, api demikian cepat membesar dan menjilat bagian atap rumah korban yang tertutup genteng, sehingga menimbulkan kepulan asap membumbung ke udara. Sumur warga yang diharapkan bisa menjadi sumber air memadamkan api ternyata juga tidak bisa diandalkan. Kemarau yang sudah melanda dalam dua bulan terakhir telah mengakibatkan banyak sumur warga mengalami kekeringan.

Dan, yang mengenaskan adalah mobil pemadam kebakaran Dinas Cipta Karya, semula diharapkan bisa datang secepatnya setelah dihubungi warga, ternyata harus tertahan portal di ruas Jalan Irigasi, di depan Yayasan Ibnu Sina persis ruas Jembatan KW7. Di ruas jalan itu tiga batang portal berukuran besar berdiri kokoh, dua dikanan kiri dan satu ditengah membelah badan jalan tersebut.

Dijelaskan, mobil pemadam kebakaran tersebut masuk dari ruas Jalan Husni Hamid (depan Gedung Kejaksaan berhadapan dengan Kantor Bupati dan Gedung DPRD). Dari ruas jalan itu kendaraan meluncur melintasi jembatan Kodim, sebelum berbelok arah menuju ruas Jalan Irigasi.

Jalan Irigasi itu merupakan satu-satunya jalan menuju ruas Jalan Rubaya selain dari Jembatan KW-7. Hanya saja, jembatan itu terlalu kecil dan tidak bisa dilewati oleh mobil pemadam kebakaran. Sementara untuk melintasi jalur yang lain masih terhadang oleh hamparan sawah.

Sadar untuk mencapai titik kebakaran hanya ruas jalan Irigasi itu satu-satunya, petugas pemadam kebakaran merasa tidak punya pilihan. Terlebih saat itu api nyaris meratakan rumah korban. Alhasil, petugas yang terkenal dengan sebutan 'Pasukan Berani Mati' inipun nekad menerobos portal dengan cara merubuhkan satu tiang portal tersebut.

Hanya saja, pasukan inipun masih dinilai terlambat. Karena begitu sampai lokasi kebakaran api ternyata sudah mulai padam. Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya ketika dikonfirmasi terkait kebakaran tersebut sangat menyesalkan pemasangan portal di KW-7 tersebut. "Jalan sudah bagus dan mulus kok malah diportal," ucap warga tersebut.

Sementara berdasarkan pemantauan RAKA, sedikitnya ribuan rumah warga yang terhubung dengan ruas Jalan Rubaya. Tidak bisa dibayangkan andai di lokasi tersebut terjadi kebakaran hebat yang melibatkan banyak rumah. Sementara mobil pemadam kebakaran tidak bisa mencapai lokasi cuma gara-gara portal yang berdiri ditengah jalan. (raka)

XL Mengumumkan Right Issue USD 300 juta


PT Excelcomindo Pratama, Tbk. (XL), salah satu perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia, Rabu (4/8) di Jakarta, mengumumkan rencananya mengadakan right issue dengan nilai sekitar USD 300 juta (Right Issue).

Pemegang saham utama XL yaitu Axiata Group Berhad dan Emirates Telecommunications Corporation International Indonesia Ltd. telah setuju untuk menggunakan hak mereka atas Right Issue ini. Diharapkan melalui Right Issue ini XL dapat memperkuat neracanya untuk terus berinvestasi dan bertumbuh.

Hasnul Suhaimi, President Direktur XL, mengatakan, dengan adanya Right Issue ini, XL dapat mengurangi utangnya dan memperbaiki struktur modalnya, sehingga akan menjaga keleluasaan kami untuk terus berinvestasi. "Kinerja kami sangat baik, pendapatan dan EBITDA kami tumbuh hampir 50% di tahun 2008. Kami senang karena pemegang saham utama kami mempunyai pandangan positif yang sama dengan kami mengenai bisnis ini dan potensinya, dan karenanya telah berkomitmen untuk mengadakan Right Issue sebesar USD 300 juta," ucap Hasnul.

Dengan neraca dan kemampuan untuk berinvestasi yang lebih kuat, lanjut Hasnul, XL akan dapat lebih berkompetisi di masa yang akan datang dan terus memacu pertumbuhan yang pesat dan memungkinkan kami untuk membagikan dividen kepada para pemegang saham kami di masa yang akan datang.

Dato' Sri Jamaludin Ibrahim, President dan Group Chief Executive Officer dari Axiata Group Berhad, mengatakan, sebagai pemegang saham terbesar dari XL, kami mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pertumbuhan jangka panjang XL. Dan kami sangat yakin dengan potensi bisnis XL. Right Issue ini menunjukkan dukungan penuh Axiata bagi XL dan akan memberikan kemampuan bagi XL untuk dapat terus berinvestasi dalam bisnisnya dan terus memperkuat posisinya di pasar telekomunikasi Indonesia.

Right Issue sebesar USD 300 juta akan terdiri dari ekuitas dan Mandatory Convertible Notes (MCN). Jumlah ekuitas dan MCN, harga saham dan nilai konversi atas MCN akan ditentukan kemudian. Untuk menandai komitmen yang kuat sebagai pemegang saham utama dari XL, Axiata Group Berhad dan Emirates Telecommunications Corporation International Indonesia Ltd. telah setuju untuk menggunakan hak mereka atas Right Issue ini.

Penggunaan dari hasil Right Issue dan alasannya. Seluruh hasil dari Right Issue akan digunakan untuk membayar utang. Ini akan mengurangi biaya bunga XL dan memperbaiki struktur modal XL sehingga memperkuat neraca XL untuk terus berinvestasi dan bertumbuh. Rencana yang akan datang Dato' Sri Jamaludin Ibrahim menambahkan, dimasa yang akan datang, Axiata tetap berkomitmen untuk menambah free float ketika kondisi pasar membaik.

Dijelaskan, Rencana Right Issue ini direncanakan akan diselesaikan pada kwartal keempat 2009, dengan sebelumnya mendapatkan persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diadakan dalam tahun ini. Pemegang saham akan mendapatkan pemberitahuan mengenai RUPSLB ini pada waktunya. (*)

Dukung Anak Paskibraka Ikut Pemusatan Latihan, Yuk, Digelar Islamic Center Karawang Mulai 6 Sampe 18 Agustus 2009


HAI guys..
sobat kita yang gabung di kelompok Paskibraka Kabupaten Karawang 2009 mulai Kamis (6/8) ini bakal melakoni pemusatan latihan, lho. Tempat pembukaannya seh di Gedung Pemuda, Jl. Malabar Karang Indah, tapi yang jadi lokasi peusatannya diGedung Islamic Center, Jl. A. Yani By Pass, Karawang Barat.

Pemusatan latihan Paskibraka Karawang ini kayak biasanya, jumlah pesertanya 50 personelPara peserta ini bukan melulu dari sekolahan di kota, lho, tapi banyak juga tuh yang jadi duta sekolahannya yang jauh dari kota. Kata Pak Ajat Darojat seh, itu Pak Kasi Pemuda Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Karawang yang jadi direktur latihan, kan sesuai kompetensinya.

"Tidak ada itu si anu boleh masuk atawa jangan boleh masuk di luar kompetensinya. Jadi intinya peserta dari sekolahan di kota atau daerah, semaua lantaran memang sesuai kriterianya," sebut Pak Ajat. Pak Ajat sendiri ditemui Gen-X lagi bareng kru di antaranya Pak Cecep Zarkasih, SPd, Kang Warpin, SH, Kang Risman Maulana, juga panitia dan armada PPI Karawang di aula Disdikpora Karawang, kemarin.  

Konon, acara pemusatan pelatihan ini bakal bikin terlibat yang buat pelatih lapangan sebanyak enam orang, dan panitia panpelnya 20 orang. Khusus pelatih lapangan dari armada TNI/Polri yang rinciannya dua orang dari Kodim 0604, dua orang dari Bataliyon Linud 305, dan dua lainnya Polwan Polres Karawang. Sedangkan yang jadi panpelnya gabungan armada Disdikpora, Dinkes, dan UPTD Damkar Dinas Ciptakarya Karawang.

Pak Ajat kasih penjelasan lagi. Selain sejumlah 50 armada Paskibraka Karawang yang ikut penusatan latihan, sebenarnya di seleksi yang digelarnya masih lebih banyak lagi. Tapi dua di antara yang lain yang kemungkinan juga jadi cadangan, masuk Paskibraka Jabar. Armada yang di Paskibraka Jabar itu yakni Dinda Sang Ayuni dari SMA PGRI Cikampek, dan Benny Irawan yang siswa SMAN 5 Karawang.

"Dan sejumlah 50 armada yang di pemusatan latihan, terdiri 28 putra dan 22 putri, yang merupakan anggota Paskibra terbaik utusan 30-an SLTA," terang Pak Ajat. Mereka, tambah pak Ajat bakal ikut kegiatannya selain di lingkungan Islamic Center Karawang yang jadi lokasi pemusatan, juga di lapangan Karangpawitan.

Soal waktu latihan yang utamanya bagi persiapan pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih di hari keramat, 17 Agustus, itu dimulai pagi dan berakhir malam hari. Intinya, "Kita berharap agar peserta memang benar-benar siap," terang Pak Ajat lagi.

Sementara sejumlah armada yang terlibat di kepanitiaan, buat pemusatan itu punya harapan positif. Di antaranya Meigi yang anak SMAN Patkar, Asri bareng Diena yang anak SMANTIKA, M. Fariz FR yang di SMANLIKA, Ardawi di SMAN 1 Batujaya, juga Utami plus Vita yang udah alumni tapi masih betah gabung, punya testi kalo di pemusatan pelatihan bisa bikin rasa kebersamaan yang makin tinggi.

Selain tentang disiplin dan sejenisnaya, soal rasa kebersamaan pun bisa banget tuh jadi pendukung pelaksanaan pengibaran bendera sukses. "Yang udah kita-kita rasain seh ya kayak gitu itu," sebut Meigi. "Ya. Moga-moga di kesempaan ini pun pastinya sama. Apalagi kalo mungkin malah jauh lebih meningkat," koor anak panitia lainnya. (dea wahyudi)

Karlina Aktif Biar Eksis, Dong


BUAT Karlina, anak OSIS SMPN 1 Pakisjaya, Karawang, jadi seorang pimpinan di tingkat mana pun kita duduk itu berarti sebuah tanggung jawab besar, deh. Coz sukses atawa gagalnya gerbong yang dipimpin, semua bermuara di sosok sang pemimpinnya.

"Karenanya di LDKS ini aku serius banget, neh. Nggak mikir capek," cuap Karlina yang ketemu Gen-X seusai acara LDKS yang digelar di lingkungan Bataliyon 305 Kostrad di Telukjambe, kemarin. Acara latihan dasar kepemimpinan siswa yang diikuti banyak armada OSIS, ini digelar Sie Pemuda Bidang Pemuda dan Olahraga Disdikpora Karawang.

Bagi mojang geulis ini, posisi jadi pimpinan yang doi pelajari di acara LDKS itu bisa jadi sebuah pengorbanan tersendri, deh. Dari sekolahannya di Pakisjaya yang berjarak puluhan kilometer, malah juga nggak banyak temen yang serta, Karlina tetap rela. 

Alasan 'si geulis' yang kelahiran Karawang itu, semua kegiatan yang diikuti itu katanya biar bisa menunjang cita-cita. Sejak kecil, cewek berpenampilan sederhana dan mengaku belum penah kepikiran punya gebetan ini selalu mimpi jadi seorang wanita karier.

Atawa bidang apa pun yang kelak digeluti, sebut Karlina, yang penting halal. Tapi, yang sementara dimaui penyuka Agnes Monica ini, di bidang informatika. "Ya, aku maunya sunia informatika gitu. Moga-moga aja kesampean. Doain, ya," Karlina berharap. (dea)

Lingkungan DPRD Purwakarta Tidak Terawat

TIDAK TERAWAT: Meski berada disekitar lingkungan DPRD Purwakarta, namun sejumlah pohon yang berderet disisi jalan Pramuka Ciganea Purwakarta kondisinya tidak terawat. Terlebih memasuki musim kemarau saat ini, kondisi pohon tersebut sangat memprihatinkan.(rif)

Menyikapi Hari Kemerdekaan RI, Hak Untuk Mengelola Tanah dan Air Sendiri

BUPATI Purwakarta Dedi Mulyadi.

PERAYAAN HUT RI 17 Agustus esensinya adalah merayakan kemerdekaan. Yakni, memiliki hak mengelola terhadap tanah dan air kita. Demikian Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, dilingkungan Pemkab Purwakarta, belum lama ini.

Ucapan Bupati Dedi memang pantas untuk dicermati. Sebuah langkah untuk memaknai kemerdekaan seharusnya tidak melulu terjebak dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat legalitas formal atau tanpa ruh. Sehingga, agar tidak terlepas dari makna tersebut perayaan kemerdekaan sejatinya perlu dilangsungkan dengan upaya yang sifatnya bisa dirasakan langsung. Antara lain dengan melakukan penataan lingkungan yang difokuskan dan dilangsungkan secara serentak diseluruh Kabupaten Purwakarta.

"Selama ini perayaan kemerdekaan tidak jarang terjebak dalam sesuatu yang tanpa ruh. Karenanya, kata bupati, dia mengajak semua masyarakat untuk bersama menata dan memmbersihkan lingkungan. Pelaksanaannya, Insya Allah akan kita arahkan melaui upaya-upaya dengan melakukan penataan secara serentak di Purwakarta. Selain secara konsisten terus melakukan evaluasi dan koreksi secara panjang terhadap kebijakan yang dinilai tidak sesuai dengan program kearifan lokal.

Ditambahkannya, penataan lingkungan yang akan difokuskan itu merupakan bentuk menghindari ancaman terhadap bangsa. Bupati menilai, salah satu yang menjadi ancaman bangsa hari ini secara esensial diantaranya penyakit yang tidak terlepas dari persoalaan pengelolaan lingkungan. "Dari situ, ini pun jadi komiten kita untuk terus menjaga tata nilai kebersihan dalam arti luas di Purwakarta,"imbuhnya.

Tentu, lanjut Bupati, penataan nilai kebersihan itu kembali akan diarahkan pada kecintaan tanah air. Kecintaan itu, dipahami dari bagaimana mengelola apa yang menjadi potensi diri. "Purwakarta kita kembalikan pada pengembangkan kearifan lokal.  Dimana, bila nilai-nilai kearifan lokal itu bisa menjadi sangat kuat maka sebenarnya akan membuat negara menjadi sangat kokoh, namun sebaliknya bila nilai-nilai itu terjeramus negara ini bisa jadi ada dalam ancaman serius,"tukas Bupati.

Lebih lanjut Bupati mengemukakan, kecintaan pada tanah air yang bisa menjadikan kekuatan negara menjadi kokoh yakni dengan memulai mencintai apa yang ditorehkan bangsa. "Bila didaerah bisa dilakukan dengan mencintai bahasa daerah, makanan daerah, pakaian daerah, produk-produk daerah, nilai-nilai seni dan hiburan daerah, begitupun secara nasional,"katanya. (rif)

Ida Mardiana Kandidat Ketua Terpilih Masa Bahkti 2009-2014


PIMPINAN sementara setelah pengucapan sumpah jabatan para anggota terpilih Masa Bahkti 2009-2014 bisa jadi diposisikan kepada Srikandi Kader Partai Golkar Ida Mardiana. Ia merupakan seorang kader partai yang telah merasakan asam garam sebagai seorang wakil rakyat di Purwakarta.  Isu santer ini pun berkembang dilingkungan DPRD saat dilaksanakan persiapan gladi resik persiapan sidang paripurna Istimewa, Rabu (5/8) kemarin.

Mengkonfirmsi kabar tersebut, Ketua DPRD Purwakarta, Sigit Soeroso, mengatakan, sebelumnya dibenarkan bila dari usulan pimpinan semenatara akan jatuh kepada sosok Ida Mardiana. Meski demikian saat disinggung terkait dugaan adanya nuasa ketalnya politik dalam menjagokan dan mengoalkan kandidat definitif pimpinan ketua DPRD Masa Bhakti 2009-2014 mendatang, Sigit enggan berkomentar banyak. "Semua kembali kepada pemikiran masing-masing silahkan menilai," katanya.

Sementara, menilik perbandingan perolehan kursi parpol di DPRD priode tahun (2004-2009) dan (2009-2014) tercatat semula Partai Golkar 19 kursi turun 8 kursi menjadi 11 kursi. Sedangkan untuk PDIP bertahan tetap 6 kursi bersamaan dengan itu PPP pun tetap 5 Kursi dari tahun lalu. Lain halnya dengan Partai Demokrat semula hanya 1 kursi bertambah 7 kursi naik menjadi 8 kursi menggeser PKB dalam posisi sebagai pimpinan Dewan. Begitupun perolehan PAN priode ini mengalami peningkatan pula semula dari 3 kursi bertambah menjadi 4 kursi.

Dilain pihak, partai yang mengalami penurunan perolehan kursi yakni PKB dari 6 Kursi turun 2 kursi menjadi 4 kursi. PKS dari 3 kursi turun 1 kursi menjadi 2 kursi dan pada tahun ini di DPRD Purwakarta untuk partai PBB tidak ada perwakilan anggota sedangkan priode tahun priode 2004-2009 ada 2 orang yang duduk menjadi anggota DPRD, partai yang belum ada keterwakilan di DPRD Purwakarta ikut berlenggang memperoleh kursi dari baru tersebut yaitu, partai Garindra 2 kursi, partai Hanura 2 kursi dan PDP 1 Kursi. (rif)

Golkar Dipastikan Duduki Kursi Ketua Dewan Kabupaten Purwakarta


PURWAKARTA,RAKA -
Ketua DPRD periode 2009-2014 Kabupaten Purwakarta dipastikan akan dijabat anggota dewan dari Partai Golkar. Hal itu berdasarkan putusan Pansus Rancangan Undang-Undang  MPR, DPR, DPD dan DPRD yang menetapkan bahwa Ketua DPRD periode 2009-2014 berasal dari partai pemenang Pemilihan Umum legeslatif 2009 kemarin.

RUU tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD yang terdiri dari 10 Bab dan 409 Pasal yang baru dan akan disahkan dalam waktu dekat.
Sementara itu partai pemenang perolehan kursi suara menduduki jabatan di DPRD Purwakarta adalah partai golkar dengan jumlah kursi sebanyak 11 kursi. Dan dari 3 besar perolehan suara lainnya partai Demokrat 8 kursi dan 6 kursi diperoleh oleh PDIP. Tiga besar partai tersebut akan menduduki jabatan pimpinan Dewan masa Bhakti mendatang, Selanjutnya, PPP 5, PAN 4, PKB 4, PKS 2, partai Garindra 2, partai Hanura2  dan PDP 1 Kursi.

Dari pantauan, 11 anggota Anggota Partai Golkar yang terdiri dari 4 orang wajah lama antara lain Ucok Ujang Wardi, SH, Hj. Ida Mardiana, Lalam Martakusuma, SE. MSi, Hj. Nena Rohanah dan 7 orang yaitu Rahmat Budi Mulyana, H.Ahmad Dimyati, H. Komarudin SH.MH, Yudilaga, Hj. Dian Kencana, M.Pd, MM, H. Engkos Kosasi, Hendra Gunawan.

ke 11 orang asal Partai Golkar tersebut yang sekarang disebut-sebut dan diperbincangkan baik itu dilingkungan Partai Golkar sendiri, maupun para anggota DPRD yang dapat berpeluang menduduki kursi ketua yaitu, dari wajah lama Lalam Martakusuma, SE. Msi. Sedangkan wajah baru , H. Komarudin SH. MH.

Namun disisi lain sekalangan anggota DPRD yang lama dan lingkungan masyarakat purwakarta juga menyebutkan sosok lain calon lain yang juga dapat diperkirakan perlu diperhitungkan untuk jabatan itu yakni ketua Fraksi Golkar Ucok Ujang wardi. "Tapi hingga kini kami belum dapat jelas apakah dia juga mendapat restu dari partainya sendiri kita belum tahu mungkin mengadu nasib," kata satu sumber di tubuh Partai Golkar, Rabu (5/8).

Sementara, dalam memandang hal itu, Presdir LSM Topan RI DPD Purwakarta, Wawan Ridwan, di gedung DPRD mengutarakan, sebagai masyarakat pihaknya sangat menginginkan sosok ketua DPRD yang dapat membawa era kepemimpinan di gedung putih Purwakarta sebagai orang yang dapat mengayomi para anggotanya.

Selain dapat bersikap adil dan bijaksana dalam mengambil keputusan.  "Artinya tidak neko-neko dan tidak hanya duduk dikursi saja dan jadi boneka kebijakan. Jangan sampai kedepan sosoknya tidak mencerminkan sebagai sosok seorang pimpinan," Ucap Wawan Ridwan. (rif)

Pelantikan Dewan Periode 2009-2014 Diancam Demo, Polisi Kerahkan 400 Personel


PURWAKARTA, RAKA
- Pelaksanaan pelantikan (pengambilan sumpah, red) anggota DPRD periode  2009-2014  yang akan digelar Kamis (6/8) hari ini dikabarkan akan diwarnai aksi unjukrasa. Itu menyusul adanya informasi yang diterima sekretariat dewan setempat dari pihak kepolisian. Selain itu, sebanyak 400 personil pihak keamanan disiagakan terkait peristiwa itu.

Sekretaris DPRD Purwakarta Drs Sahrul Koswara MM yang ditemui diruang kerjanya Selasa (5/8) membenarkan kabar jika dalam pelantikan anggota DPRD yang  akan di gelar, akan warnai aksi unjukrasa.  "Secara resmi, memang belum ada  pemberitahuan atas rencana aksi. Tapi dari informasi yang kami terima, aksi itu akan dilakukan berbarengan dengan pengambilan sumpah anggota DPRD besok," kata Sekretaris Dewan DPRD Purwakarta Drs Sahrul Koswara MM saat ditemui diruang kerjanya, kemarin.

Hanya saja, saat ditanya dari kelompok atau dari organisasi mana, Sahrul mengaku tidak tahu."Informasi ini pun saya dapat dari pihak kepolisian,"tambahnya. Dijelaskannya, pengambilan sumpah jabatan anggota DPRD Periode 2009-2014 yang sebelumnya dikabarkan teracam mundur.

Pihaknya meyakinkan bahwa Kamis (6/8) (hari ini,red) merupakan agenda pelantikannya. "Pelantikan besok (hari,red) pun sesuai rapat Panmus kemarin. Apalagi, Sk nomor 171 ./kep. 1005 -pem-um/ 2009  Tentang peresmian keanggotan DPRD Kab Purwakarta hasil pemilihan tahun  2009  telah kami terima. Artinya, tidak mungkin pelaksanaan itu tidak akan digelar,"tandasnya seraya mengatakan bahwa pihaknya sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk pelantikan tersebut.

Sementara itu, Kabag ops Polres Purwakarta Kompol Sunyoto yang dimintai tanggapannya  terkait aksi unjukrasa yang berbarengan dengan pengambilan sumpah anggota DPRD. Diakuinya, belum menerima laporan atas adanya rencana aksi itu. "Belum ada laporan yang masuk. Tapi desas-desusnya memang seperti itu," katanya.

Tapi imbuh dia, jika aksi itu nantinya benar-benar dilakukan pihaknya menyatakan tidak akan segan untuk melakukan tindakan sesuai prosedur. Artinya kemungkinan akan dilakukan pembubaran secara paksa. "Kita akan mengikuti prosedur. Sebab bagaimana pun, minimal sebelumnya harus ada surat pemberitahuan terlebih dahulu,"katanya.

Selain itu tambah dia, dalam memberikan pengamanan,  pihaknya akan menerjunkan sekitar 400 personil kepolisian yang nantinya akan disiagakan disejumlah titik yang telah ditetapkan.  "Kita juga akan melakukan sistem buka tutup. Dan pengamanannya sendiri tidak akan jauh berbeda seperti saat pelantikan Bupati Purwakarta beberapa waktu lalu," tukasnya. (ton)

Uang Kadeudeuh DPRD Purwakarta Hanya 8 Juta


PURWAKARTA,RAKA
- Setelah sempat mengemuka akhirnya uang purna bhakti anggota DPRD Purwakarta terungkap juga. Sebesar Rp 8 juta dipastikan bakal masuk kantong para mantan wakil rakyat itu, setelah sebelumnya sempat dikabarkan akan menerima Rp 24 juta per orang.  

Hal tersebut, diakui anggota DPRD Purwakarta sekaligus Ketua Fraksi Golkar, Ucok Ujang Wardi. Diakuinya, bila pemberian uang tersebut adalah   penghargaan untuk masa kerja anggota DPRD selama 5 tahun di gedung putih Purwakarta. "Uang tersebut kita terima apa adanya, namanya juga dikasih dan tidak benar bila setiap anggota dewan mendapatkan sampai puluhan juta," katanya.

Dari pernyataan Ucok Ujang Wardi, sekaligus mematahkan apa yang sempat diungkapkan Kepala Bagian (Kabag) Keuangan Sekretarian DPRD Purwakarta, Ruslan Subanda. Ketika itu, ia menjelaskan, bila uang jasa pengabdian diberikan tidak seragam.  Namun, pemberian jasa pengabdian ini sesuai amanat PP 24 yang diubah kedalam PP 21/2007 tentang jasa pengabdian diberikan kepada pimpinan dan anggota dewan dipenghujung masa bakti.

"Jasa pengabdian itu sudah seharusnya dipandang wajib diberikan ke pimpinan dan anggota dewan. Sebab, sudah sesuai amanat PP meski sebelumnya Jasa pengabdian tak dikenal atau tak digunakan. Sehingga setiap memasuki purna bakti kiprahnya pimpinan dan anggota dewan tak diberi uang pengabdian, namun sekarang acuan tersebut berlaku," kata Ruslan.

Sumber RAKA dilingkungan DPRD Purwakarta yang namanya engan dikorankan, mengatakan, bila terkait pembagian uang purna bhakti tersebut DPRD sebelumnya sudah menyiapkan uang sebesar Rp 425 juta. Besaran rupiah tersebut, lanjut sumber, akan dibagikan pada 45 anggota dewan secara tidak seragam. Diantaranya, untuk pimpinan DPRD dibayar sebanyak Rp 12,6 juta, Wakil ketua Rp 10,8 juta dan anggota DPRD Rp 7,2 juta. "Besaran uang tersebut senilai dengan uang representatif sebanyak 6 kali," kata sumber. (rif)

Bupati Purwakarta Menyerahkan Penghargaan Juara Napak Tilas


PURWAKARTA, RAKA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi belum lama ini menyerahkan penghargaan terhadap keberhasilan Team Purwakarta sebagai pemenang dalam kegiatan napak tilas hari jadi Purwakarta yang ke 178 beberapa waktu lalu. Dalam napak tilas itu, setiap peserta harus melakukan gerak jalan yang diawali mulai Alun-alun Wanayasa menuju pelataran pendopo Pemda Purwakarta.

GM Kandatel Bekasi, Teguh Prasetyo dalam pesan SMS-nya menyampaikan ucapan selamat atas kesuksessan Tim napak tilas Telkom Purwakarta yang bisa meraih Juara-II dari 400an lebih group Napak tilas yang ikut serta dalam kegiatan itu. Bahkan ia meminta kemenangan ini pun dijadikan momentum sebagai pembangkit dan semangat untuk menjadi yang terbaik dalam segala hal. "Yang jelas kita mengucapkan terima kasih terhadap keberhasilan terhadap team Purwakarta yang mendapatkan penghargaan itu," ujarnya.

Menurutnya, momen Napak tilas tersebut merupakan salah satu kegiatan terpenting dalam rangka memperingati HUT Purwakarta ke-178 dan ke-41 kabupaten Purwakarta (20 Juli 1883-2009). Sementara itu,  JM Kancatel Purwakarta Muskab Muzakkar yang didampingi oleh koordinator tim, Suwito mengaku cukup respon dengan evet-event seperti itu. Bahkan saking semangatnya ia saat itu  selalu memberikan spirit dan semangat tim Purwakarta.

Bahkan sesekali, aku dia, ia pun selalu menyemangati disetiap titik tempat penjurian sehingga Tim Napak Tilas terus-terus agar semangat dalam setiap langkah dan geraknya. "Prinsipnya harus menjadi yang terbaik disetiap langkahnya, biar tim lain yang jumlahnya beratus-ratus dengan corak uniform yang beraneka ragam serta menarik perhatian masyarakat umum yang dilaluinya. Tapi kemenangan adalah target kami, "tandasnya. (ton)

LSM Topan DPD Purwakarta Melakukan Audensi

AUDENSI: LSM Topan DPD Purwakarta melakukan audensi di ruang pimpinan DPRD Purwakarta Sigit Soeroso, Rabu (5/6). Dalam audensi tersebut, LSM Topan membeberkan sejumlah 'PR' yang belum dituntaskan anggota DPRD. (rif)

Satpam PT Indorama Teknologi (PT IRT) Terancam Dipecat




PURWAKARTA, RAKA
- Petugas keamanan (Satpam) PT IRS Spinning terancam di pecat dari PT Indorama Teknologi (PT IRT). Dia dianggap lalai membukakan pintu bagi pelaku, terkait raibnya gaji karyawan perusahaan tersebut pada Jumat (3/7) lalu.

Ironisnya, pemecatan itu hanya dilakukan kepada satpam tersebut meski beberapa pegawai lainnya berada ditempat yang sama saat kejadian itu terjadi. Seperti diberitakan sebelumnya,  Jumat (3/7) beberapa waktu lalu ratusan pegawai PT Indorama Teknologi (PT IRT) Purwakarta sempat harus menunggu menerima gaji pada bulan bulan Juli lalu. Menyusul saat itu telah terjadi pencurian akibat dibawa kaburnya uang karyawan sebesar Rp 750 juta oleh salah seorang pegawainya di bagian akunting perusahaan tersebut.

Buntut peristiwa tersebut, manajemen PT IRS pun langsung melaporkan AHB (39), warga Gardu Induk, Kelurahan Nagri Kidul yang disangka telah melarikan uang gaji karyawan tersebut. Hanya saja, sebelum kejadian itu terjadi sekitar pukul 08.15 WIB AHB datang ke kantor pusat  PT Indorama Synthetic (PT IRS) Spinning yang berada Jalan Raya Ubrug Jatiluhur Purwakarta. Pegawai itu, tiba di kantor dengan menggunakan Toyota Kijang warna hitam nopol D  1047  DJ yang disopiri EG. Petugas keamanan perusahaan yang salah satunya merupakan korban pemecatan, akhirnya membukakan pintu gerbang lantaran penumpang mobil yang sebelumnya dicurigai ternyata merupakan karyawan setempat.

Atas masalah itu, Salah seorang petugas pengamanan Perusahaan setempat Jefri membenarkan bahwa dirinya diminta oleh perusahaan untuk mengundurkan diri karena dianggap lalai buntut dari dibawa kaburnya uang gaji karyawan PT IRT oleh AHB.  Bahkan diakuinya, perusahaan menawari dirinya untuk mengundurkan diri terhitung sejak tanggal 1 Agustus lalu.

"Seharusnya sanksi itu tidak diberikan kepada saya saja jika dianggap lalai. Sebab saat kejadian supervisor, wadanru, adm dan anggota, ada ditempat. Namun mengapa hanya anak buah saya saja yang dikenai sanksi. Sementara karyawan lainnya tidak mendapatkan hukuman apa-apa," jelas Jepri yang dihubungi Rabu (5/8). Ia menuturkan, setelah mendapat informasi harus mengundurkan diri, dirinya langsung  melaporkan kepada PUK SPSI Spinning untuk diselesaikan melalui internal perusahaan.

Ketua PUK SPSI PT IRS Spinning, Dedi ketika dihubungi membenarkan bahwa masih bekerjanya  Jepri karyawan bagian sekuriti itu menandakan PUK SPSI sudah memperjuangkan aspirasi para karyawannya. Sebelumnya, kata Dedi, PUK SPSI PT IRS sudah meminta kepada Jepri untuk tidak melakukan aksi 

apapun termasuk menandatangi surat pengunduran diri sebelum permasalahannya tuntas. Dedi berjanji aspirasi yang diingini para karyawan pasti akan diperjuangkan secara maksimal  oleh PUK SPSI PT IRS. "Saya yakin permasalahan ini pasti dapat diselesaikan secara bipartit antara PUK SPSI PT IRS dengan manajemen," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Purwakarta, Soekoyo yang dihubungi terkait masalah ini mengaku belum menerima laporan adanya permintaan perusahaan yang menuntut mundur salah seorang pegawainya karena dianggap lalai.  Hanya saja ia menyarankan  permasalahan itu sebaiknya diselesaikan dulu melalui mekanisme bipartit antara  PUK SPSI dengan manajeman. "jika bipartit tidak selesai, PUK dapat melaporkan ke Disnaker  untuk difasilitasi,"katanya. (ton)

Tindak Tegas Kontraktor Nakal, Dana Infrastruktur Purwakarta 2 Miliar


PURWAKARTA, RAKA - DPRD Purwakarta meminta Bupati Dedi Mulyadi tegas memberikan sanksi terhadap pengusaha dan kontraktor nakal. Terlebih saat ini pemerintah daerah itu tengah gencar-gencarnya membenahi infrastruktur dengan anggaran yang sangat besar.

Hal itu terungkap ketika Fraksi Keadilan Sejahtera dan Demokrat memberikan pandangannya saat rapat paripurna pengesahan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) perubahan menjadi APBD tahun anggaran 2009 di gedung paripurna DPRD, Rabu (5/8). "Anggaran pembangunan infrastruktur yang kita keluarkan itu cukup besar. Artinya, sudah selayaknya kualitas dari pembangunan itu harus mendapat perhatian serius dari semua pihak. Kami meminta, tidak ada pandang bulu bagi kontraktor yang tidak mengerjakan pekerjaannya, yang tidak sesuai dengan yang diharapkan," tandas anggota Fraksi KSD, Dodi Sudriman.

Ia pun meminta agar persoalan pembangunan Gedung Islamic Center tidak terulang kembali. Pasalnya, anggaran pemerintah daerah yang dianggarkan sebesar Rp 2 miliar untuk rencana pembangunan itu, harus dapat dimanfaatkan dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran umat. Bahkan ia meminta sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2008 yang belum masuk bisa diupayakan secara maksimal.

Sementara itu, Fraksi Amanat Reformasi yang diwakilkan oleh anggotanya Asep Amidin meminta kedepan pemerintah dibawah kepemimpinan Bupati Purwakarta saat ini harus lebih concern terhadap dunia pendidikan. Ia mengingatkan angka drop out lulusan SD masih tetap tinggi di Kabupaten Purwakarta. Bahkan tingginya angka pengangguran yang dinilai masih cukup tinggi, ini pun merupakan tantangan yang harus dicarikan jalan keluarnya kedepan. "Maka dari itu, dana stimulus dari pemerintah daerah kepada masyarakat diharapkan mampu menekan angka pengangguran itu," ucapnya.

Sedangkan dalam pandangan Fraksi PDIP yang disampaikan Acep Maman mengharapkan agar program Bupati Purwakarta dengan program sembilan langkah menuju Digjaya Purwakarta, ada penambahan satu program menjadi sepuluh program. Penambahan satu program itu adalah program pro rakyat berupa pemberdayaan ekonomi rakyat yang berkarakter.

Sementara itu, pada Rapat paripurna DPRD Purwakarta dengan agenda pengesahan RAPBD menjadi APBD perubahan ada suasana lain yang tidak seperti biasanya. Pada acara itu, hampir seluruh fraksi yang menyampaikan kata akhirnya menyemp[atkan diri memberikan ucapan kalimat perpisahan. Ucapan itu mengingat pengabdiannya selama lima tahun menjadi anggota DPRD sudah diambang mata. Apalagi,  (Kamis, 6/8) ini akan diadakan acara pengukuhan atau pelantikan 45 anggota DPRD Kabupaten Purwakarta periode 2009-2014. (ton)

Rina Farhana Mahasiswa Jurusan Informatika Semester VI Polibisnis Purwakarta, Ogah Terkecoh Penampilan


SOAL jodoh sudah ada yang mengatur. Manusia tinggal melokoninya saja. Namun, urusan jodoh adalah persoalan seumur hidup. Kegagalan membawa perjodohan bakalan sengsara seumur hidup. Tidak heran untuk menghindari itu banyak cewek lantas memasang kriteria bagi calon pasangannya.

Begitukah? Kendati dianggap wajar namun tidak semua cewek memasang tuntutan tersebut. Manehna kita ini misalnya. Namanya Rina Farhana, pemilik wajah manis ini. Buatnya dalam hal menentukan pacar dirinya tidak neko-neko. Menurutnya pria yang tampan dan kaya tidak selalu memberikan kebahagiaan.  

"Untuk mendapatkan seorang pacar tidak mesti harus kaya dan tampan, karena ketampanan dan kekayaan seseorang itu tidak selalu akan memberikan kebahagiaan. Buat aku, pria yang memiliki penampilan sederhana dan wajah biasa saja bisa menjadi pasanganku. Asal mereka berprilaku baik dan perhatian niscaya akan membuat aku merasa bahagia." ujarnya.

Wanoja yang mengaku sebagai warga Jalan Kapten Halim No 179, Kelurahan sindang Kasih Purwakarta, ini tercatat sebagai mahasiswa jurusan Informatika semester VI Polibisnis Purwakarta. Ia mengaku memiliki pandangan tersendiri menilai seorang pria, asal terlihat menarik maka pria itu akan mendapat ruang di hatinya. "Memang sih tampang itu bisa membuat perhatian. Namun, buat aku hal yang paling mengesankan adalah penampilan. Jika penampilan cowok itu menarik maka aku akan mudah untuk berteman dengan dia, yang pasti cowok yang selalu terlihat menarik atau selalu good looking pasti aku suka," imbuhnya sambil tersenyum manis.

Cewek cantik berambut panjang ini mengaku tidak asal-asalan menuntut ilmu, sesuai dengan cita-citanya dia mengambil bidang study jurusan informatika di lembaga pendidikan yang sudah terbukti mampu memberikan yang terbaik untuk siswanya. "Saat ini aku ngambil jurusan informatika, kenapa aku memilih pelajaran ini, karena aku kepengan menjadi seorang programer handal, dan perguruan tinggi polibisnis sudah terbukti menciptakan mahasiswa yang berkualitas dan mudah untuk dapat mencapai cita-citanya," kata Rina yang hobi main internet dan gak mau di bilang gaptek ini. (sep)

Nadine Chandrawinata, Ogah Diatur Cowok


Cinta kadang membuat orang lupa diri dan bersikap berlebihan. Tidak bagi Nadine Chandrawinata. Ia ogah berubah hanya gara-gara pria yang dicintai dan mencintainya."Jangan pernah mau berubah karena pasangan. Pasangan kita harus terima apa adanya," ujar Nadine ditemui di FX Plaza, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8) malam. Menurut bintang film 'Generasi Biru' tersebut, tampil cantik dan berbeda di depan pasangan ada banyak baiknya. Namun tetap, penampilan tersebut harus disesuaikan dengan karakter sendiri.

Jangan sampai pria mengubah seseorang menjadi pribadi yang berbeda. Secara pribadi, perempuan yang hobi menyelam itu mengaku tak takut tampil jelek di depan pasangan. Menurutnya setiap orang punya masa surut dan ada baiknya pasangan bisa menerima hal tersebut. "Pokoknya, kita harus tampil apa adanya," tutur Nadine. Terkait meninggalnya penyanyi reagee, Mbah Surip, sebelum Mbah Surip meninggal dunia, Nadine Chandrawinata mengaku sudah punya firasat, ia terus gelisah. Jika kegelisahan itu datang, biasanya ada yang meninggal atau kecelakaan.

Kemarin (3/8) Nadine merasakan kegelisahan yang sangat dalam. Bahkan teman-temen Nadine melihat sikap yang berbeda darinya. "Teman-teman aku tanya, kenapa aku gelisah. Aku juga bingung, eh taunya Mbah Surip meninggal," kata Nadine. Bukannya Nadine mempunyai indra keenam, namun hal tersebut kerap terjadi semenjak dirinya masih kecil. Tapi Nadine tak mau ambil pusing dan tetap menjalani hidupnya dengan normal.

Nadine sudah tiga kali bertemu dengan penyanyi bergaya Rasta itu. Setiap bertemu, Nadine selalu diberi nasihat oleh Mbah Surip. "Aku sering dikasih nasihat, aku disuruh sharing sama teman-teman. Aku juga disuruh kejar cita-cita, dan jangan takut," lanjut Nadine. (dh)

Titi Kamal Anti Kosmetik Palsu


Banyaknya beredar dan penjualan kosmetik palsu ternyata diakui oleh artis cantik Titi Kamal. Menurut istri Christian Sugiono ini, pun semakin berhati-hati saat menggunakan kosmetik yang sembarangan banyak dijual itu.

"Aku memang selalu hati-hati dalam menggunakan kosmetik. Biasanya aku nggak mau begitu saja menerima tawaran atau iklan kosmetik yang nggak jelas. Soalnya ini kan masalah kulit kita juga," kata Titi saat ditemui di Plaza FX, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Soal perawatan kecantikan, wanita yang akrab disapa Tikam itu menceritakan jika dirinya banyak didukung oleh beberapa produk kecantikan. Tak salah jika dalam pengeluaran budget, Titi terbilang agak beruntung. "Ya untungnya karena banyak mendapatkan produk yang kita bintangi sehingga gratis. Maklum saja setiap bulannya memang selalu di-support oleh produk yang dibintangi," ujar Tikam. (kl)

Dewi Persik Melakukan Adegan Panas Demi Pasar


'Paku Kuntilanak' yang dibintangi Dewi Persik diakui sang sutradara Findo Purnomo memang mengumbar adegan seks. Hal itu pun sengaja dilakukan demi kepentingan pasar. "Saya nggak memungkiri film saya ada adegan seks dewasanya. Saya juga tahu film saya itu akan menjadi kontroversi," ujar Findo saat dihubungi lewat telepon, Selasa (4/8) malam.

Findo mengungkapkan 'Paku Kuntilanak' sebagai sebuah hiburan yang menjunjung tinggi nilai komersil. Apakah demi kepentingan nilai jual, moralitas harus diabaikan? "Saya berusaha se-profesional mungkin untuk mewujudkan kemauan produser. Saya di-hire sama mereka, kita pun sepakat jualan unsur seperti itu," jelasnya. Namun Findo sempat kaget ketika melihat adegan-adegan panas yang ditampilkan begitu vulgar. Sutradara 'Coblos Cinta' itu mengaku tak terlalu terlibat di proses penyuntingan gambar.

Sementara untuk kategori umur, Findo menekankan 'Paku Kuntilanak' ditujukan untuk dewasa. Ia pun menyayangkan jika remaja-remaja bisa masuk bioskop untuk menonton film tersebut. Soal protes yang dilayangkan MUI, Findo pun siap menghadapinya. "Ya memang ini risikonya jika kita berkarya," pungkasnya.

Sebelumnya, film 'Paku Kuntilanak' yang dibintangi Dewi Persik dianggap Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai film semi porno. MUI pun menuntut kepada pemerintah supaya menarik peredaran film yang diproduksi Maxima tersebut. "MUI minta kepada pemerintah, yaitu lewat Departemen Kebudayaan dan Pariwisata supaya 'Paku Kuntilanak' ditarik dari peredaran," ujar Said Budairy, pengurus MUI saat dihubungi lewat telepon, Selasa (4/8).

Keputusan tersebut diambil setelah MUI mencermati pemberitaan di media dan menyaksikan film garapan sutradara Findo Purnomo Hw tersebut. Menurut MUI, 'Paku Kuntilanak' seperti film semi porno. "Film itu sudah keterlaluan," ujar Said Budairy.
MUI pun semakin kecewa setelah mengetahui film tersebut juga disaksikan oleh remaja di bawah umur. Padahal menurut sensor, 'Paku Kuntilanak' ditujukan untuk konsumsi dewasa. (dh)

Sheila Marcia Belum Bisa Dieksekusi


Keputusan Mahkamah Agung (MA) yang membatalkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara dan kembali memenjarakan Sheila Marcia, belum memiliki ketetapan putusan. Jaksa Penuntut Umum yang menanangani persidangan Sheila Marcia mengaku hanya mendapatkan hak relas saja. "Kita tidak bisa sembarangan untuk mengeksekusi seseorang, karena kita hanya baru menerima tahap relas saja," jelas JPU Oman Setiawan saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Jalan Baru, Ancol Selatan, Jakut, Rabu (4/8).


Dijelaskan, jaksa baru dapat mengeksekutor jika PN Jakut telah mengeluarkan ketetapan putusan eksekusi langsung. Walaupun MA telah mengeluarkan per tanggal 9 Juni 2009, namun putusan eksekusi dari PN Jakut belum juga diterima JPU.
"Itu semua membutuhkan waktu. Tapi kita tidak bisa menentukan berapa lamanya," imbuh Oman. Tahap relas adalah bersifat hanya pemberitahuan saja. Oman menyarankan agar ditanyakan kepada Humas PN Jakarta Utara.

Sebelumnya, MA memastikan petikan surat pengantar kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan telah dikirim. Ini artinya, Sheila Marcia Joseph tinggal menunggu jemputan jaksa eksekutor untuk mengirimnya lagi ke Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta.

"Surat pengantar kepada PN Jakarta Utara atas nama Solo bin Tono alias Ayung dan kawan-kawan, yang di dalamnya termasuk atas nama Sheila Marcia, telah dikirim," jelas salah satu pegawai Humas MA, David kepada wartawan di Gedung MA, beberapa waktu lalu.

Petikan surat tertanggal 9 Juni 2009 Nomor 947K/PIT.SUS/2009, mengenai pembatalan putusan PN Jakarta Utara mengenai putusan satu tahun penjara dengan awal tuntutan dua tahun penjara, yang menyebabkan adanya banding tujuh bulan. "Sehingga adanya kasasi yang membatalkan putusan PN Jakarta Utara, sehingga hukuman awal menjadi satu tahun," jelas David.

Menurutnya, setelah 9 Juni seharusnya Sheila dan kawan-kawan sudah dieksekusi oleh jaksa eksekutor untuk kembali dibui. "Apalagi ini sudah mau satu bulan," tukasnya. Dia menambahkan, segala sesuatu yang sudah menjadi kepentingan publik seperti kasus Sheila Marcia Joseph, maka MA tidak bisa menutupi perkara ini. "Jadi kita menginformasikan apa adanya," pungkasnya. (os)

Saluran Irigasi di Dusun Tanjung Tercemar

TERCEMAR LIMBAH: Saluran irigasi di Dusun Tanjung, Desa Tanjungrasa Kidul, Kecamatan Patokbeusi, telah tercemari limbah pabrik, baunya menyengat hidung dan menimbulkan gatal-gatal bagi warga sekitar saluran irigasi tersebut.

Alap-alap Mobil Yang Beraksi di Kampung Dukuh, Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo Babak Belur Dihajar Puluhan Massa

SUBANG, RAKA - Dua dari empat tersangka pelaku percobaan pencurian mobil berhasil dibekuk Polisi yang dibantu oleh warga ketika mereka beraksi di Kampung Dukuh, Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo, Rabu (5/8) dini hari.

Sebelum dibekuk, para tersangka sempat melakukan perlawanan hingga terlibat adu jotos dengan salah seorang warga. Namun mereka akhirnya babak belur dihakimi masyarakat. Menurut keterangan yang berhasil dihimpun RAKA dari sekitar lokasi kejadian, penangkapan tersangka itu bermula dari kecurigaan warga yang melihat ada empat orang tidak dikenal yang mengendarai 3 motor berada di depan rumah Bidan Ika di Kampung Dukuh, Desa Sadawarna, Kecamatan Cibogo.

Saat itu warga pun melihat mobil Xenia E 1246 KI milik Bidan Ika yang lampunya menyala, tetapi mesinnya dalam keadaan mati. Warga terus mengamati gerak-gerik para tersangka. Sementara sebagian warga lainnya melaporkan hal itu ke Polsek Cibogo.
Tak lama berselang anggota Polsek Cibogo Briptu Sutardi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).

Namun, begitu dia datang, para tersangka langsung kabur dan seorang di antaranya menabrak sepeda motor Briptu Sutardi hingga terjatuh. Melihat hal itu, salah seorang warga yang juga menggunakan sepeda motor, Ujang Sumarja, balas menabrakan motor yang tengah dikendarainya ke motor tersangka. Mereka berdua kemudian sama-sama terjatuh dan langsung bergumul adu jotos.

Namun, perlawanan tersangka yang ditabrak oleh Ujang Sumarja tersebut tidak ada artinya karena tersangka langsung dikeroyok oleh warga lainnya. Sementara satu orang tersangka lain, berhasil dibekuk oleh polisi saat ia hendak melarikan diri, namun tersangka malah masuk ke daerah Walahar, yang buntu. Hingga kedua tersangka berhasil dibekuk, tapi dua tersangka lainnya kabur ke arah Haurgeulis, Kabupaten Indramayu.

Kedua tersangka yang ditangkap adalah Kodidi (27), warga Kampung/Desa Jagapura, Kecamatan Gegesik, Cirebon dan Maulana Yusuf (35), warga Kampung/Desa Jayawinangun RT 01/02 Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu. Semenetara dua tersangka yang kabur diketahui bernama Endrik dan Udin keduanya juga warga Indramayu.

Menurut pengakuan tersangka yang ditangkap, sebelum berupaya mencuri mobil di Sadawarna, kawanan tersebut telah mencuri sepeda motor Yamaha Jupiter MX No Pol T 6233 UH milik Ridwan (50), warga BTN Cinangsi Blok C Cibogo, sekitar Pukul 01.00 WIB.

Mereka kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Indramayu dan melihat ada mobil Xenia yang diparkir di dalam garasi tetapi pintunya terbuka. Dua dari empat orang anggota komplotan pejahat itu kemudian berusaha masuk ke dalam garasi, sedangkan dua orang lainnya mengawasi situasi.

Kedua pelaku ternyata tak mudah untuk menghidupkan mesin mobil walaupun telah merusak kunci kontak sampai membornya dan berusaha untuk menghidupkan mobil dengan cara memutuskan kabel, kejadian ini ternyata diketahui oleh warga sampai kedua pelaku dapat ditangkap, sedangkan sepeda motor pelaku yang berhasil diamankan yaitu Yamaha Jupiter MX No G 4237 DZ.

Kapolres Subang AKBP Drs Sugiyono didampingi Kasat Reskrim AKP Ismanto menyebutkan kawanan tersebut diketahui sebagai residivis. Mereka telah melakukan beberapa kejahatan di berbagai tempat. "Dari tangan mereka, kami menyita barang bukti berupa sepeda motor, tregos, gunting baja dan kunci T," jelasnya. (eko)

Pembangunan Jalandi Desa Cilamaya Girang Harus Dimaksimalkan

TEPAT WAKTU: Pekerjaan jalan rigid yang telah diselesaikan.

SUBANG, RAKA – Pembangunan jalan rigid yang ada di Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan saat ini dipercepat pelaksanaan pembangunannya.

Menurut Pimpro CV Tanjungrasa Sejati Udin Mesran, dipercepatnya pekerjaan proyek pembangunan infrastruktur jalan rigid yang ada di Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan tersebut lantaran rasa tanggunjawabnya untuk mengemban amanah pemerintah. "Saya mengerjakan pekerjaan tersebut merupakan kewajiban saya sebagai pemborong, selain dari itu saya lebih mengedepankan servis guna memberikan pelayanan kepada publik," ucapnya.

Karenanya, pekerjaan pembangunan jalan rigid sepanjang 155 meter yang ditempatkan di ujung perbatasan Kabupaten Subang sebelah barat, tepatnya di Desa Cilamaya Girang yang berdampingan dengan Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, menurutnya memberikan servis yang baik kepada publik, khususnya kepada kabupaten tetangga.

Baginya, pentingnya mempercepat pekerjaan yang semula dikerjakan mulai tanggal 15 Juni hingga tanggal 3 Juli dapat diselesaikan mulai dari pekerjaan penyediaan bahan material hingga pekerjaan pemadatan badan jalan dengan menggunakan alat giling kapasitas 8 ton dapat dikerjakan dengan maksimal.

Selain penyediaan material yang cukup juga didukung dengan modal yang cukup, sehingga pekerjaan dapat lancar sehingga dalam waktu 20 hari pekerjaan dapat diselesaikan, kurang dari limit waktu yang telah ditentukan oleh pihak pemegang kuasa anggaran. "Selain modal juga perlunya alat dukungan lainnya yang kiranya dapat menjadi pendukung percepatan pekerjaan tanpa mengurangi kualitas pekerjaan, yang penting rasa tanggungjawab saya dalam setiap mengerjakan sesuatu, termasuk menjalankan amanah pemerintah ini," paparnya.

Udin mengaku, harapannya dapat melaksanakan pekerjaan proyek pembangunan rigid tersebut merupakan salah satu kerja yang sangat cepat yakni dari sepanjang jalan 155 meter lebar 3,5 meter bisa menjadi bukti keseriusannya untuk membangun jalan di kabupatennya sendiri dan sekaligus kedepannya dapat dipercaya kembali oleh Pemkab Subang untuk mengemban tugas sebagai kontraktor.

"Bila pekerjaan saya dianggap dan dinilai oleh pemerintah baik, tentunya harapan besar perusahaan saya kedepannya dapat dipercaya oleh pemerintah dan sekaligus akan bekerja lebih baik lagi," akunya. (pir)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang