Senin, 03 Agustus 2009

Satpol PP Tunda Pembongkaran Lapak PKL Cikampek

BONGKAR SENDIRI:  Lapak-lapak para pedagang kaki lima (PKL) Cikampek tadinya akan dibongkar pada awal  Agustus ini. Namun setelah Satpol PP menunda rencana tersebut. Pasalnya, entah karena kepaksa atau karena kesadaran sendiri, para PKL Cikampek itu membongkar sendiri apaknya sesuai dengan edaran yang telah disebarkan. Nampak sisa-sisa  lapak yang sudah dibongkar  di jalan A Yani Cikampek, tepatnya depan Puskesmas Cikampek. 

Caleg Terpilih Makin Reaktif, Atas Isu Penundaan Pelantikan


KARAWANG, RAKA
– Pendapat beberapa kalangan yang mengharapkan agar Gubernur Ahmad Heryawan menunda sementara pelantikan calon anggota DPRD Karawang terpilih hasil Pemilu 2009, mendapat reaksi keras dari orang-orang yang sudah memperoleh keputusan KPU bakal disumpah janji, 5 Agustus lusa.

Mereka menganggap, wacana tersebut tidak rasional dan tanpa dasar yang jelas. Apalagi jika solusi yang ditawarkan, ketika penundaan pelantikan berakibat kosongnya anggota di lembaga legislatif, dengan memperpanjang masa bhakti anggota DPRD periode 2004-2009.

"Itu wacana yang tidak masuk akal. Kenapa kita (caleg terpilih -red) yang sudah jelas dasar yuridisnya dipermasalahkan? Harusnya mereka yang jabatannya mau nambah mesti dipertanyakan?" ujar caleg terpilih dari Partai Hanura, Rusdi Praja, di sekretariat parpolnya, Minggu (2/8).

Menurut dia, telah turunnya SK gubernur yang merubah status caleg terpilih menjadi anggota DPRD definitif, akhir pekan kemarin, sebuah langkah tepat, dan paling rasional. Sebab langkah gubernur tersebut, dinilai dia, telah memiliki landasan hukum jelas.

Kalau pun Mahkamah Agung telah berani mengeluarkan putusan membatalkan Peraturan KPU No.15/2009, ditambahkan Ketua DPC Partai Hanura, H. Ali Mukadas Said, tidak lantas bisa jadi panghalang untuk pelantikan anggota DPRD baru periode 2009-2014. "Putusan MA itu telah ikut mencampuradukan urusan pihak lain. Apalagi tidak ada aturan hukum berlaku surut," ujarnya.

Oleh karenanya, ia menyarankan kepada rekan-rekan sesama caleg terpilih untuk tidak risau terkait intervensi MA terhadap putusan KPU. Tegas dia, yang patut didengar dan dilaksanakan hanyalah putusan Mahkamah Konstitusi kaitan dengan berbagai aspek yuridis pelaksanaan Pemilu, seperti yang telah ditetapkan KPU.

"Kami juga ingatkan, jangan sampai dirusak tatanan yang baik ini oleh hal-hal yang tidak jelas. Keberadaan caleg terpilih berdasarkan keputusan rakyat, serta aspek yuridisnya telah ditetapkan KPU, tidak lantas harus diperkeruh dengan hal-hal yang membuat negeri ini jadi makin keliru. Selain itu, perlu dikedepankan pula aspek psikologis. jangan sampai ada pihak yang tiba-tiba menggeliat akibat merasa diobok-obok," tandas H.Ali.

Hal senada diungkapkan caleg terpilih dari Partai Bintang Reformasi, Unang Sunandang. Ia juga merasa tidak akan tinggal diam bila posisinya sekarang yang tinggal selangkah lagi menjadi anggota DPRD Karawang, ada yang mempermasalahkannya. Apalagi kalau direbut parpol lain hanya dengan alasan melaksanakan putusan MA.

"Saya kira yang berhak memberikan putusan dalam menguji materi Undang-undang adalah MK, bukan MA. Kendati yang dipersoalkan adalah Keputusan KPU, tapi keputusan lembaga penyelenggara Pemilu ini konsiderannya kepada Undang-undang Pemilu yang berlaku. Makanya KPU sendiri telah memberikan pernyataan bahwa agenda pelantikan anggota DPRD Kabupaten/Kota yang telah diagendakan sebelumnya, tetap harus berlangsung tepat waktu. Tidak alasan untuk ditunda," tuturnya. (vins)

KPU Hanya Cari Aman


JALAN
tengah  yang diambil Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyikapi putusan Mahkamah Agung (MA) tentang penghitungan kursi pemilu legislatif terkesan cari aman dan tidak mau menyakiti banyak pihak. Sebuah keputusan aman?

Sikap KPU merespons keputusan MA perihal penghitungan tahap kedua pemilu legislatif sepertinya merupakan jalan tengah setelah pertemuan antara KPU dan MA pada Rabu (28/7) lalu. Kompromi kedua lembaga tersebut sepertinya menjadi jalan tengah sikap KPU yakni patuh pada putusan MA, namun tidak membatalkan putusan KPU selama ini.

KPU menilai putusan MA tidak berlaku surut. Artinya, keputusan KPU tentang penghitungan kursi legislatif tahap kedua tetap berlaku sebagaimana penghitungan selama ini, di semua tingkatan, DPRD I, DPRD II dan DPR RI.

Namun di satu sisi, KPU juga akan melakukan revisi peraturan yang telah dibatalkan MA. "KPU akan melakukan revisi atas putusan tersebut pada saatnya nanti, sesuai peraturan MA No 1 2004, tenggat waktu 90 hari semenjak putusan dikirim," kata Ketua KPU Abdul Hafidz Anshary.

KPU pun berhitung revisi peraturan KPU yang telah dianulir MA tersebut akan disinkronkan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang penghitungan tahap ketiga, serta uji material pasal 205 UU Pemilu legislatif yang diajukan beberapa partai politik dan akan disidangkan pekan depan.

"Revisi akan disinkronisasi dengan keputusan MK tentang penghitungan kursi tahap ketiga, dan hasil judicial review pasal 205 UU Pemilu no 10/2008 oleh beberapa partai politik," paparnya. Jika dihitung sejak KPU menerima putusan MA 22 Juli lalu, pada 22 Oktober mendatang genap 90 hari KPU menerima putusan MA sesuai Peraturan MA No 1/2004.

Sikap KPU dalam merespons putusan MA dinilai tidak berdampak pada penyelesaian polemik yang muncul, terutama protes dari partai tengah yang paling dirugikan terhadap putusan MA. Sikap KPU hanya mampu menenangkan polemik yang sifatnya sementara bahkan bisa memancing polemik baru.

Karena di tengah sikap seolah-olah patuh dengan putusan MA, namun di sisi lain KPU melakukan pembangkangan dengan putusan MA. Bisa saja, sikap ini merupakan hasil kompromi antara MA dan KPU dalam pertemuan 28 Juli lalu. Artinya, sikap KPU hakikatnya telah dikomunikasikan dengan MA.

Bagi bekas Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu Yassona H Laoly, sikap KPU dalam merespons putusan MA tak lebih sebagai sikap yang tunduk pada tekanan politik daripada pertimbangan taat hukum.

"Sikap KPU akan menimbulkan preseden yang sangat jelek dan membuat sistem penegakan hukum di negara ini menjadi kacau balau," cetusnya kepada INILAH.COM, di Jakarta, Minggu (2/8). Menurut dia, sikap KPU yang menilai putusan MA merupakan putusan retroaktif adalah alasan yang dicari-cari.

Politisi PDI Perjuangan ini pun menyarankan, sebenarnya KPU dapat melakukan perhitungan tahap kedua, yakni suara sisa bilangan pembagi pemilih (BPP) dan suara partai minimal 50% BPP dapat diranking. "Partai yang memperoleh sisa dari BPP tidak otomatis memperoleh kursi jika rangking suaranya lebih kecil dan tidak ada sisa kursi lagi," paparnya.

Sementara Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai, sikap KPU dalam merespons putusan MA sama sekali tidak menyelesaikan persoalan. Karena, apapun revisi peraturan KPU tetap akan mengubah komposisi kursi parlemen.

"Apapun revisi KPU, hasilnya akan mengubah komposisi caleg terpilih. MA itu kan menyatakan Peraturan KPU No 15/2009 bertentangan dengan UU No 10/2008 tentang Pemilu. Nah, implementasi dari Peraturan KPU itu ada pada Keputusan KPU No 259," bebernya.

Ray menyiratkan tak setuju dengan persepsi KPU yang menilai putusan MA tidak berlaku surut. Karena bagi Ray, sama saja membuat posisi caleg terpilih belum jelas mengingat penetapan DPR berdasarkan putusan KPU No 259/2009. "Sampai sekarang belum ada yang namanya caleg terpilih," cetusnya.

Sementara kuasa hukum pemohon uji materi peraturan KPU No 15/2008 Yosef Badeoda menilai sikap KPU justru membingungkan karena menyikapi putusan MA dengan menganggap putusan tersebut tidak berlaku surut. "Itu membingungkan soal tidak berlaku surutnya putusan MA. Seharusnya putusan MA itu berlaku surut," tambahnya.

Jalan tengah yang ditempuh nyatanya tak membuat aman KPU. Perbedaan pandangan melihat sikap KPU merespons putusan MA jelas menjadi fakta, bahwa lembaga itu benar-benar tengah bermain bola api, maju kena mundur kena. (raka)

Tata Ruang Karawang Sarat Kepentingan


KARAWANG,RAKA-
Predikat Kabupaten Karawang yang sebelumnya sebagai daerah lumbung padi (sentra pertanian), kini sudah mulai berubah menjadi daerah industri. Lahan sawah beririgasi teknis 'disulap' berubah fungsi, ada yang menjadi areal perumahan, loksi berbagai pabrik maupun fungis lainnya. 

Perubahan-perubahan yang sarat kepentingan ini,  tidak terlepas dari lemahnya  kordinasi penataan tata ruang
"Akhir-akhir ini, tata ruang Karawang semakin tak terarah.Dulu, jalan arteri tol Karawang Barat dicanangkan sebagai symbol.

Sebagai pintu gerbang Kota Karawang, sisi kiri tetap dipertahankan tanaman padi dan sisi kanan dapat dimanfaatkan untuk lahan industri.Sekarang, sirna digerus kepentingan ekonomi yang terbungkus rapih dengan kata peningkatan pendapatan asli daerah (PAD)," kata Datoe Boekkoek salah seorang pemerhati lingkungan di Karawang.

Ditambahkannya,  beberapa wilayah seperti di Kecamatan Telukjambe Timur, Telukjambe Barat dan Ciampel. Penataan ruang sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Tata Ruang, semakin tak jelas. Alih fungsi lahan terjadi dimana-mana.
Bila kelak terjadi degradasi lingkungan yang menyeramkan di Karawang ini siapa yang bertanggungjawab, Apakah cukup dengan pernyataan salah urus atau mencari kambing hitam ?

Amburadulnya penataan ruang semakin diperparah ketidakberdayaan dan kekurangpedulian Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Karawang.  Dalam menerapkan   teguran lisan, tertulis maupun sanksi pidana seperti yang termaktub dalam ketentuan pidana pada UU Penataan Ruang.

Sebab, tanpa adanya teguran tertulis yang ditujukan kepada pelaku industri yang dinilai telah merusak lingkungan. Semakin memberi peluang bagi pengusaha –pengusaha nakal mengulangi perbuatannya bahkan semakin tidak memedulikan lagi tatanan lingkungan hidup.

Semestinya, penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) yang ada di BPLH maupun penyidik Polri bersama-sama mengendus kejadian yang telah merusak lingkungan Seperti pencemaran sungai, penggunaan lahan di luar aturan, pencemaran udara, pembuangan limbah padat secara sembrono.

"Kapasitas industri tidak selamanya normal dan terkadang fluktuatif. Sehingga, apabila pelaku industri melakukan pencemaran secara tidak sengaja,  tentunya harus ditegur atau dibina. Akan tetapi, bila pencemaran itu dilakukan berulang-ulang, dapat dipidana," tutur Datoe.

Di sisi lain, lanjut Datoe, simpul kordinasi antar pengambil kebijakan dalam hal investasi di Kabupaten Karawang, ditengarai  belum kompak. Masih sangat kental tarik ulur kepentingan, eweuh-pakeuweuh sering muncul jika pemohon ijin menanyakan  regulasi yang dikenakan kepada mereka. Sehongga menimbulkan ongkos dengan biaya tinggi dan di luar nalar. Hal ini masih dapat di temukan di BPN dan Dinas Cipta Karya. (ops)

Budi Daya Jamur Jerami

PETANI memanfaatkan jerami sisa padi untuk bahan dasar pembuatan jamur. Jika tidak dimanfaatkan sendiri, petani juga sering menjualnya pada petani jamur. Satu ikat jerami dijual dengan harga Rp 500. Berjualan jerami ini dilakukan petani untuk menambah penghasilannya.


Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!

Pemuda Kutawaluya Harus Bergerak


PURWASARI, RAKA - Peranan pemuda sudah tidak disangsikan lagi dalam membangun bangsa ini. Sejarah telah mencatat bahwa peranan pemuda sangat signifikan dalam menentukan kehidupan bangsa. Karena, pemuda merupakan tonggak penerus kepemimpinan bangsa di masa depan.

"Pemuda jangan sampai menjadi penonoton terhadap permasalahan yang menimpa bangsa saat ini. Peranan pemuda harus lebih ditonjolkan seperti dulu," ujar guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kutawaluya, Dedin Salafuddin SPdI, Minggu (2/8) sore.
Salah satu buah perjuangan pemuda, lanjutnya, kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Semangat perjuangan pemuda berhasil membangkitkan para pejuang untuk terus melawan penjajah. Akan tetapi, semangat perjuangan ini terlihat hanya sebatas semangat memperjuangkan kemerdekaan semata. Saat ini, setelah Indonesia merdeka, semangat mengisi kemerdekaan terkesan biasa-biasa. "Semangat mengisi kemerdekaan harus ditumbuhkan agar pemuda bisa mewarnai pembangunan bangsa setelah kemerdekaan," tuturnya.

Dia melanjutkan, semangat kemerdekaan itu harus direfleksikan pada peringatan hari kemerdekaan mendatang. Jangan sampai peringatan tersebut hanya dijadikan sebagai seremonial belaka. Perlu ada langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan dalam mengisi kemerdekaan ini, agar kedepan kemajuan bangsa bisa tercapai.

"Kontribusi dan peranan pemuda pun harus diberikan pada desa yang sebagai tempat tinggalnya. Karena dari desa tersebut dia beranjak," terang Ketua Himpunan Angkatan Muda Mesjid (Hammas) ini.
Dedin melanjutkan, indikasi penyelewengan di tingkatan desa rentan terjadi.

Salah satunya yang terjadi di desa tempat tinggalnya di Desa Sindang Mukti, Kecamatan Kutawaluya. Saat itu, pemuda di desanya melakukan aksi demontrasi untuk meminta pertanggung jawaban aparat desa terkait masalah tersebut. "Aksi tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian pemuda terhadap desanya yang dinilai terjadi penyelewengan," terangnya.

Selanjutnya, pemuda juga harus bisa mengingatkan sesamanya yang melakukan kesalahan. Jangan sampai kesalahan dibiarkan begitu saja. Yang terjadi di desanya, masih terkait penyelewangan BLT. Pihak desa mengatakan bahwa dana BLT dipergunakan untuk membantu pembangunan mesjid sebesar Rp 1,5 juta.

"Sebetulnya bukan seperti itu, yang ada sebelum BLT diturunkan ada salah seorang warga yang jadi TKW menyumbang pada mesjid sebesar Rp 1 juta. Sumbangan tersebut malah diklaim sumbangan dari BLT. Dalam hal ini pemuda harus ikut andil dalam membangun pemerintahan desanya sendiri," pungkasnya. (asy)


Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

Hasil Panen Tidak Maksimal

KENA HAMA: Petani di Desa Cipondoh, Tirtamulya, menunjukan gundukan padi yang tidak bisa dipanen akibat hama.

TITAMULYA, RAKA - Memasuki masa panen yang kedua, petani di Desa Cipondoh, Kecamatan Tirtamulya, mengeluhkan hasil panen yang tidak maksimal. Banyak padi yang tidak bisa dipanen akibat dari hama yang menyerang tanaman padinya.

Hal tersebut diantaranya dikatakan oleh petani di desa tersebut, Sarjo (55), saat ditemui RAKA, Minggu (2/8). Menurutnya, pada musim tanam yang lalu, hama banyak menyerang tanamannya, sehingga banyak padi yang rusak akibat hama tersebut. Hal ini membuat hasil panennya menjadi tidak maksimal.

Dia melanjutkan, hama tikus masih menjadi momok bagi petani. Pasalnya, sebagian besar padinya yang tidak bisa dipanen disebabkan oleh hama tikus tersebut. Tapi hama yang lain juga banyak menyerang, yang menghambat pertumbuhan padinya. "Hama banyak menyerang padi sehingga hasil panen kurang bagus. Padi tidak bisa dipanen semuanya, karena ada bekas hama yang tidak bisa di panen," tuturnya.

Dia melanjutkan, petani telah berusaha dengan maksimal untuk memberantas hama, terutama hama tikus. Dia pun mengaku telah menggunakan berbagai cara untuk memberantas hama tikus. Namun, tetap saja hama masih bisa menyerang padi. Dia juga kebingungan untuk mencari cara yang tepat untuk memberantas hama tikus. Pasalnya, dengan menggunakan obat saja tikus tidak bisa diberantas.

"Saya berharap pemerintah bisa membuat formulasi obat ataupun alat lainnya untuk memberantas hama tikus, agar petani tidak selalu dirugikan karena hama ini. Sebetulnya hama tikus merupakan persoalan klasik. Tapi hingga sekarang belum ada solusi yang tepat untuk memberantasnya," harapnya.

Hasil panen yang tidak maksimal juga dirasakan petani Cipondoh lainnya, Usman (45). Dia menuturkan, pada musim panen kali ini, dari 7.000 meter sawah miliknya, hanya didapat padi sekitar 3 ton. Padahal, jika dalam keadaan normal, dari luas sawah tersebut bisa mencapai 5 ton.

Hal ini disebabkan karena banyak hama yang menyerang tanaman padinya. Sehingga padinya banyak yang mengalami kerusakan. "Hasil panen kali ini kurang bagus, banyak padi yang tidak bisa dipanen. Soalnya dulu habis oleh hama, sehingga matang tidak merata. Tapi segini juga saya masih bersyukur karena masih bisa dipanen," terangnya.

Untuk harga gabah sendiri, lanjutnya, harganya masih relatif, tergantung dari kualitas padi yang dihasilkan. Menurutnya, harga gabah untuk padi kualitasnya rendah bisa mencapai Rp 2.600 per kilogram dan untuk harga gabah kualitas bagus bisa mencapai Rp 2900 per kilogram.

Harga gabah tersebut, tidak terlalu memberatkan petani karena masih dinilai harga yang sesuai. "Saya berharap masalah hama tidak menjadi kendala bagi petani lagi di musim tanam berikutnya. Pemerintah harus memikirkan hal ini agar petani tidak selalu dirugikan. Yang paling saya harapkan ada cara ampuh untuk memberantas hama tikus," pungkasnya. (asy)


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Pembongkaran Lapak di Wilayah Cikampek Dihentikan, Satpol PP: PKL Sudah Bongkar Sendiri


CIKAMPEK, RAKA - Pedagang kaki lima (PKL) yang berada di Wilayah Cikampek, direncanakan akan ditertibkan pada tanggal 1 Agustus kemarin. Namun, pihak Satpol PP menunda penertiban PKL tersebut. Pasalnya, para PKL yang ada di Cikampek memiliki itikad baik untuk menertibkan lapaknya sesuai dengan edaran yang telah dikeluarkan.

Kasi Trantib Kecamatan Cikampek Dang Uman S, Sabtu (1/8) mengatakan, penertiban PKL sendiri akan dilakukan jika PKL mendirikan kembali lapaknya di tempat-tempat yang dilarang oleh pemerintah. Penundaan itu sendiri dilakukannya untuk menghemat biaya penertiban tersebut.

Karena kalaupun penertiban dilakukan, PKL sudah menertibkan lapaknya sendiri, jadi tidak perlu ada yang ditertibkan. "Sebelum melakukan penertiban kami melakukan pemantauan dan lapak banyak yang telah ditertibkan oleh PKL sendiri. Kami meminta penundaan penertiban dan akhirnya dikabulkan oleh Satpol PP Kabupaten Karawang," paparnya.

Menurutnya, selain karena itikad baik dari PKL untuk menertibkan lapaknya sendiri, pihaknya juga mempertimbangkan aspek keamanan dan keselamatan. Sehingga, Satpol PP menunda penertiban PKL tersebut. Mengenai batas waktu penundaan penertiban tersebut, dia belum memberikan batas. "Inti dari penertiban tersebut untuk menertibkan PKL yang mendirikan lapaknya di tempat yang dilarang. Karena PKL sudah menertibkan lapaknya sendiri, jadi penertiban tidak perlu dilakukan," jelasnya.

Kalaupun penertiban harus dilakukan saat itu, lanjut Uman, hanya akan mengeluarkan biaya yang tidak jelas, karena objek yang akan ditertibkan sudah ditertibkan oleh pemiliknya sendiri. "Kami memutuskan untuk tidak menertibkan PKL saat ini. Tentunya ini merupakan perkembangan yang bagus, karena tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi. Mereka menertibkan lapaknya sebelum ditertibkan oleh petugas," terangnya.

Sementara itu, menanggapi penundaan penertiban PKL ini, warga Cikampek, Yunus (28) mengatakan, di satu sisi penundaan penertiban PKL ini merupakan hal yang pro rakyat kecil, karena masyarakat kecil membutuhkan lapangan usaha, terlebih sebentar lagi menghadapi puasa.

Namun di satu sisi lain merupakan ketidaktegasan yang dilakukan oleh petugas itu sendiri. "Saat ini tidak semuanya PKL menertibkan lapaknya, masih ada yang masih berdiri di tempat-tempat yang dilarang berjualan. Seharusnya penertiban tetap dilakukan, sehingga benar-benar penegakan aturan dilakukan.

Tapi memang cukup dilematis untuk melakukannya, karena yang dihadapi masyarakat miskin yang membutuhkan tempat usaha di tengah kesulitan ekonomi," pungkasnya. (asy)


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

Pondok Pesantren Al Maghfiroh Palumbonsari Sedang Diuji


KLARI, RAKA - Lembaga pendidikan Islam, terutama pondok pesantren saat ini sedang diuji. Setelah beberapa waktu lalu pesantren dikatakan sebagai tempat menimba ilmunya teroris, dampak dari maraknya aksi pemboman yang mengatas namakan Islam.
Kini, pesantren marak diberitakan sebagai sarangnya penyakit, setelah beberapa waktu lalu banyak santri yang jatuh sakit karena flu.

Dikhawatirkan, dampak dari isu-isu tersebut bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap pesantren. Hal tersebut dikatakan oleh Pengsuh Ponpes Al Maghfiroh Palumbonsari Ustad Agus Fudholi SPdI.
Menurutnya, saat tidak terlalu banyak masyrakat yang memasukan pondok pesantren, ditambah lagi dengan isu-isu tersebut.

Sehingga lembaga pendidikan Islam selalu menjadi sorotan. Khawatir imej pesantren di masyarakat menjadi jelek. Padahal pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia dan telah memberikan banyak kontribusi terhadap kemajuan bangsa. "Waspada boleh atas penyakit maupun terhadap terorisme. Tapi jangan terlalu diperbesarkan mengenai pesantrennya. Karena pesantren tidak pernah diajarkan mengenai hal tersebut," tuturnya.

Terkait masalah terorisme, Islam tidak pernah mengajarkan untuk berbuat aksi terorisme, apalagi mengajarkan bahwa dengan bunuh diri bisa masuk surga. Islam merupakan agama yang santun dan cinta damai. Aksi kekerasana yang dilakukan oleh sekelompok orang tersebut dilarang dalam Islam. "Bahkan dalam suatu riwayat pada bulan Rajab merupakan bulan yang dimulyakan.

Sehingga dalam bulan tersebut tidak boleh melakukan tindakan kekerasan. Sementara kejadian pemboman tersebut dilakukan pada bulan tersebut. Tentunya ini sudah jelas-jelas melanggar aturan Islam," paparnya.
Dalam menyikapi hal-hal tersebut, Agus menambahkan, masyarakat jangan terlalu khawatir terhadap permasalahan tersebut.

Namun jangan sampai kepercayaan terhadap pondok pesantren menjadi berkurang sehinggga enggan memasukan anaknya ke lembaga pesantren. Sebetulnya dalam pesantren sangat menjungjung tinggi nilai-nilai ubudiyah, kemanusian dan kesehatan. "Masyarakat jangan terjebak pada isu-isu yang melanda pesantren saat ini dan harus disikapi secara bijaksana.

Pendidikan agama merupakan pondasi utama bagi seorang manusia. Ini yang harus ditanamkan sejak dini. Saya berharap masyarakat jangan ragu untuk memasukan anaknya pada pondok pesantren," tandasnya.

Sama halnya dengan Agus, tokoh masyrakat Klari yang enggan disebutkan namanya menambahkan, peranan media juga di sini sangat diperlukan. Jangan sampai media ikut menyudutkan Islam. Dalam aksi terorisme, Tidak ada campur tangan Islam, hal tersebut murni dari perilaku individu orang Islam itu sendiri.

"Islam tidak pernah mengajarkan aksi terorisme. Jangankan untuk melakukan aksi terorisme untuk melakukan tindakan kekerasan pun dilarang. Kalau terpaksa melakukan kekerasan itupun ada ketentuannya," pungkasnya. (asy)


Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

Ratusan Perguruan Tinggi Swasta Diduga Ilegal


Direktorat Pendidikan Tinggi menengarai sejumlah perguruan tinggi swasta yang memiliki yayasan ilegal. "Banyak yang tidak mendaftar lagi yayasannya ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia," ungkap Direktur Kelembagaan Direktorat Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional Hendarman, Sabtu (1/8) lalu.

Perguruan Tinggi Swasta tersebut belum mengikuti UU tentang Yayasan (UU No.28/2004) yang kemudian dijabarkan dalan Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaran Pendidikan Formal (PP No.63/2008).

Berdasarkan peraturan pemerintah tersebut, kata Hendarman, harusnya semua yayasan yang menyelenggarakan pendidikan harus daftar ke Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pendaftaran terakhir paling lambat 17 Desember 2008. Ternyata, ia menguraikan, masih ada 700 pendidikan tinggi berbasis yayasan belum daftar ulang, baik berupa universitas maupun sekolah tinggi.

"Akibatnya status hukum lembaga itu ilegal dan terancam dilikuidasi," papar Hendarman. Perguruan tinggi beryayasan tersebut sebenarnya bisa mengubah bentuknya menjadi Badan Hukum Pendidikan Masyarakat. Syaratnya, ia melanjutkan, yayasan harus dibubarkan. Proses perubahan ini sudah diatur dalam UU Badan Hukum Pendidikan (UU No.9/2009).

Tapi hingga kini, data riil jumlah pendidikan tinggi swasta yang belum mendaftar ulang tersebut diakui Hendarman berada di tangan Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia. (tm)


Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!

XL Luncurkan Ramadhan Rame, Beragam Layanan Lebih MuRAh MEriah

NYANYI BARENG: (dari kiri) Direktur Corporate Services – Joris de Fretes, Direktur Marketing – Nicanor V Santiago dan Presiden Direktur XL, Hasnul Suhaimi, bernyanyi bersama artis Mbah Surip dalam acara peluncuran program XL Ramadhan Rame di Jakarta, Jumat (31/7).

BULAN ramadhan telah menjelang. PT Excelcomindo Pratama Tbk (XL) sebagai salah satu operator terbesar di Indonesia mempersiapkan berbagai layanan telekomunikasi untuk mendukung aktivitas seluruh pelanggan dalam menjalankan ibadah di bulan suci ini.

Berbagai layanan XL yang dikemas melalui program XL RAMADHAN RAME adalah kartu perdana Rp 2.000, promo tarif murah telpon dan SMS untuk XL Prabayar, paket internet murah, berbagai konten VAS (Value Added Services) dan XL BlackBerry yang inovatif dan Islami (RBT Ramadhan, Dakwah Ramadhan, BlackBerry Qur'an, SMS Infaq, dll), hingga posko mudik dan mudik bareng.

Peluncuran Peluncuran Program XL RAMADHAN RAME berlangsung Jumat (31/7) di Parkir Timur Senayan, Jakarta, oleh Presiden Direktur XL Hasnul Suhaimi dan dimeriahkan  GIGI, Yovie & Nuno, Vagetoz, Vidi Aldiano, Hijau Daun, Mbah Surip, Luna Maya, Raffi Ahmad, Putri Titian dan Jodi.
 
"Bulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi umat Islam, bulan penuh kebaikan dan berkah yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat Islam termasuk pelanggan XL.

Momentum Ramadhan juga menjadi kesempatan bagi XL untuk lebih maksimal melayani pelanggan yang membutuhkan sarana telekomunikasi selular saat menjalankan ibadah di bulan suci ini. Untuk itu kami menyediakan berbagai layanan yang akan memberikan manfaat lebih, tidak hanya dari sisi tarif yang semakin murah, namun juga maupun fungsi layanan yang semakin maksimal," ungkap Hasnul Suhaimi, Presiden Direktur XL.

Mulai 1 Agustus 2009, XL menghadirkan kartu perdana XL Pulsa Isi Rp.2.000. Dengan membeli kartu perdana baru tersebut pelanggan akan langsung bisa mendapatkan berbagai keuntungan, antara lain bisa mendapatkan bonus isi ulang, berupa bonus pulsa sebesar Rp.5.000 jika melakukan isi ulang pertama Rp.25.000 dan bonus pulsa Rp.15.000 jika isi ulang dengan akumulasi Rp.100.000. Bonus isi ulang ini dapat diperoleh jika pelanggan melakukan isi ulang dalam periode maksimum 45 hari setelah aktivasi.

Untuk promo tarif murah nelpon XL Prabayar, promo tarif spesial juga diberlakukan. sehingga sekarang pelanggan akan lebih cepat mendapatkan tarif nelpon Rp 0,01 sampe puas ke sesama nomor XL. Tarif spesial tersebut adalah Rp.300 (Rp.20/detik untuk 15 detik pertama, jam 00.00–11.00), Rp.900 (Rp.20/detik untuk 45 detik pertama, jam 11.00-17.00) serta Rp.1.800 (Rp 20/detik untuk 90 detik pertama, jam 17.00-24.00). Dan selanjutnya pelanggan akan menikmati tarif Rp.0,01 atau tanpa perlu membayar lagi.

Promo ini berlaku mulai tanggal 1 Agustus hingga 30 September 2009 secara nasional (kecuali Jambi, Bengkulu, Bangka dan Kalimantan).
Selain tarif nelpon, pelanggan XL Prabayar juga masih akan dapat kesempatan mendapatkan promo tarif SMS yang semakin seru.

Tidak ketinggalan, selama bulan Ramadhan berlangsung seluruh pelanggan XL Prabayar dan XL Pasca Bayar akan dapat menikmati tarif paket internet yang sangat murah.

Untuk mendapatkan paket ini, pelanggan cukup menekap *111# OK/YES lalu pilih paket internet. Selain itu, sejumlah program lain seperti Ramadhan Rame dengan layanan VAS konten Islami yang terdiri dari RBT (Ring Back Tone) Ramadhan dengan paket beli 1 gratis 1, Quiz Ramadhan, Ringtone Islami dan Animasi Islami.

Selanjutnya, bekerjasama dengan Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU), XL juga memfasilitasi pelanggan yang berniat memberikan Infaq dengan layanan SMS Infaq senilai Rp.2.000 dan Rp.5.000. Tentunya pelanggan XL juga masih dapat menikmati manfaat dari layanan VAS lainnya yaitu XL Funbook, XL Yahoo!Zone, SMS Plus dan mobile banking. (tim raka)


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

Pemerintah Karawang Belum Melirik Potensi Industri Gerabahnya

GERABAH: Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, dikenal dengan home industri gerabahnya. Profesi itu sebetulnya bisa menjadi incam (pendapatan) masyarakat setempat bahkan daerah tersebut. Sayangnya, hingga kini Pemerintah Karawang belum sedikitpun melirik potensi tersebut. (cr1/psn)



Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

Karawang Harus Bebas Korupsi


KARAWANG, RAKA
– Kabupaten Karawang sedang menuju good and clean governmen. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI terhadap APBD 2008 tidak ada masalah. Hanya sedikit yang dikoreksi dari sisi administrasi yang perlu diperbaiki tanpa ditemukan unsur korupsi.

Pernyataan tersebut sempat mengemuka di ruang rapat paripurna DPRD mengenai persetujuan Raperda tentang perhitungan APBD 2008, dan dua Raperda lainnya tentang sistem penyelenggaraan pendidikan, maupun fasos-fasum, akhir pekan kemarin.

Dikatakan Bupati Dadang S. Muchtar, selama ini peran BPK RI adalah untuk mencari alat bukti dalam menertibkan administrasi keuangan Pemerintah Daerah. Artinya, keberadaan BPK sebagai pembina administrasi bertugas melakukan pembinaan yang baik. Kendati dari hasil temuannya yang mengarah ke unsur korupsi, bisa dilimpahkan ke lembaga berwenang, seperti Kejaksaan.

"Kita juga di internal Pemkab memiliki Inspektorat (sebelumnya dikenal dengan sebutan Bawasda -red). Kontrol ketat terhadap pelaksanaan administtrasi selalu terus dilakukan. Makanya kalau ada berita-berita terkait dugaan tindak pidana korupsi dari oknum aparatur, silahkan tunjukan data lengkap, jangan sumir, dan harus faktual," tegas bupati di hadapan rapat paripurna tersebut.

Ia juga mempertegas, jika terbukti ada dugaan yang mengarah ke perbuatan korupsi, dirinya siap menyampaikannya ke Kejaksaan Negeri Karawang sebagai pihak yang berwenang menangani. "Kita harus kerjasama dengan aparat penegak hukum. Bagaimana pun, kita semua harus konsisten memberantas perilaku korup di pemerintahan ini. Hanya saya titip, sikap obyektifitas tetap harus dikedepankan. Jangan sekedar subyektifitas, apalagi apriori," tandas bupati.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI yang disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Jawa Barat, awal pekan lalu (28/7), disebutkan, hasil rekapitulasi memperoleh 358 temuan di beberapa kabupaten/kota di provinsi ini. Di antaranya, 80 temuan bermuara pada kerugian negara, 23 temuan potensi kerugian negara, 58 temuan kekurangan penerimaan, 79 temuan pelanggaran administratif, dan sisanya temuan kelalaian kinerja.

Sementara itu, kaitan dengan rencana pelaksanaan Pilkada Karawang 2010, bupati menyebut, KPUD telah mengajukan permohonan kebutuhan anggaran hingga mencapai angka Rp 40 miliar untuk dua kali putaran. Angka sebesar itu, menurutnya, perlu dikaji ulang jangan sampai terlalu besar atau terlalu kecil. "Kita harus tetap pada semangat efisiensi. Jangan sampai terlalu besar hingga bisa mengganggu anggaran bagi kebutuhan pembangunan lain yang sama-sama dibutuhkan rakyat," tandas bupati. (vins)

Butuh 31 Ribu Tahun Baca Data Internet

  
JAKARTA,RAKA
-  Di Internet segalanya ada, mulai dari berita, transaksi perbankan, hingga download MP3. Namun seberapa banyak informasi yang terdapat di internet? Perlu waktu 31 ribu tahun untuk membaca semua informasi di internet tanpa tidur.

Tim di Microsoft Bing menyebutkan telah mengumpulkan lebih dari satu triliun halaman web. Sedangkan Google menyebutkan telah mengindeks lebih dari satu tiliun alamat web.

Angka itu menunjukkan lebih banyak alamat web dibandingkan dengan jumlah manusia di muka bumi. Populasi global saat ini hanya mencapai lebih dari 6,7 miliar. Itu berarti ada 150 halaman web untuk tiap orang di seluruh dunia.

Lalu berapa banyak waktu yang diperlukan untuk membaca semua informasi itu? Jika meluangkan waktu satu menit untuk tiap website yang ada, maka akan butuh waktu selama 31 ribu tahun, untuk menghabiskannya tanpa tidur.

Sementara Bing menghitung butuh waktu lebih panjang lagi. "Rata-rata orang akan butuh enam ratus ribu dekade untuk membaca semua informasi di internet," sebut situs itu.

Director of analytics Nielsen Online Mark Higginson menyebut, populasi online global melonjak 16% pada tahun lalu. "Sekitar 1,46 miliar orang di seluruh dunia menggunakan internet, terjadi kenaikan 16% dari tahun sebelumnya," katanya.

Populasi internet terbesar adalah di China, yang pekan lalu diklaim jumlahnya mencapai 338 juta. Lebih banyak dibandingkan di AS. Namun catatan InternetWorldStats.com (IWS) berbeda. Website yang mengumpulkan bermacam sumber data itu mengklaim populasi online China mencapai 298 juta.

"Dengan tingkat pentrasi yang masih rendah di India dan China maka masih ada ruangan pertumbuhan beberapa dekade ke depan," papar Higginson.

Mengukur populasi online adalah pekerjaan sulit. Ada server, user, jumlah per kapita dan persentase penetrasi untuk menghitungnya. Sementara IWS menggabungkan data dari International Telecommunications Union PBB, Nielsen Online, GfK dan US Census Bureau.

Angka pengguna internet di dunia tercatat 1.596.270.108 atau 23,8% dari total penduduk dunia 6.0706.993.152 jiwa. "Di masa mendatang, selular akan memberikan kontribusi signifikan pada pengguna internet," imbuh Higginson. Ia menyebut jumlah penduduk AS yang mengakses internet melalu ponsel tumbuh 74% dibandingkan 2007.

Menurut IWS, lima negara pengguna internet terbesar adalah China dengan total 298 juta user atau 22,4% dari jumlah penduduk. Di posisi dua adalah AS dengan 227 juta user atau 74,7%. Sedangkan Jepang (94 juta atau 73,8%) , India (81 juta atau 7,1%) dan Brazil (67,5 juta atau 34,4%) di posisi selanjutnya.

Lalu kira-kira kapan semua orang di muka bumi akan bisa online? Untuk yang satu sulit diprediksikan. "Itu terlalu sulit diketahui," kata Higginson. (raka)

Kapolsek Karawang Kota Dipraperadilkan


KARAWANG, RAKA - Samsudin warga Dusun Sukawijaya Desa Kertamulya Kecamatan Pedes melalui kuasa hukumnya Unang Djuanda mengajukan gugatan praperadilan terhadap Kapolsekta Karawang, AKP Dwi Susanto. Pasalnya penangkapan dan penahanan yang dilakukan oleh kepolisian sektor Kota (polsekta) Karawang terhadap dirinya dinilai cacat hukum.

Unang mengatakan, sampai sekarang status Samsudin masih dijadikan tersangka dan diwajibkan melaporkan diri seminggu dua kali.

 Belum adanya proses peradilan untuk menentukan bersalah tidaknya dalam kejadian perkara pencurian HP, membuat pihaknya meminta kejelasan status hukum dalam perkara pencurian tersebut dengan diterbitkannya surat perintah penyidikan atas nama pemohon.

"Samsudin telah ditahan selama 45 hari dan selama itu dia telah mengalami kerugian materil dan moril. Untuk itu kami membawa masalah ini ke pengadilan. Kami meminta menuntut agar pihak kepolisian memberikan ganti rugi Rp 100.000.000 pemulihan nama baik dan menyatakan bahwa penangkapan yang dilakukan tidak sah," paparnya, Minggu (2/8) siang.

Ia melanjutkan, gugatan praperadilan bermula saat Samsudin dilakukan penangkapan dan penahanan karena ada laporan dari Asep Nurdin ke Polsekta Karawang, bahwa dirinya mengaku telah kehilangan delapan belas buah handphone.

 Namun didalam berita acara pemeriksaan (BAP), tidak ada satupun keterangan saksi yang melihat klien saya masuk kedalam rumah Asep yang bertempat tinggal di jalan Sadamalun Kelurahan Nagasari Kecamatan Karawang Barat.

"Yang menjadi aneh, kenapa pada saat penetapan barang bukti yang dikeluarkan pengadilan negri karawang, barang buti sebanyak delapan belas buah dus handphone yang terlampir dalam berkas perkara atas nama Samsudin.

Padahal dus handphone tidak dapat dijadikan barang bukti, karena dus handphone hanya bukti kepemilikan dari handphone tersebut, apalagi dus handphone tersebut didapat penyidik dari pelapor yaitu Asep," ungkapnya.

Menurut Unang, berkas permohonan gugatan Samsudin, telah diserahkan ke Panitera Pengadilan Negeri (PN) Karawang, 30 Juli 2009 dengan tergugat Kapolsekta Karawang. "Hari senin ini kapolsek akan dipanggil ke pengadilan, kita tunggu saja bagaimana hasilnya," tandasnya. (psn)


Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!

Menjelang Bulan Ramadhan Harga Sayuran

TERANCAM NAIK: Harga sayuran menjelang bulan Ramadhan diperkirakan akan mengalami kenaikan. Bahkan kenaikannya diperkirakan merata. Seperti untuk jenis cabai, tomat, kentang serta buncis. Pada foto, seorang pembeli tampak tengah menawar harga sayuran dipasar Johar. (psn)

Pertamina Masih Dituntut Ganti Rugi Petani Tirtajaya


TIRTAJAYA, RAKA -
Ketua Koordinator Rengasdengklok Forum, Roby Barmaqi, mendampingi petani Tirtajaya yang tergabungan dalam kelompok tani (Gapoktan) di Kecamatan Tirtajaya. Para petani itu sawahnya rusak akibat observasi minyak yang dilakukan oleh Pertamina. Hingga kemarin belum ada kejelasan mengenai ganti rugi yang dijanjikan pertamina.

Dijelaskan, proyek tersebut telah mengakibatkan kerusakan hektaran sawah petani setempat. Baik karena diinjak-injak ataupun dibor sedalam 30 meter oleh petugas dari Pertamina untuk keperluan perekaman supaya mengetahui kandungan minyak dan gas dalam perut bumi. Karena itu, Rengasdengklok forum menyatakan kalau hal ini tidak betul. "Seharusnya Pemkab tidak tinggal diam. Kasian para petani jika dibiarkan," terangnya.

Pihak Pertamina yang bertanggung jawab mengenai ganti rugi terhadap sawah-sawah milik warga yang dibor dan dijadikan lokasi operasional. Namun begitu, hingga kemarin belum ada realisasi dari Pertamina tentang ganti rugi tersebut. Hal ini terus dikeluhkan oleh sejumlah petani di Kecamatan Tirtajaya termasuk beberapa kecamatan lainnya yang dilintasi proyek seismik tersebut. "Pemkab harusnya tegas dalam kasus ini. Sesuai dengan perjanjian pihak perusahaan,"tegasnya.

Hingga Minggu (2/8) kemarin, pihak Pertamina baru melakukan pembayaran ganti rugi untuk sawah-sawah yang diinjak-injak dan dibor di Desa Dewisari dan Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok. Sesuai ketentuan, harga indek tiap meter persegi dibayar Rp 2.750, tercatat jumlah lahan sawah yang mendapat ganti rugi di Desa Dewisari sekitar 106 orang dan di Desa Kertasari sebanyak 45 orang. Sedangkan ganti rugi yang dijanjikan perusahaan terhadap petani di kecamatan Tirta jaya, hanya menjadi penantian panjang hingga tiba di musim tanam.

Dari Keterangan yang diperoleh Rengasdenghklok Forum dari para petani melalui para gapoktan di Kecamatan Tirta jaya, mereka perlu kejelasan yang pasti, mengenai ganti rugi karena dianggap pekerjaan seismik itu sudah selesai. Kalaupun ada sesuatau yang tidak tertera dalam perjanjian awal." bagaimana itu bisa terjadi.(get)

Sosialisasi Pemadam Kebakaran Perlu di Dengklok


RENGASDENGKLOK, RAKA
- Tragedi kebakaran sebaiknya disikapi semua elemen Masyarakat, termasuk didalamnya unsur Pemerintah. Masyarakat diberikan pelatihan dan sosialisasi kebakaran sehingga pada saat dibutuhkan mereka sudah dalam keadaan siap pakai.

Hal itu dikatakan pengamat lingkungan Kota Rengasdengklok, Ismet (30) Minggu (2/8). Menurut dia pelatihan perlu dilakukan terlebih mengingat kondisi Dengklok yang rawan kebakaran. "Simulasi penanganan kebakaran untuk pemadaman sementara perlu diketahui masyarakat. Setidaknya, hal itu berguna untuk pemadaman sementara menunggu petugas tiba dilokasi kejadian," katanya.

Ditambahkan, dalam hal wawasan, diharapkan Pemerintah Desa sebagai kepanjangan tangan Pemcam, Pemkab, Pemprop, hingga Pemerintahan Pusat dapat berperan aktif. Seperti memberikan bimbingan dan latihan simulasi kebakaran. Paling tidak peristiwa yang baru terjadi yang mengakibatkan dua korban gosong bisa menjadi acuan bahwa petugas pemadam kebakaran Dengklok sama sekali tidak siap untuk menghadapi kebakaran.

Mengacu peristiwa tersebut, berdasarkan pantauan RAKA, sebagian besar masyarakat terlihat tampak kepanikan tanpa melakukan aktifitas. Warga tidak mengerti harus bertindak bagaimana. Sebagian besar warga hanya mengandalkan inisiatif masing masing, seperti mengeluarkan barang-barang korban.

Seharusnya ketika kobaran api belum cukup ganas, warga yang sudah memiliki tindakan khusus menangani kobaran api selain menggunakan air seadanya. Diharapkan untuk ke depan, setelah  terjadinya tragedi yang menimpa warga Dusun Krajan Desa Rengasdengklok Utara. Kalangan masyarakat memiliki tim penanganan kebakaran khusus yang dibentuk melalui musyawarah bersama sama dengan pihak pemerintahan Desa setempat.

Dengan adanya tidakan awal dari sebuah tim yang terbentuk dari unsur masyarakat, yang sudah terencana dan terdidik dalam melaksanakan tugasnya, seperti selayaknya para petugas pemadam kebakaran. Diharapkan tragedi yang berakibat pada kerugian bahkan hingga menelan korban jiwa, selaiknya dapat diminimalisir. Dan pengetahuan tentang pelatihan dan sosialisasi hingga simulasi penanganan kebakaran itu mesti rutin dilakukan. "Bukan hanya diketahui oleh petugas pemadam kebakarannya saja," kata Ismet.

Selain itu, dari pengakuan para petugas pemadam kebakaran. Diketahui, bahwa Jumlah personel yang ada masih minim. Seperti dikatakan salah seorang personel pemadam kebakaran UPTD Cipta Karya Rengasdengklok, Dana Sudana. Bahwa saat ini personel yang bersiaga di Rengasdengklok, berjumlah hanya 6 0rang. (get) 

Iuran Haji di Kecamatan Kutawaluya Akan Dipulangkan


KUTAWALUYA, RAKA - Kisruh Dana Haji Gratis di Kecamatan Kutawaluya akhirnya berbuntut keputusan yang spektakuler lantaran baru kali itu dilakukan. Dana itu rencananya akan dikembalikan kepada warga yang terkait program haji gratis itu dalam waktu dekat.

Hal itu terungkap berdasarkan informasi yang diperoleh RAKA, belum lama ini. Hanya, yang menjadi persoalan kini adalah pengembalian dana yang tidak sedikit itu dikhawatirkan akan berdampak munculnya persoalan baru. Saat ini dana yang telah terkumpul mencapai hingga Rp 51 juta.

"Jumlah dana itu mencapai Rp 51 juta dan akan dikembalikan kepada masyarakat yang berjumlah 5000 orang itu adalah bukan hal mudah untuk dilakukan," ungkap Asep (40) tokoh masyarakat setempat. Ia malah mengkhawatirkan koordinator lembaga desa dengan warga justru tidak berjalan, meskipun jumlah uang yang akan dikembalikan Hanya sebesar Rp 12 ribu/warga.

Dia menambahkan, jika jumlah itu terhitung dalam jumlah global, juga merupakan godaan yang berat untuk dijalankan. "Maka itu saya setuju dengan usulan Camat Maman Suryaman bahwa dalam pelaksanaan pengembalian harus disertakan tokoh masyarakat setempat. Bila perlu, bersama dengan pihak kejaksaan yang menyarankan pengembalian tersebut,"terangnya.

Kemungkinan lain yang dikhawatirkan Asep, ada pihak ketiga yang membuat keruh acara pengembalian. Maka dari itu, perlu dilakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelun pengembalian. "Dana itu kan dana shodakoh, saya harap pengembalian dana yang syarat muatan agama itu. tidak menuai masalah yang baru," tegasnya.

Perlu diketahui, kata Asep, pengembalian suluruh dana IPHI, yang terkumpul dari unsur masyarakat yang digagas, Drs Heri Paryono dengan iming iming penberangkatan haji gratis, dengan cara mengundi. Dilakukan agar permasalahan IPHI menuju langkah kebaikan untuk semua pihak.

Seperti diberitakan, sebelumnya sudah berlangsung Rapat penentuan keberlanjutan program IPHI yang dihadiri Camat Maman Suryaman beserta muspika kecamatan, sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, para kepala Desa, berikut tokoh aAama dan MUI Kecamatan Kutawaluya. Rapat tersebut mencuat menyusul pengunduran diri Ketua dan Bendahara Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Kutawaluya, setelah berlangsung konflik internal di tubuh organisasi tersebut.

Terkait itu, berdasarkan data yang diperoleh, tidak semua desa yang melakukan pemotongan Dana Bantuan Langsung Tunai untuk shodakoh haji. Diantaranya, Desa Kutakarya dan Sindang mulya. Namun program ini ada yang menyatakan pro dan ada juga yang kontra dikalangan masyarakat dan buntut kontroversi program IPHI yang terjadi dikalangan masyarakat. Malah hal itu yang hingga kemudian berujung pada pemanggilan dua Kepala Desa Kecamatan Kutawaluya oleh pihak kejari Karawang belum lama ini. Yakni Kades Sampalan dan Kades Sindang Mulya. (get)

Takut Diangkut Pol PP PSK Betok Mati Mudik di Dusun Cikelor


CILEBAR, RAKA
- Pasca pembongkaran tempat prostitusi di Dusun Cikelor, Desa Amansari dan Pos Banjir, Desa Kartasari, Kecamatan Rengasdengklok beberapa hari kemarin, tempat serupa di di Desa Sungai Buntu, Pantai Pisangan dan Betok Mati kena imbas. Sejumlah PSK pilih aman pulang kampung ketimbang digeruduk Satpol PP.

Tempat prostitusi itu mulai sepi, mereka takut ditangkap Satpol PP Karawang yang kini gencar menggerus lokasilasi tersebut. Selain PSK dan Mucikari, warga sekitar yang tidak jauh dari tempat prostitusi juga terancam merosot usahanya. Seperti pedagang nasi, tukang cuci pakaian dan penarik perahu eretan hingga pesuruh mereka yang biasa mendapatkan uang. Diketahui, keberadaan lokalisasi PSK ini ternyata mampu mengakat ekonomi warga setempat.

Seorang warga Betok Mati, Desa Mekar Pohaci, Kecamatan Cilebar, Nengsih (31) mengatakan, dia tinggal di tempat lokalisasi PSK ini sejak kecil, dia sudah lama mencari penghasilan sebagai pencuci pakaian sementara suminya sebagai nelayan. Kata ibu tiga anak ini, keberadaan PSK sangat berarti bagi masyarakat setempat, karena bisa menunjang kehidupannya dan menambah penghasilan.

Meski demikian, mereka tahu tempat protitusi dilarang pemerintah dan agama, tapi keberadaan lokalisasi PSK yang sudah puluhan tahun itu tanpa disadari memang menghidupi pendapatan warga setempat. "Kenapa baru sekarang sibuk ingin menutup dan membongkar, tempat ini kan ada sejak puluhan tahun, apakah jatah untuk Satpol PP dari para Mucikari kurang," ujarnya. (spn)

Saatnya Putra Daerah Karawang Memimpin


 KARAWANG, RAKA
- Sosok jurnalis, Asep Sulaeman akan masuk dalam percaturan calon Bupati Karawang tahun 2010 mendatang. Koordinator siaran langsung olahraga TVRI (Televisi Republik Indonesia) ini ingin membuat karawang unggul dalam pertanian dan tata niaga. Saat ini, dia memandang kedua aspek itu banyak yang perlu dibenahi, termasuk infrastruktur lainnya.

Minatnya jadi orang nomor satu di Kabupaten Karawang karena dia merasa sudah cukup sebagai pegawai selama 26 tahun. Setelah melihat kondisi Kabupaten Karawang selama liputannya, dia merasa tergugah dan berkeyakinan ingin mengabdi bagi rakyat dengan menjadi sosok bupati. Tidak hanya itu saja, dia ingin membuat sesuatu yang baru di daerah tempat kelahirannya sendiri.

Namun begitu, hingga kemarin belum ada parpol (partai politik) yang dia gandeng, tapi dari beberapa tokoh partai sudah meliriknya terutama dari Demokrat. Kata Asep, sebelumnya dia sendiri hampir menjabat Deklarator Partai Demokrat. Selain Partai Demokrat, dia dengan partai lain tetap memiliki hubungan dekat, apalagi dengan Partai Golkar.

Pendiri Yayasan Gema Karsa (Gerakan Masyarakat Karawang Sejahtera) ini menyatakan, yayasannya ini akan dijadikannya sebagai kendaraannya menuju kursi bupati. Memang, yayasan ini dia bentuk sebagai wadah pengabdian dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kata dia, yang harus digali di kabupaten ini adalah motivasi masyarakat harus bangkit.

Dia bercita-cita Karawang jadi unggul dengan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) yang terbaik di kabupaten ini. Menurutnya, jumlah industri yang cukup besar di kabupaten ini tentunya harus menempatkan putra Karawang harus dalam dunia industri itu. Kalau pun lanpangan pekerjaan tidak tersedia bagi mereka, dia melalui yayasannya mengajak pada putra daerah yang punya potensi untuk mengikuti keterampilan dan pelatihan.

"Melalui yayasan ini kita ingin membantu masyarakat, mengentaskan kemiskinan masyarakat, diantaranya kegiatan sosial dan menyantuni, pokoknya apa saja untuk hajat hidup orang banyak. Dan kita coba dengan dana sedikit dari para donatur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ucapnya menyatakan yayasan ini akan terus dibawa hingga ke Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Karawang, menang atau tidak menang, mengingat yayasan ini salah satu sumbangsihnya kepada rakyat Karawang.

Dia pun menyadari lawannya pasti adalah orang besar, tapi hal itu tidak menyurutkan niatnya untuk menjadi orang nomor satu di kabupaten ini. Ada beberapa orang yang merapat, akunya, ada yang minta dirinya jadi wakil bupati, tetapi dia memutuskan untuk tetap sebagai calon bupati. "Saya sudah punya pendamping, tapi masih dirahasiahkan, kalau sudah ada dukungan penuh nanti akan saya deklarasikan," ujarnya. (spn)

TBK Masih Perlu Sentuhan


KARANGPAWITAN, RAKA - Kebun binatang mini Karawang di Lapangan Karangpawitan masih membutuhkan sentuhan pemerintah daerah. Terlebih kebun yang dikenal dengan sebutan taman binatang ini menjadi tujuan wisata lokal paling favorit masyarakat, terutama saat hari libur.

Hal itu terungkap, saat RAKA menyambangi taman binatang mini itu, baru-baru ini. Menurut sejumlah pengunjung diantara yang memicu kehadiran mereka di Lapangan Karangpawitan adalah karena adanya taman binatang tersebut. Bahkan sejumlah pengunjung mengaku datang dari luar kota Karawang.

"Saya datang dari Tempuran (Kecamatan Tempuran, red) dan sengaja kesini (Lapangan Karangpawita, red) lantara ingin melihat taman binatan Lapang Karangpawitan. Katanya, banyak hewan-hewan langka di taman binatang ini," ungkap Nia (30). Ia merasa bersyukur Karawang memiliki taman binatang kendati luasnya terbatas dan hewan-hewannya juga masih sedikit.

Dikatakan Nia, Lapangan Karangpawitan  mempunyai fasilitas publik yang bisa dibanggakan. Selain sejumlah fasilitan tempat bermain anak. Tidak heran menurut dia lapangan inipun kemudian menjadi pilihan utama masyarakat Karawang untuk bersantai selepas melakukan aktivitas kerja.

"Malah banyak remaja dan anak muda yang menggunakannya untuk tempat nongkrong sambil berolah raga," ucap Nia.
Selain ayun-ayunan sejumlah fasilitas lain tempat bermain anak adalah mainan favorit anak yakni enjot-enjotan dan papan seluncur (perosotan, red) disamping roda berputar. Selain itu sejumlah mainnya lain yang sifatnya komersil adalah mandi bola dan mancing ikan juga menjadi main favorit yang lain.

Untuk taman binatangnya, sejumlah hewan favorit seperti ular sanca tutul, primata, burung-burung langka seperti kakak tua putih dan merah dan sejumlah hewan langka lainnya. "Saya kalau kesini pasti mengajak keluarga dan terutama anak saya yang masih kecil. Dan biasanya saya kesini setelah menyetor uang untuk pembayaran kredit mobil," katanya.

Hanya saja Nia sempat menyesalkan kondisi kandang hewan yang kurang terawat malah terlihat mulai keropos. Dikhawatirakn hewan di dalamnya bisa lepas sewaktu-waktu dan mencederai pengunjung,apalgi monyet jenis babun yang bertenaga besar. "Seharusnya kandang selalu dibersihkan agar tidak bau. soalnya ini salah satu tempat favorit warga karawang untuk santai,"ujarnnya.

Karim (29), pengelola taman binatang mini Karangpawitan, terkait itu mengaku selalu membersihkan kandang dan saluran air, memberi makan satwa stiap pagi dan sore, dan menyemprotkan cairan disinfektan agar kandang tidak bau dan hewan terhindar dari peyakit. (cr1)


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Lomba Tamia Bikin GOR Panatayudha Meriah, Euy, Eko dan Eka: Tambah Terus Tuh Kawula Muda Penyuka Tamia

WEI..rame, BO. Balapan mobil tamia (open race) yang digelar di lingkungan GOR Panatayudha, Karawang, selama sehari suntuk pada Minggu (2/8), itu bisa bikin suasana meriah abis, deh.

Penyuka mobil tamia di Karawang kiwari kayaknya terus tambah, deh. Itu bisa dilihat seringnya lomba yang diadain, biar juga yang ngegelarnya baru sebagian kecilnya aja. Umumnya ajang ini juga dibikin jadi ajang silaturahmi plus tukeran info yang utamanya soal gimana seh biar tamia bisa lari cepet plus stabil buat jumping.

Cuap Eko, ketua penyelenggara lomba yang ditemui Gen-X di sela-sela acara, jumlah penyuka mobil balap mainan ini di Karawang emang terus tambah, tuh. Biar cuma standar lokal, tapi lomba yang digelar juga udah lumayan sering juga. "Dan saban lomba digelar, satu atawa dua peseratanya pasti ada yang wajah baru. Itu artinya kan tambahannya, dong," katanya.

Ya. biar cuma pake standar lokal, lomba tamia ini buat di Karawang emang udah lumayan sering juga tuh digelar. Kalo gak Eko yang jadi ketua panitia, biasanya Eka, atawa Rico, atawa Maman. Malah kecuali yang hari kemarin itu, "Dalam waktu dekat, mungkin tanggal 16 Agustus (2009), kita-kita mo ngadain lagi lombanya. Rencananya seh di GOW, biar lebih rapi gitu," sebut Eka yang pegawai Disnaker Karawang.

Relatif sama kayak balapan mobil asli, di lomba tamia ini saban peserta juga punya timnya, tuh. Satu tim biasanya dua atawa tiga orang, yang semuanya udah punya agian masing-masing. Misalnya satu orang yang dianggap tau banghet soal bikin persiapan tamia yang bakal dipake balap, atawa yang lain cepet nangani kalo ada trable.

Lie Heryana, peserta balapan asal Desa Pancakarya Kecamatan Tempuran, sengaja tuh ajak temennya, Nur Mahardhika, buat jadi bagian tim alias navigator. Doi yang sengaja datang dari wilayah kecamatan yang punya jarak tempuh sekitar 20 km utara Karawang, itu maunya ikutan lomba pulangnya bawa hadiah, dong. Sebab itu, Lie juga bawa tiga tamia, plus beli karcis start yang harganya Rp 1.500 per lembar, itu sebanyak 100 lembar.

Hal yang sama juga dilakoni Anto. Cuma lantaran merasa udah biasa, anak SMP Yos Sudarso Karawang ini cukup menangani tiga mobil tamianya 'sorangan wae'. "Tapi aku beli karcisnya 110 lembar. Biar nggak penasaran," sebut anak cowok yang katanya baru duduk di kelas VIII B. "Udah setahun ini aku suka tamia," tambahnya.

Di pelaksanaannya, balapan tamia yang jadi tontonan gratis pengunjung GOR Panatayudha itu dibikin tiga babak: I (penyisihan), II (semifinal), III (final). Babak I yang jumlah pesertanya puluhan tamia itu dibikin masing-masing abis 30 race, dan di babak II berkurang jadi 25 race. Sedangkan babak III yang cuma tinggal tujuh peserta yakni Eka, Jejen, Jaki, Anton, Ucup, Dedi dan Lingga, masing-masingnya cukup 5 race aja.

Akhirnya, Anton yang pake tiga tamia dan cuma beli karcis start 60 lembar, bisa meraih tiga posisi juara: I, III, dan 'Best Lap'. Satu-satunya posisi yang lepas dari Anton, yakni juara II, direbut Lingga yang anak kelas V SDN Palumbonsari 4, Karawang Timur. "Selamat...," ujar Eko yang ketua panitia saat memberikan trophy dan hadiah masing-masing Rp 200 ribu (Juara I), Rp 150 ribu (Juara II), Rp 100 ribu (Juara III), dan 'Best Lap' Rp 50 ribu. (dea wahyudi)   
------------------------------------------------------------------------------------------------
Balap Tamaia Bikin Mang Saman Ceria

Kecuali yang terlibat langsung di acara, adanya balapan tamia di lingkungan GOR Panatayudha Karawang juga bikin Mang Samanhudi tersenyum lebar, deh. Penjual jagung rebus yang mangkal di sekitar lokasi acara, itu ngakunya lumayan jadi kebagian untung juga, tuh.

Mang Saman, panggilannya, baru satu jam aja datang ke lokasi acara, Minggu (2/8) sore, langsung didatangi pembeli. "Alhamdulillah, Bos," syukurnya saat ditemui seusai melayani dua pembeli yang datang dari kelompok acara balapan tamia. "Kayaknya nggak salah ya saya datang ke GOR sekarang," tambah warga Jatisari yang dengan gerobaknya, biasa menjajakan jualannya secara berkeliling itu.

Buat Mang Saman, langsung didatangi pembeli ketika baru datang itu tentu jadi rezeki tersendiri. Biasanya, Mang Saman yang menjajakan jualannya berkeliling sepanjang Jalan Panatayudha, Husni Hamid, Cakradireja, By Pass, dan lainnya, itu kecuali dari pelanggan tetap, baru akan melayani  pembeli saat beberapa lama mangkal. Termasuk di GOR Panatayudha, pangkalan terakhirnya.

"Sekarang adanya balapan tamia ini, dagangan saya langsung laku. Alhamdulillah," ujar ayah satu anak yang biasa ditengoknya sekitar seminggu sekali itu. "Soalnya saya tinggal dan berusaha di sini (Karawang Kota-red). Usaha ini memang untuk keluarga di kampung," sebut Mang Saman sembari berharap lantaran udah bikin jualannya laku, acara balapan tamia mungkin bisa lebih sering lagi digelar. "Kan bisa menghidupi keluarga saya juga. Hehe..," ujar lelaki 40-an tahun itu, ceria. (dea)

Lingkar Tanjungpura-Klari , Masih Minim Rambu-Rambu



KARAWANG, RAKA - Rencana peresmian jalur lintas Tanjungpura-Klari dua pekan mendatang terkesan terburu-buru. Selain masih minimnya fasilitas pendukung keamanan, penerangan dan drianase juga kurang memadai. Dan, jalur ini juga belum dilengkapi rambu-rambu lalu lintas yang memadai.

Hal itu terungkap berdasarkan pengamatan RAKA akhir pekan kemarin, padahal jalur tersebut cukup panjang dan sepi penduduk.

Pos polisi dan pembatas jalan dan sarana keamanan lainnya perlu dibangun secepatnya untuk mengantisifasi tindak kriminal yang sering terjadi di tempat sepi penduduk. Disamping sistem drinase yang juga harus memadai. Pasalanya jika musim penghujan air akan tertahan disisi selatan ruas jalan tersebut yang didominasi areal persawahan.

ironisnya, kendati belum di buka secara resmi oleh pemkab karawang jalur ini sudah digunakan oleh kendaraan roda 2 dan roda 4 dengan menerobos pagar penjagaan di pintu masuk utama. Hal itu terjadi karena tidak adanya penjagaan sehingga masyarakat bisa leluasa memindahkan pagar yang sedianya disiapkan untuk menghalangi kendaraan masuk ke jalur tersebut.

Bahkan banyak kendaran roda dua yang memakai bahu jalan untuk memutar arah. Hal ini dikhawatirkan akan merusak jalan sebelum diresmikan.
Seorang pengendara motor yang melintasi jalur tersebut, Sobri (45) mengaku hanya mencoba dan melihat-lihat akses baru Tanjungpura-Klari.

"Jalan yang menghabiskan dana milyaran rupiah sebaiknya tidak dilalui kendaraan berdaya angkut besar seperti tronton. Karena dinilai akan mempercepat rusaknya jalan selain itu polusi udara akan bertambah jika semua nagkutan trayek Dialihkan kejalur ini," tegasnya.

Sementara itu, Dinas tata kota setempat, Ahmad sulaieman mengatakan fasilitas-fasilitas pendukung seperti rambu-rambu lalu lintas, pos polisi, penerangan jalan bisa dibangun setelah jalur ini diresmikan. Apalagi jalur ini juga dipersiapkan untuk arus mudik lebaran 2009, jadi jalur ini harus dibuka sebelum dulan puasa.
Seperti diinformasikan Jalur lingkar Tanjungpura-Klari sepanjang 11,58 Km rencananya akan diresmikan per 17 Agustus tahun ini.

Selain itu, sebanyak empat trayek juga akan dipindahkan kejalur tersebut. Demikian Plt Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Miftah Zaini, beberapa waktu lalu.
"Pada saat jalur lingkar efektif semua kendaraan angkutan yang akan dialihkan lintasannya dilarang masuk kota.

Angkutan yang akan dialihkan trayeknya adalah angkutan jenis pelayanan trayek angkutan antara provinsi (AKAP)/angkutan dalam propinsi (AKDP), angkutan lokal kapasitas 14 seat keatas, operasional angkutan khusus karyawan dan pariwisata serta lintasan angkutan barang.

Mudah-mudahan dengan dialihkannya trayek angkutan tersebut, kemacetan yang sering melanda Kota Karawang bisa ditanggulangi. Pasalnya dengan pengalihan tersebut akan dipastikan volume kendaraan yang melewati perkotaan akan berkurang," ungkapnya.

Ia melanjutkan, sebetulnya ketertiban lalu-lintas merupakan tanggungjawab semua pihak, sebab semua saling berkaitan. "Agar Kota Karawang terlihat sangat cantik, maka diperlukan peran serta dari semua pihak.

Sekarang tidak ada alasan lagi bagi orang hanya mementingkan pribadi dan aspek finansial untuk menghalang-halangi pembangunan Karawang. Memang perpindahan ini akan mengurangi aspek finansial bagi pengusaha angkutan umum, dan penumpang dari arah Cikampek harus dibebani dengan menaiki kendaraan dua kali kalau mau ke Kota Karawang. Namun apabila kita berbicara seperti itu terus, maka permasalahan tidak akan pernah selesai.

Sebetulnya pembangunan jalur lingkar tanjungpura-klari bertujuan agar Kota Karawang tercinta ini bisa terlihat sangat indah, nyaman dan tertib," paparnya. Peresmian jalur lingkar tersebut, menurut Miftah diperkirakan bertepatan dengan hari ulang tahun Karawang, yaitu tanggal 14 september. (cr1/psn)


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Terminal di Purwakarta Tidak Representatif lagi

TIDAK REPRESENTATIF: Sejumlah terminal angkutan umum di Purwakarta dinilai sudah tidak representatif lagi. Dari sejumlah terminal satu diantaranya adalah terminal angkutan umum di Plered. Sayangnya, hingga kini belum ada perhatian serius dari pemerintah daerah. (rif)



Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Mengintip Dunia Otomotif Purwakarta, TKCI Bandung Jelajahi Kota Santri

KOMUNITAS otomotif Bandung sesaat sebelum melanjutkan perjalanan mengelilingi Purwakarta.

KOMUNITAS otomotif saat ini terus mengalami perkembangan yang pesat. Bukan hanya dunia otomotif roda dua, untuk komunitas otomotif roda empat seperti mobil bahkan saat ini mulai bermunculan dimana-mana.

Kota Purwakarta yang dulu dikenal sebagai kota pensiunan belum memiliki komunitas mobil yang eksis. Dengan harapan bisa membuat komunitas dunia otomotif yang eksis, para pecinta otmotif mobil Purwakarta yang tergabung di komunitas Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) membawa TKCI Bandung menjelajahi Kabupaten Purwakarta.

Ari Kurnia Salam anggota komunitas Toyota Kijang Club Indonesia (TKCI) Bandung asal Purwakarta kemarin di wisata Alam Danau Jatiluhur Purwakarta kepada RAKA mengatakan,  TKCI merupakan komunitas pecinta otomotif mobil produk Toyota Kijang. Komunitas ini memiliki hobi, bakat, cara berorganisasi yang baik serta memiliki sikap solidaritas terhadap sesama.
Kehadiran TKCI Bandung ke Kota Purwakarta merupakan ajang silaturahmi sekaligus ajang promosi Kabupaten Purwakarta ke khalayak umum di Indonesia.

"Sebagai masyarakat Purwakarta kami bukan hanya memiliki hobi dan bakat di bidang dunia otomotif, lebih dari itu kami adalah orang yang perduli terhadap kota kita tercinta. Untuk lebih meningkatkan eksistensi di dunia otomotif khususnya pecinta mobil Toyota Kijang dan umumnya pecinta dunia otomotif Purwakarta  kami sengaja membawa komunitas otomotif yang sudah eksis seperti TKCI Bandung untuk  menjelajahi Kabupaten Purwakarta," ujarnya.

Menurut wiraswastawan muda sukses ini, kehadiran TKCI Bandung ke Purwakarta merupakan suatu kehormatan dan sebagai jamuannya kami perkenalkan kekayaan yang ada di Purwakarta.

 Dan rencananya dalam waktu dekat akan di bentuk TKCI Cabang Purwakarta.
"Kehadiran TKCI Bandung ke Purwakarta merupakan kehormatan untuk kami, sebagai masyarakat Purwakarta kami menjamu mereka dengan mengajak TKCI konvoi mengelilingi Purwakarta.

Selain untuk mengajak mereka berekreasi kegiatan ini sekaligus untuk mempromosikan kekayaan dan keindahan alam Purwakarta seperti wisata di Jatiluhur, Situ Buleud dan Pusat Kota Purwakarta. Dan alhamdulillah mereka mengagumi tempat yang kami datangi," ujar  warga perum Griya Asri yang akan membentuk TKCI cabang Purwakarta.

Deni Atunk anggota TKCI asal Purwakarta menambahkan, mobil Kijang merupakan mobil keluarga yang elegant sehingga bisa di gunakan sebagai ajang gaul. Tetapi komunitas mobil  TKCI tidak hanya berkiprah kepada mobil Toyota Kijang saja, semua komunitas otomotif memiliki tali silaturahmi yang baik.

"Mobil Kijang adalah produk otomotif yang memiliki banyak keistimewaan, selain mesinya bandel, bahan bakarnya irit penampilannya juga selalu keren. Sehingga Toyota Kijang bukan hanya berpunsi sebagai mobil keluarga tetapi sebagai ajang gaul juga," katanya.

Ari Irawan salah satu pecinta mobil Mazda ikut berkomentar, komunitas dunia otomotif memiliki bakat, hoby dan potensi di dunia otomotif. Semua pecinta otomotif yang tergabung pada satu komunitas memiliki visi yang sama.

"Mobil atau motor boleh berbeda, namun kami sebagai komunitas dunia otomotif memiliki hobi yang sama. Komunitas di dunia otomotif seperti TKCI layak di contoh, selain memiliki solidaritas yang tinggi antar sesama, komunitas inipun selalu menghindari narkoba sehingga kami semua bisa menyalurkan bakat kami di dunia otomotif," terangnya. (sep)


Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!

Cemas Flu Babi di Kabupaten Purwakarta


MESKIPUN belum dinyatakan ada kasus flu babi ditemukan di Kabupaten Purwakarta, tapi kekhawatiran masyarakat akan virus H1N1 sudah mulai dirasakan oleh sejumlah warga menyusul terjadinya flu massal di Purwakarta baru baru ini.

Rama (29) misalnya, warga asal Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Purwakarta ini mengaku mulai khawatir terhadap flu babi. Apalagi beberapa hari terakhir ini kemungkinan adanya virus tersebut masuk ke Purwakarta ramai dibicarakan di media.

"Ya Khawatir itu tentu ada, artinya tidak menutup kemungkin kalau virus tersebut akan masuk ke wilayah kita, terlebih indikasinya sudah ramai di tulis di media-media," kata Rama, kepada RAKA, di lingkungan Pemkab Purwakarta, Minggu (2/8).

Menurut Rama, kekhawatiran masyarakat wajar karena penyebaran virus tersebut diketahui bergerak cepat. "Kami berharap pemerintah lebih bereaksi lagi menyikapi masalah ini," katanya.

Teddi (36), warga Kecamatan Wanayasa juga mengungkapkan jika sebagian warga sudah mulai resah tentang virus tersebut. "Takut saja kalau temuan kasus flu masal itu adalah flu babi," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes Purwakarta, Dr Astuti Arifin, mengemukakan, agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap temuan kasus flu masal yang terjadi di Purwakarta.

Ia menilai, wabah penyakit flu tersebut lebih disebabkan akibat cuaca yang tak menentu dan lingkungan yang kurang baik. "Sementara kita pastikan kejadian tersebut merupakan akibat infeksi saluran pernafasan akut (ISPA). Jadi masyarakat tidak perlu khawatir," cetus Dr. Astuti Arifin. (rif)


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

Golkar Patuhi Keputusan KPU


PENGURUS Pusat Partai Golkar mendukung sikap Komisi Pemilihan Umum yang tidak mau melaksanakan keputusan Mahkamah Agung terkait penghitungan sisa suara pemilu presiden.

"Terima saja keputusan KPU. Golkar harus menerima bahwa memang seperti itu," kata Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla, di sela acara peringatan hari anak di Taman Suropati, Minggu (2/8).

Komisi pemilihan memutuskan partai politik yang telah memperoleh kursi pada penghitungan tahap pertama hanya bisa menyertakan sisa suaranya untuk penghitungan tahap kedua. Sedangkan, Mahkamah Agung memutuskan partai politik yang telah mendapat kursi di tahap pertama bisa menyertakan seluruh suara aslinya, bukan hanya suara sisa.

Menurut Kalla, peraturan pemilu seharusnya ditetapkan sebelum hajatan akbar nasional 5 tahunan itu digelar. Peraturan yang dibuat setelah pesta demokrasi diselenggarakan dinilai tidak adil. "Sama seperti kalau kita bermain bola, peraturannya harus dibuat sebelum main bola. Jangan selesai main bola baru buat peraturan baru, seperti main domino.

Kartu sudah terbuka baru ini peraturannya, kan susah siapa yang menang ini," katanya.
Dia menegaskan aturan hukum maupun undang-undang seharusnya tak berlaku surut. Termasuk, keputusan Mahkamah Agung tentang sisa suara.

"Sebelum main harus jelas peraturannya, tidak berlaku surut. Jadi ada hal yang dapat diterima alasannya," katanya.
Dia mengakui keputusan mahkamah menguntungkan Golkar.

Alasannya, kursi Golkar di DPR berpeluang bertambah menjadi 125 bila mengacu pada putusan mahkamah. "Memang dilematis sekali. (Keputusan mahkamah) menguntungkan Golkar ya pasti, tapi ya kami percaya KPU," ujarnya.

Keputusan mahkamah atas Undang-undang Pemilu Legislatif, ujar dia, bisa berlaku pada pemilu mendatang.

Dia khawatir kepastian hukum menjadi bias bila keputusan mahkamah itu diterapkan saat ini. "Seperti Saya katakan semua peraturan harus jelas sebelum kita masuk bermain, jangan seperti main domino, tiba-tiba aturannya ceki. Habis main (peraturan) berubah, (nanti) berkelahi Anda," katanya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Rully Chairul Azwar menegaskan Golkar tidak bersikap anti maupun mendukung Mahkamah Agung. Komisi pemilihan dinilai berhak untuk mengintepretasikan putusan Mahkamah Agung dalam bentuk apa pun.

"Kedua intepretasi mengandung unsur hukum. KPU memiliki hak untuk membuat peraturan untuk menerjemahkan undang-undang," katanya.
 
Kalla menilai penyelenggaraan pemilu legislatif maupun presiden tak lepas dari persoalan. Calon presiden dari Partai Golkar dan Hanura itu mengatakan hasil pemilu dipersoalkan karena daftar pemilih tetap tak akurat.

Tim advokasi pasangan Jusuf Kalla-Wiranto menggugat penyelenggaraan pemilu ke Mahkamah Konstitusi. Tim kampanye menyertakan 54 bukti kejanggalan penyelenggaraan pemilu. (*)


Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!

PSSI Purwakarta Buruh Bibit, Didesak Perbanyak Kompetisi Sepak Bola


PURWAKARTA, RAKA - Minimnya kompetisi sepak bola yang juga bisa dilakukan sebagai ajang pencarian bibit - bibit baru, sejumlah pemilik dan manajer klub sepakbola di Purwakarta mendesak pengurus sepakbola (Pengcab PSSI Purwakarta, red) untuk menggelar kompetisi.

Manajer klub sepakbola PS Putra Benteng Nurdin Minggu (2/8) mengatakan saat ini penyelenggaran kompetisi sepak bola yang digelar pemerintah setempat terbilang masih cukup minim.
 Kegiatan seperti itu masih dilakukan oleh instansi di luar pemerintah daerah.
"Padahal, Purwakarta cukup potensi untuk menggelar kegiatan seperti itu.

 Apalagi, ini pun telah dibuktikan saat kompetisi yang digelar Batalion Armed (Yonarmed) IX Pasopati Cup yang diikuti puluhan klub di Purwakarta, Karawang dan Subang. Animo masyarakat pun saya rasa cukup bagus," katanya.

Menurutnya, dalam menggelar kompetisi persepakbolaan di Purwakarta, bukan hanya bisa menggiatkan olah raga sepak bola khususnya di masyarakat. Melainkan hal ini pun sekaligus bisa dijadikan ajang untuk mencari bibit baru khususnya atlet sepak bola di Purwakarta.

Untuk itu sambung dia, tidak ada salahnya jika Pemerintah setempat melalui Pengcab PSSI Purwakarta bisa menyelenggarakan kompteisi seperti itu. "Dalam kompetisi sepakbola Pasopati Cup itu pun banyak tim dari klub Liga Indonesia termasuk para pemain Persib Bandun. Dengan tampilnya sejumlah pemain kaliber membuat animo masyarakat tinggi untuk menyaksikan pertandingan bola,"ujar Nurdin.

Sementara itu, Ketua Pembinaan usia muda, perempuan dan Futsal Pengcab PSSI Purwakarta, Ahmadsyah mengakui bahwa dalam waktu dekat ini akan menggulirkan Liga Sepakbola Purwakarta yang rencana akan diikuti oleh klub anggota PSSI Purwakarta dari bulan Agustus hingga Desember 2009.

"Jumlah klub yang telah mendaftarkan mengikuti Liga Sepakbola Purwakarta itu ada 48 klub yang terdiri dari 10 klub anggota divisi utama, 10 klub dari divisi I dan 28 klub dari divisi II,"katanya.

Bahkan ia berharap dalam pertandingan sepakbola Pasopati Cup nanti bisa merebut hati masyarakat untuk menyaksikannya. (ton)



Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Pasar Tradisional Terancam Pasar Modern

PASAR REBO: Kehadiran pasar-pasar modern sudah terang mengancam keberadaan pasar tradisional di wilayahnya. Seperti yang terjadi dengan Pasar Rebo, kendati pasar itu masih berusaha untuk bertahan.  


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Harga Sembako Belum Naik di Sejumlah Pasar Tradisional Purwakarta


PURWAKARTA,RAKA - Masyarakat masih bisa bernapas lega. Pasalnya, sektar tiga pekan menjelang Ramadhan di sejumlah pasar tradisional Purwakarta belum terlihat adanya gejolak harga kebutuhan pokok alias sembako. Malah kondisi itu terbilang stabil.

Sejumlah kebutuhan pokok yang dinyatakan belum mengalami kenaikan adalah beras, minyak goreng, gula pasir, daging ayam, daging sapi, susu, telur dan terigu. Yang lebih menenangkan, ada jaminan dari pedagang bahwa harga-harga kebutuhan pokok tersebut belum akan naik atau masih stabil.

Hendar (30) satu pedagang di Pasar Senen Purwakarta, mengatakan, harga beberapa kebutuhan pokok masih aman karena pasokannya cukup. "Sampai hari ini kebutuhan pokok masih aman. Belum terlihat tanda-tanda kenaikan," katanya, Minggu (2/8).

Agus belum khawatir akan ada gejolak harga menjelang puasa Agustus 2009. Dia memprediksi, kenaikan harga hanya akan berlangsung dua hingga tiga hari menjelang awal puasa. "Mungkin  naiknya sekitar 6% an saja.

Tetapi, itupun paling berselang tidak lama dua atau tiga hari mnjelang puasa," ujarnya seraya mengutarakan setelahnya harga bakal kembali normal.

Pedagang lainnya, di Pasar Rebo Agus Saepudin (41) mengutarakan, dari beberapa kebutuhan pokok diramalnya bila kenaikan harga hanya trjadi pada harga ayam dan bumbu saja yang mengalami peningkatan karena permintaannya juga meningkat. "Seperti biasa permintaan daging saja yang akan naik saat jelang puasa nanti," tambahnya.(rif)


Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

BKBPIA Target Konsensus PNPM


PURWAKARTA, RAKA - Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Purwakarta menggelar rapat koordinasi (rakor). Gelar kegiatan itu dilakukan sebagai upaya tercapainya konsensus prosfektif pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan.

Menurut Kepala BKBPIA, Dra Henny Herliany dalam pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan di Aula Hotel Intan, baru baru ini, rakor itu program tersebut diawali dengan inventarisasi dan identifikasi permasalahan serta kendala yang ada dengan mencari solusinya. Hal itulah menurut Henny yang mendasari digelarnya rakor tersebut.

Menurut Henny, permasalahan kemiskinan dan pengangguran merupakan masalah yang perlu ditangani bersama sehubung upaya tersebut merupakan bagian dari prioritas utama pemerintah baik Pusat maupun Daerah. "upaya-upaya penanggulangan kemiskinan dan pengangguran diantaranya dengan melakukan distribusi pendapatan melalui penciptaan lapangan kerja berupah memadai bagi kelompok-kelompok masyarakat miskin di perdesaan," ucapnya.

Ditambahkannya, pelaksanaan rakor diharapkan semua materi yang disampaikan dapat di diskusikan untuk mendapatkan kesamaan pandangan, baik dalam tataran konsepsi, kebijakan maupun dalam tataran pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan.

Sementara, Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Badan Keluarga Berencana dan Perlindungan Ibu dan Anak (BKBPIA) Drs Asep Suparman, mengatakan, tatanan pokok pemerintah dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat adalah mengkoordinasikan dan memberikan fasilitasi kepada masyarakat.

Sehingga masyarakat tahu dan mau melaksanakan pembangunan desanya serta menjaga keseimbangan arah pengembangan sikap masyarakat dari sikap adaptif menuju patisipatif yang akhirnya otiaktivitas.

Selain itu, lanjut Asep, p[emberdayaan masyarakat pun bertujuan mengadakan perubahan dan pemahaman secara terarah terhadap kondisi kehidupan masyarakat desa, serta pengembangan wilayah desa sebagai satuan potensi sosial, ekonomi, budaya dan hukum menuju terciptanya peningkatan kualitas hidup masayarakat desa.

"Manjemen Pemberdayaan Masyarakat juga harus mampu meningkatkan motivasi dan patisipasi masyarakat desa guna terwujudnya dayua cipta dan karya masyarakat desa dalam pembangunan" jelas Asep.

Terwujudnya kemandirian masyarakat, yaitu kondisi yang memungkinkan masyarakat mampu membangun dirinya berdasarkan potensi, kebutuhan, aspirasi dan kewenangan yang ada pada mereka, termasuk kelembagaannya. (rif)


Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Cukup Alasan Pilpres Diulang

           
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Muspani menilai, dirinya tidak akan terkejut bila nantinya Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan pemungutan suara ulang pilpres 2009, sebagaimana materi gugatan pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto. Muspani menilai, memang cukup alasan bagi dilakukannya pilpres ulang.

"Cukup alasan pemilu presiden diulang. Gagal pemilu 2009 ini," ujar Muspani. Dikatakan Muspani, sejak awal memang ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan pemerintah dan KPU dalam mempersiapkan pemilu legislatif dan pilpres. Dia mencontohnya, mekanisme rekrutmen anggota KPU saja saat itu sudah menjadi pembicaraan publik. Pasalnya, sejumlah tokoh ternama dan punya pengalaman seperti mantan anggota KPU Ramlan Surbakti dan mantan Sekjen Depdagri Progo Nurdjaman, malah terpental.

"Yang lolos malah orang-orang yang tidak jelas kapasitasnya. Saat itu publik sudah terkaget-kaget dan sudah memperkirakan pemilu tidak akan sukses," ulas anggota DPD asal Bengkulu itu. Kecurigaan itu benar, lanjutnya, dibuktikan ada banyak sekali persoalan, mulai soal daftar pemilih tetap (DPT), lambatnya penghitungan suara, penetapan kursi yang hingga sekarang masih diributkan, hingga masuknya uang asing di rekening dana kampanye pasangan capres-cawapres tertentu.

Muspani menilai, langkah hukum yang dilakukan pasangan Mega-Pro dan JK-Win dengan mengajukan ke Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan langkah yang tidak tepat. Menurutnya, segala bentuk ketidakberesan penyelenggaraan pemilu sudah by design. "Jadi, ini masalah politik, cara menghadapinya harus dengan langkah-langkah politik. Harus ada gerakan politik. PDIP dan partai-partai lain yang merasa dirugikan, sudah seharusnya bergerak," ucap Muspani.

Pernyataan Muspani didukung pengamat politik dari Universitas Paramadina, Yuddy Latif. Menurutnya, kesalahan-kesalahan penyelenggaraan pemilu ada yang dilakukan secara sengaja, ada yang tidak disengaja. Yang disengaja misalnya KPU terlalu sering mengubah aturan dan tidak mengurus DPT dengan baik. Sedang yang tidak disengaja adalah sikap inkonsistensi KPU.

 "Tapi ini akibat proses rekrutmen KPU yang sejak awal sudah bermasalah. Kalau input-nya sampah, output-nya sampah juga," tegas Yuddy.
Seperti halnya Muspani, Yuddy juga menilai, mestinya yang dilakukan adalah melakukan gerakan politik, bukan langkah hukum. Namun demikian, dia berharap, MK dalam keputusannya nanti bisa memberikan keadilan bagi masyarakat agar nilai-nilai demokrasi di Indonesia tetap terjaga. "Saya kira MK menjadi penentu. Sudah ada preseden, MK pernah beberapa kali memutuskan pilkada ulang. Kalau MK memutuskan pemilu ulang, maka DPT harus diperbaiki terlebih dahulu," terangnya.

Sementara, pimpinan tim advokasi pasangan JK-Win, Chaeruman Harahap menjelaskan, langkah hukum dengan mengajukan gugatan ke MK merupakan bentuk penghormatan terhadap institusi yang sudah disepakati bangsa ini. "Kalau jalur hukum, bisa lewat pembuktian. Saya yakin MK bisa mengawal demokrasi dan konstitusi kita. Jadi, jangan lewat unjuk kekuatan," kata Chaeruman. (JPNN)


Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!

Pesawahan Blanakan Mulai Kekeringan


SUBANG, RAKA – Teriakan petani mengenai kekurangan air bukan saja dirasakan oleh petani Kecamatan Pusakanagara, akan tetapi puluhan petani yang menggarap ratusan hektar sawah yang ada di Kecamatan Blanakan pun berteriak kekurangan air.

Kini, para petani yang ada di Kecamatan Puskanagara dan Kecamatan Blanakan meminta agar Pemerintah Kabupaten Subang memberikan ketegasan kepada Perum Jasa Tirta yang terkesan mengabaikan keperluan petani soal air. "Air kurang, sawah kami kekeringan. Semoga pak bupati lebih berpihak lagi kepetani, agar sawah kami tidak kekeringan," pinta salah seorang petani Blanakan.

Untuk sementara, petani Pusakanagara, khususnya petani di Desa Patimban, berhenti berteriak setelah pada Sabtu (1/7) malam kemarin dapat pasokan air. Akan tetapi, Sabtu (1/8) lalu, petani Desa Jayamukti, Rawamekar dan petani Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, berteriak kekurangan air.

"Sawah kami lagi sedeng-sedenge butuh banyu, eh banyune langka (sedang membutuhkan air, airnya enggak ada). Kami hawatir tanaman padi yang baru berumur 2 bulan akan mati kekeringan apabila pasokan air tidak segera digelontorkan," ucap petani.
Rumor yang ada, petugas Perum Jasa Tirta terkesan lebih mementingkan tukang bebek yang jelas memberikan kontrubusi yang cukup. Dan bahkan, petugas tersebut berharap disuplai ikan bandeng atau udang oleh petani, apabila kiriman tersebut telah ada air digelontorkan.

Pengamat Pengairan Wilayah BSI Ciberes H Harpin S pada saat dihubungi RAKA membantah dirinya telah meminta 'upeti' ikan Bandeng dan Udang agar supaya menggelontorkan air. "Hal itu tidak benar, hanya saja kekurangan air di lokasi tersebut kondisinya tidak sesuai dengan fakta di lapangan, yakni luas areal melebihi jatah pasokan air," ucapnya.

Karenanya, tambah Sarpin, akibat luas areal sawah di tiga desa diantaranya Desa Blanakan, Desa Jayamukti dan Desa Rawamekar, bukanlah kurangnya pasokan air, akan tetapi jatah pasokan air sesuai nomenklatur untuk seluas 240 hektar kenyataan di lapangan sawah yang ada di tiga desa tersebut seluas 400 hektar.

Untuk itu, pasokan air yang semula ketinggian air 70 centimeter pihaknya harus menurunkan air lima papan menjadi ketinggian air 80 centimeter. "Kami telah menambah ketinggian air mudah-mudahan saja pasokan air saat ini dapat memenuhi kebutuhan petani di sana," tambahnya. (pir)

Pesawahan Blanakan Mulai Kekeringan


SUBANG, RAKA – Teriakan petani mengenai kekurangan air bukan saja dirasakan oleh petani Kecamatan Pusakanagara, akan tetapi puluhan petani yang menggarap ratusan hektar sawah yang ada di Kecamatan Blanakan pun berteriak kekurangan air.

Kini, para petani yang ada di Kecamatan Puskanagara dan Kecamatan Blanakan meminta agar Pemerintah Kabupaten Subang memberikan ketegasan kepada Perum Jasa Tirta yang terkesan mengabaikan keperluan petani soal air. "Air kurang, sawah kami kekeringan. Semoga pak bupati lebih berpihak lagi kepetani, agar sawah kami tidak kekeringan," pinta salah seorang petani Blanakan.

Untuk sementara, petani Pusakanagara, khususnya petani di Desa Patimban, berhenti berteriak setelah pada Sabtu (1/7) malam kemarin dapat pasokan air. Akan tetapi, Sabtu (1/8) lalu, petani Desa Jayamukti, Rawamekar dan petani Desa Blanakan, Kecamatan Blanakan, berteriak kekurangan air.

"Sawah kami lagi sedeng-sedenge butuh banyu, eh banyune langka (sedang membutuhkan air, airnya enggak ada). Kami hawatir tanaman padi yang baru berumur 2 bulan akan mati kekeringan apabila pasokan air tidak segera digelontorkan," ucap petani.
Rumor yang ada, petugas Perum Jasa Tirta terkesan lebih mementingkan tukang bebek yang jelas memberikan kontrubusi yang cukup. Dan bahkan, petugas tersebut berharap disuplai ikan bandeng atau udang oleh petani, apabila kiriman tersebut telah ada air digelontorkan.

Pengamat Pengairan Wilayah BSI Ciberes H Harpin S pada saat dihubungi RAKA membantah dirinya telah meminta 'upeti' ikan Bandeng dan Udang agar supaya menggelontorkan air. "Hal itu tidak benar, hanya saja kekurangan air di lokasi tersebut kondisinya tidak sesuai dengan fakta di lapangan, yakni luas areal melebihi jatah pasokan air," ucapnya.

Karenanya, tambah Sarpin, akibat luas areal sawah di tiga desa diantaranya Desa Blanakan, Desa Jayamukti dan Desa Rawamekar, bukanlah kurangnya pasokan air, akan tetapi jatah pasokan air sesuai nomenklatur untuk seluas 240 hektar kenyataan di lapangan sawah yang ada di tiga desa tersebut seluas 400 hektar.

Untuk itu, pasokan air yang semula ketinggian air 70 centimeter pihaknya harus menurunkan air lima papan menjadi ketinggian air 80 centimeter. "Kami telah menambah ketinggian air mudah-mudahan saja pasokan air saat ini dapat memenuhi kebutuhan petani di sana," tambahnya. (pir)

Dua Calkades di Desa Langgensari Tarung


SUBANG, RAKA – Meskipun berbeda visi dan misi, dua orang peserta Pilkades di Desa Langgensari, Kecamatan Blanakan, masing-masing optimis akan memenangkan Pilkades, Senin (3/8) hari ini. Kedua calon kades pun sama-sama akan dapat mengantongi raihan suara terbanyak dari sebanyak 5.010 pemilih sesuai dengan Daftar Pemilih tetap (DPT) yang telah diterimanya dari panitia pilkades.

Seperti halnya yang diungkapkan calon kades nomor urut 1, Olib Arasid, yang juga mantan kades periode 2004-2009 yang mengundurkan diri karena habis masa baktinya, bahkan sempat kembali ke pekerjaannya sebagai pendidik dan kali ini dalam perebutan kursi kepala desa periode 2009-2019, dirinya akan bertanding dengan calon kades seusianya untuk memperebutkan suara rakyat.

"Saya sangat optimis akan memperoleh suara terbanyak dalam Pilkades hari Senin, selain optimis juga saya mengandalkan Allah SWT yang akan meridoi saya untuk memimpin lagi desa ini," ucap Olib pada saat dihubungi RAKA di kediamannya, Minggu (2/8).

Dihadapan pendukungnya, ia memastikan akan mengantongi suara terbanyak yang mengandalkan kinerja tim suksesnya untuk mengajak rakyat mencoblosnya, sekaligus sebagai penghantar kemenangannya dalam Pilkades yang akan menduduki posisi kades untuk meneruskan perjuangan pembangunannya yang belum dirampungkan pada periode lalu.

Bahkan, dirinya akan mengandalakan rakyatnya yang agamis sebagai penghantar tugasnya dalam membangun desanya secara religius,

setidaknya apabila dalam perjalanan tugasnya nanti didukung dengan dasar-dasar agama, dirinya tidak akan melenceng pada saat menjalankan amanah dari pemerintah untuk rakyatnya. "Selain mengandalkan dorongan SDM rakyat, saya secara agamis juga saya akan merekrut regenarasi untuk mengelola sejumlah aset pendidikan, kesehatan, ekonomi dan mengoptimalkan lahan pertanian sebagai sektor pembangunan desa yang riil," ucap Olib.

Di tempat terpisah, calon kades nomor 2, Cecep Pahrudin, melalui mertuanya, H Abdul Rojak yang dikenal sebagai tokoh masyarakat di desa tersebut mengatakan, menantunya akan dapat memenangkan dalam Pilkades mendatang, kemenangan tersebut atas usungan masyarakat yang tumplek kepada menantunya yang akan dapat memimpin rakyat Desa Langgensari dengan baik.

Rojak optimis, menantunya akan dapat melaksanakan tugas sebagai Kepala Desa Langgensari yang berdasar pada pembangunan pro rakyat. Artinya, Cecep akan melangkah dan bertindak dalam segala kegiatan kepemerintahannya bergantung pada keinginan rakyat yang tidak berbenturan dengan peraturan dan hukum pemerintah dan agama.

"Sejak mencalonkan hingga menantu saya menjadi kades akan selalu dipantau agar gerak-geriknya tidak mengecewakan rakyat dan selalu berpihak kepada rakyat, maka dari itu harapan yang besar menantu saya dapat dipercaya Allah untuk memimpin rakyatnya, amiin," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Pilkades Langgensari Sodikin, saat ditemui RAKA di kediamannya, menurut seorang perempuan yang mengaku isterianya yang bersangkutan tidak ada di rumah lantaran sedang pergi untuk keperluan Pilkades dan akan langsung menghadiri undangan salah seorang kades. "Bapaknya engga ada pak, tadi katanya mau ngeprin dan akan langsung keundangan Kades Rawameneng," ucap perempuan yang mengaku isterinya. (pir)

Banyak Kontraktor 'Modal Dengkul', Proyek Mandek, Tunggu Dana Dari Pemerintah


SUBANG, RAKA – Terkait adanya sejumlah proyek molor karena ditinggalkan kontraktornya, Kepala Bidang Binamarga Dinas PU dan Pengairan Kabupaten Subang H Dede Juhana akan menghimbau para pemborong yang berani meninggalkan pekerjaannya.

Dalam himbauannya Dede meminta agar para kontraktor yang mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur jalan, pertanian dan sejumlah proyek lainnya agar sesegera mungkin menyelesaikannya sesuai jadual. "Saya akan menghimbau kepada para kontraktor untuk supaya menyelesaikan pekerjaannya supaya tidak melewati waktu kontrak," ucap Dede.

Sementara itu, hasil penelusuran RAKA ke sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Subang, ada sejumlah kontraktor yang meninggalkan proyeknya dengan alasan belum turunnya dana dari pemerintah yang terkesan hanya mengandalkan dana pemerintah sehingga meninggalkan pekerjaannya.

Informasi didapat RAKA, Sabtu (1/8), dari sejumlah sumber di lokasi pekerjaan yang mengaku selalu mengawasi dan bahkan banyak membantu dalam pekerjaan di proyek tersebut mengaku bahwa pelaksana proyek dengan terang-terangan alasan menunda pekerjaannya karena belum turunnya dana dari pemerintah.

Seperti yang terjadi di Kecamatan Blanakan, proyek pembangunan jalan rigid sejumlah proyek telah lima hari mandeg karena ditinggalkan kontraktornya. Kata sumber yang keberatan untuk ditulis namanya, sebanyak tujuh titik proyek rigid yang ditempatkan di Desa Cilamaya Girang, Kecamatan Blanakan, bervariasi pekerjaannya.

Dari tujuh titik tersebut, ada kontraktor, salah satunya yang dikerjakan oleh CV Tanjungrasa Sejati telah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik dan kualitasnya bisa dibilang baik, sementara pekerjaan proyek yang dikerjakan oleh kontraktor yang CV-nya belum diketahui, karena tidak ada papan proyeknya, telah lima hari ditinggalkan kontraktornya. Kata sejumlah masyarakat di sekitar proyek, pekerjaan tersebut ditinggalkan karena dana dari pemerintah belum turun.

Masyarakat menilai, kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut terkesan tidak punya modal dan hanya mengandalkan modal dari pemerintah. "Kalau kontraktor mengerjakan proyek hanya mengandalkan dana dari pemerintah sama saja kontraktor bermodalkan dengkul, kalau begitu mah saya juga bisa manjdi kontraktor kalau hanya modal dengkul mah," ucapnya.

Untuk itu, masyarakat meminta kepada Pemerintah Kabupaten Subang pada periode pembangunan yang akan datang mestinya dapat memilih kontraktor yang benar-benar memiliki modal. Sementara yang tidak punya modal, harus dipertimbangkan agar pada saat mengerjakan proyek tidak mengandalkan modal dari pemerintah dan menelantarkan pekerjaannya.

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Legonkulon. Saat RAKA berada di daerah tersebut, warga mengaku ada proyek yang telah sebulan ditinggalkan kontraktornya. Mereka pun mengungkapkan kekesalannya lantaran pekerjaan jalan yang belum diselesaikan mengganggu lalulintas di jalan yang sedang direhab tersebut. (pir)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang