Sabtu, 18 Juli 2009

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta


Keakraban di Rumah Manohara setelah Kedatangan Reiner Noack-Pinot (2-Habis)
Ulang Memori, Minta Ayah Bacakan Buku Cerita

Kembalinya Reiner Noack-Pinot ke tengah-tengah keluarga membuat suasana rumah Daisy menjadi meriah. Keakraban mereka pun kembali hidup seperti dulu, saat masih tinggal bersama di Eropa. Bahkan, Mano mulai "sibuk" mencarikan istri untuk ayah tirinya itu.

SELAMA berada di Indonesia, Reiner Noack-Pinot tinggal di rumah Daisy Fajarina bersama dua anaknya, Manohara Odelia Pinot dan Dewi Sari Asih, di Anggrek Cendrawasih, Slipi, Jakarta Barat. Selama itu pula, Pinot lebih sering mendampingi Mano syuting untuk sinteron pertamanya berjudul Manohara. 

Senin lalu (13/7), misalnya. Pinot ikut menjemput Mano ketika syuting di studio Persari, kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. "Saya ingin berada di sisinya dan memberikan support," ujarnya saat ditemui Jawa Pos bersama Daisy di kediamannya Selasa lalu (14/7). Pinot ikut bangga bahwa anak perempuan yang dulu bermanja kepadanya kini memiliki kesempatan berkarir di dunia yang diinginkan Mano.

Pinot memang sangat dekat dengan Mano. Bahkan, saat mereka masih tinggal bersama di Prancis, Mano sering diledek sebagai "anak papa". Pinot bahkan kerap mengajak Mano berkeliling Prancis. "Kadang, kalau ada acara antara orang tua dan murid di sekolah, saya hadir. Anak-anak sangat bangga menunjukkan ayahnya di antara teman-temannya," ujar Pinot.

Namun, setelah Daisy dan Pinot bercerai pada 2007, keduanya jarang bertemu. Apalagi Pinot pernah dipenjara selama empat bulan oleh pemerintah negara Prancis karena dianggap ngemplang pajak. Padahal, Pinot sudah menjelaskan kepada petugas pajak bahwa Prancis adalah rumah keduanya setelah Jerman. Namun, petugas tidak percaya, lantas membeberkan rekening telepon dan listrik. "Saya tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka sangat reaktif," ujarnya.

Kendati sudah bercerai, mereka berdua masih menjalin kontak. Apalagi ketika Mano masih berada di Kelantan, Malaysia. Pinot kerap menelpon Daisy menanyakan kabar perkembangan keselamatan putrinya yang ditahbiskan sebagai 100 Pesona Indonesia oleh Harper?s Bazaar Magazine itu. Begitu Mano melarikan diri dari keluarga Kerajaan Kelantan saat di Singapura Mei lalu, Pinot semakin sering menelepon langsung ke ponsel Mano. 

Karena itu, begitu Pinot datang seminggu lalu, pertemuan keduanya menjadi puncak kebahagiaan Mano setelah lepas dari belenggu Kerajaan Kelantan. Seperti dua orang yang lama tidak bertemu, pertemuan Mano dengan Pinot berlangsung penuh rasa sungkan. "Kami perlu menyesuaikan diri untuk kembali seperti dulu," kata Mano, lantas tersenyum. 

Namun, lama-kelamaan, keakraban ayah-anak itu kembali seperti biasanya. Lelaki yang nge-fans pesepak bola Jerman Juergen Klinsman tersebut kadang membacakan cerita kepada Mano seperti yang biasa dilakukan saat dia masih kanak-kanak.

"Hubungan kami masih dekat sebagaimana biasanya. Dulu dia sangat suka saya bacakan cerita sambil duduk-duduk di tepi kolam renang. Sekarang pun juga. Bedanya, sekarang kolam renangnya tidak ada," ujar Pinot lantas tertawa lepas. Daisy melihatnya sambil cemberut. Sebab, rumah Daisy di Slipi itu memang tanpa kolam renang.

Setelah lama berpisah, adakag niat  untuk rujuk? Keduanya menggeleng. Daisy lebih menyukai hubungan Pinot dengan dirinya sama seperti saat ini. Sebab, Pinot masih bisa memperhatikan  dua anaknya dan bertindak layaknya ayah bagi mereka.
Mano dan Dewi pun menghormati keputusan mereka.

Namun, bukan anak-anak kalau tidak jahil dan usil. Saat Pinot kembali bertemu dengan Daisy, Mano dan Dewi berupaya menjodohkan mereka layaknya anak-anak ABG. Usaha itu gagal. Tapi, Mano masih punya cara lain. Dia bakal membuat "audisi" untuk mencari istri buat Pinot. Yang jadi juri adalah Dewi, Mano, dan Daisy.

Nah, calon-calon istri harus diajukan Pinot kepada para juri. "Tapi, juri yang paling susah adalah mama. Soalnya, dia pasti tidak setuju. Makanya, kalau papa mau cari istri lagi, mending jangan beri tahu mama. Soalnya, dia pasti tidak setuju," kata Mano, lantas tergelak. (*) 

SBY: Terkait Hasil Pilpres?


JAKARTA,RAKA- Presiden SBY memerintahkan semua jajarannya untuk segera menginvestigasi peristiwa pemboman di JW Marriot dan RitzCarlton. Terutama para inteljennya. Dalam keterangannya, Presiden mengaku sudah menerima laporan awal dari investigasi yang saat ini masih berlangsung.

''Setelah menerim laporan awal, kami langsung menginstruksikan untuk melakukan investigasi secara cepat dan menyeluruh. Saya ykin, sebagaimana yang dapat kita ungkapnkan di waktu yang lalu, para pelaku dan mereka-mereka yang menggerakan akan dapat kita tangkap dan diadii. Saya  menginsturksikan kepada siapa saja kepada penegak hukum, siapa pun dia dan apapun status dan latar beakang poitiknya,''SBY menegaskan.

Lebih jauh, SBY mengatakan, pagi ini saya  banyak yang membsiki saya. Bahwa pemboman ini, terkait dengan hasil pemilu. Lalu apa reaksi saya? ''Kita tidak boleh main tuding. Dan semua toeri harus dibuktikan. Negara kita negara hukum dan demokrasi. Karena itu, bila seseorang bisa dibuktikan bersalah, maka kita baru bisa dikatakan bersalah.

Saya harus mengatakan, bahwa dalam rangkaian pemilu legistalif dan pilpres ada sejumlah inteljen yang dikumpulkan. Intelen yang saya maksud adalah, adanyanya kelompok yang dilatih menembak dengan sasarannya gambar SBY,'' tegas SBY.

Kemudian, SBY menunjukkan beberapa gambar. Diantaranya, ada dua orang bercadar sedang menembak dengan sasaran foto SBY. Diantara gambar-gambar itu, ada beberapa yang menunjukkan gambar SBY yang sudah kena tembak di mukanya.

''ini sumber intelejen. Ada rekaman video, bukan fitnah dan bukan isu. Saya mendapatkan laporan beberapa saat yang lalu. Ada tindakan intelejen, ada rencana pendudukan KPU pada saat diumumkan hasil pemilu. Ada pernyataan ada revolusi. Bagaimana pun juga SBY tidak bisa dilantik. Dan puluhan inteljen lain yang kini berada di pihak berwenang,''ujarnya.

Untuk itu, terkait dengan pemboman ini menginstruksikan jajarannya untuk menyelediki peristiwa ini secara  profesional dan obyektif. SBY mengutuk keras aksi teroris yang keji. Saya juga sangat prihatin atas kejadian ini. Lima tahun dunia usaha, investasi, pariwisata tumbuh dengan baik, sekarang akan dirusak dengan aksi terorisme,'' ujarnya.

Selain mengecam peristiwa ini, Presiden SBY juga bersumpah akan memberantas semua aksi terorisme di Indonesia. ''Negara akan bersikap tegas kepada semua pelaku, dan siapa pun yang terlibat,'' ujarnya. Kalau zaman dulu, ada pihak-pihak yang membunuh orang dan berhasil lolos.

''Tetapi, kali ini tidak akan terjadi lagi. Meskipun lolos hari ini, terjadilah musibah yang sangat merobek keamanan dan nama baik negara kita. Siapa pun pelakunya, apa pun latar belakang politiknya, ini merupakan tindakan keji. Dan negara akan bertindak tegas kepada mereka,'' ujarya.

JK Bantah
Sementara itu, statement Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang meminta aparat keamanan menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan bom dengan pihak kalah dalam pilpres, memancing reaksi pihak kalah. Capres bernomor urut 3, Jusuf Kalla (JK), membantah tegas kemungkinan itu.

"Megawati dan saya bikin gitu ya, maksudnya? Tidak, pasti tidak seperti itu. Orang politik tidak begitu caranya," tegas JK di Istana Wapres, Jumat (17/7), saat dikonfirmasi soal sinyalemen tersebut.

JK menilai, pelaku pengeboman di Hotel Marriot dan Ritz Carlton sudah melakukan perencanaan dengan sangat matang. Tidak mungkin direncanakan hanya dalam seminggu, sebagaimana hasil pilpres yang baru diketahui satu pekan lebih lalu. "Ini lama. Lihat saja bom Bali, perencanaannya berbulan-bulan. Bom Mariott pun berbulan-bulan. Enggak ada hubungan dengan politik ini," tambah JK lagi.

JK tidak menampik adanya kemungkinan bom bunuh diri. Pasalnya, sejalan dengan ketatnya pengamanan di kedua hotel itu, bisa saja bom ditenteng dan dibawa kemana-mana, setelah melakukan perencanaan matang jauh hari sebelumnya.

JK juga menilai kesibukan aparat mengamankan pilpres menjadi pintu masuk pelaku pengeboman menyusun rencana. "Selama Pilpres ini, perhatian polisi, BIN, mungkin lebih banyak pada keamanan pilpres, sehingga agak kendor. Banyak sekali acara, sehingga kiri-kanan makin bebas," tegas JK lagi.

Selaku Wapres RI, JK menyampaikan rasa belasungkawa kepada para korban dan sangat menyesalkan kejadian tersebut. Meski demikian, JK optimis kepolisian dapat menangani dengan baik masalah ini. "Artinya, mencari pelakunya dan juga mencegah meluasnya dampak daripada akibat ini," katanya.

Wapres Jusuf Kalla juga memastikan akan ada dampak ekonomi terkait bom itu. Yang paling bisa diraba, peluang adanya travel warning negara lain masuk ke Indonesia. Hanya saja, JK berharap dampak ekonomi bisa ditekan secara baik.

"Satu-dua hari pasti baru diketahui dampak ekonominya. Ini kan sulit sekali. Di luar ekonomi terjadi masalah, harus diatasi bersamaan. Insya Allah, seberat apapun bisa diatasi, asal cepat bertindak. Ini kecepatan bertindak yang baik," tegas JK lagi.

JK sempat merasa bersyukur bom terjadi tidak pada saat skuad Manchester United (MU) yang dijadwalkan berlaga di Gelora Bung Karno 20 Juli mendatang, sudah berada di Indonesia. Rombongan MU memang dijadwalkan baru akan tiba di Jakarta hari Sabtu atau Minggu besok. "Kalau ini terjadi besok, ini lebih bahaya, karena MU sudah datang. Itu berita besar efeknya," tambah JK.

Wapres bisa memahami dibatalkannya kunjungan MU. Pasalnya, masukan untuk memindahkan laga ke stadion lain di Indonesia juga bakal sia-sia. "Siapa yang nonton. Bukan soal itu. Kalau pertandingan Asia Games bisa saja dipindahkan. Ini sudah 100.000 orang beli karcis soalnya," ungkapnya.

Wapres menolak berandai-andai pelaku pengeboman melancarkan aksinya di Marriot dan Ritz Carlton karena keterkaitan dua hotel itu dengan pihak Amerika Serikat. JK juga menolak mengomentari lebih jauh tudingan Australia yang terlalu pagi mengaitkan aksi itu dengan Jamaah Islamiyah. "Namanya saja Australia, memang begitu. Yang jelas kami menghimbau aparat keamanan untuk bisa bertindak cepat dengan baik," tandasnya.

Wapres sendiri mengaku tidak langsung mengunjungi lokasi pengeboman, dengan pertimbangan memberikan kesempatan kepada aparat keamanan untuk menjalankan tugasnya mengumpulkan bukti di TKP. Wapres khawatir, kunjungan yang pasti disertai dengan pengamanan itu, bisa merusak otensitas TKP.
Respon Megapro

Pidato Presiden SBY soal kemungkinan terjadinya hubungan antara Pilpres dan peledakan bom di Ritz Carlton dan JW Marriott dipertanyakan. Hal tersebut dinilai upaya untuk mempolitisir masalah.

"Meminta pemerintah tidak mempolitisir masalah dan memperkeruh suasana dengan mengaitkan peristiwa tersebut dengan Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden yang baru saja berlangsung," kata Capres Megawati saat jumpa pers di kediamannya, Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat, Jumat (17/7).

Menurut Mega, pernyataan tersebut tidak sesuai dalam kondisi saat ini. Seharusnya, seluruh masyarakat bersatu melawan terorisme dan kejahatan kemanusiaan.Mega juga mengutuk keras pengeboman ini. Bersama Prabowo, ia juga ikut berbelasungkawa atas meninggalnya korban yang tidak berdosa.

"Kami juga meminta pada pemerintah untuk mengungkap siapa pelaku peristiwa tersebut," tegasnya.
Senada dengan Megawati, calon wakil presiden dari PDIP-Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan akan menggunakan aksi politik, hukum, dan cara-cara damai untuk menyelesaikan masalah pemilu.
"Dan tidak pakai kekerasan," tegas Prabowo.

Prabowo menyakini, kubu Jusuf Kalla-Wiranto juga sependapat dengan dirinya untuk tidak menggunakan cara kekerasan.
"Sekali lagi saya mengajak semua pihak untuk menghadapi terorisme kita harus bersatu, apalagi mengenai pertahanan dan keamanan. Kita harus dukung pemerintah," tegasnya.

Sebegai bentuk dukungan tersebut, lanjut Prabowo, dirinya siap bertemu dengan Presiden SBY secara langsung. "Untuk memberikan dukungan kepada pemerintah," tuturnya. (jpnn)

Peneraan Alat Ukur dan Timbang Masih Jadi Persoalan


KARAWANG, RAKA - Dinas Perindustrian Perdagangan Pertambangan dan Energi (Disperindag Tamben) mengakui bahwa hingga kini masih banyak alat ukur, takar, dan timbang yang belum ditera ulang. Kalau pun ada, selama ini baru sebatas dilakukan di sejumlah perusahaan. Seperti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun timbangan yang ada di kecamatan, toko-toko, hingga pasar.

Dikatakan Kepala Bidang Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian pada Disperindag Tamben, Okih Hermawan, belum meratanya peneraan akibat aturan teknis di tingkat daerah mengenai pengawasan peneraan belum detail.

"Peraturan Pemerintah tentang peneraan tidak diterangkan secara detil, terutama mengenai batasan kewenangan antara Pemprov dan Pemkab atau Pemkot. Sehingga kondisi ini mempersulit pengawasan yang harus dilakukan instansi kami terhadap alat ukur, takar, dan timbang," ujarnya.

Ia juga menyebutkan, jika menilik dari kategori alat ukur yang harus ditera ulang, masih banyak alat ukur yang belum tersentuh. Misalnya, meteran PDAM maupun PLN. Pasalnya, kedua meteran perusahaan milik daerah dan negara ini termasuk kategori alat ukur yang dipergunakan sebagai dasar transaksi. "Konsumen wajib mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan biaya yang dikeluarkan secara terbuka," tandas Okih.

Selama ini, tambah dia, pengawasan dan tera ulang hanya dilakukan Kemetrologian Propinsi Jawa Barat. Padahal, menurutnya, dinasnya di Kabupaten Karawang telah siap bila ditugaskan untuk melakukan pengawasan secara tersendiri. Apalagi sekarang peralatan pendukungnya telah tersedia. Mulai dari SDM yang memadai hingga ketersediaan laboratorium beserta alat-alat standar peneraan.

"Semua perangkat yang kita miliki ini hanya tinggal didaftarkan untuk mengantongi akreditasi, serta mendapat kewenangan menera dari pemerintah pusat. Sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi kepada kas daerah bila kewenangan itu diberikan pula kepada kita di sini," tandasnya. (vins)

Jelang Ramadhan, Pol PP Siap Gusur Tempat Maksiat


KARAWANG, RAKA – Menjelang Ramadhan, Satuan Polisi Pamong Praja kembali akan menggusur seluruh warung remang-remang dan tempat maksiat lainnya yang ada di wilayah Kabupaten Karawang. Sasaran penertiban langsung pada fisik bangunan yang selama ini dijadikan sebagai sarang maksiat.

Hal ini dikatakan Kepala Satpol PP, H.D Alamsyah, saat ditemui disela-sela kegiatan peringatan Isra Mi`raj di aula Husni Hamid, Jum`at (17/7) pagi. Menurutnya, tahap pertama di bulan Juli ini, sasaran akan diarahkan dulu ke bangunan liar di Kobak Biru Kecamatan Telukjambe Barat. Kendati di tempat ini telah ada yang dirobohkan pemiliknya sendiri, namun masih banyak yang tetap dibiarkan beroperasi.

"Sasaran penggusuran kita ke Kobak Biru tanggal 21 Juli. Di sana tersisa 42 gubuk liar yang belum dirobohkan pemiliknya. Bila sampai tanggal itu tetap dibiarkan, terpaksa kita gusur sendiri. Tim untuk turun ke lapangan telah terbentuk. Sekaligus kita juga siagakan. Selanjutnya selama kurun waktu yang diberikan, tim terus memantau di lapangan. Mudah-mudahan ada kesadaran pemiliknya tanpa harus petugas yang turun menertibkan," ungkap Alamsyah.

Titik lain yang menjadi sasaran target penertiban, lanjut Alamsyah, adalah warung remang-remang di wilayah Kecamatan Tempuran, Purwasari, Klari, hingga Rengasdengklok. Setelah itu, tim akan menyisisir titik-titik lainnya yang dianggap rawan sebagai tempat maksiat. Dan pelaksanaan operasi penertiban, kata dia, sampai 20 Agustus mendatang. Setelah itu dievaluasi. Hasilnya, apakah diteruskan atau tidak, kata dia, tergantung situasi dan kondisi di lapangan.

Sebelum melangkah ke pembongkaran tempat-tempat maksiat, pihaknya juga sudah mulai menggelar operasi penertiban lapak-lapak pedagang kaki lima, maupun bangunan liar lainnya yang selama ini berdiri di tanah negara. Sasarannya, jelas Alamsyah, serentak di 11 kecamatan. Di antaranya, Majalaya, Cikampek, Telagasari, Rengasdengklok, Jatisari, maupun di wilayah kecamatan di Karawang kota, seperi Karawang Barat dan Karawang Timur.

"Sejak Kamis (15/7) kemarin, petugas telah turun menertibakan bangunan-bangunan liar di sepanjang Jalan Moh. Tohir hingga Jalan Cakradireja. Khusus penertiban di Rengasdengklok dan Cikampek, memang kita masih butuh waktu untuk melakukan pendekatan dulu secara persuasif dengan melibatkan instansi terkait, termasuk para tokoh masyarakat setempat. Kita berharap mereka memahami apa yang jadi tugas kita. Karena intinya, pemerintah tidak melarang mereka berjualan. Hanya mereka harus tertib, dan mematahui aturan yang berlaku," tandas Alamsyah.

Terkait persiapan rempat untuk relokasi para pedagang kaki lima, Alamsyah menyebut, saat ini sedang dibangun di sepanjang Jalan Pasundan dan Pasar Rawasari. Dari mulai kios buah-buahan hingga makanan, sepatu, maupun pakaian, kata dia, dipusatkan di kedua tempat itu. "Kios-kios tersebut sedang terus diselesaikan. Tapi pengadaannya dibawah kendali Cipta Karya dan Disperindag Tamben. Pol PP hanya sekedar pelaksana penertibannya saja," tandas Alamsyah. (vins)

Vaksinasi Calon Haji Ditunda, Menunggu Keputusan Lebih Lanjut dari Pemerintah Pusat


KARAWANG, RAKA – Rencana Dinas Kesehatan bersama Seksi Urusan Haji Kantor Depag Karawang untuk memberikan vaksin bagi para jamaah calon haji, awal Agustus mendatang, ditunda. Penundaan ini dilakukan karena harus menunggu keputusan lebih lanjut dari pemerintah pusat melalui Menteri Agama.

Menurut keterangan yang disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Dr. Asep Hidayat Lukman, MM, usai mengikuti kegiatan Isra Mi`raj di aula Husni Hamid, Jum`at (17/7), bahwa belum dapat dipastikannya pemberian vaksin bagi para jamaah calon haji menyusul adanya fatwa haram yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia, beberapa waktu lalu, terkait vaksin yang selama ini digunakan ditemukan mengandung DNA babi.

"Tidak tertutup kemungkinan vaksinasi tidak bisa dilakukan lagi. Kendati stok untuk kebutuhan musim haji tahun ini masih tersedia cukup di Dinkes Provinsi Jawa Barat. Kita juga sudah melayangkan surat ke Pemerintah Arab Saudi, isinya mempertanyakan apakah pemberian vaksin menjadi sarat utama atau tidak bagi jamaah haji Indonesia? Kalau tidak, berarti tidak perlu ada vaksinasi. Sebab di sisi lain, kita enggan menentang arus atas temuan MUI itu," ungkap Dr. Asep.

    Namun demikian, untuk pemeriksaan kesehatan, lanjut Dr. Asep, pihaknya tetap akan melanjutkannya. Menurutnya pula, sepanjang belum ada vaksin pengganti yang dinyatakan halal, sangat sulit dan tidak mungkin dipaksakan untuk memberikannya kepada jamaah calon haji. Sebab dalam Islam, babi adalah binatang yang diharamkan bila dikonsumsi. "Perlu juga sampaikan, sebenarnya vaksin yang ditemukan mengandung DNA babi tersebut dari Belgia. Problemnya, sampai sekarang belum ada penggantinya yang dinyatakan layak," tandasnya.
   
Waspadai DB
Sementara itu, Dinkes juga mengingatkan agar masyarakat tidak hanya terbuai oleh ancaman merebaknya flu babi atau H1N1 yang sedang mengguncang dunia. Tapi yang lebih berbahaya malah ancaman demam berdarah (DB) yang diam-diam kasusnya meningkat. Di Kabupaten Karawang sendiri, kata Dr. Asep, sampai dengan pertengahan Juli ini ada 840 kasus terkena DB.
   
Dari sebanyak itu, menurutnya, 14 orang di antaranya meninggal dunia. "Upaya pencegahan DB tidak akan mampu hanya dengan fogging. Nyamuk penyebar penyakit yang bisa mematikan itu bisa migran. Apalagi daerah endemis DB adalah Jakarta yang jaraknya cukup dekat dengan kita.

Bisa saja nyamuk-nyamuk tersebut masuk mobil, dan terbawa ke Karawang. Makanya kalau mau mencegah penyebaran DB tidak ada cara lain kecuali harus serentak seluruh daerah se-Indonesia dalam waktu bersamaan. Yang paling utama hanya melalui perilaku hidup sehat.

Anggaran sebesar apapun untuk mencegah penyebaran DB, jika kedua syarat mutlak itu tidak dilakukan, saya yakin tidak akan pernah selesai," tandas Dr. Asep.

Sedangkan bagi yang kadung terkena DB, dirinya menganjurkan agar minum air putih lebih banyak. Atau pertolongannya dengan diinfus cairan RL. "Sebenarnya DB seperti diare. Penderita kehilangan cairan. Kecuali DSS (Dengue Shock Syndrome -red). Makanya harus hati-hati. Beruntung, di PMI kita sekarang sekarang sudah ada alat untuk membuat trombosit, Kalau pun masih terbatas," pungkasnya. (vins)

Jakarta Dibom Teroris


JAKARTA,RAKA
- Titik terang pelaku pengeboman di JW Mariot yang diduga dilakukan penghuni kamar 1808 Hotel JW Marriott, agaknya mulai tampak. Menurut data resepsionis JW Marriott, kamar 1808 itu disewa atas nama seseorang berinisial NA alias Nurdin A, serta telah ditinggali selama seminggu.

Dugaan bahwa orang berinisial NA ini merupakan pelaku pengeboman sekaligus perakit bom, juga diperkuat dengan ditemukannya bom ketiga yang belum meledak di kamar itu. Meskipun demikian, kepolisian belum menyebutkan secara resmi identitas pelaku pengeboman yang terjadi pada Jumat (17/7) sekitar pukul 07.50 WIB itu.

Sejauh ini, pihak Polda Metro Jaya mengaku masih melakukan penyidikan terhadap pemilik kamar 1808 itu. Namun begitu, dalam jumpa pers Jumat sore, Kapolri telah ikut mengkonfirmasi soal identitas penyewa kamar tersebut. "Seharusnya (dia) check out hari ini. Pakai inisial saja, ya. Inisialnya 'N' saja," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso, kepada wartawan, di lokasi Hotel JW Marriott.

Sementara lebih jauh, Kapolri meminta agar semua pihak tidak menduga-duga dulu, yang bisa berakibat pada keruhnya suasana. "Tolong jangan berandai-andai," katanya.

Kendati begitu, Kapolri meminta bantuan masyarakat untuk dapat memberikan informasi-informasi penting terkait dengan peristiwa peledakan di dua hotel ternama tersebut. "Boleh menyampaikan informasi kepada RT/RW, atau TNI dan Polri terdekat," himbaunya, dengan harapan agar segala peristiwa sejenis dapat dicegah dan ditangkal sedini mungkin, sembari meminta doa dari masyarakat agar dapat menyelesaikan kasus ini dengan cepat. 

Kapolri juga menegaskan bahwa peristiwa peledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton adalah bom bunuh diri. Saat ini, kata Kapolri, polisi masih melakukan identifikasi dua pelaku bom bunuh diri tersebut, berdasarkan potongan tubuh korban.

Hal itu disampaikan oleh Kapolri, saat melakukan jumpa pers di lokasi JW Marriot, yang sekaligus kembali menegaskan pernyataan Presiden SBY sebelumnya, Jumat (17/7) pagi. "Kita pastikan ini adalah bom bunuh diri," katanya.

Kapolri juga mengatakan bahwa polisi berhasil mengindentifikasi jenis bom di JW Marriot dan Ritz Carlton. Dua bom tersebut mempunyai bahan dasar yang identik satu dengan lainnya. Sementara, terkait dengan hasil olah TKP, serta analisa dari keterangan saksi yang ada di tempat kejadian peristiwa, identitas kedua pelaku bom bunuh diri tersebut masih dalam penyidikan.

"Masih dalam proses identifikasi. Ada dua yang dalam pemeriksaan identitas," paparnya. "Walaupun kondisi tubuh pelaku bom bunuh diri tersebut hancur, namun dari batok kepalanya masih bisa dikenali bentuk wajahnya," kata Kapolri, menjelaskan soal kondisi pemeriksaan tubuh salah satu tersangka pelaku.

Pertengahan Juli lalu, Polri menggerebek sebuah rumah yang diyakini sarang teroris di Cilacap, Jawa Tengah. Dari hasil analisa, peledakan bom di JW Marriot dan Ritz Carlton, identik dengan bom di Cilacap tersebut. "Namun kita masih belum bisa mengidentifikasi siapa mereka," kata Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (17/7)malam.

Detasemen Khusus Antiteroris 88 pada 14 Juli  melakukan penggerebekan di rumah Baridin alias Bahrudin Latif, pimpinan Pondok Pesantren Al-Muaddib Desa Pesuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Densus 88 mendatangi rumah Baridin sekitar pukul 11.00 tadi siang. Namun, beberapa waktu sebelumnya, Baridin telah pergi meninggalkan rumah tersebut bersama istri dan anak-anaknya.

Baridin, adalah paman dari Saefudin Zuhri, warga Cilacap lainnya yang ditangkap sebulan sebelumnya. Baridin sendiri, sebelumnya menggelar hajatan pernikahan putri sulungnya, dengan seorang pria misterius.

Saat pernikahan, Baridin mengundang tetangga-tetangganya. Akan tetapi, keluarga Baridin tak pernah memperkenalkan dan menunjukkan suami anaknya, hingga diduga Baridin adalah memantu Noordin M Top. Di rumah Baridin, tepatnya di kebun belakang rumahnya, polisi menemukan alat pembuat rakitan bom.
Isu Teror Bom

Sementara itu, sepanjang hari kemarin isu teror bom merebak di seluruh Jakarta. Bukan saja dua ledakan tersebut, polisi juga menemukan bom aktif di kamar 1808 lantai 18 hotel Marriot. Namun bomnya telah berhasil dievakuasi tim Densus 88 Polri.
Tak lama berselang, dikabarkan polisi kembali menahan seseorang yang diduga pelaku teror di Plaza FX Senayan.

Berbagai informasi seperti SMS yang beredar hingga jaringan sosial pertemanan Facebook, dikabarkan  pelaku teror merencanakan pengeboman di 8 titik di Jakarta. Dua di antaranya telah meledak di Kawasan Kuningan.

Di tempat terpisah, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terpancing isu teror bom yang kian merebak. Aparat kepolisian sendiri tetap menindaklanjuti dengan meningkatkan pengamanan.

Kepala Divisi Humas, Irjen Pol Nanan Soekarna, menjelaskan, pengamanan termasuk instalasi asing yang berada di Jakarta. "Dengan pengamanan terbuka dan tertutup," katanya, usai jumpa pers, di depan JW Marriot, Jumat.

Dia mengimbau agar masyarakat yang mempunyai informasi mengenai teror bom, atau yang terkait dengan peristiwa peledakan bom, dapat melaporkan ke petugas kepolisian terdekat.

Polisi meminta masyarakat tidak panik, namun tetap berupaya melakukan antisipasi terhadap ancaman bom, di 8 titik kawasan di Jakarta. (JPNN) 

Trimedya: Jika SBY Ada Bukti, Tangkap

   
SEMENTARA
itu Ketua Komisi III DPR RI yang membidangi keamanan dalam negeri, Trimedya Pandjaitan dari Fraksi PDIP, meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jangan buru-buru mengeluarkan pernyataan yang dapat meresahkan masyarakat, karena dapat memancing masyarakat untuk bertindak sendiri-sendiri.

"Apalagi dalam pernyataannya, SBY telah mengarahkan seolah-olah ditujukan pada cawapres yang diusung oleh PDIP dan Gerindra pada pilpres lalu, yakni Prabowo Soebianto," tegas Trimedya di tempat kejadian peristiwa, Hotel JW Marriot, Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7).

Kalau benar SBY memiliki bukti-bukti adanya keterlibatan Prabowo dalam aksi-aksi teror seperti yang dinyatakannya dalam konferensi pers siang tadi di Istana, lanjut Trymedia, kenapa tidak langsung ditangkap saja? "Saya yakin Prabowo sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa ledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton ini. Kalau memang ada ketidakpuasan dari pihak yang kalah, itu biasa. Tapi menuding orang yang kalah melakukan itu, rasanya juga terlalu dini," ungkapnya.

Trimedya malah menyesalkan jika memang SBY punya bukti-bukti tentang adanya gerakan-gerakan yang mengancam keselamatannya, namun tidak melakukan apapun untuk mencegahnya. "Biasanya mekanisme kerja intelijen itu, orang yang disangka sebagai pelaku ditangkap dahulu, baru kemudian dibeberkan bukti-buktinya kepada publik. Ini sekarang, SBY seolah telah mengungkapkan bukti-bukti, tapi pelakunya belum ada satupun yang tertangkap. Ini bukan kerja intelijen namanya," tegas Trimedya lagi.

Sementara di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi I DPR, Yusron Ihza Mahendra, mengingatkan berbagai pihak untuk segera menghentikan spekulasi dan aksi saling tuduh. Pemerintah secara resmi harus memberikan penjelasan yang benar. Bila penjelasan tidak dilakukan, sangat dimungkinkan ada pihak-pihak tertentu bakal memanfaatkan situasi yang sedang memanas pasca-pilpres ini.

"Spekulasi dan aksi saling tuding harus segera dihentikan. Pemerintah harus secepatnya mengungkap dan memberikan keterangan yang sebenarnya kepada rakyat Indonesia," kata Yusron.

Yusron mencermati, bahwa kasus meledaknya bom di dua hotel yang letaknya berdekatan dan dalam waktu yang relatif bersamaan itu, mengindikasikan bahwa fungsi intelijen dalam hal ini BIN dan kepolisian (Densus 88), tidak bekerja secara efektif.

"Kedua institusi yang paling bertanggung jawab itu tidak mampu menjalankan fungsinya dengan baik. Seharusnya, BIN bisa bekerjasama dengan Densus 88 dalam memberikan informasi awal. Tetapi pada kenyataannya, mereka bekerja dengan sendiri-sendiri," katanya.

Namun, Yusron juga bisa memaklumi berbagai kendala yang dimiliki BIN. "Dalam kasus ini, saya tidak bermaksud memojokkan BIN, mengingat beban tugasnya sangat berat sementara sarana dan prasarana sangat terbatas, serta tidak adanya wewenang BIN untuk penyadapan. Akibatnya, kerja BIN menjadi terhalang," ujarnya.

Berbeda dengan Trimedya dan Yusron, anggota Komisi I DPR Effendi Choire, menduga bahwa terjadinya ledakan di dua hotel yang mayoritas dikunjungi oleh warga negara asing tersebut, tidak terlepas dari adanya konspirasi luar dan dalam negeri untuk menghancurkan nama cawapres Prabowo Subiyanto. "Tidak ada satu alasan pun yang menyebabkan teroris beraksi kembali. Persoalan yang ada, hanya menyangkut masalah pilpres dan KPU, di mana Prabowo menjadi sosok yang paling bersikukuh mempersoalkan kecurangan dalam pilpres tersebut," tutur Effendi.

Menurut dia, kejadian ini bisa menjadi semacam peringatan keras bagi Prabowo untuk tidak macam-macam pada proses pilpres. Sementara lainnya, adalah soal klub sepakbola Manchester United (MU) yang akan bertandang ke Indonesia. MU bisa dipandang sebagai keberhasilan pemerintah membawanya ke Indonesia lewat PSSI.

Jadi intinya, menurut Effendi, tragedi ini sangat berpotensi bagi siapapun untuk memperkeruh keadaan. "Pemerintah harus segera menyelesaikannya. Jangan sebaliknya, terjebak dengan berbagai spekulasi," saran Effendi pula. (JPNN) 

Bangkitkan Potensi Pemuda


CIKAMPEK, RAKA - Krisis global yang menerpa dunia industri yang melahirkan banyak pengangguran, ternyata membuat Ketua Karang Taruna Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, Supardi Ewok (42), bertekad untuk mengembangkan potensi anak muda di daerahnya.

Menurut Ewok, Jum'at (17/7) siang, semangat muda apabila diarahkan kepada hal-hal yang positif maka akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. "Saya percaya dengan semangat muda bisa mengubah sesuatu.

Kegiatan-kegiatan negatif yang mereka lakukan, sebetulnya dikarenakan tidak ada wadah maupun orang yang mengayomi mereka untuk berjalan dijalan yang positif. Ketika saya melihat ada salah seorang anak muda di Kamojing yang mempunyai bakat seni, maka dengan serta merta saya mengajaknya untuk mengembangkan bakat anak muda kamojing," ungkapnya.

Ia melanjutkan, terlalu banyak menganggur merupakan salah satu faktor penyebab lahirnya niat jahat. "Sebetulnya faktor tersebut bisa kita hilangkan, apabila kita sebagai pemimpin bisa mengadakan sebuah kegiatan. Hasilnya bisa dirasakan oleh semua orang ketika semangat muda berada dijalur yang benar," tuturnya.

Melihat potensi dan antusiasme anak muda kamojing, akhirnya selain mengajak, ia membangun sebuah sanggar seni Karangtaruna Kamojing, agar semua minat maupun bakat anak muda Kamojing bisa tertampung. "Saya optimis dengan yang kami lakukan ini akan sangat bermanfaat bagi Desa Kamojing khususnya, dan Kabupaten Karawang pada umumnya. Namun alangkah baiknya apabila kegiatan yang kami lakukan mendapat dukungan penuh dari semua pihak. Pasalnya kami mempunyai rencana kedepan, akan melebarkan usaha hasil kreasi anak muda kamojing," katanya.

Terkait dengan masih minimnya ruang ekspresi anak muda, ia mengungkapkan, anak muda merupakan energi segar yang seharusnya bisa diakomodir. "Saya menghimbau kepada seluruh anak muda di Kabupaten karawang agar terus menerus berkreasi dan berinisiatif untuk bekerja bersama-sama membangun Kota Karawang," ujarnya. (psn)

Situ Kamojing Surut Tiga Meter


CIKAMPEK, RAKA
- Memasuki musim kemarau, volume air di Situ Kamojing mulai menunjukkan penyusutan. Menurut Pengamat Pengairan Jasa Tirta II Divisi Seksi Tarum Pengamat Sungai dan Irigasi Situ Kamojing Cikampek Sakenda, Jum'at (17/7) siang, sampai saat ini penyurutan mencapai tiga meter.

"Saat ini ketinggian muka air mencapai 4.640 TMA (tinggi muka air laut). Padahal seminggu sebelumnya mencapai 4.900 TMA. Diperkirakan puncak dari penyurutan Situ Kamojing bulan Agustus, pasalnya titik matahari dan kecepatan angin sedang dalam puncak masa," ungkap Sakenda saat ditemui di kantornya.

Akibatnya, ia harus membuka tutup pintu air irigasi, agar lahan pertanian yang berada di jalur aliran irigasi Situ Kamojing tidak dilanda kekeringan. "Setiap dua hari sekali kami mengatur pendistribusian air. Hal ini dilakukan untuk menghemat air yang tersisa di situ, agar ketika bulan agustus nanti, air di situ kamojing tidak tekor. Karena kalau sampai kecolongan akan berakibat fatal terhadap lahan pertanian," ujarnya.

Ia melanjutkan, tutup buka pintu air irigasi, merupakan hasil dari kesepakatan semua pihak. Pasalnya, berdasarkan pengalaman tahun lalu, banyak petani yang mengeluhkan sistem buka tutup tersebut. "Awal bulan kemarin kami bermusyawarah mengenai sistem tersebut. Pertemuan itu dihadiri oleh petani dan aparat desa setempat beserta petugas Jasa Tirta. Setelah menemukan titik temu, akhirnya disepakati sistem buka tutup setiap dua hari sekali," lanjutnya.

Namun ia menyesalkan adanya keterlambatan panen dan masa tanam di beberapa lahan pertanian. Pasalnya, apabila memasuki bulan agustus, ditakutkan lahan pertanian tersebut akan mengalami kekeringan, meskipun sudah dilakukan sistem buka tutup. "Di Desa Kamojing, Cikampek Pusaka, Dawuan Tengah, Dawuan Barat, kami melihat lahan pertanian di sana terlambat melakukan masa panen dan masa tanam. Dikhawatirkan, ketika lahan pertanian di desa tersebut sedang membutuhkan suplai air yang melimpah, tidak diimbangi oleh keadaan situ yang mulai sedikit volume airnya," paparnya.

Agar pada saat suplai air mulai menurun, tidak ada petani yang mengeluh, pihaknya akan terus menerus berusaha secermat mungkin mengatur volume air. "Kami sampai saat ini terus berusaha dengan segala kemampuan yang ada. Bagaimana caranya pada saat memasuki puncak musim kemarau, seluruh lahan pertanian yang bergantung kepara situ kamojing tidak mengalami kekeringan. Untuk itu kami mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama melakukan upaya agar semua kekhawatiran ketika memasuki musim kemarau bisa teratasi," katanya.

Ditempat yang lain, Aman (43), salah seorang petani di Desa Kamojing, Kecamatan Cikampek, mengatakan, apabila Situ Kamojing kering, dirinya berharap saat itu lahan pertaniannya sudah menguning. "Alhamdulillah saya tidak terlambat panen dan tanam. Mudah-mudahan sampai masa panen lagi, lahan pertanian saya tidak mengalami gangguan sedikitpun," ungkapnya. (psn)

Sampah Cikampek Cemari Sungai, Petugas Kebersihan Tidak Tanggap


CIKAMPEK, RAKA - Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) ilegal yang berada di Desa Cikampek Pusaka, Kecamatan Cikampek, sudah dalam tahap mengkhawatirkan. Pasalnya, keberadaan TPSA ilegal tersebut selain sumber penyakit, juga mencemari Sungai Karanggelam.

Menurut Asman (32), warga Cikampek Pusaka, keberadaan TPSA ilegal tersebut dikarenakan di Desa Cikampek Pusaka belum ada TPSA. "Kalau dilihat dari tingkat kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, menurut saya warga di desa ini sudah cukup bagus. Terlihat dari tidak adanya sampah yang berserakan di jalan desa sampai tingkat RT. Namun dikarenakan warga kebingungan membuang sampah, akhirnya dengan terpaksa ada beberapa warga yang membuang sampah ke sini. Tapi yang saya tahu mayoritas sampah yang ada di sini merupakan sampah pasar," ungkapnya, Jum'at (17/7) siang.

Berdasarkan pantauannya, setiap sore selalu ada pedagang pasar yang membuang sampahnya ke TPSA ilegal tersebut. "Kami tidak berani melarang mereka, pasalnya apa yang mereka lakukan juga banyak dilakukan oleh warga setempat. Meskipun di pinggir jalan sudah terpampang tulisan 'dilarang membuang sampah ke lokasi ini', namun kalau hanya sekedar tulisan tidak akan berdampak apa-apa. Kalau memang pemerintah tegas ingin memperindah dan mempercantik kota, seharusnya pelarangan yang mereka lakukan bukan sekedar tulisan saja, tapi harus dengan tindakan nyata," paparnya.

Ia melanjutkan, dari pertama kali papan pelarangan tersebut ada, sampai saat ini tidak pernah ada petugas kebersihan maupun aparat pemerintah yang melakukan pembersihan atau sekedar pengecekan. "Mungkin itu salah satu sebab, kenapa sampah di TPSA ilegal ini semakin hari terus semakin menggunung. Akhirnya warga yang kebetulan tinggal berdekatan dengan TPSA, menanggulangi penggunungan tersebut dengan membakarnya," katanya.

Ketika disinggung apakah di daerah tersebut pernah terjadi banjir, dikarenakan timbunan sampah sudah sangat mengkhawatirkan. "Kalau hujan turun, sampah-sampah yang berada di pinggiran sungai justru terbawa arus. Biasanya setelah hujan sampah yang ada tidak terlalu menggunung," ucapnya.

Keberadaan TPSA tersebut ternyata dikeluhkan oleh Anton (25), salah seorang pengendara yang kebetulan melewati TPSA. "Setiap saya melewati daerah ini pasti tercium bau busuk yang menyengat, apalagi kalau sampah-sampah yang ada tersebut sedang dibakar," tandasnya.

Ia mengharapkan, pemerintah setempat maupun warga Cikampek Pusaka, berupaya agar keberadaan TPSA ilegal tersebut bisa hilang. "Sudah tertera dengan jelas dipinggir jalan, larangan untuk tidak membuang sampah di sini. Namun kalau tidak ada ketegasan atau kesadaran dari aparat pemerintah maupun warga sekitar, akan sangat sulit untuk menghilangkan TPSA ilegel ini," lanjutnya. (psn)

Sampah Disulap Jadi Karya Seni


CIKAMPEK, RAKA
- Keberadaan sampah yang dinilai tidak ada artinya, ternyata tidak sepenuhnya benar. Bagi sebagian orang yang mempunyai bakat seni, sampah tersebut bisa diolah menjadi barang bernilai ekonomi tinggi.

Seperti yang dilakukan oleh Abah Leon (36), seniman asal Desa Kamojing, Kecamatan cikampek, yang mengubah limbah kertas menjadi ornamen cantik.

Menurutnya, proses pembuatan sebuah ornamen memakan waktu satu minggu. "Limbah koran saya tumbuk, lalu dicampur dengan tepung, setelah tercampur lalu dibentuk menurut keinginan kita. Setelah itu saya kolaborasikan dengan akar dari pohon yang sudah mati. Namun yang membuat proses pembuatan ornamen pahatan ini cukup lama, adalah pada saat proses pengeringan. Karena sampai saat ini kami hanya mengandalkan sinar matahari," ungkapnya, Jum'at (17/7).

Ia mengungkapkan, dirinya mampu membuat puluhan ornamen dengan jangka waktu satu minggu. "Sebetulnya, sedikit atau banyak ornamen yang dibuat, tetap prosesnya satu minggu. Karena seperti yang sudah saya katakan, kami hanya mengandalkan sinar matahari untuk melakukan proses pengeringan," tandasnya.

Untuk setiap ornamen, harga jual yang ia tawarkan mulai dari Rp 350.000 hingga Rp 2.500.000. "Murah mahalnya sebuah barang tergantung dari tingkat kesulitan maupun nilai seni dari barang tersebut. Karena untuk jangka waktu pembuatan semuanya relatif sama," tandasnya.

Namun semua barang seni yang ia buat, sampai saat ini belum dipasarkan. "Barang seni yang ada di sanggar seni Kamojing ini belun terlalu banyak, karena kami baru mulai pembuatan awal bulan Juli lalu. Mudah-mudahan awal bulan Agustus kami sudah bisa memasarkan maupun mendistribusikan barang seni yanga ada di sini. Melihat potensi yang ada di daerah kami, lalu didukung oleh pariwisata Situ Kamojing, saya yakin usaha yang mulai kami risntis ini bisa berkembang dengan pesat. Pasalnya di Kabupaten Karawang, belum yang menjual barang seni yang kami buat, selain itu sanggar seni yang kami gagas seperti ini juga belum pernah saya dengar di Karawang," katanya.

Mengolah sampah menjadi barang seni tersebut, pada mulanya hanya sebuah hobi. Namun setelah banyak yang menyukai barang buatannya, akhirnya ia memutuskan untuk mulai memproduksi dengan tujuan ekonomi. "Semua yang berbau seni. Insya Allah saya bisa membuatnya, tapi tidak pintar. Setelah gayung bersambut, akhirnya kami membuka sanggar seni sebagai tempat bernaung dan mulai memikirkan untuk mendistribusikan barang hasil kreasi kami ini," lanjutnya. (psn)

Belum Ada Teknik Baru Basmi Tikus


JATISARI, RAKA - Keberadaan hama tikus yang selalu meresahkan petani, ternyata sampai saat ini belum ada teknologi termutakhir untuk mengandalikan keberadaan hama tikus.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pelayanan dan Peramalan Hama Departemen Pertanian Dirjen Tanaman Pangan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan Elwinda, Jum'at (17/7) pagi.

"Sampai saat ini kami belum menemukan teknologi pembasmi tikus terbaru. Namun perlu diingat keberadaan populasi tikus yang semakin meningkat, sebetulnya bisa diatasi dengan cara manual, yaitu kekompakan para petani," ujarnya di kantornya.

Ia melanjutkan, pengendalian tikus sejak dini, merupakan cara paling ampuh untuk menanggulangi hama tersebut. "Sebelum memasuki masa tanam, seharusnya seluruh petani yang ada beramai-ramai melakukan pembasmian tikus. Kalau hal itu sudah dilakukan, saya yakin keberadaan tikus tidak akan terlalu mengganggu petani," ungkapnya.

Memang, lanjut Elwinda, cara seperti ini kadang-kadang malas dilakukan oleh petani, tapi setelah padi mulai menguning, lalu terjadi serangan tikus, maka petani baru melakukan kalagumarang (pembasimian tikus beramai-ramai). "Hal ini sangat salah dilakukan, sebab keberadaan tikus sulit untuk dideteksi. Makanya saya berharap para petani tidak setengah-setengah dalam menghadapi hama tikus, sebab akibatnya akan sangat merugikan," ungkapnya.

Menurutnya, membasmi tikus dengan mempergunakan musuh alami bisa dijadikan sebagai opsi. "Ada kemungkinan meningkatnya populasi tikus disebabkan oleh hilangnya musuh alami tikus, seperti ular dan kucing hutan. Apabila keberadaan habitan musuh alami tersebut bisa terpelihara, ada kemungkinan bisa menekan populasi tikus," lanjut dia.

Ketika disinggung mengenai jebakan tikus listrik, ia mengatakan, hal itu sudah tidak dibenarkan sama sekali. "Jebakan tersebut sangat membahayakan jiwa manusia. Selain itu keefetifan dalam membasmi tikus juga kurang signifikan. Beberapa waktu kemarin, tersiar kabar ada yang meninggal gara-gara menginjak jebakan tersebut, makanya kami sangat tidak membenarkan pemasangan jebakan tikus listrik," paparnya. (psn)

Kecelakaan

TERKAPAR: Durahman terkapar dipinggir jalan sebelum dilarikan ke RS Proklamasi sesaat setelah motornya menyeruduk Suzuki Pick up, kemarin. (spn)

Pemerintah Dengklok Akhirnya Mengundang PKL





RENGASDENGKLOK, RAKA
- Pemerintah Kabupaten Karawang, melalui pemerintahan Kecamatan Rengasdengklok akhirnya mengundang PKL Rengasdengklok yang menggelar lapak disepanjang Jalan Desa Rengasdengklok Utara, kemarin, di Ruang Pertemuan Kantor Desa Dengklok Utara. Hal itu terkait kebijakan pemerintah Karawang menciptakan kawasan tertib dan bersih yang kini gencar dikumandangkan.

Satu lembar Undangan dengan Nomar : 005/ 172/ bertuliskan dari kantor Desa, disebarkan 1 hari sebelumnya dengan agenda perihal Musyawarah Penertiban PKL Disepanjang Saluran Irigasi Dari mulai KW 14 sampai dengan Kw 15. Hal itu, Berdasarkan Hasil rapat para kepala Desa pada tanggal 16 juli 2009 yang digelar bersama Pemda Karawang dengan hasil akan melaksanakan penertiban PKL dalam Waktu Dekat.

Acara musyawarah itu tertulis pada selambar undangan yang yang berstempelkan Kepala Desa Rengasdengklok Utara, A. Enin Saputra, guna mencari solusi terbaik antara kordinator dengan pihak pihak yang terkait. Dalam musyawarah di ruangan pertemuan Kantor Desa tampak sesak dihadiri para PKL yang ingin mendengarkan penjelasan kepala desa, bahkan pintu masukpun hampir tidak ada celah jika ingin melihat acara dari jarak dekat.

Meski Demikian, Musyawarah berjalan damai, dengan hasil dikatakan Kepala Desa, selama ini para PKl di wilayahnya sebagian besar tertib. Kalau pun ada yang kurang tertib akan dihimbau olehnya agar lebih tertib demi keindahan kota Rengasdenglok. Jadi beliau akan meminta rapat kembali bersama dengan pihak yang lebih terkait, untuk membahasnya kembali tentang rencana penertiban. Menurut Kades bukannya memihak, akan tetapi lebih perihatin dengan dampak yang akan terjadi pada nasyarakatnya. Rencananya, pada akhir bulan ini, rapat akan digelar kembali di kantor Satpol PP Rengasdengklok.(get)

Seruduk Suzuki, Durahman Terkapar


RENGASDENGKLOK, RAKA
- Durahman (32) warga Dusun Kutamulya, RT 05/02, Desa Medankarya, Kecamatan Tirtajaya dilarikan ke RS Proklamasi setelah motornya menghantam sebuah mobil Suzuki Pick Up di Jalan Kalangsari, Kecamatan Rengasdengklok, Jumat (17/7), sekitar pukul 16.00 WIB.

Kernet Suzuki Pick up, Ipin (28) warga Batujaya, menuturkan, dia melihat motor Honda Supra Fit nopol T 5584 FJ warna hitam yang dikendarai Durahman melaju kencang dari arah Rengasdengklok ke Tanjungpura. Sebelum menabrak mobilnya, Durahman bermaksud menyusul dua motor yang ada di depannya, tapi naas ban depan motornya menyentuh bagian belakang motor yang ada di depannya sehingga motornya oleng dan menabrak tepat di sisi kanan sopir.

Durahman yang membonceng satu rekannya itu langsung terpental setelah hantaman keras dua kendaraan tersebut. Motornya remuk, sedangkan mobil pick up itu pun penyok dan pintunya hancur. Melihat hal itu Ipin dan sopirnya yang bernama Ucup (32) shock. Meski begitu, Ucup sempat membawa kedua korban motor itu ke RS Proklamasi dengan menggunakan angkutan umum.

Kata Ipin, kecepatan mobilnya sekitar 40 km/jam, tapi saksi mata setempat menyangkal bahwa kecepatan mobil itu sekitar 70 km/jam. Diakui Ipin, dia dan sopirnya hampir setiap hari hilir mudik di jalan tersebut, mengingat mereka adalah pekerja angkutan barang. "Kadang kami mengangkut gabah, beras dan apa saja," ucapnya kepada RAKA, sambil menunjukan titik lokasi saat mobilnya ditabrak.

Sejumlah saksi mata membenarkan keterangan Ipin, motor yang dikendarai Durahman melaju kencang dan hendak menyusul dua motor di depannya, tapi naas motor pertama yang akan dilewatinya pun melebar ke kanan karena akan menyusul motor yang ada di depannya. Akhirnya, ketiga motor itu terlihat berjejer menghabiskan badan jalan. Sedangkan di arah berlawanan sebuah mobil pick up warna hitam melaju kencang ke arah ketiga motor tersebut.

Takut adu domba, akhirnya Durahman membelokan motornya ke kiri, tapi sayangnya ban depan motor dia menyenggol bagian belakang motor yang akan disusulnya sehingga oleng tak terkendali dan menghantam mobil tersebut. Beberapa saksi mata mengatakan, kunci dan surat mobil diamankan aparat desa setempat. Sedangkan warga lainnya berusaha untuk membawa kedua korban yang berdarah-darah ke rumah sakit. Sementara, sopir mobil itu tidak mengalami luka sedikit pun, karena spontan menghindari pintu ketika motor itu tampak mengarah ke wajahnya. (spn)

PKH Masih Menyisakan Keluhan, Farida: Semoga Pendata Bisa Sampai ke Rumah Kami


RENGASDENGKLOK, RAKA - Pasca pencairan dana Program Keluarga Harapan (PKH) tahap II di Kecamatan Rengasdengklok, ternyata masih menyisahkan kecemburuan sosial di kalangan gakin. Terlebih, dari ribuan penerima dana, tidak semua keluarga miskin mendapatkan bantuan tersebut.

Seperti diakui Farida binti SM (40) warga Dusun Bakanjati, Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok, ia mengaku selama ini belum pernah merasakan nikmatnya sebagai orang miskin yang mendapatkan banyak bantuan sosial.

Ibu yang selama ini hidup hanya dengan kedua anaknya yang masih bersekolah, STA (9) yang sekarang duduk di Sekolah Dasar Negeri Karya sari 2 Rengasdengklok, dan seorang kakaknya, Dsn (14) yang sekarang masih duduk di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Rengasdengklok. "Saya belum pernah merasakan dana bantuan yang ditujukan untuk menunjang kebutuhan sekolah anak," ucapnya. Lebih-lebih status Farida saat ini adalah RTSM sejati sama seperti RTSM yang lainnya.

Farida tinggal digubuk kecil berukuran panjang 3 meter kali lebar 6 meter dan hanya terbuat dari rangkaian bilik bilik bambu yang terlihat sudah usang. Selama ini, untuk menunjang kebutuhan sekolah anaknya ia hanya mengandalkan hasil dagang yang dijajakan mengelilingi beberapa kampung di Desanya.

"kadang jika kebutuhan sekolah sangat mendesak seperti sekarang ini, karena memasuki tahun ajaran baru, terpaksa saya harus menggunakan modal dagangan untuk menutupinya. Akhirnya, saya jadi tidak berdagang sebelum mendapat pinjaman modal," paparnya, Jum'at (17/7) pagi.

Meski mengaku begitu, ibu yang tinggal digubuk mungil yang berada diemperan tanah yang diberikan mertuanya tidak menyalahkan siapa siapa. Karena selama ini memang tidak ada tempat untuk mengadukan beban hidupnya. Hanya saja Ida sedikit menyampaikan pesan dengan nada setengah berharap. "Mungkin pembagian berikutnya, kami kedatangan dana bantuan keluarga harapan. Semoga pendata bisa sampai dirumah kami dan melihat kondisi kami. Kasihan anak kami selalu murung kalau melihat temannya yang memiliki perlengkapan sekolah yang lengkap, sedangkan anak kami hanya bisa menghayal sambil mengurung diri,"ungkapnya.

Tanggapan Ida dipahami oleh  mertuanya, yang berada disampingnya. Kakek yang berekonomi serba sederhana dan alakadarnya itu, mengungkapkan jika selama ini tidak bisa membantu keluarga Ida. Hal itu, karena diapun hanya seorang kuli tani yang berpenghasilan pas-pasan. Itu pun didapatkannya jika musim panen saja, untuk sehari hari dia kerap menjual stok beras yang tabungnya sampai musim panen berikutnya. (get)

SMKN 1 Dengklok Gelar Penyuluhan Narkoba


RENGASDENGKLOK, RAKA
- Seluruh murid baru di SMKN 1 Rengasdengklok secara berjamaah menerima penyuluhan narkoba di ruang pertemuan sekolah, Jum'at ( 17/7) sore. Kegiatan tersebut melibatkan LSM Solidaritas Masyarakat Karawang (Somaka) dan BNK Karawang. Sementara materi kegiatan berorientasi terhadap bahaya HIV yang merupakan dampak dari pengguna narkoba.

Kegiatan penyuluhan ini dalam rangka menutup masa orientasi para siswa siswi baru setelah selama sepekan terahir mengikutinya. Ratusan siswa yang di dominasi para siswa laki laki duduk bersama para siswi untuk mendengarkan penjelasan yang diberikan para aktifis LSM , di dalam kegiatan penyuluhan ini sambutan hangat para siswa siswi baru. ntuk mengetahui, dan menyikapi penyakit yang sangat mematikan itu.

Dalam kegiatan penyuluhan itu, Para aktifis LSM Somaka, terdiri dari Kadiv Advokasi Hukumnya, Haryanto S.H, dan rekannya Yakub menyampaikan kepada para siswa, tentang bahaya penyakit HIV selain menyampaikan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Hal itu guna nmenyelamatkan mental para generasi bangsa.

Kepala sekolah, DRs dedi keusdinar. Melalui Stap Kesiswaan Herimulwanto SPd, dan Dadan Kudratullah SAg  dalam kesempatannya menyampaikan bahwa sosialisasi secara langsung sangat berguna bagi siswa, selain mereka mengetahui melalui media. Sambutan hangat itu diungkapkan Ketua Osis SMKN 1 Rengasdengklok,  Hamid Aditya Setiawan (17) siswa kelas 3 di bagian elektronik ini, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada para aktifis LSM yang perduli kepda generasinya.(get)

Jangan Asal Gusur


"Kalau
PKL (Pedagang Kaki Lima) di Rengasdengklok harus digusur, berarti jumlah pengangguran di Rengasdengklok akan bertambah banyak. Padahal, usaha yang selama ini telah dirintis para PKL ini hasilnya melebihi UMR (Upah Minimal Regional) Kabupaten Karawang," kata PKL di pinggiran saluran induk Rengasdengklok, Endang (30), kepada RAKA, Jumat (17/7) siang.

Diakuinya, dia telah memiliki lahan usaha di pinggiran saluran induk Rengasdengklok sejak dua tahun lalu dengan membayar Rp 3 juta. Uang sejumlah itu untuk biaya ngontrak lahan berukuran 2x3 meter selama lima tahun. Jadi, masih ada sisa waktu ngontrak selama tiga tahun. "Kalau baru dua tahun ini kami digusur, jelas dong kami menuntut ganti rugi," ucapnya.

Kata Endang, dia berani ngontrak di kios-kios berwarna biru setelah ada kesepakatan dengan Satpol PP tahun 2007 lalu, bahwa kios boleh berdiri asalkan rapi dan seragam, tidak semerawut. Kemudian, kios itu dijual seharga Rp 3 juta untuk sewa masa waktu lima tahun. "Saya berani menyewa kios itu karena sudah dianggap legal, bukan ilegal," ujarnya.

Menurutnya, yang harus ditertibkan bukan lapak-lapak yang berada di pinggir saluran induk, tapi yang harus ditertibkan adalah PKL yang membuka lapak di jembatan Karang Anyar, karena di lokasi jembatan itu kerap terjadi kemacetan total berjam-jam. Pedagang yang menempati jembatan itu jelas menutupi jalan dan membuat stres semua pengendara jalan. "Kalau benar Satpol PP Karawang mau menertibkan PKL, yang pertama harus disisir adalah PKL yang menggelar tikar di jalan tiap pagi, tapi kalau hanya PKL kios yang ditertibkan itu sangat tidak adil," tukasnya.

Kata dia, jika Satpol PP Karawang hanya menertibkan PKL yang memiliki kios sementara PKL yang menggelar tikar dijalan tidak ditertibkan, itu sama saja bohong, tindakan Satpol PP dianggap kosong, karena penertibannya tidak tepat sasaran dan hanya memperkeruh keadaan di Rengasdengklok. "Sok tidak apa-apa PKL kios digusur, tapi pemerintah harus bertanggujawab, karena Satpol PP sudah memutuskan mata pencaharian kami, itu artinya ekonomi kami yang sudah mapan sama saja digorok," tandasnya. (spn)

Nilai Ekonomis Situ Gempol (2/habis), Petambak Situ Gempol Butuh Modal Usaha


SEJAK Situ Gempol memiliki aspek guna budi daya ikan lele, hingga kini produk danau tersebut sudah memiliki pangsa pasar yang menjanjikan. Sayangnya, para peternak yang tergabung dalam Paguyuban Gempol Rawa (Pager) disitu kekurangan modal pengembangan usaha.


Memang, usaha yang menunjukan sikap berdiri di kaki sendiri (Berdikari) tersebut, sudah selayaknya mendapat sokongan penuh pemerintah daerah. Pasalnya sikap-sikap kemandirian itulah yang dibutuhkan oleh negara kita ini. Terlebih usaha itu sendiri sudah berjalan dan telah memiliki pasar pula. Selain potensi sumber daya manusianya yang juga telah terbentuk.

Saat ini kendala yang sedang dialami oleh Pager adalah minimnya bibit lele yang berkualitas disamping dukungan modal pengembangan usaha. Malah kendala-kendala tersebut mulai mengancam usaha budi daya tersebut. Hanya saja, hal itu sedikit teratasi ketika kemudian muncul ide untuk mengadakan bibit sendiri. "Sekarang, kami juga mengembangkan bibit lele di cibulak.

Pengembangan tersebut bermula dari tersendatnya pendistribusian bibit lele. Akhirnya setelah usaha pembibitan yang dilakukan warga cibulak berjalan, maka perputaran ikan lele dari masa pembibitan, penangkaran sampai panen, berjalan dengan lancar. Dan positifnya, saat ini Tanjungpura sudah mempunyai industri pembibitan ikan lele," kata Lurah Tanjungpura, H. Endeng, lelaki berpikiran cemerlang yang menciptakan aspek guna Situ Gempol. 

Malah lanjut dia, tidak cukup sampai peternakan lele, rencana jangka panjang yang ingin dicapai oleh kelurahan tanjungpura adalah memanfaatkan luar situ yang hampir lima hektar tersebut menjadi pariwisata termegah di Karawang Barat. Bukan tidak mungkin rencana tersebut tercapai, pasalnya letak wilayah situ gempol yang strategis dan berada dekat dengan pusat kota.

Menurut H. Endeng, apabila Situ Gempol terus menerus diperhatikan kondisinya, maka saya selalu membayangkan, kelurahan yang saya pimpin ini bisa menjadi kelurahan teramai se Jawabarat. "Semua impian bisa kita capai kalau ada kemauan. Lihat saja bagaimana lokasi situ sangat dekat dengan jalur lalu-lintas, hal ini sangat mendukung sekali pengembangan pariwisata didaerah kami," tandasnya. Oke pak lurah, sukses untuk anda. (Pian Sopyan
)

Buntut Bom Kuningan Karawang Antisipasi Obvit


KARAWANG,RAKA
- Aksi teror di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Jakarta yang telah menewaskan 9 orang dan puluhan korban luka lainnya membuat aparat kepolisian meningkatkan kewaspadaan untuk mengantisipasi akan kemungkinan terjadinya peristiwa serupa.

Paska peristiwa tersebut, Kapolres Karawang  AKBP Rudi Antariksawan,S.Ik langsung memerintahkan anggotanya untuk meningkatkan kewaspadaan terutama di beberapa objek vital (perusahaan-perusahan negara seperti PT PUpuk Kujang, Peruri dan industri-industri besar lainnya), mall dan perkantoran yang ada di wilayah hukum Polres Karawang. "Anggota sudah kami kerahkan untuk meningkatkan keamanan dan seluruh personil yang dilibatkan dipersenjatai," kata kapolres.

Dikatakan Rudi, untuk menjaga keamanan terutama objek-objek yang dianggap vital, pihaknya telah menempatkan personil yang dilengkapi dengan peralatan sesuai dengan prosedur tetap (protap) kepolisian.Tentunya, dengan adanya teror bom yang terjadi di kawasan Mega Kuningan Jakarta itu, pengawasan dan pengamanan akan semakin diperketat. "Kami sudah sebarkan personil untuk melakukan pengamanan baik secara terbuka maupun tertutup di sejumlah objek-objek vital, mall maupun perkantoran," kata Rudi.

Kapolsek Klari yang dihubungi RAKA secara terpisah mengaku telah menyiagakan 30 personilnya dan telah disebar di sejumlah objek vital seperti Bendungan Walahar, Curug, Gardu PLN, dan terkuali perusahaan-perusahaan milik asing (Amerika). "Walaupun belum ada permintaan pengamanan secar resmi dari pihak perusahan asing itu, kami tetap melakukan pengamanan demi keamanan kita bersama," tandas Robby. (ops)

TPA Leuwisisir Dipertanyakan, Dinilai Sebagai Proyek Asal Jadi



KARAWANG, RAKA – Pembangunan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Leuwisisir di Desa Mekarmulya Kecamatan Telukjambe Barat, mendapat tanggapan anggota Komisi C DPRD, Nanda Suhanda. Menurutnya, sampai sekarang perencanaan proyek tersebut, dinilainya, setengah-setengah.
   
Hal ini dibuktikan dengan belum disentuhnya perbaikan jalan akses ke TPA yang lokasinya berada diperbatasan dengan Kabupaten Bekasi itu secara serius. "Bagaimana TPA bisa difungsikan, kalau jalan akses menuju ke tempat tersebut tidak diprioritaskan lebih dulu? Ini menggambarkan koorinasi antara Dinas Cipta Karya dengan Dinas Bina Marga dan Pengairan macet," tuding Nanda.

Dikatakannya juga, kelemahan sisi perencanaan bisa berimbas pada penganggaran dan pelaksanaan egineering. Sehingga terjadi hight cost atau biaya tinggi. Dari mulai soal pengadaan tanah hingga ongkos kerja buruh yang dipekerjakan. Masih mending setelah itu dapat dimanfaatkan fungsinya. Kalau tidak, tegas dia, biaya besar yang habis dikeluarkan nantinya hanya jadi proyek mati tanpa manfaat apa-apa.

"Jangan aneh kalau selama tahun anggaran 2003 hingga 2005, hasil proyeknya tidak membuahkan fungsi yang diharapkan. Terkesan sekedar proyek asal jadi. Bagaimana mau dimanfaatkan, akses jalannya sendiri tidak dibangun? Makanya hari Selasa (21/7) pekan depan, Komisi C akan mengundang hearing Dinas Cipta Karya bersama Dinas Bina Marga dan Pengairan untuk dimintai penjelasannya mengenai proyek TPA Leuwisisir. Sekaligus mempertanyakan realisasi anggaran 2008 dan 2009," tandas Nanda.

Ditanya mengenai peran lembaganya yang harusnya kuat sejak awal, diakui Nanda, memang terkait proyek TPA Leuwisisir cukup tumpul. "Sulit dibantah memang kontrol kita di DPRD lemah. Malah sejak ketua Komisi C tidak aktif lagi karena ada persoalan hukum yang sedang dihadapinya, berbagai proyek fisik yang ditangani Dinas Cipta Karya maupun Dinas Bina Marga dan Pengairan, jarang kita bahas. Saya sendiri seperti tidak lagi jadi anggota komisi ini," ungkapnya.

Oleh karenanya ia berharap banyak pada anggota DPRD baru yang nanti dilantik 5 Agustus, dapat lebih memfungsikan kontrolnya. Kabar miring pun tentang dugaan jual beli proyek di kalangan anggota dewan, dapat pula dihapuskan. "Jujur saja, kita harus belajar banyak untuk merubah perilaku minor di tengah publik. Makanya kedepan harus kita buktikan kontrol legislatif lebih kuat. TPA Leuwisisir jadi salah satu bukti proyek yang mesti terus jadi perhatian serius. Jangan sampai terulang menjadi proyek tanpa guna," tandas Nanda.

Seperti diberitakan sebelumnya, proyek TPA Leuwisisir kembali dilanjutkan. Seluruh kebutuhan anggarannya disiapkan Pemprov Jawa Barat hingga Rp 3 miliar. Sebagai pelaksana di lapangan, Pemprov mempercayakan kepada PT Aria Bangun Putra Sejati dari Bandung. Padahal sebelumnya kelanjutan proyek ini sempat akan dikaji ulang. Namun karena tiba-tiba anggaran di provinsi muncul, maka pengerjaan proyek pun diteruskan. Pemkab Karawang sendiri dikabarkan hanya sekedar menyediakan dana pendampingan. (vins)

Harga Gabah Margasari Turun


KARAWANG, RAKA - Memasuki masa akhir panen, harga gabah di Desa Margasari Kecamatan Karawang Timur berangsur turun dari Rp 2.950,00 menjadi Rp 2.625/kg. Namun harga tersebut masih diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yaitu Gabah Kering Panen (GKP) Rp 2.400,00 per kilogram dan Gabah Kering Giling (GKG) Rp. 3000,00 per kilogram.

Menurunnya harga gabah, ternyata masih disambut baik oleh para petani maupun penyalur gabah di Desa Margasari. Hal itu diungkapkan oleh Iyas (60) salah seorang penyalur gabah, jum'at (17/7) sore.

"Alhamdulillah, meskipun harga gabah turun namun masih diatas HPP. Menurunnya harga gabah dikarenakan, kualitas padi akhir panen selalu kurang bagus. Karena banyaknya hama yang menempel dan sisa obat pestisida yang mengakibatkan padi menjadi kurang segar. Namun untuk keseluruhan produksi padi didesa kami meningkat," ungkapnya.

Satu hektar lahan pertanian, Iyas mengungkapkan bisa menghasilkan empat ton gabah. "Produksi padi masih relatif baik, dan ini sangat disambut gembira oleh para petani disini. Mudah-mudahan setiap tahun kami mengalami panen seperti tahun sekarang," tandasnya.

Ditempat berbeda, Asep (43) salah seorang petani, mengakui harga gabah di Margasari masih diatas HPP. Menurutnya panen kali ini relatif lebih baik dibandingkan tahun lalu. "Petani tidak ada yang mengeluh. Selain produksi padi meningkat, harga gabah pun masih diatas harga pemerintah. Untuk pandanwangi harga gabahnya mencapai Rp. 3.000,00 perkilogram sedangkan gabah yang paling jelek mencapai Rp. 2.650,00 perkilogram," ungkapnya.

Tidak seperti tahun kemarin, selain serangan hama, keadaan cuaca yang terlalu banyak hujan akibatkan banyak petani gagal panen. "Tahun sekarang berbeda dengan tahun lalu. Meskipun hama tikus masih membayang-bayangi kami, namun serangan tikus kali ini tidak sedahsyat tahun lalu. Bayangkan saja, serangan tikus tahun lalu bisa menghabiskan seperempat hektar lahan pertanian. Alhamdulillah sekarang tidak seperti dulu serangannya," tuturnya.

Ia berharap, produksi padi terus meningkat, agar perekonomian para petani bisa meningkat. "Kami terus berdoa supaya setiap kali panen, padi yang dihasilkan terus meningkat. Harga gabah yang kami jual pun terus berada diatas HPP," tandasnya. (psn)

Penarik Bargas Wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta

BARGAS: Penarik Bargas (transportasi air) di lokasi wisata Waduk Jatiluhur Purwakarta menjadi moda transportasi favorit di waduk itu. Tampak sebuah Bargas tengah menurunkan wisatawan setelah menikmati pesona panorama air waduk. (rif)

Pengusaha Harus Pandai Lihat Situasi Pasar


"Menjadi
seorang pengusaha ditengah tempaan krisis ekonomi sekarang ini haruslah pandai-pandai melihat situasi pasar. Apa yang dinginkan oleh para konsumen harus kita ketahui dan kita pahami," ungkap seorang pedagang bernama Rahmadi AK (30).


Menurutnya, untuk menjadi seorang pedagang sukses yang disegani, diperlukan kejelian membaca situasi selain membaca perubahan pasar . Itu, lanjut dia, merupakan hal mutlak yang harus di miliki setiap pedagang tanpa terkecuali. "Tanpa memiliki ke dua hal tersebut, tantangan besar yang akan dijalani dalam masa berdagang akan sangat besar sekali. Kuncinya adalah kejelian, hal yang lain bisa dikesampingkan," ucapnya.

Selain itu, tambahnya, pelayanan terhadap konsumen pun merupakan faktor diantara yang bisa mewujudkan kesuksesan dalam berdagang. Pelayanan pedagang yang kurang baik saat memberikan servis bisa menjadi cambuk yang berbahaya bagi kelangsungan  berdagang.. "Bahaya kalau pelayanan terhadap konsumen di hambarkan, itu adalah cambuk," katanya pasti.

Rahmadi menyampaikan, demi mencapai kesuksesan dalam berdagang diperlukan kerja keras dan keuletan. "bukan cuma servis saja yang perlu diperhatikan, tapi juga kemauan yang keras," ucapnya.  (rif)

Pencarian Korban Tenggelam Waduk Jatiluhur Dihentikan


PURWAKARTA, RAKA - Tim Search and rescue (SAR) Damkar Pemkab Purwakarta terpaksa menghentikan pencarian Sandi Hermawan (28) Warga Kp. Sukamaju RT 2 RW 9 Mandala Wangi, Kec. Cipatat Kab, Bandung, petani Japung yang hilang akibat tenggelam di Waduk Jatiluhur, Kamis (25/6 ) sekitar pukul 00.02 WIB beberapa waktu lalu.

Penghentian ini pun setelah ada kesepakatan antara sejumlah pihak, termasuk keluarga korban.
"Kami terpaksa menghentikan pencairan terhadap korban. Penghentian ini sebelumnya telah ada kesepakatan termasuk pihak keluarga," kata Kepala Damkar Pemkab Purwakarta Wibi Wibisono yang dihubungi RAKA, kemarin.

Menurutnya, pencarian terhadap korban Sandi Hermawan (28) yang tenggelam diduga tenggelam akibat kelelahan berenang menyebrangi lokasi kejadian saat memadamkan api yang membakar gudang penyimpanan pakan ikan di tempat ia bekerja, sudah menempuh prosedur pencarian. Sayangnya, hingga H +7 ditambah 3 hari korban tetap tidak diketemukan.

Pihaknya lanjut Wibi terkait kendala itu kemudian ia pun melakukan koordinasi, bahkan sebelumnya telah ada kesepakatan dari sejumlah pihak seperti Polseksus Jatiluhur, Pemilik Kolam, serta pihak keluarga untuk menghentikan pencariannya. "Jadi kita pun terpaksa menghentikannya,"ujarnya.

Lebih lanjut, berdasarkan hasil kordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat melalui Dr. Agung Darwis, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa  apabila korban tenggelam lebih dari 7 hari maka kemungkinan kondisi mayat sudah rusak. Oleh karena itu, pihaknya hanya akan menunggu mayat korban suatu hari akan timbul.  "Kecuali jika tiba-tiba timbul, kami pasti akan melakukan evakuasi. Apa yang dilakukan kami pun telah mengikuti semua prosedur serta ada kesepakatan dari sejumlah pihak,"katanya.

Sekedar mengulas, sebelumnya Sandi Hermawan (28) Warga Kp Sukamaju RT 2 RW 9 Mandala Wangi Kec Cipatat Kab Bandung dilaporkan hilang tenggelam Kamis ( 25/6 ) sekitar pukul 00.02 WIB. Korban diduga kelelahan saat berusaha berenang menyebrang ke lokasi saat terbakarnya bangunan kolam di tempat ia bekerja. Bahkan dari laporan itu, tim rescue Damkar Pemkab Purwakarta yang dibantu kepolisian langsung melakukan pencarian, meski hingga kini korban belum bisa ditemukan. (ton)

Menipu CPNS, Catut Nama Kepala BKD


PURWAKARTA, RAKA
- Nama Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Purwakarta Zaenal Arifin SW dicatut dalam aksi upaya penipuan terhadap penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS). Aksi selain dilakukan melalui stimulus respons massage (SMS) juga dengan cara menelpon langsung kepada calon korban.  

Ketika dikonfirmasi, Kepala BKD Purwakarta, Zainal Arifin SW, membenarkan hal itu. Menurutnya, tindakan yang tidak bertanggung jawab itu beredar belakangan ini melalui pesan singkat dan telepon ke sejumlah kantor dinas Purwakarta.  "Sudah beredar modus seperti ini kesejumlah kantor dinas di Purwakarta belakangan ini. Ironisnya, itu dilakukan dengan mencatut nama saya. Bahkan yang paling tidak bisa diterima oknum pun meminta sejumlah uang pada calon korban," kata Zainal Arifin SW, kepada RAKA, di lingkungan Pemkab Purwakarta, baru-baru ini.

Menurut Zainal, diketahui beredarnya kabar pencatutan itu setelah pihaknya mendapati laporan dari para calon korban.  Meski demikian, sampai kemarin, ia menyatakan atas kejadian itu belum dilaporkan memakan korban. Hanya saja, untuk mencari kambing hitam BKD sudah melakukan koordinasi dengan Kepoilisian. "Tentu saya geram dengan adanya kejadian ini, sebab merugikan, sementara kita sudah lakukan koordinasi dengan pihak berwenang antara lain pihak Kepolisian," terangnya.

Dari kejadian itu, lanjut Zainal, pihaknya mengingatkan masyarakat tidak mempercayai kabar penerimaan CPNS Pemkab Purwakarta baik secara lisan maupun melalui telepon. Ia mengatakan, begitu pihak pusat memberi kabar terkait penerimaan atau pembukaan CPNS, maka secara resmi lembaganya akan mengumumkan langsung ke masyarakat. "Kabar yang benar, hanya akan kita kabarkan secara resmi. Pengabaran melalui telepon atau sms jangan dipercayai,"tegas Zainal.

Mengenai pembukaan kembali CPNS, ia menuturkan, sampai kemarin BKD belum menerima kabar dari pusat mengenai pembukaan CPNS yang akan dilakukan di Purwakarta. "Masih belum dikabari, kita masih menunggu,"ujar Zainal Arifin. (rif)

Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Purwakarta Melaporkan Hasil Pleno


PURWAKARTA,RAKA
- Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Purwakarta, Jumat (17/7), melaporkan hasil proses berita acara pelaksanaan sidang pleno terbuka rekapitulasi perolehan suara Pilpres 2009 yang dilaksanakan Kamis (16/7) kemarin.

Laporan tersebut diberikan ke KPU Propinsi Jawa Barat untuk dilakukan pemeriksaan kelengkapan dari proses yang telah dilaksanakan dalam tahap rekapitulasi suara calon presiden dan wakil presiden 2009. Dimana untuk selanjutnya dilakukan penghitungan di tingkat Provinsi. Demikian dikatakan Ketua KPU Ir. Dadan Komarul Ramdan MT.

"Semua hasil berikut kelangkapan dan berita acara proses yang berlangsung kemarin (saat rekapitulasi) telah kami laporkan ke KPU Provinsi, dari proses yang diterima tersebut selanjutnya akan dilakukan rapat pleno di tingkat provinsi untuk dilakukan (Situng) sistem penghitungan dari suara perolehan hasil pelaksaan itu, " kata Dadan Komarul.

Dijadwalkan, tambah Dadan, pada Minggu (19/7), hasil laporan dan penghitungan perolehan suara Pilpres 2009 di Purwakarta rampung dilaksanakan di tingkat Provinsi dan selanjutnya oleh KPU Provinsi akan dilaporkan ditingkat pusat. Setelah rampung di propinsi kemudian akan diteruskan ke pusat,"tutup Dadan. (rif)

Rakyat Butuh Kepastian Pilpres 2009


HASIL kemenangan disetiap daerah yang hampir menunjukan kemenangan pasangan SBY Boediono dalam Pilpres 2009 hanya dalam satu putaran, dinilai karena dilatari sikap rakyat yang telah jenuh. Selain sebuah anggapan bahwa saat ini rakyat membutuhkan sebuah kepastian.

"Berbagai gejolak sudah dialmi rakyat, mereka ingin kepastian. Ini berbeda dengan sebelumnya yang cenderung menghendaki perubahan," kata Sekjen LSm Amarta, Tarman Sonjaya, Jumat (18/7). Meski demikian, kata Tarman, belum tentu rakyat puas dengan pencapaian SBY selama lima tahun ini.

Rakyat, lebih memilih SBY karena telah melihat kinerjanya dan ada kepastian. "Ada kesan rakyat memilih dengan niatan mendingan ini tapi belum tentu mereka sangat puas dengan SBY. Rakyat sudah capek," kata Tarman.

Sementara itu, pengamat politik lokal, Syaiful, mengatakan kemenangan SBY sekaligus menunjukan masyarakat sudah rasional. Mereka tidak lagi bergantung pada orang lain atau terkukung oleh ikatan-ikatan ideologis dalam menentukan pilihan pemimpin meski pemimpin itu tidak banyak berubah.(rif)

Memaknai Hari Jadi Kabupaten Purwakarta


DIANTARA makna peringatan Hari Jadi Kabupaten/Kota Purwakarta adalah momentum untuk menggalang dan menumbuhkan rasa memiliki atau kebersamaan dalam pembangunan. Peringatan ini merupakan satu bentuk pengilhaman menuju digjaya Purwakarta.


Harus
diakui gagasan serta upaya yang dilakukan pemkab Purwakarta tidak lain demi meningkatkan kesejateraan masyarakat. Dari penelitian, sejarah kelahiran Purwakarta setidaknya ditemukan dalam tiga buku karya sejarawan dan arsiparis bernama Dr. Frederick de Hann tahun 1912, buku karya G de Seriere tahun 1849 dan Resolutien Van den Gouverneur Generaal and Interim Van Nederlandsch Indie in Rade, Batavia den 14 den Maart 1835.

Melalui surat keputusan Van den Krawang G de Seriere, Sindangkasih, 20 Juli 1831 No. 2,  assisten resident Karawang No. 40, disebutkan keberadaan Purwakarta bermula dari munculnya keinginan kepala pribumi yang mengusulkan perubahan nama ibukota sekarang ini menjadi Purwakarta. Kata Purwa berarti permulaan dan Karta bermakna ramai atau hidup. Purwakarta sendiri dinyatakan resmi sebagai Ibukota Kabupaten pada tanggal 2  Juli 1831.

Selanjutnya, hari kelahiran Purwakarta kemudian dituangkan dalam Peraturan Daerah No.2/Tahun 2006, tentang Hari Jadi Purwakarta. Penetapan dalam bentuk Perda ini menjadi landasan yuridis formal. Peringatan Hari Jadi Purwakarta yang menjadikan momentum penting dalam menggalang dan menumbuhkan rasa memiliki dan meningkatkan kebersamaan dalam pembangunan.

Karenanya, sejak perda hari jadi Purwakarta diresmikan menjadi ibukota kabupaten, Pemkab Purwakarta tak pernah absen untuk memperingati hari besar ini dengan berbagai acara dan kegiatan yang memiliki makna membangun dan menjalin kebersamaan.

Di hari Jadi Kabupaten/Kota Purwakarta tahun ini Ke 41/178, hal itu kembali ditorehkan Pemkab Purwakarta melalui sejumlah kegiatan, antara lain dari kegiatan bernuansa agamis hingga perlombaan yang diambil dari kebiasaan masyarakat setempat. Beberapa kegiatan atraktif itu, seperti lomba-lomba yang diprakarsai dari kebudayaan daerah itu sendiri.

Seperti diketahui, langkah kebijakan yang di ambil Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan wakil Bupati Purwakarta Dudung B Supardi dengan visi dan misi membangun Purwakarta berkarakter, tanpa disadari atau tidak pada kepemimpinannya saat ini budaya asli masyarakat terus kembali di gulirkan. Ini pun seakan, di tangan pemerintahannya yang baru seumur jagung mempunyai makna ingin mengembalikan citra Purwakarta sebagai daerah yang memiliki kekayaan budaya dan tidak melupakan jati dirinya melalui program salapan lengkah ngawangun nagri rahaja Purwakarta.

Banyak perbedaan yang bisa dijumpai sekarang ini, mulai dari bentuk arsitektur bangunan, sarana infrastruktur, sistem kepemerintahan ataupun hal-hal lainnya yang kadang sempat mengundang reaksi dari sejumlah pihak. Tapi, tak jarang pula kebijakan yang diambil, banyak kalangan seperti pejabat pemerintahan propinsi maupun Kabupaten lain hingga kalangan seniman dan masyarakat memuji apa yang telah dilakukan pemerintah Purwakarta saat ini. Apalagi, ucapan wakil gubernur Jawa barat Dede Yusuf  saat datang ke kabupaten yang memiliki banyak julukan ini, bisa mewakili bentuk pujian buat pemerintahan ini karena dinilai selaras dengan kebijakan Propinsi Jawa barat.

"Upaya ini tidak hanya di tiitik beratkan pada masalah peraturan, tapi yang kita inginkan adalah membangun sebuah gerakan kesadaran berbudaya secara bersama-sama. Keinginan ini juga telah di kuatkan atas adanya surat edaran kepada masing-masing pimpinan daerah untuk lebih menggerakkan pelestarian Budaya," kata Wakil Gubenur Jabar saat menghadiri acara unjuk prestasi seni budaya daerah kabupaten/kota wilayah II di Gedong Sigrong Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan wilayah II Provinsi Jabar di Kabupaten Purwakarta, April lalu.

Purwakarta yang memiliki luas 971,72 kilometer persegi ini, terletak pada posisi strategis perlintasan antara Jakarta-Bandung-Cirebon. Bagian Barat dan wilayah Utara berbatasan Kabupaten Karawang, bagian Utara dan sebagian wilayah Timur berbatasan Kabupaten Subang. Bagian Selatan berbatasan Kabupaten Bandung, dan bagian Barat Daya berbatasan Kabupaten Cianjur.

Ditunjang jalan tol Jakarta-Cikampek dan Cikampek- Purwakarta-Cipularang tembus ke Bandung menjadikan posisi kabupaten ini potensial bagi pengembangan sektor industri, perdagangan, jasa dan pemukiman. Kendati potensi itu diperlukan kerja keras dan semangat kebersamaan dalam mengangkat kesejateraan masyarakat.

Sepanjang setahun terakhir, banyak pembangunan yang sudah tergarap mulai dari program "jalan licir" hingga pembangunan ruang publik untuk memanjakan masyarakatnya. Selain itu, beberapa kebijakan lain seperti penataan pasar simpang, penataan taman kota dan penataan ruang kota/desa di sejumlah wilayah, merupakan komitmen dari program salapan lengkah yang sudah mulai dijalankan.

Di bawah kepemimpinan Bupati dan wakil Bupati dengan julukan "2D" banyak harapan masyarakat, bahwa mereka pun mampu mengimplementasikan Otonomi Daerah (Otda) secara lebih tepat. Yakni mengakselerasi pembangunan dengan semangat kemandirian dan otonom dalam bingkai momentum menggalang dan menumbuhkan rasa memiliki serta kebersamaan untuk pembangunan Purwakarta kedepan.  Selanjutnya, program masyarakat "cai ngalir" pun merupakan langkah yang disebut-sebut menjadi kebijakan berikutnya.

Purwakarta yang berjarak 75 km dari Jakarta, memiliki infrastruktur lengkap seperti kawasan industri 2.000 Ha dan Zona industri 3.000 Ha. Di wilayah ini terdapat Waduk Cirata, Waduk serbaguna Jatiluhur yang merupakan sentra pemasok listrik, air baku, air irigasi dan rekreasi.

Potensi pertanian yang cukup luas, dengan jumlah penduduk sekitar 800.000 jiwa telah memberikan swasembada pangan bagi masyarakatnya, bahkan belum lama ini Pemkab Purwakarta pun mendapatkan penghargaan dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu kabupaten yang dinilai berhasil meningkatkan beras nasional. Dalam menuju Digjaya Purwakarta, pengilhaman moment hari jadi Purwakarta merupakan salah satu tantangan dan upaya mewujudkan masyarakat aman, damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju dan sejahtera.(tim raka)

Memperingati HUT Purwakarta, Puluhan Pendekar Rebutan Piala Bupati


PURWAKARTA, RAKA - Sebanyak 16 perguruan silat se-kabupaten Purwakarta, Jumat (17/7) bertanding memperebutkan Piala Bupati Cup. Kegiatan yang merupakan rangkaian dari peringatan hari jadi Purwakarta ke 178 langsung dibuka Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.


Selain itu, kegiatan inipun sekaligus melakukan pelantikan kepengurusan pengcab IPSI kabupaten Purwakarta periode 1009 - 2013 oleh pengurus IPSI Jawa Barat. Pada pembukaan perlombaan pencak silat itu di hadiri sejumlah perwakilan Muspida pemkab Purwakarta, masyarakat serta sejumlah atlit dari 16 perguruan pencak silat sekabupaten Purwakarta.

Para peserta yang terdiri dari katagori umum, anak-anak, remaja, dan dewasa siap berkompetisi untuk memperebutkan piala bupati, yang juga diharapkan menjadi cikal bakal atlit pencak silat kab Purwakarta.

Dalam sambutannya, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mengatakan pencak silat adalah olahraga yang sat ini kurang begitu diminati oleh masyarakat. Padahal, olah raga ini merupakan ciri dari kebudayaan yang di miliki bangsa Indonesia khususnya Jawa Barat. Maka dalam peringatan hari jadi Purwakarta yang ke 178 ini, pertandingan pencak silat yang diselenggarakan Pemkab Purwakarta bekerjasama dengan pengcab IPSI Kab Purwakarta di harapkan dapat menarik perhatian masyarakat.

Menurutnya, olah raga pencak silat juga mempunyai dua misi, yaitu sebagai olah raga dan sebagai wujud ikut melestarikan budaya bangsa. "Event seperti ini memang jarang sekali di selenggarakan. Mungkin dengan kegiatan ini, yang sekaligus merayakan hari Jadi Purwakarta bisa lebih meningkatkan prestasi pencak silat khususnya di Purwakarta,"ujar bupati.

Bahkan kata dia, Purwakarta yang merupakan wilayah yang mempunyai kekayaan tradisi serta kebudayaan telah banyak melahirkan para atlet pencak silat. Selain saat ini mereka pun ikut berjuang mengharumkan nama Jawa Barat di kancah nasional. "Banyak sebenarnya atlit pencak silat kab Purwakarta yang ikut mengharumkan nama jawa Barat. Meski saat ini olah raga pencak silat ini seakan masih diam ditempat," katanya.

Untuk itu, dalam sambutannya pun ia berpesan agar pengcab IPSI kab Purwakarta bisa bekerjasama dengan para pihak, terutama dunia pendidikan untuk ikut bersama-sama melestarikan dan memperkenalkan pencak silat kepada para siswa terutama ditingkat sekolah Dasar. "Kami harap, dengan dilantiknya kepengurusan baru ini, bisa lebih memperkenalkan olah raga pencak silat kedepan,"harap bupati.

Sementara itu, sebelum perlombaan itu di gelar, ketua pengcab IPSI Jawa Barat Maryatno melantik kepengurusan pengcab IPSI kabupaten Purwakarta periode 2009 - 2013. Ketua pengcab IPSI Kabupaten Purwakarta baru Hamim Mulyana resmi menggantikan kepengurusan lama dari kepemimpinan Prihatono yang telah menjabat pada periode 2005-2009.

Dalam sambutannya, ketua pengsi IPSI Jawa Barat Maryanto mengatakan kepengurusan baru ini pun di harapkan dapat lebih meningkatkan prestasi pencak silat khususnya di Kab Purwakarta. Menurutnya, Purwakarta juga dinilai cukup potensial melahirkan para atlit pencak silat, menyusul banyaknya klub ataupun perguruan pencak silat yang tersebar di Purwakarta.

Bahkan kata dia, kab Purwakarta yang masuk tim olah raga pencak silat Jawa Barat akan dipertandingkan dalam pra kualifikasi dengan klub pencak silat dari Kab Kuningan, Sukabumi, Cianjur dan Garut. Saat ini Pengsi Jawa Barat juga akan berkonsentrasi pada porda jabar tahun  2009 yang akan berlangsung di kota Bandung. (ton)

Sejumlah Petani di Dusun Gardu Memanen Hasil Tanamnya

PANEN: Sejumlah petani di Dusun Gardu, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi, mulai memanen hasil tanamnya. Namun, warga di daerah ini mengeluhkan hasil tanamnya pada musim ini lantaran maraknya hama tikus yang menyerang tanaman padi. (pir)

Warga Kecamatan Blanakan Keluhkan Pelayanan Kesehatan


SUBANG, RAKA – Masyarakat Kecamatan Blanakan mengeluhkan kinerja aparat desa dan petugas kesehatan Kecamatan Blanakan. Mereka menilai, para pelayan masyarakat tersebut kurang peduli terhadap warga yang diindikasikan terjangkit demam berdarah dengue (DBD).

Seperti halnya diungkapkan oleh seorang tokoh masyarakat Desa Muara H Ono S pada saat ditemui RAKA di depan rumah korban DBD. Ono mengungkapkan kekecewaannya terhadap kurang responnya pemerintah Desa Muara, Kecamatan Blanakan dan Puskesmas Blanakan atas derita masyarakat daerah itu yang terindikasi wabah DBD yang telah berlangsung selama sepekan.

"Tetangga saya ini telah satu minggu tergeletak di rumah dan saat ini telah tiga hari berada di rumah sakit. Akan tetapi dari pihak pemerintah dan pihak kesehatan belum melakukan tindakan apapun ke lingkungan sini," sesalnya.

Seperti halnya yang terjadi saat ini, dilanjutkan Ono, warga yang terkena wabah seorang anak SMP bernama Nining Yunengsih Binti Ito (14) telah satu minggu menderita sakit dan saat ini setelah tiga hari berada di Klinik Kencana MediKa, Cilamaya, Karawang. Bahkan bocah tersebut sejak Senin (15/7) lalu, dinyatakan positif terjangkit DBD. Demikian pula diderita Renis Binti Wiryo (13) satu minggu menderita sakit dan sejak Rabu (15/70 dirawat di Klinik Graha Medis, Cilamaya, Karawang, pun positif menderita DBD.

Demikian pula dialami Darini binti Kasor (35) pun menderita sakit yang sama namun dirinya saat ini dirawat di seorang dokter lokal di daerah Dukuh, Kecamatan Ciasem, sementara satu orang yang pernah dirawat menderita DBD bernama Ade Kusman bin Kusman (30) dan salah seorangnya lagi pun telah sembuh dari sakitnya, kelima orang tersebut berada di lingkungan RT 01/01 Dusun Sukaasih, Desa Muara.

"Telah lima orang di RT ini menderita DBD, akan tetapi kejadian ini belum direspon positif oleh pemerintah desa dan pemerintah kecamatan dan bahkan pihak Puskesmas Blanakan. Dengan demikian, kinerja mereka sangat buruk dan diharapkan Bupati Subang untuk segera menurunkan tim medis guna menindak lanjutinya," pinta Ono.

Kepala Desa Muara Kecamatan Blanakan M Risman pada saat dihubungi RAKA mengaku telah mengetahui kejadian warganya yang terserang DBD dan pihaknya telah mengirimkan surat kepada camat dan tembusan ke Puskesmas Blanakan. Laporan yang dikirimkan, Jum'at (17/7), untuk dilakukan antisipasi penyebaran DBD dan dilakukan foging. "Pihak kami hari ini telah mengirimkan surat pemberitahuan yang berisi laporan kejadian adanya penyakit DBD, surat itu telah dikirim pak, itu sebagai wujud kepedulian kami," ucap Kades.

Kepala Puskesmas Blanakan dr Iwan, saat akan dikonfirmasi mengenai kejadian DBD yang terjadi di Desa Muara saat dihubungi RAKA melalui ponselnya mengaku sedang berada di Bandung. "Saya sedang di Bandung untuk persiapan besok kuliah, sebaiknya konfirmasi mengenai DBD di hari kerja saja, hari senin," ucapnya. (pir)

Masih Ada Pungutan DSP, Siswa Baru SMPN 1 Ciasem Dipungut Rp 500 Ribu


SUBANG, RAKA – Orang tua siswa SMPN 1 Ciasem, Jum'at (17/7), dipanggil satu persatu sambil membawa uang Rp 100 ribu. Hal tersebut dilakukan setelah gagalnya rapat orang tua siswa, Rabu (15/7).

Menurut salah satu orang tua siswa baru, Atim mengatakan, dalam rapat musyawarah orang tua siswa baru, Rabu (15/7) lalu gagal dilakukan karena sejumlah orang tua siswa keberatan saat diminta dana rehab ruang kelas sebesar Rp 500 ribu, sehingga orang tua menolak mentah-mentah rencana pihak sekolah.

Dalam rapat sempat terjadi kegaduhan lantaran hampir seluruh orang tua siswa baru menolak rencana sekolah untuk memungut dana sumbangan pendidikan (DSP), penilakan tersebut setelah mengetahui di sekolah setingkatnya tidak ada pungutan atau sumbangan atau nama lainnya yang dibebankan kepada orang tua siswa baru.

Mereka berkaca ke SMPN 2 Ciasem yang tidak memungut DSP, sehingga pada saat SMPN 1 Ciasem mengumpulkan orang tua siswa baru agar memenuhi permintaan sekolah guna memenuhi keperluan rehab ruang kelas, bukanlah disepakati dan justru malah terjadi kontradiksi antara sekolah dan orang tua siswa, singkatnya orang tua siswa baru menolak dimintai sumbangan.

"Saya bukan berarti tidak mau untuk membiayai sekolah anak saya, akan tetapi di sekolah lain pun tidak dilakukan pungutan sumbangan. Apa bedanya dengan sekolah ini? Mestinya sekolah memberikan kebebasan kepada orang tua siswa baru untuk menyumbang," ucap Atim diiyakan orang tua siswa lainnya.

Sementara itu, menurut pengakuan seorang ibu yang baru saja datang ke sekolah guna memenuhi permintaan pihak sekolah untuk membayar DP uang sumbangan yang dicanangkan dan hasil kesepakatan orang tua siswa Rp 500 ribu dari ajuan sekolah semula Rp 1,2 juta.

"Saya sih antara keberatan dan tidak keberatan membayar DSP Rp500 ribu, keberatannya karena SMPN 2 Ciasem tidak dipungut. Tidak keberatannyaa karena saya tidak mau anak saya dikelompokan ke kelas khusus yang di dalamnya khusus orang tidak mampu," ucap janda muda beranak dua yang keberatan menyebutkan namanya.

Saat wartawan koran ini hendak melakukan konfirmasi kepada Kepala SMPN 1 Ciasem H Entang di sekolahnya, menurut bawahannya, yang bersangkutan sedang ke Subang. "Kepala sekolah sedang ke Subang, apabila wakasek kesiswaan sedang kegiatan MOS di kelas," ucap guru BP di sekolah tersebut.

Di tempat terpisah, Ketua Dewan Sekolah SMPN 1 Ciasem Ubed, saat ditemui RAKA di rumahnya membenarkan adanya kegiatan rapat orang tua pada hari Rabu (15/7) lalu yang sempat ribut. Menurutnya, keributan dipicu adanya sejumlah orang tua keberatan diminta DSP sebesar Rp 1,2 juta. Bahkan, lanjut Ubed, pada saat terjadi keributan sesaat yang dipicu oleh tiga orang tua siswa keberatan atas usulan DSP yang diajukan sekolah.

Akan tetapi, tambah Ubed, adanya rembukan antara orang tua siswa lainnya sepakat memberikan DSP sebesar Rp 500 ribu guna perehaban 4 ruang kelas, ruang perpustakaan dan untuk membayar utang bekas perbaikan aula. Alhasil, dari sebanyak 360 siswa baru di sekolah itu yang dapat ditarik iuran DSP hanya 300 siswa dan sisanya 60 siswa bebas dari pungutan DSP.

"Setelah terjadi perdebatan yang cukup sengit antara sekolah dan orang tua siswa juga tentunya pihak kami selaku dewan sekolah hanya dapat menengahi dan menunggu keinginan dan keputusan orang tua yang pada ahirnya menyanggupi untuk membayar iuran DSP sebesar Rp 500 ribu. Kesiapan orang tua tersebut kami terima dengan tangan terbuka," ucap Ubed. (pir)

Masjid Ar Rohman Gelar Solat Tasbih


SUBANG, RAKA
- Keluarga Besar umat muslim di Pangkalan TNI AU Suryadarma, Subang menyelenggarakan sholat sunah tasbih di Masjid Jami Ar Rohman Lanud Suryadarma, Kamis (16/7) malam.

Acara dilaksanakan sebagai program dari seksi pembinaan mental agar anggota mawas diri dalam tugas dan kehidupannya. Selain itu melalui Sholat Tasbih dilharapkan Lanud Suryadarma sabagai pangkalan udara yang memiliki satuan udara dijauhkan dari marabahaya dan bencana oleh Allah SWT.

Acara diikuti sekitar 200 orang baik pejabat, perwira, bintara, tamtama, PNS, siswa Sekbang PSDP dan ibu-ibu anggota PIA Ardhya Garini Lanud Suryadarma. Sholat Tasbih dilaksanakan empat rakaat dengan dua salam dikerjakan berjamaah setelah Sholat Magrib berjamaah hingga menjelang Sholay Isya.

Sebagai Imam adalah KH Musfiq Amrullah Lc pimpanan Pondok Pesantren At Tawazun, Kalijati. Dalam kultumnya imam menjelaskan bahwa faedah Sholat Tasbih amat besar yaitu menghapus sepuluh dosa besar seperti dosa lahir dan batin, dosa yang disengaja dan tidak disengaja, dosa awal dan akhir dan faedah lainnya. "Namun agar cepat diijabah oleh Allah SWT dalam doanya harus didahului dengan bacaan-bacaan Asmaul Husna," ujarnya.

Mengingat besar faedahnya maka Sholat Tasbih diwajibkan bagi umat Islam untuk dilaksanakan setidaknya seminggu sekali. "Apabila tidak mampu sebulan sekali, dan apabila masih tidak mampu dapat setahun sekali dan terakhir apabila masih tidak mampu maka seumur hidup sekali," lanjutnya. Rencananya, sholat Sunah tasbih di Lanud Suryadarma akan dilaksanakan dua minggu sekali bergantian di Masjid Lanud Suryadarma dengan Musholla Skadron Udara 7. (pir)

Jembatan di Kamung Cibuang,30 Tahun Diabaikan

DIBIARKAN RUSAK: Jembatan di Kamung Cibuang, Desa Kosar, Kecamatan Pabuaran, sudah 30 tahun diabaikan. Menurut keterangan warga setempat, bangunan jembatan tersebut sejak jaman perkebunan hingga sekarang masih seperti itu, tidak ada perhatian dari pemerintah Kabupaten Subang. Padahal, jembatan tersebut merupakan salah satu sarana penghubung tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kailjati melalui Caracas, Kecamatan Cipeundeuy ke Desa Sawangan dan Kecamatan Pabuaran. Foto diambil, Jumat (17/7) siang. (eko)

Berlibur Akhir Pekan di Kampung Kabayan, Makan Lesehan, Suguhan Khas Sunda


Alunan gamelan Sunda terdengar sayup-sayup dari kejauhan, aroma khas pedesaan mulai tercium saat kaki melangkah memasuki outlet baru yang ditawarkan oleh pengelola Sari Ater Hot Spring Resort yang ada di Kecamatan Ciater.


Gemericik
air yang mengalir dari selokan-selokan kecil menambah suasana nyaman di Kampung Kabayan. Di kampung tersebut, pengelola menawarkan makan kental dengan suasana 'kabayanan' khas Parahyangan yakni nasi timbel, nasi boboko dan beberapa makanan khas lainnya yang meruakan makanan khas Parahyangan atau khas makanan Sunda.

Bila anda menginginkan penganan yang berasal dari petai, maka datang saja ke lesehan tersebut, karena menurut keterangan dari Service Manager PT Sari Ater H Nendi Supendi, penganan yang berasal dari petai ada beragam jenis. Ragam jenis makanan yang lainnya juga, tambah Nendi sangat banyak. "Kita tawarkan berbagai menu khas Sunda, baik itu kemasan pengunjung bisa memilih menu Sunda, diantaranya, timbel dan menu yang lainnya," kata Nendi.

Di Saung Kabayan, ini pengunjung akan dimanjakan gurame, nasi timbel bakar, dengan berbagai lauk pauk khas Sunda, yakni gurame bakar, pepes sekaligus dibawa ke suasana ala baheula, sayur asem dan menu khas Sunda linnya. Dengan menu tersebut, pengunjung tidak usah khawatir dengan biaya yang dikenakan oleh pihak pengelola. "Kita terapkan harga mulai, Rp 10.000 sampai dengan 140.000. khusus untuk Rp 140.000, kita sediakan dengan porsi hemat orang," jelasnya.

Khusus bagi pengunjung yang menginginkan tradisi bumi Parahyangan. Begitu masuk, pengunjung akan disambut oleh pelayan, yang menyambut dengan ramah tamah. Di lokasi tersebut juga disediakan permainan untuk anak-anak. "Kita juga sediakan lokasi khusus anak-anak, untuk mengasah daya kreatifitas mereka," ujarnya. (AGUS EKO MS, Ciater)

Subang Endemis Kaki Gajah


SUBANG, RAKA
- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang, menetapkan jika Kabupaten Subang sebagai daerah endemis penyakit kaki gajah (fhilafiriosi). Hal ini diungkapkan staf Dinkes Subang dr Wawan Setiawan kepada para wartawan, Jumat (17/7).

Menurut Wawan, terhitung sejak tahun 2005 sampai dengan 2009, Dinkes Subang mencatat sedikitnya sebanyak 71 warga yang terserang penyakit yang disebabkan cacing kecil (micri cilalia) tersebut.

"Dari data yang tecatat di Dinkes Subang, penyakit kaki gajah tersebut, pertama kali ditemukan di Kabupaten Subang pada tahun 2004 lalu. Tahun 2004 lalu, kita menemukan salah seorang warga menderita penyakit kaki gajah di Kecamatan Compreng," ungkap Wawan.

Dia menambahkan, sejak 2005 pihaknya melakukan survey ke beberapa tempat, sebagai langkah antisipasi terhadap mewabahnya penyakit tersebut. "Kita lakukan survey ke lapangan sejak 2005 sampai sekarang. Dan pada tahun petama kita turun (ke lapangan), kita mendapatkan sebanyak 26 warga di dua kecamatan yang mengidap penyakit kaki gajah tersebut," jelasnya.

Minimnya anggaran yang diberikan pemerintah daerah, diakui Wawan, menyebabkan kinerja Dinkes Subang kurang optimal. Pada tahun pertama mereka turun, untuk operasional saja, Dinas Kesehatan Kabupaten Subang membutuhkan sedikitnya Rp 150 juta untuk satu kecamatan.

"Tapi kita hanya mendapatkan Rp 260 juta untuk se-Kabupaten Subang, Sehingga dengan anggaran yang minim, kita belum bisa optimal dalam menangani kaki gajah ini. Padahal, dengan banyaknya jumlah warga yang menderita penyakit kaki gajah, sebanyak 71 orang, Subang sudah masuk dalam kategori daerah endemis," tambahnya.

Sementara itu, penyebaran penyakit kaki gajah, tambah Wawan, dari tahun ketahun mengalami pengurangan jika dibandingkan pada tahun 2005 lalu. "Tahun 2005 merupakan tahun yan paling banyak ditemukan kaki gajah, namun dari tahun ke tahun, mengalami pengurangan yang cukup signifikan," jelas Wawan. (eko)

77 Casis Bintara Tak Lulus, Polwil Dianggap Tidak Transparan


SUBANG, RAKA
- Sebanyak 77 orang Calon Siswa (Casis) Bintara Polri di Mapolwil Purwakarta gugur tanpa alasan. Salah satu indikatornya, menurut Ketua Seksi Pengawas Eksternal Panitia Pembantu Penerimaan Bintara Polri Ade Irawan di Polres Subang, Jumat (17/7), hasil test mereka tidak dipampang pada saat pengumuman.

Menurut Ade, terdapat 222 orang yang dinyatakan lolos hingga tahap pemeriksaan jasmani di Mapolwil Purwakarta. "Sebanyak 77 orang casis yang lolos pada tahap pemeriksaan jasmani, pada tanggal 18 juni yang lalu sekitar pukul 08.00 Wib menjelang pelaksanaan test Pemeriksaan Mental dan Kepribadian (PMK) dipanggil oleh panitia untuk berkumpul di Lapangan Mapolwil Purwakarta," ungkapnya.

Ade menambahkan, 77 orang casis itu dinyatakan tidak terpilih oleh Wakil Kepala Polwil Purwakarta AKBP Tagam Siagian. "Kalian lulus, tapi kalian tidak terpilih. Silahkan daftar kembali tahun depan dan berkas-berkas kalian simpan kembali, itu yang diungkakan Wakapolwil Purwakarta kepada para casis yang tidak lulus," tambahnya.

Setelah kejadian tersebut, menurut Ade, dirinya menerima pengaduan dari empat orang tua casis asal Subang. "Kami menerima hasil ini apabila ada keterbukaan, ini juga yang diungkapkan oleh para orang tua kepada saya," tambah Ade.

Ade pun menilai Mapolwil Purwakarta tidak transparan. Bahkan, menurut Ade, penerimaan siswa bintara tahun ini lebih buruk dari tahun lalu. Ketika dimintai keterangannya seputar kejadian ini, Kapolwil Purwakarta Kombes Jodie Roseto melalui fasilitas SMS mengungkapakan bahwa pihaknya sudah transparan. "Insya Allah kami sudah transparan, akuntabel dan boleh kompalin," ungkapnya melalui SMS.

Menurut Ade dirinya beserta orang tua casis dan casis tersebut akan melaporkan perkara ini. "Kami akan lapor ke Kepolisian Daerah (Polda) hingga Markas Besar (Mabes) Polri. (eko)

Polres Subang Sweeping Pantura


SUBANG, RAKA - Kepolisian wilayah hukum Polres Subang langsung melakukan penjagaan di berbagai proyek vital dan jalur Pantura terkait dengan terjadinya peledakan bom di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jakarta yang menelan korban jiwa serta luka-luka.

Kapolres Subang AKBP Drs Sugiyono SH yang dihubungi di Mapolres menyatakan, begitu mendapat kabar dan perintah dari atasan langsung memerintahkan kepada seluruh anggota dan jajaran untuk siaga I. "Kita perintahkan jajaran melakukan penjagaan di obyek-obyek vital seperti tempat pawisata dan pertamina. Bahkan kita lakukan penjagaan dan pemeriksaan terhadap kendaraan yang dicurigai di jalur Pantura," ungkap Kapolres.

Selain itu, beberapa kawasan hutan yang dikuatirkan akan menjadi tempat persembunyian para pelaku pun akan diawasi. Sebab, pada peristiwa sebelumnya sempat dikabarkan kalau di wilayah hukum Polres Subang menjadi tempat persinggahan. "Kita berharap masyarakat pun untuk turut mewaspadai dan melaporkan bila ada orang yang dicurigai," harap Kapolres.

Bahkan saat berita ini ditulis, Kapolres Subang beserta jajarannya akan melaksanakan sweeping terhada kendaraan yang melewati jalur Pantura Subang, sebab menurut Kapolres, berdasarkan pengalaman yang lalu, setelah terjadi peledakan, para pelaku lari ke wilayah timur Jawa. (eko)

Masuk Rumah Orang, Ikin Diamuk Massa


SUBANG, RAKA
- Ikin (34), warga Kampung Cikareumbi, Desa Cikidang, Lembang, Bandung Barat, babak belur dihajar massa karena kepergok masuk ke rumah milik Ayi Rosmana di Kampung Cijolang, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Jum'at (17/7), sekitar pukul 08.00 Wib.

Pelaku sendiri sempat mengambil uang tunai Rp 123 ribu yang disimpan di dompet yang ada di dalam lemari korban. Berdasarkan keterangan yang diberhasil dihimpun menyebutkan, pagi itu korban berangkat ke kebun dan meninggalkan rumah dalam keadaan terkunci.

Namun untuk memudahkan penghuni lain, kunci disimpan disela-sela lubang angin. Rupanya tersangka mengetahui kondisi itu dan masuk ke rumah korban. Tetapi begitu ke luar rumah, tetangga korban Agus dan Naso curiga ada orang tak dikenal keluar rumah Ayi.

Saat diketahui oleh kedua tetangga korban, tersangka pun gugup, begitu ditanya pelaku mengaku bila dirinya memang sudah masuk ke rumah itu dengan kunci pintu dan anak kunci rumah tersebut dia bawa.

Mendengar pengakuan dari pelaku, kedua tetangga langsung memukuli pelaku sambil teriak maling. Teriakan dari Agus dan Naso tersebut kontan saja menundang massa yang lain, hingga satu persatu bogem mentah mendarat di tubuh pelaku hingga akhirnya babak belur.

Beruntung, saat warga masih memukuli pelaku, ada petugas dari Polsek Jalancagak yang lewat, hingga tersangka langsung diamankan di Mapolsek tersebut. Saat ini pelaku bersama barang bukti diamankan di Mapolsek Jalancagak, untuk pemeriksaan lebih lanjut. (eko)

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang