Kamis, 16 Juli 2009

Mega - Pro: Rakernas membahas dan evaluasi Pilpres 2009

LAWAN SBY: Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiyanto dan Ketua umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat Rakernas PDIP di Jakarta, Rabu (15/7). Rakernas membahas dan evaluasi Pilpres 2009.


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

SK Anggota DPRD 2009-2014 Belum Keluar, Baru Nyampe Meja Gubernur


KARAWANG, RAKA –Surat Keputusan Gubernur Ahmad Heryawan tentang anggota DPRD Karawang periode 2009-2014 hasil Pemilu lalu, hingga kini belum keluar. Padahal jadwal pelantikan para wakil rakyat yang baru ini bakal dilangsungkan 5 Agustus mendatang.

Menurut Sekretaris DPRD, Dadang Rustandar, keterlambatan proses SK tersebut akibat pengajuan kepada gubernur juga telat. Masalahnya ada sedikit persoalan yang muncul atas keputusan pleno KPUD terkait penetapan hasil suara Pemilu yang berujung gugatan PPP melalui Mahkamah Konstitusi.

"Baru Selasa (14/7) kemarin, surat pengajuan kita sampai ke meja gubernur. Kalau tidak ada masalah sampai di MK, mungkin sudah sejak penetapan caleg terpilih oleh KPUD, kita langsung mengirimkan nama-nama caleg itu untuk dibuatkan SK. Tapi kita yakin sampai menjelang acara peresmian pengambilan sumpah janji, 5 Agustus, SK bagi anggota dewan yang baru ini sudah keluar," ujar Dadang.

Untuk acara pelantikan, lanjut Dadang, pihaknya di setwan telah mempersiapkan secara matang. Hasil rapat internal, Rabu (15/7) pagi, disepakati bahwa malam menjelang peresmian pengambilan sumpah janji melalui paripurna istimewa, seluruh anggota DPRD terpilih sebanyak 50 orang masuk karantina di hotel Karawang Indah.

"Tujuan mereka di karantina agar tidak ada yang datang kesiangan. Sebab jadwal yang telah diatur harus tepat waktu, Pukul 09.00 Wib, rapat paripurna mesti langsung dibuka. Sebagai pengantar sidang ditunjuk pimpinan DPRD lama yang diketuai, H. Endi Warhendi. Begitu pun peserta sidang anggota dewan yang lama pula. Makanya mereka juga harus datang semua," urai Dadang.

Lanjut dia, setelah peresmian pengambilan sumpah janji selesai, anggota dewan yang baru dilantik langsung menempati tempat duduk di ruang paripurna. Dan yang lama kembali ke kursi tribun atas. Menurutnya, pimpinan diambil alih oleh ketua sementara dengan menempatkan anggota tertua dan termuda dari parpol yang memperoleh kursi terbanyak.
"Kita masih menggunakan Undang-undang susduk yang lama. Yakni, UU No.22/2003.

Aturannya seperti itu. Undang-undang susduk yang baru kan masih dalam penggodokan di DPR RI. Makanya semua persiapan harus kita matangkan betul. Termasuk pengamanan sudah dikoordinasikan dengan pihak Polres. Dari mulai tempat karantina di hotel Karawang Indah hingga ke tempat acara di gedung utama DPRD," papar Dadang.

Untuk mematangkan persiapan tersebut, kata Dadang lagi, pihaknya akan menggelar gladi resik paling cepat H-7. Agar mempermudah komunikasi, ke-50 calon anggota DPRD terpilih ini diundang setwan di ruang rapat I gedung DPRD, Rabu (15/7) sore. Hanya ia berharap bagi mereka yang akan dilantik nanti tidak mengikutsertakan keluarga atau pendukungnya terlalu banyak. Soalnya kapasitas tempat duduk di gedung utama DPRD terbatas. Khawatir kapasitas terbatas membuat suasana pelantikan terganggu. (vins)



Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

Bidan Eros Rosita, 12 Tahun Menembus Ketatnya Adat Badui, Sudah Jalan Tiga Jam, Bayi Keburu Lahir


Penolakan
suku Badui Dalam terhadap metode pengobatan modern kini mulai terkikis. Berkat kegigihan Bidan Eros Rosita, mereka mengenal jarum suntik dan bahkan mulai intens berobat.

Kabut merayap pelan di sebagian punggung Pegunungan Kendeng pada pagi Senin pekan lalu (6/7). Tepat pukul 06.15 seorang wanita muda berbaju hitam berjalan pelan menaiki tangga buatan di sebuah jalan setapak yang melintasi perbatasan kampung suku Badui Luar di Kampung Kadu Ketug. Dia menuju Desa Ciboleger, sebuah desa di luar kawasan Badui.

Sambil menutupi sebagian wajahnya, ibu muda bernama Lis, 20, itu tampak kedinginan. Pagi itu perempuan Badui tersebut sudah berjanji untuk berobat di tempat praktik Bidan Eros Rosita di Desa Ciboleger.

Dia adalah satu-satunya tenaga medis yang telah mendapatkan "lisensi" dari para tetua adat suku Badui Luar dan Badui Dalam untuk mengobati warga Badui secara langsung.

''Dulu tidak begini. Pasien sangat minim karena takut berobat. Mereka lebih percaya kepada dukun,'' ujar Rosita setelah menangani sejumlah pasien. Pagi itu wartawan koran ini melihat sedikitnya tiga wanita Suku Badui yang sudah keluar masuk ke ruang praktiknya untuk mendapatkan penanganan medis.

Pada jam-jam tertentu sebelum atau setelah bertugas di Puskesmas Ciboleger, wanita 38 tahun itu membuka praktik di kediamannya. Jawa Pos pun dipersilakan masuk untuk melihat ke balik pintu praktik tersebut. Ruang praktik berukuran 3 x 4 meter itu sangat sederhana. Dindingnya dipenuhi poster cara hidup sehat dan gambar ilustrasi cuci tangan. Juga ada foto ibu hamil dan janin.

Dua buah stetoskop tergantung di salah satu sudut ruang. Di meja praktik ada beberapa mainan anak-anak. ''Maaf, maklum anak saya masih kecil, jadi suka bikin kacau di rumah,'' canda Rosita sambil merapikan tempat praktiknya.
Setelah berbasa-basi, Rosita mulai membuka lembaran kisah hidupnya.

Dia menjelaskan bahwa suku Badui adalah kelompok masyarakat yang menerapkan hidup bersahaja dan bertahan bersama tradisi nenek moyang mereka. Sudah ratusan tahun mereka hidup mengasingkan diri dari modernitas dan hidup selaras dengan keaslian alam. Jauh dari ingar-bingar modernitas, termasuk di bidang kesehatan sekalipun.

Bahkan, sejak era kemerdekaan, berkali-kali sudah tenaga medis didatangkan dari ibu kota dan silih berganti pula mereka kembali dengan tangan kosong karena ditolak warga suku Badui. ''Kondisi itu yang justru memotivasi saya untuk bisa bekerja sesuai dengan keterampilan saya di sini,'' kata wanita berjilbab tersebut.

Dengan misi itu, ketika menjadi pegawai tidak tetap (PTT) kesehatan, Rosita memilih ditugaskan ke Desa Kanekes, desa yang menaungi 59 kampung Badui, dalam dan luar.

Bidan Ros -begitu dia akrab dipanggil- menuturkan, sebelum dirinya berhasil membuka akses pengobatan di pedalaman, suku Badui menggunakan jasa paraji alias dukun beranak untuk proses kelahiran.

Kedatangan sejumlah tenaga medis kerap dianggap sebagai pelanggaran terhadap tradisi leluhur yang membatasi diri dari sentuhan dengan dunia modern.

Namun, kata Rosita, kebiasaan itu yang membuat derajat kesehatan suku Badui, terutama kaum ibu dan anak-anak, stagnan dan cenderung menurun. Menyadarkan pentingnya kesehatan kepada suku Badui bukan tugas mudah.

''Saya mulai bertugas di posyandu pada 1997. Dari rumah, saya harus menyiapkan imunisasi, bubur kacang. Saya ketuk dari pintu ke pintu di satu kampung. Demikian yang saya lakukan berulang-ulang,'' kata ibu dua anak itu.

Awalnya, Rosita kerap ditolak atau kehadirannya tidak dihiraukan. Perlakuan seperti itu jelas membuat mental tenaga medis biasa jatuh. Sebab, mencapai lokasi-lokasi perkampungan Badui membutuhkan tenaga ekstra.

Tenaga medis paling tidak harus berjalan kaki selama satu hingga enam jam di jalan setapak menembus hutan dan menyeberangi sungai. Jarak untuk sampai di titik-titik perkampungan Badui Dalam yang paling jauh mencapai 15-20 kilometer dengan medan menanjak dan menurun.

''Tak terhitung puluhan kali saya tiap malam harus menangis dan merasa kecewa dengan perlakuan itu. Tapi, di pagi harinya, setelah salat subuh, saya selalu berdoa dan kembali menemukan semangat lagi,'' kenang istri Asep Kurnia itu.

Momen keberhasilan Bidan Ros terjadi ketika ada wabah prambusia atau penyakit merah, salah satu penyakit kulit yang menular pada 1999-2000. Ketika itu, dia memberanikan diri datang ke Badui Dalam dan menawarkan diri untuk mengobati penyakit itu dengan suntikan penisilin dan obat kulit. ''Awalnya mereka menolak karena tubuh mereka harus dimasuki alat modern yakni jarum suntik,'' kenangnya.

Tapi, karena dalam keadaan terjepit, setelah mendapat persetujuan pimpinan adat, mereka pun menyediakan satu orang warga yang terkena prambusia untuk dijadikan "percobaan". Penyuntikan dan pengobatan pun dilakukan di hadapan puluhan pasang mata termasuk salah satu dukun lokal.

Setelah melakukan beberapa kali pengobatan dan puluhan kilometer berjalan kaki bolak-balik dari pedalaman ke perkampungan, akhirnya pasien itu pun sembuh. Sejak saat itu, dari mulut ke mulut nama Bidan Ros mulai dikenal. Karena komunitas mereka yang terbatas, informasi pun cepat sekali menyebar sampai ke 59 kampung di Badui. ''Dalam hal Prambusia, dukun Badui telah takluk sama tenaga medis,'' candanya.

Menurut Bidan Ros, orang Badui umumnya jarang mengalami sakit berat seperti hipertensi, jantung koroner, ginjal, atau gula. Karena itu, tidak heran bila ada orang Badui yang usianya sampai lebih dari 100 tahun. ''Lebih banyak yang berobat ke saya karena penyakit-penyakit ringan seperti penyakit kulit, batuk, atau pilek,'' terang dia.

Sampai di situ, mimpi Bidan Ros masih belum tuntas. Dia masih belum dipercaya membantu persalinan. Warga Badui, kata dia, memiliki mitos bahwa jika plasenta alias ari-ari bayi dipotong ketika proses persalinan, sang bayi akan mati. Selain itu, mereka juga berpersepsi bahwa melahirkan dengan dibantu bidan akan membutuhkan biaya mahal.

Untuk mengatasinya, Bidan Ros mempraktikkan kelahiran bayi di depan para ibu Badui. ''Saya tunjukkan secara medis. Bahkan, ketika saya potong plasenta bayi, ada yang protes dan menghalangi. Tapi, setelah terbukti bahwa bayi tidak mati, mereka terheran-heran,'' ujar dia dengan mata berkaca-kaca.

Setelah berhasil membantu persalinan itu, dia pun menamai anak pertama yang membuka sukses "pertunjukan" medis kepada warga pedalaman itu dengan nama suaminya. Dia mengaku kerap terharu jika mengenang masa-masa itu. ''Apalagi kalau sekarang ketemu dengan anak itu, saya selalu ingat kisah perjuangan saya,'' papar perempuan kelahiran Gunung Kencana, Lebak, itu.

Namun, hingga kini, dia belum berhasil menangani persalinan warga Badui Dalam. Bukan karena warga tidak mau, tapi terutama karena medan yang berat. Ketika dia masih di perjalanan, sang ibu keburu melahirkan. Pernah suatu saat, ketika dia baru berjalan tiga jam (dari enam jam yang dibutuhkan), jabang bayi yang akan ditolong sudah keluar.

Dalam menjalankan profesinya, Rosita bekerja dengan ikhlas, tanpa pamrih. Betapa tidak, untuk sekali persalinan, dia rela walau hanya dibayar Rp 20 ribu. Bahkan, kata dia, jika ada yang mengaku tidak mampu, dia siap tidak dibayar. ''Saya masih tetap ingat pesan orang tua, yakni ketika bertugas di mana pun harus tulus dan ikhlas. Insya Allah, rezeki tidak akan ke mana,'' ungkapnya. (ZULHAM MUBARAK)


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

Mega: Tunggu Adegan Berikutnya!


JAKARTA,RAKA-Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tak mau berkomentar soal sikap apa yang akan diambil terkait hasil Pemilu Presiden 2009, apakah menolak atau menerima.

"Tunggu adegan berikutnya," ucap Megawati usai Rakernas VI PDIP di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (15/7).

PDIP merupakan salah satu partai yang menyuarakan bahwa sistem Pemilu 2009 amburadul dan bermasalah. Usai Pemilu Legislatif 9 April dan Pemilu Presiden 8 Juli lalu, partai moncong putih ini menemukan sejumlah pelanggaran pemilu di berbagai wilayah di Indonesia.

PDIP tidak sendiri, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Gerindra bersatu untuk membongkar pelanggaran pemilu tersebut dan ramai-ramai menempuh jalur hukum untuk menuntaskan persoalan ini.

Publik tengah menunggu sikap partai-partai tersebut termasuk sikap PDIP. Jadi seperti ucapan Megawati, kita tunggu saja adegan berikutnya.

Perpolitikan tanah air pascapilres 8 Juli lalu memang bakal diwarnai gugatan-gugatan. Bisa dipastikan para anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum bisa tidur nyenyak. Lembaga pimpinan Abdul Hafiz Anshary itu masih harus berurusan dengan masalah buruknya daftar pemilih tetap (DPT) pilpres lalu.

Pasalnya, selain PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, Partai Golkar juga akan menempuh jalur hukum untuk mengusut perkara DPT.

Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla memastikan partainya akan melaporkan buruknya DPT ke Bawaslu. Kepastian tersebut merupakan hasil rapat pleno 'partai beringin rindang' itu yang digelar di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (15/7).

"Kami menyadari, persoalan pilpres ada masalah internal dan eksternal yang terjadi. Kesimpulannya, Partai Golkar tetap mengikuti mekanisme hukum untuk menyikapi masalah daftar pemilih tetap, dan indikasi pelanggaran suara. Rapat pleno menyepakati untuk membawa ke meja hukum, nanti kami sampaikan ke ke Bawaslu dan KPU," ujar Jusuf Kalla usai pleno.

Dijelaskan JK, selain membahas evaluasi hasil pilpres, pleno juga membahas persiapan rapat pimpinan nasional (rapimnas), musyawarah nasional (munas), dan musyawarah daerah (musda).

Kesepakatan-kesepakatan yang dihasilkan rapat pleno selanjutnya akan menjadi bahasan pada rapat konsultasi nasional yang akan berlangsung 20 Juli mendatang. Rapat konsultasi ini yang akan membicarakan mengenai penyelenggaraan rapimnas.

JK menjelaskan, forum rapimnas yang akan menentukan kapan munas akan digelar, termasuk lokasinya. "Rapimnas pula yang akan menentukan, apakah munas didahului musda, ataukah munas dulu baru musdanya menyusul," terang JK. (JPNN) 


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

Tiga Makam Penyebar Islam Termashur di Karawang


KARAWANG, RAKA – Obyek wisata ziarah di wilayah Kabupaten Karawang, orang banyak yang tidak asing bila disebut nama Makam Syech Quro di Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang. Sebab tokoh ulama yang bernama asli Syech Hasanuddin dari Gujarat ini, disebutkan dalam sejarah, sebagai penyebar agama Islam pertama di daerah lumbung padinya Jawa Barat ini.

Namun tidak sedikit yang masih asing ketika ada tempat lain sebagai obyek wisata sejenis. Yakni, Makam Ki Bagus Jabin yang terletak di Desa Cikampek Pusaka Kecamatan Cikampek. Menurut kumpulan sejarah, tercatat pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karawang, tokoh bernama Ki Bagus Jabin atau Raden Kramawangsa adalah putra Demang Surapersada bin Ki Bagus Urang. Atau Raden Surajatihusni putra Sinuhun Kasepuhan Cirebon.

Sejarah juga mencatat, tokoh yang memiliki jasa besar bagi perjuangan bangsa ini di masa penjajahan Belanda tempoe doeloe, saat itu terjadi perang Bantarjati pada tahun 1809 hingga 1811 yang berlangsung di sepanjang pantai utara. Setelah perang berlangsung, terjadi kesepakatan damai antara Kesultanan Cirebon dengan pihak Kompeni. Ki Bagus Jabin bersama para pemuda menolak kesepakatan damai tersebut.

Alasan penolakan kesepakatan damai karena dianggap pihak Kompeni terkenal licik dengan politik adu dombanya. Sampai akhirnya ketidak setujuan Ki Bagus Jabin itu dipolitisir pihak Kompeni sebagai pembangkangan. Beliau dituding melawan penguasa, atau Kesultanan. Akhirnya Sinuhun Sultan Cirebon memerintahkan penangkapan.

Karena pertalian keluarga, Ki Bagus Jabin memutuskan untuk meninggalkan Cirebon. Dalam catatan sejarah juga tertulis, niatan beliau itu bertujuan agar perang saudara dan keutuhan keluarga Kesultanan bisa dicegah agar tetap utuh. Selama perjalanan, Ki Bagus Jabin sampai di daerah Cikampek Pusaka. Beliau langsung menyebarkan agama Islam hingga wafat. Jasadnya dimakamkan di daerah ini.

Sampai sekarang, makam Ki Bagus jabin jadi tempat ziarah dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya warga tanah Jawa. Para peziarah melakukan tawasul untuk mendoakan beliau sambil mengenang sejarah perjuangan hidupnya dalam mengusir penjajah, sekaligus menyebarkan Islam di Karawang sebagai agama yang diyakini kebenarannya. Jarak tempuh bila ingin menuju ke makam Ki Bagus Jabin, dari pusat kota Karawang sekarang hanya 25 kilometer.

Di makam ini peziarah akan melihat langsung bukti-bukti peninggalan Ki Bagus Jabin. Termasuk ada gong Kabuyutan yang tersimpan utuh untuk kelestariannya. Tokoh lain sebagai penyebar Islam di Karawang yang makamnya ada di sini adalah Nyi Mas Rara Santang. Makamnya terdapat di Desa dan Kecamatan Jayakerta. Atau jarak tempuhnya dari pusat kota Karawang sekitar 30 kilometer.

Menurut sejarah, Nyi Mas Rara Santang atau nama lain yang dikenalnya Nyi Mas Ratu Gamparan adalah putri raja Padjadjaran yang bernama Raden Pamanah Rasa bergelar Prabu Siliwangi dari permaisuri Nyi Subang Larang. Beliau santri pertama pesantren Syech Quro. Nyi Mas Rara Santang meninggalkan kerajaan Padjadjaran, menyusul kakaknya Raden Walang Sungsang yang sedang mencari syariat agama Islam.

Selama dalam kejaran tentara kerajaan Padjadjaran, beliu keluar masuk hutan. Karena kakinya bengkak, di salah satu dusun beliau beristirahat dibawah pohon kosambi sambil bersemedi. Lalu beilau menggali tanah hingga keluar mata air yang kemudian disebut Air Suci.

Sampai saat ini, makam Nyi Mas Rara Santang masih didatangi masyarakat untuk ziarah. Beberapa benda pusaka peninggalannya juga tersimpan dan terawat dengan baik hingga sekarang.

Seperti Kujang, belati, batu giok naga, tasbih dari batu, dan yang lainnya. Pertanyaan sederhana, kenalkah generasi kita sekarang kepada ketiga tokoh besar yang sangat berjasa sebagai penyebar Islam di Kabupaten Karawang? (vins)



Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

SBY Tak Datang, Laporan Harus Diproses


JAKARTA,RAKA
- Kubu capres-cawapres Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto menyayangkan keputusan capres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang tidak akan memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Bagi mereka, hal itu merupakan suatu kejanggalan.

Tim advokasi Mega-Pro Gayus Lumbuun mengungkapkan, hal itu berbanding terbalik ketika Bawaslu mamanggil Megawati beberapa waktu lalu terkait dugaan pelanggaran Pilpres. Mega langsung datang, bukan diwakili tim suksesnya.

"Kalau memang boleh diwakili, itu wewenang Bawaslu. Tapi bagaimanapun harus ada proses (dari laporan kami)," tegasnya Rabu (15/7).
Meski SBY akan diwakili tim suksesnya, Gayus menekankan proses hukum terkait laporan tersebut harus tetap dilanjutkan.

"Endingnya ke pidana," paparnya.
Seperti diketahui, Bawaslu melayangkan panggilan kepada capres SBY atas laporan tim sukses capres-cawapres Megawati-Prabowo. Mereka melaporkan dugaan pelanggaran Pilpres saat SBY melakukan video teleconference dengan seluruh kepala daerah untuk mengecek persiapan Pilpres.

Sementara, kemenangan SBY dalam pilpres 2009 lebih disebabkan personality dia yang memikat rakyat, bukan karena hasil kerja 24 partai pendukungnya. Karenanya, SBY tidak perlu terlalu pusing untuk mengakomodir keinginan partai pendukungnya di kabinet mendatang.

Lebih baik SBY memilih kalangan profesional untuk mengisi kabinetnya. Menurut anggot Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Ichsan Loulembah, jika SBY tetap ingin menunjuk orang partai, jumlahnya harus dibatasi.

Menurutnya, hanya tiga partai pendukung SBY yang layak mendapat jatah kursi menteri, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Ketiga partai itu layak diberi jatah kursi bukan karena untuk membalas jasa sebagai partai pendukung, tapi sebagai cara untuk menjaga keseimbangan politik. "Karena PPP bisa disebut merepresentasikan kalangan Nahdlatul Ulama, PAN mewakili Muhammadiyah, dan PKS yang secara politik memang harus diperhitungkan," ujar Ichsan Loulembah kepada koran ini di gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).

Menurutnya, kalau pun SBY merasa tidak enak hati dengaan partai-partai lain selain ketiga partai tersebut, maka cukup mereka diberi jabatan sebagai duta besar (dubes) saja.

Pendapat yang sama disampaikan pakar Hukum Tata Negara (HTN) Irman Putra Sidin. SBY, katanya, tidak perlu menuruti keinginan seluruh partai pendukung. Dijelaskan, bahwa 24 partai dulunya berkoalisi untuk mengusung pencalonan SBY sebagai presiden, yang berarti tidak lantas sebagai partai pendukung pemerintah.

Alasan lain, hal ini untuk menata sistem pemerintahan presidensiil. Agar presiden bisa bekerja secara efektif, maka dia tidak boleh direcoki oleh kepentingan-kepentingan politik para pembntunya.

Bagaimana pun, menteri yang berasal dari partai akan punya loyalitas ganda, yakni kepada presiden dan kepada partainya. "Jadi, kalau SBY ambil dari orang partai, sama saja dia menyimpan musuh dalam selimut," katanya.

Alasan lain, secara teoritis, memang orang partai bukan untuk duduk di kabinet. Politisi sudah diberi ruang untuk memperebutkan kursi di legislatif yakni DPR dan DPRD. Namun dia mengakui, SBY tidak akan berani secara total meninggalkan partai-partai pendukungnya.

SBY akan berhadapan dengan partai-partai yang ngotot mendapat jatah menteri. "Karena faktanya, kursi kabinet itu seperti kapal keruk. Orang-orang partai akan memperbutkan kursi menteri kehutanan misalnya, dibanding menteri pertahanan atau menteri luar negeri, karena menteri kehutanan bisa menjadi sarana menumpuk pundi-pundi harta," ujarnya.  

JK Belum Bersikap
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla tidak berani memastikan apakah Golkar nantinya menjadi partai oposisi ataukah ikut menjadi partai pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono. JK menyerahkan hal itu kepada kepengurusan Golkar yang baru nantinya.

"Golkar akan menjadi partai pemerintah atau tidak lagi, itu menjadi domain kepengurusan baru mendatang," ujar JK usai rapat pleno di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (15/7). JK mengaku hanya bisa memastikan bahwa Golkar tetap bersama pemerintah sampai Oktober mendatang, dimana masa jabatannya sebagai Wakil Presiden sudah habis.

Berbeda dengan JK, Sekjen Golkar Sumarsono Golkar mengisyaratkan tidak akan menjadi oposisi kendati kalah dalam pilpres lalu. "Di dalam sistem ketatanegaraan yang menganut sistem presidensil, tidak ada istilah oposisi. Tapi, itu semua masih dalam batas masukan perorangan. Belum menjadi sikap partai," tegas Sumarsono.

Rapimnas Golkar dijadwalkan digelar antara tanggal 12 atau 13 Agustus. Agendanya mempersiapkan jadwal dan tempat Munas. Ketua DPP Golkar Andi Mattalatta menyebut empat daerah yang diusulkan menjadi lokasi munas adalah Makassar, Surabaya, Banten atau Medan. (JPNN) 


Apakah wajar artis ikut Pemilu?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Yuddy Siap Hadapi Ical dan Paloh

    
JAKARTA,RAKA- Rivalitas di internal Partai Golkar untuk memperebutkan kursi ketua umum semakin menarik. Selain Aburizal Bakrie dan Surya Paloh, kini muncul nama Yuddy Chrisnandi. Dengan munculnya nama politisi muda itu, pengkubuan kini tidak lagi sekedar mengerucut ke Ical dan Paloh. Pasalnya, Yuddy termasuk 'orang dekat' Jusuf Kalla dan selalu bersama JK di masa kampanye pilpres yang lalu itu.

JK sendiri yang menceritakan bahwa Yuddy telah menyatakan kesiapannya untuk ikut memperebutkan jabatan Ketum Partai Golkar di forum pleno DPP Golkar yang digelar di Slipi, Jakarta, Rabu (15/7). "Saudara Yuddy menyatakan diri kesiapannya untuk maju untuk menjadi Ketua Umum dalam pleno tadi," ujar JK kepada wartawan usai pleno.

Dimintai pendapatnya mengenai kesiapan Yuddy itu, JK mengatakan, merupakan hak setiap kader Golkar yang sudah menjadi pengurus selama minimal lima tahun untuk ikut mencalonkan diri sebagai ketum. "Dan Yuddy itu kan sudah memenuhi syarat. Jadi itu hak dia," ujar JK. Saat ini, Yuddy merupakan Ketua Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) DPP Partai Golkar.

JK menyebutkan, hingga saat ini baru Yuddy yang sudah terang-terangan ikut mengajukan diri sebagai calon ketum. Sedang Ical dan paloh, kata JK, belum pernah menyampaikan secara resmi. Yang menarik, begitu JK masuk mobil pribadinya usai memberikan keterangan kepada wartawan, tiba-tiba Yuddy ikut masuk ke mobil JK itu. Dua politisi Golkar yang mewakili kalangan tua dan muda itu tampak begitu akrab.

Yuddy sendiri menegaskan sungguh-sungguh akan maju. "Saya siap sepenuhnya. Saya memiliki konsep dan visi yang jelas, tapi saya akui saya tidak memiliki duit," tegas Yuddy.

Dia terang-terangan mengakui dirinya hanya kalah duit dibanding dua calon lain. Mengenai soal duit yang dikahawatirkan Yuddy menjadi bekal untuk politik uang, JK berharap pada Munas Golkar mendatang hal tersebut tidak terjadi. DPP Golkar akan membuat aturan dan tata tertib yang ketat untuk itu

Sebelumnya, Yuddy menjelaskan, saat ini kader-kader muda Partai Golkar sedang merapatkan barisan. Kalangan muda ini, kata Yuddy, tidak mau terseret masuk ke kubu Ical maupun Paloh. "Kaum muda Golkar tidak ingin terjebak dalam salah satu kubu.

Mereka bersepakat untuk memberikan suara kepada kandidat yang dapat memperluas peran struktural kader muda Golkar di kepengurusan secara lebih dominan," ujar Yuddy. Dia menyebutkan, 70 persen kepengurusan DPP Golkar mendatang harus diisi kaum muda. (JPNN) 


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

Warga Desa Duren, Keluhkan Asap Pabrik, Sudah Protes, Pabrik Jalan Terus


KLARI, RAKA - Meski sebelumnya warga Perumahan Bumi Kosambih Permai, Desa Duren, Kecamatan Klari, melakukan protes terhadap pihak perusahaan Universal Kharisma Garment yang letaknya sangat berdekatan dengan lingkungan, beberapa waktu yang lalu, namun hingga saat ini aspirasi tersebut belum ditanggapi.

Salah seorang warga setempat Oyok, kepada RAKA, Rabu (15/7) siang, mengatakan, aksi protes yang dilakukan oleh warga tidak lain agar pihak perusahaan melakukan perbaikan alat pembuang asap yang dimiliki pihak perusahaan.

Pasalnya, dampak yang disebabkan menyebabkan warga perum merasa terganggu oleh bau dan asap yang menganggu pernafasan. "Kami khawatir ada dampak negatif dari pembuangan sampah tersebut terhadap kesehatan masyarakat, karena setiap hari masyarakat menghisap asap tersebut," terangnya.

Namun lanjutnya, keluhan yang dirasakan oleh warga pihak perusahaan terkesan tidak peduli. Bahkan, dampak lingkungan akibat perusahaan tersebut sudah dirasakan warga perum sudah cukup lama. Yang disesalkan, sampai sekarang belum ada kepedulian yang diberikan perusahaan terhadap warga.

Padahal semestinya, perusahaan juga harus memperhatikan terkait dengan jaminan kesehatan. "Karena jelas, dampak lingkungan dengan berdirinya PT UKG produsen garmet sangat merugikan warga. Harus ada kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat sekitar," katanya.

Terlebih, Oyok menambahkan, kekhawatiran warga pencemaran yang diakibatkan bahan bakar batubara yang mengandung bahan berbahaya B3. Karena perusahaan terkesan sangat mengabaikan mengenai masalah keamanan, mengingat jika diperhatikan perusahaan tidak memiliki tempat ataupun gudang penyimpanan bahan bakar batubara dengan baik dan sesuai dengan ketentuan.

"Seharusnya perusahaan harus memperhatikan masalah keamanan, agar keamanan perusahaan ataupun lingkungan tetap terjaga. Sehingga masyarakat pun memiliki rasa aman," paparnya.

Dia melanjutkan, dia juga mempertanyakan terkait dengan tugas pihak dinas terkait seperti Lingkungan Hidup dan Disnaker yang pada waktu itu telah melakukan kroscek ke perusahaan tersebut. Tapi, ujar Oyok, sampai saat ini belum ada tindakan yang serius.

Karena meskipun diduga alat cerobong dan bahan bakar seperti menggunakan batubara, belum memiliki izin dari lingkungan. "Jika memang pihak perusahaan akan melakukan proses perizinan, semestinya harus melalui lingkungan sekitar lokasi berdirinya perusahaan. Tidak bisa izin dikeluarkan jika lingkungan belum menyetujuinya," tandasnya. (asy)


Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

Orang Tua Eksploitasi Anak Sendiri

MINTA-MINTA: Bocah yang masih menggunakan celana warna merah, tampak sedang meminta-minta di lampu merah depan Kantor Kecamatan Cikampek.

CIKAMPEK, RAKA - Akar permasalahan anak jalanan (anjal) yang ada di Cikampek, dinilai lebih besar pada peranan orang tua. Pasalnya, dengan alasan keterbatasan ekonomi, anak-anak sering diperintah orang tua untuk mengais rejeki di jalanan.

Cara yang digunakannya pun beragam, ada yang mengamen ada pula yang meminta-minta. Padahal anak-anak tersebut kebanyakan masih di bawah umur. Dari data yang dimiliki sejak tahun 2008, ada sekitar 170 anjal yang tersebar di Cikampek. Hal tersebut dikatakan Ketua Yayasan Lentera Idris Fadilah, saat ditemui RAKA, Rabu (15/7) siang.


Menurutnya, sebetulnya anak-anak jalanan yang ada sekitar Cikampek, kebanyakan mereka masih memiliki orang tua. Namun orang tua mereka memerintahkan mereka untuk mencari uang di jalanan. Setelah selesai, uang tersebut diberikan pada orang tuanya masing-masing. Memang orang tua mereka berasal dari keluarga yang tidak mampu dan memiliki banyak anak.

Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, melibatkan anak-anak untuk mencari rejeki. "Kami kesulitan mengarahkan anjal, karena faktor orang tua mereka. Kadang kesadaran orang tua terhadap pendidikan anaknya juga masih minim," tuturnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, karena orang tua anak jalanan selalu beralasan masalah ekonomi, pihaknya telah mencoba membantu mengatasi masalah tersebut. Dia memberikan pinjaman modal usaha pada 20 orang tua anak jalanan. Tapi mereka tidak memanfaatkan bantuan tersebut dengan baik, sehingga pinjaman tersebut tidak berjalan dengan baik. Dari 20 peminjam tersebut, yang masih bertahan hingga kini hanya satu orang.

"Kami saat ini masih kesulitan untuk mencari cara agar mengatasi kemiskinan orang tua anak jalanan. Saya akan mencoba merintis usaha untuk memberdayakan mereka. Siapa tahu kalau perekonimian mereka telah berdaya, mereka tidak akan menyuruh anak-anaknya turun kejalanan," ungkapnya.

Karena dasar keprihatianan terhadap anjal tersebut, lanjut Idris, pada tahun 2003 lalu, dia mendirikan rumah perlindungan anak Lentera. Di tempat tersebut, dia menampung anak-anak jalanan yang ada di Cikampek.

Dia mengarahkan anak-anak untuk menjalani pendidikan di sekolah. Karena anjal yang ada di tempatnya, ada yang masih duduk dibangku sekolah. "Kami juga pernah mengadakan sekolah paket untuk anjal. Tapi kami mengalami kesulitan mengarahkannya karena perhatian mereka terhadap pendidikan masih kurang," tuturnya.

Dia menambahkan, selain diarahkan dalam dunia pendidikan, dia juga memberikan pelatihan keterampilan berupa prosesing palawija, sablon, bengkel dan menjahit. Agar mereka memiliki keterampilan dan tidak selamanya menjadi anjal.

Namun dalam mengelola anjal, dia memiliki kendala mengenai masalah pendanaan untuk anak-anak tersebut. Saat ini dia hanya mendapatkan bantuan dari APBN, untuk APBD dia belum mendapatkannya. "Di sini juga saya hanya bisa memfasilitasi tempat saja untuk anjal.

Untuk makannya saya belum bisa menjamin karena keterbatasan anggaran. Untuk tempat saja, saya masih ngontrak. Saya berharap ada kucuran dana yang cukup untuk membina anjal dan memberikan penyuluhan bagi orang tua mereka. Jika orang tua belum tersadarkan, anak jalanan sulit ditekan jumlahnya," tuturnya.

Sementara itu, salah seorang aktivis Cikampek, Ahmad Yunus mengatakan, Komnas Perlindungan Anak harus segera dibentuk di Cikampek, agar eksploitasi terhadap anak-anak tidak dilakukan oleh orang tua maupun orang lain.

Pembinaan terhadap anak jalanan harus terus dilakukan agar mereka memiliki pandangan yang positif dalam menyikapi hidup ini. Jika anak-anak terus dibiarkan dieksploitasi, maka kedepan generasi bangsa akan rusak.

"Penyuluhan dan penyadaran hukup terhadap para orang tua harus terus dilakukan, agar mereka bisa mendidik anaknya dengan baik. Bila demikian, maka generasi bangsa akan terselamatkan," tutupnya. (asy)


Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!

SD Tak Kenal MOS


KLARI, RAKA
- Memasuki tahun ajaran baru, ada tradisi yang tidak tertulis dalam aturan sekolah, setiap siswa baru harus mengikuti kegiatan masa orientasi siswa (MOS). Hal ini dimaksudkan untuk memberikan bimbingan pada siswa baru, sebelum mereka mengikuti belajar efektif di sekolah.

Namun istilah MOS tidak dikenal dalam sekolah dasar (SD). Hal tersebut dikatakan oleh guru SD Palumbonsari 4 Agus Sopyan saat dihubungi RAKA, Rabu (15/7), siang di kediamannya. Lebih lanjut dia menuturkan, melihat dari faktor usia, kegiatan MOS belum biasa diterapkan ditingkat SD. Karena secara psikologis anak belum bisa mengikuti MOS seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah lainnya.

Pada awal masuk sekolah, siswa SD hanya diperkenalkan mengenai tata cara belajar, pengenalan ruang kelas dan pengenalan guru yang akan membimbingnya dalam belajar serta pembiasaan belajar. "Secara psikologis anak yang pertama masuk SD masih kental masa balitanya. Jadi mereka perlu bimbingan yang lebih intens. Mereka belum terbiasa belajar di dalam ruangan," tuturnya.

Menurutnya, dia mendukung kegiatan MOS untuk diadakan di sekolah-sekolah, selama MOS tersebut memiliki nilai positif. Dia tidak memungkiri, terkadang dalam MOS ada perpoloncoan terhadap siswa baru.

Dan hal tersebut sangat keluar dari jalur pendidikan. Karena pendidikan tidak mengajarkan perpeloncoan seperti itu, tapi yang dilihatnya saat ini, sistem perpoloncoan seperti itu sudah tidak terjadi lagi. "MOS harus bisa mengarahkan siswa untuk lebih baik dan siap menghadapi proses belajar di sekolah. Jangan sampai MOS berlangsung dengan sia-sia tanpa ada pelajaran yang didapat oleh siswa," terang pria yang juga pelatih Paskibra ini.

Agus menambahkan, dalam MOS siswa baru harus diberikan pelajaran mengenai kesiswaan dan pengenalan lingkungan sekolah. Agar setelah dia efektif belajar di sekolah, dia sudah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya sebagai siswa, serta mengenai seluk beluk sekolah yang menjadi tempatnya belajar.

Agar siswa tersebut bisa mengarahkan dirinya sendiri untuk mengembangkan potensi dirinya masing-masing. "Usia sekolah SLTP maupun SLTA, merupakan usia yang masih labil dan memerlukan bimbingan. Dari hasil MOS siswa harus bisa menggali potensi dalam dirinya," ungkapnya.

Dia meneruskan, MOS juga harus mampu menunjang proses pembelajaran di sekolah, agar siswa merasa terbantu dalam mengikuti proses belajar mengajar setelah MOS selesai. Tantangan pelajar ke depan, menurutnya, semakin berat. Pasalnya, pelajar harus bisa memberikan kontribusi yang positif terhadap kemajuan bangsa.

Jika siswa dibina dengan baik, maka kedepan genarasi bangsa akan baik pula. "Dalam MOS mental dan kognitif siswa digembleng agar mereka mampu menerjemahkan status mereka sebagai siswa. Dan memiliki mental yang kuat, supaya kedepan mereka bisa menghadapi tantangan yang akan dihadapinya," pungkasnya. (asy)


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

Purwasari Telat Panen


PURWASARI, RAKA - Seharusnnya, seluruh petani di Kampung Salagedang, Desa Cengkong, Kecamatan Purwasari, telah memanen sawahnya. Namun karena diserang hama beureum, petani harus menunda memanen padinya.

Menurut petani asal Salagedang, Iyar (70), Rabu (15/7), pada waktu padinya baru ditanam, hama beureum menyerang tanamannya, sehingga pertumbuhannya menjadi tersendat. Setelah hama beureum menghilang, hama tikus kembali menyerang padinya hingga habis.

Dengan kejadian tersebut, tanaman padinya habis dimakan tikus. Dengan begitu, pertumbuhan padi menjadi terganggu karena harus tumbuh dari awal lagi.

"Obat selalu diberikan untuk mengusir hama, tapi obat-obat, hama tetap jalan. Saya sampai tiga kali 'ngarambet' dan tentunya mengeluarkan biaya tambahan," paparnya.

Dia melanjutkan, seharusnya saat ini sawah yang dimiliki sudah dipanen, namun karena pada waktu tanam dulu diserang hama, akhirnya panennya tertunda hingga beberapa minggu kedepan.

Untungnya, hama yang menyerang sawahnya tidak menyebabkan gagal panen. Paling hanya mengurangi jumlah padi yang dihasilkannya. Jika dalam keadaan normal, dalam 7.000 meter sawah yang dimilikinya, dia bisa menghasilkan sebanyak 10 kuintal. Tapi karena diserang hama, dia memperkirakan paling banyak juga bisa mendapatkan 7 kuintal saja.

"Tidak rugi juga sudah untung sekarang mah, paling juga pulang modal. Sawah yang matang tidak merata karena sebagian diserang hama, jadi saya terpaksa nunggu panen semua," ucapnya.

Dalam mengantisipasi hama tikus, lanjut Iyar, dia hanya menggunakan obat-obatan. Tidak pernah menggunakan perangkap tikus yang dialiri oleh listrik. Menurutnya, dia tidak akan mempergunakan cara tersebut, karena dinilai  tidak efektif dan membahayakan. Untuk meminimalisir serangan hama, terutama hama tikus.

Selain menggunakan obat, dia juga memagari sawahnya dengan menggunakan plastik, sehingga tikus tidak bisa menyebrangi sawah. "saya nggak ngerti penggunaan perangkap tikus dengan listik. Lebih aman menggunakan cara yang tradisional saja," jelas Iyar.

Petani lainnya, Misbah (46) mengatakan, dia juga mengalami nasib yang sama, dirinya harus menunda masa panen karena gangguan hama. Sawah yang terkena hama cukup banyak, hampir separuh sawah yang dimilikinya.

Pada umumnya, sawah yang berada di lingkungannya saat ini sudah mulai dipanen. Tapi itu diperuntukan untuk sawah yang tidak terkena hama. "Beginilah nasib petani, hambatan selalu datang. Saya tidak tahu panen nanti dapat untung atau tidak, bisa dipanen juga sudah bersyukur," terangnya. (asy)


Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

Jumlah Penduduk Bakal Meledak


Hampir tidak mungkin untuk dihindari, bahwa Jawa Barat akan memiliki penduduk mencapai 50 juta jiwa. Jika melihat perkembangan pertumbuhan jumlah penduduk selama priode 1970 hingga 2009, jumlah penduduk di Jabar pada tahun 2021 diperkirakan mencapai 50 juta.

Dengan jumlah mencapai 50 juta jiwa, maka dalam wilayah per km2 akan dihuni oleh sekitar 1.436 jiwa atau terus melonja dibanding tahun 2000 dengan jumlah penduduk 36,1 juta, kepadatan 1.036 per km2.

Menurut Pemerhati Kependudukan Jawa Barat, Saud PS Munthe, dengan kurun waktu tinggal 12 tahun lagi menuju 2021, Jabar akan mengalami pertambahan penduduk sekitar 8 juta jiwa.

"Dilihat dari data, jumlah pertumbuhan penduduk Jabar terus meningkat 2000-2005 meningkat 2,1% jumlah penduduk 42,55 juta, 2005-2010 naik 1,7% jumlah penduduk 46,07 juta, 2010-2015 naik 1,6% jumlah penduduk 49,5 juta, 2015-2020 naik 1,45%," ujarnya.

Menurut Saud, beberapa skenario yang harus dilakukan untuk memperlambat pertambahan jumlah pendudukan di Jabar, diantaranya penurunan kelahiran melalui intensifiasi program KB atau secara ekstrim menutup pintu bagi migran dari luar Jabar.

"Untuk kebijakan menutup akses bagi migran itu tidak mungkinslain merusak keutuhan NKRI juga akan merugikan penduduk Jabar yang dalam jangka panjang sangat membutuhkan keterbukaan provinsi lain dalam menerima migran dari Jabar," tandasnya.

"Dengan program KB, sekitar 75% dari pasangan usia subur menjadi peserta KB aktif itu akan membantu menekan jumlah penduduk, tapi jika gagal kemungkinan pertumbuhan 50 juta penduduk bisa lebih cepat, bisa tahun 2018 atau 2019," pungkas Saud, sore kemarin. (rk)


Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru Akhirnya datang juga!

Tugu Proklamasi: Menegpora Dukung Tapak Tilas Kebulatan Tekad


JAKARTA, RAKA – Kantor Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Kemenegpora) mendukung kegiatan Napak Tilas Kebulatan Tekad Proklamasi 2009 di Tugu Proklamasi Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, yang digelar dan diprakarsai Yayasan Sangga Buana Karawang.

Bahkan direncanakan Menegpora Dr. Adhyaksa Dault akan melepas konvoi tapak tilas dari Jakarta ke Rengasdengklok yang jadwalnya diawali di halaman Kemenegpora pada 16 Agustus nanti.

Dukungan Kemenegpora terhadap kegiatan yang penuh dengan makna sejarah kemerdekaan bangsa Indonesia ini diungkapkan oleh Deputi I Bidang Kepemudaan Kemenegpora, Syakhyan Asmara saat menerima Ketua Yayasan Sangga Buana, Suherman Ismail Al Mansur dan Panpel Napak Tilas Kebulatan Tekad Proklamasi 16 Agustus 1945.

"Kegiatan besar dan bermakna sejarah ini jelas kita dukung. Diharapkan kegiatan ini bisa berkesinambungan setiap tahun sehingga bisa terus menggelorakan semangat Proklamasi 1945 kepada pemuda dan generasi muda kita," ujar Syakhyan, di ruang kerjanya di Wisma Karsa Pemuda Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).

Syakhan yang tampak antusias berbicara masalah semangat juang pemuda ini menambahkan, Kemenegpora selalu mendukung kegiatan yang berkaitan dengan acara tahunan Proklamasi ini. Dia menceritakan, tahun lalu, Menegpora Adhyaksa Dault berperan melepas napak tilas Proklamasi yang diselenggarakan oleh tokoh pejuang Herman Saren Sudiro.

"Tahun ini kita berharap Bapak Menteri juga bisa melepas peserta napak tilas. Namun kami akan melihat dulu jadwal beliau. Jika ada waktunya tentunya kegiatan ini akan diutamakan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sangga Buana, Suherman Ismail Al Mansur yang duduk sebagai Penanggungjawab Kegiatan Napak Tilas itu menjelaskan, napak tilas akan menempuh rute Jakarta menuju Rengasdengklok, Karawang pada 16 Agustus 2009 nanti.

Acara napak tilas akan dimeriahkan oleh grup Otomotif Monil Willis Jakarta, Motor Besar Club Jakarta, Group Marching Band, Drama kolosal berjudul 'Detik-detik Kemerdekaan', Panggung Dangdut, seni Sunda Jaipong dan bazaar. Selain itu juga diselenggarakan bakti sosial berupa sunatan massal.

"Diperkirakan acara akan melibatkan 1.000 – 2.000 massa yang terdiri dari segenap elemen masyarakat. Acara berlangsung dari 15 – 16 Agustus di Lapangan Bojong Tugu Rengasdengklok," kata Suherman. (spn)


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Dana PKH di Kutawaluya Cair

DANA PKH: Antrian pencairan dana PKH di kantor Kecamatan Kutawaluya, kemarin. Ironisnya, pembagian dana itu justru menciptakan kesenjangan sosial dikalangan masyarakat setempat.

KUTAWALUYA, RAKA -  Sebanyak 839 rumah tangga sangat miskin (RTSM), menerima dana program keluarga harapan (PKH), Rabu (15/7). Seperti BLT, pencairannya melalui pegawai Kantor Pos yang tersebar di wilayah penerima dana tersebut. Ironisnya, pencairan dana sosial itu justru menciptakan kecemburuan sosial dikalangan warga.

seperti dikatakan Nasih (40), seusai menerima dana tersebut, ia kerap dicemburui para tetangganya yang tidak menerima dana tersebut. Pasalnya, keadaan ekonomi mereka sama miskinnya. "Para tetangga sering mengatakan kenapa mereka tidak dapat padahal keadaan ekonominya sama miskinya," ucap Nasih.

Meski demikian, kata Nasih, dia juga turut senang telah mendapatkan dana tersebut. Karena dengan dana itu, dia dapat melengkapi kebutuhan sekolah anaknya. "Saya bisa membeli beberapa perlengkapan sekolah anak, seperti buku, seragam dan lainnya," jelasnya.

Dalam pembagian dana PKH itu, setiap warga bisa mendapatkan dana PKH minimal Rp 600 ribu dan maksimal Rp 2,2 juta per tahun. "Setiap RTSM bisa menerima dana PKH minimal Rp 600 ribu/tahun.

Dana tersebut akan disalurkan melalui Kantor Pos tiga kali dalam satu tahunnya. Sama halnya dengan BLT, penerima PKH tak boleh mewakilkan dalam pencairannya," ujar pendamping program tersebut, Ir. Solihatul Alawiyah dan Dian Eka Wati Spd saat memantau pencairan PKH dilingkungan Kantor Kecamatan, kemarin.

Solihatun menyebutkan, dana PKH diperuntukkan bagi kaum ibu-ibu. Kriterianya mencakup ibu yang sedang hamil, ibu yang mempunyai balita, serta ibu yang mempunyai anak usia sekolah SD dan SMP. Itu merupakan program pusat dalam usaha penyadaran masyarakat dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

"Kami sebagai pendamping bertugas untuk memberikan penyadaran terhadap mereka para penerima dana PKH tentang pentingnya kesehatan dan pendidikan. Itu dimaksudkan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan melalui peningkatan SDM," terangnya.

Menanggapi pernyataan warga tersebut, lanjut dia, PKH tidak mengalami penambahan kuota. Dari kecamatan yang dialokasikannya, Sehingga total penerima PKH sebanyak 1.467 RTSM yang tersebar di 12 desa se-kecamatan, yakni sindangsari, sindangkarya, kutakarya, kutajaya, Kutagandok, mulyajaya, sampalan, waluya, sindangmukti, kutaraja, kutamukti,dan sindangmulya. Dari 12 desa itu, terangnya, akan dibagikan dalam dua hari.              

"Hanya saja kami menyayangkan kenapa koordinasi antara instansi terkait kurang. Padahal itu merupakan program lintas sektoral yang melibatkan Disnakertransos, Disdik, Dinkes, BKKP, BPS, dan Depag. Namun, koordinasi di antara institusi tersebut sangat kurang. Kami hanya berkoordinasi dengan Disnakertransos," ucapnya.(get)


Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Budi Daya Itik Bisnis Menjanjikan di Desa Waluya


KUTAWALUYA, RAKA - Budidaya itik memiliki peluang bagus untuk dikembangkan. Terlebih saat ini permintaan makin tinggi dari masyarakat untuk konsumsi telur dan daging, sebagai sumber protein yang efisien.

Bisnis budidaya ini memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Seperti dikatakan peternak Itik petelur Desa Waluya, Kecamatan Kutawaluya, Hudri (50) kepada  RAKA, Rabu (15/7). Menurutnya, jenis unggas yang awalnya berasal dari Jawa, mempunyai beberapa keunggulan dan keuntungan kalau ditinjau dari segi ekonomisnya.

Karena sifat dasar berbagai jenis itik yang ada di wilayah manapun, jantan maupun betina. Tidak sulit untuk beradaptasi di tempat pengembangannya. Selain, pebisnis bisa juga mengambil bagian dari pembibitan ternak itik sebagai fokus usaha.

Umumnya, terang Hudri, usaha peternakan itik sebagian besar diwilayahnya, ditujukan untuk itik petelur. Seperti yang sedang dijalankannya sekarang ini. Namun, lanjutnya, peluang menjadikan itik pedaging juga bisa dilakukan baik dari itik jantan atau itik betina yang sudah lewat masa produksinya. "Biasanya, satu itik bisa terjual dengan harga 50 ribu sedangkan mantan itik petelur bisa mencapai 30 ribu," terangnya.

Namun, Sebelum seorang peternak memulai usahanya, kata Hudri, peternak harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak itik (5-8 minggu), pemeliharaan itik Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan itik petelur (umur 20 minggu ke atas).

Selain itu, katanya, Masa produksi itik petelur ideanya adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata itik lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, itik alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 68 minggu.

Pengembangan dan pemeliharaan itik potong agar tercapai efisiensi pemanfaatannya menurut Hudri, dapat menggunakan itik yang telah lewat masa produksinya maupun itik jantan. Sementara untuk harga bibit, itik jantan lebih murah jika dibandingkan itik betina, karena msyarakat selama ini hanya mengenal dan memetik keuntungan dari itik betina sebagai petelur.

Hudri menambahkan, pemeliharaannya tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada itik betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg.

Dengan memanfaatkan itik jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi. (get)


Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

PSB Sekolah Swasta Kutawaluya Sesuai Target


KUTAWALUYA, RAKA - Sekolah gratis harus disikapi secara proforsional. Terlebih program itu merupakan itikad baik pemerintah yang ingin memberikan kesempatan kepada keluarga tidak mampu untuk bisa mendapatkan kesempatan belajar.

Demikian dijelaskan Kepala SMK Perbankan Indonesia, Bambang Pranowo didampingi Kepala SMK Ristek, Drs. Darsono Sumedi, kepada RAKA, Rabu (15/7) siang.

"Isu pendidikan ini sangat srategis, karena segala persoalan budaya dan teknologi tidak terlepas dari keberhasilan suatu negara dalam menjalankan pendidikan. Ini program yang ideal dan bagus," kata Bambang.

Lebih lanjut Bambang menambahkan, untuk menjalankan program pendidikan yang layak, lembaga sekolah selalu dihadapkan pada tantangan-tantangan yang cukup kompleks terutama dari sarana dan fasilitas sekolah.

Fasilitas ini akan memberikan dukungan yang signifikan terhadap pencapaian tujuan pendidikan. Target pendidikan pun tak lepas dilihat dari SDM (Sumber Daya Manusia) pengajar lembaga juga SDM siswa.

Bicara soal SDM yang kompetitif dan profesional, lanjutnya, tentu saja ini harus menyelaraskan kemajuan di berbagai bidang, maka guru harus tetap bisa menyelaraskan kemampuannya di semua bidang. Dan, ini membutuhkan biaya besar untuk tetap menjaga kompetensi guru yang 'up to date'.

"Pada program pendidikan gratis ini, DSP gratis pun harus disesuaikan dengan keaadaan sarana dan prasarana juga SDM yang baik. Sekolah gratis memang mempermudahkan masyarakat menyekolahkan putra-putrinya, tapi jangan sampai dengan digratiskan sekolah nantinya akan mengganggu pencapaian tujuan pendidikan akibat sarana pendidikan yang kurang," ucapnya.

Kita harus sikapi baik pendidikan gratis ini di Kabupaten Karawang untuk memberikan kesempatan belajar pada siswa. Selama ini tantangan yang dihadapi sekolah adalah fasilitas dan SDM sekolah yang masih membutuhkan biaya besar dan ini perlu ada dukungan dari pemerintah.

Sedangkan untuk sekolah swasta belum memungkinkan untuk bisa menjalankan sekolah gratis, karena kemampuan pengelola yayasan yang satu dengan yang lain tidak sama, ada yayasan yang memiliki basis usaha yang mendukung sekolah.

"Bagi sekolah swasta, masih mengandalkan dari orang tua. Dan saya pikir ini perlu perhatian dari semua pihak termasuk pemerintah," ujarnya.

Kata dia, Indonesia tidak mungkin bisa gratis, karena penyebaran pendidikan tiap daerah dan sekolah tidak merata. Gratis bisa berjalan jika keadaan yang ideal sudah terpenuhi.

Diantaranya sarana dan kerjasama dengan lembaga pendonor ditambah sekolah itu sudah memiliki semacam unit usaha sendiri. Sementara itu, Bambang menyatakan, PSB gratis untuk SMA/SMK di Kabupaten Karawang ini tidak mempengaruhi SMK Ristek dan SMK Perbankan Indonesia.

Kata dia, bahkan PSB di sekolah swasta ini sesuai dengan target. Meski diakuinya, pengembangan sekolah swasta jauh lebih sulit dibanding sekolah negeri, karena sekolah swasta bekerja dan berusaha keras sendiri untuk mencukupi fasilitas sekolah.

"Kami siap melangkah ke depan, kita selama ini telah menunjukan tanggungjawab besar dan sudah diperlihatkan pada masyarakat, diantaranya pembangunan sekolah dan melengkapi fasilitas pendidikan," ucapnya. (spn)


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

Pertamina Belum Bayar Petani Tirtajaya


TIRTAJAYA, RAKA - Para pemilik sawah belum mendapat ganti rugi dari Pertamina mengenai proyek seismik yang mereka lakukan. Menyusul proyek ini, hektaran sawah dinyatakan rusak karena terinjak-injak dan dibor sedalam 30 meter oleh Pertamina.

Pihak pertamina sendiri sebelumnya telah menjanjikan akan melakukan ganti rugi terhadap sawah-sawah milik warga yang dibor dan dijadikan lokasi operasional. Namun hingga kemarin belum ada realisasi dari Pertamina tentang ganti rugi tersebut.

Hal ini dikeluhkan oleh sejumlah petani di Kecamatan Tirtajaya termasuk beberapa kecamatan lainnya yang dilintasi proyek seismik tersebut. Hingga Selasa (14/7) kemarin, pihak Pertamina baru melakukan pembayaran ganti rugi untuk sawah-sawah yang diinjak-injak dan dibor di Desa Dewisari dan Desa Kertasari, Kecamatan Rengasdengklok.

Sesuai ketentuan, harga indek tiap meter persegi dibayar Rp 2.750, tercatat jumlah lahan sawah yang mendapat ganti rugi di Desa Dewisari sekitar 106 orang dan di Desa Kertasari sebanyak 45 orang.

Keterangan petugas seimik yang sulit menyebutkan namanya, dua desa itu mendapat ganti rugi karena dianggap pekerjaan sesismik di desa itu sudah selesai. Sedangkan daerah yang masih dalam tahap operasional, pembayaran ganti ruginya akan dilakukan setelah selesai. Mengenai tanggal dan waktu pembayarannya akan diberitahu langsung oleh Pertamina melalui desa masing-masing. (spn)


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Petani Desa Pusakajaya Utara Terancam Gagal Tanam


CILEBAR,RAKA - Seluas 46 Ha sawah di Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, terancam gagal ditanami. Sampai saat ini pasokan air dari saluran induk irigasi belum memasuki pesawahan sementara musim tanam sudah menjang.

Meskipun pasokan air disaluran induk terlihat mencukupi, namun, karena kurangnya perawatan air tidak bisa menjangkau area sawah yang berada didaerah pelosok. Suherman (37) pemilik sawah warga Dusun Krajan, RT 02/01, Desa Pusakajaya Utara, Kecamatan Cilebar, mengatakan kekeringan itu akibat saluran air tersier yang ada tidak terawat dan dangkal.

Sehingga air dari irigasi sulit masuk, padahal air irigasi di karangjati melimpah.
Menurutnya, beberapa hektar sawah diwilayahnya tidak dapat terairi hingga lahan sawah pun kering, seperti lapangan bola.

Namun, berbeda dengan para petani yang memiliki beberapa area pesawahan, berdekatan dengan saluran irigasi induk. Saat ini mereka sudah mulai masuk masa tanam. "Hanya sebagian kecil saja sawah yang akan tanam, hanya area sawah yang berdekatkan dengan irigasi.

Bahkan, saat inipun sudah diolah. Mungkin beberapa hari lagi akan ditanami bibit karena mereka tidak kesulitan air. Seharusnya kami pun sudah mulai tanam seperti mereka," terangnya.

Hal ini dibenarkan Sekdes Desa Pusakajaya Utara, Maman, bahwa saluran sepanjang 1,5 km yang mengaliri sawah tersebut kondisinya kurang mendapat perawatan serius. "Saluran air kini dangkal dan banyak tumbuh tanaman ganggang. Rencananya, kami beserta para petani setempat bersama sama akan membersihkan saluran tersebut," katanya.

Sebab, kata Maman, seandainya air dalam waktu dekat tidak juga masuk maka para petani yang sawahnya dilanda kekeringan tidak akan berproduksi. "Dimungkinkan sawah seluas 46 hektar itu akan gagal tanam untuk musim gaduh ini," terangnya.

Padahal, lanjutnya, selama ini sawah di daerah kami tidak pernah mengalami kekeringan seperti ini sebelumnya. "Baru dimusim tanam sekarang, sawah yang dekat dengan laut ini kekeringan.

Bahkan, hingga saluran air pun tidak dapat di aliri oleh air dari irigasi induk. Disinyalir selain saluran kini sudah dangkal, rebutan air oleh para petani di hulu pun menjadi salah satu kendalanya, sehingga air tidak bisa sampai ke sawah tersebut," tegasnya.(get)


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Pengguna Jasa Kereta Api di Karawang

PENUMPANG GELAP: Tingkat kesadaran pengguna jasa kereta api di Karawang terhadap ancaman kecelakaan masih rendah. Padahal angka kecelakaan untuk jenis angkutan itu sangat tinggi. Tampak pada gambar beberapa waktu lalu, seorang penumpang gelap duduk dipinggir lokomotif. (psn)



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

Gedung DPRD Makin Sepi, Ruang Komisi Kosong, Fraksi Terkunci


KARAWANG, RAKA – Tiga minggu sebelum masa bakti anggota DPRD periode 2004-2009 berakhir, tingkat kehadiran mereka di gedung wakil rakyat makin menurun. Misalnya Rabu (16/7) kemarin, semua ruang komisi kosong tanpa ada seorang pun dari anggotanya ada di tempat. Bahkan seluruh ruang fraksi terkunci rapat.
    
Menurut informasi yang diperoleh RAKA di sekretariat dewan, diantara anggota DPRD yang masuk Panitia Khusus (Pansus) sedang melakukan studi banding ke beberapa daerah di luar Jawa Barat, dan di dalam provinsi ini. Yakni, Pansus Pendidikan dan Pansus Fasos-Fasum. Hanya sumber RAKA tidak mau menyebutkan daerah tujuan kedua Pansus tersebut.

Mengenai rencana pencairan uang pengabdian yang akan diterima anggota DPRD yang tinggal menghitung hari berakhir masa bhaktinya sebagai wakil rakyat, menurut Sekretaris DPRD, Dadang Rustandar, paling telat 5 Agustus, berbarengan dengan pelantikan calon anggota DPRD terpilih hasil Pemilu 2009.

"Kita upayakan pencairan uang pengabdian bulan ini juga. Sekarang sedang dalam proses. Paling lambat, 5 Agustus. Karena pada saat paripurna istimewa peresmian pengambilan sumpah janji calon anggota dewan terpilih hasil Pemilu 2009, mereka harus hadir. Sebab peserta paripurna diawali anggota dewan lama. Setelah itu baru diambil alih," ujar Dadang.

Kaitan pekerjaan rumah yang diperkirakan belum dapat dituntaskan anggota DPRD periode 2004-2009, diyakini Dadang, tidak terlalu banyak. Kemungkinannya hanya Raperda Madrasah Diniyah Awwaliyah (MDA) yang awalnya menjadi satu-satunya Raperda atas hak inisiatif DPRD bakal sulit diwujudkan.

"Sebenarnya Raperda MDA itu baru inisiatif. Sampai sekarang belum dibahas bersama eksekutif. Kedepannya tinggal tergantung bagaimana sikap anggota dewan baru.

Termasuk yang dipastikan tidak bisa diselesaikan adalah Raperda Lingkungan Hidup. Kendati telah dilakukan pengkajian di tingkat Pansus, namun tetap perlu menunggu lahirnya Perda yang sama di Jawa Barat. Semua PR itu di memori jabatan ada. Termasuk Raperda lain yang belum tergarap," tambah Dadang.

Sementara itu, kabar lain menyebutkan, masih ada 3 orang anggota DPRD periode 2004-2009 yang punya sangkutan hutang pinjaman dengan Bank Jabar Banten cabang Karawang. Hal ini diakui Bagian Keuangan Setwan, Herry, jumlah sisa yang belum dilunasi tidak banyak, hanya Rp 1,5 juta. Tapi bakal lunas hingga awal Agustus, sebelum masa bhakti ketiganya dinyatakan selesai.

"Soal hutang pinjaman sudah disesuaikan dengan masa bhakti mereka. Tidak mungkin pihak bank memberikan pinjaman melebihi masa itu. Apalagi bagi anggota dewan rentan terhadap PAW. Yang pasti, tidak perlu dikhawatirkan. Semua bakal beres tepat waktu. Bahkan seluruh pinjaman yang lainnya, sudah sejak lama telah dilunasi," ujar Herry. (vins)



Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Pencemaran Sungai Citarum, Salah Siapa? Limbah, Biang Kerok Pencemaran Sungai itu

ALIRAN Sungai Citarum yang kini sarat limbah industri. 

LIMBAH, nama biang kerok percemaran itu. Bisa limbah rumah tangga dan limbah pasar. Selain kedua limbah itu, jenis limbah yang paling trendy adalah limbah industri, limbah paling berbahaya yang sangat berpotensi mengubah siklus alam bahkan manusia. Sangat berbahaya. Lantas, bagaimana sikap pemerintah?  

Sampai saat ini, pemkab seakan kebingungan menindak pengusaha yang mencemari sungai citarum. Seolah pemerintah menghadapi setan gundul (setan yang sulit ditangkap, red). Seperti diungkapkan oleh Wahyu seorang aktivis Kelompok Pencinta Lingkungan Hidup (KPLH) Burangrang.

Para pengusaha seperti main kucing-kucingan dengan pemerintah. Dan sebetulnya pemerintah menghadapi dilema yang sangat tinggi. "Meskipun banyak uji laboratorium dilakukan oleh dinas terkait, namun hasilnya tidak pernah menandakan hasil positif.

Selain itu apabila pemerintah memberikan sanksi keras terhadap perusahaan yang terbukti mencemari sungai, maka ditakutkan iklim investasi di Karawang menjadi jelek, akhirnya program pemerintah untuk mengentaskan pengangguran menjadi terhambat. Sekarang tinggal pilih, apakah mau menyelamatkan Citarum atau menghilangkan pengangguran," ucapnya.

Sebuah dilema memang bagi pemerintah daerah. Bertindak keras bisa menghambat PAD lembutpun tindakan yang ditempuh rakyat yang jadi korban. Lihat saja, betapa mengerikannya limbah industri mencemari air Sungai Citarum saat ini.

Ironisnya, setiap pagi, siang dan sore warga sekitar bantaran selalu memanfaatkan air sungai tersebut. Mulai untuk mandi cuci kaki (MCK) hingga keperluan lain. Padahal mereka tidak sadar, dua atau tiga tahun ke depan seperti yang ditimbulkan dari air sungai yang telah tercemar itu.

Masih dilanjutkan, jika dihadapkan pada opsi pilih rakyat atau pengusaha, jawab Wahyu, sudah tentu pilih rakyat dengan menyelamatkan Citarum tanpa mengurangi aspek guna kehadiran industri.

"Bagaimanapun pendirian industri pasti berdampak kepada lingkungan, namun apabila kadar polusi atau limbah pabrik bisa ditekan sedimikian rupa, kerusakan yang dialami tidak akan parah. Kerusakan yang sedikit itu bisa kita perbaiki dengan, misalkan menanami pohon dan sebagainya," lanjutnya.

Hanya saja, yang harus dicermati sekarang adalah disini kita tidak berbicara siapa salah dan yang benar siapa. Tetapi solusi yang harus dimunculkan mengentaskan persoalan ini.

Dan, untuk itu diperlukan suatu usaha dengan itikad baik dari berbagai pihak. Sehingga anak dan cucu kita masih bisa merasakan manfaat dari sungai citarum dan bukan merasakan efek buruk dari tercemarnya lingkungan. (Pian Sopyan )


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

BBWS Akan Rehab Cipule Dan Bendungan Karet


KARAWANG, RAKA – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum tahun ini akan merehabilitasi jaringan irigasi yang bersumber dari waduk Jatiluhur, termasuk yang masuk wlayah Kabupaten Karawang. Selain itu, Situ Cipule dan Bendung Karet juga bakal kebagian jatah perbaikan yang sama.
    
Menurut Ketua Quality Assurance BBWS Citarum, Nur Cahyono, biaya yang disiapkan untuk seluruh proyek tersebut hingga sebesar Rp 15 milyar. Pendanaannya, kata dia, berasal dari bantuan Bank Dunia. "Tahap pertama dilakukan penggalian dan perbaikan di tiga lokasi itu dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp 800 juta," ungkapnya.

Sedangkan untuk rehabilitasi saluran irigasi, lanjut Cahyono, pengerjaan sepenuhnya dikerjakan mulai tahun 2011. Alasan pihaknya fokus dulu ke pengerjaan perbaikan Situ Cipule, karena situ ini telah diusulkan untuk digunakan sebagai tempat penyelenggaraan pertandingan cabang olahraga dayung pada SEA Games 2011.

"Kami sudah konsultasikan hal ini dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia, atau PODSI. Jangan sampai nanti pelaksanaan rehabilitasinya tidak merusak lintasan yang akan digunakan.

Sekarang lintasan yang ada di Situ Cipule adalah track standar internasional sepanjang 2,1 km dengan lebar 85 meter," tutur Cahyono ketika menghadiri pertemuan dengan bupati dan sejumlah pejabat terkait di lingkungan Pemkab Karawang di Gedung Singaperbangsa, Rabu (15/7).

Lebih lanjut dikatakan Cahyono, selama pihaknya melakukan pengerjaan proyek di Situ Cipule, akan tetap memperhatikan lingkungan sekitar. Termasuk infrastruktur yang ada di Bendung Karet. "Makanya tidak terlalu banyak alat berat yang akan digunakan Kecuali hanya mesin excavator dan crane," tandasnya meyakinkan.

Di tempat yang sama, Bupati Dadang S Muchtar, mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik rencana pengerjaan proyek tersebut. Hanya ia minta selama pelaksanaan proyek dikerjakan, tidak mengganggu masyarakat sekitar, khususnya proyek-proyek infrastruktur yang telah dibangun oleh Pemerintah Daerah.

Situ Cipule sendiri, sambung bupati, oleh Pengurus Pusat PODSI telah diusulkan untuk dijadikan salah satu venue (tempat penyelenggaraan pertandingan -red) cabang olahraga dayung di event SEA Games 2011.

Oleh karenanya, pesan bupati, rehabilitasi Situ Cipule harus mempertimbangkan keutuhan venue yang telah ada. "Di situ ini Pemkab Karawang dan Pemprov Jawa Barat telah mengeluarkan anggaran Rp 3,5 miliar dalam membangun venue ini. Yakni, ketika Porprov Jawa Barat 2006 dilangsungkan di Karawang.

Selain itu, bupati juga berharap, BBWS Citarum turut memperhatikan keberadaan seluruh jaringan irigasi yang melewati wilayah Kabupaten Karawang. Masalahnya, tandas bupati, sebagian besar saluran irigasi telah mengalami kerusakan. Salah satunya saluran induk, serta Tarum Barat di dekat Peruri yang kondisinya sudah kritis. Sehingga membutuhkan perbaikan secepatnya. (vins)


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

Golkar Gelar Rapat Pleno


PENGURUS pusat Partai Golkar menggelar rapat pleno membahas tiga masalah internal di kantor pengurus pusat.

"Evaluasi pemilu legislatif dan pemilu presiden," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sumarsono, sebelum rapat di Jakarta, baru-baru ini. Agenda lainnya adalah soal ketidakakuratan daftar pemilih tetap.

Tim Jusuf Kalla-Wiranto yang merupakan calon dari gabungan Partai Golkar dan Hanura masih menunggu pengumuman Komisi Pemilihan Umum soal hasil pemilu presiden.

Pengurus pusat Golkar juga akan membahas persiapan rapat konsultasi. Pada rapat harian beberapa hari lalu, pengurus pusat membahas tindak lanjut pemilu presiden.

Pengurus pusat meminta pengurus daerah mengumpulkan data-data kejanggalan penyelenggaraan pemilu pada rapat konsultasi. Rapat itu akan digelar 20 Juli mendatang.

"Biar pun katakanlah quick count sudah menyatakan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono menang tapi kan tetap harus tunduk pada aturan perundang-undangan. Kami menunggu pengumuman KPU tanggal 22 Juli," katanya.

Menurut dia, Golkar belum menentukan sikap politik pascapemilu presiden. "Kemarin telah disampaikan seperti di rapat harian bahwa sampai dengan 20 Oktober, kami masih concern ke masa jabatan SBY-JK," tuturnya. Hingga kini, tim Jusuf Kalla-Wiranto masih menginventarisasi data pelanggaran. Sehingga, Golkar belum menentukan sikap menolak hasil pemilu presiden 8 Juli lalu.

Dia tak tegas menyatakan Golkar akan menerima tawaran tim Megawati-Prabowo untuk bergabung mempersoalkan kecurangan pemilu. Namun, kata dia, dalam sistem presidensil tak ada aturan jelas soal oposan.

"Namanya organisasi, rapat (pleno) kan bisa berkembang. Tetapi jadwal garis besarnya, evaluasi pemilu legislatif dan pemilu presiden. Kemudian rencana rapat konsultasi juga rencana rapat pimpinan nasional," katanya.

Dia membantah pengganti Kalla sebagai ketua umum partai telah disepakati. Menurut dia, saat ini Golkar tak sama dengan pada masa orde baru. Waktu itu, kata Sumarsono, ketua umum telah ditetapkan setahun sebelum pergantian pengurus. "Belum (ada pengganti Kalla). Kami di Golkar sangat-sangat demokratis. Nanti diserahkan ke floor (peserta rapat)," katanya.

Setiap tokoh Golkar, dia melanjutkan, memiliki kesempatan yang sama dalam musyawarah nasional. "Siapa saja. Mau Pak Ical, mau Pak Hamid (Awalludin), mau Pak Joko silahkan. Nanti floor yang menentukan," katanya.

Dia enggan berkomentar lebih lanjut karena posisi Sekretaris Jenderal harus tunduk pada aturan organisasi. "Jadi kalau Saya mengatakan nanti yang ini atau itu, nanti bisa berpengaruh. Kebetulan Saya Sekretaris Jenderal, Saya harus benar-benar taat pada asas organisasi," katanya. (*)



Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!

MOS di Likar Berkesan Banget, Deh, Yulia Cs: Besok Kita-kita Udah SMA Cuy..

Maaf-maafan di akhir  acara udah jadi tradisi MOS anak-anak Likar

BERKESAN BANGET: Begitu teman-teman siswa baru di SMAN 5 Karawang yang beken disebut Likar, soal pelaksanaan dan akhir acara Masa Orientasi Siswa (MOS) 2009 yang digelar di kampusnya, Jalan A. Yani By Pass, Karawang Timur sampe Rabu (15/7) siang kemarin.

"Pokoknya senang abis, deh. Nggak bakal gampang dilupa," celoteh Yulia, Devi, Deri en Diah Ayu soal MOS yang mereka ikuti. Empatan anak baru di SMA pimpinan Pak Drs. Arup W. Suwardi, itu ditemui Gen-X di sela-sela acara penutupan MOS yang digelar di lapang upacara sekolahannya.

Relatif semua anak baru, sebut Yulia, pasti senada tuh. Malah buat doi sendiri, soal acara MOS juga punya kesan tersendiri, deh. "Soalnya dari SMPN 1 Pedes, aku cuma sendirian Bang. Trus menginap juga di tempat saudara. Jadinya sekalian belajar mandiri kayak salah satu tujuannya MOS gitu. Hehe..," sebut gadis manis yang asal Desa Kendaljaya Kecamatan Pedes ini.

Yups. Acara MOS 2009 di SMA Likar digelar sejak Senin (13/7). Para pesertanya yang berjumlah 480 orang itu dibikin 11 gugus yang terdiri nama-nama wilayah provinsi kayak Gugus DKI, Banten,  Jabar, Bali, dan lainnya. Soal nama-nama gugus yang diambil dari nama wilayah provinsi itu konon DI antaranya buat penanaman rasa kebangsaan.

Wakasek Kesiswaan Likar, Pak R. E. Sulaeman, SPd bareng sejawatnya Pak Hari Radianto, SPd mengatakan acara MOS yang digelar itu diharapkan Jadi media awal bagi saling kenal dan adaptasi siswa baru, biar tercipta suasana akrab dan kekeluargaan. Dengan begitu, "Insya Allah jadi faktor pendukung siswa dalam menambah ilmu dan pengetahuan sebagai bekal di masa depan," katanya.

Hal senada juga diakui Ibu Lilis Saidah, SPd, Ibu Imas Purnamawati, MPd, Ibu Erni Siti Soevati, SPd, dan Jajang, SPd. Para tenaga guru lain yang juga terlibat di kepanitiaan MOS, itu menyebutkan lantaran itu juga maka di acara MOS ada kewajiban dan larangan yang harus ditaati peserta. "Soalnya MOS juga untuk peningkatan disiplin dan keseriusan," terang Ibu Lilis Cs.

Ketua OSIS M. Faris Fatwa Ramadhan, Keplak Hendra Wijaya yang lagi bareng teman-temannya, juga kasih penjelasan serupa. Kecauali buat peserta, para panitia juga karenanya jadi lebih tahu lagi soal ara penanganan acara. "Buat kita-kita, ini juga jadi pembelajaran lain, tuh. Alhamdulillah banget bisa terlibat di dalamnya," senada Faris dan Hendra. (dea wahyudi)

Acara MOS di Likar sebenarnya juga nggak beda di sekolahan lain sejenis. Kecuali soal pengetahuan dan keakrakaban, juga di antaranya demo soal organisasi, soal ekskul. Lainnya soal unjuk kabisa para peserta, juga lainnya.

Biar acara MOS mungkin juga standar. Tapi buat beberapa peserta MOS lain di antaranya Putri en Siska, ikutan MOS ngakunya bikin asyik juga, deh. Suasana MOS, sebut duaannya seru, rame, keren abis. Sebab itu nggak ada istilah nyesel tuh doi-doi ikutan jadi peserta. "Malah mungkin nyesel kalo nggak ikutan," aku siswa baru Likar yang asal SMPN di Karawang Barat plus SMPN di Klari itu. (dea wahyudi)


Yahoo! Toolbar kini dilengkapi Anti-Virus dan Anti-Adware gratis. Download Yahoo! Toolbar sekarang .

Dinkes Sebar 4 Ribu Tamiflu, Upaya Antisipasi Flu Babi


PURWAKARTA, RAKA - Dinas Kesehatan Purwakarta menyebar empat ribu butir tamiflu ke 20 Puskesmas di 17 Kecamatan sepurwakarta. Setiap puskesmas nantinya akan mendapatkan pasokan sebanyak 200 butir pil. Hal itu dilakukan sebagai upaya antisipasi terhadap penyebaran flu babi di kabupaten tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, dr. Hj. Anne Hediana, Rabu (15/7), mengatakan penyebaran ribuan butir tamiflu yang akan dilakukan pihaknya merupakan upaya antisipasi pemerintah pusat dalam menanggulangi penyebaran penyakit ini.

Menurutnya, penyebaran ribuan butir tamiflu ini dilakukan setelah adanya bantuan pemerintah pusat melalui Dinas Kesehatan Propinsi Jabar sebanyak empat ribu butir tamiflu untuk disebar ke masyarakat. "Setelah pihak propinsi menerima bantuan itu, kemudian baru dikirimkan ke tingkat kabupaten. Namun kamipun akan menyebarnya ke seluruh puskesmas yang ada di Purwakarta," kata Ane.

Menurutnya, setiap puskesmas nantinya akan mendapatkan pasokan sebanyak 200 butir pil. Pihaknya berharap meski penyakit ini hampir melanda semua belahan dunia, akan tetapi tidak untuk Purwakarta. Namun adanya batuan tamiflu ini dinilai sebagai antisipasi adanya langkah sebagai upaya pencegahan. "Mudah-mudahan saja penyakit yang mematikan itu tidak muncul dan berkembang di Purwakarta," ujar dr. Anne.

Pihaknya, sambung dia, selain menyediakan pil pencegahan terhadap penyakit flu babi, akan terus melakukan koordinasi dengan sejumlah Rumah Sakit. Bahkan RSUD Bayu Asih yang merupakan rumah sakit pemerintah ini telah jauh hari menyediakan sebuah ruangan isolasi khusus untuk menangani pasien penyakit flu babi. Bahkan, ruangan  itu awalnya merupakan ruangan isolasi untuk warga yang diduga mengidap flu burung.

"Saya melihat penanganan pasien yang diduga mengidap flu babi ini sama dengan penanganan kepada pasien flu burung, maka ruangan tersebut sekarang ini diprioritaskan untuk pasien suspect flu babi," katanya.

Dihubungi terpisah, Kasi Penanggulangan dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, dr. H. Agung Darwis menambahkan pasokan obat-obatan dari Dinkes Jabar itu oleh Dinkes Kabupaten Purwakarta akan didistribusikan kepada 20 puskesmas yang tersebar di Purwakarta.

Pendistribusian obat inipun merupakan upaya pencegahan agar virus tersebut tidak menyebar kepada masyarakat. "Puskesmas yang ada diprioritaskan untuk menditeksi secara klinis pasien yang diduga suspect flu babi. Sedangkan untuk menentukan positif tidaknya pasien terjangkit virus flu babi harus melalui Polymerase Chain Reaction di Jakarta," kata Agung. (ton)


Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. br> Cepat sebelum diambil orang lain!

Pameran Pembangun Purwakarta 2009, Telkom Kian Mendekat pada Pelanggan


PERUSAHAAN jasa komunikasi Telkom terus berupaya mengembangkan sayap. Setelah sukses dengan sejumlah produknya, kini, keikutsertaanya dalam pameran pembangunan Purwakarta 2009, merupakan tekadnya untuk lebih mendekatkan diri kemasyarakat.

Sejumlah produk telkom yang sudah memasyrakat seperti telepon rumah, Flexi dan Speedy, salah satu produk internet telkom di kalangan sekolah. Bahkan tak tanggung-tangung dalam programnya kali ini, sejumlah kemudahan akan didapatkan khusus para pelanggan yang datang ke Standnya ini.

"Telkom akan berusaha maksimalkan mungkin terus mendekat diri ke masyarakat. Bahkan pembukaan telkom event di pameran pembangunan Purwakarta ini, merupakan wujud dari ide itu. Dan keikutsertan ini pun untuk mendukung hari jadi Kab Purwakarta," ungkap Kepala Telkom Cabang Purwakarta Muzab Muzakar kepada RAKA, di stand Telkom di kawasan Situ Buleud Purwakarta, kemarin.

Menurutnya, kerjasama dengan sekolah-sekolah tentang manfaat teknologi interenet yang sudah dilakukan belum lama ini, pun cukup mendapatkan respon postif dari kalangan dunia pendidikan. Kesan bahwa menggunakan fasilitas internet harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal, lambat laun momok ini pun akan menjadi pemahaman lain di masyarakat.

Saya kira anggapan ini pun perlu terus di sosialisasikan. Justru, dengan kegiatan-kegiatan seperti ini kami bertekad, lebih mendekatkan kepada pelanggan," ucapnya.

Dikatakan Muskab, dalam programnya kali ini. Bagi pelanggan yang mendaftarkan diri memasang internet SPedy di acara stand pemeran pembangunan Purwakarta yang sudah berlangsung pada Sabtu lalu. Banyak kemudahan serta keuntungan yang akan di dapat pelanggan.

Pihaknya akan memberikan kemudahan seperti pemberian gratis modem, gratis Aktifitasi hingga dibebaskannya  pembayaran abodement di bulan pertama saat menggunakan produknya itu. "Program ini sengaja kita lakukan untuk lebih mendekatkan kepada masyarakat,"katanya.

Dengan demikian dari pemberian kemudahan itu, diharapkan bisa kembali menarik perhatian masyarakat secara lebih luas lagi terutama terhadap produk telkom. "Jujur permintaan pemasangan Speedy dibulan ini cukup meningkat, bahkan terbesar diantara cabang lainnya. Tapi saya harap di pameran ini, telkom bertekad terus mendekatkan dirinya kepada masyarakat, terutama pelanggan,"ujar Muskab. (Toni Triyadi)



Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Temuan LSM Amarta Purwakarta Mengenai Dugaan Kejanggalan Dalam Tubuh Disdikpora


"Ini kan partisipasi bukan pungutan apalagi di standarkan," ucap Sekertaris Disdikpora Purwakarta, Deddy Effendi, kepada RAKA dilingkungan Pemkab Purwakarta, Selasa (15/7), kemarin.

Deddy mengatakan itu terkait temuan LSM Amarta Purwakarta mengenai dugaan kejanggalan dalam tubuh Disdikpora tentang permintaan pembayaran pihak sekolah dalam rangkaian acara hari jadi kabupaten/kota Purwakarta.

Disebutkan dugaan itu mengenai pungutan pihak Disdikpora  dalam rangka menyemarakkan acara rutinan ulang tahun kota/kabupaten Purwakarta.

Dedi mengatakan, terkait hal ini pihak Disdikpora tak sekalipun mewajibkan kepada pihak sekolah untuk membayar dan membantu penyemarakan rangkaian acara hari jadi kabupaten Purwakarta. "Tidak benar apa yang dialamatkan kepada kami, kalau toh pihak sekolah tak memiliki anggaran untuk membantu ya sudah, namanya juga kan partisipasi," katanya.

Ditambahkannya, apa yang dialamatkan pihak LSM Amarta kepada pihak Disdikpora dikatakan sah-sah saja. "Apa yang dialamatkan kepada kami oleh LSM Amarta itu sah-sah saja dilakukan, namun perlu pembuktian," katanya.

Wakil Ketua LSM Amarta Purwakarta, Indra Irawan, mengatakan, apa yang diutarakan lembaganya itu menyusul laporan sejumlah kepala sekolah yang  merasa keberatan dengan pembayaran tersebut.

Penelusuran dilapangan, lanjut dia, ditemui ada sebanyak enam sekolah yang merasa keberatan. "Kita hanya coba mengklarifikasi saja temuan ini, apakah benar atau tidak," kata Indra.(rif)


Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!

Bayar Gaji Dibawah UMK PMA di Purwakarta Terancam 500 Juta


PURWAKARTA, RAKA - Dua Perusahaan milik Asing (PMA)  di Purwakarta membayar gaji buruh dibawah upah minimum Kabupaten (UMK). Ini menyusul setelah dilakukan pemeriksaan rutin oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat kepada seluruh perusahaan di Purwakarta. Bahkan kedua perusahaan ini bisa terancam denda sebesar 100 hingga 500 juta.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Purwakarta Soekoyo yang ditemui, Rabu (15/7), mengatakan dua perusahaan ini merupakan milik pihak asing yang menanamkan modalnya di Purwakarta. Tapi pihaknya enggan menyebutkan dua nama perusahaan itu.

"Yang jelas dua perusahaan yang diketahui tidak memberikan jatah upah karyawan berdasarkan UMK. Penemuan itu setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kami," kata Sukoyo.

Dalam pemeriksaan rutinnya itu, Kata Soekoyo, pihaknya pun menerima beberapa laporan lain terkait keluhan sejumlah karyawan perusahaan. Misalnya, tidak adanya hak jamsostek sebagai jaminan Sosial para pekerja. "Permasalahan ini pun kerap kami temui. Tapi alhmadulilah, secara umum setiap perusahaan di Purwakarta sudah memberikan jamsostek kepada karyawannya,"ucapnya.

Saat ini Upah Minimum Kabupaten Purwakarta mencapai 939 ribu. Setiap perusahaan wajib memberikan upah kepada karyawan sesuai besaran UMK. Bahkan Soekoyo menyatakan tidak akan segan dan memprosesnya lebih lanjut, jika kembali menemukan perushaan yang masih memberikan gaji di bawah standar UMK. "Dua perusahaan ini pun sudah kami berikan peringatan.

Baik lisan maupun  secara tertulis,"katanya. Bahkan  dua perusahaan itu pun bisa terancam terkena denda sebesar 100 hingga 500 juta. "Namun denda itu sendiri tergantung keputusan hakim. tetapi secara ketentuan, perusahaan yang melakukan hal ini bisa didenda, bahkan adanya ancaman penutupan,"tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan rutin upah minimum Kabupaten kesetiap perusahaan. Kata Sokeoyo, sesuai mekanisme pihaknya tim pengawas akan memeriksa ke 8 perusahaan. Meski tak secara rinci disebutkan berapa jumlah perusahaan yang ada di Purwakarta. "Selain kita melakukan pemeriksaan. Kita juga kerap mendapatkan pengaduan dari serikat pekerja, ataupun para buruh,"katanya.

Menurutnya, peringatan itu tersebut berlaku selama dua minggu, sampai terbit nota peringatan sebanyak tiga kali. Jika tetap terjadi pelanggaran UMK, maka perusahaan bersangkutan akan di BAP. Pemeriksaan UMK tersebut hanya berlaku terhadap karyawan tetap perusahan bersangkutan.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang di dapat RAKA, masih ada beberapa perusahaan di Purwakarta yang hingga kini masih membayar upah karyawannya di bawah UMK. Pembayaran itu sebesar Rp 830 Ribu per bulan. Angka itu sebenarnya lebih rendah dari gaji karyawan sesuai UMK yang mencapai 939 ribu per bulan. Selain masih ada pula perusahaan-perusahaan yang tidak mengurus Jamsostek bagi karyawannya.  (ton)


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

SPBE Rawaroko Operasi Agustus


PURWAKARTA,RAKA - Pengganti Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji  (SPBE) Rawaroko, Purwakarta  yang dibangun di wilayah Cibungur, Kecamatan Bungursari Purwakarta, diperkirakan akan beroperasi Agustus tahun ini. Pemkab sendiri menjamin pasokan elpiji ke Purwakarta akan lancar.

"Sementara, suplai elpiji ke Purwakarta masih dibantu oleh depo di Cikampek dan Karawang, selain Cimahi Bandung. Namun, dari hasil rapat dengan unit III Petamina dimungkinkan pengoperasian SPBE Cibungur Purwakarta bakal berjalan antara Agustus-September 2009 ini.

Dengan demikian Purwakarta akan memiliki pos SPBE sendiri," kata Kabag Ekonomi, Abad Hasyim H, kepada RAKA, dilingkungan Pemkab Purwakarta, Rabu (15/7).

Menurut Abad Hasyim, meskipun suplai elpiji ke Purwakarta masih dibantu kota tetangga, namun dalam hal pasokan elpiji berjalan relatif aman dan memadai.  "Sampai saat ini tidak ada laporan kurang pasokan, SPBE yang ada (Cikampek, Karawang, Cimahi) masih menjamin ketesediaan elpiji untuk Purwakarta.

Dalam hal ini kitapun, pasokan terbantu dengan koordinasi dari tingkat agen yang ada selain belum ditemukannya tindakan penimbunan elpiji," terang Abad Hasyim.

Abad menjelaskan, jumlah penggunaan elpiji di Purwakarta tercatat sekira 850 ribuan dengan besaran pasokan yang mencapai 200 ribu tabung persatu kali drop. Jumlah ini, lanjut dia, masih lebih kecil ketimbang droping untuk kota Karawang dan Subang.

"Jumlah pasokan elpiji ke Purwakarta lebih kecil dibanding Karawang dan Subang, ini disebabkan perbedaan jumlah penduduk saja," katanya.

Mengenai harga eceran tertinggi (HET) elpiji /3kg di Purwakarta, ia mengatakan, sesuai kesepakatan Pertamina, Hiswana Migas, Dirjen Pertambangan dan Energi pusat ditetapkan Rp12750 dimana harga eceran itu sudah termasuk PPN dan margin tingkat agen.

"Harga variasi yang ada di pasar bukan dibawah pengendalian kita, biasanya itu dilakukan oleh pemilik pemilik warung yang bukan pangkalan maupun agen. Namun, dari agen dan pangkalan yang terpantau oleh kami tetap menjual sesuai dengan HET," pungkasnya. Sebagai catatan, rencana pembangunan SPBE Cibungur bakal dibuat dengan jumlah kapasitas 400 tabung persatu kali drop. (rif) 


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

Upaya Hidupkan Budaya Daerah Sunda di Purwakarta


"Kegiatan ini bisa menghidupkan kembali budaya daerah terutama sunda yang sudah terkikis zaman. Kami salut dengan apa yang sudah prakarsai Pemkab Purwakarta," ucap Kepala UPTD Pembinaan TK SD PLS Purwakarta,  HM.Rasmita NS, disela-sela kegiatan seni pasanggiri rampak sekar di Pendopo, Pemkab Purwakarta, Rabu (15/7).

Menurut Rasmita, ia sepakat dengan prakarsa Pemkab Purwakarta dalam mengisi rangkaian kegiatan hari jadi dengan sejumlah kegiatan seni daerah. Selain diyakini bakal menanamkan kembali nilai budaya daerah.

Hal itu pun dikatakan bisa mendorong sikap masyarakat untuk mempertahankan warisan budaya nenek moyang.  "Tentunya bukan Pemkab saja yang mesti turun tangan, namun oleh semua pihak baik dari unsur sekolah, keluarga, maupun lembaga," katanya.

Kedepan, tambah dia, kegiatan semacam ini diharapkan bisa dilakukan langsung dengan melibatkan masyarakat. "Begitupun dengan tokoh seniman daerah, mungkin perlu di inventarisir untuk mentransfer atau menularkan ilmu mengenani nilai-nilai budaya daerah pada generasi selanjutnya," ujarnya.

Ia mengatakan, seni budaya daerah terutama 'Budaya Sunda' merupakan budaya yang tak kalah indah dan menarik dibanding budaya luar. Bahkan, kata dia, terutama nilai budaya daerah memiliki sesuatu makna dalam yang ditorehkan untuk kemudian diaplikasikan dalam keseharian.

"Budaya daerah itu indah dan punya banyak makna. Jadi, mari kita sama-sama lestarikan budaya kita sendiri,"ajak Rasmita.(rif)



Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Hasil UNPK Paket C, Diumumkan Agustus


PURWAKARTA,RAKA - Hasil ujian 432 peserta Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C 2009 dari 17 kecamatan se Purwakarta bakal diterbitkan sekitar Agustus mendatang. Disdikpora Purwakarta menyatakan terkait kepastian kabar hasil ujian UNPK Paket masih tunggu informasi dari pusat.

"Kita masih belum mengetahui kapan pastinya penerbitan hasil UNPK paket C Purwakarta. Sementara, kita masih menunggu, namun diperkirakan bisa diketahui hasil ujiannya pada Agustus mendatang," kata Kepala Bidang Pendidikan non-Formal dan Informal, Disdikpora Purwakarta, Panda Dinata, kepada RAKA, disela-sela acara peringatan acara hari jadi kota/kabupaten Purwakarta, di lingkungan Pemkab Puwakarta, Rabu (15/7).

Menurut Panda, pengumuman hasil UNPK Paket C tak beda jauh dengan terbitan pengumuman hasil ujian nasional (UN) sekolah biasa. "Pada dasarnya pelaksanaan dan pengumuman pun tidak berbeda dengan apa yang sudah dilakukan sekolah-sekolah formal,"kata Panda Dinata.

Meskidemikian, saat ditanya prediksi keberhasilan UNPK Paket C, Panada masih tak menyebutkan. "Kita lihat saja nanti, namun harapan kami semuanya tidak ada yang tertinggal," ujarnya. Sekedar diketahui, peserta UNPK paket C yang kedapatan tidak lulus pihak Disdik akan memberikan kesempatan agar peserta kembali mengikuti ujian lanjutan pada tahap dua nanti pada bulan November 2009.

Sebelumnya, pelaksanaan UNPK sendiri diketahui pihak PLS menyertakan 9 orang peserta ujian jenjang SMA/SMK yang tidak lulus dari UN tahun ini, dan 20 orang peserta ujian dari LAPAS Purwakarta dari jumlah kesluruhan sebanyak 432. Selain itu, ujian Paket B dan A pun sudah dilangsungkan pada 1 Juli lalu. (rif)


Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang