Sabtu, 11 Juli 2009

Dibalik Upaya Penertiban Warem Cilodong Kesadaran Warga Purwakarta Mulai Tinggi


BAGAI gayung bersambut, itulah yang terjadi. Rencana pemerintah Kecamatan Bungursari, Purwakarta dalam melakukan penertiban ratusan warung di jalan Cikopo yang di dikenal sebagai tempat esek-esek. Dari batas akhir Jumat (10/7) kemarin tak ada sedikitpun gejolak perlawanan dari warga atas penertiban yang dilakukan.

Toni Triyadi

Warga memang membongkar bangunannya sendiri atau istilah lain penertiban tanpa adanya perlawanan. Bila kita menelaah lebih jauh terkait penertiban kawasan Cilodong yang tanpa ada perlawanan. Bisa di bilang ini merupakan suatu keberhasilan pemerintah dalam memberikan pemahaman masyarakat atas kebijakan dalam melakukan penataan kota.

Tidak seperti pada umumnya, kebijakan melakukan penertiban selalu di warnai dengan aksi penolakan atau kericuhan yang berkepanjangan. Bahkan dalam penertiban tak sedikit pula banyak jatuh korban. Penertiban juga sering di identikan dengan hal-hal yang menegangkan dan menakutkan. Polisi, TNI, Satpol PP kerap disiagakan bak ada perang besar.

Namun saat ini, jika para pengendara melintas di jalan raya Cikopo yang merupakan pintu gerbang masuk Purwakarta, ada pemandangan baru. Pinggiran jalan yang tadinya penuh dengan aktifitas esek-esek, kini sudah mulai bersih. Kawasan itu bersih dan akan semakin bersih serta indah karena Pemkab Purwakarta juga sudah berencana menata kawasan tersebut menjadi taman yang hijau. Yang jelas, orang yang baru datang di kota Purwakarta–lewat gerbang Tol CIkopo– akan disambut pemandangan yang hijau dan menyejukkan mata. Bukan karena banyaknya wanita penjajak seks yang membuat citra kota ini jadi kurang bagus.

Apalagi, penertiban itu sebenarnya sudah direncanakan sejak lama, tapi selalu gagal dengan berbagai alasan. Baru setelah jelang Pemilu presiden yang baru berlangsung beberapa hari ini, penertiban baru direalisasikan. Ini pun sebenarnya sesuai kesepakatan bersama antara warga dengan pihak kecamatan setempat jauh sebelumnya. Namun kesepakatan itu, diberikan batas waktu hingga Jumat (10/7) kemarin.

Keberhasilan ini pun tentunya, mendapat sambutan positif. Sepertihalnya, yang diakui kasubag Humas pemkab Purwakarta Jaya Pranolo yang sempat ditemui. Ia mengaku cukup heran dan cukup berbangga dengan penertiban tanpa adanya perlawanan. "Aneh ya, biasanya setiap penertiban selalu ada perlawanan. Tapi ini tidak, malah warga  sendiri yang membongkar bangunan itu,"katanya kepada RAKA saat bertemu di ruang Humas Setda pemkab Purwakarta, kemarin.

Kata penertiban tanpa perlawanan sebenarnya sebuah pesan untuk pembuat kebijakan. Walaupun kata ini, sangat mudah untuk di ucapkan dan penuh kerja keras untuk dilaksanakan. Setidaknya, keberhasilan ini harus dijadikan acuan, meski penertiban yang dilakukan harus berdasar dan tetap mempertimbangkan asas kemanusian. Sebab buat Omi Sumita (55) warga setempat penertiban ini berarti menghilangkan sumber rejekinya yang sudah dilakoninya beberapa tahun kebelakang ini. "Gak tahu mau tinggal dimana lagi. Tapi dari pada kayu ini rusak lebih baik, saya bongkar sendiri,"ucap Omi belum lama ini. Berdasarkan data yang diterima penertiban itu dilakukan ke 345 warung yang berada dikawasan itu. (*)


Terhubung langsung dengan banyak teman di blog dan situs pribadi Anda?
Buat Pingbox terbaru Anda sekarang!

KPPJB Keluhkan Panitia Lelang Alat Kesehatan


PURWAKARTA, RAKA - Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Pengusaha Penyedia Barang/Jasa (KPPJB) Purwakarta mengeluhkan adanya persyaratan tambahan pada pengumuman hasil lelang alat kesehatan yang dilakukan beberapa waktu lalu. Pasalnya, persyaratan itu dinilai merugikan para pengusaha tertutama di daerah setempat, selain secara ketentuan hal ini menyalahi kepres No  80 tahun 2003.

"Seharusnya panitia tidak terlebih dahulu mencantumkan persyaratan tambahan dalam pembukaan lelang awal. Namun mepersilahkan para pengusaha untuk mengikuti lelang itu. Apalagi, keikutsertaan pengusaha lelang itu, memiliki persyaratan utama yaitu SIUP yang dikeluarkan pemerintah," kata Dedi Supriyadi, kemarin.

Adanya pencantuman pesyaratan tambahan itu, lanjut Dedi kebijakan itu sangat merugikan para pengusaha lokal. Apalagi, kepemilikan SIUP yang dikeluarkan pemerintah setempat, dinilai tidak artinya. Akibatnya, para pengusaha lokal tidak bisa berpartisipasi di dalam kegiatan yang diadakan oleh pemerintah daerah. "Para pengusaha ini memiliki SIUP yang merupakan persyaratan awal untuk mengikuti kegiatan pengadaan tapi tidak bisa mengikuti karena terbentur oleh aturan yang dibuat oleh panitia,"ungkap Dedi.

Padahal, tambah Dedi dalam Kepres nomor 80 tahun 2003 pasal 14 tercantum dengan jelas, bahwa panitia pengadaan barang/jasa dilarang menambahkan persyaratan tambahan. Tapi persyaratan itu hanya bisa di munculkan bukan di saat awal pendaftaran, melainkan di tahapan seleksi selanjutnya.

Hal senada juga dikatakan, Wakil Ketua KPPJB, Agus Sasmita menurutnya adanya aturan itu sangat merugikan para pengusaha lokal. Pihaknya pun sempat mempertanyakan kepada panitia mengenai masalah tambahan persyaratan ini, meski diperoleh jawaban bahwa pencantuman persyaratan itu diatur di dalam Permenkes (peraturan menteri kesehatan). "Padahal secara hirarki perundangan, Permenkes itu dibawah Keputusan Presiden (Kepres). Artinya, pencantuman tambahan persyaratan di dalam Permenkes, mempunyai kedudukan di bawah Kepres," kata Agus Sasmita.

Sementara itu, mantan Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) yang sekarang dibawah Pusat Layanan Pengadaan (PLP) Purwakarta, Kokok Zarkoni ketika dihubungi mengatakan bahwa penambahan persyaratan itu bukan mengada-ngada tapi sesuai dengan aturan. "Persyaratan PAK sudah dijelaskan panitia pada saat anwijzing," kata Kokon singkat. (ton)



Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Fahmi Idris: Golkar Harus Dipimpin Anak Muda

 
Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Fahmi Idris mengatakan Golkar pasca Jusuf Kalla harus dipimpin anak muda.  Hal itu disampaikan Fahmi, kemarin, menanggapi wacana bakal digelarnya musyawarah nasional partai untuk memilih ketua baru.

Menurut Ketua Tim Pemenangan JK-Wiranto ini, isu musyawarah nasional bukan hal baru. Bahkan, saat dia dan tim sukses JK-Wiranto sedang sibuk berkampanye, banyak diantara elit Golkar sudah bermain. Termasuk mewacanakan musyawarah nasional dipercepat atau musyawarah nasional luar biasa. Hanya, ia menyayangkan, figur-figur yang meramaikan peta calon pimpinan beringin masih didominasi orang-orang tua.

Fahmi tak menunjuk langsung siapa-siapa mereka. Namun, mudah ditebak--seperti sudah banyak diketahui publik, tokoh Golkar Aburizal Bakrie dan Surya Paloh adalah yang paling sering disebut-sebut mengincar kursi Ketua Umum Golkar. Dan memang masing-masing sudah sering melakukan konsolidasi, menggalang dukungan dari daerah.

Sayangnya, kata Fahmi, kalau Golkar dipimpin "kakek-kakek" sama artinya menunggu kehancurannya saja. Ia meminta anak-anak muda di Golkar bersatu untuk memimpin Golkar. Menurutnya, masa depan Golkar ada di tangan mereka. Sekarang adalah periode kritis untuk kebangkitan Golkar di 2014.

Fahmi mengatakan Golkar adalah partai yang berbasis pemikiran dan konsep nyata tentang pembangunan Indonesia. "Orang-orang tua itu modalnya cuma uang. Tak mungkin lagi mengharapkan muncul konsep baru dari mereka," kata Fahmi. "Yang saya dengar mereka (pengurus DPD) yang merapat ke orang-orang tua itu ya cuma bicara uang," imbuhnya. (*)


Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Gelar 'Heularan'


HARI ini (11/7) Pemkab Purwakarta akan menggelar 'Heularan' (pawai) yang akan dimulai dari Gedung DPRD Purwakarta sampai Alun-alun Kiansantang, sekitar pukul 19.30 wib. Pelaksanaan kegiatan tersebut yakni sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi Purwakarta ke 178 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta ke 41.


Kasubag Humas Pemkab Purwakarta, Jaya Pranolo, kepada RAKA, Jumat (10/7), mengatakan, rangkaian acara tersebut akan diramaikan oleh devile sepeda ontel, egrang, dongdang dan kegiatan lain. Selanjutnya, kata Jaya Pranolo, rangkaian kegiatan lanjutan berupa pagelaran seni sunda wayang golek pun akan di langsungkan di areal Pendopo Pemkab Purwakarta pada pukul 21.00 wib. "Dalam kegitan besok (hari ini,red)  koordinasi dilakukan dengan pihak Dishubparpostel Purwakarta,"kata Jaya Pranolo.

Rangkaian kegiatan hari jadi kabupten dan kota Purwakarta sendiri, tambah dia, sudah diawali dengan acara pengajian dan doa bersama sejak Kamis, (9/7) di Pendopo Pemkab Purwakarta. Kemudian dilanjutkan dengan acara Purwakarta berseka yang dilangsungkan pada hari ini, Jumat (10/7), kemarin.  "Rangkaian kegiatan Purwakarta berseka merupakan kegiatan kedua dalam peringatan hari jadi Purwakarta, selanjutnya rangkaian kegiatan akan diisi kegiatan lainnya sampai pada (20/7) mendatang," terangnya.

Ditambahkannya, rangkaian kegiatan peringatan hari jadi kabupaten dan kota Purwakarta pun akan di isi dengan acara lainnya. Kegiatan itu , antara lain, sunatan massal, lomba kebersihan, lomba ketangkasan, pasanggiri rampak sekar, fashion show batik hias pakaian kerja, tembang kenangan, makan sate bersama, kidung cinta Ebit G.Ade, napak tilas, dan ditutup dengan sidang paripurna di DPRD Purwakarta. (rif)


Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi!
Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba!

PPP dan PKB Tak Minta Jatah Menteri

 
PARTAI Persatuan Pembangun dan Partai Kebangkitan Bangsa mengaku tak meminta jatah kursi kabinet pemerintahan 2009-2014 kepada Susilo Bambang Yudhoyono. Wakil Ketua Umum Partai Kabah, Chozin Chumaidy, mengatakan penentuan menteri sepenuhnya merupakan kewenangan presiden terpilih.

"Kalau kami dipercaya, tentu kami senang. Tapi kalau tidak, ya itu hak prerogatif presiden," kata Chozin, Jumat (10/7).

Menurut Chozin, sejauh ini belum ada pembicaraan di kalangan PPP soal kader yang akan mewakili partai di kabinet. Partai juga belum berbicara dengan Demokrat maupun Yudhoyono secara langsung soal kursi menteri.

Dalam kontrak politik dengan Yudhoyono, kata Chozin, PPP tak meminta jatah menteri. Kontrak itu hanya menyebutkan tiga hal, yaitu PPP akan mendukung Yudhoyono sebagai calon presiden, koalisi di parlemen, dan koalisi di pemerintahan. Kontrak itu tak menyebutkan secara spesifik soal kursi menteri. "Yang jelas kami telah all out memenangkan Yudhoyono. Kalau ada reward, ya terserah beliau (Yudhoyono)," katanya.
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa, Hanif Dhakiri, juga mengaku belum ada pembicaraan soal jabatan menteri, baik di internal partai maupun dengan Yudhoyono.

 PKB, kata Hanif, tetap siap jika Yudhoyono memberi posisi menteri. Hanif mengatakan partainya memiliki banyak kader yang potensial, misalnya Ketua Dewan Tanfidz Muhaimin Iskandar maupun Sekretaris Jenderal Lukman Edy. "Tapi terserah Presiden saja mau memilih siapa," katanya.

Tapi, Hanif enggan berkomentar jika jatah kursi menteri partainya berkurang dari sebelumnya dua kursi karena kursi PKB di DPR berkurang. Soal Partai Keadilan Sejahtera yang meminta jatah kursi lebih banyak dibandingkan periode sekarang, baik Chozin maupun Hanif enggan berkomentar. "Yah terserah PKS saja," kata Chozin.

Sementara, kendati mengaku sama dengan Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Persatuan Pembangunan yakni tidak mengajukan jumlah kursi menteri periode 2009-2014, namun Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional, Toto Daryanto,
mengatakan partainya hanya mengajukan sejumlah nama untuk dipertimbangkan oleh Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon menteri. Toto enggan menyebutkan nama-nama kader PAN yang diajukan. Tapi, ia membenarkan salah satunya adalah Hatta Rajasa yang sekarang menjabat Menteri Sekretaris Negara. "Kalau dia (Hatta), tak usah disebut lagi," kata Toto.

Menurut Toto, partainya menyadari sistem pemerintahan yang sekarang berjalan adalah presidensiil. Karena itu, kewenangan menentukan menteri berada di tangan presiden sepenuhnya. "Kami menghormati kewenangan presiden," katanya.

PAN, kata Toto, tak mempermasalahkan jumlah kursi yang diterima pada pemerintahan berikutnya. PAN mempersilakan Presiden Yudhoyono menentukan sendiri. "Mau ditambah tak apa-apa, mau dikurangi juga tak apa-apa," ujarnya. (*)


Wajib militer di Indonesia?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Ical Diklaim Dapat Dukungan Daerah


Hampir lima ratus pengurus daerah Partai Golkar mendukung Aburizal Bakrie sebagai ketua umum partai periode 2009-2014. Lawan Aburizal, Surya Paloh, dinilai kurang memiliki kedekatan dengan pengurus daerah.

"Kalau yang paling besar, insya Allah adalah Aburizal Bakrie. Karena pendukungnya itu, Saya lihat, sudah hampir 500 dari seluruh DPD kabupaten/kota dan provinsi yang berjumlah lebih dari 500 itu," kata Ketua DPD Golkar Sulawesi Tenggara, Ridwan Bae, usai makan siang bersama Ketua Umum Golkar, Jusuf Kalla, di kantor Wakil Presiden, Jumat (10/7).

Seusai sholat Jumat, Kalla makan bersama Fahmi Idris, Ferry Mursyidan Baldan, Rully Chairul Azwar, Ridwan Bae, Sofjan Wanandi, Aksa Mahmud, dan Alwi Hamu. Menurut Ridwan, Kalla sempat membahas agenda rapat pimpinan nasional. Kemungkinan besar, ujar dia, rapat digelar akhir bulan ini atau awal bulan Agustus. Salah satu agenda rapat itu adalah penetapan jadwal musyawarah nasional.

Ical, kata dia, memiliki kedekatan dengan seluruh kader Golkar dan berpengalaman.

Menteri Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat itu juga memiliki integritas. Bahkan, Ical tak akan memposisikan diri dalam kabinet mendatang. Dia berjanji berfokus mengurus Golkar selama 5 tahun. "Dia memiliki keikhlasan dalam berorganisasi. Ditambah satu lagi, dia tidak akan memposisikan diri sebagai menteri ataupun apa. Sekalipun diminta SBY, dalam konteks ini dia tidak menawarkan diri," ujarnya.

Sebelumnya, Kalla berharap kepemimpinan Golkar mendatang dipegang generasi muda. Sehingga, terjadi pembenahan di internal Golkar. Ridwan mengatakan generasi muda Golkar akan difasilitasi Ical di kepengurusan pusat. (*)



Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Panwaslu Belum Menerima Laporan Gangguan Keamanan


PURWAKARTA,RAKA - Panwaslu Purwakarta melaporkan belum menemukan indikasi terjadinya gangguan kamtibmas di wilayah tugasnya, selama proses penghitungan suara. Sebanyak 192 desa dari 17 kecamatan di kabupaten itu dinyatakan berhasil menggelar pencontrengan.
    
Ketua Panwascam, Sarifudin, kepada RAKA, Jumat (10/7), mengatakan, pihaknya sejauh ini (saat dan sehari setelah pelaksanaan pemungutan suara Pilpres 2009 dan dua hari pasca pemungutan, red) belum menerima adanya laporan kejadian menonjol di seluruh wilayah kerjanya.  "Jadi kondisi Pilpres di Purwakarta, termasuk di kecamatan dan desa, relatif  aman," katanya.

Ia juga mengatakan, pihaknya selalu memantau dan mengawasi jalannya kegiatan Pilpres di semua daerah dengan meminta laporan dari masing-masing Panwascam saat berlangsung proses penghitungan suara di TPS, KPPS, PPK, KPU kecamatan/desa. Tapi, lanjutnya, sejauh ini Panwaskab belum menemukan adanya indikasi terlihat mengganggu jalannya pesta demokrasi terbesar tahun ini. "Walaupun ada sedikit kerikil di Kecamatan Maniis, namun berdasarkan laporan maupun prediksi petugas di lapangan semuanya bisa diatasi ," tutur Sarifudin.

Ketua Panwaslu Kabupten juga mengatakan, tak hanya dengan petugas panwas saja pengawasan dan pengamanan proses Pilpres di pantau, pihaknya pun dibantu personel polisi dari berbagai kesatuan dalam jumlah memadai di seluruh kecamatan dan desa setempat.

Menyoal tentang laporan dari ke tiga tim sukses pasangan Capres Cawapres Pilpres 2009 terkait pelanggaran pemilu pada saat pencontrengan Panwaslu Kabupaten mengaku jika sampai Jumat (10/7) disebutkan belum satupun tim sukses yang memberikan pelaporan pada pihaknya. "Laporan dari masing-masing tim sukses masih belum masuk baik lisan maupun tertulis, sementara kita masih menunggu,"kata Ketua Panwaslu Kabupaten Purwakarta, Sarifudin, kepada RAKA, di ruang kerjanya, kemarin.

Anggota sekaligus Konsultan Hukum Panwaslu Kabupaten Purwakarta, Dijan Widiowati, mengemukakan sejauh ini Panwaslu Kabupaten hanya menerima satu laporan pelanggaran dari pihak Panwascam. Dari 17 Panwascam di Purwakarta, Panawaslu hanya menerima satu laporan pelanggaran pemilu dari Panwascam Maniis.

 "Tidak ada yang meninjol dalam pelaksanaan Pilpres di Purwakarta bahakan antusiasme masyarakat malah meningkat, dimana dari laporan setiap kecamatan hampir semua jumlah pemilih menampakan pertambahan," katanya. Sebagai catatan, jumlah pemilih purwakarta dalam Daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres di Purwakarta terhitung sebanyak 599.556 pemilih. Sedangkan untuk jumlah TPS diketahui sebanyak 1260 TPS. (rif)



Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!

Bupati: Akan Jadi Pusat Kegiatan Ekonomi


PURWAKARTA,RAKA - Pemilik warung remang-remang sepanjang hutan jati Jalan Raya Bungursari - Cikampek, Purwakarta, akhirnya menyerah. Mereka memilih membongkar sendiri waremnya ketimbang dibongkar paksa Satpol PP.

"Hari ini batas akhir pemilik warem mengosongkan area milik pemkab dan sebagian milik Asri Pelangi Nusa (APN), Perhutani dan PT KAI. Area itu nantinya akan ditata menjadi pusat kegiatan ekonomi," ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, kepada sejumlah wartawan, Jumat (10/7) sore.

Menurutnya, pembongkaran warem oleh pemiliknya memang langkah yang baik. " Ini juga untuk masyarakat Purwakarta," ucapnya seraya mengatakan, pihaknya mendata ada sekira 345 pemilik warem yang berjejer sepanjang jalur tersebut. Tapi, pembongkaran tersebut tak menyeluruh terutama bagi pemilik yang benar-benar berjualan dagangan.

Namun, lanjut Dedi, bilamana hingga Sabtu (11/7) besok masih ada pemilik bertahan menetap di warem-warem tersebut, pihaknya terpaksa membongkar paksa. Dedi berharap, penghuni tak lantas harus turun ke jalan mencari mangsa. "Bila ditemukan mereka ngompreng dipinggir-pinggir jalan,  akan ada tindakan buat  mereka," tegasnya.

Satu pemilik warung, Evelyn, meminta Bupati Purwakarta memberikan waktu yang panjang untuk memberesi lokasinya. apalagi, kata dia, belum lama ini dilokasinya dibuat salon yang menelan biaya cukup tinggi. "Kami cuma minta waktu saja agar kami bisa berbenah, karena belum ada pihak yang mau mengganti kompensasi pembongkaran ini kepada kami," katanya. (rif)



Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

Mega - Pro: 365.895 SBY - Boed: 687.770 JK - Win: 70.876




Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Rapat Pleno PPK Patokbeusi

SEPI PENGUNJUNG: Rapat pleno PPK Patokbeusi yang digelar, Jumat (10/7), sepi pengunjung. Saat acara dibuka tepat pukul 08.00 wib, rapat pleno hanya dihadiri olaeh 3 orang saksi, anggota PPS, Ketua Panwas dan Sekmat Patokbeusi. (pir)


Buat sendiri desain eksklusif Messenger Pingbox Anda sekarang!
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah

Rapat Pleno PPK Singkat


SUBANG, RAKA – Rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Patokbeusi, Jum'at (10/7), hanya berlangsung tidak kurang dari 40 menit.

Singkatnya pelaksanaan rapat pleno tersebut lantaran antara PPK dan saksi menyetujui raihan suara dibacakan per desa, karena menurut para saksi untuk raihan suara masing-masing calon per TPS telah dikantonginya.

Seperti halnya yang diungkapkan oleh salah seorang saksi pasangan calon nomor urut dua, Eman S. Dia mengaku percaya penuh kepada PPK Patokbeusi untuk membacakan hasil suara per desa, adapun dalam hasil yang direkap PPK tidak sama dengan temuan mereka, baru akan dibahas bersama dan disetujui oleh dua saksi lainnya.

Rapat pleno yang dibuka Ketua PPK Patokbeusi M Katma Rusmana SH, disaksikan Sekmat Patokbeusi Mumun. Dia berharap agar pelaksanaan rapat pleno dapat berjalan dengan baik dan apabila ada ketidak cocokan angka untuk dapat ditangani dengan pikiran dingin.

Kegiatan yang juga dipantau Ketua Panwas Patokbeusi Muhaemin, juga dihadiri Kapolsek Patokbeusi AKP Udi Sahudi. Dia mengatakan, Pemilu di Kecamatan Patokbeusi yang diahiri dengan rapat pleno merupakan satu keberhasilan yang baik pelaksanaan pemilu dan rapat pleno tanpa ada masalah.

Berjalannya pelaksanaan pemilu dengan kondusif ditandai dengan rapat pleno di PPK, bukan saja keberhasilan pihak kepolisian, akan tetapi adanya kerja sama semua pihak dan dukungan masyarakat Kecamatan Patokbeusi.

Pada pemilu lalu dari sebanyak pemilih dalam DPT 57.549 sebanyak 117 TPS 10 desa yang ada di Kecamatan Patokbeusi pada pembacaannya tanpa ada komplen dari saksi prosesi dimulai pada pukul 08.00 wib selesai pada pukul 08.40 wib yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara dan tepat pada pukul 11.00 Wib masing-masing sakasi. (pir)


Lebih aman saat online.
Upgrade ke Internet Explorer 8 baru dan lebih cepat yang dioptimalkan untuk Yahoo! agar Anda merasa lebih aman. Gratis. Dapatkan IE8 di sini!

Pantura Minta Tumbal, Satu Tewas


SUBANG, RAKA – Sebuah sepeda motor Yamaha Jupiter Z berwarna hitam yang belum bernomor alias masih tes, Jum'at (10/7) dinihari, sekitar pukul 03.00 Wib, ditemukan ringsek di Jalan Tiga Patokbeusi. Diduga kendaraan tersebut merupakan korban tabrak lari.

Kejadian tersebut, juga menewaskan seorang penumpangnya dan menciderai pengendara yang belum diketahui identitasnya. Peristiwa tersebut tidak ada yang tahu persis, namun menurut informasi yang dapat dirangkum RAKA, kejadian ini sempat menggegerkan Pantura lantaran salah seorang penumpang yang tewas, jasadnya tidak dikenali karena terpisah pisah.  

Menurut salah seorang anggota Satlantas Polres Subang yang enggan disebutkan namanya, saat itu dia kebetulan sedang melakukan kontrol lalulintas mendapatkan laporan masyarakat adanya kejadian tersebut meluncur langsung ke lokasi kejadian.

Kata anggota satlantas  pada saat dirinya melakukan evakuasi dua korban dan salah satunya korban tewas dalam keadaan tidak memakai baju serta jasadnya tidak dapat dikenali karena badannya telah rusak, kemungkinan akibat beberapa kali terlindas kendaraan yang lewat.

Dia menyebutkan, pada saat akan mengangkat jasad korban ke mobil ambulan Puskesmas Patokbeusi, diperkirakan seorang pengendara asal Desa Sukamandijaya kondisinya kritis, sementara seorang laki-laki tewas di tempat dengan ciri tanpa baju dan berambut panjang, tidak dapat lagi dikenali karena badannya rusak, kemungkinan tergilas mobil pada saat jasad korban berada di tengah jalan.

"Pada saat saya melakukan evakuasi kedua korban laka salah seorangnya diketahui orang Ciasem, namun saya lupa namanya. Seorangnya lagi saya tidak dapat menyimpulkan apakah dia penumpangnya atau orang gila," ucapnya.

Kapolres Subang AKBP Sugiyono pada saat dikonfirmasi RAKA melalui ponselnya membenarkan adanya tabrak lari pengendara motor yang menewaskan seorang penumpang dan melukai pengendaranya. "Korban tewas belum dapat diidentifikasi identitasnya karena kondisi jasadnya rusak, sementara yang menderita luka parah saat ini berada di RSUD Ciereng Subang," terang Kapolres Subang. (pir)


Apa dia selingkuh?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Pilpres Tanpa Gejolak

DAMAI: Perolehan suara ditandatangani masing-masing saksi pasangan capres-cawapres.


SUBANG, RAK
A - Pasca pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres), kesibukan mewarnai sejumlah sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Namun proses rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara, Jum'at (10/7), umumnya berjalan cepat.

Rata-rata pelaksanaan rapat pleno hari kemarin yang dimulai pukul 08.00 wib dapat selesai kurang dari satu hari. Masing-masing PPK melaksanakannya di aula kecamatan, seperti halnya di Kecamatan Patokbeusi, Ciasem, Blanakan, Sukasari, Pamanukan, Legonkulon, Pusakanagara dan Pusakajaya.

Pantauan RAKA di lapangan, sayangnya pelaksanaan rapat pleno sepi dari pengunjung tidak seperti pada saat rapat pleno legislatif, pengunjung membludak bak pasar malam. Dalam rapat pleno pilpres yang hadir rata-rata camat atau diwakilkan kepada sekmat, kapolsek, danramil, Ketua Panwas, anggota PPS, serta tiga saksi dari pasangan capres-cawapres.

Sedangkan pihak-pihak dari partai pendukung pasangan calon terkesan kurang peduli terhadap prosesi rapat pleno pilpres, kemungkinan kurang pedulinya mereka karena bukan kepentingannya sehinggga terkesan masa bodoh. Sementara pada saat pileg yang lalu, sejumlah caleg begitu banyak yang lalu lalang di setiap prosesi rapat pleno.

Sepeti halnya di Kecamatan Patokbeusi, saat RAKA memantau hanya ada satu orang caleg yang gagal datang ke lokasi rapat yakni dari Partai Gerinda, Jasan dan bahkan dirinya mengirimkan anak sulungnya untuk menjadi saksi di pasangan capres cawapres nomor urut satu.

Menurut Ketua PPK Pusakajaya juga Ketua Forum PPK Kabupaten Subang Ali Suwarsono, pelaksanaan rapat pleno saat ini cukup efektif, sebab rapat pleno berlangsung singkat, padat, baik, tepat, serta sesuai dengan peraturan rapat pleno yang tidak melenceng dari undang-undang KPU, juga rata-rata pelaksanaannya tidak ada komplain dari saksi.

Tidak ada komplain dari saksi, menandakan kearifan PPK dan timnya yang berpegang pada hasil penghitungan KPPS di TPS dan PPS pada pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dapat berjalan sesuai hasil contrengan pemilih yang ada pada lembar surat suara.

Adapun orang-orang parpol atau caleg terpilih tidak menghadiri prosesi rapat pleno karena mereka telah mempercayakan kepada tim gabungannya untuk mengikuti rapat pleno dengan mengirimkan sejumlah saksi. Adapun raihan perolehan suara di wilayah Pantura dirinya tidak dapat menguraikan dengan rinci, akan tetapi sesuai pantuannya di wilayah Pantura tujuh kecamatan dimenangkan oleh pasangan capres nomor urut satu.

Diataranya, Kecamatan Pusakanagara, Cikaum, Tambakdahan, Compreng, Cipunagara, Legon kulon dan Kecamatan Sukasari pasangan calon nomor satu meraih kemenangan dan kecamatan lainnya dimenangkan oleh pasangan calon nomor dua.

"Sesuai pantuan saya sebagai Ketua Forum PPK yang paling tinggi raihan Mega-Pro wilayah Kecamatan Cikaum dengan memperoleh suara yang signifikan, namun tidak hafal jumlah raihannya," ucap Ali. (pir)


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

REKAP SUARA:Polres Tempatkan 1.033 Personil


SUBANG, RAKA – Kepolisian Resort Subang mengerahkan 1.033 anggotanya untuk pengamanan langsung rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara di tempat penghitungan kecamatan (TPK).

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Subang pada saat dihubungi RAKA melalui ponselnya. Menurutnya, bahwa hari kemarin, Jum'at (10/7), sebanyak 1.033 anggotanya disebar di 30 TPK yang ada di Kabupaten Subang. Mereka ditugaskan untuk pengamanan langsung rapat pleno dan pengawalan pengiriman kotak suara dan hasil rekapitulasi ke KPU Kabupaten Subang.

Menurut dia, hasil pantauan anggota TPK-nya di setiap kecamatan yang tersebar di Kabupaten Subang dapat berjalan dengan lancar, baik aman terkendali dan sukses serta dapat berjalan dengan lebih efektif apabila dibandingkan dengan pelaksanaan rapat pleno pada saat pilig lalu. "Hari ini seluruh PPK melaksanakan rapat pleno dan anggota Polres yang ditempatkan di masing-masing TPK dapat bertugas dengan baik dan tidak mengalami kendala apapun," ucap Kapolres.

Kemungkinan, lanjut Sugiyono, rapat pleno pilpres saat ini lebih cepat pelaksanaannya dibanding pelaksanaan rapat pleno pileg dikjarenakan tidak banyaknya kontestan pemilu sehingga anggotanya yang ditugaskan di TPK dan pamsung rapat pleno di PPK di seluruh Kabupaten Subang dapat berjalan dengan cepat. "Malam ini hampir seluruh PPK dapat pengawalan ketat anggota pada saat mengirimkan kotak suara dan hasil rekafnya yang saat ini telah berada di kantor KPUD Subang," tandasnya. (pir)


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Gen-X

Mereka yang ada di balik jaring ini bukan sedang dihukum bapak atau ibu guru, tapi lagi nunggu giliran buat daftar ulang.


Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger.
Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.

SINGKAT: Salah seorang anggota seketariat PPK Patokbeusi tengah mencatat hasil perolehan suara Pilpres pada rapat pleno, Jumat (10/7). Kegiatan ini disaksikan unsur terkait di kecamatan tersebut. Kegiatan serupa, juga dilakukan di kecamatan lainnya yang ada di Subang.(pir)


Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

Tersangka Bansos Segera Diumumkan


Kejari Subang Kantongi Dua Nama

SUBANG, RAKA - Setelah sekitar satu bulan menangani kasus dugaan korupsi pada bantuan sosial (bansos) akhirnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Subang mengantongi dua nama tersangka kasus bantuan sosial berupa dana aspirasi kepada yayasan-yayasan yang ada di Subang.

Menurut Kajari Subang Yusron SH kepada para wartawan, Jum'at (10/7), dua orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka itu terdiri dari satu anggota dewan dan satu orang penerima. Penetapan tersangka tersebut, tambah Yusron, merupakan keputusan setelah dilakukannya tahap penyelidikan di Kejari Subang.

"Kedua tersangka itu diduga melakukan praktek laporan kegiatan fiktif. Sebagian besar uang itu tidak digunakan sebagaimana mestinya serta terdapat pula bukti laporan rekayasa, hingga keduanya ditetapkan sebagai tersangka," jelas Yusron.

Dalam proses penyelidikan yang telah dilakukan, tambahnya, Kejari Subang sudah memanggil sepuluh orang saksinya. Saksi-saksi tersebut, tambah Yusron, yang memiliki kaitan dengan kasus tersebut, diantaranya staf Bagian Sosial Setda Subang.

"Dua tersangka itu memberikan laporan fiktif terhadap kegiatan ternak ayam dengan nilai Rp 127 juta dan kegiatan ternak ikan dengan nilai Rp 100 juta. Kami sudah mendapatkan barang bukti berupa Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) serta stempel perusahaannya," tambahnya.
Untuk perkara ini, menurut Yusron, sudah ditingkatkan ke proses penyidikan. Bahkan, rencananya pada Senin (13/7) depan, pihaknya akan segera mengumumkan nama tersangka dimaksud. Bahkan, Yusron mengungkapkan bila para tersangka baru kemungkinan akan didapat.

"Pada perkara ini tidak menutup kemungkinan akan menyeret pelaku lainnya. Kami akan terus kembangkan kasus ini dengan memanggil yayasan lain yang juga menerima bantuan sosial tersebut, saya optimis bahwa para tersangka bisa terjerat hukum. Ini kan perkara laporan fiktif, saya rasa bisa secepatnya diselesaikan," lanjut Yusron.

Hal lainnya yang membuat rasa percaya dirinya, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pusat menemukan adanya bantuan sosial di Kabupaten Subang yang belum bisa dipertanggung jawabkan dengan nilai hingga Rp 35 miliar. (eko)


Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!

Produksi Peternakan Diyakini Capai Target

TERPENUHI: Produksi peternakan Jabar tahun ini diperkirakan mencapai target.

Tahun Ini Belum Ada 'Wabah Langganan'

PADA tahun 2009 ini, Jawa barat menargetkan hasil produksi peternakan, baik yang bersumber dari produk susu maupun daging, secara keseluruhan sebesar 242.000 ton.

TIM RAKA

Kadisnak Jabar Kusmayadi Tatang Padmadinata menyatakan optimis dapat mewujudkan target tersebut. Menurutnya, perhitungan optimisnya pencapaian target dikarenakan pemerintah telah menerapkan bea masuk impor sebesar 5%  untuk produk susu dari luar negeri. Penetapan regulasi tersebut, menurutnya, menguntungkan produk susu asal  Jabar karena produk susu luar negeri harganya lebih mahal daripada produk susu lokal.

Sementara itu, untuk produk daging di mana sebanyak 77% produk daging bersumber dari hewan unggas yaitu ayam, untuk produksi tahun ini target produksi dapat tercapai karena penyakit hewan yang sering melanda unggas seperti flu burung di tahun ini kian berkurang di Jabar. Adanya kenyataan tersebut, diprediksi produk hasil ternak yang bersumber dari ayam baik daging maupun telur optimis target produksi dapat tercapai.

Kondisi serupa juga terjadi untuk daging yang bersumber dari hewan ternak sapi. Penyakit yang acapkali menyerang ternak sapi yaitu antrax dalam tahun ini belum terjadi. Penyakit tersebut, rawan terjadi pada musim penghujan di daerah endemi masing-masing Karawang, Purwakarta dan Subang.

Penyakit yang sering melanda hewan, di tahun ini pada umumnya dapat diantisipasi. Kenyataan tersebut disebabkan masyarakat kian sadar dalam melaksanakan bio security, kini masyarakat terus melakukan pembersihan kandang-kandang ternak.

Di sisi lain, ujar Kusmayadi, Pemprop Jabar dalam rangka mengantisipasi terjadinya penyakit antrax terus menggelar kegiatan vaksinasi di daerah-daerah endemi. (*)


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

PILPRES 2009,Rekap Suara Dipantau Panwas


SUBANG, RAKA – Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Subang Muhiban SAg mengatakan, pihaknya telah menyebarkan seluruh petugas lapangannnya untuk mengawasi jalannya rekapitulasi di tingkat PPK.

Hal tersebut, jelas Muhiban, sebagai langkah antisipasi sehubungan dengan tingkat kerawanan pelaksanaan rekapitulasi di tingkat PPK, dimans Jumat (10/7) kemarin para PPK tengah melaksanakan rekapitulasi penghitungan suara. "Seluruh anggota panwas sudah disebar ke semua PPK untuk mengawasi rekapitulasi. Panwaslu tidak ingin kejadian distribusi surat suara yang minim pengamanan tidak terjadi lagi saat rekapitulasi di PPK," ungkap Muhiban.

Jum'at kemarin, hampir seluruh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) melaksanakan rekapitulasi dan penghitungan suara ditingkat kecamatan, data yang dikirimkan oleh KPPS melalui PPS, dihitung ulang ditingkat PPK, untuk mendapatkan jumlah di tingkat kecamatan.

Menurut Kasubag Hukum dan Perundangan KPU Kabupaten Subang Kopin Pinem kepada RAKA, hampir semua PPK telah melaksanakan penghitungan secara manual, dan angka perolehan suara, kemarin sudah diketahui. "Yang diperlukan saat ini adalah menghitung surat suara dan jumlah pemilih, semuanya harus sesuai. Kadang kala KPPS sering kebingungan dalam memasukan data tersebut," ungkapnya.

Ketua PPK Purwadadi Hendi Sukmayadi mengatakan, pelaksanaan penghitungan suara secara manual telah dilaksanakan tanpa ada persoalan yang krusial, dalam artian seluruh pelaksanaan sudah ditempuh sesuai dengan aturan yang ada. "Sementara kita tinggal menunggu proses rekapitulasi, sementara untuk jumlah suara telah diterima oleh para saksi dari masing-masing pasangan calon, untuk proses rekapitulasi ini pun tidak akan memakan waktu yang lama, besok juga (hari ini) sudah selesai," tambah Hendi.

Sementara untuk mengirimkan logistik pemilu, menurut Hendi, semuanya merupakan kewenangan dari KPU, apakah akan ditarik oleh KPU atau dikirimkan oleh PPK ke KPU. Menurutnya, untuk persoalan ini, pihaknya menunggu perintah dari KPU Subang. "Namun yang pasti, besok, kami sudah mengirimkan perolehan suara dan hasil rekapitulasi tersebut ke KPU Kabupaten Subang," tegasnya.

Sementara terkait dengan penghitungan manual di KPU Kabupaten Subang, Ketua KPU Kabupaten Subang Kaka Suminta mengatakan, pihaknya akan melaksanakan rekapitulasi manual hasil perolehan suara pilpres 2009 pada hari Senin yang akan datang.

"Kami masih mengunggu hasil rekapitulasi yang dilaksanakan oleh PPK-PPK di seluruh Kabupaten Subang, mereka akan mengirimkan hasil perolehan suara beserta rekapitulasinya setelah mereka melaksanakan rapat pleno perhitungan," ungkap Kaka.

Saat ditanya tentang partisipasi pemilih, menurut Kaka, untuk pilpres tahun 2009 ini, untuk sementara dapat dihitung bila tingkat partisipasi masyarakat mencapai 83 persen, atau 4 persen lebih tinggi dari pemilu legislatif yang lalu.

Terkait dengan penggunaan KTP dan Kartu Keluarga oleh pemilih yang belum masuk dalam data base KPU, menurut Kaka, dari data sementara tercatat 108 orang dari seluruh Kabupaten Subang. "Beberapa orang memang tidak terdaftar dalam DPT. Namun ada juga yang memakai KTP karena tidak mendapat kartu undangan tetapi terdata dalam DPT, namun jumlahnya tidak signifikan, hanya sekitar 180 orang," jelasnya. (eko)


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

3 ABG Bobol Kotak Jariah

DIPERIKSA: Tiga pelaku pencurian kotak amal mesjid tengah diperiksa aparat kepolisian.

SUBANG, RAKA - Ada-ada saja tindakan tiga ABG (anak baru gede) Patokbeusi ini. Mereka nekad membobol kotak jariyah yang ada di masjid, akibatnya, uang yang diperoleh dari jamaah raib hingga jutaan rupiah.

Tiga orang anak yang masih berusia belasan tahun, itu kini harus meringkuk dalam sel tahanan Mapolsek Patokbeusi. Mereka diketahui telah mencuri kotak amal jariah di Masjid As Syifa, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi. Akibatnya, masjid tersebut menderita kerugian jutan rupiah.

Ketiga pelaku yaitu Wahyudin (17), warga Kampung/Desa Rancabango, Muhamad Jamaludin (15), warga Kampung Majasari, Desa Rancabango dan Muhamad Badri alias Jejen (16), warga Kampung Buwer, Desa Rancajaya, Kecamatan Patokbeusi.

Kotak amal itu diketahui sudah berada di depan wartel, dan pertamakali diketahui oleh penjaga mesjid yaitu Syaipullah. Atas kejadian ini, ia kemudian melaporkannya ke Polsek Patokbeusi. Polisi kemudian mengadakan penyelidikan dan pertama mengarah pada Wahyudin dan akhirnya mengaku dan melibatkan kedua temannya.

Menurut pengakuan tersangka, kotak itu dicongkel kunci gemboknya dengan mempergunakan tang. Ketiganya mengambil uang yang berada dalam kotak itu secara bergantian dan langsung pulang ke rumah masing-masing, sedangkan yang yang telah dicurinya habis untuk berpoya-poya.

Akibat pencurian itu, Masjid As Syifa menderita kerugian Rp 5 juta, karena uang yang yang berada di dalam amplop rata-rata isinya Rp 100 ribuan.

Kapolres Subang AKBP Drs Sugyono SH melalui Kanit Reskrim Aiptu Rasam saat ditemui Jum'at (10/7) membenarkan kejadian itu, bahkan menurutnya, salah seorang pelaku malah masih berstatus pelajar. (eko)


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

ABG Pantura Dibawa Kabur


SUBANG, RAKA - Karena iseng membalas SMS yang nyasar, sebut saja Susan (15), warga Desa Jatiragas, Kecamatan Patokbeusi, harus merasakan sengsara dan menanggung malu karena telah dibawa lari oleh seorang pemuda yang baru dikenalnya, Wasiman (28), warga Jalan H Ibrahim No 611 RT 01/05 Desa Mermak, Kecamatan Maos, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Sudah tujuh bulan kedua insan ini saling balas SMS dan berhalo-halo. Namun keduanya juga rindu ingin bertatap muka. Untuk melaksanakan niat ini, Wasiman, Senin (29/6) lalu, mengirim SMS agar menemuinya di Stasiun Cikampek pada sore harinya.

Susan yang masih penasaran ingin bertemu dengan pemuda ini mengajak kedua teman dan tetangganya yaitu Ayu dan Ima agar bersedia mengantarnya. Susan pun meminta ijin pada kedua orangtuanya akan pergi kerja kelompok ke Desa Jatiragas Hilir, padahal ingin ketemu dengan

pemuda ini dan ketiganya langsung pergi ke Stasiun Cikampek.
Kedua insan yaitu Wasiman dan Susan sempat bertemu dan berbicara sedangkan kedua temannya agak menjauh dan tidak mengetahui apa yang dibicarakan, karena hari sudah sore Ayu dan Ima mengajak Susan untuk pulang. Namun ajakan itu malah ditolaknya ban malah menyuruh kedua temannya pulang duluan sedangkan Wasiman dan Susan malah masuk ke dalam pasar.

Ayu dan Ima menceritrakan kejadian ini kepada orangtua Susan yaitu Engkos. Menurut keduanya, Susan dibawa oleh seorang pemuda yang baru dikenalnya dan tidak diketahui keberadannya. Karena takut terjadi sesuatu, Engkos kemudian langsung melaporan kejadian ini ke Polsek Patokbeusi. Keberadaan korban baru diketahui setelah korban menelepon pada pamannya bernama Suhana bahwa dirinya sedang berada di Cilacap dan pelaku malah meminta uang tebusan Rp 2 juta.

Mendengar kejadian ini Suhana menyuruhnya untuk bersikap tenang dan langsung menghubungi Polsek Kroya dan akan dijemput oleh anggota dari Polsek Patokbeusi. Anggota Reskrim dari Polsek Patokbeusi akhirnya dapat membawa keduanya dan setelah berada di Polsek Kroya.

Menurut penuturan korban kepada penyidik, saat bertemu dengan pelaku malah langsung nuruti apa yang dikatakannya dan sore itu langsung naik bus dibawa ke Bandung dan langsung menuju Kebon Kalapa karena pelaku mengatakan akan menemui kakaknya di pabrik roti.

Namun yang dicari tidak ketemu dalam kesempatan itu pelaku mulanya meraba-raba tubuh korban dan akhirnya mengajak berhubungan badan. Permintaan itu tentu saja ditolak mentah-mentah, namun pelaku tak kehabisan akal dan mengeluarkan ancaman.

"Nanti kamu saya tinggalin di Bandung sendirian," karena takutnya akhirnya bersedia membuka bajunya separuh dan celananya juga tetapi pelaku masih merasa kurang puas dan membuka celana korban seluruhnya dan di sinilah pelaku mulai menindih
tubuh korban namun tak lama karena korban keburu berontak.

Keduanya pergi menuju stasiun kereta api akan menuju Cilacap, namun pelaku kehabisan uang dan HP milik pelaku akhirnya dijual, sudah tiga hari korban berada di Cilacap dan baru menyadari keberadaan dirinya dan langsung menghubungi pamannya Suhana.

Sedangkan menurut pengakuan tersangka Wasiman, korban mau diajak pergi karena akan dinikahi dan akan dibawa ke saudaranya di Surabaya, padahal dalam kesehariannya tersanga Wasiman bekerja sebagai buruh serabutan.

Kapolres Subang AKBP Drs Sugiyono SH melalui Kanit Reskrim Polsek Patokbeusi yang ditemui Jum'at (10/7) membenarkan kejadian itu tersangka dijerat dengan tuduhan berlapis yaitu tentang membawa lari anak di bawah umur dan pencabulan dengan ancaman hukuman di atas lima tahun. (eko)


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Senang Hitam Putih


SETIAP orang pasti memiliki cita-cita. Namun tidak semua orang bisa mengapai cita-cita yang dinginkan. Terpicu pola pikir seperti itu wanoja berwajah manis ini mengaku enjoy-enjoy saja.

"Buat aku intinya, aku menjalaninya saja kehidupanku. Banyak aktifitas yang aku ikuti. Tinggal nantinya saja, kalau beruntung aku bisa menjadi yang aku inginkan kalau tidak biar kehidupan yang membawaku kemana," tutur pemilik nama Nuke Trisanti ini.
 
Nuke sapaan cewek ini, membuka pembicaraan ketika RAKA menyambanginya di kantor Caravan Travels. Menurut putri kesayangan pasangan Muhammad Kosim dan Nunung Nurlela ini, pramugari merupakan pekerjaan yang mengasyikkan. Selain bisa berkeliling ke seluruh negara, profesi ini menantang untuk bisa pintar berkomunikasi dan beradaptasi dengan banyak orang.
 
"Saat ini aku sekolah di sekolah menengah kejuruan, dalam hal ini pendidikan yang aku jalani sangat berkaitan erat dengan cita-citaku sebagai pramugari. Pramugari merupakan profesi yang mengasyikkan dan menantang aku untuk selalu menuntu ilmu dengan lebih baik terutama pelajaran bahasa asing. Karena sebagai pramugari otomatis akan melayani semua orang dari penjuru dunia yang nota bene memiliki pola pikir dan bahasa yang berbeda. Sehingga aku juga harus pintar beradaptasi dengan lingkungan," ujarnya.   

Gadis manis berkulit putih berusia 16 tahun ini mengaku senang dapat melaksanakan tugas dari sekolah seperti magang di sebuah perusahaan travel yang bergerak di bidang jasa layanan pariwisata. Karena dengan kegiatan ini memberikannya wawasan sekaligus pengalaman yang bermanfaat. Pemilik zodiak Cancer ini mengaku tidak suka warna yang terlalu lembut dan feminim, sehingga doi yang terlihat manis di saat rambutnya terurai ini mengaku lebih suka menggunakan pakaian berwarna hitam atau warna putih.
 
Dan Nuke yang saat ini mengaku hobi berenang dan menonton film korea, selain dia sejak kecil seneng bermain air, berenang kata dia bisa membuatnya sehat dan menambah fostur tubuhnya cepat tinggi. "Sejak dulu aku gak suka dengan warna yang terlalu feminim, aku lebih seneng dengan pakaian yang berwarna hitam atau putih. Sedangkan jika ada waktu senggang aku suka olahraga renang. Karena sejak kecil aku seneng main air dan olah raga ini bisa membuat tubuhku sehat dan mempercepat pertumbuhan badanku untuk cepat tinggi. Sedangkan untuk mengisi waktu di rumah aku senang banget nonton film drama percintaan korea, karena lakonnya mirip tetanggaku," ucap Nuke sambil tersenyum manis.(*)



Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Hasil Quick Coun Pilpres




Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik.
Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!

MENUJU ISTANA: Setelah Pilpres Istana Negara dipercantik lagi. Sudah dipastikan SBY kembali menghuni Istana ini.


Pemerintahan yang jujur & bersih? Mungkin nggak ya?
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!

Kubu SBY Klaim 60,12 Persen di Karawang


KARAWANG, RAKA – Kubu tim sukses SBY-Budiono mengklaim bahwa hasil perolehan suara yang diperoleh pasangan capres/cawapres yang didukungnya di wilayah Kabupaten Karawang memperoleh suara 60,12 persen. Angka tersebut didapat dari hasil laporan para saksi yang diterjunkan timnya di setiap TPS hingga Kamis (9/7) siang.

Dikatakan Ketua Tim SBY-Budiono, Apid Hapid Maksum, persentase suara sebesar itu dimungkinkan bisa bertambah. Karena sampai kemarin masih ada 2 kecamatan yang belum melaporkan hasilnya. "Kami bukan berarti melangkahi keputusan KPUD. Ini hanya berdasarkan laporan para saksi yang kami terjunkan ke setiap TPS dan PPS. Tentu angka finalnya kami pun menunggu hasil perhitungan di tingkat KPUD," ujar Apid.

Ia juga menyebut, perolehan angka di setiap kecamatan yang diterima pihaknya rata-rata antara 70 persen hingga 80 persen. Dengan menampakan wajah sumringah, Apid mengaku cukup puas atas pelaksanaan Pilpres yang disebutnya berlangsung cukup aman, tertib, dan tanpa masalah. Bahkan yang membuat timnya merasa bersyukur ketika hasil Pilpres sekarang membuktikan bahwa tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya relatif masih tinggi.

"Kami bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat warga Kabupaten Karawang yang telah menggunakan hak pilihnya, terutama yang masih memberikan kepercayaan kepada SBY-Budiono untuk melanjutkan memimpin Indonesia 5 tahun kedepan. Hasil quick count tingkat nasional juga membuktikan, pasangan capres/cawapres yang diusung Partai Demokrat dan puluhan parpol koalisinya memberikan keyakinan kami bahwa Pilpres 2009 cukup berlangsung satu kali putaran," tandas Apid.

Sementara itu, kubu tim sukses JK-Win, seperti dikemukakan ketua timnya, Timi Nurjaman, mengingatkan semua pihak agar lebih bersabar menunggu keputusan KPU atas hasil perolehan suara Pilpres 2009. Kendati pihaknya juga menghargai apa yang selama ini diperoleh penghitungan cepat atau quick count.

Namun demikian, Timi sulit membantah bila memang pasangan JK-Win kalah, itu karena banyak faktor yang mempengaruhinya. Ia menyebut seperti, isu nasional yang cukup populis bagi SBY-Budiono. Misalnya, pemberian gaji ke-13 bagi para PNS, BLT, hingga program PNPM Mandiri yang diarahkan bagi masyarakat. "Kami akui, pencitraan SBY cukup sukses. Berbeda dengan Jusuf Kalla, starting point-nya terlambat. Sebab ketika hendak kembali bersama SBY, ujung-ujungnya harus berpisah," ungkap Timi.

Selain itu, lanjut Timi, kegagalan timnya dalam memasarkan JK-Win dipengaruhi pula oleh minimnya logistik. Bahkan parpol pendukung utama, Partai Golkar maupun Hanura, dirasakannya, kurang difungsikan. Terkesan, tim relawan lebih diutamakan. Akibatnya, kata Timi, mesin parpol tidak mampu optimal melakukan gerakan hingga ke akar rumput. Pada saat bersamaan, citra SBY tetap tinggi di kalangan masyarakat.

"Yang lebih mengagetkan kami, selama debat capres/cawapres berlangsung di televisi, ternyata apa yang telah dilakukan Jusuf Kalla maupun Wiranto kurang populer di masyarakat akar rumput. Itulah hasil kajian kami, kenapa mengusung JK-Win cukup berat. Ini bukan hanya di Karawang, tapi hampir menyeluruh secara nasional. Soal pelanggaran, sampai hari ini (kemarin -red), kami masih menunggu laporan rekan-rekan di lapangan. Hanya, kami merasa terganggu ketika ditemukan beredarnya kupon sembako gratis yang menyudutkan JK-Win malam menjelang hari H," pungkas Timi.

Klaim Jasa
Sementara itu, kemenangan SBY-Boediono sudah hampir pasti di tangan. Sejumlah partai pendukung yang tergabung dalam barisan koalisi mengingatkan bahwa perjuangan memenangkan pasangan tersebut tidak diraih dengan mudah. Presiden PKS Tifatul Sembiring mengungkapkan, sejak partainya memutuskan mendukung SBY-Boediono, dirinya sering mendapat fitnah. "Datang bertubi-tubi, mulai menjual partai, menjual umat, bahkan dituding melecehkan jilbab," ujarnya di Jakarta kemarin (8/7).

Namun, dia mengaku telah memaafkan seluruh pihak yang memfitnahnya tersebut. Hal itu dianggapnya sebagai konsekuensi atas ijtihad politik dari partai yang dipimpinnya. Yaitu, memutuskan ikut mendukung duet SBY-Boediono dalam pilpres kemarin. ''Dalam Islam, berijtihad itu dibolehkan. Benar dapat dua pahala, salah pun masih dapat satu pahala. Ini biasa saja," tandas Tifatul.

Namun, dia belum mau berkomentar secara terbuka soal jatah menteri yang diperoleh PKS setelah ikut mendukung duet SBY-Boediono. "Belum, yang penting kita perbaiki dulu ukhuwah dan persatuan umat. Apa yang terjadi kemarin harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak," kelitnya. Dalam banyak kesempatan, Tifatul yakin bahwa partainya mampu menyumbang 10 persen dari total suara ke SBY-Boediono. Jumlah tersebut adalah perkiraan suara yang diperoleh PKS pada pemilu legislatif lalu. "Insya Allah kami tetap bulat," ujar Tifatul.

Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang M.S. Kaban juga mengungkapkan bahwa pihaknya ikut memberikan sumbangsih atas kemenangan SBY-Boediono. Menteri kehutanan tersebut kerap berdialog dengan masyarakat di sejumlah desa dan pedalaman untuk menyosialisasikan program kerja pasangan tersebut.''Saya banyak berdialog dengan masyarakat pinggiran hutan dan lainnya," ujar Kaban di Jakarta kemarin (8/7). Dari dialog tersebut, lanjut dia, rakyat memang cenderung tetap memilih SBY.

Dia mengakui, 13 agenda SBY pada 2009-2014 memang berkualitas. Sebab, program-program itu benar-benar menyentuh hajat hidup orang banyak. "Lebih dahsyat dari slogan ekonomi kerakyatannya Mega-Prabowo. Sebab, mereka baru meneriakkan, sementara ini sudah dijalankan," jelasnya. Namun, seperti halnya Tifatul, dia juga masih malu-malu menyebut sharing power di pemerintahan nanti. "Yang penting sudah menang dulu. Soal itu (kabinet, Red) urusan nanti," dalihnya.

Sejak Pemilu 2004, PBB memang menjadi pendukung utama koalisi partai pemerintah. Bersama Partai Demokrat dan beberapa partai lain, mereka menjadi partai pendukung duet SBY-Kalla sejak putaran pertama. Namun, pada pemilu legislatif lalu, salah satu partai Islam termasuk yang gagal lolos parliamentary threshold 2,5 persen untuk bisa masuk di parlemen. (vins) 


Coba Yahoo! Mail baru yang LEBIH CEPAT. Rasakan bedanya sekarang!

Suku Baduy Satu Kampung Golput Pilpres (1)


Pilih Tak Contreng Demi Adat

INGAR - bingar pemilihan presiden (Pilpres) ternyata tak sampai ke wilayah pedalaman Indonesia. Ketika mayoritas warga negara menggunakan hak pilih untuk menentukan masa depan negeri, suku Baduy Dalam justru memilih tak terlibat.

JPNN, Lebak

RABU pagi (8/7) kemarin suasana di Kampung Cibeo, tempat tinggal suku Baduy Dalam, terlihat hidup. Sekilas melempar pandang, tepat pukul 06.00 WIB, mayoritas penduduk mulai beraktivitas. Sebagian besar sibuk menyelesaikan urusan rumah tangga masing-masing. Ada juga yang terlibat komunikasi dan aktivitas kecil dengan para tetangga.

Mereka terlihat santai. Semua aktivitas dan pekerjaan dilakukan di sekitar rumah, yang rata-rata berbentuk panggung berukuran 10 x 10 meter. Rumah itu terbuat dari konstruksi kayu dan anyaman bambu. Padahal, biasanya, setiap pagi suku Baduy Dalam sudah sibuk mempersiapkan alat-alat pertanian dan berladang.

Namun, tepat pada hari pesta demokrasi (pilpres) kemarin, sebagian besar warga Baduy tidak pergi ke sawah. Mereka memilih menghangatkan diri di rumah. ''Hari ini kami banyak yang libur berladang karena menghormati pemilu,'' ujar tokoh adat Badui Dalam Jaro Sami saat ditanyai koran ini.

Menurut Jaro Sami, karena ketatnya peraturan adat, suku Baduy Dalam memang cenderung tidak ikut mencontreng dalam pemilu. Mereka memiliki metode lain untuk menunjukkan dukungan terhadap pesta demokrasi itu. Mereka bersemadi dan berdoa kepada Yang Mahakuasa agar siapa pun yang menjadi pemenang dalam pemilu bisa mengemban amanat warga Indonesia. ''Abdi mah ngiring karu kenging bae (kami ikut yang menang sajalah, Red)'' ujar Jero Sami.


Apa yang disampaikan Jero Sami itu ternyata memang diikuti para warga Baduy Dalam lain. Jika pada hari-hari biasa pagi-pagi buta warga Baduy Dalam sudah berangkat ke ladang, hari itu mereka memilih bersemadi atau berdoa di kediaman masing-masing.

Menjelang siang, gang-gang di sela-sela rumah warga lengang. Banyak juga pintu yang tertutup. Anak-anak kecil yang biasanya ramai bermain di hutan dan sungai juga tak terlihat lagi. ''Ada juga yang tidak pulang karena menginap di Saung di ladang. Tapi, sehari-hari memang sepisih di sini,'' ujar pria 48 tahun itu.

Suku Baduy sendiri merupakan salah satu di antara masyarakat adat yang hidup secara eksklusif di kaki pegunungan Kendeng. Secara umum, Baduy terbagi menjadi dua golongan, yakni Baduy Luar dan Baduy Dalam. Warga Baduy Luar lazim dikenali dari pakaiannya yang serbahitam dan baju adat batik warna biru dan tinggal tersebar di 56 dari total 59 kampung di wilayah perbukitan.

Tiga kampung sisa, yakni Cibeo, Cikeurta Warna, dan Cikeusik ditinggali suku Baduy Dalam. Berbeda dengan suku Baduy Luar yang lebih modern dan terbuka, Baduy Dalam cenderung hidup tertutup dan memiliki pantangan layaknya sufi. Mereka, antara lain, tidak boleh merokok, tidak boleh sekolah, menggunakan alat-alat modern, ke mana-mana harus berjalan kaki, dan berpakaian serbaputih dengan tutup kepala putih.

Suku Baduy Dalam adalah petani dan hidup dari hasil bumi tanaman mereka sendiri. Di samping itu, kampung Baduy Dalam tersebut masih memegang adat istiadat yang teguh, termasuk larangan memotret bagi para pengunjung.

Tempat tinggal masyarakat Baduy Dalam juga unik dan khas. Rumah mereka dibangun tanpa merusak alam. Seratus persen bahannya didapatkan dari alam. Rumah dibangun satu meter dari tanah dengan kaki penyangga yang berada di atas batu. Rumah juga dibangun tanpa meratakan tanah. Jadi, kalaupun permukaan tanah miring, panjang kaki-kaki rumah yang menyesuaikan dengan kerataan lantai rumah.

Tiap rumah hanya memiliki satu pintu yang dibuat dari anyaman bambu (sarigsig, Sunda, Red). Selain itu, rumah tinggal Baduy Dalam tidak memiliki jendela, tetapi hanya berupa lubang-lubang kecil yang disesuaikan dengan ukuran kedua belah mata. Fungsinya untuk melihat atau mengintip ke luar rumah. Lubang-lubang tersebut disebut lolongok dan menyebar di beberapa tempat. Ketika Jawa Pos berkeliling, tak sedikit mata yang mengintip dari dalam rumah lewat lubang lolongok.

Salah satu tokoh pemangku adat lain, Ayah Mursid mengatakan, perwakilan panitia pemilihan suara (PPS) sudah membagikan undangan untuk mencontreng. Puun Jahadi, tokoh adat tertinggi Baduy Dalam, juga telah menginstruksi semua warga untuk menggunakan haknya. Tapi, ternyata pada hari pencontrengan warga Cibeo tak terlihat antusias untuk terlibat dalam pemilu ''Kami mempercayakan semua kepada warga Baduy Luar yang lebih dekat dengan dunia luar,'' ujarnya.

Hal itu, kata Ayah Mursid, karena warga Baduy Dalam memang selama ini selalu hidup dan menjalani aturan filosofis adat yang ketat. Salah satunya tidak terlibat dalam tindakan dan hal yang merugikan orang lain atau memicu perpecahan. ''Karena itu, kami tidak suka politik. Tapi, kalau memang ada yang ingin mencontreng, kami tetap mempersilakan karena itu memang sudah hak pribadi mereka,'' ujarnya dengan bahasa Indonesia yang lancar.

Kenalkah mereka dengan capres dan cawapres? Dengan mantap pria 44 tahun itu mengangguk. Tak hanya kenal, Ayah Mursyid lantas menyebutkan nama capres dan cawapres sekaligus visi misinya. Hal itu ternyata merupakan buah dari upaya keras para petinggi adat untuk tetap mendapatkan informasi walau tinggal di pedalaman.

Bahkan, dirinya dan sejumlah petinggi adat sempat menyaksikan debat capres ke kampung terdekat, yakni di Ciboleger. Untuk keperluan itu mereka harus turun gunung dan berjalan sejauh 12 kilometer selama dua-tiga jam dan keluar ke wilayah di luar kampung Baduy. ''Saya masih ingat janji-janji mereka dan merekamnya di ingatan untuk ditagih,'' candanya.

Walaupun tidak ikut memilih, Jaro Sami mengatakan memiliki visi atau wangsit bahwa yang akan lolos menjadi presiden adalah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dua kompetitornya, Megawati dan Jusuf Kalla, mungkin belum mampu menyaingi SBY. ''Tapi, itu yang saya lihat tadi malam. Kalau nanti malam bisa lain lagi, siapa tahu,'' katanya dengan wajah serius.

Siang menjelang, Jawa Pos pun turun gunung ke kampung Ciboleger, yang merupakan wilayah Baduy Luar yang di dalamnya terdapat tempat pemungutan suara (TPS) untuk 6.325 dari total 11.170 warga Baduy. Desa Ciboleger merupakan daerah yang berbatasan dengan Kampung Baduy Luar. Sebagian besar penduduk Baduy Luar ataupun Dalam membeli keperluan sehari-hari dari desa tersebut. Tidak heran jika di Desa Ciboleger ditemukan hilir mudik orang-orang Baduy. Karena itu, desa tersebut dipilih untuk lokasi satu dari dua TPS Baduy.

Benar saja, hingga TPS ditutup pada pukul 13.00, tak satu pun warga Baduy Dalam yang mencontreng. Ada beberapa perwakilan Baduy Dalam yang ikut turun gunung, tapi mereka tak tampak ikut masuk ke area pemungutan suara. ''Belum ada yang mencontreng. Ya, kami maklum, karena bagaimanapun aturan adat masih kental di komunitas mereka,'' ujar Ketua PPS H Sarpin. Ketika Jawa Pos sampai di TPS, sudah ada sekitar 1.004 yang telah menggunakan hak pilih.

Ayah Mursid yang ikut turun ke TPS mewakili tokoh adat juga tak terlihat mencontreng. Selain mengatakan siap ikut dengan siapa saja yang terpilih, Mursid menitipkan pesan agar siapa pun yang terpilih bisa membantu warga Adat menjaga keaslian wilayah dan kehidupan mereka. ''Terutama, agar melindungi hak kami untuk tetap menjaga keaslian tradisi adat Baduy sampai kapan pun,'' harapnya.

Pria yang telah belasan kali berjalan kaki dari Cibeo ke Jakarta untuk menemui sejumlah pejabat tinggi negara itu berharap semua orang bisa tetap hidup damai walaupun berbeda pilihan. ''Ini negara kita semua. Jadi, kami selalu berdoa agar bangsa ini tetap utuh dan bersatu,'' ujarnya. (bersambung)


Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat - Rasakan Yahoo! Mail baru yang Lebih Cepat hari ini!

Copet Dihajar Massa


KARAWANG, RAKA - Bayu Firdaus bin Rahmat (25) pencopet spesialis HP yang biasa beraksi diatas bis tiga perapat babak belur dihajar massa di bantaran kali Tarum Tengah tepatnya di belakang garasi PO Hiba Utama, Kamis (7/7) kemarin.
 .
Saat menceburkan diri ke dalam irigasi untuk menyelamatkan diri, warga Kampung Batujaya RT 01/04 Desa/Kecamatan Batujaya, Karawang itu sama sekali tak menduga akan ada warga yang siap menantinya di sisi irigasi. Ternyata dugaannya meleset.

Teriakan maling yang berkali-kali  diucapkan pemilik HP, Mega Ika Puspita (21) mampu menarik perhatian warga.Sehingga, ketika Bayu tiba dan naik ke darat, puluhan massa tanpa ampun langsung menghajarnya hingga jontor.

Warga Kampung Langseb I RT 01/01 Desa Kertaraharja Kecamatan Pedes ini mengatakan, aksi pencopetan itu terjadi ketika dirinya menumpang bis dari Terminal Tanjungpura menuju lampu merah Perum Karang Indah. Ketika bis berhenti di depan Akper Kharisma Jalan Pangkal Perjuangan by pass Karawang, banyak penumpang yang turun. Namun, saat penumpang-penumpang tersebut turun, karyawati restoran di kawasan Sedana Golf ini langsung berfirasat jelek terhadap seorang lelaki yang duduk di samping kanannya setelah mengetahui HP Nokia tipe 1112 miliknya hilang.

"Seharusnya saya turun di lampu merah Karang Indah. Tapi karena dia(pelaku) turun, saya pun turun. Ketika bis sudah berlalu, saya langsung meminta HP tersebut kepadanya agar tidak menjadi ribet seperti ini (berurusan dengan polisi). Tapi, dia malah lari dan kabur naik angkot ke arah Tanjungpura," ujarnya.

Melihat dia lari, lanjut Mega, dirinya pun langsung berlari untuk mengejar angkot tersebut sembari berteriak'copet-copet'. Setelah berlari sekitar 100 meter mengejar pelaku, Eman Sulaeman (24) anggota Satpol PP Karawang datang membantu untuk mengejar dan menghentikan angkot tersebut."Begiru dipepet, angkot berhenti.Tapi, pelaku langsung kabur dengan menceburkan diri ke dalam irigasi," tutur Mega.

Jujur saja, imbuh gadis yang akrab disapa dengan panggilan Ega ini," kalau soal HP-nya doang,sambungnya,  gak masalah karena masih bisa dibeli dengan uang. Tapi, nomor-nomor HP yang tersimpan di memori kartu itu belum tercopy." Nomor kita itu memang bisa diganti sesuai dengan nomor yang hilang tapi, nomor-nomor yang sudah  tersimpan itu pasti hilang. Nomor-nomor yang sudah tersimpan itu kan tidak ternilai harganya dan kita pasti akan kehilangan banyak teman," pungkasnya.
 
Sebelum meninggalkan kantor Polsek Karawang, Mega mengaku cukup kecewa dengan sikap dan perilaku sopir angkot yang terkesan bekerja sama dengan pencopet. "Saya sudah meminta kepada sopir angkot itu untuk stop dengan menunjuk-nunjuk pelaku dengan teriakan copet, eh, si sopir malah jalan terus. Kalau bukan dibantu oleh anggota Satpol PP itu, kemungkinan pencopet itu akan lolos dari jeratan hukum dan tetap akan kembali merugikan masyarakat yang lainnya," tutupnya. (ops)


Selalu bersama teman-teman di Yahoo! Messenger
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

Panwaslu Temukan Ribuan DPT Tidak Bernomor Induk KPUD Anggap Tidak Masalah


KARAWANG, RAKA – Panwaslu mencatat banyak masyarakat hak pilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) tidak bernomor induk. Rata-rata setiap kecamatan hingga 1000-an orang. Bahkan yang terbanyak terjadi di Kecamatan Pedes sampai 8 ribuan orang.
  
 Dikemukakan Ketua Panwaslu Karawang, Masmuhyi, bahwa pihaknya perlu mempertanyakan DPT tidak bernomor induk tersebut. Mengingat, ini bisa berbenturan dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang membolehkan masyarakat hak pilih yang tidak tercantum dalam DPT bisa menggunakan hak pilihnya hanya dengan memperlihatkan KTP dan Kartu Keluarga.
  
 "Atas temuan ini memang baru akan kami konfirmasikan ke KPUD. Masalahnya, bisa jadi petugas pemutakhiran data pemilih atau PPDP malas menuliskan nomor induk kewarganegaraan yang ada di setiap KTP orang bersangkutan. Jangan-jangan malah saat pendataan pemilih dengan cara ditembak, tanpa menemui warga yang didatanya. Kalau tidak, kenapa sampai nomor induknya tidak ditulis?" ujar Masmuhyi.
   
Sedangkan temuan lain mengenai dugaan pelanggaran Pilpres 2009, hingga kemarin pihaknya belum menemukan temuan baru atau laporan dari Panwas Kecamatan. Hanya sejak masa kampanye tertutup hingga kampanye terbuka, terdapat dua dugaan pelanggaran yang sedang diproses Panwaslu. Yakni, peringatan Harlah Bung Karno di Tugu Proklamasi Rengasdengklok yang dilakukan capres/cawapres Megawati Soekarnoputri-Prabowo, dan penempatan spanduk JK-Win di kantor Disperindag Tamben.
   
Temuan lainnya, sambung Masmuhyi, adalah beredarnya kupon sembako gratis sebagai gerakan kampanye hitam untuk menyudutkan pasangan capres/cawapres JK-Win maupun Mega-Pro, 6 Juli lalu. Namun ia mengakui, sulit untuk memproses bukti-bukti pelanggaran kampanye hitam jenis ini. "Masalahnya, sulit untuk menangkap pelakunya. Karena itu urusan polisi. Sampai sekarang kami belum menemukan titik terang. Jadi kemungkinannya tidak bisa dilanjutkan pada proses hukum," ujar Masmuhyi.

Menanggapi DPT yang tidak bernomor induk, pihak KPUD seperti disampaikan Divisi Data Pemilih dan Kampanye, Asep Sugiarto, beralasan bahwa hal tersebut bukan menjadi kewenangan KPUD. Sehingga pihaknya tidak harus menginstruksikan kepada PPDP untuk menuliskannya. "Yang punya kewenangan mengenai nomor induk adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Makanya kenapa kita tidak mengisi itu. Kalau pun ada hanya beberapa saja," jelas Asep.

Ia juga menyebut, pengisian nomor induk bukan substansi. Kalau pun tidak sampai diisi tidak kemudian jadi masalah. "Itu mah cemen (kecil -red). Tidak perlu diributkan. Yang jadi masalah mah adalah ketika ada masyarakat hak pilih yang tidak terdaftar dalam DPT.


Tidak masuk DPT saja tetap bisa memilih kho. Walau pun harus menunjukan KTP maupun KK. Namun sampai hari ini (kemarin -red), KPUD belum menerima laporan berapa di antara warga hak pilih yang ada di Kabupaten Karawang menggunakan hak pilihnya hanya dengan memperlihatkan KTP dan KK," tandasnya.

Mengenai data hasil perolehan suara yang sudah masuk KPUD, kata Asep lagi, sampai kemarin sore sekitar 76,45 persen. Menurutnya, ini menunjukan adanya kenaikan partisipasi politik masyarakat dibanding Pemilu legislatif 9 April lalu yang hanya 72,54 persen. Mungkin Asep lupa bahwa di Pilpres kali ini jumlah DPT juga mengalami kenaikan hingga 77.175 orang pemilih. (vins)



Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!

Polres Siap Bongkar Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Bansos


    KARAWANG, RAKA – Polres berjanji siap untuk menangani kasus dugaan proyek fiktif dalam penyaluran dana bantuan sosial tahun anggaran 2008 bagi kelompok usaha budidaya ternak.

    Hal ini ditegaskan Kasat Reskrim Polres Karawang, AKP. Sandy Hermawan, saat ditanya para wartawan, Kamis (9/7). Menurut dia, pihaknya sampai saat ioni tetap serius mengungkap kasus tersebut, dan siap menuntaskankannya. Karena telah hampir empat bulan proses penyelidikan ditangani Polres.

    "Untuk kasus ini tidak ada kata dihentikan dan kami akan selesaikan secepatnya," tegas Sandy sambil menjelaskan pula, bahwa pihaknya sudah memanggil para saksi untuk dimintai keterangan terkait penyaluran dana bansos pagi para kelompok usaha.

    Hingga kini, sambung Sandy, berdasarkan hasil pemeriksaan telah cukup bukti yang mengarah kepada tersangka. Hanya saja, ia belum berani menyebutkan nama tersangka yang dimaksudkannya. Kecuali sekedar memberikan gambaran bahwa nama tersangka adalah salah seorang anggota DPRD Karawang.

    "Kami ingin tergesa-gesa. Tapi hasil penyelidikan tinggal selangkah lagi. Baru di sana bisa menetapkan tersangka. Dalam waktu dekat kami pun siap memanggil orang bersangkutan untuk diperiksa. Lihat saja nanti setelah Pilpres. Sabar sedikit," ujar Sandy.

    Di tempat terpisah, Ketua Investigasi LSM Gerakan Rakyat Pemberantas Korupsi (GRPK) Karawang, Asep Irawan Syafei, berpendapat, laporan yang telah diberikan LSM-nya itu ke pihak Polres adalah hasil investigasi. Dari data yang berhasil diungkapnya, tandas Asep, pihaknya mensinyalir ada tiga bantuan yang diduga disimpangkan.

    Di antaranya, ia menyebut, bantuan ternak domba di salah satu koperasi yang ada di Cikampek hingga Rp 75 juta. Termasuk bantuan bagi  ternak sapi di daerah yang sama sebesar Rp 100 juta. Serta bantuan yang diberikan kepada koperasi lain yang disebutnya Koperasi Beringin Muda dengan jumlah bantuan sampai Rp 100 juta.

    "Dari bantuan sosial tahun anggaran 2008 yang mencapai Rp 4 milyar, sekitar Rp 800 jutanya kita duga menguap. Dugaan ini muncul setelah dicek ke lapangan, rata-rata nama perusahaan, tempat usaha, dan penerima dicurigai tidak sesuai dengan pengajuan. Malah kita tidak menemukan bentuk fisiknya," ungkap Asep. (vins)


Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat.
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

Pabrik Nakal Hanya Ditegur


TERCEMAR: Sungai Karanggelam yang membentang mulai Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, hingga Desa Citarik, Kecamatan Tirtamulya, berwarna hitam kecoklatan dan menimbulkan bau tak sedap. (asy)

Bupati Belum Beri Sanksi Pencemar Lingkungan

KARAWANG, RAKA - Tercemarnya Sungai Karanggelam di Desa Dawuan Tengah, Kecamatan Cikampek, yang diduga kuat dilakukan sejumlah pabrik yang berada di hulu sungai tersebut, membuat Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup (BPLH) Kabupaten Karawang geram.

Menurut Kepala Bidang Pengawasan dan Pengendalian BPLH Kabupaten Karawang Unang saefudin, Kamis (09/7) sore, pihaknya telah melakukan uji laboratorium terhadap semua limbah yang dikeluarkan oleh perusahaan yang berada di Kawasan Indotaisei, bulan Juni lalu. Hasilnya, PT Pulau Intan Lestari tercatat sebagai perusahaan yang limbah industrinya melampaui batas ambang.

"Setelah mendapat laporan dari warga dan melakukan uji laboratorium, ternyata limbah cair perusahaan tersebut melebihi batas ambang kewajaran. Kami telah menegur perusahaan tersebut. Namun apabila teguran kami tidak diindahkan, maka kami akan memberikan rekomendasi ke bupati agar dilakukan penindakan terhadap perusahaan tersebut. Pasalnya, kami tidak mempunyai kewenangan untuk melakukan penindakan, karena BPLH sifatnya hanya menegur dan mengingatkan," tandas Unang.

Apabila tingkat pencemaran Sungai Karanggelam semakin parah, lanjutnya, maka orang yang mengkonsumsi air sungai itu kemungkinan besar akan meninggal. "Sampai saat ini belum ada laporan mengenai hal itu. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, maka kami terus melakukan pemantauan terhadap limbah yang dihasilkan oleh perusahaan yang ada di Kawasan Indotaise. Mengenai air sungai, kami juga terus melakukan uji laboratorium," tuturnya.

Unang melanjutkan, pihaknya tidak serta merta melakukan peringatan dan teguran. Pasalnya, sebelum memberikan peringatan, harus melalui beberapa tahapan. "Sebelumnya kami melakukan sosialisasi ke perusahaan yang diduga melakukan pencemaran, setelah itu mengundang perusahaan tersebut untuk diberi arahan mengenai hak serta ketentuan, serta membuat surat pernyataan bahwa ia siap menjalankan segala ketentuan. Setelah tahapan tersebut dilalui, ternyata limbah yang dihasilkan masih tetap di atas ambang kewajaran, kami tidak akan pernah bosan melakukan teguran," ungkapnya.

Untuk menanggulangi banyaknya perusahaan yang mengeluarkan limbah dengan seenaknya, dia mengatakan, setiap bulan perusahaan tersebut diwajibkan melaporkan hasil uji laboratorium. "Setiap dua tahun sekali, mereka diwajibkan memperpanjang perjanjian mengenai parameter limbah cair yang dikeluarkan. Untuk jangka waktu dekat, biasanya mereka menyerahkan hasil laboratorium ke Dinas Kesehatan. Namun sampai saat ini masih banyak perusahaan yang tidak berkelanjutan melaporkan hasil uji laboratorium. Hasilnya masih ada perusahaan yang bandel dan tidak mengikuti aturan," tuturnya.

Terkait dengan banyaknya perusahaan mengganti sumber energi dari solar ke batu bara, menurut Unang, apabila perusahaan tersebut menggunakan batu bara berkualitas rendah, akan berdampak negatif terhadap lingkungan. "Sangat berbahaya apabila menggunakan batu bara. Asap yang dihasilkan sangat pekat, dan itu akan mempercepat kerusakan lingkungan. Agar kerusakan lingkungan tidak semakin parah, kami akan terus melakukan pemantauan dan bukan tidak mungkin nantinya kami diberi kewenangan untuk melakukan tindakan," tandasnya. (psn)



Nama baru untuk Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
Cepat sebelum diambil orang lain!

Surat Suara Masih Dijaga Ketat

PERIKSA KOTAK: Kabid Obvit Polres Karawang AKP Ali Akbar Murad saat meninjau kotak suara di sekretariat PPK Tirtamulya.

TIRTAMULYA, RAKA - Walaupun pilpres telah dilaksanakan, namun pihak kepolisian tetap melakukan pengawasan terhadap logistik pemilu, terutama surat suara yang ada di sekretariat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Hal ini dimaksudkan agar proses penyelenggaraan pilpres tetap berjalan dengan aman hingga akhir pelaksanaan. Setiap sekretariat PPK, dipantau oleh polisi untuk memastikan surat suara tetap terjaga dengan aman. Hal tersebut dikatakan Kabid Objek Vital Polres Karawang AKP Ali Akbar Murad saat ditemui RAKA, Kamis (9/7) siang, saat meninjau sekretariat PPK Tirtamulya.

Menurutnya, pilpres beberapa hari yang lalu telah berjalan dengan lancar, tidak ditemukan hal-hal yang krusial selama pelaksanaanya. Tapi walaupun demikian, pengawasan akan terus dilakukan hingga pilpres telah berakhir dan semua logistik telah dikembalikan ke KPU. Pasalnya, masalah logistik terutama surat suara, merupakan hal yang riskan. Untuk itu, pengawasan harus terus dilakukan hingga tuntas. "Setiap PPK akan dijaga oleh seorang perwira polisi. Agar keamanan logistik yang ada di masing-masing PPK terjaga. Alhamdulillah sekarang pilpres dapat berjalan dengan lancar tanpa hal-hal krusial yang terjadi," terangnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, sebelum pemilu ini tuntas dilaksanakan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan berkeliling ke tiap-tiap kecamatan yang menjadi tanggung jawabnya, seperti Kecamatan Tirtamulya, Purwasari, Ciampel, Cikampek dan Klari. Titik konsentrasi terakhir pengawasan, akan dilakukan di sekretariat KPU Kabupaten Karawang, karena semua logistik akan bermuara di situ. Perjalanan dari PPK ke KPU akan terus dilakukan agar keamanan dan kerahasiaannya tetap terjaga. "Kami telah menunjuk perwira pengendali untuk menjalankan tugas ini. Untuk memastikan pilpres aman hingga selesai," pungkasnya.

Sementara itu, Camat Tirtamulya Drs H Sujana mengatakan, pemahaman demokrasi di masyarakat ada peningkatan. Hal ini bisa dilihat dari tidak terjadinya ketegangan antar masyarakat yang berbeda pilihan. Padahal, momen pemilu seperti ini merupakan momen yang rentan terjadinya konflik. Namun hingga pilpres ini dijalankan, tidak ada ketegangan sedikit pun. Keadaan seperti ini, merupakan sinyal positif untuk perkemabangan demokrasi di Indonesia. "Hal-hal sepert ini yang harus dipertahankan. Walaupun berbeda pandangan politik, persatuan dan keamanan harus tetap diutamakan," terangnya.

Dia melanjutkan, partisipasi pemilih juga ada peningkatan bila dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Kesadaran masyarakat dalam berdemokrasi telah tumbuh, karena pemilu merupakan salah satu konsekuensi dalam demokrasi. Dia berharap, setelah pilpres ini selesai, semua tim sukses maupun simpatisan capres, bisa kembali pada aktivitasnya masing-masing. Jangan sampai terjadi ketegangan antar mereka. "Siapapun pemenang pilpres nanti, semuanya harus menerima. Karena itu merupakan pilihan rakyat. Jangan sampai terjadi ketegangan dan kondusifitas harus tetap dijaga," himbaunya. (asy)




Coba Yahoo! Messenger 9.0 baru
Lengkap dengan segala yang Anda sukai tentang Messenger!

PELAYANAN PUBLIK BELUM MAKSIMAL


PURWASARI,RAKA- Masyarakat masih mengeluhkan pelayanan publik yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat. Masyarkat menilai birokrasi yang ada terlalu berbelit-belit. Sehingga untuk membuat identitas pun, masyarakat harus bolak-balik mengunjungi beberapa tempat. Hal tersebut, dikatakan oleh warga Kecamatan Purwasari, Siti Fatimah Juhro , saat ditemui RAKA, Kamis (9/7) siang dikediamannya.

Menurutnya, dalam memberikan pelayanan, seharusnya pemerintah memberikan pelayanan yang maksimal pada masyarakat. Jangan sampai masyarakat diping-pong untuk membuat identitas saja ataupun membuat surat kelakukan baik. Selain itu, dalam pembuatan identitas juga, selalu dipinta biaya. Padahal, sepengetahuannya, pemerintah telah mengratiskan pembuatan kartu identitas ataupun pembuatan kartu keluarga."Saya pernah mendengar bahwa untuk pembuatan KTP, pemerintah telah mengratiskannya. Tapi kenyataan dilapangan, masih ada pungutan untuk proses pembuatan,"terangnya

Lebih lanjut dia menuturkan, masyarakat jangan sampai dijadikan alat produksi dan lahan untuk mendapatkan uang. Memberikan pelayanan terhadap masyarakat merupakan kewajiban pemerintah, jangan sampai masyarakat selalu dipinta untuk membayar iuran yang seharusnya tidak perlu diberikan oleh masyarakat. Karena pembuatan surat-surat tersebut telah digratiskan. Untuk memenuhi kebutuhan ekonominya saja, masyarakat miskin mengalami kesulitan,"Seharusnya jangan ditambahkan beban lagi untuk membuat administrasi kependudukan semacam ini. Karena tugas dari pemerintah adalah melayani masyarakat."jelasnya

Siti menambahkan, selama ini, dia melihat tidak ada pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten terhadap pemerintahan dibawahnya. Pasalnya pelaksanaan pembuatan KTP maupun KK gratis belum maksimal dijalankan. Pelayan publik harus dimaksimalkan agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan gratis dari pemerintah."Pengawasan harus dilakukan dalam memberikan pelayanan publik. Karena ditingkatan bawah, masyarakat masih dikenakan biaya, padahal semuanya telah digratiskan oleh pemerintah."tuturnya

Sementera itu, warga lainnya, Maman (39), banyak pungutan yang terjadi dipemerintah bawah, diperkirakan terjadi karena kesejahteraan mereka yang belum maksimal. Sehingga mereka masih meminta pungutan terhadap masyarakat. Untuk itu, dia mengharapkan kesejahteraan aparat pemerintah di bawah harus ditingkatkan, agar mereka bisa memberikan pelayanan yang baik terhadap masyarakat."Saya yakin kalau kesejahteraan aparat desa misalkan, dipenuhi dengan maksimal. Tidak akan ada pungutan terhadap masyarakat. Karena kadang tidak ada anggaran transport bagi RT."terangnya.(asy)


Berbagi video sambil chatting dengan teman di Messenger.
Sekarang bisa dengan Yahoo! Messenger baru.

Partisipasi Warga Meningkat


TIRTAMULYA, RAKA
- Antusiasme masyarakat pada Pemilu Presiden (Pilpres) beberapa hari lalu di Kecamatan Tirtamulya dinilai cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat dari angka partisipasi pemilih yang mencapai lebih dari 80 persen.

Jumlah ini, lebih tinggi bila dibandingkan dengan pemilu legislatif (pileg) April lalu. Hal tersebut, dikatakan oleh anggota PPK Tirtamulya Idik Mustofa, saat ditemui RAKA, Kamis (9/7) siang, di kantornya.

Menurutnya, meningkatnya jumlah partisipasi tersebut, tidak lepas dari antusiasme dan perhatian masyarakat terhadap proses demokrasi yang sedang dijalankan oleh Indonesia. Masyarkaat lebih antusias pada pilpres bila dibandingkan dengan pileg lalu.

Karena pilpres merupakan pemilihan pemimpin bangsa ke depan. Sehingga bila tidak ikut memilih, dikhawatirkan presiden yang menang pemilu tidak sesuai dengan harapannya. Selain itu, penyisiran mengenai pemilih juga lebih maksimal, sehingga banyak masyarakat yang masuk dalam DPT. "Sehingga masyarakat mengikuti pilpres ini dengan baik. Karena mereka ingin menentukan pemimpinnya sendiri," paparnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, tim sukses dari ketiga capres tidak banyak turun ke daerahnya. Bahkan nuansa politik juga tidak terasa. Tapi walaupun terkesan sepi dari hingar-bingar politik, masyarakat telah memiliki capres pilihan masing-masing. Menurutnya, penayangan debat capres yang disiarkan di televisi, dinilai membantu untuk meningkatkan jumlah partisipasi pemilih dan memberikan pendidikan demokrasi pada masyarakat. "Masyarakat menjadi lebih tahu tentang demokrasi. Sehingga mereka ingin ikut serta dalam pilpres kemarin," ungkapnya.

Idik menambahkan, secara umum, pelaksanaan pemilu di wilayahnya berjalan dengan lancar dan tertib. Proses pemungutan suara juga, dinilainya berlangsung dengan cepat. Pada pukul 10 pagi, pemilih sudah melaksanakan pencontrengan. Tapi dia sedikit mengalami kendala pada masalah pengisian formulir untuk pemilih tambahan. Di wiliyahnya, ada sekitar 15 orang pemilih tambahan yang menggunakan KTP dalam melakukan pencontrengan. "KPU tidak menyediakan formulir untuk pemilih tambahan, sehingga kami harus membuatnya sendiri. Tapi hal tersebut tidak terlalu menjadi kendala bagi kami. Yang penting pemilu berjalan dengan lancar," terangnya.

Pilres kemarin, lanjutnya, telah sesuai dengan harapan dari pihaknya. Pasalnya pilpres berjalan dengan lancar dan tertib, tanpa ada ekses. Surat suara juga, telah masuk ke PPK pada malam hari setelah penghitungan selesai dilakukan. Rencananya, hari ini pleno PPK akan dilakukan di aula Kantor Kecamatan Tirtamulya. "Kami akan segera melakukan pleno, rencananya besok (hari ini, red). Pihak-pihak terkait telah kami undang untuk mengikuti pleno besok," paparnya. (asy)


Akses email lebih cepat.
Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! (Gratis)

Petani Keluhkan Hama Tikus

PANEN SISA: Petani Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya, memanen padi sisa hama tikus.

TIRTAMULYA, RAKA
- Petani di Desa Bojongsari, Kecamatan Tirtamulya, masih mengeluhkan hama tikus yang selam ini menyerang tanaman mereka. Akibat dari hama tikus tersebut, petani dibayang-bayangi gagal panen karena tikus menyerang padi hingga ke batang-batangnya. Akibatnya, tanaman padi ludes tak tersisa.

Salah seorang petani asal Desa Bojongsari, Asip (50) kepada RAKA, Kamis (8/7) siang, menuturkan, padi yang dipanennya saat ini merupakan hasil tanam pada musim tanam lalu. Seharusnya tanaman padinya saat ini dipanen beberapa bulan yang lalu. Tapi karena saat itu tikus menyerang tanaman padinya, akhirnya padi yang ditanamnya mengalami keterlambatan masa panen.

Padahal sekarang sudah memasuki masa tanam lagi. Hal ini, dimaksudkan untuk menyelamatkan tanaman padi yang ada. "Tikus menghabiskan padi hingga ke batang-batangnya. Saat itu, saya langsung memotongnya lagi, dengan harapan tumbuh tunas baru. Agar padi dapat dipanen, jika tidak demikian, tidak akan sedikit pun pada dapat dipanen," paparnya.

Lebih lanjut dia menuturkan, karena serangan tikus tersebut, dia menjadi terlambat untuk menanam padi pada musim tanam sekarang. Padahal, petani yang lain sudah memulai menanam padi baru dan sekarang telah memasuki setengah musim. Rencananya, setelah padinya yang sekarang dipanen, sawahnya tidak akan langsung ditanami padi kembali.

Dia akan membiarkan terlebih dulu lahannya, hingga musim panen sekarang tiba. "Baru setelah sawah yang lain sudah dipanen, saya baru akan menanam padi lagi. Soalnya jika tidak begitu, kualitas padi yang dihasilkan, tidak akan bagus," terangnya.

Petani lainnya, Embon (66) menambahkan, pada musim padi yang lalu, sawah yang dimilikinya juga terserang hama tikus. Sehingga dia mengalami gagal panen. Saat ini, dia hanya memanen sisa-sisa padi pada musim tanam yang lalu. Itupun tidak semuanya dipanen, pasalnya tidak matang secara merata. "Ketika tikus menyerang, saya langsung memangkas padi saja, dengan harapan padi masih bisa diselamatkan. Dan hasilnya sekarang bisa dipanen walaupun jumlah dan kualitasnya tidak sebagus dulu. Tapi daripada tidak menghasilkan sama sekali, mending segini juga," paparnya.

Dia melanjutkan, selain hama tikus, burung juga sangat menganggu tanaman padi yang dimilikinya. Pasalnya burung tersebut sering memakan tanaman padinya, sehingga jumlah padinya berkurang. Dalam menghadapi masalah ini, lanjutnya, dia tidak bisa berbuat banyak karena semuanya sudah terjadi. Dia telah melakukan berbagai upaya agar padi yang dimilikinya bisa terselamatkan. "Ya beginilah nasib petani, hama selalu menyerang. Modal bertani juga gak tahu kembali atau tidak. Sudah bisa memanen juga sudah untuk, padi saya gak habis semua," keluhnya. (asy)




Mencari semua teman di Yahoo! Messenger?
Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger dengan mudah sekarang!

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang