Selasa, 15 Desember 2009

Petani Karyasari Perangi Keong Mas

RENGASDENGKLOK, RAKA - Sejumlah petani di Desa Karyasari, Kecamatan Rengasdengklok menyatakan perang dengan keong mas. Saat ini mereka gencar membasmi OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) tersebut dengan cara manual. Maklum, hingga kini belum ada obat pembasmi OPT jenis keong mas.

Salah satunya yang dilakukan oleh, Idi (52) kepada RAkA, Senin (15/12) kemarin. Dirinya mengaku, sejak areal tanaman padinya mulai terdapat keong mas, dirinya mulai mengantisipasinya yakni dengan cara memasang bambu sebagai media keong mas untuk memanjat. "Dengan memasang sejumlah bambu kecil di sekitaran tanaman padi, setidaknya keong mas tidak bertelur di batang padi,” ujarnya.

Antisipasi lainnya, lanjutnya, dengan memasang pagar plastik di sekeliling lahan pertanian. Tapi, cara tersebut bagi dirinya kurang efektif. "Kalau memasang pagar plastik biasanya untuk menghindari hama tikus,” imbuhnya seraya menjelaskan bahawa cara manual seperti mengambil satu per satu harus dilakukan meski sudah memasang bambu-bambu kecil.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Enja (35) salah seorang petani di Dusun Bakan tengah. Dirinya mengaku, keberadaan hama keong mas sebenarnya tidak terlalu mengganggu pertumbuhan perkembangan tanaman padi. ’’Hampir setiap tahun selama musim tanam, hama keong mas selalu ada.

Tapi, itu masih bisa saya atasi salah satunya dengan mengambilnya satu per satu dan membuang batang padi yang telah terdapat telur keong masnya,” ungkapnya. Sementara itu, menurut pakar pertanian Desa Karya sari, H. samsudin (32) mengatakan, keong mas merupakan termasuk organisme penggagu tanaman (OPT) yang memang sejauh ini belum terdapat pestisida khusus dan ampuh untuk membasmi keong mas. "Selama ini pestisida pembasmi keong mas (kensida) tersebut belum terjual di kios-kios pupuk.

Kendati begitu, kami terus berbagi pengetahuan kepada para petani untuk melakukan pengendalian hama keong mas secara mekanik yakni dengan mengambil keong mas satu persatu. Bisa pula dengan memasang/menancapkan kayu-kayu sehingga keong mas memanjat kayu tersebut, buka ke batang padi. Selain itu, areal persawahan dipasang pagar plastik keliling guna menghindari berbagai OPT tersebut,” ujarnya. Dijelaskan pula olehnya, biasanya keberadaan hama keong mas paling banyak terdapat di areal pertanian yang dialiri air atau dekat di saluran irigasi ataupun sungai. (get)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang