Rabu, 16 Desember 2009

Hutan Belukar yang Angker di Kecamatan Sari Ater Kabupaten Subang

SUBANG, RAKA – Wisata air panas Sari Ater, Kecamatan Sari Ater Kabupaten Subang, merupakan salah satu wisata alam Subang yang terhitung terbesar di Jawa Barat. Selain tempat itu menjadi tempat berekreasi, wisata air panas disana bisa dimanfaatkan untuk terapi berbagai penyakit.

wisata Sari Ater ini yang berlokasi di Jalan Raya Ciater Kecamatan Ciater Kabupaten Subang itu, pada mulanya merupakan lahan hutan semak belukar yang angker. Setelah dibuka Embah Ebos nuansa angker sedikit demi sedikit terkikis. Demikian pula asal nama Ciater juga dari kisah tersebut.

Alkisah sekitar tahun 1960-an, atas jasa Embah Ebos ini, hutan di kawasan itu diubah menjadi lahan perkampungan dan diberi nama Ciater. Pada era itu, masyarakat yang menghuni Ciater mengalami kekurangan air bersih. Lantas seseorang bernama Embah Tajimalela memotong pohon ater. Dari pohon itulah keluar air yang cukup deras dan cukup untuk memnuhi masyarakat disana. Untuk itu legenda itulah warga menjuluki air ater atau Ciater yang berarti air yang memancar.

Pancaran air yang keluar dari pohon Ater diyakini oleh warga memberikan khasiat untuk mengobati sejumlah penyakit, terutama bagi orang yang mempunyai penyakit diseputar kulit. Dari keyakinan itu pulalah dan bahkan dibenarkan oleh bangsawan Belanda, Mr Hack Bessel, setelah melakukan penelitian terhadap air ternyata memang berkhasiat. Keberadaan objek wisata air panas Ciater, baru dibenahi pada 1968. Pada waktu itu Pemerintah Kabupaten Subang menunjuk Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) untuk mengembangkan wisata air panas.

Informasi dari sejumlah sumber termasuk tokoh disana, bahwa Manajer pertama yang mengelola wisata itu petugas Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Subang bernama Sahro. Untuk pengelolaan lebih serius dan profesional, pada 20 Maret 1974, pengelolaan objek wisata air panas diserahkan kepada PT Sari Ater yang dipimpin oleh HA Soewarman. Pergantian pengelola itu dilakukan pada saat Pemerintahan Letkol Atju Syamsudin. “Bertambahnya waktu, kita berupaya meningkatkan fasilitas dan pelayanan kepada tamu. Dengan demikian, dari tahun ke tahun akan mengalami peningkatan jumlah yang datang ke sini,” ujar Public Relation PT Sari Ater, Subang, Tasyrif Hidayat.

Dia memaparkan, ribuan pengunjung yang setiap harinya mengunjungi Sari Ater, kebanyakan dipadati wisatawan yang hendak terapi air panas. Dari hasil analisis Balneologi Sumber Air Panas, menyimpulkan kandungan yang berada di dalam air panas Sari Ater bisa menyembuhkan sejumlah penyakit, seperti rematik, kerusakan pada anggota gerak, gangguan kandungan, sistem syaraf, penyakit kulit,dan kerusakan yang disebabkan olahraga.

Kendati demikian, dengan fungsi dan khasiat yang terkandung dalam air panas tersebut tidak melulu menjadi barang jualan untuk mendatangkan wisatawan ke wisata alam yang terletak di Selatan Kabupaten Subang itu. Menurut Hidayat, dari tahun ke tahun pihaknya selalu berupaya meningkatkan pelayanan dan menambah fasilitas bagi pengunjung. “Wisatawan yang datang tidak hanya dimanjakan dengan air panas,juga sejumlah fasilitas hiburan lain pun kita terus tingkatkan sehingga kebutuhan yang diinginkan oleh tamu bisa terpenuhi di dalam area wisata,” imbuhnya.

Fasilitas yang dimiliki Wisata Alam Air Panas Sari Ater di antaranya sarana akomodasi berupa bungalo,sarana makan-minum, kolam renang air panas, area bermain anak, remaja, dan keluarga, Ciater Hilltop Permanent Track, Ulo Sari Water Slider dengan ketinggian 6,10 meter dan total panjang 49 meter, Outbond, Air Soft Gun, Buggy Cart Off Road,Mini Komedi Putar, serta fasilitas rekreasi lainnya.

Untuk tiba di lokasi area wisata air panas,dapat ditempuh dengan mudah. Dari pusat ibu kota Jawa Barat, Bandung, hanya berjarak 32 km, membutuhkan waktu 30 menit ke arah Subang Kota. Sementara dari arah Jakarta memerlukan waktu tiga jam, melalui tol Sadang, Subang Kota. Jadi tidak mengherankan jika dalam satu bulan Wisata Ciater bisa dikunjungi ratarata hingga 60.000 orang.Tidak hanya berasal dari lokal Jawa Barat, melainkan kota-kota besar di Indonesia juga banyak yang datang. (pir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang