Kamis, 05 November 2009

Aksi Balak Liar di Purwakarta, Subang, Karawang Masih Rendah

PERUM Perhutani unit III Jabar dan Banten kab Purwakarta (Purwakarta, Subang, Karawang) menyatakan aktifitas pembalakan liar di wilayahnya relatif kecil. Hal itupun sekaligus membuat jumlah produksi hutan tidak menemui terkendala.

Kasi Pengelolaan Sumber Daya Hutan Perum Perhutani Unit III jabar Banten Purwakarta, Rakhmat, mengatakan, kawasan hutan yang terancam akibat aksi pembalakan liar di wilayahnya terus berkurang setiap tahunnya. Sampai November 2009 ini saja, pihak Perhutani hanya mencatat sebanyak 5 kasus pencurian kayu dengan volume pencurian yang masih relatif kecil. "Hutan produksi di KPH Purwakarta dalam kondisi relatif aman dari pembalakan liar, Kalau pun ada jumlahnya tidak ber kubik-kubik seperti di tempat lain. Paling cuma satu atau dua batang kayu saja," kata Rakhmat kepada RAKA, Rabu (4/11) kemarin.

Menurutnya, makin berkurangnya aksi pembalakan liar di wilayah hutan produksi tersebut seiring digalakannya kerja sama pihak KPH Purwakarta dengan masyarakat. Diantaranya, sambung Rakhmat, dilakukan dengan menggalakan pola pengelolaan sumberdaya hutan bersama masyarakat (PHBN) Perhutani. "Tentunya bila aksi pembalakan liar menjadi-jadi, hal itu jelas akan mebuat produksi hutan berkurang. Namun, seiring dengan pola PHBN aksi pembalakan liar bisa ditekan," ujarnya.

Meski demikian, Rakhmat mengingatkan, aparat dan jajaran teknis pemerintah jangan terlena dengan berkurangnya aktivitas pembalak kawasan hutan, namun hal itu pun perlu dibarengi dengan upaya pengawasan dan pemberantasan yang lebih ditingkatkan. Ia juga meminta, kepada para pemangku kawasan hutan agar sedianya lebih menjaga kawasannya, mulai dari kawasan konservasi, areal hutan produksi, hingga kawasan pengembangan lain yang masih berkayu. " PEnjagaan kawasan hutan ini perlu dilangsungkan secar bersama-sama baik oleh pemerintah maupunmasyarakat," ucapnya.

Realisasi produksi kayu 2009 berdasarkan data terkahir Perum Perhutani Purwakata yang ditargetkan mencapai 16626 kubik menyebutkan sebanyak 15000 kubik atau sekitar 85 persen sudah dihasilkan sampai Oktober kemarin. Jumlah target produksi kayu itu terdiri dari kayu jati 5607 kubik, kayu mahoni 1091 kubik, kayu sengon 1560 kubik, kayu pinus 3300 kubik, kayu johar 6 kubik, akasia 4443 kukbik, mesopesis 3533 kubik, dan limbah campuran 39 kubik. Selain itu, dari sektor produksi non kayu pihak Pehutani Purwakarta juga menghasilkan beberapa jenis hasil hutan seperti, getah pinus, karet, bambu, dan padi. (rif)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang