Kamis, 29 Oktober 2009

Pembangunan Dok Tidak Transparan, Di Muara Blanakan

SUBANG, RAKA – Kesalahan pembangunan dok kapal tahap pertama tahun 2008 di lokasi Balai Pelabuhan Perikanan Pantai (BP4) KUD TPI Mina Bahari Muara, Desa Muara, Kecamatan Blanakan, telah diselesaikan Bawasda Subang. Saat ini pembangunan tahap kedua dilanjutkan. Namun sayangnya, pihak KUD setempat tidak transparan dalam pembagunan sarana tersebut.

Menurut Kepala BP4 KUD-TPI Mina Bahari Muara Drs Abas yang didampingi Mamad Suardi saat ditemui RAKA, kemarin, pada tahun 2008 sebagai PPTK pembangunan doking kapal tahap pertama senilai Rp 400 juta, pihaknya menolak pemasangan material besi rel. Dijelaskannya, kesalahan tersebut terjadi pada ukuran rel yang mestinya menggunakan rel berukuran 25 inc, sementara yang terpasang berukuran 9 inc, kondisi tersebut telah ditolaknya karena tidak sesuai dengan bestek.

Adapun kesalahan pemasangan material rel dalam waktu 1 tahun hingga pekerjaan lanjutan pembangunan doking masih ada dan akan diganti dengan ukuran yang lebih besar. “Penolakan material rel benar adanya, adapun dana yang semula untuk biaya material rel telah dikembalikan ke negara dan pada pekerjaan lanjutan material rel telah dicantumkan kembali dan masuk pada RAB tahap kedua,” ucap Mamad diiyakan Abas.
Pembangunan lanjutan tahun 2009 dengan program yang sama yakni penyelesaian pembangunan doking dan pemasangan rel yang pernah

terhenti akibat ditolak. Sayangnya, Abas tidak dapat menguraikan rincian alokasi dana sebesar Rp 800juta yang akan diterapkan dalam proyek tersebut. Juga pada saat ditanya tidak adanya papan proyek dan direksikit, Abas menjawab bahwa kedua jenis tersebut tidak ada dalam bestek. “Saya tidak bisa menguraikan alokasi dana yang digunakan untuk apa saja dalam pekerjaan proyek doking ini, karena datanya ada di Bandung,” ucap Abas.

Demikian pula saat ditanya nama kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut perusahaan yang sama atau berbeda dirinya mengaku sudah tidak ingat kontraktor pertama yang mengerjakan proyek doking tahap pertama, adapun kontraktor yang mengerjakan tahap kedua menurutnya dikerjakan oleh CV Ratu Jaya. Namun menurut pengakuanm sejumlah pekerja bahwa yang mengerjakan proyek tersebut berasal dari Majalengka, sayangnya sejumlah pekerja tersebut tidak tahu nama perusahaannya. “Yang mengerjakan proyek ini perusahaan dari Majalengka, termasuk saya pun sebagai kuli dari Majalengka, gitu pak,” ucap sejumlah pekerja.

Dilanjutkan Abas, mengenai perusahaan dari Subang, yang mengerjakan pekerjaan tersebut dirinya tidak tahu persis, padahal dirinya sebagai pengguna kuasa anggaran proyek tersebut. Bahkan dengan tangan bergetar pada saat Abas memberikan sedikit data pekerjaan tersebut dirinya terkesan menyembunyikan data, terutama mengenai ketentuan pekerjaan yang sedang diawasinya. (pir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang