Rabu, 12 Agustus 2009

Rehab Jalan Asal-asalan di Kecamatan Pabuaran, Manfaatkan Tanah Sawah untuk Pengurukan

TANPA PERMISI: Sejumlah pekerja CV Siluman sedang menggali tanah sawah milik petani Pabuaran yang akan digunakan untuk menguruk bahu jalan.

SUBANG, RAKA –
Pekerjaan pengurukan bahu jalan yang dilakukan oleh CV "Siluman" dikomplen pemilik sawah, pemilik proyek tidak minta ijin kepada pemilik sawah yang tanah sawahnya dipakai untuk menguruk bahu jalan. Petani yang keberatan tanah sawahnya digali untuk menguruk bahu jalan bernama Oman, warga sekitar lokasi proyek. Dia bahkan tidak terima tanah sawahnya dipakai untuk menguruk jalan tanpa minta ijin terlebih dulu.

Pantauan RAKA di lokasi, kontraktor yang mengerjakan pekerjaan rigid tersebut tidak memasang papan proyek dan pekerjaan pengurugan bahu jalan terkesan tidak mau memodal karena menggunakan tanah sawah petani tanpa ijin. Bahkan, pekerjaan pembangunan rigid yang baru saja diselesaikan kondisi pekerjaannya selain fisiknya retak-retak, bergelombang dan terkesan asal-asalan. Selain itu, di lokasi proyek sedang ada aktifitas pekerjaan pengurugan bahu jalan menggunakan material tanah menggali dari tanah sawah petani di sekitar lokasi proyek, urugan bahu jalan dengan tanah sawah banyak dipertanyakan masyarakat sekitar lokasi proyek.

"Itu bener enggak sih? Nguruk pinggir jalan dengan tanah, sepengetahuan saya dan berkaca di pekerjaan yang sama di lokasi daerah lain, urukan pinggir jalan memakai sirtu, kayaknya engga punya modal ya," ujar warga yang mengaku bernama Asep.
Di lokasi pekerjaan rigid di Dusun Kiaragoong Desa/Kecamatan Pabuaran, di sana tampak aktifitas pekerjaan sejumlah pekerja yang sedang menggali tanah sawah digunakan untuk menguruk bahu jalan berijit tersebut. Pada saat RAKA bertanya pekerja mengenai pekrjaan yang sedang dilakukannya mengaku pekerja hanya melaksanakan tugas dari kontraktor.

Sementara di lokasi pekerjaan selain tidak tampak papan proyek juga tidak ada mandor maupun pelaksana lapangan, sehingga untuk mengetahui pekerjaan tersebut RAKA tidak mendapatkan informasi keberadaan kegiatan tersebut. Pengawas lapangan yang juga Kepala UPTD Dinas PU dan Pengairan Kecamatan Pabuaran Makmur pada saat dihubungi mengatakan bahwa urukan bahu jalan menggunakan tanah itu merupakan pembentukan bahu jalan dengan tanah yang kemudian akan dipasang juga sirtu.

Namun dirinya tidak tahu nominal dana dan kontraktor yang mengerjakan pekerjaan jalan rigid di Dusun Kiaragoong Desa/Kecamatan Pabuaran tersebut, hanya saja dirinya sebagai pengawas hanya mengetahui pekerjaan jalan rigid sepanjang 270 meter lebar 3,5 meter masuk kategori baik dan jalan utama yang menghubungkan Desa Siluman ke Desa Pabuaran nantinya dapat melancarkan lalulintas jalur umum, ekonomi, anak sekolah dan sumber tani di daerah tersebut. "Pekerjaan yang saat ini sedang dikerjakan baru tahap pembentukan bahu jalan, nanti juga dipasang sirtu. Pastinya jalan tersebut diharapkan dapat dijadikan jalan utama sejumlah sektor kegiatan masyarakat," ucapnya.

Sementara, Ketua Paguyuban Masyarakat Gotong Royong Drs Mukti Ali Bonang menilai, pembentukan bahu jalan dengan tanah sawah itu sangat kelihatan sekali kontraktor tidak mau megaluarkan dana banyak. Apalgi apabila kontraktor dalam kegiatan pekerjaan tersebut menggunakan tanah sawah milik orang lain tanpa ijin, selain kontraktor tidak mau bermodal, juga terkesan tidak mengenal tatakrama lingkungan. "Kontraktor kan seharusnya mengutamakan kualitas dan juga tidak harus merugikan orang lain dengan merusak tatanan sawah milik rakyat yang seharusnya kontraktor membantu rakyat dengan mengoptimalkan pekerjaan yang asalnya dari uang rakyat," ucap Ali. (pir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang