Senin, 03 Agustus 2009

PNS Deptan warga Klaten Jaten Tewas Dipalu


SUBANG, RAKA - Wihandayani (29), warga Klaten Jateng, yang bekerja sebagai PNS di lingkungan Departemen Pertanian, tewas berlumuran darah. Diduga, korban tewas setelah suaminya, Tri Hasgoro (30), memukul kepala korban dengan palu (martil), Minggu (2/8).

Kejadian yang mengegerkan warga di Komplek Perum Depag No. 49K RT 35/08 Kelurahan Cigadung, Subang, tersebut, menurut Kapolres Subang AKBP Drs Sugiyono SH melalui Kasatreskrim AKP Ismanto yang dikonfirmasi, Minggu (2/8), di Mapolres Subang menuturkan, korban Wihandayani tewas akibat kepala bagian belakangnya dihantam palu. Sedangkan suaminya, Tri, yang begitu mengetahui sudah istrinya tewas kemudian mencoba bunuh diri dengan minum cairan obat serangga.

"Hal ini diketahui setelah anggota melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) sekitar pukul 03.00 Wib. Pada saat itu, korban ditemukan dalam posisi tengkurap di atas kasur, sedangkan pelaku ada di lantai. Saat ditemukan, ada bekas muntah dan tak jauh dari mereka ditemukan palu dan obat cairan serangga," jelas Kapolres Subang.

Untuk keperluan penyelidikan, tambah Kapolres, korban Wihandayani dibawa ke RSUD Ciereng, sedangkan pelaku Tri dipisahkan ke RS PT Perkebunan Nusantara. Saat ditemukan oleh Kanit I Polres Subang Aiptu Ali Sujoko yang melakukan olah TKP, menurut Kapolres, tangan korban sudah kaku.

Diduga, saat pelaku membeli kopi di warung pojok korban sudah tewas dan pelaku merasa kebingungan sehingga saat ke luar rumah pintu depan tidak terkunci dan anak kunci ditemukan dalam saku celananya sampai akhirnya diketahui tetangganya. "Karena usai hiburan band pelaku muntah-muntah dan kejadian ini kemudian disampaikannya pada Ketua RT yaitu Muhtar (42) dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Kota Subang dan Polres Subang," tambahnya.

Kapolres menambahkan, korban Wihandayani akan diotopsi di RSHS Bandung sambil menunggu kedatangan keluarganya dari Klaten, sedangkan terhadap  pelaku yaitu Tri saat ini dijaga oleh petugas dari Polres karena dikhawatirkan begitu pelaku sudah sadar akan melarikan diri.

Sementara berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun RAKA di TKP, menurut salah seorang tetangga korban, Eli Rosmayanti (35), korban bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) di BPPV Pertanian, sedangkan suaminya masih menganggur.

"Pasutri ini baru sebulan mengontrak di tempat ini, dalam tiga hari pasangan ini pernah terdengar ada percekcokan dan sekitar pukul 23.00 WIB suaminya ke luar rumah beli kopi di warung pojok dan kelihatannya seperti gelisah," ungkap Eli.
Seminggu sebelum kejadian, tambah Eli, pasutri tersebut sempat pulang ke daerah asalnya di Klaten yaitu di Kampung Kajen RT 01/05 Desa Wajen Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jateng, selama seminggu.

"Selama seminggu itu korban sempat bertemu dengan mantan pacarnya," tambah Eli menirukan ucapan teman kerjanya itu. Karenanya, tambah Eli, Diduga suami korban cemburu atas pertemuan itu. "Dan hal ini mungkin yang menjadi pemicu pertengkaran," tambah Eli.

Padahal, menurut Eli, sebelum pulang kampung, keduanya rukun-rukun saja. Namun, kegaduhan yang terjadi di rumah korban tak begitu terdengar, karena tak jauh rumah yang menjadi tempat kejadian perkara, yaitu sekitar 100 meter di lapangan terbuka ada hiburan band sehingga apa yang terjadi di dalam rumah tak begitu terdengar keributan oleh tetangga yang lain. (eko)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang