Senin, 27 Juli 2009

Subang Miliki Pabrik Pupuk Organik


RESMIKAN PABRIK PUPUK:
Mentan Anton Apriyantono meresmikan tujuh komplek pabrik pupuk organik milik PT Pertani yang dipusatkan di Komplek Industri Pamanukan, Sabtu (25/7) lalu. Diharapkan, dioperasikannya perusahaan tersebut dapat memenuhi kebutuhan petani serta dapat menciptakan pertanian ramah lingkungan. (pir)

SUBANG, RAKA
– Tujuh pabrik pupuk organik yang dikelola PT Pertani, Sabtu (25 lalu, diresmikan Menteri Pertanian Anton Apriyantono di area Komplek Industri Pamanukan, Kabupaten Subang. Ketujuh pabrik tersebut berada di Kabupaten Subang, Karawang, Magelang, Jombang, Malang, Jember dan Rangkasbitung.

Direktur PT Pertani (Persero) Dwi Antono mengatakan, Komplek Industri PT Pertani di Pamanukan, merupakan komplek industri pupuk terpadu, di mana pada lokasi tersebut terdapat pabrik pupuk organik granul, pabrik pupuk organik cair dan pabrik pupuk NPK yang diharapkan hasil produksinya dapat memenuhi kebutuhan pupuk bagi para petani secara berimbang, lengkap dan ramah lingkungan serta mampu meningkatkan produktifitas hasil penen, sekaligus dapat memperbaiki struktur tanah di Indonesia yang selama tiga dasawarsa ini menurun kualitasnya akibat penggunaan pupuk kimia yang berlebihan.

Dwi meneruskan, saat ini pabrik pupuk organik granule PT Pertani yang juga didukung oleh mitra kerjasama produksi berjumlah 42 unit dengan kapasitas mencapai 1.050.000 ton per tahun. Hal ini menjadikan Pertani sebagai produsen pupuk organik terbesar di Indonesia, sedangkan pabrik pupuk organik cair (biofertilizer) berjumlah 7 unit dengan kapasitas 4.750.000 liter per tahun. Sementara pabrik NPK yang berjumlah 5 unit, memiliki kapasitas 450 ribu ton per tahun.

Berdirinya pabrik pupuk organik yang dikelola PT Pertani tersebut, lanjutnya, didukung oleh Litbang Deptan. Menurutnya, Pertani secara intensif mengembangkan industri pupuk organik yang berbasiskan teknologi mikrobiologi, hal ini merupakan lompatan besar dalam industri pupuk di Indonesia yang selama ini berbasis kimia yang ditengarai menjadi penyebab kerusakan kualitas struktur tanah di Indonesia.

Dengan mengembangkan teknologi mikrobiologi pada industri pupuk, pihaknya, kata Dwi, berkomitmen menjadi pioneer dalam mendukung peningkatan produktifitas dan kualitas hasil pertanian Indonesia yang berstandar Internasional, terutama pada aspek kesehatan sesuai dengan program pemerintah Go Organik 2010. "Produk pupuk Pertani yang berlabel kuda laut telah tersebar dan digunakan petani di seluruh Indonesia, hal ini karena penyebarannya didukung oleh kemampuan distribusi Pertani yang memiliki jaringan distribusi hingga tingkat kabupaten di seluruh Indonesia," ucap Dwi.

Sebagai badan usaha milik negara yang bergerak di bidang sarana pertanian, ungkap Dwi, Pertani mengemban tugas sebagai agen pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia. Langkah konkrit Pertani dalam dalam mengembangkan teknologi pupuk yang berbasiskan pada teknologi ramah lingkungan terus diciptakan dengan mengintrodusir berbagai pupuk yang diperkaya mikroda yang bermanfaat dan dapat menurunkan penggunaan pupuk kimia.

"Ini dipercaya merupakan jawaban akan kebutuhan sarana produksi pertanian yang efektif dan memberi manfaat secara signifikan pada tingkat kesuburan tanah, bahkan lebih jauh lagi Pertani telah mengembangkan stimulan pupuk yang mampu mengurangi penggunaan pupuk hingga 50 persen dengan meningkatkan efektifitas penyerapannya pada tanaman, sehingga tingkat produktifitasnya tetap tinggi," pungkasnya.

Bupati Subang Eep Hidayat secara singkatnya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat yang telah banyak membantu pertanian di Kabupaten Subang. Namun, Eep menjelaskan, ada ribuan hektar sawah di Pantura yang kekurangan air yang merupakan kendala pertanian. "Sebagai laporan, untuk mengantisipasi kebutuhan air bagi petani Pantura Subang akan membangun bendungan Sadawarna yang akan dapat mengatasi kebutuhan kekurangan air di Pantura," ucap Eep.

Sementara itu, Mentan Anton Apriyantono berharap, didirikannya pabrik pupuk organik dapat menjadikan solusi untuk menutupi kehausan petani atas kebutuhan dan penggunaan pupuk kimia yang dinilainya pupuk telah merusak unsur hara yang ada di dalam tanah. Sementara, pupuk organik selain akan mengambalikan kesuburan tanah juga akan ramah lingkungan.

Menurutnya, pupuk organik adalah salah satu solusi terbaik agar organisme yang hidup di sekitar tanah dapat tercukupi, berbeda dengan penggunaan pupuk kimia, malah akan mengurangi kebutuhan organisme yang hidup di tanah. Sedangkan pupuk organik selain akan mencukupi kebutuhan organisme yang hidup di sekitar tanah juga akan meminimalisir unsur hara yang telah
hilang.

"Yang terbaik petani membuat pupuk organik sendiri dengan bahan baku yang ada di sekitar sawah seperti jerami, karena jerami mengandung unsur pospor yang mencapai 70 persen. Apabila petani dapat membuat pupuk organik sendiri, selain akan dapat mengurangi kebutuhan pupuk organik, juga akan dapat mengurangari biaya produksi," ujar Anton.

Penutup kegiatan, pasca pidato Mentan langsung meresmikan tujuh komplek pabrik pupuk  PT. Pertani unit produksi pupuk Sembung, Salaman, Lebak, Kepanjen, Telagasari, Tanggul dan Pamanukan yang dipusatkan di Pamanukan Kabupaten Subang. Selain itu, juga dilakukan penyerahan hasil produksi pupuk kepada tujuh petani perwakilannya dan penyerahan penghargaan dari Litbang Deptan kepada Dirut PT Pertani. (pir)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang