Senin, 13 Juli 2009

Siswa Putus Sekolah Masih Banyak

PURWASARI, RAKA - Kebijakan pemerintah yang telah menggratiskan uang masuk untuk sekolah menengah atas negeri (SMAN), ternyata tidak semua masyarakat memanfaatkan betul oleh masyarakat. Ada beberapa siswa yang telah lulus SMP tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, karena faktor ekonomi.

Sehingga siswa tersebut harus merelakan masa-masa SMA-nya tidak dibangku sekolah, melainkan diluaran bahkan ada yang bekerja.

K. Arifin (14) misalnya, anak lulusan SMP PGRI Klari ini, tidak bisa melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, karena faktor ekonominya tidak bisa menunjang untuk dia bersekolah.

Rencananya kedepan, dia akan mencari pekerjaan sebisanya untuk bisa membantu perekonomian keluarga dan untuk memenuhi kebutuhannya sehari-harinya.

"Sebetulnya saya ingin terus melanjutkan sekolah saya, tapi orang tua saya tidak menghendakinya, karena tidak bisa membiayai sekolah saya lagi,"katanya saat ditemui RAKA, Minggu (12/7) siang Dia menambahkan, pemerintah memang telah menggratiskan biaya pertama masuk sekolah.

Tapi kebutuhan siswa bukan hanya biaya masuk sekolah saja, buku-buku pun harus dibelinya. Belum lagi ditambah dengan uang saku yang harus dimilikinya setiap hari. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya ini, orang tua dia merasa keberatan.

"Belum lagi, bayar uang SPP. Karena untuk tingkat SMA, SPP masih bayar."Adik saya juga saat ini masing duduk di sekolah dasar, ekonomi keluarga saya belum sanggup untuk membiayai sekolah saya kejenjang yang lebih tinggi."ungkap warga Desa Mekarjaya Kecamatan Purwasari ini.

Lebih lanjut Kiki menuturkan, dia sadar bahwa dalam menghadapi kehidupan mendatang, perlu pendidikan yang tinggi. Soalnya untuk melamar pekerjaan ke pabrik saja ijazahnya minimal SMA sederajat. Sementera dia hanya memiliki ijazah SMP.

Tapi karena faktor ekonomi tadi dia harus menghentikan sejenak keinginannya untuk masuk sekolah SMA. Dia berharap, suatu saat nanti bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi."Tahun ini, saya tidak akan langsung melanjutkan sekolah. Mungkin di tahun-tahun berikutnya saya bisa melanjutkannya, setelah ada biaya untuk bersekolah."paparnya.

Sama halnya dengan Kiki, anak yang putus sekolah lainnya, Muchlis (15) mengatakan, dia tidak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMA karena memiliki keterbatasan biaya. Dia hanya berhasil lulus sekolah untuk tingkat SMP. Orang tuanya yang bekerja sebagai buruh kasar, tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk membiayai sekolahnya di SMA.

 Padahal dia sangat ingin berhasrat untuk melanjutkan sekolahnya."Sekarang mah untuk bekerja selalu melihatnya ijazah. Apalagi untuk bekerja di pabrik, untuk ijazah SMP akan ketinggalan,"keluhnya
Sat ini, lanjutnya, dia sering ikut bekerja di toko untuk membantu perekonomian keluarganya.

Dari hasilnya bekerja tersebut, dia pergunakan untuk membiayai kebutuhan hidupnya sehari-hari. Namun dia tidak ingin selamanya bekerja disitu, pasalnya uang yang didapat tidak masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Daripada tidak ada pekerjaan, kecil-kecil juga saya kerjakan daripa nganggur. Inginnya sih sekolah lagi tapi karena biaya, saya akan mengumpulkan uang dulu untuk mengikuti sekolah paket C."jelasnya.(asy)





Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

NumberOfComments

Ada kesalahan di dalam gadget ini
 
 
 
 
Copyright © Subang Raya
Design by Eko Subang